Last updated 30/6/2006
By: Farid Atmadiwirya
Juni 2006

Habis Terjual, Tapi Ada 3 Formulir Tidak Diambil
30 Juni 2006
Pada hari kesepuluh, 30 Juni 2006, suasana tempat pendaftaran SPMB di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya tetap ramai. Namun bagian penjualan formulir, baik loket Bank BNI maupun loket penukaran formulir telah ditutup. Kegiatan masih nampak di dalam gedung, yakni pengisian dan penyerahan isian formulir kepada panitia, serta pemeriksaan berkas-berkas persyaratan peserta, di samping proses pengecekan dan penjilidan presensi peserta tes.
Isian formulir yang sudah kembali hingga Jumat sore 30/6 tercatat sebanyak 8337 lembar, terdiri dari IPA 3128, IPS 3737, dan IPC 1972. Berarti yang belum kembali sebanyak 163 lembar, terdiri dari IPA 72, IPS 63, dan IPC 28.
Seluruh formulir telah habis terjual. Bank BNI Cabang Unibraw telah mengeluarkan struk penerimaan setoran untuk seluruh 9000 formulir jatah Unibraw. Tapi kenyataannya masih tersisa 3 lembar formulir yang tidak diambil, 2 formulir IPS dan 1 formulir IPA.
Menurut panitia pendaftaran, hal ini kemungkinan dikarenakan si calon tidak lulus ujian UAN sehingga membatalkan niatnya untuk mendaftar SPMB. Selain itu, kemungkinan pula si calon sudah diterima di perguruan tinggi lain, atau mendaftarkan diri ke perguruan tinggi lain. Seperti diketahui, bersamaan dengan pendaftaran SPMB ini Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) juga membuka pendaftaran, dan kabarnya jumlah pendaftar telah mencapai 20000 orang, atau kurang lebih sama dengan jumlah peserta SPMB di lokal Malang. [Far]

Nyaris Habis, Formulir Pendaftaran SPMB Unibraw
29 Juni 2006
Sampai hari kesembilan, Kamis 29/6, persediaan formulir pendaftaran SPMB Universitas Brawijaya nyaris habis. Dari seluruhnya 9000 lembar formulir, telah terjual 8996 lembar dengan rincian IPA 3199, IPS 3798, dan IPC 1999. Empat lembar formulir yang tersisa (IPA 1, IPS 2, dan IPC 1) dapat dipastikan habis pada hari terakhir pendaftaran besok.
Oleh panitia, para calon peserta SPMB, disarankan untuk mengambil formulir di panitia sub lokal Universitas Islam Negeri (UIN) Malang di Jalan Gajayana, karena di sub lokal Universitas Negeri Malang (UM) persediaan formulir juga telah habis. Kabarnya, stok formulir pendaftaran di UIN pun saat ini sudah menipis, karena telah terjual sekitar 1600 lembar dari jatah UIN 2000 eksemplar.
Namun demikian panitia pendaftaran di sub lokal Unibraw tetap melayani calon hingga penutupan besok Jumat 30/10 sore. Panitia masih menerima pengembalian isian formulir, karena sampai hari ini Kamis 29/10 baru 8021 lembar formulir yang sudah kembali atau 89,2% dari jumlah formulir beredar sebanyak 8996 lembar, terinci atas formulir IPA 2881, IPS 3359, dan IPC 1781 lembar. Masih ada 975 lembar yang belum kembali (10,8%).
Lokasi Ujian Tulis
Dengan demikian, panitia sub lokal tinggal mempersiapkan pelaksanaan ujian tulis pada tanggal 5 dan 6 Juli 2006. Hari pertama (5/7) untuk ujian kemampuan kuantitatif dan kemampuan bahasa, sedangkan hari kedua (6/7) untuk kemampuan IPA (pagi), dan kemampuan IPS (siang).
Lokasi ujian SPMB Unibraw seluruhnya di dalam kampus. Untuk kelompok IPA, di Lab FK, Graha Medika FK, ruang RK Amfi FK, RK Anatomi dan Biomedik FK, Sosek FP, Tanah FP, Gedung A FP, Lab Pangan FTP, Faperik, Fapet, FMIPA, Matematika MIPA, Biomolekuler MIPA, FTP, dan Pasca-sarjana. Sedangkan untuk kelompok IPS, di Gedung Justitia FH, FE, FIA, FTP, Pariwisata FIA, FT Mesin II, FT Sipil, Lab Beton FT, Lab Mektan FT, Gedung A FT, dan D-III FP. Untuk kelompok IPC meliputi gedung RKB, FH, FT Mesin, dan FT Elektro
Kartu peserta
Panitia mengimbau agar peserta selalu menjaga kartu peserta ujian karena kartu peserta merupakan kartu identitas yang harus selalu dijaga (agar tidak hilang, robek, atau rusak karena tercuci dan sebagainya) mulai saat pendaftaran hingga pendaftaran ulang apabila calon lulus dan diterima di salah satu program studi pilihannya.
Menurut Rektor Unibraw Prof Dr Ir Yogi Sugito, berdasarkan pengalaman tahun-tahun silam, tidak sedikit calon yang tidak lolos seleksi karena kesalahan mengisikan identitas ini. Artinya, pengisian nomor tes dan nama peserta, baik penulisan maupun penghitaman bulatan pada formulir pendaftaran, harus sama persis dengan pengisian identitas pada lembar jawaban ujian LJU) selama dua hari ujian nanti. Ketidakkonsistenan dalam pengisian formulir maupun lembar jawaban ujian akan merugikan peserta sendiri.
Informasi mengenai lokasi ujian, juga perlu diperhatikan oleh calon. Sehari sebelum ujian, calon sudah harus tahu di mana, di ruang berapa, dan di lokal mana ia akan mengerjakan ujian. Kalau terjadi kesalahan lokasi ujian, maka calon akan membuang-buang waktu untuk mencari tempat di mana seharusnya dia menempuh ujian. Kesalahan seperti ini dari tahun ke tahun selalu terjadi, meskipun panitia sudah mengantisipasinya dengan membuatkan denah dan peta lokasi ujian, dan mengharuskan calon untuk mengecek lokasi ujiannya masing-masing sesuai dengan yang tercantum pada kartu peserta.
Hasil ujian akan diumumkan pada tanggal 4 Agustus 2006, melalui internet pada situs www.spmb-pusat.org (mulai pukul 18.00 WIB), atau pada papan-papan pengumuman (mulai pukul 23.59 WIB). [Far]

Disertasi Ir Subijanto MM: Dilematika Rokok
29 Juni 2006
Kebiasaan merokok telah menjadi fenomena yang mengglobal. Di Indonesia, rokok mengalami satu dilematika serius. Keberadaan pabrik rokok telah menghasilkan pendapatan yang besar bagi pemerintah. Tidak kurang dari Rp 23 trilyun mengucur ke kantong pemerintah dari cukai rokok tiap tahunnya. Selain itu, dari sisi tenaga kerja, pabrik rokok telah menyerap tenaga kerja lebih dari 23 juta manusia Indonesia.
Demikian Ir. Subijanto MM dalam disertasi yang berjudul "Kampanye Antirokok Pemerintah dan Respon Pabrik Rokok: Pengaruh Kampanye Antirokok Pemerintah dan Iklan Pabrik Rokok terhadap Perilaku Perokok di Jawa Timur". Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 29/6, menggelar ujian terbuka disertasi bagi Ir Subijanto MM. Ujian akhir terbuka ini dipromotori oleh Prof Dr M Saleh Safradji MADE serta kopromotor Prof Dr Djumilah Zain SE dan Prof Dr Moeljadi P SU. Sedangkan penguji terdiri dari Prof Dr Taher Alhabsji, Armanu Thoyib SE MSc PhD, Dr Mintarti Rahayu MS, dan Prof Dr R Andi Sularso MSM (penguji dari Universitas Jember).
Menurut Subijanto, kebiasaan merokok telah menjadi “candu” yang tidak mudah diusik. Dalam ujian tersebut, kopromotor Prof. Dr. Moeljadi SU bahkan sempat membandingkan kebiasaan merokok yang ada di Indonesia dengan di luar negeri. Ungkapan yang lazim di masyarakat kita dan telah menjadi mitos, "mati tidak mati bukan karena rokok". Sedangkan di luar negeri, "mati tidak mati ditentukan rokok". Di samping itu diungkap pula mitos lainnya seperti, "kerja ingat rokok" untuk kasus Indonesia. Sedangkan di luar negeri, "rokok ingat kerja".
Menanggapi ini, Subijanto mengangkat pula permasalahan berbagai penyakit yang harus ditanggung dari kebiasaan merokok yang telah menjadi kampanye internasional termasuk pula Indonesia. Namun menurutnya, kampanye antirokok di Indonesia masih dilakukan dengan setengah hati karena berbagai “iming-iming” yang diperoleh pemerintah dari cukai dan lapangan pekerjaan.
Sementara itu, di tengah kampanye antirokok yang gencar dilaksanakan di mana-mana, perusahaan rokok pun tidak henti-hentinya berekspansi melalui berbagai iklan di media. Dipaparkan dalam disertasinya, iklan rokok tersebut
bagi perusahaan rokok hanya bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar yang telah ada terutama bagi merek-merek tertentu tanpa merangsang bukan perokok menjadi perokok. “Sementara itu, di sisi lain, kampanye antirokok yang dilakukan setengah hati tersebut belum laku, justru memperkuat brand image bagi rokok tersebut, ungkap Subijanto ketika diwawancarai.
Mengatasi hal tersebut, Subijanto merekomendasikan agar pemerintah dan pabrik rokok duduk bersama untuk menemukan win-win solutions di antaranya terkait kualitas bahan baku tembakau yang rendah nikotin, tar dan zat kimia berbahaya, mendirikan pusat-pusat pengobatan yang bekerjasama dengan pabrik rokok, fasilitasi konseling bagi mereka yang berniat berhenti merokok serta mendirikan pabrik farmasi yang khusus menghasilkan obat bagi penyakit yang diduga disebabkan oleh rokok, sehingga pabrik rokok masih tetap berproduksi, cukai masih bisa masuk ke kantong pemerintah dan masyarakat tetap sehat tanpa adanya PHK bagi karyawan pabrik rokok.
Dalam yudisium, Subijanto dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu ekonomi dengan kekhususan manajemen, dengan predikat sangat memuaskan.
Dr. Ir. Subijanto MM, pria kelahiran Kedungagung, Banyuwangi, 58 tahun silam, dari pasangan Moersidi (alm) dan Sunarsih. Menikah dengan Ir. Dra. Medy Mulya Fifien Prahari Budhihartini MM, Subijanto dikaruniai 3 orang putera dan puteri. Sarjana pertanian Universitas Jember (1982), dan magister manajemen dari  STIE Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia (1999) ini bekerja sebagai tenaga pengajar (dosen) pada Universitas Wijaya Putra Surabaya. [nok]

Sosialisasi Beasiswa ADS 2007 di Unibraw
28 Juni 2006
Globalisasi dunia membuka peluang bagi setiap individu untuk mengakses pendidikan. Salah satu negara yang menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam bidang pendidikan adalah Australia.
Bertempat di gedung PPI Universitas Brawijaya, pada Rabu (28/6) diselenggarakan sosialisasi beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) dari AUSAID. Menurut Adi Susilo PhD, penanggung jawab sekaligus bertindak selaku narasumber, kegiatan sosialisasi ini membuka peluang bagi siapapun untuk belajar di Australia. ”Semakin banyak orang yang melamar, harapannya akan semakin banyak pula insan berkualitas yang akan berhasil dijaring dengan proses yang transparan”, ungkap Adi Susilo yang alumni James Cook University, Queensland, Australia.
Lebih lanjut Adi Susilo yang juga pakar geofisika Universitas Brawijaya ini mengatakan, untuk tahun 2007 menurut rencana akan diseleksi 300-360 penerima beasiswa. Sepuluh persen di antaranya untuk program doktor, dan 90% sisanya untuk program magister, yang akan diterima pada 39 universitas di Australia.
Menjawab pertanyaan mengenai ketegangan antara Australia dengan Indonesia yang melibatkan 2 universitas di Australia, Adi Susilo mengatakan, pendidikan di Australia terpisah dari aktivitas politik. ”Jadi tergantung pada penerimaan masing-masing individu”, ungkapnya. Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga disosialisasikan berbagai persyaratan dan tips serta trik guna lolos dalam seleksi beasiswa. Hadir dalam kesempatan tersebut sekitar 150 peserta baik dari dalam maupun dari luar Unibraw. Bahkan beberapa alumni dari luar Malang dengan berbagai profesi turut pula menghadiri presentasi tersebut. [nok].

Formulir Pendaftaran SPMB Unibraw Tinggal 118 Lembar
28 Juni 2006
Pendaftaran SPMB Universitas Brawijaya, Rabu 28/6, telah memasuki hari kedelapan. Sampai hari kedelapan ini, jumlah formulir terjual telah mencapai 8882 lembar, atau 98,7% dari jatah 9000 lembar. Secara rinci, formulir IPA terjual 3131, IPS 3798, dan IPC 1953. Untuk hari ini saja, jumlah formulir terjual 436 lembar, terdiri dari IPA 215, IPS 46, dam IPC 175 lembar.
Dengan demikian, saat ini jumlah formulir hanya tersisa 118 lembar (1,3%), sementara pendaftaran masih akan berlangsung selama 2 hari kerja lagi, hingga Jumat 30 Juni 2006. Dengan semakin menipisnya persediaan formulir, panitia Sub Lokal Unibraw telah mengantisipasi dengan mengambil kebijakan mempersilakan calon mengambil formulir di Sub Lokal UIN Malang di Jalan Gajayana, khususnya formulir IPS. Hal yang sama juga dilakukan oleh Sub Lokal Universitas Negeri Malang (UM), karena jumlah formulir di sana tinggal puluhan saja.
Sementara itu jumlah isian formulir yang telah kembali, hingga hari Rabu 28/6, mencapai 6545 lembar atau 73,7% dari jumlah formulir beredar sebanyak 8882 lembar, terinci atas formulir IPA 2353, IPS 2760, dan IPC 1432 lembar.
Berdasarkan cara penjualan formulir, ternyata lebih dari separuh dijual secara kolektif, yaitu sebanyak 4623 lembar atau 51,4% dari seluruh jatah Unibraw. Terinci atas IPA 1714, IPS 1971, dan IPC 938. Selebihnya formulir dijual secara perorangan. Penjualan secara kolektif mencapai puncaknya, hari Senin 26/6, yakni 2195 lembar, terdiri dari IPA 705, IPS 1010, dan IPC 480. Angka penjualan pada hari Senin itu sudah termasuk angka penjualan ke luar kota (Madiun, Kediri dan Probolinggo) yang dilakukan pada hari Minggu 25/6. [Far]

Menghindari Culture Shock, Perlu Pendekatan Manajemen
28 Juni 2006
Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 28/6, menggelar ujian terbuka disertasi bagi Drs. Asmaji Darmawi MM. Dalam ujian terbuka itu, kandidat doktor dalam bidang ilmu administrasi ini memperthankan disertasi berjudul "Revitalisasi Perbankan di Era Otonomi Daerah (Kajian Good Corporate Governance pada Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan).
Dalam disertasinya, Asmaji Darmawi menyimpulkan dan menyarankan beberapa hal yang dapat dijadikan rujukan bagi pelaksanaan revitalisasi, terutama untuk lembaga BUMD (badan usaha milik daerah) yang bertugas melaksankan pelayanan publik, sekaligus sebagai lembaga yang berfungsi untuk menghasilkan profit.
Hasil penelitian Asmaji menunjukkan, revitalisasi perbankan yang dilakukan melalui kajian good corporate governance, telah memunculkan implementasi kebijakan makro pada kebijakan mikro sebagai landasan revitalisasi Bank BPD Kalsel. Selain itu, implementasi kebijakan makro pada kebijakan mikro dengan diberlakukannya visi dan misi Bank BPD Kalsel yang sebelumnya tidak ada, dan diterbitkannya SK Direktur tentang lima pilar kebijakan umum yang harus ditaati dan dipatuhi oleh manajemen muapun stakeholder Bank BPD Kalsel.
Sementara itu, pengelolaan kekuatan revitalisasi perbankan di era otonomi daerah oleh Bank BPD Kalsel melalui kajian good governance telah dilaksanakan, sehingga terwujud komitmen Bank BPD Kalsel untuk menciptakan good corporate image dengan motto "Banknya Urang Banua" sebagai komitmen pelaksanaan good corporate governance, dan diimplementasikan melalui SK Direksi tentang pedoman pengelolaan sumberdaya manusia jalur karier.
Selain dampak positif, ditemukan juga dampak negatif sementara (negative while effect) proses revitalisasi Bank BPD Kalsel bagi pegawai yang belum siap melaksanakan prinsip-prinsip good corporate governance. OLeh sebab itu disarankan untuk memberikan sosialisasi yang intensif kepada pegawai untuk menghindari culture shock. Sosialisasi, menurut Asmaji, sebaiknya dilakukan dengan pendekatan langsung secara personal dan impersonal oleh manajemen. Dengan menggabungkan kedua pendekatan itu maka good corporate governance dapat betul-betul mencapai derajat peningkatan yang rasional dan wajar. Pada gilirannya, semua warga perusahaan akan bersedia sepakat secara personal melaksanakan good corporate governance.
Ujian terbuka ini dipromotori oleh Prof Dr Rijadi Soeprapto MS serta kopromotor Prof Dr Sjamsiar Sjamsuddin dan Dr Sumartono MS. Penguji terdiri dari Prof Drs Ismani HP MA, Prof Dr Salladien, Dr Suhartono MM, dan Prof Dr Yacob Warella MPA (dari Universitas Diponegoro). Dalam yudisium, Asmaji Darmawi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu administrasi, dengan predikan memuaskan.
Dr. Asmaji Darmawi adalah pria kelahiran Haruyan, Kalimantan Selatan, 16 September 1944, sarjana ilmu sosial politik lulusan Universitas Gadjah Mada (1971), magister manajemen STIE Jakarta (1996). Semasa mahasiswa aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, dan sejak 1973 hingga kini bekerja sebagai dosen Universitas Lambung Mangkurat. Pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan I FISIP Unlam (1974-1978), Ketua Kamar Dangan dan Industri (Kadin) Kalsel (1974-1992), Ketua Gabungan Pengusaha Karet (GAPKINDO) Kalsel-Kalteng (1990-2002), Komisaris Bank BPRS Berkah Genada (1993-1998), Pembina lembaga keuangan mikro syariah Baitul Mal Wat Tamwil, Operational and Management Proyek Asian Development Bank (ADB) di Kalsel dan Jawa Tengah (1998-2002).
Selain itu Asmaji juga aktif dalam lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti Lembaga Bina Potensia Banjarmasin (1982), dan saat ini sebagai ketua badan pembina Local Area Research and Empowerment (LAREC) sekaligus pembina Koperasi LAREC, salah satu koperasi unggulan di Banjarmasin. [Far]

Raker Penyusunan DIPA 2007
28 Juni 2006
Jajaran bidang administrasi keuangan Universitas Brawijaya, Rabu 28/6,  mengadakan rapat kerja penyusunan anggaran DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) tahun 2007. Rapat kerja diadakan di Hotel Kusuma Agro Wisata, Batu, dan dibuka oleh Rektor Prof Dr. Ir. Yogi Sugito. Hadir sebagai peserta, para Pembantu Dekan II dan para pejabat di bidang administrasi keuangan dari unit-unit kerja yang ada.
Dalam kesempatan itu Rektor menyampaikan pokok-pokok program kerja rektor selama 4 tahun ke depan. Dalam bidang pendidikan, Rektor menekankan upaya-upaya peningkatan kualitas mahasiswa baru, peningkatan kualitas sarana proses belajar mengajar, pengembangan job placement center, penataan program studi dan kurikulum, peningkatan mutu dan nilai akreditasi program studi, peningkatan jumlah jurusan/progran studi/unit yang menerima dana program hibah kompetisi (PHK), peningkatan peran Pusat Jaminan Mutu, dan penyelenggaraan kelas internasional. Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, Rektor akan memperluas kerjasama, mengambangkan pusat-pusat studi/kajian, membuat payung penelitian dan pengabdian kepadamasyarakat, meningkatkan produk iptek baru dan HaKI (hak ata kekayaan intelektual), meningkatkan pendapatan institusi dari proyek kerjasama, meningkatkan peran inkubator bisnis (Inbis), dan meningkatkan koordinasi antara lembaga dan fakultas/jurusan. Di bidang keuangan, Rektor menegaskan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan dana, menggali dana yang lebih besar, mengembangkan "profit center", dan memberdayakan aset.
Sementara itu mengenai kepegawaian (dosen dan karyawan), Rektor memrogramkan peningkatan kualitas dosen melalui studi S3, dan karyawan melalui pelatihan-pelatihan, pemberian penghargaan yang layak bagi staf yang berprestasi, memfasilitasi pengadaan perumahan, transportasi, santunan kesehatan, bantuan biaya perjalanan ibadah haji, dan lain-lain, peningkatan insentif, dan pemberian bantuan pendidikan bagi putra-putri karyawan.
Dalam bidang kemahasiswaan dan alumni, Rektor berupaya meningkatkan dana operasional kemahasiswaan, memberikan penghargaan bagi mahasiswa berpresatsi, meningkatkan pemberian beasiswa dan keringanan pembayaran SPP, meningkatkan peran Kopma dan Asrama Mahasiswa, meningkatkan kenyamanan belajar, dan meningkatkan peran alumni dalam pendanaan dan pemberian kesempatan kerja bagi lulusan. Dalam bidang kerjasama, Rektor berniat untuk menjalin kerjasama yang lebih luas dan proaktif, meningkatkan peran jurusan dan fakultas dalam kerjasama, dan meningkatkan pendapatan institusi melalui kerjasama.
Tim dari Setjen Depdiknas Jakarta dalam rapat kerja ini menyampaikan materi ”Mekanisme Penghapusan Barang dan Gedung” serta ”Kebijakan Anggaran DIPA (PNBP) Tahun 2007”. Dalam sesi-sesi berikutnya, bertindak sebagai narasumber adalah Pembantu Rektor II Prof Dr Moch Munir SH yang menyampaikan materi ”Pembahasan Tarip-Tarip Baru, Kebijakan-Kebijakan”,
Tim Pengadaan Unibraw dengan materi ”Mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa Berdasarkan Perubahan Keempat Keppres 80 Tahun 2003, serta ”Pembahasan Perencanaan DIPA Tahun 2007 (Dana PNBP)” oleh Tim Keuangan Unibraw.
Kegiatan ini  diikuti oleh Kepala TU masing-masing fakultas, Kasubbag Keuangan, PUMK masing-masing unit kerja, serta mengundang Dekan, Pembantu Dekan II dan Kepala UPT/Ketua Lembaga.
Menurut Kepala Bagian Keuangan, Imam Safii SE MM, ”Pelatihan ini merupakan langkah awal sebelum nantinya dibawa pada tataran regional dan nasional”. Harapannya, melalui kegiatan seperti rapat kerja ini, "kita dapat mengetahui penganggaran sebagai acuan kerja tahun 2007", kata Imam. [nok]

Hari Ketujuh Pendaftaran SPMB Unibraw, Tersisa 554 Formulir
27 Juni 2006
Pendaftaran SPMB Universitas Brawijaya, Selasa 27/6, telah memasuki hari ketujuh. Sampai hari kedua pekan kedua ini, jumlah formulir terjual telah mencapai 8446 lembar, atau 93,8% dari jatah 9000 lembar. Secara rinci, formulir IPA terjual 2916, IPS 3752, dan IPC 1778. Untuk hari ketujuh ini saja, jumlah formulir terjual 923 lembar, terdiri dari IPA 258, IPS 507, dam IPC 158 lembar.
Dengan demikian, saat ini jumlah formulir hanya tersisa 554 lembar (6,2%), sementara pendaftaran masih akan berlangsung selama 3 hari kerja lagi, hingga Jumat 30 Juni 2006.
Jumlah isian formulir yang telah kembali mencapai 5239 lembar atau 62,0% dari formulir beredar sebanyak 8446 lembar, terinci atas formulir IPA 1881, IPS 2155, dan IPC 1203 lembar. [Far]

Tes Bakat/Ketrampilan Non Akademik PSB Unibraw
26 Juni 2006
Panitia Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) Universitas Brawijaya, Senin 26/6, menyelenggarakan tes bakat/ketrampilan bagi peserta PSB Unibraw jalur non akademik. Seluruhnya tercatat sebanyak 44 peserta, untuk bidang olahraga 25 orang, dan bidang seni 19 orang.
Dalam pengarahannya, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, menjelaskan bahwa PSB Universitas Brawijaya mulai tahun 2006 ini selain melalui jalur akademik juga melalui jalur non akademik. Khusus jalur non akademik, tak lain untuk memberi kesempatan bagi calon yang berprestasi tinggi di bidang non akademik, tapi sedikit kurang dalam bidang akademik. Mereka ini tentu kalah bersaing kalau ikut dalam SPMB. "Tidak fair atau obyektif kalau calon yang giat di bidang non akademik dipersaingkan dengan mereka yang hanya menekuni budang akademik saja", tegas Prof. Yogi.
Namun demikian, pihak Unibraw tidak ingin kalau bukti-bukti prestasi yang dikirimkan calon kepada panitia itu tidak sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu diadakan tes bakat/ketrampilan pada hari ini untuk konfirmasi bahwa piagam prestasi non akademik calon memang benar dapat dipertanggungjawabkan. Untuk melaksanakan tes ini panitia bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkompeten, baik dari dalam maupun dari luar kampus, yaitu induk organisasi olahraga, unit-unit aktivitas, atau pihak-pihak lain yang terkait sebagai pemandu bakat.
Setelah lulus tes bakat/ketrampilan ini, calon masih diwajibkan untuk melapor kembali pada tanggal 5 Juli 2006. Rektor juga berharap, agar nanti setelah benar-benar diterima menjadi mahasiswa Unibraw, prestasi akademik para calon jangan mengecewakan. Untuk itu Rektor berpesan agar mereka ini tidak usah mengambil 24 sks tetapi cukup 21 sks saja. Di samping itu diharapkan mereka nanti membawa nama baik Unibraw di bidangnya masing-masing.
Hasil tes bakat/ketrampilan yang digelar di dalam dan di luar kampus ini, terdapat 9 orang calon yang tidak lulus. Tujuh orang karena tidak hadir, dan 2 orang karena prestasinya kurang meyakinkan. Secara rinci, dari cabang bola basket 4 orang, bola volley 1 orang, futsal 2 orang, bulutangkis 3 orang, tenis meja 1 orang, tenis lapangan 3 orang, karate 3 orang, taekwondo 1 orang, lari 800m 1 orang, lompat jauh 1 orang, renang 1 orang, bridge 1 orang, seni drama 3 orang, seni grafis 1 orang, seni puisi 1 orang, seni model 2 orang, seni paduan suara 6 orang. [Far]
Selengkapnya, mereka yang diterima PSB melalui jalur non akademik adalah:
No Nama Asal Sekolah Progstu Cabang
1
Adam Dustian Bhakti SMAN 1 Balikpapan, Kaltim AKU Basket
2
Daniel Trienta T SMAN 1 Balikpapan, Kaltim HUK Basket
3
Hepa Diktia M SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung SIP Basket
4
Bayu Pradityo SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung SEP Basket
5
Okta Pramestya SMAN 8 Kediri AKU Volley
6
Yusmiardi NP SMAN 1 Gresik ELE Futsal
7
Muh Rizal A SMAN 1 Gresik MES Futsal
8
Adhi Hermidika SMAN 7 Malang MAN Bulutangkis
9
Bagus Atmaja P SMA PGRI Kepanjen Malang BIS Bulutangkis
10 Rizal Ruring T SMAN 1 Trenggalek SIP Bulutangkis
11 Rado Anum SMAN 5 Bengkulu, Bengkulu KOM Tenis Meja
12 Angky Ryandika A MAN Amlapura, Bali HUK Tenis Lapangan
13 Raditya Dhabit Y SMAN 2 Amlapura, Bali ELE Tenis Lapangan
14 Wenny Damayanti SMAN 1 Palu, Sulteng PWK Tenis Lapangan
15 Anggi Valentinata SMA YPKT, Kaltim HUK Karate
16 Vembi Vernando SMAN 10 Padang, Sumbar ARS Karate
17 Rendy Lucki H SMAN 7 Malang ELE Karate
18 Ananda Dharma W SMAN 2 Kediri IND Taekwondo
19 Ipung Dwi S SMAN 1 Talun Blitar MAN Lari 800 m
20 Ibtagh Kulla M MA Al Ishlah Lamongan MAN Lompat Jauh
21 Mas Kholida FH SMAN 1 Pandaan Pasuruan MAN Renang
22 Dyah Fitri W SMAN 4 Malang AKU Bridge
23 Ceynita Kartika AP SMAN 8 Surabaya IKM Seni Drama
24 Dian Artawat INGR P SMAN 3 Denpasar, Bali AKU Seni Drama
25 Irma Al Azmi  SMAN 1 Banjarmasin IKM Seni Drama
26 Caecilia Puspita C SMAN 2 Malang AGR Seni Grafis
27 Sketsa Ultra Pelangi SMAN 1 Bau-Bau PWK Seni Puisi
28 Marlinah SMAN 2 Bengkulu, Bengkulu HUK Seni Model
29 Windy Dian F SMAN 1 Balikpapan, Kaltim MAN Seni Model
30 Bestari Ananda B SMAN 1 Blitar HUK Seni Paduan Suara
31 Ezra Hardi S SMAN 3 Blitar BIS Seni Paduan Suara
32 Mimiaindesi R SMAN 3 Jayapura, Papua PWK Seni Paduan Suara
33 Ratih A ANK Sari SMA PLus Riau PWK Seni Paduan Suara
34 Rayndra Adi I SMAN 3 Blitar BIS Seni Paduan Suara
35 Widya Kirana SB SMAN 8 Malang IKM Seni Paduan Suara

Hari Keenam Pendaftaran SPMB Unibraw, Terjual 7523 Formulir
26 Juni 2006
Pendaftaran SPMB Unibraw, Senin 26/6, telah memasuki hari keenam. Sampai di awal pekan kedua ini, jumlah formulir terjual telah mencapai 7523 lembar, atau 83,6% dari jatah 9000 lembar. Secara rinci, formulir IPA terjual 2658, IPS 3245, dan IPC 1620. Untuk hari keenam ini saja, jumlah formulir terjual 2649 lembar, terdiri dari IPA 851, IPS 1195, dam IPC 603 lembar.
Peningkatan drastis ini dikarenakan Panitia Sub Lokal Unibraw hari Minggu 25/6 kemarin mengadakan penjualan ke luar kota Malang, yaitu ke Madiun, Kediri dan Probolinggo. Hasil penjualan ke kuar kota ini mencapai total 1245 lembar. Untuk Kediri terjual 749 lembar, Probolinggo 343 lembar, dan Madiun 253 lembar. Dengan demikian, saat ini jumlah formulir hanya tersisa 1477 lembar (16,4%), sementara pendaftaran masih akan berlangsung selama 4 hari kerja lagi, hingga Jumat 30 Juni 2006.
Tidak demikian halnya isian formulir yang kembali. Sampai awal pekan ini jumlah isian formulir yang telah dikembalikan kepada panitia sebanyak 2729 lembar atau 30,3% dari jumlah formulir tersedia, terinci formulir IPA 1056, IPS 1050, dan IPC 623 lembar. [Far]

Suzanna: Budaya Organisasi Berpengaruh Langsung pada Kepuasan Kerja
26 Juni 2006
Budaya organisasi berpengaruh positif langsung terhadap kepuasan kerja, komitmen dan kinerja organisasi. Sementara itu kepuasan kerja mempengaruhi motivasi kerja, komitmen dan kinerja. Sedangkan motivasi kerja mempengaruhi komitmen dan kinerja organisasi. Komitmen organisasi mempengaruhi kinerja organisasi.
Sumberdaya manusia adalah aset bagi organisasi untuk menghadapi tantangan dan ancaman. Dengan demikian pengelolaan sumberdaya manusia harus didasarkan pada pemahaman kritis akan keselarasan antara tujuan individu dan organisasi. Hal ini akan berhasil bila budaya organisasi yang sehat telah mampu diinternalisasikan oleh karyawan menjadi norma yang menjadikan suatu tindakan perlu atau tidak dilakukan, dan wadah bagi pertumbuhan kebersamaan dalam organisasi.
Demikian antara lain kesimpulan Suzanna Josephine Tobing SE MS, dalam disertasi berjudul ”Pengaruh Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja, dan Motivasi terhadap Komitmen Organisasi dan Kinerja (Studi Kasus PT Astra Agro Lestari Tbk Jakarta)". Disertasi ini, Senin 26/6, dipertahankan kandidat doktor ilmu administrasi itu dalam sebuah ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Penelitian disertasi Suzanna berfokus pada pengelolaan SDM di lingkungan perusahaan perkebunan yang memiliki budaya kerja spesifik, sehingga berimplikasi pada kepuasan kerja, motivasi, komitmen dan kinerjanya. Penelitian ini dilakukan pada kantor PT Letawa di Sulawesi Barat, dan PT Waru Kaltim di Kalimantan Timur. Kedua perusahaan ini adalah anak perusahaan (affiliated companies) dari PT Astra Agro Lestari, Jakarta. Obyek penelitian adalah karyawan kedua panak perusahaan tersebut.
Berdasarkan hasil penelitiannya, Suzanna menilai secara umum pengelolaan sumberdaya manusia pada PT Astra Agro Lestari sangat baik, yaitu dengan menempatkan budaya organisasi sebagai ciri, nilai atau norma atas perilaku dalam berorganisasi. Budaya organisasi pada perusahaan tersebut menjadi dasar bagi kepuasan karyawan yang berimplikasi pada motivasi kerja. Efek ganda dari motivasi ini adalah komitmen dan kinerja organisasi meningkat. Hasil analisis Suzanna menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif langsung terhadap kepuasan kerja, komitmen dan kinerja organisasi.
Dalam ujian tersebut Prof. Dr. Umar Nimran MA bertindak sebagai promotor, Prof. Dr. Bambang Swasto ME dan Dr. Armanu Thoyib SE MSc sebagai kopromotor. Sedangkan sebagai penguji Prof. Dr. Taher Alhabsyi, Prof. Dr. Djumilah Zain SE dan Dr. Suhadak MEc. Hadir pula sebagai penguji luar Prof Dr Ir Bungaran Saragih, gurubesar dari IPB.
Dalam yudisium, Suzanna dinyatakan lulus dan layak menyendang gelar doktor dalam bidang ilmu administrasi (kekhususan administrasi bisnis) dengan predikat sangat memuaskan.
Dr. Suzanna Josephine Tobing SE MS, adalah perempuan kelahiran Tarutung, Tapanuli Utara, 49 tahun silam, dari pasangan Frederik Tagor Lumban Tobing (alm) dan Marsaulina Juliana br Hutagalung (alm). Ia menikah dengan Jacobus Chamerda Harahap dan dikaruniai 5 orang putera dan puteri, dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta.
Suzanna adalah sarjana ekonomi lulusan FE Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta (1982), magister ekonomi pertanian dari IPB (1993). ia berhasil menyelesaikan program megisternya pada program ekonomi pertanian di IPB dan memasuki program doktor Ilmu Administrasi  pada tahun 2003. [nok]

Pelatihan Teknologi Pengolahan Limbah
26 Juni 2006
Untuk membangun budaya kewirausahaan di perguruan tinggi, selama sepekan, 26 Juni hingga 1 Juli 2006, diselenggarakan pelatihan bagi dosen perguruan tinggi di bidang lingkungan. Pelatihan bertema "Teknologi Pengolahan Limbah Organik". Pelatihan ini merupakan kerjasama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan PKSDM Ditjen Dikti.
Ketua Pelaksana, Dr. Ir. Sudiarso MS, berharap pelatihan ini mampu memberikan solusi terhadap permasalahan sampah yang telah menumpuk di mana-mana pada saat ini. Menurut Sudiarso, sampah memiliki potensi sebagai komoditas bernilai jika dikelola dengan baik. “Di antaranya, sampah bisa dijadikan pupuk, pakan ternak, pakan ikan dan batako”, ungkap Sudiarso. “Diluar negeri, seperti Kanada, jumlah sampah organik yang hanya 30% saja bisa dikelola menjadi pupuk, apalagi di Indonesia yang jumlah sampah organiknya mencapai 70%”, tambahnya. "Permasalahannya, terletak pada sosialisasi", ujar Sudiarso
Jumlah peserta sebanyak 30 orang, terdiri dari dosen matakuliah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Ekologi, Pertanian Berkelanjutan, Teknik Lingkungan, dan Pengelolaan Sumberdaya Alam, dari perguruan tinggi di Jawa dan Bali.
Beberapa persyaratan bagi peserta di antaranya adalah: dosen yang memenuhi kualifikasi dan sudah berpengalaman dalam pengembangan pengelolaan lingkungan; belum pernah mengikuti pelatihan sejenis, berpendidikan formal tertinggi S2.
Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat memahami secara teoritis dan praktis tentang potensi, peluang dan cara mengelola limbah organik; memahami cara pembuatan pupuk bokashi dan pakan ternak berkualitas dari limbah organik; memahami cara pembuatan batako, paving block dan roster dari bahan baku limbah organik; membantu pemecahan masalah limbah di daerah masing-masing; memberikan pengajaran dan pelatihan mengenai prinsip pengelolaan limbah organik di perguruan tinggi masing-masing; dan membantu membentuk wirausaha baru berbasis pemanfaatan limbah organik.
Pelatihan ini tidak hanya berupa penyajian materi di dalam ruangan, tetapi juga praktek membuat pupuk di lahan percobaan serta field trip ke salah seorang petani apel yang juga memproduksi pupuk organik yang dilanjutkan ke industri pakan ternak.
Dalam kegiatan ruangan, diurai berbagai materi dari mulai teknologi pengolahan sampah, proses kimia dalam pengolahan sampah, penerapan pertanian organik di kebun, standardisasi dan sertifikasi sistem pertanian organik (SPO) sampai pada manajemen dalam wirausaha pengolahan sampah organik.
Beberapa pakar bertindak sebagai pembicara/instruktur dalam pelatihan tersebut, seperti Prof. Bambang Guritno, Prof. Yogi Sugito, Prof Syekhfani, Prof. Kurniatun Hairiah, Dr. Syekur Irawanto, Dr. Gatot Mudjiono, Dr. Sudiarso, Prof. Abdul Latief Abadi, Dr. Ririen Prihandarini, Dr. Bambang Tri Rahardjo, Dr. Toto Himawan, Dr. Lily Agustina, Dr Aminudin Afandi, Dr Agus Suryanto, Ir. Sunarto Ismunandar MS, Ir. Yulia Nuraini MS, Ir. Abdul Cholil, Ir. Ruly Hardianto MS, Ir. Moch. Dewani MS, Drs. Imam Ghozali, dan Dr. Ir. Mochamad Junus MS. [nok]

Hari Kelima Pendaftaran SPMB Unibraw, Terjual 4874 Formulir
24 Juni 2006
Pendaftaran SPMB Unibraw, Sabtu 24/6, telah memasuki hari kelima. Sampai di akhir pekan ini, jumlah formulir terjual telah mencapai 4874 lembar, atau 54,2% dari jatah 9000 lembar. Secara rinci, formulir IPA terjual 1807, IPS 2050, dan IPC 1017. Untuk hari kelima saja, jumlah formulir terjual 803 lembar, terdiri dari IPA 266, IPS 349, dam IPC 188 lembar.
Menurut rencana, Panitia Sub Lokal Unibraw akan mengadakan penjualan ke luar kota Malang, besok Minggu 25/6. Untuk Madiun dialokasikan sebanyak 400 lembar, Probolinggo 400 lembar, dan Kediri 400 lembar. Dengan demikian, diperkirakan awal pekan depan, jumlah formulir hanya tersisa 2926 lembar (32,5%), sementara pendaftaran masih akan berlangsung selama 5 hari kerja lagi, hingga Jumat 30 Juni 2006. [Far]

Indonesia Belum Siap Hadapi Liberalisasi Perdagangan
24 Juni 2006
Sesuai dengan perkembangan era globalisasi dan liberalisasi perdagangan, beberapa jenis pangan telah menjadi komoditas yang semakin strategis. Hal ini  disebabkan karena ketidakpastian dan ketidakstabilan produksi pangan nasional sehingga senantiasa mengandalkan ketersediaan pangan di pasar dunia. Untuk itu seluruh negara di dunia termasuk Indonesia telah menetapkan sistem ketahanan pangan dalam negeri.
Demikian ungkap Dra. Harin Tiawon MP dalam presentasi disertasi yang berlangsung di Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 24 Juni 2006. Dalam disertasi berjudul ”Analisis Ketahanan Pangan Utama Indonesia pada Era liberalisasi Perdagangan” itu dikemukakan, sebagai negara agraris Indonesia ternyata menjadi salah satu negara pengimpor pangan (net importer) terbesar di dunia seperti beras, gula, kedelai dan jagung.
Mengandalkan impor dalam jumlah banyak, menurut Harin, dapat mengancam petani produsen karena konsumen akan beralih ke komoditas impor yang harganya relatif murah serta mutunya lebih baik. Murahnya harga pangan tersebut cenderung menguntungkan konsumen, sebaliknya petani produsen akan menderita kerugian karena menghadapi tingginya resiko perubahan harga di luar negeri. Sebaliknya petani produsen menderita kerugian karena menghadapi tingginya resiko perubahan harga di luar negeri sehingga cenderung mengurangi produksi.
Penerapan liberalisasi perdagangan
Penelitian Harin dilakukan dengan cara menganalisis ketahanan pangan utama Indonesia pada lingkup perekonomian terbuka. Data yang digunakan berasal dari Biro Pusat Statistik, Badan Bimas Ketahanan Pangan Departemen Pertanian, Badan Urusan Logistik, Food Agrucultural Organization, serta Bank Dunia. Dari penelitiannya Harin mengungkapkan bahwa Indonesia belum siap menghadapi liberalisasi perdagangan pangan pada kurun waktu 2005 sampai dengan 2010. Penerapan liberalisasi perdagangan terhadap pangan utama meliputi komoditas padi/beras, jagung, kedelai dan tebu/gula baik yang dilakukan secara tunggal, maupun secara serentak berdampak buruk pada kinerja ekonomi pangan utama Indonesia.
Harin selanjutnya mengungkapkan meningkatnya impor pangan utama terutama komoditas beras mampu meningkatkan harga dunia. Sehingga dikhawatirkan selama periode 2005-2010 Indonesia akan terancam ketahanan pangannya, karena harus membeli beras dengan harga lebih mahal. Dalam situasi liberalisasi perdagangan, kebijakan yang berkaitan dengan input produksi seperti
kebijakan investasi, kredit dan subsidi pupuk, lebih efektif bagi upaya peningkatan ketahanan pangan semua komoditas, ditinjau dari aspek ketersediaan, aksesibilitas dan kerentanan pangan utama, sehingga ketergantungan terhadap impor semakin berkurang serta mampu menyediakan pangan dengan harga terjangkau. Kebijakan yang bias ke padi/beras menurut Harin, akan menghambat upaya peningkatan ketahanan pangan utama lainnya yaitu jagung, kedelai dan gula, dibuktikan dengan meningkatnya ketergantungan ketiga komoditas tersebut terhadap impor. Hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis bahwa peningkatan harga output padi sebesar 30 persen hanya berdampak positif pada komoditas beras, sedangkan terhadap komoditas utama lainnya menunjukkan pengaruh negatif.
Rekomendasi Harin
Kombinasi kebijakan yang sangat efektif dalam mendorong peningkatan ketahanan pangan utama Indonesia, menurut Harin, dapat meningkatkan produksi, pendapatan petani, dan juga menyediakan pangan secara lebih terjangkau. Kombinasi kebijakan ini meliputi kebijakan peningkatan investasi di sektor pertanian sebesar 50 persen dan kebijakan subsidi pupuk sebesar 30
persen. Harin dalam disertasinya merekomendasikan beberapa hal yaitu 1) kebijakan peningkatan ketahanan pangan utama Indonesia ke depan perlu diarahkan ke dalam bentuk kebijakan operasional, baik dari sisi produksi maupun sisi permintaan, 2) permintaan domestik yang berlebihan terhadap beras, perlu direduksi dengan mengembangkan pangan sumber karbohidrat non
beras yang berkualitas tinggi melalui pengembangan inovatif di bidang teknologi produksi dan pengolahan pangan serta pengendalian jumlah penduduk untuk mengimbangi laju pertumbuhan produksi, 3) tetap mendorong peningkatan
produksi beras nasional seiring dengan upaya pengembangan pangan utama lainnya, dengan memberikan kemudahan berproduksi yang didukung aspek pemberdayaan potensi petani, 4) diperlukan keberpihakan secara nyata dari pemerintah dengan menciptakan iklim yang kondunsif melalui alokasi anggaran yang lebih besar pada sektor pertanian serta penerapan kebijakan makro menyangkut suku bunga, nilai tukar, keamanan, perundang-undangan dan intervensi kegagalan pasar, 5) perlu dikembangkan strategi ketahanan pangan daerah yang efisien dan berdaya saing atas dasar partisipasi masyarakat dnegan mengembangkan produksi pangan domestik berbasis sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokal, dan 6) berjuang memasukkan produk pangan utama yaitu beras, jagung, kedelai dan gula ke dalam kategori special product pada forum WTO untuk mendapatkan perlindungan khusus.
Ujian doktor dalam bidang ilmu-ilmu pertanian dengan kekhususan ekonomi pertanian ini dipromotori oleh Prof Dr Ir Moch. Muslich Mustadjab MSc, dengan ko promotor Dr Ir Nuhfil Hanani MS, dan Dr Ir Bambang Ali Nugroho MS DEA. Sementara tim penguji terdiri dari Dr Ir Syafrial MS, Dr. Agus Suman SE DEA, Dr. Candra Fajri Ananda SE, dan Dr Ir Kaman Nainggolan MS Kepala Badan Ketahanan Pangan.
Dr. Dra. Harin Tiawon MP, perempuan kelahiran Kapuas, 5 Agustus 1963, sarjana ekonomi lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Palangkaraya (1987) dan magister ekonomi pertanian Universitas Brawijaya (2002), adalah staf pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas Palangkaraya sejak 1987. [nik]

Grand Launching ITCC
24 Juni 2006
Secara resmi Information Technology and Computer Center (ITCC) Universitas Brawijaya telah dibuka di gedung Capita Selecta Fakultas Teknik, Sabtu 24/6. Pusat teknologi informasi dan komputer ini merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan profesional teknologi informasi (TI), yang menawarkan program Pendidikan Profesional Diploma Internasional di bidang TI. Fakultas Teknik Universitas Brawijaya menggandeng sebuah institut yang berkedudukan di India yaitu National Institute of Information Technology (NIIT). Kerjasama kedua lembaga telah ditandatangani pada 30 Desember 2005.
Grand launching ITCC Universitas Brawijaya dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik, Ir. Imam Zaky MT. disaksikan pula oleh perwakilan NIIT New Delhi India Mr. Prit Pal Singh Bhatig, Ketua Jurusan Teknik Elektro Ir. Purwanto, MS., Ketua ITCC Unibraw Ir. Heru Nurwasito MT, serta pimpinan dari PT Catur Elang Gogor Hardijanto dan Awang Surya, dua orang yang merupakan fasilitator dalam merealisasikan ITCC Unibraw.
Dalam sambutannya Prit Pal Singh menyatakan bahwa ITCC Universitas Brawijaya merupakan lembaga kesembilan dari partner NIIT yang ada di Indonesia. Saat ini dunia telah mengalami transformasi besar-besaran di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dikatakan bahwa penggunaan teknologi informasi tidak akan mengganggu frame work paradigma pembangunan. Justru potensi terbesar yang harus dimiliki dalam pelaksanaan pembangunan nasional adalah melalui penggunaan informasi teknologi dan komunikasi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Imam Zaky dalam sambutannya menyatakan bahwa perekonomian global telah bergerak ke teknologi informasi. Bidang ini akan terus berkembang termasuk di Indonesia. Tidak adanya perbedaan perkembangan teknologi informasi antara Indonesia dengan negara-negara lain di dunia menyebabkan perlu diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang teknologi informasi. SDM yang menguasai teknologi informasi dipastikan dapat diserap oleh pihak industri, yang banyak menggunakan teknologi informasi dalam aktivitasnya sehari-hari. [nik]

Lokakarya Masa Depan Fakultas Pertanian
24 Juni 2006
Fakultas Pertanian, Sabtu 24/6, menyelenggarakan Lokakarya Masa Depan Fakultas Pertanian. Dibuka oleh Dekan Prof. Dr. Ir. Syekhfani MS, lokakarya yang berlangsung sehari penuh di gedung Fakultas Pertanian lantai III ini mengundang beberapa pembicara dari luar: Dr. Kaman Nainggolan (Kepala Badan Ketahanan Pangan), Dr. Untung Murdiyatmo (PT Sampoerna Agro), Prof Dr Ir M Iksan Semaoen MSc (Rektor Universitas Trunojoyo), dan Dr. Meine van Noordwijk (Direktur ICRAF, Bogor). Di samping juga pembicara dari kalangan FP Unibraw sendiri, seperti Prof Dr Ir Bambang Guritno (mantan Rektor Unibraw), dan Prof Dr Ir Syekhfani MS (Dekan FP).
Dijadwalkan pada sesi pertama, Dr. Kaman Nainggolan membahas topik "Kompetensi Lulusan Fakultas Pertanian dalam Pembangunan Masa Depan", dan Prof Bambang Guritno menyampaikan makalah "Perkembangan Fakultas Pertanian di Dunia Internasional". Pada sesi berikutnya, Dr. Untung Murdiyatmo menyampaikan makalah "Kebutuhan Pengguna dan Kompetensi Lulusan Fakultas Pertanian", Prof Iksan Semaoen membawakan "Pokok-pokok Pikiran dalam Revitalisasi Fakultas Pertanian", Prof Syekhfani menyampaikan Hasil Lokakarya Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Peertanian se-Indonesia, dan Dr Meine van Noordwijk mengupas "Global Issue and Trend in Agricultural Science". Pada sesi terakhir, diadakan diskusi "Kristalisasi Arah Revitalisasi Fakultas Pertanian" dipimpin oleh Prof Dr Ir SM Sitompul (Ketua Bidang Kerjasama FP  Unibraw), dan diskusi penyusunan rumusan Arah Revitalisasi Fakultas Pertanian yang dipimpin oleh Dr Ir Nuhfil Hanani Ar MS (Pembantu Dekan I FP Unibraw). [Far]

Kompetensi Lulusan Perlu Ditingkatkan
Bidang pertanian khususnya di Indonesia pada era 80-an mengalami masa-masa kejayaan dimana ketika itu sektor pertanian merupakan prioritas pembangunan. Namun, seiring dengan bergantinya tampuk pemerintahan, perubahan kebijakan dan paradigma sektor pertanian ditambah dengan bergesernya pola berpikir masyarakat, diduga menjadi penyebab kurang diminatinya bidang pertanian akhir-akhir ini. Berdasarkan data yang ada perkembangan calon mahasiswa yang berminat memasuki bidang pertanian dari tahun ke tahun mengalami penurunan.
Di Universitas Brawijaya saja misalnya, selama kurun waktu 2000 hingga 2005, hampir semua program studi mengalami penurunan jumlah peminat. Dari ketujuh program studi yang ditawarkan yaitu agronomi, hortikultura, ilmu tanah, agribisnis, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemuliaan serta ilmu hama dan penyakit tanaman, secara rata-rata hanya agribisnis saja yang memiliki jumlah peminat paling banyak. Hal ini terungkap pada lokakarya masa depan Fakultas Pertanian yang berlangsung di Universitas Brawijaya, Sabtu 24 Juni 2006.
Kompetensi lulusan
Dr. Kaman Nainggolan dalam materi berjudul “Kompetensi Lulusan Fakultas Pertanian dalam Pembangunan Masa Depan” mengungkapkan bahwa berdasarkan visi pembangunan pertanian yang dicanangkan maka sasaran utama pembangunan pertanian meliputi meningkatkan ketahanan pangan nasional yang dapat dilakukan dengan cara  meningkatkan kapasitas produksi komoditas pertanian, serta mengurangi ketergantungan terhadap pangan impor sekitar 5-10 persen dari produksi domestik. Sasaran berikutnya yaitu meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas pertanian, yang dilakukan dengan cara meningkat mutu produk primer pertanian, meningkatkan keragaman pengolahan produk pertanian, meningkatkan ekspor, dan meningkatkan surplus perdagangan komoditas pertanian. Sasaran terakhir yaitu meningkatkan kesejahteraan petani, dengan cara meningkatkan produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian, dan menurunkan insiden kemiskinan.
Kepala Badan Ketahanan Pangan ini lebih lanjut mengungkapkan bahwa sasaran pembangunan pertanian dapat menjadi peluang bagi sarjana pertanian. Peluang tersebut antara lain di dunia usaha agribisnis, menjadi ilmuan, dan menjadi penguasa pembuat kebijakan pembangunan pertanian. Untuk memenuhi peluang yang ada maka dibutuhkan sarjana pertanian yang memiliki kompetensi. Kompetensi yang dibutuhkan meliputi keahlian sumberdaya lahan, keahlian bidang analisis sosial ekonomi dan kebijakan pertanian, keahlian bidang mekanisasi pertanian, keahlian bidang pasca panen, keahlian bidang bioteknologi dan sumberdaya genetik pertanian, keahlian bidang teknologi produksi serta keahlian sumberdaya informasi, komunikasi dan diseminasi teknologi.
Lulusan bermanfaat
Sementara itu, Dr. Meine van Noordwijk Direktur ICRAF Bogor menyatakan bahwa lembaga pendidikan yang menawarkan bidang pertanian, harus mampu menciptakan lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat petani. Menurut Noordwijk, ada tujuh hal yang harus dipenuhi para lulusan bidang pertanian, yaitu 1) memiliki pemahaman yang benar mengenai kenyataan yang tengah terjadi di sekitar masyarakat pertanian, 2) mampu bertindak secara obyektif di antara para stakeholder, 3) akuntabilitas, 4) mampu memanfaatkan teknologi, 5) memahami pentingnya pertanian sehat, 6) mampu memprediksi perubahan yang terjadi, serta 7) memahami bahwa masih terdapat jurang pelaksanaan antara rencana dengan kenyataan yang terjadi.
Sedangkan Dr. Untung Murdiyatmo dari Puslitbang PT Sampoerna Agro Jakarta, dalam materi berjudul “Kebutuhan Pengguna dan Kompetensi Lulusan Fakultas Pertanian”, mengungkapkan secara ekonomi nasional, Agroindustri Perkebunan memiliki peran yang cukup signifikan. Demikian pula dari sisi penyerapan tenaga kerja.  Sektor Agroindustri Perkebunan telah terbukti merupakan sektor usaha yang mampu survive dalam menghadapi krisis beberapa tahun yang lalu. Sementara itu dari sisi mikro/korporasi, apapun jenis tanamannya, agar dapat mempertahankan keberlanjutan usaha dan mengembangkan perusahaannya, agroindustri perkebunan selalu dituntut untuk meningkatkan produktivitas on-farm, perbaikan mutu dan diversifikasi produk olahannya, serta meningkatkan kinerja bisnis/pemasarannya.
Lebih lanjut praktisi bidang agroindustri ini mengatakan bahwa korporasi lebih banyak membutuhkan SDM Pertanian yang mempunyai kemampuan mengelola dan menerapkan teknologi yang sudah ada guna meningkatkan produktivitas. Sementara lembaga riset dan pengembangan membutuhkan SDM yang lebih enjoy untuk membuat/menghasilkan inovasi baru atau teknologi baru. Namun kenyataannya, sistem yang ada di Korporasi relatif sudah lebih mapan dalam kaitannya dengan rekrutmen dan pemanfaatan SDM Pertanian. Sementara sistem yang berlaku di lembaga riset dan pengembangan masih memerlukan banyak perbaikan, agar lembaga ini dapat menjadi pelopor dan panutan dalam peningkatan produktivitas. Korporasi bidang Teknik Budidaya Tanaman dan Ilmu Tanah, lebih banyak diperlukan dibanding Ilmu Penyakit/Hama Tanaman dan bidang Pemuliaan bisa jadi yang paling sedikit dibutuhkan. Sementara lembaga riset dan pengembangan membutuhkan semua bidang studi, khususnya Pemuliaan. Beberapa hal yang harus dan masih perlu dilakukan menurut Untung adalah meningkatkan kemampuan
bahasa Inggris anak didik, menekankan konsep pertanian berkelanjutan, meningkatkan kegiatan link dan match  antara universitas dan korporasi, serta meningkatkan wawasan kebangsaan, dalam kaitan antara Pasal 33 UUD 45 dan pembangunan pertanian berkelanjutan. [nik]

Hari Keempat Pendaftaran SPMB 2006 Unibraw, Terjual 4071 Formulir
23 Juni 2006
Hingga hari keempat (23/6) telah terjual 4071 formulir, atau 45,2% dari seluruh jatah Unibraw. Secara terinci jumlah formulir terjual, IPA 1541, IPS 1701, dan IPC 829. Untuk hari keempat ini saja, terjual 958 lembar formulir, dengan rincian IPA 325, IPS 376, dan IPC 257. Waktu pendaftaran masih tersisa 6 hari kerja, dan berlangsung hingga Jumat 30/6. [Far]

Membangun Hubungan dengan Media Massa
22 Juni 2006
Dua orang staf Humas Universitas Brawijaya, Pranatalia Pratami Nugraheny SAB dan Denok Setianingrum STP menghadiri pertemuan berkala Forum Komunikasi Humas Perguruan Tinggi (Forkom Humas Perti) Malang Raya. Pertemuan berkala keenam ini diselenggarakan oleh Humas Universitas Kanjuruhan Malang, Kamis (22/6). Dengan tema ”Membina Hubungan Harmonis Perguruan Tinggi dengan Media Massa”, diundang sebagai pembicara Dody Wisnu Pribadi (Redaktur Pelaksana Harian Kompas Malang), dan Nasrullah SSos MSi (staf khusus Humas dan Protokoler UMM).
Menyampaikan tajuk ”Membangun Hubungan Perguruan Tinggi dengan Media Massa”, Nasrullah mengawali dengan pendekatan persamaan antara perguruan tinggi dengan media massa. Keduanya merupakan lembaga sosial. Sebagai lembaga sosial,  keduanya memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengembangkan masyarakat ke arah yang lebih maju dan bermartabat melalui fungsinya.
Lebih lanjut diungkapkan, bahwa dalam menjalani spektrum fungsi dan perannya yang luas, perguruan tinggi dituntut mampu ”berjabatan tangan” dengan media massa melalui manajemen reputasi dengan membangun kepercayaan (trust and credibility) sebagai modal terbesar perguruan tinggi. ”Secara teknis, public relations sebuah perguruan tinggi harus memiliki strategi yang anggun dalam menjalin hubungan dengan media massa tanpa harus mengorbankan integritas sebagai masyarakat akademis yang menjunjung tinggi etika pendidikan sekaligus menghormati kode etik jurnalistik”, ungkapnya.
Sementara itu, melalui judul ”Realitas Media dan Kehumasan”, Dody Wisnu Pribadi mengatakan, ekonomi dunia tidak lagi digerakkan semata oleh penjualan benda-benda konsumsi kebutuhan dasar, seperti pangan, sandang, dan papan, melainkan justru oleh hiburan. Inilah yang menurut istilah Michael J. Wolf (mantan CEO MTV Networks) disebut zona hiburan (zone of entertainment).
Fenomena ini terutama disebabkan oleh berbagai inovasi yang berusaha ditemukan dalam upaya menarik perhatian konsumen. ”Sehingga product knowledge tidak penting lagi, karena yang penting adalah seberapa menghibur cara pemasaran produk tersebut”, ungkapnya. Gejala ekonomi global ini menurutnya telah berhasil mengubah persepsi orang tentang realitas produksi barang atau jasa dalam teknik pemasaran. Jika dahulu informasi dan informasi yang direncanakan (planned information) serta iklan dan hiburan dapat dibedakan dengan jelas, masa kini hal itu terselubung dalam satu penampakan yang sama. ”Ada dua institusi yang terlibat di dalamnya, yaitu media dan public relations”, ungkapnya. [nok]

Hari Ketiga Pendaftaran SPMB Unibraw, Terjual 3194 Formulir
22 Juni 2006
Sampai hari ketiga pendaftaran SPMB Unibraw, telah terjual 3194 lembar formulir pendaftaran. Terinci atas formulir IPA 1195, IPS 1332, dan IPC 667. Ini berarti 35,5% dari jatah formulir Unibraw. Jatah formulir Unibraw seluruhnya 9000 lembar, terdiri dari formulir IPA 3200 lembar, IPS 3800 lembar, dan IPC 2000 lembar.
Untuk hari ketiga (22/6) ini saja, formulir IPA terjual 325, IPS 376, IPC 257, total 958.
Sementara itu jumlah formulir yang telah dikembalikan oleh pendaftar seluruhnya 331 lembar, terdiri atas IPA 134, IPS 137, dan IPC 60. Waktu pendaftaran masih tersisa 7 hari kerja, berakhir Jumat 30/6. [Far]

PT Islam: Kurikulum Bagus, Kualitas Pendidik Rendah, Input Kurang Selektif
22 Juni 2006
Untuk pengembangan kualitas lulusan, perguruan tinggi Islam (PTI) telah meletakkan dasar perencanaan yang terumuskan melalui visi, misi, orientasi, sasaran, tujuan, dan strategi untuk menghasilkan lulusan "insan kamil", memiliki integritas fikr, dzikr, dan amal shaleh yang didukung dengan manajemen internal dan eksternal yang profesional dengan spirit Islam.
Namun ketika dilihat dari standar pelaksanaan pembelajaran, kurikulum yang tersedia secara substansi cukup baik, ternyata belum disertai dengan bobot SKS/MK yang cukup, di samping rendahnya kualitias pendidik dalam penguasaan strategi pembelajaran, dan input (peserta didik) yang tidak selektif, mengakibatkan kemampuan fikr, dzikr, dan amal shalehnya kurang baik. Bahkan ada di antara mereka yang kurang bermoral.
Sebagai contoh, setiap hari ketika waktu shalat tiba semua aktivitas kampus PTI semestinya dihentikan untuk memberi kesempatan segenap sivitas melaksanakan shalat. Namun kenyataannya, tidak semua kalangan mematuhinya. Ada dosen yang tidak menghentikan aktivitas mengajarnya walau pada waktu shalat telah tiba. Bahkan sebagian pimpinan dan karyawan juga bersikap demikian, tanpa ada yang menegurnya.
Demikian Drs Maskuri MSi dalam disertasi berjudul "Implementasi Kebijakan Sistem Pendidikan Nasional di Pendidikan Tinggi Islam (Studi Multisitus Proses Pembelajaran Berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional di Universitas Islam Negeri Malang, Universitas Islam Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang)".
Ujian terbuka disertasi Drs Maskuri MSi digelar Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, Kamis 22/6, dengan promotor Prof Dr Moh Irfan Islamy MPA, kopromotor Dr Sumartono MS dan Prof Dr Salladien. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Riyadi Suprapto MS, Prof Dr Sjamsiar Sjamsuddin, dan Dr Susilo Zauhar MS.
Menurut Maskuri, ada beberapa kelemahan dalam sistem pembelajaran di PTI selama ini, yaitu: interaksi pendidik dengan peserta didik masih monolog, pembelajaran baru menyentuh aspek fikr (kognitif), cenderung sekuler, matakuliah agama kehilangan kesegarannya karena hanya sebatas sebagai pelajaran atau pengetahuan agama, krisis keteladanan, tidak semua dosen memahami integrasi ilmu dan agama, laboratorium terbatas, cara berpakaian sebagian dosen dan mahasiswa belum menunjukkan performance islami.
Upaya sebagian PTI untuk menciptakan nuansa spiritual dinilai cukup baik, namun belum diikuti secara kontinyu dan optimal oleh sivitas yang ada. Sistem evaluasi hasil belajar baru menyentuh aspek kognitif (fikr) itupun tidak terstandardisasi, dan mengabaikan aspek afektif (dzikr) serta psikomotorik (amal shaleh). Akibatnya, demikian Maskuri, output yang dihasilkan kurang memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional, sebagai akibat proses pembelajaran yang kurang optimal.
Maskuri menilai positif, usaha PTI membentuk kantor jaminan mutu/kendali mutu/tim monev untuk memperbaiki proses pembelajaran. Namun karena baru dan masih mencari model dan mempersiapkan perangkatnya, kantor itu belum menunjukkan hasil yang optimal.
Dalam yudisium, Maskuri dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu administrasi.
Dr Drs Maskuri MSi, adalah putra kelahiran Tuban, 10 September 1968, sarjana pendidikan agama Islam dari Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Malang (1992), magister ilmu administrasi negara lulusan PPS Unibraw (2001), dan doktor ilmu administrasi dengan minat kebijakan publik. Sehari-hari, Dr Maskuri adalah dosen Universitas Islam Malang, menjabat sebagai sekretaris Lembaga Penelitian Unisma, dan koordinator Jaringan Penelitian Nasional Pendidikan Tinggi Agama Islam Swasta pada lingkungan Departemen Agama. [Far]

Hari Kedua Pendaftaran SPMB Unibraw, Terjual 2236 Formulir
21 Juni 2006
Sampai penutupan hari kedua pendaftaran SPMB Unibraw, Rabu 21/6, telah terjual sebanyak 2236 lembar formulir (24,84%) dari 9000 lembar jatah formulir yang tersedia bagi Unibraw. Secara rinci, formulir IPA 870, IPS 1056, dan IPC 410.
Masa penjualan formulir mulai berlangsung kemarin, Selasa 20/6, dan akan berakhir pekan depan, Jumat 30/6.
Penjualan formulir dipusatkan di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya. Peserta mengawali proses pendaftaran dengan membayar harga formulir (Rp 150 ribu untuk IPA atau IPS, atau Rp 175 ribu untuk IPC), pada counter Bank BNI yang ada di gedung itu. Kemudian menukarkan resi pembayaran itu dengan formulir pendaftaran yang dikehendaki.
Peserta dapat mengisi formulir pendaftaran itu di rumah, atau di ruang dalam Sasana Samanta Krida. Peserta dapat meminta penjelasan cara-cara pengisian kepada petugas informasi yang ada di sana. Setelah selesai mengisi, peserta dapat menyerahkan formulir pendaftaran itu beserta kelengkapannya ke meja petugas sesuai dengan kelompok ujian yang dipilihnya. Selesai itu semua, peserta akan menerima Kartu Peserta Ujian dari petugas yang juga berisi informasi di mana lokasi ujian untuk yang bersangkutan.
Kartu peserta merupakan kartu identitas yang harus selalu dijaga (agar tidak hilang, robek, atau rusak karena tercuci dan sebagainya) mulai saat pendaftaran hingga pendaftaran ulang apabila calon lulus dan diterima di salah satu program studi pilihannya.
Menurut Rektor Unibraw Prof Dr Ir Yogi Sugito, berdasarkan pengalaman tahun-tahun silam, tidak sedikit calon yang tidak lolos seleksi karena kesalahan mengisikan identitas ini. Artinya, pengisian identitas nomor tes dan nama peserta, baik penulisan maupun penghitaman bulatan pada formulir pendaftaran, harus sama persis dengan pengisian identitas pada lembar jawaban selama dua hari ujian nanti. Ketidak-konsistenan dalam pengisian formulir maupun lembar jawaban ujian akan merugikan peserta sendiri.
Informasi mengenai lokasi ujian, juga perlu diperhatikan oleh calon. Sehari sebelum ujian, calon sudah harus tahu di mana, di ruang berapa, dan di lokal mana ia akan mengerjakan ujian. Kalau terjadi kesalahan lokasi ujian, maka calon akan membuang-buang waktu untuk mencari tempat di mana seharusnya dia menempuh ujian. Kesalahan seperti ini dari tahun ke tahun selalu terjadi, meskipun panitia sudah mengantisipasinya dengan membuatkan denah dan peta lokasi ujian, dan mengharuskan calon untuk mengecek lokasi ujiannya masing-masing sesuai dengan yang tercantum pada kartu peserta. [Far]

Dikirim Surat Akademisi, Dewan Berubah Arah
Selasa, 20 Juni 2006
Aneh, Spanduk Penolakan Fly Over Mendadak Lenyap
MALANG - Penolakan pembangunan fly over (jembatan layang) Jl Ahmad Yani tak hanya datang dari warga setempat. Pembangunan fly over yang menelan dana Rp 67,5 miliar tersebut juga datang dari kalangan akademisi karena dianggap kurang tepat oleh kalangan akademisi.
Kemarin, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Harnen Sulistio M.Sc mengirimkan surat resmi kepada Komisi A DPRD Kota Malang mengenai kontroversi pembangunan fly over. Harnen mengatakan, surat yang dikirimnya tersebut merupakan sumbangsih pikirannya mengenai persoalan transportasi di Kota Malang. Selain itu, pengiriman surat tersebut merupakan respon dari sikap komisi A yang menunggu surat dari masyarakat.
Menurut Harnen, persoalan fly over tersebut tidak akan menimbulkan kontroversi jika Pemkot Malang lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. Ia menjelaskan, pembangunan fly over belum memenuhi kriteria dalam UU 38/2004 tentang Infrastruktur Transportasi Darat.
Dijelaskannya, dalam Bab VII Pasal 62 ayat 1, masyarakat berhak memberikan masukan kepada penyelenggara jalan dalam rangka pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan jalan. Berperan serta dalam dalam penyelenggaraan jalan, memperoleh manfaat atas penyelenggaraan jalan, memperoleh informasi, memperoleh ganti kerugian yang layak akibat kesalahan pembangunan jalan, dan mengajukan gugatan kepada pengadilan atas kerugian akibat pembangunan jalan.
"Jelas, dalam perencanaan pembangunan fly over tersebut ada beberapa kriteria yang peraturan perundang-undangan yang masih belum dipenuhi," ungkap Harnen.
Hal tersebut, lanjut Harnen, bisa dilihat dari proses pengambilan keputusan pembuatan fly over yang hanya melibatkan eksekutif dan legislatif, tanpa melibatkan masyarakat. Akibatnya, terjadi penolakan dari masyarakat yang tidak pernah diajak komunikasi.
Penolakan tersebut terjadi karena ada alternatif lain yang dirasa tepat untuk mengatasi kemacetan, juga ada penolakan dari masyarakat yang terancam akan terkena dampak langsung rencana pembangunan fly over tersebut. "Sebenarnya, dana Rp 67,5 miliar tersebut bisa digunakan untuk membuat beberapa opsi pemecahan kemacetan lain," terang dia.
Di antaranya adalah pembuatan jalan lingkar timur (jalitim) yang bisa dipadukan dengan rencana pembuatan jalan tol Gempol-Pandaan-Malang. Opsi ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Malang timur dan mengurangi arus lalu lintas di pusat kota.
Selain itu ada alternatif pengembangan jalan tembus Jl Panji Suroso-Karanglo bertemu di persimpangan tiga kaki ke arah Batu. Alternatif ini mengalihkan pergerakan kendaraan berat langsung ke Karanglo tanpa melalui Jl Ahmad Yani.
Juga ada alternatif pendekatan transport demand management, yakni mengurangi volume kendaraan di kaki persimpangan Jl Ahmad Yani yang bertolak ke Jl Raden Intan dan Terminal Arjosari. Caranya, mengalihkan angkota sebagian angkota ke dari persimpangan Jl Ahmad Yani-Jl LA Sucipto-Jl Borobudur menuju Jl LA Sucipto ke Jl Panji Suroso menuju Terminal Arjosari. "Tentunya dengan modifikasi persimpangan secukupnya di Jl LA Sucipto dan Jl Panji Suroso," terang Harnen.
Selain itu, juga terdapat manajemen lalu lintas, yakni modifikasi geometrik persimpangan Jl Ahmad Yani-Jl Raden Intan melalui peningkatan kapasitas serta pengaturan lampu lalu lintas yang disesuaikan dengan volume kendaraan pada jam puncak dan non puncak.
Harnen menjelaskan, jika pemkot memaksakan akan membangun fly over, maka akan ada efek jaringan yang akan ditimbulkan. Yakni menimbulkan arus kedatangan di Jl Ahmad Yani yang jauh lebih besar daripada sekarang, sehingga akan menimbulkan persoalan lalu lintas baru di lokasi persimpangan.
Harnen juga menjelaskan, fly over hanya akan menjadi monumen yang megah, jika dalam waktu dekat proyek jalitim dan jalan tol Pandaan-Malang-Kepanjen terealisasi. "Selain itu, pemkot juga harus mempertimbangkan adanya perubahan tata ruang. Sebab, dengan perkembangan transportasi dan angkota, sewaktu-waktu Terminal Arjosari bisa dipindah. Maka dana sebesar Rp 67,5 miliar tersebut akan menjadi monumen yang megah. Ini karena kendaraan sudah tidak melewati daerah tersebut," paparnya.
Surat dari akademisi tersebut, agaknya, mengubah arah pikir anggota DPRD Kota Malang. Anggota Komisi A DPRD Kota Malang Agus Soekamto mengatakan, surat resmi dari Harnen tersebut akan dibahas di komisi A. "Apabila surat tersebut realistis dan objektif, maka dewan bisa saja meminta kepada eksekutif agar pembangunan fly over ditinjau ulang," kata Agus yang pada saat voting termasuk salah satu anggota dewan yang setuju pembangunan fly over.
Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Ahmadi. Menurutnya, dia sudah membaca surat dari Harnen. "Saya sangat setuju dengan pendapat Pak Harnen. Karenanya, dewan akan membahas surat tersebut. Sebab, banyak dampak yang akan ditimbulkan," tandas Ahmadi.
Sementara itu, enam spanduk penolakan pembangunan fly over yang baru dipasang empat hari, mendadak lenyap. Saat bangun tidur hari Minggu lalu, warga yang rumahnya dipasang spanduk kaget dan heran. "Saya bangun tidur saya kaget. Spanduk yang kami pasang sudah tidak ada," keluh M. Sholeh, salah seorang warga Jl Ahmad Yani.
Sayangnya, semua warga ternyata tidak tahu siapa yang mau mencuri spanduk kain putih dengan tulisan hitam itu. Yang pasti, warga menduga pencurinya nekat bukan karena ingin menjual kain sepanjang enam meter tersebut. Namun warga tidak mau menuduh siapapun. "Ya sudah hilang bagaimana. Kami akan buat dan pasang spanduk lagi," kata Sholeh enteng.
Seperti diketahui, mulai 15 Juni lalu, warga memasang enam spanduk berisi pernyataan menolak pembangunan fly over. Dalam spanduk itu tertulis: "Kami warga A Yani menolak fly over karena bukan merupakan solusi kemacetan. Selamatkan uang rakyat Rp 67,5 miliar, alokasikan untuk pendidikan dll". Spanduk itu memang tidak berizin karena Dinas Perizinan "tidak berani" memberikan izin.
Apakah satpol PP yang menurunkan paksa spanduk tersebut? Warga tidak tahu persis hal itu. Yang jelas, Jum’at (16/6), Satpol PP menelepon salah seorang warga agar menurunkan sendiri spanduk tersebut. "Mana tahu. Wong hilangnya juga malam hari. Tepatnya Sabtu malam lalu," ungkap Sholeh.
Di tempat terpisah, Kasatpol Rr. Diana Ina membenarkan bahwa dirinya menelepon salah seorang warga pada Jum’at lalu. Intinya, satpol meminta warga menurunkan sendiri spanduk tak berizin tersebut. Sebaliknya, saat itu satpol tidak bermaksud atau mengancam menurunkan paksa spanduk berisi aspirasi warga itu.
"Saya memang menelepon Jum’at sore. Tetapi bukan kami yang menurunkan paksa," kata mantan Camat Klojen tersebut.
Kalau sekarang spanduk tersebut sudah tidak ada di jalanan, Diana mengaku tugasnya sudah berkurang. Sebab bagaimana pun juga, menertibkan spanduk tak berizin memang sudah menjadi tugas rutin satpol.
Bagaimana dengan tidak diberikannya izin oleh Dinas Perizinan? Diana mengaku itu bukan menjadi wewenangnya. Yang jelas, Dinas Perizinan mempunyai pertimbangan lain. "Di sana kan juga dilihat isinya. Izinnya termasuk izin reklame insidentil," tegas Diana. (fir/yos) http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=129730&c=88

Hari Pertama SPMB Unibraw, Terjual 939 Formulir
20 Juni 2006
Dibuka hari ini, Selasa (20/6), Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Brawijaya telah diserbu pendaftar. Pada hari pertama ini telah terjual 939 lembar fomulir pendaftaran. Secara rinci, formulir IPA (ilmu pengetahuan alam) terjual 404 lembar, IPS (ilmu pengetahuan sosial) 347 lembar, dan IPC (campuran IPA dan IPS) 188 lembar.
1799 program studi
Pendaftaran peserta ujian SPMB tahun 2006 ini berlangsung mulai hari ini hingga tanggal 30 Juni mendatang, dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Peserta dapat memilih program studi di perguruan tinggi negeri anggota Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang tersebar di 3 region. Regional I sebanyak 20 PTN, Regional II sebanyak 10 PTN, dan Regional III sebanyak 23 PTN. Semuanya 1799 program studi dari 53 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia.
Regional I meliputi Sumatra (Banda Aceh, Medan, Padang, Riau, Jambi, Bengkulu, Palembang, Lampung), Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Bogor, Bandung), Kalimantan Barat (Pontianak);  Regional II meliputi Jawa Tengah (Purwokerto, Semarang, Surakarta), DIY (Yogyakarta), Kalimantan Tengah (Palangkaraya), Kalimantan Selatan (Banjarmasin), Kalimantan Timur (Samarinda); dan Regional III meliputi Jawa Timur (Surabaya, Malang, Jember), Bali (Denpasar, Singaraja), NTB (Mataram), NTT (Kupang), Sulawesi (Makassar, Palu, Kendari, Tondano, Manado, Gorontalo), Maluku (Ambon), Papua (Jayapura).
Samanta Krida
Untuk Malang, Panitia Tetap (Pantap) Lokal Malang terdiri dari unsur-unsur Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (Unibraw) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Jumlah formulir yang disediakan untuk lokal Malang adalah 20000 lembar, dengan alokasi UM 9000 lembar, Unibraw 9000 lembar dan UIN 2000 lembar.
Penjualan formulir pendaftaran peserta SPMB Unibraw dipusatkan di gedung Sasana Samanta Krida. Selain itu, mulai tahun 2006 ini Universitas Brawijaya juga melakukan penjualan formulir ke luar Malang. Tercatat misalnya, permintaan dari 3 kota: Madiun, Kediri, dan Probolinggo, yang akan dilayani tanggal 25 Juni mendatang.
Biaya pendaftaran Rp 150 ribu untuk kelompok IPA (ilmu pengetahuan alam) atau kelompok IPS (ilmu pengetahuan sosial) dan Rp 175 ribu untuk kelompok IPC (campuran IPA dan IPS).
Ujian akan dilaksanakan tanggal 5-6 Juli 2006. Hari pertama (5/7) untuk ujian kemampuan kuantitatif dan kemampuan bahasa, sedangkan hari kedua (6/7) untuk kemampuan IPA (pagi), dan kemampuan IPS (siang).
Hasil ujian akan diumumkan pada tanggal 4 Agustus 2006, melalui internet pada situs www.spmb-pusat.org (mulai pukul 18.00 WIB), atau pada papan-papan pengumuman (mulai pukul 23.59 WIB).
Jalur seleksi Unibraw
Rencananya, melalui SPMB tahun 2006 Unibraw akan menerima sebanyak 2956 calon untuk 44 program studi yang ditawarkan. Sementara itu, melalui berbagai jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru (S1 dan diploma) 2006, secara keseluruhan Unibraw menyediakan tempat bagi 7991 mahasiswa baru. Hingga saat ini seleksi yang sudah berjalan adalah PSB (penjaringan siswa berprestasi, tanpa ujian tulis), SPKS (seleksi program kemitraan sekolah), SPMK (seleksi program minat dan kemampuan) gelombang I dan SPKIns (seleksi program kemitraan instansi). Sedangkan yang akan berlangsung selain SPMB, adalah SPKD (seleksi program kemitraan daerah, 100 calon), SPI (seleksi program internasional, 20 calon), SAP (seleksi alih program, 539 calon) dan SPMD (seleksi penerimaan mahasiswa program diploma, 1150 calon). [Far]

Prof. Dr. Yogi Sugito Mulai Ngantor di Ruang Rektor
20 Juni 2006
Hari ini, Selasa (20/6), Prof Dr Ir Yogi Sugito mulai "ngantor" di ruang rektor, lantai VII gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Prof Yogi mengatakan, secara de jure seharusnya ia menempati kantor ini sejak ia dilantik menjadi rektor (Jumat, 16/6), tetapi secara de facto ia baru menempati kantor yang semula ditempati oleh Prof. Dr. Bambang Guritno itu mulai hari ini.
Kegiatan rutin yang mulai dijalaninya pada hari ini adalah menerima serombongan pejabat Fakultas Teknik, sebagai tamu pertamanya, yang melaporkan rencana pembangunan salah satu gedung di fakultas tersebut. Setelah itu menyusul rapat pertama yang dihadirinya yaitu rapat Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya.
“Tidak ada yang perlu diubah dari lay out ruangan ini”, ungkapnya mengenai ruang rektor yang ditempatinya. Dibandingkan dengan ruangan pembantu rektor I yang selama ini ia gunakan, dengan tersenyum Prof Yogi berkata, ”ruangan ini lebih lebar ...”. Kendati begitu, ia masih sering mondar-mandir ke kantor lamanya, karena jabatan sebagai pembantu rektor I masih dipegangnya selama belum ada pembantu rektor I definitif yang menggantikannya.
Mengenai program dalam waktu dekat ini, Prof. Yogi menyampaikan ada beberapa kegiatan, seperti persiapan SPMB, persiapan pengalihan PPS ke fakultas-fakultas, tindak lanjut penunjukan Unibraw sebagai simpul IT Dikti di wilayah Jawa Timur, dan persiapan pemilihan para pembantu rektor. [nok]

Ujian Nasional Sadis
Selasa, 20 Juni 2006
Ujian nasional (UN) SMA pertengahan Mei lalu menelan banyak korban. Sebanyak 6.906 pelajar tak lulus, termasuk sejumlah pelajar yang diterima di perguruan tinggi negeri.
Rincian siswa yang tak lulus UN adalah 3.675 siswa SMA dari 62.179 peserta UN plus 3.231 siswa SMK dari 56.562 peserta ujian. Di antaranya siswa yang tidak lulus merupakan siswa yang sudah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) lewat jalur khusus.
Nilai ujian nasional atau UN dijadikan satu-satunya penilai kelulusan siswa kelas III SMA dan sekolah sederakat seperti SMK. Standar kelulusan mencakup dua hal, yakni nilai per mata pelajaran miminal 4,26 dan rata-rata 4,51. Mata pelajaran yang diujikan dalam UN hanya tiga. Yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan matematika (untuk jurusan IPA) atau ekonomi (untuk IPS) atau bahasa asing lain (untuk jurusan bahasa).
Di bawah standar itu, seorang siswa dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang. Sebab, mulai tahun ini tidak ada lagi ujian ulangan. Bayu Taruna dari SMAN 71 Duren Sawit, misalnya, dinyatakan tidak lulus karena memiliki nilai UN sebagai berikut: bahasa Indonesia 8,8, bahasa Inggris 9,2, dan matematika 4. Nilai matematika 4 jadi penghalang karena di bawah ketentuan minimal 4,26 meski nilai rata-ratanya mencapai 7,3 (jauh di atas standar 4,51).
Muhammad Al Farisi dari SMA Islam PB Sudirman bernasib sama dengan Bayu. Nilai UN bahasa Indonesia 8, bahasa Inggris 7,2, dan matematika 4. Fatma Wijayanti dari SMA Islam PB Sudirman memiliki nilai bahasa Indonesia 7,6, bahasa Inggris 8, dan matematika 3,67. Bayu, Farisi, dan Fatma memang bernasib sangat tragis. Sebab, ketiga pelajar itu  sudah dilirik oleh perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai siswa berbakat. Ketiganya diterima sebagai mahasiswa di PTN tanpa tes.
Program ini dikenal dengan sebutan Penelusuran Minat, Bakat, dan Kemampuan (PMBK). Program ini berbeda dengan program akselerasi yang mengandalkan uang masuk yang mahal. Bayu Taruna diterima sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya (Unibraw), Muhammad Al Farisi di Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Fatma Wijayanti tercatat sebagai mahasiswa administrasi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Namun penerimaan itu dibatalkan karena PTN tidak menerima siswa yang tidak lulus sekolah.
Wakil Kepala Sekolah SMAN 71 Duren Sawit, Budi Susilo, mengatakan bahwa sekolah tidak bisa membatalkan ketidaklulusan siswa, walaupun sudah diterima di PTN. Sebab, penentu kelulusan adalah nilai UN. "Kami hanya ikut aturan dan kami tidak punya kewenangan apa-apa," kata Budi di ruang kerjanya SMAN 71 Duren Sawit.
Budi Susilo menjelaskan sejak kelas 1 hingga  kelas 3 SMAN 71, prestasi dan perilaku Bayu Taruna sangat baik sehingga pihak sekolah mendukungnya untuk mendaftar ke Unibraw tanpa tes. "Kami kecewa sekali, karena murid yang kami pantau sejak kelas satu ini tidak lulus. Prestasi belajarnya selama tiga tahun tidak bisa menentukan kelulusannya," katanya.
Selain Bayu Taruna, di SMAN 71 Duren Sawit, masih ada 8 siswa dari jurusan IPA yang tidak lulus karena nilai matemati di bawah 4,26. Budi menambahkan bahwa orangtua yang anaknya tidak lulus sekolah, ada yang datang ke sekolah untuk meminta surat keterangan tidak lulus. Pasalnya, anaknya sudah diterima di perguruan tinggi swasta dan bila anaknya dinyatakan tidak lulus, harus membawa surat keterangan sebagai syarat meminta kembali uang pendaftaran dan uang kuliah di kampus tersebut.
Rasa kecewa juga diungkapkan orangtua dari Bayu Taruna, Bambang Purwosedono. Bambang menyebut sistem kelulusan dengan mengandalkan nilai UN sama sekali tidak adil. Ia akan mengadukan nasib anaknya ke Komisi X DPR RI yang membidangi masalah pendidikan. "Saya selaku orangtua kecewa. Anak saya kurang beruntung dengan adanya aturan seperti itu," kata Bambang yang juga mengajar fisika di SMA.
Ia bilang sistem pendidikan nasional atau sisdiknas yang berlaku sekarang ini tidak menghargai jerih payah para pendidik di sekolah. Pasalnya, saat kelulusan yang memberi penilaian akhir bukan guru yang bersangkutan melainkan pihak lain dalam hal ini Depdiknas. "Kami guru yang tahu kondisi di lapangan, tidak mungkin memberi penilaian ke siswa hanya dalam tempo 120 menit untuk satu mata pelajaran. Ini kurang adil," tutur Bambang yang sudah 20 tahun mengajar.
Bambang menambahkan bahwa anaknya stres, karena tidak menyangka tidak lulus sekolah. "Dia tidak mau mengulang belajar setahun lagi, stres, dan merasa cita-citanya kandas. Jerih payah anak selama tiga tahun tidak dilihat. Kalau dipikir-pikir, ya sudah anak tidak usah disekolahkan saja, tapi disiapkan hanya untuk UN. Orientasi bukan proses belajar di sekolah tapi ke UN," ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta, Margani M Mustar, mengatakan pihaknya hanya bisa mengikuti peraturan sistem pendidikan yang diterapkan Depdiknas. "Ya, gimana, undang-undang sudah mengaturnya. Saya juga kecewa karena tidak bisa berbuat apa-apa, tapi semuanya kembali lagi ke undang-undang yang mengaturnya," katanya.
Ia berharap perguruan tinggi yang sudah menerima siswa SMA melalui jalur tanpa tes bisa memberi kelonggaran atau toleransi,  dan menunggu siswanya hingga  lulus ujian kembali. "Siswa yang sekarang tidak lulus bisa mengikuti paket C dengan belajar selama tiga bulan lagi,  kemudian di bulan November bisa ikut ujian paket C," katanya.  (Tan) KOMPAS CYBER MEDIA
http://www.kompas.com/metro/news/0606/20/084250.htm

Pisah Sambut Rektor Unibraw
19 Juni 2006
Diiringi irama gamelan, rektor baru Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dan rektor lama Prof Dr Ir Bambang Guritno, didampingi isteri masing-masing memasuki ruang Sasana Samanta Krida. Pagi itu, Senin 19/6, warga Universitas Brawijaya menyambut rektor baru dan melepas rektor lama dalam acara Pisah-Sambut Rektor Universitas Brawijaya. Acara ini disaksikan antara lain oleh Walikota Peni Suparto, Bupati Sudjud Pribadi dan hadirin yang terdiri dari para anggota Senat, pimpinan fakultas dan unit-kerja di lingkungan Unibraw.
Pada kesempatan itu Prof. Bambang Guritno menyerahkan Memorandum akhir jabatan sebagai Rektor Unibraw 2002-2006 kepada Prof. Yogi Sugito selaku rektor periode 2006-2010.
Acara dimeriahkan oleh penampilan UB Band, dengan personel para pegawai dan dosen Unibraw, dan Home Band dari Unit Aktivitas Band Mahasiswa. Mantan rektor menyumbangkan suaranya melantunkan lagu "Doa dan Restumu", sebuah lagi yang populer di tahun 1960-an. Sementara itu rektor baru Prof Yogi Sugito menyumbangkan lagu "Flamboyan" yang sangat terkenal di tahun 1970-an. Tak kurang Walikota Peni Suparto juga ikut menyumbangkan suaranya. [Far]

KPRI Presentasi Pembangunan Rumah
17 Juni 2006
Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Universitas Brawijaya mengadakan presentasi mengenai pembangunan rumah bagi para pemilik tanah kapling KPRI di kawasan Merjosari, Sabtu (17/6), di gedung PPI. Presentasi yang diikuti oleh lebih kurang 310 orang ini menghadirkan narasumber Ketua Pengurus KPRI Unibraw Dr. Ir. Salyo Sutrisno MS, wakil dari developer, serta wakil dari Bank Syari'ah Malang. Rencananya, rumah yang akan dibangun adalah tipe 38 dan tipe 48, terdiri dari dua buah kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, dapur, dan kamar mandi. Fasilitas umum yang diperoleh meliputi listrik sebesar 1300 VA, air bersih artesis, sanitasi, penerangan jalan, jalan paving, pos keamanan, serta fasilitas sosial, seperti tempat ibadah, taman dan lapangan olahraga. Harga yang ditawarkan sebesar Rp 1,6 juta per meter persegi dengan konsultan dari CV Griya Asri Gemilang. Dalam paparan itu, dijelaskan pula pemilik diberi kesempatan untuk mengubah desain sesuai keinginan, namun harus melalui kesepakatan terlebih dahulu, dan akan dikenakan biaya sebesar Rp 35 ribu per meter persegi. Keterangan lebih lanjut mengenai pembangunan rumah di kawasan Merjosari tersebut dapat menghubungi KPRI Universitas Brawijaya pada nomor telepon (0341) 552995 atau Dr Ir Salyo Sutrisno MS melalui nomor 081 233 14159. [nik]

Disertasi Sri Budiastuti: Tajuk Pengendali Sistem Hidrologi
17 Juni 2006
Alih fungsi dan guna lahan dari hutan menjadi persawahan ataupun perumahan pada suatu daerah dliran sungai (DAS), merupakan salah satu faktor peyebab bencana banjir dan tanah longsor yang semakin sering terjadi. Berkurangnya tingkat resapan air pada suatu DAS tak lain karena pohon dengan arsitektur tajuk yang berfungsi sebagai mediator pergerakan air hujan ke permukaan tanah, telah rusak atau hilang, dan mengganggu kinerja hidrologi pada suatu DAS atau area resapan air (ARA).
Demikian ungkap MTh Sri Budiastuti, kandidat doktor dalam ilmu pertanian dengan minat ekologi tanaman, dalam ujian terbuka disertasi pada Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 17 Juni 2006. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Bambang Guritno, sedangkan ko promotor Prof Dr Ir SM Sitompul dan Dr Ir Didik Suprayogo MSc. Sementara tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Kurniatun Hairiah, Prof Dr Ir Ariffin MS, Dr Ir Hery Harjono APU, dan penguji luar Dr Ir Tonny Kuntohartono APU dari P3GI.
Dalam disertasi berjudul "Pohon dan Sistem Agroforestri dalam Area Resapan Air: Peran Tajuk dan Strata Tajuk sebagai Pengendali Sistem Hidrologi”, Sri Budiastuti menyatakan keberadaan pohon sangat berperan pada dinamika hidrologi. Baik secara sendiri-sendiri, seperti air lolos tajuk, air aliran batang, dan intersepsi air, maupun secara berkelompok yang tergantung pada jarak tajuk antar pohon, keberadaan batang, dan seresah. Selain peran pohon, dinamika kinerja hidrologi juga berhubungan dengan aktivitas biota tanah yang dipengaruhi oleh seresah dan sistem perakaran yang akhirnya menentukan sifat fisik tanah (porositas tanah). Beberapa jenis pohon dengan arsitektur tajuk yang berbeda seperti jati, damar, kelapa hibrida dan pinus diteliti secara mendalam untuk mengetahui peranan tutupan lahan dengan karakteristik indivudu pohon pada kinerja hidrologi suatu ARA.
Penelitian Sri Budiastuti berlangsung selama musim hujan November 2003 hingga Maret 2004 di DAS Jratunseluna Kabupaten Grobogan, dan DAS Bengawan Solo Karanganyar Jawa Tengah, serta di DAS Brantas Kabupaten Malang Jawa Timur. Pohon-pohon yang diteliti berusia antara 10 tahun hingga 30 tahun, berdasarkan kriteria dasar pola percabangan dan daun yang representatif bagi jenis pohon lain. Sri Budiastuti menggolongkan pohon ke dalam tajuk sistem terbuka dan tajuk sistem tertutup, berdasarkan kenampakan percabangan dari luar dan dengan bentuk serta kepadatan tajuk tertentu. Bentuk bulat memanjang pada tajuk damar, memungkinkan aliran air hujan terkendali oleh lapisan tajuk. Demikian pula halnya pada bentuk kerucut tajuk pinus, yang hampir di seluruh permukaan cabang terselimuti oleh daun berbentuk jarum. Kedua pohon ini mampu mengintersepsi air hujan sebesar 25-28% dari rerata curah hujan (206mm dan 337mm per bulan) lebih tinggi 5-8% daripada jati dengan kondisi tajuk sebaliknya.
Temuan Sri Budiastuti menunjukkan, perubahan sistem tutupan lahan jati, damar, dan pinus menjadi agroforestri (pohon – kedelai dan pohon – jagung) menurunkan resapan air dan cenderung menurunkan infiltrasi kumulatif hingga 8-20%. Resapan air pada sistem pohon – jagung lebih besar daripada sistem pohon – kedelai. Tingkat resapan air pada lahan yang berpohon, lebih besar daripada lahan monokultur tanaman semusim.
Dengan demikian Sri Budiastuti menyarankan dilakukannya perbaikan kinerja sistem hidrologi suatu area. Selain penanaman tanaman sela pada kawasan hutan produksi jati, damar, ataupun pinus, harus disertai dengan penamanan tanaman permanen sebagai sarana pembentukan lapisan tajuk guna menekan kuantitas dan kecepatan lolos tajuk. Hal ini dikarenakan seberapapun tingkat kepadatan tajuk pohon, selalu menyebabkan lolos tajuk yang cukup besar.
Tanaman sela yang dipilih hendaknya berdasarkan habitus tinggi dengan lapisan tajuk yang terbentuk oleh tipe dan kedudukan daun. Bila tidak dimungkinkan karena mengikuti aspek pasar, maka tanaman sela hendaknya dikelola dengan olah tanah seminimal mungkin. Hutan produksi jati memerlukan tanaman sela berhabitus tinggi. Ini dikarenakan sifat tajuk jati cenderung membentuk aliran air berupa tetesan air hujan dalam jumlah dan kecepatan yang cukup tinggi. Sedangkan hutan produksi damar dan pinus memiliki sifat tajuk yang cukup baik sebagai pengendali kekuatan tetesan air hujan, sehingga di dalam hutan produksi damar dan pinus, sistem perakaran tanaman sela lebih dipentingkan daripada habitus tanaman sela.
Dr Ir MTh Sri Budiastuti MSi, perempuan kelahiran Bogor 5 Desember 1959, adalah tenaga pengajar di Universitas Negeri Surakarta (UNS) sejak 1985, sarjana pertanian lulusan Fakultas Pertanian UNS (1984), dan magister ilmu lingkungan dari Universitas Indonesia (1993). [nik]

Menteri Lantik Enam Rektor
17 Juni 2006
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo melantik enam rektor dari berbagai universitas negeri di gedung Departemen Pendidikan Nasional kemarin. Rektor yang dilantik adalah Nelson Pomalingo dari Universitas Gorontalo, Yogi Sugito dari Universitas Brawijaya, Haris Supratno dari Universitas Negeri Surabaya, Hadi Arifin dari Universitas Malikussaleh, Achmad Ariddien Bratawinata dari Universitas Mulawarman, dan Fasich dari Universitas Airlangga.
Pelantikan Fasich sebagai rektor dipertanyakan Ketua Komisi Pendidikan Zuber Safawi. Zuber menyatakan dasar pelantikan, yakni Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 16/2005 tentang Statuta Universitas Airlangga, telah dianulir Mahkamah Agung karena  dinilai bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60/1999 tentang Pendidikan Tinggi, Januari lalu. "Pengesahannya dipertanyakan karena menerima putusan Mahkamah Agung. [Rini Kustiani] KORAN TEMPO Sabtu, 17 Juni 2006

Pengambilan Sumpah 44 Dokter Baru
16 Juni 2006
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dr. Harijanto MSPH, Jumat 16/6, mengambil sumpah 44 dokter baru periode lulusan 24 Mei 2006. Upacara berlangsung di gedung Graha Medika, FK Unibraw.
Dalam sambutannya, Dekan Harijanto menyatakan sampai saat ini dokter yang telah diluluskan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya sebanyak 3083 orang dan tersebar di seluruh nusantara. Selanjutnya Harijanto mengingatkan para dokter baru untuk memenuhi UU Praktek Kedokteran dan Peraturan KKI yang mengharuskan para dokter praktek untuk memiliki sertifikat ijin praktek dari Kolegium Dokter Indonesia, sebagai kelengkapan untuk mendapat Surat Tanda Registrasi dari Konsil Kedokteran Indonesia.
Lebih lanjut Harijanto mengatakan, sejak Mei 2005 telah ditandatangani draft kesepakatan Mutually Recognition Agreement (MRA) oleh sembilan negara ASEAN. Menurut kesepakatan itu, tahun 2008 hanya ada satu standar kompetensi dokter di ASEAN. Dengan demikian kesepakatan itu memiliki implikasi semua dokter harus siap mengikuti Pendidikan Dokter Berkelanjutan, yang segera akan dilaksanakan oleh KKI dan KDI, yang menjamin agar semua dokter selalu memiliki kompetensi dokter yang sesuai dengan perkembangan iptek kedokteran yang mutakhir.
Sementara itu Direktur RSU Dr. Saiful Anwar dr. Pawik Supriadi SpJP (K) yang juga hadir dalam pengambilan sumpah menyatakan profesi kesehatan, khususnya profesi kedokteran, merupakan salah satu profesi yang banyak mendapatkan sorotan masyarakat melalui media massa. Dengan demikian, menurut Pawik, sudah saatnya masyarakat umum termasuk media massa
mengetahui bahwa para tenaga kesehatan, dokter, perawat dan petugas lain yang bekerja di rumah sakit tidak lagi berfungsi sebagai perorangan, akan tetapi merupakan bagian dari suatu jaringan sosial.
Berikut adalah nama lulusan dokter baru yang diambil sumpahnya: dr. Wasis Suciantoro, dr. Liliefna Anthony Yonathan, dr. Yuswanto, dr. Aisyah Radiyah, dr. Albert Rudyanto, dr. Anto Fernando Abel, dr. Budi Yuniarto, dr. Farida Trihartini, dr. Intan Nurswida, dr. Mitra Andini Sigilipoe, dr. Moch. Fauzan Hamzah, dr. Nieke Dinda Parmawati, dr. Reny Wahyuningrum, dr. Abraham Surjantoro, dr. Afif Amrullah Romdloni, dr. Aisyah, dr. Anggi Tresnantari, dr. Antarestawati Acip Tjokro, dr. Ardhestiro Harnindyo Putro, dr. Aris Syamsiatun Nisa’, dr. Bagus Hery Kuncahyo, dr. Bayu Chirprianti, dr. Deni Widya Ratna, dr. Feny Mayalestari, dr. Hemah Latha, dr. I Komang Gede Arnawa, dr. Ilsa Hunaifi, dr. Kumara Yusefi, dr. Kurnia Dwi Artanti, dr. Kumara Yusefi, dr. Kurnia Dwi Artanti, dr. Lerdy Nugroho Kresnamurti, dr. Linda Susanti, dr. Moh. Nurdin Zuhri, dr. Nihayatul Miladiyah, dr. Nurul Husnah, dr. Paula Rahmawar, dr. Puguh Prasetyoadi, dr. Rellig Maret, dr. Sapto Prihandono, dr. Sintha Restuningwiyani, dr. Theresia, dr. Tri Karahmawati, dr. Tri Nugraheni, dr. Venny, dr. Vidia Eka Damayanti. [nik]

Mahasiswa Unibraw Ikuti Program Budaya Pemerintah Italia
16 Juni 2006
Aktif mengikuti mailing list di dunia maya, ternyata memberikan manfaat positif bagi Hendrawan Firmansyah. Karena aktivitasnya bergelut dengan informasi di dunia maya tersebut, akhirnya mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi yang kini tengah menyusun skripsinya tersebut terpilih sebagai peserta program Corso Ordinario di Lingua e Cultura Italiana (kursus bahasa dan budaya) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Italia.
Bersama 20 mahasiswa lain yang terpilih dari seluruh Indonesia, selama 6 bulan putera ketiga dari empat bersaudara pasangan Hudrin dan Elly Syahry ini akan mengikuti program yang dilaksanakan Universita Per Stranieri di Siena Italia.
Mendapatkan informasi tentang program tersebut dari mailing list, Hendrawan yang kelahiran Jakarta 23 tahun silam ini segera mengikuti seleksi administrasi di Pusat Kebudayaan Italia di Jakarta yang dilanjutkan dengan tes interview. Alumni SMAN 72 Jakarta yang masuk Unibraw pada 2001 ini diwawancarai oleh 6 orang dari dalam dan luar negeri. Bersama Hendrawan, ada 75 orang peserta lain yang datang dari wilayah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, dan Bali.
Program kursus yang akan diikuti Hendrawan bulan Juli sampai Desember 2006 nanti terdiri atas 3 termin. Setiap termin berlangsung selama 2 bulan. Selama itu ia mendapat beasiswa sebesar 619 euro per bulan dan tinggal di asrama bersama teman-teman dari lima benua. Di sana, Hendrawan yang mengaku pernah aktif berorganisasi dalam Forstilling, HMJA, Dewan Legislatif Mahasiswa, dan EM UB ini berencana untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia terutama terkait pariwisata, kehidupan sosial, pendidikan serta berbagai bencana yang kini tengah melanda Indonesia. [nok]

Beasiswa Yayasan Pertamina
16 Juni 2006
Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Brawijaya, Jumat (16/6), mengikuti seleksi dan interview beasiswa yang diadakan oleh Yayasan Kesejahteraan Pekerja Pertamina (YKPP). Mereka terdiri dari mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan, dan Fakultas Ilmu Administrasi. Acara diselenggarakan di lantai 8 gedung Rektorat Universitas Brawijaya.
Menurut Harnoko MM, direksi dari salah satu anak perusahaan Pertamina, pemberian beasiswa merupakan CSR (corporate social responsibility) dari Pertamina. Harnoko menjelaskan, kegiatan tersebut baru dilaksanakan tahun ini dan sudah berhasil di beberapa universitas, yaitu Unair, UI, ITB, Undip, dan UGM. Setelah Unibraw segera menyusul diadakan di ITS.
Beasiswa ini diprioritaskan pada mahasiswa kurang mampu tetapi memiliki kemampuan akademis tinggi (IPK minimal 3.00). ”Setidaknya ada 3 unsur dalam beasiswa tersebut, meliputi biaya hidup (sekitar Rp 350 ribu – Rp 550 ribu), SPP, serta biaya pendidikan (praktikum, skripsi, ataupun ujian)”, tutur Harnoko. Beasiswa ini akan diberikan untuk periode 1 tahun dan 4 tahun, yang akan dievaluasi setiap tahun. [nok]

Inventarisasi Aset Unibraw
15-16 Juni 2006
Guna memenuhi ketentuan Undang-Undang Keuangan Negara dan standar akuntansi pemerintahan, Universitas Brawijaya menyelenggarakan Sosialisasi dan Implementasi Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SABMN). Sosialisasi, telah dilaksanakan akhir bulan lalu (30/5). Sebagai kelanjutan, inventarisasi aset menggunakan aplikasi SABMN dilaksanakan selama dua hari (15-16 Juni 2006) di Guest House Unibraw.
Acara dibuka oleh Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch Munir SH, diikuti oleh segenap kepala sub bagian atau staf bidang perlengkapan dari fakultas-fakultas dan unit kerja yang lain, dengan narasumber/instruktur Tim SAI (Sistem Akuntansi Indonesia) Unibraw, di antaranya Drs. Sutikno, Ahmad Murtadho SE Ak, Drs. Suharyo, dan Drs. Suhartono. Turut memberikan pengarahan, Tim BPKP Wilayah Jawa Timur.
Selama dua hari itu, dilakukan inventarisasi seluruh barang/aset milik Unibraw, baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak. Aplikasi SABMN itu sendiri, menurut salah seorang anggota tim SAI Unibraw Ahmad Murtadho SE Ak, dilengkapi dengan neraca, realisasi anggaran, catatan laporan keuangan, di samping data inventarisasi barang milik negara.
Dalam sambutan penutupan, Ir. Suhardiyono, Kepala Bagian Umum Hukum Tatalaksana dan Perlengkapan menuturkan pada saat ini total aset Universitas Brawijaya telah mencapai Rp 105 milyar, berdasarkan perhitungan harga perolehan sebelum dilakukan penyesuaian harga. Secara khusus, dalam sambutannya Ir. Suhardiyono berharap aset Unibraw yang berasal dari proyek DUE-Like, Hibah A2, Hibah A3, SP4 dan TPSDP dapat segera dilaporkan, agar dapat segera ditindaklanjuti. [nok]

Dua Makalah Asal Malang dalam Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi
15 Juni 2006
Hanya dua makalah yang ditulis pakar asal Malang lolos dalam Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) yang akan digelar di Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta 17-18 Juni 2006. Demikian komentar Prof. Dr. Soekartawi yang disampaikan kepada PRASETYA Online, Kamis 15/6.
Guru besar ekonomi pertanian Unibraw yang kini staf ahli pada Departemen Pendidikan Nasional Jakarta ini mengatakan, ternyata hanya dua makalah dari lembaga/perguruan tinggi di Malang yang lolos seleksi penyunting ahli dan diterima untuk dipresentasikan. Seluruhnya ada 132 makalah dari seluruh Indonesia.
Kedua makalah itu, masing-masing berjudul "Blended e-Learning (BEL): Alternatif Model Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia" (oleh Prof. Soekartawi, Unibraw), dan "Optimasi Penempatan Kapasitor pada Saluran Distribusi 20 kV dengan Menggunakan Metode Kombinasi Fuzzy dan Algoritma Genetika" (oleh IM Wartana dan M. Mustikawati, ITN).
Menurut Soekartawi, sesungguhnya seminar nasional ini merupakan ajang bergengsi bagi para pakar teknologi informasi (TI). Semua pakar TI berkumpul dan berdiskusi membahas aplikasi TI terkini. "Forum seperti ini mestinya dimanfaatkan. Bobot kepakaran seseorang akan eksis, kalau ada pengakuan pakar lain berlevel nasional", tutur Soekartawi.
Prof. Soekartawi mengaku tidak mengerti mengapa hanya ada dua makalah yang ditulis oleh pakar Malang dalam forum tersebut. Mungkin saja banyak yang mengirimkan makalah, namun menurut penilaian tim penyunting kurang memadai untuk dipresentasikan di tingkat nasional. Publikasi panitia, menurut Soekartawi sudah cukup luas, sebab di samping dikirim via surat ke sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia, juga diiklankan melalui media masa, diberitakan di radio dan televisi, dan juga disebarkan melalui berbagai mailing list di internet. [skw]

Sosialisasi Konstitusi oleh Mahkamah Konstitusi
15 Juni 2006
Bekerjasama dengan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi (MK), Pusat Pengkajian Konstitusi (PPK) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya menyelenggarakan seminar nasional “Wewenang Mahkamah Konstitusi dan Peranannya dalam Membangun Budaya Sadar Berkonstitusi”, Kamis (15/6), di gedung PPI Unibraw.
Panitia penyelenggara, Tunggul Anshari SH MH, mengatakan kegiatan ini sebagai sarana sosialisasi konstitusi (UUD) yang saat ini telah mengalami perubahan sebanyak 4 kali. Menurut Tunggul, yang juga Ketua PPK FH Unibraw, sosialisasi kali ini ditujukan pada beberapa elemen, di antaranya pimpinan pemerintahan, se-Malang Raya, pimpinan penegak hukum se-Malang Raya, pimpinan lembaga perwakilan se-Malang Raya, LSM, guru-guru tata negara pada tingkat SLTP dan SLTA, partai politik, dan dosen-dosen fakultas hukum yang memenuhi ruang seminar.
Diundang dalam seminar ini antara lain, Prof. A. Mukthie Fadjar (hakim MK, staf pengajar FH Unibraw) dengan materi ”Tinjauan Kritis Pelaksanaan Wewenang dan Peranan MK dalam Membangun Budaya Sadar Berkonstitusi”, Dr. Harjono SH MCL (hakim MK) dengan materi bertajuk “Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia”, Muchamad Ali Safa’at (staf MK) dengan materi bertajuk ”Perkembangan Teori Hukum Tata Negara dan Penerapannya di Indonesia” dan Jazim Hamidi dengan materi bertajuk “Perkembangan Teori Hukum Tata Negara (Sebuah Gagasan Kontemplatif)”.
Dalam kesempatan tersebut juga diselenggarakan acara peluncuran buku berjudul “Hukum Konstitusi dan Mahkamah Konstitusi” karangan Abdul Mukthie Fadjar yang diterbitkan oleh konstitusi Press dan Citra Media serta buuk dengan judul Teori Hans Kelsen karangan Prof. dr. Jimly Asshiddiqie SH dan M. Ali Safa’at SH MH yang juga diterbitkan oleh Konstitusi Press Jakarta. [nok]

Prof. Yogi Sugito Rektor Baru
13 Juni 2006
Prof Dr Ir Yogi Sugito segera dilantik sebagai Rektor Universitas Brawijaya periode 2006-2010. Kepastian ini disampaikan oleh Biro Kepegawaian Departemen Pendidikan Nasional melalui telepon hari Senin 12/6 siang kepada Rektor Prof Bambang Guritno.
Pelantikan Prof Yogi Sugito akan dilaksanakan di Aula Depdiknas Jakarta, Jumat 16/6, bersama-sama dengan pelantikan rektor dari 5 perguruan tinggi lain, yaitu Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Malikussaleh (Unimal), dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Prof. Yogi Sugito, saat ini menjabat sebagai Pembantu Rektor I bidang akademik (sejak Oktober 2000), sebelumnya pernah menjabat Pembantu Dekan I (1990-1995) dan kemudian sebagai Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (1996-2001). Prof. Yogi adalah gurubesar agronomi, sarjana pertanian Unibraw (1977) dan doktor ilmu tanaman lulusan IPB (1983), putra kelahiran Tulungagung, 22 Januari 1951, berpangkat Pembina Utama Madya, golongan IV/d. [Far]

Bantuan Biaya Perjalanan Ibadah Haji
13 Juni 2006
Universitas Brawijaya, untuk musim haji 1428 H, memberikan bantuan (subsidi) biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) untuk 9 orang pegawai administrasi. Besarnya bantuan itu 75% bagi pegawai golongan II, 50% bagi pegawai golongan III, dan 25% bagi pegawai golongan IV.
Persyaratan untuk mendapatkan bantuan meliputi: masa kerja minimal 15 tahun, berakhlak baik/tak tercela, taat melaksanakan ibadah shalat lima waktu, dan telah memiliki BPIH (25% untuk pegawai golongan II, 50% untuk pegawai golongan III, dan 75% untuk pegawai golongan IV). Bantuan ini hanya berlaku untuk PNS yang bersangkutan (tidak termasuk anggota keluarganya). Yang bersangkutan harus terdaftar sebagai anggota KBIH (kelompok bimbingan ibadah haji) Universitas Brawijaya.
Untuk menetapkan penerima bantuan BPIH, dilakukan undian. Hasil pengundian yang dilakukan beberapa waktu lalu ternyata belum memenuhi jumlah yang ditentukan, karena ada beberapa calon yang mengundurkan diri. Oleh karena itu diadakan undian lagi, Selasa 13/6, untuk melengkapi jumlah tersebut menjadi 9 orang.
Secara keseluruhan, mereka yang mendapatan bantuan BPIH pada musim haji 1428 H adalah: Suwandi Slamet (Kemahasiswaan), Suhadi (PPA), Sugijanto (FK), Kastolani SE MM (FE), Drs Suhartono (Keuangan), Sukardjo (Perlengkapan), Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib (Perpustakaan),  Imam Safii SE MM (Keuangan), dan Dra Rugjatmiasih (Lemlit). [Far]

Dede Suparjo Presiden Mahasiswa Unibraw
13 Juni 2006
Setelah melalui pemungutan suara langsung pada 1 Juni 2006, Dede Suparjo, mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2002, akhirnya keluar sebagai pemenang dalam pemilihan Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya periode 2006-2007. Dalam perhitungan akhir, Dede unggul dengan 1836 suara (44.56%), sementara kandidat lain Lukman Hakim mendapatkan 1197 suara (29.05%), Reza W. Cambey dengan 689 suara (16.72%), dan M. Tsabit Jauhari dengan 144 suara (9.67%). Dari total suara tersebut, terdapat 85 suara abstain dan 166 suara tidak sah.
Menurut panitia Pemilwa (pemilihan mahasiswa) Raya, angka partisipasi pemilih tahun 2006 (sejumlah 4120) mengalami peningkatan 16.55% dibanding angka pada Pemilwa Raya tahun lalu (sejumlah 3535).
Sementara itu, untuk pemilihan calon anggota DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) dari 17 kandidat yang ada, dipilih 11 anggota DPM. Ke-17 kandidat tersebut, dari perolehan suara tertinggi berturut-turut adalah Kiagus (520 suara), M. Hasan (340 suara), Dyan Permatasari (335 suara), Misky R. Anugrah (314 suara), MZ Firmansyah (289 suara), Dito Arif (283 suara), Yanny R (251 suara), Rahmad (242 suara), Fery Angga (218 suara), Miftach Alamudin (202 suara), Ahmad Pujianto (183 suara), Wahyu Febry K (182 suara), Victor I.W.N (158 suara), Prawidha SB (133 suara), Abdul Azis Saluki (117 suara), dan Ike Kurniawati (102 suara). Dari total 4120 suara yang masuk, terdapat 73 suara abstain dan 181 suara tidak sah.
Dalam Pemilwa Raya tahun ini terdapat 16 tempat pemungutan suara (TPS), yaitu TPS Kedokteran RSSA Malang, TPS Kedokteran, TPS Jurusan THP FTP, TPS MIPA, TPS Pertanian, TPS Perikanan, TPS Program Studi Bahasa dan Sastra, TPS Peternakan, TPS Jurusan TIP FTP, TPS Hukum, TPS Ekonomi, TPS Ilmu Administrasi, TPS Ilmu Administrasi Program D3, TPS Jurusan TEP FTP, TPS Pertanian Program D3, dan TPS Program Ilmu Sosial. Dari 16 TPS tersebut, TPS Fakultas Ekonomi mencatat angka partisipasi tertinggi. Sebanyak 591 pemilih menggunakan hak pilihnya. Disusul para peringkat kedua, TPSi FIA dengan 524 pemilih, dan Fakultas Kedokteran dengan 504 pemilih. [nok]

MoU Unibraw - Universitas Haluoleo
12 Juni 2006
Naskah kerjasama dalam bidang pendidikan, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat, Senin 12/6, ditandatangani Universitas Brawijaya dan Universitas Haluoleo (Unhalu), Kendari. Penandatanganan dilakukan dalam sebuah upacara sederhana di lantai VII Gedung Rektorat Unibraw. Rektor Prof Dr Ir Bambang Guritno bertindak mewakili Unibraw, dan Rektor Prof Ir Mahmud Hamundu MSi mewakili Unhalu. Hadir menyaksikan upacara itu Pembantu Rektor IV Unibraw Prof Umar Nimran MA PhD, Pembantu Rektor IV Unhalu Prof Dr M Yusuf Abadi SE MS, dan Direktur Program Pascasarjana Universitas Brawijaya Prof. Dr. dr. Djanggan Sargowo SpPD SpJP (K).
Kerjasama ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh kedua belah pihak, sehingga tercipta suatu kekuatan sinergis yang dapat menopang pengembangan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ruang lingkup kerjasama meliputi pertukaran tenaga dosen, tenaga pembimbing dan promotor, pertukaran tenaga peneliti, dan kegiatan lain yang dianggap perlu.
Dalam kesempatan itu ditandatangani pula naskah kerjasama antara PPS Unibraw dan PPS Unhalu. Prof Djanggan bertindak mewakili PPS Unibraw, dan Prof.Dr. La Ode Abdul Rauf MS mewakili PPS Unhalu. Kerjasama itu akan berlangsung selama empat tahun. [nik]

Disertasi Aidin SE MSc: Perlu Segara Pengembangan Social Forestry
12 Juni 2006
Pemanfaatan sumber daya alam dalam sistem ekonomi sering tidak mempertimbangkan kelestarian. Kayu hutan merupakan sumber daya alam yang sering digunakan dalam pembangunan. Saat ini ketersediaan kayu hutan semakin menipis dan kerusakan lingkungan semakin meningkat. Menipisnya ketersediaan sumber kayu hutan disebabkan oleh beberapa faktor yaitu illegal logging, perubahan penggunaan lahan dan fungi kawasan, sistem pemanfaatan yang tidak lestari serta tidak terpeliharanya keanekaragaman hayati.
Demikian antara lain disertasi Aidin SE MSc berjudul ”Rancang Bangun Model Pengelolaan Agroforestry yang Berkelanjutan di Sulawesi Tenggara”, dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 12/6.
Kandidat doktor ilmu ekonomi ini mengungkapkan, untuk mengatasi kelangkaan sumber daya kayu hutan dan kerusakan lingkungan, perlu dikembangkan sistem penanaman tanaman kayu dengan sistem hutan tanaman industri (HTI) atau agroforestry yang dapat disempurnakan dengan sistem social forestry. Penelitian Aidin dilakukan di dua kabupaten di Sulawesi Tenggara yaitu Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Muna. Saat ini terdapat sejumlah 23.238,90 hektar agroforestry jati yang ditanam sejak 1989.
Hasil penelitian Aidin menyebutkan, proyek pengelolaan agroforestry kayu jati melalui proyek HTI di Sulawesi Tenggara memberikan dampak bagi masyarakat lokal. Dampak tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan dalam jangka pendek dan terbatas. Bagi pembangunan regional sumber pendapatan kayu jati ternyata mengalami penurunan sebagai akibat dari illegal logging. Selain itu daya serap tenaga kerja juga relatif rendah dan bersifat fluktuatif dan menurun serta kontribusi tanaman tumpangsari padi ladang dan jagung sebagai sumber bahan pangan relatif rendah. Bagi kelestarian sumber daya hutan dan lingkungan ditemukan bahwa terjadi kerusakan dan perubahan lingkungan baik sebagai akibat penebangan hutan alam maupun hutan produksi karena kegiatan illegal logging. Akibat langsung yang dialami adalah kekeringan, longsonr, banjir, berkurangnya sumber air untuk pertanian, gangguan sosial dan satwa liar, serta kebakaran limbah kayu dalam kawasan hutan.
Berdasarkan hasil temuan tersebut Aidin menyatakan bahwa pembangunan agroforestry jati di Sulawesi Tenggara dengan model HTI tidak dapat memberikan manfaat dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat lokal, pengusaha, kelestarian hutan dan pembangunan regional dalam jangka panjang.
Untuk menyempurnakan pengelolaan HTI Aidin menyarankan untuk mengimplementasikan sistem lain dengan sistem social forestry. Namun menurut Aidin, sistem ini memiliki keterbatasan yaitu tidak ada peruntukan areal untuk pengembangan kegiatan pertanian dalam kawasan hutan yang berimplikasi kepada kurangnya pendapatan masyarakat dalam jangka pendek, rendahnya insentif bagi masyarakat yang berakibat pada kurangnya motivasi masyarakat untuk memilihara, menjaga, melakukan pengamanan dan pelestarian hutan dalam jangka panjang.
Sentraloka-Aidin
Untuk mengatasi keterbatasan sistem HTI maupun social forestry, Aidin kemudian membuat suatu rancang bangun yang disebut dengan Sentraloka-Aidin (S-A). Model ini menggabungkan antara sistem social forestry dan transmigrasi yang memiliki tiga macam alternatif model. Perbedaan mendasar model S-A dengan HTI dan social forestry adalah dalam hal partisipasi asyarakat. Pada sistem HTI masyarakat lokal hanya berpartisipasi pada tahap operasional proyek dengan insentif yang terbatas. Pada sistem social forestry masyarakat lokal diberi wewenang yang luas untuk melakukan pengelolaan hutan dan berpartisipasi pada keseluruhan tahapan proyek. Sementara pada metode S-A masyarakat lokal berpartisipasi untuk pengelolaan kawasan hutan dari tahap perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi, serta lebih fleksibel.
Ujian disertasi Aidin dipromotori oleh Prof Dr Djumilah Zain SE, dengan kopromotor Dr. Maryunani, SE., MS dan Dr. Candra Fajri Ananda SE MSc. Tim penguji terdiri dari Dr. Agus Suman SE DEA, Dr Ir Nuhfil Hanani MS, David Kaluge SE MSc PhD, serta penguji dari Universitas Haluoleo Prof Ir Mahmud Hamundu MSc, dan Prof Dr M Yusuf Abadi SE MS. Dalam yudisium, Aidin dinyatakan  lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu ekonomi, dengan predikat sangat memuaskan (indeks prestasi kumulatif 3,55).
Dr Aidin SE MSc (43 tahun) adalah tenaga pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo Kendari. Sarjana ekonomi Univeristas Haluoleo (1989) ini memperoleh gelar master dalam bidang Rural Regional Development Planning pada School of Environment and Resources Development Asian Institute of Technology, Thailand (1997). Ayah dari tiga anak ini aktif sebagai peneliti ahli bidang sosial ekonomi Puslit Lingkungan Hidup Universitas Haluoleo, pernah menjadi duta pemuda pertukaran pemuda Indonesia-Canada (1986), dan mendapatkan penghargaan dari Department of Canadian Forest Research Center Station sebagai the best responsibility di beberapa unit kegiatan pengawasan hama penyakit, analisis pH tanah, pengawasan suhu melalui komputerisasi, amdal dan kerusakan hutan, survei lapangan dan literatur review (1986). [nik]

Launching Kerjasama KBIH Unibraw-Shafira Tours & Travel
12 Juni 2006
Setelah sukses menyelenggarakan bimbingan perjalanan ibadah haji (reguler) beberapa tahun terakhir ini, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Universitas Brawijaya (KBIH Unibraw) melangkah lebih jauh menggarap "pangsa pasar" yang lain. Menggandeng biro perjalanan Shafira Tours & Travel, KBIH Unibraw menawarkan Paket Umrah kepada warga Unibraw maupun masyarakat luas. Paket baru ini mulai diperkenalkan Senin 12/6, dalam sebuah acara launching di gedung PPI Unibraw.
Tak kurang Ketua PPA Prof. Dr. Thohir Luth dan Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch Munir dalam kata sambutannya, menyambut gembira paket perjalanan "wisata rokhani" ini.
Sementara itu, pimpinan Shafira Tours & Travel, H Andi Alamsyah, memanfaatkan momentum itu untuk memperkenalkan biro perjalanan yang dikelolanya kepada warga Unibraw yang hadir, yang terdiri dari para dosen, pejabat, dan pegawai, serta para undangan dari instansi lain, temasuk para haji atau calon haji bimbingan KBIH Unibraw. Shafira yang berpusat di Surabaya, berdiri sejak 2001, kini membuka 8 kantor cabang di 8 kota: Surabaya, Malang, Jakarta, Jombang, Jember, Bojonegoro, Banjarmasin, dan Manado. Biro ini telah berpengalaman melayani bimbingan manasik dan ibadah haji, umrah dan umrah plus, serta haji plus. Dengan karyawan berjumlah 50 orang, dalam setahun biro ini menyelenggarakan 70 kali paket umrah ditambah satu kali paket ibadah haji plus. Berawal dari sebuah kantor yang mengurus tiket pesawat, Shafira kini berkembang menjadi sebuah perusahaan yang memberikan servis menyelenggarakan perjalanan umrah dan haji, domestic & international ticket, domestic/inbound tours, international/outbond tours, reservasi hotel, pengurusan dokumen perjalanan (paspor, visa), money changer, dll.
Secara khusus Shafira menawarkan perjalanan ibadah umrah dan haji dengan motto "Memberikan kenyamanan dan kekhusyukan dalam beribadah". Kenyamanan fasilitas penginapan yang ditawarkan adalah hotel berbintang berjarak sangat dekat dengan Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, seperti Hotel Movenpick atau Sheraton Al Harithyah di Madinah, Hotel Dar Al Salam atau Sofitel di Makkah. Sedangkan di Jeddah jamaah akan menginap di Holiday Inn atau Sofitel. Untuk menjamin kekhusyukan ibadah, para jamaah dibimbing oleh muthawwif/ustadz berpengalaman. Salah satu di antaranya adalah dai terkenal Ustadz Jeffry Al Buchori.
Harga paket umrah yang ditawarkan Shafira, tergantung lama perjalanan ibadah dan tempat-tempat yang disinggahi selama perjalanan serta berapa orang per kamar, berkisar antara US$ 1199 (reguler, 9 hari, 4 orang sekamar) hingga US$ 1950 (umrah plus singgah di Turki dan Singapura, 13 hari, 2 orang sekamar). [Far]

Workshop Pemikiran Strategis Islam untuk Perdamaian Dunia
11 Juni 2006
Bekerjasama dengan Pusat Kajian Islam dan Sains Bhima Sakti, Program Pascasarjana Universitas Brawijaya (PPS-UB) menyelenggarakan workshop "Pemikiran Strategis Islam untuk Perdamaian Dunia". Workshop digelar di ruang sidang PPS-UB, Minggu 11/6.
Output dan Outcome
Diharapkan sebagai keluaran (output) workshop ini, Islam dapat diserap oleh masyarakat, tanpa melihat aliran apapun, secara utuh, dan menarik sebagai konsep sosial yang dapat dioperasikan dalam masyarakat yang saat ini sedang "kehilangan pegangan hidup". Sementara sebagai dampak (outcome), workshop ini diharapkan akan berpengaruh pada "daya jual" Islam dalam kompetisi yang semakin terbuka, sekaligus para mubaligh Islam mampu menyampaikan informasi keilmuan mutakhir kepada masyarakat secara terbuka, dan siap untuk "diadu" dengan konsepsi lain dengan cara yang santun, edukatif, dan bermoral.
Tujuan
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan kegiatan ini. Di antaranya, meningkatkan daya saing umat Islam dalam standar hidup yang layak, mulia, dan rasa aman dalam kesehariannya, Selain itu, memperbaiki citra Islam yang selama ini telah diacak-acak atau disalahtafsirkan, baik oleh pemeluk Islam sendiri ataupun ataupun umat lain, baik secara sengaja atau karena kurangnya pengetahuan akan nilai Islam yang ada di dalamnya. Tujuan lain, meningkatkan kemampuan kerjasama (teamwork) sehingga akan menambah ketrampilan manajerial untuk mencukupi kebutuhan pokok masyarakat (basic need) maupun kebutuhan sekunder. Lebih jauh, membuka peluang ke tingkat kompetisi yang lebih luas dalam mengelola alam raya.
Narasumber
Paling tidak ada 6 narasumber yang diundang dalam workshop ini, yaitu: dr. Fuad Amsyari PhD (materi: Peta Politik Dunia Islam Saat Ini dan ke Depan), Ahmad Sumargono SE MM (Perkembangan Gerakan Islam), dr. Muhammad Usman MS (Analisis SWOT Kebutuhan NIlai), Prof Dr Imam Suprayogo (Peluang Kerjasama Dunia Islam untuk Perdamaian Dunia), Drs. Abdul Latief Burhan MS (Konsep Manajemen Lingkungan Menurut Peruntukannya), dan Prof Dr Ir Ika Rochdjatun S (Etika Ilmu untuk Perdamaian Dunia). [Far]

Ujian Disertasi Nugroho Hadisusanto
10 Juni 2006
Air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan, baik untuk manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Tanpa air, kehidupan di bumi tidak akan berlangsung. Karenanya agar sumberdaya air tetap lestari, diperlukan ilmu yang mempelajari tentang air. Perencanaan hidrologi selalui berkaitan dengan karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS). Di dalam sistem DAS dijumpai beragam komponen antara lain karakteristik fisik DAS, vegetasi, jenis tanah, aliran air dan hujan yang saling berinteraksi secara dinamis sehingga berpengaruh terhadap kondisi debit aliran sungai.
Demikian ungkap Nugroho Hadisusanto dalam disertasi berjudul “Model Simulasi Hujan-Aliran Sungai Fungsi Simpanan Air Tanah Daerah Aliran Sungai Kali Sayang”, dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 10/6.
Kandidat doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan minat teknik sumber daya air ini mengatakan, selama ini data debit aliran sungai Kali Sayang, diperoleh dengan melakukan pengamatan tinggi muka air sungai (dengan automatic water level recorder) yang mahal biaya operasi dan perawatannya. Namun seringkali data yang diperoleh kurang memadai. Agar kekosongan data debit aliran sungai menjadi lengkap, Nugroho Hadisusanto menawarkan solusi melalui aplikasi model matematik dengan menstimulasi data hujan menjadi data debit air aliran sungai yang input modelnya berdasarkan data hujan dan karakteristik DAS.
Penelitian Hadisusanto dilakukan di DAS Kali Sayang dengan menggunakan data primer meliputi pengukuran infiltrasi, pengambilan contoh tanah, pengamatan dan pengukuran debit sungai tahun 2005 dan pengukuran curah hujan tahun 2005. Sementara data sekunder yang digunakan yaitu data hujan harian periode 1997-2004, data klimatologi 1998-2005, ortho foto tahun 1986, foto citra satelit Landsat 1999, peta rupa bumi skala 1:50000, peta jenis tanah skala 1:50000 dan deskripsi tanah DAS Kali Sayang 1994, serta data pencatatan debit aliran sungai Kali Sayang periode 1998-2004. Data-data ini diperlukan untuk Model Simulasi Hujan-Aliran Sungai Fungsi Simpanan Air Tanah DAS Kali Sayang.
Dari hasil temuannya disimpulkan bahwa fluktuasi hujan harian rata-rata DAS Kali Sayang yang diukur pada stasiun hujan Ngantang, stasiun hujan Jombok dan stasiun hujan Tulungrejo, memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap fluktuasi debit aliran sungai. Dengan demikian maka model Simulasi Hujan-Aliran Sungai Fungsi Simpanan Air Tanah DAS Kali Sayang dapat digunakan untuk mengisi dan memperpanjang data debit aliran sungai Kali Sayang yang tidak lengkap datanya.
Ujian terbuka disertasi Nugroho Hadisusanto digelar dengan promotor Prof Dr Ir Soemarno MS, serta kopromotor Dr Ir Zaenal Kusuma SU, dan Ir. Widyawati DiplHE PhD. Sementara tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Suhardjono DiplHE MPd, Prof Dr Ir Ariffin MS, Dr Ir Sugeng Priyono MS, dan Prof Dr Sudarmadji MEngSc. Dalam yudisium, Nugroho Hadisusanto dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan predikat cumlaude, indeks prestasi kumulatif 3,84.
Dr. Ir. Drs. Nugroho Hadisusanto DiplHE (52 tahun) adalah staf pada Direktorat Jenderal Pengairan Departemen Pekerjaan Umum sejak 1979. Saat ini ayah dengan tiga orang putra tersebut menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Air Kali Brantas, Induk Pelaksana Kegiatan PWS Kali Brantas. Sarjana geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1980), dan sarjana teknik sipil lulusan Institut Teknologi Nasional (1997) ini mendapatkan diploma hydraulics engineering pada International Institute for Hydraulic and Environmental Engineering Delft Belanda (1987).
Nugroho Hadisusanto pernah bertugas sebagai anggota pasukan perdamaian PBB dalam Kontingen Garuda VIII di Timur Tengah (1979). Beberapa tanda jasa yang diterimanya adalah Medal in the Service of Peace PBB (1979), Satyalancana Shanti Dharma dari Menhankam Pangab (1979), Satyalancana Karya Satya 10 tahun (1997) dan 20 tahun (2003). [nik]

Kuliah Tamu Prof Dr Paulus Wirutomo
10 Juni 2006
Program Studi Sosiologi, Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya, Sabtu 10 Juni 2006, menyelenggarakan kuliah tamu, di Gedung RKB. Kuliah tamu ini menampilkan Prof. Dr. Paulus Wirutomo (Ketua Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia). Acara dibuka oleh Ketua Program Ilmu Sosial Prof Dr Ir Darsono Wisadirana MS dan diikuti oleh puluhan mahasiswa. Tema kuliah tamua adalah “Sosiologi dalam Globalisasi”.
Dalam sambutannya, Prof Darsono menuturkan bahwa tujuan diselenggarakannya kuliah tamu adalah untuk membuka wawasan mahasiswa Sosiologi Universitas Brawijaya akan bidang ilmu yang mereka tekuni dan memberikan pengertian kepada mahasiswa mengenai apa saja yang bisa mereka lakukan di masa mendatang dengan ilmu sosiologi. Selain itu juga untuk memberikan pendalaman wawasan sosiologi industri dan sosiologi pembangunan kepada mahasiswa, selain untuk mengetahui di mana letak sosiologi dalam globalisasi.
Kuliah tamu yang diberikan Prof. Dr. Paulus Wirutomo berjalan gayeng. Pada awal kuliahnya, guru besar ilmu sosiologi ini menyatakan bahwa sosiologi merupakan "Queen of The Social Science". Hal ini karena sosiologi merupakan dasar teori yang mempelajari masyarakat. Sosiologi dapat dijadikan bahan prediksi masalah-masalah di masyarakat yang mungkin terjadi di kemudian hari. ”Untuk itu seorang sosiolog harus memikirkan bagaimana memperlakukan masyarakat secara bijak dan harus mampu melihat lebih dalam terhadap kehidupan manusia,” ungkapnya.
Sosiologi Industri dan Sosiologi Pembangunan
Bahasan yang juga diungkapkan oleh Paulus adalah mengenai sosiologi industri dan sosiologi pembangunan. Dikatakan bahwa sosiologi industri muncul ketika terjadi revolusi industri di Eropa. Banyak permasalahan yang muncul seperti tingginya urbanisasi, kemiskinan, tingkat kejahatan, ataupun pengangguran di masa itu. Dengan demikian maka sosiologi industri muncul dan berkembang untuk mengkoreksi keadaan yang dirusak oleh revolusi industri. Paulus menyatakan semakin moderen dan tinggi sektor industri, semakin kecil peran masyarakat di dalamnya.  Beberapa tokoh terkemuka yang muncul ketika revolusi industri di antaranya adalah Karl Marx dan Max Weber dari Jerman.
Mengenai sosiologi pembangunan, Paulus mengungkapkan bahwa sosiologi pembangunan dapat menjelaskan dampak-dampak pembangunan terhadap manusia modern dan apa saja dampak sosial yang terjadi dari pelaksanaan pembangunan.
Dikatakan oleh Paulus saat ini kaum kapitalis dan pemerintah cenderung berkoalisi melakukan pembangunan dan membangun industri tanpa memikirkan nasib manusia dan masyarakat di kemudian hari.
Corporate Social Responsibility
Untuk mengatasi semakin memburuknya kondisi peradaban manusia, terciptalah sebuah filosofi baru yaitu corporate social responsibility (CSR). CSR adalah sebuah filosofi baru dari para pemikir, pemerintah (yang bertaubat) dan kapitalis (yang bertaubat dan ketakutan). Filosofi ini merupakan manifestasi bentuk tanggung jawab corporate (perusahaan) untuk ikut memecahkan persoalan peradaban manusia. Selain itu CSR merupakan pengambilan keputusan yang dikaitkan dengan nilai-nilai etika, memenuhi kaidah-kaidah dan keputusan hukum dan menghargai manusia, masyarakat dan lingkungan. Nantinya, CSR dapat mewujudkan Millenium Development Goals sesuai dengan mandat PBB, bahwa manusia mulai menyadari telah terjadi degradasi peradaban manusia sehingga peran industri lebih memikirkan moral dan etik untuk mengembangkan suatu industri yang sensitif terhadap penderitaan manusia. [nik]

Dr. Boyke di Unibraw: Komunikasi Sangat Penting
10 Juni 2006
Salah satu faktor pendukung untuk menciptakan keharmonisan keluarga adalah dengan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangannya. Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan terjalin dengan baik, maka masing-masing pasangan dapat saling berbagi rasa dan saling mengetahui isi hati satu sama lain.
Demikian dikemukakan dr. Boyke Dian Nugraha SpOG MARS, seorang ginekolog terkemuka, dalam ceramah populer bertajuk "Sex, Perselingkuhan dan Keharmonisan Rumah Tangga", yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, di gedung Graha Medika, Sabtu 10/6.
Menurut dr Boyke, beberapa prinsip harus diketahui oleh masing-masing pasangan dalam berkomunikasi, di antaranya prinsip mendengarkan secara empati. "Mendengar dengan empati, mengharuskan kita mendengarkan dalam tingkat yang lebih dalam, menghubungkan perasaan kita dengan pembicara dan mengkomunikasikan hubungan tersebut", tutur dr Boyke.
Prinsip berikutnya adalah ”saya pesan”, di mana terkadang seseorang dalam bertanya atau membuat pernyataan seringkali berbeda makna dengan apa yang ditangkap oleh orang lain. Prinsip komunikasi langsung merupakan prinsip apabila seseorang menginginkan perubahan, penjelasan, kepastian, persahabatan, dukungan, atau apa saja. Boyke menuturkan bahwa masing-masing pasangan harus mengemukakan apa yang dirasakannya secara jelas dan singkat, tanpa berbelit-belit. Prinsip keempat yang perlu dilakukan adalah prinsip kata yang lembut dan isyarat yang kuat. Prinsip ini merupakan komunikasi non verbal, di mana seringkali terjadi jika kita hendak menyampaikan satu pesan, namun dari nada suara atau bahasa tubuh mengekspresikan maksud atau pengertian yang berbeda dari lawan bicara. Prinsip berkomunikasi terakhir yang dapat dilakukan adalah prinsip bahasa deskriptif, di mana komunikasi ini menghilangkan label-label tertentu apabila memberi penjelasan terhadap perilaku. [nik]

Sosialisasi Senam Indonesia Sehat di Unibraw
10 Juni 2006
Dalam persiapan menyambut Hari Kesehatan Nasional yang akan diperingati 12 November 2006 Universitas Brawijaya menggelar latihan bersama "Senam Indonesia Sehat" di gedung Student Centre, Sabtu (10/6). Latihan senam bersama kali ini diikuti oleh 60 orang, baik secara individu maupun mewakili institusi dan sanggar senam, dari wilayah Malang Raya dan Lumajang, dipandu oleh beberapa instruktur, Sugeng Jion dan Tweggy dari PRISMA (Persatuan Instruktur Senam Malang), Endang Susiloningsih dan Widya Permana dari Universitas Brawijaya, serta Ibu Joko dari Dinas Kesehatan Kota Malang.
Menurut Sugeng Jion, senam massal pada bulan November mendatang itu merupakan kegiatan dalam rangka mewujudkan “Gerakan Indonesia Sehat 2010", sekaligus untuk memecahkan rekor senam massal tingkat dunia. Pada saat ini rekor dipegang oleh Thailand dengan peserta 300.000 orang.
Sugeng Jion menjelaskan, "Senam Indonesia Sehat" berdurasi 16 menit, terdiri atas fase pemanasan dan peregangan dengan 15 gerakan, latihan inti dengan 8 gerakan, dan fase pendinginan dengan 6 gerakan. “Senam ini termasuk jenis senam paket yang  bagus untuk mendapatkan body alignment (ketegakan tubuh) di samping untuk memelihara aktivitas kardiovaskuler”, tutur Sugeng.
Sesuai dengan ketentuan dalam UU Olahraga, Senam Indonesia Sehat termasuk kegiatan olahraga masyarakat yang ada di bawah tanggung jawab Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI). Dua kegiatan olahraga lainnya, yakni olahraga sekolah ada di bawah Depdiknas, dan olahraga prestasi di bawah KONI. Mengambil ibarat sebuah segitiga, Sugeng berpendapat, dengan mensosialisasikan olahraga masyarakat dan olahraga sekolah, maka keduanya diharapkan mampu mendukung olahraga prestasi yang ada pada puncak segitiga.
Pelatihan senam yang diselenggarakan selama sehari penuh ini akan diakhiri dengan pemberian trofi bagi peserta dengan teknik gerak dan hafalan yang paling bagus. Selain itu, juga dibagikan beberapa door prize bagi para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sampai akhir acara. [nok]

Dr. Boyke di Unibraw
10 Juni 2006
Perselingkuhan yang terjadi di kalangan orang dewasa, baik yang sudah menikah maupun belum menikah, bisa jadi menimbulkan perilaku seks bebas, yang dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga, sehingga berakhir kepada terjadinya perceraian. Berdasarkan kasus perceraian yang didaftarkan di Pengadilan Agama (PA) Kota Malang pada Januari - November 2005 tercatat ada 1.195 kasus perceraian dan menjadikan Kota Malang sebagai kota nomor dua di Jawa Timur setelah Surabaya untuk kasus perceraian. Menurut data yang ada penyebab perceraian paling banyak adalah kesulitan ekonomi, tidak ada keharmonisan rumah tangga, terjadinya poligami dan perselingkuhan.(tempointeraktif.com, 8 Des 2005). Seks bebas, ternyata juga terjadi di kalangan remaja kita. Hingga akhirnya membuat para orang tua terkejut dan membuat mereka harus ekstra memberi perhatian kepada anak-anak remaja mereka.
Berangkat dengan tujuan untuk menambah wawasan kaum ibu, serta mengantisipasi terjadinya perilaku seks bebas, perselingkuhan dan mengantisipasi timbulnya ketidakharmonisan rumah tangga. Di samping untuk mengetahui fenomena yang terjadi saat ini mengenai maraknya perilaku seks bebas yang terjadi serta untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan seks bebas dan apakah ada hubungannya antara perselingkuhan dengan keharmonisan rumah tangga, Dharma Wanita Persatuan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, menyelenggarakan ceramah populer bertajuk "Sex, Perselingkuhan dan Keharmonisan Rumah Tangga," pada Sabtu 10 Juni 2006 di gedung Graha Medika. Sebagai narasumber, diundang dr. Boyke Dian Nugraha SpOG MARS seorang ginekolog terkemuka.
Setiap peserta seminar dikenakan biaya masuk sebesar 50 ribu rupiah. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi CP Ny. Tuti Hariyanto (08123319002), Ny. Rizka Hidayat (0811361925), atau Fakultas Kedokteran di nomor telepon (0341)551611 ext 213-214. [nik]

BEJ Goes To Campus
8 Juni 2006
Tidak seperti hari-hari biasa, Kamis (8/6) gedung Widyaloka Universitas Brawijaya penuh sesak mahasiswa, bahkan sampai membludak ke lobi. Hari ini digelar acara BEJ Goes to Campus, yang salah satu programnya adalah pemberian beasiswa. Windiarti S. Choesin, Head of Human Resource Division BEJ, mengatakan sebagai manifestasi dari tanggung jawab sosial menuju era good corporate governance, Bursa Efek Jakarta (BEJ) memiliki komitmen mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam program pendidikan, melalui kegiatan penyaluran beasiswa. “Kurang lebih 500 mahasiswa antusias menghadiri kegiatan ini, yang merupakan kegiatan sosialisasi penjaringan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi serta pengenalan profil BEJ pada kalangan mahasiswa”, ungkap Windiarti.
Program beasiswa ini berhasil dijalankan di beberapa universitas di Indonesia (yang untuk sementara diprioritaskan di Jawa) yaitu UI, ITB, Universitas Bina Nusantara dan Universitas Padjadjaran. Universitas Brawijaya adalah periode kedua yang akan bersamaan dengan Unair, ITS, UGM dan Undip.
Di Universitas Brawijaya, sosialisasi beasiswa ini telah lama dilakukan. Beberapa hari sebelum ini, tim BEJ melakukan seleksi terhadap 240 pelamar beasiswa. Dengan standar ketat dan seleksi administrasi yang rapi akhirnya terpilih 101 mahasiswa (72 di antaranya adalah perempuan). Secara rinci, 36 mahasiswa FH, 24 mahasiswa FMIPA, dan 51 mahasiswa FE dinyatakan layak mengikuti tahap kedua, dari 4 tahap yang direncanakan.
Sangat ketat
“Penjaringan beasiswa ini kami lakukan dengan sangat ketat, karena kami memang serius, dan tidak mau sembarangan”, ungkap Windiarti. Lebih lanjut dijelaskan, untuk beasiswa kali ini parameter utamanya adalah prestasi akademik, serta berbagai soft skill yang akan dieksplor dari kegiatan ujian tahap II yang dilakukan oleh BEJ, serta berbagai tahapan lain setelah itu oleh pihak eksternal (di luar BEJ).
Untuk periode ini, BEJ mentargetkan dapat menjaring 20 mahasiswa pada tingkatan Jawa Timur (Unibraw, Unair dan ITS). Masing-masing akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1 juta/bulan, selama 12 bulan, dan akan dievaluasi perkembangan aktivitas akademiknya setiap minggu.
”Untuk sementara, kami memprioritaskan bidang keilmuan yang selaras dengan berbagai divisi dan pembidangan yang ada di BEJ, yaitu: hukum, teknologi informasi/komputer, ekonomi (Akuntansi dan Manajemen), serta MIPA (matematika/statistika), dan maksimal mahasiswa semester IV”, tambah Windiarti.
Salah seorang staf yang mendampingi Windiarti memberikan tambahan penjelasan, BEJ Goes to Campus adalah investasi edukasi yang sebagai tanggung jawab sosial BEJ. Di sisi lain, walaupun bukan beasiswa ikatan dinas tetapi selama program beasiswa berjalan, mahasiswa dapat secara langsung magang di BEJ sehingga diharapkan mahasiswa dapat menyerap ilmu secara langsung.
Sementara itu tentang hubungan strategis yang mungkin terjalin di samping investasi SDM, kuasa perwakilan Jakarta Stock Exchange (BEJ) di Malang, Novka Agung W, mempertegas keberadaan Pojok BEJ pada setiap universitas baik negeri maupun swasta di Malang. Salah satunya ada di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. ”Dari laporan daftar tamu yang hadir, mayoritas adalah mahasiswa, sehingga dari sini kita tahu bahwa mahasiswa ternyata memiliki respon positif dan rasa ingin tahu tentang BEJ”, ungkapnya. ”Setiap saat kami selalu siap dihubungi guna berbagi ilmu dengan mahasiswa dan kalangan akademisi”, tambah Novka.
Rekrutmen karyawan BEJ
Menyusul program penjaringan beasiswa, BEJ melaksanakan program rekruitmen karyawan sesegera mungkin. ”Untuk sementara ini, kami membutuhkan fresh graduate dengan latar belakang pendidikan ekonomi, hukum, matematika/statistika dan teknologi informatika/komputer, dan psikologi”, jelas Windiarti.
Mengapa fresh graduate? Windy mengatakan pihak BEJ sangat mengapresiasi fresh graduate, karena sangat dibutuhkan guna melakukan pengkaderan dengan karakterisasi spesifik yang telah ada di BEJ, di antaranya adalah sarat informasi, sarat teknologi, berjiwa tangguh serta dinamis guna mengakomodir berbagai iklim perubahan yang bisa terjadi setiap saat di BEJ. Syarat utama guna berkarir di BEJ di antaranya berminat mengembangkan karir di pasar modal, menyukai tantangan, memiliki motivasi untuk maju, IPK minimal 3.00, memiliki interpersonal skill dan komunikasi yang baik, menguasai bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan. [nok]

Anton Muhibuddin: Pergiliran Kedelai-Jagung-Kedelai Paling Menguntungkan
8 Juni 2006
Potensi penggunaan jamur Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM) dalam praktek pertanian di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal. Jamur VAM terdistribusi di sebagian besar wilayah beriklim tropis dengan populasi yang cukup tinggi. Jamur VAM termasuk dalam golongan endomikoriza. Simbiose antara jamur mikoriza dengan tanaman pada bagian perakaran memberikan keuntungan bagi tanaman dalam hal peningkatan ketahanan tanaman terhadap stress lingkungan maupun serangan patogen tertentu.
Demikian ungkap Anton Muhibuddin SP MP dalam disertasi berjudul ”Model Matematik Populasi Vesicular Arbuscular Mycorrhiza pada Pergiliran Tanaman Jagung dan Kedelai di Jatikerto Malang”, dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana, Kamis (8/6).
Lebih lanjut diungkapkan Anton bahwa sistem pola tanam melalui pengaturan pergiliran tanaman yang bervariasi ternyata menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah populasi jamur mikoriza dalam tanah. Hal ini dikarenakan laju pertambahan jumlah populasi jamur mikoriza yang juga berbeda. Anton menambahkan, pola pergiliran kedelai-kedelai lebih meningkatkan laju pertambahan populasi jamur mikoriza dibandingkan dengan pola kedelai-jagung.
Penelitian Anton Muhibuddin dilakukan dalam kurun waktu Januari 2003 hingga Mei 2004, di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dan di lahan percobaan Jatikerto. Penelitian terdiri dari beberapa percobaan yaitu, pengaruh pola pergiliran tanaman jagung-kedelai terhadap dinamika populasi VAM pada kondisi rumah kaca dan pengaruh pola pergiliran tanam jagung-kedelai terhadap dinamika populasi VAM dan terhadap hasil panen tanaman.
Hasil penelitian Anton menunjukkan bahwa model matematik perkembangan VAM pada kondisi rumah kaca berbeda dengan kondisi lapangan. Pada kondisi rumah kaca, model tematik VAM pada pergiliran tanaman kedelai-kedelai-jagung, jagung-jagung-kedelai, maupun kedelai-jagung-kedelai membentuk model linear yang cenderung terus menunjukkan peningkatan. Sedangkan pada pergiliran tanaman jagung-jagung-bero membentuk model polinomial. Sementara itu pada kondisi lapangan, seluruh pola pergiliran tanaman membentuk pola polinoial. Inokulasi jamur VAM Gigaspora sp. (indigenus) pada pola pergiliran tanaman kedelai-jagung-kedelai ungkap Anton, memberikan keuntungan yang paling tinggi dari segi ekonomis maupun dari segi biologis berupa tingginya populasi jamur VAM.
Bertindak selaku promotor disertasi Prof Dr Ir Ika Rochdjatun Sastrahidayat dengan ko promotor Prof Dr Saubari M. Mimbar MAgrSc, dan Prof Dr Ir Syekhfani MS. Dosen penguji terdiri dari Prof Dr Ir Tutung Hadiastono MS, Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS, Dr Ir Syamsuddin Djauhari MS, dan Dr Ir Nasir Saleh APU. Dalam yudisium Anton Muhibuddin dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan predikat sangat memuaskan, IPK 3,94.
Dr Anton Muhibuddin SP MP adalah dosen Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan pada Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya sejak 2005. Pria kelahiran Surabaya 28 tahun silam ini adalah sarjana pertanian lulusan Universitas Jember (1999) dan mendapatkan magister pertanian dari Universitas Brawijaya (2001). [nik]

Workshop Pendidikan Menghadapi Bencana Alam di Bangkok
8 Juni 2006
Memenuhi undangan UNESCO Regional Office Bangkok, Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya, Prof.Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc mengikuti workshop “Educational Materials for Educaton for Natural Disaster Preparedness in Asia Pasific in the context of Education for Sustainable Development (ESD)” yang berlangsung di Bangkok, 1 Juni 2006.
Si-Gonad
Dalam workshop itu Prof. Hendrawan mempresentasikan dua bahan ajar hasil karya LP3, yang diberi nama “Si-Gonad” dan “Folding Pictures”. Kedua bahan ajar tersebut menyangkut pendidikan untuk kesiapan dan kewaspadaan terhadap bencana alam di wilayah Asia Pasifik dalam kaitannya dengan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Workshop diikuti oleh delegasi dari beberapa negara. Dari Indonesia 1 orang, India 1 orang, Bangladesh 1 orang, Sri Lanka 1 orang, Maldives 1 orang, Jepang 1 orang, dan Thailand 5 orang. Beberapa staf ahli dari UNESCO juga hadir.
Dalam workshop tersebut dibahas bahan-bahan pendidikan, serta rencana ke depan dalam bentuk tindakan agar pendidikan untuk kesiapan dan kewaspadaan terhadap bencana alam dapat dimplementasikan pada semua level pendidikan.
Prof. Hendrawan berpandangan, hal ini disebabkan bencana alam tidak pernah memilih siapa yang akan menjadi korban, sehingga pengetahuan tentang bencana alam menjadi kepentingan semua orang.
Bahan ajar Si-GONAD ternyata direspon positif. Koran Bangkok Post khusus mengirimkan wartawan untuk mewawancarai Prof Hendrawan.
Sosialisasi TPSDP
Sementara itu, sebagai tindak lanjut pelaksanaan TPSDP (tech-nological and professional skills development sector project), Kamis 8/6, LP3 Unibraw mengadakan sosialisasi peran dan fungsi lembaga itu berdasarkan hasil tracer study terhadap stakeholders yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu, serta revisi Renstra LP3 Unibraw untuk masa yang akan datang.
Acara di lantai III gedung Lembaga ini, diadakan bagi para ketua jurusan dan program studi, wakil unit-unit pelaksana akademis maupun penunjang, staf administrasi dan perwakilan mahasiswa di lingkungan Universitas Brawijaya.
Dari LP3 diinformasikan pula dalam waktu dekat, tim penilai TPSDP Jakarta akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun pertama proyek TPSDP di LP3-UB. [Hen]

Pemenang Lomba Poster, Fotografi, Kaligrafi, dan Karikatur
8 Juni 2006
Dewan juri akhirnya menetapkan para pemenang lomba poster ilmiah, poster umum, fotografi, kaligrafi dan karikatur tingkat Universitas Brawijaya. Pemenang pertama, kedua dan ketiga berhak mewakili Universitas Brawijaya pada ajang PIMNAS XIX 2006 di Universitas Muhammadiyah Malang Juli mendatang. Kriteria penilaian meliputi substansi (kreativitas, inovasi dan kegunaan), kejelasan informasi (visibility dan structured) serta penyajian (daya tarik, teliti dan praktis/simpel). Berikut adalah para pemenang lomba.
Poster Ilmiah
Juara pertama Fakultas Teknik Pertanian dengan judul "Rancang Bangun Piranti Pengendali Fermentasi Kakao dengan Biosensor Enzimatik", beranggotakan Yusron Sugiarto, Erry Dwi Kuncahyo dan Widya Kartika. Juara kedua dengan anggota Hilman Ghifary, Wahyu Adi Prabowo dan Dedy Haryanto dari Fakultas Teknik Pertanian, judul poster "Perancangan Alat Pembangkit Gelombang Ultrasonik untuk Aplikasi Pengawetan Pangan". Juara ketiga dari Fakultas Teknik dengan anggota Fauzi Munir, Krismayanti Dewi dan Arief Mardhi Basuki, judul poster "Alat Pengubah Teks Menjadi Suara (Text to Speech)".
Poster Umum
Juara pertama dengan judul "Korupsi" karya Abdul Mukti Alfatoni dari Fakultas Ilmu Administrasi. Juara kedua dimenangkan oleh Eindu Catur Kasmono dari Fakultas Perikanan dengan judul "Pornografi atau Seni". Juara ketiga berhasil diraih oleh Satria Jati Wicaksono dari Fakultas Kedokteran dengan judul "Pornografi bukan Seni".
Fotografi
Juara pertama dimenangkan oleh Bagus Uji dari Fakultas Teknik dengan judul "Lunch the Rocket". Juara kedua diraih oleh judul foto "Kampusku, kehidupanku" buah karya Mio Fitrananto Perdani dari Fakultas Ilmu Administrasi. Juara ketiga diraih oleh Syamsul Dhuha dari Fakultas Ilmu Administrasi dengan judul "Peraturan (tidak) Untuk Ditaati".
Kaligrafi
juara pertama diraih oleh Zaenal Abidin dari Fakultas Perikanan dengan judul "Tanah Mengucap Basmallah". Juara kedua diraih oleh Mokhamad Hatta dari Fakultas Teknik dengan judul kaligrafi "Basmallah". Juara ketiga diraih oleh Siska Hendri Wardhani dari Fakultas Teknik Pertanian dengan judul "Bismillah".
Karikatur
juara pertama diraih oleh Ikfal Zurialsyah dari Fakultas Teknik Pertanian dengan judul karikatur "Kegiatan Belajar Mengajar". Juara kedua berhasil diraih oleh mahasiswa Fakultas Perikanan, Bibby Afyudi dengan judul "Pendidikan Tanpa Iptek". Juara ketiga diraih oleh Achmad Ainurrizqi dari Fakultas Hukum dnegan judul "Masalah Pendidikan". [nik]

Public Relations dalam Perspektif Multikultural
7 Juni 2006
Universitas Brawijaya mengirimkan dua utusan untuk mengikuti seminar nasional dan workshop ”Public Relations dan Budaya: Mengelola Reputasi Organisasi Dalam Perspektif Multikultural”. Dua orang itu masing-masing adalah, staf Humas Denok Setianingrum STP dan Aktivis Pers Kampus Mahasiswa Bhima Priantono. Seminar nasional dan workshop itu untuk diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Public Relations Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, di Hotel Kartika Candra Jakarta, Rabu (7/6).
Seminar
Sebagai keynote speaker, Dr. Soni Sumarsono MDM  (Direktur Usaha Ekonomi Masyarakat, Ditjen PMD, Departemen Dalam Negeri) menyampaikan makalah ”Public Relations dan Budaya: Strategi Mengelola Reputasi Organisasi Dalam Pespektif Multikultural)”. Prof. Dr. Paulus Wirutomo (sosiolog Universitas indonesia) dengan judul ”Konseptual Framework: Sebuah Orientasi Tentang Pengaruh Budaya terhadap Organisasi dan Public Relations Sebagai Fungsi Manajemen”,
Dalam presentasinya, Soni Sumarsono secara konkrit menganjurkan para praktisi PR agar mampu mencari solusi kreatif guna pemecahan masalah ke-PR-an, dan menghindari keterjebakan pada rutinitas. Karena, menurutnya, setiap detik seiring dengan perubahan waktu, lingkungan akan berubah yang berimplikasi pada daya cipta, rasa, karsa atau cara pandang, cara merasa, dan cara bertindak yang tentunya mengalami perubahan.
Sedangkan Prof. Paulus Wirutomo, pada gilirannya mecoba mendefinisikan peran PR dalam upaya ”Memperkuat Daya Tahan Budaya Bangsa” dengan beberapa cara. Di antaranya ialah, mengawali upaya tersebut dengan pemahaman terhadap persoalan sosiologis masalah budaya di Indonesia, tidak bias primordial, harus menguasai teknik PR, harus berpikir dan berkarya untuk kepentingan nasional, memiliki kepedulian sosial dan misi perjuangan nasional, serta harus bersifat mencerdaskan kehidupan rakyat.
Dalam seminar itu hadir beberapa pembicara lain, seperti: Agung Laksamana (Vice Pesident marketing Communications and Public Affairs of HSBC, dengan makalah berjudul ”Managing Reputation Through Public Relations”), Noke Kiroyan (Presiden Direktur PT Newmont Pacific Nusantara, ”Public Relations dan Budaya: Mengelola Reputasi Organisasi dalam Perspektif Keragaman Budaya”), dan Adita Irawati (Vice President Public Relations PT Indosat Tbk, ”Mengelola Reputasi Organisasi dalam Perspektif Keragaman Budaya”).
Workshop
Sementara itu workshop bertema ”Implementasi Manajemen Public Relations: Pengelolaan dan Pengukuran kinerja Public Relations” dilaksanakan dalam tiga kelompok bahasan. Kelompok pertama dengan tema ”Tantangan Mengelola Komunitas dalam Budaya yang Beragam” dengan narasumber Muslim Basya (Ketua Umum PERHUMAS), kelompok kedua dengan tema ”Crisis Management: Turning Point Keberadaan Organisasi oleh Ridwan Nyak Baik (Humas Pertamina), dan kelompok ketiga dengan tema ”Strategi Pengelolaan Komunikasi Internal dan Pemanfaatan Audit PR) dengan pembicara Brata H (Humas PT Nestle).
Dalam kesempatan tersebut, praktisi PR dari berbagai perusahaan baik nasional maupun multinasional menguraikan aneka pengalaman serta strategi dalam mengelola reputasi organisasi di tengah realitas keragaman budaya yang ada di Indonesia. Sebagai contoh, PT Newmont Pacific Nusantara menggunakan model komunikasi lintas budaya dalam memposisikan diri dengan sembilan langkah strategis dalam memberdayakan PR menuju program lintas budaya yang efektif. Sembilan langkah itu adalah: kesadaran, komitmen, riset, kemitraan lokal, kebhinekaan, pengujian, evaluasi, advokasi, dan pendidikan berkelanjutan. [nok]

Nurul Isnaini: Upaya Perbaikan Mutu Kambing Boer
7 Juni 2006
Upaya perbaikan mutu genetik ternak dapat dilakukan dengan mengintroduksi pejantan unggul dalam suatu populasi. Pelaksanaannya didukung oleh aplikasi teknik inseminasi buatan. Kambing Boer yang dianggap memiliki genetik unggul dengan kemampuan produksi tinggi dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan produksi kambing lokal dengan mempertimbangkan pusat-pusat pengembangan ternak di wilayah. Demikian ungkap kandidat doktor ilmu pertanian dengan minat ilmu ternak, Ir. Nurul Isnaini MP, dalam disertasi berjudul “Peranan Trehalosa dalam Pendinginan dan Pembekuan Semen Kambing Boer”, yang dipertahankannya dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu (7/6).
Lebih lanjut Nurul mengungkapkan, dalam menunjang program inseminasi buatan diperlukan persediaan semen yang cukup secara kualitas dan kuantitas, baik dalam bentuk semen cair maupun semen beku. Peranan trehalosa dalam pendinginan dan pembekuan untuk mempertahankan kualitas semen kambing Boer sangatlah penting. Trehalosa adalah disakarida non reduksi yang tersusun atas dua molekul glukosa. Secara alami, gula ini bisa didapatkan dari berbagai organisme misalnya bakteri, ragi, fungi, serangga, invertebrata dan pada tanaman tingkat tinggi dalam jumlah lebih kecil. Trehalosa dapat melindungi protein dan membran sel dari denaturasi yang disebabkan oleh berbagai kondisi stres seperti kondisi kering, dehidrasi, panas, dingin dan oksidasi.
Penelitian eksperimen Nurul dilakukan di Laboratorium Sumber Sekar yang melalui dua tahap penelitian. Pertama adalah bagaimana pengaruh level trehalosa dalam pengencer dasar tris terhadap kualitas spermatozoa kambing setelah pendinginan. Pada tahap ini Nurul menguji tiga macam level trehalosa yaitu 1,5 persen; 2,5 persen dan 3,5 persen. Tahap kedua penelitian adalah bagaimana pengaruh level trehalosa dalam pengencer dasar tris terhadap kualitas spermatozoa kambing setelah pembekuan dengan menggunakan level yang sama.
Dari hasil penelitiannya Nurul mengungkapkan bahwa level 1,5 persen dalam pengencer dasar tris mampu menghasilkan kualitas semen (motilitas, viabilitas, dan integritas membran) yang optimal setelah proses pendinginan. Sementara selama proses pembekuan level trehalosa 2,5 persen lebih mampu berperan dalam mempertahankan kualitas spermatozoa dibandingkan dengan level 1,5 persen dan 2,5 persen. Untuk itu Nurul menyarankan agar dalam pendinginan dan pembekuan semen kambing Boer sebaiknya menambahkan trehalosa masing-masing 1,5 persen dan 2,5 persen dalam pengencer dasar tris agar mendapatkan kualitas yang optimal.
Ujian disertasi Nurul dipromotori oleh Prof Dr Ir Suyadi MS, dengan ko promotor Prof Dr Ir Luqman Hakim MS dan Dr Ir Trinil Susilawati MS. Tim penguji terdiri dari Dr Ir M. Sasmito Djati MS, Dr Ir Sri Wahjuningsih MSi, Dr drh Aulani’am DES, dan penguji dari Universitas Airlangga Prof Dr Ir Soehartojo Hardjopranjoto MSc. Dalam yudisium, Nurul Isnaini dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude (IPK 3,96).
Dr. Ir. Nurul Isnaini MP (40 tahun) adalah lektor (golongan IV/a) pada Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, menyelesaikan pendidikan sarjana peternakan di Universitas Brawijaya (1988), dan memperoleh magister pertanian di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1997). [nik]

Agus Suryono: Kepemimpinan Birokrasi Cenderung Bernuansa Kekuasaan
6 Juni 2006
Drs. Agus Suryono SU, dosen senior Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Selasa 6/6, mempertahankan disertasi berjudul "Etos Kerja Birokrasi di Pemerintah Kota Malang", dalam sidang ujian terbuka yang digelar oleh Program Pascasarjana Universitas Airlangga, Surabaya. Bertindak sebagai promotor dalam ujian tersebut Prof Drs Ismani Harjo Prajogo MA, dan kopromotor Prof Dr Laurentius Dyson P MA. Ujian tahap I (tertutup) bagi kandidat doktor dalam ilmu sosial ini telah berlangsung tiga bulan berselang, pada 11 Maret 2006, dengan panitia penguji yang diketuai oleh Prof Dr Hotman M Siahaan, dan para anggota: Prof Ramlan Surbakti MA PhD, Prof Dr Haris Soepratno, Prof Dr Thomas Sanoso MSi, Dr Eko Armada Riyanto CM, dan Dr Soekarwo SH MHum.
Pengaruh budaya lokal
Agus Suryono, dalam disertasinya mengatakan pandangan hidup birokrat yang berisikan nilai-nilai budaya lokal, berpengaruh kuat terhadap nilai-nilai etos kerja birokrasi. Nilai-nilai budaya lokal (Jawa) yang diterapkan dalam kepemimpinan birokrasi cenderung bernuansa kekuasaan (model elitis) yang menempatkan hubungan pimpinan dan bawahan, atau hubungan petugas pelayanan dan masyarakat yang dilayani berdasarkan hirarki atas-bawah, atau hubungan bapak-anak buah (patron and client relationship), yang sering disebut model birokrasi patrimonial dan neopatrimonial.
Demikian pula terhadap sikap kerja dan keberhasilan kerja. Mereka memberikan pemahaman pada sikap kerja sebagai kerja keras, jujur, disiplin, rajin, mandiri, dan tebal iman. Sedangkan pemahaman terhadap keberhasilan kerja, mereka artikan sebagai upaya untuk selalu menjaga kualitas kerja, untuk mencari keuntungan materi, dan pokoknya bisa kerja.
Gaya kepemimpinan
Menurut Agus Suryono, budaya lokal yang merupakan life value dari nilai-nilai lokal yang terdapat dalam lingkungan kerja birokrasi, berpengaruh kuat terhadap gaya kepemimpinan dan atauran-aturan struktur formal untuk mengendalikan bawahan agar mengikuti segala perintah yang ditugaskan kepadanya, yang direfleksikan dalam makna kerja, makna terhadap sikap kerja, dan makna terhadap keberhasilan kerja.
Oleh karena itu, fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa sebenarnya nilai-nilai tersebut merupakan representasi dari konstruksi sosial yang cenderung patrimonial dan neopatrimonial, yang lebih menonjol daripada nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat, nilai-nilai ekonomi, maupun nilai-nilai agama. Seringkali yang nampak bukan soal kemahiran dan keahlian yang menjadi penentu utama yang relevan dalam birokrasi, melainkan kekuasaan dan kewenangan. Hal itu mengurangi kebutuhan akan kreativitas, kemandirian dan komitmen sebagai bagian dari pekerjaan individu.
Pemkot Malang
Mengenai budaya kerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, hasil penelitian Agus Suryono menunjukkan nilai-nilai integritas dalam kategori baik, nilai-nilai profesionalisme dan nilai-nilai keteladanan dalam kategori cukup, dan nilai-nilai penghargaan terhadap sumberdaya manusia dalam kategori masih perlu mendapatkan perhatian. Sementara itu untuk fenomena displin kerja pegawai, hasil penelitian menunjukkan kategori cukup baik (pelanggaran terhadap PP nomor 30/1980 rendah). Sedangkan untuk fenomena pelayanan publik, terungkap adanya 3 karakteristik pemahaman petugas pelayanan terhadap pelayanan publik, yaitu pelayan publik sebagai tugas dari atasan, pelayanan publik sebagai pelaksanaan peraturan, dan pelayanan publik sebagai sarana pemenuhan kepentingan pribadi (secara ekonomi maupun prestise sosial).
Disimpulkan bahwa pemahaman terhadap etos kerja bukan lagi merupakan suatu konsep universal tetapi justru kontekstual, karena sumber dan pemahaman terhadap etos kerja hanya dapat dimengerti dari lingkungan sosial budaya tertentu, termasuk dalam setting birokrasi. Oleh karena itu, etos kerja perlu terus dikritik, dan bersamaan dengan itu dianggap mempunyai kekuatan landasan nilai ideal yang harus terus dipertahankan.
Lima pernyataan
Disertasi Agus Suryono mengemukakan 5 pernyataan pokok: (1) secara teoritis birokrat senantiasa kritis terhadap tawaran ide-ide dan inisiatif baru, termasuk perubahan undang-undang dan peraturan; (2) sikap kritis tersebut tidak lepas dari kebutuhan diri sendiri dan kepeduliannya terhadap nilai-nilai etos kerja yang melekat pada birokrat selaku aktor, bisa resiten terhadap inovasi tetapi juga responsif dan toleran terhadap perubahan, semuanya tergantung kecerdasan dan adaptasi birokrat dalam menghadapi semua tantangan perubahan di lingkungan birokrasi; (3) resistensi birokrat terhadap hal-hal baru bukanlah cerminan ketidakmampuan atau ketidakrasionalan terhadap perubahan, tetapi ekspresi sikap kritis dan kehati-hatian agar tidak terjebak dalam perbuatan yang merugikan mereka atau birokrasi secara keseluruhan; (4) kinerja rendah dan lamban, dikarenakan kebutuhan untuk berprestasi rendah, kebutuhan berprestasi rendah karena insentif dan gaji rendah, sistem insentif dan gaji rendah mengakibatkan etos kerja birokrat rendah, dan sebaliknya; (5) etos kerja sebagai nilai-nilai tentang kerja akan terlaksana baik tergantung ada-tidaknya komitmen dan konsistensi birokrat terhadap nilai-nilai tersebut.
Tiga saran
Pada bagian akhir disertasi, Agus Suryono menyarankan 3 hal. Pertama, perlu adanya pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif terhadap pegawai negeri sipil, dengan menegakkan dan meningkatkan disiplin kerja, dan lebih memperhatikan reward and punishment system melalui kebijakan sistem insentif dan pola rekrutmen yang memadai. Kedua, perlu mengembangkan budaya maludan budaya keteladanan, terutama dari kalangan elite pimpinan birokrasi. Ketiga, perlu perundang-undangan yang mampu mengatur tentang pelayanan publik dengan sasaran efisiensi, efektivitas, berkeadilan, mengurangi perilaku KKN aparat, meningkatkan penerimaan asli daerah, mendekatkan birokrasi dengan masyarakat, dan memberikan kejelasan standar pelayanan prima.
Dr. Agus Suryono SU adalah putra kelahiran Probolinggo hampir 54 tahun silam, sarjana administrasi negara dari Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan Universitas Brawijaya (1978), dan sarjana utama (SU) administrasi negara dari Pascasarjana Fisipol Universitas Gadjah Mada (1985). Mengabdikan diri sebagai dosen (asisten ahli madya, golongan III/a) pada Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya sejak 1979, dan kini mempunyai jabatan fungsional akademik Lektor Kepala Golongan IV/c.
Dari pernikahannya dengan Dra. Misayun, Agus dikaruniai tiga putri (seorang meninggal dunia), dan dua putra. [Far]

Diangkat Empat Pejabat Pembantu Rektor Unibraw
5 Juni 2006
Hari ini, 5 Juni 2006, masa jabatan keempat pembantu rektor Universitas Brawijaya berakhir. Pembantu Rektor I (bidang akademik) Prof Dr Ir Yogi Sugito, yang dilantik 27 November 2004, berdasarkan Keputusan Rektor 135/SK/2004 tanggal 10 November 2004 periode masa jabatannya disesuaikan sehingga berakhir pada 5 Juni 2006. Hal yang sama berlaku bagi Pembantu Rektor III (bidang kemahasiswaaan) Drs Tjahjanulin Domai MS, yang dilantik bersama Prof. Yogi berdasarkan Keputusan Rektor 136/SK/2004 tanggal 10 November 2004. Sementara itu dua pembantu rektor lain, Pembantu Rektor II (bidang administrasi umum dan keuangan) Prof Dr Moch. Munir SH (berdasarkan Keputusan nomor 055/SK/2002) dan Pembantu Rektor IV (bidang perencanaan dan kerjasama), Prof Dr Umar Nimran MA (berdasarkan Keputusan nomor 056/SK/2002) yang dilantik pada 5 Juni 2002, berakhir masa jabatannya juga pada 5 Juni 2006.
Berdasarkan hasil rapat Senat Universitas Brawijaya 11 Mei 2006, pelantikan pembantu rektor dilakukan setelah pelantikan rektor definitif. Berhubung hingga saat ini belum ditetapkan rektor definitif, maka untuk menjamin koordinasi dan kelancaran pelaksanaan tugas sehari-hari, dipandang perlu menetapkan para pejabat pembantu rektor, sampai ditetapkannya para pembantu rektor definitif.
Dengan empat Keputusan Rektor yang terbit pada 1 Juni 2006, masing-masing Keputusan nomor 070/SK/2006, ditetapkan Prof Dr Ir Yogi Sugito (NIP 130704136, lahir di Tulungagung 22 Januari 1951, Pembina Utama Madya Golongan IV/d), sebagai pejabat Pembantu Rektor bidang Akademik; dengan Keputusan nomor 071/SK/2006, ditetapkan Prof Dr Moch Munir SH (NIP 130355394, lahir di Sampang 17 Januari 1944, Pembina Utama Madya, Golongan IV/d) sebagai pejabat Pembantu Rektor bidang Administrasi Umum dan Keuangan; dengan Keputusan nomor 072/SK/2006, ditetapkan Drs. Tjahjanulin Domai MS (NIP 130890054, lahir di Banjarmasin 22 Desember 1953, Pembina Utama Muda Golongan IV/c) sebagai pejabat Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan; dan dengan Keputusan nomor 073/SK/2006, ditetapkan Prof Dr Umar Nimran MA (NIP 130531862, lahir di Dompu 2 Agustus 1949, Pembina Utama Madya Golongan IV/d) sebagai pejabat Pembantu Rektor bidang Perencanaan dan Kerjasama.
Keempat pejabat pembantu rektor tersebut menjalankan tugasnya sejak 5 Juni 2006 dan berakhir 3 bulan setelah Rektor Universitas Brawijaya definitif dilantik. [Far]

Pelatihan Menulis Buku
5-6 Juni 2006
Penulis dan penerbit memiliki kedudukan setara. Secara umum, penulis memandang penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat. Sementara penerbit memandang penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung. Tidak dapat dipungkiri bahwa menulis bagi kalangan akademis terutama staf pengajar, dapat meningkatkan kredit poin, meningkatkan kredibilitas, dan pemenuhan finansial. Namun hal ini ternyata masih kurang ditanggapi oleh pihak-pihak yang sebenarnya bisa memanfaatkan secara maksimal hubungan simbiosis antara keduanya.
Demikian Eko Sujatmiko, Acquisition Editor Penerbit Andi, dalam presentasi di depan peserta Pelatihan Menulis Buku di Perpustakaan Universitas Brawijaya, Senin 5/6. Pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama sebuah penerbit Yogyakarta.
Permasalahan Penerbitan
Pelatihan itu sendiri berlangsung dua hari, 5-6 Juni 2006, diikuti oleh sekitar 125 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa dan umum. Lebih lanjut Eko mengatakan, permasalahan dunia penerbitan Indonesia sebenarnya adalah rendahnya minat baca, dan ini didukung oleh kurangnya bahan bacaan, serta rendahnya kualitas bahan bacaan.
Permasalahan lain adalah rendahnya minat menulis. Ketidaktahuan penulis mengenai prosedur menulis dan penerbitan, menurut Eko, bisa jadi membuat budaya tulis menulis tidak populer di kalangan masyarakat. Selain itu masih terdapat anggapan salah tentang dunia penulisan dan penerbitan dari masyarakat. Selain itu juga rendahnya apresiasi masyarakat akan hak cipta. Pembajakan buku serta duplikasi non legal seperti memfotokopi buku untuk diperbanyak dan diperjualbelikan adalah bentuk pelanggaran hak cipta. Namun, hal ini dapat diatasi apabila perangkat hukum di Indonesia mampu bertindak tegas dan konsisten dalam menghadapi pelanggaran hak cipta, dengan memberikan hukuman yang maksimal.
Tips Menarik Perhatian Penerbit
Buku yang baik, menurut Eko, paling tidak memiliki lima karakteristik utama, meliputi: correct, concise, consistent, coherent, dan clear. Eko menyarankan agar penulis berusaha menuliskan karya yang memenuhi karakteristik yang ada, serta membuat sesuatu yang unik. Unik dalam segi materi, bahasa, maupun penyajian. Dua pilihan yang dapat dilakukan oleh penulis adalah menyampaikan hal lama dengan cara baru, atau menyampaikan hal baru dengan cara lama. Dalam hal penggunaan bahasa, Eko menyarankan untuk membuat kalimat pendek maksimal 20 kata saja, gunakan subyek dan predikat yang jelas, inti kalimat harus berada di depan, gunakan bentuk aktif dominan, serta konsistensi dalam gaya, bentuk dan sebagainya. Bagi calon penulis buku, Eko memberikan tips agar rajin membaca dan pergi ke toko buku. Selain itu calon penulis juga harus mau mempelajari buku bestseller, mempelajari teknik-teknik menulis, rajin menulis beragam bentuk karangan, serta harus rajin mencari relasi di penerbit. Buku-buku yang dapat ditulis dapat berupa buku teks seperti buku pelajaran, psikologi, teknik, ekonomi, kedokteran ataupun hukum. Selain itu juga dapat berupa buku populer seperti novel, art & design, home & garden, psikologi populer, ataupun kesehatan dan keluarga. [nik]

Senam Indonesia Sehat di Unibraw
5 Juni 2006
Dalam rangka mengkampanyekan “Gaya Hidup Sehat” dalam “Gerakan Indonesia Sehat 2010”, Universitas Brawijaya mengadakan pelatihan olahraga “Senam Indonesia Sehat”. Senam Indonesia sehat adalah kegiatan hasil kolaborasi antara FOMI (Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia) dengan Departemen Kesehatan RI yang akan diselenggarakan secara massal dan serentak di seluruh Indonesia pada peringatan Hari Kesehatan nasional pada 12 November 2006. Acara pelatihan ini akan diselenggarakan di gedung Student Centre Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang mulai hari Sabtu (10/6) pukul 07.00 WIB hingga selesai. Pelatihan senam ini akan dipandu oleh instruktur terbaik yang bersertifikat nasional.
Dengan kontribusi Rp 100 ribu peserta akan mendapatkan fasilitas berupa sertifikat, buku pelatihan serta konsumsi. Di samping itu, panitia juga menyediakan paket VCD dan kaset serta kaos "Indonesia Sehat".
Bagi yang berminat, informasi pendaftaran lebih lanjut dapat menghubungi bagian informasi pendaftaran pada Widya (08179620880), Endang (081803817502), Eggy (0817380704/(0341)355215) atau Bu Joko (0811367464/(0341)492691). Sedangkan untuk pendaftaran pada masing-masing wilayah adalah sebagai berikut: Batu: Sdri. Bibi (0341)7746940/ (0341)592930), sdr. Anam (0818387632), Kabupaten Malang:sdri. Rini (08123369673), Sdri. Neny ((0341)7003623)/ (0341)833768), Blitar: Sdri. Lilik (081334222238), Tulungagung: Sdri. Dwi (0355)320406, Lumajang: Sdr. Budi 08193460694/ 081336512888/08123492114), Probolinggo: Sdr. Gangsar (0335)425286, Pasuruan: Sdri. Wiwik (08123482007), Surabaya: Sdri. Vivi (08170359797), Sidoarjo: Mbak Yeyen 81330329476/(0341)70101242) dan Bangkalan: Sdri. Non (081331003400).
Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui transfer ke rekening BCA pada no. 3850290902 a/n Tweggy Purnamasari. Data peserta yang meliputi nama lengkap (untuk penulisan sertifikat), alamat, nomor telepon, dan bukti pembayaran dikirim langsung ke Sekretariat  Pelatihan Senam Indonesia Sehat  Universitas Brawijaya Jl. Veteran Malang Telp. (0341) 551611 atau faks (0341) 565420. [nok]

Pelantikan IKA Unibraw Balikpapan
4 Juni 2006
Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno menghadiri upacara pelantikan pengurus IKA Unibraw Cabang Balikpapan. Pelantikan dilaksanakan di Ball Room Hotel Benakutai, Balikpapan, Minggu 4/6.
Tiba di Balikpapan hari Sabtu 3/6 siang, rektor dan rombongan dijamu makan siang di Restoran Bondy, dan mengadakan kunjungan ke Pantai Mangar, serta lokasi penangkaran buaya. Malam harinya, dipandu oleh Dirut Zainal Muttaqin rombongan bersilaturahmi ke Kaltim Post, untuk melihat proses pruduksi koran terbesar di Balikpapan itu, dan bermain tenis persahabatan.
Esok paginya Minggu 4/6, rombongan meninjau Kilang Pertamina UP-V dan obyek wisata Teluk Balikpapan.
Rombongan yang menyertai Rektor Unibraw terdiri dari para pembantu rektor, dekan FH Warkum Sumitro, dekan FE Prof Bambang Subroto, dekan FIA Dr. Suhadak, dekan FP Prof. Syekhfani, dekan Fapet Dr Ifar Subagiyo, dekan FT Imam Zaky, dekan FMIPA Adam Wiryawan, dekan Faperik Dr Sukoso, dan dekan FTP Prof Simon Bambang Widjanarko, Kepala Perpustakaan Dra Welmin SA MLib, dan Kepala Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi Dra Siti Romlah, serta Ketua Pengurus Pusat IKA Unibraw Prof Dr Ir Syamsulbahri MS, dan Sekjen PP IKA Unibraw Dr Isrok SH MS.
Pelantikan
Mewakili Ketua Umum, Ketua Pengurus Pusat IKA Unibraw Prof Dr Ir Syamsulbahri MS, melantik Pengurus IKA Cabang Balikpapan periode 2006-2010. Pengurus yang dilantik diketuai oleh Drs. Sayid MN Fadli MSi (asisten I Pemkot Balikpapan). Dalam kesempatan itu, Rektor Prof. Bambang Guritno dan Walikota Balikpapan H. Imdaad Hamid SE memberikan sambutan. Upacara pelantikan itu didahului dengan Deklarasi IKA Unibraw Cabang Balipapan.
Panitia pelaksana yang diketuai  Ir. Sri Sutantinah MSi (Kepala Dinas PU Balikapapan), merasa yakin kalau keberadaan IKA Unibraw Cabang Balikpapan memberi manfaat. Minimal untuk menjembatani kebutuhan Balikpapan akan kajian ilmiah atas suatu persoalan dengan pihak Unibraw. Menurut Sutantinah, jumlah anggota IKA Unibraw cabang Balikpapan sudah mencapai 300 orang, tersebar di sejumlah perusahaan maupun instansi pemerintah di Balikpapan. Dijelaskan pula, saat ini pengurus IKA Unibraw Cabang Balipapan sedang mempersiapkan program pemberian beasiswa kepada anak-anak cerdas yang berasal dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke Unibraw. "Dari iuran anggota, tidak sulit mengumpulkan dana untuk biaya pendidikan siswa berprestasi ke Unibraw", tandas Sutantinah. [Far/AW/Ret]

Diklatsar Lakesma FK Unibraw
4 Juni 2006
Lembaga Kesehatan Mahasiswa (Lakesma) adalah wadah bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya untuk mengaplikasikan seluruh disiplin ilmu kedokteran yang telah diperoleh selama perkuliahan. Sebagai calon tenaga kesehatan yang baik, seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu menguasai teori namun harus disertai dengan keahlian praktek yang sesuai.
Salah satu usaha yang dilakukan oleh Lakesma adalah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar). Tujuannya, agar mahasiswa Fakultas Kedokteran mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai kegiatan kesehatan. Diklatsar ini berlangsung selama 3 pekan (13 Mei - 4 Juni 2006). Tema diklatsar adalah ”Lakesma Peduli terhadap Sesama”. Materi diklatsar meliputi: keorganisasian Lakesma, manajemen trauma dan BLS, aplikasi BLS, manajemen kegiatan, serta survival dan aplikasi. Selain metode klasikal, Diklatsar Lakesma menggunakan metode membangun loyalitas dan kerjasama melalui kegiatan outbound di Wana Wisata Coban Rondo, Batu. [nik]

Pertemuan Himpunan Kimia Bahan Alam Indonesia di FMIPA Unibraw
3 Juni 2006
“Banyak senyawa alami yang bisa kita manfaatkan dari alam untuk obat, pestisida, dan zat penarik”, ungkap Ir. Adam Wiryawan MS, Dekan FMIPA Universitas Brawijaya seusai membuka Pertemuan Ilmiah, Sosialisasi dan Rapat Pengurus Himpunan Kimia Bahan Alam Indonesia (HKBAI) di gedung pertemuan FMIPA lantai 2, Sabtu (3/6).
Lebih lanjut disampaikan bahwa kimia organik yang ada pada bahan alam terutama tanaman dapat dimanfaatkan dengan terlebih dulu dilakukan síntesis dan isolasi. “Aktivitas ini juga telah dilakukan oleh sejumlah peneliti yang tergabung dalam Kelompok Peneliti Kimia Organik Bahan Alam Universitas Brawijaya, tambah Adam.
Sementara itu, dalam pertemuan ilmiah yang dilangsungkan selama sehari penuh tersebut dihadirkan beberapa pakar dalam bidang Kimia Organik Bahan Alam, di antaranya adalah Prof. Dr. Euis Holisotan Hakim MS (ITB) Ketua Umum HKBAI.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Euis mensosialisasikan keberadaan HKBAI di tengah audiens dari berbagai universitas, seperti ITB, IPB, Unesa, ITS, Unair, UMM, UMS, UM, Universitas Palangkaraya, Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Malang dan Akademi Farmasi Surabaya.
Pembicara lain adalah M. Farid Rahman SSi MSi (Unibraw) mempresentasikan perkembangan penelitian kimia bahan alam pada Jurusan Kimia FMIPA Universitas Brawijaya. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Sjamsul Arifin Achmad BSc (Hon.I) PhD DSc (ITB) dengan tajuk “Kimia Bahan Alam Indonesia: Menjadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri” dan Drs. Muhtadi MSi (UMS) dengan tajuk “Senyawa Fenolik dari Diterocarpus Returus dan Dipterocarpus kasseltii (Depterocarpaceae)".
”Indonesia hanyalah 1.3% saja dari seluruh permukaan bumi”, demikian disampaikan oleh Prof. Sjamsul Arifin Achmad BSc (Hon.I) PhD DSc. Menurutnya Prof Sjamsul, 10% terdiri atas spesies tanaman berbunga, 12% spesies mamalia, 16% spesies reptil dan amfibi, 17% spesies burung, dan 25% spesies ikan. ”Alam dan semua spesies yang ada di dalamnya menghasilkan kimia bahan alam yang potensial dalam jumlah yang besar”, ungkapnya. Dari berbagai jenis spesies tumbuhan yang ada di Indonesia, ia mencontohkan memaparkan kegunaan Morus alba Linn (Morasceae). Disampaikannya dari berbagai jaringan yang ada pada tumbuhan tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan media, di antaranya dari daun dapat digunakan untuk penyembuhan hipertensi, arteiosklerosis, rematik, edema dan influenza sedangkan untuk buahnya dapat digunakan sebagai penyembuh hepatitis kronk, anemia dan neurosthenia sementara akarnya dapat digunakan untuk penyembuh asma. Salah satu spesies dari Moraceae adalah Morus macroura yang di antaranya dapat ditemukan di Desa Paninjauan, Kecamatan X Koto, Sumatera Barat. Beberapa senyawa yang dapat disintesis dari tumbuhan Andalas (morus macroura  miq.) di antaranya adalah senyawa stilbenoid, senyawa adduct diels-alder, senyawa fenol yang sangat bermanfaat dalam dunia kedokteran dan farmasi.
Sementara itu, M. Farid Rahman dalam presentasinya menyampaikan berbagai teknik dalam pola penelitian kimia bahan alam. Di antaranya, melalui isolasi dan elusidasi struktur, derivatisasi dan modifikasi struktur, bioassay, sintesis senyawa aktif berbasis bahan alam. Lebih lanjut Farid Rahman menguraikan tentang  berbagai senyawa kimia yang bermanfaat dalam berbagai bidang.
Disebutkan, dalam bidang agrokimia penggunaan senyawa feromon dan kairomon dari serangga hama tanaman produktif seperti kumbang hama kelapa. Dalam bidang kelautan, memanfaatkan senyawa alkaloida dari ubur-ubur, dan dalam bidang farmasi memanfaatkan senyawa isoquinolin dan isoindol dari minyak cengkeh, steroida dari ekstrak non polar tanaman Polyscia fruticosa, kromon dari ekstrak metanol Aloe vera Linn, Pemanfaatan minyak terpentin (a-Pinena), dan Flavonol dari Propolis lebah Apis melifera strain lokal, serta isoflavon dari kacang-kacangan. [nok]

Ujian Disertasi Jarot Edy Sulistyono
3 Juni 2006
Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, Sabtu 3/6, menggelar ujian disertasi bagi kandidat doktor ilmu administrasi Ir. Drs. Jarot Edy Sulistyono MSi. Dalam ujian terbuka tersebut, Jarot mempertahankan disertasi berjudul "Pengadaan Tanah untuk Pembangunan di Daerah Perkotaan (Analisis Model Interaktif Implementasi Kebijakan Pengadaan Tanah untuk Infrastruktur, Permukiman, dan Pusat Perdagangan di Kota Malang)".
Bertindak selaku promotor Prof. Drs. Solichin Abdul Wahab MA PhD, dan kopromotor Prof. Dr. HR Rijadi Soeprapto MS serta Dr. H. Sumartono MS. Sementara tim penguji terdiri dari Prof. Dr. M. Irfan Islamy MPA, Prof. Dr. Achmad Sodiki SH, Prof. Salladien, serta penguji luar Prof. Dr. Maria SW Sumardjono SH MCL MPA (guru besar hukum pertanahan UGM).
Dalam disertasinya, tentang implementasi kebijakan pertanahan untuk kepentingan umum Jarot memandang dapat dilihat dari sejauh mana pemerintah menjalankan mekanisme ganti rugi. Sedangkan untuk kepentingan komersial, menurut Jarot, harus dilihat dari sejauh mana pemerintah secara konsisten memberikan ijin lokasi bagi pihak swasta yang membutuhkan. Jarot juga memandang definisi "untuk kepentingan umum" perlu diperjelas dan diperketat, agar tidak disalahgunakan. Demikian juga batasan "pengadaan tanah untuk kepentingan komersial", terutama tentang mekanisme dan ketentuan pemberian ijin lokasi bagi pihak swasta.
Mengenai metode pengadaan tanah dalam konteks pembangunan untuk kepentingan umum, menurut Jarot, harus melalui mekanisme musyawarah dan pemberian ganti rugi. Sedangkan untuk kepentingan komersial, harus melalui ijin lokasi yang tegas. Musyawarah yang dilakukan, demikian Jarot, dirasakan tidak adil, baik dilihat dari mekanisme maupun cara pelaksanaannya. Demikian juga dengan pemberian ijin lokasi. "Dikatakan tidak adil, karena pelanggaran terhadap RTRW (rencana tataruang wilayah) tetap terjadi dan pemerintah tidak memberikan sanksi yang tegas", ujarnya. Dia juga mensinyalir banyak kepentingan pribadi yang melanggar hak rakyat umum atas tanah, serta dukungan kapital yang semakin kental dalam setiap pengambilan kebijakan dalam pengadaan tanah. "Ganti rugi harus dilakukan dengan adil, dan mengedepankan kesejahteraan rakyat. Demikian juga dengan pemberian ijin lokasi kepada swasta, harus dilakukan dengan adil tanpa merugikan kepentingan rakyat banyak" tukasnya.
Menurut Jarot, penggunaan pedoman ganti rugi yang dikombinasikan dengan mekanisme mesyawarah untuk kesepakatan harga ganti rugi yang adil bagi semua, demikian juga dengan pemberian ijin lokasi kepada swasta, harus sesuai dengan pedoman yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Agraria atau bahkan dalam Perda. Ditegaskannya, pemerintah dapat mencabut hak-hak atas tanah dengan memberi ganti rugi yang layak menurut UU, berdasarkan asas musyawarah dan harga umum setempat. Dan pemerintah juga berhak memberi ijin lokasi, jika memang segala ketentuan administratif dan normatif telah terpenuhi. Dia memandang, kebijakan pertanahan saat ini lebih bersifat fasilitatif, dan mencerminkan keinginan pemerintah untuk memberikan peluang seluas-luasnya kepada kaum pemodal. Akibatnya, pengakuan terhadap hal atas tanah bagi masyarakat semakin melemah.
Pada bagian akhir disertasinya, Jarot menawarkan sejumlah saran teoritis maupun praktis. Di antaranya, Jarot menyarankan: "pemerintah pusat seharusnya memberikan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah kota Malang yang telah menerbitkan ijin pembangunan proyek yang dapat merugikan masyarakat, seperti MATOS misalnya".
Dalam yudisium, Jarot dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu administrasi dengan predikat memuaskan (IPK 3,48).
Dr. Ir. Drs. Jarot Edy Sulistyono MSi, kelahiran Lumajang 21 Juni 1962, adalah sarjana administrasi negara (1985), insinyur teknik sipil (1990), magister sains administrasi negara (1999). Bekerja di lingkungan pemerintah kota Malang sejak 1992, Jarot pernah bertugas pada Dinas Pekerjaan Umum (1992-1999), Dinas Pertamanan (1999-1999), Bagian Organisasi (1999-2001), Bagian Pembangunan (2001-2004), dan kini di Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko). [Far]

Korupsi Dapat Dicegah dengan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan
3 Juni 2006
Krisis ekonomi Indonesia pada 1997 dan lambatnya pemulihannya hingga saat ini, antara lain karena buruknya transparansi dan akuntabilitas keuangan negara. Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, pemerintah dalam era reformasi telah melakukan koreksi secara menyeluruh sistem keuangan negara yang dipergunakan pada masa pemerintahan orde baru. Koreksi pertama adalah dengan menyatukan anggaran negara yang mulanya terbagi dalam dua kelompok yaiut anggaran rutin dan anggaran pembangunan. Koreksi kedua adalah semakin meniadakan anggaran non-bujeter. Koreksi ketiga dengan mengintodusir tiga UU di bidang keuangan negara tahun 2003-2004, dan koreksi terakhir adalah dengan mengintrodusir Standar Akuntasi Pemerintahan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPK Prof Dr Anwar Nasution dalam seminar sehari dalam rangka Brawijaya Accounting Fair, yang berlangsung di Widyaloka Universitas Brawijaya, Sabtu 3 Juni 2006. Kegiatan yang dibuka oleh Rektor Prof.Dr.Ir. Bambang Guritno ini diikuti oleh ratusan peserta.
Kelemahan sistem keuangan negara
Lebih lanjut diungkapkan oleh Nasution bahwa kelemahan dalam sistem keuangan negara Indonesia yang diwarisi pemerintahan orde baru bersifat mendasar. Kelemahan ini meliputi desain dan pelaksanaan sistem pengendalian internal, ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengungkapan sisa anggaran lebih yang tidak konsisten dan tidak memadai. Kelemahan sistem pengendalian internal keuangan negara yang ditemukan oleh BPK, antara lain berupa (1) prosedur verifikasi dan rekonsiliasi penerimaan perpajakan maupun non pajak; (2) pengelolaan rekening pemerintah pada Bank Indonesia dan bank umum; (3) pengelolaan rekening dana investasi dan rekening pembangunan daerah; (4) pertanggungjawaban penyertaan modal pemerintah pada perusahaan negara dan (5) pertanggungjawaban aset-aset yang diperoleh dari sisa aset program restrukturisasi BPPN yang tidak selesai.
Sementara itu ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku meliputi (1) pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP); (2) pengelolaan barang milik/kekayaan negara; (3) pencatatan dan pelaporan belanja subsidi dan transfer serta belanja lain-lain; (4) eksekusi oleh Kejaksaan Agung atas hukuman uang pengganti yang telah terkumpul secara kumulatif selama bertahun-tahun sebesar Rp 6,67 triliun; (5) pengeluaran anggaran untuk dana reboisasi dari Rekening Bendahara Umum Negara sebesar Rp 2,89 triliun, serta( 6) penerimaan dan belanja dalam perjanjian pengelolaan aset antara pemerintah dan perusahaan pengelola aset.
Selain Anwar Nasution, hadir pula sebagai pembicara Sudirman Said dari Masyarakat Transparantasi Indonesia, serta Junino Jahja Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK dengan makalah ”Peran KPK dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara”. Hadir pula Theodorus M Tuanakotta Staf Ahli BPK dengan makalahi ”Mendeteksi Fraud”, Dr. Gugus Irianto SE Ak staf pengajar Akuntansi Universitas Brawijaya dengan makalah ”Skandal korporasi dan akuntan” dan Jusuf Wibisana seorang akuntan publik dari Pricewaterhouse Coopers dengan makalah ”The importance of quality financial statements”. Dua tema Brawijaya Accounting Fair adalah ”Mewujudkan akuntabilitas keuangan negara melalui pelaksanaan sistem keuangan negara yang transparan” serta ”Peran akuntan dalam mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara”. [nik]

Pemenang Kuis Dinamika
3 Juni 2006
“Dinamika” Majalah Unit Korpri Universitas Brawijaya, dalam terbitan perdana (Februari 2006) mengadakan kuis. Pertanyaan kuis diambilkan dari isi artikel yang ada pada Dinamika nomor itu. Tercatat sebanyak 75 orang pembaca mengirimkan jawaban benar.
Untuk menentukan pemenang, diadakan undian pada Rabu 24/5. Penarikan undian dilakukan oleh Ketua Unit Korpri Drs. Djanalis Djanaid. Hasilnya, keluar sebagai pemenang untuk hadiah utama Rp 300 ribu: Benny Widodo SH (KP). Sementara itu hadiah hiburan dimenangkan oleh 10 peserta lainnya, yaitu: Avanty Nurdiana (mahasiswa Faperik), Richard Purworo (KP), Reni Astuti (FPi), Gatot Soeprapto (FP), Dewi Mirayanthi (KP), Dra. Ani Budi Astuti MSi (FMIPA), Dra. Haryati Usbandiah (FT), Teguh Triwahyudi (FP), Mardjuki Prabowo (PPS), dan Ahmad Awaluddin (mahasiswa FIA).
Pemenang utama Benny Widodo SH, menerima hadiah uang tunai yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Unit Korpri Universitas Brawijaya Ir. H. Chanif Mahdi MS, disaksikan Wakil Sekretaris Drs. S. Kusnady MSi, Sabtu 3 Juni 2006, di Kantor Humas Universitas Brawijaya, gedung Rektorat lantai I. [Far]

Menjelang Pimnas: Lomba Poster, Fotografi, Kaligrafi dan Karikatur 2006
3 Juni 2006
Menyongsong Pimnas IX di UMM Juli mendatang, Universitas Brawijaya melakukan persiapan, di antaranya dengan menyelenggarakan Perlombaan Poster Ilmiah, Poster Umum, Fotografi, Kaligrafi dan Karikatur.
Kegiatan ini diselenggarakan selama beberapa hari di lobi lantai I gedung Rektorat Universitas Brawijaya, dibuka hari Sabtu (3/6) . Jumlah karya mengikuti lomba adalah 27 poster ilmiah, 11 poster umum, 25 fotografi, 8 kaligrafi dan 8 karikatur.
Pelaksana kegiatan, yang juga staf ahli PR III Universitas Brawijaya, Ir. Arief Prayitno MS, mengatakan kriteria penilaian yang digunakan dalam lomba ini meliputi substansi (kreativitas, inovasi dan kegunaan), kejelasan informasi (visibility dan structured) serta penyajian (daya tarik, teliti dan praktis/simpel). Dalam perlombaan tersebut, juri yang dilibatkan adalah Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc, Prof. Ir. I NG Wardana MEng PhD, Dr Ir Bambang Dwi Argo DEA dan Ir. Anang Lastriyanto MS. [nok]

Training Web Design di NIIT-ITCC unibraw
3 Juni 2006
Training web design diselenggarakan NIIT-ITCC sebagai serangkaian kegiatan rutin setiap minggu, selama sehari penuh, Sabtu (3/6) di gedung Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Herman Tolle ST MT, webmaster yang juga staf pengajar di jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang yang memenuhi ruangan ber-AC dengan fasilitas sebuah komputer/orang yang sekaligus juga dapat mengakses internet. Dalam kesempatan tersebut, materi yang disampaikan adalah design web statik dengan menggunakan program HTM, serta design web dinamik dengan menggunakan program macromedia dreamweaver. ”Dalam training ini bagi yang belum pernah membuat web design dijamin akan bisa, sedangkan bagi yang sudah menguasai akan
diberikan kesempatan untuk mengeksplor lebih dalam lagi”, ungkap Herman. Lebih lanjut disampaikannya, untuk menjadi seorang wabmaster yang handal, tidak mutlak dibutuhkan pendidikan formal dalam bidang IT. ”Banyak juga orang IT yang malah tidak menguasai keilmuannya sendiri”, ungkapnya. Menurutnya yang dibutuhkan adalah semangat untuk belajar, latihan terus
menerus serta menambah kreativitas dengan sering mengakses berbagai web. [nok]

MoU Unibraw dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang
2 Juni 2006
Nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Brawijaya dan Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jumat 2/6, ditandatangani di gedung Rektorat Universitas Brawijaya lantai VII. Kedua belah pihak sepakat bekerjasama dalam pembangunan daerah Kabupaten Lumajang. Rektor Universitas Brawijaya, Prof.Dr.Ir. Bambang Guritno, menandatangani MoU tersebut bersama Bupati Lumajang Achmad Fauzi. Ruang lingkup perjanjian dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengembangan dan evaluasi program-program pembangunan serta pemberdayaan masyarakat dengan segala potensinya.
Secara terpisah, juga ditandatangani nota kesepahaman antara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang Budi Santoso SH MSi dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Ir. Imam Zaky MT. Kesepakatan bersama dalam penyusunan rencana induk transportasi Kabupaten Lumajang itu dituangkan dalam surat perjanjian kerjasama pelaksanaan pekerjaan. Ruang lingkup kerjasama meliputi perencanaan dan pengembangan sistem transportasi Kabupaten Lumajang beserta unsur-unsur dan aspek pendukungnya, termasuk di dalamnya aspek perencanaan makro dan mikro.
Turut hadir dalam acara penandatangan Pembantu Rektor I Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito, Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch. Munir SH, Ka BAPSI Dra. Siti Romlah dan Ketua Jurusan Teknik Sipil Ir. Achmad Wicaksono MEng PhD. [nik]

Ir. Chanif Mahdi MS Temukan Pendeteksi Boraks dan Pewarna
1 Juni 2006
Semakin luasnya penggunaan bahan tambahan pada makanan, menggugah Ir. Chanif Mahdi MS, dosen Biokimia FMIPA Universitas Brawijaya untuk terus melakukan penelitian. Kali ini penelitiannya diarahkan untuk mendapatkan reagen pendeteksi boraks (borax main reagent) dan pewarna (colors main reagent) pada makanan. Penelitian Chanif sebelumnya, beberapa bulan yang lalu, telah berhasil menemukan reagen pendeteksi formalin (formalin main reagent).
Tidak dapat dipungkiri bahwa tanpa bahan pengawet makanan tidak akan tahan lama. Manusia di jaman modern rupanya tidak bisa lepas sama sekali dari bahan tambahan makanan. Bahan tambahan makanan (food additives) sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Ia sudah dikenal sejak ribuan tahun. Konon zat ini digunakan sejak manusia mulai mengasinkan daging. Pengasinan itu dilakukan dengan tujuan agar daging bisa tahan lebih lama. Ternyata bahan yang digunakan sebagai tambahan makanan tersebut ada yang tidak alami dan dengan penggunaan yang tidak bertanggung jawab. Namun belakangan manusia menyadari tentang bahaya penggunaan bahan tambahan makanan.
Bahan tambahan makanan yang beredar di pasaran saat ini dikemas dengan berbagai macam fungsi meliputi antioksidan dan antioksidan sinergis, pengasam, penetral, pemanis buatan, pemutih dan pematang, penambah gizi, pengawet, pengemulsi (pencampur), pemantap dan pengental, pengeras, pewarna alami dan sintetis, penyedap rasa dan aroma, dan lainnya.
Pewarna Yang Perlu Diwaspadai
Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa pewarna Tar (aromatis) seperti Rhodamin B sebenarnya adalah bahan kimia yang digunakan untuk pewarna merah pada industri tekstil dan plastik. Untuk makanan, Rhodamin B (warna merah) dan Metanil Yellow atau Auramin (warna kuning) sering dipakai mewarnai kerupuk, makanan ringan, terasi, kembang gula, sirup, biskuit, sosis, makaroni goreng, minuman ringan, cendol, manisan, gipang, dan ikan asap bahkan belakangan juga ditemukan pada teh. Makanan yang diberi zat pewarna ini biasanya berwarna lebih terang dan memiliki rasa agak pahit. Selain itu juga perlu diwaspadai pewarna Tar seperti Methyl Violet (warna ungu), Melachit Green (warna hijau), dan Bismark Brown (warna coklat). Kelebihan dosis Rhodamin B dan Metanil Yellow bisa menyebabkan kanker, keracunan, iritasi paru-paru, mata, tenggorokan, hidung, dan usus.
Boraks
Boraks adalah bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak. Nama lain dari borax yaitu natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat. Sifatnya berwarna putih dan sedikit larut dalam air. Sering mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, bahkan kematian. Penggunaan borax yang tidak bertanggung jawab dapat ditemukan pada bakso, gula merah, dan bahkan kerupuk. Ciri-ciri boraks pada bakso yaitu lebih kenyal, bila digigit akan kembali ke bentuk semula, tahan lama atau awet beberapa hari, warnanya tampak lebih putih, bau terasa tidak alami (ada bau lain yang muncul) dan bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bekel. Pada gula merah penggunaan boraks menghasilkan gula yang sangat keras dan susah dibelah, serta terlihat butiran-butiran mengkilap di bagian dalam.
Cara Mudah Mendeteksi Pewarna dan Boraks
Ir. Chanif Mahdi MS mengungkapkan, cara mudah mendeteksi pewarna dan boraks adalah dengan menggunakan reagen BMR (borax main reagent) temuannya. Bahan dasarnya merupakan cairan berwarna kuning. Apabila bereaksi dengan senyawa mengandung boraks, warna cairan akan berubah menjadi merah darah. Ketika Chanif melakukan demo pengujian reagen ini di ruang Humas Unibraw, ia meneteskan BMR pada kerupuk murah yang sering dijual di pasaran. Sampel ini ternyata tidak mengandung senyawa boraks. Namun ketika diteteskan pada sampel kerupuk tahu yang harganya lebih mahal, yang diperoleh dari penjual di sekitar kampus Unibraw, ternyata hasilnya positif mengandung boraks. Menurut Chanif, kemungkinan besar boraks dicampurkan pada bahan kerupuk tahu agar kerupuk itu mengembang ketika digoreng.
Sementara untuk mengetahui penggunaan pewarna berbahaya, Chanif menggunakan CMR (colors main reagent). Untuk mengetahui apakah makanan tersebut menggunakan zat berbahaya, terlebih dahulu makanan tersebut diekstrak dengan amonia dan petrolium (bensin). Apabila muncul warna tertentu apakah merah, kuning, ungu, hijau, coklat maka positif mengandung zat warna berbahaya. Tapi apabila tidak muncul warna (tetap putih) berarti negatif.
Chanif juga memberikan tips untuk mengetahui apakah teh yang kita konsumsi untuk minuman mengandung warna sintesis. Caranya dengan menggunakan kertas saring. Pertama kali yang harus dilakukan adalah dengan membasahi kertas saring dengan air dingin, lalu letakan butiran teh pada kertas saring. Bila kertas saring muncul warna dengan cepat berarti kemungkinan teh menggunakan pewarna sintesis. [nik]

Islamic Book Fair 2006
1-7 Juni 2006
Selama seminggu, 1-7 Juli 2006, Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya semarak dengan kegiatan ”Malang Islamic Book Fair 2006” . Acara ini digelar oleh Forkalam-MIPA dan Forstilling-FE Unibraw, bekerjasama dengan Syakaa Organizer Yogyakarta dan Kawan Production Malang. Menurut salah seorang panitia, Zuliyanto, mahasiswa Jurusan Manajemen angkatan 2001, kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat Malang, terutama terhadap buku-buku Islam sehingga akan melahirkan nuansa pemikiran yang bercorak Islami. Lebih lanjut diungkapkan, puluhan penerbit dan distributor buku, baik lokal maupun nasional, turut ambil bagian menempati 54 stan yang memenuhi ruang utama Sasana Samanta Krida. Di antaranya adalah Pustaka Al-Kautsar, Pustaka Rabbani, I’tishom, Penerbit Al Huda, Penerbit Erlangga, Republika Press, Manajemen Qalbun Salim (MQS), majalah Sabili, majalah, Alia, Fatahillah Jakarta, Majalah Tarbawi serta beberapa stan suvenir dan koleksi busana muslim seperti Benayu Al-Islami, Amani Souvenir, Annisa collection, dsb.
Melalui tema “Buku: Meretas Batas, Menembus Waktu”, pengunjung akan dimanja dengan berbagai buku dengan harga diskon (mulai 10-60%) dan murah (mulai dari 3000 an, 10.000 an, 15.000 an dan 20.000 an). Selain itu, berbagai acara juga digelar mengiringi pameran buku kali ini, seperti motivation training ”The Super Power of Dream” pada 1 Juni 2006, talk show Remaja Muda dan Berprestasi pada 2 Juni 2006, Seminar kesehatan ”Tibbun Nabawi” dan pengobatan gratis pada 3 Juni 2006, Seminar pendidikan anak ”Rumahku, Surgaku” pada 6 Juni 2006. Acara bedah buku ”The Da Vinci Code” oleh Romo Heru, menurut rencana akan menutup pameran buku ini. [nok]

Jaringan Internet Unibraw Tambah Bandwidth 2 MBps
1 Juni 2006
Kapasitas bandwidth jaringan internet Universitas Brawijaya, sejak awal Mei 2006 mendapatkan penambahan 2 Mbps (megabyte per second). Demikian laporan UPPTI (unit pengkajian dan pengembangan teknologi informasi) selaku instansi yang bertanggung jawab atas perkembangan teknologi informasi di Universitas Brawijaya, melalui surat kepada Rektor bernomor 073/J10/UPPTI/TI/2006 tanggal 1 Juni 2006, yang ditandatangani Direktur Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS.
Tambahan ini diperoleh dengan berlangganan pada Hawaii Pacific Telcom (HPT), menggunakan dana mahasiswa baru tahun ajaran 2005-2006. Sementara itu uplink dari Icon+ sebesar 768 Kbps (kilobyte per second) yang dilanggan selama ini, 256 KBps digunakan untuk LAN (local area network) Universitas Brawijaya, 512 KBps untuk layanan-layanan web Universitas Brawijaya, sedangkan downlink sebesar 768 Kbps seluruhnya digunakan untuk akses internet di lingkungan Universitas Brawijaya.
Pembenahan infrastruktur
Untuk mempercepat dan menjamin akses internet yang merata pada tingkat user, pihak UPPTI selama bulan Mei 2006 telah mengadakan pembenahan infrastruktur jaringan pada tingkat server. Terdapat penambahan perangkat keras (hardware) berupa satu unit server untuk manajemen bandwdth, 2 unit PC gateway dan firewall, dan 1 unit proxy server. Tambahan hardware ini seluruhnya didanai oleh UPPTI sendiri.
Dari sisi perangkat lunak (software), UPPTI juga telah melakukan upgrade sistem operasi pada server dengan menggunakan software berbasis Linux (open source) versi terbaru. Sementara itu, upgrading perangkat lunak pada 16 unit server sisanya akan dilakukan secara bertahap.
Setelah mengadakan serangkaian upaya penambahan bandwidth, hardware dan upgrading software, UPPTI mengajukan tatacara penggunaan akses internet di lingkungan Universitas Brawijaya dalam rangka menjamin keberlangsungan akses yang adil dan merata.
Tatacara
Setiap pengguna (user) internet Universitas Brawijaya mendapatkan jatah maksimal 40 Kbps, dengan batas maksimal 15 koneksi dalam waktu yang bersamaan. UPPTI juga mengimbau agar tidak digunakan software untuk download dalam jumlah besar (mass downloader). Selain itu, juga dihindari pemakaian network address translation (NAT) dalam jarangan LAN Universitas Brawijaya. Untuk itu UPPTI akan menyediakan IP (internet protocol) lokal sebagai gantinya. Juga disarankan agar pengguna tidak mendowload file-file multimedia yang berukuran besar, seperti misalnya film dalam berbagai format.
Ditentukan bahwa layanan koneksi yang diperbolehkan untuk diakses hanyalah: http, https, messenger, dan ftp. Ditambahkan bahwa proxy setting pada browser komputer pengguna adalah direct access connection (no proxy).  [Far]

Seleksi Mahasiswa Baru SPMB 2006
1 Juni 2006
Tergabung dalam Panitia Lokal Malang, Universitas Brawijaya  melaksanakan pendaftaran Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) pada 20-30 Juni 2006, dan ujian tulis pada 5-6 Juli 2006.
Persyaratan peserta seleksi adalah lulusan SMTA (SMA, MA, SMK, SMTA luar negeri, dsb) dari tiga angkatan kelulusan terakhir (2006, 2005, dan 2004). Pada waktu pendaftaran peserta harus melampirkan fotokopi ijazah, atau surat keterangan lulus (SKL) berfoto yang disahkan kepala sekolah. Berbeda dengan tahun lalu, pendaftar harus sudah lulus ujian SMTA karena pada tahun ini tidak ada ujian ulangan untuk ujian nasional.
Peserta dapat memilih program studi di perguruan tinggi negeri anggota Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang tersebar di 3 region. Regional I sebanyak 20 PTN, Regional II sebanyak 10 PTN, dan Regional III sebanyak 23 PTN. Semuanya 1799 program studi dari 53 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia.
Evaluasi SPMB 2005
Dalam rapat koordinasi panitia sub lokal Unibraw, Kamis (1/6), Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Yogi Sugito menginformasikan evaluasi panitia pusat tentang pelaksanaan SPMB tahun 2005 yang lalu. Dikatakannya, sekitar 20% formulir isian peserta tidak dapat diproses karena salah isi. Oleh karena itu ia berharap panitia selalu mengingatkan pendaftar mengenai cara pengisian yang benar. Sementara itu mengenai perjokian, disinyalir masih terjadi pada pelaksanaan SPMB 2005 silam. Terdapat 3540 kasus perjokian yang terdeteksi oleh panitia SPMB pusat. Termasuk di dalamnya, kasus jawaban salah yang seragam, yang dapat digolongkan ke dalam tindak kecurangan perjokian. Semua penyimpangan itu, menurut Prof. Yogi, didiskualifikasi dari proses pemeriksaan lembar jawaban ujian (LJU).
UM, Unibraw, dan UIN
Pada panitia lokal Malang, mulai tahun 2006 ini tergabung 3 PTN, yakni Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (Unibraw) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Jumlah formulir yang disediakan panitia lokal Malang sebanyak 20 ribu lembar, UM dan Unibraw masing-masing 9000 lembar, sedangkan UIN Malang sebanyak 2000 lembar.
Selain membuka pendaftaran di Sasana Samanta Krida, mulai tahun 2006 ini Universitas Brawijaya juga melakukan penjualan formulir pendaftaran ke luar Malang. Tercatat misalnya, permintaan dari 3 kota: Madiun, Kediri, dan Probolinggo, yang akan dilayani tanggal 25 Juni mendatang.
Biaya pendaftaran Rp 150 ribu untuk kelompok IPA (ilmu pengetahuan alam) atau kelompok IPS (ilmu pengetahuan sosial) dan Rp 175 ribu untuk kelompok IPC (campuran IPA dan IPS).
Pengumuman hasil ujian akan dikeluarkan pada tanggal 4 Agustus 2006, melalui internet pada situs www.spmb-pusat.org (mulai pukul 18.00 WIB), atau pada papan-papan pengumuman (mulai pukul 23.59 WIB).
Jalur seleksi Unibraw
Rencananya, melalui SPMB tahun 2006 Unibraw akan menerima sebanyak 2956 calon untuk 44 program studi yang ditawarkan. Sementara itu, melalui berbagai jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru (S1 dan diploma) 2006, secara keseluruhan Unibraw menyediakan tempat bagi 7991 mahasiswa baru. Hingga saat ini seleksi yang sudah berjalan adalah PSB (penjaringan siswa berprestasi, tanpa ujian tulis), SPKS (seleksi program kemitraan sekolah), SPMK (seleksi program minat dan kemampuan) gelombang I dan SPKIns (seleksi program kemitraan instansi). Sedangkan yang akan berlangsung selain SPMB, adalah SPKD (seleksi program kemitraan daerah, 100 calon), SPI (seleksi program internasional, 20 calon), SAP (seleksi alih program, 539 calon) dan SPMD (seleksi penerimaan mahasiswa program diploma, 1150 calon). [Far]

Ujian Disertasi Dr. Moh. Khusaini SE MSi MA
1 Juni 2006
Desentralisasi fiskal saat ini telah menjadi fenomena global yang melanda berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Desentralisasi fiskal di satu sisi dipercaya sebagai solusi atas segala macam persoalan ekonomi dan politik yang sedang dihadapi, namun disisi lain juga berpotensi menimbulkan persoalan baru yang menjadi tambahan beban berat yang telah dipikul selama ini. Berangkat dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh desentralisasi fiskal terhadap efisiensi ekonomi sektor publik, pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat lokal, serta bagaimana pengaruh implementasi desentralisasi fiskal terhadap manajamen, struktur dan perilaku anggaran daerah, Moh. Khusaini mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Kajian Desentralisasi Fiskal, Pengaruhnya Terhadap Efisiensi Ekonomi, Sektor Publik, Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat (Studi pada Kabupaten/Kota di Jawa Timur), Kamis 1 Juni 2006.
Khusaini melakukan penelitian terhadap dua puluh sembilan kabupaten di Jawa Timur meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep serta delapan kota yaitu, Kediri, Blitar, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Madiun, dan kota Surabaya. Data yang digunakan adalah data APBD, PDRB dan indikator ekonomi makro serta data indeks pembangunan manusia kabupaten/kota di Jawa Timur 1999 s/d 2002.
Temuan Khusaini yang penting dan unik tentang implementasi desentralisasi fiskal di Indonesia di antaranya yaitu telah terjadi peningkatan pengeluaran daerah dan pengeluaran pembangunan yang cukup besar relatif terhadap pengeluaran nasional. Fenomena ni mengindikasikan bahwa sejak otonomi daerah wewenang pengeluaran sebagian besar telah diserahkan kepada daerah. Temuan berikutnya ialah implementasi desentralisasi penerimaan di Indonesia masih semu. Ini berarti masih banyak aspek penerimaan yang masih menjadi wewenang pemerintah pusat. Selanjutnya diketahui bahwa kemampuan daerah kabupaten/kota dalam membiayai pengeluarannya sangat bervariasi, dengan nilai rata-rata PAD sebesar 19,6 persen setelah otonomi daerah.
Untuk itu Khusaini menyarankan beberapa hal mengenai pelaksanaan desentralisasi fiskal. Di antaranya adalah pemerintah harus meningkatkan taxing power pemerintahan daerah dengan mendesain ulang revenue assingment, serta pemerintah daerah hendaknya melakukan pemetaan terhadap potensi riil PAD dan membuat neraca keuangan daerah. Pemerintah juga harus membuat kerangka regulasi yang jelas dalam mengawal proses implementasi desentralisasi fiskal, sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan dampak buruk dari desentralisasi fiskal. Perlu dirumuskan tentang standar pelayanan minimal bagi masyarakat, yang harus diberikan oleh pemerintah daerah, misalnya mengalokasikan anggaran daerah untuk pendidikan minimal sebesar dua puluh persen dan dana kesehatan sebesar lima belas persen.
Ujian disertasi Khusaini dipromotori oleh Prof Dr HM Harry Susanto SE SU dengan ko-promotor Dr. Munawar Ismail SE DEA dan Dr. Candra Fajri Ananda MSc. Tim penguji terdiri dari dari Prof Dra Hj SM Kiptiyah MSc, Prof Dr MS Idrus MEc, Dr. Maryunani MS dan Prof Dr Soedjono Abipraja SE. Dalam yudisium, Khusaini dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, masa studi tiga tahun sepuluh bulan dan indeks prestasi kumulatif 3,53.
Dr. Moh. Khusaini SE MSi MA (35 tahun) adalah doktor bidang ilmu ekonomi dengan minat Keuangan Publik. Dosen tetap Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya sarjana ekonomi lulusan Universitas Brawijaya (1995), mendapatkan magister Sains Administrasi Bisnis dari Universitas Brawijaya (1998), dan master bidang Keuangan Daerah dan Kebijakan Pemerintah di Andrew Young School of Policies Studies, Georgia State University, Atlanta, Amerika Serikat (2002).  [nik]