November 2008
UB Siapkan Museum Pendidikan
Minggu, 30 November 2008Rencana pembangunan museum pendidikan Universitas Brawijaya (UB) akan direalisasikan tahun depan. Diperkirakan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 5 miliar, dan akan diusulkan ke pemerintah pusat dalam APBN 2009.
"Lahan untuk pembangunan museum telah disiapkan. Luasnya sekitar satu hektare lebih, lokasinya berada di belakang gedung rektorat," kata Prof Ir Yogi Sugito, rektor Universitas Brawijaya, di sela acara gerakan aksi menanam pohon pada Jumat (28/11) lalu. Pembangunan museum diperkirakan memakan waktu lebih dari waktu satu tahun, dan ditargetkan selesai pada akhir 2010.
Yogi mengatakan pembangunan museum pendidikan menjadi program yang mendesak, karena manfaatnya juga sebagai media promosi. Hal ini karena animo kalangan pelajar SMA yang mengunjungi kampus UB. Apalagi di UB, ada beberapa fakultas yang tidak banyak diminati siswa. Seperti agrokompleks yakni pertanian dan perikanan. "Adanya museum ini diharapkan mampu mendongkrak minat para pelajar SMA yang ingin melanjutkan pendidikan," ujar guru besar pertanian ini.
Keberadaan museum ini juga menjadi guide bagi para tamu kampus. Setidaknya, para tamu tidak perlu mengelilingi lebih dari 10 fakultas itu yang bisa menghabiskan waktu. "Kalau tamu mengunjungi tiap fakultas, sangatlah melelahkan," kata dia. Ketika ada kunjungan, bisa langsung masuk museum pendidikan UB. "Jadi melihat museum pendidikan, sama dengan mengetahui dalamnya kampus UB," tegasnya.
Desain museum nantinya akan menyajikan seluruh peralatan dan teknologi yang berkenaan dengan fakultas yang ada di UB. Misalnya fakultas pertanian, maka di dalamnya akan diisi berupa peralatan untuk membajak sawah ketika musim tanam. Seperti harus ada alat luku alat yang ditarik dengan sapi atau kerbau, hingga alat itu traktor yang menggunakan mesin. Alat pemanen lainnya, seperti ani-ani atau mesin penggiling modern seperti selep dan lesung.
Sedangkan untuk fakultas perikanan akan memajang peralatan untuk menangkap ikan baik dari yang tradisional atau yang modern. Misalnya pancing dan jala. Untuk fakultas teknik, juga akan memajang alat-alat yang mendukung untuk belajar mengajar. Seperti teknik arsitektur, misalnya memajang maket rumah, gedung perkantoran dan masih banyak lagi.
Karena banyak peralatan yang harus dicari, pembangunan membutuhkan anggaran yang besar. Sebab, beberapa peralatan yang kuno, harganya juga mahal, karena barang kadang sulit dicari. "Namun, itu semua harus dicari karena itu wajib. Ini bisa memberi nilai lebih pada kampus kami, karena informasi untuk masyarakat tentang jurusan di UB tersedia di sini," terangnya. [gus/lia]
http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=45621Diterima: 80 CPNS UB
29 November 2008
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito melalui pengumuman nomor 024/Peng/2008 tanggal 29 November 2008 mengumumkan kelulusan 80 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) Universitas Brawijaya (UB) untuk formasi tahun 2008.
Pengumuman ini didasarkan pada surat Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Depdiknas nomor 53857/A4/KP/2008 tanggal 14 November 2008, dan SK pejabat yang sama nomor 53858/A4/KP/2008 tanggal 14 November 2008.
Pengumuman itu menyatakan lulus: 2 tenaga teknisi dari golongan II/c dan III/a masing-masing 1 orang; serta 78 orang tenaga dosen dari berbagai kualifikasi akademik, terdiri dari 15 orang golongan III/a, 62 orang golongan III/b, dan 1 orang golongan III/c. Selengkapnya, daftar nama CPNS yang dinyatakan lulus dapat diklik di sini.
Selanjutnya, CPNS yang dinyatakan lulus ditunggu kehadirannya pada hari Selasa, 2 Desember 2008, pukul 09.00 WIB, di ruang sidang lantai VIII Gedung Rektorat UB, untuk mendapatkan pengarahan tentang pemberkasan usul pengangkatannya. Ketentuan lengkap tentang pemberkasan dapat diklik di sini. [Far]Ketua KPK Antasari Azhar Hadiri Wisuda UB Periode II 2008/2009
29 November 2008Upacara wisuda yang digelar Universitas Brawijaya (UB) kali ini tergolong istimewa. Wisuda lulusan program diploma, sarjana, dan pascasarjana periode II tahun akademik 2008/2009, Sabtu (29/11), ini diikuti oleh 1129 orang lulusan, dua di antaranya adalah tokoh masyarakat, yakni Bupati Gresik Dr KH Robbach Ma'sum MM, dan mantan tokoh DPR dari PKB Dr Taufikurrachman Saleh SH MSi. Selain itu, di deretan kursi VIP terdapat Ketua KPK Antasari Azhar, yang sengaja hadir untuk menyaksikan wisuda putrinya Ajeng Oktarifka SP, alumni Fakultas Pertanian.
Prosesi wisuda dilakukan di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya di Sasana Samanta Krida, dipimpin langsung oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, lulusan UB saat ini makin diperhitungkan di dunia internasional. Terbukti banyak tawaran dari perusahaan-perusahaan Jepang yang ditujukan pada lulusan UB dari bidang teknologi informasi (TI) maupun bidang-bidang ilmu lain, dengan syarat harus bisa berbahasa Jepang. Tapi hal ini telah dapat diatasi dengan memberikan kursus bahasa Jepang sekitar 6 bulan, dan mereka akhirnya dapat diterima bekerja di sana dengan gaji sekitar 230 ribu yen, atau setara 230 juta rupiah.
Para wisudawan berasal dari berbagai strata pendidikan, meliputi 230 orang dari program diploma, 710 orang dari program sarjana, 146 orang program magister dan 43 orang dari program doktor. Secara rinci, Fakultas Hukum 109 orang wisudawan, Fakultas Ekonomi 155 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 166 orang, Fakultas Pertanian 150 orang, Fakultas Peternakan 18 orang, Fakultas Teknik 197 orang, Fakultas Kedokteran 80 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 49 orang, Fakultas MIPA 52 orang, Fakultas Teknologi Pertanian 41 orang, Fakultas Ilmu Sosial 4 orang, dan Program Bastra 108 orang.
Rektor juga memberikan penghargaan kepada wisudawan dengan predikat cum laude. Dari Program Pascasarjana penghargaan diberikan kepada Dr Ir Gusti Putu Muliarta A MP (S3 Ilmu Pertanian; IPK 4,00), dan Ahmad Taufik MAP (S2 Ilmu Administrasi; IPK 3,96); Program Sarjana: Atika Indra Dhewanti SH (Ilmu Hukum; IPK 3,81), Ni Luh Adi Citranita SE (Manajemen; IPK 3,82), Musindha Halimi SAB (Administrasi Bisnis; IPK 3,57), Deffi Armita SP (Agronomi; IPK 3,74), Eka Ariesta SPt (Nutrisi dan Makanan Ternak; IPK 3,58), Heru Suratmono ST (Teknik Elektro; IPK 3,69), dr Lidwina Tika Trisnawati (Kedokteran; IPK 3,77), Muhammad Fakhri SPi (Budidaya Perairan; IPK 3,70), Darmajid SSi (Matematika; IPK 3,75), Titin Wulandari SS (Sastra Inggris; IPK 3,56), Francelina Mayta K SIKom (Ilmu Komunikasi; IPK 3,58); 3) Program Diploma: Dian Puspitasari AMd (Bahasa Jepang; IPK 3,86), Febsiatin AMd (Kesekretariatan; IPK 3,76), dan Hesti Listyaningdyah AMd (Agribisnis Pertanian; IPK 3,83). [nik]Konsultasi Publik RUU Keamanan Nasional
28 November 2008Departemen Pertahanan Republik Indonesia, Jumat (28/11) melakukan konsultasi publik naskah awal Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Keamanan Nasional. Acara yang digelar di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya ini dihadiri oleh mahasiswa dan akademisi se-Malang Raya. Paparan draft naskah awal tersebut disampaikan oleh Bayu Harsoyo SH MH (Biro Hukum Sekretariat Jenderal Departemen Pertahanan RI).
Draft naskah awal RUU Keamanan Nasional ini terdiri atas 7 bab dan 52 pasal. Ketujuh bab tersebut adalah: ketentuan umum, sistem keamanan nasional, pengelolaan keamanan nasional, alat-alat keamanan nasional, pembiayaan, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup.
Dalam kesempatan tanya jawab, audiens mengkritisi beberapa hal, di antaranya sistematika (tujuan dan asas), penerapan Pancasila dalam konsideran, keterlibatan peran masyarakat serta keberadaan naskah akademik guna mengetahui pokok-pokok pikiran RUU. [nok]UB Tanam 1600 Pohon dan Lestarikan Burung Lokal
28 November 2008Universitas Brawijaya (UB) berkomitmen untuk menciptakan ruang terbuka hijau (RTH) di lingkungan kampus. Hal ini terlihat, lebih dari 50 persen luas lahan di kampus UB adalah RTH. Demikian pernyataan Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito ketika melakukan penanaman secara simbolis 1600 pohon khas Indonesia dan pelepasan 100 ekor burung lokal, Jumat (28/11) pagi, di seputar lapangan bola voli UB.
Kegiatan ini diikuti pula oleh segenap pembantu rektor, dekan dan pembantu dekan, pimpinan lembaga dan unit pelaksana teknis, serta kepala biro dan kepala bagian di lingkungan UB. Penanaman pohon yang dilakukan ini sejalan dengan misi menjadikan kampus UB sebagai kampus Amanah (Aman, Nyaman dan Indah).
Rektor mengatakan, kegiatan yang dilakukan bersamaan dengan penanaman serentak 100 juta pohon dan pencanangan Bulan Menanam Pohon Nasional oleh Presiden itu, didasarkan oleh keprihatinan dunia terhadap Indonesia sebagai salah satu negara yang kurang memperhatikan kondisi hutan.
Daerah perkotaan di Indonesia idealnya, harus memperuntukkan minimal 20 persen lahan yang dimiliki untuk RTH. Khusus kota Malang rektor mengungkapkan, hanya memiliki 10 persen RTH. Rektor juga mengungkapkan rencana membangun hutan kampus dengan konsep kerajaan Majapahit di Universitas Brawijaya. Lokasi itu rencananya akan ditempatkan di belakang kantor Rektorat lama (lapangan bola voli) dan akan terintegrasi dengan sebuah museum pendidikan serta balairung yang juga akan dibangun. Keberadaan museum pendidikan itu sangat penting karena dapat dijadikan ajang promosi bagi semua fakultas.
Pada kesempatan itu, rektor dan para pembantu rektor menanam pohon kelapa gading, pohon kantil, sukun dan kenanga. Rektor juga berkesempatan melepas burung emprit kaji, kutilang, emprit biasa dan terocokan serta menandatangani prasasti penanaman pohon. Beragam pohon yang ditanam meliputi pohon peneduh (trembesi dan mahoni), pohon pengarah (palem, kelapa gading, kelapa sawit), pohon koleksi buah tropis (durian, manggis, sukun, tabebuya, kelengkeng dan rambutan), pohon bunga tropis (kantil, kenanga dan bintaro) serta pohon hias koleksi (star blue, maranta, dan aralea). [nik]Training Teknik Analisis Dasar Gravimetri dan Volumetri
27 November 2008Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan Training Teknik Analisis Dasar (Gravimetri dan Volumetri) berbasis kompetensi untuk tenaga laboran dan analis yang telah menjadi agenda tahunan di lingkungan Universitas Brawijaya (UB). Training selama empat hari (17/11-20/11) di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) UB itu diberikan oleh oleh Lembaga Sertifikasi Tenaga Laboratorium Penguji Indonesia LIPI-Bandung, sebagai pelatihan lanjutan untuk menambah wawasan kepada para tenaga laboran. Para pemateri dalam training didatangkan langsung dari RC-Chem Learning Center milik Pusat Penelitian Kimia LIPI yang memang berkompeten dalam bidang gravimetri dan volumetri. Para instruktur terdiri dari Tiny Agustini SSi MMS, Dra Evita Boes MS, Mahyar Efendi, Dedeh Maklupah, dan Wartini.
Peserta training sebanyak dari 24 orang, yaitu 5 orang dari Fakultas Pertanian, 5 orang dari Fakultas MIPA, 3 orang dari Fakultas Teknologi Pertanian, 2 orang dari Fakultas Peternakan, 4 orang dari Fakultas Kedokteran, dan 2 orang dari LSIH UB.
Materi pelatihan terdiri dari teori yaitu pemilihan peralatan dan kalibrasi, teknik menimbang, sistem konsentrasi, pembuatan larutan pereaksi dan standar, teknik analisis volumetri I, teknik analisis volumetri II, dan teknik analisis gravimetri beserta praktikum di laboratorium.
Sebelum dimulai dilakukan pretest, dan pada akhir pelatihan dilaksanakan postest untuk mengetahui kemampuan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan oleh instruktur selama training berlangsung.
Pelatihan teknik analisis dasar (gravimetri dan volumetri) ini merupakan pelatihan yang beorientasi ke arah sertifikasi laboran, sehingga para peserta yang telah mengikuti training ini selain bertambah wawasan dan teknik analisis dasarnya juga mendapatkan sertifikat resmi dari LIPI. Sertifikat LIPI ini diharapkan dapat menunjang kinerja para tenaga laboran di lingkungan UB.
Hasil ujian
Sementara itu diperoleh informasi, dari 10 orang staf analis dan laboran di lingkungan UB yang mengikuti ujian kompetensi analisis dasar gravimetri dan volumetri selama dua hari 6/11 dan 7/11, dinyatakan lulus 6 orang.
Empat orang dari kelompok pertama (uian tanggal 6/11) dinyatakan lulus, yaitu: Teguh Tri Wahyudi SP (FP), Bandi Hisbullah Huda (Fapet), Reni Astuti AMd dan Rozika Hawa Ekayanti (FPIK). Seorang asesi Adi Yuwono (FP) dinyatakan tidak lulus, karena tidak sesuai dengan bidang yang dikerjakan rutin sehari-hari, yaitu klimatologi.
Hasil ujian kelompok kedua (7/11), dinyatakan lulus dua orang: Setyawati SSi dan Maryono (FMIPA). Sementara dua peserta
Ika Yunita K SSi (LSIH-UB) dan Slamet Riyanto AMd (FK) batal mengikuti ujian karena yang bersangkutan sudah mengikuti uji kompetensi dasar klinis dan dinyatakan lulus. Sedangkan seorang lagi, Sahri (FMIPA), dinyatakan tidak lulus karena pekerjaan rutin sehari-hari kelistrikan (fisika dasar), tidak berhubungan gravimetri dan volumetri. Oleh asesor Sahri direkomendasikan mengikuti ujian kompetensi analisis dasar kelistrikan.
Asesor memberikan saran agar peserta (asesi) yang akan dikirim mengikuti ujian kompetensi berikutnya memiliki kemampuan dasar yang sesuai dengan bidang yang dikerjakan sehari-hari, sehingga sertifikat yang diperoleh bermanfaat bagi pengembangan keilmuan institusi dan diri sendiri yang dapat dipertanggungjawabkan. [ika]Forensic Accounting Harus Banyak Dikaji
27 November 2008
Perkembangan dan pembangunan ekonomi Indonesia harus disokong oleh adanya transparansi sektor keuangan. Akan tetapi, banyaknya kasus-kasus manipulasi keuangan di Indonesia selama ini, memperlemah kinerja pembangunan itu sendiri. Untuk itu perlu diupayakan penguatan perangkat dan manajemen audit sehingga proses pembangunan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Hal itu terungkap dalam International Accounting Seminar berjudul Exploring The Dark Side and Strengthening The Bright Side of Accounting. Seminar digelar mahasiswa Jurusan Akuntansi (Kelas Bahasa Inggris) Fakutas Ekonomi Universitas Brawijaya di gedung Widyaloka, Kamis (27/11). Semua pembicara menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jatim III, Suharno SH MPM, mewakili Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan, akuntansi memiliki peran penting dalam pembangunan, terutama dalam pemanfaatan sektor moneter nasional. Akan tetapi, bisa menjadi media kriminal bila ditangani oleh orang-orang yang salah. "Seperti pedang, bila dipegang orang yang salah bisa membunuh, tapi bila dipegang orang yang benar bisa menjadikan sesuatu lebih baik", tuturnya.
Fraud AccountingI Gusti Agung Rai MA Ak, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam paparannya mengatakan, saat ini perlu banyak kajian tentang forensic accounting, yaitu pelaksanaan akuntansi yang akurat dan legal. Upaya ini untuk memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat terutama akademisi agar proses akuntansi dilaksanakan secara adil dan bijak. Apalagi saat ini banyak terdapat praktek fraud accounting dalam berbagai cara. Fraud accounting merupakan praktek akuntansi yang melawan hukum dan lebih banyak berisi praktek ketidakjujuran. "Caranya banyak, salah satunya dengan asimetric information, informasi yang tidak benar", ungkapnya.
Praktek-praktek fraud accounting menurut Agung disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah adanya kesempatan bagi pelaku, adanya tekanan, dan adanya rasionalisasi atas tindakan yang dia lakukan. "Salah satu fraud incident yang terjadi di Indonesia dan paling besar adalah kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia pada saat krisis ekonomi tahun 1997", paparnya. Selain sektor perbankan, beberapa lembaga yang telah dipenetrasi secara mendalam oleh fraud accounting adalah lembaga hukum, militer, pemerintah daerah, BUMN, dan parlemen.Sedangkan dosen FE UI dan Tri Sakti Hendrik Marpaung mengatakan, menurut survei dari 100 praktek akuntansi, 10 di antaranya melakukan fraud accounting. Jumlah tersebut bisa lebih besar bila sampel survei diperbanyak. Berbeda dengan Agung, menurut Hendrik penyebab banyak praktek fraud accounting adalah lemahnya nilai moral, kegagalan pendidikan, adanya persetujuan oleh pelaku investasi, bahkan juga adanya aturan akuntansi yang telah membudaya.
Sementara itu, Drs Soekardi Hoesodo MSocSc (Deputi Kepala BPKP Bidang Perencanaan, Analisa dan Evaluasi) menilai, hakekat dari audit selain melakukan tindakan preventif atas fraud accounting juga menindak ketidakpatuhan terhadap peraturan keuangan. Ia menyebut 3 hal yang perlu menjadi objek audit, yakni deteksi fraud, deteksi kesalahan teknis akuntansi, dan juga deteksi kesalahan prinsip akuntansi itu sendiri.
Kompetisi
Seminar internasional ini merupakan rangkaian Brawijaya Accounting Fair 2008 yang berlangsung sejak dua minggu yang lalu. Acara lain di antaranya adalah Balance Scorecard Competition tingkat mahasiswa yang telah usai digelar. Kompetisi diikuti oleh 22 tim yang berasal dari UB, Unhas, ITS Surabaya, Universitas Surabaya, STEKPI Jakarta, Bakrie Management School, Universitas Petra Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Unversitas Kanjuruhan Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, dan STIE Malangkucecwara.
Pemenang lomba tersebut adalah Tim 6 UB dengan anggota Kristin Rosalina, Dian Syariati, dan Narulima Rahmi Azriani yang berhasil keluar sebagai juara pertama. Juara kedua direbut oleh Stephen Sondakh, Halim Raemon Ciakaren, dan Evelyn Tamara dari Universitas Petra. Sedangkan juara 3 diraih oleh Fanny Purnamadewi, David, dan Paul Raymond Widjaya dari Universitas Surabaya. [fjr]Delegasi UB untuk Asteroid
27 November 2008Empat mahasiswa Universitas Brawijaya segera bertolak menghadiri Art and Sport Olympiade (Asteroid). Mereka adalah Slamet Budi Cahyono (THP FPIK angkatan 2004), Eka Maulana (Teknik Elektro angkatan 2004), A Zainuri (Teknik Elektro angkatan 2004) dan Hendarmawan (Ilmu Komputer angkatan 2003).
Asteroid, acara yang berlangsung di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Senin-Jumat (1/12-5/12) ini merupakan ajang kompetisi olahraga dan seni (budaya tradisional dan kontemporer) antar 12 fakultas. Delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang turut diundang, di antaranya Unpad, IPB, Undip, UGM, UNS dan ITB.
Slamet Budi Cahyono kepada PRASETYA Online mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar perguruan tinggi, di samping ajang promosi budaya masing-masing kampus, dan peningkatan ketrampilan dalam mengelola kegiatan, khususnya olahraga dan seni di lingkungan kampus.
Dalam kegiatan tersebut, misi yang dibawa delegasi UB tersebut sharing kelembagaan dan mempelajari segala hal dari UI terkait penelitian, perolehan dana dan pengelolaan kewirausahaan di dalam kampus.
Sementara itu Hendarmawan memaparkan rencana untuk membentuk wadah Student Success Center (SSC) UB sebagai tempat bagi mahasiswa berprestasi untuk bertukar pikiran dan menularkan keberhasilannya kepada mahasiswa yang lain. Rencana ini didasari kenyataan kurangnya apresiasi UB terhadap mahasiswa berprestasi. “Melalui lembaga ini kami bermaksud untuk mewadahi mahasiswa berprestasi ini agar lebih diapresiasi secara serius, baik secara materi maupun non-materi dalam sebuah memorial. Sepelenya seperti footprint artis di Hollywood sampai keikutsertaan pada program double degree”, kata dia. Gagasan ini ia peroleh saat menempuh kelas bahasa di Oregon State University, Amerika Serikat, melalui sebuah lembaga yang bernama Association Students of Oregon State University (ASOSU). [nok]
---
Foto (dari kiri): Slamet Budi Chayono, Hendarmawan, dan Eka MaulanaDr Khusnul Ashar Workshop Internasional di Meksiko
27 November 2008Dr Khusnul Ashar SE MA staf pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) baru-baru ini mengikuti Fundamental Economics International Workshop di Mexico City. Narasumber lokakarya yang berlangsung 9/11-15/11 atas sponsor US-NCEE (US-National Council on Economics Education) itu terdiri dari Prof Steve Cobb; Prof Steve Miller, dan Prof Jim Grunloh dari Ohio State University, Amerika Serikat.
Di samping untuk memperluas wawasan dan menyamakan persepsi mengenai konsep-konsep dasar ilmu ekonomi, workshop juga diharapkan dapat memperbaiki model pengajaran para peserta. Peserta workshop terdiri dari 57 orang, umumnya adalah pengajar ilmu ekonomi, berasal dari Mesir, Jordania, Argentina, Colombia, Panama, Uruguay, Paraguay, dan Meksiko, di samping Indonesia. Peserta dari Indonesia sebanyak 15 orang: 4 dari UI, masing-masing 2 orang dari UNJ, UMJ, dan UM, masing-masing 1 orang dari UGM, Unair, UN Padang, UIN Makassar, dan UB.
Walaupun pelaksanaan hanya 7 hari kerja, namun karena perjalanan panjang, dengan waktu penerbangan selama sekitar 32 jam dari Jakarta ke Meksiko, termasuk transit 2 jam di Kuala Lumpur dan 7 jam di Amsterdam, total waktu yang diperlukan para peserta dari Indonesia sejak mulai berangkat sampai kembali ke tanah air mencapai 15 hari. [KAsr]
---
Foto: Dr Khusnul Ashar (kanan) di antara peserta workshopProf Agus Suryono: Mahasiswa S2 Sangat Butuh Metodologi Penelitian
27 November 2008
Dalam rangka pelaksanaan program pengabdian pada masyarakat, Kamis (27/11) diselenggarakan kursus singkat metodologi penelitian oleh tim dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya(FIA-UB).Kegiatan yang dikoordinir oleh Prof Dr Agus Suryono SU selaku Wakil Ketua Bidang Pengabdian pada Masyarakat LPPM-UB ini, direncanakan hanya menampung 20 orang peserta. Tapi ternyata meledak sampai 60 orang peserta yang berasal dari mahasiswa pascasarjana strata dua FIA-UB asal Timur Leste, Papua, Nusa Tenggara Timur, Bali, Lombok, dan program khusus tailor made Bappenas.
Menurut Prof Agus, dengan animo seperti ini menunjukkan begitu besarnya minat dan kebutuhan mahasiswa akan pengetahuan metodologi penelitian sebagai salah satu ikon Tridharma Perguruan Tinggi. Kursus yang dimaksudkan untuk memberikan ketrampilan dan pengetahuan metodologi penelitian praktis bagi mahasiswa strata dua ini, selain untuk membantu mempersiapkan penulisan tesis mereka, tetapi yang tidak kalah pentingnya agar para mahasiswa mengetahui dan memahami cara-cara melakukan penelitian lapangan secara benar sesuai dengan akidah-akidah ilmiah yang layak jual.
Oleh karena itu menurut Prof Agus, kegiatan kursus singkat metodologi penelitian semacam ini yang pada tahun 2007 lalu juga pernah dilakukan untuk mahasiswa strata satu, rencananya akan dijadikan agenda tetap tahunan program pengabdian pada masyarakat, khususnya bagi para mahasiswa semester akhir di lingkungan UB. Selain Prof Agus, yang juga terlibat dalam kegiatan ini: Dr Fadillah Amin.MAP, Drs Trilaksono Nugroho.MS, Farida Nurani SSos MSi, Sunarti SSos MSi. [Nur]Disertasi Sitti Raha Agoes Salim: Pembelajaran Individu pada Perusahaan Publik
26 November 2008Dalam era ekonomi berbasis pengetahuan dan digital, manusia dipandang sebagai penentu proses, artinya mengutamakan pengetahuan manusia, berdasarkan kepada kemampuan yang dimilikinya untuk menjalankan peran manusia dalam oragnisasi dengan menggunakan ketrampilan, keahlian dan daya kreativitas.
Dari sisi perspektif pangetahuan pandangan terhadap pengetahuan mengalami pergeseran, aset tidak nyata sebagai faktor keberhasilan mendapat perhatian yang lebih dari sebelumnya. manusia sebagai penggerak revenue, sebagai sumber pengetahuan yang akan menjadi fokus bisnis. Terjadinya pergeseran peran manusia di dalam organisasi, menunjukkan berkembangnya aplikasi pembelajaran didalam organisasi. dampaknya terjadi pergeseran fungsi manusia, dari paradigma sumber daya manusia tradisional kepada strategi sumber daya manusia, karena memiliki akal pikiran dan perasaan sehingga mampu berperan dalam organisasi.
Demikian dikemukakan Sitti Raha Agoes Salim dalam disertasi berjudul "Studi Pembelajaran Individu pada Perusahaan Publik di Indonesia". Ujian disertasi terbuka ini digelar di Ruang Sidang Utama Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB), Senin (26/11). Komisi Promotor terdiri dari Prof Dr Eka Afnan Troena SE (promotor), Prof MS Idrus SE MEc PhD (ko-promotor I), Prof Armanu Thoyib SE MSc Ph.D (ko-promotor II). Sedangkan tim dosen penguji terdiri dari Prof Dr Ubud Salim SE M.A (penguji I), Dr Margono Setiawan SE SU (penguji II), Prof Dr Umar Nimran MA (penguji III) dan dua dosen penguji dari luar yaitu Prof Dr Christantius Dwiatmadja SE dan Prof Dr Subhilhar SSos MA.
Disertasi Sitti Raha Agoes Salim bertujuan mengidentifikasi potensi yang mampu mempengaruhi keberhasilan mewujudkan kondisi pembelajaran individu dan mengidentifikasi perilaku pembelajaran individu yang mampu mempengaruhi keberhasilan mewujudkan individu pembelajar di organisasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan publik yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta (Bursa Efek Indonesia), dengan sampel dan responden penelitian perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, jasa dan investasi; pertanian, keuangan; industri dasar dan kimia; aneka industri; properti dan real estate; infrastruktur, utilitas, dan transportasi; industri barang konsumsi; dan pertambangan. Dari hasil analisis faktor ditemukan, individu pembelajar dengan nilai alpha cronbach antara 0,785-0,861 dibentuk oleh individu adaptatif, individu aktif, dan individu proaktif, temuan dari perspektif pembelajaran individu dengan nilai alpha cronbach antara 0,737-0,866, dibentuk oleh unsur yang dimiliki individu dalam penguasaan aspiratif, penguasaan klarifikasi proses dan penguasaan situasional, para individu memiliki potensi belajar insani dengan nilai alpha cronbach antara 0,901 dan 0,896, dibentuk oleh unsur semangat beserta kompetensi dan wawasan aspiratif.
Hasil analisis regresi linier berganda menemukan, individu adaptatif secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh penguasaan klarifikasi proses dan penguasaan situasional. Individu adaptatif tidak dipengaruhi oleh wawasan aspiratif, tetapi ketiga penguasaan yang membentuk pembelajaran individu secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap penguasaan aspiratif, penguasaan klarifikasi proses dan penguasaan situasional.
Proses mewujudkan individu pembelajar dipengaruhi oleh penguasaan cara berpikir yang tidak dapat dilakukan semusim, harus berkesinambungan sesuai pembelajaran di dalam organisasi dalam usaha meningkatkan nilai organisasi berkelanjutan.
Sitti Raha Agoes Salim menyarankan, manajemen perusahaan agar memberikan perhatian yang lebih pada masalah praktik pembelajaran terutama untuk menggerakkan individu maupun individu dalam kelompok; memberi contoh praktik perilaku pembelajaran dalam perilaku penguasaan aspiratif, klarifikasi proses dan situasional.
Setelah mempertahankan disertasinya, Sitti Raha Agoes Salim dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu manajeman, dengan predikat memuaskan.
Sitti Raha Agoes Salim, kelahiran Medan, 24 Juli 1959, menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi Jurusan Perusahaan dan Program Magister di Universiti Putra Malaysia, Serdang Selangor Malaysia. Kemudian melanjutkan S3 pada Program Doktor FE UB. Sitti Raha Agoes Salim merupakan staf pengajar di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen USU. [ris]Menyongsong AIPT UB
25 November 2008
Menyongsing pelaksanaan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT), Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan sosialisasi kepada seluruh sivitas selama dua hari, Selasa (25/2) dan Rabu (26/2). Sosialisasi diselenggarakan di Widyaloka UB bagi sekitar 1800 orang anggota sivitas akademika yang menjadi sasaran, mulai dari mahasiswa sarjana dan pascasarjana, dosen, karyawan hingga pimpinan di level fakultas dan universitas.Mengawali acara sosialisasi, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito meminta kepada seluruh sivitas untuk menyongsong AIPT dengan persiapan optimal. Hal ini penting, kata Rektor, karena ada beberapa variabel yang sangat krusial, di antaranya adalah sumber daya manusia (SDM) dan program studi yang belum memenuhi standar Dikti.
ISO
Setelah sosialisasi AIPT, di tempat yang sama, Selasa (25/11), diselenggarakan presentasi ISO 9001-2008 oleh Lloyd Register Quality Assurance (LRQA). LRQA adalah lembaga audit internasional yang telah melayani beberapa institusi termasuk perguruan tinggi (PT) ternama di dunia di antaranya University of Technology Malaysia (UTM), Tokyo University, dan beberapa PT lain.
Paparan LRQA menyatakan, beberapa komponen yang harus diaudit dalam sebuah PT adalah perencanaan (strategy planning), kurikulum, infrastruktur, standarisasi metode ajar, kepuasan pelanggan, dan lain-lain. Terkait hal ini, tahapan untuk mendapatkan ISO yang harus dilalui adalah analisis kesenjangan (terhadap benchmark/standar), identifikasi, dan semacamnya. [nok]Uji Petik Tenaga Laboran
25 November 2008
Sebagai salah satu bentuk kerja sama antara Departemen Pendidikan Nasional, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Badan Kepegawaian Negara, diadakan uji petik tenaga laboran di lingkungan Universitas Brawijaya (UB). Acara ini dibuka Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH, Selasa (25/11), di lantai VIII Gedung Rektorat UB.
Hadir dalam kesempatan itu tim yang terdiri dari Prof Dr Ir Suhardjono MPd Dipl HE, Drs Rudi K Nababan MSi dan Dra Salhefni (Depdiknas), Supardiyana (Kementerian Negara Pendayaan Aparatur Negara), serta Mochtar Chamidi SSos (Badan Kepegawaian Negara).Uji petik beban kerja tenaga laboran, menurut Supardiyana, diadakan untuk membuktikan bahwa jabatan pranata laboratorium layak diperjenjangkan dan memenuhi syarat beban kerja yang ditetapkan pemerintah, yaitu minimal rata-rata 1250 jam per tahun. Sebelum pelaksanaan uji petik, dilakukan proses pengajuan naskah akademis oleh Departemen Pendidikan Nasional kepada Kementerian Pendayaan Aparatur Negara. Uji petik ini dilakukan di 31 perguruan tinggi negeri dengan mengambil 272 orang responden.
Kesenjangan pangkat
Sementara itu Prof Suhardjono, yang guru besar metodologi penelitian dari Fakultas Teknik UB, mengatakan, laboratorium merupakan ujung tombak pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Karenanya, laboratorium perguruan tinggi, perlu terus dikelola dan ditingkatkan mutunya. Demikian pula peningkatan kemampuan profesional, keahlian, kesejahteraan, tugas serta tanggung jawab pengelolanya merupakan keharusan. Menurut Prof Suhardjono, sebagai salah satu penyusun konsep pembentukan jabatan fungsional pranata laboratorium perguruan tinggi, saat ini tenaga yang bekerja di laboratorium perguruan tinggi terdiri dari dosen, instruktur, laboran, dan teknisi. Namun dari keempat pekerja itu, hanya dosen yang berstasus sebagai tenaga fungsional sementara sementara instruktur, laboran, dan teknisi masih termasuk dalam jabatan fungsional umum (jabatan fungsional non-angka kredit). Sehingga, terjadi kesenjangan ruang kepangkatan yang sangat tinggi di antara mereka. Ini mengakibatkan minat bekerja di laboratorium menjadi sangat rendah. Atau kalau pun ada, mereka pindah ke lapangan kerja lain, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi namun programnya tidak sesuai dengan bidang tugasnya, dan menjadi kurang bermanfaat bagi pengembangan laboratorium, serta berkurangnya gairah kerja yang berpotensi menurunkan kualitas dan produktivitas.
Pranata Laboratorium
Pranata laboratorium perguruan tinggi adalah jabatan fungsional yang diduduki oleh pegawai negeri sipil yang ruang lingkup tugasnya adalah mengelola laboratorium yang terdiri dari rangkaian kegiatan: merencanakan, melaksanakan atau mengoperasikan, mengendalikan, memelihara, dan mengembangkan laboratorium di perguruan tinggi, baik untuk pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Dari 75 PTN yang ada, terdapat kurang lebih 2.039 laboratorium. Selain itu terdapat 221 bengkel kerja, 186 studio, dan 267 unit penunjang lain dengan sebutan berbeda, namun mempunyai fungsi serupa. Sementara tenaga laboran berjumlah lebih kurang 4993. Dari jumlah itu terbanyak lulusan SLTA dan D-I dengan jumlah 2695 orang; sarjana muda, D-II, dan D-III sejumlah 1085 orang; sarjana (S1) 1173 orang, dan magister (S2) sebanyak 40 orang.
Jabatan fungsional pranata laboratorium ada dua jenjang, yaitu terampil dan ahli. Jenjang terampil terdiri dari tiga tingkat yaitu pelaksana, pelaksana lanjutan, dan penyelia, untuk pangkat II/d sampai dengan III/c. Sementara jenjang ahli, juga terdiri dari tiga tingkat, yaitu pertama, muda, dan madya, untuk pangkat III/a sampai dengan IV/c. [nik]Sosialisasi dan Simulasi Menjelang Visitasi AIPT
24 November 2008
Universitas Brawijaya (UB) dalam waktu dekat ini akan mendapatkan visitasi dari Tim BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Menjelang visitasi, telah dilakukan serangkaian persiapan menyusul pengiriman dokumen portofolio dan evaluasi diri kepada BAN-PT, dua pekan lalu Senin (10/11). Pengajuan dokumen ini berkaitan dengan kesempatan yang diberikan oleh BAN-PT kepada UB untuk menyempurnakan portofolio tahun 2008. Berbeda dengan Akreditas Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) tahun 2007 yang terdiri dari 15 standar penilaian, pada AIPT tahun 2008 ini hanya terdapat 7 standar, yakni: Visi dan Misi; Tatapamong dan Kepemimpinan; Kemahasiswaan dan Lulusan; Sumberdaya Manusia; Pembelajaran, Penelitian. Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama; Pendanaan, Sarana dan Prasarana; dan Sistem Penjaminan Mutu.
Sosialisasi
Mempersiapkan diri menjelang visitasi, Tim AIPT UB menjadwalkan kegiatan sosialisasi dan simulasi. Sosialisasi akan dilaksanakan selama dua hari, Selasa (25/11) hingga Rabu (26/11) di Gedung Widyaloka UB. Sosialisasi hari Rabu pagi (9.00-11.00 WIB) dengan pemateri Rektor UB, ditujukan bagi pimpinan fakultas dan fakultas (rektor, pembantu rektor, ketua lembaga, kepala unit pelaksana teknis/UPT), para guru besar/anggota senat, dan perwakilan dosen fakultas, yang diperkirakan mencapai jumlah sekitar 600 orang.
Sedangkan sosialisasi hari Kamis, terdiri dari dua sesi. Sesi pertama pukul 10.00-12.00 WIB dengan pemateri Pembantu Rektor I, ditujukan bagi para kepala biro, kepala bagian dan kepala sub bagian di Kantor Pusat maupun fakultas, UPT, dan lembaga, serta perwakilan karyawan secara proporsional, dengan jumlah sekitar 600 orang. Sesi kedua, 13.00-15.00 WIB, dengan pemateri Pembantu Rektor III, ditujukan bagi pengurus Eksekutif Mahasiswa (EM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas, Unit Aktivitas Mahasiswa (Unitas), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), para mahasiswa berprestasi, perwakilan mahasiswa fakultas, penerima beasiswa, mahasiswa S2, Spesialis I, dan S3, sejumlah sekitar 675 orang.
Simulasi
Selain sosialisasi, Tim AIPT UB juga menjadwalkan simulasi selama 3 hari, Kamis (27/11), Jumat (28/11), dan Senin (1/12). Semuanya berlangsung di ruang sidang lantai VIII Gedung Rektorat UB. Acara simulasi hari Kamis, terdiri dari dua sesi. Sesi pertama, 09.30-11.30 WIB, bagi pimpinan universitas dan fakultas, meliputi: rektor, PR, dekan, PD, ketua lembaga, kepala UPT, ketua jurusan, sekretaris jurusan, kepala laboratorium sentral, dan Tim AIPT sejumlah 150 orang. Mereka ini akan dipertemukan dengan Tim Asesor UB. Sesi berikutnya, 13.00-15.00 WIB, bagi para dosen perwakilan fakultas, sebanyak 130 orang, juga dipertemukan dengan Tim Asesor UB.
Acara simulasi hari Jumat mempertemukan Tim Asesor UB dengan 120 orang perwakilan mahasiswa yang terdiri dari pengurus EM dan DPM UB, pengurus BEM dan DPM fakultas, Unitas, HMJ, mahasiswa berprestasi, perwakilan mahasiswa fakultas, penerima beasiswa, mahasiswa S2, Sp-1 dan S3. Sedangkan simulasi terakhir, Senin (1/12) mempertemukan Tim Asesor UB dengan 120 orang pejabat struktural administratif, dan karyawan perwakilan fakultas, lembaga, UPT, dan Kantor Pusat, berlangsung pukul 09.00-11.00 WIB. [Far]Rektor pada Pelantikan Pejabat UB: Perlu Perubahan Budaya Kerja
24 November 2008Perubahan budaya kerja dari budaya kerja pegawai negeri menuju profesionalisme, menuntut kerja keras kita semua. Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menegaskan ini, Senin (24/11), dalam upacara pelantikan sejumlah pimpinan fakultas, lembaga, unit pelayanan, dan pejabat eselon di lingkungan Universitas Brawijaya.
Upacara pelantikan diselenggarakan di Sasana Samanta Krida UB, mulai pukul 10.00 WIB. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, dan pembacaan surat-surat keputusan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah para pejabat yang dilantik dan penandatanganan naskah sumpah jabatan, serta pelantikan oleh Rektor. Dalam upacara itu juga dilakukan serah terima jabatan, antara pejabat lama dengan pejabat baru.
Bertaraf internasional
Rektor mengingatkan kembali, saat ini UB sedang memasuki masa-masa yang sangat menentukan dalam perjalanan menuju universitas yang otonom dan bertaraf internasional. Untuk itu diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak, terutama unsur pimpinan. "Perubahan besar harus segera kita lakukan, bila tidak mau tertinggal oleh perguruan tinggi lain", tegas Rektor. Perubahan itu tidak hanya menyangkut organisasi dan manajemen dalam masa transisi menuju status BHPMN (badan hukum pendidikan milik negara) serta berbagai aspek perubahan lain di bidang akademik, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan, maupun bidang pengelolaan aset. Tapi yang lebih penting adalah perubahan budaya kerja, dari budaya pegawai negeri menuju profesionalisme. Ditambahkan, saat ini UB sedang mengajukan perubahan status menjadi BLU (badan layanan umum), suatu status yang otonom di bidang keuangan, sebagai sasaran antara sebelum otonom penuh.
Tiga pilar
Perubahan yang diharapkan, menurut Rektor, tetap mengacu pada tiga pilar program Depdiknas, yaitu: pemerataan dan perluasan akses; peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; serta penguatan tatakelola, akuntabilitas dan citra publik. Sesuai dengan Restra Depdiknas, target Dikti sampai tahun 2009 yang harus direalisasikan perguruan tinggi adalah: persiapan menuju world class university dengan mempersiapkan beberapa jurusan yang berstandar internasional, UB memulai dengan membuka kelas berbahasa Inggris di semua fakultas; memperoleh sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9001:2000, yang dalam waktu dekat akan diperoleh UB; realisasi sistem penggajian berdasarkan kinerja (PP 9 tahun 2007), yang dengan status BLU akan terlaksana lebih cepat; inventarisasi dan pengelolaan barang/aset milik negara (BMN) secara transparan dan akuntabel; jumlah dosen berkualifikasi S2 dan S3 lebih dari 85%, S3 di atas 50%, dan gurubesar di atas 10%, saat ini banyak dosen UB yang sedang studi lanjut; jumlah program studi terakreditasi A lebih dari 50%; kelulusan tepat waktu lebih dari 80%; peningkatan kualifikasi dosen dan pegawai administrasi yang sesuai dengan kompetensinya, di UB berjalan secara linier; pengembangan vitalisasi internal audit, UB telah membentuk Satuan Pengendalian Internal (SPI); dan pengembangan soft skill bagi mahasiswa untuk menunjang entrepreneurship education, sesuai arah pengembangan UB menuju entrepreneurial university.
Pejabat baru
Pejabat fakultas yang dilantik terdiri dari: Dr Ing Setyawan Purnomo Sakti MSc sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Matematika dan Ilmi Pengetahun Alam (FMIPA) menggantikan Drs Unggul P Juswono MSc, Farid Rachman SSi MSi sebagai Pembantu Dekan II FMIPA menggantikan Drs Nur Hidayat MS, Dr Agung Pramana WS MS sebagai Pembantu Dekan III FMIPA menggantikan Drs Warsito MS, Dr Suryadi MSi sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Drs Muhammad Shobaruddin MA sebagai Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FIS, Akhmad Muwafik SSos MSi sebagai Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi FIS, Dr Ratih Nur Pratiwi MSi sebagai Ketua Jurusan Sosiologi FIS, dan Iwan Nurhadi SSos MSi sebagai Sekretaris Jurusan Sosiologi FIS. Sedangkan pejabat lembaga yang dilantik adalah: Dr Multifiah sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM). Dr dr Noorhamdani AS SpMK sebagai Wakil Ketua LPPM Bidang Penelitian, Prof Dr Agus Suryono SU sebagai Wakil Ketua LPPM Bidang Pengabdian Masyarakat. Di samping itu, Rektor juga melantik Dr Ir Harry Soekotjo Dachlan MSc sebagai Ketua Unit Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dr Ir Ni Wayan Suryawardani MS sebagai Kepala Pelayanan Teknologi Informasi, dan Suprapto ST MT sebagai Kepala Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Informasi. Sementara itu, Rektor juga melantik personalia Pusat Inkubator Bisnis dan Layanan Masyarakat: Dr Ir Agus Tjahjono MS sebagai Direktur, Ir Lilik Setyobudi MSc sebagai Kepala Divisi Pengembangan Pendidikan Entrepreneur, Dr Ir Bambang Ali Nugroho DAA sebagai Kepala Divisi Pengembangan Bisnis, dan Dr Ir Nuhfil Hanani Ar MS sebagai Kepala Divisi Pengembangan Unit Bisnis..
Sementara itu pejabat struktural karier eselon II yang dilantik adalah Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan menggantikan Dra Psi Ratnawati yang memasuki masa pensiun, Goerid Hardjito SE MM sebagai Kepala Biro Administrasi Keuangan (BAK), dan Dra Ernani Kusdiantina MM sebagai Kepala Biro Administrasi Umum (BAU). Dua jabatan terakhir itu semula hanya satu, yaitu Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) yang dijabat oleh Goerid Hardjito SE MM. Selain itu dilantik pula 18 pejabat eselon III, dan 77 pejabat eselon IV.
Pejabat eselon III yang dilantik adalah Dra Sukowinarti sebagai Kabag Umum pada Biro Administrasi Umum (BAU), Ir Lies Edhie Yuliani sebagai Kabag Pengadaan pada BAU, Imam Safi'i SE MM sebagai Kabag Kepegawaian pada BAU, Drs Syarif Utomo MSi sebagai Kabag Akuntansi pada BAK, Dra Isnaini sebagai Kabag Anggaran dan Perbendaharaan pada BAK, Drs Agus Yuliawan S sebagai Kabag Akademik pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Drs Mursid sebagai Kabag Alumni dan Job Placement Center pada BAAK, Ali Farid SH MAP sebagai Kabag Kemahasiswaan pada BAAK, Dra Budi Prihatminingtyas MAB sebagai Kabag Perencanaan Kerjasama dan Sistem Informasi pada Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI), Ninik Chairani SH sebagai Kabag Hubungan Masyarakat pada BAPSI, Eko Kuswanto SH sebagai Kabag Tata Usaha pada LPPM, Drs Slamet Kusnady MSi sebagai Kabag Tata Usaha pada Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3), Ir Suhardiyono sebagai Kabag Tata Usaha Fakultas Hukum, Dra Rosadah Agustin S MAB sebagai Kabag Tata Usaha pada Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Dra Megadiarti MM sebagai Kabag Tata Usaha pada FMIPA, Dra Rugjatmiasih sebagai Kabag Tata Usaha pada FIS, Dra Rini Handayani MSi sebagai Kabag Tata Usaha pada Program Bahasa dan Sastra, dan Muslech DiplLib MSi sebagai Kabag Tata Usaha pada Perpustakaan UB. [Far]Presentasi Yamaguchi University
24 November 2008
Diikuti mahasiswa program double degree dan para dosen yang berminagt, Senin (24/2), diselenggarakan presentasi dari Yamaguchi University. Presentasi berlangsung di lantai VIII Gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Delegasi dari perguruan tinggi ternama di Yamaguchi Prefecture ini, terdiri dari Prof Daizo Koga (Presidential Special Advisor for International and Social Affairs Yamaguchi University), Prof Hiroshi Matsuda (Special Advisor for International Strategy Yamaguchi University), Mr Yoshihisa Maehara (Team Leader for International and Social Affairs Yamaguchi University/Japanese Governmental Staff), Mr Mitsuaki Nagamin (Staff of Admission Office Yamaguchi University).
Pada kesempatan itu, secara bergantian keempat anggota delegasi menjelaskan berbagai hal mengenai Yamaguchi University, meliputi macam-macam fakultas serta kehidupan akademik dan non-akademik. Informasi lengkap mengenai Yamaguchi University dapat diperoleh di www.yamaguchi-u.ac.jp. Berbagai pertanyaan pun diajukan hadirin, antara lain mengenai program post-doctoral, perpustakaan, serta asuransi kesehatan.
Dosen UB di Yamaguchi
Saat ini ada dosen dan mahasiswa program double degree yang tengah menempuh pendidikan pascasarjana di Yamaguchi University. Mereka adalah Silvi Herli Dianti, Rani Sasmita, Akhmad Riva’i, dan Desy Hairani, kesemuanya mengambil program agroindustri. Di samping itu ada 4 dosen Fakultas Teknik UB, yaitu Eko Siswanto, Widya, Andre dan Choiron.
Melalui surat elektronik kepada Ketua Program Double Degree UB Prof Ir Lilik Sulistyowati PhD, dikabarkan tentang perjalanan, penyambutan, dan kesan pertama yang begitu mendalam bagi para dosen FT ini. Mereka terkesan akan profesionalisme para pekerja Jepang yang tidak pernah menyepelekan sebuah pekerjaan, sekecil apapun itu. Termasuk para petugas bandara yang melakukan tugas dengan cekatan, lugas, tapi penuh senyuman.
Selain itu, mereka puas dengan akomodasi yang tersedia di international house, serta lingkungan yang kondusif untuk belajar dan bersosialisasi. Lingkungan dan budaya yang ketimuran pun tak luput dari perhatian mereka, dimana dalam pergaulan kesehariannya, orang Jepang diceritakannya sangat mengedepankan etika dan keramahan khasnya. Untuk bersosialisasi, mereka juga mempelajari bahasa Jepang 3 kali seminggu serta budaya Jepang diantaranya menulis kaligrafi (huruf kanji dan hiragana) serta upacara minum teh. [nok]TOT Open Source Software
21 November 2008Indonesia saat ini berada di urutan ketiga dunia untuk pembajakan software (perangkat lunak). Tidak dapat dipungkiri bahwa kita sangat tergantung dengan perangkat lunak merek tertentu untuk melakukan aktifitas kerja seperti mengolah data, menulis ataupun presentasi. Dan untuk memenuhi kebutuhan perangkat lunak, tidak jarang kita menggunakan perangkat lunak ilegal. Hal itu dikarenakan harga perangkat lunak legal yang sangat mahal untuk sebagian besar pengguna. Kondisi yang sangat memprihatinkan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk melakukan tindakan, diantaranya dengan memanfaatkan perangkat lunak berbasis open source.
Demikian Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS ketika membuka Traning of Trainer Open Source Software di Perpustakaan Universitas Brawijaya, Kamis (20/11). Dikemukakan, penggunaan open source dapat mencegah tindakan penggunaan software untuk kepentingan komersial, mencegah penggunaan software ilegal, mendidik anak didik bangsa untuk bersikap kreatif dan membudidayakan kreativitas produk open source yang dihasilkan anak bangsa. Pencanangan open source sebagai upaya pengembangan dan pemanfaatan open source software di Indonesia, merupakan salah satu langkah strategis dalam percepatan penguasaan teknologi informasi di Indonesia.
Sementara itu Kepala Perpustakaan UB Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib selaku fasilitator mengatakan, di masa mendatang Universitas Brawijaya akan menggunakan perangkat lunak open source dengan nama UBOSS (University of Brawijaya Open Source Software).
Pemateri dalam pelatihan ini terdiri dari Hasan Bakri Usman RT, Ratno Wahyu W, dan Wahyu Tri Sasongko. Materi yang diberikan dalam pelatihan meliputi Dasar-dasar Linux dan Open Office.
Pelatihan berlangsung 2 hari, diikuti para kasubbag dan pengajar komputer di lingkungan UB, serta staf dari pemerintah daerah.
Dalam pelatihan ini para peserta diberi kesempatan untuk praktek langsung penggunaan open source IGOS yang dikembangkan oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi. [nik]Workshop Road Safety For All
21 November 2008
Universitas Brawijaya (UB) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Polda Jatim segera menggelar workshop keselamatan lalu lintas dengan tema “Road Safety For All, Menyatukan Langkah Menuju Keselamatan Lalu Lintas“. Workshop tersebut akan diselenggarakan pada hari Kamis, 11 Desember 2008, di gedung Widyaloka UB.Menurut Ketua Pelaksana, Prof Dr Ir Harnen Sulistio MSc, workshop ini dilatarbelakangi adanya tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang telah menjadi masalah sosial dan ekonomi secara serius. Di sepuluh negara anggota ASEAN, kerugian yang ditimbulkan oleh adanya kecelakaan lalu lintas sebesar 15 milyar USD, setara dengan 2.2 % GDP regional ASEAN, di mana estimasi kerugian terbesar terjadi di Indonesia yaitu 6,03 milyar USD (2,91% dari GDP). Oleh sebab itu, perlu perhatian dan upaya sungguh-sungguh untuk mengatasi hal tersebut. “Apalagi sampai saat ini, program keselamatan lalu lintas di Indonesia masih bersifat parsial, mengadopsi negara lain, belum dibuat perencanaan secara terintegrasi dan berkelanjutan ataupun road map program keselamatan secara nasional“, ujar guru besar ilmu teknik jalan raya UB ini.
Diagendakan akan hadir dalam workshop Plt Gubernur Jatim Setia Purwaka, Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S Sumawiredja, Direktur Lalu Lintas Polri/Polda Jatim Kombes Pol Drs Djoko Susilo SH MSi dan Kombes Pol Drs Bambang Sukamto, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim Dr Harry Soegiri MBA . Selain itu akan hadir pula peserta perwakilan 38 pemerintah Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur, perwakilan 38 Kepolisian Resor Kabupaten dan Kota se-Jatim, perwakilan perguruan tinggi, dan perwakilan Organda Jatim.
Menurut Prof Harnen, workshop akan dilaksanakan dalam bentuk rangkaian kegiatan seperti pengararahan dari Gubernur dan Kapolda Jatim, paparan materi keselamatan lalu lintas dari POLRI, diskusi usulan program aksi keselamatan lalu lintas di wilayah Jatim, dan paparan rekomendasi program aksi keselamatan lalu lintas oleh perwakilan peserta dan pilihan-pilihan program yang akan dipromosikan di kabupaten dan kota asal masing-masing.
Prof Harnen berharap, melalui workshop ini akan tercipta persamaan persepsi dan peningkatan koordinasi dalam mewujudkan langkah-langkah nyata guna meningkatkan keselamatan bagi semua pemakai jalan, khususnya di Provinsi Jawa Timur. “Di samping itu, kegiatan ini diharapkan juga akan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru dan strategis berupa program aksi yang dibuat oleh peserta untuk dipromosikan di daerah masing-masing“, tuturnya. [fjr]Rektor UB: SDM Masalah Utama Perguruan Tinggi
20 November 2008Masalah utama yang dihadapi perguruan tinggi saat ini adalah sumber daya manusia (SDM). Terbukti pada saat akreditasi institusi, faktor SDM bisa mendapatkan penilaian terendah. Demikian sinyalemen Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Ir Yogi Sugito, ketika membuka acara sosialisasi beasiswa program pascasarjana (master dan doktoral) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) di gedung Widyaloka UB, Kamis (20/11).
Diambil sebagai contoh UB. "Jumlah profesor baru sekitar 10%. Jika diakreditasi, maka nilainya akan D“, ujar Rektor. Padahal profesor ini bertugas membimbing doktor. Sementara untuk menghasilkan seorang doktor, tentu saja membutuhkan biaya tinggi. Hal ini karena, "Di UB berlaku ketentuan, dosen di bawah 35 tahun disyaratkan untuk studi ke luar negeri atau di luar UB“, tambahnya. Oleh sebab itu, Rektor sangat menghargai ketetapan pemerintah yang dengan persetujuan DPR telah menganggarkan 20% APBN untuk pendidikan, yang antara lain dimanfaatkan bagi peningkatan kualitas dosen melalui program beasiswa.
Peserta sosialisasi terdiri dari para dosen perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Malang Raya, antara lain Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri Malang (Unisma), Institut Teknologi Nasional (ITN), dan UB selaku tuan rumah. Sedangkan sebagai narasumber, hadir dua orang staf Ditjen Dikti, Dra Istri Hardiyati MM dan Purwanto Subroto PhD.
Dalam dan Luar NegeriDalam paparannya Dra Istri Hardiyati MM menjelaskan, melalui program beasiswa Dikti memberi kesempatan perguruan tinggi dalam pembinaan dan pengembangan serta peningkatan mutu dosen sehingga memiliki daya saing internasional. Program beasiswa Dikti meliputi beasiswa unruk studi S2 atau S3, baik di dalam maupun di luar negeri.
Beasiswa Program Pascasarjana (BPPS) dalam negeri, telah dipercayakan kepada 53 PPS di seluruh Indonesia, meliputi 43 PTN dan 10 PTS di antaranya Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Univeristas Atmajaya, Universitas Hamka, dan Universitas Islam Bandung. Bagi dosen yang telah menyelesaikan S3-nya di dalam negeri, maka akan diikutsertakan dalam program sandwich dan post-doc. Untuk program BPPS, tercatat sebanyak 5500 orang peserta program S2, dan 2000 orang peserta program S3. Seleksi program ini dilakukan oleh perguruan tinggi, dengan nilai beasiswa sebesar Rp 1,25 juta.
Sementara untuk ke luar negeri, Dikti juga menyediakan beasiswa. Melalui program ini Universitas Brawijaya telah memberangkatkan 65 orang staf pengajarnya ke beberapa negara di Asia, Australia dan Eropa. Beasiswa ini diberikan kepada dosen tetap PTN/PTS dengan usia maksimal 50 tahun. Selain itu, mereka juga harus memiliki TOEFL 550 atau IELTS 6.5 dan unconditional LoA. Proses seleksi calon peserta program ini meliputi seleksi berkas (form A), unconditional LoA, fotokopi ijazah S1/S2, kemampuan bahasa Inggris dan bahasa negara tujuan, proposal penelitian yang telah disetujui profesor (khusus untuk S3), surat pengantar dari PT asal. Dan khusus untuk pelamar yang sedang belajar di luar negeri, harus memberikan laporan kemajuan belajar yang diketahui oleh pembimbingnya disertai rencana penyelesaian studi.
Komponen beasiswa ini meliputi tuition fee (maksimal 2 tahun untuk S2 dan 3 tahun untuk S3), biaya buku, asuransi kesehatan, biaya transportasi, dan thesis allowance.
Istri Hardiyati juga menginformasikan, untuk periode 2009 mendatang, pendaftaran tahap pertama akan dilakukan paling lambat tanggal 28 November 2008 dengan seleksi pada bulan Desember. Untuk tahap kedua, pendaftaran dilakukan pada 26 Februari 2009 dengan seleksi pada bulan Maret, dan pendaftaran tahap ketiga pada 28 April 2009 dengan seleksi dilakukan pada bulan Mei.
Dalam sesi tanya-jawab, hadirin menanyakan berbagai hal, termasuk mengenai batas usia, program sandwich, dan lain-lain. Salah seorang peserta bahkan ada yang bertanya masalah penetapan pemeringkatan 500 perguruan tinggi oleh Dikti sebagai PT yang harus dituju dan larangan untuk memilih perguruan tinggi di luar itu. Menjawab ini Istri Hardiyati menegaskan, larangan itu dimaksudkan agar ijazah terakreditasi dan diakui oleh Dikti. [nok]Beasiswa BNI bagi 72 Mahasiswa UB
20 November 2008
Dalam rangka realisasi kerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Universitas Brawijaya (UB) memberikan bantuan beasiswa kepada 72 orang mahasiswa. Bantuan sebesar Rp 1 juta per mahasiswa ini dibayarkan sekaligus kepada masing-masing 6 orang mahasiswa angkatan tahun 2007 dari setiap fakultas yang ada di UB. Hal ini ditetapkan melalui Keputusan Rektor nomor 278/SK/2008 tanggal 10 November 2008. Keputusan itu berlaku sejak 3 Januari 2008, dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2008.
Para penerima beasiswa itu adalah sebagai berikut. Program Bahasa dan Sastra: Alfianda, Eni Masita, Miftahul Huda, Risma Eka Hardiyanti, Ulfa Marotin, Wahyu Bagus Ariono; Fakultas Ekonomi: Ari Widayat Moko, Rahmad Ady Firmansyah, Arga Adi Yuwono, Fadhilah P Nardiyah, Ki Agus Amir S, Dian Anggraini; Fakultas Hukum: Aulia Rosidah, Diaz Panca Putra, Ifana Sari, Mahmud Jaelani, Monica Herlina, Sri Agus Cahyono; Fakultas Ilmu Administrasi: Ahmad Muwaththo, Dhinnul Hafiidha, Asngadil Fuad, Sugianto, Dwi Purwaningtyas, Ratna Anjayati; Fakultas Ilmu Sosial: Tri Yudha Wardhana F, Ika Yanti Yuli Astuti, Imannia IIfa Damarani, Muhammad Iwan Safrulloh, Anilatin Naira, Isymam; Fakultas Kedokteran: Fela Ermawati, Indah Lestaningrum, Efriko Septananda S, Era Ajar S, Eva Lydyawati, Siti Fitria; Fakultas MIPA: Siti Maimunah, Syamsul Hafiz, Lailatul Wahidah, Dewi Ratnasari, Siti Choirun Nisak, Sulis Hermanik; Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan: Syarif Fatimahu, Yuli Suprihatin, Firdaus Elfa Syarati, Farid M Prabowo, M Yunus Effendi, Yuniar Arum; Fakultas Pertanian: Wahyudi Prasetyo, Wulan Invica Hadi, Moch Rofiq, Supermansyah, Abu Bakar Assidiq, N Fuad Hasan; Fakultas Peternakan: Cahyo Hadi Utomo, Moch Luthfi Alfan, Rosidi Azis, Riftiani Fauziyah, Ridityo Mahendra, Wahyu Edi Dwi P; Fakultas Teknik: Handiny Indah P, M Syachroni K, Sangaji, Andika Saputra, Yunan Oka S, Gita Rosadi Chandra; Fakultas Teknologi Pertanian: M Try Wardhana, Maharani Firdaus, Pipit Wulandari, Risky Bayu Pratama, Novan Lutvianto, dan Rindha Ayu R. [Far]Ceramah Ilmiah Populer Stroke
19 November 2008
Unit Korps Pegawai Republik Indonesia Universitas Brawijaya (Korpri UB), Rabu (19/8), menyelenggarakan ceramah ilmiah populer. "Ini merupakan perwujudan dari salah satu visi-misi Korpri UB, yakni mengembangkan managerial, kesehatan dan spiritual", ujar Ketua Unit Korpri UB, Drs Djanalis Djanaid, membuka acara. Ceramah yang diadakan hari ini merupakan rangkaian acara peringatan HUT ke-37 Korpri. Beberapa kegiatan telah dan akan dilaksanakan, seperti lomba nyanyi kroncong dan lagu pop (17-18 November), ceramah tentang hukum dan perekonomian global (27 November) dengan narasumber Dr Isrok SH MS dan Prof Dr Ubud Salim SE MA.Ceramah tentang Stroke dan Pencegahannya disampaikan Dr dr Achdiat Agoes SpS, staf pengajar Fakultas Kedokteran (FK) UB. Dr Achdiat Agoes mengawali ceramahnya dengan menjelaskan apa yang dimaksud stroke. Dikatakannya, stroke adalah serangan otak yang berlangsung mendadak akibat gangguan vaskular yang menimbulkan gangguan fungsi neuronal lebih dari 24 jam. Ada beberapa jenis stroke, yakni stroke sempurna (completed stroke), stroke dalam perkembangan (in evolution stroke), stroke yang pulih kembali (reversible ischemic neurological deficits), dan serangan otak sepintas (kurang dari 24 jam).
Dipaparkan data, stroke adalah penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker. Di Amerika yang masyarakatnya mempunyai kesadaran kesehatan tinggi, terdapat 700 ribu kasus stroke, sementara di Eropa 450 ribu kasus. Dari jumlah itu, 7,6% meninggal dalam 30 hari karena stroke iskemik, dan 37,5% karena stroke perdarahan.
Diperkirakan di Indonesia yang jumlah penduduknya kurang dari Amerika dan kesadaran kesehatannya rendah, angka itu mencapai 600 ribu. Sedangkan di Malang, tercatat 720 orang penderita baru stroke dalam setahun, atau rata-rata 2 orang per hari.
Akibat stroke, terjadi kematian sel otak baik nekrosis maupun apoptosis. Padahal otak adalah organ yang mengatur gerak jantung, mempengaruhi pula liver serta sistem pencernaan. Mengenai faktor risiko stroke, Dr Achdiat Agoes memilahnya menjadi dua. Faktor yang tidak bisa diubah yaitu: usia tua, jenis kelamin pria, kulit berwarna, dan riwayat keluarga. Sedangkan faktor yang bisa diubah adalah: darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes), jantung berdebar, penyakit pembuluh darah, kadar kolesterol tinggi, perokok, kegemukan (obesitas), pemabuk/peminum alkohol. Fakta menunjukkan, kebanyakan kejadian stroke dipicu oleh kondisi terkejut, kecewa, atau khawatir. Keadaan demikian menyebabkan sekresi adrenalin meningkat, dan jantung berdebar-debar. IInilah pemicu terjadinya stroke. Faktor-faktor risiko yang terakhir ini menurut Dr Achdiat Agoes dapat diubah, yakni dengan pola hidup teratur, mengurangi stress, cukup istirahat, mengurangi makanan berkadar lemak tinggi, banyak minum air putih, banyak makan sayur dan buah-buahan dengan kandungan antioksidan tinggi, dan berolah raga secara teratur.
Menjawab pertanyaan salah seorang hadirin, Dr Achdiat Agoes menegaskan perlunya tindakan cepat terhadap pasien yang terkena serangan stroke. Dalam waktu kurang dari 3 jam, pasien harus sudah mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Seusai ceramah stroke, diberikan pula ceramah tentang pengaruh bahan pengawet makanan terhadap kesehatan yang disampaikan oleh Ir Chanif Mahdi MS, staf pengajar Jurusan Kimia FMIPA UB, pemegang beberapa hak paten atas penemuannya berupa beberapa reagen kit pendeteksi kandungan formalin, boraks, dan rhodamin.
Sebelum acara ceramah, hadirin diberi kesempatan untuk pemeriksaan darah, baik tekanan darah maupun kadar gula dan kolesterol darah. Tidak hanya berhenti sampai di situ, nantinya Korpri juga akan melanjutkan dengan konsultasi atau bahkan tindakan medis bagi mereka yang hasil pemeriksaannya memerlukan itu. [Far]Lomba Nyanyi Pop dan Keroncong HUT Korpri
18 November 2008
Lomba menyanyi lagu pop dan keroncong yang digelar oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Universitas Brawijaya ternyata diminati oleh sivitas akademika. Ini terlihat dari banyaknya jumlah peserta yang mendaftarkan diri ke panitia baik dari kalangan tenaga dosen maupun administrasi, apakah itu PNS, tenaga honorer maupun Dharma Wanita. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Korpri ke 37 itu berlangsung selama dua hari, 17-18 November 2008, di Gedung Widyaloka dan dibuka oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito.Kategori lagu yang diperlombakan yaitu jenis keroncong, dengan judul lagu wajib Tanah Air dan Bandar Jakarta yang dipopulerkan oleh Sundari Sukotjo, serta lagu pilihan dengan judul lagu Dewi Murni dan Hanya Engkau. Sementara untuk kategori jenis pop yang menjadi lagu wajib adalah Pergi untuk Kembali buah karya Minggus Tahitu dan Cinta karya Titik Puspa.
Untuk lagu pilihan kategori pop, para peserta boleh memilih salah satu dari tiga judul lagu yang ditetapkan panitia yaitu Gubahanku ciptaan Gatot Sunyoto yang dipopulerkan oleh Broery Pesulima, Jalan Terbaik, dan Kaulah Segalanya yang dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya. Musik pengiring oleh grup keroncong Gita Brawijaya. Peserta diperbolehkan mengikuti dua kategori, baik keroncong maupun pop.
Bertindak sebagai tim juri dari kategori lagu keroncong yaitu Priyadi, guru vokal yang telah banyak menjuarai berbagai lomba menyanyi keroncong di tingkat nasional; Lulus Yuli Purnamani, penyanyi keroncong senior kota Malang; dan Ary Kuntjahjo, pengasuh acara dan pengarah acara musik keroncong di RRI Malang. Untuk kategori lagu pop, tim juri terdiri dari Aulia Dita Anggraini, alumni UB yang sering mengikuti berbagai kejuaraan menyanyi baik di tingkat nasional maupun internasional; Tri Wartono, staf Pemkot Batu yang pernah menjadi pelatih terbaik vokal grup tingkat nasional; dan Fandi Zie, mahasiswa Universitas Brawijaya pemain electone yang handal.
Penyisihan
Babak penyisihan yang digelar Senin (17/11) dari 79 peserta yang mengikuti babak penyisihan lomba, terpilih 5 besar untuk masing-masing kategori, keroncong dan pop baik putra maupun putri. Keroncong putra, terdiri dari: Suharto (FE), Slamet Riyanto (FP), Dian Lukito (FK), Ainurrasjid (KP) dan Bambang Setiono (Faperik); Keroncong putri: Multifiah (FE), Henny Tirtasari (FT), Titin Sumarni (FP), Sri Hariyati (FK) dan Wenny B Sunarharum (FTP); Pop putra: Moch Endri Lestari (FT), dr A Rousdy Noor (FK), Andres (FK), Ainurrasjid (KP), dan Slamet Riyanto (FP); Pop putri: Dr Arum Prastiwi MSi Ak (FE), Lina Rakhmasari AMd (FT), Dr Ir Titin Sumarni MS (FP), Sri Sunarmi (KP) dan Sri Haryati (FK).Para Juara
Babak final digelar Selasa (18/11), di tempat yang sama. Dari lima besar yang lolos babak penyisihanm oleh Juri ditetapkan tiga pemenang, berdasarkan penilaian terhadap teknik suara, improvisasi, dan penampilan. Berikut adalah mereka yang keluar sebagai juara untuk keempat kategori. Keroncong putra: juara pertama Suharto (FE) dengan lagu Bandar Jakarta, memperoleh nilai 486, juara kedua Dian Lukito (FK) dengan pilihan lagu Kr Tanah Air, mendapat nilai 450, dan juara ketiga Ainurrasjid (KP) dengan lagu Bandar Jakarta, perolehan nilai 430. Keroncong putri: juara pertama diraih oleh Multifiah (FE) dengan judul lagu Kr Tanah Air, perolehan nilai 488, juara kedua Henny Tirtasari (FT) dengan lagu Tanah Air, nilai 465, dan juara ketiga Titin Sumarni (FP) dengan judul lagu Kr Tanah Air dan perolehan nilai 456. Pop putra: juara pertama Moch Endri Lestari (FT) dengan pilihan lagu Cinta, nilai 611, juara kedua diraih oleh Ainurrasyid (KP) nilai 602 untuk lagu Cinta, dan juara ketiga Slamet Riyanto (FP) dengan pilihan lagu Gubahanku, meraih nilai 592. Pop putri: juara pertama Lina Rakhmasari (FT) dengan nilai 627 dengan pilihan lagu Cinta; juara kedua oleh Sri Haryati (FK) dengan pilihan lagu Pergi untuk Kembali dengan nilai 619, dan juara ketiga Titin Sumarni dari (FP) dengan lagu Cinta serta memperoleh nilai 613. Para pemenang berhak mendapatkan trofi dan sejumlah uang. Khusus juara pertama untuk keempat kategori akan dikirim mewakili Korpri UB dalam lomba yang sama di tingkat Propinsi Jawa Timur. [nik]Kursus Teknologi Pembuatan Bakso
18 November 2008Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya bidang ekonomi menyelenggarakan Kursus Teknologi Pembuatan Bakso, Selasa (18/11), di Gedung Widyaloka. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti oleh 40 anggota Dharma Wanita di tingkat fakultas. Hadir sebagai pemateri yaitu Ir Aris Sri Widati MS dan Ir Eny Sri Widyastuti MP dari Fakultas Peternakan Jurusan Teknologi Hasil Ternak.
Ketua Dharma Wanita Universitas Brawijaya Ny Eny Yogi Sugito dalam sambutan pembukaan mengatakan, salah satu tujuan diselenggarakannya kursus adalah agar anggota mampu membangun usaha keluarga bilamana suami memasuki masa purna tugas.
Dalam paparannya Aris Sri Widati dan Eny Sri Widyastuti mengungkapkan, bakso adalah salah satu makanan khas Indonesia yang bergizi tinggi karena diolah dari bahan utama daging sapi, ayam, ikan, maupun udang, serta ditambah oleh bahan pengisi berupa pati. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui, bakso yang disukai konsumen adalah yang memiliki struktur fisik halus, tekstur padat, kompak dan kenyal. Berdasarkan Standar Nasional Indonsesia (SNI) bakso yang baik memiliki persyaratan sifat fisik meliputi: bau normal khas daging, cita rasa gurih, warna sesuai bahan baku, dan tekstur kenyal, serta sifat kimia meliputi: kandungan air maksimal 70%, kadar protein minimal 9%, kadar lemak maksimal 2%, kadar mineral maksimal 3% dan tidak mengandung boraks. Idealnya bakso yang lezat dan bermutu tinggi menggunakan tepung tapioka sebanyak maksimal 10% dari berat daging. [nik]Disertasi Sri Murwani: Peran Adhesin pada Outer Membrane Protein
18 November 2008
Sejak dahulu Chlamydia pneumoniae (C. pneumoniae), bakteri obligat intraseluler dan merupakan patogen pada saluran pernafasan manusia, dihubungkan dengan patogenesis aterosklerosis dan manifestasi klinisnya. Lipoposakarida C pneumoniae dapat menginduksi diferensiasi monosit menjadi makrofag, menyebabkan terbentuknya sel busa makrofag secara in vitro apabila dipapar dengan low density lipoprotein (LDL). C pneumoniae melalui beberapa proteinnya mampu menginduksi ekspresi MMP-9 makrofag, maka deteksi protein adhesin dan uji kemampuannya dalam menginduksi degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag dan MMP-9.Hal itu dikemukakan Drh Sri Murwani MP dalam disertasi berjudul “Peran Adhesin pada Outer Membrane Protein (OMP) Chlamydia pneumoniae dalam Degradasi Kolagen Tipe-IV melalui Aktivasi Makrofag dan Peningkatan MMP-9”. Ujian terbuka disertasi ini digelar di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya (PPS-UB), Selasa (18/11). Komisi pembimbing terdiri dari Prof Dr dr Djanggan Sargowo SpPD (K) FIHA FACC (promotor), Prof Dr dr Handono Kalim SpPD (KR) (kopromotor I), Prof Dr dr Mulyohadi Ali (kopromotor II), Dr dr Ketut Muliartha SpPA (kopromotor III), dan Prof Dr dr Sumarno DMM SpM (kopromotor IV)K. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD KEMD (K) dan Dr drh Aulani’am DES.
Sri Muwarni menyatakan, penelitiannya bertujuan untuk menguji peran adhesin OMP C pneumoniae dalam menginduksi degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag dan MMP-9 in vitro. Penelitian yang dilaksanakan adalah hasil dari 3 tahapan penelitian sebelumnya. Penelitian tahap pertama berjudul “Deteksi Adhesin pada OMP C pneumoniae terhadap sel endotelial manusia, bertujuan mendeteksi adanya bahaya adhesin pada OMP C pneumoniae. Penelitian ini bersifat observasional laboratorik dan hasilnya dianalisis secara deskriptif. Penelitian tahap kedua berjudul “Kemampuan adhesin OMP C pneumoniae dalam mengaktivasi makrofag”, bertujuan menguji kemampuan adhesin OMP C pneumoniae (hasil penelitian tahap pertama) dalam mengaktivasi makrofag. Keberhasilan aktivasi diukur berdasar kemampuan protein dalam menghambat apoptosis makrofag, kemampuan makrofag dalam memfagositosis. Dari penelitian eksperimental laboratorik ini Sri Murwani mengambil hipotesis bahwa adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae mampu mengaktivasi makrofag.
Sedangkan penelitian tahap ketiga yang berjudul “Kemampuan MMP-9 Makrofag yang Dipapar Adhesin OMP C pneumoniae dalam Mendegradasi Kolagen Tipe-IV”, bertujuan mendeteksi kemampuan MMP-9 (hasil penelitian tahap kedua) dalam mendegradasi kolagen tipe-IV. Seperti penelitian tahap pertama, penelitian tahap ketiga ini juga bersifat observasional laboratorik.
Dari 3 tahap penelitian itu diperoleh hasil, pada OMP C pneumoniae ditemukan adhesin dengan berat molekul 61 kDa yang mampu mengaktivasi makrofag dan peningkatan MMP-9. Sementara itu MMP-9 yang diproduksi makrofag mampu mendegradasi kolagen tipe-IV. Dapat disimpulkan, adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae mempunyai peran dalam degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag dan peningkatan MMP-9. Dapat disimpulkan pula, adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae mempunyai peran dalam menginduksi rupturnya plak aterosklerotik.
Melihat pentingnya adhesin 61 kDa OMP C pneumoniae dalam memfasilitasi perlekatan C penumoniae pada sel endotelial manusia, dan perannya dalam menginduksi degradasi kolagen tipe-IV melalui aktivasi makrofag, maka pembuatan antibodi monoklonal tersebut akan sangat bermanfaat. Antibodi monoklonal menjadi sangat penting, karena dapat menghambat perlekatan C pneumoniae pada sel endotelial, sehingga C pneumoniae tidak mampu mengiinfeksi sel. Di samping itu juga dapat menghambat aktivasi makrofag, sehingga dapat mencegah degradasi kolagen tipe-IV dan terjadinya ruptur plak aterosklerotik.
Sri Murwani berharap penelitiannya dapat bermanfaat sebagai dasar pengembangan penelitian C pneumoniae, pengembangan ilmu pengetahuan tentang hubungan penyakit infeksi dengan rupturnya plak aterosklerotik, dan sebagai prediktor dini individu terinfeksi C pneumoniae yang menderita UAP dan IMA.
Setelah mempertahankan disertasinya, ia dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran dengan kekhususan biomedik, dengan IPK 3,88, dan predikat sangat memuaskan.
Dr Drh Sri Murwani MP, perempuan kelahiran Surakarta, 1 Januari 1964. Saat ini, dokter hewan (1987) dan magister bidang sains veteriner dengan kekhususan Biopatologi (1995) lulusan Universitas Gadjah Mada ini adalah staf pengajar Program Kedokteran Hewan UB (2008), di samping staf pengajar di Laboratorium Mikrobiologi FK UB (sejak 1997) dan staf di Laboratorium Sentral Biomedik FKUB (sejak 1997). Sebelumnya, Sri Murwani adalah staf pengajar pada Laboratorium Mikrobiologi FKH UGM (1988-1997). Bersuamikan Drh I Putu Atinia, Sri Murwani dikaruniai dua orang putri. [fjr]Baru 5 Perguruan Tinggi Aktif Mematenkan Karyanya
Selasa, 18 November 2008
Hingga saat ini, dari sekitar 2.800 perguruan tinggi di Indonesia, baru lima perguruan tinggi yang aktif mendaftarkan pematenan terhadap karya-karyanya. Kelimanya adalah Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Brawijaya Malang.
Selama 22 tahun sejak tahun 1985 hingga 2007, penetapan Hak atas Kekayaan Intelektual atau HaKI di seluruh perguruan tinggi Indonesia hanya 419. Padahal, Indonesia memiliki sekitar 2.800 perguruan tinggi yang potensial menghasilkan hasil karya penelitian.
Ketua Tim HaKI Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Dikti Prof Suprapto, Senin (17/11), di Surabaya, Jawa Timur, mengatakan, kesadaran akademisi Indonesia terhadap pentingnya HaKI sangat rendah. Hal itu terlihat dari kecilnya jumlah pengajuan paten terhadap karya-karya penelitian mahasiswa maupun para dosen.
”Sebagian besar hasil penelitian, pengabdian masyarakat, atau kreativitas mahasiswa hanya diwujudkan menjadi buku ajar ataupun laporan saja. Jika ada beberapa karya yang kemudian dipatenkan, itu pun hanya kebetulan saja karena mengikuti workshop,” ujarnya di sela Pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian Berpotensi Paten yang diselenggarakan Universitas Widya Mandala Surabaya.
Menurut Suprapto, pendaftaran paten di Jepang mencapai 370.000 per tahun, sedangkan di India mencapai 17.000 per tahun. Hal itu berbanding terbalik dengan frekuensi pengajuan paten di Indonesia yang dalam 23 tahun terakhir hanya 419 buah.
Kendala terbesar dari minimnya penetapan paten karya penelitian perguruan tinggi adalah sebagian besar hasil karya yang diajukan hanya berupa pengulangan dari inovasi sebelumnya. Padahal, pematenan sebuah karya memiliki tiga syarat, yaitu inovasi baru, dapat dibuktikan dengan benar, dan dapat diaplikasikan.
Wakil Rektor Universitas Katolik Widya Mandala Kuncoro Foe mengungkapkan, banyak dosen yang belum memahami bagaimana cara memproses HaKI. Selain itu, muncul pula kekhawatiran bagaimana jika saat hasil karya atau penelitian diajukan, invonasi mereka justru dijiplak pihak lain. [ABK]
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/18/0124217/hanya.419.paten.perguruan.tinggi.selama.23.tahunPenting, Mengutamakan Ketahanan Pangan Keluarga
18 November 2008Akhir-akhir ini masalah ketahanan pangan menjadi topik yang menghiasi banyak media masa. Isu perlu-tidaknya swasembada beras, kemandirian pangan sampai kedaulatan pangan, menjadi bahan diskusi yang tidak habis-habisnya. Tetapi menurut Prof Soekartawi, justru Ketahanan Pangan Keluarga sebetulnya yang perlu mendapatkan perhatian utama, karena pertimbangan sebaran penduduk, di samping jumlahnya besar, juga tersebar di banyak tempat di Indonesia dengan ragam pangan yang bervariasi.
Guru besar ekonomi pertanian Universitas Brawijaya ini menyatakan dalam makalah berjudul ‘Studi Sosial Ekonomi Pemahaman Ketahanan Pangan Dalam Menuju Kedaulatan Pangan’ yang disampaikan pada seminar nasional ”Peran Teknik Pertanian dalam Kedaulatan Pangan dan Energi Hayati Menuju Agro-Industri yang Berkelanjutan” yang digelar FTP-UGM, 17-18 November 2008.
Makalah Soekartawi yang disiapkan bersama timnya ini, merupakan satu-satunya makalah dosen UB yang lolos dalam seminar tersebut dari 89 makalah yang dipresentasikan maupun diterima sebagai poster.
Selanjutnya Soekartawi menjelaskan, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik dalam jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau. Sementara itu swasembada pangan adalah kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri. Sedangkan kemandirian pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan tanpa adanya ketergantungan dari pihak luar, dan mempunyai daya tahan tinggi terhadap perkembangan dan gejolak ekonomi dunia.
Kemudian dalam Undang-Undang Pangan muncul istilah kedaulatan pangan, yang dimaksudkan untuk mengekspresikan hak setiap orang, masyarakat dan negara untuk mengakses dan mengontrol aneka sumberdaya produktif serta menentukan dan mengendalikan sistem (produksi, distribusi, konsumsi) pangan sendiri sesuai kondisi ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya khas masing-masing.
Soekartawi juga mengajak semua pihak untuk tetap memperhatikan masalah pangan ini karena pangan adalah kebutuhan utama penduduk yang harus dipenuhi (di samping sandang dan papan), sebab kekurangan pangan bisa menimbulkan gejolak sosial di masyarakat. [skw]Bedah Buku dan Kuliah Tamu Fadel Muhammad
17 November 2008Reformasi administrasi publik yang nampak dalam konsep New Public Management (NPM) telah dilakukan di Indonesia sejak lebih dari satu dekade terakhir. Di beberapa negara maju, bentuk reformasi manajemen yang berorientasi wirausaha ini (manajemen kewirausahaan) telah terbukti meningkatkan kinerja pemerintahannya. Demikian antara lain pengantar buku berjudul “Reinventing Local Government” yang di tulis oleh Dr Ir Fadel Muhammad.
Buku yang merupakan pengembangan dari disertasi Fadel Muhammad pada Program Administrasi Negara UGM ini dibedah di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB), Senin (17/11). Acara ini dihadiri ratusan orang dari berbagai kalangan, akademisi, praktisi, serta mahasiswa program pascasarjana yang sebelumnya juga mengikuti kegiatan kuliah tamu. Acara ini terselenggara atas kerjasama FIA-UB dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Tak kurang dari enam orang guru besar membedah buku ini. Prof Dr Sjamsiar Indradi, Prof Dr Soesilo Zauhar MS, Prof Dr M Irfan Islamy MPA, Prof Drs Solichin Abdul Wahab MA PhD, Prof Dr Yuli Andi Gani MS, dan Prof Dr Agus Suryono SU dari FIA-UB, ditambah beberapa akademisi dari luar UB seperti Dr Eni Haryati MSi (Dekan FIA Unitomo Surabaya), dan praktisi/birokrat Dr Taufikurrachman Saleh (anggota DPR RI), Dr Dade Angga (Bupati Pasuruan), Dr Jarot Edy Sulistiyono (Kepala Humas Kota Malang), dan Dr Asyhar (Staf Khusus Gubernur Jawa Timur).
Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito didampingi Dekan FIA Prof Dr Suhadak MEc, dan Dr Ir Fadel Muhammad membuka acara dengan makan jagung bersama yang diikuti secara kolosal oleh seluruh peserta yang hadir. Di akhir acara juga diserahkan benih jagung unggulan produksi Gorontalo kepada Dekan FIA-UB.Tujuh Agenda
Dalam bukunya, Fadel Muhammad memberikan pemahaman mengenai kinerja pemerintah daerah dalam perspektif teoritis dan praksis, terutama terkait pengalamannya sebagai gubernur wilayah pemekaran, yaitu Provinsi Gorontalo. Beberapa pertanyaan yang mendasari penulisan buku ini adalah, apakah manajemen kewirausahaan yang telah diaplikasikan di Propinsi Gorontalo mampu meningkatkan kinerja pemerintah daerah dan apakah ada faktor lain yang mendorong atau menghambat manajemen kewirausahaan tersebut dalam meningkatkan kinerja pemerintah daerah. Menurutnya, ada tujuh agenda khusus dalam rangka membangun kinerja pemerintah daerah yang unggul. Ketujuh agenda tersebut meliputi 1. Reformasi birokrasi, 2. Menjalankan kebijakan dengan pasar sebagai penggeraknya untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat dan menghapus retribusi yang menghambat usaha perekonomian rakyat, 3. Menjadi pemerintah yang katalis dengan memanfaatkan faktor dukungan daerah untuk meningkatkan produksi pertanian, 4. Mensiasati hambatan lingkungan makro berupa kekakuan instansi pusat yang mengakibatkan daerah tidak mampu memanfaatkan potensi dan peluang bisnisnya, 5. mensiasati hambatan lingkungan makro berupa kekakuan pusat dalam hal penyertaan modal untuk mendukung pengadaan infrastruktur terutama fasilitas pelabuhan dan bandara, 6. Menjadikan pemerintah daerah yang berorientasi pelanggan dengan pemerintah antisipatif, 7. Membangun keunggulan bersaing yang berbasis pada keunggulan lokal.
Studi Kasus: Gorontalo
Dalam kuliah tamu yang diikuti mahasiswa PPS, Fadel mengatakan bahwa perubahan harus dibuat secara bertahap dengan disertai goal yang jelas. Untuk itu, ia menekankan pentingnya tiga hal dalam memajukan daerah yaitu terobosan, inovasi dan networking. Menuju hal ini, pertama-tama yang dilakukannya di Gorontalo adalah perubahan mindset birokrat menjadi berwawasan kewirausahaan. “Untuk perubahan mindset ini saja saya menghabiskan dana hingga Rp 6 M”, kata dia. Selanjutnya, ia mengembangkan Gorontalo menjadi sebuah daerah yang berbasis pada komoditas. Komoditas utama daerah tersebut adalah pertanian (jagung) dan perikanan (tuna). Atas keberhasilannya mengembangkan komoditas ini dan mencukupi kebutuhan daerahnya, Gorontalo berhasil memperoleh penghargaan dalam bidang ketahanan pangan selama tiga tahun berturut-turut, yaitu 2004, 2005 dan 2006, hingga meraih penghargaan ketahanan pangan abadi.
Fadel yang juga pengusaha mengatakan, mengelola korporasi dan pemerintahan menurutnya tidak berbeda jauh. “Mengelola sebuah korporasi menghasilkan barang, ada untung, dan untungnya masuk ke kantong pribadi atau pemegang saham. Sedangkan dalam mengelola pemerintahan akan dihasilkan barang-barang sosial (social good) dengan devidennya adalah kepuasan rakyat”, kata dia. Untuk itu, menurut Fadel, dibutuhkan seorang pemimpin yang memiliki jiwa kewirausahaan di samping jiwa inovatif, dan lain-lain. [nok]Kontingen Perisai Diri UB Dilepas PR-III
17 November 2008Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR-III) Ir RB Ainurrasjid MS, Senin (17/11) melepas keberangkatan kontingen Perisai Diri Universitas Brawijaya di ruang kerjanya, lantai VI Gedung Rektorat. Kontingen beranggotakan 29 orang, terdiri dari 25 orang peserta tanding dan 4 orang official, akan mengikuti kejuaraan Perisai Diri Piala Presiden Tingkat Nasional ke-22 di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Bali pada 19-23 November 2008. Manajer tim Sudarsih, dari Fakultas Ilmu Administrasi melaporkan, kontingen Perisai Diri UB akan turun di 21 nomor yang dipertandingkan. Kategori itu meliputi 6 kategori versi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), 2 kategori di nomor seni IPSI, dan 13 di nomor kategori versi Perisai Diri. Sudarsih mengakui kontingen Universitas Padjajaran Bandung sebagai lawan terberat yang harus dihadapi kontingen UB.
Unit Aktivitas Perisai Diri UB telah meraih berbagai prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada 2007 tim Perisai Diri UB berhasil meraih juara umum untuk ajang yang sama. Sementara itu PR-III berharap agar Perisai Diri UB mampu mengharumkan nama Universitas Brawijaya dengan merebut kembali juara umum. [nik]Sugeng Rianto, Kembangkan Program Aplikasi Bedah Virtual
Jum'at, 14 November 2008 ]Mouse Bergetar Terasa Mengiris Kulit.
Kemajuan teknologi memungkinkan praktik pembedahan pada dunia kedokteran tidak lagi menggunakan mayat manusia. Tapi cukup melalui layar komputer. Sugeng Rianto mencoba mengembangkannya melalui software bedah virtual yang tengah dirancangnya. [Yosi Arbianto, MALANG]
---
Bayi yang baru lahir divisualisasikan pada layar komputer. Semacam pisau bedah pun tampak di layar. Sugeng memutar-mutar visualisasi bayi itu menggunakan mouse 3D (tiga dimensi). Mouse mirip pegangan tutup panci itu ada di tangan kirinya.
Sementara visualisasi pisau bedah bisa digerakkan dengan haptic di tangan kanan. Haptic semacam mouse robot khusus virtual. Bentuknya mirip bulpen yang terhubung dengan lengan ke sebuah kotak motor listrik.
Perlahan, Sugeng membedah kulit bayi berwarna abu-abu tersebut. Pisau bedah bisa diarahkan sesuai keinginan. Sayatan demi sayatan pisau bedah itu tampak di layar monitor. Apa yang dia lakukan dengan pisau bedah itu ternyata juga terasa secara mekanik. Kekenyalan kulit, adanya kulit yang teriris, dan gesekan pisau bedah dengan kulit juga bisa dirasakan tangan kanannya yang memegang haptic.
Tekstur kulit itu membuat haptic tersendat, bergetar, dan tergesek. Nyaris mirip rasanya apabila tangan memegang langsung pisau bedah itu untuk mengiris. "Kalau sudah sempurna, kulitnya yang dibedah nanti mengeluarkan darah. Ada detail otot dan syarafnya juga tampak tulangnya," ungkap dosen Fisika Medis MIPA Universitas Brawijaya (UB) ini.
Sudah lima tahun ini Sugeng serius mengembangkan sebuah program aplikasi yang dinamakan bedah virtual. Dengan program aplikasi itu, membedah tubuh atau bagian tubuh manusia bisa dilakukan melalui tampilan layar komputer.
Objeknya pun duplikat dari objek nyata. Hanya wujudnya berupa tampilan gambar tiga dimensi. "Untuk membuat duplikat, bagian tubuh yang dibedah di CT-scan dulu. Setelah direkonstruksi dengan bahasa pemograman, nanti objek di layar komputer sama dengan objek sesungguhnya," ungkap pemilik gelar Ph.D dari Curtin University of Technology Australia ini.
Bedah virtual punya banyak keunggulan. Menurut Sugeng, bisa untuk latihan mahasiswa kedokteran dalam memahami anatomi tubuh. Mahasiswa tak lagi membutuhkan mayat untuk praktik anatomi. Saat ini mayat yang terlantar sudah sangat sulit didapat untuk praktik mahasiswa kedokteran. Ke depan, tak mungkin lagi mengandalkan mayat untuk praktik. "Penggunaan boneka manusia juga membutuhkan biaya besar. Setelah dibedah-bedah, boneka pun akhirnya tak bisa digunakan lagi," ungkap dosen kelahiran 1969 ini.
Bagi dokter spesialis bedah, adanya program aplikasi bedah virtual juga bermanfaat bagi perencanaan pembedahan. Dokter bisa merencanakan pembedahan karena memiliki gambar tiga dimensi. Dokter tak lagi menduga-duga atau mengira-ngira lokasi pembedahan atau sasaran pembedahan.
"Dokter nanti sudah tidak lagi mengendalkan perkiraan. Sudah dibedah, eh.. kurang ke bawah sedikit. Setelah pisau diturunkan, ternyata kurang ke kiri sedikit. Kalau yang bedah mikro, bisa merusak semua jaringan kalau dokternya main perkiraan," jelas dosen asli Kota Batu ini.
Menurutnya, gambar mendekati objek nyata karena yang divisualisasikan juga dari objek nyata. Hasil CT-scan yang telah direkonstruksi memunculkan gambar tiga dimensi yang sama persis dengan aslinya. Rekonstruksi data menjadi gambar tiga dimensi menggunakan tiga buah bahasa program. Yakni C++, Python, dan VRML (virtual reality modelling languages).
Tak hanya visualisasi yang sama persis, rasa terhadap tekstur gambar juga nyata. Dibuat persis seperti aslinya. Kulit terasa kenyal, otot agak kaku, dan tulang terasa keras. Semua itu bisa dirasakan lewat alat yang disebut haptic. "Kalau kekenyalan kulit digambar 3D sama dengan aslinya, tekanan pisau bedah juga sesuai. Tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dangkal saat membedah," katanya.
Menyeriusi medical imaging science dimulai Sugeng semenjak menuntut ilmu di Curtin University Australia, awal 2000 lalu. Kebetulan disertasinya membuat sebuah program bedah virtual di daerah telinga. Bedah di telinga itu untuk memasang sebuah alat pendengaran mikro. Setelah berhasil mem-virtualkan sebuah kasus medis tersebut, dia tertarik memvirtualkan banyak kasus medis lainnya.
"Saat ini saya tengah memvirtualkan bedah arthroscopy di lutut seorang pasien. Kalau tanpa divirtualkan, sulit untuk menentukan jalan masuk ke lutut yang sakit," kata anggota ICMI ini.
Ke depan, hasil penelitiannya diharapkan bisa menyumbang kemudahan bagi dunia medis di Malang bahkan di Indonesia. Di dunia, bedah virtual juga masih jarang. Setidaknya diketahui Sugeng dari keikutsertaannya dalam workshop medical imaging science di Amerika, Republik Ceko, dan Rusia pada 2008 ini. "Padahal sangat dibutuhkan bagi dunia kedokteran dan pembelajaran kedokteran. Agar dokter bedah tak hanya mengandalkan insting dan perkiraan saja," harap dosen yang punya bacaan fovorit buku The Judgment Day (hari kiamat) ini. [*/ziz]
http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=41577Presentasi Proposal BLU-UB di Jakarta
14 November 2008Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Rabu (13/11) kemarin, mempresentasikan proposal Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) Universitas Brawijaya. Presentasi dilakukan di depan sebuah tim penilai dari Direktorat Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU), Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Departemen Keuangan yang terdiri dari 32 orang. Dalam kesempatan itu Rektor didampingi oleh Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH, Tim BLU-UB, dan para pejabat Keuangan UB, serta para pejabat dari Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
Praktek bisnis
Dalam presentasi disampaikan maksud UB menerapkan PPK-BLU. Pertama, BLU diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat dengan menonjolkan prinsip produktivitas, efisiensi, dan efektivitas di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian pada masyarakat. Diharapkan pula BLU mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sementara itu penerapan praktek bisnis yang sehat ketika BLU sudah diterapkan diharapkan juga mampu membentuk UB yang lebih mandiri dalam pengembangan pendanaan melalui pengembangan unit usaha dan kerjasama. Sedangkan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas serta penggunaan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diharapkan juga menjadi efek positif dari penerapan PPK-BLU.
Fokus strategi
Saat ini UB telah melaksanakan beberapa program terkait dengan persiapan penerapan PPK-BLU. Misalnya, UB telah membuka pendidikan double degree untuk program magister dan doktor bekerja sama dengan 6 perguruan tinggi (PT) di Thailand, 2 PT di Jepang, dan 1 PT di Belanda. UB juga telah merintis kelas internasional dengan University of Kentucky USA, dan kelas berbahasa Inggris yang sudah berjalan di Program Studi (PS) Pendidikan Dokter dan PS Akuntansi. Saat ini UB juga telah menerima mahasiswa dari negara asing di antaranya dari Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, Thailand, dan Timor Leste. Saat ini juga sedang berjalan program distance learning bekerjasama dengan Keio University dalam SOI Asia Project. Sebagian mahasiswa UB juga menikmati program pendidikan entrepreneur dengan Waseda University.
Dari segi fisik, UB telah membangun gedung Inkubator Bisnis dan Unit Bisnis. Saat ini UB juga tengah mengerjakan proyek perluasan Guest House UB. Fokus strategi yang dijalankan UB untuk menyongsong PPK-BLU adalah pengembangan inovasi layanan, optimalisasi potensi dan sumber daya, peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia dan penanaman jiwa entrepreneur. Peningkatan kualitas laporan keuangan dan penyusunan sistem informasi manajemen yang berbasis kinerja juga menjadi fokus strategi di samping peningkatan standar sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses pelayanan akademik.
Program unggulan
Rektor mengatakan, UB telah menyusun program-program unggulan 5 tahun ke depan. Program-program itu antara lain: pembukaan program studi baru, perluasan program entrepreneurship education, peningkatan kualifikasi akademik dosen (terutama S3 di luar negeri), peningkatan jumlah dan kualitas kelas internasional dan kerjasama double degree, dan pengembangan unit bisnis.
Peningkatan jumlah dan kualitas kelas internasional juga ditujukan untuk mewujudkan visi dan misi UB menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional, menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing nasional/internasional, serta ikut mewujudkan program World Class University dari Depdiknas.
Untuk mendukung pelaksanaan program-program tersebut, menurut Rektor, UB tidak hanya mengandalkan sumber pendapatan akademik, tetapi juga yang berasal dari non-akademik. Proyeksi umum pendapatan 2008-2013 sumber-sumber pendapatan non-akademik berasal dari beberapa pos antara lain dari dana hibah, kerjasama (penelitian, pengabdian masyarakat, dan kursus/pelatihan), penyediaan barang/jasa BLU, asrama, parkir, guest house/hotel, penerbitan, sewa gedung, toko buku, rumah sakit, pompa bensin, bengkel, dan lain-lain.
Seusai presentasi ini diadakan beberapa revisi proposal, terutama yang menyangkut rencana penerimaan yang berasal dari APBN. Tahapan selanjutnya adalah penilaian atas usulan BLU-UB yang sekarang sedang berlangsung, dan tinggal menunggu keluarnya SK Menteri Keuangan. Sekretaris Tim BLU-UB Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS, kepada PRASETYAOnline mengatakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama SK tersebut akan keluar. [fjr]Tasyakuran Ulang Tahun ke-48 FP-UB
13 November 2008
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), tahun ini genap berusia 48 tahun. Peringatan diadakan Rabu (12/11) dalam bentuk tasyakuran di lantai 3 Gedung FP-UB. Acara ini dihadiri segenap pimpinan fakultas, jurusan dan program studi, dosen dan karyawan, serta mahasiswa berprestasi. Selain itu juga diundang para pensiunan dosen dan karyawan FP-UB.
Dalam sambutannya Dekan FP-UB Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD mengatakan, sejak berdiri pada tanggal 10 November 1960 FP-UB sempat mengalami pasang surut, namun dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang konsisten dan sangat menggembirakan. Karena itu, Prof Sumeru tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dedikasi segenap sivitas akademika FP-UB.Tasyakuran kemarin juga dibarengi acara pelepasan 2 orang dosen FP-UB yang memasuki purnatugas, yakni Prof Dr Ir Nur Basuki (per 1 Maret 2008), dan Ir Soeprapto Martodisastro MS (per 1 Agustus 2008). Dekan beserta segenap pimpinan jurusan dan program studi tidak lupa memberikan cenderamata sebagai kenang-kenangan kepada kedua dosen senior itu.
Selain itu, untuk lebih memotivasi kinerja dan prestasi segenap sivitas akademika, diberikan penghargaan berupa cenderamata kepada dosen berprestasi, karyawan teladan, dan mahasiswa berprestasi. Prof Dr Ir Keppi Sukesi MS, dan Prof Ir Liliek Sulistyowati PhD mendapat pengharagaan sebagai dosen berprestasi. Sedangkan Ir Achmad Ruslan dan Slamet Riyanto sebagai karyawan teladan.
Mahasiswa berprestasi
Penghargaan juga diberikan kepada 10 orang mahasiswa berprestasi setahun terakhir. Mereka itu masing-masing adalah: Dwi Retnowati (duta UB pada Kongres Dunia IAAS di Belarus 14 Juli - 5 Agustus 2008), A Faisol Habibie (Juara III Teater se-Jatim); M Ali Mashar (Komandan Satmenwa 803 UB); Syeh Farhan Robbani (finalis KKTM Seni Nasional 2008 di Yogyakarta); Ermah Fahriyani (Juara KKTM IPA Nasional 2007 di Bandarlampung); Yaniar Tri Eka (duta UB pada Festival Seni Tangkai Lomba Tari-Selekda BPSMI Jatim); Arvy Tonggiroh (Juara III Soil Jugging Contest pada Kongres HITI XI di Yogyakarta); Susilo Anggit (Juara Harapan I Soil Jugging Contest pada Kongres HITI XI di Yogyakarta); Siti Hajar, Astri Sumiati, Restu Rizkyta K, Oki Wijaya, dan KT Yudho Nugroho (PKMK PIMNAS XXI 2008 di Semarang); dan Pungky (Juara Harapan I Mahasiswa Berprestasi UB tahun 2008). [ila]Meninggal: Drs Husni Thamrin MM
13 November 2008Drs Husni Thamrin MM (60), dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB), Rabu (12/11), meninggal dunia di ruang ICU RS Saiful Anwar Malang sekitar pukul 18.35 WIB, setelah dirawat di sana selama beberapa hari. Kanker prostat yang diidapnya sejak tahun 2005 ternyata telah merenggut nyawanya.
Sejak mahasiswa Husni Thamrin, pria kelahiran Donggala 24/4/1948, dikenal sebagai aktivis Senat Mahasiswa FE-UB di awal tahun 1970-an. Magister manajemen FE-UB tahun 2000 ini mengabdikan diri sebagai dosen (asisten ahli madya) sejak 1985. Sebelumnya, almarhum lama bertugas sebagai asisten dosen, bahkan sempat menjadi ketua korps asisten FE-UB. Selain itu, lektor kepala golongan IV/a pada Jurusan Manajemen FE-UB ini, juga aktif dalam Lembaga Manajemen FE-UB. Terakhir Thamrin menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Manajemen, Pengelola Administrasi Umum dan Kerumahtanggaan Program Pascasarjana FE-UB, dan ketua satgas pengelola perparkiran UB.
Menurut Dekan FE-UB Prof Dr Bambang Subroto SE Ak MM, almarhum dikenal sebagai dosen yang sangat baik, bertanggung jawab dan cakap menjalankan tugasnya. "Fakultas merasa sangat kehilangan almarhum", ujar Prof Bambang Subroto ketika melepas keberangkatan jenazah. Di kalangan kawan-kawannya, Thamrin dikenal sebagai pribadi yang hangat, ramah, dan suka menolong.
Jenazah diberangkatkan dari rumahnya di Jalan Menco 41, Sukun, Malang, untuk dimakamkan di TPU Sukun Malang, Kamis (13/11) pagi, setelah dishalati di Masjid Istiqamah tak seberapa jauh dari rumah tinggalnya. Almarhum meninggalkan seorang isteri Pudji Rahayu, dan 3 orang anak, satu laki-laki dan dua perempuan. [Far]UB Ajukan Portofolio untuk Akreditasi Ulang
12 November 2008
Universitas Brawijaya (UB) mengajukan ulang dokumen untuk akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dokumen yang terdiri dari Portofolio Institusi dan Laporan Evaluasi Diri UB tahun 2008 itu diserahkan oleh Kepala Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (Ka BAPSI) Dra Siti Romlah MM kepada BAN-PT di Jakarta, Senin (10/11). Pengajuan dokumen ini berkaitan dengan kesempatan yang diberikan oleh BAN-PT kepada UB untuk menyempurnakan portofolio tahun 2008 ini.
Berbeda dengan AIPT tahun 2007 yang terdiri dari 15 standar penilaian, pada AIPT tahun 2008 ini hanya terdapat 7 standar, yakni: Visi dan Misi; Tatapamong dan Kepemimpinan; Kemahasiswaan dan Lulusan; Sumberdaya Manusia; Pembelajaran, Penelitian. Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama; Pendanaan, Sarana dan Prasarana; dan Sistem Penjaminan Mutu.Sehubungan dengan itu pula, Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS dalam pengarahannya pada Tim AIPT-UB, Selasa (11/11), menyatakan, tahap selanjutnya adalah persiapan menghadapi asesmen dari tim BAN-PT yang diperkirakan akan berlangsung mulai pertengahan bulan November hingga awal Desember mendatang. Untuk itu diharapkan seluruh jajaran UB, mulai dari pimpinan, dosen, karyawan, hingga mahasiswa mempersiapkan diri, dan Tim AIPT-UB perlu segera menyusun langkah-langkah sosialisasi.
Dalam hal ini pihak Pusat Jaminan Mutu (PJM) UB telah menyusun jadwal sosialisasi yang dimulai hari Kamis (13/11) untuk kalangan senat, pimpinan, dan dosen, maupun karyawan dan mahasiswa. [Far]
---
Ringkasan Portofolio
Proposal BHMN (badan hukum milik negara) yang diajukan UB sebenarnya telah mendapat persetujuan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (surat nomor 4022/D/T/2007 tanggal 29 November 2007). Namun karena undang-undang sebagai dasar hukum BHMN belum selesai, maka Rapat Pleno Senat UB tanggal 17 Maret 2008 menetapkan untuk membuat usulan menjadi badan layanan umum (BLU) yang telah jelas dasar hukumnya. Proposal UB untuk menjadi BLU saat ini sudah mendapat persetujuan Menteri Pendidikan Nasional, dan tinggal menunggu SK Menteri Keuangan.
Visi-misi. Dalam hal visi dan misi, dokumen portofolio UB tahun 2008 menyebutkan, pelaksanaan misi dan rencana strategis (renstra) UB tertuang dalam Program Kerja Rektor 2007-2011, yang telah disosialisasikan sejak awal jabatan Rektor. Sementara itu hasil monitoring dan evaluasi (Monev) tahun pertama terhadap implementasi Renstra menunjukkan kinerja UB sangat menggembirakan.
Tatapamong. Mengenai tatapamong dan kepemimpinan, portofolio UB menyebutkan, saat ini UB sedang mempersiapkan organisasi dan sistem pengelolaan masa transisi menuju otonomi. Saat ini telah dibentuk staf ahli pembantu rektor yang dipersiapkan menjadi pimpinan direktorat, satuan pengendali internal (SPI), Pusat Inkubator Bisnis dan Layanan Masyarakat (PIBLAM), Kepala Biro Keuangan dan Kepala Bagianh Akuntansi dengan Sub Bagian Akuntansi Keuangan dan Sub Bagian Akuntansi Manajemen. Dengan demikian diharapkan akan ada akselerasi kinerja UB. Hasil monev tahun pertama menunjukkan kinerja UB sangat menggembirakan, 90% target capaian tahun 2008 telah terpenuhi, bahkan 65,3% target 2011 pun telah tercapai atau terlampaui.
Kemahasiswaan dan lulusan. Untuk memberi peluang yang sama kepada masyarakat dari golongan tidak mampu, UB telah menerapkan sistem SPP Proporsional. Yakni, besarnya SPP ditentukan berdasarkan kemampuan orangtua mahasiswa. Ini merupakan komitmen peningkatan tanggung jawab sosial UB untuk pemerataan akses pendidikan bermutu. Di samping itu diberikan pula akses layanan mahasiswa dalam bidang penalaran, minat dan bakat, bimbingan karir dan kesejahteraan, fasilitas sarana dan prasarana serta pendanaan Hasil monev menunjukkan 100% target tahun pertama bidang kemahasiswaan telah tercapai.
Pelacakan lulusan (tracer study) telah dilaksanakan melalui program DUE-Like 1999, TPSDP 2000, Program Hibah Kompetisi 2001, serta dana dari PNBP (penerimaan negara bukan pajak). Hasil tracer study menunjukkan masa tunggu lulusan rata-rata 5,05 bulan, dengan gaji pertama rata-rata Rp 1.110.340 per bulan, dan umumnya mereka bekerja sesuai dengan program studinya. UB juga memiliki Job Placement Center dengan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan organisasi alumni UB secara rutin, berupa penyebaran informasi kerja, penyelenggaraan bursa kerja, pelatihan melamar kerja, dan layanan penempatan kerja (atas kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta).
Sumberdaya Manusia. UB optimis pengembangan standar kualifikasi dosen dalam 3 tahun akan meningkat pesat. Saat ini 134 orang lektor kepala dan bergelar doktor telah mengikuti sertifikasi dosen. Di samping itu 324 orang sedang menempuh program magister dan doktor di dalam dan di luar negeri. Melihat angka tersebut, dalam waktu 3 tahun akan tercapai standar persentase guru besar 20% dan doktor 65% dengan adanya dukungan berupa kesempatan tugas belajar, dan dana yang memadai.
Kinerja dosen dan tenaga kependidikan UB, menurut penilaian Ditjen Dikti adalah sangat baik. Penilaian ini atas dasar LAKIP (Laporan Kinerja Instansi Pemerintah) UB, atau hasil survei kepuasan dosen dan tenaga kependidikan. Sementara itu penerapan kode etik dipandang sangat prospektif, karena tingkat kepuasan terhadap lembaga dalam mendukung pengembangan karir dan peningkatan kesejahteraan menurut hasil survei adalah sangat memuaskan.
Pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat dan kerjasama. UB telah merancang dan mengembangkan kurikulum dan metode pembelajaran yang dituangkan dalam dokumen Sistem Penjaminan Mutu Akademik (SPMA) sejak tahun 2007 untuk tingkat universitas, fakultas/program, serta jurusan/program studi, yang meliputi: kebijakan akademik, standar akademik, peraturan akademik, pesifikasi program studi, dan kompetensi lulusan. Efektivitas dan efisiensi implementasi pengembangan kurikulum setipa program studi dimonitor dan dievaluasi sejak tahun 2007, dan hasilnya dilaporkan kepada pimpinan unit kerja. Perbaikan mutu akademik, dilakukan UB melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) UB dalam hal proses pembelajaran, perancangan dan evaluasi kurikulum, metode pembelajaran menggunakan multimedia, dan sertifikasi dosen. Penanaman budaya mutu sudah dirasakan mahasiswa. Demikian pula peningkatan kinerja unit-unit, peningkatan jumlah program S1 terakreditasi A, serta peningkatan kepercayaan Ditjen Dikti dalam memberikan program hibah kompetisi kepada UB.
Untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif, UB telah menyediakan fasilitas untuk mengakses sumber belajar melalui hotspot yang tersebar di seluruh kampus dengan jumlah sekitar 100 titik. Selain itu secara berkala diberikan pelatihan Pekerti kepada para dosen baru, Applied Approach bagi dosen pengelola unit kerja, dan pembelajaran berbasis multimedia bagi seluruh dosen. Kesemuanya itu dilaksanakan dengan dukungan proyek TPSDP, PHK A2 dam A3 fakultas, serta program khusus PHK SP4 Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.
Dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UB sejak 2006 telah membuat Pedoman Kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM). Pedoman ini disebarluaskan kepada segenap dosen baik melalui fakultas ataupun internet. Sesuai arah kebijakan Renstra UB 2006-2011, kegiatan penelitian difokuskan pada bidang yang masuk dalam payung riset unggulan, meliputi penelitian sains dan teknologi dengan fokus smart material dan energi, ilmu hayati dan agro dengan fokus biomedical engineering dan blue revolution, food security and medicines, serta sosial dan hukum dengan fokus capacity building dan social welfare. Total dana penelitian UB dari berbagai sumber selama 2004-2008 mencapai Rp 32, 3 miliar. Sementara total dana pengabdian masyarakat dalam kurun waktu sama mencapai Rp 29 miliar. Selama 2006-2008 UB telah melibatkan 1083 dosen dalam peneltian dan 1736 dosen dalam pengabdian masyarakat.
Monitoring hasil penelitian dilakukan oleh pihak internal maupun reviewer eksternal. Dalam kurun waktu 2006-2008, sebanyak 28,57% hasil penelitian telah dipublikasikan dalam jurnal atau international proceeding, 33,7% dalam jurnal nasional, dan 100% dalam jurnal LPPM UB.
UB juga berkomitmen memacu pengembangan inkubator bisnis dalam rangka menuju entrepreneurial university. Inkubator bisnis merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang terkait penelitian. Dalam jangka panjang bisnis UB mengarah pada pengembangan produk atau jasa berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks). Namun untuk jangka pendek dikembangkan bisnis sebagai sumber pembiayaan tridharma perguruan tinggi.
Dalam kurun 2004-2008, sebanyak 9 karya inovatif dosen dan 5 karya pengabdian masyarakat mendapatkan penghargaan du tingkat nasional. Sementara itu UB sendiri, setiap tahun memberikan masing-masing 165 penghargaan kepada dosen, karyawan dan mahasiswa berprestasi, sehingga dalam 5 tahun jumlah penerima penghargaan sebanyak 495 orang.
Salah satu parameter keberhasilan pelaksanaan program penelitian adalah meningkatnya jumlah buku ajar yang diterbitkan. Selama 5 tahun terakhir, ditulis 404 judul buku oleh 584 orang dosen, atau 41% dari jumlah total dosen UB. Dan dalam kurun 2006-2008, sebanyak 41 karya dosen/peneliti UB diusulkan unruk mendapatkan paten.
Perihal kerjasama, UB telah merintis sejak 1970-an dengan AAUCS dalam bentuk short courses dan pengiriman staf untuk pelatihan non-gelar, ataupun pendidikan S2 dan S3. Disusul pada tahun 1975 kerjasama dengan NUFFIC dalam bidang pembangunan prasarana dan sarana pendidikan, pendidikan dosen serta penelitian, dan dengan IDRC khususnya dalam penelitian ubi kayu (cassava research project).
Sarana dan prasarana. Sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) sistem keuangan UB terikat pada peraturan keuangan negara. Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, UB menyusun beberapa manual procedure (MP), yaitu MP penerimaan kas, MP pengeluaran, MP pengajuan anggaran, MP monitoring dan evaluasi, MP dana APBN, dan MP dana PNBP. Sementara itu untuk menjamin laporan keuangan yang tepat waktu dan handal, UB telah mengembangkan sistem akuntansi terkomputerisasi yang dinamakan Sikeu (sistem informasi keuangan) yang dapat dipantau secara real time. Semua sistem evaluasi dan monitoring telah melakukan audit internal yang dilaksanakan oleh satuan pengendali internal (SPI) dan eksternal baik oleh Inspektorat Jenderal Depdiknas maupun Badan Pemeriksa Keuangan. Alokasi dana rata-rata 3 tahun terakhir 34-39% untuk pendidikan, 4-5% untuk penelitian, 3-5% untuk pengabdian masyarakat, 7-11% untuk pengelolaan, 26-29% untuk pengembangan akademik, dan 17-23% untuk pengembangan fisik.
Penetapan biaya pendidikan dilakukan melalui mekanisme rapat pimpinan universitas dan fakultas beserta staf yang kompeten. Hasil rapat ditetapkan dengan SK Rektor.
Melalui program I-MHERE institusi, dilakukan penyempurnaan MP pengelolaan aset dan sistem inventarisasi aset. Dengan proyek ini pula, dikembangkan sistem informasi perencanaan melalui e-budgeting, dan sistem informasi pengendalian internal melalui e-controling. Diharapkan pada tahun 2009 semua sistem informasi pengelolaan sarana dan prasarana berjalan secara elektronik dan terintegrasi secara menyeluruh. Pada tahun 2008, UB membangun sistem informasi pengadaan barang (SIPB), dan tahun 2009 secara bertahap akan dilaksanakan sistem pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik (e-procurement).
Saat ini pemanfaatan ruang kelas dan laboratorium dikelola oleh fakultas atau jurusan, kecuali ruang kelas bersama dan laboratorium sentral untuk riset sebagai fasilitas bersama (resource sharing) dikelola universitas. Pada umumnya seluruh ruang kelas telah dilengkapi peralatan multimedia.
Perpustakaan UB saat ini menampakkan diri sebagai perpustakaan yang progresif, terutama dalam mewujudkan dan mengimplementasikan sistem online library. Beberapa ruang khusus seperti Sampoerna Corner, ruang multimedia, ruang digitalisasi, ruang server, dan ruang sidang dilengkapi AC. Sementara untuk keamanan buku dari perobekan dan pengambilan tanpa ijin, Perpustakaan UB telah dilengkapi dengan CCTV dan security gate pad pintu masuk/keluar.
Sistem penjaminan mutu dan sistem informasi. Telah disepakati pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung kegiatan UB. Pemanfaatan dan pengembangan TIK di UB terus meningkat dari waktu ke waktu. Saait ini layanan TIK telah menjangkau seluruh aspek kegiatan UB. Meskipun demikian tetap dilakukan peningkatan kualitas dan kuantitasnya. Cetak biru pengembangan dan pemanfaatan TIK telah disusun dan diimplementasikan. Interkoneksi jaringan kampus telah ada, dan seluruh unit telah terhubung ke jaringan lokal dan internet melalui jaringan serat optik, kabel, dan jaringan nirkabel. Ketersediaan server, terminal, dan perangkat keras pendukung telah memadai, dan terus berkembang sesuai kebutuhan.
Perangkat lunak untuk layanan manajemen, kegiatan belajar, dan akses informasi untuk sumber belajar tersedia dan dapat diakses secara bebas oleh sivitas akademika dan masyarakat luas. Akses layanan manajemen diatur dalam hal akses penggunaan sehingga memberi jaminan keamanan data. Mekanisme back up dilakukan secara berkala. Persiapan penanganan jika terjadi bencana telah dilakukan. Dukungan sistem untuk mendapatkan data guna pengambilan keputusan (decision support system, DSS) mulai dipergunakan dan terus dikembangkan. Kapasitas akses internet terus bertambah, direncanakan komposisi 1 Kbps per mahasiswa akan tercapai paling lambat tahun 2010. Pada saat ini telah tersedia bandwidth 0,79 Kbps per mahasiswa. Prestasi serta kepercayaan terhadap UB dalam bidang TI telah banyak diakui, baik nasional maupun internasional, seperti UB sebagai simpul INHERENT (Indonesia Higher Education Network), SOI ASIA-AI3, dan berbagai penghargaan yang diperoleh merupakan bukti kemampuan TIK UB.
Sementara itu Pusat Jaminan Mutu (PJM) UB yang dibentuk 2005, saat ini telah mengembangkan dan menghasilkan dokumen akademik dan dokumen mutu. Pernyataan mutu disajikan dalam dokumen Manual Mutu Akademik (MM PJM-UB 01), kebijakan mutu dalam dokumen Kebijakan Akademik (KA PJM-UB 01), standar mutu dinyatakan dalam Standar Akademik (SA PJM-UB 01), prosedur mutu dalam PM PJM-UB 01, instruksi kerja dalam Manual Presedur (MP PJM-UB 01), dan sasaran mutu dalam Standar Akademik (SA PJM-UB 01). Selain itu dihasilkan pula dokumen tingkat universitas yang terdiri dari DOkumen Akademik dan Mutu serta Dokumen Audit. Dalam rangka penerapan SDCA (standard-do-check-action) secara berkelanjutan, pada bulan November 2007 dilakukan audit sistem. Model manajemen kendali mutu yang digunakan adalah model PDCA (plan-do-check-action). [Far]Hibah Kompetitif UB 2009
12 November 2008
Untuk dosen dan peneliti pada tahun anggaran 2009, Universitas Brawijaya (UB) mendapatkan dana block grant dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Departemen Pendidikan Nasional. Demikian diinformasikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UB, Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS, setelah berkoordinasi dengan Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Senin (10/11).
Seratus juta
Menindaklanjuti hal ini, Prof Chuzaemi mengimbau segenap dosen dan peneliti di lingkungan UB untuk segera mengajukan proposal kegiatan penelitian monotahun yang mengacu pada strategi nasional/agenda riset masing-masing fakultas. Dana yang disediakan untuk setiap kegiatan penelitian maksimal sebesar Rp 100 juta. Proposal dapat dikirimkan ke LPPM-UB Bidang Penelitian dan selambat-lambatnya sudah diterima tanggal 17 November 2008. Format usulan mengacu pada Format Penelitian Hibah Bersaing yang bisa diunduh pada situs http://www.dp2m-dikti.net atau menyalinnya di kantor LPPM-UB, lantai I Gedung Lembaga UB. Informasi lebih lengkap dapat diperoleh dengan menghubungi staf LPPM-UB Dra Susantinah Rahayu atau Alimudin SH, pada nomor telepon (0341) 575 824, Psw 3001. [fjr]Undangan untuk Konferensi Nasional Sistem Informasi 2009
10 November 2008
Para dosen dan peneliti dari Universitas Brawijaya (UB) diundang dalam Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI) di Yogyakarta, awal tahun depan (17-18 Januari 2009). Konferensi teknologi informasi komunikasi (TIK/ICT) yang bergengsi ini mengambil tema "Information System: Bridging Gap between Theories and Practices". Sebelum ini KNSI pernah dilaksanknakan di ITB dan beberapa tempat lain. Kini penyelengaraan KNSI dilaksanakan oleh Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, bekerja sama dengan ITB dan Masyarakat Informasi Indonesia.
Prof Dr Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) menginformasikan ini dalam kapasitasnya sebagai salah seorang anggota steering committee (SC) KNSI 2009. Soekartawi menjadi panitia dan SC bersama para tokoh lain ahli ICT seperti Prof Bobby Nazief (UI), Prof Krisdanto Surendro, Iping S Suwardi, Rila Mandala, Husni S Sastramiharja (ITB), Prof Sri Hartati, Agus Harjoko, A Djunaedi (UGM), Prof Mauridhi HP (ITS), dan beberapa dari UII.
Kepercayaan pada Prof Soekartawi, tentu tidak lepas dari kontribusinya dalam pengembangan ICT di Indonesia selama ini. Juga partisipasinya dalam berbagai kegiatan ilmiah ICT, dan karena banyaknya tulisan Soekartawi mengenai ICT, khususnya aplikasi ICT dalam bidang pendidikan dan pertanian (silakan klik http://www.prof-soekartawi.net).
Prof Soekartawi yang ahli ekonomi pertanian lulusan University of New England, Australia, itu memang menjadikan ICT sebagai bidang kesenangannya yang kedua, khususnya setelah ia menjabat di Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO) selama 9 tahun.
"Teman-teman dosen UB sebaiknya memanfaatkan forum bergengsi ini agar lebih dikenal oleh sejawatnya dari bidang ilmu yang sama. Di samping itu agar UB lebih dikenal lagi di samping juga forum ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang bertukar-pikiran mengenai masalah ICT dan aplikasinya dalam berbagai bidang", imbau Soekartawi. Pendaftaran mengikuti konferensi akan ditutup pada 19 Desember 2008. Demikian informasi Prof Soekartawi melalui email yang dikirimkannya kepada PRASETYA Online. [skw]Seminar Nasional Green Product
10 November 2008Produk-produk berbasis lingkungan harus mempertimbangkan aspek-aspek lingkungan dalam daur hidup produk sehingga dapat meminimalkan dampak negatif terhadap alam. Upaya minimalisasi tersebut untuk mendorong semua pihak agar berperan dalam pengembangan teknologi menuju produk ramah lingkungan, khususnya dalam mengantisipasi terjadinya gejala perubahan iklim. Pada sektor produksi, berbagai macam cara dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan konsep green product yang berkelanjutan. Pada intinya, green product adalah upaya untuk meminimalkan limbah ketika proses produksi di samping memaksimalkan produk yang dibuat sekaligus memenuhi syarat ramah lingkungan.
Demikian terungkap dalam seminar nasional bertajuk “Green Product, Pengembangan Teknologi Menuju Produk Ramah Lingkungan”, di Widyaloka Universitas Brawijaya (UB), Senin (10/11). Seminar nasional ini digelar dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-46 UB atas kerjasama dengan PT Pertamina.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Tantri Arundhati, Asisten Deputi Urusan Standardisasi Teknologi dan Produksi Benih Kementerian Lingkungan Hidup, menyampaikan, konsep green product melahirkan kebijakan baru dalam dunia produksi, yaitu ekolabel. “Ekolabel memanfaatkan sumber daya alam sebijaksana mungkin”, tegasnya. Bijaksana yang dimaksud adalah memanfaatkan sumber daya di sekitar semaksimal mungkin dan membuang limbah seminimal mungkin.
Sementara itu Rismawarni Marshal, Direktur Eksekutif Pusat Produksi Bersih Nasional, menyampaikan bahwa saat ini isu lingkungan menjadi isu kunci dalam bisnis. “Peraturan lingkungan tentang produk telah banyak diterapkan di negara maju karena diupayakan suatu usaha meminimalisir dampak lingkungan yang diakibatkan oleh suatu produk”, ungkapnya. Ia mengatakan, konsep green product dalam proses produksi dalam negeri sangat penting agar produk lokal dapat bersaing di luar negeri. Konsep ini harus dipahami, baik oleh pemasok, produsen, maupun konsumen mengingat produsen-produsen dari negara maju sudah menerapkannya sejak lama. Meskipun kebijakan ini masuk dalam domain penambahan anggaran biaya bagi produsen, pada masa mendatang akan sangat bermanfaat. Ia menambahkan, studi yang dilakukan pada 3 industri besar yang telah menerapkan green product terbukti mampu menghemat biaya sebesar Rp 706.250.690, menurunkan emisi CO2 sebanyak 6.626,3 ton/tahun, dan menghemat listrik sebanyak 9131,2 MWh/tahun. Meskipun demikian, penerapan green product di industri nasional saat ini mengalami beberapa kendala. “Kendalanya ada pada rendahnya kesadaran produsen, keraguan terhadap barang yang berlabel ramah lingkungan, dan relatif mahal”, paparnya.Sedangkan Prof Dr Ir Chandrawati Cahyani MS dari Puslit Biokonversi Pusat Kajian Kimia FMIPA-UB menyampaikan, sebenarnya cukup sulit mengkategorikan suatu produk sebagai green product. Diambil contoh, meskipun cukup populer sebagai produk aman, tidak semua produk-produk bio dapat dikategorikan sebagai green product. Misalnya saja lerak, meskipun dianggap produk alami untuk pewarna pakaian, ternyata membutuhkan masa degradasi yang lebih lama daripada produk kimia. “Oleh sebab itu, selain mengupayakan green product, kita bisa mengerjakan hal yang lebih mudah misalnya daur ulang”, ujarnya. Proses daur ulang, menurutnya bukan langkah green product, tetapi mampu mendorong green product pada material-material yang banyak terbuang sia-sia. Sebagai contoh, pada upaya daur ulang kertas bisa dihemat 3000 liter air, 3000-4000 KWh/tahun, dan 95% polusi udara.
Adapun Eviyanti yang mewakili PT Pertamina menyampaikan, sebagai produsen, perusahaannya sudah melakukan upaya green product sejak lama dalam program Langit Biru. Titik tekan program tersebut adalah dalam upaya mengurangi limbah. Menurutnya, pada masa yang akan datang green product akan diupayakan oleh PT Pertamina dengan memasyarakatkan produk-produk bio seperti biopremium, biopertamax, maupun biokerosene.
Bersamaan dengan seminar, di lantai I Widyaloka digelar pula pameran green product yang dihasilkan oleh masyarakat, seperti kompos, pewarna alami, kompor biji jarak. [fjr]FE-UB Siap Gelar Brawijaya Accounting Fair (BAF-2008)
10 November 2008
Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) segera menggelar Brawijaya Accounting Fair 2008 (BAF-2008). Acara utama dalam kegiatan tersebut adalah International Accounting Seminar bertajuk “Exploring The Dark Side and Strengthening The Bright Side of Accounting”. Seminar akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2008 di gedung Widyaloka UB.
Menurut rencana, Menteri Koordinator Perekonomian/Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menjadi keynote speaker selain pemateri-pemateri lainnya seperti M Jusuf Wibisana (Ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan/IAI), I Gusti Agung Made Rai (Staf Badan Pemeriksa Keuangan), Gugus Irianto (akademisi akuntansi), dan Fred Tumbuan (ahli hukum). Seminar juga akan menghadirkan Akuntan Internasional dari PT HM Sampoerna, Kepala Indonesian Corruption Watch (ICW), dan perwakilan dari Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). Bagi yang berminat mengikuti seminar, untuk mahasiswa FE-UB diwajibkan membayar Rp 100 ribu, sementara mahasiswa non FE-UB Rp150 ribu, dan umum Rp 250 ribu.
Balanced Score Card Competition
Selain seminar, akan diselenggarakan pula acara Balanced Score Card Competition dengan tema Implementation Balanced Score Card in Manufacturing Company yang memperebutkan Piala Menteri Keuangan dan total hadiah sebesar Rp 9 juta. Kompetisi akan diselenggarakan pada tanggal 24-26 November 2008. Peserta setiap kelompok terdiri dari 3 orang dan wajib mendaftar dengan biaya Rp 350 ribu/tim. Pendaftaran sudah dibuka sejak 27 Oktober lalu sampai 17 November 2008 mendatang.
Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai BAF-2008 silakan berhubungan dengan Alie (081314274782) atau Cici (085646553199). Informasi juga dapat diperoleh melalui situs www.baf2008.co.nr atau email dengan alamat baf2008_feub@yahoo.com. [fjr]Tamu dari Mokpo National University Korea
10 November 2008
Selama sepekan, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA-UB) menerima kunjungan dua peneliti dari Mokpo National University, Korea: Prof Dr Sun-Kee Hong dan Dr Kim-Jae Eun. Dalam kunjungan itu kedua peneliti mengadakan beberapa kegiatan, seperti kunjungan lapangan, peninjauan laboratorium, dan memberikan kuliah tamu.
Kunjungan lapang dilakukan ke field station Jurusan Biologi FMIPA-UB di kawasan Tengger. Ditemani staf pengajar Biologi, Luchman Hakim SSi MAgrSc PhD, mereka melakukan visitasi terhadap potensi dan keunikan kawasan itu. Dr Luchman Hakim menjelaskan, keberadaan stasiun lapang Tengger sejak 1998 itu sangat membantu proses belajar-mengajar, penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat dari Jurusan Biologi FMIPA-UB.
Beberapa desa menjadi lokasi penelitian dan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) jurusan itu beberapa waktu yang lalu, seperti Wonokitri, Cemorolawang, Ranu Pani, Ngadas, Gubug Klakah dan lain-lain. Dalam kesempatan itu, Dr Luchman Hakim menjelaskan kegiatan riset dan pemberdayaan masyarakat terkait desain konservasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan lewat kegiatan ecotourism yang telah dilakukannya. Mendengar penjelasan ini, kedua tamu mengaku cukup puas, tertarik akan kegiatan tersebut dan berencana akan membantu Jurusan biologi dalam melaksanakan kegiatan riset di kawasan Tengger.
Kuliah tamu
Senin (3/11), setelah bertatap muka dengan Dekan FMIPA UB Dr Marjono MPhil, acara dilanjutkan dengan kuliah tamu di Jurusan Biologi FMIPA UB. Dengan tema “Recent Status of Biodiversity Conservation in the Global Perpective”, Prof Dr Sun-Kee Hong memaparkan arti penting keanekaragaman hayati dan strategi konservasinya dalam upaya menjamin keberlangsungan kehidupan di biosfer. Diberikan gambaran tentang kondisi keanekaragaman hayati dan upaya-upaya konservasinya di semenanjung Korea sebagai sebuah kebijakan negara yang sangat fundamental. Penggunaan teknologi informasi seperti spatial mapping dengan Geographic Information System (GIS), menurut Prof Sun, sangat bermafaat dalam menyusun desain kawasan konservasi untuk melakukan fungsi perlindungan secara maksimal. Namun demikian, Prof Sun juga menekankan betapa penting penghargaan terhadap kearifan lokal dan budaya setempat, terutama dalam pemanfaatan sumberdaya dan pengelolaan lahan secara berkelanjutan.
Ecotourism
Dalam kunjungan itu tamu dari Korea juga meninjau fasilitas laboratorium-laboratorium di Jurusan Biologi FMIPA sebagai upaya rintisan kerjasama ke depan. Untuk lebih gambaran tentang potensi sumberdaya di Jurusan Biologi, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan perkenalan dan diskusi dengan staf dosen jurusan Biologi dari seluruh laboratorium yang ada.
Mengakhiri kunjungannya di Indonesia, Prof Sun mengunjungi beberapa kawasan lansekap budaya di Pulau Bali sebagai referensi bagi kegiatan riset yang lebih terpadu. Ke depan, diharapkan ada kerjasama penelitian dan publikasi hasil riset di jurnal-jurnal internasional, terutama riset-riset terkait pemanfaatan secara berkelanjutan kegiatan ecotourism yang telah dirintis dan dikembangkan oleh staf Jurusan Biologi FMIPA-UB. Ini merupakan bagian riset dan publikasi yang sangat menarik di tengah upaya pencarian secara global model pemanfaatan sumberdaya alam berkelanjutan. [lhk]LPA-FIA/Indogemen Latih Kepemimpinan dan Kewirausahaan di Unmul
10 November 2008
Lembaga Pengembangan Administrasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (LPA FIA-UB), bekerja sama dengan Indogemen, mengadakan pelatihan kepemimpinan eksekutif berwawasan kebangsaan bagi 40 orang pejabat Universitas Mulawarman (Unmul).Pelatihan diselenggarakan belum lama ini, di Kampus Genung Kelua, Samarinda, diikuti oleh pejabat universitas (rektor dan pembantu rektor) dan fakultas (dekan dan pembantu dekan) di lingkungan Unmul. Pelatihan ini merupakan kerjasama LPA FIA UB, Indogemen, dan Unmul. Sebagai pemateri dari LPA FIA-UB adalah Prof Dr Andi Gani, Drs Kertahadi MCom, dan Drs Djanalis Djanaid.
"Topik kepemimpinan berwawasan kebangsaan ini penting bagi kalangan perguruan tinggi, karena bisa diterapkan dalam kegiatan ilmiah. Misalnya bagaimana perguruan tinggi meneliti hal-hal yang bisa meningkatkan jiwa nasionalisme di bidang pertanian, seperti swasembada", ujar Djanalis.
Setelah pelatihan kepemimpinan, di tempat yang sama LPA FIA-UB bersama Indogemen juga memberikan pelatihan kewirausahaan bagi dosen dan karyawan yang akan memasuki masa pensiun. Tak ketinggalan mahasiswa pun mendapatkan pelatihan kewirausahaan, khusus bagi mahasiswa ekonomi. Instruktur dalam pelatihan kewirausahaan ini terdiri dari Drs Djanalis Djanaid, Fatchul Muin dan Juniardi SH. [fjr]Konferensi Nasional Forum Riset Sosek Perikanan dan Kelautan
10 November 2008
Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK-UB) menyelenggarakan konferensi riset sosial ekonomi perikanan dan kelautan. Forum pertemuan itu digelar hari Minggu (9/11), di ruang sidang besar FPIK-UB sebagai kerja sama dengan Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP). Tema konferensi adalah “Menjalin Kerjasama Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan melalui Indonesian Marine and Fisheries Socio-Economics Research Network (IMFISERN). IMFISERN sendiri adalah sebuah forum riset sosial ekonomi kelautan dan perikanan yang bersifat cair, dinamis, dan memfokuskan pada kualitas jaringan riset (research network).Forum ini bertujuan memperkuat jaringan riset melalui sharing masalah strategis yang terkait dengan riset sosial ekonomi perikanan dan kelautan, serta solusi indikatifnya. Dalam acara tersebut dibahas tentang penguatan jaringan riset berkelanjutan yang merupakan agenda IMFISERN, baik dalam konteks jaringan peneliti, jaringan institusi riset, maupun jaringan lain yang terkait dengan pendanaan riset (research financial networks). Penguatan jaringan riset di bidang sosial ekonomi kelautan dan perikanan ini dilakukan setiap 2 tahun, dan diorganisasikan melalui pendekatan trusted community.
Forum pertemuan itu diawali dengan review koordinator IMFISERN periode 2006-2008 Dr Luky Adrianto, dan presentasi beberapa wakil institusi riset kelautan dan perikanan seperti Ir Zahri Nasution MSi (BBRSEKP), Prof Dr Indah Susilowati (Undip), Ir Edi Susilo MS (UB), Dr Andi Adri Arief (Unhas), Dr Luky Adrianto (IPB), Drs Ary Wahyono MSi (Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan, LIPI), Ir Hery Saksono MS (UGM), Dr I Wayan Rusastra (Pusat Studi Ekonomi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian), Ir Sunadji, MS (Universitas Udayana).
Dalam diskusi yang dipimpin oleh Prof Dr Ir Sahri Muhammad MS (UB) dirumuskan tentang matriks riset Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan. Matriks ini kemudian dirumuskan oleh tim kecil dari UB, dan akan menjadi salah satu rumusan Konferensi IMFISERN. Dalam konferensi juga telah disepakati pergantian Koordinator, dari Dr Luky Adrianto (Centre for Coastal and Marine Resources Studies, IPB) ke Dr Ir Harsuko Riniwati MP (UB) untuk masa 2008-2010, dengan kesekretariatan di Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Pertemuan dua tahunan selanjutnya akan diselenggarakan di Universitas Hasanudin, Makassar, tahun 2010. Konferensi ditutup oleh Kepala BBRSEKP, Dr Agus Heri Purnomo. [fjr/eds]Menteri Kelautan dan Perikanan: Perlu Research Based Policy
8 November 2008Peranan riset sangat strategis dalam pengembangan kebijakan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Banyak negara yang telah memiliki kebijakan kelautan nasional menempatkan riset sebagai bagian penting dari strategi pengelolaan berkelanjutan. Untuk itu, penerapan research based policy dengan dukungan ilmu pengetahuan, data dan informasi ilmiah yang memadai dalam dunia kelautan dan perikanan sangatlah tepat.
Demikian pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Freddy Numberi, dalam Seminar Nasional Hasil Riset Perikanan dan kelautan yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK-UB), Sabtu (8/11). Mengambil tema Pemanfaatan Hasil Riset untuk Penguatan Pembangunan Kelautan dan Perikanan, acara ini digelar di gedung Widyaloka UB, diikuti oleh akademisi, peneliti, mahasiswa dan praktisi dunia kelautan dan perikanan dari seluruh Indonesia. Lebih lanjut Menteri menyatakan, dalam melakukan riset tersebut perlu diperhatikan isu-isu yang mendesak serta prioritas pembangunan yang sedang berkembang saat ini. Tiga isu penting yang diangkat adalah perubahan iklim, penyediaan pangan dan penyediaan energi.
Peran laut
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, sektor kelautan dan perikanan Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap isu tersebut, guna menggarap potensi laut bagi pemenuhan energi serta pangan dan gizi. Melalui mitigasi dan adaptasi yang tepat, Menteri berharap laju perubahan iklim dan dampak negatifnya bagi umat manusia dapat dihambat dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Lebih rinci, ia menyebut potensi energi di lautan yang meliputi: energi ombak, pasang surut, angina, termal, kegaraman, dan biota. “Tantangannya adalah mengkonversinya menjadi energi listrik yang terjangkau”, ujar Menteri. “Sebagian besar energi dari laut adalah energi terbarukan sehingga jika berhasil akan dapat mengatasi krisis energi terutama energi fosil yang cadangannya menipis sekaligus berkontribusi mengurangi perubahan iklim global”, tambahnya. Sementara itu, dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi, Indonesia sebagai benua maritim dengan 2/3 wilayah perairan, diharapkan dapat menjadi pemasok pangan dan gizi dari laut. Kondisi perikanan alam, khususnya perikanan laut, menurut Menteri, harus disikapi dengan pendekatan sustainable fisheries management. Riset berperan guna mengambil langkah yang tepat dalam hal estimasi nilai dan dinamika stok ikan. “Peluang terbesar untuk meningkatkan kontribusi ekonomi dai usaha penangkapan ikan adalah dengan pengolahan untuk peningkatan nilai tambah, bukan dengan peningkatan effort”, ujar Menteri. Menyinggung illegal fishing Menteri menyatakan, sesuai data dari FAO, 25% produksi ikan dunia adalah illegal, unreported dan unregulated (IUU) sehingga diperlukan upaya pengawasan dan penegakan hukum agar dapat meningkatkan angka produksi tanpa menambah effort. Riset lain yang dibutuhkan, dijelaskan menteri adalah dalam pembudidayan ikan di lingkungan air tawar, air payau maupun air laut. Menurutnya, dukungan teknologi yang tepat, murah, mudah dalam operasional serta ramah lingkungan sangat dibutuhkan. Hal ini dikatakannya guna mengoptimalkan potensi perikanan di perairan umum yang mencapai 5 juta ton/tahun dan baru terpenuhi sekitar 1.5 juta ton/tahun. Di akhir presentasinya, secara khusus Menteri mengajak seluruh peneliti untuk hadir dalam World Ocean Conference 2009 yang akan diselenggarakan di Manado, 11-15 Mei 2009 mendatang.
Kendala
Penerapan research based policy sangat ditekankan Menteri, mengingat di tengah era otonomi daerah, 80% anggaran lari ke daerah, sementara kompetensi pengelolaannya masih rendah. Untuk itu menurutnya dibutuhkan payung besar guna mendukung harmonisasi dan koordinasi yang lebih baik. Berkaitan dengan hal tersebut, Freddy Numberi menyinggung proses pengesahan UU Kelautan dan Perikanan yang tahun depan direncanakan akan masuk ke DPR.
Sementarae itu dalam presentasinya, ketua Komisi IV DPR RI bidang agrokompleks, Zainal Abidin Junaedi, juga menyinggung rendahnya kompetensi SDM yang mengisi pembangunan di Indonesia. “Pembangunan di Indonesia itu diisi orang-orang yang tidak kompeten, lamban dan tidak berpihak pada rakyat kecil”, kata dia. Lebih rinci, ia menjelaskan bahwa dana untuk badan riset untuk tahun 2008 hanya Rp 160 M (5.3% dari total anggaran) dan menjadi Rp 190 M pada tahun 2009. Bukan hanya dana riset yang ia kemukakan, infrastruktur pendukung pun dinilai anggota fraksi PKB ini masih rendah. Terkait hal ini, ia memaparkan bahwa 51,2% nelayan Indonesia masih menggunakan perahu tak bermotor, 26% menggunakan perahu motor tempel dan hanya 7,8% yang menggunakan perahu motor berkapasitas besar. Dengan kondisi seperti ini, menurutnya tidak mengherankan jika Indonesia menduduki ranking ke-12 negara peng-ekspor produk-produk kelautan, dibawah China (peringat pertama) dan Thailand (peringkat kedua) yang justru memiliki wilayah perairan lebih kecil. “Indonesia hanya mengekspor produk kelautan 1,3 juta ton/tahun dari potensi yang ada 8.3 juta ton/tahun dengan pendapatan Rp 12,6 T padahal kehilangan melalui IUU mencapai Rp. 140 T”, kata dia. Terkait IUU, ia menekankan pentingnya patroli laut dengan menambah jadwal patroli yang saat ini hanya berkisar 120 hari operasi/tahun menjadi 220 hari operasi/tahun menggunakan hanya 18 kapal patroli, lebih kecil dibandingkan Thailand yang memiliki 48 kapal patroli. [nok]Lokakarya HKI dan Pembuatan Dokumen Paten
7 November 2008Keberadaan kantor Sentra HKI Universitas Brawijaya saat ini sangat dibutuhkan, terutama oleh para dosen peneliti. Kantor ini siap membantu pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI) atas segala jenis temuan mereka.
Dalam rangka sosialisasi keberadaannya, Kantor Sentra HKI-UB mengadakan Lokakarya Hak Kekayaan Intelektual dan Pembuatan Dokumen Paten, selama dua hari (7-8 November 2008), di lantai III gedung Lembaga UB.
Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas para peneliti agar selalu menciptakan karya-karya intelektual yang inovatif di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Di lain pihak juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat peneliti agar hasil penelitiannya selalu berorientasi pada nuansa kekayaan intelektual, baik yang masih dalam tahap ide dasar atau konsep, model, prototipe teruji, produksi dalam skala terbatas, maupun yang sudah sampai pada tahap produksi dengan skala komersial. Tak luput pula untuk meningkatkan dan memotivasi para peneliti agar hasil penelitiannya selalu terlindungi secara hukum untuk menghindari penjiplakan dan peniruan oleh pihak lain atau pihak asing.
Kegiatan ini menghadirkan 5 orang instruktur utama, yakni Prof Dr Ir Moch Munir MS (Direktur DP2M Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi), Dra Anani Daradjati dari Departemen Hukum dan HAM RI, Prof Ir ING Wardana MEng PhD dan Dr Ir Purwadi MS dari Universitas Brawijaya, serta Dyah Litawati SPd pengarang buku metode cepat membaca "Kubaca" dari Surabaya.
Adapun materi lokakarya meliputi: sosialisasi dan manfaat Kantor Sentra HKI-UB, peraturan perundangan yang perlu diperhatikan sehubungan dengan HKI, membuat dokumen paten secara lengkap dan benar, contoh-contoh dokumen paten yang telah diterima, serta berbagai hal yang berkaitan dengan dokumen paten.
Lokakarya dilaksanakan dalam bentuk ceramah, diskusi, pembahasan kasus, dan praktik pembuatan dokumen paten. Diharapkan lokakarya ini diikuti oleh para dosen di lingkungan UB, para peneliti pada umumnya, pejabat dari dinas terkait, balai penelitian, maupun para peminat lainnya. [nik]Mahasiswa UB Raih Prestasi dalam KKTM Lingkungan Hidup Nasional
6 November 2008
Dua mahasiswa Universitas Brawijaya, berhasil meraih prestasi dalam Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) bidang Lingkungan Hidup tingkat Nasional. Program kompetisi tahunan ini diadakan Direktorat Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 31 Oktober hingga 2 November 2008, di Graha Widya Bhakti STIESIA, Surabaya. Tema kompetisi adalah “Pembangunan berkelanjutan dalam pelestarian fungsi Lingkungan Hidup menurut Perspektif Mahasiswa”, dan bersifat perorangan.
Universitas Brawijaya dalam kompetisi itu mengirimkan 4 orang mahasiswa, yakni Esti Nur Inayah (FPIK) dan Fida Shihab Azzuhri (FIA) untuk bidang lomba Biotis, dan Sofia Widya Handani (Fapet) untuk bidang Geofisika dan Kimia, serta Anugrah Yuka Asmara (FIA) untuk bidang sosial ekonomi dan budaya. Namun hanya dua yang berhasil meraih kejuaraan. Karya tulis Esti Nur Inayah berjudul "Penggunaan Asosiasi Agen Hayati (Azolla dan Bakteri) Impruvisator Produktivitas Beras Organik untuk Perbaikan Kualitas Lahan Pertanian" berhasil keluar sebagai Juara III untuk bidang Biotis. Sementara karya tulis Anugrah Yuka Asmara berjudul "Strategi Minimalisasi Dampak Eksternalitas Negatif Industri Melalui Kebijakan Pigovian Tax Guna Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat", Juara II untuk bidang Sosial Ekonomi dan Budaya.Eagle Award 2008 MetroTV
Sementara itu film berjudul "Buah yang Menunggu Mati" karya Badrudin Kurniawan, mahasiswa FIA-UB angkatan 2005 bersama seniornya Anom Bayu Santoso, berhasil masuk sebagai 5 besar finalis Documentary Competition Eagle Award 2008. Kompetisi film dokumenter bertema “Hijau Indonesiaku” ini diselenggarakan oleh MetroTV.
Untuk itu Badrudin Kurniawan berhak mendapatkan penghargaan khusus dari Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Penghargaan berupa sejumlah dana produksi untuk membuat film dokumenter kembali itu diberikan atas dasar penilaian proses yang dilalui dan kedekatan lokasi produksi dengan lokasi domisili finalis. Malam penganugerahan penghargaan digelar di Jakarta, Sabtu (25/10). Berita selengkapnya, silakan klik http://www.metrotvnews.com/eagle. [nuh]Menakar Perkembangan PTUN di Indonesia
6 November 2008Dunia hukum Indonesia belum tertata sempurna, masih banyak peraturan yang tumpah tindih dan belum dapat terimplementasi di lapangan. Khusus untuk Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), sempitnya wilayah yurisdiksi ditambah keterbatasan lainnya mengerdilkan peranan kelembagaan ini baik secara teoritis maupun prakteknya di lapangan.
Demikian antara lain pendapar Dr Adriaan Willem Bedner dalam seminar yang bertema “PTUN dalam Perkembangannya”. Acara ini diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB), Kamis (6/8), di Aula Gedung E Program Pascasarjana UB. Dr Adriaan Willem Bedner adalah peneliti senior pada Van Vollenhoven Institute yang juga staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Leiden, Belanda. Turut mendampingi dalam acara tersebut Prof Dr Sudarsono SH MH guru besar FH-UB.
Lebih jauh Dr Andriaan menyatakan, 95% kasus PTUN di Indonesia adalah masalah sengketa tanah. Hal ini menurutnya berbeda dengan Belanda, di mana kasus pertanahan banyak di tangani peradilan umum. Keterbatasan yurisdiksi PTUN ini, menurut Dr Adriaan, masih ditambah dengan lemahnya pemberlakuan perundangan yang berkaitan dengan PTUN di lapangan, sehingga mengakibatkan PTUN kurang aktif berperan maksimal.
“Karena kasus yang sedikit bahkan sampai tidak ada, banyak hakim PTUN di wilayah Sulawesi yang justru menghabiskan waktunya dengan memancing, bepergian, dan aktivitas lainnya yang kontraproduktif dengan kariernya”, kata dia. Mendukung hal ini, secara khusus ia pun memaparkan data penelitiannya pada tahun 1991 dan 1995 di tiga wilayah, yaitu Jakarta, Bandung dan Semarang. Hasil penelitian tersebut menurutnya tidak banyak berbeda dengan kondisi PTUN saat ini, di mana dari 182 kasus, hanya 26 yang berhasil dieksekusi, sisanya 45 di antaranya ditarik kembali oleh penuntut dan 30 di antaranya ditolak. Melihat fenomena ini, Dr Andriaan menyarankan agar yurisdiksi PTUN diperluas di antaranya dengan memasukkan AMDAL. Di atas semua itu, Dr Andriaan yang menyelesaikan program doktoral di Universitas Leiden ini menyatakan apresiasinya pada pelaksanaan hukum di Indonesia, yang menurutnya lebih baik daripada sepuluh tahun sebelumnya, pada masa Orde Baru.
Sementara itu, dalam presentasinya, Prof Sudarsono mengkritisi 17 tahun Kompetensi Absolut PTUN (perluasan, batasan dan penyempitannya). Khusus masalah sengketa tanah, Prof Sudarsono meluruskan pendapat yang mengatakan bahwa dalam proses hukum, peradilan umum hanya membidangi masalah hak, sementara PTUN mengurusi sertifikatnya. [nok]Workshop Peningkatan SOP TIK yang Terintegrasi
6 November 2008
Program Indonesia-Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) Universitas Brawijaya (UB), Kamis (6/11), menyelenggarakan Workshop Peningkatan Standar Operasi dan Prosedur dalam Penggunaan dan Pengembangan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) yang Terintegrasi.Kegiatan di lantai VIII gedung Rektorat ini dibuka oleh penanggung jawab kegiatan Sistem Manajemen Teknologi Informasi dan Komunikasi Prof Ir Budiono Mismail MSEE PhD, diikuti puluhan peserta dari setiap unit kerja di lingkungan UB. Pembicara dalam workshop itu adalah dua dosen Fakultas Teknik UB Suprapto ST MT, dan Arief Andy Soebroto ST MKom, serta asisten teknik dari PT Andal Rancang Multi Solusi, Ahmad SS Ramadhana.
Materi yang disampaikan adalah “Standar Operasi dan Prosedur Unit Layanan Universitas Brawijaya”, “Tim Pengembangan Program”, dan “Peningkatan Standar Operasi dan Prosedur dalam Penggunaan dan Pengembangan Teknologi Informasi Komunikasi yang Terintegrasi”. Peserta juga mendapat kesempatan berdiskusi dengan tim pengembang.
Menurut Prof Budiono Mismail, saat ini paling tidak ada empat layanan TIK yang telah dilaksanakan UB, yaitu digital library, UPPTI, Puskom, dan pengembangan e-Learning. Kesemuanya itu akan terlayani lebih baik lagi apabila menggunakan sebuah standar operasi dan prosedur yang disepakati bersama. SOP juga akan menjadikan pelayanan TIK UB menjadi lebih transparan, akuntable, efisien dan efektif, serta dapat di audit dalam konteks standar nasional maupun internasional. [nik]
Tes Substantif CPNS UB 2008
6 November 2008
Sebanyak 148 orang yang dinyatakan lulus seleksi tahap pertama calon pegawai negeri sipil Universitas Brawijaya (CPNS-UB), pagi ini, Kamis (6/11), mengikuti tes substantif yang diselenggarakan pukul 08.00-09.30 WIB di Sasana Samanta Krida UB. Setelah itu, calon masih harus mengikuti tes berupa wawancara yang dilaksanakan di fakultas/program masing-masing. Serangkaian tes yang diadakan sejak pertengahan bulan Oktober silam ini untuk memenuhi formasi CPNS-UB tahun 2008 sebanyak 80 orang tenaga dosen dari berbagai kualifikasi akademik, dan 2 orang tenaga teknisi. [Far]Poliklinik UB: Pemeriksaan Gratis
6 November 2008
Dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya (UB) ke-46, Poliklinik UB mengadakan bakti sosial berupa pemeriksaan gratis bagi PNS golongan I dan II yang berumur di atas 45 tahun di lingkungan UB. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, 3-7 November 2008.
Paket hemat
Selain pemeriksaan laboratorium gratis yang meliputi pemeriksaan gula darah puasa, kolesterol dan asam urat, Poliklinik UB juga menawarkan beragam paket hemat selama bulan November-Desember 2008. Paket A, berupa pemeriksaan darah dan urine lengkap dengan biaya Rp 32 ribu; Paket B, pemeriksaan darah lengkap, gula darah puasa, gula darah 2 jam PP dan asam urat dengan biaya Rp 50 ribu; Paket C, pemeriksaan trigliserida, kolesterol total, HDL, LDL dan EKG dengan biaya Rp 85 ribu; Paket D, pemeriksaan darah lengkap, urine lengkap, gula darah sesaat, asam urat, trigliserida, kolesterol total, HDL, LDL dan EKG dengan biaya Rp 142,5 ribu; Paket E, pemeriksaan darah lengkap, urine lengkap, gula darah puasa, gula darah 2 jam PP, asam urat, trigliserida, kolesterol total, HDL, LDL dan EKG dengan biaya Rp 152,5 ribu; Paket F, pemeriksaan darah lengkap, urine lengkap, gula darah puasa, gula darah 2 jam PP, SGOT, SGPT, ureum, creatinin, asam urat, trigliserida, kolesterol total, HDL, LDL dan EKG dengan biaya Rp 192,5 ribu; dan Paket Spesial, pemeriksaan gula darah puasa, kolesterol total dan asam urat dengan biaya Rp 35 ribu.
Keterangan lebih lanjut mengenai laboratorium klinik Universitas Brawijaya Malang dapat diperoleh dengan menghubungi langsung ke Poliklinik UB di Jalan MT Haryono 163 Malang. [nik]Prof Bambang Pardjianto: Banyak Pasien Bedah Plastik Datang ke Profesi Non-Medis
5 November 2008Secara tidak langsung, bedah plastik dapat membantu seseorang secara psikis untuk meningkatkan rasa percaya diri terhadap kondisi fisiknya. Dan pada akhirnya, akan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Demikian dikemukakan Prof Dr dr Bambang Pardjianto SpB SpBP(K) dalam pidato pengukuhan jabatan gurubesar dalam bidang ilmu bedah plastik dan rekonstruksi pada Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB), Rabu (5/11), di Widyaloka Universitas Brawijaya.
Dalam orasi ilmiah berjudul “Bedah Plastik dalam Perkembangan dan Peranannya serta Permasalahan yang Dihadapi”, dijelaskannya, bedah plastik adalah cabang ilmu bedah yang mengkhususkan pada penanganan deformitas serta cacat bawaan pada kulit dan jaringan lunak yang disertai kerangka muskuloskeletal tertentu di bawahnya. Bedah plastik sendiri lalu berkembang menjadi dua bidang, yaitu bedah plastik rekonstruksi, dan bedah plastik kosmetik atau estetik. Bedah plastik rekonstruksi bertujuan memperbaiki struktur abnormal tubuh karena cacat bawaan/defek atau cacat yang didapat, sementara bedah plastik kosmetik bertujuan memperbaiki atau membentuk kembali struktur normal dari tubuh agar berpenampilan lebih baik.
50% di Jakarta
Lebih lanjut Prof Bambang Pardjianto mengatakan, ilmu bedah plastik mengalami kemajuan pesat seiring dengan berkembangnya teknis pembiusan. Perkembangan itu meliputi bedah mikro, ekspansi jaringan, kultur jaringan, endoscopic surgery, sedot lemak (liposuction) dan bedah plastik pada fetus atau janin. Dikatakannya, saat ini di Indonesia hanya ada 87 orang spesialis bedah plastik, dan lebih kurang 50% dari jumlah itu berada di Jakarta. Minimnya ketersediaan dokter spesialis bedah plastik di Indonesia menyebabkan banyak penderita yang seharusnya ditangani oleh seorang dokter spesialis bedah plastik, ternyata ditangani oleh profesi kedokteran lainnya. “Tidak sedikit dari mereka yang membutuhkan penanganan bedah plastik, datang ke profesi non-medis. Terutama untuk bedah plastik kosmetik,” tuturnya.
Kendala
Prof Bambang Pardjianto mengatakan, di Indonesia perkembangan bedah plastik ke depan masih menghadapi kendala. Selain kurang tersedianya dokter spesialis bedah plastik adanya penanganan penderita bedah plastik oleh non-spesialis bedah plastik, masalah lain yang ditemui yaitu sosialisasi terhadap pengertian profesi bedah plastik masih jauh dari sasaran. Untuk itu, menurut Prof Bambang Pardjianto, perlu dilakukan usaha pemberian motivasi kepada mahasiswa kedokteran dan dokter muda untuk berminat menekuni bedah plastik. Juga harus dilakukan upaya menambah jumlah pusat pendidikan bedah plastik di fakultas kedokteran, serta memasyarakatkan keberadaan profesi bedah plastik lebih intensif lagi, agar masyarakat yang memerlukan penanganan dokter splesialis bedah plastik mendapatkan pelayanan yang sesuai.
Prof Dr dr Bambang Pardjianto SpB SpBP(K) lahir di Blitar 64 tahun silam. Suami dari dr R Ay Siti Lintang Kawuryan SpA(K) itu menyelesaikan pendidikan dasar di Surabaya dan sekolah menengah di Semarang. Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1974) ini, memperoleh spesialis bedah di Universitas Airlangga (1986), dan spesialis bedah plastik di Universitas Indonesia (1991), meraih gelar doktor dalam ilmu kedokteran di Universitas Airlangga (2005), dan pada 2007 ditetapkan sebagai konsultan bedah plastik oleh Kolegium Bedah Plastik. Saat ini Prof Bambang Pardjianto menjabat sebagai kepala SMF Bedah Plastik Rekonstruksi RSU Dr Saiful Anwar. Mengawali karir sebagai tenaga pengajar dengan jabatan asisten ahli madya sejak 1976, Prof Bambang Pardjianto pernah mendapatkan piagam penghargaan dari Departemen Kesehatan RI Kantor Wilayah Propinsi Timor Timur pada 1991, dan Satyalancana Karya Satya 20 tahun pada 2004. Sepanjang karirnya Bambang telah menghasilkan banyak karya ilmiah. [nik]Ujian Kompetensi Teknik Analisis Dasar Gravimetri dan Volumetri
5 November 2008
Sepuluh orang staf analis dan laboran di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) terseleksi untuk mengikuti ujian kompetensi analisis dasar gravimetri dan volumetri. Ujian kompetensi tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Tenaga Laboratorium Penguji Indonesia (LSP-Telapi), selama dua hari (6/11-7/11), di BBLK Jalan Karangmenjangan 18, Surabaya.
Kesepuluh orang staf UB ini produk pelatihan yang diadakan Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) UB awal bulan Februari silam. Secara rinci, dari FP 2 orang, Fapet 1 orang, FPIK 2 orang, FK 1 orang, FMIPA 3 orang, dan LSIH-UB 1 orang.
Peserta ujian terbagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari Teguh Tri Wahyudi SP, Adi Yuwono, Bandi Hisbullah Huda, Reni Astuti AMd, dan Rozika Hawa Ekayanti AMd, akan menjalani ujian hari Kamis (6/11). Sedangkan kelompok kedua terdiri dari Slamet Riyanto AMd, Setyawati SSi, Sahri, Maryono, dan Ika Yunita K SSi, akan mengikuti ujian Jumat (7/11).
Pelatihan
Saat ini LSIH-UB juga sedang mempersiapkan diri untuk sertifikasi tenaga laboran berikutnya dengan mengadakan Pelatihan Teknik Analisis Dasar (Gravimetri dan Volumetri) Berbasis Kompetensi, pada 17-20 November 2008. Dalam hal ini LSIH-UB bekerja sama dengan RC-Chem Learning Centre LIPI Bandung.
Pelatihan digelar di LSIH-UB dengan 24 orang peserta. Dari lingkungan UB sebanyak 21 orang, dan instansi lain 3 orang. Ke-24 peserta itu masing-masing 5 orang dari FP-UB, yaitu Rina Megawati dan Titik Nurhidayati (Budidaya Pertanian), Wahyu Indrayanto (Ilmu Tanah), Catur Prabowo Widodo AMd dan Tomo Agus S AMd (Hama dan Penyakit Tumbuhan), 5 orang dari FMIPA-UB, yakni Bambang Arianto SSi dan Nur Yusrina (Kimia), Nanik Dwi Rahayu SSi, Yusuf Rifa’i dan Sugiono (Biologi), 3 orang FTP-UB yaitu Luluk Mamluhah SSi, Sutrisno ST, dan Yuli Erna Widyasari AMd, 2 orang dari LSIH-UB, 2 orang dari Fapet-UB, 4 orang dari FK-UB, 2 orang dari Unit Laboratorium Terpadu Politeknik Negeri Jember, dan 1 orang Fakultas Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang.
Sejak 2007
Kerja sama LSIH-UB dengan RC-Chem Learning Centre LIPI Bandung diawali tahun 2007 dalam bentuk pelatihan dengan materi yang sama. RC Chem Learning Centre-LIPI merupakan lembaga yang memberikan berbagai macam pelatihan untuk meningkatkan kemampuan teknis SDM laboratorium dalam mencapai kompetensi personel sesuai tuntutan Standar ISO 17025:2005. Selain memberikan pelatihan reguler seperti yang tercantum pada program tahunan, RC Chem Learning Centre-LIPI juga dapat memberikan pelatihan dalam bentuk inhouse training yang dikemas sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas spesifik laboratorium di industri masing-masing, baik dari sisi SDM peralatan serta parameter ujinya.
Permintaan inhouse training dapat dilakukan dengan mengirim surat kepada RCChem Learning Centre dengan menyebutkan materi pelatihan, serta sasaran yang diinginkan dilengkapi dengan informasi mengenai jumlah peserta, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja peserta, peralatan analis yang dimiliki, parameter atau metode analisis dan waktu pelaksanaan yang diinginkan. [ika][ika]
Prof Rasjad Indra: Pendekatan Sosio Kultural untuk Obesitas
5 November 2008Obesitas adalah kondisi kelebihan massa jaringan lemak tubuh akibat asupan energi berlebih disbanding penggunaannya. Secara genetik, obesitas dapat disebabkan mutasi monogenik dan poligenik yang banyak terjadi pada manusia.
Tingginya angka obesities sangat erat hubungannya dengan proses modernisasi dan meningkatnya kemakmuran bagi sekelompok masyarakat. Hal itu membawa beberapa konsekuensi negatif berupa penyimpangan pola makan dan aktifitas fisik yang berperan penting terhadap terjadinya obesitas. Demikian ungkap Mochamad Rasjad Indra pada orasi ilmiah yang disampaikannya di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya 5 November 2008. Indra, demikian pria ini biasa dipanggil oleh rekan sejawatnya, dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu Faal pada Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Judul orasinya adalah “Obesitas sebagai Dampak Negatif Peradaban dan Masalah Kesehatan di Era Milenium”.
Lebih lanjut Indra mengungkapkan obesitas terbukti meningkatkan resiko mordibitas sistem tubuh manusia meliputi kardiovaskular, syaraf, respirasi, musculoskeletal, kulit, gastrointestinal, urogenital, psikologik dan endkrin yang mekanisme dasarnya adalah gangguan metabolik. Namun demikian, tidak semua individu obesitas mengalami gangguan metabolik dan tidak semua penderita gangguan metabolik mengalami obesitas. Indra menambahkan, prevalensi obesitas di seluruh dunia mengalami peningkatan terutama di negara maju seperti Amerika Serikat, Canada, dan sebagian Eropa. Temuan yang mengkhawatirkan juga terjadi di daerah Timur Tengah seperti diantaranya Bahrain, Arab Saudi, dan Mesir. Diperkirakan, 250 juta atau sekitar 7 persen populasi manusia di muka bumi mengalami obesitas dan dua hingga tiga kalinya atau sekitar 14 hingga 21 persennya mengalami kelebihan berat badan (overweight). Di Indonesia sendiri, pravelensi obesitas bervariasi di setiap daerah. Di Papua misalnya, pravelensi obesitas sebanyak 34 persen sementara di Surabaya 30 persen.
Ditambahkan oleh Indra bahwa pada hakikatnya, obesitas merupakan kegagalan manusia dalam memelihara pola hidup sehat. Karenanya, perubahan pola hidup seperti mengendalikan makan dan aktivitas fisik sangat dianjurkan untuk mengurangi obesitas. Dalam hal pengendalian makan misalnya, manusia moderen tidak lagi makan karena lapar tetapi lebih karena jadwal protokoler seperti adanya coffee break ataupun datang ke sebuah perayaan yang biasa disuguhi makanan dan minuman. Akibatnya, manusia tidak mampu menghentikan makan meskipun tubuh telah mengeluarkan sinyal kenyang. Sementara dalam hal aktivitas fisik, manusia moderen hanya membutuhkan sedikit aktivitas fisik untuk memperoleh makanan. Mereka tidak harus bercocok tanam atau pun berburu hewan terlebih dahulu seperti yang dilakukan nenek moyangnya. Selain merubah pola hidup, pengobatan farmakologis juga kerap dilakukan. Beberapa diantaranya menggunakan obat anti obesitas yang menghambat absorpsi lemak, obat yang mempengaruhi gormon gastrointestinal maupun penggunaan obat anti obesitas yang dapat meningkatkan laju metabolisme istirahat.
Pada akhir orasinya Prof Rasjad Indra mengungkapkan, secara genetik manusia lebih dipersiapkan untuk menghadapi kekurangan energi daripada kelebihan energi.
Dalam kondisi kekurangan energi, tubuh manusia melalui mekanisme rasa lapar yang apabila belum terpenuhi tubuh akan mengakses simpanan energi dalam tubuh mulai dari karbohidrat, lemak hingga protein. Sementara kondisi kelebihan energi justru direspon oleh tubuh untuk disimpan tanpa ditunjang pembuangan kelebihan. Untuk itu menurut Indra, penyelesaian obesitas tidak dapat dilakukan melalui pendekatan kuratif namun sebaiknya dengan pendekatan komprehensif secara sosio kultural. Pendekatan ini juga harus didukung oleh kesadaran akan pentingnya mengubah pola hidup dengan kembali ke fitrah manusia.
Prof Dr dr Mochamad Rasjad Indra MS lahir di Gresik 58 tahun silam. Suami dari Dr dr Tinny E Hernowati SpPK(K) yang juga dosen pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) ini memiliki dua orang putra.
Menamatkan pendidikan dasar dan menengah di tempat kelahirannya, Rasjad Indra lulus pendidkan dokter pada 1976, meraih gelar master sains pada 1986, dan gelar doktor pada 1997 kesemuanya di Universitas Airlangga Surabaya. Rasjad Indra adalah staf pengajar FK UB sejak 1980 dengan jabatan asisten ahli madya, golongan III/a. Sejak 2000 hingga sekarang Indra menjabat sebagai Ketua Ikatan Ahli Ilmu Faal Indonesia cabang Malang dan sejak 2002 hingga sekarang menjabat sebagai Kepala Laboratorium Ilmu Faal FK UB. Sebanyak 21 karya ilmiah telah dihasilkan oleh pria yang juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Biomedik FK UB itu. [nik]Mahasiswa Teknik Elektro Juara GemasTIK 2008
5 November 2008Sekelompok mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya menjuarai Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GemasTIK 2008) yang digelar oleh Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) Bandung. Final kegiatan tahunan ini diselenggarakan pada Rabu-Jumat (22-24/10) di kampus IT Telkom Bandung. Mereka adalah Yoppy (angkatan 2004), Dahnial Syauqi (angkatan 2005) dan Agung Setyabudi (angkatan 2005). Kategori yang diikutinya adalah Smartware Contest dengan judul penelitian “Alat Perekam/Pemutar Suara Digital Berkapasitas Besar untuk Aplikasi Embedded-System”. Atas prestasinya, ketiga mahasiswa Teknik Elektro ini berhak atas uang tunai senilai Rp 7 juta ditambah 3 buah telepon genggam merk ZTE. Informasi mengenai kegiatan ini dapat diperoleh di www.gemastik.com.
Perekam/Pemutar Suara Digital
Penelitian ini diambil dari penelitian skripsi milik Yoppy yang telah dijalankannya sejak empat bulan yang lalu. Prinsip kerja alat ini adalah pemanfaatan IC berkapasitas kecil yang ditambah dengan SD Card di Handphone untuk perekaman. Dengan kapasitas 512 MB, Yoppy mengaku berhasil merekam lebih dari 18 jam. “Itu karena saya memakai kapasitas 512 MB, jika memakai yang lebih besar, 1 GB misalnya, mungkin bisa dua kali lipat, 36 jam”, ujar Yoppy. Lebih mendetail, Dahnial Syauqi yang juga terlibat dalam penelitian ini menjelaskan bahwa setelah perekaman suara, file kemudian dapat disimpan/dicopy melalui Card reader dan kemudian terbaca di Personal Computer (PC) dalam file .wav (dot wav). “Kelebihan alat ini adalah kapasitasnya yang besar disamping dapat dibaca di PC dan MP3 Player”, ujar Dahnial. Ia pun menjelaskan, alat ini dapat diaplikasikan ke peralatan yang membutuhkan suara seperti kamus tuna netra, kalkulator, jam digital, dll. Untuk menyusun alat perekam/pemutar suara digital ini, Yoppy mengaku membutuhkan biaya kurang dari Rp. 200 ribu untuk membeli komponen yang mudah diperoleh di pasaran. Dengan bimbingan Adharul Muttaqin, ST, MT dalam penelitian ini, ia menyatakan sangat susah menemukan literatur karena belum banyaknya referensi sehingga lebih banyak bereksperimen sendiri melalui trial error. “Pemanfaatan SD card sudah banyak tetapi perekaman/pemutaran suara belum ada”, kata dia.
Dengan pengalamannya menjuarai Gemastik 2008 ini, Yoppy, dkk berharap tahun depan Universitas Brawijaya dapat mengirimkan lebih banyak peserta sehingga peluang merebut juara lebih besar. [nok]
---
Foto (dari kiri): Dahnial Syauqi dan Yoppy.Prof Teguh Wahyu Sardjono: Penyakit Parasitik Masih Terabaikan
5 November 2008Penyakit infeksi hingga sekarang, merupakan masalah kesehatan utama di dunia utamanya di negara tropis dan berkembang seperti Indonesia. Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit infeksi masih tinggi. Diperkirakan 51 persen dari kematian akibat penyakit infeksi di dunia disebabkan oleh tiga penyakit utama, yaitu tuberkulosis, HIV/AIDS dan malaria. Sisanya sebanyak 20 persen disebabkan oleh penyakit yang tergolong dalam negleted tropical disease(NTD), dan 29 persen disebabkan oleh penyakit infeksi lain. Demikian ungkap Prof Dr dr Teguh Wahyu Sardjono DTM&H MSc SpParK pada pidato pengukuhannya sebagai guru besar bidang ilmu Parasitologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang pada 5 November 2008.
Lebih lanjut Prof Teguh mengungkapkan, terdapat lima agen penyebab penyakit infeksi yaitu bakteri, virus, rickettsia, jamur dan parasit. Namun di antara lima jenis penyakit infeksi tersebut, hingga saat ini penyakit parasitik cenderung kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Penyebabnya antara lain, penyakit ini bersifat kronik (menahun), tidak mengancam jiwa, dan tidak mengganggu. Malaria, toxoplasmosis, dan penyakit cacing usus adalah penyakit parasitik yang relatif kurang mendapat perhatian.
Malaria
Setiap tahun di dunia, lebih dari 500 juta manusia terinfeksi malaria dan satu juta diantaranya meninggal dunia. Di Indonesia, 45 persen penduduknya mempunyai resiko tertular malaria yang juga merupakan penyakit re-emerging disease. Ini dikarenakan dari 576 kabupaten/kota yang ada, 73,6 persen diantaranya termasuk daerah endemis malaria. Angka kesakitan akibat malaria klinis tertinggi berada di kawasan timur Indonesia seperti Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Riau. Namun semenjak krisis moneter pada 1997 terjadi peningkatan malaria di berbagai daerah, yang disebabkan karena eksodus manusia dari beberapa daerah endemis malaria ke daerah yang bebas malaria seperti Jawa dan Bali. Penyebab ini semakin diperparah dengan meningkatnya angka resistensi terhadap berbagai obat malaria, pasien tidak mau datang ke dokter kecuali dalam keadaan parah, dokter tidak waspada terhadap kemungkinan terjadinya malaria, laboratorium klinik tidak memeriksa darah melalui pemeriksaan rutin, apotek tidak menyediakan obat malaria karena jarang ada resep yang masuk dan harga obat malaria yang relatif murah. Gejala spesifik malaria meliputi menggigil yang diikuti demam dan berkeringat. Pada kasus tertentu bahkan hanya menunjukkan gejala flu biasa dan khusus di daerah endemik, gejala malaria yang spesifik sering tidak muncul. Komplikasi malaria berat yang sering terjadi dan menyebabkan kerusakan otak adalah malaria otak, gagal ginjal akut, edema paru akut, anemia dan pendarahan.
Toxoplasmosis
Penyakit toxoplasmosis disebabkan oleh Toxoplasma gondii, parasit yang hanya dapat hidup di dalam sel hospesnya. Sumber utama penyakit ini adalah kucing dan binatang sejenisnya yang bertindak sebagai hospes utama. Umumnya toxoplasmosis tidak menimbulkan gejala nyata. Kalaupun ada, gejalanya tidak khas seperti panas badan seperti flu, batuk-batuk dan pembesaran kelenjar leher. Namun pada individu dengan status kekebalan yang rendah, toxoplasmosis dapat menyebabkan kondisi sakit yang parah bahkan kematian. Pada kasus toxoplasmosis congenital, terdapat gejala berupa kemunduran mental, kejang-kejang, kebutaan dan kematian pada bayi yang terkena. Gejala klinis berupa hidrosefalus, pengapuran pada otak dan khorioretinitis. Pada wanita hamil yang terkena toxoplasma akan menyebabkan kegagalan kehamilan seperti abortus, lahir premature, imatur, lahir cacat dan lahir mati.
Penyakit cacing usus
Penyakit cacing usus yang tergolong penyakit NTD, tersebar luas di seluruh dunia. Di Indonesia tercatat, angka kejadian penderita cacing usus di kalangan anak usia sekolah dasar berkisar 40-80 persen. Infeksi cacing usus dapat mengganggu pemanfaatan zat-zat gizi. Bila diperhitungkan penduduk Indonesia berjumlah 230 juta jiwa dimana 21 persen adalah anak-anak dan setiap anak sedikitnya terinfeksi 6 ekor cacing saja, maka total kerugian negara mencapai 500 miliar rupiah atau lebih dari 20 juta liter darah setiap tahun.
Pada akhir pidatonya Teguh menyatakan bahwa untuk menanggulangi dan mencegah makin meningkatnya angka kesakitan akibat penyakit parasitik adalah dengan memutus lingkaran hidup parasitnya. Peran para pelaksana kesehatan seperti posyandu, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan LSM juga perlu ditingkatkan, khususnya dalam pendidikan tentang pola hidup sehat dan kesehatan lingkungan.
Prof Dr dr Teguh Wahyu Sardjono DTM&H MSc SpParK lahir di Tuban 56 tahun silam. Ayah dua orang putri dan tiga orang putra ini menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Banyuwangi. Menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Airlangga Surabaya (1979), memperoleh gelar DTM&H dari Faculty of Tropical Medicine Mahidol University Bangkok (1981) dan meraih gelar MSc dari universitas yang sama (1991) serta dikukuhkan sebagai dokter spesialis parasitologi klinik 2004. Pada 2005 Teguh meraih gelar doktor pada Universitas Airlangga Surabaya. Teguh bergabung dengan Universitas Brawijaya sebagai staf pengajar dengan pangkat penata muda golongan III/a pada 1980.
Pernah menjabat sebagai Sekretaris Perkumpulan Pemberantasan Penyakit Parasitik Indonesia (P4I) cabang Malang (1991-1996), dan Ketua P4I cabang Malang (1997-2000). Sejak 1995 hingga sekarang, Teguh menjabat sebagai Sekretaris Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi cabang Malang, sementara sejak 2005 hingga sekarang menjabat sebagai kepala Laboratorium Parasitologi FKUB dan kepala SMF Parasitologi dan Cairan Tubuh Instalasi Lab Sentral RSSA. Kegiatan kursus yang pernah diikuti di antaranya The Treatment of Chloroquine Resistant Malaria di Surabaya, 1993, 9th Postgraduate Course on Immunology di Surabaya, 1994, dan the 2nd Asia Pacific Basic Course on Travel Medicine di Jakarta, 2002.
Berbagai karya ilmiah yang telah dihasilkan dan dipublikasikan oleh Teguh meliputi 10 karya ilmiah dipublikasikan di tingkat nasional, 2 buah di tingkat internasional, 15 buah disampaikan di seminar tingkat nasional, serta 5 buah disampaikan di seminar tingkat internasional. Selain itu Teguh juga telah menghasilkan 7 karya ilmiah dalam bentuk buku dan tercatat 40 karya ilmiah belum dipublikasikan. [nik]Dua Dosen FE-UB Terima Insentif Penulisan Buku Ajar 2008
5 November 2008
Dua dosen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) menerima insentif penulisan buku ajar untuk tahun 2008. Kedua buku ajar tersebut masing-masing berjudul ”Akuntansi Sektor Publik” karangan Wuryan Andayani, dan ”Statistika Bisnis” karangan Dede Sadewo Djatikusumo. Insentif sebesar masing-masing Rp 20 juta dikeluarkan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Nomor 1080/D3/LL/2008 tanggal 9 Oktober 2008. Insentif ditujukan untuk keperluan revisi dan mencetak buku ajar tersebut. Tahun 2008 ini terdapat 170 orang penerima insentif penulisan buku ajar yang berasal dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, yang telah menulis buku teks pembelajaran berdasarkan pengalaman penelitian dalam bidang ilmu apapun yang telah diterbitkan.
Jenis buku yang dapat diajukan untuk mendapatkan insentif adalah buku ajar, kompedium, pengayaan pembelajaran atau modul pengajaran, yang didasarkan pada data dan informasi hasil penelitian yang diselenggarakan di Indonesia. Juga dipersyaratkan, buku tersebut bukan hasil terjemahan atau saduran, dan dengan sendirinya harus bebas dari plagiarisme.
Pemberian insentif ini untuk mendorong minat dosen dalam menulis buku ajar sebagai bentuk penghargaan kepada dosen atas dasar prestasi, serta dalam rangka pembinaan dan peningkatan mutu penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pendidikan, melalui penggalakan penulisan buku ajar di kalangan dosen. Insentif diberikan setelah melalui proses seleksi ketat, sesuai kriteria yang ditetapkan Ditjen Dikti. [ris]Pengukuhan 3 Gurubesar Kedokteran
5 November 2008Universitas Brawijaya, Rabu (5/11) mengukuhkan sekaligus 3 orang gurubesar dari Fakultas Kedokteran (FK). Ketiga gurubesar baru tersebut adalah: Prof Dr dr Bambang Pardjianto SpB SpBP (gurubesar UB ke-157 atau ke-21 dari FK), Prof Dr dr Teguh Wahju Sardjono DTM&H MSc SpPar(K) (gurubesar UB ke-158 atau ke-22 dari FK), dan Prof Dr dr Mochamad Rasjad Indra MS (gurubesar UB ke-159 atau ke-23 dari FK).
Upacara pengukuhan akan digelar di gedung Widyaloka UB, Rabu 5 November 2008, mulai pukul 9.00 WIB, dalam sebuah Rapat Terbuka Senat yang dipimpin oleh Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing gurubesar membawakan orasi ilmiah. Secara berturut-turut, Prof Bambang Pardjianto membawakan judul "Bedah Plastik dalam Perkembangan dan Peranannya serta Permasalahan yang Dihadapi", Prof Teguh Wahju Sardjono dengan judul "Strategi Penanggulangan dan pencegahan Penyakit-penyakit Parasitik di Masyarakat", dan Prof M Rasjad Indra dengan judul "Obesitas sebagai Dampak Negatif Peradaban dan Masalah Kesehatan di Era Milenium".
Prof Bambang Pardjianto, 64 tahun, pria kelahiran Blitar 17/2/1944, dengan pangkat Pembina, golongan IV/a, dikukuhkan dalam jabatan fungsional dosen sebagai gurubesar dalam ilmu/matakuliah Ilmu Bedah Plastik, berdasarkan Keputusan Mendiknas nomor 29529/A4.5/KP/2008 tanggal 31 Maret 2008.
Prof Teguh Wahju Sardjono, 56 tahun, pria kelahiran Tuban 10/4/1952, dengan pangkat Pembina Tingkat I, golongan IV/b, dikukuhkan dalam jabatan fungsional dosen sebagai gurubesar dalam ilmu/matakuliah Ilmu Parasitologi berdasarkan Keputusan Mendiknas nomor 2953/A4.5/KP/2008 tanggal 31 Maret 2008.
Sedangkan Prof M Rasjad Indra, 58 tahun, pria kelahiran Gresik 25/5/1950, dengan pangkat Pembina, golongan IV/a, dikukuhkan dalam jabatan fungsional dosen sebagai gurubesar dalam ilmu/matakuliah Ilmu Faal, berdasarkan Keputusan Mendiknas nomor 29553/A4.5/KP/2008 tanggal 31 Maret 2008. [Far]
---
Foto (dari kiri): Prof Bambang Pardjianto, Prof Teguh Wahju Sardjono, dan Prof M Rasjad Indra.Dua Peneliti UB Presentasi Cassava di Laos
3 November 2008
Dua dosen peneliti cassava Universitas Brawijaya, yaitu Prof Dr Wani Hadi Utomo (Fakultas Pertanian) dan Dr Ir Marjuki MSc (Fakultas Peternakan), mempresentasikan makalah pada The 8th Asian Cassava Research Workshop, di Vientiane, Republik Demokratik Laos.
Acara diselenggarakan oleh International Center for Tropical Agriculture (CIAT) Regional Cassava Office for Asia bekerjasama dengan National Agriculture and Forestry Research Institute (NAFRI), Laos dan The Nippon Foundation, Tokyo, Jepang, selama sepekan, 20-24 Oktober 2008, di Settha Palace Hotel, Vientiane, Laos. Workshop yang dihadiri sedikitnya 100 peneliti cassava di negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin tersebut merupakan ajang penyebaran informasi dan tukar pengetahuan serta pengalaman antarpeneliti dan pihak lain tentang perkembangan terkini berbagai aspek cassava di Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang merupakan benua penghasil cassava utama dunia.
Tidak kurang dari 60 makalah dipresentasikan dan didiskusikan dalam acara tersebut, meliputi cassava agronomy, cassava breeding and germ plasm conservation, cassava disease and pest management and biotechnology, cassava processing and its use for food, feed, fuel, and other industries, cassava initiatives in Asia, cassava projects in Asia, Africa, and Latin America, dan the role of cassava in rural development and poverty alleviation. Di samping itu juga dilaksanakan field trip ke Naphok Rice and Cash Crop Research Center, salah satu pusat penelitian cassava yang ada di Laos.
Prof Wani Hadi Utomo yang koordinator peneliti cassava CIAT untuk Indonesia dan Timor Leste, mempresentasikan makalah berjudul The ACIAR Cassava Project in Indonesia. Sedangkan Dr Marjuki yang meneliti cassava dari aspek pemanfaatannya sebagai pakan ternak, mempresentasikan makalah berjudul The Use of Cassava Residue (pulp) as Feed for Dairy Cattle by Smallholder Farmers in East Java Indonesia.
Pada akhir acara juga dibahas rencana pembentukan Asian Consortium for Cassava Research and Development atau disingkat ACCORD sebagai wadah untuk keberlanjutan penelitian dan pengembangan cassava di Asia dengan dukungan dana yang diharapkan berasal dari negara-negara donor dan kontribusi dari negara-negara penghasil dan negara-negara konsumen cassava. [mjk]Pengiriman Dosen dan Mahasiswa ke University of Kentucky
5 November 2008
Menindaklanjuti kerja sama dengan University of Kentucky, Universitas Brawijaya akan melaksanakan beberapa program, di antaranya Visiting Researcher dan Scientific Writing Visit. Kedua program ini dapat diikuti oleh seluruh dosen pada Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik dan Fakultas Teknologi Pertanian. Dan khusus untuk program Visiting Researcher, dapat diikuti oleh mahasiswa doktoral pada kelima fakultas tersebut atas rekomendasi promotornya.Koordinator Kerjasama Universitas Brawijaya-University of Kentucky, Ir Agus Suharyanto MEng PhD, menyatakan, peminat program ini sangat banyak, mencapai 24 orang, sehingga dilakukan seleksi wawancara untuk menentukan peringkat. Hasil keseluruhan kemudian akan dikirim ke University of Kentucky guna disetujui siapa yang dapat mengikuti program ini sesuai dengan ketersediaan dana, profesor, dan laboratorium di University of Kentucky.
Untuk program Visiting Researcher, ada empat orang calon yang terpilih yaitu Didied P Affandy (bidang Akuntansi, FE), Waru Djurianto (Bidang Teknik Elektro, FT), Sri Winarsih (bidang energi biomassa, FP) dan Sucipto (bidang Teknologi Industri Pertanian, FTP).
Sedangkan untuk Scientific Writing Visit, University of Kentucky akan memilih masing-masing dua calon tiap-tiap fakultas yang menempati peringkat pertama dan kedua. Berikut adalah daftar nama kandidat peserta program Scientific Writing Visit.Fakultas Pertanian: Dr Ir Sri Karindah MS (bidang Hama dan Penyakit Tanaman), Dr Ir Nurul Aini MS (bidang Agronomi), Syahrul Kurniawan SP MP (bidang Agronomi), Prof Dr Ir Ika Rochdjatun (bidang Hama dan Penyakit Tanaman) dan Dr. Anton Muhibuddin SP MP (bidang Perlindungan Tanaman). Fakultas Ekonomi: Dias Satria SE MAppEc (bidang akuntansi) dan Nurman Setiawan Fadjar SE MSc (bidang perdagangan). Fakultas Ilmu Administrasi: Dr Lukman Hakim MSc (bidang Sosiologi), Dr M Al Musadieq MBA (bidang Administrasi Pemerintahan) dan Prof Dr Solichin Abdul Wahab MA (bidang Manajemen Perdagangan). Fakultas Teknik: Beta Suryo Kumoro (bidang Arsitektur, pencahayaan) dan Purwanto (bidang Teknik Elektro). Fakultas Teknologi Pertanian: Wenny Bekti Sunarharum STP MFoodSt (bidang Teknologi Hasil Pertanian), Sri Suhartini STP MEnvMngt (bidang Teknologi Industri Pertanian), Ir Ainur Rofiq Mulyono MP (bidang Teknologi Industri Pertanian), Indria Purwatiningrum STP MP (bidang Manajemen Industri Pangan), Dian Widya Ningtyas STP MP (bidang Mikrobiologi), Erni Sofia Murtini STP MP (bidang Teknologi Industri Pertanian), Ir Evi Kurniati MT (bidang Kualitas Air), Widya Dwi Rukmi Putri STP MP (bidang Teknologi Hasil Pertanian), Titik Nurhidayah STP MP (bidang Teknik Pertanian) dan Ir Hendrik Kini MT (bidang Teknik Pertanian).
Sementara itu staf University of Kentucky Michael Reed dalam e-mail-nya mengatakan, mereka yang terpilih menurut rencana akan diberangkatkan sekitar bulan Maret-Mei tahun depan, mengingat pengurusan paspor dan visa memerlukan waktu lama. [nok]Lolos Seleksi Tahap Pertama, 148 CPNS UB
3 November 2008
Sebanyak 148 orang pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) Universitas Brawijaya lolos seleksi tahap pertama. Hasil seleksi berupa tes pengetahuan umum (TPU) dan tes bakat skolastik (TBS) ini diumumkan melalui Pengumuman Nomor 023/Peng/2008 tanggal 3 November 2008 yang ditandatangani Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito. Pengumuman itu dikeluarkan mengacu pada surat Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional nomor 53825/A4/KP/2008 tanggal 31 Oktober 2008.
Peserta yang dinyatakan lulus masih harus menghadapi seleksi tahap kedua yang akan diselenggarakan hari Kamis, 6 November 2008, mulai pukul 08.00 WIB. Tes materi substantif diselenggarakan pukul 08.00-09.30 WIB di Student Center UB. Para peserta diharuskan membawa perlengkapan berupa kartu peserta tes, pensil 2B, karet penghapus, dan rautan pensil. Sementara itu pukul 10.00 WIB sampai selesai, diadakan tes berupa wawancara yang dilaksanakan di fakultas/program masing-masing.
Selengkapnya
Daftar selengkapnya, ke-148 calon yang lulus TPU dan TBS adalah sebagai berikut. Golongan II/c dengan kualifikasi manajemen informatika (4 orang): Dina Mustika Sari, Ahmad Nurcholish, Rahma Widiyanti, Janatin Wahyuni; gol II/c teknik komputer (1): Laili Furoikha; gol III/a akuntansi (5): Silfy Norma Yunita, Mirna Amirya, Nisa Juarini, Amalia Hadiyana; gol III/a keperawatan (10) Suryanto, Ika Setyo Rini, Rinik Eko Kapti, Heri Kristianto, Lilik Supriati, Dwi Setiowati, Shanti Rosmaharani, Nurchabibah, Yusniarti, Putri Artika; gol III/a ilmu gizi (5) Widya Rahmawati, Mira Mutiyani, Fajar Ari Nugroho, Laksmi Karunia T, Eriza Fadhilah; gol III/a teknologi hasil pertanian (4) Jaya Mahar Maligan, Afif Amrullah, Denok Setianingrum, Hestiana Penu Utami, gol III/a teknik kelautan (1) M Arif Asadi; gol III/a ilmu komputer (4) Budi Darma Setiawan, Hendarmawan, Satrio Agung W, Putra Pandu Adikara; gol III/a teknik informatika (2) Achmad Arwan, Bayu Priyambadha; gol III/a bahasa Indonesia (2) Nanang Bustanul F, Muh Fatoni Rohman; gol III/b dokter hewan (7) Asri Wahyuni, Yulis Prasetyo Rini, Dyah Ayu Oktavianie, Analis Wisnu W, Dewi Nugrahani, Dahliatul Qosimah, Heru Susilo; gol III/b dokter umum (10) R Sarwo Bekti, Hanif, Habiba Aurora, Dian Nugrahenny, Zamroni Afif, Kristin Indriana, Diyah Saraswati, Asri Maharani, Kiki Ulfaningtyas, Ardian Rizal; gol III/b dokter spesialis anak (1) Ariani; gol III/b dokter spesialis kandungan (1) Hermawan Wibisono; gol III/b dokter spesialis mata (1) Lely Retno WSPM; gol III/b dokter spesialis penyakit mulut (1) Nita Margaretha; gol III/b dokter spesialis syaraf (1) Shahdevi Nandar K; gol III/b teknologi kelautan (1) Fuad; gol III/b budidaya pertanian (2) Aviv Andriani, Sisca Fajriani; gol III/b sosial ekonomi pertanian (4) Fahriyah, Novi Itsna Hidayati, Dwi Retno Andriani, Iwan Hermawan; gol III/b teknik pertanian (2) Rini Yulianingsih, Diena Widyastuti; gol III/b teknik industri pertanian/teknologi industri pertanian (1) Arie Febrianto; gol III/b nutrisi dan makanan ternak (4) Heli Tistiana, Dyah Lestari Y, Akhadiyah Afrila, Warsito Mulyono; gol III/b produksi ternak (3) Adelina Ari H, Henny Leondro, Agung Prasetyo W; gol III/b arsitektur (4) Iwan Wibisono, Dyah Widi Astuti, Subhan Ramdlani, Abraham Mohammad R; gol III/b teknik elektro (2) Tri Nurwati, Fitri Utaminingrum; gol III/b teknologi industri/teknik industri (6) Rahmi Yuniarti, Ivan Rachmadhanni, Shanty Kusuma Dewi, Ceria Farela MT, Dwi Hadi S, Remba Yanuar Efranto; gol III/b teknik mesin (3) Femiana Gapsari MF, Purnami, Sugeng Hadi Santoso; gol III/b akuntansi (4) Rizka Fitriasari, Anita Wijayanti, Adri Putra Nugraha, Akie Rusaktiva R; gol III/b manajemen (10) Dimas Hendrawan, Mycheli Champaca, Tri Yulistyawati E, Desi Tri Kurniawati, Ikhtiara Kaideni I, Shanti Allena Dewi, Ainudin Rosyihan A, R Aryo Dewanto, Frida R Putri, Etsa Astridya S; gol III/b administrasi bisnis (3) Ajeng Mahestika, Yuniadi Mayowan, Ari Darmawan; gol III/b administrasi publik (1) Moh Said; gol III/b hubungan internasional (2) Anggun Trisnanto HS, Diyah Ayu Amalia A; gol III/b ilmu komunikasi (2) R Dhany Rachmat M, Dyan Rahmiati; gol III/b ilmu politik (2) M Faishal Aminuddin, Deasy Yarieffiani; gol III/b sosiologi (1) Kanthi Nastiti; gol III/b ilmu hukum (11) Reka Dewantara, Febry Chrisdanty, Dandy Bagus Ariyanto, Yenny Eta Widyanti, Yulia Fitri R, Fachrizal Afandi, Iffatul Ilmi, Muhammad Dahlan, Dhia Al Uyun, Shinta Hadiyantina, Deborah Christina S; gol III/b kenotariatan (2) Moh Hamidi Masykur, Ika Puspitasari; gol III/b perencanaan wilayah dan kota (6) Adipandang Yudono, Emma Irawati R, Mustika Anggraeni, Dimas Wisnu Adrianto, Maulien Khairina S, Linda Dwi Rohmadiani; gol III/bbahasa Perancis (2) Ria Yuliati, Sigit Prawoto; gol III/b psikologi (7) Farah Farida T, Sukaesi Marianti, Istiqomah, Cleoputri Al Yusainy, Ika Herani, Dini T Nafiati, Lusy Asa Akhrani; gol III/b konservasi gigi (1) Yuliana Ratna Kumala; gol III/b master of nursing (1) Dian Susmarini; dan gol III/c teknik sipil (1) Liliya Dewi Susana. [Far]Melepas Keberangkatan Haji
3 November 2008
Universitas Brawijaya menghadapi 4 agenda besar di akhir tahun 2008 ini. Keempat agenda itu, adalah AIPT (akreditasi institusi perguruan tinggi), perubahan status dari PTN (perguruan tinggi negeri) menjadi perguruan tinggi dengan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum (PPK-BLU), pembangunan rumah sakit pendidikan senilai Rp 500 miliar, dan implementasi program entrepreneurial university senilai Rp 600 miliar.
Hal ini disampaikan Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito pada acara melepas keberangkatan jamaah calon haji keluarga besar Universitas Brawijaya, Senin (3/11), di Masjid Raden Patah Kampus UB. Rektor berharap para jamaah haji UB di tanah suci nanti mendoakan agar UB berhasil menyelesaikan keempat agenda besar itu dengan sebaik-baiknya.Sebelumnya, Rektor berpesan, para calon jamaah haji patut bersyukur atas kenikmatan yang diberikan Allah atas kesempatan untuk menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Karena, para calon jamaah haji terpilih dari 200 juta lebih penduduk Indonesia.
Ketua Pusat Pembinaan Agama (PPA) UB Prof Dr Thohir Luth MA melaporkan, pada musim haji tahun ini sebanyak 97 orang warga UB menunaikan ibadah haji. Dari jumlah itu, 45 orang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) UB, dan selebihnya tergabung dalam KBIH non-UB. Sementara itu, pada tahun 2008 ini pula UB memberikan subsidi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) kepada 10 orang pegawai administrasi, yang terinci 4 orang golongan II, 5 orang golongan III dan 1 orang golongan IV. Program pemberian subsidi ini telah berjalan selama 6 tahun terakhir ini. Paling tidak 38 orang pegawai telah mendapatkan subsidi yang besarnya 25%, 50% atau 75% dari BPIH.
Jamaah calon haji asal UB, selengkapnya adalah sebagai berikut. Kantor Pusat: Goerid Hardjito dan Isteri, Ratna Faranifa dan suami, Hariyanto dan isteri, Dra Sukowinarti, Edy Suyanto, Suyono dan isteri, Firdaus Anantamus, Murtiningtyas, Jamaludin Sidik, Safuan SH dan isteri, Drs M Subky Hasby MAg; Fakultas Hukum: Herman Suryokumoro SH MH dan isteri, Dr Sihabudin SH MH dan isteri, Mohamad Yusuf Alfan Sobirin; Fakultas Ekonomi: Prof Dr Sutrisno SE MSi Ak dan isteri, Dr Agus Suman SE DEA dan isteri, Dra Asfi Manzilati ME dan suami, Drs Agus Sukanto dan isteri; Fakultas Ilmu Administrasi: Prof Dr Sumartono MS dan isteri, Dr Endang Siti Astuti MSi, Drs M Dzulkirom AR, Dra Suciati, Ny Salehuddin; Fakultas Pertanian: Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD dan isteri, Dr Ir Retno Diah Puspitarini dan suami; Fakultas Peternakan: Dr Ir Ifar Subagiyo MAgrSt dan isteri; Fakultas Teknik: Dr Arief Rachmansyah dan isteri, Ir Fitriani dan suami; Fakultas Kedokteran: Drg R Setyohadi MS, dr Achmad Chusnul Chuluq MPH, Dr dr Karyono Mintaroem SpPA, dr Setyo Sugiharto SPB Kbd, dr Anny Sulistyowati SpM; Fakultas Perikanan: Ir Anton Efani dan isteri, Erma; Fakultas MIPA: Dr Ir Chasan Bisri dan isteri, Drs Noor Hidayat MSi dan isteri, Paikin; Fakultas Teknologi Pertanian: Ir Anang Lastriyanto MP dan isteri, Ir Sukardi MS dan isteri, Salmah Heruwati BSc; Fakultas Ilmu Sosial: Muktiyatun dan suami. [Far]FK UB: Kuliah Tamu Mikrobiologi Erasmus University Medical Center
3 November 2008Suasana berbeda tampak di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB), Senin (3/11). Hari itu FK-UB menerima kedatangan Prof Dr Henri A Verbrugh PhD dan Dr Jan Nouwen Phd dari Erasmus University Medical Center. Kedua pakar itu memberikan kuliah tamu di auditorium lantai VI gedung pusat pendidikan FK-UB. Ratusan mahasiswa yang rata-rata duduk pada semester 5 memenuhi ruangan itu.
Menurut Prof Dr Sanarto Santoso DTM&H SpMK, Kepala Laboratorium Mikrobiologi FK UB, kedua tamu tersebut sengaja diundang untuk memberikan materi perkuliahan kepada mahasiswa sebagai bentuk kerjasama selain penelitian antara kedua institusi. Erasmus University Medical Center saat ini telah menjalin kerjasama dengan FK Unair, dan FK Unud, di samping FK UB.
Sebelum acara di auditorium FK UB ini, Dr Jan Nouwen Phd telah memberikan kuliah kepada mahasiswa Pendidikan Dokter Spesialis UB di Rumah Sakit Saiful Anwar. Di sana, ia menyampaikan materi tentang penyakit dalam, karena Dr Jan Nouwen Phd memang ahli penyakit dalam (internis).
Sementara Prof Dr Henri A Verbrugh PhD pada acara kuliah tamu itu menyampaikan tentang Emerging Infections. Ia banyak membahas tentang penyakit endemik dan pandemik yang banyak terdapat di Indonesia. Menurutnya, banyak sekali penyakit-penyakit yang tersebar di Indonesia, mulai dari malaria sampai avian influenza. Hanya saja seberapa besar dan data sebarannya sampai mana saja masih belum diketahui.
Ia juga mengkritisi kondisi laboratorium-laboratorium mikrobiologi di beberapa fakultas kedokteran di Indonesia, yang menurut dia masih kurang memadai fasilitasnya. Keadaan ini menjadikan aktivitas penelitian juga menjadi minim. Padahal menurutnya, Indonesia memiliki mahasiswa-mahasiswa dengan potensi peneliti dan objek penelitian yang sangat banyak. Ia berharap ada terobosan-terobosan baru untuk mengatasi masalah ini.
Acara kuliah tamu dengan menghadirkan pemateri dari universitas jejaring luar negeri merupakan salah satu program FK-UB untuk mencapai standar internasional. Dengan semakin banyaknya institusi akademik yang dapat dijaring, maka peluang kegiatan serupa untuk sering diadakan semakin terbuka. Menurut Prof Sanarto, rencananya setiap setahun minimal satu kali akan diadakan kuliah tamu dengan narasumber dari luar negeri. [fjr]Sumpah Dokter
3 November 2008Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB), menggelar upacara pengucapan sumpah dokter baru hasil yudisium 30 Oktober 2008. Upacara diselenggarakan di Sasana Samanta Krida UB, Senin, 3 November 2008, dihadiri oleh segenap pimpinan FK-UB, Direktur Rumah Sakit Dr Saiful Anwar, para dosen, pengurus Ikatan Alumni Komisariat FK-UB,.dan 75 orang dokter baru beserta keluarganya.
Disaksikan oleh Dekan Dr dr Samsul Islam SpMK MKes, para lulusan mengucapkan sumpah dokter. Acara diteruskan dengan penyerahan lafal sumpah dokter disertai pengalungan gordon oleh Dekan.
Ketua Jurusan Pendidikan Dokter, Dr dr Basuki B. Purnomo SpU, dalam sambutannya melaporkan bahwa 75 dokter baru yang disumpah adalah hasil yudisium pada tanggal 30 Oktober 2008. Dengan demikian, saat ini Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya telah meluluskan 3582 dokter yang tersebar ke seluruh pelosok tanah air. Ia juga menyampaikan nama-nama dokter baru yang lulus dengan predikat cumlaude, di antaranya adalah dr Lidwina Tika Trisnawati (IPK 3,71), dr Herawati (IPK 3,68), dr Lailatul Hikmah (IPK 3,67), dr Kadek Yudi Fajar Mahendra (IPK 3,64), dr Indah Dina Maritha (IPK 3,63), dr Mirana Dian Krisanti (IPK 3,63), dr Syahrul Chilmi (IPK 3,63), dr Samsul Arifin (IPK 3,60), dr M Syahroni Fardiansyah (IPK 3,59), dr Laurentia Divina Respati (IPK 3,59), dr Mas’adah (IPK 3,55), dr Noor Syamsu Komarulloh (IPK 3,55), dr Eki Retno Rubiharto (IPK 3,54), dr Mutia Annisa (IPK 3,54), dr Sindi Boru Sembiring (IPK 3,54), dan dr Yogi Puji Rachmawan (IPK 3,51). Ia mengharapkan kepada para lulusan untuk tetap menjalin komunikasi dengan jurusan maupun fakultas sebagai bagian dari keluraga besar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Moral dan etika
Wakil dari dokter baru, dr Samsul Arifin S Ked, mengimbau rekan-rekan sejawat dokter agar berusaha keras untuk mengabdi kepada masyarakat, dan tetap menjalin silaturahmi serta saling mendukung satu sama lain baik dalam hal akademik maupun ketrampilan lainnya. Sedangkan Ketua IKA UB Komisariat Fakultas Kedokteran, Djoko Heri Hermanto menyampaikan kepada para dokter baru agar senantiasa mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran di samping ketrampilan klinik agar semua dokter terstandarisasi untuk menjalankan profesinya. Ia juga berharap agar para alumni memberikan kondisi terbaru dengan memberikan data dan kedudukannya di tempat kerja yang baru.
Sementara itu Wakil Direktur RSSA menyampaikan agar kepada para dokter baru untuk mengutamakan profesionalisme dan memjumjung tinggi nilai kemanusian untuk berperan aktif di masyarakat. Mereka diharapkan memberikan citra positif di kalangan masyarakat karena saat ini banyak terjadi penyalahgunaan profesi kedokteran yang justru mencoreng nama dokter itu sendiri. Ia berpesan agar etika kedokteran benar-benar dipegang erat.
Pada kesempatan selanjutnya, Dekan FK UB Dr dr Samsul Islam SpMK MKes, menyampaikan agar sumpah dokter yang telah diucapkan para dokter baru bisa benar-benar dihayati dan diimplementasikan dalam keseharian untuk menjaga martabat profesi dokter. Pada keadaan di mana masyarakat lebih menekankan pada pendekatan materi seperti akhir-akhir ini, menjaga sumpah dokter menurutnya bukan perkara yang mudah. Untuk itu, moral dan etika dokter harus lebih ditekankan daripada materialisme.
Nama dokter baru
Ke-75 lulusan dokter baru itu adalah sebagai berikut: dr. Widya Lesmana Yoga SKed, dr Sari Kurniawati SKed, dr Christa Deviani SKed, dr Anton Suryatma SKed, dr Drastis Mahardiana AMd SKed, dr JuIiarti SKed, dr Mardiani SKed, dr Niken Pradnya Paramita SKed, dr Nurlaili Susanti SKed, dr Rosita Megawati SKed, dr Siti Mardiah Thahir SKed, dr. Tutik Suwardani SKed, dr Yeni Rahman SKed, dr Alvi Milliana SKed, dr Anita Ikawati SKed, dr Hervin Febrina Ghofar SKed, dr Ach Salman Faridzi SKed, dr Am Maisarah Disrinama SKed, dr Astrid Kurniasari, SKed, dr Aurick Yudha Nagara SKed, dr Cut Razianti ZB S.Ked, dr Danny Patra Amijaya SKed, dr Desy Wulandari SKed, dr Dewi Nurindah SKed, dr Dewi Rosmana Tatasiwi SKed, dr Dilendras Kirmana Putri SKed, dr Dwanda Yuniro SKed, dr Dwi Indri Sayekti SKed, dr Eki Retno Rubiharto SKed, dr Eko Budi Siswidiyanto SKed, dr Eksap Nurhati Ulfah SKed, dr Esti Karunia Wulandari SKed, dr Estu Nila Widuri SKed, dr Fadhli Ramadhan SKed, dr Grace Valerina Ndjurumana SKed, dr Henny Kriswanti SKed, dr Herawati SKed, dr Indah Dina Maritha SKed, dr Juwita SKed, dr Kelly Kuswidi Yanto SKed, dr Lailatul Hikmah SKed, dr Udwina Tika Trisnawati SKed, dr Lina Daniaty SKed, dr Lisnaini, SKed, dr Margareth Haryanto SKed, dr Marthin Tori SKed, dr Mas'adah SKed, dr Mirana Dian Krisanti SKed, dr Moch Syahroni Fardiansyah SKed, dr Mutia Annisa SKed, dr Noor Syamsu Komarulloh SKed, dr Noviana Mayasari SKed, dr Nurul Aini SKed, dr Rifqi Atho'illah SKed, dr Rizky Amalia SKed, dr Rosa SKed, dr Samsul Arifin SKed, dr Sindy Boru Sembiring SKed, dr Syahrul Chilmi SKed, dr Teddy Kristiyan SKed, dr Teguh Prihantoro SKed, dr Vivi Irma Pratiwi SKed, dr Vivin Febriani SKed, dr Yogi Puji Rachmawan SKed, dr Yusuf Arifin SKed, dr Adinda Putra Pradhana SKed, dr Dyah Maya Sari SKed, dr Gerry Gunawan SKed, dr Henywidiyowati Soenarjadi SKed, dr Kadek Yudi Fajar Mahendra SKed, dr Laurentia Divina Respati SKed, dr Vidyana Ikhtiari Syahdan SKed, dr Ismaliza Binti Ismail SKed, dr Mawarni Binti Sharif SKed, dr Saravanan Mahendra, SKed. [Far]FE UB: Seminar Entrepreneurship, Leadership dan Soft Skill
1 November 2008Dewasa ini, kompetisi untuk mendapatkan pekerjaan semakin kompetitif. Calon tenaga kerja tidak saja butuh membekali dirinya dengan hard skill, tapi juga soft skill yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan. Untuk itu, dunia perkuliahan tidak cukup jika hanya memberikan materi-materi kuliah atau merubah-rubah silabus. Mahasiswa perlu diberikan pelatihan-pelatihan dan mendapatkan sertifikasi keahlian tertentu yang bisa menjadikan dirinya seorang mahasiswa plus.
Demikian diungkapkan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB), Prof Dr Bambang Subroto MM Ak, pada pembukaan seminar bertajuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Pendekatan Entrepreneurship, Leadership dan Soft Skill bagi Mahasiswa dan Alumni. Seminar yang digelar untuk memperingati Dies Natalis FE-UB yang ke-47 ini dilaksanakan di gedung Widyaloka, hari Sabtu (1/10). Hadir dalam acara tersebut adalah 3 orang narasumber yaitu Dr Khusnul Ashar SE MM, Dr Hj Samiatun MM, alumni FE-UB, dan Anton Baroto, juga alumni FE-UB.
Dr Khusnul Ashar SE MM, yang juga Pembantu Dekan III FE-UB, menguraikan banyak potensi kewirausahaan yang ada di mahasiswa FE UB saat ini. Berdasarkan survei yang dilakukannya terhadap mahasiswa FE-UB angkatan 2007 yang berjumlah 547, sekitar 26,5 % mengaku berminat kuliah sambil berwirausaha. “Jumlah itu sekitar 145 anak, cukup banyak”, ujarnya. Selain itu, ternyata banyak mahasiswa FE-UB yang saat ini mengaku telah memiliki usaha-usaha sendiri. Produk yang mereka hasilkan cukup beranekaragam, antara lain makanan kecil, konveksi, catering dan kafe, suvenir, produk kesehatan, alat-alat tulis, bahkan ada yang mengusahakan penggemukan sapi. “Ada juga yang memiliki usaha jasa seperti penjualan pulsa, percetakan, properti, salon, dan juga klinik hypnotherapy”, ujar Khusnul.
Menurut Khusnul, mahasiswa yang memiliki unit bisnis tersebut mengaku menginginkan sebuah pertemuan dan seminar dengan orang-orang yang memiliki modal, termasuk dengan alumni. Mereka berharap mendapatkan pinjaman modal yang jumlahnya berbeda-beda. “Ada yang kisaran satu sampai lima juta, sampai ada yang di atas 15 juta. Jadi, kalau ada alumni yang tertarik silakan menyalurkan modalnya kepada mereka”, tutur Khusnul.
Adapun Dr Hj Sami’atun MM, pada seminar tersebut berbagi pengalaman tentang membangun sebuah usaha. Menurutnya, ada banyak prinsip-prinsip yang harus dimiliki oleh seseorang ketika memulai dan menjalankan usahanya. Prinsip-prinsip tersebut antara lain ketauhidan, prinsip niat ibadah, prinsip amanah, prinsip kejujuran, prinsip motivasi, prinsip aktualisasi diri, prinsip hijrah, prinsip jiwa bebas, prinsip silaturahmi, dan prinsip amal. Menurutnya, prinsip yang paling ditekankan untuk berwirausaha adalah kejujuran. “Dalam berwirausaha, sekali saja kita tidak jujur, maka selamanya kita akan tidak dipercaya”, ungkap pemilik beberapa perusahaan SPBU dan trading ini.
Intrapreneur
Sementara itu Anton Baroto, yang menjadi pemateri seminar berikutnya, menyampaikan seluk beluk kewirausahaan dalam platform intrapreneurship. Menurutnya, selain entrepreneur ada satu lagi aspek kewirausahaan, yaitu intrapreneurship. Intrapreneurship didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki perpaduan ketrampilan antara wirausahawan dan merupakan seorang karyawan profesional yang bekerja pada sebuah perusahaan. Seorang intrapreneur berbeda dengan entrepreneur. Intrapreneur, meskipun bekerja kepada seseorang,ia memiliki jiwa-jiwa berwirausaha sehingga meskipun bekerja secara tidak mandiri dia tidak kehilangan kreativitas dan sifat inovatifnya. "Pengalaman saya, ketika ada anak buah yang memiliki ide-ide unggul, kita beri saja dia kesempatan daripada kita berikan kepada konsultan. Kita bayar juga dia, karena dia sudah bisa jadi intrapreneur", ucapnya. Mereka bertanggung jawab langsung pada sebuah perusahaan, untuk mengubah ide menjadi produk, atau jasa yang menguntungkan, melalui keberanian mengambil risiko dan inovasi. “Mereka juga memiliki karakter-karakter kuat yang mendukungnya menjadi intrapreneurship”, ujarnya. Karakter-karakter tersebut antara lain berorientasi pada hasil, berambisi, kreatif, percaya diri, toleransi pada resiko, tahan terhadap tekanan, bersemangat, dan berorientasi tindakan. Ia menekankan bahwa seorang intrapreneurship tidak takut terhadap resiko dari apa yang diusahakannya. “Mereka toleran terhadap resiko. Risiko bukan untuk dijauhi, tetapi untuk diukur dan ketika sudah ketemu akan dikendalikan”, ujarnya. Dia menambahkan bahwa untuk menciptakan peningkatan dan meningkatkan laba melalui penciptaan produk baru dan cara baru dalam melakukan bisnis intrapreneurship harus didorong di dalam sebuah perusahaan. [fjr]