Oktober 2007
Seminar Nasional Aplikasi UU Perpustakaan RI
31 Oktober 2007Perpustakaan adalah institusi pengelola karya cetak/tulis dan karya rekam yang dikelola secara sistematis, profesional dan baku untuk kebutuhan pendidikan, penelitian, informasi, perekaman dan rekreasi bagi para pemustaka. Keberadaan perpustakaan yang telah merambah berbagai lapisan masyarakat perlu dioptimalkan dengan berbagai upaya diantaranya melalui dukungan infrastruktur dan payung hukum.
Demikian Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Drs Supriyadi MSi dalam sambutan pembukaan Seminar Nasional Aplikasi Undang-Undang Perpustakaan dengan Interlibrary Service yang diselenggarakan Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya, Rabu (31/10). Beberapa yang narasumber diundang, di antaranya adalah Drs Widyanto MSi (Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional RI) yang menyampaikan “Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi”, Drs Dwi Yanto Sundaru (PT Jasatama Jakarta) dengan materi “Presentasi Journal Online Sebagai Pendukung Interlibrary Services”, Drs Ida Fajar dengan materi “City Library di Yogyakarta”, H Djemianto SH MSi (Kepala Perpustakaan Umum dan Kearsipan Kota Malang dengan materi “Pengembangan Perpustakaan Umum”, serta Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib dengan materi “Interlibrary Services di Perguruan Tinggi”. Menurut Welmin, respon positif terhadap UU Perpustakaan RI yang harapannya dapat menjadi payung hukum dan mendukung berbagai implementasi pengembangan perpustakaan menuju tingkatan ideal. Di Universitas Brawijaya sendiri, dukungan pimpinan serta respon pengguna sudah cukup bagus. “Kita tinggal mengoptimalkan berbagai sumber daya yang ada, di antaranya pembangunan gedung baru yang ditargetkan selesai akhir tahun 2008” ujarnya. Lebih lanjut, ia juga mendukung usulan dana perpustakaan 5% dari dana institusi di luar gaji, meskipun masih sulit untuk dipenuhi.
Sementara itu Supriyanto mengatakan, UU tentang perpustakaan yang telah disahkan DPR, 2 Oktober 2007 silam, ini perlu diimplementasikan dengan dukungan berbagai kekuatan. Dukungan ini sangat penting, karena kenyataan bahwa penegakan hukum di negeri ini masih belum menggembirakan. “Hukum hanya memiliki kekuatan sepertiga, sepertiganya adalah perilaku manusia pelaku, dan siasanya adalah wujud fisik di lapangan”, ujarnya. Secara umum peran Undang-Undang sebagai fungsi pengaturan publik belum secara maksimal dapat dilaksanakan, terutama mempertimbangkan fakta bahwa apresiasi masyaralat terhadap perpustakaan masih rendah bahkan dipandang sebelah mata. Untuk itu, ia menganggap perlu kerja keras dari pustakawan disertai dukungan dan apresiasi masyarakat.
Terkait program pembinaan perpustakaan, Widyanto yang juga Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca PNRI telah memberdayakan berbagai perpustakaan melalui pendekatan primordial, diantaranya dengan membentuk Forum Perpustakaan Umum, Forum Perpustakaan Khusus, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Forum Perpustakaan Sekolah yang dilindungi payung hukum secara formal. Ia menabulasi berbagai kendala, di antaranya kendala substansial berupa rendahnya apresiasi, dan juga rendahnya kapasitas institusi, di samping berbagai kendala teknis di dalam desentralisasi di antaranya keragaman pola pembinaan dan koordinasi yang tersumbat.
Sebagai representasi perpustakaan daerah, hadir dalam seminar itu Ida Fajar dari Perpustakaan DIY, menyampaikan "Jogja Library for All: Where to go from now?" Dalam presentasinya, dipaparkan jaringan terhubung dalam perpustakaan yang ada di Propinsi DIY dengan memanfaatkan pengembangan teknologi informasi. Mengenai UU Perpustakaan, ia menyatakan perlu standar nasional bagi perpustakaan yang ada di daerah dengan mempertimbangkan kemampuan pemerintah daerah dan mengimpelemntasikan UU tersebut. [nok]Prof Pudjihardjo: Pekerja Anak dan Kontribusinya terhadap Ekonomi Keluarga
31 Oktober 2007Anak merupakan generasi penerus yang akan berperan dalam proses kelangsungan dan perkembangan bangsa di masa yang akan datang. Di pundak merekalah nasib bangsa dan negara dipertaruhkan. Untuk itu diperlukan generasi penerus yang berkualitas dan harus dibentuk pada saat ini agar dapat membawa kemajuan kehidupan di masa mendatang yang lebih baik. Pada tahun 2006 jumlah pekerja anak di berbagai sektor perekonomian di Indonesia mencapai 2.865.073 orang atau sekitar 2,8 juta orang. Dari angka tersebut sekitar 55,6 persen anak bekerja di sektor pertanian, sektor perdagangan dan jasa 17 persen berada di urutan kedua dan disusul industri pengolahan dengan porsi 13,22 persen. Sementara provinsi dengan pekerja anak terbesar adalah Jawa Timur dengan jumlah 414.554 orang.
Demikian ungkap Prof Dr M Pudjihardjo SE MS dalam pidato pengukuhan guru besar di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya, Rabu (31/10). Dalam upacara yang dipimpin Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito di gedung Widyaloka tersebut, Prof Dr M Pudjihardjo SE MS yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu ekonomi pada Fakultas Ekonomi Unibraw (guru besar ke-146 Unibraw atau yang ke-22 dari Fakultas Ekonomi) menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Fenomena Pekerja Anak dan Kontribusinya terhadap Ekonomi Keluarga”.
Lebih lanjut disampaikan, keputusan keluarga untuk memiliki anak tidak hanya berdasarkan ‘selera’ terhadap anak (keinginan yang kuat untuk memiliki anak) saja tetapi juga mempertimbangkan kualitas anak yang diinginkan. Inilah yang menjadi dasar analisis fertilitas, tidak hanya mempertimbangkan berapa anak yang akan dimiliki, tetapi berapa yang harus dikeluarkan untuk membiayai anak tersebut. Dalam hal ini, pendapatan keluarga menjadi kendala bagi orang tua untuk mencapai tingkat kepuasan (utility) yang setinggi-tingginya dalam memiliki anak, baik dalam jumlah maupun kualitasnya.
Kaitan dengan fenomena pekerja anak adalah kenyataan bahwa pekerja anak adalah anak-anak yang lahir dari perhitungan (teoritis) dalam keluarga miskin. Dimana mekanisme pemilihan jumlah anak dalam keluarga sudah memperhitungkan pendapatan/penghasilan dari pekerja anak, bahkan seolah-olah jauh sebelum dilahirkan. Fakta menunjukkan bahwa para pekerja anak umumnya berasal dari keluarga besar. Di sisi lain, biaya opportunity ibu dari keluarga miskin (berupa penghasilan yang diperolehnya bila ia tidak memelihara anak) juga rendah karena sebagai tenaga tak berpendidikan dan tidak terampil dalam kondisi tingkat pengangguran tinggi di negara berkembang maka peluang baginya untuk bekerja tidak ada.
Untuk mengurangi terus meningkatnya jumlah pekerja anak di berbagai sector perekonomian atau menurunkan jumlah anak yang dieksploitasi keluarganya, khususnya dalam bidang ekonomi, maka selain diperlukan program pengentasan kemiskinan yang terus ditingkatkan serta penciptaan lapangan kerja baru, juga dirasa perlu sosialisasi kepada masyarakat tentang perundangan maupun kumpulan peraturan yang berkaitan dengan perlindungan anak. Hal itu diharapkan dapat menambah pemahaman masyarakat tentang hak-hak anak yang harus dipenuhi dan sangsi apabila orang tua melakukan eksploitasi terhadap anaknya. Karena walaupun sudah ada paying hukum untuk melindungi anak, tetapi masyarakat belum banyak mengetahui atau memahami seperti Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, maka pelaksanaannya akan banyak menemui hambatan atau tidak dapat berjalan secara optimal. [bhm]Prof Husni T Sebayang: Pengendalian Gulma untuk Peningkatan Produksi Tanaman
31 Oktober 2007Gulma merupakan tanaman pengganggu yang dapat merugikan bagi pertumbuhan dan hasil tanaman dan lingkungan perairan serta aspek lainnya. Beberapa sifat umum dari gulma adalah mempunyai kemampuan menyesuaikan diri (adaptasi) yang kuat dan mempunyai daya persaingan yang tinggi. Sifat-sifat lain yang sering dimiliki oleh gulma antara lain dapat menghasilkan biji dalam jumlah yang banyak, cepat berkembang biak dan sifat dorman (masa istirahat) yang panjang. Seiring perkembangan teknologi pertanian, terdapat banyak faktor yang secara langsung atau tidak langsung dapat memacu pertumbuhan gulma, misalnya penanaman dalam barisan, jarak tanam yang lebar antara barisan tanaman, monokultur, pemupukan, penggunaan alat-alat besar dalam mekanisasi, dan pengairan. Sehingga dengan makin intensifnya penanaman dan majunya teknologi pertanian, masalah gulma tidak akan semakin ringan, tetapi cenderung akan semakin berat.
Demikian diungkapkan Prof Dr Ir Husni Thamrin Sebayang MS dalam pidato pengukuhan guru besar di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya, Rabu (31/10). Dalam upacara yang dipimpin Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito di gedung Widyaloka tersebut, Prof Dr Ir Husni Thamrin Sebayang MS yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu gulma pada Fakultas Pertanian Unibraw (guru besar ke-147 Unibraw atau yang ke-36 dari Fakultas Pertanian) menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Gulma dan Pengendaliannya dalam Upaya Peningkatan Produksi Tanaman”.
Lebih lanjut disampaikan Husni Thamrin, melihat pengaruh gulma yang begitu menentukan pada penurunan pertumbuhan dan hasil tanaman maka perlu diupayakan usaha untuk mengendalikannya. Namun demikian, pengendalian gulma sering tidak dilakukan atau ditunda pengendaliannya. Karena ada anggapan bahwa serangan gulma tidak berbahaya dan tidak separah serangan hama dan penyakit. Padahal sesungguhnya tidak demikian, serangan gulma dapat membuat tumbuhnya tanaman menjadi merana dan mematikan meskipun secara perlahan-lahan karena serangannya dalam bentuk persaingan pada sarana tumbuh.
Beberapa metode pengendalian gulma yang umum dilakukan antara lain secara mekanis, pengelolaan budidaya (kultur teknis), penggunaan mulsa dan penutup tanah, rotasi tanaman, pengendalian gulma secara hayati, kimia, dan terpadu. Oleh sebab itu, pengendalian gulma harus direncanakan secara tepat dan terarah serta dievaluasi sehingga sesuai dengan kondisi lingkungan dan jenis tanaman yang diusahakan agar peningkatan produksi tanaman dapat tercapai. Penyuluhan yang lebih intensif kepada petani tentang jenis-jenis gulma yang tumbuh di sekitar tanaman yang dibudidayakan serta upaya pemanfaatan dan pengendaliannya perlu dilakukan. [bhm]Pengukuhan Gurubesar Ekonomi dan Pertanian
31 Oktober 2007
Lagi, dua gurubesar Universitas Brawijaya dikukuhkan, Prof Dr M Pudjihardjo SE MS sebagai gurubesar ilmu ekonomi, dan Prof Dr Ir Husni Thamrin Sebayang MS sebagai gurubesar ilmu gulma. Pengukuhan dilaksanakan Rabu 31/10, di gedung Widyaloka, di depan rapat terbuka Senat Universitas Brawijaya yang dipimpin Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Pidato pengukuhan Prof Pudjihardjo berjudul "Fenomena Pekerja Anak dan Kontribusinya terhadap Ekonomi Keluarga", sedangkan orasi Prof Husni Thamrin Sebayang berjudul "Gulma dan Pengendaliannya dalam Upaya Peningkatan Produksi Tanaman". Prof Pudjihardjo adalah gurubesar ke-146 Unibraw atau yang ke-22 dari Fakultas Ekonomi, sedangkan Prof Husni Thamrin Sebayang adalah gurubesar ke-147 Unibraw atau uang ke-36 dari Fakultas Pertanian.Prof. Dr M Pudjihardjo SE MS (55 tahun) pria kelahiran Blitar 15/4/1952, sarjana ekonomi lulusan Unibraw (1976), magister sains dari Universitas Gadjah Mada (1986), dan doktor ilmu ekonomi dari Pascasarjana Unibraw (2005). Mengabdikan diri selama 33 tahun sebagai tenaga pengajar pada Fakultas Ekonomi Unibraw mulai jenjang terendah, asisten dengan pangkat pengatur muda tingkat I golongan II/b (1974), Prof Pudjihardjo mencapai jabatan akademik terakhir lektor kepala dan pangkat terakhir pembina utama muda golongan IV/c pada 1995. Selama 12 tahun terakhir, dihasilkan 11 judul karya ilmiah, dan 5 judul penelitian. Prof Pudjihardjo pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Logistik pada Kantor Pusat Unibraw, Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi Unibraw (1986-1989), Ketua Program Diploma Koperasi dan Kewirausahaan FE Unibraw (1990-1996), dan Ketua Program Diploma Keuangan dan Perbankan FE Unibraw (1996-2001). Dari pernikahannya dengan Wiwik Harwiyantini, Prof Pudjihardjo dikaruniai 3 putra-putri, dan seorang cucu.
Sementara itu Prof Dr Ir Husni Thamrin Sebayang MS (54 tahun) pria kelahiran Kota Pinang (Sumut) 25/12/1953, sarjana pertanian jurusan perkebunan dari Universitas Sumatra Utara (1976), magister ilmu tanaman (1985) dan doktor ilmu pertanian dari Universitas Padjadjaran (1992), mengabdikan diri sebagai dosen pada Fakultas Pertanian Unibraw sejak 1980 mulai jenjang asisten ahli madya golongan III/a, dan jenjang terakhir sebagai lektor kepala golongan IV/c (2000). Prof Husni Thamrin Sebayang pernah menjabat sebagai ketua Jurusan Budidaya Pertanian FP Unibraw (1996-1999), Kepala Pusat Studi Gulma (2000-2003), dan Ketua Program Studi Agronomi Jurusan Budidaya Pertanian FP Unibraw (2003-sekarang). Dalam 7 tahun terakhir Prof Husni Thamrin Sebayang menghasilkan 3 judul penelitian, 7 publikasi ilmiah dalam jurnal nasional, 3 publikasi ilmiah dalam bentuk prosiding seminar, melaksanakan 5 proyek pengabdian masyarakat, berpartisipasi dalam 14 seminar nasional, dan mengikuti 5 jenis training/pelatihan di dalam dan luar negeri. Dari pernikahannya dengan Sumarni Perangin-angin, Prof Husni Thamrin Sebayang dikaruniai 4 orang putra-putri. [Far]
Edy Purwanto: Impedansi Listrik sebagai Perangkat Proses Numerisasi Organ Jaringan
30 Oktober 2007Electrical Impedance Tomography (EIT) merupakan teknik non invasif untuk pencitraan irisan melintang suatu bahan melalui pengukuran distribusi impedansi. Pengukuran elektris dilakukan pada permukaan di sekeliling volume konduktor. Hasil pengukuran distribusi impedansi elektris dapat direkonstruksi berdasarkan perbedaan impedansi dari setiap organ/jaringan biologi. Demikian ungkap Drs Ir Edy Purwanto MSc dalam disertasinya yang berjudul “Electrical Impedance sebagai Perangkat Proses Numerisasi Organ Jaringan Biologi untuk Rekonstruksi Pencitraan Komputer (EIT Open Source Hardware – Upaya Mencitrakan Organ/Jaringan Biologi secara Non-Invasif dan Non-Ionisasi Radiasi Elektromagnetik)”.
Ujian disertasi dosen Politeknik Negeri Malang itu berlangsung, Selasa (29/10), di Gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, dengan promotor Prof Dr Djanggan Sargowo dan kopromotor Prof Dr I Nyoman Gede Wardana, Dr Respati Suryanto Drajat dan Dr Setyawan P Sakti MSc. Tim penguji terdiri dari Prof Dr M Aris Widodo, Dr M Rasyad Indra MS dan Dr Ir Djoko Kustiono MS.
Lebih lanjut Edy mengatakan, organ tubuh dapat diumpamakan sebagai suatu volume konduktor yang terdiri dari kelompok susunan jaringan biologi yang memiliki sifat elektris yang berbeda-beda. Dengan demikian, sangat dimungkinkan untuk melihat karakteristik organ/jaringan biologi serta memonitor kejadian fisiologis suatu jaringan. Namun demikian, terdapat masalah mendasar pada rekonstruksi pencitraan, terutama dengan menggunakan impedance tomography, terletak pada arus yang tidak dapat dialirkan secara lurus melalui jaringan biologi.
Disertasi Edy merupakan langkah awal dari terciptanya prototipe alat pencitraan organ/jaringan biologi. Dalam penelitiannya, dirancang suatu rangkaian elektronik sistem electrical impedance dengan sumber arus 5mA, 12V, 50kHz, sebagai perangkat proses numerisasi organ/jaringan biologi.
Koleksi data dari subyek berulang menggunakan 16 elektrode dengan metode neighboring. Alat yang diciptakan Edy menggunakan pencitraan komputer dengan menggunakan teknik rekonstruksi pencitraan yang merupakan hasil pengolahan data numeris suatu model, dan menggunakan software MATLAB vr 7.3 dari suatu model dengan opensource EIDORS..
Berdasarkan hasil pengujian pencitraan komputer menunjukkan bahwa alat mampu menyediakan data digital organ/jaringan biologi sebagai penyedia data sekunder untuk rekonstruksi pencitraan komputer. Hasil pencitraan komputer juga mampu mendeteksi perubahan posisi dari suatu obyek serta mampu mendeteksi perubahan degradasi warna dari organ/jaringan biologi. Alat yang diciptakan mampu memperlihatkan perubahan degradasi warna berdasarkan jenis materialyang berbeda seperti tulang, lemak, jantung dan daging, dengan urutan dari isolator ke konduktor. Selain itu juga juga dapat diketahui perubahan degradasi warna berdasarkan perubahan sifat dari material yang sama.
Dalam yudisium, Edy Purwanto dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,93), sehingga berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran dengan minat teknologi kedokteran.
Dr Drs Ir R Edy Purwanto MSc, pria kelahiran Yogyakarta 46 tahun silam itu adalah sarjana pendidikan (Drs) dari IKIP Yogyakarta (1983), dan juga sarjana teknik mesin (Ir) dari Universitas Muhammadiyah Malang (1987). Gelar master diperoleh dari The University of Huddersfield, England (1994). Dosen Politeknik Negeri Malang ini pernah menjabat sebagai sekretaris jurusan Teknik Mesin (1991-1992) dan pembantu direktur bidang kemahasiswaan (1996-2000) pada perguruan tinggi tyempatnya mengabdikan diri. Penghargaan yang pernah diraih meliputi dosen teladan I (1995), Satyalancana Karya Satya 10 tahun (2002) dan Satyalancana Karya Satya 20 tahun (2007). [nik]Workshop Akreditasi Laboratorium Berbasis ISO-17025-2005
30 Oktober 2007Laboratorium Sentral menyelenggarakan workshop Penyusunan Dokumen Akreditasi Laboratorium Berbasis ISO-17025-2005, selama dua hari, Kamis-Jumat (30-31/10) di Guest House Universitas Brawijaya. Dalam kesempatan tersebut, 13 orang wakil laboratorium yang berada di bawah koordinasi Laboratorium Sentral Universitas Brawijaya mendapatkan materi Pengembangan Panduan Mutu Laboratorium untuk Penelitian Kompetitif. Hadir sebagai pemateri, Dr Ir Sutanto Hadisupadmo MT (ITB) dan Dr Trijoko Raharjo MSi (UGM). Berbagai hal yang dibahas meliputi manajemen laboratorium berbasis ISO/IEC 17025:2005, Persyaratan Umum Kompetisi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi, Praktek Penyusunan dokumen serta penyusunan dokumen instruksi kerja/metode.
Membuka acara ini, Direktur Laboratorium Sentral Unibraw, Dr Fatchiyah MKes, menyatakan workshop ini merupakan salah satu dari 13 rangkaian kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh empat divisi di Laboratorium Sentral, yaitu Divisi Agrokompleks, Divisi Biomedik, Divisi Biologi Molekuler Sel dan Divisi Teknologi Pangan.
Dalam presentasinya, Sutanto menekankan pentingnya pengujian dan kalibrasi. Menurut dosen program studi Teknik Fisika ITB ini, di Indonesia hanya beberapa laboratorium saja yang melakukan kalibrasi dan pengujian alat-alatnya. “Padahal untuk penelitian dengan menggunakan pengukuran, kegiatan pengukuran merupakan awal dan kuncinya”, ujarnya. “Jika pengukurannya salah, maka anaisisnya menjadi tidak berguna”, tambahnya. Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa faktor yang berperan bagi pengukuran diantaranya SDM, serta alat-alat yang terkalibrasi dalam sensitivity dan ketelitian.
Sementara itu Ketua Pelaksana, Dr Ir Gatot Ciptadi MS, menyatakan pihaknya memfasilitasi laboratorium yang ada di bawah koordinasi laboratorium sentral Unibraw untuk mendapatkan pengetahuan mengenai akreditasi laboratorium ber-ISO 17025: 2005. Lebih lanjut, ia juga mengatakan akan segera melakukan pengumpulan berbagai dokumen sesuai kebutuhan akreditasi tersebut. “Akreditasi ini penting sebagai persyaratan utama legitimasi/sertifikasi suatu pengujian bertaraf international”, kata dia. [nok]Prof Siti Chuzaemi Plh Ketua LPM dan Plt Plh Ketua Lemlit Unibraw
29 Oktober 2007Gurubesar Nutrisi Ternak Fakultas Peternakan Prof Dr Ir Hj Siti Chuzaemi MS, Senin 29/10, diberi tugas untuk bertindak selaku pelaksana harian (Plh) Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya (LPM Unibraw). Demikian surat tugas nomor 535/J10.3/PM/2007 tertanggal 29 Oktober 2007 yang ditandatangani oleh Ketua LPM Unibraw Prof Dr Ir Syamsulbahri MS.
Selain itu, Prof Syamsulbahri yang juga pelaksana harian (Plh) Ketua Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Brawijaya pun mengeluarkan surat tugas nomor 350/J10.2/LL/2007 pada tanggal yang sama, yang memberikan tugas kepada Prof Siti Chuzaemi, Plh Sekretaris Lembaga Penelitian Unibraw, untuk bertindak selaku pelaksana tugas (Plt) Plh Ketua Lembaga Penelitian Unibraw.
Kedua surat tugas itu berlaku selama Prof Syamsul mengadakan penyelesaian persoalan hukum yang menyangkut dirinya.
Prof Siti Chuzaemi adalah Sekretaris LPM Unibraw sejak 2007, menggantikan Prof Dr Ir Bambang Suharto MS yang diangkat sebagai Pembantu Rektor I, dan sebelumnya adalah Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup pada Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya. Prof Dr Ir Hj Siti Chuzaemi MS lahir di Pati, 54 tahun silam, menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Pati dan Magelang serta menempuh pendidikan sarjana, magister, dan doktor di Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta. Ibu dua orang anak ini pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (1999-2003) dan aktif sebagai anggota kelompok kerja pengembangan penelitian dan penulisan ilmiah mahasiswa Universitas Brawijaya. Penghargaan yang pernah diraih antara lain Dosen Teladan I Fakultas Peternakan pada 1996 dan 2000, serta Satyalancana Karya Satya Sepuluh Tahun (1998). Selama 10 tahun terakhir Siti Chuzaemi telah menghasilkan 19 judul penelitian, 21 judul publikasi ilmiah, dan melaksanakan 18 kegiatan pengabdian kepada masyarakat di tingkat regional maupun nasional. [Far]Workshop Jurnalistik Kerjasama Unibraw, Sampoerna, Indo Pos
29 Oktober 2007
Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya Malang bekerja sama dengan salah satu harian terkemuka Indo Pos (Grup Jawa Pos) dan HM Sampoerna akan menyelenggarakan workshop jurnalistik bertajuk “Goreskan pena, tembakkan kameramu!”. Kegiatan yang rencananya akan berlangsung pada 15 Nopember 2007 itu akan menghadirkan pembicara pimpinan redaksi Indo Pos Irwan Setiawan, pimred Malang Post Husnun Djuraid dan redaktur foto Jawa Pos Yuyung Abdi.
Selain diselenggarakan di Universitas Brawijaya, workshop juga diselenggarakan di enam universitas lain seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Sebelas Maret Solo, Universitas Udayana Bali, Universitas Sriwijaya Palembang dan Universitas Hasanuddin Makassar. Universitas Brawijaya merupakan satu-satunya universitas negeri di Jawa Timur yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan. Selain dalam bentuk workshop, para peserta juga diberi kesempatan untuk mengikuti kompetisi penulisan jurnalistik dengan memperebutkan hadiah yang sangat menarik. Untuk keterangan lebih lanjut tentang workshop dapat berhubungan Humas Universitas Brawijaya, Gedung Rektorat lantai I Telp (0341) 551611 Ext 126, atau menghubungi Lia di (0812 331 5893) atau Ufik (0856 4674 2835). [nik]Disertasi Siti Candra: Kombinasi Antioksidan Turunkan Kejadian Preeclampsia
29 Oktober 2007Preeclampsia (PE) merupakan keadaan patologis yang spesifik pada kehamilan manusia. Selama ini pengobatan yang diberikan untuk mencegah manifestasi PE kepada ibu hamil belum maksimal tercapai, terbukti PE masih merupakan 1 di antara 3 penyebab utama kematian ibu hamil. Dari beberapa penelitian secara klinis yang pernah dilakukan dengan pemberian antioksidan NAC atau vitamin C dikombinasi vitamin E untuk pencegahan manifestasi PE hasilnya masih kontroversial ada yang berhasil menurunkan kejadian PE dan ada yang tidak berhasil. Ketidakberhasilan ini kemungkinan karena beratnya oxidative stress pada penderita PE yang tidak sama dan pemberian antioksidan yang tidak tepat baik dosis, macam maupun kombinasinya. Penelitian in vitro diperlukan dengan menggunakan 3 kombinasi antioksidan NAC, vitamin C dan vitamin E yang bekerja secara sinergis dalam menurunkan oxidative stress pada HUVECs yang dipapar plasma E.
Demikian dr Siti Candra Windu Batiyani SpOG(K) dalam disertasi berjudul “Pengaruh Pemberian NAC, Vitamin C, Vitamin E pada Oxidative Stress yang Ditimbulkan oleh Huvecs Dipapar dengan Plasma Eclampsia”. Ujian akhir disertasi doktor bidang ilmu kedokteran dengan minat biomedik itu berlangsung Senin (29/10) di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Lebih lanjut diungkapkan, penelitian ini terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, melakukan penelitian mengenai peranan nutrisi vitamin C, vitamin B1, dan vitamin A pada Preeclampsia dan kadar H2O2, MDA, NO, dan rasio GSH/GSSG pada plasma kehamilan normal, Preeclampsia berat dan Eclampsia. Pada penelitian ini menggunakan metode recall diet dari asupan nutrisi pada ibu hamil mengalami PEB, E, dan kehamilan N yang masuk ke rumah sakit dan telah melahirkan. Hasilnya didapatkan bahwa asupan makanan yang sedikit mengandung vitamin C, vitamin A dan vitamin B1 pada penderita PE, diduga berhubungan dengan peningkatan H2O2, MDA, NO, dan penurunan rasio GSH/GSSG di plasma menyebabkan keadaan oxidative stress pada penderita PEB dan E.
Kedua, meneliti untuk mengetahui pengaruh paparan plasma kehamilan normal, preeclampsia berat dan eclampsia terhadap kadar H2O2, MDA, NO, dan rasio GSH/GSSG pada HUVECs. Penelitian ini mendapatkan bahwa pemaparan 2% plasma kehamilan N pada HUVECs meningkatkan kadar rasio GSH/GSSG. Sedangkan pemaparan 2% plasma PEB dan E ke kultur sel endotel HUVECs kadar GSH/GSSG lebih rendah dari yang dipapar dengan 2% plasma kehamilan N. Hal ini menggambarkan bahwa kandungan bahanbahan oxidative stress di plasma PEB dan E akan menginduksi peningkatan kadar H2O2, MDA, NO, dan penurunan rasio GSH/GSSG pada HUVECs. Ketiga, melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh paparan antioksidan NAC, Vitamin C, dan Vitamin E pada HUVECs yang dipapar plasma Eclampsia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kombinasi antioksidan tersebut, aktivitas antioksidannya lebih efektif dan bisa bekerja lebih lama dalam melakukan scavenger radikal bebas sehingga lebih efektif dalam menurunkan oxidative stress sel endotel HUVECs yang ditimbulkan oleh pemaparan 2% plasma E. Hal ini dapat dilihat dari analisa path, nilai T-statistik tertinggi dibandingkan hanya menggunakan 2 kombinasi antioksidan yaitu pada hubungan H2O2 dan MDA dengan rasio GSH/GSSG. Pada penelitian in vivo dengan pemberian tunggal antioksidan vitamin C atau vitamin E hasilnya masih kontroversial, dimungkinkan karena kondisi in vitro dan in vivo berbeda dan juga beratnya oxidative stress yang dialami penderita PE berbeda dengan pola terapi yang sama.
Pada ujian ini, Siti Candra berhasil mempertahankan disertasinya dan memperoleh predikat sangat memuaskan. Dr dr Siti Candra Windu Batiyani SpOG(K) adalah doktor dari program studi ilmu kedokteran dengan minat biomedik. Bertindak sebagai promotor Prof dr M Aris Widodo MS SpFK PhD, dengan kopromotor Prof dr Soetomo Soewarto SpOG (K) dan Dr dr Ketut Maulana SpPA. Sementara dosen penguji terdiri dari Prof Drs Sutiman B Sumitro MS DSc, Dr Drg Nur Permatasari MS, Dr dr Erry Gumilar D SpOG (K), dan Prof dr Sulchan Sofuan SpOG(K) PhD.
Dr Siti Candra Windu Batiyani, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Unibraw (1993), spesialis Obstetri dan ginekologi dari FK Unibraw (2002), mendapatkan sertifikat dan dikukuhkan sebagai dokter Spesialis Obstetri Ginekologi Konsultan bidang Obstetri Ginekologi Sosial yang dikeluarkan oleh Kolegium Obstetri Ginekologi Indonesia (2007). Siti Candra adalah dosen Fakultas Kedokteran Unibraw dan anggota dari IDI, POGI (Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia), dan HOGSI (Perkumpulan Obstetri Ginekologi Sosial Indonesia). Dari pernikahannya dengan Drs M Wahdi MAB, dosen Politeknik Negeri Malang, Siti Candra dikaruniai 4 orang putra. [bhm]Halal Bil Halal Warga FMIPA
25 Oktober 2007Setelah berpuasa selama bulan Ramadhan, warga Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya mengadakan acara halal bil halal, Kamis (25/10). Halal bihalal diikuti oleh dosen, karyawan, dan perwakilan mahasiswa, serta beberapa orang karyawan purnatugas. Hadir dalam kesempatan ini mantan Dekan FMIPA (1991-1994) yang juga mantan Rektor Unibraw (1994-1998) Prof Drs HM Hasyim Baisoeni.
Kegiatan didahului dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh mahasiswa Furqon, dan dilanjutkan dengan ceramah Hikmah Halal bi Halal yang disampaikan oleh Ustad Drs HM Fatchur Rozi MPd dari kantor Departemen Agama Kota Pasuruan). Selain menyampaikan sambutan, Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS juga memberikan tali asih kepada dr Yubhari Dachlan, dosen FMIPA yang akan purnatugas bulan Desember mendatang. Kemudian hadirin bersilaturahmi saling bersalaman dan beramah tamah sesama warga FMIPA. [aw]Prof TJ Moedjiharto: Ikan sebagai Bahan Substitusi Human Serum Albumin
24 Oktober 2007Berbagai senyawa yang dijumpai pada ikan seperti protein, minyak, sedikit karbohidrat, vitamin serta garam mineral sangat berguna bagi manusia. Bagi tubuh manusia, daging ikan memiliki beberapa fungsi diantaranya sebagai sumber energi dalam menunjang aktivitas, membantu pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh, serta mempertinggi daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit dan memperlancar proses fisiologis dalam tubuh. Demikian ungkap Thomas Joannes Moedjiharto dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar yang berlangsung Rabu (24/10) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang.
Lebih lanjut guru besar bidang biokimia gizi ikani Fakultas Perikanan ini mengungkapkan, terdapat beberapa keuntungan yang dapat diperoleh bila memanfaatkan ikan sebagai sumber makanan dibandingkan produk hewani lainnya.
Pertama, potensi ikan yang berlimpah di perairan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan protein hewani. Kedua, tingginya kandungan protein yang terdapat pada daging ikan dan tersusun oleh sejumlah asam amino yang berpola mendekati kedudukan asam amino dalam tubuh manusia. Ketiga, rendahnya tenunan pengikat (tendon) daging ikan sehingga mudah dicerna tubuh. Keempat, 20 persen dari jumlah minyak ikan merupakan asam minyak tak jenuh dengan kadar kolesterol yang sangat rendah. Kelima, ikan mengandung sejumlah mineral seperti K, S, P, Cl, Mg, Ca, Fo, Ma, Zn, F, Ar, Cu, I, Vitamin A dan D. Keenam, harga ikan relatif murah serta dapat diolah dengan mudah dalam berbagai bentuk olahan serta daging ikan relatif dapat diterima oleh segenap lapisan masyarakat.
Dalam pidatonya yang berjudul “Ikan sebagai Bahan Substitusi Human Serum Albumin dalam Penyumbang Biofarma Indonesia”, Moedjiharto selanjutnya mengungkapkan, selain sebagai pemenuhan gizi, ikan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif anti mikroba. Albumin ikan, dapat digunakan sebagai bahan biofarma. Apabila digunakan sebagai penutup luka, albumin ikan harus melalui biosintesa asam amino terlebih dahulu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terungkap bahwa ikan darat yaitu gabus memiliki kandungan albumin paling tinggi. Ikan darat berikutnya yang juga memiliki kandungan albumin tinggi adalah patin dan gurame. Sementara ikan laut yang memiliki kandungan albumin tinggi adalah hiu dan berikutnya kakap merah. [nik]Prof Soemarko: Bedah Invasif Minimal untuk Saluran Pencernaan dan Empedu
24 Oktober 2007Teknologi bedah invasif minimal adalah suatu gabungan dari teknologi modern dengan inovasi di bidang ilmu bedah. Hasil penggabungan ini menghasilkan berbagai prosedur di dalam ilmu bedah (diagnosis, staging, reseksi, dan perbaikan) dengan trauma psikologis dan somatis yang minimal. Bedah invasif minimal dengan cepat telah menjadi alternatif yang popular daripada prosedur bedah konvensional untuk beberapa jenis penyakit. Bedah laparoskopik untuk saluran empedu, appendektomi, untuk prosedur ginekologis, terapi torakoskopi pada pnemotoraks, sebagaimana pemeriksaan dan terapi artroskopi pada persendian sudah diterima sebagai prosedur endoskopik.
Demikian Prof Dr dr Soemarko SpB-KBD dalam orasi pengukuhan guru besar di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya, Rabu (24/10). Dalam upacara yang dipimpin Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito di gedung Widyaloka tersebut, Prof Dr dr Soemarko SpB-KBD yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang kedokteran bedah pada Fakultas Kedokteran Unibraw (guru besar ke-145 Unibraw, atau ke-20 dari Fakultas Kedokteran) menyampaikan pidato ilmiah berjudul "Peranan Bedah Invasif Minimal pada Pengembangan Pembedahan Saluran Pencernaan dan Empedu".
Lebih lanjut disampaikan Soemarko, diagnosis dan intervensi memakai teknologi optik dan video telah banyak dipakai secara berhasil di bidang interne dan bedah. Dengan berkembangnya ilmu penyakit dalam, mereka sudah berhasil “mengadopsi” model teknologi ini secara lebih cepat dan mudah dibandingkan lainnya. Bedah invasif minimal memerlukan peralatan khusus yang sangat diperlukan untuk melakukan pembedahan yang aman dan efektif. Peralatan ini harganya relative masih mahal sehingga menjadi kendala di beberapa rumah sakit. Pola praktek bedah umum selama dasawarsa terakhir telah berubah secara bermakna dengan dipergunakannya endoskopi laparoskopi sebagai sebuah teknik pengobatan.
Bedah laparoskopi di bidang digestif berkembang dengan cepat karena keuntungan-keuntungannya bagi penderita. Dalam waktu yang relative singkat koleksistektomi laparoskopi sudah menjadi golden standart dari pembedahan batu empedu pada banyak bagian bedah di seluruh dunia. Keuntungan dari bedah laparoskopi adalah pengurangan trauma insisi, pengurangan kerusakan jaringan akibat kerusakan jaringan akibat traksi, masa penyembuhan yang lebih cepat, penurunan kemungkinan terjadinya infeksi luka operasi, kosmetis lebih baik, masa opname lebih pendek.
Pada dasarnya teknik pembedahan invasif minimal merupakan suatu modifikasi dari teknik pembedahan konvensional. Namun secara teknis pembedahan konvensional terbuka yang rutin dilakukan berbeda dari pembedahan laparoskopi yang memerlukan tambahan pendidikan dan ketrampilan khusus. Oleh karena itu perlu dibentuk pusat pelatihan khusus. Pendidikan bedah invasif minimal diselenggarakan di rumah sakit yang mempunyai peralatan memadai dengan frekuensi tindakan bedah invasif minimal yang cukup. Tempat pelatihan tersebut dapat berupa rumah sakit pendidikan ataupun rumah sakit swasta. Pelatihan ini dimaksudkan untuk melatih spesialis bedah yang masih aktif untuk melakukan pembedahan laparoskopi yang aman, dengan tujuan pelatihan yang dijabarkan secara jelas sebagai tugas yang dapat dinilai secara kualitatif dan kuantitatif. Dengan kemajuan bedah invasif minimal, hamper semua penyakit bedah dapat dilakukan pembedahan cara ini. [bhm]Dikukuhkan: Gurubesar ke-144 dan ke-145
24 Oktober 2004Dua gurubesar, Prof Dr Ir TJ Moedjiharto MAppSc dan Prof Dr dr Soemarko SpB-KBD, Rabu (24/10), dikukuhkan di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya. Dalam upacara yang dipimpin Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito di gedung Widyaloka tersebut, Prof TJ Moedjiharto yang dikukuhkan sebagai gurubesar dalam bidang biokimia gizi ikani pada Fakultas Perikanan (gurubesar ke-144 Unibraw atau ke-5 dari Fakultas Perikanan), membawakan orasi ilmiah berjudul "Ikan sebagai Bahan Substitusi Human Serum Albumin (HSA) dalam Penyumbang Biofarma Indonesia". Sedangkan Prof Soemarko sebagai gurubesar dalam ilmu kedokteran bedah (gurubesar ke-145 Unibraw, atau ke-20 dari Fakultas Kedokteran), menyampaikan pidato ilmiah berdjudul "Peranan Bedah Invasif Minimal pada Pengembangan Pembedahan Saluran Pencernaan dan Empedu".
Prof Dr Ir Thomas Joannes Medjiharto MAppSc (64 tahun), putra kelahiran Kediri 8/9/1943, adalah sarjana perikanan lulusan Unibraw (1977), master dalam teknologi pangan lulusan University of New South Wales (1983), dan doktor biokimia nutrisi dari Universitas Airlangga (1996). Pernah mengikuti berbagai kursus singkat, di antaranya Workshop on Tropical Fish Processing di Vicajas University Phillipina (1986) dan Pelatihan Audit Internal Laboratorium Departemen Pertanian (2003), mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar mulai jenjang terendah, asisten muda golongan II/b pada Jurusan Perikanan Fakultas Peternakan Unibraw (1974), jabatan akademik terakhir TJ Moedjiharto adalah Lektor Kepala golongan IV/a. Sejak tahun 2004, Prof TJ Moedjiharto melaksanakan detasering di wilayah Indonesia timur, yakni Universitas Negeri Papua (2004), dan Politeknik Perikanan Negeri Tual (2005-2007). Dalam 5 tahun terakhir, Prof TJ Moedjiharto menghasilkan paling tidak 10 karya ilmiah, baik berupa penelitian, maupun tulisan dalam jurnal atau seminar. Dari pernikahannya dengan RNgt Rosalia Sri Murwani, Prof TJ Moedjiharto dikaruniai 4 orang putra-putri. Moedjiharto pernah meraih penghargaan sebagai dosen teladan III pada 1986 dan mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya 20 tahun (2000).
Sementara itu Prof Dr dr HM Soemarko SpB-KBD (59 tahun), pria kelahiran Magetan 13/2/1948, dokter (1973), ahli bedah (1984), konsultan bedah digestif (1994), dan doktor ilmu kedokteran (2002) semuanya dari Universitas Airlangga, menjabat sebagai sekretaris Porgram Studi Bedah Umum FK Unibraw (2002), dan Kepala Seksi Bedah Digestif FK Unibraw (2003 hingga sekarang). Dalam kurun waktu 1993-2002, Prof Soemarko mengenyam 15 macam pendidikan tambahan dalam ilmu bedah baik di dalam maupun di luar negeri, dan tahun 2006 menjadi anggota ELSA (Endoscopic and Laparoscopic Surgeons of Asia), organisasi profesi bedah endoskopik dan laparoskopik Asia. Selama 10 tahun terakhir, Prof Soemarko menghasilkan paling tidak 36 karya ilmiah, baik berupa tulisan di majalah, jurnal ilmiah, makalah dalam seminar/simposium/kongres organisasi profesi, maupun tak dipublikasikan. Dari pernikahannya dengan Drg Liliek Suprapti SpOrth, Prof Soemarko dikaruniai 4 orang putra-putri, dan 2 orang cucu. [Far]Tim Darurat Bencana Fakultas Kedokteran ke Kelud
24 Oktober 2007
Unit Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya telah mengirimkan Tim Darurat Bencana ke wilayah Gunung Kelud. Tim yang diketuai oleh dr Djoko Santoso DAHK MKes itu telah melakukan persiapan sejak status Gunung Kelud dinyatakan "siaga". Pada 12 Oktober 2007 tim melakukan survei daerah rawan di Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah setempat. Berdasarkan survei tersebut ditetapkan Desa Sumber Asri Kecamatan Ngelegok Kabupaten Blitar sebagai posko tim darurat bencana Unibraw.Dekan Fakultas Kedokteran Dr dr Samsul Islam SpMK MKes melepas keberangkatan tim ke lokasi yang berpotensi bencana, Selasa (16/10). Keberangkatan tim ini di saat status Gunung Kelud dinaikan dari "siaga" menjadi "awas". Tim sebanyak enam belas orang itu terdiri dari dokter, mahasiswa kedokteran, keperawatan, dan gizi, PPDS Emergency, PPDS Ilmu Bedah, IMPALA Unibraw, Korps Sukarela (KSR), ORARI, Komunitas Pencinta Alam Elang Biru, dan Malang Willis Club. Di lokasi rawan bencana tim telah menyiapkan tenda perlindungan, satu mobil tangki air, satu mobil pick up, sarana memasak, sarana komunikasi dan obat-obatan. Tim akan bertugas selama lima hari untuk kemudian di ganti setiap lima hari sekali. Selain itu, tim kedua juga telah dikirimkan pada 20 Oktober 2007. Tim Darurat Bencana Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya akan berada di wilayah Gunung Kelud hingga statusnya diturunkan. [nik]
Unibraw Bantah Nikmati Dana Korupsi Kimbun
Rabu, 24 Oktober 2007
Bupati Sujud Pribadi Diperiksa Kejari sebagai SaksiTim Laboratorium Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya menilai Kejaksaan Negeri Malang telanjur menelan bulat-bulat hasil pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan terhadap adendum kontrak kerja antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan LPM Unibraw, yang menyatakan seolah-olah pekerjaan LPM fiktif.
Padahal, pekerjaan itu nyata ada bangunan fisiknya, bahkan telah dibuktikan ada dalam sidang di tempat oleh Pengadilan Negeri (PN) Malang. "Laporan audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) hanya fokus pada laporan tambahan permintaan pekerjaan (adendum) ke depan dan tidak pernah menengok ke belakang terhadap kontrak kerja sebelumnya yang telah dibuat,” kata Adami Chazawi, Ketua Tim Hukum Universitas Brawijaya (Unibraw) kepada wartawan di Malang, Selasa (23/10).
Kelemahan lain hasil audit BPKP, kata Adami, BPKP tidak pernah melakukan recek Lembaga Pengadilan Masyarakat (LFM) atas sebutan pekerjaan fiktif itu. Masalahnya, laporan audit BPKP itu ditelan bulat-bulat menjadi dakwaan oleh kejaksaan, akibatnya menghasilkan tuduhan terhadap Ketua LPM Prof Dr Syamsul Bahri.
"Kami tidak memberikan opini atas hasil kerja jaksa Kejari (Kejaksaan Negeri) Malang, tetapi demikian itulah posisi kasusnya. Tegasnya, LPM Unibraw pada kasus Kimbun telah bekerja sesuai dengan kontrak dan adendum berdasarkan perjanjian kerja dengan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang sebagaimana bisa dibuktikan proyek fisiknya. LPM Unibraw tidak menerima fee atas proyek fiktif sehingga dakwaan korupsi itu dapat dibuktikan tidak bisa diterima Unibraw," tuturnya.
Sementara itu pada Selasa Bupati Malang Sujud Pribadi menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas terdakwa Ketua LPM Prof Dr Syamsul Bahri. Pemeriksaan berjaIan lancar, namun Sujud tidak menjawab berapa banyak porsi jawaban yang dia berikan.
Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Unibraw Dr Sihabuddin saat menjelaskan hasil kerja Laboratorium Hukum Unibraw mengatakan, Tim Laboratorium Hukum Unibraw telah membuat kajian rinci hubungan hukum LPM dengan Pemkab Malang selama proyek Kimbun berlangsung dan tidak menemukan kebenaran atas dakwaan jaksa yang menyeret nama LPM serta Syamsul Bahri.
Surat dakwaan jaksa penuntut umum pada 19 April 2005 terhadap terdakwa Freddy Talahatu, mantan Kepala Dinas Perkebunan Pemkab Malang (telah diputuskan dijatuhi hukuman kurungan satu tahun), menyatakan LPM melakukan pekerjaan fiktif senilai Rp 489 juta.
Padahal, ujar Sihabuddin, sesuai dengan adendum Kontrak Nomor 5 dan Nomor 6 Tahun 2003, LPM telah menyelesaikan 17 item pekerjaan penyempurnaan perencanaan mesin ditambah 22 pekerjaan penyempurnaan perencanaan bangunan sipil.
Hasil pekerjaan LPM sebagai konsultan pereneanaan mesin dan sipil itu diserahterimakan lengkap dengan berita acara serah terima pada 31 Oktober 2003. [Oleh DODY WISNU PRIBADI, KOMPAS, Rabu, 24 Oktober 2007]47 Peserta Double Degree Berangkat ke Thailand
23 Oktober 2007Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Selasa (23/10), melepas secara resmi keberangkatan 47 orang mahasiswa Double Degree ke beberapa universitas di Thailand. Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya itu menempuh jalur pendidikan double degree sebagai program kerjasama Universitas Brawijaya dengan enam universitas di Thailand, yaitu Mae Fah Luan University, Chiang Mai University, Burapha University, Khon-Kaen University, Prince of Songkhal University dan King Mongkod’s University of Technology, serta satu universitas di Jepang yaitu Yamaguchi University. Peserta double degree yang berangkat ke Thailand adalah dari jurusan Bioteknologi Perikanan dan Kelautan serta Bioteknologi Agroindustri.
Pada kesempatan itu rektor berharap para peserta bekerja keras dan sungguh-sungguh mengikuti setiap program yang diberikan di universitas di luar negeri. Di samping itu mereka harus mensyukuri kesempatan yang diberikan, mengingat tidak banyak orang yang berkesempatan belajar di luar negeri seperti yang mereka peroleh. Rektor juga mengingatkan agar setelah kembali dari belajar di luar negeri, para peserta kembali ke daerah masing-masing dan membangun bidang agrikompleks Indonesia yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Para peserta double degree adalah mahasiswa utusan daerah yang kuliahnya dibiayai oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional. [nik]Halal bi Halal di Unibraw
23 Oktober 2007Universitas Brawijaya dalam merayakan Idulfitri 1428 H menyelenggarakan acara Halal bi Halal. Dalam acara yang digelar di Sasana Samanta Krida, Selasa (23/10) ini, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito beserta para pembantu rektor, para dekan, ketua lembaga dan Direktur Pascasarjana, para sesepuh Unibraw, menerima ucapan selamat Idulfitri dari segenap sivitas akademika. Di antara sesepuh Unibraw, nampak Prof Drs Sofyan Aman SH (mantan Sekretaris Universitas Brawijaya), Prof dr Agus Djamhuri (mantan Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan - BPP), Prof Dr Eka Afnan Troena SE (mantan Rektor), Prof Dr Ir Bambang Guritno (mantan Rektor), Prof Dr M Kafrawi SH mantan (PR-I), Prof Dr Moch Munir SH (mantan PR-II), dan Drs Tjahjanulin Domai MS (mantan PR-III).
Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Drs M Tabrani MAg, sambutan Rektor. Setelah itu hadirin memanfaatkan waktu untuk beramah tamah dan berbincang-bincang sambil menikmati hidangan yang disediakan dengan iringan lagu-lagu bernuansa rohani yang dibawakan oleh band dosen dan karyawan Unibraw. Dalam kesempatan itu tampil menyumbangkan suara di antaranya Prof Eka Afnan Troena, serta Prof Yogi yang didampingi oleh Ny Eni Yogi Sugito. [Far]Prof Ubud Salim: Perlu Revolusi Manajemen Keuangan
22 Oktober 2007Diduga kuat ruling elite pada tahun 2020 adalah entrepreneur atau kalangan bisnis. Bahkan bisa lebih cepat, yakni pada tahun 2015, masa etektif AFTA. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peningkatan pendalaman dan perluasan ilmu manajemen guna menyiapkan generasi mendatang dan pemuda-pemuda kita menjadi Iebih baik, lebih tangguh dan lebih berdaya smng menghadapi era perdagangan bebas. Demikian Prof Dr Ubud Salim SE MA dalam orasi ilmiah pengukuhan sebagai gurubesar dalam ilmu manajemen keuangan, Senin 22 Oktober 2007, di Widyaloka Universitas Brawijaya.
Peraturan Pemeritah Nomor 27 Tahun 1981 menyatakan Fakultas Ekonomi dapat berkembang menjadi fakultas ekonomi atau fakultas manajemen. Surat Dirjen Dikti Bomar 2070.Drr12002 perihal usulan pembukaan Fakultas Manajemen di Unibraw point 4.c. yaitu langsung bertanggung jawab kepada Rektor, untuk memberi keleluasaan berkembang sesuai tuntutan zaman.
Usaha lebih keras diperlukan menciptakan para manajer, bisa menggunakan model G5 (USA, Germany, Japan, France and UK) melalui pendidikan manajemen, pelatihan manajemen dan pengembangan manajemen yang terstruktur dan teragendakan. Hal ini sangat penting guna menciptakan manajer berdaya saing kelas dunia seperti yang telah dilakukan oleh G5.
Revolusi manajemen sampai sekarang terus berlangsung, yakni berupa reengineering the corporation, managing the intelligent company, creating the company of business people. Hal ini memerlukan revolusi mental guna perubahan pengelolaan yang berbeda antara abad ke-20 dan ke-21. Temyata perubahan dunia dipengaruhi oJeh kejadian-kejadian manajemen penyebaran dari revolusi manajemen.
Revolusi manajemen keuangan terjadi dalam multi aspek dan terns berlangsung sejak 1990-an sampai sekarang. Revolusi manajemen keuangan berupa peledakan informasi, sekuritas. pemngkatan besar kesempatan investasi. aktivitas percepatan merjer dan akuisisi. pengambilalihan secara paksa, kepemilikan dan manajemen korporasi, keterbukaan korporasi, keahlian dalam manajemen valuta asing, keahlian dalam manajemen risiko, perbankan umum dan perbankan investasi, segmentasi rinci pemasaran jasa-jasa keuangan dan akuntansi bisnis strategik. Temyata, semua keberhasilan masih memerlukan keberuntungan (barakah) dan etika sesuai ajaran agama.
Manajemen keuangan intemasional juga memerlukan keberuntungan atau kebarakahan guna menekan arus negatif menjadi positif lagi investasi aging langsung (DFI). Hal ini bisa dilakukan selain usaha sendiri juga melakukan silaturrakluni dengan terutama Singapura dan Malaysia gutta menjadi koordinator arus DFl Selain manajemen yang handal. Keberuntungan (kebarakahan) seharusnya juga bisa diperoleh melalui keyakin-an penerapan ajaran agama sesuai Al-Qur' an dan Sunnah Rasulullah SAW agar bangsa Indonesia terkemuka di ASEAN.
Ada 10 kunci rejeki. Salah satunya adalah silaturrahmi yang bisa diterapkan di tingkat ASEAN untuk menjalin kerjasama dan keakraban guna menjaring dan meningkatkan DFI menuju kesejahteraan bersama. [ubs]Prof Dr Maryunani SE MS: Penguatan Perekonomian Desa
22 Oktober 2007Di tengah maraknya pembangunan ekonomi di seluruh dunia, kemiskinan dan pengangguran masih terjadi di banyak tempat. Karenanya, tinjauan teoritis dan praktis pembangunan ekonomi harus mengarah langsung kepada masyarakat sebagai indikator utama kemajuan pembangunan ekonomi.
Demikian Prof Maryunani dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar ilmu ekonomi pembangunan, yang disampaikannya di hadapan Senat Universitas Brawijaya pada Senin 22 Oktober 2007 di Gedung Widyaloka. Maryunani dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Brawijaya dari Fakultas Ekonomi.
Dalam orasinya yang berjudul “Sentuhan Pembangunan Ekonomi dalam Penguatan Perekonomian Desa di Indonesia”, Maryunani lebih lanjut mengungkapkan, kemajuan pemba-ngunan seringkali dibarengi dengan memburuknya ketimpangan kesejah-teraan. Sehingga laju pertumbuhan dan pendapatan nasional perlu diimbangi oleh perhatian yang lebih mementingkan aspek distribusinya.
Meningkatnya pendapatan rata-rata di Indonesia sebagai dampak pembangunan yang berlangsung selama ini, ternyata belum mampu memperbaiki tingkat hidup penduduk miskin baik di perkotaan maupun pedesaan. Permasalahan itu terjadi akibat pemahaman mengenai pembangunan ekonomi oleh para pelaksana pembangunan yang tidak relevan dengan masalah hidup yang dialami masyarakat miskin. Akibatnya, strategi dan program pembangunan ekonomi yang digunakan tidak sesuai dengan kenyataan hidup dan kepentingan rakyat miskin. Sehingga, pembangunan harus mencakup berbagai sisi kehidupan dan melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Pada akhir orasinya Maryunani menandaskan, selama masa pemba-ngunan dipandang sebagai persoalan teknis semata yang segala permasa-lahannya dapat diselesaikan secara ekonomis dan dengan perhitungan kuantitatif, akan menyebabkan pemba-ngunan hanya menyentuh permukaan saja (trickle down effects), menyentuh permasalahan yang dapat dihitung saja dan biasanya hanya berhubungan dengan kelompok ekonomi tertentu saja. Bahwa pada hakekatnya, pembangunan ekonomi adalah pembangunan manusia. Karena pembangunan prasarana dan sarana, dilakukan hanya sebatas untuk menunjang kegiatan manusia dalam pembangunan. Jika bermaksud menghindari persoalan kemiskinan, kesenjangan ekonomi dan kerusakan lingkungan, sudah saatnya kita melakukan pembangunan berencana untuk perekonomian desa. Percepatan pembangunan ekonomi pedesaan terutama yang berada di kantong daerah tertinggal, harus segera menjadi prioritas dan diprioritaskan. [nik]Pengukuhan Dua Gurubesar Ekonomi
22 Oktober 2007
Mengawali hari kerja setelah liburan Idulfitri, Senin (22/10), Universitas Brawijaya menggelar upacara pengukuhan dua guru besar dari Fakultas Ekonomi. Prof Dr Ubud Salim SE MA dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu manajemen keuangan, sedangkan Prof Dr Maryunani SE MS dalam bidang ilmu ekonomi pembangunan.
Dalam rapat terbuka Senat Universitas Brawijaya di gedung Widyaloka yang dipimpin oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito itu, Prof Ubud Salim membawakan orasi ilmiah berjudul "Revolusi Manajemen Keuangan Diperlukan Bangsa Indonesia Agar Terkemuka di Kawasan ASEAN", sedangkan pidato Prof Maryunani berjudul "Sentuhan Pembangunan Ekonomi dalam Penguatan Perekonomian Desa di Indonesia".
Prof Ubud Salim (59 tahun), adalah gurubesar ke-142 Unibraw atau yang ke-20 dari Fakultas Ekonomi. Pria kelahiran Malang, 10/8/1948 ini lulus sarjana ekonomi Unibraw (1976), master international affairs dari Ohio University (1982), dan meraih doktor dari Program Pascasarjana Kekhususan Manajemen Unibraw (2005), mengabdikan diri sejak 1979 sebagai asisten ahli madya golongan III/a pada FE Unibraw, dengan jabatan akademik terakhir Lektor Kepala golongan IV/c (1996). Berbagai jabatan pernah didudukinya, seperti Ketua Jurusan Manajemen FE Unibraw (1983-1986), Dekan FE Unibraw (1988-1992), Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan FE Unibraw (1993-1996), Kepala Pusat Pengembangan Koperasi dan Kewirausahaan FE Unibraw (1996-1998), Direktur Lemaga Manajemen FE Unibraw (1998-2003), dan Ketua Program Doktor Ilmu Manajemen FE Unibraw (2007-sekarang). Karya ilmiah yang dihasilkan Prof Ubud selama 10 tahun terakhir, antara lain 4 hasil penelitian yang dipublikasikan melalui seminar-seminar, 12 hasil penelitian yang dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah di majalah atau jurnal ilmiah, 86 tulisan dalam bentuk makalah ilmiah dalam seminar atau publikasi lainnya, sebuah buku dengan judul "Dasar-dasar Manajemen Keuangan", dan 10 karya pengabdian masyarakat. Dari pernikahannya dengan Sundus Muhammad BSc, Prof Ubud dikaruniai 6 orang putra-putri.
Prof Maryunani (kiri) dan Prof Ubud Salim (kanan)
Sementara itu Prof Maryunani (52 tahun), lelaki kelahiran Lumajang, 22/3/1955, ini adalah sarjana ekonomi umum lulusan Unibraw (1980), magister sains sosiologi pedesaan (1986) dan doktor ilmu pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (1999). Mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar FE Unibraw mulai 1982 dengan kedudukan asisten ahli madya golongan III/a, hingga jenjang terakhir Lektor golongan IV/a (1992), Prof Maryunani diangkat sebagai gurubesar terhitung mulai 31/12/2006, dan tercatat sebagai gurubesar ke-142 Unibraw atau yang ke-21 dari Fakultas Ekonomi. Selama karirnya, Prof Maryunani banyak aktif dalam berbagai kegiatan keprofesian. Paling tidak 11 aktivitas keprofesian dijalaninya selama 26 tahun ini. Selain itu, selama 11 tahun terakhir Prof Maryunani terlibat dalam 60 jenis seminar, workshop, dan pelatihan. Selama 18 tahun terakhir, dihasilkan setidaknya 21 karya ilmiah dihasilkan, baik yang dipublikasikan melalui jurnal ilmiah ataupun berupa buku. Dari pernikahannya dengan Dra Innasuarly, Prof Maryunani dikarunai 5 orang putra-putri. [Far]E-Learning, Buku Baru Prof Soekartawi
22 Oktober 2007Buku baru Prof Dr Soekartawi, guru besar Ekonomi Pertanian/Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, telah terbit lagi. Dengan judul "Merancang dan Menyelenggarakan e-Learning: Buku Bacaan bagi Penyelenggara Pendidikan dan Mahasiswa Jurusan Kependidikan", buku setebal 149 halaman termasuk halaman depan ini diterbitkan oleh Penerbit Ardana Media bekerja sama dengan Rumah Produksi Informatika Yogyakarta, terdiri dari enam Bab, yaitu (i). Pendahuluan, (ii). Sepintas tentang e-Learning, (iii). Dasar Legalitas Penyelenggaraan e-Learning, (iv). Bagaimana mempersiapkan dan Merancang e-Learning, (v). Mempersiapkan Hardwares, Softwares, SDM dan Pendukung Lainnya, dan (vi). Aplikasi Penyelenggaraan e-Learning. Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah diikuti agar dapat dipahami secara cepat bagi penggunanya. Demikian penjelasan Soekartawi pada PRASETYA Online.
Pekerjaan seorang dosen atau akademisi, menurut Soekartawi, adalah menulis. Apakah berbentuk buku, tulisan untuk forum seminar, artikel untuk jurnal ilmiah, atau bahkan untuk koran sekalipun. Sebab, tanpa menulis bagaimanapun cerdasnya seorang dosen atau akademisi, tidak akan dikenal secara baik oleh komunitasnya. "Menulis tidak harus menunggu perintah atau menunggu insentif. Memang ada iming-iming, kalau dosen menulis buku akan diberi insentif Rp 25 juta rupiah oleh Dikti. Tetapi itu teorinya, kenyataannya tidak mudah mendapatkannya. Jadi dari pada mengharap iming-iming yang tentu tidak mudah mendapatkannya, sebaiknya menulis sajalah sebagai ibadah. Kan ilmu pengetahuan itu harus diamalkan kepada orang lain", tutur Soekartawi.
Tahun lalu menulis buku berjudul "Universitas, Riset dan Daya Saing Bangsa". Kini ia menulis buku "Merancang dan Menyelenggarakan e-Learning". Apakah tahun depan (2008) ia masih menulis? Soekartawi belum dapat memastikan. Sebab, katanya, menulis itu membutuhkan waktu lama. Kadang beberapa bulan, atau bahkan beberapa tahun. Lalu mengapa profesor ekonomi pertanian/agribisnis kok menulis buku tentang e-learning? Ia mengatakan, hidup itu tidak selalu linier. "Di dalam buku saya pun, ada juga sentuhan-sentuhan pertanian", ujarnya.
Ditambahkannya, ilmu-ilmu pertanian memang perlu sentuhan baru, agar tetap diminati mahasiswa. Kalau kurikulum ilmu-ilmu pertanian tidak tanggap dengan perubahan kemajuan modern, maka ia akan tertinggal. Itu sebabnya, Soekartawi kini banyak menulis perpaduan antara pertanian dan ICT, seperti e-agriculture, e-agribusiness, dan sebagainya.
Prof Soekartawi memang seorang akademisi yang lumayan banyak karya tulisnya. Coba tengok personal websitenya http//:www.prof-soekartawi.net. [skw]Idulfitri di Unibraw
13 Oktober 2007
Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan shalat Idulfitri di lapangan Rektorat, 1 Syawal 1428 H, yang jatuh pada hari Sabtu, 13 Oktober 2007. Ibadah ini diselenggarakan setelah panitia dari Pusat Pembinaan Agama (PPA) tuntas membagikan zakat fitrah kepada fakir miskin. Shalat dipimpin oleh imam Drs HM Sam'un Makmur, diikuti oleh segenap sivitas akademika maupun warga sekitar kampus. Seusai shalat, disampaikan khutbah Idulfitri oleh Prof Dr Ir H Abdul Latief Abadi MS, gurubesar Fakultas Pertanian Unibraw, dengan judul "Menyikapi Isu Pemanasan Global".
Sementara itu acara halal bihalal yang dihadiri oleh Rektor beserta jajaran pimpinan universitas, fakultas, lembaga dan unit-unit lain, dijadwalkan pada hari Selasa, 23 Okober 2007, bertempat di Sasana Samanta Krida, mulai pukul 9.00 WIB.Menurut Prof Abdul Latief Abadi dalam khutbahnya, Idulfitri adalah hari yang patut disyukuri dan dirayakan. Tentu saja perayaan yang tidak berlebih-lebihan. Ini dikarenakan bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai masalah yang perlu segera diselesaikan. Dikatakannya, terbentang di hadapan kita masalah kemiskinan, masalah rendahnya kualitas sumberdaya manusia Indonesia, bencana alam yang silih berganti, dan masalah kualitas lingkungan.
Pemanasan global
Isu pemanasan global, menurut Prof Latief, sangat penting dikatahui dan dipahami oleh umat Islam Indonesia. Umat Islam oleh Allah SWT dikatakan sebagai rahmatan lil alamin (rahmat bagi alam semesta), sebagaimana Surat Al Anbiya' 107 "Tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". Oleh karenanya, umat Islam semestinya menjadi contoh umat yang baik, menjadi tauladan umat yang tidak membuat kerusakan di muka bumi, dan umat yang berakhlaqul karimah, sebagaimana hadits yang berbunyi "sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq umatku".
Dikatakannya, Allah SWT telah memilih bumi dari sekian miliar benda langit sebagai tempat yang dapat dihuni manusia. Didukung oleh sinar matahari, bumi telah mencukupi seluruh kebutuhan manusia untuk dapat hidup dan berkembang biak (Surat Al Hijr 19-20). Manusia telah melakukan aktivitas untuk mencukupi kebutuhan yang melampaui batas-batas kewajaran. Dengan teknologi yang dikuasainya, manusia semakin mengksploitasi sesamanya dan alam sekitarnya. Akibatnya, kualitas lingkungan menurun. Manusia mulai melanggar ketentuan Allah SWT karena telah berbuat kerusakan di muka bumi (Surat Al Qashash 77). Sengaja atau tidak, aktivitas manusia itu telah menyebabkan kerusakan di muka bumi. "Terjadilah pemanasan global karena ulah tangan manusia", tegas Prof Latief.
Pemanasan global adalah fenomena terjadinya pemanasan udara, air, dan daratan yang menyebabkan bumi semakin panas. "Aktivitas penebangan hutan, kebakaran hutan, pembakaran semak dan sisa tanaman, masalah sampah, pencemaran sungai, eksploitasi tambang secara besar-besaran, pencemaran industri dan asap kendaraan bermotor, limbah rumah tangga, penggunaan energi tidak ramah lingkungan, bahkan kegiatan pengolahan tanah untuk pertanian adalah contoh-contoh kegiatan manusia yang telah menyebabkan pemanasan global", kata Prof Latief. Aktivitas tersebut telah meningkatkan konsentrasi gas CO2 dan gas buang tertentu lainnya di udara. Tingginya konsentrasi gas-gas tersebut menyebabkan panas matahari yang masuk lebih banyak yang terperangkap di bumi. Bumi makin banyak menyimpan panas matahari. Akibatnya, dari waktu ke waktu, udara, air, dan daratan akan menjadi lebih panas. "Inilah yang disebut sebagai efek rumah kaca. Pemanasan global terjadi karena efek tersebut", tutur Prof Latief.
Dampak
Menurut para ahli, akibat pemanasan global itu akan semakin banyak musibah yang terjadi, seperti kekeringan, air semakin sulit didapat, musim hujan semakin pendek tanpi debitnya semakin besar sehingga banjir semakin sering dan semakin besar. Iklim akan lebih sering berubah-ubah, terjadi kegagalan panen, produktivitas pertanian semakin menurun. "Semakin sulit mencukupi kebutuhan pangan penduduk bumi", ujarnya. Di samping itu, wabah penyakit tropis seperti SRAS, malaria, demam berdarah, dan flu burung akan lebih meluas. Badai dan topan semakin banyak dan semakin dahsyat daya rusaknya. Es di pegunungan dan kutub semakin cepat mencair, dan akan meningkatkan tinggi permukaan laut, sehingga banyak daratan yang tenggelam. Ini mengakibatkan terjadinya pengungsian besar-besaran penduduk dari kota-kota pantai dan pulau-pulau kecil yang terendam.
Mengutip firman Allah SWT dalam Surat Ar Rum 41: "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)", Prof Latief mengingatkan, bangsa Indonesia rupanya tidak menyadari kekeliruannya ini. Dikemukakan data, Indonesia adalah negara keempat penyumbang emisi gas rumah kaca tertinggi di dunia. Selain itu Indonesia juga menempati posisi ketiga sebagai aktor penyebab pemanasan global, dan perusak hutan tercepat di dunia (1,8 juta hektar per tahun).
Oleh karenanya, Prof Latief mengajak, "kita bertekad mulai hari ini ikut menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi semua aktivitas yang menyebabkan suhu bumi meningkat, misalnya tidak menggunakan listrik secara berlebih-lebihan, tidak mencemari sungai, mengurangi emisi gas buang rumah tangga dan kendaraan, tidak membakar sampah, apalagi memabakar hutan". Secara kelembagaan, Prof Latief mengusulkan dibentuk kelompok kerja untuk mengatasi pemanasan global di daerahnya masing-masing, dengan melakukan riset tentang energi ramah lingkungan, alternatif transportasi ramah lingkungan, penanaman pohon dan penghutanan kembali hutan yang telah rusak, dan sebagainya. [Far]Disertasi Marlin Wibowo: Koperasi Mengatasi Kekuatan Modal Sosial
10 Oktober 2007Modal sosial memegang peranan sangat penting dalam memfungsikan dan memperkuat kehidupan, tidak hanya bagi masyarakat tradisional semata, melainkan juga pada masyarakat modern. Masyarakat Pujon yang sumber ekonomi utamanya beternak sapi perah dengan Koperasi Sinau Andandani Ekonomi (SAE), memiliki kebersamaan, kepercayaan, resiprositas dan norma bersama yang dibangun secara timbal balik. Masyarakat Pujon sangat percaya akan keberadaan koperasi sebagai wadah bersama, bahkan melahirkan kecenderungan adanya kesamaan afiliasi politik antara elit masyarakat, elit koperasi dan anggota koperasi. Demikian ungkap Marlin Wibowo SH MSi dalam disertasinya yang berjudul “Kontribusi Modal Sosial dalam Memperkuat Koperasi”. Ujian disertasi doktor bidang ilmu administrasi dengan minat administrasi publik itu berlangsung Rabu (10/10) di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.
Lebih lanjut Marlin mengungkapkan, institusi sosial ekonomi (koperasi) dapat menjadi faktor yang bisa merekatkan sekaligus membentuk modal sosial yang berupa ikatan, solidaritas, resiprositas dan tindakan bersama yang dilakukan oleh masyarakat. Budaya masyarakat dan sistem patronase terhadap pemimpin, menjadi faktor dominan yang mewarnai pola kehidupan masyarakat dalam konteks ekonomi, sosial, budaya, agama dan bahkan politik. Di bidang ekonomi, kemajuan perekonomian masyarakat akan bisa dipertahankan dan dikembangkan bila terdapat kepercayaan, keterikatan dan resiprositas yang tinggi dari masyarakat terhadap eksistensi suatu lembaga ekonomi yang memiliki andil besar terhadap kemajuan ekonomi masyarakat. Penelitian Marlin dilakukan di Pujon kabupaten Malang. Pemilihan lokasi ini dilatarbelakangi oleh majunya perkembangan ekonomi masyarakat Pujon semenjak berdirinya Koperasi SAE.
Ujian disertasi Marlin Wibowo SH MSi (56 tahun) dipromotori oleh Prof Drs Solichin Abdul Wahab MA PhD, dengan kopromotor Prof Dr Susilo Zauhar MS dan Prof Dr Harry Susanto SE SU. Tim penguji terdiri dari Prof Dr M Irfan Islamy MPA, Prof Dr Sumartono MS, Ahmad Erani Yustika SE MSc PhD, Prof Dr Kabul Santoso MS. Ayah dua orang anak dengan empat cucu itu menyelesaikan meraih gelar sarjana di bidang ilmu hukum dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum “Sunan Giri” (1992) dan meraih gelar magister sains dari Universitas Brawijaya (2001).
Dr Marlin Wibowo SH MSi adalah perwira Polri dengan pangkat inspektur satu (Iptu) yang pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polres Malang (1986-1991), Kapolsek Pujon (1991-1999), Kanit Laka Lantas Polres Malang (1999-2003), dan sejak 2003 menjabat sebagai Ketua Tim Advokasi Bidkum Polda Jatim untuk jajaran Polwil Malang. Marlin juga pengajar luar biasa pada PP Otoda Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan dosen luar biasa pada STIKMA Internasional Malang. Saat ini Dr Marlin Wibowo SH MSi tercatat sebagai pasangan bakal calon Walikota Batu M Khudlori dalam ajang pilkada. [nik]Disertasi Rooije Rumende: Peningkatan Kualitas Spermatozoa Sapi
8 Oktober 2007Pemisahan spermatozoa X dan Y dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode sentrifugasi gradient densitas percol (SGDP). Selain mudah dilaksanakan dan diaplikasikan untuk keperluan pengembangan teknologi inseminasi buatan, metode SGDP juga valid dan dapat menekan biaya. Demikian ungkap Roije RH Rumende dalam disertasinya yang berjudul “Peningkatan Kualitas Spermatozoa Sapi pada Proses Pemisahan Spermatozoa X dan Y dengan Sentrifugasi Gradien Densitas Percoll melalui Pemberian Fosfolipid dan EGTA”. Ujian disertasi dosen pengajar di Universitas Sam Ratulangi Manado itu berlangsung pada 8 Oktober 2007 di Gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Lebih lanjut Rumende mengungkapkan, walaupun metode SGDP banyak digunakan untuk sexing spermatozoa, namun hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa metode SGDP menyebabkan kerusakan membrane spermatozoa yang berdampak pada penurunan kualitas spermatozoa. Kerusakan yang terjadi disebabkan oleh gesekan mekanik membrane dengan partikel percoll dan dinding tabung.
Penelitian Rumende dilakukan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang, Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran dan Laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang. Sampel yang digunakan adalah semen yang berasal dari sapi pejantan Frisian Holstein yang berusia 5-8 tahun. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analyses of variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian fosfolipid PC dan fosfolipid PC + Ca2+ free buffer pada spermatozoa yang dilanjutkan dengan proses SGDP2+ dapat meningkatkan integritas membrane spermatozoa dan mempertahankan motilitas spermatozoa, viabilitas spermatozoa, spermatozo belum kapasitasi, spermatozoa yang mengalami kapasitasi dan spermatozoa yang mengalami reaksi akrosom. Konsentrasi fosfolipid PC 10% merupakan konsentrasi yang terbaik/optimal dalam menghasilkan kualitas spermatozoa yang baik pada semua variable setelah proses SGDP. Selain itu konsentrasi fosfolipid PC 10% + EGTA Ca2+ free buffer (1mM) merupakan konsentrasi terbaik dalam menghasilkan kualitas spermatozoa yang baik pada semua variable setelah proses SGDP.
Rooije Roogers Herolflijn Rumende SSi MKes (40 tahun) adalah doktor dari program studi ilmu kedokteran dengan minat biologi reproduksi. Bertindak sebagai promotor Prof Dr dr Handono Kalim SpPD KR, dengan kopromotor Prof dr H Moch Aris Widodo MS SpFK PhD dan Dr Ir Moch Sasmito Djati MS. Sementara dosen penguji terdiri dari Prof Drs Sutiman Bambang Soemitro SU DSc, Dr drg Nur Permatasari MS dan Dr Agr Mohamad Amin MSi. Sebelum bergabung dengan Universitas Sam Ratulangi Manado sebagai dosen pada 1994, ayah tiga orang anak itu menjadi wartawan pada sebuah surat kabar di Manado.
Rumende menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas MIPA Universitas Kristen Indonesia Tomohon (1992), dan meraih gelar magister ilmu kedokteran tropis di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (2001). [nik]IKA Unibraw Buka Bersama Rektor dan Menteri PPDT
6 Oktober 2007
Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA Unibraw) mengadakan acara buka bersama di Jalan Denpasar Raya 43, Kuningan, Jakarta, Sabtu (6/10) lalu. Acara ini dihadiri Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Ir Lukman Edi MSi selaku tuan rumah, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, para pengurus dan anggota IKA Unibraw. Usai buka bersama, acara dilanjutkan dengan shalat magrib, tausiah oleh ketua PWNU Jawa Timur KH Ali Maschan Musa, dan sholat tarawih.
Meneg Lukman Edi menyatakan gembira dengan pertemuan yang disponsori oleh IKA Unibraw tersebut. Diharapkan, pertemuan seperti ini secara intensif dilakukan agar silaturahmi dapat membuahkan nilai-nilai positif bagi kebersamaan. Menteri sangat menginginkan Universitas Brawijaya ikut terlibat aktif dalam konsep pemikiran tentang pengentasan kemiskinan dan pembangunan daerah tertinggal yang menjadi tanggung jawab departemen yang dipimpinnya. Diharapkan konsep tersebut dapat diaplkasikan secara operasional. Departemen yang dipimpinnya, menurut Lukman Edi, dinilai sangat strategis karena berfungsi mengangkat harkat dan martabat manusia, yang saat ini menjadi persoalan besar bagi bangsa indonesia.
Sementara itu, KH Ali Machsan Musa dalam tausiahnya menekankan tentang kematangan dari umat manusia yang diwujudkan dengan memiliki sifat-sifat yang sabar, kuat dalam prinsip, teguh dalam menjalankan prinsip agama, dan taat dengan aturan yang berlaku. Juga disampaikan, kematangan manusia ditandai dengan deradjat kesabaran yang tinggi, tidak mudah terbawa rasa dengki, tidak memiliki deradjat emosi yang tinggi dalam menghadapi situasi yang menekan dirinya, bahkan cenderung tenang dan teguh hatinya dari berbagai tekanan yang datang pada dirinya, inilah yang dimaknai sebagai insan khusnul khotimah. Acara ini dihadiri oleh sejumlah kiai dan anak-anak dari pondok pesantren, dan diisi dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu dan beberapa panti asuhan di Jakarta.
Diskusi
Usai tarawih, acara dilanjutkan dengan diskusi antara Meneg PPDT, Rektor, dan para alumni. Rektor menyambut gembira kegiatan Pengurus Pusat IKA Unibraw di Jakarta yang sangat aktif. Bahkan diusulkan lustrum mendatang, jika perlu, diadakan di Jakarta, mengingat Jakarta adalah tempatnya pesona membangun citra yang cepat. Ukuran kebesaran suatu institusi seperti universitas, menurut Prof Yogi, adalah apabila mampu berkiprah di Jakarta. Prof Yogi sangat berharap terbinanya jalinan kerja antara universitas dengan para alumni khususnya Pimpinan Pusat di Jakarta sehingga bisa mengharumkan nama Universitas Brawijaya. Rektor juga menyambut baik prakarsa memperkenalkan Universitas Brawijaya ke lingkup sekolah-sekolah unggulan di wilayah DKI Jakarta sebagai sumber penjaringan calon mahasiswa yang potensial untuk masuk Universitas Brawijaya.
Pada intinya diperoleh tiga kesepakatan dalam diskusi itu. Pertama, menerima sumbang saran positif dari para alumni. Kedua, juga menyepakati program IKA yang akan bekerja sama dengan Dikmenti DKI Jaya untuk melakukan penyuluhan-penyuluhan ke SMA/SMU unggulan di DKI. Maksudnya, agar Unibraw memperoleh calon mahasiswa yang berkualitas. Kemudian ketiga, segera melaksanakan program "alumni go to music community". Program ini untuk mewadahi alumni, terutama yang sudah mapan dan yang suka musik untuk ajang berkumpul dan bersilahturahmi, yang segera di-launching 16 November 2007 nanti di salah satu kafe di Jakarta. Pimpinan Unibraw (fakultas dan universitas) akan diundang dalam acara ini.
Branding
Kemudian untuk melaksanakan kerjasama dengan Dikmenti DKI Jaya, Muslich Ramelan mengusulkan Prof Soekartawi untuk membantu mengawalnya, karena Prof Soekartawi, yang kini diperbantukan di Depdiknas, kini juga diangkat sebagai konsultan ahli pendidikan, khususnya ‘Blended e-Learning’ di Dikmenti DKI. ‘Blended e-Learing’ ini adalah model pembelajaran campuran antara pembelajaran tatap muka dan e-Learning. Cara yang relatif baru ini dikembangkan Soekartawi di Dikmenti DKI Jaya berdasarkan pengalamannya selama sembilan tahun bertugas di Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) di Thailand dan Filipina.
Pertemuan mengenai hal ini sudah beberapa kali dilaksanakan dan tujuannya sangat strategis, di samping untuk mencari input (calon mahasiswa) yang berkualitas unggul juga untuk meningkatkan branding (nilai jual) Unibraw di ibukota.
Menurut Soekartawi, pimpinan universitas atau fakultas di Unibraw harus punya kemampuan untuk menjual. Bila tidak, dikhawatirkan tidak akan diperoleh calon mahasiswa unggulan, mengingat kompetitor Unibraw semakin banyak.
Sementara itu Muslich Ramelan mengundang para alumni untuk memanfaatkan House of Brawijaya sebagai reperesentative office Universitas Brawijaya di Jakarta dalam rangka memasarkan Unibraw maupun mempermudah administrasi jika berkaitan dengan urusan-urusan birokrasi pemerintahan di Jakarta.
Acara malam itu dihadiri pula oleh para alumni senior seperti Prof Syamsulbahri, Ir Abdul Aziz Hoesin MEngSc, Dr Syamsul Maarif SH LLM, dan para alumni dari kalangan eksekutif, pimpinan pemerintahan, serta wirausahawan. [Skw/Rml]Kerjasama FT Unibraw - Universitas Yamanashi
4 Oktober 2007Dekan Fakultas Teknik Ir Imam Zaky MT, saat ini (4/10) ada di Jepang untuk menandatangani perjanjian kerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Yamanashi. Pihak Universitas Yamanashi dalam hal ini diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik Prof Tasuhiko Nakagawa.
Salah seorang dosen FT Unibraw, Dian Sisinggih ST MT PhD, telah selesai menempuh program doktor di universitas tersebut tahun 2004-2007. Menurut Dekan Imam Zaky, keberhasilan Dian telah mendorong Universitas Yamanashi memberikan peluang kerja sama dengan FT Unibraw.
Kerjasama yang disepakati adalah dalam hal pertukaran akademik di bidang penelitian, pertukaran staf akademik, pertukaran mahasiswa, serta pertukaran material publikasi dan informasi ilmiah.
Kerjasama berlaku selama 5 tahun. Perpanjangan kerjasama akan didiskusikan 6 bulan sebelum masa kerjasama berakhir. Bila diperlukan, dapat direvisi atas dasar kerjasama saling menguntungkan kedua belah pihak. Bila tidak, maka kerjasama ini akan diperpanjang secara otomatis untuk 5 tahun berikutnya. Untuk tahun ini, Universitas Yamanashi siap menerima seorang kandidat doktor dari FT Unibraw. [Far]Prof Syamsulbahri Terpilih Masuk Tujuh Anggota KPU
4 Oktober 2007Prof Dr Ir Sayamsulbahri MS, gurubesar agronomi Universitas Brawijaya termasuk dalam daftar tujuh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) terpilih. Berita yang dilansir dari Media Indonesia Online, Kamis (4/10) menyatakan, DPR akhirnya memilih tujuh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2007-2012. Tiga di antaranya adalah perempuan.
Mereka terpilih setelah Komisi II DPR melakukan voting untuk membuat ranking hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Jakarta, Kamis (4/10).
Ketujuh anggota KPU terpilih adalah Abdul Hafiz Anshary (dengan jumlah suara 43), Sri Nuryanti (42), Endang Sulastri (40), I Gusti Putu Artha (37), Samsul Bahri (36), Andi Nurpati (29), dan Abdul Aziz (27).
Lalu, urutan kandidat lain yang akan menjadi calon anggota KPU bila ada anggota KPU berhalangan tetap adalah Saut Hamonangan Sirait (21), M Ja'far (20), Elvyani NH Gaffar (10), Laurel Heydir (8), Zulfadli (8), Hamdan Rasyid (5), Achmad Herry (5), Ridwan Max Sijabat (3), dan M Mossadeq (2).
Sementara kandidat Dyah Arum Munanggar, Nasaruddin Harahap, Roba'i Hamid, Toemin A Masoem tidak mendapat suara. Sedangkan kandidat Theofilus Waimuri gugur terlebih dahulu karena pernah menjabat sebagai caleg.
Sesuai dengan rapat tertutup membahas mekanisme pemilihan, Rabu (3/10) malam, disepakati bahwa setiap anggota Komisi II memilih tujuh dari 20 nama calon anggota KPU yang mengikuti fit and proper test.
Setiap anggota harus memilih calon perempuan sebanyak 30%, atau minimal dua orang, dari tujuh pilihannya. "Surat suara tidak sah kalau tidak mewakili 30% keterwakilan perempuan," kata ketua Komisi II EE Mangindaan sebelum voting dilakukan.
Hasil pemungutan suara lalu dibuat peringkat. Tujuh peringkat pertama otomatis menjadi anggota KPU terpilih. Sedangkan nomor urut 8 hingga 20 disiapkan untuk mengisi kekosongan jika ada anggota KPU yang terpilih berhalangan tetap karena putusan pengadilan atau meninggal.
Sebanyak 49 dari 51 anggota Komisi II hadir dalam pemilihan anggota KPU. Namun hanya 48 anggota yang berhak memilih karena tiga anggota kehilangan haknya. Tiga dewan yang kehilangan hak pilih karena tidak hadir menguji lebih dari lima calon adalah Abdul Gafur (Partai Golkar) , Ryass Rashid (Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi), dan Sofyan Ali (Fraksi Partai Demokrat). (Ars/Far/*/OL-06) [Aries Witjaksena http://www.mediaindonesia.com/berita.asp?id=145045]Prof Soekartawi: Sekolah Indonesia Diminati Myanmar
4 Oktober 2007
Myanmar kini menjadi perhatian dunia. Sebuah negara yang dipimpin pemerintahan junta militer, mengalami pergolakan yang dimotori para pemimpin agama (bhiksu). Sebenarnya, sebagaimana rakyat Asia Tenggara yang lain, warga Myanmar ramah dan enak diajak bicara. Apalagi kalau orang Indonesia yang berbicara, mereka senang sekali. Ini tidak terlepas dari sejarah hubungan yang baik antara Indonesia-Myanmar masa lalu. Demikian pandangan Prof Dr Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang disampaikan kepada PRASETYA Online, Kamis (4/10).
Soekartawi memang sangat mengenal negara-negara di lingkungan ASEAN, semenjak ia dipercaya menjadi vice director SEARCA-SEAMEO beberapa tahun silam. Dikatakannya, Myanmar menganggap Indonesia sebagai sahabat, karena itu kedua negara ini jarang bermasalah. Di bidang pendidikan, hubungannya juga baik. Hal Ini dapat dilihat dari adanya Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Yangon, Myanmar. Pada hal dari 10 negara ASEAN ini, hanya ada lima SILN, yaitu Singapura, Malaysia, Philippines, Thailand dan Myanmar.
Kalau umumnya SILN itu siswanya adalah anak-anak warga Negara Indonesia yang berada di negara itu, maka di Myanmar sedikit lain. Di situ banyak juga anak-anak Myanmar yang bersekolah di situ. Mereka sangat berharap nantinya dapat melanjutkan sekolah atau kuliah Indonesia.Perlu dicatat bahwa jumlah siswa Myanmar yang sekolah di SILN terus bertambah. Pada tahun 2005, terdapat 62 siswa warga Myanmar dan 2 siswa warga negara lainnya bersekolah di SILN Myanmar. Kemudian pada tahun 2006, jumlah itu mengalami kenaikan, terdapat 132 siswa berwarga negara asing dari total 158 siswa, atau sekitar 84% siswa SILN Yangon adalah warga asing. Demikian juga pada tahun 2007, jumlah siswa SILN Yangon masih didominasi warga negara asing, yaitu 150 dari 179 siswa keseluruhan adalah warga negara asing.
Menteri Pendidikan Myanmar, HE Dr Chan Nyein (kiri), Prof Soekartawi (tengah) dan Dr Gatot Hari Priyowirjanto, Kepala PKLN Depdiknas (kanan)
SILN di Myanmar memang unik. Siswanya justru sebagian besar anak-anak Myanmar dan warga asing lainnya, walaupun diajar dengan bahasa Indonesia dan kadang-kadang campuran dengan bahasa Inggris.
Kenyataan ini membuat Prof Dr. Soekartawi tertarik untuk berdiskusi dengan Menteri Pendidikan Myanmar HE Dr Chan Nyein dalam suatu kesempatan bertemu baru-baru ini. Diskusi dengan Dr. Chan Nyein memang mengasyikkan, orangnya ramah dan bahasa Inggrisnya lancar karena ia memperoleh MSc dan PhD-nya di UK dan Postdoctoral-nya di AIT-Amerika. Menteri Chan Nyein berharap kalau saja pemerintah Indonesia menawarkan beasiswa ke Myanmar, ia akan siap mengirimnya termasuk mengirim belajar ke Unibraw sekalipun.
Menurut Soekartawi, agar Unibraw segera mempunyai warna ’international university’ (yang mempunyai point tinggi dalam memperoleh ranking perguruan tinggi unggulan), maka perlu mempunyai banyak mahasiswa asing. Myanmar sudah menawarkan diri, tinggal mencarikan beasiswa dari sponsor. [Skw]Rektor Buka Puasa Bersama Anak Yatim
3 Oktober 2007Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Rabu (3/10) berbuka puasa bersama 100 anak yatim di Kota Malang. Acara digelar di lobi lantai I gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Acara ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Universitas Brawijaya kepada masyarakat, khususnya panti-panti asuhan di sekitar lingkungan Unibraw.
Dalam sambutannya, Rektor mengatakan kegiatan ini sebagai wujud kasih sayang kepada masyarakat. “Kegiatan ini dijalankan dengan hati yang tulus sebagai program tali asih,” tutur Rektor, dan ini merupakan wujud nyata keberpihakan Unibraw pada masyarakat.
Selalu diadakan setiap tahunnya, dalam acara ini diundang 10 panti asuhan yakni Nurul Izzah Madyapuro, Al-Hayatul Islamiyah Kedung Kandang, Nurul Muttaqim Kacuk Sukun, Nurul Abyadh Sigura-gura, Salaman Gasek, Aisyiyah Dinoyo, Muhammadiyah Bareng, Sunan Ampel Sumbersari, Siti Hajar Sri Gading, dan As Shiddiqiyah Blimbing.
Dalam kesempatan itu Rektor memberikan santunan kepada panti asuhan masing-masing sebesar Rp 1 juta, dengan rincian Rp 500 untuk panti dan selebihnya untuk anak asuh yang hadir masing-masing Rp 50 ribu. Dua fakultas juga ikut memberikan sumbangan, yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas MIPA.
Acara ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Wahyu Wilujeng dari panti asuhan Hayatul Islamiyah. [vty]BAZIS Unibraw Luncurkan Program ZIS Ramadhan
3 Oktober 2007
Badan Zakat Infaq dan Shadaqah (BAZIS) Universitas Brawijaya pada bulan Ramadhan 1428 H ini meluncurkan program Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS) Ramadhan. Seperti tahun sebelumnya, program ini berupa pemberian pinjaman modal usaha secara bergulir tanpa bunga untuk jangka waktu 2 tahun kepada warga Unibraw yang memiliki usaha tapi mengalami keterbatasan dana untuk meningkatkan usahanya. Pjs Ketua BAZIS Unibraw, Warkum Sumitro SH MH, dalam surat edaran bertanggal 1 Oktober 2007, menyatakan keinginannya untuk meningkatkan jumlah penerima bantuan ZIS ini.
Hingga akhir bulan September silam, BAZIS Unibraw berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 274 juta lebih. Dari jumlah tersebut, sejak Februari 2007 telah tersalur sebanyak Rp 114 juta sebagai pinjaman modal usaha bergulir masing-masing senilai Rp 3 juta kepada 48 orang peminjam. Setelah berlangsung selama 7 bulan, ternyata BAZIS telah mampu memberikan pinjaman kepada 62 orang peminjam. Direncanakan, BAZIS akan menggulirkan kembali dananya untuk sekitar 325 orang staf pada unit-unit kerja. Secara rinci, FH 17 orang, FE 14 orang, FIA 19 orang, FP 12 orang, FPt 10 orang, FT 20 orang, FK 3 orang, FPi 20 orang, FMIPA 10 orang, FTP 12 orang, Kantor Pusat 162 orang (termasuk petugas sampah, petugas kebersihan, petugas kebun, petugas portal, dan satpam), dan pengurus BAZIS 14 orang.
Peminjam modal usaha bergulir ini berkewajiban membayar pinjamannya setiap bulan tanpa bunga, tapi mereka harus menyisihkan untuk ZIS sesuai kemampuan, minimum sebesar Rp 5000 per bulan. Jenis usaha para peminjam ini bervariasi, mulai dari usaha pracangan, pertanian, peternakan, counter HP, barang-barang elektronik, penjahitan, pakaian, konveksi, ojek, warung nasi, makanan, jamu, sayuran, percetakan, sablon, katering, pangkas rambut, alat olahraga, hingga jual beli kendaraan bekas.
Tahun 2006 yang lalu, tercatat 7 orang muzaki (pemberi zakat) pribadi dengan nilai zakat sebesar Rp 7,25 juta, dan 14 muzaki lembaga dengan zakat senilai Rp 93,6 juta. Dalam surat edaran itu, Warkum Sumitro, yang juga Pembantu Rektor II, menghimbau segenap sivitas akademika untuk meningkatkan amal ibadahnya selama bulan Ramadan ini antara lain dengan mengeluarkan ZIS untuk disalurkan melalui BAZIS Unibraw. [Far]Kunjungan dan Dialog Rektor dengan Dosen dan Karyawan FMIPA
2 Oktober 2007
Selama bulan Ramadhan ini Rektor mengagendakan acara berkunjung ke fakultas-fakultas. Hari Selasa (2/10) Rektor berkunjung ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Di sana Rektor mengadakan dialog dengan para dosen dan karyawan.Diadakan di ruang pertemuan FMIPA, acara pagi itu diawali dengan laporan Dekan Ir Adam Wiryawan MS, khususnya tentang perkembangan sumber daya dosen, termasuk yang sedang studi lanjut, kerja sama yang telah dilakukan. Juga disampaikan laporan mengani prestasi yang telah dicapai baik oleh dosen maupun mahasiswa, dalam bidang penelitian, kerja sama dalam dan luar negeri, research grant tingkat nasional dan internasional, serta penghargaan yang diraih dosen dan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut Rektor mempresentasikan program yang telah dicapai dan program yang akan datang. Acara dilanjutkan dengan dialog dengan dosen dan karyawan. Selanjutnya acara ditutup dengan doa. Dalam kesempatan itu, Rektor didampingi semua Pembantu Rektor. [aw]Aktivis Masjid Ingin Wujudkan Entrepreneurial University
2 Oktober 2007Dengan antusias, aktivis masjid dari seluruh Indonesia mengikuti pelatihan "Be The Real Entrepreneur" selama 2 hari (1/10-2/10) di gedung PPI Unievrsitas Brawijaya. Pelatihan ini merupakan kerjasama Takmir Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya dan Indopurels. Selain aktivis masjid tuan rumah, setidaknya 70 mahasiswa aktivis masjid dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), STIE Budi Utomo, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang diundang panitia mengikuti agenda tahunan UAKI ini. Pemateri dalam pelatihan tersebut adalah para trainer Indopurels, yakni Drs Djanalis Djanaid, Juniardi SH, Drs Sultoni Arifin, dll.
Djanalis Djanaid menjelaskan, pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan dan ketrampilan dalam berwirausaha secara professional kepada para mahasiswa aktivis masjid. "Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata upaya untuk memasyarakatkan Universitas Brawijaya menjadi entrepreneurial university", ujar pria kelahiran Bukittinggi ini.
Tema pelatihan adalah "Membudayakan Wirausaha di Kalangan Mahasiswa, Khususnya Aktivis Kerohanian". Sementara materi presentasi di antaranya adalah: Orientasi Kewirausahaan, Menumbuhkan Motivasi Bisnis dan Teknik Memilih Bidang Usaha, Membuat Proposal Bisnis dan Analisa Usaha, Pemasaran Praktis dan Rambu-Rambu Wirausaha, Business Game serta Teknik Negosiasi.
Dengan gaya khas, Djanalis Djanaid mengatakan, sebuah bangsa menjadi besar karena hidupnya kegiatan perekonomian. "Majapahit dan Sriwijaya menjadi kerajaan besar karena didukung dunia usaha yang kuat sehingga kehidupan ekonominya hidup", ujarnya. Lebih lanjut, ia pun mengkritik kondisi Indonesia saat ini, di antaranya terkait terpuruknya dunia agribisnis. "Petani sekarang belum diajari berbisnis sudah menanam lombok lebih dulu, akibatnya ketika panen melimpah mereka tidak bisa menjualnya", kata dia. "Pada prinsipnya, semua profesi itu melingkupi aktivitas menjual", tambahnya. Melalui kegiatan pelatihan, peserta diajak langsung berbisnis dengan mengelola franchise kecil-kecilan yang permodalannya dibantu oleh tim instruktur dari Indopurels. Lebih jauh, selepas pelatihan ini pun mereka akan selalu dimonitor agar mampu berbisnis secara nyata. [nok]Presentasi Beasiswa IIEF
1 Oktober 2007The Indonesian International Education Foundation (IIEF), Senin (1/10), mempresentasikan berbagai program beasiswa kepada khalayak Universitas Brawijaya di lantai VIII gedung Rektorat. Presentasi dilakukan oleh perwakilan IIEF bidang testing Eldyna Wardhana. Hadir pada kesempatan itu, Koordinator Kerjasama Luar Negeri Ir Abdul Cholil, serta para dekan dan pembantu dekan di lingkungan Universitas Brawijaya Malang.
Didanai oleh beberapa lembaga sponsor internasional, menurut Eldyna Wardhana, tersedia program beasiswa pendidikan tinggi untuk studi (perolehan gelar) di dalam dan di luar negeri, maupun program pelatihan jangka pendek (non-gelar) bagi para profesional dan akademisi. Universitas Brawijaya terpilih sebagai sasaran presentasi karena menjadi salah satu perguruan tinggi negeri di pulau Jawa peserta General Electrics (GE) Foundation Scholarship. Tahun ini, seorang mahasiswa menerima beasiswa dari perusahaan terkemuka di Amerika Serikat itu.
Ditawarkan beberapa program beasiswa seperti beasiswa khusus mahasiswa S1 untuk belajar bahasa Inggris di Amerika Serikat selama delapan minggu (Indonesia English Language Study Program – IELSP), International Fellowship Program (IFP) bagi mereka yang hendak meraih gelar master maupun doktor, Asia Fellows Awards (AFA) bagi mereka yang hendak melakukan penelitian di wilayah Asia, Fullbright Scholarship, dan beasiswa yang baru saja diselenggarakan yaitu King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) Discovery Scholarship khusus untuk bidang teknik rekayasa.
Eldyna menambahkan, keterangan lebih lanjut mengenai IIEF dapat dilihat pada situs www.iief.or.id. [nik]