November 2007
Pelantikan Komandan Menwa Periode 2007/2008
30 November 2007Menandai pergantian kepengurusan Unit Aktivitas Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Brawijaya, diselenggarakan upacara serah terima jabatan (Sertijab). Upacara berlangsung hari Jumat (30/11) di Gedung PPI, dipimpin langsung oleh Pembantu Rektor III Ir Ainurrasjid MS sebagai inspektur upacara. Hadi Pranoto, mahasiswa Fakultas Pertanian angkatan 2002, Komandan Menwa Unibraw periode 2006/2007, pada kesempatan itu menyerahkan jabatan kepada Siti Zainab, mahasiswa Fakultas Perikanan angkatan 2004 yang dilantik sebagai komandan baru untuk periode 2007/2008.
Hadir pada upacara itu Komandan Satpol PP Kota Malang, Dra Diana Ina, yang mewakili Walikota Malang, para anggota baru maupun lama Unitas Menwa serta beberapa undangan lainnya.
Dalam sambutannya, PR III mengungkapkan terima kasih atas kepada kepengurusan lama atas kerja kerasnya yang telah membawa Menwa hingga kondisi saat ini. Untuk kepengurusan baru, diberikan ucapan selamat. “Harapan ke depan agar Menwa lebih giat lagi membentuk fungsi kepengurusan yang lebih solid terutama kepada para anggota, juga meningkatkan kualitas secara optimal dalam tubuh internal maupun hubungan eksternal Unitas Menwa,” ungkapnya di hadapan para anggota Menwa dan undangan.
Upacara Sertijab dilaksanakan rutin setiap setahun sekali dengan tujuan regenerasi kepengurusan. Sebelumnya, Siti Zainab terpilih secara aklamasi dari lima kandidat yang lain di hadapan para anggota. Visi yang disampaikannya yakni menciptakan Menwa sebagai wadah pembentukan generasi muda yang berintelektualitas, komunikatif, dan berkarakter. Sementara beberapa misinya antara lain meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota Menwa, mengambangkan kemampuan anggota secara menyeluruh, serta peningkatan entrepreuner sebagai wujud pendanaan kesatuan. “Misi yang terakhir ini sudah kami implementasikan dalam wujud koperasi sebagai bentuk usaha bisnis. Kami juga belajar agar koperasi yang kami kelola mampu berkembang lebih baik baik lagi, “ paparnya menutup pembicaraan. [bhm]Pengenalan Enterprise Resource Planning (ERP) For Industries
29 November 2007Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, Kamis (29/11), menyelenggarakan acara pengenalan ERP (Enterprise Resource Planning For Industries). Acara ini ditujukan bagi para mahasiswa. Hadir sebagai pemateri, Faizal Rizki SE dan Ajie Purnama ST, konsultan ERP dari PT IBS Hasta Utama Cabang Malang. Keduanya sekaligus adalah trainer bagi perusahaan-perusahaan yang sudah atau belum menggunakan ERP dalam sistem kerjanya.
Menurut Faizal Rizki, ERP merupakan suatu metode perencanaan dan pengendalian yang efektif terhadap seluruh sumberdaya yang dibutuhkan dalam pembelian, pengiriman, dan pemenuhan permintaan customer pada perusahaan manufaktur maupun jasa. Paket software ERP dirancang untuk mengintegrasikan pelbagai macam informasi. ”Selanjutnya akan ditampung oleh unit-unit fungsional dalam perusahaan pada sebuah database terpusat. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi proses-proses bisnis di perusahaan”, ujarnya.
Secara bergantian, Ajie Purnama memaparkan tentang pentingnya ERP dalam sebuah instansi. Antara lain, akses informasi yang handal dan dapat menghindarkan pada pemasukan data dan pekerjaan berulang sehingga lebih efisien. Selain itu, juga bisa mengurangi waktu siklus sehingga juga akan mengurangi biaya.
”Keuntungan lainnya, mudah diadaptasikan karena bersifat dinamis sekaligus punya jangkauan global”, jelas Ajie. Modul-modul utama yang terdapat dalam paket software ERP modern pada umumnya adalah Accounting Management, Financial Management, Manufacturing Management, Production Management, Transportation Management, Sales and Distribution Management, Human Resources Management, Supply Chain Management, Customer Relationship Management, dan E-Business. Jenis software yang ditawarkan antara lain SAP, ORACLE, BAAN, SAGE, COMPIERE, ADEMPIERE,
Diungkapkan lagi, ”Di negara maju implementasi ERP sudah menjadi keharusan sebab dengan persaingan yang makin kompetitif dibutuhkan efisiensi pada sebuah perusahaan”. Gelombang implementasi ERP yang sudah mulai menuju negara berkembang seperti Indonesia harus diapresiasi sebaik mungkin. Seiring tuntutan pasar global, baik dalam bisnis, stok, customer services, jalur distribusi, dan sebagainya. Rata-rata perusahaan besar juga sudah menggunakan ERP untuk menunjang bisnisnya. Sebelum menutup acara, dibagikan daftar kepada para mahasiswa yang berminat untuk mengikuti pelatihan ERP. Keterangan mengenai jadwal acara maupun biaya, akan dilakukan konfirmasi lebih lanjut. [bhm]HUT ke-36 Korpri
29 November 2007
Unit Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Universitas Brawijaya, Kamis (29/11) mengadakan upacara bendera di lapangan Rektorat. Upacara dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-36, dengan inspektur upacara Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito selaku Pembina Unit Korpri Unibraw, ini diikuti seluruh anggota sub-sub unit dari 10 fakultas, dan 2 program di lingkungan Universitas Brawijaya.
Good governanceDi depan peserta upacara, Rektor membacakan pidato Presiden. Dalam pidato tersebut, Presiden menyatakan, Korpri sebagai organisasi profesi harus senantiasa berkiprah bersama komponen bangsa lainnya untuk secara konsisten memperjuangkan cita-cita bangsa. Selain mewadahi aspirasi para anggota, Korpri juga berperan mendorong para anggotanya agar lebih profesional dalam membangun tata pemerintahan yang baik (good governance). Tujuannya, adalah meningkatkan kinerja birokrat dan segenap PNS dalam melayani masyarakat dan menjamin roda pemerintahan. Pada bagian lain pidato Presiden mengatakan, tuntutan reformasi birokrasi menghendaki pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean government). "Hal ini mengharuskan kita semua, sebagai aparatur pemerintahan, mengedepankan proses pelayanan yang cepat, akurat, dan akuntabel. Selaku Penasehat Nasional Korpri, Presiden menyampaikan 4 butir arahan. Pertama, tunjukkan displin dan kinerja yang optimal, dan tingkatkan kompetensi dengan mengedepankan profesionalisme dan kompetensi birokrasi. Kedua, Korpri harus peka terhadap setiap perkembangan di masyarakat. Setiap kritik dan saran merupakan masukan positif bagi perbaikan kinerja pemerintahan. Ketiga, dalam melaksanakan tata pemerintahan yang baik dan penuh tanggung jawab, seluruh jajaran Korpri diminta melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya, dengan prinsip keterbukaan dan dapat dipertanggungjawabkan, tidak melanggar hukum dan sumpah jabatan. Keempat, tunjukkan sikap aparatur yang senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara dibanding kepentingan pribadi atau golongan. "Amalkan doktrin Bhinneka Karya Abdi Negara. Meskipun melaksanakan berbagai bidang dengan jenis karya beragam, tetapi tetap satu dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara", tegas Presiden.
Pensiun
Pada kesempatan itu Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Goerid Hardjito SEMM mengumumkan nama-nama 45 orang anggota yang memasuki masa purnatugas (pensiun) pada tahun 2007 ini. Mereka itu masing-masing adalah: Fatemun, Lamin, Sjaiful Rachman, Sri Rahaju, Arief Kaslan, Heru Purnomo (alm), Panti Rahardjo, Purnomo (Kantor Pusat); Fidelis Sutego SH, As'at SH MS, Astutik (alm), Drs Samlawi Azhari MS (FH), Drs Usman Affandi, Prof Dra SM Kiptiyah MSc, Siswojo SE (FE); Drs Kusnadi (alm), Drs Mohamad Ali Sumantri, Drs Abdul Rachman Soendjoto (alm), Prof Drs Ismani MA, Drs Chalim Chalil Jusuf MSi (FIA); Ir Soeboer Djatiwaloejo (FP); Ir Wiharto MS, Prof Dr drh Koentjoko MScAgr (alm), Ir Noegroho, Ir Imam Suryo MSH MS (alm) (Fapet); Ir Surjatin, Ir Erman Chatib, Ir Syamsuddin Dalimunthe, Dra Lilik Sudarmiati (Faperik); Prof Drs HM Hasyim Baisoeni, Edy Maulana, Drs Sam'un Makmur (FT); Uriefi, R Soewarnotomo, dr Supardan, Warno, dr Dasril Chatib SpKJ, Djono, Trijatmoko, Dra Soemarmi Oktawiyanti (FK); Paikin, dr Yubhari Dachlan (FMIPA), Bambang Prasetyo, Mudjiono (alm), dan Gijono (FTP).Tali asih
Seusai upacara bendera, para pensiunan (baru) tersebut mendapatkan piagam penghargaan dari Rektor dan sejumlah dana sebagai tali asih. Penyerahan piagam dan tali asih dilakukan dalam acara silaturahmi yang digelar di gedung Widyaloka lantai I. Hadir dalam acara tersebut selain pimpinan universitas dan fakultas, para pengurus Korpri, juga para pensiunan lainnya.
Dalam kesempatan itu Ketua Unit Korpri Unibraw Drs Djanalis Djanaid memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Djanalis menekankan perlunya manajemen stress pascapensiun. Sebab pada dasarnya, menurut Djanalis, pensiun akan dialami oleh setiap pegawai, khususnya pegawai negeri dan suatu hal yang wajar jika akan terjadi perubahan pada dirinya. Dari yang biasa sibuk, beralih menjadi tidak ada kegiatan. Sedikit ataupun banyak, kondisi ini akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik maupun mental. Hal inilah yang seringkali disebut dengan stress, atau diistilahkan dengan post power syndrom, yang bisa menimbulkan penyakit fisik maupun mental.
“Oleh sebab itu, kita semua perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi seperti itu. Secara teoretis, kalau kita ingin menghalau stress, cari sumbernya. Kalau terlalu banyak pekerjaan, kurangi. Begitu juga sebaliknya, kalau tidak ada pekerjaan, cari sesuatu yang bisa dikerjakan,” paparnya. Beberapa cara bisa dilakukan. Misalnya, kata Djanalis, "Cari pekerjaan yang betul-betul disenangi. Bisa sesuai hobi, atau berdagang. Cara lain ialah dengan mengubah persepsi yang terkait dengan emosi. Harus diusahakan misalnya, ketika marah-marah pada istri, kendalikan emosi dengan mengucapkan sesuatu yang bermanfaat".
Pada dasarnya, pensiun adalah suatu hal yang wajar. Cara kita menerima inilah yang harus perlu diubah dengan cara memposisikan persepsi pada kerangka yang benar dan sesuai. Harapannya, agar perilaku kita bisa menghasilkan sesuatu yang positif serta bermanfaat bagi orang lain. Sebab, pensiun bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti namun dapat dijadikan refleksi, menambah peluang kegiatan sehingga bisa lebih punya banyak waktu dalam belajar tentang pelbagai hal. Kondisi itulah yang bisa digali untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai. [Far/bhm]Bedah Buku: Shit Happens
29 November 2007Bertepatan dengan ulang tahun ke-26 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dianns Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Unibraw, mengadakan acara bedah buku. Buku yang dibedah kali ini berjudul “Shit Happens" karya duo Christian Simamora dan Windy Ariestanty. Hadir sebagai pembedah, penulis blog best seller yang karyanya sudah dibukukan tiga kali, Raditya Dika. Acara di Gedung D-III Pariwisata FIA Unibraw, Kamis (29/11), ini berlangsung meriah dan penuh tawa. Ruang acara dipadati sekitar seratus orang penonton. Hampir seluruhnya mahasiswa.
Raditya Dika adalah salah seorang penulis sukses yang mengangkat kisah dari blognya yang mendapatkan penghargaan sebagai Best Blog Award 2004. Setelah novel “Kambing Jantan” laris manis di pasaran, berturut-turut ia meluncurkan lagi novel terbarunya, “Cinta Brontosaurus” dan “Radikus Makankakus”. Kesuksesan Raditya Dika sebenarnya terletak pada bahasa novelnya yang sederhana, apa adanya, namun melibatkan sentuhan sisi emosional dan subjektivitas yang cukup kental. Dengan bahasa gaul yang terkadang terdengar aneh, perilaku yang Raditya yang cukup berkarakter dan bisa dibilang konyol dapat terakomodasi dengan sebaik-baiknya melalui karyanya tersebut.
Novel "Shit Happens" berkisah tentang tiga orang sahabat yang memiliki karakter dan kepribadian masing-masing, Lula, Langit, dan Sebastian. Lula seorang cewek tulen, Langit seorang figur transeksual, serta Sebastian yang belakangan mengaku gay. Mereka bertiga selalu mengobrol, curhat, sekaligus sharing tentang kondisi mereka sendiri. Secara keseluruhan, novel ini sebenarnya merefleksikan situasi yang terjadi di masyarakat ketika menghadapi isu-isu transeksual maupun transgender. Bagaimana bersikap maupun bertukar opini. Yang jelas, bahasa novel ini tergolong berani dan blak-blakan, bahkan cover bukunya dibuat terbalik dengan sampul belakang.
Menurut Ketua Panitia, Tri Adi Suhartanto, mahasiswa FIA angkatan 2007, pada awalnya acara ini tanpa rencana sama sekali. Ketika ada tawaran dari penerbit Gagas Media dan Raditya Dika untuk mengadakan bedah buku, kondisi ini tidak disia-siakan panitia. Terlebih bertepatan dengan ulang tahun LPM Dianns ke-26. “Semoga mahasiswa yang hadir bisa terhibur dan mengambil inspirasi dari bedah buku ini“, ungkapnya. [bhm]Workshop Aplikasi CLSM dalam Teknologi Pangan
29 November 2007Beberapa akademisi dan peneliti teknologi pangan dan mikrobiologi, hari ini (29/11) mengikuti Workshop Aplikasi Confocal Laser Scanning Microscopy (CLSM) dalam Bidang Teknologi Pangan. Acara yang diselenggarakan oleh Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Divisi Teknologi Pangan, selama dua hari, Kamis-Jumat (29/11-30/11). Kegiatan dibagi dua bagian, tutorial dan praktikum. Tutorial diberikan di Guest House UB. Sedangkan untuk praktikum, peserta diajak berpraktek langsung melalui preparasi sampel dan pengamatannya di mikroskop. Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut, Prof Dr Sutiman Bambang Sumitro SU DSc, yang menyampaikan Basic Principles Microscopy, Fluorescent and Confocal Laser Scanning Microscopy (CLSM) serta General Application of CLSM. Selain itu, materi “Application of CLSM on Food Technology” disampaikan juga oleh Ir Joni Kusnadi MSi.
Dalam praktikum Preparasi Sampel untuk pengamatan CLSM, peserta diperkenalkan berbagai jenis percobaan meliputi Pengamatan Mikrostruktur Globula Lemak pada Keju/Sosis dengan Metode Modifikasi dari Rowney et al., (2003), Pengamatan Bakteri Pseudomonas Fluorescent dalam Medium Luria Bertani (LB), Pengamatan Bakteri Pseudomonas Fluorescent dalam Medium Susu serta Pengamatan Nukleus Yeast. Beberapa bahan yang dimanfaatkan, meliputi keju mozzarella, kedelai, keju ceddar, kacang tanah, serta sosis. [nok]Pengangkatan Staf Rektor dan Pembantu Rektor
29 November 2007
Untuk mewujudkan organisasi yang sehat dalam rangka persiapan otonomi perguruan tinggi yang mencakup tatapamong, akuntabilitas, penjaminan mutu, layanan prima. akses yang berkeadilan dan keberlanjutan program, Rektor Universitas Brawijaya mengangkat staf untuk membantu Rektor dan para Pembantu Rektor.
Dengan SK Rektor nomor 396/SK/2007, ditetapkan 13 orang staf, terdiri dari seorang staf Rektor, 3 orang staf Pembantu Rektor I, 5 orang staf Pembantu Rektor II, dan 4 orang staf Pembantu Rektor III. Sebagai Staf Rektor ditetapkan Ir Sarwiyono MAgrSt mantan Dekan Fakultas Peternakan (1998-2001). Staf Pembantu Rektor I meliputi 3 bidang, yaitu Dr Soebiantoro Apt MSc (dosen FMIPA) sebagai Staf Pembantu Rektor I Bidang Akademik; Dr Ir Ifar Subagijo MAgrSt, mantan Dekan Fakultas Peternakan (2001-2007), sebagai Staf Pembantu Rektor I Bidang Kerjasama; dan Prof Dr Ir Syukur Makmur Sitompul, gurubesar Fakultas Pertanian, sebagai Staf Pembantu Rektor I Bidang Perencanaan dan Pengembangan. Adapun staf Pembantu Rektor II meliputi 5 bidang, yaitu Dr Bambang Purnomosidi SE Ak MBA, dosen Fakultas Ekonomi, sebagai Staf Pembantu Rektor II Bidang Keuangan; Dr Ir Budi Setyawan, dosen Fakultas Pertanian, sebagai Staf Pembantu Rektor II Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia; Dr Ir Achmad As'ad Sonief MT, dosen Fakultas Teknik, sebagai Staf Pembantu Rektor II Bidang Logistik dan Pembangunan; Prof Masruchin Rubai SH MS, gurubesar Fakultas Hukum, sebagai Staf Pembantu Rektor II bidang Pemberdayaan Aset dan Ventura; Prof Dr Made Sudarma SE Ak MM, gurubesar Fakultas Ekonomi, sebagai Staf Pembantu Rektor II Bidang Satuan Pengendalian Internal. Sedangkan staf Pembantu Rektor III terdiri dari 4 bidang, yaitu Prof Dr Ir Woro Busono MS, gurubesar Fakultas Peternakan, sebagai Staf Pembantu Rektor III Bidang Minat dan Bakat; Dr Abdul Hakim MSi, dosen Fakultas Ilmu Administrasi, sebagai Staf Pembantu Rektor III Penalaran; Taufiq Basjry Tuhepaly ST MT, dosen Fakultas Teknik, sebagai Staf Pembantu Rektor II Bidang Kesejahteraan dan Soft Skill; dan Dr Ir Arief Prajitno MS, dosen Fakultas Perikanan sebagai Staf Pembantu Rektor Bidang Penempatan Tenaga Kerja Alumni. Keputusan ini berlaku mulai 21 November 2007. [Far]Kontigen KORPRI Unibraw Ikuti Porsenida KORPRI Jatim
28 November 2997Pemberdayaan olahraga dan seni di lingkungan pegawai negeri akan berhasil dengan baik, salah satunya melalui upaya meningkatkan frekuensi kompetisi olahraga dan apresiasi seni di lingkungan tersebut.
Atas dasar pemikiran demikian, Dewan Pengurus Propinsi KORPRI Jawa Timur akan menyelenggarakan Pekan Olahraga dan Seni Daerah (Porsenida) KORPRI Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan Porsenida tahun 2007 ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan event bagi Pegawai Anggota KORPRI sekaligus ajang adu prestasi olahraga dan seni serta perekat tali sillaturahmi antaranggota KORPRI se-Jawa Timur.
Universitas Brawijaya dalam hal ini juga berpartisipasi dengan mengirimkan 27 orang peserta termasuk 3 orang official. Diberangkatkan dari Gedung Rektorat, Rabu (28/11), kontingen Unibraw mengadakan doa bersama untuk keselamatan dan kesuksesan bersama.
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan anggota KORPRI di seluruh Propinsi Jawa Timur tersebut diselenggarakan sekitar satu pekan (29/11-5/12). Mengambil tempat pembukaan di Gedung Grahadi Surabaya, perlombaan akan dilaksanakan pada venue yang berbeda-beda.
Berikut nama-nama anggota tim sekaligus cabang olahraga yang diikuti. Cabang tenis lapangan putra diikuti oleh Ir Suhardiyono (official), Drs Djoko Sudarto, Solekan, Ir Agung T, dan Drs Agung Yuniarinto MS. Cabang tenis lapangan putri diwakili oleh Dra Ristika MM, Ir Ema, Endang Susilowati S. Sos, dan Yanti. Cabang bulu tangkis putrai diikuti Drs Rudjito (official), Widodo, dan Nurrachman. Cabang Bola Volley putra diikuti oleh Drs Efraim Luturmas (official), Johanes, Sigit, Very, Arief, Joko, Nanang, Tohari, warsono, Suprianto, dan Saiful. Adapun dalam bidang seni, cabang yang diikuti adalah karaoke campursari diwakili oleh Suharto (putra) dan Ir Retno Suntari MS (putri), serta karaoke dangdut yang diwakili Yudi (putra) dan Yuli (putri). [bhm]Dosen Unibraw Lolos Seleksi Program Doktor ke LN
28 November 2007
Sebanyak 39 orang dosen Universitas Brawijaya lolos seleksi berkas calon penerima beasiswa program doktor ke luar negeri tahun 2008. Mereka melalui penilaian berkas-berkas oleh Tim Penilai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Penilaian didasarkan pada indikator-indikator, antara lain: kualitas perguruan tinggi luar negeri yang dituju; acceptance letter dari profesor perguruan tinggi luar negeri yang dituju; acceptance letter dari perguruan tinggi luar negeri yang dituju; kopi ijazah dan transkrip S1 dan S2 yang telah dilegalisir; kopi sertifikat bukti kemampuan bahasa Inggris (TOEFL/TELTS), Jerman, Prancis dan Jepang; surat rekomendasi dari pembimbing S2; form A; dan proposal riset S3.
Direktur Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Muchlas Samani, melalui surat nomor 2900/D4.4/2007, tanggal 22 November 2007, memanggil mereka bersama 52 calon dari perguruan tinggi lain untuk mengikuti wawancara dan mempresentasikan topik riset S3 masing-masing. Wawancara beasiswa program doktor 2008 itu diadakan hari ini, Rabu (28/11) dan Kamis (29/11) besok di Hotel Inna Simpang, Jalan Gubernur Suryo 1-3 Surabaya.
Perguruan tinggi yang dituju adalah perguruan tinggi di Australia, Jerman, Inggris, Jepang, dan Singapura, antara lain: University of Queensland, University of Sydney, Curtin University of Technology, University of Wollongong, University of New South Wales, Univerity of Kassel, University of Canberra, Yamaguchi University, Flinders University, University of London, Southtern Cross University, Kyoto University, Murdoch University, LaTrobe University, University of Derby, Victoria University, University of Newcastle, University of Postdam, dan NUS Singapore.
Mereka yang mendapatkan panggilan untuk wawancara adalah sebagai berikut. FE (4): Ainur Rofiq SE, Wildan Safitri SE ME, Perdana Rahadhan SE MSi, Yeney Widya P. SE Ak; FIA (2): Romy Hermawan SSos MAP, Andriani Kusumawati SSos MSi; FP (3): Cahyo Prayogo SP MP, Hagus Tamo SP MP, Nunun Barunawati SP; FT (19): Oyong Novareza ST MT, Eko Siswanto ST MT, Agung Sugeng Widodo, Moh Agus Choiron, Widya Wijayanti, Ismu Rini Dwi Ari, Ishardita Pambudi Tama, Christia Meidiana, Lilis Yuliati, Mega Nur Sasongko, Moch Syamsul Maarif, Tuminingtyas Ayu Rachmawati, Sugiono, Eko Andi Suryo, Devi Nuralinah, Imma Widyawati Agustin, Yeni Sumantri, Rahmawati, Tri Astoto Kurniawan; FK (1): Dian Handayani SKM MKes; FPi (1): Anif Fatma Chawa SSos MSi; FMIPA (4): Drs Alamsyah M Juwono MSc, Masruri SSi MSi, Ahmad Nadhir SSi MT, Drs Hari Arief Dharmawan MEng; FTP (2): Erni Sofia Murtini STP MP, Siti Narsito Wulan STP MP; PBS (1): Nanang Endrayanto MSc; PIS (2): Anang Sujoko SSos, Maulina Pia Wulandari SSos. [Far]MoU Unibraw-STIE Adhy Niaga Bekasi
28 November 2007Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito bersama Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Adhy Niaga, Bekasi, Dr (C) H Suroyo, Rabu (27/11), menandatangani naskah kerjasama.
Dengan kerjasama ini kedua belah pihak sepakat untuk memanfaatkan kemampuan sumber daya masing-masing khususnya dalam pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Kesepakatan ini berlaku selama lima tahun ke depan.
Pada kesempatan itu Rektor berharap agar kerjasama dalam hal penyelenggaraan program S2 dan S3 ilmu manajemen itu, tidak menyalahi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Rektor juga mengingatkan agar tidak menyelenggarakan kelas jarak jauh, serta mengusahakan agar kuliah dilakukan dengan proporsi setidaknya 50 persen di Universitas Brawijaya dan 50 persen di STIE Adhy Niaga.Dan berdasarkan peraturan yang ada, maka segenap peraturan mulai dari akademik hingga keuangan harus mengacu dengan peraturan yang ada di Universitas Brawijaya sebagai tempat penyelenggara perkuliahan.
Hadir menyaksikan acara itu Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto, Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi Dr Gugus Irianto, dan beberapa pejabat STIE Adhy Niaga. [nik]Pelatihan Formulasi dan Pabrikasi Pakan Ternak Berbahan Baku Lokal
28 November 2007Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak (NMT) Fakultas Peternakan (Fapet) bekerja sama dengan Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya menyelenggarakan pelatihan selama sepekan, (26/11-1/12). Pelatihan Formulasi dan Pabrikasi Pakan Ternak Menggunakan Bahan Baku Lokal ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan ilmu dan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa maupun alumni Fapet Unibraw.
Pelatihan diadakan di beberapa tempat, antara lain di Fapet, Guest House, Lab Komputer MWeb Perpustakaan, Laboratorium Lapang Fapet di Sumbersekar (Dau), dan beberapa pabrik pakan ternak.
Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, praktek pengolahan bahan baku lokal, praktek penyusunan formulasi pakan dengan menggunakan software buatan Jurusan NMT Fapet Unibraw. Selain itu juga diadakan field trip ke Pabrik Pakan Ternak PT Wonokoyo Jaya Corp dan Prima Feed. Pembicara dalam pelatihan ini adalah staf Jurusan NMT Unibraw, dan praktisi yang bergerak di bidang pakan ternak. Peserta pelatihan ini terdiri dari para mahasiswa S1 Fapet Unibraw, mahasiswa S2 nutrisi dan agribisnis, serta alumni Fapet Unibraw. [hns]Forum Diskusi Mahasiswa Baru Teradvokasi
28 November 2007Posisi mahasiswa baru terkadang masih awam tentang proses pembayaran SPP. Atau mungkin dalam kondisi tidak mampu membayar, sehingga mereka perlu bantuan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pihak Eksekutif Mahasiswa bidang Advokasi kerap kali turun tangan membantu mereka mengajukan permohonan kepada Rekorat. Sayangnya, mayoritas mahasiswa baru masih belum mengerti, ada ketentuan bahwa bila tidak mampu membayar, mereka boleh mengajukan surat permohonan keringanan ataupun penundaan pembayaran SPP.
Hal inilah yang coba diangkat oleh Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya dalam Forum Diskusi Mahasiswa Baru Teradvokasi sekaligus Pewacanaan Beasiswa, di Gedung PPI, Rabu (28/11). Acara ini menghadirkan Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH, Pembantu Rektor III Ir Ainurrasjid MS, Kepala Biro Administrasi dan Keuangan Drs Goerid Hardjito MM, Kepala Bagian Kesejahteraan Mahasiswa Ali Farid SH, serta Sindhu Buana sebagai Menteri Advokesma EM Unibraw.
Menurut Ketua Panitia, Saiful Bakhri, mahasiswa Fakultas Perikanan angkatan 2005, acara ini diselenggarakan atas dasar kondisi kebanyakan mahasiswa baru (maba) yang masih belum mengerti sepenuhnya tentang alur permohonan penundaan maupun pembayaran SPP. Alur ini ditempuh terkait dengan kondisi mereka yang belum mampu membayar SPP. Selain itu, pembayaran SPP masing-masing maba juga berbeda sesuai dengan kondisi dan kemampuan keuangannya. Oleh sebab itu, informasi tentang hal ini perlu disampaikan secara efektif. Terlebih Universitas Brawijaya juga menyediakan sumber-sumber beasiswa yang cukup banyak untuk membantu kondisi keuangan maba yang tidak mampu. Pemanfaatan beasiswa ini perlu dilakukan maba dengan sebaik-baiknya agar proses perkuliahan bisa berlangsung lancar.
Di penghujung acara, diselenggarakan juga sharing dengan mahasiswa penerima beasiswa yang terdiri dari aktivis, berprestasi, dan luar negeri. Pemateri diambil dari mahasiswa Unibraw, antara lain Dani Aryaputra, Fakultas Perikanan (beasiswa aktivis), Hendarmawan, Fakultas MIPA (beasiswa berprestasi), dan Saiful Afif, Program Bahasa dan Sastra (beasiswa ke luar negeri). Diharapkan testimonial yang diberikan oleh mahasiswa-mahasiswa berikut mampu membangkitkan motivasi sekaligus melecut semangat agar mampu berprestasi. [bhm]Pelamar CPNS Unibraw 108 Orang
27 November 2007
Setelah diperpanjang hingga 23 November 2007, akhirnya terjaring sebanyak 108 orang pelamar calon tenaga dosen Universitas Brawijaya untuk tahun 2007. Mereka telah memasukkan berkas lamarannya, dan berhak mengikuti ujian seleksi tahap pertama, berupa tes pengetahuan umum dan tes bakat skolastik. Ujian tahap pertama ini diadakan hari Kamis, 29 November 2007, di gedung Sasana Samanta Krida.Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan, Goerid Hardjito SE MM menerangkan, tes pengetahuan umum terdiri dari: bahasa Indonesia, Pancasila, kebijakan pemerintah, tatanegara, sejarah dan bahasa Inggris. Sedangkan tes bakat skolastik berupa tes kemampuan penalaran: verbal, kuantitatif, dan analisis. Hasil tes tahap pertama diumumkan tanggal 12 Desember 2007. Mereka yang lolos tes tahap pertama, dihadapkan pada tes tahap kedua berupa tes substansi, wawancara dalam bahasa Inggris, dan dalam bahasa Jepang khusus bagi pelamar S2 bahasa Jepang. Tes tahap kedua akan berlangsung tanggal 14-15 Desember 2007 di gedung Student Center, dan hasilnya diumumkan tanggal 19 Desember 2007.
Dari 108 pelamar (23 orang S1, dan 85 orang S2), akan disaring menjadi 25 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) tenaga dosen untuk 10 fakultas dan 2 program di lingkungan Universitas Brawijaya.
Ada banyak kualifikasi akademik yang tersedia dalam pengadaan tenaga dosen Universitas Brawijaya ini, namun beberapa tidak dapat terpenuhi. Berikut adalah rekapitulasi jumlah pelamar. Jenjang S2: Ilmu hukum, Kenotariatan, dan Administrasi Bisnis (masing-masing 6 orang); Ekonomi Pertanian, dan Psikologi (5 orang); Teknik Planologi (4 orang); Magister Manajemen, Manajemen Pemasaran, Administrasi Publik, dan Bioteknologi (masing-masing 3 orang); Manajemen Keuangan, Ilmu Peternakan, Teknik Elektro, Teknik Industri, Nutrisi/Gizi, spesialis Anak, spesialis Mata, Matematika, Kimia, Kajian Wilayah Jepang, dan America Studies (masing-masing 2 orang); Akuntansi, Master of Commerce Management, Manajemen, Administrasi Negara, Manajemen Agribisnis, Ilmu Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, Teknologi Hasil Ternak, Teknik Informatika, Master of Science Computer Engineering, spesialis Syaraf, spesialis Bedah Umum, Teknologi Kelautan, Sistem Informasi, Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Humaniora, Hubungan Internasional dan Master of Arts (masing-masing 1 orang). Jenjang S1: Teknologi Hasil Pertanian (8 orang); Teknologi Hasil Ternak, dan Ilmu Komputer (masing-masing 4 orang); Pemanfaatan Sumberdaya Perairan (3 orang); Teknik Kimia (2 orang); Ilmu Kelautan, Perikanan dan Ilmu Kelautan (masing-masing 1 orang). [nik]Siswa SSUB 82 Masuk Timnas U-15
27 November 2007Syaiful Indra Cahya (15 tahun), siswa Sekolah Sepakbola Unibraw 82 (SSUB 82), lolos seleksi masuk Tim Nasional PSSI U-15. Arek Bantaran, Blimbing, ini satu-satunya pemain asal Malang yang masuk Timnas U-15, dan beruntung mendapatkan kesempatan untuk berlatih sepakbola selama 3 tahun di Uruguay bersama rekan-rekannya yang lain dari seluruh Indonesia.
Anak dari ibu Tri Yuliati Ningsih ini lahir di Malang, 28 Mei 1992, menjadi siswa SSUB 82 sejak tahun 2002, lolos seleksi mulai dari tingkat Pengda PSSI Jawa Timur hingga tingkat nasional yang diadakan PSSI di Jakarta.
Selama ini SSUB 82 telah banyak menghasilkan pemain berprestasi, baik lokal, regional maupun nasional. Sebut saja misalnya, Ahmad Bustomi, pemain nasional PSSI U-23 yang sempat menimba ilmu sepakbola di negeri kincir angin Belanda, dan Argentina, atau Putra Habibie yang pernah masuk Timnas U-16 dan memperkuat klub galatama Pelita Jaya..
Beberapa waktu yang lalu, tim SSUB 82 juga meraih prestasi dalam turnamen-turnamen lokal maupun regional Jawa Timur. Antara lain, tim kelompok umur 12 tahun bulan September lalu menjuarai Turnamen SSB-PAS di Pandaan, sementara adik-adiknya KU-11 menjadi runner-up dan juara III. [Far]Kerjasama Unibraw dengan Badan Karantina Pertanian
27 November 2007Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito dan Kepala Badan Karantina Ir Syukur Iwantoro MS MBA menandatangani naskah kerjasama, Selasa (27/11), di Ruang Pertemuan Gedung Perpustakaan Universitas Brawijaya. Penandatanganan juga disaksikan oleh para pembantu rektor, dekan, mahasiswa serta pejabat di lingkungan Balai Karantina se Malang Raya. Selain penandatanganan juga diselenggarakan seminar dengan topik “Pasar Global Karantina dan Daya Saing Bangsa”.
Dalam sambutannya Rektor mengungkapkan, jurusan agrokompleks di Universitas Brawijaya Malang sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan, selain mendapatkan ilmu di bidang agrokompleks, para mahasiswa juga dibekali soft skill mulai dari keterampilan komputer hingga kewirausahaan. Upaya ini merupakan salah satu cara agar lulusan agrokompleks tidak hanya mahir mencari pekerjaan tetapi juga agar mereka mandiri dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Berkaitan dengan pelaksanaan riset di bidang agrokompleks, Universitas Brawijaya yang telah mencanangkan diri sebagai entrepreneurial university tidak hanya mewujudkan hasil penelitiannya dalam bentuk laporan penelitian maupun jurnal saja, tetapi juga ke depan akan dikembangkan menjadi salah satu unit bisnis yang dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh para peneliti dan pihak universitas saja, tetapi juga masyarakat luas yang ingin memanfaatkan hasil penelitian yang dilakukan.
Rektor menambahkan, kerjasama yang terjalin sangat menjanjikan bagi kedua belah pihak. Hal itu mengingat sebagai pusat kontrol keluar masuknya produk agrokompleks dari dan ke Indonesia, Badan Karantina Pertanian Departemen Pertanian memiliki posisi yang strategis, sementara Universitas Brawijaya sebagai institusi yang menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat akan mengetahui kebijakan karantina yang ternyata sangat berhubungan dengan kebijakan politik sebuah negara.
Sementara itu Ir Syukur Iwantoro MS MBA mengatakan, Badan Karantina Pertanian Departemen Pertanian memiliki tugas pokok dan fungsi untuk melindungi Indonesia dari ancaman hama dan penyakit tanaman, hewan dan manusia dari luar negeri. Selain itu badan ini juga bertugas menjamin produk dari luar dan produk dari dalam negeri layak untuk dikonsumsi bagi manusia. Pelabuhan Perak di Jawa Timur menurut Syukur Iwantoro, merupakan pintu masuk terbesar bagi produk tanaman dan hewan setelah Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Indonesia saat ini memiliki lebih kurang 704 pintu masuk produk, yang sangat rentan bagi masuknya hama dan penyakit dari tanaman dan hewan. Tingkat kerentanan masuknya hama penyakit tanaman semakin bertambah dengan adanya kebebasan seseorang untuk mengirimkan produk tanaman dan hewan dari luar negeri ke Indonesia melalui kantor pos. Untuk itu kolaborasi antara Universitas Brawijaya dengan Badan Karantina Pertanian diharapkan mampu memperkaya wawasan kedua belah pihak di bidang karantina. [nik]Workshop Analisis DNA dalam Bioteknologi Perikanan
27 November 2007Kemajuan bioteknologi dewasa ini merambah pula dunia perikanan. Menjawab hal ini, Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Fakultas Perikanan menyelenggarakan ”Workshop Analisis DNA dalam Bioteknologi Perikanan”. Kegiatan yang diselenggarakan di Fakultas Perikanan selama tiga hari, Selasa-Kamis (27/11-29/11) ini dibagi dalam dua bagian meliputi kegiatan tutorial dan kegiatan praktikum. Ketua panitia kegiatan ini, Dr Uun Yanuhar SPi MSi menyatakan, kegiatan ini merespon keingintahuan mahasiswa baik program sarjana maupun pascasarjana terkait bioteknologi dalam dunia perikanan. ”Materi perkuliahan bioteknologi kelautan yang kami adakan selalu overload mahasiswa”, ujarnya. Terkait hal ini, ia menangkap adanya respon yang tinggi dari mahasiswa. Lebih jauh ia pun mengungkap besarnya kesenjangan antara dunia perikanan Indonesia saat ini dengan trend bioteknologi yang sedang berkembang. ”Sejauh ini bioteknologi di dunia perikanan memang terasa masih jauh”, ujar Uun. Ia menambahkan, di Fakultas Perikanan sendiri penelitian baik skripsi maupun tesis belum mengarah kesana. ”Padahal jika saya mengikuti seminar atau workshop di pusat, teknologi ini sudah bukan hal yang biasa”, kata dia. Terkait hal ini, Uun menilai lambatnya informasi yang sampai ke daerah.
Sementara itu Dekan Fakultas Perikanan, Ir Sukoso PhD mengatakan, dalam dunia perikanan, pendekatan teknologi yang dimanfaatkan masih klasik. Menurut pengamatannya, hal ini disebabkan tidak adanya pengembangan ilmu pengetahuan disamping minimnya dukungan pemerintah. Terkait hal ini, doktor lulusan Kagoshima University ini menyebut satu contoh, yaitu benih ikan yang masih impor. Secara khusus ia merasa prihatin dengan rendahnya komitmen pemerintah disamping Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum mampu menterjemahkan potensi perairan dan kelautan di bumi Indonesia. ”Sebut saja dunia bioaktif hasil laut dan pembenihan unggul ikan dan udang yang belum efektif dijalankan di Indonesia”, ujarnya menangkap peluang dunia perikanan yang belum dioptimalkan. Menurutnya dua hal ini sangat berpotensial untuk dijalankan di Indonesia.
Analisis Molekuler DNA Perikanan
Dalam kesempatan tersebut, peserta diberikan berbagai materi mengenai bioteknologi perikanan, mulai dari dasar-dasar DNA hingga teknik analisis biomolekuler. Uun Yanuhar, peraih penghargaan dari L’Oreal Paris, memaparkan tentang teknik analisis molekuler DNA pada ikan. Dikatakannya, DNA ikan memiliki karakteristik khusus karena kandungan protein (Omega-3) yang tinggi sehingga lapisan Buffy Coat menyelubungi pita DNA. Terkait hal ini, ia mengungkapkan bahwa untuk memurnikan DNA dibutuhkan purifikasi beberapa kali dengan berbagai modifikasi kit untuk mendapatkan fragmen DNA yang diinginkan. Melalui penghargaan yang diperolehnya, saat ini Uun sedang memfokuskan pada penelitian berjudul ”Produk Antibodi Monoklonal untuk Antivibriosis pada Ikan Kerapu (Goruper)”. Melalui penelitian yang dilakukannya di Fakultas Kedokteran ini, ia tengah mengembangkan vaksin sintetik dari vibrio. Trend ini menurutnya yang tengah berkembang di dunia bioteknologi perikanan untuk menghasilkan ikan yang resisten antibiotika. Hal ini diungkap Uun sesuai anjuran Menristek untuk menghasilkan bibit unggul yang Specific Pathogen Resistence (SPR) dan Specific Pathogen Free (SPF) serta bebas antibiotika. ”Upaya ini merupakan salah satu cara untuk menanggulangi penolakan ekspor hewan hidup termasuk ikan dari Indonesia ke berbagai negara, di antaranya ke Amerika Serikat”, kata dia.
Berikut daftar nama peserta workshop: Emma Azizatunnisa (S1 MSP), Muhammad Amin (S2 BP), Muhamad Faishol Baihaqi (S1 THP), M Noor Yasin (S2 BP), Yanuar Sonny leksono (S1 THP), Gunarto Rizki H (S1 THP), Nur Rois Ahmad (S1 THP), Luluk Widiyanti (S2 BP), Lutfi Adi Nugroho (S1 MSP), Qurrota A’yunin (S1 BP), L Mulyadi Marto (S2 BP), Ir Ellana Sanoesi (S2 BP), Wardiyanto SPi (S2 BP), Cheerli (S1 BP), Rika Wahyuningtyas (S1 MSP), Destin Yuanna (S1 BP), Resa Harya Wijayanta (S1 MSP), Yudi Ade Subrata (S1 MSP), Tri Hadiah Wahyuningtyas (S1 MSP), Anjang Bangun Prasetyo (S2 BP), Asahedi Umoro (S1 THP), Saiful Bakjri (S1 BP), Susadiana (S1 THP), Yatni Saristika (S1 THP), Slamet Budi Cahyono (S1 THP), Rengganis Alam Nasyrah (S2 BP), Ir Evi Rahayuni (S2 BP), Wiwit Prastiyo (S1 MSP), Dyah Muji Rahayu (S1 MSP), Yuni Kilawati SPi MP (Dosen MSP), Rahayu Rahardianti (BPAP Jepara), Ir Sri Dayuti (Dosen THP), Ir Sri Andayani (Dosen BP), Ir. Dwi Setijawati MKes (Dosen THP), Ir Hartatik K (Dosen THP), Ir Kartini Zailani (Dosen THP), Muhammad N Ibrahim (Dosen Unhalu), Ir Fajar MSc (Dosen BP), Asus Maizar Suryanto SPi MP (dosen MSP). [nok]Gerakan Minum Susu
27 November 2007Sebagai rangkaian peringatan dies natalis ke-46, Fakultas Peternakan menyelenggarakan Gerakan Minum Susu. Acara ini dipusatkan di area Fakultas Peternakan dan dilanjutkan berkeliling di lingkungan Universitas Brawijaya pada Selasa (27/11). Koordinator acara, Ir Edhy Sudjarwo MS menyatakan, hari itu dibagikan sebanyak 2000 gelas susu dan 500 gelas es krim kepada masyarakat kampus. Lebih lanjut diungkap dosen Jurusan Produksi Ternak ini, susu dan es krim tersebut merupakan sumbangan beberapa instansi meliputi KUD ”SAE” Pujon, KUD Dau, BBPP Batu, PKIS ”Sekar Tanjung” serta KUD ”Batu”. Membuka acara ini, Pembantu Dekan III Fakultas Peternakan, Ir Suprih Bambang Siswiyono MS mengatakan, gerakan minum susu merupakan bagian dari kampanye pemerintah yang disebut "Revolusi Putih" di samping "Revolusi Biru" di bidang perikanan dan "Revolusi Hijau" di bidang pertanian tanaman pangan.
Lebih lanjut ia menyatakan, rendahnya antusias masyarakat untuk minum susu berkaitan dengan daya beli dan kebiasaan. ”Melalui kegiatan ini, kami berniat membangkitkan pasar tidur agar berkesadaran untuk mengkonsumsi susu”, ujarnya. Pada akhir wawancara, Edhy Sudjarwo menegaskan bahwa susu merupakan sumber protein yang sangat bermanfaat bagi hidup sehat dan mencerdaskan otak karena kandungan omega-nya yang tinggi. [nok]Workshop Pembuatan Molekuler Probe DNA/RNA
26 November 2007Diikuti peminat bioteknologi tingkat lanjut, Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Workshop Pembuatan Molekuler Probe (DNA/RNA). Workshop ini diselenggarakan di Laboratorium Biologi Molekuler selama lima hari, Senin-Jumat (26-30/11).
Direktur LSIH, Fatchiyah PhD, menjelaskan, peserta kegiatan melalui seleksi berdasar latar belakang keilmuan, penelitian, pengalaman serta pemerataan bidang-bidang keilmuan. Aneka workshop lain penunjang materi ini bagi tingkatan pemula di antaranya adalah Workshop Analisis Biologi Molekuler, Workshop Isolasi dan Analisis DNA serta Workshop Isolasi dan Analisis Protein. Menurut Fatchiyah, Isolasi DNA, RNA dan Protein banyak dimanfaatkan dalam dunia forensik, sidik jari DNA serta penanda penyakit.
Untuk workshop ini, LSIH menyiapkan secara khusus infrastruktur yang dibutuhkan. “Agar peserta dapat bekerja secara maksimal, workshop ini membutuhkan lingkungan dengan sterilisasi tinggi sehingga setiap peserta wajib menggunakan masker dan sarung tangan”, ujarnya. Ia pun menyebut sebuah alat yang digunakan dalam workshop tersebut di antaranya Polymerase Chain Reaction (PCR).
Infrastruktur Tambahan bagi Laboratorium Sentral Dijelaskan Fatchiyah, dalam waktu dekat pihaknya akan menambah infrastruktur peralatan di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya.
Peralatan tersebut meliputi satu set micromanipulator, satu set microinjection dan microscope inverted, 2 dimension electroforesis, gel imaging, serta ultrasentrifuge 150000 rpm. Sementara itu, sebuah alat yang telah ada, yaitu confocal laser scanning microscope, sampai sejauh ini telah diperkenalkan kepada berbagai pihak yang berminat. Termasuk saat ini, beberapa staf akademis dan mahasiswa dari program biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya mengikuti kegiatan Workshop Confocal Laser Scanning Microscope selama empat hari, Senin-Kamis (26-29/11) di LSIH. Dalam workshop tersebut, peserta mengikuti kegiatan tutorial diikuti observasinya. [nok]Presentasi Hasil Workshop Penyusunan KBK
26 November 2007Diikuti perwakilan seluruh program studi, Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Presentasi Hasil Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Acara ini merupakan rangkaian acara workshop yang diselenggarakan sebelumnya (PRASETYA Online 5 November 2007). Diselenggarakan di gedung Widyaloka, Senin (26/11), kegiatan ini diisi dengan presentasi profil dan keberadaan kurikulum KBK pada masing-masing institusi.
Ketua panitia Drs Unggul P Juswono MSc menjelaskan, perbaikan kurikulum kearah KBK dilatarbelakangi adanya sinyalemen bahwa alumni Unibraw berada di bawah standar internasional. Untuk itu, menurut dosen FMIPA yang membidangi Biofisika ini, program studi harus melalui beberapa tahapan meliputi penentuan visi dan misi, penelusuran profil lulusan, penentuan kompetensi serta implementasi struktur mata kuliah yang diindikasikan dengan matriks kompetensi.
Terkait hal ini, menurut Unggul yang juga alumnus University of Tanzania, program studi harus melakukan analisis bersama dengan berbagai elemen di antaranya stakeholders, alumni serta kolaborasi dengan praktisi dan teman sejawat. “Melalui workshop ini, kami memberikan keleluasaan kepada program studi kecuali Fakultas Kedokteran untuk mengimprovisasi kurikulumnya”, kata Unggul lebih lanjut.
“Hal ini karena Kedokteran telah memiliki standard nasional”, tambahnya. Mengenai keberadaan kurikulum yang dinamis, pihaknya juga memberikan kebebasan bagi program studi untuk memilih benchmarking. Sebagai fungsi kontrol, untuk sementara pihaknya menyerahkan kewenangan kepada Pembantu Dekan I (PD I) di masing-masing fakultas, karena belum efektifnya Unit Jaminan Mutu (UJM).
Hasil workshop kurikulum ini, nantinya akan dirumuskan oleh tim perumus yang terdiri atas Dr Ir Kusmartono (PD I Fakultas Peternakan), Dr Gugus Irianto (PD I Fakultas Ekonomi), Ir Alfan Djauhari MS (PD I Fakultas Perikanan), Dr Ir Ahmad Wicaksono MEng (PD I Fakultas Teknik), Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc (Ketua LP3) serta Prof Dr Edi Wijayanto (PD I Fakultas Kedokteran). “Setelah workshop ini akan segera dilanjutkan dengan rekostruksi total kurikulum beserta implementasinya”, kata dia. [nok]Workshop Rekayasa Kloning
26 November 2007Laboratorium Sentral Ilmu-Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya mengadakan Workshop Bioteknologi Reproduksi (Rekayasa Kloning), bertempat di Guest House UB, selama sepekan 26/11-1/12. Ketua pelaksana, Dr Ir Gatot Ciptadi DESS menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari program sarjana, magister, hingga doktor di lingkungan Universitas Brawijaya. “Untuk program sarjana, mereka hanya mengikuti dasar teori saja, sedangkan untuk magister dan program doktor bisa mengikuti praktikum di laboratorium sentral”, ujarnya.
Sebagai pembicara dalam workshop itu Drh Arief Boediono DVM, PhD yang menyampaikan “Assisted Reproductive Technology (ART)”, Dr Sofi Permana yang menyampaikan “Aspek Seluler Bahan Molekuler Sel Hasil Rekayasa Inti (Kloning)”, Dr Sri Rahayu MKes dengan materi “Rekayasa Kultur Sel Hewan”, Dr Agung Pramana MSi yang menyampaikan “Kultur Sel dan Kultur Embrio”, serta Dr Ir Gatot Ciptadi DESS dengan materi “Persiapan Mikromanipulasi Teknik Transfer Inti Sel”.
Gatot menambahkan, dalam workshop ini, peserta diperkenalkan pada beberapa hal. Di antaranya, kultur sel hewan, kultur sel donor, serta preparasi mikromanipulasi. Panitia menyediakan infrastruktur berupa satu set microscope inverted dan satu set micromanipulator.
Sementara itu Arief Boediono, dalam paparannya mengatakan, teknologi kloning merupakan teknologi masa depan yang telah banyak dimanfaatkan di negara-negara maju. Menurutnya, di negara maju hewan kloning banyak digunakan untuk biofarmasi, seperti susu kambing yang dimanfaatkan untuk obat malaria. Selain itu, teknologi kloning juga banyak dimanfaatkan untuk mengkonservasi plasma nutfah. Assisted Reproductive Technology (ART) merupakan sebentuk teknologi reproduksi yang dibantu di samping proses reproduksi normal (konvensional). Beberapa bentuk ART yang lazim dikenal meliputi inseminasi buatan, pembekuan sperma, manipulasi oozid dengan fertilisasi in vitro, serta transfer nukleus. Lebih jauh, dosen IPB ini juga tengah mengembangkan parthenogenesis yang mengundang kontroversi, di mana sel telur bisa dikembangkan tanpa menggunakan sel sperma. Teknologi ini menurutnya semula hanya dikenal di hewan tingkat rendah seperti lebah, dan lain-lain, tapi sekarang sudah bisa dilakukan di kelompok mamalia. “Sejauh ini model parthenogenesis belum sampai pada tahap kelahiran”, ujarnya. “Tapi untuk kepentingan penelitian, kami berupaya keras mengembangkannya sampai pada tahap kelahiran”, tambahnya. Berkaitan adanya kontroversi, Arief membatasi penelitiannya pada stem cells dan terapi regeneratif. “Penelitian belum diarahkan pada upaya untuk menciptakan individu baru”, tandasnya. Selain itu ia juga menyinggung beberapa teknologi yang kini tengah banyak dikembangkan dari bioteknologi reproduksi ini, seperti teknologi transgenik serta transplantasi organ. [nok]Aneka Kegiatan Lustrum IX Unibraw
26 November 2007
Universitas Brawijaya awal tahun depan memasuki usia ke-45, dihitung sejak dinegerikannya universitas ini pada 5 Januari 1963. Hari itu diperingati sebagai dies natalis. Saat ini Universitas Brawijaya memiliki 10 Fakultas yang terdiri dari 33 jurusan, 44 program studi sarjana, 22 program studi pascasarjana, 7 program studi pendidikan profesi serta 17 program pendidikan diploma.
Banyak penghargaan dan prestasi yang telah diraih Universitas Brawijaya, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang melibatkan seluruh sivitas akademika mulai dari institusi, dosen, mahasiswa, staf administrasi maupun alumni. Tema peringatan Dies Natalis ke-45 (lustrum IX) Universitas Brawijaya adalah “Menuju Entrepreneurial University”.
Beragam kegiatan akan diselenggarakan untuk memeriahkan Dies Natalis Universitas Brawijaya, yang diawali bulan Desember 2007 hingga Maret 2008. Mulai dari bidang ilmiah yang mengetengahkan seminar nasional dan lomba, bidang pengabdian masyarakat dengan lomba kebersihan kampus dan bakti sosial, Rapat Senat Terbuka, hingga bidang olahraga yang menggelar pertandingan dan lomba: bola voli, sepak bola mini, tenis lapangan, bulutangkis, tarik tambang, senam kesegaran jasmani, dan jalan sehat, serta bidang kesenian dengan festival tari nusantara, malam kesenian dan pementasan wayang orang.
Kemeriahan Dies Natalis Universitas Brawijaya akan diawali dalam penyelenggaraan Gerak Jalan Sehat, yang rencananya akan dilepas oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito di halaman Rektorat Universitas Brawijaya pada 2 Desember 2007. [nik]Rektor Terima 36 Calon Mahasiswa PPDS
26 November 2007Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menerima 36 calon mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Brawijaya dalam sebuah upacara di lantai VIII Gedung Rektorat, Senin (26/11). Dalam sambutannya, Rektor, menyatakan apresiasinya kepada calon mahasiswa, dan mengharapkan mereka menempuh studi dengan hasil yang optimal. "Bagaimanapun, pendidikan ini akan membawa hasil positif dengan kebermanfaatan luas terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat", tutur Rektor.
Upacara ini juga dihadiri Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan (TKP) PPDS dr M Dalhar Sp S (K), dan Dekan Fakultas Kedokteran Dr dr Samsul Islam MKes MARS, yang memberikan pengarahan terkait pelaksanaan kuliah spesialis mendatang.
Himbauan Menteri Kesehatan tentang kebutuhan daerah akan tenaga kedokteran spesialis, perlu dipikirkan. Melalui pendidikan dokter spesialis, diharapkan kebutuhan masyarakat daerah yang minim tenaga spesialis akan bisa terpenuhi.
Universitas Brawijaya menyediakan sebelas program spesialis, yakni: obstetri ginekologi, emergency medicine, patologi klinik, radiologi, ilmu kesehatan anak, ilmu kesehatan bedah umum, ortopedi dan traumatologi, ilmu kesehatan mata, ilmu kesehatan THT, ilmu penyakit paru, dan ilmu penyakit dalam. [bhm]HMK FMIPA: Olimpiade Kimia SMA se-Jatim
25 November 2007Olimpiade Kimia yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Ahad (25/11), telah sampai pada babak semifinal dan final. Acara yang diikuti oleh SMA se-Jawa Timur ini dibuka oleh Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS.
Sebenarnya, seleksi babak penyisihan olimpiade telah berlangsung sejak sepekan lalu (18/11), diikuti sekitar 340 peserta, yang dibagi dalam dua rayon. Rayon I, seleksi berlangsung di gedung FMIPA, sedangkan Rayon II lagi berlangsung di SMU Darul Ulum RSNBI Jombang, Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Jombang. Lolos dari babak penyisihan 30 peserta, dan mereka berhak maju ke babak semifinal.
Acara final terbagi atas beberapa sesi dan penilaian. Pertama, babak trivi zone, berupa penentuan masuk menjadi sepuluh besar. Dibuat dalam bentuk game dengan soal serupa, peserta diminta untuk menebak pertanyaan secara cepat dan tepat. Kecepatan peserta sangat berpengaruh terhadap penilaian.
Selanjutnya, babak eksperimental, menguji peserta dengan soal yang berkaitan dengan kimia dan reaksi-reaksinya Bertempat di laboratorium, para peserta diminta memperagakan contoh reaksi tertentu atau menebak apa jenis reaksinya. Peserta kemudian mengerucut hanya menjadi lima dan masuk dalam babak grand final. Babak ini terdiri atas galileo zone dimana peserta diharapkan mampu menebak melalui gambar yang ditampilkan serta babak action zone yang lebih ditekankan pada keaktifan dan kecepatan peserta dalam menjawab.
Menurut Ketua Panitia, Paisal Dee, acara ini terselenggara dengan maksud untuk menggugah minat dan pemikiran siswa SMA agar lebih mendalami ilmu kimia. Pada dasarnya, segala yang ada di alam ini tak bisa terpisahkan dari kimia, mulai dari tubuh, bumi, lingkungan sekitar, dan lain sebagainya.
Penguasaan terhadap ilmu ini akan sangat bermanfaat dan dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan. Dengan demikian, akan terwujud implementasi positif dalam kehidupan sehari-hari.
Mengusung tema “Wonderful Life Inside Chemistry”, kegiatan yang dilaksanakan regular setiap tahun ini ternyata memancing animo berlebih dari para peserta. Paisal Dee mengungkapkan, dari dua rayon yang ditetapkan, ternyata banyak peserta yang mendaftarkan diri pada rayon I di Unibraw. Padahal kuota yang ditetapkan panitia, hanya 150 peserta. Kelebihan peserta ini yang kemudian dialihkan ke rayon II di Jombang. Apresiasi positif yang diberikan peserta membuat panitia merasa optimis dalam penyelenggaraan acara selanjutnya. Berdasarkan rencana, juara I dari olimpiade ini akan diikutsertakan dalam Olimpiade Kimia tingkat Nasional Regional IV (Jawa Timur-Bali) di Universitas Surabaya pada bulan Februari 2008 mendatang.
Setelah melalui babak yang cukup panjang, akhirnya terpilih para pemenang: Juara I, Raymond Santoso (SMA Santo Yusup Malang) mendapatkan trofi bergilir Gubernur Jawa Timur dan uang Rp 850 ribu; Juara II, Nur Chamidah (MAN 3 Kediri), menerima trofi Walikota Malang dan uang Rp 600 ribu; Juara III, Zakki M (SMA 1 Trenggalek), meraih trofi Rektor Universitas Brawijaya dan uang Rp 300 ribu; Juara IV, Anta Ibnul Falah (SMA 1 Boyolangu, Tulungagung), memperoleh trofi Dekan FMIPA Unibraw dan uang Rp 150 ribu; serta Juara V atas nama Dian Retno Ayuning T (SMA 1 Batu), menerima trofi dan uang senilai Rp 100 ribu. [bhm]Festival Budaya di Halaman Graha Medika
25 November 2007Kondisi bangsa yang semakin terpuruk membuat perlunya kontemplasi dan refleksi terkait dengan budaya serta masyarakat. Persentuhan dengan budaya bangsa akan mengingatkan tentang betapa kayanya negeri ini pada hal tersebut. Pada akhirnya, kebanggaan pada budaya memunculkan sikap cinta tanah air dan memperkuat nasionalisme. Dengan begitu, perasaan berbeda mampu diminimalisir sebab bangsa yang bangga dengan budayanya akan mengasah perasaan empati, pengertian dan toleransi terhadap sesamanya.
Hal inilah yang coba dimunculkan melalui Festival Budaya yang menampilkan ranah-ranah budaya dari pelbagai provinsi, di halaman Gedung Graha Medika Universitas Brawijaya, Minggu (25/11). Setiap stan menampilkan karakteristik daerah yang terdiri dari bukan hanya segi dekorasi yang kreatif dan inovatif, juga makanan daerah dan produk-produk lainnya. Tak lupa, setiap penjaga juga berbusana daerahnya masing-masing. Para pengunjung tampak antusias ketika menyaksikan pelbagai stan serta aneka atraksi yang ditunjukkan.
Menurut ketua panitia, Ervan Leo, mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2006, acara ini muncul seiring pemikiran akan perlunya menumbuhkan sikap cinta budaya pada para mahasiswa. Terlebih bagi mereka yang berada tinggal lama di luar daerah ataupun memiliki orang tua yang berbeda daerah sehingga tercerabut dari akar daerahnya sendiri. Kondisi ini menciptakan kebingungan akan sikap serta identitasnya. Walaupun kini, anak muda khususnya tidak lagi memperhatikan soal budaya, penyelenggaraan acara ini setidaknya ikut membantu menumbuhkan sikap cinta akan budayanya. Selain juga untuk mempersatukan lintas angkatan yang cukup susah bergabung dalam satu tim panitia penyelenggara acara.
Sebanyak 12 stan digelar untuk memenuhi animo pengunjung yang kebanyakan berasal dari mahasiswa FK Unibraw sendiri, antara lain Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogya, NTT, NTB, Lombok, Jatim I, Jatim II, Jatim III, Bali, serta Malaysia. Selain stan, digelar juga atraksi yang disuguhkan masing-masing daerah dalam bentuk seni tari, drama, maupun musik. Baik stan maupun atraksi ini, dilombakan dan memperoleh hadiah dari panitia penyelenggara. [bhm]Formasi English Exotic 2007
25 November 2007Unit Aktivitas Formasi (Forum Mahasiswa Studi Bahasa Inggris) Universitas Brawijaya menyelenggarakan diklat dasar bagi para anggota barunya, di Gedung Student Center Unibraw, hari Minggu (25/11). Acara yang bertajuk Formasi English Exotic 2007 itu terdiri atas pelbagai materi, seperti Organization Training, Motivation Training, pembekalan tes TOEFL dan simulasi, pengenalan broadcast, debat, dan hiburan berupa penampilan home band.
Pada materi tentang broadcast, dipaparkan tentang kiat-kiat menjadi penyiar yang baik dan professional. Bagaimana berhubungan dengan audience, gesture atau bahasa tubuh, serta menumbuhkan kesan karismatik. Secara keseluruhan, tercakup dalam 3M, yakni manner, method, dan matter. Maksudnya, mulai dari gestur, cara penyampaian yang menarik, hingga materi yang dibawakan menjadi fokus yang perlu dipertimbangkan ketika menjadi penyiar. Sementara, materi debat diberikan dengan tujuan untuk mengasah daya nalar, sikap kritis, serta argumentasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Seluruh materi ini berfungsi untuk memberikan bekal kemampuan dan skill para anggota baru ke depannya.
Menurut ketua panitia, Luky Hendrik Roberto, mahasiswa Fakultas Teknik, acara ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk lebih mendekat dengan anggota baru Formasi. Selain itu, dimaksudkan sebagai regenerasi kepengurusan yang setiap tahun selalu diadakan. “Kami ingin membuat nyaman para anggota ini dengan menganggap Formasi sebagai rumah sendiri,” ungkapnya lagi. Oleh sebab itu, pengadaan hiburan berupa band juga ditujukan untuk memenuhi maksud tersebut. [bhm]Pelatihan Komputer Maba FMIPA
24 November 2007Lebih dari seratus orang mahasiswa baru memadati beberapa laboratorium komputer, di Gedung Graha Sainta, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya, Sabtu (24/11). Berkaitan dengan Krida Mahasiswa, mereka diwajibkan mengikuti pelatihan komputer untuk meningkatkan soft skill dan kemampuan dalam mempelajari dunia internet. Beberapa materi diberikan, seperti membuat e-mail, membangun blogger, cara chatting melalui yahoo messenger, hingga permasalahan transfer data. Yang terakhir berkaitan dengan jaringan bernama FTP (file transfer protocol) atau bentuk perintah dalam jendela server yang berfungsi untuk mentransfer data secara cepat, praktis, dan efisien. Selain itu, juga dijelaskan tentang proyek Inherent (Indonesian higher education network) yakni networking basis jaringan kampus perguruan tinggi yang saling terhubung, sehingga data dari kampus-kampus anggotanya bisa saling diakses dengan mudah. Contoh paling nyata, mahasiswa Unibraw bisa mengakses data dari kampus UGM dengan cepat jika dilakukan dari jaringan dalam kampus Unibraw, dan tidak bisa dilakukan di luar itu.
Menurut Ketua Panitia, Muhlasin, mahasiswa Ilmu Komputer angkatan 2004, pelatihan ini benar-benar sangat berguna bagi para mahasiswa baru agar sedari dini mengenali dunia internet. Boleh dibilang, pada era globalisasi dan teknologi nano seperti ini, setiap gerak manusia tidak bisa terpisahkan dari sebuah informasi. Setiap detik kejadian di belahan dunia lainnya akan mampu diketahui manusia di belahan dunia lainnya pada detik itu juga. Perlunya belajar mengenai hal ini dimaksudkan agar tidak ketinggalan teknologi sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi perlu dilakukan secara efektif agar mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia. [bhm]Prof Sumeru: Menghadapi Era Global Petani Perlu Perlindungan
24 November 2007Dalam menghadapi era globalisasi, petani dan pelaku agribisnis Indonesia masih memerlukan perlindungan dan pendampingan. Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, mengatakan hal ini di depan Seminar Nasional Ketahanan Bangsa yang berlangsung Sabtu (24/11), di Hotel Trio Malang.
Pada forum seminar sehari diselenggarakan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Kabupaten Malang itu, Prof Sumeru menilai penghapusan subsidi bagi petani di negara berkembang merupakan usulan dari negara-negara maju. Akan tetapi, negara maju tersebut bertindak tidak adil. Negara-negara maju justru mensubsidi petaninya sehingga hasil produksinya surplus, dan bisa diekspor ke negara-negara berkembang, termasuk ke Indonesia. Sebagai misal, menurut Prof Sumeru, pada tahun 2002, Amerika Serikat memberikan subsidi yang tidak kepalang tanggung, yaitu sebesar 180 milyar dolar untuk 10 tahun atau setara dengan 160 triliun per tahunnya. "Bandingkan dengan anggaran Departemen Pertanian Republik Indonesia tahun 2003 hanya 2,3 triliun. Atas dasar itulah maka sudah selayaknya pemerintah berani mengambil sikap berpihak kepada petani kita yang populasinya sekitar 51% dari total penduduk Indonesia", ujar Prof Sumeru.
Hingga kini kebijakan pemerintah malah sebaliknya, yaitu memotong subsidi pupuk dan sarana pertanian lainnya, sementara subsidi BBM terus diberikan, terutama kepada penduduk perkotaan. Disampaikannya beberapa contoh kebijakan pemerintah yang dinilai kurang tepat, seperti: (1) Bea masuk produk pertanian rendah kurang dari 10 persen, sehingga produk negara lain mudah membanjiri pasar Indonesia. (2) Subsidi kepada petani dikurangi/diihentikan sehingga biaya produksi mahal/naik tapi tidak dikuti dengan kenaikan harga beras. (3) Proteksi terhadap produk industri 10 kali lipat dibandingkan pertanian. (4) Subsidi pupuk dikurangi, waktu tanam pupuk hilang dan harganya mahal, sehingga biaya produksi naik, tapi harga jual gabah/beras tidak boleh naik.
Prof Sumeru menyatakan, para petani kita kebanyakan termasuk dalam keluarga miskin (70% adalah petani gurem dengan luas lahan kurang dari 2 hektare). Sekalipun produktivitas petani kita lebih tinggi (menghasilkan 2,7 ton beras per hektare), sementara Thailand hanya 1,5 ton beras per hektare, namun karena kepemilikan lahan yang sempit maka mereka tidak dapat menikmati produksi tersebut. Berkaitan dengan sempitnya lahan petani maka kebijakan pertanahan yang adil itu taat asas kepada konstitusi UUD 1945 (Pasal 3 Ayat 3) dan konsekuen pada amanat UU No.5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, yang dikenal sebagai UUPA (24 September 1960) harus segera dilaksanakan.
Oleh karena itu Prof Sumeru menyarankan, perlindungan dan kebijakan yang seharusnya diberikan kepada petani dan pelaku agribisnis, antara lain: (1) Kebijakan makro yang lebih memihak kepada petani, misalnya alokasi anggaran untuk mendirikan pabrik-pabrik pupuk; alokasi anggaran untuk pembuatan akses jalan yang menghubungkan sentra produksi; alokasi anggaran untuk membangun atau memperbaiki saluran irigasi. (2) Memberikan atau mengenakan pajak impor sedikitnya 10%, karena selama ini sangat murah. Misalnya bea masuk kedelai dan jagung 0%, beras Rp 430/kg, gula putih Rp 700/kg. Insentif ini untuk menggairahkan usahatani di sektor komoditas tersebut. (3) Menjediakan kredit dengan persyaratan mudah sehingga para petani dapat memperolehnya. (4) Memberikan lahan seluas sedikitnya 2 hektare agar petani lebih kompetitif dalam usahataninya. (5) Perlu dukungan politik dari DPR mengenai peraturan di bidang pertanian.Contoh kebijakan impor beras, pemberantasan dan hukuman berat bagi pelaku penyelundupan. [sas]Journalistic Festival
24 November 2007Seru dan menarik. Dua kata ini mampu mewakili suasana meriah yang terjadi di Gedung Graha Medika Unibraw. Betapa tidak, sebelas tim perwakilan siswa SMA se-Malang berkesempatan mengikuti Lomba Mading 2-Dimensi dan 3-Dimensi yang diselenggarakan Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unibraw, Diagnostika. Dengan tema “Indonesia For A Better Future”, mereka membuat majalah dinding (mading) dengan kreasi yang menarik, lucu, imajinatif, dan penuh pesan tersirat tentang kondisi bangsa ke depan.
Kegiatan ini sebenarnya merupakan satu acara dalam rangkaian Journalistic Festival (J-Fest) yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, (24/11-25/11). Selain Lomba Mading, juga ada acara Bazaar Buku, dan Bedah Buku “The Divine Message of The DNA” yang diselenggarakan hari Minggu (25/11).
Ketua Panitia, Vidya Sulistyawan mahasiswa Kedokteran angkatan 2005 mengatakan, acara ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memberikan kontribusi positif kepada bangsa. Bukan hanya mengandalkan sesuatu yang bersifat hura-hura ataupun hedonisme. Persentuhan dengan dunia jurnalistik diharapkan mampu memberikan perkenalan wacana tentang pengasahan daya nalar, kritis, dan argumentasi. Untuk lomba mading sendiri, hal ini diselenggarakan untuk mengakomodasi keinginan siswa SMA yang membutuhkan media kreativitas dalam pemikiran tentang kemajuan khususnya tentang bangsa.
Setelah melalui penilaian dewan juri, akhirnya didapatkan pemenang mading kategori dua dimensi. Juara I diraih SMAN 8 Malang, mendapatkan hadiah Rp 350 ribu beserta trofi dan sertifikat; juara II, SMAN 5 Malang, memperoleh hadiah Rp 200 ribu serta trofi dan sertifikat; dan juara favorit, SMAN 5 Malang. Sementara, untuk kategori tiga dimensi, juara I direbut oleh SMAN 8 Malang dan memperoleh hadiah Rp 400 ribu beserta sertifikat dan trofi, juara II diraih SMA Islam Malang yang meraih hadiah Rp 300 ribu beserta sertifikat dan trofi, dan juara favorit diraih oleh SMA 8 Malang. Juara favorit dipilih berdasarkan pengumpulan pendapat para pengunjung yang datang selama penilaian. Juara pada kategori ini mendapatkan sertifikat berikut suvenir. [bhm]Seminar Nasional Akuntansi dan Brawijaya Accounting Fair
24 November 2007Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Universitas Brawijaya menyelenggarakan Seminar Nasional Akuntansi bertajuk “Prospek Profesi Akuntan Publik di Tengah Tingginya Persaingan dan Ketatnya Peraturan”, di Gedung Manajemen, Fakultas Ekonomi Unibraw, hari Sabtu (24/11). Event ini merupakan salah satu acara dalam rangkaian Brawijaya Accounting Fair 2007.
Sebelumnya, telah dilaksanakan diadakan Lomba Simulasi Pasar Modal pada 18-20 November lalu. Berturut-turut lomba simulasi ini dimenangkan oleh tim mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang, STIE AL Anwar Mojokerto, dan Unibraw.
Menurut Ketua Panitia, Nazif Armidarya, mahasiswa Akuntansi Unibraw angkatan 2004, seminar ini dilatarbelakangi oleh kondisi dan permasalahan yang terjadi di dunia akuntansi. Rancangan Undang-undang Akuntan Publik (RUU AP) yang akan segera disahkan ternyata masih belum memberikan perlindungan yang optimal bagi profesi akuntan publik. Selain itu, RUU AP belum menjadikan profesi akuntan publik bebas dan independen. Kondisi ini menyebabkan sulitnya profesi akuntan publik di tengah tingginya persaingan serta peraturan yang dirasakan makin membelenggu. Terlebih sentralisis kekuasaan yang berada pada tangan Depkeu akan menimbulkan pertanyaan besar terkait independensi sebagai regulator akuntan publik. Oleh sebab itu, perlunya dikaji ulang RUU AP dengan tujuan profesionalisasi kinerja akuntan publik yang lebih baik di masa mendatang.
Pada sesi pertama, pembicara yang hadir, antara lain Drs M Jusuf Wibisana MEc (Ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan) serta Endang Pramuwati BAP (Senior Partner KAP Tanzil). Materi yang dibawakan regulasi akuntan publik di Indonesia dan peluang serta tantangannya ke depan. Sesi kedua, menghadirkan pembicara Prof Dr Bambang Subroto SE MM Ak (Dekan Fakultas Ekonomi Unibraw), Didik Wahyudianto SE Ak (Senior Partner Deloitte Touche Tohmatsu), dan Ali Darwin MSc Ak (Ketua IAI Kompartmen Akuntan Manajemen). Materi yang disinggung terkait dengan kiat-kiat persiapan diri dalam industri bagi akuntan publik dengan tingkat persaingan tinggi serta regulasi ketat.
Sementara, sesi terakhir, tampil pembicara Agus Suparto MBA Ak (perwakilan Departemen Keuangan), Erick SH MSi CPA (Chairman of Bidang Advokasi IAI), M Achsin SE SH MM Ak (Kompartmen Akuntan Manajemen), Bambang Wijanarko (Head of Internal Audit Astra Agro Lestari). Pada sesi ini dibicarakan secara intensif dan mendalam tentang RUU AP.
Dipaparkan secara umum, pada dasarnya, profesi akuntan baik akuntan manajemen maupun publik merupakan bagian dari mata rantai dalam Corporate Reporting Supply Chain. Profesi akuntan pada hakekatnya merupakan “industri keahlian dan kepercayaan”. Dalam menjalankan profesi akuntan diperlukan seperangkat regulasi dan standar atau norma, teknologi yang andal, dan adanya regulator, baik lembaga pemerintah dan profesi akuntansi yang mengatur perilaku industri dan anggota profesi. Untuk survive dan sustainable dalam industri yang satu ini, utamanya dibutuhkan akuntan yang mempunyai daya saing tinggi, beretika dan bermartabat. [bhm]World AIDS Day 2007 di Unibraw
24 November 2007Selama ini, stigma yang melekat pada seluruh penderita HIV/AIDS cenderung negatif karena hanya berdasarkan prasangka atau kecurigaan semata. Kondisi ini diperburuk oleh adanya mitos di kalangan masyarakat yang menyatakan bahwa AIDS hanya dapat menular melalui hubungan seksual serta kontak sosial biasa. Selain itu, AIDS merupakan penyakit kaum pekerja seks, homoseksual, atau kutukan Tuhan. Anggapan ini muncul karena belum terpaparnya informasi yang benar tentang AIDS dan pengaruh konstruksi media yang kurang memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat. Akibat stigma yang terjadi pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), timbul sikap diskriminasi dan rasa kurang percaya diri pada ODHA, malu diketahui orang lain, takut mendatangi tempat layanan kesehatan. Akibatnya, ODHA akan cenderung menyembunyikan diri sehingga tidak ada layanan pada stadium dini. Stigma dan diskriminasi inilah penghalang utama bagi upaya lanjut dalam pencegahan infeksi dan pelayanan memadai, dukungan dan perawatan serta pengurangan dampak buruk infeksi HIV.
Permasalahan ini mengemuka dalam Diskusi Publik bertema “AIDS: Sebuah Upaya Resolusi atau Diskriminasi?” yang diselenggarakan oleh Unit Aktivitas Tim Penanggulangan Penyalahgunaan Napza dan HIV/AIDS (TEGASZ) Unibraw, di Gedung Widyaloka, hari Sabtu (24/11). Event ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember mendatang. Bertindak sebagai pembicara, antara lain dr Nunus, perwakilan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Malang sekaligus Bagian Penyuluhan Dinas Kesehatan, Esthi Susanti Hudiono (perwakilan LSM Hotline Surabaya), Tri Ghozali (perwakilan LSM Paramitra), dan Mr X (ODHA) yang memberikan testimonial di penghujung acara.
Dalam paparannya, dr Nunus menerangkan tentang kecenderungan meningkatnya penderita HIV/AIDS dari tahun ke tahun secara drastis. Di Indonesia sendiri, pada 2003 jumlah penderita AIDS sebanyak 1371 orang langsung melonjak menjadi 2873 orang pada tahun 2006. Diperkirakan kondisi ini seperti fenomena gunung es dimana kondisi riil yang terjadi jauh lebih besar. Hingga kini, prediksi penderita HIV Carrier mencapai 5-10 juta orang. Sayangnya, mayoritas masyarakat masih terlampau takut untuk melakukan pemeriksaan HIV/AIDS ini. “Padahal hal ini penting agar pihak keluarga juga akan aman sebab terkadang karena penderita tidak tahu, banyak timbul korban-korban yang lainnya,” tutur dr Nunus.
Diungkapkannya lagi, resiko terbesar penularan ternyata bukan dari hubungan seksual, melainkan lewat jarum suntik atau transfuse darah. Infeksi ibu ke anak juga meningkatkan faktor resiko penularan. Oleh sebab itu, diperlukan kewaspadaan tinggi terkait hal ini. Seperti, penggunaan alat suntik yang steril, menghindari pemakaian tato, tindik, atau kerok yang tidak steril, serta tidak berganti pasangan. “Yang pasti, AIDS tidak menular melalui air mata, ludah, gigitan serangga, bersenggolan dengan penderita, berciuman, ataupun berenang bersama. Rajin mengikuti penyuluhan kesehatan akan menambah pemahaman yang benar akan penyakit ini,” tambahnya.
Menurut rencana, bertepatan dengan hari AIDS sedunia [1 Desember] Unit Aktivitas TEGASZ juga akan mengadakan long march yang dimulai di Balai Kota Malang bersama dengan para pendukung dan simpatisan perlindungan hak asasi ODHA. Ketua Panitia, Aulia Aziz, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian menegaskan acara ini tidak lain untuk didedikasikan kepada ODHA yang hingga kini belum memperoleh haknya secara benar. Timbulnya stigma masyarakat yang cenderung menyudutkan, membuat ODHA tidak dapat berkreasi, menjalankan aktivitasnya secara bebas, ataupun bekerja. Harapannya, melalui terselenggaranya acara ini akan mempu meminimalisir epidemi penderita HIV/AIDS dan menyamakan hak asasi ODHA dalam lingkungan masyarakat. [bhm]Tes Psikologi Karyawan BRI Cabang Kawi di Unibraw
24 November 2007Pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kawi bekerjasama dengan Program Ilmu Sosial (PIS) menyelenggarakan tes psikologi bagi para karyawan, di Gedung Kuliah Bersama, hari Sabtu (24/11). Tes ini dimaksudkan bagi para karyawan yang dipromosikan untuk naik status atau jabatan. Puluhan kepala unit dan eksekutif tampak serius mengerjakan soal yang diberikan oleh tim pengajar dari PIS.
Menurut Ketua Program Studi Ilmu Psikologi dan Hubungan Internasional Unibraw, Drs H Amir Hasan Ramli MSi Psi, berawal dari pembicaraan dengan Manajer BRI Cabang Pembantu Dinoyo yang meminta untuk diadakan tes bagi karyawan. Ketika PIS sepakat meluluskan permintaan, pihak Business Micro Manager (BMB) BRI Cabang Kawi menghubungi lebih lanjut untuk menentukan jadwal dan model pertanyaan yang sudah terstandarisasi. Tes ini mencakup antara lain aspek kemampuan dasar, kepribadian, dan manajerial. Melalui psikogram atau hasil rating gabungan semua aspek tersebut, dapat dinilai kapasitas person yang bersangkutan. Kesimpulan penilaian mulai dari dipertimbangkan, disarankan, atau belum sesuai untuk promosi jabatan.
“Melalui tes ini, akan lebih jelas dasar pengambilan keputusan yang dilakukan pihak manajemen BRI sehingga terhindar dari subjektivitas, “ papar Drs H Amir Hasan Ramli MSi Psi lagi. Hasil dari tes ini dapat diketahui sekitar satu minggu kemudian. [bhm]Sosialisasi Ujian CPMA di Unibraw
24 November 2007Sehubungan dengan akan diadakannya Ujian Certified Professional Management Accountant(CPMA) periode ke-4 pada bulan Mei 2008 oleh Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Manajemen (IAIKAM), Fakultas Ekonomi menyelenggarakan Sosialisasi Ujian CPMA, di Gedung Akuntansi FE-Unibraw, hari Sabtu (24/11). Mengundang Ketua Kompartemen Akuntan Manajemen IAI, Darwin Ali Msc sebagai pembicara, sosialisasi ini diikuti oleh puluhan alumni maupun mahasiswa Akuntansi.
Ujian CPMA merupakan sistem saringan baku dan ‘best practice’ dalam profesi akuntan manajemen. Ujian CPMA dimaksudkan sebagai salah satu strategi pengembangan profesi dan peningkatan daya saing akuntan manajemen di Indonesia dalam menghadapi arus globalisasi, terutama jasa akuntan manajemen. CPMA tidak mensyaratkan seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi. [bhm]Seminar dan Konsultasi Publik Buku Putih Pertahanan 2008
23 November 2007Kekuatan militer dalam menjaga stabilitas kondisi suatu negara harus didukung oleh kesatuan warga negara secara menyeluruh dan komprehensif. Tujuannya tidak lain untuk menjaga keutuhan wilayah, kedaulatan negara, serta stabilitas kondisi bangsa. Oleh sebab itu, diperlukan kerjasama seluruh warga negara, tidak hanya sebagai tugas dan tanggung jawab dari Departemen Pertahanan semata. Demikian Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito dalam sambutan membuka acara Seminar dan Konsultasi Publik “Buku Putih Pertahanan Indonesia”, di Gedung Widyaloka, Jumat (23/11).
Acara siang hari itu menghadirkan narasumber Brigjen TNI Budiman (Dirjakstra Ditjen Strategi Pertahanan Nasional Departemen Pertahanan), dan Kolonel TNI Drs Jan Pieter Ate MBus (Kasubdit Kebijakan Pelaksanaan Ditjen Strategi Pertahanan Nasional). Kedua narasumber secara bergantian menjabarkan buku putih yang berisi tentang strategi dan kebijakan yang hendak diterapkan dalam sistem pertahanan nasional. Perlu diketahui, untuk pertama kalinya sejak zaman reformasi, pada tahun 2003, Dephan meluncurkan Buku Putih Pertahanan “Mempertahankan Tanah Air Memasuki Abad 21”. Buku Putih tersebut digunakan sebagai media dalam mengkomunikasikan kebijakan pemerintah Indonesia di bidang pertahanan negara kepada masyarakat baik domestik maupun internasional. Dalam lingkup domestik, Buku Putih banyak memberikan kontribusi dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang penyelenggaraan pertahanan negara dalam konteks demokrasi. Pada konteks hubungan antar bangsa, Buku Putih tersebut menjadi media yang cukup efektif dalam membangun CBM (confidence building measures) dengan negara-negara lainnya baik pada tataran regional maupun supra regional.
Dalam paparannya, Brigjen Budiman menjabarkan tentang konstelasi geografi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas dan terbentang pada jalur perlintasan internasional terpadat, mengisyaratkan tantangan yang besar dan kompleks bagi pertahanan negara dalam mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah. Ancaman yang dihadapi pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa semakin berkembang menjadi multidimensional baik fisik dan nonfisik serta berasal dari luar maupun dari dalam negeri. Implikasi dari kondisi ini, menjadi beralasan untuk menempatkan ancaman militer yang berdimensi politik, ekonomi, sosial, dan teknologi sebagai ancaman pertahanan yang perlu diperhitungkan di masa-masa mendatang. Dalam hal ini sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh kekuatan nasional harus dapat dibangun, pertama, dan terutama untuk tujuan pangkalan, dan mempersiapkan diri dalam menghadapi kemungkinan terburuk berupa ancaman nyata.
Sementara itu, Kolonel Jan Pieter Ate memaparkan tentang perlunya persiapan sematang mungkin dalam sektor pertahanan negara dengan cara memadukan kemampuan pertahanan militer dan nirmiliter untuk menangkal setiap kemungkinan ancaman serta apabila kondisi memaksa, mampu menghadapi perubahan segala situasi. Dinamika interaksi masyarakat secara global selain juga berimplikasi terhadap tantangan keamanan nasional dengan mengemukanya isu-isu keamanan baru yang berdimensi kejahatan lintas negara. Dalam beberapa tahun terakhir, intensitas kejahatan lintas negara menunjukkan angka yang cukup signifikan dan telah mengancam ketenangan dan kenyamanan hidup manusia. Bagi Indonesia, kejahatan lintas negara menjadi salah satu tantangan pemerintah untuk menanggulangi secara serius dan melalui pendekatan multifungsi, baik secara militer maupun nirmiliter.
Diikuti oleh puluhan dosen, staf administrasi, dan mahasiswa, baik dari dalam maupun dari luar Unibraw, acara ini berjalan cukup menarik. Beberapa pertanyaan muncul seputar posisi Indonesia yang terlampau lemah di mata internasional, mulai dari kasus Sipadan-LIgitan, Ambalat, hingga negara Singapura yang merugikan lingkungan domestik. Serta, klaim Malaysia atas lagu-lagu daerah Indonesia yang dinilai sudah pada taraf memalukan. Kurangnya alokasi dana untuk pertahanan (hanya 0,9%) juga menjadi pertanyaan yang menggelitik. Selain itu, keruntutan pemikiran dalam redaksional penulisan juga menjadi perhatian peserta. "Semua menjadi masukan untuk penyempurnaan Buku Putih ini", kata Brigjen Budiman menanggapi kritik, saran dan pendapat yang dilontarkan dalam acara itu. [bhm]Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unggulan dari Unibraw
23 November 2007
Dua dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Dr Ir Kuswanto MS dan Ir Bambang Purwadi MS terpilih sebagai peneliti terbaik dalam ajang “Ekspose Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unggulan Tingkat Nasional tahun 2007”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Dikti di Semarang beberapa waktu silam, Jumat-Sabtu (9/11-10/11). Dalam ajang tersebut, Kuswanto mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Perakitan Varietas Tanaman Kacang Panjang Toleran Hama Aphid dan Berdaya Hasil Tinggi”. Penelitian ini dalam skim PHB (Penelitian Hibah Bersaing) tahun 2006-2007. Sementara itu Bambang Purwadi memaparkan hasil penelitian dengan judul ”Pembuatan Pupuk N, P, K dengan Pelapis Zeolit Alam untuk Mengatur Efisiensi Pemupukan”.
Varietas baruPenelitian Kuswanto dilatarbelakangi oleh masalah utama yang dihadapi dalam budidaya kacang panjang, yaitu hama aphid (Aphis craccivora Koch). Menurutnya hama ini mempengaruhi nilai kehilangan yang hampir mencapai lebih besar dari 65.87%. ”Selama ini pengendalian hanya menggunakan pestisida”, kata dia. "Tapi dalam hal ini petani tidak salah karena mereka tidak tahu, mereka hanya menanam dan menggunakan pestisida ketika diserang hama”, tambahnya. Mengingat bahaya pestisida, ia pun berinisiatif untuk mengendalikan hama secara efektif melalui penelitian varietas baru. ”Kelebihan varietas baru ini adalah galur kacang lebih panjang (> 80 cm), tidak menggunakan pestisida sehingga tidak berbahaya, dan lebih ramah lingkungan”, kata dia. Saat ini, varietas tanaman kacang panjang temuannya ini masih pada tahap uji penelitian oleh Departemen Pertanian RI di wilayah Ponorogo, Jombang dan Kediri. [nok]
Prof Soekartawi: Manfaatkan Kerjasama Bilateral
22 November 2007
Prof Dr Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, mendapat kepercayaan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk mengadakan negosisasi kerjasama bilateral pendidikan dengan Spanyol. Hasilnya cukup positif. Kini terbuka kesempatan lebar bagi Pusat Bahasa di Indonesia atau Universitas Brawijaya, atau siapa saja (dosen, guru, atau bahkan mahasiswa) untuk memanfaatkan hasil kerjasama tersebut. Demikian penjelasan Soekartawi pada PRASETYA Online.Prof Soekartawi yang kini bertugas di Depdiknas, adalah satu dari lima delegasi RI (DELRI) dari Depdiknas yang mengadakan pembicaraan kerjasama bilateral tersebut. Pertemuan dilaksanakan di Hotel Sofitel Bangkok, Thailand, selama dua hari (21/11-22/11) dan difasilitasi oleh the Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO). Sementara dari pihak Kementerian Pendidikan Spanyol diwakili oleh delegasi yang diketuai oleh Prof Vicente Valverde.
Hasil konkret pembicaraan kedua delegasi, bahwa dalam waktu dekat program yang dapat direalisasikan adalah pembelajaran bahasa Spanyol, baik yang diadakan di Indonesia, maupun di Spanyol. Konkritnya, bantuan yang ditawarkan Pemerintah Spanyol tsb. adalah bantuan teknis, di mana instruktur bahasa dari Spanyol akan datang memberikan training di Indonesia atau sebaliknya calon instruktur bahasa Spanyol Indonesia yang belajar ke Spanyol.
Bantuan lain berupa beasiswa. Untuk sementara beasiswa dikonsentrasikan pada bidang studi bahasa Spanyol. Caranya, Pemerintah Spanyol akan memberikan beasiswa bagi mereka (orang Indonesia) yang ingin mengambil program pascasarjana bidang bahasa di Spanyol.
Mengapa pertemuan ini difasilitasi oleh SEAMEO, menurut Soekartawi, karena Spanyol adalah Associate Member dari SEAMEO dan Prof Soekartawi sendiri pernah menjabat di SEAMEO selama sembilan tahun. Jadi teknik-teknik negosiasinya relatif lebih gampang. Selain tugas itu, Soekartawi dan DELRI lainnya juga berkesempatan diskusi dengan Duta Besar RI soal bagaimana kerjasama pendidikan Thailand-Indonesia, misalnya pengiriman mahasiswa peserta hibah bersaing, kerjasama Rektor-rektor PTN Indonesia dan Thailand, dan lain-lain. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Prof Soekartawi di Depdiknas, Gedung C Lantai 2, bisa lewat email soekartawi@yahoo.com. [Skw]
---
Foto: (Dari kiri) Prof Dr Soekartawi, Dr Adeberto de Jesus (Mantan Menteri Pendidikan Filipina yang kini Direktur SEAMEO Secretariat) dan Prof Vicente Valverde.Rektor: Pendidikan Seyogyanya Bebas Pajak
22 November 2007Terdapat interaksi yang positif antara pajak dengan pendidikan. Alokasi pembiayaan pendidikan diperoleh dari pajak yang dibayarkan oleh setiap warganegara sebagai wajib pajak. Sehingga pendidikan tidak akan maju, bila perolehan pajak masih rendah. Demikian ungkap Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito dalam sambutan pada Seminar Nasional Perpajakan “Pajak dan Pendidikan”. Seminar yang berlangsung hari Kamis 22/11 di Gedung PPI Universitas Brawijaya ini dibuka oleh Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Ditjen Pajak Dr Hasan Rahmani MA. Seminar diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari para guru, dosen, aparatur pemerintahan, siswa sekolah menengah dan mahasiswa.
Lebih lanjut Rektor mengungkapkan, di Indonesia pendidikan dan pendapatan negara dari sektor pajak masih sangat rendah baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Bahwa kemajuan sebuah negara bukan dikarenakan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, tetapi justru dari kualitas sumber daya manusia yang ada didalamnya. Dan sumber daya manusia akan berkualitas bila setiap warganegara mendapatkan pendidikan yang baik dan layak. Negara dapat dibangun jika pendidikan maju dan jika anggaran pendidikan besar.
Ditambahkan Rektor, perguruan tinggi sangat berperan penting dalam pembangunan bangsa dan negara karena para alumni perguruan tinggi dapat diharapkan untuk membangun negara. Tidak hanya karena pendidikan yang telah ditempuhnya, tetapi juga karena soft skill yang dimiliki serta kepandaiannya dalam menciptakan lapangan kerja bagi warga negara lainnya. Untuk itu Rektor mengungkapkan bahwa rencana pemerintah untuk menaikkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen sangat dinantikan realisasinya. Saat ini, alokasi pembiayaan pendidikan baru sebesar 11,3 persen dan bila terpotong pajak maka dana tersebut otomatis berkurang. Tentang pengenaan pajak bagi sektor pendidikan, menurut Rektor, seyogyanya dana untuk pengembangan pendidikan tidak dikenakan pajak.
Seminar menghadirkan narasumber di antaranya Kakanwil Ditjen Pajak Jatim III Suharno SH MPM, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof Dr H Mohamad Surya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Heri Akhmadi, Pakar Pendidikan dan Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia Prof Dr Soedijarto. Beberapa materi yang dibawakan seperti “Anggaran Pendidikan: Antara Harapan dan Kenyataan”, “Penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Memajukan Kebudayaan Nasional dan Implikasi Pembiayaan”, serta “Peran Serta Masyarakat dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia”. [nik]Workshop Pengelolaan Sumber Daya Hayati
22 November 2007
Divisi Agrokompleks Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya, selama dua hari, Rabu-Kamis (21/11-22/11), menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Sumber Daya Hayati. Workshop ini merupakan kerjasama LSIH dengan Jurusan Budidaya Pertanian Unibraw dan Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan. Guna memberikan pemahaman tentang pengelolaan sumber daya hayati yang lestari dan berkelanjutan, para peserta diberi tutorial di Jurusan Budidaya Pertanian serta melakukan observasi lapang di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan.
Pemateri Ir Lita Soetopo PhD menyampaikan “Pemanfaatan Sumber Daya Hayati untuk Pengembangan Pertanian”, sedangkan Prof Dr Kurniatun Hairiah menyampaikan dua materi: “Pemanasan Global dan Dampaknya terhadap Ekosistem”, dan “Adaptasi dan Mitigasi Pemanasan Global Melalui Pengelolaan Keanekaragaman Hayati”. Sementara Ir Solikin MP membawakan materi “Pengelolaan Sumber Daya Nabati di Kebun Raya Purwodadi-LIPI Pasuruan”.
Ketua panitia Dr Ir Kuswanto MS menjelaskan, 40 peserta kegiatan ini diseleksi dari lebih kurang 100 pendaftar kalangan akademisi, peneliti, praktisi serta mahasiswa.
Pemanasan Global
Memberikan wawasan tentang perubahan iklim global, Prof Kurniatun Hairiah menawarkan adaptasi dan mitigasi pemanasan global melalui pengelolaan keanekaragaman hayati. Dikatakannya, peningkatan laju alih guna lahan hutan menjadi lahan pertanian atau bentuk penggunaan lahan lainnya menyumbang emisi gas karbondioksida yang cukup besar ke atmosfer, sehingga suhu bumi meningkat dan meningkatkan variabilitas curah hujan. Pengelolaan biodiversitas tanah menurutnya berperanan penting dalam menjaga suplai hara dan mempertahankan struktur tanah serta menciptakan ekosistem yang sehat dan produk yang sehat pula, ditengah gencarnya upaya pengadaan pangan yang sehat pada kondisi yang kurang menguntungkan akibat pemanasan global. Lebih jauh, Kurniatun menawarkan sistem agroforestri sebagai teknik untuk mitigasi gas rumah kaca, mempertahankan biodiversitas tanah dan perbaikan siklus hidrologi daerah aliran sungai (DAS). [nok]Sinergi Pengusaha dan Birokrat dalam Mensejahterakan Rakyat
22 November 2007Peran pemerintah pusat cukup konsentrasi pada enam bidang. Keenam bidang itu adalah memperkuat pertahanan dan keamanan negara, menajamkan misi diplomasi politik luar negeri, memperkuat fiskal nasional, menegakkan hukum dan membenahi sistem kehidupan beragama. Selain enam bidang itu, pusat cukup membuat norma, prosedur, standar dan kriteria, sedangkan pelaksanaannya diserahkan kepada daerah. Demikian Dr (HC) H. Sutiyoso SH dalam presentasinya dihadapan peserta seminar nasional “Sinergi Pengusaha dan Birokrat dalam Mensejahterakan Rakyat”. Seminar ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya di gedung Widyaloka, Kamis (22/11).
Dengan sistem seperti itu, menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, pengusaha akan lebih mudah berperan dalam melakukan kerjasama dengan para birokrat yang ada di daerah, sehingga investasi dapat langsung kepada daerah dengan prosedur yang lebih pendek dan efisien.
Lebih jauh dikatakan, untuk membangun kerjasama yang lebih sinergis antara pengusaha dengan birokrat, pengusaha dapat dilibatkan dalam perencanaan pembangunan seperti dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di samping menegaskan program kemasyarakatan pengusaha melalui corporate social responsibility (CSR) yang berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, Sutiyoso juga menyinggung peran perguruan tinggi dalam mensinergikan birokrat dan pengusaha dengan dihasilkannya agen-agen professional dari kedua elemen tersebut. “Namun sayangnya lulusan perguruan tinggi justru menyumbang peran terbesar dalam menciptakan pengangguran intelektual”, ujarnya menanggapi fenomena pengangguran yang ada di Indonesia. Ia juga menyesalkan rendahnya minat alumnus perguruan tinggi untuk terjun di dunia wirausaha. Padahal, menurut mantan Kepala Kodam Jaya ini, dengan pengetahuan yang lebih, wirausaha yang dikelola oleh lulusan perguruan tinggi cenderung lebih berdaya saing. “Lulusan perguruan tinggi tentunya memiliki pola berfikir yang lebih sistematis sehingga lebih siap menghadapi perubahan terutama yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan”, kata dia.
Pemberdayaan Koperasi UKM
Sementara itu, Ir Yuana Setyowati MM, staf ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Negara Koperasi dan UKM, dalam forum itu menyampaikan kebijakan dan program pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM). Yuana mengatakan, pemerintah menaruh perhatian besar untuk menumbuhkan sektor riil melalui peran UMKM yang mendominasi jumlah pelaku usaha, khususnya usaha skala mikro, yang berjumlah 90% dari jumlah UKM yang ada.
Untuk maksud tersebut, pemerintah menerbitkan Inpres No. 6 tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan UMKM yang merupakan penegasan kembali tentang perlunya peningkatan sinergi antar unsur pemerintah (lintas sektor) dan peran lintas pelaku termasuk didalamnya peran lembaga keuangan dan dunia usaha. “Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung tujuan dan sasaran dariTriple Track Strategy Pembangunan Ekonomi Nasional Tahun 2004-2009 yang meliputi sasaran penciptaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi”, kata dia. Dalam memberdayakan KUMKM, pihaknya menempuh berbagai strategi dan kebijakan operasional diantaranya penciptaan iklim usaha yang kondusif, program pembiayaan KUMKM serta pemantapan kelembagaan koperasi. [nok]Dr Marjono Presentasi pada Konferensi Internasional
21 November 2007Dr Marjono MPhil, staf Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya hadir pada forum konferensi internasional CoSMEd (Conference on Science and Mathematics Education). Konferensi diselenggarakan 13-16 November 2007 di Penang, Malaysia, oleh RECSAM (Regional Centre for Education in Mathematics and Science), suatu bagian dari SEAMEO (South East Asia Ministry of Education Organization).
Hadir sebagai keynote speaker dalam acara tersebut Prof Dr Kenneth Tobin (USA), Prof Dr Phillips Clarkson (Australia), dan Tan Sri Dato’ Dr Wan Mohd Zahid Mohd. Noordin (Malaysia).
Di depan sekitar 250 orang peserta, di antaranya berasal dari USA, Australia, UK, New Zealand, Perancis, Jepang, Taiwan, Filipina, Brunai, Thailand, Singapura, Indonesia, dan tuan rumah Malaysia, Marjono mempresentasikan makalah berjudul “What Lecturer Tend to Forget in Science and Mathematics Instruction on Improving Classroom Culture”.
Makalah Marjono merupakan salah satu implementasi dari pelatihan yang diperolehnya di University of Kassel Germany pada acara Unistaff, mengenai University Organization and Leadership, Teaching, Learning and Curricullum Development, dan Research Management.
Dalam makalah tersebut Marjono menjelaskan bahwa pembelajaran, termasuk pada bidang matematika maupun sains pada umumnya bersifat konstruktif, emosional, sosial maupun situatif. Oleh karena itu benar-benar harus diperhatikan tentang metode penyampaian sehingga dapat efektif dan efisian proses belajar-mengajar dalam kelas tersebut. [Mjn]Waktu Pendaftaran CPNS Unibraw Diperpanjang
21 November 2007
Melalui pengumuman nomor 025/Peng/2007, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito mengumumkan perpanjangan waktu pendaftaran calon pegawai negeri sipil dosen di lingkungan Universitas Brawijaya hingga hari Jumat 23 November 2007. Pengumuman ini sekaligus meralat pengumuman sebelumnya (nomor 023/Peng/2007) yang dikeluarkan tanggal 3 November 2007 (silakan baca berita PRASETYA Online tanggal 3 November 2007).
Selain meralat waktu pendaftaran, juga diralat tingkat pendidikan dan kualifikasi akademik calon yang dibutuhkan pada fakultas tertentu, serta tambahan persyaratan IP kumulatif. Selengkapnya daftar itu termuat dalam pengumuman nomor 024/Peng/2007 yang juga dikeluarkan pada tanggal 21 November 2007.
Kualifikasi akademik
Perubahan yang ada dari pengumuman sebelumnya, adalah sebagai berikut. Ada tambahan dua kualifikasi akademik untuk calon dosen Fakultas Ilmu Administrasi yaitu master of business administration (S2, kode 7453), dan master of public administration (S2, kode 7539).
Untuk calon dosen Fakultas Pertanian terdapat tambahan 5 kualifikasi akademik S2 Ilmu Pertanian (kode 7086), S2 Ekonomi Pertanian (kode 7089), S2 Manajemen Agribisnis (kode 7096), S2 Sosek Pertanian (kode 7110), dan S2 Ilmu Studi Ekonomi Pertanian (kode 7126).
Untuk calon dosen Fakultas Peternakan, terdapat tambahan 2 kualifikasi akademik (untuk golongan III/a) yaitu S1 Teknologi Hasil Ternak (kode 5139), dan S1 Sosial Ekonomi Peternakan (kode 5142).
Untuk calon dosen Fakultas Teknik, ada tambahan satu kualifikasi akademik S2 master of science computer engineering (kode 7551).
Sedangkan untuk calon dosen Fakultas Perikanan, terdapat tambahan 5 kualifikasi akademik (untuk golongan III/a) yaitu S1 Pemanfaatan Sumberdaya Perairan (kode 5151), S1 Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (kode 5152), S1 Teknologi Penangkapan Ikan (kode 5158), S1 Ilmu Kelautan (kode 5159), dan S1 Perikanan dan Ilmu Kelautan (kode 5161).
Untuk FMIPA, ada tambahan 1 kualifikasi akademik calon dosen dari golongan III/b, yaitu S2 Bioteknologi (kode 7165) dan 8 kualifikasi akademik calon dosen dari golongan III/a, yaitu S1 Ilmu Komputer (kode 5239), S1 Sistem Informasi (kode 5240), S1 Manajemen Informatika (kode 5242), S1 Informatika Komputer (kode 5245), S1 Teknik Informasi (kode 5246), S1 Teknik Informatika (kode 5248), dan S1 Teknik Komputer (kode 5249).
Untuk Fakultas Teknologi Pertanian, ada tambahan 6 kualifikasi akademik calon dosen dari golongan III/a, yaitu S1 Teknologi Hasil Pertanian (kode 5116), S1 Teknologi Pangan dan Gizi (kode 5118), S1 Pengolahan Hasil Pertanian (kode 5122), S1 Ilmu Pangan (kode 5127), S1 Ilmu dan Teknologi Pangan (kode 5128), dan S1 Teknik Kimia (kode 5183).
Sementara itu untuk Program Bahasa dan Sastra, ada tambahan 2 kualifikasi akademik calon dosen (golongan III/b), yaitu S2 Bahasa Indonesia (kode 7342), dan S2 Bahasa dan Sastra Indonesia (kode 7353).
IP Kumulatif
Dengan pengumuman itu ditegaskan bahwa persyaratan indeks prestasi kumulatif (IPK) untuk S2 adalah lebih dari 3,00. Sedangkan untuk S1 adalah lebih dari 2,75. [Far]STOP PRESS
21 November 2007
Diberitahukan bahwa pengadaan calon pegawai negeri sipil dosen di lingkungan Universitas Brawijaya tahun 2007 yang diumumkan melalui Pengumuman Rektor Universitas Brawijaya nomor 023/Peng/2007 tanggal 3 November 2007, waktu pendaftarannya diperpanjang sampai tanggal 23 November 2007. Adapun persyaratan dan kualifikasi akademik secara rinci dapat dilihat pada http://www.brawijaya.ac.id/main/news/id/announce/cpns_ub_2007-11-05.php
Demikian pengumuman no 025/Peng/2007 yang ditandatangani Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito tanggal 21 November 2007.Mahasiswa Geofisika Unibraw Presentasi di JCB 2007
21 November 2007Beberapa mahasiswa dan akademisi Geofisika FMIPA Universitas Brawijaya, selama sepekan (10/11-16/11) di Bali International Convention Centre berkesempatan mengikuti Joint Convention Bali (JCB) 2007. Pertemuan itu diselenggarakan bersama oleh HAGI (Himpunan Ahli Geologi Indonesia), IAGI (Ikatan Ahli Geofisika Indonesia) dan IAPMI (Ikatan Ahli Petroleum Indonesia). Dalam acara yang diikuti 1000 orang ahli dan praktisi geofisika, geologi dan perminyakan ini, M Irfan Mashudi, mahasiswa Geofisika angkatan 2004, mendapat kesempatan untuk mempresentasikan makalah berjudul “Identification of The Run Up Characteristics Which Based On Its Magnitude and Distance From The Epicenter in Indonesia”. Makalah ini dikerjakan bersama dua orang rekannya, Arief Rahman (mahasiswa Geofisika angkatan 2003) dan Sudiro Tri Prihanto SSi (alumni Fisika Unibraw) dibawah bimbingan Ir Wiyono MSi (Program Geofisika Unibraw) dan Ariska Rudyanto SSi (BMG Tretes, Pasuruan, Jawa Timur). Dalam makalahnya, Irfan mengidentifikasi tinggi tsunami yang mencapai pantai (Run Up) berdasar magnitudo dan jarak episenternya ke Run Up di Indonesia. Menggunakan teori korelasi koefisien grafik, ia mengkorelasikan data Run Up, magnitudo dan jarak episenter. Dalam peneliian ini ia menggunakan data sekunder dari BMG mulai tahun 1629-2000 (300 tahun). Dengan plot zonasi yang dilakukannya menggunakan software dari BMG, dapat diketahui distribusi gempa bumi di Indonesia. Dari distribusi tersebut, ia menyatakan bahwa Indonesia terbagi menjadi tiga zonasi gempa tsunami yaitu zona sangat berbahaya yang meliputi Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya, zona berbahaya yang meliputi Jawa, Sumatera dan Nusa Tenggara serta zona aman yang hanya meliputi Kalimantan. “Selama kurun waktu tersebut, setidaknya tercatat 273 Run Up dengan skala antara 5-8.5 SR dimana 60% terjadi di kawasan Irian Jaya-Makasar dan 40% terjadi di wilayah Sumatera-Nusa Tenggara”, kata dia. “Data-data ini dapat digunakan sebagai assessment bencana gempa tsunami di Indonesia”, tambahnya.
Melalui makalah ini, Irfan dkk masuk dalam kategori Profesional Group bersama sebuah judul makalah lainnya yaitu “Hydrocarbon Reservoir Monitoring Using Gravity 4D Method in X Field in Southern Sumatera Area” oleh Fajar Rahmanto (mahasiswa Geofisika angkatan 2003), serta sebuah poster berjudul “Seismic Attributes for Reservoir Characterization to Determine Sand Reservoir in X Field Tarakan Basin East Kalimantan”. Sementara itu, dua kelompok mahasiswa lainnya dimasukkan dalam student group yaitu Riky Hendrawan, Septri dan Reza yang menyampaikan “Increasing of Kelud Activity Because of Mentawai Earthquake” serta Asih Kurniawati dan Wira yang dibimbing oleh Adi Susilo, PhD dengan judul makalah presentasinya, “Jati Barang Formation Based on Seismic Data”. Beberapa perwakilan mahasiswa dari PTN/PTS ternama di Indonesia diantaranya ITB, UGM, UI, UB, UPN, ITS, Universitas Trisakti dll mengikuti kegiatan ini. [nok]Pelatihan Usaha Perlebahan
-21 November 2007Laboratorium Sentral Ilmu-ilmu Hayati bekerjasama dengan Laboratorium Aneka Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Potensi Wilayah dengan Usaha Perlebahan”, di Gedung Fakultas Peternakan Unibraw, hari Selasa-Rabu (20-21/11). Hari pertama acara pelatihan ini berupa pemberian materi yang berkaitan dengan seluk beluk budidaya dan usaha perlebahan, selanjutnya hari kedua dilaksanakan praktek lapang (praktikum) di KUD Batu dengan tujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh sebelumnya. Beberapa materi yang diberikan antara lain “Biologi dan Budidaya Lebah” oleh Dr Ir HM Junus MS selaku dosen Fakultas Peternakan Unibraw, “Penggembalaan Lebah” oleh M Bashori SPt sebagai Manajer Unit Usaha Perlebahan KUD Batu, dan materi terakhir tentang “Pembuatan Ratu dan Pemanfaatan Produk Lebah” yang dibawakan oleh Dr Ir Sri Minarti MS.
Pada materi pertama, Dr Junus mengungkapkan tentang sisi biologis dan cara pembudidayaan lebah yang baik. Dikatakannya, lebah merupakan insecta dari ordo Hymenoptera yang makanannya nektar, pollen dan cairan manis yang berasal dari tanaman/insekta. Setiap koloni lebah mempunyai ratu pekerja dan (kadang-kadang) pejantan. Di dunia, terdapat 9 jenis lebah madu, 7 di antaranya terdapat di Indonesia. Selama ini, luas daratan potensi pakan lebah sekitar 3 juta hektar yang akan menghasilkan 30 ribu ton madu/tahun. Padahal luas daratan potensi pakan lebah Indonesia 195 juta hektar dengan jumlah koloni mencapai 450.000 kotak. Jika secara praktis 1.500 koloni lebah menghasilkan madu 60 ton [40 kg/koloni], maka dengan potensi yang sebesar itu, seharusnya madu yang bisa dihasilkan Indonesia mampu mencapai 1 juta ton setiap tahunnya. Oleh sebab itu, negara ini memiliki potensi luar biasa dalam hal produksi madu. Dengan demikian, perlu dilakukan aplikasi teknologi budidaya perlebahan yang baik sehingga diperoleh hasil optimal.
Selanjutnya, materi tentang Penggembalaan Lebah disampaikan oleh M Bashori SPt sebagai Manajer Unit Usaha Perlebahan KUD Batu. Dipaparkannya, salah satu faktor penentu keberhasilan adalah penggembalaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain sumber pakan [nektar, pollen, propolis] yang perlu didekatkan dengan lebah, ketersediaan peralatan yang cukup, apriari atau areal sumber pakan untuk menentukan penjadwalan setiap koloni, manajemen koloni, serta pengenalan atau pemahaman kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Ia juga menjelaskan tentang kendala-kendala budidaya seperti tenaga kerja, bee forage atau areal penggembalaan, aspek keamanan, serta hama dan penyakit juga perlu diperhatikan agar budidaya dapat berjalan lancar.
Di sesi terakhir, Dr Ir Sri Minarti MS mengulas materi tentang pembuatan ratu serta produk-produk lebah dan manajemen pemanenan. Ratu lebah berperan penting dalam koloni yakni selain menghasilkan telur juga sekresi berupa feromon yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan koloni agar teratur. Teknologi pembuatan ratu sangat penting sebab untuk memenuhi kebutuhan ratu secara massal terutama menjelang musim bunga dan kemampuan koloni dalam menghasilkan ratu sangat terbatas, kesadaran untuk mendapatkan bibit ratu yang berkualitas, serta membantu penyebaran bibit. Metode yang dilakukan adalah grafting yaitu memindah larva muda [< 24 jam] dari pekerja ke mangkokan ratu buatan.
Menurut rencana, pada hari kedua seluruh peserta akan melaksanakan praktikum atau praktik lapang tentang perlebahan di KUD Batu. Tema yang diberikan mencakup manajemen koloni, praktek pembuatan ratu, memanen produk-produk perlebahan, serta mampu mengenal semua peralatan perlebahan, fungsi dan penggunaannya.
Secara keseluruhan, tema pelatihan ini boleh dibilang cukup menarik dan jarang diulas di pelbagai pelatihan sebelumnya. Ketua Panitia, Dr Ir HM Junus MS mengungkapkan latar belakang diadakannya pelatihan ini selain memberikan wawasan kepada mahasiswa akan seluk beluk perlebahan, juga kepada pembuat kebijakan tentang pengaturan penggembalaan. Dikatakannya, peraturan yang ada selama ini masih kurang bisa mengatur aspek ini. ”Dengan potensi lebah madu dan koloninya yang cukup besar, seharusnya Indonesia mampu mengekspor hasil-hasilnya ke negara lain. Kenyataannya, madu yang ada di pasaran itu impor dari negara lain, ” paparnya lebih lanjut. Harapannya melalui terselenggaranya acara ini, para peserta akan mampu memanfaatkan wilayah yang berpotensi sebagai ladang penggembalaan lebah dan kepada penentu kebijakan mampu memahami serta mengaplikasikan pengembangan perlebahan di seluruh wilayah Indonesia. Acara ini diikuti oleh mahasiswa pelbagai disiplin ilmu, dosen, dan perwakilan instansi terkait. [bhm]Dari Kunjungan Rektor ke Arab Saudi
21 November 2007
Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito, selama beberapa hari (3-13/11) berkesempatan mengunjungi Arab Saudi. “Kunjungan kali ini atas undangan pemerintah Arab Saudi, dan merupakan kunjungan balasan Imam Masjid Nabawi beberapa waktu silam ke Unibraw”, ujarnya. Turut serta dalam kunjungan itu, Warkum Sumitro SH MH (Pembantu Rektor II Unibraw), Ir Ainurrasyid MS (Pembantu Rektor III Unibraw), AKBP Atang Heradi, MH (Kapolresta Malang), AKBP Tubuh Musyareh (Kapolres Malang).
Rombongan dari Malang itu merupakan bagian dari rombongan besar yang terdiri dari Prof Sudjarwadi (Rektor UGM), Prof Dr H Fasichul Lisan Apt (Rektor Universitas Airlangga), Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD (Rektor ITS), serta beberapa perwakilan swasta dan staf kepresidenan.
Dalam kunjungan tersebut, mereka berkesempatan melaksanakan ibadah umrah, berkunjung ke Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, serta tempat-tempat suci bersejarah lainnya. Selain itu, secara khusus Rektor juga berkunjung ke Universitas Islam Madinah. Ketika berkunjung ke salah satu perguruan tinggi ternama tersebut, sempat tercetus kerjasama antara keduanya. Disampaikan Rektor, Universitas Brawijaya akan memenuhi kerjasama tersebut dengan mengirimkan staf Pusat Pembinaan Agama (PPA) untuk studi lanjut program magister ataupun doktor dengan bantuan dari pemerintah Arab Saudi.
Sementara itu, dalam kunjungan Rektor ke Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, pihak manajemen kedua masjid tersebut menawarkan bantuan dana untuk kegiatan dakwah. Tawaran bantuan ini akan dimanfaatkan Universitas Brawijaya dengan mengajukan proposal renovasi total Masjid Kampus Raden Patah yang menurut rencana akan dibiayai penuh. [nok]Talk Show: Muda Ngerti Pajak, Tua Taat Pajak
20 November 2007Pajak merupakan bentuk kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Hasil dari penerimaan pajak diperuntukkan bagi belanja pemerintah, antara lain : gaji PNS, membangun sekolah, rumah sakit, jalan, jembatan, keamanan, serta fasilitas umum lainnya. Oleh sebab itu, sungguh sebuah tindakan yang arif dan bijaksana apabila kita dapat mengenalkan secara dini pengetahuan perpajakan kepada kaum muda, mengingat mereka sebagai generasi penerus yang sudah seharusnya memahami perpajakan. Diharapkan dengan memahami apa itu pajak dan mengetahui secara benar manfaatnya, akan timbul semangat kebersamaan, rasa nasionalis, rasa kebangsaan yang tinggi sehingga memiliki komitmen yang kuat bersama-sama dalam membangun bangsa.
Penjelasan mengenai pajak di atas terungkap dalam acara Talk Show ”Muda Ngerti Pajak Tua Taat Pajak” yang diselenggarakan Kanwil Ditjen Pajak Jatim III bekerjasama dengan Universitas Brawijaya di Gedung Student Center Unibraw, hari Selasa (20/11). Talk show ini menghadirkan pembicara, antara lain perwakilan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III, Ir Heru Pamungkas Wibowo, pemerhati pajak Widayat SE MSi dosen Universitas Muhammadiyah Malang, pengamat sosial sekaligus budayawan, Akhmad Santoso SPd, serta Presiden Eksekutif Mahasiswa Dede Suparjo. Bertindak sebagai moderator, Dra Bintang yang sehari-harinya bekerja sebagai penyiar Makobu FM.
Talk show pajak ini sebenarnya merupakan salah satu acara rangkaian kegiatan Sosialisasi Total dari Kanwil DJP Jawa Timur III. Event yang lainnya berupa lomba Paduan Suara dengan menyanyikan lagu jingle pajak, lomba pembuatan video klip dan foto dengan tema Manfaat Pajak [14-16 November 2007], dan acara puncak seminar nasional yang dihelat di Universitas Brawijaya (22 November 2007). Tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi total ini tidak lain untuk memberikan sosialisasi menyeluruh dan berkesinambungan baik kepada calon wajib pajak, kaum muda, para wajib pajak, para pejabat di tingkat kabupaten [walikota/bupati dan jajarannya], para Muspida, tokoh agama, maupun tokoh adat. Menurut rencana, pemberian sosialisasi dilakukan secara terus menerus secara berkesinambungan hingga wajib pajak sadar betul dan peduli akan pajak.
Ketua Pelaksana, Dra Endang Retnowati MM mengungkapkan acara ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman arti pentingnya pajak bagi warganegara. Padahal fasilitas umum yang ada selama ini, seperti jalan raya maupun sekolah-sekolah, dan lain sebagainya dibangun dengan menggunakan uang pajak. Kesadaran membayar pajak perlu diberikan semenjak dini dengan harapan agar terjadi kelancaran dalam pembiayaan pembangunan sehingga dapat tercipta kesejahteraan masyarakat. Pemberian sosialisasi rutin dilaksanakan oleh Direktorat Pajak bukan hanya melalui kegiatan berkala seperti ini, melainkan juga langsung memberikan pengarahan di sekolah-sekolah untuk menanamkan pentingnya nilai pajak bagi warganegara. [bhm]Kunjungan Siswa SMAN 1 Probolinggo
20 November 2007Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya, Ir Adam Wiryawan MS, Selasa pagi (20/11) menerima kunjungan sekitar 150 siswa SMA Negeri I Probolinggo. Didampingi Pembantu Dekan I Drs Unggul P Juswono MS dan Kepala Tatausaha Drs Syarif Prawoto di ruang pertemuan FMIPA, Dekan mengungkapkan kebanggaannya FMIPA Unibraw menjadi salah satu tempat berkunjung bagi siswa-siswa Jurusan IPA SMAN 1 Probolinggo. Diharapkannya, para siswa akan menikmati kunjungan ini sebagai studi komparasi yang efektif dan berguna dalam menambah wawasan. Dekan juga mengatakan, hampir setiap bulan, FMIPA selalu menerima kunjungan dari siswa-siswa SMA dengan maksud serupa. Tujuan mereka tidak lain untuk mempelajari aktivitas mahasiswa di kampus, khususnya pada laboratorium Fakultas MIPA.
Pimpinan rombongan SMAN I Probolinggo, Dra Endang Palupi, mengatakan program kegiatan kunjungan ini selalu diagendakan setiap tahun dengan lokasi yang berbeda-beda. Sebelumnya, siswa-siswa asuhannya tersebut telah berkunjung ke VEDC, Arjosari. Sementara pada hari sebelumnya, siswa jurusan IPS juga telah melakukan kunjungan ke Paiton. Ungkapnya, kunjungan dilakukan dengan tujuan selain observasi lapang, juga sebagai bekal bagi siswa untuk lebih mengetahui gambaran tentang dunia kampus. Siswa-siswa ini diagendakan untuk mengunjungi laboratorium-laboratorium yang ada di FMIPA Unibraw sebagai bahan komparasi. [bhm]Dua Mahasiswa Unibraw Pemenang PPRI LIPI-VI
20 November 2007Dua orang mahasiswa Universitas Brawijaya, yaitu Anita Kusuma Finalissari dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Anis Murniati dari Fakultas Kedokteran keluar sebagai juara pertama Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) bidang teknologi yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan salah satu perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia.
Universitas Brawijaya patut berbangga karena dari tiga kategori yang diperlombakan, dua kategori yaitu bidang teknologi dan IPA meraih juara pertama. Karya tulis Anita berjudul "Evaluasi Isolat Probiotik Indigenus Asal Bekatul Padi Lactobacillus plantarum B2 dan Komersial Lactobacilluss casei pada Media Fermentasi Bekatul Secara In Vivo".
Kompeitsi yang keenam kalinya itu diikuti 15 finalis yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia, di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Padang, Universitas Hasanudin, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Pada ajang ini Universitas Brawijaya mengirimkan empat tim yaitu masing-masing satu tim dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Hukum serta dua tim dari Fakultas Kedokteran.
Kegiatan rutin LIPI ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan wawasan pengetahuan, kemampuan, kreativitas dan menanamkan sikap disiplin ilmiah serta kerja keras para remaja untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain bidang IPA dan teknologi, bidang lain yang juga diperlombakan yaitu IPS. Dengan penyelenggaraan kegiatan PPRI diharapkan dapat meningkatkan aktivitas peneliti remaja untuk turut serta mengembangkan penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi baik di daerah asal maupun di tingkat nasioanal. Kelima belas finalis tersebut merupakan hasil seleksi dari 107 orang mahasiswa. Dewan juri di antaranya adalah peneliti senior dari Puslit Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI Dr Ir Agus Hartanto dan peneliti Puslit Geoteknologi LIPI Dr Haryadi Permana. Para finalis PPRI telah mempresentasikan hasil penelitian mereka pada 24 Oktober 2007. Para pemenang 1, 2 dan 3 PPRI, masing–masing menerima piala, piagam dan uang tunai sebesar 12 juta, 10 juta dan 8 juta rupiah.
Dewan juri yang diketuai oleh Dr Agus Hartanto mengakui bahwa penelitian yang dilakukan pada PPRI kali ini sangat ramah lingkungan dan bisa langsung dimanfaatkan di masyarakat. Sebagian besar karya para peneliti remaja ini juga diakui sangat orisinil dan dan inovatif karena menggunakan bahan baku asli Indonesia yang jarang dilirik potensi dan manfaatnya oleh masyarakat.
Tahun 2006 mahasiswa Universitas Brawijaya yaitu Endah Silfiyanti dan Heri Kristianto dari Fakultas Kedokteran juga keluar sebagai juara pertama bidang IPA pada ajang PPRI ke V dengan judul “Pengaruh Ekstrak Daun Pare (Momordica charantia) dalam Menghambat Pertumbuhan Larva Aedes sp”.[nik]
---
Foto: Dari kiri, Juara I Anita Kusuma Finalissari (Unibraw), Juara II Aldila Din Pangawikan (Universitas Sriwijaya), dan Juara III Siti Nurbaity Kartika (IPB)Unibraw Ikuti Pameran Pendidikan Tinggi Jatim 2007
20 November 2007Universitas Brawijaya turut ambil bagian dalam Pameran Pendidikan Tinggi Jawa Timur 2007 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur. Kegiatan berlangsung pada 20-22 November 2007 di Balai Pemuda Surabaya. Berbagai acara ditampilkan dalam pameran itu, di antaranya pameran potensi PTN/PTS, Lomba Cepat Tepat Bahasa Inggris Tertulis (LCTBIT), seminar HaKI, info beasiswa, pameran poster hingga presentasi karya tulis mahasiswa serta pembelajaran dan riset.
Stan Unibraw pada kesempatan itu mempresentasikan karya-karya tulis mahasiswa, program kreativitas mahasiswa, dan menyelenggarakan lomba pidato bahasa Inggris. Beberapa orang mahasiswa berprestasi berpartisipasi dalam acara tersebut.
Untuk acara presentasi karya ilmiah dan promosi bagi siswa SMU diwakili oleh Slamet Budi Cahyono, Dony Rahmawan Efendi, dan M Abdul Azis dengan karyanya “Alat Pemantau Posisi Jarak Jauh dengan Tampilan Google Earth”, Akhmad Zaenuri karya berjudul “Rancang Bangun Arabic Braille Voice sebagai Sarana Belajar Mengenal Huruf Hijaiyah bagi Tunanetra (Studi Kasus di Panti Rehabilitasi Sosial Bina Cacat Netra Budi Mulia Janti Malang)”, Eka Maulana dengan karya berjudul “Alat Portabel Digital Penunjuk Waktu Sholat dan Arah Kiblat bagi Penderita Tuna Netra”, dan Hendarmawan dengan karya berjudul “Hixen: High Performance Server With Xen Hypervisor Technology, Teknologi Alternatif untuk Industri Kecil Menengah Berbasis Open Source di Indonesia”. Sementara lomba pidato Bahasa Inggris diwakili oleh dua mahasiswa PIS angkatan 2007, Wifka Rahma S dan Sofi Indawati.
Pelaksana pameran Unibraw adalah Lembaga Pengabdian pada Masyarakat dengan penanggung jawab Ir Agus Tumulyadi MS. [nik]Konferensi Internasional Biologi Molekuler Ilmu-Ilmu Hayati
19 November 2007Diikuti para akademisi, peneliti serta mahasiswa, Laboratorium Sentral Ilmu-ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Konferensi Internasional Biologi Molekuler Ilmu-ilmu Hayati. Konferensi digelarkan selama tiga hari, Senin-Rabu (19-21/11) di Gedung Widyaloka.
Direktur LSIH Dra Fatchiyah MKes PhD mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengumpulkan peminat biologi molekuler ilmu-ilmu hayati untuk saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman serta mendiskusikan berbagai permasalahan yang dihadapi. Para pemateri yang berkompeten di bidangnya pun dihadirkan, di antaranya dari Jepang, Amerika, Australia serta Indonesia. Selain konferensi, terdapat juga acara seminar paralel serta pameran poster.
Beberapa materi yang dipresentasikan diantaranya adalah “Molecular Mechanism of Ad4BP/SF-1 on Sex Differentiation” oleh Prof Ken-Ichirou Morohashi PhD (National Institute for Basic Biology, National Institute of National Science, Okazaki, Aichi, Japan), “Nucleus Transfer and Organ Transplantation Using Experimental Animal” oleh Prof Dr Hozumi Tanakan DVM PhD (Jichi Medical School, Lab. Experimental Medicine, Japan), “Molecular Mechanism of Prokaryote Genes” oleh Prof Katsunori Suzuki PhD (Hiroshima University, Japan), “Tight Transcriptional Regulation of Ad4BP/SF-1 is Critical for Proper Development of Adrenal” oleh Mohamad Zubair PhD (Dept. of Internal Medicine-Endocrinology UT Southwestern Medical Center, Dallas, Texas, USA) serta “Art and Arts in Artificial Reproductive Technology” oleh Mulyono Pangestu PhD (Medical School, Monash University). Materi-materi tersebut tercakup dalam ruang lingkup bidang yang dibahas dalam konferensi tersebut meliputi molecular biomechanics of Sex Differentitation, ELSI (Ethics, Legal & Social Implication) of Genetics Engineering, Embryo Manipulation & Nuclear Transfer, DNA Finger Printing & Genetic Profiling by Micro Array, Agriculture Biotechnology, Metabolic disorder and genetic testing serta drug industrial biotechnology.
Tindak lanjut kerjasama
Dalam kesempatan tersebut, dilangsungkan pula penandatanganan kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan Hiroshima University dan Jichi Medical School, Japan. Disampaikan Fatchiyah PhD, penandatanganan kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama sebelumnya. “Kerjasama Universitas Brawijaya dengan kedua universitas tersebut telah berlangsung lama, melalui pengiriman tenaga akademis untuk studi lanjut”, ujarnya. “Melalui penandatanganan kali ini, kami ingin menindaklanjuti kearah upaya untuk penelitian bersama”, tambahnya. Lebih lanjut ia mengatakan, kerjasama dengan Hiroshima University, difokuskan pada Natural Science untuk bioinformatics dan bioscience) serta IDEC (International Development Economic Corporates) yang sedang melakukan pemetaan di negara-negara berkembang. Sedangkan untuk kerjasama dengan Jichi Medical School, selama ini Universitas Brawijaya memfasilitasi Prof Dr Hozumi Tanaka yang sedang penelitian di Balai Inseminasi Buatan (BIB) untuk memanfaatkan laboratorium manipulasi embrio yang dimiliki oleh Jurusan Biologi, FMIPA, Unibraw. [nok]Pelatihan Applied Approach bagi Dosen Unibraw
19 November 2007
Selama sepekan, 31 orang staf akademis mengikuti pelatihan Applied Approach yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya, 19/11-26/11. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan LP3 Unibraw guna memberikan bekal bagi dosen-dosen sebagai Surat Ijin Mengajar (SIM), dikarenakan sebagian besar dosen di Unibraw tidak memiliki latar belakang pendidikan. Melalui pelatihan ini, LP3 bermaksud membekali kompetensi pedagogik kepada dosen, Setidaknya terdapat dua jenis pelatihan di lembaga tersebut yaitu Applied Approach dan PEKERTI, dimana Applied Approach merupakan pelatihan manajerial pendidikan sedangkan Pekerti adalah pelatihan metodologi pengajaran. Ketua LP3, Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc menjelaskan, applied approach merupakan pelatihan yang didesain bagi dosen senior untuk menjadi manajer pendidikan. Pelatihan kali ini mengangkat isu paradigma baru pendidikan perguruan tinggi, yang memuat berbagai materi di antaranya manajemen perubahan, rekonstruksi kurikulum, kepenasehatan akademis, dan lain-lain. Pemateri yang dilibatkan dalam pelatihan ini berasal dari LP3, PJM (Pusat Jaminan Mutu), serta Universitas Negeri Malang (UM).
Kompetensi
Kepada PRASETYA Online, Prof. Hendrawan Soetanto mengatakan bahwa pelatihan ini diwajibkan bagi dosen. Guru besar Fakultas Peternakan ini menambahkan, pelatihan ini wajib karena beberapa pertimbangan, di antaranya banyaknya dosen yang tidak memiliki kompetensi pedagogik. Surat Edaran Rektor No 0552/J.10/AK/2007 pun mewajibkan para dosen untuk mengikuti pelatihan Pekerti, applied approach, dan multimedia. Selain itu, UU No. 14 tahun 2007 tentang Guru dan Dosen juga mensyaratkan kompetensi pedagogik dan akademis bagi dosen. Melalui kegiatan ini, Prof Hendrawan berharap para dosen mampu mengubah pola proses belajar-mengajar (PBM) yang dinilai masih konvensional dan kurang efektif, menuju student centered learning (SCL)”.
“Dosen merupakan tulang punggung PBM, yang menguasai kelas, sehingga diharapkan ia telah memiliki bekal yang cukup sebelum berhadapan dengan mahasiswa”, ujarnya. “Kunci kemajuan sebuah perguruan tinggi adalah sumber daya manusia (SDM), terutama dosen, tapi sayangnya selama ini dosen-dosen kita banyak yang menjadi dosen karena kebetulan”, tambahnya. [nok]Tiga Mahasiswa Unibraw Nominator Pemuda Berprestasi 2007
19 November 2007Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya, dua dari Teknik Elektro dan satu dari FMIPA terpilih sebagai nominator Festival Pemuda Berprestasi tahun 2007. Dengan hasil karya berjudul “Rancang Bangun Arabic Braille Voice sebagai Sarana Belajar Mengenal Huruf Hijaiyah bagi Tunanetra (Studi Kasus di Panti Rehabilitasi Sosial Bina Cacat Netra Budi Mulia Janti Malang)”, Akhmad Zaenuri terpilih masuk 5 besar. Sementara karya tulis Hendarmawan (FMIPA) berjudul “Hixen: High Performance Server With Xen Hypervisor Technology, Teknologi Alternatif untuk Industri Kecil Menengah Berbasis Open Source di Indonesia”, pada urutan ke-6, dan Eka Maulana dengan karya berjudul “Alat Portabel Digital Penunjuk Waktu Sholat dan Arah Kiblat bagi Penderita Tuna Netra”, masuk dalam 10 besar nominator Pemuda Berprestasi 2007.
Festival diselenggarakan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) bekerjasama dengan majalah Annida, dengan tema “Bidang Iptek Berbasis Imtaq”. Nominator dipilih dari peserta yang mengirimkan hasil karya berupa penemuan teknologi dalam bentuk tulisan (proposal), berisi tentang latar belakang pembuatan karya, bahan-bahan, dan biaya yang diperlukan, berikut proses pembuatan serta cara kerjanya.
Awalnya, panitia festival memilih 10 nominator dari sekitar 64 proposal yang masuk. Mereka berasal dari pelbagai perguruan tinggi dan SMU. Di antaranya, Unibraw (3 wakil), IPB (2 wakil), ITS (1 wakil), Universitas Negeri Yogyakarta (1 wakil), Universitas Negeri Semarang (1 wakil), SMA Negeri 1 Denpasar (1 wakil), dan SMA-IT Al Kahfi Bogor (1 wakil).
Para finalis ini diundang ke Jakarta untuk mengikuti sesi penjurian dan diberikan kesempatan untuk mengasah pengetahuan dengan jalan-jalan, antara lain mengunjungi RRI (Radio Republik Indonesia).
Beberapa kriteria yang ditetapkan dalam penjurian adalah inovasi dan tingkat kreativitas, fungsi sosial atau nilai gunanya bagi masyarakat luas, kajian dan nilai ilmiah yang terkandung, serta sistematika penulisan laporan. Sewaktu penjurian, kesepuluh finalis juga diminta untuk melakukan presentasi dan memperagakan alat yang telah mereka buat.
Setelah melalui serangkaian penilaian juri akhirnya terpilih lima orang pemenang yang akan mendapatkan award (penghargaan). Selain award, lima orang nominator itu berhak atas uang senilai Rp 10 juta, piala, piagam, serta pelbagai bonus dari sponsor.
Kepada PRASETYA Online, Akhmad Zaenuri mengatakan, kompetisi ini sangat menyenangkan, dan tidak terduga-duga. Ia tak pernah mengira bakal menjadi salah satu pemenang anugerah dari Menpora ini. Bahkan diakuinya, hasil karyanya baru sempurna menjelang keberangkatan menuju Jakarta untuk mengikuti proses karantina sekaligus penjurian. Namun, satu yang dapat dicatat, hasil karyanya sangat berfungsi sebagai alat pembantu yang efektif bagi tunanetra dalam menjalani proses pembelajaran berbasis Al Quran. Sementara itu, Eka Maulana, meskipun tak memperoleh award, merasa sangat bersyukur bisa terpilih masuk dalam ajang prestisius ini. Meskipun belum berhasil, setidaknya dia sudah mencatat prestasi membanggakan masuk sebagai finalis. Karyanya, juga tak kalah menarik dan memiliki nilai fungsi sosial yang cukup tinggi. [bhm]
---
Foto: Tiga nominator Pemuda Berprestasi 2007 asal Unibraw, (dari kiri) Eka Maulana, Akhmad Zaenuri, dan Hendarmawan.BAZIS Unibraw Himpun Dana Rp 352,6 Juta
19 November 2007
Badan Zakat, Infaq dan Shadaqah (BAZIS) Universitas Brawijaya telah berhasil menghimpun dana yang berasal dari warga Unibraw, dan menyalurkannya kepada mereka yang berhak menerimanya. Sebagian dana ZIS itu, sebanyak Rp 32,5 juta, pada bulan Ramadan 1428 H silam disalurkan kepada 325 orang yang berhak menerima (mustahiq) yang terdiri dari para petugas kebersihan, petugas kebun, penjaga gedung, petugas sampah, penjaga portal, satpam, dan tenaga honorer, dan petugas BAZIS (amil) di lingkungan Unibraw.
Selain itu, BAZIS juga memberikan bantuan modal bergulir kepada warga Unibraw yang terkendala dana untuk modal usaha masing-masing sebesar Rp 3 juta. Bantuan itu diberikan tanpa bunga selama waktu 2 tahun. Pengucuran dana itu sudah dimulai bulan Februari 2007 silam. Mereka mengangsur setiap bulan, dan dana angsuran tersebut digulirkan kembali untuk membantu 2-3 orang peminjam lainnya. Hingga saat ini, BAZIS telah memberikan bantuan modal usaha untuk 64 orang dengan total dana bergulir senilai Rp 144 juta.
Tahun 2007 ini, BAZIS Unibraw berhasil menghimpun dana sebanyak Rp 352,6 juta. Terinci atas penerimaan dari muzaki baik atas nama pribadi maupun lembaga sebanyak Rp 63,5 juta, dana bergulir sebesar Rp 144 juta, dan dana pada deposito dan bank sebanyak Rp 145,1 juta. Demikian laporan keuangan yang ditandatangani Ketua BAZIS Unibraw HA Latief Syafradji SH tanggal 15 November 2007. [Far]Ketersediaan dan Serapan Kalsium oleh Kacang Tanah
19 November 2007Kemampuan tanaman menyerap unsur hara ditentukan oleh faktor ketersediaan dan pergerakan unsur hara ke permukaan akar, serta kemampuan akar mengambil unsur hara. Besarnya konsentrasi kalium dalam jaringan tanaman pada berat kering tanaman menggambarkan kemampuan tanaman menyerap kalium. Oleh karena ketersediaan kalium mempengaruhi serapan kalium oleh tanaman, maka serapan kalium oleh tanaman akan ditentukan faktor konsentrasi kalium tersedia dalam tanah, nilai kapasitas penyangaan kalium (potassium buffer capacity), selektivitas jerapan kalium serta keseimbangan kation Ca2+, Mg2+, K+, dan NH4+.
Demikian dinyatakan Ir Bistok Hasiholan Simanjuntak MS dalam ujian disertasi di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin (19/11). Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Syekhfani MS dengan kopromotor Prof Dr Ir Mochamad Munir MS dan Prof Dr Ir Titis Adisarwanto. Sementara dosen penguji terdiri dari Prof Dr Ir Soemarno MS, Prof Dr Ir Saubari M Mimbar MAgrSc, Dr Ir M Luthfi Rayes MSc, dan dosen penguji luar Prof Drs KH Timotius MSc PhD.
Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh pemberian bahan organik, nitrogen, kalium dan kombinasinya terhadap ketersediaan kalium, serapan kalium dan hasil tanaman kacang tanah di bawah kondisi lapangan. Selain itu juga untuk melihat konsistensi pengaruh perlakuan terhadap komponen pengamatan pelepasan kalium, potensi penyangaan adsorpsi kalium, keseimbangan perbandingan kation Ca2+, Mg2+, K+, dan NH4+, serta serapan kalium serta hasil tanaman yang dilakukan laboratorium dan rumah kaca.
Hasil penelitian menunjukkan, pemberian perlakuan bahan organik-kalsium, nitrogen-kalsium dan kombinasi bahan organik-nitrogen-kalsium mampu memberikan kalsium lebih tinggi bisa dibandingkan perlakuan kontrol, atau nitrogen, atau bahan organik. Peningkatan kalsium tanah dikarenakan adanya penambahan pupuk kalsium, akan tetapi peningkatan kalsium ini justru akan menurunkan jumlah K-larut. Keberadaan kalsium dan magnesium dalam tanah akan berkompetisi dengan kalium dalam menempati tapak jerapah. Kalsium dan magnesium adalah kation bervalensi 2, memiliki kemampuan lebih besar untuk dijerap tanah sehingga mampu mengeluarkan kalium dalam kompleks jerapan tanah.
Tanaman yang dihasilkan dapat dinyatakan dalam penambahan senyawa organik secara keseluruhan dalam organ tanaman (vegetatif maupun generatif). Pada tanaman kacang tanah, selama proses keseluruhan pertumbuhan tanaman berlangsung maka pemanfaatan dan penimbunan karbohidrat relative seimbang. Hal ini dapat terjadi karena selama tanaman berada dalam masa reproduktif (penimbunan karbohidrat) maka pembentukan daun dan ruas batang, tinggi tanaman serta penambahan primordial bunga (pemanfaatan karbohidrat) juga masih berlangsung. Jumlah polong isi pada perlakuan kombinasi bahan organik-nitrogen-kalsium lebih tinggi dibandingkan perlakuan control dan lainnya. Jumlah polong isi dipengaruhi keberhasilan ginofor menembus tanah dan jumlah fotosintat yang mampu ditimbun dalam polong yang terbentuk. Kondisi demikian menjadikan pada perlakuan kombinasi bahan organik-nitrogen-kalsium memiliki polong hampa terendah. Besarnya penimbunan fotosintat dapat dilihat dari besarnya berat kering tanaman karena berat kering tanaman menggambarkan keadaan proses metabolisme secara keseluruhan dari tanaman. Terdapat hubungan antara produksi tanaman yang tercermin dalam polong biji dengan pertumbuhan tanaman yang tercermin dari berat kering tanaman. Pada perlakuan bahan organik-nitrogen-kalsium memiliki berat kering tanaman terbaik, yang berarti menunjukkan pada perlakuan tersebut tanaman mampu tumbuh dengan ideal sehingga akhirnya jumlah polong isi pada perlakuan tersebut juga menjadi baik.
Kesimpulan dari penelitian ini memperlihatkan pemberian bahan organik pada alfisols mampu menurunkan jumlah total pelepasan kalium tercuci hingga 23,95%, sedangkan pemberian nitrogen dan kalsium justru meningkatkan pelepasan kalium tercuci. Sedangkan ketersediaan kalium tanah dapat ditingkatkan dengan pemberian kombinasi bahan organik-nitrogen-kalsium yang ditunjukkan adanya peningkatan konsentrasi K-larut dan K-dd, potensi penyanggaan adsorpsi kalium (potassium buffer capacity)-PPAK, selektivitas jerapan kalium (konstanta Vanselow), serta mampu memberikan perbandingan kejenuhan dan rasio Ca2+, Mg2+, K+, dan NH4+ ideal yaitu di atas batas kritis terendah. Di samping itu, serapan kalium oleh tanaman kacang tanah dapat ditingkatkan dengan perlakuan kombinasi bahan organik-nitrogen-kalsium. Dimana apabila tanah diberi perlakuan bahan organik-nitrogen-kalsium mampu meningkatkan hasil tanaman kacang tanah (biji kering) sebesar 40% bila ditanam di rumah kaca dan 43% bila ditanam di lapang.
Pada yudisium, Bistok Hasiholan Simanjuntak dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelas doktor dalam ilmu pertanian dengan konsentrasi tanah dan nutrisi tanaman, dengan predikat cumlaude (IPK 4,00 dengan lama studi 3 tahun 3 bulan). Dr Ir Bistok Hasiholan Simanjuntak MS (43 tahun) adalah anak kedua dari pasangan Osman Parlindungan Simanjuntak (alm) dan Sartini. Pendidikan SD (1976), hingga SMA (1983) seluruhnya ditempuh di Magelang, Jawa Tengah. Selanjutnya, menempuh studi agronomi (S1) di Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga (1989) dan studi Ilmu Tanah (S2) di Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) diselesaikan pada 1997. Bistok Hasiholan Simanjuntak, bekerja sebagai dosen di Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga mulai 1990 hingga saat ini. Tugas akademik yang pernah dilaksanakannya adalah Kepala Laboratorium dan Ketua Jurusan Agronomi di Fakultas Pertanian, Universitas Kristen Satya Wacana. [bhm]Tantangan dan Peluang Perasuransian di Indonesia
19 November 2007Bekerjasama dengan Asuransi Jasaraharja Putera, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Perkembangan Industri Perasuransian di Indonesia: Peluang dan Tantangan”. Kegiatan di gedung PPI Universitas Brawijaya pada Senin (19/11) ini merupakan rangkaian acara Insurance Day II Tahun 2007 (Insurance Goes to Campus). Ketua panitia, Tunggul Anshari SH MH menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya untuk mensosialisasikan asuransi kepada masyarakat Indonesia, yang masih jauh dari harapan. “Hanya 1,6 juta penduduk Indonesia yang memiliki asuransi, belum ada kesadaran bahwa hidup ini penuh dengan resiko”, ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Tunggul berharap muncul kesadaran bahwa asuransi merupakan kebutuhan. Hadir sebagai pemateri dalam acara yang diikuti oleh dosen, karyawan dan mahasiswa di lingkungan FH ini adalah Hero Samudra SH MH AAAIJ CLU ChFC dengan materi “Pengenalan Asuransi”, Drs Budi Setyarso yang menyampaikan “Peluang Karir di Dunia Asuransi”, Imam Ismanu SH MS dengan materi “Perkembangan Hukum Asuransi di Indonesia”, serta Frans Lamury ANZIIF (Senior Associate) AAI-K (ketua Badan Mediasi Asuransi Indonesia, BMAI) dengan materi “Sengketa Klaim Asuransi dan Penyelesaian Hukum”.
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito membuka acara ini dan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Biro Perasuransian dan Bapepam LK Depkeu RI, Isa Rachmatawarta.
Dalam kesempatan itu Isa Rachmatawarta mengatakan, kegiatan IGTC (Insurance Goes To Campus) merupakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) guna meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama para intelektual muda Indonesia. “Generasi muda perlu mengetahui bahwa asuransi adalah sarana yang dapat digunakan untuk mengalihkan resiko yang belum pasti terjadi dengan biaya yang sekecil-kecilnya berupa premi yang relatif rendah untuk mendapatkan hasil maksimal bila resiko yang tidak diharapkan itu terjadi”, ujar Hero Samudra. Dalam kesempatan tersebut, Hero juga membuka mata mahasiswa akan luasnya peluang karier di bidang asuransi yang masih terbuka lebar bagi para calon sarjana di Indonesia. Secara mendetail para pemateri memberikan wawasan kepada para peserta mengenai asuransi mulai dari pengertian, jenis-jenisnya hingga landasan hukum serta sengketa klaim asuransi dan penyelesaian hukumnya. Dijelaskan Frand Lamury, beberapa faktor yang menjadi penyebab sengketa dalam asuransi biasanya adalah perhitungan jumlah klaim oleh penanggung, pandangan terhadap peranan lost adjuster yang tidak independen serta cara penanganan pejabat klaim diantaranya petugas klaim yang sulit dihubungi ataupun kurang memberikan penjelasan.
Dikatakannya, semua Polis Standar Asuransi Indonesia ciptaan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) selalu mencantumkan ketentuan tentang upaya penyelesaian sengketa/perselisihan klaim asuransi, dimana tertanggung mempunyai dua pilihan yaitu arbitrase (majelis ad hoc) ataupun pengadilan negeri. [nok]Wisuda Periode I Tahun Akademik 2007/2008
17 November 2007Rektor Prof Dr Yogi Sugito, Sabtu (17/11), mewisuda 1148 lulusan Universitas Brawijaya dari berbagai strata pendidikan. Upacara wisuda periode pertama tahun akademik 2007/2008 ini berlangsung di gedung Sasana Samanta Krida. Dalam periode ini dihasilkan 188 orang lulusan program diploma (D-III), 845 orang lulusan sarjana (S1), 97 orang magister (S2), dan 18 orang doktor (S3). Secara rinci, jumlah wisudawan Fakultas Hukum 126, Fakultas Ekonomi 292, Fakultas ilmu Administrasi 171, Fakultas Pertanian 147, Fakultas Peternakan 3, Fakultas Teknik 136, Fakultas Kedokteran 34, Fakultas Perikanan 95, Fakultas MIPA 102, Fakultas Teknologi Pertanian 38, dan Program Bahasa dan Sastra 6.
Pada kesempatan itu pula Rektor memberikan penghargaan kepada lulusan dengan predikat “cumlaude”. Untuk program sarjana (S1), penghargaan diberikan kepada: Eva Yunita SH (Fakultas Hukum, IPK 3,59), Mohamad Setyo P SE (Fakultas Ekonomi, IPK 3,78), Arnik Rahmi M SAB (Fakultas Ilmu Administrasi, IPK 3,71), Ainun Ruspiani SP (Fakultas Pertanian, IPK 3, 81), Andhik Wahyu Widodo ST (Fakultas Teknik, IPK 3,54), Erna Puspita Sari SKep (Fakultas Kedokteran, IPK 3,65), Dwi Wahyu Indriati SSi (Fakultas MIPA, IPK 3,65), Erikawati Widya DP SPi (Fakultas Perikanan, IPK 3,65), dan Ruth Chrisnasari STP (Fakultas Teknologi Pertanian, IPK 3,72).
Untuk program diploma (D-III) penghargaan diberikan kepada: Astrid W. Roodiyah AMd (Fakultas Pertanian, IPK 3,56), Eta Triani AMd (Fakultas Ilmu Administrasi, IPK 3,69), Ika Setiyawati AMd (Fakultas MIPA, IPK 3,52), Aprika Tripuspita AMd (Fakultas Perikanan, IPK 3,67), dan Sofiah AMd (Program Bahasa dan Sastra, IPK 3,70);
Untuk program magister (S2), penghargaan diberikan kepada: Nur Baladina SP MSi (Ekonomi Pertanian, IPK 3,92), Ir. Rossy Kartikosari MP (Ilmu Tanaman, IPK 2,89), Tulus Wahjuono SH MH (Ilmu Hukum, IPK 3,87), Nur Fadhilah SH MH (Ilmu Hukum, IPK 3,83), Dra Maslakah Murni MAP (Ilmu Administrasi Publik, IPK 3,81), Shulamite Damayanti SE Ak MSA (Sains Akuntansi, IPK 3,81), Kholil SP MSi (Budidaya Perairan, IPK 3,78), Yenni Mardianti SP MM (Manajemen, IPK 3,75), Mahmudah Hamawi SP MP (Ilmu Tanaman, IPK 3, 74), dan Ir Maria Klara Salli MP (Ilmu Tanaman, IPK 3,71).
Sedangkan untuk program doktor (S3) penghargaan diberikan kepada: Dr Dra Made Sritamin MS (Ilmu Pertanian, IPK 4,00), Dr Ir Badat Muwakid MP (Ilmu Pertanian, IPK 3,97), Dr Ria Murhadi SE MM (Ilmu Ekonomi, IPK 3, 94), Dr Kharia Amalia Fachrudin SE Ak MBA (Ilmu Ekonomi, IPK 391), Dr Drs S Mundzir MPd (Ilmu Pertanian, IPK 3,88), dan Dr Drs Andreas MM Ak (Ilmu Ekonomi, IPK 3,88). [bhm]Pelepasan Lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis-I
17 November 2007
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Dr dr Samsul Islam SpMK MKes melepas 11 dokter spesialis yang telah selesai menjalani program pendidikannya, di gedung Biomedik Fakultas Kedokteran Unibraw, hari Sabtu (17/11). Dokter spesialis tersebut terdiri dari pelbagai bidang, antara lain Ilmu Kesehatan THT, Patologi Klinik, Ilmu Penyakit Paru, dan Ilmu Bedah Umum. Sebelas dokter itu yakni dr Dyah Indrasworo SpTHT, dr Edison Harianja SpPK, dr Wiwin Hernita MKes SpPK, dr Bernard Theodore R SpPK, dr Maimun Zulhaidah A MKes SpPK, dr Nini Deritana SpP, dr Thahri Iskandar SpP, dr Suharsono SpP, dr Wara Pertiwi SpP, dr I Ketut Djulilasa SpB, dan dr Widianto SpB. [bhm]Brawijaya Economic Choir Juara Jingle Pajak
16 November 2007Setelah memberikan penampilannya yang memukau, Brawijaya Economic Choir akhirnya muncul sebagai juara pertama paduan suara jingle pajak dalam Lomba Paduan Suara yang diselenggarakan oleh Kanwil Dirjen Pajak Jatim III, di Atrium Malang Town Square Matos, Jumat (16/11). Pada puncak grand final, paduan suara dari Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya ini berhasil mengungguli penampilan empat kontestan lainnya, seperti Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, Paduan Suara Crescendo UNM, Bahana Suara Merdeka Unmer Malang, dan paduan suara SMAN 2 Malang.
Sebagai juara kedua, terpilih paduan suara Fakultas MIPA Unibraw dan juara ketiga jatuh pada paduan suara Crescendo Universitas Negeri Malang. Menurut Ketua Pelaksana, Dra Endang Retnowati MM, acara ini sebenarnya merupakan salah satu acara rangkaian kegiatan Sosialisasi Total dari Kanwil DJP Jawa Timur III. Event yang lainnya berupa lomba pembuatan video klip dan foto dengan tema Manfaat Pajak [14-16 November 2007], talkshow tentang pajak [20 November 2007] serta acara puncak seminar nasional yang dihelat di Universitas Brawijaya [22 November 2007]. Tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi total ini tidak lain untuk memberikan sosialisasi menyeluruh dan berkesinambungan baik kepada calon wajib pajak maupun wajib pajak sendiri.
Menurut rencana, pemberian sosialisasi dilakukan secara terus menerus secara berkesinambungan hingga wajib pajak sadar betul dan peduli akan pajak. Lomba menyanyikan jingle pajak ini juga bertujuan untuk mencapai goal yang diinginkan.
Acara grand final yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB ini banyak menyedot perhatian pengunjung. Mereka terlihat asyik dan larut ketika tim paduan suara masing-masing tampil memberikan penampilan terbaik. Setiap tim menyanyikan satu lagu jingle pajak serta sebuah lagu pilihan. Sebelumnya, pada babak penyisihan, 15 kelompok paduan suara, baik dari perguruan tinggi maupun sekolah menengah bertarung untuk memperebutkan tiket menjadi finalis. Namun, hanya lima kelompok saja yang terpilih. [bhm]Teknologi Alternatif Berbasis Open Source untuk Industri Kecil
16 November 2007Hendarmawan, mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA angkatan 2003, berhasil merebut juara II dalam Lomba Hasil Penelitian Unggulan Terpadu. Lomba ini diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Puslitbang Postel Departemen Komunikasi dan Informatika dalam rangka Meta Analisis Kajian tahun 2000-sekarang.
Karya tulis Hendarmawan berjudul “Hixen: High Performance Server With Xen Hypervisor Technology, Teknologi Alternatif untuk Industri Kecil Menengah Berbasis Open Source di Indonesia”. Karyanya berupa sebuah model solusi server alternatif untuk industri kecil menengah (IKM) menggunakan teknologi virtualisasi Xen Hypervisor, untuk membuat desain sistem server dan implementasinya.
Mahasiswa peraih Indonesia Sampoerna Best Student 2007 ini menamakan model tersebut Hixen. Keunggulannya adalah murah dan mudah dalam pemanfaatannya. Secara khusus, Hendarmawan yang banyak meraih prestasi di dunia teknologi informasi ini berharap karyanya dapat menjadi rujukan bagi banyak pengguna teknologi server di Indonesia, untuk menguji kelayakannya, sehingga bisa digunakan dalam implementasi teknologi server untuk industri kecil dan menengah.
Dalam kompetisi ini, Hendarmawan yang juga chief and founder ISHARP (Internet for Senior High School Student Ambassador Development Program) mampu menyisihkan peserta lain yang mayoritas berasal dari akademisi dan peneliti senior. Alumni SMU I Karanganyar Surakarta ini menjadi juara II untuk kategori industri TIK (teknologi informasi dan komunikasi). Juara pertama untuk kategori ini adalah Kusrini MKom dari Jawa Tengah dengan judul “Rancang Bangun Sistem Pakar untuk Menangani Penyakit Tuberkulosis pada Anak”. [nok]IKA Unibraw Goes To Music Community
16 November 2007Ikatan Alumni Universitas Brawijaya sukses menggelar acara "Brawijaya Goes To Music Community". Acara yang baru pertama kalinya ini diselenggarakan di Marios Place Cafe, Jakarta Pusat, Jumat (16/11). Ilyas, alumni Fakultas Teknik yang sangat berpengalaman sebagai professional event organiser bertindak sebagai penata acara.
Animo alumni terhadap acara tersebut cukup menggembirakan. Nampak beberapa alumni yang datang dari luar Jawa dan juga ada beberapa alumni yang datang langsung dari Malang dan Surabaya serta kota-kota lain di Pulau Jawa.
Dibuka oleh Ketua IKA Unibraw Muslich Ramelan, dan dipandu oleh Winasis, acara berlangsung hingga tengah malam. Selama acara berlangsung, musik terus mengalun secara live dibawakan oleh eks Home Band Brawijaya angkatan 80-an yang berhasil dengan susah payah dikumpulkan panitia. Kebetulan momentum itu masih berdekatan dengan Idulfitri, maka acara Brawijaya Goes To Music Community sekaligus dikemas juga dengan acara Halal Bihalal.
Acara ini merupakan rintisan Brawijaya Goes To Music Community selanjutnya, yang konon diselenggarakan secara berkala. Dengan visi menghidupkan kembali komunitas "kumpul-kumpul" atau "silaturahmi" anggota IKA Unibraw dan dikemas dengan sentuhan live music yang dibawakan langsung oleh alumni Brawijaya, maka acara ini mendapat tanggapan yang sangat positif dari kalangan anggota IKA Unibraw. "Dapat dimaklumi, umumnya mereka sulit untuk dapat kumpul-kumpul secara berkala dikarenakan kesibukan masing, maka Brawijaya Goes To Music Community ini diharapkan dapat menjadi sarana bersilaturahmi, menjalin network bisnis, serta ajang berkreasi di bidang musik", tutur Winasis kepada PRASETYAOnline. [I/W]Hasil Diskusi IKA Unibraw
16 November 2007Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) Universitas Brawijaya, Jumat (16/11), mengadakan diskusi dengan topik "Mewujudkan Universitas Brawijaya sebagai Entrepreneurial University" di Hotel Sultan, Jakarta. Sekaligus diskusi ini merupakan tindak lanjut pencanangan hal itu di depan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kampus Universitas Brawijaya, 2 Juni 2007 silam.
Hadir dalam diskusi tersebut Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito beserta para dekan, serta para alumni yang ada di pemerintahan maupun yang terjun di dunia usaha. Tampak para pejabat eselon I dan II, seperti: Drs Soekoyo, Dr Suseno, Dr Sukarmi, Dr Sunggul Sirait, Ir Syamsudin, Prof ZA Achmady, Prof Soekartawi, Drs Suripno MStr, Yustitia SH LLM, Wakil Bupati Maluku Tenggara. Sedangkan para alumni dari kalangan usaha misalnya: Ir Heru Juwono, Ir Machfud Suroso, Ir Nasrun, dr Happy, dr Slamet Effendi SKM.
Diskusi dipandu oleh Ir Noor Sidarta, salah seorang pejabat dari Departemen Kelautan dan Perikanan yang sekaligus ketua panitia. Sementara tampil sebagai narasumber Rektor Prof Yogi Sugito, Drs Soekoyo Pembina IKA Unibraw yang pejabat tinggi BPK, serta Ketua Umum PP IKA Unibraw Drs Muslich Ramelan yang juga President Commisionary PT One System Solution.
Diskusi yang berlangsung sangat dinamis itu akhirnya menyimpulkan empat hal dalam rangka mempersiapkan Universitas Brawijaya menuju universitas ke kelas dunia (world class university) sekaligus sebagai entrepreneurial university.
Pilot project
Pertama, diskusi berharap Universitas Brawijaya memiliki pilot project penuntasan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja, dengan memilih satu daerah yang kepala daerahnya alumnus Unibraw. Di situ diadakan kegiatan yang meliputi swasembada pangan, pengelolaan hasil pangan, mempoduksi serta memasarkan hasil pangan tersebut. Program ini dikaitkan dengan kebijakan Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT), dan diharapkan akan menjadi cikal bakalnya produk unggulan Universitas Brawijaya yang akan mempengaruhi kebijakan negara. Dengan sendirinya Universitas Brawijaya sudah masuk dalam kerangka kebijakan nasional dan reputasinya juga nasional, serta sudah membuat model entrepreneur pada skala daerah yang bisa dijangkau masyarakat menengah ke bawah sebagai motor ekonomi bangsa. Pemikiran ini disampaikan oleh narasumber Drs Soekoyo.
Dukungan dan bimbingan
Kedua, Universitas Brawijaya diharapkan memberikan dukungan dan bimbingan kepada para mahasiswa yang memiliki sikap entrepreneur tinggi. Jika telah lulus, para alumni siap memfasilitasi lulusan tersebut untuk dibimbing menjadi wirausaha mandiri pencipta lapangan kerja, bahkan akan dibantu permodalan serta akses pasar dan managerialnya. Dalam hal ini, Kementerian PPDT akan memberikan dukungan kebijakan, sebagai motor penggerak perekonomian di desa-desa atau daerah tertinggal. Lahan-lahan tidur bisa dimanfaatkan oleh mereka sebagai modal yang bisa dikelola menjadi lahan produktif dan ekonomis Banyak pimpinan daerah yang memiliki lahan kurang produktif yang memerlukan pemikiran dari pioner-pioner wirausaha muda Universita Brawijaya diharapkan bias memprakarsai model kewirausahaan mandiri seperti ini.
Pemikiran ini disampaikan oleh Ir Heru Juwono yang saat ini selain sebagai wirausaha sukses juga sebagai staf khusus Menteri Negera PPDT.
Penyesuaian kurikulum
Ketiga, untuk menuju Brawijaya entrepreneurial university, hendaknya para pembina universitas segera menyesuaikan kurikulum guna disesuaikan dengan kebutuhan sektor riilnya. Terutama para staf pengajar, diminta menyesuaikan paradigmanya dari yang bersifat literal ke bersifat praktikal/applied bisnis dan menekankan kepada ketrampilan (skill base). Diperlukan waktu untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian ini, dan para alumni pada sektor wirausaha bersedia berbagi pengalaman (sharing)
mengelola bisnis dan masuk ke kampus untuk memberikan kuliah tamu atau sebagai narasumber, maupun sebagai tempat magang bagi para mahasiswa yang siap terjun ke masyarakat sebagai wirausaha. Pola ini diyakini akan memudahkan transformasi dari masyarakat wirausaha ke perguruuan tinggi dan mahasiswa.
Keempat, agar segera terwujud kampus yang berorientasi kewirausahaan, diusulkan agar dibentuk badan atau komite yang bertanggung jawab atas konsep terwujudnya entrepreneurial university dan badan/komite ini akan concern menangani dan mengakselerasikan program dimaksud.
Kegiatan lain
Sebelum diskusi, Ketua Umum IKA Universitas Brawijaya Muchlis Ramelan melaporkan kegiatan yang sudah maupun yang akan dilaksanakan IKA Unibraw. Kegiatan yang sudah dilaksanakan di antaranya: peresmian Pengurus Pusat IKA Unibraw, peresmian House of Brawijaya, diskusi dengan pimpinan Unibraw di Hotel Borobudur, menghadirkan Wakil Presiden M Jusuf Kalla ke kampus Unibraw, turnamen golf di Bukit Pelangi Bogor, serta acara buka puasa bersama Menteri PPDT, Rektor, dan anak yatim piatu, Brawijaya Goes to Music Community yang diadakan seusai diskusi. Sedangkan kegiatan yang segera dilaksanakan adalah peresmian Yayasan Kesejahteraan IKA Unibraw yang diketuai oleh Prof ZA Achmady, serta peresmian portal IKA Unibraw, endowment fund, dan pembukaan cabang IKA Unibraw Sumatera Barat. Kata Muslich Ramelan, "Masih banyak lagi kegiatan yang segera diluncurkan". [mrm]Perayaan Ultah ke-46 Fakultas Peternakan Unibraw
16 November 2007Memperingati ulang tahunnya ke-46, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet Unibraw) menyelenggarakan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah seminar sehari bertajuk “Meningkatkan Jiwa Entrepreneurship dan Produktivitas Penulis” pada Jum’at (16/11). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari kalangan peneliti, akademisi, praktisi serta mahasiswa. Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini adalah direktur “Penerbit Swadaya” Ir Kuslistyorini, serta pengusaha breeding dan feed lot PT Widodo Makmur Perkasa Lampung Ir Tumiyono MBA.
Ketua Panitia, Dr Ir Sri Minarti MP mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat peserta dalam menulis buku, yang saat ini masih belum menggembirakan. “Kami bermaksud mematahkan paradigma bahwa menulis itu sulit”, ujar dosen Jurusan Produksi Ternak ini.
Dalam presentasinya, Ir Kuslistyorini menjelaskan keuntungan dan tips menjadi penulis besar serta mekanisme penerbitan di perusahaan yang dipimpinnya. Dikatakannya, penerbit yang “bonafide” sangat menjamin hak kekayaan intelektual para penulisnya. Membuktikan hal ini, ia mengilustrasikan salah satu judul buku terbitannya, “Budidaya Lele”, yang telah terbit puluhan tahun dan mampu mensejahterakan si penulis dan keluarganya. “Kami menjuluki buku ini sebagai buku abadi karena selalu habis setiap masa cetakannya”, ujar Kuslistyorini yang menyelesaikan pendidikannya di IPB. Untuk menjadi penulis besar, ia pun memberikan berbagai tips, di antaranya mampu memberi kesan yang indah, menjawab kebutuhan masyarakat serta mampu membumikan ide.
Dalam diskusi, terungkap kenyataan bahwa akademisi dan peneliti memiliki kendala dalam mengkonversi pembahasaan kepakarannya dari bahasa ilmiah menjadi bahasa ilmiah popular. Terkait hal ini, Kuslistyorini pun mengatakan bahwa pihaknya menyertakan pendamping-pendamping editor bagi para penulis. “Pendampingan ini kami rasa perlu karena penulislah yang mengetahui bidangnya, sedang kami yang memahami pasar”, ujarnya. Di akhir acara, Penerbit Swadaya menghimpun peserta yang telah memiliki aneka judul yang siap dibukukan dan memberikan suvenir menarik bagi karya yang memenuhi standar untuk dipertimbangkan dalam penerbitan.
Gerakan minum susu
Seminar ini merupakan acara ketiga dari rangkaian acara peringatan ulang tahun Fakultas Peternakan yang jatuh pada tanggal 26 Oktober silam. Sebelumnya telah diadakan tasyakuran dan jalan sehat yang diikuti seluruh sivitas akademika. Diagendakan, Selasa (27/11) nanti juga akan digelar “Gerakan Minum Susu” guna menunjang kampanye pemerintah dalam “revolusi putih”, sebagai bentuk kontribusi insan peternakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Sebenarnya susu itu murah, hanya saja belum menjadi kebiasaan”, ujar Sri Minarti. Panitia akan mengedarkan susu di lingkungan kampus Universitas Brawijaya serta sepanjang Jalan Veteran untuk dikonsumsi masyarakat umum.
Workshop reproduksiSebelum ini, diadakan workshop reproduksi ternak yang diikuti peserta dari beberapa perguruan tinggi: Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Islam Malang, Universitas Islam Negeri Malang, Universitas Negeri Malang, STPP Magelang, maupun para mahasiswa S1, S2 dan S3 dari Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya sendiri. Workshop berlangsung selama 3 hari (15/11-17/11) di ruang seminar dan Laboratorium Reproduksi Fapet Unibraw. Hari pertama, dengan materi: Sexing Spermatozoa dan Teknik-teknik Sexing (narasumber: Prof Dr Ir Trinil Susilawati MS), Praktikum Sexing Menggunakan Sentrifugasi Gradien Densitas Percoll dan Uji Kualitas Hasil Sexing (tim Lab Reproduksi), Praktikum Sexing Menggunakan Gradien Putih Telur dan Uji Kualitas Hasil Sexing (tim Lab Reproduksi), dan Pemanfaatan Berbagai Macam Mikroskop dan Diskusi Hasil Praktikum (Prof Trinil Susilawati). Hari kedua, materi Perubahan Struktur dan Fungsi Spermatozoa (narasumber Dr Ir Sri Wahjuningsih MSi), Sinkronisasi Estrus dan Aplikasi Teknik Inseminasi Buatan (Prof Dr Ir Worobusono MS). Hari ketiga, materi Anatomi Reproduksi dan Teknik Inseminasi Buatan (IB) pada Ayam (Dr Ir Nuryadi MS), dan Praktikum Penampungan Semen, Uji Kualitas dan IB pada Ayam (tim Lab Reproduksi).
FKHP
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya berdiri 26 Oktober 1961 dengan nama Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP). Lahirnya FKHP tidak lepas upaya penegerian Universitas Brawijaya. Peraturan mensyaratkan, sebuah universitas negeri harus memiliki paling tidak 2 fakultas eksakta. Keberadaan Fakultas Pertanian (10 November 1960) dan FKHP melengkapi 3 fakultas sosial yang ada yakni Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Administrasi Negara (FAN), memuluskan jalan ke arah penegerian Universitas Brawijaya pada 5 Januari 1963.
Dalam perkembangannya, FKHP mengelola dua jurusan, Peternakan dan Perikanan Laut. Kemudian membuka Jurusan Kedokteran Hewan tahun 1972 di Surabaya, yang kemudian memisahkan diri dan bergabung dengan Universitas Airlangga. Di tahun 1976, Jurusan Perikanan Laut pindah ke Malang, dan nama fakultas pun diubah menjadi Fakultas Peternakan dan Perikanan (1977). Akhirnya, di tahun 1983, kedua jurusan itu berkembang menjadi dua fakultas terpisah, Fakultas Peternakan (Fapet) dan Fakultas Perikanan (Faperik) hingga saat ini. [nok/Far]Prof Soekartawi Keynote Speaker Simposium Internasional
16 November 2007Prof Dr Soekartawi, guru besar FP Universitas Brawijaya, patut berbangga. Makalahnya terpilih dan dipresentasikan dalam forum ilmiah skala internasional. Kali ini makalahnya masuk dalam 19 makalah kunci yang dibawakan di Plenary Session simposium internasional distance learning yang bertemakan ‘The Emerging Technologies for Teaching and Learning: A New Paradigm of Learning’. Empat subtema lain dalam forum bergengsi ini adalah: ICT in Education, New Technologies and New Learning, Quality Assurance in Open and Distance Learning (ODL) and e-Learning, and ODL Sustainability Implementation.
Simposium internasional digelar di Kuta, Bali, 13-15 November 2007 lalu, menampilkan sekitar 60 makalah ilmiah yang dipresentasikan dan sejumlah makalah poster. Peserta sekitar 200 orang dari 18 negara antara lain dari AS, Jepang, Korea, Australia, Hungaria, Iran, India, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Vietnam, Brunei, Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura dan tuan rumah Indonesia. Simposium dimotori oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Depdiknas bekerjasama dengan sejumlah lembaga. Mendiknas dan Menkominfo memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Dalam makalah berjudul ’The Power of Distance Learning: Indonesia Experiences’ Soekartawi menjelaskan panjang lebar soal pentingnya pembelajaran jarak jauh (PJJ) di negara besar seperti Indonesia ini. Menurutnya PJJ bagi Indonesia yang berpenduduk sekitar 230 juta yang tersebar di 17 ribu pulau adalah sangat efisien. Khususnya dalam menyelesaikan masalah pemerataan memperoleh pendidikan.
Namun, Soekartawi mengingatkan, beberapa tantangan dalam pelaksanaan PJJ di Indonesia, yaitu masalah yang berkaitan dengan konektivitas (infrastruktur) teknologi informasi, masalah isi bahan ajar untuk menjaga kualitas pembelajaran, masalah SDM yang handal untuk melaksanakan PJJ dan perlunya dukungan kebijakan pemerintah atau penyelenggara pendidikan. Karena penyelenggaraan PJJ adalah memerlukan teknologi tinggi yang biayanya tidak murah, maka keseriusan, kontinuitas dan ketelitian penyelenggaraan harus betul-betul diperhatikan.
Demikian informasi yang disampaikan Soekartawi, yang juga penulis buku ’Merancang dan Menyelenggarakan e-Learning’ dan mantan Direktur SEAMEO Regional Open Learning Center, kepada PRASETYA Online. [skw]
---
Foto: Prof Dr Soekartawi (kiri) bergambar bersama setelah presentasi dengan Prof Dr John M Keller (Florida State Univ, USA) dan Dr Ida Kanarsih (RECSAM-Malaysia).Lomba Karya Tulis Teknologi dan Inovatif
15 November 2007Mahasiswa Unibraw berhasil keluar sebagai Juara Harapan I dalam Lomba Karya Tulis Teknologi dan Inovatif Tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur. Tim yang mewakili Unibraw ini terdiri dari tiga orang, Slamet Budi Cahyono (Fakultas Perikanan), Dony Rahmawan Efendi (Fakultas MIPA), dan M. Abdul Aziz (Fakultas MIPA). Pada babak final, hari Kamis (15/11), di Gedung Sabana Graha Surabaya, mereka membawakan karya tulis yang berjudul ”Alat Pemantau Posisi Berbasis GPS (Global Positioning System) dan SMS (Short Message Service) dengan Tampilan Google Earth”. Unibraw sendiri sebenarnya meloloskan 24 tim yang masuk semifinal, 16 tim berada pada kategori LKIM (Lomba Karya Inovatif Mahasiswa), sedangkan 8 tim lainnya di kategori LKTM (Lomba Karya Tulis Mahasiswa). Namun, yang lolos ke babak final hanya 3 tim saja, yakni 2 tim LKIM dan 1 tim LKTM.
Menurut Budi Cahyono, judul ini dilatarbelakangi oleh pemikiran maraknya kejadian pencurian kendaraan bermotor yang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa terduga. Untuk itulah, perlu suatu alat yang mampu mendeteksi keberadaan kendaraan bermotor dimanapun lokasinya. Selain itu, alat ini juga dapat berfungsi ketika terjadi kecelakaan maupun kondisi khusus seperti bencana alam sehingga lokasi korban mampu diketahui secara tepat. Secara sederhana, mekanisme kerja alat ini seperti sistem relay yang terhubung dengan satelit dan terkoordinasi dalam program konversi koordinat. Dengan berbasis GPS dan SMS, maka posisi kendaraan bermotor bisa diketahui lokasinya sebab menggunakan tampilan visual dari Google Earth serta garis koordinat. Alat ini harus diletakkan dalam bagian kendaraan yang tersembunyi dan dengan otomatis jika tombol darurat diaktifkan, maka sistem akan mulai bekerja. Kelemahannya, sinyal yang terkadang kurang bagus karena cuaca juga mampu berpengaruh terhadap kinerja alat yang diberi nama ”D-Tech” ini. Penemuan ini tergolong baru dalam dunia yang terkait alat pemantau posisi. Untuk itu, Budi Cahyono dan kawan-kawan berencana akan mendaftarkan hak patennya pada Litbang.
Pemenang lomba ini, juara I mahasiswa (Politeknik ELektronika Negeri Surabaya) PENS Surabaya, juara II mahasiswa STIKOM, dan juara III juga mahasiswa STIKOM. Kesemuanya, berhak atas piala, piagam, dan uang tunai masing-masing sebesar Rp 5 juta, Rp 3,5 juta, Rp 2 juta, dan Rp 1,25 juta. [bhm]Workshop Jurnalistik Kerjasama Unibraw-Indo Pos
15 November 2007Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya Malang bekerja sama dengan salah satu harian terkemuka Indo Pos (Grup Jawa Pos) dan HM Sampoerna akan menyelenggarakan workshop jurnalistik bertajuk “Goreskan pena, tembakkan kameramu!”. Kegiatan berlangsung sehari, Kamis 15 November 2007, menghadirkan pembicara pimpinan redaksi Indo Pos Irwan Setyawan, Leak Koestiya redaktur pelaksana tata artistik Jawa Pos, dan Yuyung Abdi redaktur foto Jawa Pos.
Aktualitas
Dalam paparannya, Irwan Setyawan mengatakan, aktualitas merupakan salah satu unsur berita yang sangat penting karena berpengaruh signifikan tehadap nilai berita tersebut. Sebab, sesuatu yang tengah hangat diperbincangkan oleh masyarakat akan menjadi tema yang sangat menarik. Selain itu, kedekatan, daya tarik tokoh, keunikan tema berita, konflik dan ketegangan dalam suatu peristiwa, serta mengungkap sisi humanistik juga turut menyumbang unsur pemberitaan. Oleh sebab itu, peristiwa-peristiwa yang banyak diminati masyarakat musti tidak bisa terlepas dari salah satu unsur tersebut.Dalam kesempatan itu Irwan Setyawan menguraikan tentang materi jurnalistik dasar, yang mencakup teknik penulisan berita, reportase, serta manajemen media. Ia juga menjelaskan tentang kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih cenderung lisan daripada literer berpengaruh terhadap kebiasaan menulis. Oleh sebab itu, perlu ditumbuhkembangkan kebiasaan menulis dengan tujuan mempermudah dalam penyampaian ide serta gagasan kepada orang lain. “Menulis itu sebenarnya mudah, yang susah ialah memulai dalam menulis, “ ungkap Pimpinan Redaksi Indo-Pos ini. Keuntungan lainnya yakni gagasan yang disampaikan akan terdokumentasi dan dapat menambah penghasilan, semisal menjadi penulis dalam media atau menerbitkan buku.
Sesi kedua, Leak Kustiya, Redaktur Pelaksana/Grafis Indo Pos-Jawa Pos memaparkan materi grafis dan lay out. Leak mengkritisi format media surat kabar yang terlalu monoton dan cenderung konservatif, kurang luwes dalam memainkan komposisi warna serta tulisan. Format masa depan seharusnya lebih mampu menyentuh sisi artistik dan humanis. Selain itu, lay out yang bagus seharusnya juga mampu mengangkat aspek emosional nan ekspresif. Pakar grafis Indo Pos-Jawa Pos ini menuai banyak pertanyaan dari peserta yang tampak antusias mengikuti materi yang cukup jarang diangkat dalam pelatihan jurnalistik.
Pada materi terakhir, Yuyung Abdi, Redaktur Foto/Fotografer Senior Indo Pos-Jawa Pos memberikan penjelasan tentang materi fotografi. Pada sesi ini, para peserta cukup terbius mendengarkan pemateri yang memaparkan tentang bagaimana cara mengambil angle yang baik, memperhitungkan momen gerak, memadukan komposisi warna dan cahaya, serta mengkombinasikannya dengan objek sehingga lebih berjiwa dan memiliki makna. Yuyung juga memperlihatkan sebagian hasil karyanya sambil mengulasnya secara terperinci.
Pemenang hadiah
Selain dalam bentuk workshop, para peserta juga diberi kesempatan berkompetisi dalam penulisan ataupun foto jurnalistik untuk memperebutkan hadiah-hadiah yang menarik. Pada akhir acara, peserta diberi kesempatan untuk mengimplementasikan materi yang sudah diperoleh berupa penulisan berita bertema kegiatan workshop hari itu. Penulisan berita ini dilombakan secara individual. Para peserta juga diajak mengaplikasikan ilmunya dengan membuat foto jurnalistik secara berkelompok. dan dinilai oleh narasumber.
Akhirnya, setelah melalui penilaian oleh Lomba penulisan jurnalistik dimenangkan oleh Supariyanto (perwakilan CV Damar) sebagai juara I dan berhak atas Phillips Boombox, sementara Bhima Priantoro (Fakultas Teknologi Pertanian Unibraw) sebagai juara II memperoleh hadiah Phillips Sandwich Maker, sedangkan Rika Arrohim (Fakultas Teknologi Pertanian Unibraw) sebagai juara III memperoleh handphone dari Fren. Seluruh pemenang memperoleh piagam penghargaan. Salah seorang peserta juga mendapatkan hadiah sebuah handphone setelah mampu menjawab pertanyaan kuis yang digelar panitia di akhir acara.
Selain diselenggarakan di Universitas Brawijaya, workshop jurnalistik juga diselenggarakan di enam universitas lain yakni Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Universitas Udayana (Unud) Bali, Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Universitas Brawijaya merupakan satu-satunya universitas negeri di Jawa Timur yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan workshop kelima. [nik/bhm]Kemitraan Usaha antara Pemasok dan Penyalur pada Koperasi Susu di Jatim
15 November 2007Keberadaan koperasi sangatlah penting sebagai lembaga ekonomi kerakyatan yang dekat dengan budaya masyarakat Indonesia. Koperasi merupakan mekanisme untuk memenuhi kebutuhan ekonomi para anggotanya dan alat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, karena azas kekeluargaannya sesuai dengan kebudayaan bangsa. Berdasarkan informasi Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Timur, koperasi susu di Indonesia terkonsentrasi di Jawa dimana Propinsi Jawa Timur yang mempunyai jumlah koperasi susu terbanyak (51,52 persen) untuk seluruh Indonesia atau sekitar 51 koperasi susu yang terdapat di Jawa Timur, dengan jumlah anggota 37.218 orang dimana anggotanya adalah masyarakat sekitar yang merupakan peternak sapi.Pada prinsipnya, fungsi koperasi sama aitu penyalur produk susu mentah dari anggota yang terdiri dari peternak sapi. Kerjasama yang terbina antara koperasi susu dengan para peternak sapi sebagai anggotanya tersebut dapat diketegorikan sebagai suatu bentuk hubungan dalam hal saluran distribusi. Kerjasama yang terbentuk yaitu antara peternak sapi, dalam hal ini sebagai produsen atau selaku pemasok dan koperasi susu sebagai penyalur adalah berupa hubungan kemitraan usaha (business-to-business relationship). Kunci kesuksesan dalam menjalin relationship marketing adalah dirasakan oleh kedua belah pihak. Hubungan kemitraan usaha sebagaimana relationship marketing mensyaratkan adanya perilaku yang didasari oleh tingkat kepercayaan dimana semakin tinggi kepercayaan antara kedua belah pihak maka semakin tinggi komitmennya.
Permasalahan ini dijabarkan oleh Srikandi Kumadji dalam ujian akhir disertasinya yang berjudul “Relationship Marketing dalam Bentuk Kemitraan Usaha Antara Pemasok dan Penyalur pada Koperasi Susu di Jawa Timur” yang berlangsung secara tertutup di Gedung Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis (15/11). Lebih lanjut diungkapkannya, penelitian ini dilakukan untuk memahami konsep Relationship Marketing dengan menganalisis variabel-variabel pembagian keuntungan, kepercayaan, kualitas hubungan, kepuasan, komitmen, dan loyalitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan merupakan indikator penentu yang pengaruhnya paling besar terhadap kepercayaan. Hal ini berarti dari ketiga indikator variabel kepercayaan, indikator keyakinan anggota atas segala aktivitas koperasi merupakan indikator yang penting dalam terjalinnya hubungan antara anggota dengan koperasi. Dengan demikian, indikator keyakinan merupakan indikator yang paling kuat membentuk kepercayaan. Hal ini menunjukkan bahwa keyakinan anggota terhadap segala bentuk pelayanan koperasi pada anggotanya akan menimbulkan rasa kepercayaan anggota terhadap koperasi. Sementara indikator pembagian keuntungan diperlukan sebagai imbalan yang diharapkan diperoleh anggota atas hubungan tersebut. Pembagian keuntungan ini diukur dari keuntungan finansial yang diharapkan anggota dari adanya hubungan kemitraan dengan koperasi dimana dari keuntungan finansial ini dilihat dari pembagian sisa hasil usaha sesuai dengan jasa, insentif harga jual produk yang lebih menguntungkan, insentif harga pembelian barang yang lebih murah, insentif bunga pinjaman yang lebih kecil.
Pada variabel kualitas hubungan, hasil penelitian memperlihatkan bahwa dalam hubungan kemitraan antara pemasok dan penyalur, meskipun indikator komunikasi penting dan memberikan kontribusi bagi terjalinnya hubungan antara peternak sapi perah sebagai pemasok dan koperasi sebagai penyalur, indikator konflik jauh lebih penting bagi kualitas hubungan antara peternak sapi perah dengan koperasi. Artinya, indikator konflik merupakan faktor penentu dan paling kuat perannya bagi kelangsungan suatu hubungan kemitraan. Sedangkan, variabel kepuasan terhadap mitra keseluruhan merupakan indikator yang lebih berperan atau menentukan kepuasan. Kepuasan terhadap pelayanan yang kurang berperan dijadikan pertimbangan dalam memuaskan anggota koperasi. Sementara, variabel komitmen yang menjadi perhatian penting bagi peternak sapi perah, namun faktor penentu (pengukur) yang memiliki peranan dalam membuat komitmen adalah indikator ketergantungan. Untuk variabel loyalitas, meskipun penting dan memberikan kontribusi bagi terjalinnya hubungan antara peternak sapi perah sebagai anggota dan koperasi, indikator komunikasi dari mulut ke mulut jauh lebih penting bagi menjaga loyalitas peternak sapi perah kepada koperasi. Artinya, indikator komunikasi dari mulut ke mulut merupakan faktor penentu dan paling kuat perannya sebagai bentuk loyalitas anggota kepada koperasi.
Srikandi Kumadji meraih gelar sarjana setelah menempuh pendidikannya di Jurusan Administrasi Niaga, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (1985). Selanjutnya, menempuh pendidikan S2 sehingga meraih gelar Magister Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian dengan Bidang kajian Utama Ilmu Ekonomi Koperasi Program Pascasarjana Universitas Padjajaran Bandung (1992). Wanita kelahiran 1961 ini anak keenam dari pasangan Baharuddin Koemadji (almarhum) dan Mursanna Labagou (almarhumah). Sejak tahun 1986 hingga saat ini menjadi dosen tetap Jurusan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya Malang. [bhm]Penguasaan Lahan Ancam Tengger
14 November 2007Praktik marjinalisasi atau peminggiran terhadap kelompok masyarakat adat dewasa ini masih kuat. Proses marjinalisasi pada komunitas adat Tengger, misalnya, akibat masuknya modal yang dibawa kekuatan politik daerah, menghabisi keutuhan lahan dan menjadikan adat sekadar obyek wisata. Praktik ritual adat yang sakral bagi pemeluknya dimodernisasikan dan dikonversi hanya demi pemenuhan kebutuhan ekonomi.
Demikian di antara hal yang mengemuka dalam diskusi serial bertema "Mendefinisikan Indonesia: Politik Identitas dalam Koridor Perspektif Masyarakat Adat" di kampus Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, Rabu (14/11).
Tampil sebagai pembicara aktivis Yayasan Tifa Renata, Ayuningtyas; peneliti komunitas Tengger, Paring Waluyo Utomo; aktivis komunitas Using, Banyuwangi, Hasan Basri; dan Ketua Pusat Pengkajian Otonomi Daerah Fakultas Hukum Unibraw Dr Ibnu Tricahyo.
"Otonomisasi pemkab/pemkot telah meningkatkan eskalasi ancaman terhadap masyarakat adat. Ini karena pemerintah di daerah sering memahami masyarakat adat dan kesatuannya dengan lingkungan adat serta kekayaan budayanya sekadar sebagai obyek pariwisata untuk tujuan memperoleh pendapatan asli daerah” kata Ibnu, pakar hukum tata negara.
Di lingkungan komunitas masyarakat Tengger, menurut Paring, ancaman muncul karena usaha masyarakat adat untuk mempertahankan lahan terus-menerus berhadapan denan ancaman penguasaaan lahan oleh investor. Mempertahankan keutuhan lahan adalah cara tradisional yang digunakan masyarakat adat untuk menjaga keberlangsungan komunitas. [ODY]
KOMPAS, Kamis 15 November 2007Ceramah Populer Ilmiah Diabetes
14 November 2007Dalam rangka peringatan Hari Diabetes sedunia dan hari ulang tahun ke-36 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Rabu (14/11) di gedung PPI Universitas Brawijaya, menyelenggarakan ceramah populer ilmiah dengan tema “Pencegahan Diabetes dan Komplikasinya dengan Pola Hidup Sehat”. Ini merupakan kegiatan bersama Persatuan Ahli Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Malang dan Unit Korpri Universitas Brawijaya, menampilkan 3 pembicara: Prof dr Djoko Wahono Soeatmadji SpPD-KEMD, dr Achmad Rudijanto SpPD-KEMD, dan dr Putu Moda Arsana SpPD-KEMD.
Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronik yangbanyak diterima manusia. Tahun 1995, menurut statistik penderita diabetes di seluruh dunia 150 juta orang dan di Indonesia 5,6 Juta. Diperkirakan tahun 2020 di dunia akan mencapai 350 juta sedangkan di Indonesia diperkirakan 8,2 juta. Penyebab penyakit ini ada dua macam. Bisa disebabkan turunan dan bisa juga karena gaya hidup. Sementara itu cara penyegahannya ada 3 macam. Pencegahan primer, dilakukan pada mereka yang belum menderita diabetes, dengan tujuan mencegah mereka jangan sampai menderita. Sekunder, dilakukan bagi mereka yang menderita tahap awal, tujuannya mencegah agar tidak terjadi komplikasi. Sedangkan tersier, dilakukan kepada yang sudah terserang dan ada komplikasi, tujuannya agar tidak sampai pada tahap akhir, misalnya gagal ginjal, kebutaan dan lain-lain.
Hal tersebut akan dibahas oleh ketiga narasumber, masing-masing dengan materi berjudul: Pencegahan dan Pengendalian Komplikasi Diabetes Mellitus (Prof DjokoWahono); Obesitas dan Diabetes Mellitus (dr Achmad Rudijanto), dan Terapi Insulin dalam Diabetes Mellitus (Dr.Putu Moda Arsana).
Dipandu oleh Dr dr Achdiat Agoes SpS, acara berlangsung menarik, diikuti oleh para pengurus dan anggota Unit Korpri maupun Dharma Wanita Universitas Brawijaya. Sebelum dan sesudah acara, seluruh peserta diberi kesempatan untuk memeriksakan tekanan darah, berat badan, lingkar perut dan kadar glukosa darah masing-masing. [MW]Olimpiade Kimia FMIPA Universitas Brawijaya
13 November 2007
Guna mengeksplorasi penguasaan ilmu kimia secara teori dan praktek di kalangan generasi muda setingkat Sekolah Menengah Umum (SMU), Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) Fakultas MIPA Universitas Brawijaya menyelenggarakan olimpiade kimia se-Jawa Timur. Kegiatan yang diikuti oleh siswa SMU atau sederajat se-Jawa Timur ini diawali dengan babak penyisihan pada Minggu (18/11) mendatang di dua rayon yaitu Malang dan Jombang. Untuk babak final, menurut rencana akan diselenggarakan pada Minggu (25/11) di gedung FMIPA Universitas Brawijaya. Dalam babak final tersebut, peserta akan mengikuti beberapa tahapan kompetisi yaitu tes computer (chem’s ter), percobaan (chem’s lab) serta babak Galileo yang berisi adu cepat dan peragaan. [nok]Seminar Entrepreunership di bidang Konstruksi dan Agribisnis
13 November 2007
Dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-46 Fakultas Peternakan dan Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-63, akan diselenggarakan seminar entrepreunership di bidang Konstruksi dan Agribisnis dengan tema “Meningkatkan Jiwa Entrepreunership dan Produktivitas Penulis”. Kegiatan dilangsungkan Jumat (16/11) pukul 09.00-16.30 WIB, di Gedung Widyaloka, dengan pembicara Ir. Kustyorini, Ir Tumiyono MBA dan H. Kusnan.
Ir Kustyorini adalah Direktur PT Penebar Swadaya Jakarta, sementara Ir Tumiyono MBA Komisaris Utama PT Widodo Makmur Perkasa sekaligus Kepala Divisi Operasional PT Pembangunan Perumahan Persero Jakarta. Adapun H Kusnan menjabat sebagai Manager Koperasi Setya Kawan, Nongkojajar, Pasuruan, dan komisaris dari perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan.
Acara ini dilatarbelakangi oleh pemikiran menurunnya lowongan pekerjaan dan meningkatnya jumlah sarjana yang menganggur sehingga diperlukan suatu strategi tertentu dalam memulai usaha. Dengan demikian, melalui acara ini diharapkan akan terbuka cakrawala pemikiran dalam hal pekerjaan, bukannya menanti lapangan kerja, melainkan menciptakan lapangan kerja sendiri.. Oleh sebab itu, diberikan kiat-kiat tertentu agar menjadi entrepreunership yang tangguh, kompetitif, dan jeli dalam melihat peluang bisnis.
Seminar terbagi dalam tiga sesi, “7 Benefit In Success Writer” oleh Ir. Kustyorini, “Kunci Sukses Usaha di Bidang Peternakan dan Konstruksi Berwawasan Internasional” oleh Ir. Tumiyono MBA, dan “Kiat-kiat Usaha Sapi Perah” oleh H Kusnan.
Pendaftaran dibuka mulai sekarang di Sekretariat Seminar Sehari Ruang 2, Lt. 2 Gedung 1 Fakultas Peternakan serta ditutup hingga tanggal 14 November 2007. Contact person: Taufik Budi P (08563511064) dan Andri W (085649874510). Fasilitas yang diperoleh antara lain sertifikat, doorprize menarik, dan snack. [bhm]Tamu FMIPA dari University of Kentucky
12 November 2007Senin, 12/11, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menerima kunjungan Prof Mark Coyne dari Department of Plant and Soil Science, School of Agricultural, Kentucky University, USA.
Dalam kunjungan itu, Prof Coyne meninjau Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, FMIPA. Setelah itu Prof Coyne diterima Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS didampingi dua staf dari Jurusan Biologi Dr Ir M Sasmito Djati MS, dan Dr Amin Setyo Leksono. Pada kesempatan itu dibahas kemungkinan kerja sama Fakultas MIPA Unibraw dengan Kentucky University.
Pada hari yang sama, sebelum berkunjung ke Fakultas MIPA, Prof Coyne bekesempatan berdialog dengan beberapa dekan di lingkungan Unibraw, bertempat di lantai VII gedung Rektorat. [aw]
--
Foto: Dari kiri, Dr M Sasmito Djati, Dr Amin Setyo Leksono, Dekan FMIPA Ir Adam Wiryawan MS, dan Prof Mark Coyne.Lokakarya Penjaminan Mutu Produk Pangan
12 November 2007Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya Divisi Teknologi Pangan mengadakan lokakarya bertajuk “Peningkatan Kompetensi UKM dalam Bidang Jaminan Mutu Produk Pangan”. Kegiatan di Guest House Universitas Brawijaya selama dua hari (12-13/11) ini diselenggarakan LSIH UB dengan dana dari Pengembangan Bidang Ilmu dan Teknologi Dasar DIPA-Dikti 2007. Pesertanya adalah pengusaha kecil menengah (UKM) di Jawa Timur. Pemateri yang diundang, dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Malang Kawi yang menyampaikan materi “Kredit untuk UKM”, Dr Ir Perwiyatna Riyadi dari Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (Seafast) Center IPB dengan materi “Jaminan Mutu Produk Pangan dalam Skala UKM”, serta Ibnu Sutjahjo, pemilik perusahaan tape dan jenang tape 96 dengan materi “Manajemen Pemasaran”.
Keunggulan UKM dalam berproduksi, yang bahkan masih tetap bertahan di era krisis moneter, disampaikan Prof Dr Ir Sri Kumalaningsih MAppSc menjadi latar belakang kegiatan. Keunggulan ini menurutnya disertai juga dengan berbagai kendala diantaranya latah dan saling ikut-ikutan, cenderung menjadi plagiator serta kualitas yang tidak terkendali. Persaingan yang tinggi sesama UKM karena latah ini menurut Prof Sri Kumalaningsih yang juga Ketua Laboratorium Pangan, menimbulkan manipulasi. “Dalam proses pembuatan tempe misalnya, kedelai yang digunakan tidak murni, biasanya dibubuhkan pula campuran berupa pepaya dan ampas”, ujarnya menggambarkan fenomena manipulasi di kalangan UKM. “Tentu saja hal ini menjadikan kualitas tempe menurun”, tambahnya. Melalui kegiatan ini, Prof Sri Kumalaningsih yang juga Ketua Laboratorium Rekayasa Industri Jurusan TIP FTP berharap UKM mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya melalui penguasaan sistem produksi sehingga kualitasnya meningkat.
Secara mendetail, Jaminan Mutu Produk Pangan dalam Skala UKM dipaparkan oleh Purwiatno Hariyadi Dikatakannya, mutu pangan harus memenuhi keamanan jasmani serta terhindar dari bahaya kimia dan fisik. Memenuhi hal tersebut, dosen IPB yang menuntaskan pendidikan magister dan doktoralnya di University of Winconsin ini menjelaskan bahwa jaminan mutu pangan mencakup berbagai hal diantaranya penentuan spesifikasi, dokumentasi instruksi serta mencatat semua hal yang terjadi terhadap variabel dan proses dalam sistem produksi pangan.
Setelah diberikan gambaran mengenai keunggulan dalam sistem produksi, peserta yang merupakan pemilik UKM bidang pangan di wilayah Jawa Timur ini diberikan wawasan mengenai pemasaran dan perolehan dana untuk modal dari kredit BRI. Dalam testimoninya, pemilik perusahaan “Tape dan Jenang Tape 96”
ini memaparkan strategi mengembangkan pasar produk olahan pangan melalui beberapa langkah diantaranya pemilihan segmen pasar yang tepat, mengutamakan kualitas produk, memperhatikan keluhan pelanggan serta penanaman brand image kepada pelanggan.
Seusai lokakarya ini, Prof. Sri Kumalaningsih yang saat ini tengah merilis buku “Teknik Jitu Membuat Industri Pangan Tradisional” ini menegaskan akan tetap melakukan pedampingan terhadap UKM terutama yang saat ini mengikuti kegiatan tersebut. [nok]Meninggal Dunia: Agil H Ali Mantan Ketua DM Unbra
12 November 2007Mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Brawijaya (DM Unbra) tahun 1969-1970, Drs H Agil H Ali (63 tahun), Ahad 11/11, meninggal dunia pukul 18.30 setelah sempat dirawat selama 10 hari di RSI Jemursari, Surabaya. Almarhum meninggalkan seorang isteri Dr Hj Mangestuti (dosen Fakultas Farmasi yang juga Kepala Humas Universitas Airlangga), dua anak, dan seorang cucu.
Sejak muda, Agil aktif dalam bidang jurnalistik. Diawali dengan menerbitkan Buletin IPMI (Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia) Malang bersama beberapa tokoh IPMI seperti Samlawi Azhari dan Hanafi M Sadar di awal Orde Baru, kemudian menerbitkan Buletin Mahasiswa (BM, 1969) saat menjadi Ketua Umum DM Unbra bersama Djanalis Djanaid, Ahmad Latif, Suharyono, Abdullah Salman, Emil Azis Patturusi, Farid Atmadiwirya. Lepas dari DM Unibraw di tahun 1970, Agil bersama Djanalis, Ahmad Latif, Suharyono, dan Farid Atmadiwirya meningkatkan BM dari bentuk stensilan menjadi tabloid Mingguan Mahasiswa (MM) yang dicetak di The Paragon Press, Malang. Sebagai satu-satunya koran yang terbit di Malang saat itu, dengan moto estudio, trabajo, fusil (belajar, bekerja dan membela tanah air) Mingguan Mahasiswa mendapat respon sangat positif, baik dari kalangan intelektual maupun birokrat.
Merasa Malang terlalu sempit untuk kiprahnya, Agil kemudian memindahkan pusat kegiatannya di Surabaya, menempati kantor di Jalan Pahlawan 30 Surabaya, persis menghadap Tugu Pahlawan, dan bersebelahan dengan Kantor Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Timur. Koran Mingguan Mahasiswa pun menjelma menjadi Memorandum. Koran itu pula yang kemudian mengantarkan Agil menjadi Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jawa Timur, wakil ketua SPS (Serikat Penerbit Surat Kabar) Pusat, dan direktur Konfederasi Wartawan ASEAN. Selain itu, Agil juga pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS), serta Manajer Tim Persebaya yang berhasil meraih Piala Presiden 1987. Walau tak lama, dia juga pernah menjadi anggota MPR-RI.
Di fakultas, dia seangkatan dengan Prof Dr Syamsiar Syamsuddin dan Prof Dr M Irfan Islamy. Menurut teman-temannya, Agil punya kemampuan berorasi yang luar biasa, dan dikenal sebagai motivator, atau bahkan agitator. Pada masanya, pidato Agil selalu memukau audiensnya. Dia pintar memilih kata-kata, atau slogan-slogan yang dapat menggerakkan hati pendengarnya. Ambil contoh misalnya: "Student Today, Leader Tommorow". Bahan bacaannya sangat luas. Banyak biografi tokoh-tokoh besar dunia dia hafal di luar kepala, dan disampaikan di sela-sela pidatonya. Selain itu dia juga mahir berpuisi, dan menyanyi. Salah satunya adalah The Exodus Song, yang dulu dibawakan oleh Matt Monroe.
Drs H Agil H Ali, putra kelahiran Tondano (Sulawesi Utara), 1 Juli 1944, lulusan Jurusan Administrasi Negara FIA Unibraw (dulu FKK Unbra), dari pernikahannya dengan Dr Hj Mangestuti MS Apt, dikaruniai dua putra-putri, Rizal Budi Dharma SH LLM, dan Tatum Syarifah Adiningrum SSos. [Far]Presentasi Dosen PIS Unibraw di ISODEL
12 November 2007
Dosen Program Ilmu Sosial Universitas Brawijaya. Anang Sujoko SSos dan Fitri Hariana Oktaviani, pekan ini mempresentasikan makalah pada “International Symposium Open, Distance and E-learning” di Bali, 13-15 November 2007. Makalah berjudul “The Role of Cable Radio in Disseminating Information and Advancing Awareness of Low Level Employees in SIER Industrial Area of Surabaya” itu dipresentasikan bersama puluhan makalah lainnya yang berasal di antaranya dari Jepang, Amerika Serikat, Hongaria, Malaysia, Filipina, Thailand, Bangladesh dan beberapa universitas di Indonesia.
Simposium internasional itu diselenggarakan oleh Pusat Teknologi dan Komunikasi Departemen Pendidikan Nasional, dengan tujuan menjaring ide dengan saling berbagi informasi tentang penggunaan teknologi komunikasi dan informasi untuk pembelajaran terbuka (open), jarak jauh (distance), dan dan e-learning. Selain itu, simposium juga akan merekomendasikan pengembangan pelaksanaan teknologi komunikasi dan informasi di Indonesia untuk Open, Distance dan e-Learning. Diundang sebagai pembicara kunci Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, Menteri Informasi dan Telekomunikasi Prof Dr Muhammad Nuh, Mae Chu Chang dari Bank Dunia, dan Prof Dr Insung Jung dari International Christian University Tokyo.
Dalam makalahnya Anang Sujoko dan Fitri Hariana Oktaviani mengungkapkan, penyebaran informasi yang efisien dan efektif di perusahaan besar yang memiliki banyak pekerja, terutama dari tingkat manajerial hingga golongan pegawai rendah memerlukan sebuah proses. Hal itu merupakan sebuah situasi kompleks yang harus dihadapi oleh banyak perusahaan. Proses penyebaran informasi dimulai sejak para pegawai dipandang menjadi salah satu aset penting perusahaan, dan telah memberikan pendidikan serta pelatihan kepada karyawan mengenai kebijakan perusahaan dan fasilitas yang dimiliki. Adalah sangat penting apabila perusahaan mencari alternatif media dalam menyebarluaskan informasi secara efektif.
Menurut keduanya, penggunaan radio broadcasting merupakan salah satu alternatif yang bisa dipilih. Meski demikian, pemilihan radio broadcasting sebagai penyebarluasan informasi membutuhkan peraturan yang lebih seksama. Seperti misalnya, diperlukan sebuah frekuensi khusus dalam penggunaannya.
Guna mengatasi kesulitan yang ditemui dalam penggunaan radio broadcasting yang sangat padat jalur frekuensinya, perusahaan dapat memanfaatkan radio kabel. Pada penelitian yang dilakukan di PT SIER Rungkut Surabaya menunjukkan bahwa penggunaan radio kabel dapat mengurangi hilangnya komunikasi dan informasi tentang kebijakan manajemen. Penggunaan radio kabel ternyata sangat efektif dan efisien dalam penyebaran informasi dan terutama tidak membutuhkan biaya yang mahal dalam pengadaannya. [nik]Prof Soekartawi: Manfaatkan Kerjasama Pendidikan ASEAN
12 November 2007Prof Dr Ir Soekartawi, guru besar ekonomi pertanian Universitas Brawijaya, baru-baru ini melawat ke 4 negara ASEAN, Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand. Dalam lawatan selama sepekan (4-11/11) itu, Prof Soekartawi berkesempatan menggali kerjasama di bidang pendidikan. "Kerjasama ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh siapa saja di lingkungan Depdiknas, termasuk Unibraw", tutur Prof Soekartawi kepada PRASETYA Online.
Kerjasama ini dapat di bidang capacity building (pelatihan), beasiswa, riset, penempatan tenaga sebagai staf di negara yang dikunjungi, apakah itu di Southeast Asia Ministers of Education and Organization (SEAMEO) Center, atau di lembaga lainnya.
Soekartawi selaku staf Depdiknas, dalam lawatan itu didampingi oleh pejabat Depdiknas dan para Kepala Pusat Peningkatan, Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Kependidikan (P4TK), antara lain P4TK Malang, Bandung, Yogyakarta, Cianjur dan Jakarta yang berjumlah 7 orang.
Dalam kesempatan berkunjung di Kedutaan Besar RI di Manila, Soekartawi dan rombongan mengadakan diskusi, yang intinya, bagaimana kerjasama pendidikan antara Indonesia dan Filipina dapat ditingkatkan. Juga bagaimana Kedutaan bisa memfasilitasinya. Menurut Soekartawi, format kerjasama harus saling memberikan manfaat. Misalnya, bukan saja orang Indonesia yang belajar di Filipina, tetapi juga orang Filipina belajar di Indonesia.
Selanjutnya dijelaskan, dalam bidang-bidang tertentu Indonesia lebih maju, tetapi dalam bidang-bidang tertentu pula negara lain yang lebih maju. Oleh karena itu format kerjasama hendaknya didasari oleh semangat win-win (saling menguntungkan).
Hasil kunjungan tersebut antara lain, pemerintah Filipina dan pemerintah di tiga negara yang dikunjungi menjanjikan membiayai beberapa kegiatan di Indonesia. Begitu pula SEAMEO. "Kini kita harus sudah mempunyai keberanian menjual produk pendidikan kita ke luar negeri, khususnya di kawasan ASEAN", tegas Soekartawi. [skw]
---
Keterangan gambar: Prof Dr Soekartawi berjabat tangan dengan Duta Besar RI untuk Filipina, Prof Irsan Tanjung di ruang diskusi Kedutaan Besar RI di Manila.Sivitas Unibraw Protes Penahanan Prof Syamsul
9 November 2007Sivitas Universitas Brawijaya, Senin (5/11), melayangkan surat protes kepada pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang di Kepanjen atas penahanan Prof Dr Ir Syamsulbahri MS, guru besar agronomi Fakultas Pertanian. Sivitas itu masing-masing adalah Pengurus Unit Korps Pegawai Republik Indonesia Universitas Brawijaya, Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Brawijaya, serta para dosen dan gurubesar kolega Prof Syamsulbahri. Surat protes ini diperkuat oleh tanda tangan pengurus masing-masing, dan ratusan tanda tangan kolega Prof Syamsul dari seluruh fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya.
Pada intinya, sivitas Unibraw sangat menyesalkan tindakan Kejaksaan Negeri Kepanjen melakukan penahan sementara atas Prof Syamsulbahri. "Kami menolak dan mengajukan protes keras cara-cara penanganan perkara dengan mengedepankan alasan formil dan mengabaikan alasan materiil, sehingga merupakan penahanan sewenang-wenang", demikian antara lain bunyi surat protes tersebut.
Tindakan penahanan itu dipandang sangat berlebihan, dan sudah melampaui kewajaran, jauh dari sikap menghormati asas praduga tak bersalah, tidak profesional dan tidak beralasan hukum yang kuat. Alasannya, demikian surat protes itu, Prof Syamsulbahri tidak akan melarikan diri, dan tidak akan mengulangi perbuatan. Lagipula tidak mungkin menghilangkan barang bukti, karena semua barang bukti sudah disita sebagaimana dinyatakan bahwa "berkas perkara sudah lengkap".
Selanjutnya dinyatakan, "Adalah sangat bijaksana dan terpuji apabila Kejaksanaan Negeri Kepanjen segera menangguhkan penahanan Prof Syamsulbahri. Kami minta agar sesegera mungkin penahanan sementara Prof Syamsulbahri ditangguhkan, sambil menunggu persidangan di Pengadilan Negeri Kabupaten Malang mempunyai kekuatan hukum tetap".
Surat pernyataan para dosen dan gurubesar ditandatangani oleh 144 orang kolega Prof Syamsulbahri, sementara surat pernyataan pengurus Unit Korpri Unibraw ditandatangani oleh Ketua Drs Djanalis Djanaid dan didukung oleh 7 pengurus Unit Korpri Unibraw yang lain. Sedangkan surat pernyataan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Unibraw ditandatangani oleh Ketua Prof Dr Ir Bambang Guritno dan Sekretaris Dr Ir Maftuch MSi, didukung oleh 7 anggota pengurus lainnya.
Tembusan surat pernyataan ini dikirimkan kepada Presiden, Menteri Dalam Negeri, Ketua Komisi II DPR-RI, Ketua Komisi III DPR-RI, Jaksa Agung, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Malang. [Far]Konsultasi Publik RUU Tipikor
8 November 2007Diikuti seluruh lapisan masyarakat, Konsultasi Publik Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) diselenggarakan oleh PP Otoda Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Kegiatan ini diselenggarakan di lantai VIII gedung Rektorat Universitas Brawijaya Kamis (8/11) dengan menggandeng Partnership dan Koalisi Pemantau Peradilan. Hadir sebagai pemateri, Setyawan Nurdayasakti SH MH (Universitas Brawijaya), Dr Ibnu Tricahyo SH MH (Universitas Brawijaya), Muchamad Ali Safa’at (Partnership) serta Muji Kartika Rahayu (ICW).
Disampaikan Ali Safa’at, berbagai hal baru mengenai korupsi terdapat dalam undang-undang tersebut di antaranya mengenai penyadapan/perekaman pembicaraan, pemeriksaan in absentia, pembalikan beban pembuktian serta pengelolaan asset hasil korupsi. Terkait hal ini, berbagai masukan publik yang telah dihimpun diantaranya sanksi pidana, harmonisasi dengan UU yang lain, penguatan fungsi LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara).
Konsultasi di Malang kali ini dikatakan Ali Safa’at merupakan yang kelima kalinya setelah sebelumnya hal serupa juga dilangsungkan di berbagai daerah seperti Aceh, Bandung, Bali dan Manado.
Sementara itu, Muji Kartika Rahayu yang diwawancarai disela-sela acara menyatakan bahwa Indonesia telah meratifikasi komitmen internasional yang dikeluarkan PBB dalam pemberantasan korupsi berupa UNCAC (United Nations Commission Against Corruption). Konsekuensi dari hal tersebut dikatakan alumni Fakultas Hukum angkatan 1994 ini menuntut Indonesia untuk membuat gap analisis antara UNCAC tersebut dengan UU Korupsi yang ada. Melalui RUU tipikor versi masyarakat ini, disampaikan Kartika, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan insiatif dan aspirasinya dalam memberantas korupsi dengan mengajukan gugatan ke pemerintah yang sampai saat ini dinilai aktivis ICW ini masih memiliki resistensi tinggi. Gugatan masyarakat ini dikatakannya menjamin perlindungan hukum bagi si pelapor dan saksi.
Terhadap tipikor, Ibnu Tricahyo lebih menekankan tindakan preventif daripada pemberantasan dengan membentuk sisten tata Negara yang accountable, terkontrol dan teruji. Lebih lanjut, ia mengurai beberapa Negara yang telah berhasil menutup peluang korupsi diantaranya Swedia, Koera Selatan, Jepang, serta Kanada. “Secara substansi RUU Tipikor ini sama dengan UU Korupsi yang ada sebelumnya, hanya yang membedakan adalah adanya peradilan khusus tipikor dengan menunjuk hakim ad hoc”, ujarnya. [nok]Kemiskinan Menurut Masyarakat Desa Tertinggal yang Religius
8 November 2007Kemiskinan seringkali dipahami sebagai gejala rendahnya kesejahteraan semata. Padahal, kemiskinan merupakan gejala yang bersifat kompleks dan multidimensi. Rendahnya tingkat hidup, yang seringkali dijadikan sebagai alat pengukur utama kemiskinan, pada hakikatnya hanya merupakan salah satu mata rantai dari sejumlah faktor penyebab munculnya lingkaran kemiskinan. Data statistik tentang kemiskinan yang tersedia umumnya disusun hanya berdasarkan indikator kesejahteraan bersifat agregat. Karena itu, tidak sepenuhnya dapat digunakan untuk mengungkap dan memahami gejala kemiskinan secara memadai. Data itu hanya mampu mengungkap besaran kemiskinan di suatu wilayah berdasarkan tingkat kesejahteraan. Namun, tidak dapat dipakai sebagai acuan untuk mengungkap sifat kemiskinan, sumber-sumber penyebab kemiskinan, maupun perilaku kelompok miskin dalam menyiasati keterbatasannya. Oleh karenanya, sulit dipakai sebagai acuan untuk memecahkan persoalan kemiskinan pada tingkat mikro.
Demikian pendapat Ir Syarif Imam Hidayat MM dalam disertasi berjudul “Kemiskinan dalam Perspektif Masyarakat Desa Tertinggal yang Religius”. Ujian akhir disertasi doktor bidang Ilmu Pertanian dengan konsentrasi Sosiologi Pertanian itu berlangsung hari Kamis (8/11), di Gedung E PascaSarjana Universitas Brawijaya. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir H Sugiyanto MS dengan kopromotor Prof Dr Ir H Sanggar Kanto MS dan Dr Ir H Kliwon Hidayat MS. Sementara dosen penguji terdiri dari Prof Dr Ir Hj Keppi Sukesi MS, Prof Dr Ir Eliezer Ginting MS, Dr Warsono MS, dan dosen penguji tamu dari Universitas Surabaya, Dr Ir Sumartono MS.
Lebih lanjut dikatakan, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih karena berkaitan dengan masalah tentang perspektif suatu masyarakat tentang kemiskinan yang menjejas diri mereka, di mana datanya lebih relevan diperoleh melalui wawancara maupun observasi. Secara khusus, studi kasus akan difokuskan di Desa Kamong, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang dengan pertimbangan bahwa berdasarkan pendataan kemiskinan dengan indikator baru oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur (2001), kabupaten Sampang menempati peringkat pertama jumlah penduduk dan rumah tangga miskin di seluruh Propinsi Jawa Timur.
Penelitian Syarif menyimpulkan, fenomena kemiskinan yang terjadi dalam masyarakat religius seperti di desa Kamoning sarat akan nilai-nilai serta prinsip-prinsip Islam. Maka dari itu, untuk mengungkapnya diketengahkan beberapa dalil naqli, dan makna harta menurut Islam. Keluarga miskin di Desa Kamoning memaknai kemiskinan yang menjejas dirinya adalah sebagai ujian keimanan yang senantiasa berbaik sangka kepada Allah, mereka tidak merasa miskin walau orang lain mengatakan dia miskin. Menurut mereka dirinya hanya miskin secara materi, tidak memiliki harta tetapi mereka para keluarga miskin itu tidak miskin moral apalagi sosial. Ada berbagai strategi atau cara keluarga miskin mempertahankan kelangsungan hidupnya, antara lain: hidup apa adanya, dengan cara makan apa adanya, mengurangi frekuensi dan kualitas makan, diversifikasi konsumsi makanan pokok, berpuasa, arisan, meminjam uang, silaturrahim kepada kerabat, diversifikasi pekerjaan, yang terakhir melakukan migrasi ke luar kota atau daerah.
Sebagai rekomendasi guna menanggulangi masalah kemiskinan: Pertama, harus dilakukan secara menyeluruh dan kontekstual, menyeluruh berarti menyangkut seluruh penyebab kemiskinan, sedangkan kontekstual, mencakup faktor lingkungan si miskin. Kedua, agar lebih terfokus dalam penanggulangan keluarga miskin, harus melalui tahapan berikut: (a). bagi mereka yang dalam kategori belum mampu, memperoleh bantuan untuk sementara; (b). bagi mereka yang dalam kategori sudah tidak mampu, memperoleh beras untuk orang miskin/raskin dan kartu sehat, (c). kelompok dalam kategori sedang tidak mampu, harus diberdayakan (empowerment). Kemiskinan harus diperangi melalui program antikemiskinan berupa perluasan kesempatan kerja produktif, pemberdayaan sumberdaya manusia, dan kemudahan mengakses berbagai fasilitas dasar, baik sosial maupun ekonomi. Peta kemiskinan harus mampu memberikan informasi pada tingkat agregasi mikro, yakni pada tingkat kecamatan dan pedesaan, khususnya pada tingkat level si aktor, untuk mengurangi salah sasaran. Ketiga, hendaknya dalam setiap upaya penanggulangan kemiskinan mengikutisertakan elite agama dan pimpinan pondok pesantren, yang diharapkan upaya tersebut dalpat meningkatkan kesadaran penduduk dan perubahan perilaku dalam memaknai hidup dengan tepat. Pada akhirnya pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Sampang dapat tercapai.
Pada saat yudisium, Syarif Imam Hidayat dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan konsentrasi sosiologi pedesaan, dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,96 dan lama studi 3 tahun 2 bulan).
Dr Ir Syarif Imam Hidayat MM adalah insinyur pertanian lulusan UPN Veteran Jawa Timur (1987), dan magister manajemen agribisnis dari PPS IPB Bogor (1994). Syarif Imam Hidayat, pernah menjabat sebagai dosen Fakultas Pertanian Sosek UPNV Jawa Timur (2001-2004) dan saat ini menjabat sebagai Kaprodi Magister Manajemen Agribisnis PPS UPNV Jawa Timur. Dari pernikahannya dengan Dra Hj Lita Joerinawati, Syarif Imam Hidayat dikaruniai 3 orang putra. [bhm]Sosialisasi Sistem Peringatan Dini Tsunami dan Gempa
8 November 2007Fakultas Matamatika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya, Kamis (8/11), mengadakan kegiatan Sosialisasi Sistem Peringatan Dini Tsunami dan Gempa Bumi.
Sosialisasi disampaikan oleh Drs Budi Waluyo DiplSeis beserta staf dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) di Jakarta.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen, karyawan, mahasiswa FMIPA, termasuk mahasiswa S3 di Unibraw serta dosen dan pimpinan perwakilan dari beberapa fakultas serta dari beberapa perguruan tinggi di Malang.
Acara didahului dengan sambutan Dekan FMIPA, dilanjutkan dengan presentasi oleh Drs Budi Waluyo dan diakhiri dengan diskusi dan tanya-jawab. Materi yang disampaikan meliputi dua hal yaitu: Sistem Peringatan dini Tsunami, dan Sistem Pengamatan Gempa Bumi.
Dalam paparannya Budi Waluyo mengatakan, Indonesia termasuk negara yang berada pada wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, sehingga berkonsekuensi tingginya bencana gempa bumi dan tsunami. Tingginya korban baik harta maupun jiwa akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Indonesia mendorong perlunya sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami (Indonesia Tsunami Early Warning System, InaTEWS).
Dikatakannya, Indonesia telah memulai proyek InaTEWS yang diketuai oleh Menristek. TEWS tersebut terdiri atas komponen pengamatan gempa bumi, komponen pengamatan gempa laut, komponen penyebaran informasi serta kesiapsiagaan dan kepedulian.
Infrastruktur yang mendukung aplikasi TEWS di Indonesia terdiri atas 160 seismograf (yang baru terpasang 22 milik BMG), 80 tide gange (yang baru terpasang 9 buah milik Bakosurtanal), serta 22 buah DART buoy (yang baru terpasang 1 buah milik BPPT). Seismograf milik BPPT tersebut, dijelaskan Budi, mampu mendeteksi peristiwa alam gempa bumi dan tsunami dan kemudian merekamnya. Dari rekaman tersebut, akan diperoleh informasi berupa waktu, kekuatan gempa dan tsunami, patahan serta posisi struktur lapisan bumi.
Peringatan dini ini memanfaatkan beda/selang waktu di antara gempa bumi dan tsunami. Menjelaskan tanda-tanda tsunami, Budi mengambilkan ilustrasi gempa bumi dan tsunami Aceh pada waktu silam. Ia mengatakan, tepat setelah terjadi gempa, air laut surut secara cepat dan ikan-ikan menggelepar, kemudian secara tiba-tiba muncul gulungan ombak setinggi 35 m yang menyapu warga Aceh, yang pada kesempatan tersebut baru berlibur di pantai karena bertepatan dengan hari Minggu.
“Selama ini gempa bumi dan tsunami di Indonesia memakan banyak korban di antaranya disebabkan tidak adanya peringatan dini”, ungkapnya. Pada kesempatan itu diperagakan alat sederhana dan murah untuk peringatan tsunami yang dipasang di pantai. [aw/nok]Pelatihan Hidrologi Kerjasama dengan Pemprov Papua
7 November 2007Bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Papua, Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Hidrologi dan Sistem Informasi Geografi (SIG).
Ketua Jurusan Ir Rini Wahyu Sayekti MS mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya memenuhi kebutuhan Pemerintah Provinsi Papua dalam meningkatkan wawasan keilmuan aparatnya di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum, terutama bidang keilmuan sumber daya air dalam rangka mengembangkan sarana prasarana air di wilayah Jayapura, Papua.
Diklat terbagi dua, yaitu Pelatihan Hidrologi yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya dan Perum Jasa Tirta selama tiga minggu (29/10-17/11), serta Pelatihan SIG yang dipusatkan di Balai Latihan Cipta Karya, Jayapura, Papua selama dua minggu (12/11-24/11).
Ketua pelaksana kegiatan Ir Janu Ismoyo MT mengatakan, kegiatan pelatihan hidrologi melibatkan 26 tenaga akademis Jurusan Teknik Pengairan. Materi yang diberikan meliputi ilmu-ilmu hidrologi, seperti analisis curah hujan rancangan hingga analisis debit banjir rancangan. Sedangkan metodologi yang diterapkan adalah pelatihan sistem modul di kelas, praktek di laboratorium komputer, studi lapang di bangunan-bangunan air di wilayah Malang Raya (bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta I), serta studi laboratorium hidrolika dan hidrologi. Sementara itu pelatihan SIG bertujuan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di Papua dengan menggunakan sistem tersebut.
“Kami berharap pelatihan ini berkesinambungan dengan ilmu-ilmu lain di bidang sumber daya air untuk mengembangkan SDM”, ujar Ketua Jurusan. Pihaknya juga terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. Dikatakannya, selama ini Jurusan Teknik Pengairan telah mengadakan berbagai diklat dan studi dengan berbagai tema, meliputi: banjir, kekeringan, konservasi, serta pengadaan air baku dengan pilot project di wilayah Malang Raya, Pasuruan, Jember, Batu, serta Probolinggo. [nok]Lokakarya Arah Restrukturisasi Fakultas Pertanian
6 November 2007Sistem pertanian Indonesia di masa depan akan memiliki berbagai fungsi. Setidaknya terdapat delapan fungsi pertanian masa mendatang, yaitu: mensejahterakan petani, menyediakan pangan, pemerataan pembangunan, pasar input bagi pengembangan agroindustri, menghasilkan devisa, menyediakan lapangan usaha dan lapangan kerja, peningkatan pendapatan nasional dan daerah serta mempertahankan kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan. Hal ini menjadi tantangan bagi para pembuat kebijakan, akademisi, stakeholder, pelaku sektor pertanian serta generasi muda sebagai penerus bangsa.
Demikian antara lain yang mengemuka dalam Lokakarya Penyamaan Persepsi Sivitas Akademika terhadap Arah Restrukturisasi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlangsung di Gedung PPI, Selasa (6/11). Dibuka oleh Dekan Prof Ir Sumeru Ashari MAgr Sc PhD, lokakarya diikuti oleh berbagai unsur pimpinan, dosen, tenaga administrasi, mahasiswa, dan alumni Fakultas Pertanian Brawijaya. Sesuai topiknya, lokakarya bertujuan untuk menyamakan persepsi sivitas akademika mengenai arah restrukturisasi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.
Hadir sebagai pembicara yaitu Kepala Graduate School of Strategic Marketing Bina Nusantara (BINUS) Amalia E Maulana PhD, Direktur Akademik Dirjen Dikti Dr Tresna Dharmawan Kunaefi, Prof Dr Ir Soentoro MS, Prof Dr Ir Soemarno MS, Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc, alumnus Fakultas Pertanian yang juga Corporate Secretary PTP Nusantara Ir Adig Suwandi, dr Arief Alamsyah, serta pembicara dari PT Tanindo Subur Prima.
Materi yang disampaikan di antaranya Manajamen Perguruan Tinggi Modern, Kebijakan Dikti dalam Pendidikan Pertanian, Dinamika Perkembangan PS dan Kurikulum, serta Konsep Restrukturisasi Fakultas Pertanian. Keluaran yang diharapkan dari penyelenggaraan lokakarya yaitu menghasilkan pendekatan di bidang pertanian yang lebih interdisiplin, dengan substansi dan metode pembelajaran yang lebih beragam, sehingga akan menghasilkan tingkat kompetensi yang lebih luas, utamanya menghasilkan sarjana pertanian yang lebih generalis. [nik]Lokakarya KBK Universitas Brawijaya
5 November 2007
Hasil evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menunjukkan, kualitas sebagian besar lulusan sarjana masih berada di bawah standar internasional. Kompetensi yang dimiliki oleh penyandang gelar itu pun dinilai sangat rendah. Sementara peningkatan kualitas proses pendidikan dan penelitian serta aplikasinya menjadi tuntutan utama dalam era globalisasi.
Menjawab tantangan ini, Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Brawijaya menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Gedung Widyaloka selama 3 hari, yakni 5/11, 12/11, dan 26/11. Tujuannya adalah melakukan peninjauan dan pengembangan kurikulum yang dinamis serta selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan stakeholders, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan dan kompetensi sebagai profesional di bidangnya. Kegiatan dibuka oleh Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS dan diikuti oleh para pembantu dekan bidang akademik, ketua jurusan, dan ketua program studi.
Dalam sambutan pembukaan, Prof Bambang Suharto mengatakan, dalam rangka meningkatkan kualitas proses pendidikan dan penelitian serta aplikasinya, Dirjen Dikti mengeluarkan kebijakan Relevance, Academic atmosphere, Internal management and organization, Sustainability, Efficiency and productivity (RAISE). Dengan lokakarya ini diharapkan akan tercipta KBK yang dinamis di lingkungan Universitas Brawijaya yang sesuai dengan kebutuhan dari stakeholder dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta adanya program inovasi yang menunjang proses pembelajaran yang berorientasi pada penelitian. Lebih lanjut akan menghasilkan keluaran berupa meningkatnya kepercayaan peminat/calon mahasiswa baru untuk melanjutkan studi di Universitas Brawijaya, memperpendek masa tunggu alumni dalam memperoleh pekerjaan, serta meningkatnya gaji yang diperoleh alumni.
Sebagai pembicara, di antaranya Prof Dr Suhardjono MPd dari Universitas Brawijaya, Direktur Akademis Dikti Dr Tresna Dharmawan Kunaefi, serta Prof Dr I Nyoman S Degeng MPd dari Universitas Negeri Malang, dan Dr Ir Ilah Sailah MS dari Institut Pertanian Bogor. Materi yang disampaikan meliputi “Pengembangan Soft Skill Mahasiswa dan Implementasinya dalam KBK (Manajerial, Leadership, Kewirausahaan, Kepribadian, Bakat, Minat dan Pembinaan Diri)”, “Standarisasi Proses, Output dan Outcome dalam Pengelolaan Pendidikan dan Kaitannya dengan KBK”, serta “Pengembangan Metoda dan Media PBM Penunjang Implementasi KBK”.
Dalam paparan yang mengulas tentang soft skill, Prof Suhardjono mengungkapkan, peran soft skill tak lain agar seseorang lebih berhasil dan lebih berfungsi sebagai anggota keluarga, komunitas dan dunia kerja. Soft skill dapat ditingkatkan melalui proses belajar mengajar (PBM) dengan cara membelajarkan learning to know and to do (hard skills), serta learning to be and to live together (soft skills) sebagai satu kesatuan dalam pembelajaran mata kuliah.
Mahasiswa juga perlu diajarkan agar menjadi KAKAP BESAR (Kreatif, Analisis kritis, Komunikatif, Ambil keputusan, Pecahkan masalah, BElajar terus, Sikap positif, Aktif proaktif dan Rasional). Selain melalui peningkatan proses belajar mengajar (PBM), soft skill dapat ditingkatkan melalui kegiatan ekstra kurikuler seperti LKTI, LKTM, outbond, hingga praktek komunikasi dan penyaluran minat bakat. [nik]Rektor ke Arab Saudi
3 November 2007Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito mengadakan kunjungan kerja ke Arab Saudi. Kunjungan selama 11 hari (3/11-13/11) ini adalah dalam rangka penjajakan kemungkinan kerja sama dengan beberapa universitas di sana. Dalam kunjungan itu Rektor didampingi oleh Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH dan Pembantu Rektor III Ir HRB Ainurrasjid MS.
Selama kepergiannya Rektor memberi tugas kepada Prof Dr Ir Bambang Suharto MS (Pembantu Rektor I) untuk melaksanakan tugas harian (Plh) Rektor Universitas Brawijaya. Demikian surat tugas bernomor 3201/J10/TU/2007 yang ditandatangani Prof Yogi Sugito 2 November 2007. [Far]Penerimaan CPNS Dosen Unibraw 2007
3 November 2007
Universitas Brawijaya pada tahun 2007 ini akan menerima 25 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tenaga dosen. Informasi tesebut dikeluarkan melalui pengumuman nomor 023/PENG/2007 tanggal 3 November 2007, yang ditandatangani Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito. Pengumuman itu didasarkan pada keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 4157/A4.1/KP/2007 tanggal 9 Oktober 2007, dan hasil rapat teknis kepegawaian 20-30 Oktober 2007.
Kualifikasi
CPNS yang akan diterima itu seluruhnya untuk golongan III/b dengan tingkat pendidikan S2 (magister atau master) atau spesialis dari berbagai kualifikasi akademik, dan akan ditempatkan pada 10 fakultas dan 2 program yang dimiliki Universitas Brawijaya. Formasi untuk FH 2 orang, FE 2, FIA 2, FP 2, FPt 2, FT 3, FK 2, FPi 2, FMIPA 2, FTP 2, Program Bahasa dan Sastra (Bastra) 2, dan Program Ilmu Sosial (PIS) 2.
Selengkapnya, kualifikasi akademik yang dibutuhkan, FH: ilmu hukum, kenotariatan, FE: akuntansi, perpajakan, commerce management (accounting), business administration (accounting), manajemen (pemasaran, keuangan), FIA: administrasi niaga, administrasi negara, administrasi publik, administrasi bisnis, FP: agribisnis, FPt: ilmu ternak (sosial ekonomi peternakan), teknologi hasil ternak, FT: teknik elektro (S1 teknik elektro), planologi/perencanaan wilayah dan kota (S1 planologi/perencanaan wilayah dan kota), teknik industri (S1 teknik industri), teknik informatika (S1 teknik informatika/teknik elektro), FK: spesialis anak, spesialis syaraf, spesialis mata (subspesialis vitreoretina dan penyakit makula, pediatri oftamologi dan strabismus), spesialis bedah umum, spesialis kedokteran jiwa, keperawatan (master ners), nutrisi, FPi: ilmu kelautan (S1 ilmu kelautan), teknologi kelautan (S1 perikanan), FMIPA: komputer, teknik komputer, manjemen informatika, informatika, sistem informasi, teknologi informasi, komputer grafis, matematika, matematika terapan, matematika komputasi, biologi (S1 mikrobiologi), kimia, FTP: ilmu dan teknologi pangan, teknologi hasil pertanian, bioteknologi (pertanian), teknologi pengolahan hasil pertanian, teknologi pangan dan gizi, teknologi pangan. Sedangkan untuk Bastra meliputi: humaniora (S1 sastra Inggris), bahasa Inggris, bahasa dan sastra Inggris, pendidikan bahasa dan sastra Inggris, pendidikan bahasa Inggris, humaniora (sastra Jepang), bahasa Jepang, sastra Jepang, pendidikan dan sastra Jepang, kajian wilayah Jepang (S1 bahasa/sastra Jepang), pendidikan bahasa Jeang, ilmu susastra (S1 bahasa/sastra Inggris atau S1 bahasa/sastra Jepang), pengkajian Amerika (America studies, S1 bahasa/sastra Inggris), ilmu linguistik (S1 bahasa/sastra Inggris atau S1 bahasa/sastra Jepang), kajian budaya dan media (S1 bahasa/sastra Inggris atau S1 bahasa/sastra Jepang), PIS: ilmu komunikasi, psikologi, hubungan internasional, master of arts, dan master of psychology.
Persyaratan
Adapun pelamar yang berhak mendaftar harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: WNI, berusia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun pada 1 Januari 2008 berdasarkan tanggal kelahiran pada ijazah, tidak sedang terikat kontrak dengan instansi/perguruan tinggi lain, tidak pernah dihukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Bagi pelamar yang berusia di atas 35 tahun tapi tidak melebihi 40 tahun, harus melampirkan keputusan pengangkatan pertama sampai terakhir minimal 10 tahun 10 bulan secara terus-menerus sejak 1 April 1997 sampai sekarang pada instansi pemerintah dan/atau lembaga swasta yang berbadan hukum yang menunjang kepentingan nasional, dan surat keterangan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan masih melaksanakan tugasnya pada instansi tersebut sesuai dengan PP nomor 98 tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan PP nomor 11 tahun 2002.
Tempat dan waktu pendaftaran
Penerimaan pendaftaran, seleksi administrasi, pengisian biodata, dan pengambilan nomor tanda peserta ujian dilaksanakan di Bagian Kepegawaian Unievrsitas Brawijaya, gedung Rektorat lantai V, mulai Sabtu 3 November 2007 hingga Selasa 20 November 2007, untuk hari Senin-Jumat pukul 08.00-15.00 WIB, Sabtu 08.00-13.00 WIB, hari Minggu libur.
Pelamar wajib menyiapkan dan menyerahkan kelengkapan adminsitrasi berupa: (a) surat lamaran ditujukan kepada Menteri Pendidikan Nasional melalui Rektor Universitas Brawijaya (tanpa meterai), ditulis dengan tinta hitam, ditandatangani pelamar dengan menyebutkan jabatan yang akan dilamar (yaitu: dosen); (b) fotokopi (1 lembar) ijazah dan transkrip (S1 dan S2) sesuai kualifikasi akademik yang dibutuhkan dengan IP kumulatif S2 di atas 3,00 dan telah disahkan pejabat yang berwenang (tanggal penetapan STTB/ijazah harus sebelum tanggal pelamaran, tidak boleh berupa surat keterangan atau pernyataan bahwa yang bersangkutan belum diwisuda), dan menunjukkan ijazah dan transkrip aslinya pada panitia pendaftaran; (c) kualifikasi akademik ijazah S1 dan S2 harus bersifat linear (contoh: kualifikasi S2 hukum, maka kualifikasi S1 harus juga S1 hukum); (d) pelamar dengan ijazah perguruan tinggi luar negeri harus melampirkan SK penetapan penyetaraan hasil penilaian ijazah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional; (e) memiliki nilai TOEFL ITP (institutional testing program) lebih dari 450 dan masih berlaku (2 tahun) yang dikeluarkan oleh ETS (educational testing service); (f) empat lembar pasfoto ukuran 3x4 cm, bertulis nama pelamar di baliknya, dan dimasukkan ke dalam kantung plastik; (g) mengisi surat pernyataan tidak sedang terikat kontrak kerja dengan istansi/perguruan tinggi lain; (h) mengisi surat perjanjian ikatan kerja; (i) membawa 2 lembar meterai Rp 6.000,00.
Lamaran dimasukkan ke dalam stofmap, warna merah untuk pelamar tenaga dosen FH, FE, dan FIA; hijau untuk pelamar tenaga dosen FP, FPt, FPi; kuning untuk pelamar tenaga dosen FT, FK, FMIPA; biru untuk pelamar tenaga dosen FTP, Bastra, dan PIS.
Ujian
Ujian seleksi diadakan dalam dua tahap. Tahap I, Kamis 29 November 2007, pukul 07.30-11.30 WIB di Sasana Samanta Krida Unibraw, dengan materi ujian: tes pengetahuan umum (bahasa Indonesia, Pancasila, kebijaksanaan pemerintah, tatanegara, sejarah, bahasa Inggris), dan tes bakat skolastik (kemampuan penalaran verbal, kuantititaif, dan analisis). Untuk itu peserta diminta membawa kelengkapan tes berupa kartu peserta tes, pensil 2B, karet penghapus, dan rautan pensil. Hasil ujian tahap I diumumkan Rabu, 12 Desember 2007.
Sedangkan ujian tahap II, dilaksanakan Jumat-Sabtu 14-15 Desember 2007, pukul 08.00-10.00 WIB di Student Center Unibraw, dengan materi ujian: tes substantif, wawancara dalam bahasa Inggris, dan wawancara dalam bahasa Jepang khusus pelamar S2 bahasa Jepang. Hasil ujian tahap II diumumkan Rabu 19 Desember 2007.
Lain-lain
Pelamar yang sudah memasukkan berkas lamaran sebelum pengumuman ini dikeluarkan, dan kualifikasi pendidikannya sesuai dengan pengumuman ini, dapat langsung memperbarui berkas lamarannya di tempat pendaftaran (tidak diadakan surat menyurat). Pada saat mendaftar, pelamar harus membawa pensil 2B dan karet penghapus. Tidak ada pungutan biaya pendaftaran. Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung pada panitia pendaftaran atau melalui e-mail rektorat@brawijaya.ac.id. [Far]Kunjungan Kerja Komisi X DPR-RI di Unibraw
2 November 2007Komisi X DPR-RI mengadakan kunjungan kerja di Universitas Brawijaya, Jumat 2/11, dipimpin oleh wakil ketuanya, Heri Akhmadi. Kunjungan kerja (kunker) itu melibatkan 7 orang anggotanya, 3 dari fraksi PDIP dan masing-masing 1 orang dari FPKB, FPG, FPBR dan FPAN. Kunjungan kerja itu merupakan rangkaian dari kunjungan kerja Komisi X DPR-RI ke Provinsi Jawa Timur, pada masa reses untuk masa persidangan pertama tahun sidang 2007-2008, mulai Kamis 1/11, hingga Minggu 4/11. Tujuannya, melaksanakan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran, serta menyerap aspirasi masyarakat khususnya bidang pendidikan. Menurut Heri Akhmadi, setiap 3 bulan sekali, yaitu pada masa reses, dilakukan kunker ke wilayah-wilayah untuk mengadakan rapat dengar pendapat dengan masyarakat.
Khusus di Unibraw, tim Komisi X mengadakan pertemuan dengan para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, direktur politeknik negeri, serta Kopertis VII. Pertemuan berlangsung di lantai VIII gedung Rektorat Unibraw, dipandu oleh Rektor Unibraw Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Dalam kesempatan itu, Heri Akhmadi mengatakan uji publik naskah RUU-BHP sampai sekarang masih belum selesai. Namun demikian, sudah berhasil disusun draf bersama mengenai status BHP. Tidak dipersoalkan lagi tentang kedudukan yayasan, perkumpulan, atau badan wakaf dalam BHP. RUU ini lebih banyak mengatur tentang akuntabilitas publik BHP itu sendiri. Di samping itu, demikian Heri Akhmadi, disepakati ada tambahan bab yang mengatur tentang pendanaan.
Selain RUU BHP, dibahas dalam pertemuan itu sertifikasi guru dan dosen dalam rangka peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pengembangan bidang ilmu dan keahlian keilmuan yang dianggap strategis oleh masyarakat.
Menurut Heri Akhmadi, pada tahun anggaran mendatang, disediakan dana untuk tunjangan profesional guru sebanyak Rp 3,4 triliun. Yang mendapatkan, tidak hanya guru negeri tetapi juga guru-guru swasta.
Sementara itu mengenai program hibah kompetisi, Heri Akhmadi mempertanyakan mengapa hanya 31 perguruan tinggi yang lolos.
Menanggapi pertanyaan mengapa RUU BHP tidak kunjung disahkan, anggota Komisi X dari FPDIP Dr Wayan Koster MM mengatakan tidak ingin terburu-buru, karena jika terjadi kesalahan tentu nantinya akan dikoreksi oleh Mahkamah Konstitusi. Sementara itu menanggapi pertanyaan tentang belum tercapainya anggaran pendidikan 20% dari APBN, anggota dari FPG Musfihin Dahlan mengatakan yang penting bukan persentasenya, namun lebih pada efektivitas penggunaan dana tersebut. [Far]Mahasiswa FTP Juara II Lomba Bisnis Plan 2007
2 November 2007
Agung Setyawan, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian berhasil meraih juara II pada Lomba Bisnis Plan 2007 yang diselenggarakan Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, tanggal 25 Oktober – 2 November 2007. Bertempat di Gedung Kementrian Pemuda dan Olahraga bersama dengan kesembilan nominator lainnya, ia membawakan judul Produksi Pita Tanam Organik Tanaman Padi. Selain lomba, diselenggarakan pula peringatan Sumpah Pemuda ke-79 dan pameran kerajinan menampilkan produk serta kebudayaan dengan produk peserta bisnis plan 2007. Ada pula lomba wirausaha teladan 2007 dengan seluruh perwakilan provinsi se-Indonesia, perwakilan mahasiswa ASEAN (kecuali Myanmar) plus China dan Korea.
Peserta Lomba Bisnis 2007 ini sendiri berasal dari umum dan merupakan suatu bentuk perencanaan bisnis yang belum beroperasi. Bisnis plan yang diperlombakan juga bukan merupakan skema distributor MLM, agen asuransi, member broker property, agen penjualan investasi bursa berjangka dan harus mampu diimplementasikan sebagai bisnis nyata. Penilaian dalam lomba ini sendiri meliputi variabel tujuan bisnis, deskripsi bisnis, aspek pemasaran bisnis, proyeksi keuangan bisnis, dan analisis resiko bisnis. Tahapan penilaian dilakukan dalam dua tahap yakni tahap Seleksi Bisnis Plan dan tahap interview Dewan Juri.
Dari tahapan seleksi bisnis plan, terpilih sepuluh nominator dari pelbagai penjuru tanah air, mahasiswa maupun umum yang diwajibkan mempresentasikan karyanya di hadapan juri. Setelah melalui tahapan interview, terpilih para pemenang. Juara I berasal dari Syammahfuz Chazali, mahasiswa Universitas Gajah Mada dengan judul Pemanfaatan Kompos dari Peternakan Sapi sebagai Bahan Aneka Kerajinan Gerabah dan juara III diraih oleh alumnus UGM yang membawakan tajuk Desa Mandiri Sampah dengan Pemberdayaan Masyarakat Lokal. Pemenang pertama mendapatkan uang tunai sebesar Rp 20 juta, pemenang kedua memperoleh uang tunai Rp 15 juta dan pemenang ketiga menerima Rp 10 juta. Ketiga pemenang memperoleh uang tunai sebagai modal awal usaha dan penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI. Sedangkan, kesepuluh nominator akan mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dan plakat dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI. [bhm]Dua Karya Ilmiah Mahasiswa Unibraw Finalis Lomba Bakosurtanal
1 November 2007
Dua karya ilmiah mahasiswa Universitas Brawijaya terpilih sebagai finalis Lomba Karya Ilmiah Nasional Tingkat Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) – MAPIPTEK.
Dua karya ilmiah itu masing-masing berjudul "Pemetaan Daerah Penangkapan Udang Berdasarkan Waktu dan Alat Tangkap di Weru Lamongan" karya Mustalafin (Fakultas Perikanan), Dian Agus Pramoko (Fakultas Perikanan), dan Tulus Basuki Widagdo (Fakultas Teknik), serta "Penyebaran Alat Tangkap Permukaan dan Hasil Tangkapan yang Beroperasi di Perairan Utara Kabupaten Lamongan Propinsi Jawa Timur" karya Maulana Imam Hafidh (Fakultas Perikanan).
Informasi ini disampaikan melalui dua surat, masing-masing bernomor 01/LKIN/F/MAPIPTEK/X/2007 dan 06/LKIN/F/MAPIPTEK/X/2007 tanggal 1 November 2007 yang ditandatangani Wakil Ketua Pelaksana Lomba, Ir Yuni Ikawati. Diberitahukan bahwa pada 3 Oktober 2007 dua karya ilmiah mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut ditetapkan sebagai finalis, dan berhak mengikuti tahap lanjutan berupa presentasi karya ilmiah di hadapan dewan juri yang akan dilaksanakan hari Sabtu/Minggu, 17/18 November 2007 dengan bertempat di Laboratorium Geospasial Parangtritis, Yogyakarta.
Dewan Juri terdiri dari Prof Dr Aris Poniman (Bakosurtanal), Dr Ir Subandono Diposaptono (Departemen Kelautan dan Perikanan), Dr A Harsono Soepardjo MEng (Ketua Program Magister Ilmu Kelautan Universitas Indonesia), Dr Wahyu Indraningsih (Kementerian Lingkungan Hidup), dan Dr Ninok Leksono Dermawan (KOMPAS).
Universitas lain yang juga menjadi finalis yaitu Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Universitas Hasanuddin (Makassar), Universitas Atmajaya Yogyakarta, Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Universitas Hang Tuah Surabaya, Universitas Negeri Jakarta, Politeknik Madiun dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. [bhm/nik]Pelatihan Kepemimpinan Bisnis dalam Koperasi
1 November 2007Ketua Unit KORPRI Universitas Brawijaya, Drs Djanalis Djanaid, bersama tim pelatih dari LPA FIA Unibraw dan Indogements, pekan silam memberikan pelatihan Kepemimpinan Bisnis dalam Koperasi. Pelatihan di Hotel Inna Garuda Yogyakarta ini, diikuti oleh pimpinan GKPRI (Gabungan Koperasi Pegawai Republik Indonesia) dan IKPRI (Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia) dari 30 propinsi di Indonesia. Pelatihan dibuka oleh Ketua IKPRI, Prof Dr Wagiono Mismangil dan berlangsung selama 4 hari, Minggu-Rabu (28-31/10).
Tim pelatih terdiri dari: Drs Kertahadi MCom, Drs Djamhur Hamid Dipl Buss, dan Drs Djuraid. Materi yang disampaikan meliputi: Teknik Membangun Perusahaan yang Memiliki Daya Saing, Manajemen Konflik dan Hati Nurani dalam Bisnis, Manajemen Perubahan dalam Kepemimpinan Bisnis, Motivasi dan Gaya Kepemimpinan Bisnis serta Peluang Bisnis dan Sifat-sifat Seorang Pebisnis yang Unggul.
Dalam presentasinya Djanalis Djanaid menilai, selama ini koperasi, khususnya KPRI (Koperasi Pegawai Republik Indonesia), hanya memiliki kekuatan di bidang simpan-pinjam dan hanya sedikit di bidang pertokoan. Menurut Djanalis Djanaid, seharusnya koperasi, terutama KPRI, sudah harus mulai bergerak ke wilayah produksi, karena KPRI memiliki keunggulan berupa ribuan toko-toko sebagai distributor. Keunggulan ini menurut Djanalis Djanaid mampu membuat industri kecil feasible atau laku. “Sayangnya, sampai saat ini belum ada koperasi yang mengarah ke sana”, tambahnya. Menurut Djanalis, hal ini dikarenakan kelemahan sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang kepemimpinan eksekutif. “Melalui kegiatan unit usaha produksi yang bisa ditangani koperasi, diharapkan koperasi akan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya”, kata dia. [nok]Beasiswa BNI untuk Mahasiswa Unibraw
1 November 2007Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Yogi Sugito, Kamis (1/11), menerima secara simbolis bantuan beasiswa dari PT BNI Tbk (Persero). Beasiswa senilai Rp 72 juta itu diserahkan oleh Muhammad Adil SE MM, Wakil Kepala Wilayah 6 BNI di lantai VIII gedung Rektorat, disaksikan oleh para pembantu rektor, dekan, pembantu dekan, kepala biro, serta perwakilan mahasiswa. Beasiswa itu diperuntukkan bagi 10 fakultas dan 2 program, masing-masing dengan alokasi Rp 6 juta per tahun. Bantuan beasiswa serupa juga diberikan BNI kepada beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia.
Dalam sambutannya Muhammad Adil mengatakan, pemberian bantuan beasiswa merupakan salah satu bentuk dari corporate social responsibility BNI kepada masyarakat. Selain itu, juga merupakan perwujudan usaha peningkatan kerjasama yang telah terjalin antara BNI dengan Universitas Brawijaya.
Sementara itu, Prof Yogi Sugito menghargai keterlibatan BNI dalam dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa Universitas Brawijaya. Jumlah uang yang beredar di lingkungan Universitas Brawijaya, menurut Rektor, setiap tahun lebih kurang Rp 309 milyar. Jumlah ini berasal dari aktivitas 30 ribu orang sivitas akademika. Ditambahkan, dari 28 ribu orang mahasiswa, sepuluh persen di antaranya terdiri dari mahasiswa kurang mampu. Selain ketidakmampuan dalam membayar SPP, para mahasiswa itu juga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka setiap bulannya. Untuk membantu memecahkan permasalahan tersebut, mulai tahun akademik 2007/2008 Universitas Brawijaya menerapkan SPP proporsional. Dan untuk tahun akademik 2007/2008, Universitas Brawijaya mengalokasikan dana beasiswa sebesar 6,5 milyar. Dana ini berasal dari beberapa perusahaan, yayasan dan unsur pemerintah. [nik]Perpustakaan Unibraw: Launching Jurnal ProQuest Online
1 November 2007Kepala Perpustakaan Universitas Brawijaya Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib, Kamis (1/11), meluncurkan jurnal ProQuest Online dalam sebuah acara di gedung PPI Universitas Brawijaya. Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan peserta itu merupakan upaya Perpustakaan Universitas Brawijaya dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan kepada sivitas akademika Universitas Brawijaya. Sebelumnya, jurnal ProQuest Online telah diujicobakan secara gratis bagi sivitas akademika pada 19 Maret sampai dengan 20 Juni 2005.
ProQuest Online adalah sebuah situs yang berisi ribuan jurnal dari segala bidang. Format di dalamnya dikemas dalam bentuk teks grafis, page image PDF dan abstraksi. Kelebihan ProQuest Online, setiap orang diberi kesempatan untuk melakukan download jurnal dan dapat dikirimkan kepada orang lain menggunakan e-mail. Beragam jurnal yang terdapat dalam ProQuest Online, yakni: Business Periodicals ondisc research edition, atau database bidang ilmu ekonomi dan bisnis seperti manajemen, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, akuntansi, dan sebagainya; ProQuest Medical Library atau database bidang ilmu kedokteran seperti kedokteran umum, pediatri, obstetri, radiologi dan sebagainya; ProQuest Science Journal atau database bidang ilmu teknik dan sains seperti teknik kimia, metalurgi, mesin dan sebagainya; serta Academic Research Library atau database yang mencakup berbagai bidang studi termasuk social science, humanities, environment, dan sebagainya.
Melalui warung-warung internet, pengguna dapat masuk ke situs ProQuest yang beralamat http://www.proquest.com/pqdweb. Sementara bagi pengguna di lingkungan kampus Universitas Brawijaya dapat mengakses melalui situs http://www.proquest.com/pqdauto. Jurnal ProQuest Online, menurut Welmin, diprioritaskan pada pengguna dari kalangan sivitas akademika di dalam lingkungan kampus. Hal ini tak lain karena aplikasi jurnal tersebut hosting pada server milik UPPTI (Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi) Unibraw yang terhubung dengan fiber optic. Welmin menegaskan, kelangsungan jurnal ProQuest Online di Universitas Brawijaya sangat tergantung pada sivitas akademika sebagai pengguna. Keberadaan jurnal online dengan alokasi dana sebesar Rp 540 juta per tahun tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh sivitas akademika Universitas Brawijaya. Direncanakan dalam waktu dekat, Perpustakaan Universitas Brawijaya akan mengadakan road show ke fakultas-fakultas untuk mensosialisasikan dan menggugah sivitas akademika agar memanfaatkan fasilitas tersebut. [nik]Prof Bambang Suharto Hadiri Global Forum di Seoul
1 November 2007Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS didampingi Koordinator Kerjasama Luar Negeri Ir Abdul Cholil mengikuti Global Human Resource Forum 2007, di Seoul, Korea Selatan, 23-25 Oktober 2007. Forum ini merupakan pertemuan antara perguruan tinggi dan dunia industri yang difasilitasi pemerintah melalui departemen terkait dan sejumlah industri besar di Korea Selatan.
Tema pertemuan adalah “Human Resource Solutions for the Next Generation”, dengan tujuan antara lain untuk mengidentifikasi trend dan tantangan dalam SDM (sumberdaya manusia) untuk generasi yang akan datang, saling berbagi dalam pendekatan dan pratek inovasi SDM pada sektor pemerintah dan swasta, mengeksplor solusi SDM yang tersedia dari sudut pandang global.
Keynote speakers yang diundang antara lain mantan Presiden AS Bill Clinton, Vice Chairman Perseus LLC Richard C Holbrooke, Francis Fukuyama dari John Hopkins University, dan Chairman Mitsui Sumitomo Insurance Co Ltd Yoshiaki Shin.
Diskusi terbagi menjadi 4 komisi (track). Track 1 membahas Innovation in Higher Education; track 2: Innovative Talent Strategies in Global Enterprises; track 3: National HR Strategies for Sustainable Development; dan track 4: Trans-National and Cross-Sectoral Dialogue on HR.
Para penyaji berlatar belakang berbagai sektor: pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan industri, dan berasal dari berbagai negara. Sementara itu peserta, lebih dari 1500 orang, berasal dari kalangan perguruan tinggi, industriawan, pemerintahan, dan serikat pekerja.
Pada kesempatan itu Prof Bambang Suharto dan Ir Abdul Cholil mengikuti track 1 yang lebih berkonsentrasi di bidang pendidikan. Dari sesi tersebut diperoleh kesimpulan, kerjasama antara dunia pendidikan dan industri yang difasilitasi pemerintah sangat penting dalam menentukan kurikulum yang memungkinkan pengembangan ilmu pengetahuan seluas-luasnya, tetapi tetap dapat menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan dunia industri. Dalam hal ini dunia industri berkewajiban membantu penyediaan dana penyelenggaraan pendidikan tesebut. Rencananya, pertemuan semacam itu memang akan diadakan secara periodik.
Prof Bambang Suharto berkomentar, di Indonesia kenyataan seperti itu sangat jarang terjadi. Padahal forum yang mempertemukan dunia industri dengan dunia pendidikan sangatlah penting, agar penelitian-penelitian yang dilakukan perguruan tinggi lebih bermanfaat untuk menjawab tantangan dunia industri dan dunia industri pun dapat menyerap lulusan perguruan tinggi. Ringkasnya, terjadi link and match. Tidak seperti sekarang ini, penelitian perguruan tinggi lebih banyak bersifat basic, sehingga kurang bermanfaat bagi pengembangan industri. [abc]