Last updated
31/7/2008
By: Farid Atmadiwirya
Juli 2008

Disertasi Titik Musriati: Analisis Pemasaran Bawang Merah di Probolinggo
31 Juli 2008
Pemasaran merupakan subsistem utama dalam agribisnis bawang merah. Karena dari sisi petani, harga yang terbentuk dalam pasar menentukan pendapatan, dan dari sisi konsumen mencerminkan kepuasan. Kurangnya campur tangan dari pemerintah dalam pemasaran bawang merah dan lebih menekankan produksi menyebabkan kinerja pemasaran menjadi buruk sehingga sistem agribisnis tidak berjalan seimbang.
Ir Titik Musriati MM menyatakan ini dalam disertasi berjudul ”Analisis Pemasaran dan Keputusan Penjualan dalam Peningkatan Pendapatan Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur”. Ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kamis (31/7). Majelis penguji yang terdiri atas Prof Drs Hj SM Kiptiyah MSc (promotor), Dr Ir Syafrial MS dan Dr Ir H Abdul Wahib Muhaimin MS (ko-promotor), serta Prof Dr Ir HM Muslich Mustadjab MSc, Dr Ir Budi Setiawan MS, Dr Ir Bambang Ali Nugroho MS DAA dan Prof Dr Salladien.
Disebutkan, Kabupaten Probolinggo adalah penghasil bawang merah terbesar kedua setelah Kabupaten Brebes di Jawa Tengah. Data Departemen Pertanian menyebutkan, pada tahun 2004 luas panen komoditas bawang merah di Probolinggo mencapai 7.510 ha dengan produksi 95.811 ton di mana aspek produksinya mencapai 10-14% dari produksi nasional dalam kurun waktu yang sama. Berdasar penyebarannya pada tingkat kecamatan, ia memaparkan bahwa pertanaman bawang merah terkonsentrasi di Kecamatan Dringu, disusul Tegalsiwalan dan Kecamatan Banyuanyar.
Analisis Sistem Pemasaran
Penelitian disertasi Titik Musriati bertujuan menganalisis sistem pemasaran komoditas bawang merah di Kabupaten Probolinggo, terutama dilihat dari aspek struktur, perilaku dan penampilan pasar. Di samping pula menganalisis kelembagaan dan alternatif rekayasa kelembagaan untuk meningkatkan pendapatan petani. Dari penelitian tersebut diketahui, struktur pasar bawang merah di Probolinggo bergerak pada kuantum pasar oligopsoni dan persaingan sempurna. Sementara dari sisi produsen, cenderung bersifat oligopolistik. Karakteristik penting lain adalah tidak adanya hambatan bagi pendatang baru untuk keluar masuk pasar di samping tidak adanya diferensiasi produk kecuali sortasi. Di sana, diketahui pula tidak ada pedagang yang mengendalikan pasar secara individu dari berbagai indikator rasio konsentrasi, indeks herfindal dan market share.
Dalam hal penetapan harga, diketahui bahwa harga bawang merah di Probolinggo ditetapkan berdasarkan negosiasi antara individu pedagang dan petani tanpa adanya lembaga pemasaran formal yang berperan dalam penetapan maupun kontrol harga. Pada akhir disertasi Titik Musriati menyarankan agar dilakukan penyempurnaan mekanisme dan informasi pasar dengan memberdayakan institusi yang telah ada maupun penciptaan institusi baru. Salah satu alternatif kelembagaan yang perlu dikembangkan, menurut Titik Musriati, adalah kelembagaan yang berbasis Kelompok Usaha Bawang Merah (KUB) yang merupakan wadah kerjasama antar petani dan petani dengan pelaku bisnis lainnya.
Dalam yudisium, Titik Musriati dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan minat ekonomi pertanian, dengan predikat memuaskan setelah menempuh studi selama 4 tahun 11 bulan.
Dr Ir Titik Musriati MM dilahirkan di Probolinggo 46 tahun silam, menikah dengan Slamet Hariyadi dan dikaruniai 2 orang anak. Sarjana  pertanian dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Widya Karya Surabaya (1986) dan magister dari STIE Mitra Indonesia Yogyakarta  (2000) ini adalah dosen pada Fakultas Pertanian Universitas Pancamarga, Probolinggo. [nok]

Masuk 100 Besar Asia Tenggara: UK Petra, Universitas Brawijaya, ITS, dan Unair
31 Juli 2008
Empat perguruan tinggi dari Jawa Timur masuk 100 besar perguruan tinggi terbaik Asia Tenggara dalam implementasi teknologi informatika. Tahun ini Jatim memasukkan Universitas Kristen Petra (46), Universitas Brawijaya (59), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (67), dan Universitas Airlangga (70) dalam peringkat itu.
Pembantu Rektor III UK Petra Heri Saptono mengatakan, penilaian terutama didasarkan pada situs masing-masing perguruan tinggi (PT). Cybermetrics akan menilai sejauh mana situs memuat informasi lembaganya. Sederhananya, apakah pengakses dari negara lain bisa mendapat banyak informasi suatu universitas hanya lewat situsnya saja," ujarnya di Surabaya, Rabu (30/7).
Peringkat di Webometrics disusun oleh Laboratorium Cybermetrics milik CINDOC-CSIC di Madrid, Spanyol. Setiap Januari dan Juli, lembaga itu mengeluarkan peringkat perguruan tinggi di dunia.
Publikasi itu merupakan satu dari tiga acuan internasional untuk peringkat PT. Selain Webometric, PT internasional juga mengacu pada peringkat dari Times Higher Education (THE-QS) dan Shanghai Jiao Tong University (SJTU).
Peringkat buatan Cybermetrics itu mengindikasikan sejauh mana implementasi teknologi informatika pada suatu PT. Semakin banyak implementasi serta publikasi lewat situs, semakin baik peringkat suatu PT.
"Bagi kami dan PT lain, ini salah satu bentuk pengakuan internasional atas kualitas lembaga. Ini memacu kami untuk semakin memantapkan langkah menuju PT kelas dunia," kata Heri.
la menyatakan cukup terkejut dengan publikasi peringkat itu. Tahun lalu UKP menduduki peringkat 56 dari 100 PT di Asia Tenggara. "Tahun ini posisi kami naik 10 tingkat. Artinya pembenahan lembaga diakui kalangan internasional," tuturnya.
la mengatakan, dengan posisi sekarang, UKP menjadi PT terbaik di Jatim untuk urusan implementasi TI. UKP mengalahkan beberapa PTN. di Jatim. "Lebih membanggakan lagi, kami bukan universitas khusus TIK. Tetapi, kami mendapat peringkat terbaik di Jatim untuk implementasi TIK," tuturnya.
Geser PT luar negeri
Sementara itu, Direktur Sistem Informasi Universitas Airlangga Dripa Sjabana mengatakan, Unair juga mengalami perbaikan peringkat. Januari 2007 Unair menduduki peringkat 97 lalu melejit ke posisi 75 pada Juli 2007. "Sekarang kami naik lagi," ujarnya.
Di tingkat Asia Tenggara, Unair berhasil menggeser posisi Monash University Malaysia, Nanyang Polytechnic, University of The Philippines Los Banos, dan Hanoi University of Technology. Sebelumnya, PT-PT itu berperingkat lebih baik dari Unair.
Unair juga tetap menduduki posisi kedua nasional untuk indikator Scholar (Sch); yakni berada di posisi ke-414 dunia. Adapun jawara Sch nasional, kini direbut oleh UK Petra setelah sebelumnya diduduki oleh ITB. Namun, dari lima besar peringkat Sch nasional, empat di antaranya juga masuk Top World Universities versi THE-QS, yakni Unair, ITB, IPB, dan UGM.
Secara nasional, telah terjadi peningkatan peran serta Indonesia di peringkat Webometrics. Kini, Indonesia berhasil menyertakan 23 PT, merangkak naik dari hanya menyertakan 17 PT pada pemeringkatan Webometrics sebelumnya. Peringkat pertama nasional diduduki oleh UGM, kemudian disusul oleh ITB dan UI. (RAZ)
KOMPAS, Kamis 31 Juli 2008

Ujian Disertasi Soeharsono: Mekanisme Analgesia Akupunktur
31 Juli 2008
Menurut pengalaman klinis, akupunktur adalah salah satu seni pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara menusukkan jarum pada bagian luar tubuh. Akibat tusukan jarum, tubuh akan terangsang untuk memperbaiki disfungsi pada organ yang dimaksud. Sehubungan dengan itu, untuk memelihara, mengembangkan dan memberikan jaminan kompetensi pada terapi akupunktur, maka diperlukan penelitian lebih banyak dan intensif sehingga mempercepat pengakuan masyarakat ilmiah untuk menerapkan akupunktur sebagai bagian dari energetic medicine dalam dunia kedokteran modern.
Demikian pernyataan drh Soeharsono MSi dalam disertasi berjudul “Peran Kanal Ion Na+, Ca2+ dan K+ dalam Mekanisme Analgesia Akupunktur Titik Zusanli pada Tikur Putih (Rattus norvegicus)”. Ujian terbuka disertasi ini diselenggarakan Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB), Kamis (31/7).
Majelis penguji terdiri dari promotor Prof Dr dr Handono Kalim SpPD KR, kopromotor Prof Dr dr Edi Widjajanto MS SpPK (K) dan Prof Dr drh R Tatang Sentanu Adikara MS Makp, serta komisi penguji: Prof dr M Aris Widodo MS SpFK PhD, Prof Dr dr Harijono Achmad SpPD KGEH, Dr H Slamet Wahyudi ST MT dan Prof Dr drh H Sarmanu MS.
Biofisik Titik dan Meridian Akupunktur
Mekanisme kerja akupunktur menyangkut dua hal yang saling berkaitan yaitu pemahaman tentang titik dan meridian akupunktur. Soeharsono menjelaskan, titik akupunktur tersebut berfungsi sebagai sumber sinyal. Sinyal kemudian ditransmisikan melalui meridian menuju organ sasaran. Fungsional keduanya menurutnya dibuktikan dengan adanya de qi, yaitu rasa nyeri dengan intensitas rendah didaerah titik akupunktur setelah perangsangan. Lebih jauh, Ia pun menjelaskan secara rinci bahwa mekanisme nyeri diawali dengan pembentukan pulsa oleh nosiseptor, yang mekanismenya disebabkan oleh aktivitas kanal ion terutama kanal ion natrium (Na+), kalsium (Ca2+) dan kalium (K+). Aktivitas kanal Na+ dan Ca2+ menyebabkan membran berdepolarisasi sehingga terjadi pembentukan pulsa. Pulsa berperan sebagai sinyal diterima oleh otak dan dipersepsikan sebagai nyeri.
Selain itu, dampak aktivitas kanal Na+ dan Ca2+ adalah merangsang aktivasi kanal K+. Aktivasi ini kemudian akan mengembalikan membran pada kondisi semula. Berapa sediaan anastesi lokal, menurut Soeharsono, mampu menghilangkan rasa nyeri seperti bupevecain yang bekerja menghambat kanal Na+ dan mampu menghilangkan nyeri melalui pencegahan pembentukan pulsa yang disebabkan oleh kegagalan depolarisasi membran nosiseptor sebagai akibat tidak berfungsinya kanal Na+. Analog dengan itu, penyuntikan verapamil menurutnya juga bekerja menghambat kanal Ca2+ yang terbukti menurunkan aktivitas kelistrikan titik akupunktur terukur dalam sifat hantaran listrik dan menghilangkan analgesia terukur pada respon nyeri menggunakan pelat panas.
Sementara itu, berbeda dengan kedua sediaan tersebut, Tetraetilamonium menurutnya bekerja untuk menghambat kanal K+ yang akibatnya justru memperpanjang depolarisasi. Bertolak pada hal ini, Soeharsono kemudian berpikir bahwa terdapat persamaan mekanisme kerja analgesia akupunktur pada titik zusanli dengan mekanisme nyeri terfokus pada aktivasi nosiseptor sehingga memperbesar dugaannya bahwa kanal Na+, Ca2+ dan K+ memperantarai analgesia akupunktur terfokus pada titik zusanli.
Penelitian akupunktur
Penelitian Soeharsono dilakukan dengan menggunakan tikus putih di Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Hewan Unair. Tujuannya, untuk membuktikan peran kanal ion Na+, Ca2+ dan K+ dalam titik zusanli dalam mekanisme analgesia akupunktur, serta hubungannya dengan fungsi meridian. Alur kerangka penelitiannya adalah penusukan jarum akupunktur pada titik zusanli dilanjutkan oleh pengaliran arus listrik yang dibangkitkan oleh elektrostimulator, pada frekuensi 2 hz selama lima menit, menyebabkan analgesia (jarak respon ekor berupa garis lurus (mm) kurva yang dibentuk oleh ekor ketika membebani dan meninggalkan penyangga). Efek ini terukur oleh lama waktu muncul respon (gerak ekor menghindar terhadap sumber rangsang) pada uji respon ekor (URE).
Jika lidokain (sediaan penghambat kanal Na+), kanamisin (sediaan penghambat kanal Ca2+ ) dan tetraetil amonium/TEA (sediaan penghambat K+) diberikan pada titik tersebut sebelum perlakuan akupunktur berpengaruh terhadap efek analgesia akupunktur maka besar dugaan bahwa kanal Na+, Ca2+ dan K+ memperantarai analgesia yang disebabkan oleh perangsangan titik akupunktur yang secara klasik mekanisme ini dilakukan oleh meridian yaitu melalui konsep transduksi membran atau dapat dikatakan bahwa meridian merupakan bagian dari sistem kanal ion.
Dari penelitian ini disimpulkan, analgesia yang disebabkan oleh perangsangan pada titik zusanli bersifat umum. Hal tersebut ditunjukkan melalui perangsangan pada titik zusanli dengan menggunakan elektrostimulator menghambat respon ekor ketika dinyerikan dengan air bertemperatur 56 derajat celsius yang dikenakan pada ujung ekor.
Titik zusanli sebagai ujung ekor dalam mekanisme analgesia tersebut diperantarai oleh aktivitas kanal Na+, Ca2+ dan K+. Hal tersebut dijelaskannya dibuktikan melalui pemberian lidokain, kanamisin dan TEA pada titik zusanli yang mempengaruhi efek analgesia yang ditimbulkan terukur oleh URE. efek analgesia tersebut menurutnya berupa pemberian lidokain dan kanamisin yang menghambat analgesia sedangkan TEA memperpanjang analgesia. Jika dikaitkan dengan fungsi dan definisi meridian, maka dikatakannya bahwa dalam lingkup kecil fungsi meridian selaras dengan peran kanal ion.
Setelah mempertahankan disertasinya, dalam yudisium, Soeharsono dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran dengan minat biomedik, dengan predikat memuaskan. [nok]

Peletakan Batu Pertama Gedung FIS
31 Juli 2008
Upacara peletakan batu pertama, Kamis (31/7), menandai dimulainya pembangunan gedung baru Fakultas Ilmu Sosial Universitas Brawijaya (FIS-UB). Gedung yang akan dibangun tepat di sebelah barat gedung Jurusan Teknik Elektro itu rencananya akan digunakan sebagai perkantoran, ruang kuliah, dan aktivitas mahasiswa.
Dekan FIS-UB, Prof Dr Ir Darsono Wisadirana MS berharap gedung ini mampu mencukupi kebutuhan dari seluruh aktivitas yang selama ini masih dilaksanakan di RKB (ruang kuliah bersama). Pada tahap pertama, hanya akan dibangun 3 lantai karena dana yang terbatas. Ke depan, apabila ada dana lebih maka akan dilanjutkan dengan pembangunan beberapa lantai di atasnya.
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito dalam sambutannya menilai, sudah selayaknya seluruh fakultas di UB memiliki gedung sendiri yang representatif. Dikatakannya FIS-UB bisa dianggap sebagai anak bungsu, memiliki kemajuan yang cepat. Oleh karena itu, ia berharap, adanya gedung baru tersebut nantinya bisa membantu aktivitas belajar mengajar di FIS. “Apalagi ke depan akan dibuka Jurusan Ilmu Politik”, ujarnya. Pembukaan jurusan baru tentunya akan menambah jumlah mahasiswa yang harus ditampung.
Ditargetkan, gedung tersebut akan selesai bulan Desember tahun ini. Untuk itu, Rektor berharap kepada pihak yang melakukan pembangunan gedung agar dapat memenuhi target tersebut karena UB beberapa waktu yang lalu menjadi sorotan karena adanya pembangunan gedung tidak bisa diselesaikan sesuai target.
Peletakan batu dalam upacara ini diawali oleh Rektor, dan dilanjutkan berturut-turut oleh Dekan FIS, Dekan FMIPA, dan Dekan FT yang bertetangga gedungnya denan gedung FIS nantinya. [fjr]

Dua Makalah dari UB Lolos Seleksi untuk Konferensi Internasional
31 Juli 2008
Makalah dua dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), berhasil lolos dalam seleksi  untuk dipresentasikan di Konferensi Internasional Ekonomi Pertanian di Manila, Filipina, 28-30 Agustus 2008 mendatang. Makalah itu ditulis masing-masing oleh Prof Dr Soekartawi dan Dr Ir Ratya Anindita dari Jurusan Sosial Ekonomi FP-UB.
"Sebuah prestasi membanggakan. Karena untuk lolos penyaringan makalah konferensi internasional itu tidak gampang", tutur Prof Soekartawi kepada PRASETYA Online melalui e-mail, Kamis (31/7).
Konferensi internasional yang bertemakan "International Conference on the Asian Economic Renaissance: What is In It for Agriculture" ini, akan membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan disiplin Ekonomi Pertanian dan Agribisnis khususnya dalam dalam menghadapi problem global sekarang ini.
Prof Soekartawi akan menyampaikan dua makalah, masing-masing  berjudul "A Policy Instrument Model for Assessing Trade Protection for Achieving Better Rice Production" dan makalah lainnya adalah "Problems and Prospects of Rice Sufficiency". Sedangkan makalah Dr Ratya Anindita berjudul "In-efficiency Sources of Indonesia Sugar Mill Industry".
Para ahli ekonomi pertanian dunia akan hadir dalam penghelatan tersebut. Antara lain: Prof Otsuka (Presiden International Association of Agricultural Economis, Jepang), Prof J Roumaset, Prof WN Thurman  (Amerika), Prof Larry W (Australia), Prof RW Rosegrant and Prof Prabu Pingali (AAEA), Prof Jamaludin (Malaysia), Prof A Balisacan (Filipina), Dr S Pamdey (IRRI) dan tentu saja Prof Soekartawi (Indonesia). Selain itu banyak ahli-ahli lainnya dari badan-badan internasional seperti IFRI, IFAD, FAO, IRRI, ADB, WB, ACIAR, yang juga menyatakan kesediaannya berpartisipasi dalam konferensi tersebut.
Konferensi akan digelar di Auditorium Asian Institute Management (AIM) Makati, Manila, disponsori oleh Philippines Agricultural Economics and Development Association, International Association of Agricultural Economics, Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture, dan didukung oleh beberapa lembaga internasional seperti Institute of Rice Research International (IRRI), dan Food and Agriculture Organization (FAO). Direncanakan konferensi akan dibuka oleh Presiden Filipina, Gloria Macapagal Aroyo.
Konferensi pada intinya bertujuan untuk saling bertukar pengalaman untuk pembangunan pertanian dalam kerangka meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, khususnya di pedesaan. [skw]

Disertasi M Muchlish Adie: Perbaikan Ketahanan Kedelai
29 Juli 2008
Di Indonesia, hama ulat grayak menjadi hama pemakan daun kedelai paling penting dibandingkan dengan hama daun lainnya, seperti ulat jengkal, ulat helicoverpa, dan ulat penggulung daun. Pengendalian ulat gayak telah dilakukan dengan berbagai upaya seperti penggunaan sex-pheromon maupun dengan pengendalian biologis menggunakan Bacillus thuringencis (Bt) dan SiNPV (spodoptera litura nuclear polyhedrosis virus). Namun demikian alternatif penggunaan insektisida tetap menonjol, bahkan cenderung dilakukan secara tidak bijaksana. Akibatnya, di beberapa sentra produksi kedelai dilaporkan hama ulat grayak menjadi resisten. Oleh sebab itu, perlu upaya perbaikan dan peningkatan ketahanan tanaman kedelai terhadap hama ulat grayak.
Kondisi ini diangkat dalam disertasi Ir M Muchlish Adie MS yang berjudul "Perbaikan Ketahanan Kedelai terhadap Hama Ulat Grayak, Spodoptera litura (F.), Melalui Modifikasi Karakter Trikoma Daun". Ujian terbuka disertasi diselenggarakan Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Selasa (29/7). Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Nur Basuki, dan kopromotor Dr Ir Gatot Mudjiono, dan Prof Ir S M Sitompul PhD. Sedangkan komisi penguji terdiri dari Prof Dr Ir H Saubari M Mimbar M Agr (Alm), Ir Lita Soetopo PhD, Dr Ir Bambang Tri Rahardjo SU, dan Prof Dr Ir Marwoto MS.
Muchlish menyatakan, penelitian disertasinya dilakukan dalam sistem tertutup dan terbuka, dengan menggunakan 10 genotipe kedelai (Wilis, Argomulyo, Burangrang, Cikuray, Kaba, Sinabung, 9069/Wls, 9837/Kawi-D-3-185, ICH dan G100H). Dari penelitian itu ditemukan, ketahanan kedelai terhadap hama ulat grayak ditentukan oleh faktor morfologik daun terutama kepadatan trikoma dibandingkan dengan panjang trikoma dibandingkan dengan panjang trikoma pada daun. Kepadatan trikoma berkorelasi negatif nyata dengan intensitas kerusakan daun pada berbagai stadia tanaman. Kepadatan trikoma pada daun kedelai dari pasangan persilangan ICH/Wilis, G100H/ICH dan G100H/Wilis berpeluang dikendalikan secara poligenik. Kepadatan trikoma pada pasangan persilangan kedelai bertrikoma dengan kedelai tanpa trikoma terdapat pengaruh gen dominan dan pengaruh tipe interaksi gen dominan x dominan. Sedangkan pada persilangan kedelai bertrikoma padat dengan moderat terdapat pengaruh rata-rata, pengaruh gen aditif dan pengaruh gen dominan. Dia juga menyampaikan bahwa faktor lingkungan berpengaruh kecil terhadap penampilan trikoma pada daun, karenanya kepadatan trikoma potensial digunakan sebagai kriteria seleksi tak langsung ketahanan kedelai terhadap ulat grayak.
Dalam yudisium, Muchlish dinyatakan lulus dan layak mendapatkan gelar doktor dalam ilmu pertanian untuk minat studi pemuliaan tanaman dengan predikat sangat memuaskan.
Dr Ir M Muchlish Adie MS menyelesaikan Sekolah Pertanian Menengah Atas Negeri (SPMAN) di Malang pada tahun 1976, dan meraih magister sains pemuliaan tanaman dari IPB pada tahun 1992. Memulai karir tahun 1977 sebagai teknisi pelaksana penelitian di Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi), Kendalpayak, Malang. Mulai 2003 hingga sekarang Ketua Kelompok Peneliti Pemuliaan, Plasma Nutfah dan Perbenihan Balitkabi.
Menduduki jabatan Asisten Peneliti Muda Pemuliaan dimulai tahun 1991, dan sejak tahun 2003 Muchlish menjabat sebagai Ahli Peneliti Madya Pemuliaan. Tahun 1996 ia mendapatkan kesempatan mengikuti Program Visiting Scientist bidang pemuliaan tanaman atas biaya Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCAS) selama empat bulan, dan tahun 2002 mendapatkan penghargaan sebagai Peneliti Berprestasi di Balitkabi.
Hingga sekarang juga aktif meneliti di bidang pemuliaan kedelai sebagai pemulia utama, dan telah menghasilkan 19 varietas kedelai, di antaranya Sinabung, Kaba, Ijen, dan Panderman. Dari pernikahannya dengan Ir Lilik Qomaria Riantini, Muchlish dikaruniai dua putri. [fjr]

Disertasi Bambang Susilo: Transesterifikasi Biodiesel dengan Ultrasonik
29 Juli 2008
Biodiesel merupakan bahan bakar motor diesel yang dapat dibuat melalui proses transesterifikasi minyak hasil pertanian (gliserida), khususnya trigliserida, menjadi metil atau alkil ester. Proses transesterifikasi konvensional umumnya berlangsung dalam sistem batch dengan menggunakan pengaduk mekanik. Proses ini membutuhkan waktu lama, antara 30 menit hingga 2 jam, agar reaksi berlangsung sempurna menghasilkan etil atau alkil ester maksimum, sekitar 96%.
Penggunaan gelombang ultrasonik akan memperpendek waktu proses transesterifikasi, sehingga proses dapat dibuat kontinyu, di samping akan meningkatkan konversi trigliserida menjadi metil atau etil ester, dan menurunkan kebutuhan katalis.
Ir Bambang Susilo M Sc Agr menuangkannya dalam disertasi berjudul “Model Kinetik Transesterifikasi Minyak Sawit Menjadi Biodiesel dengan Gelombang Ultrasonik”. Ujian terbuka disertasi ini dilaksanakan Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Selasa (29/7). Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Tri Susanto MAppSc, serta kopromotor Prof ING Wardhana MEng PhD, dan Dr Ir Bambang Dwi Argo DEA. Sedangkan komisi penguji terdiri dari Prof Dr Ir Harijono MAppSc, Prof Dr Ir Sri Kumalaningsih MAppSc, Prof Dr Simon B Widjanarko MAppSc, dan Prof Dr Ir Mahfud DEA (ITS Surabaya).
Dalam disertasi, Bambang Susilo menyatakan, model dinamik transesterifikasi minyak sawit dengan gelombang ultrasonik yang dikembangkan dalam penelitiannya diharapkan bisa menerangkan efek aplikasi gelombang ultrasonik untuk transesterifikasi minyak sawit. Dengan menurunkan persamaan simultan laju perubahan trigliserida, digliserida, monogliserida, dan metil ester sebagai fungsi dari waktu, maka prediksi konversi minyak sawit menjadi biodiesel sebagai fungsi dari waktu pada proses transesterifikasi dengan gelombang ultrasonik bisa didapatkan.
Tiga tahap penelitian dilakukan Bambang Susilo. Pertama, penelitian laboratorium yang terdiri dari 4 percobaan. Tahap kedua, pengembangan dan pengujian model. Dan tahap ketiga implementasi model tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan, gelombang ultrasonik meningkatkan laju transesterifikasi minyak sawit menjadi biodiesel dengan konversi 100%, waktu proses 1 menit. Hasil ini jauh lebih baik daripada penggunaan pengaduk mekanis dengan kisaran konversi sekitar 96% dan waktu proses antara 30 menit hingga 2 jam.
Menurut Bambang Susilo, model kinetika yang dibangun cukup baik digunakan sebagai model untuk memprediksi konversi minyak sawit menjadi biodiesel. Pengujian dengan data hasil percobaan menunjukkan koefisien determinasi sebesar 95%. Nilai tersebut menunjukkan model yang dikembangkan cukup baik.
Dalam yudisium Bambang Susilo dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan minat teknologi hasil pertanian.
Dr Ir Bambang Susilo MScAgr (48 tahun), pria kelahiran Tegal, 19/7/1962, master lulusan Jerman (1997), adalah staf pengajar (lektor, golongan III/d) pada Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya sejak 1987.  [fjr]

Kebangkitan Cina dan Kepentingan Indonesia
28 Juli 2008
Dengan semakin kuatnya posisi RRC sebagai salah satu negara besar di dunia, RI berkepentingan untuk memanfaatkan hubungan baiknya, khususnya kemitraan strategis dengan RRC untuk kepentingan pembangunan nasionalnya. Mempertimbangkan kekuatan RRC tersebut, politik luar negeri RI terhadap RRC haruslah proporsional mengingat hubungan dengan RRC terlalu penting untuk diabaikan dan terlalu critical to misread.
Demikian disampaikan Rosi Ferona, Kepala Seksi Asia Timur Pasifik (Astimpas) Direktorat Astimpas, Dirjen ASPASAF Departemen Luar Negeri RI dalam diskusi terbatas terbatas bertajuk “Hegemoni RRC dan Peluang Kemanfaatannya untuk Indonesia”. Acara ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial pada Senin (28/7) di Hotel Tugu, Malang.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa bagi Indonesia, peran RRC di kawasan Asia Tenggara hendaknya bukan dipandang sebagai ancaman melainkan kesempatan atau peluang yang perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan nasional. Dipaparkannya, hubungan RI-Cina sempat mengalami pasang surut, dimana hubungan diplomatik dimulai pada Juni 1950 melalui pembukaan kedutaannya. Pada 1955, China sempat mengikuti Konferensi Asia Afrika dan sempat membentuk poros Jakarta-Beijing-Pyongyang pada masa orde lama. Hubungan diplomatik tersebut, menurut Rosi sempat dibekukan pada 1967 karena dugaan keterlibatan Cina pada G 30 S PKI. Dalam kerjasama bilateral, menurutnya bidang kerjasama yang mungkin dijalin adalah melalui polhukam, ekonomi dan pembangunan, investasi, iptek dan sosial budaya. Sementara untuk stabilitas kawasan, dipaparkannya, Cina memandang RI sebagai negara penting yang kaya sumber daya alam disamping pemimpin ASEAN dan gerakan non blok yang memiliki letak geostrategis. Bagi Indonesia, potensi Cina sebagai anggota tetap dewan keamanan PBB dianggap dapat membantu kepentingan politik selain sebagai alternatif alih teknologi militer/strategis.
Soft Power China
Melalui propaganda Peaceful Rise, Cina selalu menekankan bahwa kebangkitannya tidak bernuansa hegemonik yang bernuansa negatif. Bagi Cina, terminologi hegemoni memiliki konotasi negative tentang perilaku tertentu yang justru tidak menggambarkan secara obyektif mengenai distribusi kekuatan internasional. Melalui propaganda teori ini, Cina selalu menegaskan bahwa sekalipun peningkatan kekuatan militer dan ekonomi yang oleh barat selalu disebut hegemoni, ia tidak akan menggunakan kekuatan tersebut dengan cara-cara yang agresif dan diktatorial. Hal ini disebutkan Bantarto Bandoro, dosen pasca sarjana FISIP UI dalam presentasinya.
Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa poin propaganda teori peaceful of rise menawarkan peluang win-win, yang dalam konteks ini Cina menekankan pentingnya hubungan ekonomi dan perdagangan. Aspek inilah menurutnya yang menjadi media bagi China untuk memperluas jangkauan kepentingan dan kehadirannya di setiap belahan dunia dengan memanfaatkan China perantauan. Dalam konteks ini, Bantarto melihat potensi kekuatan Cina untuk bersaing dengan kekuatan ekonomi global lainnya dan membangun kemitraan strategis dengan menciptakan wilayah perdagangan bebas dengan negara di kawasan lainnya di dunia.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Indonesia dan Asia Tenggara telah sejak lama menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kepentingan dan strategi panjang Cina. “Kawasan Asia Tenggara adalah salah satu target diplomasi senyum atau ofensif cantik Cina. Alat yang dipakai adalah ekonomi, perdagangan, bantuan dan investasi untuk tujuan-tujuan politik Cina yang merupakan bagian dari kekuatan lunak Cina”, ujarnya. Kekuatan lunak Cina ini, menurut Bantarto merupakan bagian dari upaya Cina untuk menghidupkan kembali middle kingdom Cina yaitu mendominasi Asia. Dalam hal ini, Indonesia percaya bahwa militer Cina tidak akan melakukan sesuatu yang melewati perbatasan internasional tetapi Beijing akan mencoba membangun pengaruh politik, ekonomi dan diplomatik dimana setiap keputusan utama yang diambil oleh negara-negara Asia memerlukan persetujuan dari Cina. “Soft power Cina memiliki impact yang lebih besar daripada hard power-nya”, kata dia.
Turut hadir pula dalam diskusi terbatas ini adalah Prof Anak Agung Banyu Perwita PhD, guru besar Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Parahyangan yang memaparkan “Kebangkitan Cina dan Implikasinya terhadap Kawasan”.
Acara ini diikuti oleh akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum. Hasil diskusi ini akan direkomendasikan kepada sekretariat Wakil Presiden RI. [nok]

Disertasi Puguh Surjowardojo: Karakterisasi Fenotipik Mastitis Sapi FH
28 Juli 2008
Mastitis pada sapi perah mengakibatkan kerugian sangat besar bagi peternak. Karena, jaringan ambing ternak yang bersangkutan rusak. Di samping juga susu yang diproduksi tidak dapat dijual karena rusak dan tercemar mikroorganisme. Kejadian mastitis bahkan bisa menyebabkan kematian puting susu sapi perah yang terinfeksi.
Mastitis subklinis dapat menyebabkan penurunan produksi susu hingga 70%. Secara ekonomi, ini dapat menyebabkan peningkatan biaya perawatan dan pengobatan, peningkatan jumlah susu hasil produksi yang tidak dapat dikonsumsi karena tidak memenuhi persyaratan, serta peningkatan biaya penggantian sapi perah untuk kelangsungan produksi.
California Mastitis Test (CMT) dapat diujikan untuk menentukan mastitis hanya saja masih kurang sensitif untuk mengukur nilainya. Oleh sebab itu diperlukan metode lain yang lebih sensitif berdasarkan pada molekul protein.
Kondisi tersebut melatarbelakangi penelitian disertasi Ir Puguh Surjowardojo MP yang berjudul “Karakterisasi Fenotipik Mastitis dan Marka Protein IL-8 pada Sapi Perah Friesian Holstein”.
Ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Senin (28/7). Prof Dr Ir Suyadi MS bertindak selaku promotor, serta Prof Dr Ir Luqman Hakim MS dan Dr drh Aulanni'am DES sebagai kopromotor. Sementara tim penguji terdiri dari Prof Dr A Duran Corebima MPd, Prof Dr Ir Trinil Susilawati MS, Dr Ir Sasmito Djati MS, dan Dr Ir VM Ani Nurgiartiningsih MSc.
Melalui disertasi ini Puguh ingin memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap fenomena resistensi mastitis pada sapi perah, dengan pendekatan molekuler melalui peran IL-8 yang diekspresikan oleh sel-sel darah akibat inflamasi yang disebabkan bakteri patogen yang masuk melalui puting.
Penurunan Kualitas Susu
Sampel penelitian disertasi Puguh diambil dari peternakan sapi perah di wilayah kerja Koperasi Usaha Sapi Ternak (KUT) Sukamakmur, Grati, Pasuruan. Dari seluruh tahap penelitian yang dilakukannya, ia menyimpulkan bahwa kejadian mastitis dengan uji CMT pada sapi perah dapat menurunkan kualitas susu dengan penurunan berat jenis (BJ) susu sebesar 0,001% , kadar lemak susu sebesar 0,652%, menurunkan reduktase sebesar 0,791 jam, TS sebesar 1,163%, dan SNF sebesar 0,511%, penurunan kadar protein sebesar 0,370% dan menaikkan kadar garam sebesar 0,044%. Deteksi protein IL-8 dengan metode Western Blot menunjukkan adanya ekspresi hanya pada sapi perah mastitis subklinis yang memiliki skor CMT 1, 2, 3, dan 4, namun tidak pada skor 0. Hal itu menunjukkan bahwa metode CMT lebih akurat untuk deteksi mastitis klinis.
Dalam yudisium Puguh dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan minat ilmu ternak dengan IPK 3,98 dan predikat cumlaude setelah menempuh studi selama 3 tahun 11 bulan.
Dr Ir Puguh Surjowardojo MP lahir di Lamongan, 16 Desember 1957, anak pertama dari tujuh bersaudara dari pasangan Bambang Tranggono (alm) dan Sudarmiati. Sarjana peternakan (1982) dari Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan  dan Perikanan Universitas Brawijaya, dan magister ilmu-ilmu pertanian dari Universitas Gadjah Mada (1993) ini mengabdikan diri sebagai dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (lektor kepala golongan IV/b) sejak 1984. Dari pernikahannya dengan Dr Ir Endang Yuli Herawati MS, Puguh dikaruniai seorang putri. [fjr]

Disertasi Farahdilla Kutsiyah: Pengembangan Agribisnis di Pesantren
28 Juli 2008
Program pengembangan agribisnis peternakan dengan pola fasilitas Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat (BPLM), merupakan sub sektor peternakan sebagai bagian dari upaya operasionalisasi keberpihakan pemerintah kepada masyarakat petani. Salah satu penerima BPLM tersebut adalah pesantren. Beberapa pesantren di Madura juga menerima BPLM yangs alah satu bisnisnya adalah agribisnis sapi potong. Dalam pelaksanaan program ini, aturan main seperti kontrak, sistem nilai, norma, organisasi dan prosedur penegakan yang dilakukan terhadap petani sepenuhnya menjadi wewenang pesantren.
Demikian Farahdilla Kutsiyah dalam disertasi bertajuk “Analisis Modal Sosial dan Biaya Transaksi Pengembangan Agribisnis di Pesantren (Kasus: Program Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat pada Dua Pesantren di Kabupaten Pamekasan)”.
Ujian terbuka disertasi Faradilla berlangsung Senin (28/7) di Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya  dengan majelis penguji: Prof Dr Ir Muslich Mustadjab MS (promotor), Dr Ir Ratya Anindita MS dan Dr Ahmad Erani Yustika SE MSc (ko promotor), serta penguji Dr Ir Nuhfil Hanani MS, Dr Ir Bambang Ali Nugroho MS DAA, Dr Ir Syafrial MS dan Prof Dr Kabul Santoso MS.
Pesantren merupakan lembaga keagamaan yang menanamkan dan menyebarkan nilai-nilai Islami. Menurut Farahdilla, berdasarkan data statistik, tahun 2003 jumlahnya di Indonesia mencapai 14.067 dengan 30.000 kiai dan 3,1 juta santri, kemudian meningkat sekitar 17.000 pesantren pada tahun 2005. Melalui program BPLM, menurut Farahdilla dampak positif yang dicapai cukup banyak, tetapi tidak luput pula dari hal-hal negatif sehingga tidak semua pesantren dapat sepenuhnya merealisasikan kewajibannya sesuai dengan kesepakatan kontrak.
Beberapa hal mendasar yang menjadi kendala adalah sumber daya manusia (SDM), antusiasme terhadap teknologi yang masih rendah, struktur sosial pesantren yang terpusat pada kiai serta beberapa program bantuan pada pesantren yang seringkali hanya bernuansa politis.
Agribisnis di Pesantren
Penelitian Farahdilla dilaksanakan di dua pesantren yang ada di Pamekasan, yaitu Pesantren Sumber Bungur, Kecamatan Pakong, dan Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Palenga’an. Melalui penelitian ini, ia berupaya untuk menggambarkan, membandingkan dan menganalisis ekonomi kelembagaan pesantren dalam kaitannya dengan modal sosial, biaya transaksi dan pendapatan masyarakat. Dalam kesimpulannya, Farahdilla menyatakan bahwa modal sosial pesantren mencakup norma atau suatu tata nilai keinginan untuk mendapatkan barokah, kepatuhan terhadap kiai dan kepercayaan sebagai pengejawantahan nilai-nilai yang selalu dikumandangkan dalam bermuamalah seperti harus jujur dan dapat dipercaya mengakar dalam kehidupan petani yang tinggal di sekitar pesantren. Dampaknya adalah, pada akhirnya menjadi modal sosial petani yang dapat dilihat dari “tingginya” harapan petani untuk mendapatkan barokah, tingkat kepatuhan terhadap kiai, kehadiran dalam pengajian, kepercayaan petani terhadap pesantren dalam bentuk mengandalkan pesantren sebagai alternatif untuk membantu masalah yang dihadapinya, sumbangsih petani terhadap pembangunan pesantren dan kepatuhan terhadap kontrak. Sementara perilaku ekonomi petani/santri yang dipengaruhi tata nilai barokah, menurutnya cenderung memunculkan sikap tidak opportunis selama bertransaksi dengan pesantren.
Secara khusus Farahdilla menyarankan agar pesantren dapat menjadi fasilitator pemerintah atau pelaku aktif dalam pengentasan kemiskinan di pedesaan dengan urun rembug dalam program pembangunan pemerintah. Karena, menurutnya, lembaga pesantren dapat mengurangi biaya biaya transaksi petani dengan cara memberi bantuan dalam bentuk pinjaman dana ataupun input, yang dampaknya adalah dapat menekan biaya eksekusi seminimal mungkin. Selain itu, dengan modal social yang dimilikinya, menurut Farahdilla pesantren dapat mengurangi perilaku oportunis petani.
Dalam yudisium Farahdilla dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan minat ekonomi pertanian. Dengan masa studi selama 3 tahun 11 bulan, ia mendapatkan predikat sangat memuaskan.
Dr Farahdilla Kutsiyah SPt MP dilahirkan di Pamekasan 34 tahun silam. Sarjana peternakan dari Fakultas Peternakan (1997) dan magister ilmu ternak (2001) dari Universitas Brawijaya ini adalah staf Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Pamekasan di samping dosen di Universitas Madura. [nok]

Meninggal Dunia: Drs Saiful Islam MSi
28 Juli 2008
Telah meninggal dunia Drs Saiful Islam MSi (56 tahun), dosen pada Jurusan Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) pada hari Senin 28 Juli 2008 pagi.
Diiring oleh karib kerabat dan teman sejawat, jenazah diberangkatkan siang hari itu juga dari rumah kediamannya, Jalan Rajabasa 41 Malang dan dimakamkan di Kutobedah, Malang.
Pria kelahiran Malang 11/11/1951 ini sarjana administrasi niaga lulusan FKK Universitas Brawijaya (1979), menjadi dosen sejak 1980, jabatan akademik terakhir lektor kepala, dengan pangkat pembina, golongan IV/a. Almarhum meninggalkan isteri Dra Hertin Wijayati dosen STIA Malang. Semasa mahasiswa almarhum aktif sebagai pengurus Dewan Mahasiswa Universitas Brawijaya. [Far]

Seminar P2KB di Graha Medika
26 Juli 2008
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran menyatakan, dokter yang melakukan praktek wajib mengikuti pendidikan dan kepelatihan kedokteran berkelanjutan yang diselenggarakan oleh organisasi profesi atau lembaga lain yang terakreditasi. Dengan pendidikan dan pelatihan tersebut, diharapkan dokter bisa memenuhi standar kompetensi yang ditentukan berdasarkan jumlah SKP (Satuan Kredit Partisipasi) yang harus tercapai dalam 5 tahun. Jumlah SKP yang dicapai merupakan syarat untuk mendapatkan sertifikasi (SIP).
Hal ini terangkum dalam seminar Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) yang diselenggarakan Sabtu (26/7), di gedung Graha Medika Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Seminar diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan mengundang sejawat dokter di seluruh Malang Raya.
Ketua panitia pelaksana seminar dr Farhad Bal’afif SpBS mengatakan, seminar ini diselenggarakan dalam rangka sosialisasi P2KB yang sistemnya belum banyak dipahami oleh dokter-dokter di Malang. “Sebenarnya P2KB sendiri sudah sejak 2007 dimulai, akan tetapi banyak dokter-dokter yang belum memahami bagaimana petunjuk teknisnya”, ujarnya. Dalam waktu lima tahun, menurut Farhad, seorang dokter harus mampu mengumpulkan sebanyak 250 SKP agar dia bisa melakukan resertifikasi untuk memperoleh ijin praktek lagi. “Karena sudah sejak 2007, dan banyak dokter yang belum melakukan proses P2KB ini, maka sebenarnya mereka telah rugi waktu selama 1 tahun”, ujarnya.
Untuk mendapatkan SKP tersebut, seorang dokter wajib mengikuti beberapa aspek kegiatan yang meliputi seminar-seminar, kegiatan keprofesian, pengabdian masyarakat, dan menulis ilmiah yang masing-masing memiliki poin-poin SKP yang berbeda-beda. Apabila dalam waktu lima tahun seluruh SKP yang diperlukan tidak mencukupi poin minimal, maka seorang dokter bisa dicabut ijin prakteknya.
Ketua IDI Cabang Malang, dr Subagjo SpB-TKV menjelaskan bahwa lebih dari sebuah usaha untuk memperoleh ijin resertifikasi, P2KB adalah sebuah upaya untuk meningkatkan kualitas dan martabat dokter. “Kualitas dokter harus selalu ditingkatkan karena setiap saat perkembangan ilmu pengetahuan juga selalu berkembang. Lebih-lebih lagi, menjelang AFTA tentunya kita harus siap-siap kedatangan dokter-dokter dari luar”, tuturnya. [fjr]

Agribisnis Kedelai Menuju Swasembada Nasional
26 Juli 2008
Saat ini pemerintah tengah memberikan perhatian khusus terhadap kedelai melalui berbagai cara. Antara lain, perluasan areal lahan, inovasi sistem produksi, kualitas dan nilai tambah produksi, perbaikan tata niaga, serta insentif bagi petani penanam kedelai. Ini semua dilakukan guna memenuhi sasaran produksi kedelai untuk tahun 2008 sebesar 1,171 juta ton dengan memanfaatkan lahan seluas 800.000 ha, dan 1,35 juta ton pada tahun 2009.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian, Ir Sutarto Alimoeso dalam Lokakarya Kedelai Nasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), Sabtu (26/7) di gedung Widyaloka.
Untuk ini pemerintah telah menawarkan berbagai bantuan, antara lain berupa benih unggul, pendampingan, sekolah lapang, dan mendorong swasta untuk membuka lahan baru melalui kemitraan dengan petani.
Sebagai salah satu komoditas prioritas, menurut Sutarto, produksi kedelai sempat menurun menjadi 20,74% pada 2007 walaupun mengalami kenaikan kembali pada 2008 hingga 22,11%. Hal ini dikarenakan adanya persaingan komoditas pangan terutama dalam hal harga dan tata niaga. Selain itu, juga berkurangnya lahan kedelai yang banyak digunakan untuk menanam jagung seiring produksi bioethanol sehingga lahan kedelai banyak beralih ditanami jagung.
Lebih jauh, ia menyatakan bahwa kedelai menunjang berbagai hal positif di samping membangun ketahanan pangan, yaitu sebagai sumber devisa dan lapangan kerja. Untuk itu, rekayasa yang mendukung produktivitas kedelai guna menuju swasembada nasional menurutnya adalah melalui pengadaan  infrastruktur pertanian, kelembagaan pertanian, inovasi teknologi pertanian, permodalan dan pemasaran hasil pertanian.
Masalah Kedelai
Lokakarya kedelai nasional yang merupakan kerjasama Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini dibuka oleh Pembantu Rektor I Prof Dr Ir Bambang Suharto MS. Turut hadir pula dalam kesempatan tersebut, Ketua PERAGI Pusat, Ir Achmad Mangga Barani MM yang juga menjabat sebagai Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian.
Dalam sambutannya Achmad Mangga Barani menyatakan, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor kedelai dari Amerika Serikat hingga 1,2 juta ton. “Melalui konsep agribisnis yang terpadu mulai dari proses produksi, pengolahan hasil, pemasaran dan aktivitas lain yang berkaitan dengan kedelai diharapkannya dapat memberi solusi pemecahan masalah kedelai di Indonesia”, ujarnya mengurai upaya menuju swasembada.  Berbagai permasalahan baik dari internal maupun eksternal, disebutkan Sutarto telah menghambat agribisnis kedelai di Indonesia. Diantara masalah internal yang ada adalah peningkatan produktivitas kedelai, perbaikan tata niaga, peningkatan kualitas produk dan peningkatan nilai tambah. Sedangkan untuk faktor eksternal yang melingkupinya adalah menghilangkan ketergantungan impor benih dan impor produk kedelai di samping penetapan harga dasar kedelai yang yang menguntungkan petani.
PERAGI Jawa Timur
Dalam kesempatan itu, dilangsungkan pula pelatikan pengurus PERAGI Jawa Timur Komisariat UB dengan pembinanya Gubernur Jawa Timur, Rektor UB, Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur, dan Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur. Berikut adalah susunan kepengurusan tersebut. Ketua: Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD (FP UB), Wakil Ketua I: Ir T Sutaryanto MM (PTPN X), Wakil Ketua II: Ir Slamet Poerwadi MSi (PTPN XI), Sekretaris: Dr Ir Agus Suryanto MS (FP UB) dan Ir Dwi Retno S MS (UWK), Bendahara: Ir Sitawati MS (FP UB) dan Ir Sri Purwaningsih MS (PT Petrokimia), Humas: Ir Adig Suwandi MSc (PTPN XI) dan Nur Baladina SP MP (FP UB), Penelitian: Dr Ir Lily Agustina MS, Pengembangan: Dr Ir Sudarmadi Purnomo MS (BPTP-Jatim), Dr Ir Arifin Noor Sugiharto MSc (FP UB) dan Dr Ir Nurul Aini MS (FP UB), Diklat: Dr Ir Sudiarso MS (FP UB), Dr Ir M Setyo Poerwoko MS (FP UNEJ), Ir Cholid Ridho MS (UPN), Dr Ir Sugeng Purwanto MS (FP UWK), Ir Indah MS (FP Unisma), Ir Muhidin MS (FP UMM) dan Ir Supriyono MS (FP UNISKA).
Lokakarya
Lokakarya kedelai nasional ini diikuti oleh mahasiswa, praktisi, pengusaha, akademisi dan peneliti dari seluruh Indonesia. Dalam acara yang diantaranya disponsori oleh PT Syngenta Indonesia, PT Tanindo Subur Prima, PT Petrokimia Gresik, BNI dan BRI ini dihadirkan pembicara terkemuka yang berasal dari Bulog, Departemen Pertanian RI, komisi IV DPR RI, Balitkabi, Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian Bogor, ASKRINDO dan industri tempe dengan terkumpulnya 136 makalah. Selain lokakarya, peserta disuguhkan pula pameran produk dan jasa perkedelaian yang diikuti oleh BBI Palawija, PT Sang Hyang Seri, CV Karunia Tiga Saudara, dll. Keesokan harinya, Minggu (27/7) diselenggarakan pula fieldtrip ke Kebun Percobaan Balitkabi di Kendalpayak, industri tempe Bangkit Usaha di Jl. Sanan, Malang serta wisata petik apel di Kebun apel Pak Sarpai, Kabupaten Malang. [nok]

Lokakarya Kedelai Nasional
26 Juli 2008
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FPUB) bersama Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi), Sabtu-Minggu (26/7-27/7) menyelenggarakan Lokakarya Kedelai Nasional. Lokakarya menurut rencana akan dibuka oleh Menteri Pertanian Dr Ir Anton Apriyantono MM. Tema lokakarya selama 2 hari di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya ini adalah "Pemberdayaan Agribisnis Kedelai Menuju Swasembada Nasional".
Menurut Ketua Panitia Dr Ir Agus Suryanto MS, terdapat masalah internal dan eksternal yang harus terus-menerus dibenahi agar agribisnis kedelai mempunyai prospek yang cerah. Masalah internal yang menyebabkan agribisnis kedelai tak pernah bewranjak maju yang perlu segera dibenahi meliputi: peningkatan produktivitas kedelai, peningkatan luas areal tanam, perbaikan tataniaga dan insentif usaha, peningkatan efisiensi input kedelai, perbaikan kelembagaan, peningkatan kualitas produk, peningkatan nilai tambah dan perbaikan akses pasar dan permodalan. Sedangkan masalah eksternal yang perlu diatasi antara lain: ketergantungan impor benih dan impor produk kedelai, penetapan tingkat harga dasar kedelai yang menguntungkan petani, perbaikan kebijakan impor, dan membangun pemahaman terhadap seluruh pelaku agribisnis kedelai tentang perubahan iklim (lokal maupun global), serta upaya antisipasi terhadap perubahan iklim tersebut. Untuk itu menurut Agus Suryanto, perlu pendekatan komprehensif secara simultan agar tercapai swasembada kedelai di Indonesia.
Lokakarya ini bertujuan merumuskan arah penelitian dan roadmap kedelai nasional. Selain itu juga untuk menghimpun potensi berbagai hasil penelitian atau pengalaman agribisnis kedelai dari segi teknis maupun sosial ekonomi untuk mendukung swasembada kedelai. Lokakarya juga dimaksudkan untuk menyusun langkah strategis yang dapat digunakan untuk operasional dalam pengembangan sumberdaya manusia pada pengembangan agribisnis kedelai di Indonesia.
Selain lokakarya, pada kesempatan itu di tempat yang sama juga digelar pameran teknologi dan industri agribisnis kedelai, serta temu bisnis. Peserta juga diajak untuk field trip pada hari Minggu 27/7 untuk menyaksikan dari dekat teknologi budidaya kedelai yang dilakukan Balitkabi, Kendalpayak, Malang, sentra perajin tempe di Sanan Malang, serta wisata agro di Batu.
Beberapa makalah dipresentasikan dalam lokakarya, antara lain: Kebijakan dan Program Kedelai Nasional oleh Ir Sutarto Alimoeso (Direktorat Jenderal Tanaman Pangan), Peran Bulog dalam Agribisnis Kedelai oleh Dr Paimim Suharno MSc dari Bulog, Dukungan Penjaminan Perkreditan bagi Agribisnis Kedelai dibawakan oleh wakil dari Askrindo, Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Mendukung Swasembada Kedelai Nasional oleh Prof Dr Didy Soepandhi (IPB), Strategi Swasembada Nasional Kedelai di Indonesia: Varietas Unggul dengan Basis Fisiologi Molekuler oleh Prof Dr Ir SM Sitompul (UB), Teknologi Produksi Mendukung Swasembada Kedelai Nasional oleh Dr Ir Subandi (Balitkabi), Prospek dan Kendala Pengembangan Kedelai pada Lahan Non-Sawah/Lahan Marjinal oleh Dr Ir Sukarman (Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian Bogor), Dukungan Asosiasi Perbenihan dalam Peningkatan Produksi Kedelai Nasional oleh Elda Adiningrat dari Asbendindo, Prospek dan Tantangan Agribisnis Kedelai oleh Artha Graha, Prospek Kemitraan Agribisnis Kedelai Hitam dalam Mendukung Kemandirian Petani dan Kedaulatan Pangan oleh Dody Kastono SP MP (P3KH-FTP UGM), serta Prospek dan Tantangan Industri Olahan Kedelai oleh Drs Mahfud (Industri Tempe Bangkit Usaha, Malang). [Far]

PJM-UB: Asesmen Tahap Pertama ISO 9001:2000
25 Juli 2008
Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya (PJM-UB), Jumat (25/7), diases oleh ISO Lead Auditor Rusli Ananda ST dari Lloyd’s Register Indonesia. Auditor ini didampingi seorang pakar di bidang pendidikan tinggi, Prof Dr Ir Sudiono Kromodihardjo dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Visitasi tersebut dalam rangka audit sistem atau asesmen tahap pertama (first stage assessment) Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2000 di PJM UB.
Hasil audit menunjukkan ada beberapa ketidaksesuaian potensial yang perlu diperbaiki. Diharapkan setelah ada perbaikan dokumen pada asesmen tahap pertama ini akan dilanjutkan dengan asesmen tahap kedua sekitar bulan Oktober 2008.
Hasil asesmen tahap kedua ini akan menjadi dasar untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000.
Perolehan ISO 9001:2000 di PJM UB ini merupakan langkah awal bagi penerapan ISO 9001:2008 secara menyeluruh pada semua unit kerja di Universitas Brawijaya pada tahun 2009.
Menurut Rusli Ananda, hingga saat ini penerapan ISO 9001:2000 secara menyeluruh bagi perguruan tinggi di Indonesia masih sangat terbatas. Di tingkat ASEAN baru ada dua Quality Assurance Units yang berbasis ISO 9000:2000, yaitu National University of Singapore (NUS) dan Universiti Malaya. Penerapan ISO 9001:2000 di unit penjaminan mutu perguruan tinggi di Indonesia belum ada. Oleh karena itu, diharapkan bila memperoleh sertifikat ISO 9001:2000, maka PJM-UB akan menjadi unit jaminan mutu pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikat sistem manajemen mutu yang berstandar internasional. [pjm]

Disertasi Yayuk Yuliati: Kajian Gender dan Lingkungan Tengger
25 Juli 2008
Pertumbuhan penduduk yang pesat di wilayah Tengger, telah menyebabkan pembukaan lahan pada lereng-lereng curam untuk dijadikan lahan pertanian. Pembukaan lahan tersebut semakin cepat seiring dengan masuk dan berkembangnya inovasi pertanian atau revolusi hijau pada tahun 1980-an dan 1990-an di daerah tersebut. Pertambahan penduduk yang cepat dan teknologi baru pertanian yang masuk da berkembang di wilayah pegunungan Tengger tentunya akan membawa dampak pula pada kehidupan sosial-budaya masyarakatnya. Untuk menghadapi perubahan ekosistem tersebut masyarakat Tengger harus melakukan strategi beradaptasi, artinya mereka harus tetap survive baik sebagai individu maupun sebagai komunitas budaya.
Proses tersebut telah memunculkan terjadinya perubahan tata guna lahan dari lahan tidur atau lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian. Selain itu, pada sisi sosial, terjadinya proses revolusi hijau di kebanyakan wilayah pertanian telah menggusur tenaga kerja perempuan dari sektor pertanian karena dalam hal teknis dan operasional, teknologi revolusi hijau memang banyak dikerjakan oleh kaum laki-laki. Kondisi ini tidak saja menjadikan usaha pertanian lebih mahal dan membutuhkan tenaga terlatih, tetapi peran perempuan juga telah tergantikan oleh mesin-mesin.
Kondisi tersebut melatarbelakangi disertasi Ir Yayuk Yuliati MS yang berjudul “Perubahan Ekologis dan Strategi Adaptasi Masyarakat di Wilayah Pegunungan Tengger”. Komisi pembimbing terdiri dari promotor Prof Dr Ir Keppi Sukesi MS, serta kopromotor Prof Dr Ir Sanggar Kanto MS dan Prof M Yunus Rasyid MA PhD (almarhum). Ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Jumat (25/7), dengan tim penguji Ir Hesti Rukmiati Wijaya PhD, Dr Ir Kliwon Hidayat MS, Prof Dr I Nyoman Nurjaya SH, dan Prof Dr Ir Totok Mardikanto MS.
Aktivitas Gender dalam Pengelolaan SDM
Penelitian disertasi ini adalah tiga desa yang berbeda yaitu Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, dan Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Hal itu didasari alas an bahwa di desa-desa tersebut 100% warganya adalah suku Tengger yang hidup dari sector pertanian. Selain itu, booming revolusi hijau telah menyebabkan alih fungsi lahan sejak tahun 1980-an secara terus menerus.
Melalui disertasinya, Yayuk ingin mendeskripsikan dan menganalisis proses perubahan dan alih fungsi lahan dari lahan tidur atau lahan tidak produktif dan hujan menjadi lahan produktif atau pertanian di area yang digarap oleh masyarakat suku Tengger. Selain itu, ia juga ingin menggambarkan terjadinya proses perubahan sosial budaya pada masyarakat Tengger sebagai akibat dari perubahan dan alih fungsi lahan yang terdiri dari analisis super-struktur ideologis, struktur sosial, dan infrastruktur material.
Menurut Yayuk, komersialisasi pertanian tidak serta merta mengubah aktivitas gender dalam kegiatan reproduktif. Sejak dahulu perempuan suku Tengger mendominasi kegiatan ini, bahkan menganggap tabu bagi seseorang laki-laki untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga terutama pekerjaan di dapur. Pembagian kerja dalam kegiatan reproduktif ini tidak terpengaruh oleh waktu maupun perubahan-perubahan yang terjadi.
Dalam yudisium, Yayuk Yuliati dinyatakan lulus dan memperoleh gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan minat sosiologi pedesaan dan predikat sangat memuaskan.
Dr Ir Yayuk Yuliati MS (54 tahun), perempuan kelahiran Malang, adalah sarjana pertanian dari Universitas Brawijaya (1980), dan magister sains ekonomi pertanian dari IPB (1986), staf pengajar (lektor kepala, golongan IV/b) pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya sejak 1981. [fjr]

Disertasi Eny Lestari: Perubahan pada Usahatani Padi Sawah di Klaten
25 Juli 2008
Pada periode tahun 1950-an banyak tenaga kerja pedesaan tertampung untuk kegiatan usahatani padi sawah walaupun dalam keadaan tidak seimbang. Pada waktu itu pemilik lahan luas memberi lahan garapan kepada petani lahan sempit (petani tuna kisma) sehingga disebut dengan berbagi kemiskinan (shared priority). Akan tetapi, dengan masuknya teknologi intensifikasi yang merubah cara bercocok tanam dalam menggunakan tenaga kerja secara efektif dan efisien menyebabkan tenaga kerja yang banyak tersedia di pedesaan tidak terserap lagi sehingga banyak yang mencari pekerjaan di luar sektor usahatani seperti berdagang dan pertukangan dan enggan kembali ke usaha petani padi sawah.
Kondisi ini melatarbelakangi disertasi Ir Eny Lestari MS yang bertajuk “Perubahan Sistem Penguasaan Lahan dan Hubungan Kerja Agraris pada Usahatani Sawah (Kasus Tiga Desa di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah”.
Ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jumat (25/7), dengan majelis penguji: Prof Dr Ir Keppi Sukesi MS (promotor), Prof Dr Ir Sanggar Kanto MS dan Dr Ir Kliwon Hidayat MS (ko promotor), serta penguji: Prof Dr Ir Darsono Wisadirana MS, Prof Dr Ir Sugiyanto MS, Prof Dr Ach Fatchan MPd, MP dan Prof Dr Ir Totok Mardikanto MS.
Usahatani Padi Sawah
Lokasi penelitian disertasi Eny Lestari adalah tiga desa: Wangen, Janti, dan Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, yang merupakan sentra padi bagi Propinsi Jawa Tengah. Dengan penelitian ini Eny menganalisis perubahan sistem penguasaan lahan, perubahan hubungan kerja agraris, dan arah perubahan sistem penguasaan lahan, dan hubungan kerja agraris pada usaha tani padi sawah di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.
Dengan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari survei dan observasi, Eny menyimpulkan, yang berubah dalam hubungan kerja agraris adalah tipe hubungan kerja dari harian menjadi borongan. Perubahan ini, menurut Eny, dikarenakan terjadi pengelompokan spesialisasi kelompok kerja, seperti pengolahan tanah, menanam, menyemprot hama, dan pemanenan. Perubahan ini lebih berorientasi pada terselesaikannya suatu pekerjaan, dan bukan pada proses pengerjaannya, di samping menuju ke arah hubungan pekerjaan yang lebih lugas dan saling melengkapi.
Adalah jumlah tenaga kerja penggarap sawah/buruh tani yang semakin terbatas mendasari perubahan ini. Sehingga akan berlaku hukum penawaran dan permintaan: bila tenaga penggarap sawah sangat dibutuhkan maka akan terjadi kenaikan upah, dan sebaliknya.
Sementara itu, dalam struktur pemilikan lahan sawah, perubahan yang terjadi adalah semakin terdistribusi merata dengan jumlah pemilik lahan sawah yang semakin banyak. Pada tahun tahun 1980, dipaparkannya jumlah pemilik lahan sawah di tiga desa  tersebut hanya 36 orang dan tahun 2007 bertambah menjadi 59 orang dengan rata-rata luas pemilikan lahan menurun dari 0.34 ha menjadi 0.33 ha. Perubahan kepemilikan lahan ini, dipaparkannya disebabkan oleh berbagai hal yaitu mendapat warisan (55%), proses membeli (16%), proses menjual (14%), lahan bengkok (12%) dan diwariskan (3%).
Dalam yudisium, Eny Lestari dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan minat sosiologi pedesaan, dengan predikat sangat memuaskan.
Dr Ir Eny Lestari MS lahir di Klaten 48 tahun silam, menikah dengan Ir Sugiharto dan dikaruniai seorang putera, sarjana sosial ekonomi pertanian dari Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (UNS, 1985), dan magister sains ilmu penyuluhan pembangunan dari Institut Pertanian Bogor (IPB, 1994). Sejak tahun 1985, Eny Lestari staf pengajar pada Fakultas Pertanian UNS. [nok]

PPLH UB Adakan Kursus Penilai Amdal
25 Juli 2008
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup mensyaratkan Komisi Amdal Daerah wajib memiliki sertifikat penilai analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Atas dasar ini, Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya  (LPPM UB) menyelenggarakan Kursus Penilai Amdal. Saat ini PPLH UB telah memiliki kapasitas untuk memberikan sertifikat sebagai bukti kredibilitas bagi penilai Amdal. Kegiatan diselenggarakan selama lima hari, Senin-Jumat (21/7-25/7) di gedung LPPM UB.
Ketua PPLH UB Ir JB Suwasono Heddy MS menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan PPLH UB setiap tahun untuk memberi pengetahuan dan pembekalan kepada calon anggota komisi penilai Amdal dari kabupaten atau kota. Kali ini kegiatan diikuti oleh 30 orang peserta, mewakili pemerintah kota/kabupaten di wilayah Jawa Timur (Bondowoso, Jember, Mojokerto, dan Batu), ditambah perwakilan dari Barito Kuala dan Banjar Baru, Kalimantan Selatan.
Komisi penilai di setiap kabupaten/kota tersebut, meliputi tim teknis dari Bappedal, Badan Pengendali Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta dinas lain yang terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kehutanan.
Kursus ini terdiri dari perkuliahan teori, praktek di lapangan, dan presentasi. Materi yang diberikan meliputi: Pengertian, Proses dan Manfaat Amdal (Ir JB Suwasono Heddy MS), Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS), Tipologi Ekosistem dan Kerawanannya (Ir Sri Sudaryanti MS), Aspek Sosial dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Dampak pada Kesehatan Masyarakat (Dr dr Endang Sri Wahyuni MS), Ekonomi Lingkungan (Sri Muljaningsih SE MSP), Hukum Lingkungan (Istislam SH MHum), Teknik Konsultasi Masyarakat (Ir Sri Utami MT), Pelingkupan (Ir M. Nawawi MS), Kajian Alternatif-alternatif dalam Amdal (Ir Sri Utami MT), Prakiraan Dampak (Ir Bambang Rahadi), Metodologi Pengumpulan dan Analisis Data Geofisika-Kimia-Biologi (Ir Bambang Siswanto MS), Tata Laksana Penilaian Amdal (Ir Sardjono Sukartomo MS), Penilaian Dokumen Amdal dan  Latihan Penilaian Dokumen Amdal (KA AMDAL, ANDAL, RKL dan RPL) oleh TIM yang terdiri dari Dr Agung Murti Nugroho, Akhmad Adi Sulianto STP, Evi Kurniati STP MT, Ir Cahyo Prayogo MP dan Hendri Kustanto STP. [nok]

Seminar Nasional Hasil-hasil Penelitian Ilmu Hayati
24 Juli 2008
Merayakan ulang tahun pertama, Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH-UB) menggelar aneka kegiatan. Seminar nasional hasil-hasil penelitian ilmu hayati adalah salah satunya. Acara Widyaloka UB Kamis (24/7) ini diikuti oleh mahasiswa, praktisi, peneliti dan akademisi dari seluruh Indonesia. Terkumpul sebanyak 48 makalah oral dan presentasi. Beberapa pemakalah presentasi hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya adalah Prof Drs Sutiman B Sumitro SU DSc dengan makalah berjudul “Nanomoleculer for Cancer Therapies”, Sri Estuningsih dari FKH-IPB dengan materi “Enterobacter Sakazakii dan Keamanan Produk Olahan Susu” serta peneliti dari Institut of Tropical Disease (ITD) Unair Surabaya yaitu Fedik A Rantam, Soegeng S, Soetjipto, Soewarno dan Ketut Sudiana dengan makalahnya “Pengembangan Vaksin Subunit Virus Dengue Berbasis Patogenesis Molekuler”.
Nanoteknologi untuk Terapi Kanker
Nanoteknologi adalah teknologi terbaru abad 20 yang telah merambah banyak bidang diantaranya nanomaterials dan nanobiology. Karakteristik nanoteknologi ini adalah elaborasi berbagai keilmuan multidisiplin meliputi kimia, biologi dan fisika. Nanobiology sendiri adalah elaborasi nanoteknologi dan biologi. Demikian disampaikan Prof Sutiman dalam presentasinya. Penerapan nanobiologi menurutnya telah dimanfaatkan secara khusus dalam dunia medik, salah satunya dalam penyembuhan kanker dengan menciptakan intelligent agent melalui sebuah nanopartikel yang mampu membendung metastasis sebagai akibat pemanfaatan obat anti-kanker ataupun kemoterapi yang terkadang justru berdampak merusak jaringan sekitar. Melengkapi hal ini, Prof Sutiman memaparkan berbagai perkembangan pemanfaatan teknologi nano yang telah banyak dikembangkan di Amerika Serikat di antaranya di University of California dan Harvard Medical School, yang mengupas masalah doxorubicin dan lodamin.
Enterobacter sakazakii
Enterobacter sakazakii adalah bakteri gram negatif yang belakangan disebut sebagai kontaminan dalam produk olahan susu khususnya susu olahan formula. Akibat kontaminasi tersebut terjadi infeksi pada bayi terutama bayi baru lahir dengan kondisi khusus. Gejala klinis oleh E sakazakii adalah enterokilitis, meningitis dan sepsis. Banyak kasus yang berakhir dengan kematian atau meninggalkan cacat. Oleh karena itu E sakazakii kemudian disebut sebagai emerging pathogen. Demikian Sri Estuningsih dalam presentasinya.
Mengingat risiko yang sering timbul, Sri yang juga dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, melakukan penelitian untuk mengkaji keberadaan populasi bakteri yang mengkontaminasi susu formula di Indonesia berikut kemampuan patogenitas serta faktor virulen yang dimiliki oleh bakteri tersebut. Penelitian ini dimulai dengan melakukan isolasi dan identifikasi terhadap sejumlah sampel susu formula dan makanan bayi secara acak menggunakan metode yang direkomendasikan WHO, mengisolasi enterotoksin sebagai faktor virulen, menguji faktor virulen secara in vitro pada sel vero dan in vivo pada mencit neonatus dengan teknik histopatologi menggunakan pewarnaan rutin hematoxylin-eosin (HE).
Hasil penelitian menunjukkan terdapat kontaminasi pada beberapa sampel yang diperiksa, di antaranya 22.73% pada susu formula dan 40% pada makanan bayi. Hasil pengujian faktor virulen menunjukkan bahwa 6 dari 12 isolat menghasilkan enterotoksin dan 5 dari 6 enterotoksin yang dihasilkan tahan panas. Sedangkan hasil analisis histopatologi menunjukkan, E sakazakii yang ditemukan sebagai kontaminan dalam produk olahan susu bubur bayi dan susu formula berpotensi menyebabkan infeksi pada mencit neonatus agai model. Perubahan yang terjadi menurut Sri Estuningsih mirip dengan kasus bayi manusia yaitu enterokolitis, meningitis dan sepsis.
Hasil penelitian ini menurutnya dapat dijadikan acuan sebagai peringatan dini untuk meningkatkan keamanan pangan produk olahan susu khususnya susu formula dan bubur bayi. Tidakan pencegahan terhadap resiko tersebut dikatakan Sri adalah dengan melakukan tindakan penyimpanan, penyajian dan pemberian susu formula dengan baik dan benar. Melalui penelitian, ia juga menunjukkan bahwa tindakan pencegahan terbaik adalah dengan menyeduh susu formula dengan air bersuhu 70 derajat Celcius dan diminum sebelum waktu 2 jam setelah penyeduhan tersebut.
Satu Tahun LSIH
Membuka acara ini, Direktur LSIH Fatchiyah PhD menyatakan, kehadiran Confocal Laser Scanning Microscopre (CLSM) pada akhir tahun 2006 serta peralatan canggih lainnya, telah membantu para peneliti untuk mengobservasi, mengeksplorasi dan menganalisis kajian hayati sampai tingkat molekuler. Secara khusus ia berharap agar kehadiran LSIH UB dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh warga UB maupun peneliti luar UB sehingga makin meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah dari Indonesia pada jurnal-jurnal internasional. [nok]

Kerjasama Acer dengan UB
24 Juli 2008
PT Acer Indonesia mengadakan kerjasama dengan Universitas Brawijaya dalam kegiatan Information and Communication (ICT) Pendidikan. Penandatanganan naskah kerjasama berlangsung Kamis (24/7) di Lantai VIII Gedung Rektorat UB. Pihak PT Acer Indonesia diwakili oleh Deputy General Manager Rainbow Saragih, dan UB oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Kerjasama ini dimaksudkan sebagai salah satu bentuk implementasi ICT dalam dunia pendidikan dengan penyediaan sarana dan prasarana ICT yang mendukung dunia pendidikan, baik bagi dosen, karyawan, maupun mahasiswa. Lebih rinci, disebutkan bahwa kerjasama ini dilaksanakan dalam bentuk pengadaan hardware, sponsorship, kuliah tamu, kunjungan perusahaan, dan kerjasama lainnya. Selain itu, mahasiswa UB juga diperkenankan praktek kerja lapang (PKL) di perusahaan PT Acer Indonesia. Dalam hal ini ditunjuk PT Cipta Kurnia Sejati Surabaya selaku dealer PT Acer Indonesia.
Kemudahan bagi konsumen
Sales Manager PT Cipta Kurnia Sejati Haryono mengatakan, melalui kerjasama ini pihaknya memasarkan produk notebook Acer yang dikhususkan bagi masyarakat kampus dan tidak dijual bebas di pasaran. Produk notebook tersebut meliputi Aspire 4315, Extensa 4620, Aspire 4720Z dan Aspire 2920. Beberapa kemudahan bagi konsumen masyarakat kampus diberikan PT Acer Indonesia yang menggandeng Adira Finance dan BNI Syariah.
“Dengan kerjasama ini, pembelian produk Acer dapat dilakukan secara cash ataupun kredit. Selain itu, dengan premi Rp 700 ribu rupiah konsumen juga akan mendapatkan tambahan garansi dua tahun di samping garansi internasional selama satu tahun dari PT Acer”, terang Haryono. Garansi sebagai layanan purna jual, menurut Haryono, merupakan keunggulan Acer, mengingat maraknya produk-produk black market (BM) yang tidak jarang malah merugikan konsumen.
“Saat ini banyak notebook BM yang masuk pasaran Indonesia. Kalau rusak, ternyata tidak bisa diperbaiki lagi. Dengan kerjasama ini, maka kami berusaha mendidik konsumen agar lebih berhati-hati dalam memilih notebook yang tidak memiliki layanan purna jual serta menekan complain konsumen dengan menambah gerai servis”, ujarnya.
Selain UB, PT Acer telah pula berkerja sama dengan beberapa universitas di wilayah Bali, DIY, dan Jawa Timur, seperti UGM, Universitas Sanata Dharma, ITS, Universitas Udayana, Universitas Widya Kartika, Universitas Muhammadiyah Malang, STTS dan Stikom. [nok]

Disertasi Endang Sri Redjeki: Fasilitas Kesehatan Bagi Masyarakat Desa
22 Juli 2008
Sebagian masyarakat menganggap tidak semua persoalan kesehatan dapat terselesaikan melalui fasilitas medis. Ada fasilitas lain. Seseorang yang dianggap memiliki kemampuan dalam menyelesaikan persoalan kesehatan yang tidak dapat ditangani secara medis. Kenyataan yang demikian ini bagi masyarakat pedesaan bukan menjadi hal yang tabu. Dengan pekerjaannya dibidang pertanian, jika masyarakat merasakan tidak enak badan setelah mengalihkan batu besar yang berada di tengah ladang tanpa mengadakan selamatan misalnya, maka ”penghuni” batu akan mengganggu. Sehingga yang perlu menjadi perhatian disini adalah bagaimana perilaku masyarakat dalam upaya mencari pertolongan dimaksud. Dengan kondisi demikian, makin memperkuat asumsi bahwa perilaku masyarakat dalam mencari dan mendapatkan pelayanan kesehatan tidak semuanya memanfaatkan pelayanan medis tetapi juga ada masyarakat yang memanfatkan pelayanan non medis bahkan jika perlu dapat diobati sendiri terlebih dahulu.
Dra Endang Sri Redjeki MS mengungkapkan ini dalam disertasi berjudul ”Perilaku Masyarakat Desa dalam Memanfaatkan Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang”. Ujian terbuka disertasi itu digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian, Selasa (22/7), dengan majelis penguji yang terdiri dari Prof Dr Ir Keppi Sukesi MS (promotor), Dr Ir Kliwon Hidayat MS dan Dr dr Tri Martiana MS (ko-promotor), serta penguji Prof Dr Ir Sugiyanto MS, Prof Dr Ir Sanggar Kanto MS, Prof Dr Ir Eliezer Ginting MS dan Prof Suhadi Ibnu PhD.
Dalam disertasi tersebut dipaparkan, masyarakat memilih pengobatan sendiri atau tradisional dengan berbagai alasan, di antaranya kemudahan mencapai (accessability), sesuai dengan budaya setempat (availability), biaya murah (affordability), dan merupakan pelengkap terhadap pelayanan kesehatan formal (alternative care) serta merasa mendapat nasehat yang bermakna dalam menghadapi masalah (autorative figure). Dalam hal layanan kesehatan, Kecamatan Tumpang misalnya, disebutkannya memiliki puskesmas dengan pelayanan rawat inap, yang merupakan 1 di antara 5 dari 38 puskesmas yang ada di Kabupaten Malang. Fakta di lapangan menunjukkan, kegiatan puskesmas pada tahun 2005 dengan target 55% adanya pemeriksaan ibu hamil ternyata hanya mencapai 24,42%. Demikian juga dari target imunisasi 85%, menurutnya hanya mencapai 71.42% dan dari  target program Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) pada penyakit TBC dari 85% hanya mencapai 41%.
Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan
Penelitian Endang berfokus pada perilaku masyarakat petani dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan. Diselenggarakan di Desa Kidal dan Desa Bokor Kecamatan Tumpang Kabu[aten Malang, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sehingga dimaksudkan untuk dilakukan generalisasi dari data sampel kepada populasi. Melalui disertasinya, Endang menganalisis pola pemanfatan fasilitas kesehatan yang dilakukan keluarga petani dengan kajian Health Belief Model dan pertukaran sosial. Selain itu, ia juga menganalisis hubungan antara kondisi sosio ekonomi, pendidikan kepala keluarga, sikap keluarga terhadap pemeliharaan kesehatan, perilaku pemanfaatan fasilitas kesehatan, kekhawatiran terhadap penyakit, dukungan lingkungan sosial, umur penderita, jenis kelamin, jenis penyakit daya tahan tubuh dengan perilaku pemanfaatan fasilitas kesehatan.
Dalam disertasi itu Endang Sri Redjeki antara lain menyimpulkan, secara sosiologis hasil penelitian menunjukkan keberadaan fasilitas kesehatan masih memiliki fungsi. Dominasi non medis membuktikan Teori Evolusi Comte tidak sepenuhnya bersifat progresif linier, karena meskipun saat ini masyarakat sudah berada dalam tahap positif rasional tetapi masih memiliki mental inferior dengan masih melakukan tindakan magis (masyarakat rasional yang masih tradisional). Selain itu, diketahui juga adanya hubungan signifikan antara kondisi ekonomi, sikap keluarga terhadap pemeliharaan kesehatan, kekhawatiran terhadap penyakit, dukungan lingkungan sosial, dan umur penderita dengan perilaku pemanfaatan fasilitas kesehatan, tetapi tidak ada hubungan antara kondisi pendidikan kepala keluarga, jenis kelamin penderita, jenis penyakit penderita dan kondisi daya tahan tubuh penderita dengan perilaku pemanfatan fasilitas kesehatan.
Endang Sri Redjeki menyarankan agar dilakukan intervensi pendidikan kesehatan yang rasional terkait dengan upaya pemeliharaan kesehatan dan penyembuhan penyakit, terutama dengan memanfaatkan obat-obatn dari hasil tanaman (rempah). Selain itu, ia juga menyarankan agar pemerintah berkomitmen untuk menggali potensi hasil pertanian rempah-rempah sebagai bahan industri obat, dan tidak menutup kemungkinan menjadikan wilayah penelitiannya ini sebagai sentra industri tanaman obat keluarga.
Dalam yudisium, Endang Sri Redjeki dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan predikat sangat memuaskan setelah menempuh studi selama 4 tahun 11 bulan.
Dr Dra Endang Sri Redjeki MS dilahirkan di Probolinggo, 48 tahun silam, menikah dengan Drs Eko Suyanto MSos dan dikaruniai 3 orang putera puteri. Sarjana Pendidikan Luar Sekolah dari IKIP Malang (1985) dan magister higiene perusahaan dan kesehatan kerja dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Surabaya (1991) ini mengabdikan diri sebagai dosen PLS FIP Universitas Negeri Malang sejak 1986. [nok]

BEM FMIPA UB Adakan Pengabdian Masyarakat
22 Juli 2008
Dengan tema Education For All, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (BEM FMIPA UB) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan berlangsung selama lima hari, Jumat (18/7) hingga Selasa (22/7). Berlokasi di SMP PGRI 2 Kepuharjo, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, kegiatan ini melibatkan segenap siswa-siswi sekolah itu.
Menurut ketua pelaksana, Dany Satriya Kennedy, kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2008 ini bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang selalu peduli dan peka terhadap lingkungan sekitar. Sementara itu bagi masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban dalam hal pendidikan. Targetnya adalah memotivasi siswa-siswi dengan aktivitas akademik sehingga mereka tertarik dan mau berusaha untuk terus melanjutkan pendidikannya. Di samping itu juga agar siswa-siswa bersikap lebih mandiri dan dewasa sehingga mereka mampu mengatasi kesenjangan sosial yang ada di lingkungan sekitar. Juga diharapkan dengan kegiatan ini sejak dini dapat ditumbuhkan jiwa kepemimpinan pada siswa-siswi agar mereka kelak mampu menjadi pemimpin di masyarakat. Selain itu, dengan bekal ketrampilan yang diberikan melalui kegiatan ini bakat dan minat siswa-siswa dapat diapresiasikan dan disalurkan dalam bentuk kreasi suatu karya dalam bidangnya masing-masing.
Pengabdian masyarakat ini dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan. Hari pertama diisi dengan kegiatan yang bersifat pengenalan, seperti dialog persuasif, permainan (games), perkenalan peserta, dan motivasi untuk berekspresi. Hari kedua diisi dengan kegiatan untuk menumbuhkan kreativitas, yaitu berupa pemberian bekal ketrampilan diselingi dengan permainan (games), dan pembagian hadiah. Hari berikutnya, berupa kegiatan untuk mengasah pengetahuan dengan membagi siswa dalam kelompok-kelompok dan dibekali dengan alat-alat tulis, dilanjutkan dengan pemberian motivasi "Belajar Itu Seru", dan sebuah tes kecil setelah itu, serta ditutup dengan penyampaian pesan-pesan. Hari terakhir, diadakan acara outbond, untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kerjasama tim (teamwork).
Kegiatan pengabdian masyarakat Education For All ini melibatkan paling tidak 7 orang mahasiswa senior sebagai pengarah, dan 36 orang mahasiswa angkatan tahun 2007 sebagai pelaksana yang terbagi dalam 4 tim di samping pelaksana inti. [aa]

Disertasi M Nur Ihsan: Meningkatkan Konsentrasi Spermatozoa Sapi
21 Juli 2008
Peternak sapi perah umumnya lebih menginginkan kelahiran pedet betina sebagai pengganti induk dibandingkan kelahiran pedet jantan. Namun sebaliknya, peternak sapi potong menghendaki kelahiran pedet jantan, karena memiliki pertumbuhan lebih cepat dibandingkan betina. Untuk mendapatkan pedet sebagaimana yang diharapkan, dapat dilakukan dengan pemisahan spermatozoa yang berkromosom X dan Y, dengan metode pemisahan spermatozoa.
Pelaksanaan inseminasi buatan akan memberikan nilai tambah yang tinggi, jika didukung keberhasilannya dalam pengaturan jenis kelamin anak yang dilahirkan dengan pengembangan teknologi reproduksi, khususnya pemisahan spermatozoa X dan Y. Pengaturan jenis kelamin pedet sesuai dengan yang diharapkan, akan memberikan nilai efisiensi tinggi dalam usaha peternakan.
Ir Mohammad Nur Ihsan MS menyatakan ini dalam disertasi berjudul “Upaya Peningkatan Konsentrasi Spermatozoa Hasil Pemisahan dengan Sentrifugasi Gradien Densitas Percol pada Sapi Frisien Holstein (FH)”. Ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian, Senin (21/7), dengan majelis penguji yang terdiri dari Prof Dr Ir Luqman Hakim MS (promotor), Dr Ir Nuryadi MS dan Dr Hardijanto MS (ko promotor), Prof Dr Ir Trinil Susilawati MS, Prof Dr Ir Woro Busono MS, Dr Ir M Sasmito Djati MS, dan DrAgrSc Mohammad Amin MSi.
Konsentrasi Spermatozoa
Dinyatakan, konsentrasi spermatozoa menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah 25 juta spermatozoa per straw dengan motilitas 40%. Guna mendapatkankan hasil ini, M Nur Ihsan mengadakan penelitian disertasi dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan, waktu sentrifugasi, dan volume semen terhadap kualitas dan proporsi spermatozoa setelah pemisahan, serta untuk mengetahui pengaruh pembekuan terhadap kualitas spermatozoa setelah pemisahan pada kecepatan, waktu sentrifugasi dan volume semen berbeda.
Dari hasil penelitian di laboratorium pemuliaan ternak, Jurusan Produksi Ternak Fapet UB, Nur Ihsan menyimpulkan, konsentrasi spermatozoa hasil pemisahan dengan sentrifugasi percol dapat ditingkatkan dengan meningkatkan jumlah semen yang dipisahkan. Semen dengan volume 3 ml memberikan konsentrasi tertinggi dibandingkan 2 ml dan 1 ml.
Selain itu diketahui pula, semakin tinggi kecepatan dan lama sentrifugasi akan menurunkan kualitas semen, yang ditandai dengan menurunnya motilitas, viabilitas, integritas membran, dan meningkatnya persentase abnormalitas spermatozoa.
Spermatozoa hasil pemisahan sentrifugasi gradien densitas percol, menurut M Nur Ihsan, sangat rentan terhadap pembekuan, sehingga motilitas dan integritas membran spermatozoa rendah (di bawah SNI semen beku).
Untuk itu disarankan cara terbaik meningkatkan konsentrasi spermatozoa yang dihasilkan melalui sentrifugasi gradien densitas percol, yaitu dengan kecepatan 850 G, dalam waktu 7 menit, dan volume semen 3 ml.
Dr Ir H Muhammad Nur Ihsan MS lahir di Nganjuk 55 tahun silam, menikah dengan Marjani Ahmad Tahir SE Ak, dikaruniai 6 orang putera dan puteri. Sarjana peternakan (1980) dari Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Brawijaya ini meraih magister sains (1984) dari Jurusan Biologi Reproduksi IPB. Dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya sejak 1981 dan kini Lektor Kepala (golongan IV/c) ini, dalam yudisium dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan predikat sangat memuaskan, setelah menempuh studi selama 5 tahun 6 bulan. [nok]

Disertasi Endang Yuli Herawati: Lamun sebagai Bioindikator Timbal (Pb)
21 Juli 2008
Kerusakan lingkungan akibat industrialisasi, diakibatkan oleh limbah yang umumnya mengandung bahan-bahan berbahaya bagi kehidupan, di antaranya adalah unsur logam berat. Salah satu unsur logam berat tersebut adalah timbal (Pb), yang menunjukkan beracun pada sistem syaraf, mempengaruhi kerja ginjal dan menyebabkan kelumpuhan. Monitoring konsentrasi logam berat di dalam lingkungan karena toksisitas mereka mutlak sangat dibutuhkan. Analisa kandungan logam berat dalam contoh sedimen dan air telah banyak dilakukan, namun tumbuhan lamun masih sangat sedikit dilakukan.
Demikian Ir Endang Yuli Herawati MS dalam disertasi berjudul ”Lamun (Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichi dan Enhalus acoroides) sebagai Bioindikator Logam Berat Timbal (Pb) di Perairan Pesisir”. Ujian terbuka disertasi itu dugelar Senin (21/7), dengan majelis penguji: Prof Dr Ir Soemarno MS (promotor), Prof Dr Ir Rustidja MS dan Prof Ir Marsoedi PhD (ko-promotor), Dr Sudarmadi Purnomo, Dr drh Aulanni’am DES, Dr Agung Pramana W Marhendra, dan Prof Dr A Duran Corebima MPd.
Dalam disertasi itu, Endang menyatakan, Departemen Kesehatan telah membatasi kadar Pb maksimum dalam makanan sebesar 4 ppm sedangkan FAO membatasi maksimum Pb 2 ppm.
Dari hasil pre-studi yang dilakukannya, diketahui bahwa kandungan logam berat Pb baik di perairan pesisir Lamongan, Situbondo, maupun Kali Surabaya menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 51 tahun 2004 sudah melebihi Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut sebesar 0.008 ppm. Selain itu, berdasarkan pengetahuan tentang resiko polusi lingkungan oleh ion logam berat dan hail pengamatannya, telah diketahui pula bahwa nilai Pb dalam darah dan di perairan pesisir sudah melebihi kadar normal baik menurut WHO maupun KMNLH no. 51 tahun 2004.
Bioindikator
Penelitian disertasi Endang dilakukan di pesisir utara Kabupaten Lamongan dan pesisir selatan Kabupaten Malang. Kawasan ini, menurutnya merupakan daerah perikanan dan pelabuhan serta jalur transportasi di Jawa Timur sehingga jumlah perahu nelayan dan kapal bongkar muat beraneka ragam barang cukup banyak. Perahu dan kapal tersebut, menurut Endang menggunakan bahan bakar solar dan bensin yang mengandung timbal disamping penggunaan cat pada dinding kapal yang diduganya juga berpotensi mengeluarkan timbal, yang menyebabkan polutan logam berat. Penelitian disertasi ini bertujuan untuk menentukan tumbuhan Lamun sebagai indikator logam berat Pb, mendapatkan bagian tumbuhan lamun yang dapat digunakan sebagai bioindikator  logam berat Pb serta menentukan tingkat pencemaran perairan pesisir utara dan selatan Jawa Timur berdasarkan kandungan logam berat pada bagian-bagian tumbuhan lamun (akar, seludang dan daun). Dalam penelitian itu Endang menggunakan tiga spesies lamun, yaitu Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichi dan Enhalus acoroides dengan bagian-bagian tumbuhan tersebut meliputi akar, seludang dan daun.
Hasil penelitian Endang menyimpulkan, tumbuhan Lamun dapat digunakan sebagai bioindikator logam berat Pb di wilayah pesisir, di mana kandungan logam Pb adalah sebesar (biomass lamun/m2 x kandungan Pb mg/kg)/1000 dengan mangakumulasi dari sedimen. Lebih jauh, disebutkan pula bahwa bagian daun lamun dapat berfungsi sebagai bioakumulator terakhir sehingga dapat digunakan untuk menentukan sebaran kandungan logam berat Pb dalam suatu perairan besar.
Disertasi Endang menyatakan, kandungan logam berat Pb pada perairan pesisir utara Jawa Timur Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Situbondo dan selatan pesisir Kabupaten Malang sudah melebihi Nilai Ambang Batas untuk organisme laut, namun belum termasuk kategori tercemar. Dengan kerapatan individu minimal 1000 individu/meter persegi, menurutnya lamun dapat digunakan untuk membantu mengurangi toksisitas logam berat Pb.
Dalam yudisium, Endang Yuli Herawati dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan minat lingkungan pesisir dan kelautan, meraih predikat cumlaude (IPK 3,89) setelah menempuh studi selama 3 tahun 11 bulan.
Dr Ir Endang Yuli Herawati MS lahir di Tegal, 51 tahun silam, menikah dengan Ir Puguh Suryowardoyo MS dan dikaruniai seorang puteri, Kartika Putri Kemalasari. Sarjana manajemen dan sumberdaya perairan (1982) dari Universitas Brawijaya, dan magister biologi lingkungan (1992) dari UGM ini, adalah dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB sejak 1984 (lektor kepala, golongan IV/c), dan pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan pada fakultas yang sama (2003). [nok]

Dibuka: Pendaftaran Tenaga Kontrak Kantor Pusat UB
21 Juli 2008
Dalam rangka pengisian formasi tenaga administrasi dan teknisi, Kantor Pusat Universitas Brawijaya menerima sejumlah 52 orang tenaga kontrak untuk 13 jenis pekerjaan. Untuk ini dibuka pendaftaran mulai Selasa 22/7 hingga Jumat 25/7, diseling libur sehari Rabu (23/7) karena bertepatan dengan hari pemilihan Gubernur Jatim dan Walikota Malang. Pendaftaran dibuka di Gedung Inbis (Inkubator Bisnis dan Layanan Masyarakat) Jalan Veteran Malang, pada pukul 08.00-15.00 WIB. Demikian isi pengumuman nomor 012/Peng/2008 yang ditandangani Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito dan dikeluarkan tanggal 17 Juli 2008.
Jenis pekerjaan
Berikut adalah jenis pekerjaan yang ditawarkan, jumlah yang dibutuhkan, dan spesifikasi masing-masing.
(1) Sekretaris (1 orang, sarjana segala jurusan diutamakan D-III Kesekretarisan, mampu berbahas Inggris saktif maupun pasif, menguasai progran komputer Word dan Excel, jujur dan sanggup bekerja keras, memiliki mindset entrepreneur). (2) Manajer gedung (1 orang, sarjana segala jurusan, mempunyai jiwa kepemimpinan, memiliki mindset entrepreneur). (3) Sekretaris proyek (3 orang, sarjana segala jurusan diutamakan yang berpengalaman, mampu berbahasa Inggris aktif maupun pasif, menguasai program Word dan Excel, jurus dan sanggup bekerja keras, memiliki mindset entrepreneur). (4) Bendahara dan akuntan (5 orang, sarjana segala jurusan diutamakan dari jurusan akuntansi atau manajemen yang berpengalaman atau D-III Akuntansi, menguasai program Word dan Excel, mempunyai jiwa kepemimpinan, memiliki mindset entrepreneur).
(5) Pramuniaga (8 orang, tamatan SLTA atau sederajat, jujur dan sanggup bekerja keras). (6) Tenaga administrasi (7 orang, lulusan D-III atau SLTA dan sederajat, menguasai program Word dan Excel, jujur dan sanggup bekerja keras).  (7) Checker (2 orang, sarjana segala jurusan, jujur dan sanggup bekerja keras). (8) Satpam (12 orang, tamatan SLTA atau sederajat, jujur dan sanggup bekerja keras). (9) Teknisi (2 orang, tamatan SMK atau sederajat, jujur dan sanggup bekerja keras, mampu menangani urusan listrik dan AC). (10) Urusan rumah tangga (4 orang, tamatan SLTA atau sederajat, jujur dan sanggup bekerja keras).
(11) Pengelola fitness center (5 orang, tamatan SLTA atau sederajat, jujur dan sanggup bekerja keras). (12) Instruktur fitness (1 orang tamatan SLTA atau sederajat, jujur dan sanggup bekerja keras). (13) Pengurus taman (1 orang, tamatan SLTA atau sederajat, jujur dan sanggup bekerja keras).
Persyaratan
Persyaratan pendaftar meliputi: warganegara Indonesia, bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, tidak pernah dihukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan, berusia 18 tahun hingga 40 tahun terhitung tanggal 1 Agustus 2008, berkelakuan baik, sehat jasmani dan rohani, serta lulus ujian saringan.
Kelengkapan yang perlu dibawa pada waktu pendaftaran adalah: surat lamaran yang ditulis tangan sendiri tanpa meterai yang ditujukan kepada Rektor Universitas Brawijaya (1 lembar), fotokopi ijazah/transkrip/STTB (1 lembar), pasfoto berwarna ukuran 3x4 cm (3 lembar), fotokopi surat keterangan pengalaman kerja bagi yang sudah pernah bekerja. Berkas lamaran tersebut dimasukkan ke dalam stofmap warba merah untuk calon berijazah sarjana atau diploma, atau warna kuning untuk lulusan SLTA atau yang sederajat.
Ujian
Ujian saringan berupa ujian tulis dilaksanakan hari Kamis 31 Juli 2008, pukul 09.00 WIB sampai selesai, di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya. Materi ujian adalah pengetahuan umum. Untuk ujian tulis ini, calon diharuskan membawa kartu peserta ujian, pensil 2B, karet penghapus, ballpoint, dan peraut pensil. Pelamar yang telah memasukkan lamaran sebelum pengumuman ini, diharap mengambil nomor tes sesuai dengan spesifikasi masing-masing di Gedung Inkubator Bisnis dan Layanan Masyarakat. Dalam hal pendaftaran ini tidak diadakan surat-menyurat. [Far]

UB Masuk dalam Review QS THES University Ranking
21 Juli 2008
Universitas Brawijaya masuk dalam review dari Times Higher Education-QS World University Ranking bersama 6 perguruan tinggi Indonesia lainnya. Selengkapnya daftar (berdasarkan abjad) 7 perguruan tinggi Indonesia itu: Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Indonesia.
Dari daftar itu, dapat dibaca data-data (fact dan figures), profil dan informasi-informasi lain mengenai perguruan tinggi tersebut.
Informasi ini dapat dikik pada http://www.topuniversities.com/schools/data/school_profile/default/universitybrawijaya/ [Far]

Prof Soekartawi Pembicara dalam Workshop di Timor Leste
21 Juli 2008
Prof Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FPUB) diundang sebagai narasumber dalam Planning Workshop di Dili, Timor Leste. Workshop berlangsung di Dare, Dili, selama 3 hari, 15-17 Juli 2008. Di sana ia membawakan materi dengan judul "LogFrame’s Application in Planning Development".
Soekartawi hadir dalam workshop itu bersama tenaga ahli dari berbagai negara, seperti Jerman, UK, Australia, Nepal, Filipina, dan lain-lain atas biaya GTz (Jerman).
Dibuka oleh Menteri Pertanian Timor Leste HE Mariano A Sabino, workshop diikuti oleh para pejabat teras Kementerian Pertanian dan Perikanan Timor Leste, dari pusat maupun daerah, berjumlah sekitar 60 peserta.
Tujuan workshop lebih banyak bersifat meningkatkan ketrampilan (capacity building) tentang bagaimana mengaplikasikan ilmu perencanaan dalam praktek. Demikian kabar yang dikirim Prof Soekartawi via e-mail dari Dili kepada PRASETYA Online.
Dalam pesannya, Menteri Pertanian HE Mariano A Sabino, yang juga Alumni FPUB, menyatakan terima kasihnya pada para expert yang menyempatkan diri berbagi pengalaman untuk pembangunan di Timor Leste. Menteri juga menambahkan bahwa negara yang relatif muda ini sangat memerlukan bantuan dari berbagai pihak untuk percepatan pembangunannya.
Sementara itu Soekartawi dalam makalahnya menekankan pentingnya teknik LogFrame dalam perencanaan, baik itu untuk menentukan skala prioritas, aktivitas kegiatan pembangunan, tujuan, goals (target), indikator, maupun untuk melakukan monitoringnya. Dengan LogFrame maka teori perencanaan pembangunan yang kompleks itu, akan lebih mudah dipraktekkan. Buku Soekartawi tentang ‘Perencanaan Pembangunan’ juga dipakai sebagai acuan dalam workshop tersebut.
Soekartawi menambahkan, dalam kesempatan itu, ia juga menjajagi kemungkinan pengiriman staf Kementerian Pertanian Timor Leste untuk belajar di Pascasarjana Universitas Brawijaya. [skw]
---
Gambar: Menteri Pertanian Timor Leste (HE Mariano A. Sabino, kiri) dan Prof. Soekartawi (kanan).

PIMNAS XXI: Universitas Brawijaya Malang Juara Umum
Senin, 21 Juli 2008 | 03:00 WIB
Semarang, KOMPAS - Universitas Brawijaya Malang berhasil menjadi juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau Pimnas XXI yang berlangsung pada 14-19 Juli di Universitas Islam Sultan Agung, Kota Semarang, Jawa Tengah. Unibraw berhak memboyong piala bergilir Adikarta Kertawidya dari Menteri Pendidikan Nasional.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal menyerahkan piala bergilir tersebut kepada Pembantu Rektor III Unibraw Ainurrasjid, Jumat (18/7) malam, dalam penutupan Pimnas XXI di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
Unibraw menjadi juara umum karena mendapat medali terbanyak, dengan meraih empat medali emas dan tiga medali perak dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Dengan kemenangan ini, Universitas Brawijaya berhasil menyisihkan 100 perguruan tinggi lain. Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi juara umum Pimnas XX harus puas di posisi kedua, diikuti Universitas Negeri Malang (UNM) di tempat ketiga.
Rektor Unissula Rofiq Anwar menyatakan bersyukur karena penyelenggaraan Pimnas XXI berjalan lancar. ”Kegiatan ini diharapkan bisa menanamkan semangat kemandirian mahasiswa. Namun, dukungan dari dunia usaha dan pemerintah tetap diperlukan untuk menindaklanjuti karya mahasiswa yang ditampilkan dalam acara ini,” katanya.
Tim juri yang terdiri atas 48 anggota harus mengevaluasi sebanyak 260 karya ilmiah dan poster serta 70 karya tulis ilmiah untuk menentukan para juara.
Pimnas merupakan ajang kreativitas mahasiswa tingkat nasional yang digelar setiap tahun. Kegiatan utama dalam Pimnas adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM), dan debat Bahasa Inggris.
Pimnas XXI diikuti tak kurang dari 3.000 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen. Mereka berasal dari 55 perguruan tinggi negeri dan 46 perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia. (ARA)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/21/01103784/universitas.brawijaya.malang.juara.umum

UB Juara PIMNAS XXI
19 Juli 2008
Universitas Brawijaya berhasil keluar sebagai Juara Umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional XXI yang diselenggarakan di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, 14-18 Juli 2008. Kepastian ini baru diperoleh Jumat malam (18/07), saat diumumkan oleh panitia.
Sebuah penantian yang sangat lama, 21 tahun. Sejak PIMNAS diselenggarakan tahun 1987, UB selalu berpartisipasi, tapi masih belum beruntung. Baru tahun ini UB berhasil.
Kontingen PIMNAS XXI UB dianugerahi Piala Bergilir Adikarta Kertawidya yang diterima langsung oleh Pembantu Rektor III, Ir HRB Ainurrasjid MS di aula lantai 3 gedung Fakultas Kedokteran Unissula.
Perolehan medali
Secara keseluruhan kontingen PIMNAS UB mendapatkan empat medali emas, tiga medali perak untuk seluruh kategori lomba utama. Medali emas untuk penyajian presentasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Kreativitas Mahasiswa Ilmiah (PKMI), dan Lomba Poster PKM-I.
Masing-masing medali emas diperoleh untuk presentasi terbaik PKM bidang Teknologi (PKMT) berjudul "Muhajji Finder Alat Pembantu Jamaah Haji yang Tersesat Via GPS (Global Positioning System)" oleh Dani Nurmanto, Akhmad Zainurri, Hendra MY, dan Siti Maimunah dari Fakultas Teknik dengan pembimbing Tibyani ST MT, serta Presentasi terbaik PKMK dengan judul "Pengembangan Usaha Sari Buah Tamarilo sebagai Minuman Kesehatan melalui Inovasi Kemasan yang Informatif" oleh Mimin Wanasari, Dian Resty, Naila Zulfa dari FTP dengan pembimbing Suprayogi STP. Dua medali emas lainnya disumbangkan oleh poster terbaik PKMP berjudul "Sirip Berbintik (Spot Fin) untuk Memaksimalkan Laju Perpindahan Panas" oleh M Nur Apriyanto dan Ipung dari FT dengan pembimbing M Agus Choiron ST MT. Satu lagi emas diperoleh poster terbaik PKM-M berjudul "Aplikasi Teknologi fermentasi dalam Pembuatan 'Kefirkraut' sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan dan Derajat di Desa Kesehatan Masayarakat Kota Batu" oleh Elvira, Kristian, dan Renny Indrawati dari FTP dengan pembimbing Dr Ir Elok Zubaidah MP.
Sementara itu medali perak untuk terbaik II presentasi PKM-K berjudul "Peluang Usaha Es Krim Jamur Aneka Rasa sebagai Jajanan Alternatif yang Bergizi dan Murah" oleh Astri Sumiati, Siti Hajar, Estrada Gandhi, Restu Rizkyta K dari Fakultas Pertanian dengan pembimbing Dr Anton Muhibuddin SP; terbaik II poster PKM-M berjudul "As-Salam: Asyiknya Sekolah Alam, Modal Solusi Pemberantasan Buta Aksara dan Pengembangan Minat Belajar Intensif di Desa Kedung Oleng Brebes" oleh Oki Wijaya, KT Yudhonegoro, Giusny Indrawati dari Fakultas Pertanian dengan pembimbing Dr Ir Syamsudin Djauhari MS; dan terbaik II presentasi PKM-P berjudul "Efek Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L) terhadap Ekspresi PPAR-a dan Struktur Sel Endotel Human Umbilical Endhotelial Cell 9 HUVECs) in vitro Kondisi Glukosa Tinggi" oleh Dhimas Arieska R, Emok Ratna K, Fauzan Alfin dari Fakultas Kedokteran dengan pembimbing Husnul Khotimah SSi MKes.
“Mana Sang Juara?... Kami!”
Pengumuman gelar juara dibacakan satu per satu kategori oleh Ketua Panitia Pelaksana PIMNAS XXI Unissula Ir. Didik Eko Budi Santoso, MT. Suasana ruangan benar-benar riuh oleh keramaian karena seluruh kontingen dari PTN maupun PTS tumplek blek dan tidak menyisakan satu kursi pun. Beberapa kontingen bahkan harus duduk lesehan karena tidak memperoleh tempat duduk.
Setiap kali diumumkan kontingen UB juara baik perak maupaun medali emas, salah seorang dari peserta UB mengkomando dengan meneriakkan, “Mana Sang Juara?”. Teriakan tersebut langsung dijawab baik oleh peserta maupun ofisial dari UB dengan meneriakkan “Kami”. Hal itu diucapkan dua kali. Setelah itu sang komando meneriakkan “Joint UB!”, dan seluruh kontingen UB meneriakkan, “Be The Best!”. Benar-benar bergemuruh suasana di dalam ruangan itu.
Ketika diumumkan bahwa gelar juara direngkuh oleh kontingen UB, beberapa peserta dari UB langsung saja melakukan sujud syukur, dan semua serentak menyanyikan lagu Padamu Negeri yang secara tak sadar diikuti oleh kontingen-kontingen lainnya.
UGM Juara Kedua, UM Juara Ketiga
Sementara itu juara kedua  dirtaih oleh delegasi dari UGM yang memperoleh satu emas dari presentasi PKMK, dan menyabet seluruh emas pada kategori PKMI. Selain itu UGM juga meraih satu perak dari PKMI, dan lima perunggu dari PKMT, PKMK, PKMI dan juga lomba poster. Universitas Negeri Malang (UM) meraih tiga medali emas yang dipersembahkan dari PKMT, PKMK, dan juga PKMM. Secara umum, prestasi ini sangat mengejutkan karena UM mampu menyingkirkan kontingen langganan juara yaitu Institut Pertanian Bogor.
Hasil-hasil lomba selain PKM
Selain PKM, beberapa kompetisi lain yang digelar. Lomba Debat Bahasa Inggris dimenangkan oleh Universitas Diponegoro, disusul Unissula Semarang dan UGM. Untuk Debat Bahasa Arab juara satu diraih Universitas Muhammadiyah Malang, juara dua IPB, dan juara tiga diraih bersama oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta dan UI. Sedang untuk stan pameran non produk PKM terinovatif dimenangkan oleh ITS, terkreatif Universitas Airlangga, terinteraktif IPB, dan favorit Unissula Semarang. Dalam sambutannya Dirjen Dikti Dr dr Fasli Jalal Phd mengatakan, tempat penyelenggaraan Pimnas XXII tahun 2009 masih akan ditentukan kemudian. Masuk dalam nominasi antara lain Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Syiah Kuala.
Sementara itu Jumat sore, sebelum upacara penutupan, Menteri Kehutanan MS Kaban mencanangkan penanaman sejuta pohon yang dilakukan serentak di 101 perguruan tinggi peserta Pimnas XXI se-Indonesia. [fjr]

Disertasi Adi Sutanto: Efisiensi Usaha Ternak Sapi Perah
18 Juli 2008
Keberadaan usaha ternak sapi perah secara nyata memberi peluang untuk berkembang. Beberapa kepentingan di antaranya pemenuhan permintaan susu dalam negeri, pemerataan dan peningkatan, kesempatan kerja dan peningkatan kualitas gizi, demikian pula kegiatannya sendiri berdampak adanya keterkaitan ke depan dan ke belakang dengan industri pendukungnya. Namun demikian, permasalahan usaha ternak sapi perah relatif kompleks, dimana selain produktivitas sapi perah yang dicapai relatif rendah, umumnya peternak memiliki skala usaha yang relatif kecil. Guna memperbaiki kesejahteraan peternak maka perlu adanya peningkatan pendapatan melalui peningkatan efisiensi penggunaan input produksi.
Demikian latar belakang penulisan disertasi Adi Sutanto yang berjudul ”Efisiensi Usaha Ternak Sapi Perah”. Ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jumat (18/7), dengan majelis penguji yang terdiri dari Prof Dr Ir M Iksan Semaoen MSc (promotor), Prof Dra SM Kiptiyah Semaoen MSc, dan Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS (ko promotor), Dr Ir Salyo Sutrisno MS, Dr Ir Bambang Ali Nugroho MS DAA dan Prof Dr Ir Wahyu Widodo MS.
Dalam disertasi itu dipaparkan, industri susu nasional menghadapi tantangan pemenuhan permintaan susu di masa sekarang dan yang akan datang, yaitu masih mengandalkan impor untuk memenuhi 68% kebutuhan susu nasional. Selama tiga dekade terakhir, laju permintaan susu meningkat sekitar 4,3% per tahun dan peningkatan suplai susu 5% per tahun. Jika 74% kebutuhan susu tersebut disuplai dari impor, menurut Adi Sutanto, tidak akan dapat meningkatkan nilai tambah industri dan kesejahteraan peternak.
Usaha Ternak Sapi Perah di Pujon
Penelitian disertasi Adi Sutanto ini diselenggarakan di Pujon, Kabupaten Malang. Laju pertumbuhan sapi perah di daerah ini mengalami peningkatan 3,38% per tahun, dan produksinya meningkat 5,37% per tahun. Bahkan, angka produksi susu untuk KUD SAE di Pujon mencapai 100 ton/hari. Tujuan penelitian disertasi Adi antara lain untuk menganalisis perusahaan ternak sapi perah oleh peternak anggota Koperasi SAE di Pujon, mengkaji peran lembaga dalam pengembangan ternak sapi perah, dan menganalisis pendapatan yang dicapai dalam usaha tani ternak sapi perah.
Dari penelitia Adi diketahui, jumlah peternak cenderung meningkat, tetapi populasi dan produksi susu cenderung menurun. Hal ini menunjukkan, koperasi kurang mempunyai kemampuan optimal khususnya dalam hal penyediaan sarana produksi meliputi penyediaan bibit, pakan konsentrat, maupun pengadaan hijauan serta unit layanan kesehatan. Selain itu diketahui pula, GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia) kurang berperan aktif meningkatkan posisi tawar, yang terkait dengan keseimbangan harga susu dan harga pakan. Dalam hal pendapatan petani peternak, Adi Sutanto menyimpulkan, pendapatan yang diperoleh tiap unit ternak rumah tangga peternak relatif rendah. Hal ini disebabkan produksi dan harga susu yang relatif rendah.
Setelah mempertahankan disertasinya, Adi Sutanto yang dosen Fakultas Peternakan Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan, setelah menempuh studi selama 5 tahun 6 bulan. [nok]

MoU UB dengan Kabupaten Bengkalis
18 Juli 2008
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito bersama Bupati Bengkalis Drs H Syamsurizal MM, Jumat (18/7), menandatangi naskah kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Kerjasama ini menyangkut dua hal, bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta dalam hal pelaksanaan seleksi program kemitraan daerah (SPKD).
Turut hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Drs Sya’ari MP beserta beberapa pejabat lain. Dari pihak UB hadir Pembantu Rektor bidang Akademik Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, serta beberapa pimpinan fakultas di lingkungan UB.
Pendidikan bagi Putera Daerah
Kepada PRASETYA Online, Bupati Bengkalis menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan kualitas pendidikan yang lebih baik bagi putera-puteri daerah yang memiliki pendapatan daerah terbesar kedua setelah Kutai Kartanegara ini. "Putera-puteri daerah kami mengalami kesulitan untuk mengakses perguruan tinggi di Jawa. Mereka selalu kalah dalam berkompetisi untuk memasuki perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Jawa”, ujarnya. “Padahal di sisi lain pertumbuhan Kabupetan Bengkalis membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sesuai kompetensi yang dibutuhkan”, tambahnya. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa banyak potensi belum tergali optimal dari Kabupaten Bengkalis yaitu pertambangan, perkebunan, dan perikanan. Secara khusus, ia menyatakan sangat membutuhkan lulusan Kedokteran, Teknik Pertambangan, dan pertanian khususnya untuk putera-puteri daerah Bengkalis.
Sumbersekar
Didampingi Dekan Fakultas Peternakan Prof Dr Ir Hartutik MP dan Koordinator Program Double Degree UB Prof Dr Ir Lilik Sulistyowati, rombongan Bupati Bengkalis juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung laboratorium peternakan milik Fakultas Peternakan UB di Desa Sumbersekar, Kabupaten Malang. Kunjungan lapang ini dimaksudkan guna memberikan referensi awal bagi para pejabat Kabupaten Bengkalis untuk menggali potensi peternakan yang ada di daerahnya. Untuk itu, Laboratorium Sumbersekar siap mendukung pelatihan dan pengadaan tenaga trampil dalam peternakan sapi, kambing, ayam, dan lain-lain. Saat ini, di Universitas Brawijaya terdapat pula beberapa pelajar asal Kabupatem Bengkalis, termasuk dua orang mahasiswi yang tengah menempuh double degree Bioteknologi Lingkungan di Jepang. Diproyeksikan, kedua mahasiswi ini diberi kesempatan untuk melanjutkan program doktoralnya dengan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. [nok]

Seminar RUU Administrasi Pemerintahan
18 Juli 2008
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), Senin (21/7), akan menggelar  “Seminar Rancangan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan” di lantai 4 Gedung FIA UB. Fakultas ini kembali berkiprah setelah sukses menggelar seminar “Kepemimpinan Nasional Pasca Pemilu 2009” beberapa waktu yang lalu.
FIA UB terus bertekad mencatatkan diri sebagai institusi pelopor pengembangan keilmuan administrasi dengan tidak mengabaikan berbagai dinamika perkembangan yang berada di ranah realitas. Dengan visi menjadi lembaga pendidikan ilmu administrasi yang bermutu dan diakui oleh masyarakat luas, baik di dalam maupun di luar negeri, kemauan dan kemampuan berinteraksi dengan dunia empirik menjadi sebuah konsekuensi logis yang sekaligus menjadi suatu pembuktian dari komitmen besar FIA untuk menunjukkan eksistensinya di kancah lokal, regional, nasional maupun internasional. Salah satu pembuktian yang dilakukan adalah dengan aktif menggelar kegiatan-kegiatan seminar yang melibatkan keikutsertaan yang luas dari kalangan akademisi dan praktisi.
Arti penting keberadaan Rancangan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan (RUU AP) itu sendiri adalah sebagai perangkat legal dari seluruh tindakan dan perbuatan dari setiap individu aparatur Negara dan kelembagaan Negara ataupun badan yang hidup, di mana semuanya harus bergerak dan digerakkan atas dasar hukum tidak terkecuali tindakan dan keputusan dari badan dan pejabat pemerintahan itu sendiri. Pada akhirnya kehadiran RUU AP dapat dipahami sebagai langkah dasar untuk melakukan reformasi administrasi negara (birokrasi) melalui kinerja instrumen hukum.
Pertanyaan kritis yang dapat diajukan: Apakah dan bagaimanakah agar keberadaan RUU AP tersebut ampuh atau dapat diandalkan untuk menyelesaikan beragam problematik administrasi pemerintahan? Pertanyaan inilah menjadi salah satu agenda besar yang akan dijawab melalui seminar yang merupakan kerjasama FIA UB dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, dan didukung oleh Deutsche Gesellschaft fuer Technische Zusammenarbeit (GTZ)-Support for Good Governance (SfGG), Jerman.
Diundang sebagai pembicara dalam seminar ini antara lain Dr Asmawi Rewansyah MSc (Deputi Bidang Tata Laksana Kementerian Negara PAN), Prof Dr Gayur Lumbuun (Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR RI), Prof Dr Safri Nugraha SH MH (Guru Besar FH UI), Santer Sitorus SH MH (Hakim Tinggi PTUN Medan), Prof Dr Philipus Hadjon SH (Guru Besar FH Unair Surabaya), Dr Ibnu Tricahyo SH MHum (Ketua PPOtoda FH UB Malang), Prof Dr Syamsiar Syamsuddin (Guru Besar FIA UB Malang) dan Drs Mas’ud Said PhD (Universitas Muhammadiyah Malang). Menteri Negara PAN Drs Taufik Effendy MBA dijadwalkan memberikan keynote speech dalam seminar ini. [nok]

UB Lolos Kompetisi Jembatan Indonesia
18 Juli 2008
Dua tim dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, dinyatakan lolos evaluasi tahap I untuk mengikuti Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) IV yang diselenggarakan 9-10 Agustus 2008 mendatang di Politeknik Negeri Jakarta, Kampus Baru UI, Depok.
Mereka adalah Tim Acemano dengan nama Jembatan Stalingrad untuk jembatan baja, dan Tim Punakawan dengan nama Jembatan Ameraso untuk jembatan kayu. Kedua tim ini, berturut-turut meraih nilai tertinggi pertama untuk konstruksi jembatan baja yaitu 83,83 dan nilai tertinggi kedua untuk konstruksi jembatan kayu dengan nilai 78,13 di bawah Universitas Teknologi Yogyakarta.
Kedua tim ini beranggotakan mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2004. Anggota untuk Tim Acemano adalah Ifone Damayanti, Novri Kusuma Thalhah, Fachreza Akbar, dan Musdalifa Aco dengan pembimbing Ir Sugeng Prayitno Budio MS, sementara untuk anggota Tim Punakawan adalah Agung Susono, Diana Christy M, Wendy Prafitrayanto, dan Yudha Fadlin Thuba dengan pembimbing Ir Wisnumurti MT.
Menurut Ketua Tim Jembatan FTUB Ir Sugeng Prayitno Budio MT, tahun ini merupakan keikutsertaan UB yang ketiga di ajang KJI. ”Tahun 2007 silam, UB sempat memperoleh Juara I tercepat merangkai/melaksanakan pekerjaan konstruksi, dengan waktu di bawah satu jam dari dua jam yang ditentukan panitia”, kata Sugeng. Kriteria lomba KJI IV kali ini, meliputi kekuatan, kecepatan konstruksi, keindahan dan keselamatan kerja. Pemenang akan mendapatkan trofi dari Menteri Pendidikan Nasional, sertifikat, dan uang tunai Rp 10 juta.
Berikut adalah daftar peserta yang dinyatakan lolos berdasarkan pengumuman nomor 12/K7.A/KJI/2008 tanggal 10 Juni 2008 yang ditandatangani oleh Ir Fauzri Fahimussin MScEng DEng selaku Ketua Panitia KJI-IV.
Untuk jembatan baja: Universitas Brawijaya (83,83), Politeknik Negeri Jakarta (80,59), Politeknik Negeri Malang (79,63), Politeknik Negeri Bandung (79,33), Universitas Indonesia (76,33), Universitas Muhammadiyah Malang (75,25), Universitas Kristen Maranatha Bandung (74,38), ITB (73,25), Universitas Muhammadiyah Jakarta (71,25), Universitas Tadulako (68,63), Politeknik Bengkalis (66,67), Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta (66,13) dengan finalis cadangan yaitu Universitas Bhayangkara (62,83), Universitas Teknologi Yogyakarta (62,57), dan Institut Teknologi Nasional Bandung (62,67).
Sedangkan untuk konstruksi kayu: Universitas Teknologi Yogyakarta (78,13), Universitas Brawijaya Malang (75,00), Institut Teknologi Bandung (74,13), Politeknik Negeri Jakarta (72,33), Universitas Muhammadiyah Malang (72,17), Universitas Kristen Maranatha Bandung (69,00) dengan finalis cadangan meliputi Politeknik Negeri Bandung (68,08), Universitas Kristen Jakarta (67,17) dan Politeknik Negeri Semarang (65,75). [nok]

PIMNAS XXI: Lima Poster UB Lolos Seleksi Tahap I
17 Juli 2008
Lomba poster yang digelar di dalam PIMNAS XXI saat ini telah memasuki babak seleksi tahap kedua. Dari seleksi tahap pertama, lima poster PKM dari Universitas Brawijaya dinyatakan lolos oleh dewan juri dan berhak mengikuti seleksi tahap kedua. Lima poster tersebut adalah poster dari PKMK sejumlah dua kelompok yaitu PKMK 1 berjudul Usaha Pemanfaatan Limbah Air Kelapa sebagai Minuman Isotonic (Cocotonic Drink) yang diketuai oleh Diak Kyu Matsusaka dan PKMK 2 berjudul Pengembangan Usaha Sari Buah Tamarilo sebagai Minuman Kesehatan melalui Inovasi Kemasan yang Inovatif yang diketuai oleh Mimin Wanasari. Dua poster dari bidang PKMM juga lolos seleksi tahap I, yaitu poster berjudul As-Salam: Asyiknya Sekolah Alam, Model Solusi Pemberantasan Buta Aksara dan Pengembangan Minat belajar Intensif di Desa Kedungoleng Brebes yang diketuai oleh Oki Wijaya dan poster berjudul Aplikasi Teknologi Fermentasi dalam Pembuatan ‘Kefirkraut” sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan dan Derajat di Desa Kesehatan Masyarakat Kota Batu yang diketuai oleh Elvira Indrawati. Sebuah poster dari PKMP juga lolos yaitu poster berjudul Sirip Berbintik (Spot Fin) untuk Memaksimalkan Laju Perpindahan Panas yang diketuai oleh M Nur Apriyanto.
Secara kuantitas, lima poster UB yang lolos ini terbanyak kedua setelah Institut Pertanian Bogor yang meloloskan posternya ke seleksi tahap II sebanyak delapan poster. Universitas Gadjah Mada berada di tempat ketiga dengan dua poster, disusul Univeristas Indonesia, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Negeri Malang, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) masing-masing meloloskan satu poster. Banyaknya poster yang lolos tentu saja memperbesar peluang untuk menjadi juara lomba poster yang akan diumumkan esok hari.
Seleksi Mendetail
Seleksi lomba poster tahap kedua sendiri telah dilaksanakan pagi ini Kamis (17/7) di aula Fakultas Hukum lantai 3. Seleksi dilaksanakan dengan menampilkan poster untuk dipresentasikan oleh peserta selama 5 menit. Evaluasi yang dilaksanakan oleh empat orang juri sangat mendetail baik dari sisi tampilan, pemilihan warna, besar kecilnya font, makna gambar, sampai cara pembuatan poster itu sendiri. Beberapa kali juri juga menanyakan sejauh mana poster tersebut mampu menarik pengunjung sekaligus pengunjung bisa paham akan isi poster dalam waktu singkat. Seluruh peserta lomba poster dari UB yang lolos tampil pada sesi pertama. Dengan demikian, seluruh rangkaian perlombaan baik PKM, PKMI, maupun lomba poster oleh kontingen UB telah selesai dilaksanakan pada hari ini. Hasilnya akan diketahui pada saat pengumuman oleh dewan juri dilaksanakan pada upacara penutupan besok. [fjr]

Rektor Melepas Peserta KKN Tematik
17 Juli 2008
Bertempat di lapangan Rektorat Universitas Brawijaya, pagi ini, Kamis (17/7) Rektor UB, Prof Dr Ir Yogi Sugito melepas rombongan mahasiswa yang berangkat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Sebanyak 125 mahasiswa dari empat fakultas yaitu Fapet, FPIK, FMIPA, dan FTP, diberangkatkan ke tempat tujuan KKN yaitu Kecamatan Bululawang. Sementara untuk Kecamatan Gondanglegi akan diberangkatkan esok hari.
Dalam sambutannya, Rektor menyatakan bahwa melalui KKN mahasiswa mendapatkan beberapa manfaat di antaranya dapat menerapkan Iptek yang diperolehnya ke masyarakat di samping berinteraksi langsung bersama masyarakat. “Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, bangsa dan negara melalui pembangunan. Dapat dilihat, beberapa negara industri berhasil mencapai kemajuannya karena dukungan yang besar dari perguruan tinggi”, kata Rektor.
Peran tersebut, kata Rektor, adalah melalui mahasiswa, hasil riset, serta alumninya. Mengenai KKN tematik yang mengangkat pengentasan buta aksara yang diselingi dengan wirausaha, Rektor menyatakan keprihatinannya bahwa di Indonesia masih banyak masyarakat yang buta aksara. “Bagaimana bisa membangun dan bersaing jika masih banyak masyarakat yang buta aksara, miskin dan menganggur”, ujar Rektor. “Disinilah salah satu letak Universitas Brawijaya sebagai entrepreneurial university dikukuhkan, yaitu membantu masyarakat masyarakat mentas dari kemiskinan dan menciptakan alumni yang siap menciptakan lapangan kerja”, tambah Rektor. [nok]

Dua Dosen UB Lolos Hibah Kompetensi Dikti
17 Juli 2008
Dua orang dosen Universitas Brawijaya berhasil mendapatkan dana Hibah Kompetensi yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Masing-masing adalah Prof Dr Ir Ika Rochdjatun Sastrahidayat, dan Prof Ir Nyoman Gede Wardhana MEng PhD. Demikian informasi dari Plh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UB, Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS di sela-sela acara pelepasan peserta Program KKN Tematik UB, Kamis (17/7). Hibah kompetensi diberikan kepada dosen-dosen yang lima tahun terakhir konsisten dalam bidangnya. Dana hibah kompetensi senilai Rp 100 juta per orang per tahun untuk tahun ini, akan ditingkatkan menjadi Rp 150 juta per orang per tahun pada tahun 2009. Realisasi program tersebut, dimulai bulan Juni tahun ini. Beberapa kriteria utama untuk lolos dalam hibah ini, antara lain komitmen dalam buku ajar, paten, dan jurnal internasional, serta produk teknologi tepat guna.
Kedua dosen UB itu termasuk dalam 50 peserta yang lolos seleksi, dari 100 nama dosen yang diajukan ke DP2M yang berasal dari PTN/PTS di seluruh Indonesia, seperti Undip, UGM, IPB, ITB, dan lain-lain.
Prof Dr Ir Ika Rochdjatun Sastrahidayat adalah guru besar pada Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian UB, untuk hibah kompetensi kali ini mengadakan penelitian berjudul “Rekayasa Teknologi untuk Peningkatan Produksi Kedelai dan Pengendalian Penyakit Rebah Semai dengan Pemupukan Campuran secara Hayati”. Sedangkan Prof Ir Nyoman Gede Wardhana MEng PhD, guru besar konversi energi pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UB, mengambil judul penelitian “Pengembangan Teknologi Pembakaran Minyak Nabati dan Teknologi Reformer untuk Mengubahnya menjadi Hidrogen”.
Masing-masing dosen yang mendapatkan dana penelitian hibah kompetensi akan dievaluasi kelayakannya setiap tahun oleh DP2M.
Pengembangan Iptek
Selain itu, LPPM UB juga berhasil meloloskan 3 orang dosen untuk mendapatkan proyek penelitian Pengembangan Iptek dari DP2M. Mereka itu Dr Ir Bambang Dwi Argo DEA, dan Ir Anang Lastriyanto MS dari Fakultas Teknologi Pertanian UB, serta Prof Dr Ir Bambang Guritno, dari Fakultas Pertanian UB. Total dana yang diterima masing-masing dosen ini adalah Rp 150 juta. Berdasarkan penilaian terhadap jumlah hibah kompetisi yang diraih dan jurnal yang diterbitkan, LPPM UB juga terpilih dalam desentralisasi pengelolaan hibah kompetisi bersama enam perguruan tinggi lain di Indonesia, yaitu ITB, IPB, Undip, Unair, Unhas dan UGM.
Dalam waktu dekat, 31 Juli hingga 2 Agustus mendatang, LPPM UB juga akan melakukan koordinasi untuk menyeleksi proposal Voucher dan Penerapan Iptek yang diselenggarakan oleh DP2M. [nok]

PIMNAS XXI: Presentasi UB Memuaskan
17 Juli 2008
Hari pertama PIMNAS XXI yang menampilkan para penyaji PKM/I telah dilewati oleh seluruh kontingen. Bagi kontingen UB, sebagian besar kelompok telah melaksanakan tugas presentasi. Hanya tinggal dua kelompok dari total 16 kelompok yang diturunkan oleh UB. Kedua kelompok tersebut adalah kelompok PKMP 3 yang akan dibawakan oleh Nur Kholis, Doni Budiman, dan Aries Miftakhul serta satu kelompok lagi yaitu PKMK 3 yang dibawakan oleh Fida Shihab, Slamet Budi Cahyono, dan Muetie Rizkaesa.
Secara keseluruhan penampilan hari pertama para peserta UB cukup memuaskan. Seperti yang dituturkan oleh ketua kontingen, Dr Ir Aminudin A MS, “Hari pertama, seluruh tim dari UB tampil tidak ada yang mengecewakan”. Ia merasa puas dengan kinerja dari seluruh tim UB meskipun belum diketahui hasilnya. Mahasiswa peserta PIMNAS yang telah tampil juga tampak gembira karena merasa telah selesai menunaikan tugas presentasinya, tinggal mengawal pelaksanaan monitoring lomba poster. “Rasanya plong seperti beban telah hilang”, ucap Hendra, peserta PKMI setelah menyajikan presentasinya. “Kami senang mendapatkan nomor undian satu, sehingga cepat selesai dan tinggal menunggu di stand lomba poster”, ucap Nur Apriyanto peserta PKMP 1.
UGM dan IPB Tetap Favorit
Dari pengamatan PRASETYA Online, peserta dari seluruh kontingen telah menyajikan presentasi dan tampil cukup baik. Namun begitu, masih saja terdapat kelompok yang menyajikan slide presentasi dengan teknik yang tidak baik. Misalnya saja masih ada tim yang menampilkan slide dengan halaman penuh teks dan minim animasi.
Beberapa peserta dari UB yang ditanya menganggap bahwa kontingen UGM dan IPB tetap menjadi lawan terberat pada PIMNAS XXI kali ini. Namun kontingen dari UB sendiri tidak bisa dianggap enteng. PRASETYA Online yang ikut menyaksikan penampilan dari UB melihat bahwa ada beberapa kelompok dari kontingen UB yang juga favorit. Seperti di ruangan PKMI, penampilan dari tim PKMI 2 yang dibawakan oleh Anne Permata, Anggoro GN, dan Heru Sukamto dipuji oleh juri karena dianggap menyajikan laporan yang paling sistematis dengan tata bahasa yang konsisten.
Ada yang menarik dari pelaksanaan PKM Kewirausahaan (PKMK). Hampir seluruh kelompok memperkenalkan alamat website dan blog untuk melakukan publikasi seputar produk mereka masing-masing. PKMK yang memang mengadu kreativitas kewirausahaan seluruh kelompok salah satunya dinilai dari bagaimana tiap kelompok membangun image produk dan memperkenalkan produk kepada masyarakat sebagai konsumen produk tersebut.
Ruangan Presentasi Representatif
Pelaksanaan presentasi sendiri secara keseluruhan berjalan cukup lancar. Memang ada sistem undian dengan cara yang relatif baru yaitu untuk penampilan pertama, nomor undian akan diambil oleh dewan juri. Salah satu peserta dari kelompok yang maju akan mengambil nomor undian yang menentukan siapa kelompok penyaji berikutnya. Sistem undian seperti ini tidak memungkinkan bagi mereka yang belum tampil untuk keluar ruangan.
Ruang yang digunakan untuk presentasi sendiri cukup representatif. Rata-rata ruangan yang digunakan adalah ruang kuliah yang dialihfungsikan menjadi ruang presentasi. Di dalam ruangan telah disediakan sebuah komputer untuk menyimpan file presentasi, sebuah layar monitor, LCD dan mikrofon. Peserta yang akan menyajikan presentasi memang tidak diijinkan membawa komputer sendiri. Hanya mereka yang betul-betul tampil dengan format khusus dan panitia tidak memiliki software yang akan dipakai saja yang diperbolehkan membawa komputer sendiri.
Seluruh PKM Tampil di Lomba Poster
Seluruh tim PKM yang total berjumlah 12 kelompok memperlombakan poster-posternya dalam lomba dan gelar poster kemarin (16/7). Semua poster tersebut akan diperlombakan bersama ratusan poster milik kontingen lainnya. Lomba dan Gelar poster sendiri dilaksanakan di lantai 3 gedung Pumanisa Unissula.
Sistem penjurian lomba dan gelar poster sendiri dilaksanakan secara parallel, artinya terdapat juri yang melakukan pemeriksaan terhadap poster-poster yang diperlombakan dan terdapat juga juri yang meminta anggota kelompok yang memperlombakan poster untuk mempresentasikan poster yang mereka buat. Sistem penjurian ini sebenarnya cukup merepotkan bagi peserta sebab di lain tempat mereka juga harus menunggu giliran menyajikan presentasi PKM/I masing-masing. Bisa ditebak, banyak anggota kelompok peserta PKM/I yang terpecah-pecah dari kelompoknya dan hilir mudik antara lokasi presentasi dan lokasi lomba poster untuk menunggu kedua perlombaan.
Lomba poster dilakukan dalam dua tahap penjurian. Kemarin terhitung sebagai babak penyisihan yang akan memilih 5 terbaik dari masing-masing kelas lomba dan akan diumumkan hari ini (17/7). Sejumlah 5 terbaik dari masing-masing kelas masih akan dinilai lagi oleh juri untuk menentukan 3 teratas yang berhak meraih medali nantinya.
UB Masuk Bursa Calon Tuan Rumah PIMNAS XXII
Sudah menjadi sebuah adapt ketika pelaksanaan PIMNAS juga akan menggelar acara pemilihan tuan rumah PIMNAS berikutnya. Begitu juga untuk PIMNAS XXI Unissula kali ini juga akan menentukan tuan rumah PIMNAS XXII tahun depan. Dalam acara Sarasehan Kemahasiswaan yang diikuti oleh seluruh perwakilan pembantu rektor III, pembantu direktur III, serta perwakilan setiap PTN/S di aula Fakultas Teknologi Pertanian lantai III, ditetapkan calon tuan rumah PIMNAS XXII. Salah satu calon tuan rumah tersebut adalah Universitas Brawijaya selain Universitas Hasanudin dan Universitas Syah Kuala Banda Aceh. Calon tetap belum dipastikan untuk waktu yang belum ditentukan.
Masuknya UB dalam bursa pencalonan tuan rumah disambut suka cita oleh segenap anggota kontingen, meskipun belum dipastikan. Mahasiswa peserta PIMNAS XXI UB juga tampak sumringah ketika diberitahu pengumuman tersebut oleh Dr Ir Aminudin A MS. Terakhir kali UB menjadi tuan rumah PIMNAS adalah ketika diselenggarakan PIMNAS V pada tahun 1992. Peraturan dari Dirjen Dikti memang memungkinkan perguruan tinggi negeri menjadi tuan rumah PIMNAS XXII tahun depan setelah tahun ini Unissula sebagai perguruan tinggi swasta menjadi tuan rumah.
Sulit Cari Informasi
Panitia memang telah menyediakan media center yang sekaligus menjadi satu dengan ruangan sekretariat panitia pusat PIMNAS XXI, namun untuk mengakses informasi masih ditemui kesulitan. Ruang sekretariat dan media center yang berada di gedung A Fakultas Kedokteran Unissula memang sebuah gedung baru, bahkan belum diresmikan. Oleh sebab itu beberapa fasilitas seperti area hotspot belum ada. Di beberapa ruang fakultas memang telah terdapat area hot spot hanya saja setiap kali pindah ruang, setiap peliput berita yang akan melakukan aktivitas networking harus merubah setting LAN area.
Di gedung sekretariat sendiri memang sudah terdapat 12 komputer di lantai dua, hanya saja komputer-komputer tersebut tidak disediakan untuk tim dari luar panitia pusat. PRASETYA Online yang akan meminta informasi seputar kegiatan yang telah berlangsung pun cukup merasa kesulitan karena panitia yang stand by di gedung sekretariat tidak semuanya mengetahui hasil-hasil perlombaan atau even yang telah dilaksanakan. Mungkin belum ada sistem pelaporan dari panitia untuk tiap-tiap even yang telah berlangsung untuk didistribusikan ke media center.
Agenda Hari Ini:
Presentasi PKM/I, Lomba Poster dan Gelar Produk UKM, Gelar Poster dan Gelar Produk Non PKM, Penjurian Poster, Pengumuman Peserta Poster PKM, Presentasi Poster PKM, Rapat Dewan Juri PKM, Gelar Iptek dan Edu Expo, Bazaar. [fjr]

Staf Biologi FMIPA UB Ujian Terbuka PhD di Hiroshima
17 Juli 2008
Seorang staf pengajar Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB), Kamis (10/7) menjalani ujian ujian terbuka di Graduate School for Development and Cooperation IDEC Hiroshima University. Staf itu,
Luchman Hakim SSi MAgr, mempertahankan disertasinya di hadapan komisi pembimbing dan penguji yang terdiri dari Prof Dr Nobukazu Nakagoshi (pemimpin sidang sekaligus pembimbing utama), Prof Dr Kazuhiko Tanaka, Prof Dr Hideo Ikeda, Prof Dr Takehiro Hayashi, dan Assoc Prof Caroline Elizabeth E Funck.
Disertasi Luchman Hakim berjudul “Planning and Design for Tourism and Nature Conservation in Java and Bali” mengupas kontribusi pariwisata dalam mendukung pembangunan wilayah, pertumbuhan ekonomi dan konservasi sumber daya alam secara lestari. Masalah krusial yang dibahas dalam disertasi ini juga meliputi strategi dan manajemen sumber daya hayati dalam menciptakan Obyek dan Daerah Tujuan Wisata (ODTW) yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Peran keanekaragaman hayati (biodiversity) sangat penting, dan dengan demikian sumber daya tersebut harus dimanfaatkan secara lestari. Untuk itu, memahami komponen-komponen penyusun ODTW dan menjaga integritas hubungan antarkomponen adalah sangat penting. Selanjutnya, dengan aplikasi Global Positioning System (GPS) dan Geographic Information System (GIS), sangat potensial untuk digunakan dalam melakukan  perencanaan dan desain ODTW secara maksimal, menjamin tingkat kepuasan pengunjung, meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan mampu memberikan keuntungan-keutungan lainnya. Selain itu,  peran dari indigenous knowldegde dalam pemanfaatan sumberdaya sangat penting untuk dipromosikan dalam perencanaan pariwisata, utamanya dalam menjamin dan memelihara autentisitas dan pencitraan image ODTW. Ke depan, mengintegrasikan indigenous knowledge dan spasial teknolgi seperti GIS adalah sangat strategis dilakukan.
Dr Luchman Hakim SSi MAgr (37 tahun), pria kelahiran Malang 8 Agustus 1971, adalah staf pengajar Jurusan biologi FMIPA UB. Sarjana sains (SSi) lulusan Jurusan Biologi FMIPA UB (1997) yang meraih master (MAgr) dalam bidang pengelolaan sumberdaya dari Graduate School for IDEC Hiroshima University (2002) ini, menempuh program doktor di Departemen Ilmu Pembangunan (Development Science) Graduate School for International Development and Cooperation, Hiroshima University sejak tahun 2005. Memulai karir sebagai dosen di Jurusan Biologi FMIPA tahun 1998, dengan jabatan akademik terakhir asisten ahli golongan III/b.
Tentang Hiroshima University
Hiroshima University adalah salah satu universitas ternama di Jepang yang telah berkontribusi dalam melahirkan doktor-doktor yang saat ini bekerja di FMIPA UB. Alumni dari Hiroshima antara lain adalah Dr Rodiyati Azrianingsih, Dr Amin Setyo Leksono, Brian Rahardi MSc, dan Dr Didik Rahadi. Saat ini tercatat beberapa staf UB yang sedang menempuh pendidikan baik master maupun doktor. Antara lain, Ismatul Hasanah, Karuniawan Puji W, dan Nia Kurniawan. Bulan Oktober mendatang, Drs Setijono Samino MS juga akan datang ke Hiroshima University untuk memulai program doktor di Faculty Of Science. [lhk]

Pemilihan Dekan FMIPA: Marjono 95, Hermin 24, Henny Pramudyo 10
17 Juli 2008
Proses pemilihan dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB), kemarin (16/7) telah sampai pada tahap pemungutan suara di tingkat dosen, perwakilan karyawan, dan perwakilan mahasiswa.
Dihadiri 134 orang pemilih yang berhak suara, proses pemungutan suara di Graha Sainta FMIPA UB berlangsung aman, lancar, dan tertib.
Pada siang harinya, dilakukan penghitungan suara yang masuk. Hasilnya, terpilih 3 orang calon dekan yaitu: Dr Marjono MPhil dari Jurusan Matematika memperoleh 95 suara, Dr Hermin Sulistyarti dari Jurusan Kimia 24 suara, dan Dr Ir Henny Pramudyo dari Jurusan Statistika 10 suara. Terdapat 5 suara tidak sah.
Tahapan setelah ini adalah Rapat Senat FMIPA, yang akan diadakan Senin (21/7) dengan acara pemberian pertimbangan terhadap ketiga calon dekan FMIPA UB periode 2008-2012 itu.
Proses pemilihan dekan FMIPA UB sudah dimulai sejak awal bulan ini, dengan penyerahan surat pernyataan kesediaan calon dekan (batas akhir 7 Juli 2008 pukul 12.00 WIB); pengumuman daftar nama calon dekan yang telah membuat pernyataan kesediaan kepada seluruh dosen, perwakilan pegawai administrasi, dan perwakilan mahasiswa (9 Juli 2008), serta Rapat Fakultas untuk mendengarkan rencana, visi dan program kerja calon dekan sekaligus pemungutan suara yang berlangsung Rabu 16 Juli 2008 kemarin. [aw]

Prof Yamandu: Manfaatkan ICT dalam Dunia Pendidikan
16 Juli 2008
Guru memiliki keterbatasan dalam mengajar siswa, walaupun masih banyak hal-hal positif juga yang dapat diperoleh darinya. Di Amerika Serikat, istilah “guru” sering diidentikkan sebagai orang yang memiliki kecakapan di bidangnya, misal kecakapan spiritual, kecanggihan teknologi dan lain-lain. Beberapa keterbatasan itu, di antaranya interaksi yang terbatas karena umumnya kelas diisi banyak siswa.
Demikian disampaikan Prof Mtro Yamandu Ploskonka DSLL dari Austin, Texas (AS), dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Ilmu Komputer FMIPA, Rabu (16/7). Diskusi di laboratorium Pusat Komputer Universitas Brawijaya ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta komunitas Linux Malang.
Lebih lanjut Prof Yamandu menyatakan, pendidikan yang baik berhubungan dengan penumbuhan karakter yang mengajarkan nilai-nilai positif bagi siswa. ”Tetapi yang terjadi selama ini, proses belajar mengajar (PBM) tersebut berlangsung satu arah saja, dari guru kepada murid sehingga yang tercipta adalah ketaatan”, ujarnya. ”PBM dianggap berhasil jika para siswa taat kepada gurunya, padahal disisi lain siswa dituntut untuk memiliki kreativitas dan sikap kritis yang hanya bisa tumbuh melalui pembebasan”, tambahnya. Terkait pembebasan penuh terhadap siswa, Prof. Yamandu menyatakan bahwa banyak juga pihak yang tidak setuju karena keberadaan guru yang mengajarkan nilai-nilai terhadap siswanya masih dirasa penting guna membentuk pribadi yang bertanggungjawab, yang mampu membetulkan hal yang salah melalui pegangan nilai yang dimilikinya.
Peran ICT
Dalam PBM, selain mengajarkan nilai, guru juga mengajarkan data dan informasi. Di sinilah, menurut Prof Yamandu, peran teknologi khususnya information and communication technology (ICT) dibutuhkan. Selama ini PBM terkendala karena jumlah siswa yang mengikuti kelas mencapai puluhan. “Saya pernah mengajar suatu kelas di Amerika dengan 41 siswa dalam kelas”, ujarnya. Hal ini menjadikan PBM tidak optimal, karena data dan informasi yang tersampaikan kepada siswa tidak maksimal. Dalam hal ini, beberapa kasus patut diperhatikan. adalah adanya beberapa siswa yang lambat. “Siswa yang lambat bukan berarti ia bodoh, bisa saja ia cerdas tetapi hanya sedikit lambat dalam menerima pengarahan”, ujarnya. “Di sinilah komputer memahami anak-anak yang lambat dalam belajar, karena gaya belajar hanyalah permasalahan teknis”, tambahnya. Dengan menambahkan infrastruktur berupa personal computer (PC)/komputer, menurut Prof Yamandu, siswa akan mampu mengaktifkan semua indera dan sensitifitasnya melalui melihat, mendengar, dan membaca.
OLPC
Dalam presentasinya, secara khusus Prof Yamandu memperkenalkan One Laptop Per Child (OLPC) project. OLPC ini, dijelaskannya, dikenalkan pertama kali oleh Prof. Nicholas Negroponte di Kota Boston, Amerika Serikat. Melalui program OLPC ini, anak-anak berkesempatan untuk mengakses data dan informasi secara langsung dan mandiri. Melalui yayasannya, yaitu Yayasan OLPC, Prof. Negroponte hanya memberikan harga 220 US dollar setiap pembelian lebih dari 10000 laptop. Harga ini, dijelaskannya lebih murah dibandingkan 1 keping CD original Microsoft yang mencapai 500-800 US Dollar. Di seluruh dunia, dipaparkan Prof Yamandu, OLPC telah dimanfaatkan di Amerika Selatan terutama Uruguay yang telah memesan 300.000 laptop dan Peru yang telah memesan 100.000 laptop. “Di Uruguay, OLPC dimanfaatkan oleh anak sekolah dasar mulai kelas I-VI”, kata dia. Beberapa keunggulan OLPC, di antaranya tahan banting dan air karena dilapisi karet, menggunakan prosesor 433 Mhz AMD Geode, dynamic RAM 256 MB, 1 GB SLC NAND flashmemory on board dengan operating system “skinny” Fedora dari Linux.
Software Bajakan
Dengan memanfaatkan free open source software (FOSS) dalam hal ini Linux, menurut Prof Yamandu diharapkan dapat mengurangi angka pembajakan, khususnya di Indonesia. “Banyak alasan baik untuk menjustifikasi pembajakan, tetapi hanya satu dasar alasannya yaitu malas mempelajari sesuatu yang lain”, ujarnya mengamati fenomena maraknya pemanfaatan software bajakan. Masyarakat Amerika sendiri, dijelaskan Prof Yamandu merasa telah banyak memberikan keuntungan kepada Bill Gates, pemilik Microsoft, karena ketergantungannya kepada salah satu lisensi OS terkemukanya, Windows. “Mereka enggan memakai software bajakan hanya karena gengsi disebut pencuri”, ujarnya. “Jika di Indonesia banyak yang menggunakan software bajakan, mungkin karena belum diajarkan atau familiar dengan software alternatif yang murah, ataupun memang tidak dikondisikan untuk menggunakan software legal”, tambahnya. Informasi mengenai OLPC dapat diperoleh di http://wiki.laptop.org.
Dalam diskusi itu Prof Yamandu didampingi istrinya, Debbie Ploskonka, yang juga pemateri Seminar Teknologi Informasi untuk MS Office, Graphic Design, dan Web Design. Seminar ini diselenggarakan secara berturut-turut pada tanggal 15, 22 dan 29 Juli 2008 di gedung Pusat Komputer Universitas Brawijaya lantai III. Bagi yang berminat, kontribusi pendaftaran sebesar Rp 50 ribu. Selain itu, diselenggarakan juga acara The Mix, sebuah party yang bertempat di Und Corner, Jalan Ijen 84, Kamis (17/7) untuk tim dari Austin dan Kamis (24/7) untuk tim dari Boston. [nok]

PIMNAS XXI: Kontingen UB Siap Bertanding
16 Juli 2008
Hari ini Kontingen PIMNAS XXI Universitas Brawijaya mulai bertanding, dan akan berlangsung hingga besok. Sejak Selasa malam (15/7) setelah mengikuti technical meeting, seluruh peserta langsung kembali ke penginapan di LPMP, meskipun sebenarnya ada acarawelcome party dalam rangka menyambut kontingen dari seluruh perguruan tinggi yang dilaksanakan di Gedung Gradhika Propinsi Jateng. Akan tetapi karena peserta butuh persiapan lebih intensif, semua peserta dari UB tidak mengikuti acara tersebut dan lebih memilih untuk belajar di penginapan dan menyempurnakan slide presentasi bagi yang belum selesai. Beberapa dosen pembimbing yang sebenarnya menginap di Motel Novotel sejenak juga mendampingi peserta untuk melakukan persiapan presentasi di LPMP.
Pagi ini, acara Kontingen UB diawali dengan doa bersama agar mendapatkan kemudahan dalam melakukan presentasi dan mendapatkan hasil terbaik. Ketua tim peserta, Slamet Budi Cahyono, yang juga peserta PKM K dari Fakultas Perikanan memimpin doa bersama dan mengatakan kepada rekan-rekannya untuk terus berjuang dan tidak menyerah sebelum bertanding. “Menang atau kalah tidak ada urusan. Paling penting adalah kita memberikan yang terbaik dari yang kita bisa untuk Brawijaya”, ujarnya.
Tidak seluruh anggota Kontingen UB hadir dalam upacara pembukaan PIMNAS XXI yang berlangsung pagi ini. Hanya beberapa perwakilan kontingen dan panitia yang hadir dalam acara tersebut. Peserta dari UB lebih memilih langsung menuju ke ruang-ruang perlombaan dan segera mempersiapkan diri, meskipun sebagian besar bahan presentasi peserta sudah diserahkan kepada panitia malam sebelumnya. Dengan persiapan seperti itu, dapat dikatakan peserta dari UB baik yang berlomba dalam ajang PKM maupun PKMI telah siap bertanding.
Dibuka Mendiknas
Ribuan orang yang berasal dari seluruh kontingen perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia menghadiri upacara pembukaan PIMNAS XXI yang diselenggarakan di halaman depan gedung Fakultas Teknologi Industri Unissula.
Beberapa pejabat penting hadir dalam upacara pembukaan, yakni Menteri Pendidikan Nasional, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi; Sekretaris Daerah Jawa Tengah yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, Rektor Unissula, rektor-rektor PTN, dan koordinator-koordinator Kopertis, dan lain-lain. Presiden yang sedianya membuka acara, tidak bisa hadir karena ada agenda kenegaraan yang tak dapat ditinggalkan.
Ketua Panitia Pelaksana, Ir H Didik Eko Budi Santoso MT melaporkan, dalam PIMNAS XXI Unissula kali ini terdapat 1129 peserta, terdiri dari 1033 peserta utama, dan sisanya peserta pendukung. Terdapat sejumlah 780 peserta yang terbagi dalam empat kategori PKM dan PKMI. Masing-masing adalah 61 kelompok PKMM, 65 kelompok PKMK, 70 kelompok PKMI, 61 kelompok PKMP, dan 62 kelompok PKMT. Semua peserta berasal dari 55 PTN dan 44 PTS. Peserta KKTM berjumlah 140 peserta. Ada beberapa acara tambahan, seperti debat Bahasa Inggris yang diikuti 38 orang peserta dan debat Bahasa Arab oleh 12 orang peserta.
Do The Best, Give The Best
Sementara itu Rektor Unissula, Dr dr H Muhammad Rofiq Anwar SpPA dalam sambutannya menekankan perlunya sebuah upaya character building dalam setiap kegiatan pengembangan sumber daya manusia Indonesia, tidak terkecuali acara PIMNAS XXI kali ini. “Perlunya adalah agar bangsa Indonesia tidak semakin terjebak pada budaya yang hedonistik dan permisif”, ujarnya. Ia juga berpesan kepada seluruh peserta PIMNAS XXI untuk selalu do the best, give the best dalam setiap kompetisi. Ini sesuai dengan tema PIMNAS XXI: "Gapai Prestasi untuk Peningkatan Daya Saing Bangsa".
Dalam kesempatan itu pula, Rektor Muhammad Rofiq Anwar meluncurkan Jurnal Tunas Cendekia, sebuah jurnal ilmiah hasil karya mahasiswa Unissula, yang juga dapat diakses secara online di jurnaltunascendikia.blogspot.com.
Sedangkan Mendiknas Prof Dr Bambang Sudibyo MBA menekankan, PIMNAS XXI harus benar-benar menjadi agenda pertemuan ilmiah mahasiswa tingkat nasional bagi seluruh kontingen dari seluruh penjuru tanah air. Menteri juga berharap dari acara ini akan tetap terpelihara sebuah sikap kreativitas seluruh anak bangsa. “Bahan-bahan kreativitas adalah know how, seni, ruang dispersi dan kebebasan, serta suasana hati yang akan melahirkan inspired creativity”, ujarnya. Mengingat tingkat ekonomi bangsa saat ini juga berparameter pada usaha-usaha kreatif, maka PIMNAS diharapkan juga menjadi ajang munculnya sebuah usaha-usaha yang akan membawa kemajuan bidang ekonomi pula.
Ebiet Ramaikan Pembukaan
Pembukaan PIMNAS XXI dimeriahkan pula oleh penyanyi legendaris tahun 1980-an Abid Ghoffar Aboe Dja'far atau yang lebih dikenal dengan nama Ebiet G Ade. Kehadiran penyanyi yang selalu melantunkan lagu ciptaannya sendiri ini kontan saja disambut antusias oleh seluruh hadirin. Dengan iringan gitar akustik yang dipetiknya sendiri, Ebiet membawakan lagu-lagu yang sangat populer, di antaranya Berita Kepada Kawan dan Bismillah. Menutup penampilannya, ia berharap PIMNAS XXI kali ini akan memunculkan kader-kader bangsa yang akan membawa Indonesia semakin bermartabat. [fjr]

Pembekalan KKN Tematik
15 Juli 2008
Selama dua hari, Senin (14/7) dan Selasa (15/7), Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya (LPM UB) mengadakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Gerakan Nasional Percepatan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PBA) merupakan tema program KKN UB kali ini.
Kegiatan pembekalan berlangsung di ruang pertemuan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB. Beberapa narasumber diundang untuk menyampaikan materi pembekalan. Di antaranya, Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah, Olahraga dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malang yang menyampaikan Program Keaksaraan Fungsional, Camat Bululawang dan Camat Gondanglegi yang menyampaikan profil wilayah kerja masing-masing, PLS-UPTD Kecamatan Bululawang dan Gondanglegi dengan materi Kegiatan Belajar Mengajar dan Evaluasi Belajar Warga.
Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan berupa Metodologi Rapid Rural Appraisal (RRA) dan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang disampaikan oleh Dr Ir Bambang Ali Nugroho MS DAA, Metode Contextual Learning (CTL) oleh Miftakuljanah SPd MPd. Di samping itu mereka juga dibekali dengan materi Kewirausahaan oleh tim dari UB, yakni Menumbuhkan Jiwa Wirausaha dan Budaya Administrasi (Dr Ir Lilik Setyobudi MS), Efisiensi Produksi (Dr Ir Lilik Setyobudi MS), Perilaku Konsumen (Prof Dr Ir Achmanu Zakaria), Pemasaran dan Membangun Jaringan Kerja Lokal (Drs M Fatchi MS), serta materi Monitoring dan Evaluasi KKN Tematik oleh Drg Setyohadi MS.
Pada hari kedua, peserta mendapatkan pembekalan materi Gizi dan Kesehatan Masyarakat dari Marisa Qory W, serta Ketrampilan Kewirausahaan yang terdiri dari 5 materi yakni: Budidaya Jamur oleh Giusti Surya A, Budidaya Rosela oleh Leyla Andriani, Minuman Kesehatan oleh Irawan Setya W, Pengolahan Hasil Perikanan (Bakso Ikan, Abon Ikan, Otak-otak, Mi) oleh Slamet Budi Cahyono, dan Pembuatan Es Krim oleh Siti Hajar. Di akhir acara pembekalan, disampaikan Pengalaman KKN Tematik tahun 2007 oleh Erliana Novitasari STP.
Memadukan tridharma
Menurut Ketua LPM UB Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS, KKN adalah kegiatan intrakurikuler yang memadukan kegiatan tridharma perguruan tinggi. KKN dilakukan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada para mahasiswa, dan mengembangkan aspek kepekaan yang berorientasi kemasyarakatan dalam hal pengabdian keilmuannya, pengajaran, dan interaksi sosial yang dilaksanakan di luar kampus dalam waktu, mekanisme kerja dan persyaratan tertentu.
Tema program KKN sekarang ini adalah "Program Pemberantasan Buta Aksara Tingkat Dasar dan Tingkat Lanjutan Berbasis Peningkatan Produktivitas Kewirausahaan Warga Belajar".
Tujuannya, mendorong peran serta perguruan tinggi dalam rangka pelaksanaan Gerakan Nasional Percepatan Pemberantasan Buta Aksara (GNP-PBA) Latin. Di samping itu juga memberdayakan masyarakat agar mandiri melalui program kewirausahaan bercirikan potensi lokal.
Program KKN Tematik UB tahun ini diketuai oleh Ir Agus Tumulyadi MS, dan diikuti oleh 125 orang mahasiswa dari 4 fakultas: Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas MIPA, dan Fakultas Teknologi Pertanian, yang akan ditempatkan di dua kecamatan di Kabupaten Malang, yaitu Kecamatan Bululawang dan Kecamatan Gondanglegi. Sasaran program KKN kali ini adalah 1400 orang warga di kedua kecamatan itu, terdiri atas 1000 orang warga belajar tingkat dasar, dan 400 warga tingkat lanjutan. Sedangkan waktu yang digunakan di lapang adalah selama sebulan, mulai 17 Juli hingga 20 Agustus 2008. [Far]

Pengumuman Pelelangan Tahap II Tahun 2008
15 Juli 2008
Universitas Brawijaya akan mengadakan pelelangan umum dengan pascakualifikasi, yang dibiayai dari dana DIPA tahun anggaran 2008. Melalui pengumuman pelelangan nomor 121-6/J10.11/PS/2008, tanggal 17 Juni 2008, diundang perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan jasa pengadaan, yang tergolong pengusaha kecil dan non-kecil serta masih aktif menjalankan kegiatannya untuk mendaftarkan dan mengambil dokumen lelang di tempat pendaftaran, di lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Brawijaya.
Syarat
Syarat-syarat pendaftaran peserta lelang adalah menyerahkan fotokopi SIUJK dan SBU yang masih berlaku, serta menunjukkan aslinya untuk jasa konstruksi pada paket 1 sampai dengan 4, dan 11, menyerahkan fotokopi SIUP yang masih berlaku untuk paket 5 dan 6 serta menunjukkan aslinya, pendaftar harus pimpinan perusahaan/badan usaha, jika diwakilkan harus membawa surat kuasa di atas kertas kop perusahaan bermaterai Rp 6000, serta masuk dalam akte pendirian perusahaan dan bersedia menandatangani pakta integritas.
Paket
Berikut adalah 10 paket pekerjaan serta pagu dan sumber anggarannya. Pertama, jenis pekerjaan pembangunan Gedung Dekanat Fakultas Teknik Tahap I dengan pagu anggaran Rp 5,5 miliar dari PNBP untuk SBU/SIUP minimal gred 6; Kedua, jenis pekerjaan pembangunan Gedung Pusat Kegiatan Fakultas Hukum dengan pagu anggaran Rp 6,8 miliar dari PNBP untuk SBU/SIUP minimal gred 6; Ketiga, jenis pekerjaan pengembangan Guest House Universitas Brawijaya dengan pagu anggaran Rp 3,75 miliar dari PNBP untuk SBU/SIUP minimal gred 5; Keempat, jenis pekerjaan perluasan jalan protokol Universitas Brawijaya dengan pagu anggaran Rp 1,75 miliar dari PNBP untuk SBU/SIUP minimal gred 5; Kelima, jenis pekerjaan pengadaan mebeler dengan pagu anggaran Rp 500 juta dari APBN untuk SBU/SIUP Kecil; Keenam, jenis pekerjaan pengadaan peralatan penunjang dengan pagu anggaran Rp 400 juta dari APBN dengan SBU/SIUP Kecil; Ketujuh, jenis pekerjaan pengadaan peralatan laboratorium program hibah dengan pagu anggaran Rp. 850 juta dari APBN untuk SBU/SIUP Kecil; Kedelapan, jenis pekerjaan pengadaan peralatan elektronik program hibah dengan pagu anggaran Rp 1,4 miliar dari APBN untuk SBU/SIUP Kecil; Kesembilan, jenis pekerjaan pengadaan mebeler program hibah dengan pagu anggaran Rp 139 juta dari APBN untuk SBU/SIUP Kecil; Kesepuluh, jenis pekerjaan pengadaan buku pustaka program hibah dengan pagu anggaran Rp 516 juta dari APBN untuk SBU/SIUP Kecil.
Penetapan pemenang akan dilakukan tanggal 16 Juli yang disusul pengumuman pemenang pada 17 Juli. Masa sanggah akan berlangsung tanggal 18-24 Juli pada jam kerja. Sedangkan untuk SPPJ, kontrak dan SPMK, berturut-turut adalah tanggal 25, 29 dan 31 Juli mendatang. [nok]

PIMNAS XXI: Kontingen UB Tiba di Unissula
15 Juli 2008
Kontingen Universitas Brawijaya dalam dua bus dan dua mobil, pagi hari Selasa (15/07) pukul 05.15 WIB, dengan selamat memasuki Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang tempat berlangsungnya Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNAS) XXI.
Setelah menempuh perjalanan jauh dari Malang sejak Senin (14/7) pukul 20.30 WIB, di tempat tujuan rombongan segera melaksanakan shalat Shubuh berjamaah di masjid kampus yang bernama Masjid Sultan Agung.
Rasa lelah karena duduk selama perjalanan sejenak hilang ketika rombongan beristirahat di Pujasera Pumanisa (Pusat Layanan Umum Mahasiswa dan Apresiasi Seni Sultan Agung), semacam gedung kesenian dan kantin kampus. Di sini seluruh anggota rombongan baik panitia, pembimbing, maupun mahasiswa, berbaur dalam suasana santai.
Registrasi
Acara selanjutnya adalah melaksanakan registrasi di Sekretariat PIMNAS XXI. Di gedung berlantai tiga yang juga berfungsi sebagai media center ini seluruh perwakilan kontingen dari seluruh perguruan tinggi melaksanakan daftar ulang. Proses registrasi kontingen UB diwakili oleh Drs Rudjito, Arif, dan Murtiningtyas. Registrasi dilakukan untuk mencocokan data dari tiap-tiap perguruan tinggi dengan data yang diperoleh panitia dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Proses registrasi berjalan lambat karena banyaknya kontingen yang melakukan registrasi tidak sebanding dengan tenaga panitia yang melayaninya.
Kontingen UB peserta PIMNAS XXI Unissula ditempatkan di Wisma Quality Assurance Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (Quas LPMP). Jarak antara Unissula dan LPMP itu harus ditempuh sekitar 30 menit. Gedung ini akan menampung 542 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Beberapa kontingen yang juga menginap di LPMP adalah kontingen ITB, UGM, dan UMS.
Panitia Kurang Siap
Panitia PIMNAS XXI Unissula terkesan kurang siap menyambut kedatangan kontingen-kontingen peserta. Hal tersebut tampak ketika panitia yang terdiri dari mahasiswa Unissula masih sibuk berkoordinasi ketika kontingen sedang melakukan registrasi. Indikasi lain terlihat ketika plotting tempat penginapan baru dilaksanakan ketika proses registrasi berlangsung padahal data peserta PIMNAS sudah ada sejak beberapa waktu yang lalu. Kemudian, Liaison Officer (LO) untuk tiap-tiap kontingen juga belum diplot ketika kontingen sudah datang. Akhirnya peserta dari UB justru menunggu pembagian LO yang akan mengantar ke penginapan.
Agenda
Agenda PIMNAS XXI Unissula, hari ini Selasa, 15 Juli 2008: LKTIP (Lomba Karya Tulis Ilmiah Pelajar) 09.00-17.00 di Gedung FE; Registrasi Peserta 08.00-17.00 di Gedung A Fakultas Kedokteran; Technical Meeting Juri PKMI 13.00-15.00 di Hotel Grasia; Technical Meeting Peserta 16.00-21.00 di Aula FK Gedung B Lantai 3; Welcome Party 19.00-21.00 di Gradhika Provinsi. [fjr]

FTUB Buka Program Doktor
15 Juli 2008
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) mulai tahun ini membuka Program Doktor untuk jurusan Teknik Mesin dan Teknik Sipil. Penyelenggaraannya didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 1665/D/T/2008 tanggal 23 Mei 2008.
Pembantu Dekan I bidang Akademik FTUB, Ir Achmad Wicaksono MEng PhD menjelaskan, dalam membuka program doktor ini, Jurusan Teknik Mesin didukung 18 dosen dengan 3 di antaranya adalah guru besar. Sedangkan Jurusan Teknik Sipil, didukung oleh 20 dosen dengan 8 guru besar.
Persyaratan untuk mengikuti program ini, menurut Achmad Wicaksono, adalah lulusan Magister Teknik Mesin dan Magister Teknik Sipil atau yang terkait dengan itu, dengan IPK minimal 3,00, TPA Bappenas minimal 500, TOEFL minimal 500 dan minimal telah menghasilkan dua publikasi ilmiah sebagai penulis utama.
Untuk menyelenggarakan program doktor ini, telah tersedia infrastruktur beberapa laboratorium di kedua jurusan, baik Teknik Mesin maupun Teknik Sipil. Di samping itu tengah disiapkan ruangan khusus bagi peserta untuk melaksanakan riset.
Bagi yang berminat untuk mendaftar, FT UB masih memberi kesempatan hingga tanggal 28 Juli mendatang. [nok]

Pelepasan Kontingen Pimnas XXI UB ke Unissula Semarang
14 Juli 2008
Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Ir HRB Ainurrasjid MS melepas keberangkatan Kontingen Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas XXI) Universitas Brawijaya. Acara berlangsung di gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Senin (14/7).
Pimnas 2008 kali ini diselenggarakan di Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Senin-Sabtu (14/7-19/7). Finalis UB pada Pimnas 2008 kali ini terdiri atas 4 kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan, 2 kelompok PKM pengabdian masyarakat, 3 kelompok PKM penelitian, 3 kelompok PKM Teknologi dan 4 kelompok PKM Ilmiah.
Tidak seperti tahun sebelumnya, untuk Pimnas kali ini, bagi kontingen yang banyak meloloskan pesertanya untuk pendanaan, tidak semuanya menjadi peserta Pimnas 2008, dengan seleksi diserahkan kepada pihak universitas. Untuk itu, dari 135 proposal yang lolos didanai, hanya 16 proposal yang berhak berangkat ke Semarang.
PR III Ainurrasjid menyatakan, Pimnas adalah ajang bergengsi di mana UB selalu mendapat prestasi yang membanggakan. Prestasi terakhir tahun lalu, kata PR III, UB berhasil meraih juara III. Jumlah proposal UB yang dinyatakan lolos oleh Dikti untuk tahun ini mencapai 135 buah, terbanyak keempat setelah IPB (257 proposal), Universitas Negeri Semarang (228 proposal) dan UGM (187 proposal). Lebih lanjut, PR III berpesan agar kontingen lebih memperhatikan perolehan emas yang lebih banyak sehingga mampu meningkatkan prestasi.
Judul PKM
Judul PKM yang akan dipresentasikan oleh kontingen UB adalah sebagai berikut: Untuk PKM-K: Usaha Pemanfaatan Limbah Air Kelapa sebagai Minuman Isotonik (Cocotonic Drink) (Diah Ayu M, Gita Gemma W, dan Irawan Setya W dengan pembimbing Fitri Choirun Nisa STP MP), Pengembangan Usaha Sari Buah Tamanillo sebagai Minuman Kesehatan Melalui Inovasi Kemasan yang Informatif (Mimin Wanasari, Dian Resty S, Naila Zulfa dengan pembimbing Suprayogi STP), “Mempopulerkan” Mie Sehat Rumput Laut (Fida Shihab A, Slamet Budi C, Muetie Rizkaesa dengan pembimbing Andriani K SSos MSi), Peluang Usaha Es Krim Jamur Aneka Rasa sebagai Jajanan Alternatif yang Bergizi Tinggi dan Murah (Astri Sumiati, Siti Hajar, Estrada Gandhi, Restu Rizkyta K dengan pembimbing Dr Ir Syamsudin Djauhari MS).
PKM-M: As-Salam: Asyiknya Sekolah Alam, Modal Solusi Pemberantasan Buta Aksara dan Pengembangan Minat Belajar Intensif di Desa Kedung Oleng Brebes (Oki Wijaya, KT Yudhonegoro, Giusny Indrawati dengan pembimbing Dr Ir Syamsudin Djauhari MS), Aplikasi Teknologi Fermentasi dalam Pembuatan “Kefirkraut” sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan dan Derajat di Desa Kesehatan Masyarakat Kota Batu (Elvira Indrawati, Kristian PS, Renny Indrawati dengan pembimbing Dr Ir Elok Zubaidah MP).
PKM-P: Sirip Berbintik (Sport Fin) untuk Memaksimalkan Laju Perpindahan Panas (M Nur Apriyanto, Ipung, Sutanto dengan pembimbing M Agus Choiron ST MT), Efek Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobrama cacao L) terhadap Ekspresi PPAR-a dan Struktur Sel Endotel Human Umbilical Rndhothelial Cell 9 HUVECs) in Vitro Kondisi Glukosa Tinggi (Dhimas Arieska R, Emok Ratna K, Fauzan Alfin dengan pembimbing Husnul Khotimah SSi MKes), Formulasi Kombucha Murtea sebagai Alternatif Nuteceatical Food (Kajian Proporsi Buah Murbei yang Difortifikasikan dan Lama Fermentasi terhadap Karakteristik Organo Leptic Kombucha Murtea) (Doni Budiman, Aries Miftakhul, Nur Kholis dengan pembimbing Ir Tri Dewanti WM MKes).
PKM-T: Muhajji Finder Alat Pembantu Jamaah Haji yang Tersesat via GPS (Global Positioning System) (Dani Nurmanto, Akhmad Z, Hendra MY, Siti Maimunah dengan pembimbing Tibyani ST MT), Kalkulator Untuk Tuna Netra (Daniel Daulat, Moh Farianto, Ig Farot FSW dengan pembimbing Ir M Yulius St MS), Feedership RC (Radio Controller) sebagai Alat Penebar Pakan Ayam pada Tambak Udang Vaname (litopenaeus Vanna Med (Robie Tawakal, Saiful Anam, Roqhib A dengan pembimbing Ir. Bambang Siswanto).
PKM-I: Diseminasi Hasil Hasil Penelitian Makanan Jajanan (Nugget Ayam dan Ayam Goreng) di lingkungan Kampus Universitas Brawijaya (Hikmah P, Heppi Wahyu R, Yosephat J.K.W dengan pembimbing Dr Ir Djalal R MS), Penggunaan Arab dan Konsentrasi Protein Pollard dalam Mikroenkapsulasi Lactobacillius acidophius FN0051 dengan Spray Drying (Anne Permata, Anggoro GN, Heru Sukamto dengan pembimbing Khotibal UA SPt MSi), Revitalisasi Simbol Alun-Alun Muslim-Jawa Sebagai Pembentuk Karakter Kota (Studi Kasus Alun-alun Kota Malang) (Dindar Rahajeng, Didik Syaifudin R, Diana Yessica dengan pembimbing Wara Indira R ST MT), Karakteristik Fisik dan Organoleptik Mie Instan Labu Kuning (Cucurbita moschata) Tersubstitusi Tepung Tempe sebagai Emergency Food bagi Korban Bencana (Rakhmad MP, Lina Kurniatul F, Nur Kholis dengan pembimbing Emi Sofia STP MP).
Pimnas 2008
Pimnas adalah suatu kegiatan rutin yang merupakan program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi cq. Direktur Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktur Akademik Depdiknas dalam rangka pemberdayaan aktivitas dan penalaran mahasiswa dalam mengembangkan IPTEKS melalui komunikasi ilmiah. Pimnas XXI kali ini akan dihadiri 300 mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan bidang yang dilombakan yaitu LKTM bidang IPA, IPS, Pendidikan dan Seni, PKM, Debat bahasa Inggris, Debat Bahasa Arab, Pameran Ilmiah, Gelar Poster Non-PKM, Gelar Iptek, Lomba ICT, dan Edu Expo. [nok]

Achmad Hidir: Dampak Penetrasi Kapital bagi Masyarakat Adat
14 Juli 2008
Riau secara topografis dan geografis memiliki hutan, baik primer maupun sekunder. Kondisi ini tentu saja memberikan ”kegairahan” bagi penguasa dan pengusaha untuk terus mengeksploitasi suber daya alamnya. Di sisi lain, masyarakat Riau sendiri memiliki karakteristik tersendiri untuk memanfaatkan hutan sebagai bagian dari kehidupan mereka, yang sebagian besar bergantung pada lingkungan hutan dan berkebun karet. Salah satu masyarakat terasing (masyarakat adat) di Riau yang masih hidup secara bersahaja dan tradisional melalui berladang adalah Suku Talang Mamak.
Perubahan ekosistem hutan akibat berbagai kegiatan seperti transmigrasi, perkebunan, eksploitasi HPH (hak pengusahaan hutan) telah membuat kehidupan masyarakat adat yang selama ini bergantung pada sumber daya hutan kian terdesak.
Untuk itu, guna mempertahankan eksistensinya sebagai individu maupun komunitas budaya, masyarakat Talang Mamak dituntut untuk memiliki teknik dan strategi guna beradaptasi dengan perubahan ekosistem hutan.
Drs Achmad Hidir MSi mengangkat hal ini dalam disertasi berjudul ”Penetrasi Kapital dan Dampaknya terhadap Masyarakat Adat (Studi Kasus Masyarakat Talang Mamak di Kabupaten Indragili Hulu Propinsi Riau)”. Ujian terbuka digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Senin (14/7), dengan majelis penguji Prof Dr Ir H Sanggar Kanto MS (promotor), Dr Ir H Kliwon Hidayat MS dan Prof Dr I Nyoman Nurjaya SH MH (ko promotor), serta para penguji Prof Dr Ir H Sugiyanto MS, Prof Dr Ir Hj Keppi Sukesi MS, Prof Dr HM Irfan Islamy MPA, dan Prof Dr Ach Fatchan MPd MP.
Perubahan Masyarakat Adat
Penelitian Hidir menggunakan metode kualitatif yang mefokuskan pada analisis pemahaman. Dengan demikian, data yang dihasilkan berupa data deskriptif yang berasal dari subyek yang diteliti, dengan tujuan untuk menemukan dan memetakan sistem perilaku berdasarkan ukuran dan persepsi mereka sendiri, yang kemudian akan dilakukan interpretasi oleh peneliti untuk dituangkan dalam laporan hasil penelitian. Dari hasil studinya, Hidir menemukan bahwa masuknya penetrasi kapital ke dalam kehidupan masyarakat adat telah merubah sosioekonomi dan budaya masyarakat. Ini dibuktikan untuk kasus masyarakat Talang Mamak, dimana terjadi penurunan produktivitas lahan padi ladang disebabkan masa istirahat lahan semakin pendek, kesuburan semakin menurun dan banyaknya hama tanaman yang semakin meningkat. Meskipun terjadi proses perubahan ekonomi yang semakin menurun di kalangan peladang, tetapi, disebut Hidir, peladang tidak ada yang berubah pekerjaannya ke sektor non pertanian/perladangan disebabkan peluang untuk sektor ini sangat menyulitkan mereka untuk memasukinya. Lebih jauh, Hidir juga menyebut bahwa masuknya sistem ekonomi pasar ke dalam budaya Talang Mamak telah juga melunturkan sistem ekonomi jasa tradisional dan melemahkan penggunaan teknologi tradisionalnya. Sementara itu menyempitnya areal hutan dan tidak produktifnya lahan padi ladang, dipaparkan Hidir telah menyebabkan pergeseran pekerjaan dengan tetap mengedepankan unsur inti budaya mereka yang berkaitan dengan hutan, yaitu semakin intensifnya mereka melakukan pengalihfungsian ladang menjadi kebun karet dan sebagian mengarah ke perkebunan kelapa sawit.
Strategi Masyarakat Talang Mamak
Perubahan yang terjadi di desa-desa masyarakat Talang Mamak, secara umum dikatakan Hidir disiasati dengan berbagai strategi adaptasi antara lain dengan cara berbagi kemiskinan, menurunkan standar hidup, mengencangkan ikat pinggang, eksploitasi diri, ritualisme, dan diversifikasi lahan padi ke arah perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit. Meskipun terjadi penyempitan areal hutan akibat konsesi berbagai program kehutanan dalam kehidupan masyarakat Talang Mamak, tetapi, menurut Hidir, hal itu tidak menimbulkan sikap perlawanan dari kalangan mereka. Fenomena ini tidak muncul menurutnya karena adanya lembaga sosial yang cukup efektif yaitu lembaga politik desa di kalangan masyarakat Talang Mamak yaitu fungsi Batin, yang mengalami anomali. Dari kajian implementasi praktis penelitiannya, Achmad Hidir menyebutkan bahwa masyarakat Talang Mamak belum sepenuhnya dapat dilepaskan dari ketergantungannya pada ekosistem hutan. Selain itu, disebutkan juga bahwa perubahan ekologi dan sosial yang terjadi dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan perubahan struktur sosial.
Achmad Hidir pria kelahiran Sukabumi, 44 tahun silam, sarjana Sosiologi FISIP Universitas Riau (1989), magister dengan konsentrasi Sosiologi-Antropologi Magister Ilmu Sosial Unair (1997), dosen Jurusan Sosiologi Universitas Riau sejak 1991.
Dalam yudisium Achmad Hidir dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor Ilmu Pertanian dengan minat Sosiologi Pedesaan dengan predikat sangat memuaskan, menyelesaikan studinya dalam 5 tahun 6 bulan. [nok]

Disertasi Suhadi: Pangkas Akasia untuk Keseimbangan Alam di Savana Bekol
14 Juli 2008
Peristiwa kebakaran sering terjadi di Savana Bekol, Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo. Pada tahun 1960 mulai ditanam pohon akasia (Acacia nilotica (L) Willd. Ex Del), sebagai penyekat supaya api tidak merambat ke luar savana (sekat bakar), di samping untuk membatasi satwa masuk ke jalan wisata. Akasia tumbuh dengan subur, bahkan meluas masuk ke dalam savana Bekol. Pertumbuhannya menjadi kompetitor terhadap pertumbuhan herba di dalam savana yang berfungsi sebagai pakan satwa. Padahal satwa akan berkembang jika pakannya tersedia sehingga terjadi keseimbangan alam. Sebaliknya, jika pakan satwa berkurang maka populasi satwa akan berkurang juga. Di sisi lain, satwa yang berkembang biak dengan cepat dapat menyebabkan bertambahnya kepadatan tanah karena injakannya. Sementara kepadatan tanah akan menurunkan keragaman herba yang tumbuh di savana Bekol, sehingga terjadi penurunan biomassa herba.
Ir Suhadi MS mengangkatnya dalam disertasi berjudul ”Kajian Invasi Tumbuhan Acacia nilotica(L.) Willd Ex Del dan Injakan Satwa terhadap Diversitas dan Biomassa Herba di Savana Bekol, Taman Nasional Baluran”. Ujian terbuka disertasi itu digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB), Senin (14/7), dengan majelis penguji terdiri atas Prof Dr Ir Soemarno MS (promotor), Dr Bagyo Yanuwiadi dan Ir Didik Suprayogo MSc PhD (ko-promotor), serta Prof Dr Ir Syekhfani MS, Dr Ir Roedy Soelistyono MS, Prof Win Darmanto MSi PhD dan Dr Endang Karting AM Apth MS (tim penguji).
Suhadi menyebutkan, Taman Nasional Baluran memiliki nilai penting karena di dalamnya terdapat savana Bekol yang ditumbuhi herba dengan diversitas sangat tinggi. Berbagai satwa liar juga dapat ditemukan di dalam savana Bemol, di antaranya banteng, kerbau dan rusa. Keberadaan flora dan fauna, serta terjadinya atraksi alam di savana Bekol merupakan daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara maupun para peneliti dan pelajar. Oleh karena itu, menurut Suhadi, keseimbangan alam di sana perlu dikelola supaya kehidupan flora dan fauna di dalamnya selalu seimbang.
Atraksi alam di Savana Bekol
Tujuan penelitian disertasi Suhadi di antaranya adalah menganalisis sejarah populasi satwa liar akibat perubahan habitat di savana Bekol, menganalisis dampak invasi akasia terhadap penurunan diversitas dan biomasa pakan satwa (herba), mengkaji faktor penyebab penurunan diversitas dan biomasa pakan satwa akibat invasi, serta menyusun strategi peningkatan pakan satwa di savana Bekol Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, sebagai akibat dari invasi dan menurunkan dampak pemadatan injakan satwa.
Hasil penelitian Suhadi menunjukkan populasi banteng dan kerbau menurun di savana Bekol akibat penurunan habitat. Selain itu, diketahui juga bahwa sebaran Acacia nilotica (L) Willd ex Del yang berumur lima tahun ke atas ternyata menurunkan diversitas dan biomassa herba yang tumbuh di bawahnya. Disinyalir, penyebab penurunan tersebut adalah akibat kompetisi tangkapan cahaya, kebutuhan fosfor, dan kebutuhan air di musim kemarau.
Guna meningkatkan herba pakan satwa di savana, strategi yang dapat dilakukan menurut Suhadi adalah dengan memangkas akasia satu kali dalam satu tahun dengan sisa hasil pangkasan dikembalikan ke lahan guna memperbaiki kesuburan tanah. Secara khusus, ia juga menyarankan agar penebangan dapat dilakukan pada saat tumbuhan berumur lima tahun ke atas.
Suhadi pria kelahiran Magelang, 54 tahun silam, sarjana pertanian dari Jurusan Agronomi Universitas Sebelas Maret (1983), dan magister bidang biologi dari Universitas Indonesia (1997). Suhadi adalah dosen FMIPA Universitas Negeri Malang. Pada saat yudisium, Suhadi dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam ilmu-ilmu pertanian dengan kekhususan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan dengan predikat sangat memuaskan, setelah menempuh studi selama 4 tahun 10 bulan. [nok]

Diskusi dengan Prof Yamandu dari Texas
14 Juli 2008
Pusat Studi Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB), Rabu (16/7) mengadakan diskusi tentang pendidikan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Dengan narasumber Prof Mtro Yamandu Ploskonka DSLL dari Austin, Texas (AS), yang juga terkait dengan proyek "One Laptop per Child" (OLPC), diskusi akan dilaksanakan di ruang pertemuan Pusat Pengembangan E-Learning (PPE) Universitas Brawijaya, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.
Selain itu, dibahas juga tentang Free Open Source Software (FOSS). Diskusi ini terbuka bagi siapa saja yang berminat, khususnya para profesional yang bekerja dan meneliti bidang pendidikan, penggunaan ICT dalam pendidikan, community-centered education formats, constructionism and alternative models, dan lain-lain.
Acara yang sama juga dijadwalkan untuk pekan berikutnya. [Far]

Sugeng Utaya: Banjir di Malang Karena Perubahan Tata Guna Lahan
11 Juli 2008
Kota Malang yang berada di dataran tinggi dengan topografi bergelombang seharusnya tidak mengalami banjir. Tetapi karena proporsi lahan terbuka semakin sempit dan sistem saluran drainase yang ada tidak memadai, maka pada saat musim hujan beberapa tempat di kota Malang mengalami banjir sesaat secara rutin.pada tahun 2005, ketinggian air di daerah Bareng mencapai 1,5 m dan merendam ratusan rumah penduduk. Diduga banjir di kota Malang karena perubahan fungsi lahan dari lahan terbuka hijau menjadi lahan terbangun.
Drs Sugeng Utaya MSi menyatakan ini dalam disertasi berjudul ”Perubahan Tata Guna Lahan dan Resapan Air di Kota: Optimalisasi Resapan Air dalam Pengelolaan Lahan Kota Malang”. Ujian terbuka disertasi Sugeng digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jumat (11/7), dengan majelis penguji Prof Dr Ir Wani Hadi Utomo (promotor), Ir Didik Suprayogo MSc PhD dan Dr Ir Zaenal Kusuma MS (ko-promotor), Prof Dr Ir Suhardjono MPd DiplHE, Prof Dr Ir Ariffin MS, Ir Agus Suharyanto MSc PhD dan Dr Agus Suryantoro MS (penguji).
Tata guna lahan
Ada beberapa tujuan penelitian disertasi Sugeng Utaya. Di antaranya, sebagai upaya untuk mengkaji pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap limpasan di Kota Malang, mengkaji pengaruh pengelolaan tata guna lahan terhadap penurunan resapan air hujan serta mengkaji pengaruh penggunaan lahan terhadap sifat biofisik tanah dan resapan air hujan. Beberapa hal diperoleh dari penelitian ini, bahwa banjir/genangan di beberapa kawasan di Kota Malang disebabkan oleh besarnya limpasan permukaan sebagai akibat terjadinya perubahan tata guna lahan.
Selama 19 tahun terakhir, pertumbuhan luas lahan terbangun sekitar 28.13% (rata-rata 1,48%/tahun) yang mengakibatkan peningkatan limpasan permukaan sebesar 8,87% (0,47%/tahun). Lebih lanjut diungkap pula bahwa kebijakan Pemkot Malang baik secara sadar (melalui RTRW) maupun tidak sadar (melalui implementasi RTRW) menyebabkan terjadinya perubahan tata guna lahan dan pada gilirannya mengakibatkan penurunan resapan air hujan. Selain itu, diketahui pula bahwa perubahan penggunaan lahan menyebabkan perubahan sifat biofisik tanah terutama biomassa akar, jumlah cacing dan BOT, dan perubahannya mengakibatkan penurunan kemampuan lahan dalam meresap air.
Perlu ruang terbuka
Sugeng Utaya menyarankan untuk melakukan revisi RTRW Kota Malang dengan menyediakan luas ruang terbuka yang memadai sebagai areal resapan hujan. RTRW juga menurut Sugeng sebaiknya dapat difungsikan sebagai alat untuk mempertahankan ruang terbuka yang masih ada dan menata kembali pola penggunaan lahan dengan memperhatikan aspek hidrologi. Apabila resapan air melalui lahan terbuka di kota belum mencukupi, ia menambahkan perlunya mencapai target resapan ideal melalui peresapan air dengan lubang peresap baik secara individual dan kolektif oleh masyarakat di kawasan permukiman maupun oleh pemerintah dalam bentuk kolam peresap/danau buatan di berbagai penjuru kota dengan berpedoman apda keseimbangan air tanah di kota.
Sugeng Utaya dilahirkan di Yogyakarta 47 tahun silam. Sarjana dari Jurusan Hidrologi Fakultas Geografi UGM (1986) ini meraih magister sains pada Program Studi Ilmu Lingkungan PPS UGM (1993). Staf pengajar Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang dengan jabatan terakhir Ketua Jurusan Geografi FMIPA UM (1999-2003) ini, dalam yudisium dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan kekhususan sumberdaya alam dan lingkungan. Predikat yang diraih adalah sangat memuaskan, dengan IPK 3,67 dan masa studi 4 tahun 10 bulan. [nok]

Seleksi Alih Program S1 Ilmu Komputer
11 Juli 2008
Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB) membuka kesempatan pendaftaran seleksi alih program (SAP) untuk tahun akademik 2008/2009.
Persyaratan yang harus dipenuhi: warganegara Indonesia, atau warganegara asing seijin Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tidak catat tubuh yang dapat mengganggu kelancaran studinya, lulusan diploma III (D-III) perguruan tinggi negeri, dengan program studi yang bersesuaian.
Sedangkan persyaratan khusus: mempunyai indeks prestasi kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 2,75. Khusus bagi pegawai suatu instansi, mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 2 tahun sejak lulus dengan IPK minimal 2,5.
Biaya pendaftaran Rp 300 ribu, dibayarkan pada Bagian Pengajaran Jurusan Matematika FMIPA UB.
Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai 30 Juli hingga 6 Agustus 2008, pukul 08.00-15.00 setiap hari kerja (Senin-Jumat), di Bagian Pengajaran Jurusan Matematika FMIPA UB. Formulir dapat diambil di sana. Formulir yang telah diisi diserahkan pada panitia bagian pendaftaran mulai 30 Juli sampai 6 Agustus 2008, disertai surat pernyataan kesediaan (jika diterima) membayar sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan (SPFP) senilai Rp 8,5 juta, dan sumbangan pengembangan institusi pendidikan (SPIP) sebesar Rp 3 juta. Pernyataan ditulis di atas kertas segel atau kertas bermeterai Rp 6 ribu, yang ditujuka kepada Dekan FMIPA UB. Pembayaran kedua macam sumbangan itu paling lambat tanggal 22 Agustus 2008.
Surat pernyataan tersebut diserahkan pada saat pengembalian formulir pendaftaran atau saat akan melaksanakan ujian. Di samping itu juga diharuskan menyerahkan fotokopi transkrip akademik Program D-III dan ijazah D-III, semuanya rangkap 3 dan telah dilegalisir. Juga menyerahkan pasfoto terakhir hitam putih ukuran 4x6 sebanyak 6 lembar. Bagi pegawai instansi, surat permohonan transfer diajukan pimpinan instansi tempat pendaftar bekerja. Surat tugas belajar dan pernyataan dibebaskan dari tugas pekerjaan selama belajar dari instansi (bagi pegawai dengan masa kerja minimal 2 tahun).
Waktu dan materi ujian
Ujian masuk diadakan 7 Agustus, mulai 08.00 hingga 11.00 WIB di Ruang Sidang Jurusan Matematika FMIPA UB. Materi ujian meliputi: Algoritma dan Pemrograman, Struktur Data, Basis Data, Sistem Operasi, serta Jaringan dan Komunikasi Data. Pengumuman hasil ujian tanggal 10 Agustus 2008.
Biaya lain-lain sesuai dengan biaya pendidikan untuk calon yang diterima melalui SPMK. Untuk peserta dengan ijazah dan transkrip asli yang belum keluar diwajibkan menyerahkan surat keterangan lulus, fotokopi transkrip dan ijazah selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2008. Informasi lanjut dapat diperoleh pada Jurusan Matematika FMIPA UB dengan telepon/faksimili 0341 571142, atau website http://www.matematika.brawijaya.ac.id, atau contact person Wayan Firdaus Mahmudy SSi MT nomor ponsel 08123359226.
Formulir isian biodata peserta seleksi alih program S1 Ilmu Komputer dapat di-download di sini. [Far]

Acara Peringatan Ulang Tahun LSIH UB
11 Juli 2008
Melalui motto “Our Research Make Different!“, LSIH telah banyak berkontribusi sebagai suatu unit riset laboratorium yang berbasis bioteknologi dan biomolekuler guna mewadahi penelitian berbagai disiplin ilmu khususnya ilmu hayati, dengan didukung fasilitas penelitian bertaraf internasional. Selama setahun ini, LSIH-UB telah menjalankan tugas serta fungsinya sebagai laboratorium penelitian dengan berbagai riset yang bekerja sama dengan berbagai intansi diantaranya Diknas, Litbangkes, Menristek, Deptan, dan L’oreal Fellowships. Memperingati ulang tahun pertamanya pada 26 Juli mendatang, Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) UB menyelenggarakan aneka kegiatan. Aneka kegiatan tersebut meliputi Workshop Confocal Laser Scanning Microscope (CLSM) (21/7), Open House (23/7), seminar nasional hasil penelitian ilmu-ilmu hayati (24/7), dan tasyakuran ulang tahun LSIH-UB khusus bagi staf LSIH (26/7).
Aneka Kegiatan
Untuk program workshop, peserta dibatasi hanya 50 orang dengan lokasi di LSIH UB. Sementara untuk open house, peserta akan dibagi menjadi lima gelombang dengan berbagai peragaan yang ditawarkan meliputi Confocal Laser Scanning Microscope (CLSM), Inverted Microscope/mikromanipulator, Gel Doc Imaging, Gene Pulser, Ultra Sentrifus, Spektrofluorometer, PCR, Elisa dan Tetra Cel + Ief. Dalam Seminar Nasional Hasil Penelitian Ilmu-ilmu Hayati, direncanakan akan dihadirkan berbagai pembicara yang berkompeten dibidangnya. Mereka adalah Dr. Drh. Sri Estuningsih (FKH-IPB) dengan materi “Amankah Enterobacter sakazakii dalam susu bayi?”, Prof. Dr. Drh. Fedik A. Rantam, PhD (FKH-Unair) dengan materi “Penanganan Demam Berdarah dengan Vaccine Dengue isolat Indonesia” dan Prof. Drs. Sutiman B. Sumitro, SU, DSc (FMIPA-UB) dengan materi “Nanomoleculer for Cancer Therapies”. Selain itu, menurut rencana akan diadakan juga kursus singkat di LSIH UB pada 19-23 Agustus mendatang dengan tema Analisis Variabilitas Genetik Tanaman menggunakan PCR (RAPD) dan Aplikasi CLSM pada tanaman. Sasaran kursus ini adalah dosen dan mahasiswa di bidang pertanian dan biologi tanaman. Formulir asli kegiatan ini dapat diperoleh di gedung LSIH-UB lantai 2, Jln. Veteran Malang, 65145. Telp/fax (+62341) 559054, HP. +6281803823727. informasi serupa dapat diperoleh dari http://www.brawijaya.ac.id/main/news/id/event/detail.php?id=213. [nok]

Dari AIESEC untuk Anak Usia SD
11 Juli 2008
Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Comerciales (AIESEC) tahun 2008 ini melaksanakan Project Based on Exchange (PboX) Children. Pagi ini, Jumat (11/7), rangkaian kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor III Ir RHB Ainurrasjid MS di gedung Rektorat Universitas Brawijaya. Tema yang diangkat adalah “Children Were Experiencing Their Right to Play and Right to Participate”.
Membuka acara ini, PR-III engatakan, banyak permasalahan anak-anak di masyarakat. Karena kendala ekonomi, mereka tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah. “Melihat fenomena ini di masyarakat, kontribusi AIESEC melalui kegiatan ini sangatlah tepat dan bermanfaat”, ujar PR-III.
Sekar Istianingrum, Presiden AIESEC Local Committee (LC) UB dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini difokuskan pada pengembangan potensi anak-anak melalui berbagai kegiatan yang dikreasi oleh AIESEC. Projek yang menurut rencana akan diselenggarakan selama bulan Juli-Agustus ini memiliki beberapa tujuan khusus, yaitu meningkatkan kreativitas anak, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, menumbuhkan kemampuan kewirausahaan, meningkatkan ketrampilan berbahasa Inggris serta menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan sekitar.
Sasaran kegiatan ini, menurut Sekar adalah anak usia sekolah dasar (SD) antara 8-11 tahun (kelas II-V SD). Dalam pelaksanaannya, pihak AIESEC LC UB menjalin kerja sama dengan beberapa SD dan panti asuhan di Malang, yakni SD Kauman I, SD Sriwedari, SD Mardiwiyata II dan Panti Asuhan Muhammadiyah. ”Melalui kegiatan ini, kami sangat berharap dapat menghasilkan anak-anak sebagai calon pemimpin masa depan yang lebih mandiri”, ujar Sekar yang juga mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan angkatan 2006.
Aktivis AIESEC dari beberapa negara terlibat dalam kegiatan PboX Childern ini. Dari Belanda, Polandia, Cina, dan India. Hadir dalam acara pembukaan, Ilvie Heynen dari Maastricht University, Belanda, Rutger Driessen (University of Groningen, Belanda), Ewelina Kowalceyk (University of Economics in Katowice, Polandia), Liu Qian Li/Kelly (Zhejiang University, Hangzhou, Cina), dan Zhu Ge (Shanghai University of Finance and Economics, Cina). Dalam kegiatan ini, mereka akan difasilitasi oleh delapan aktivis AIESEC LC UB. Kegiatan semacam ini, kata Sekar, merupakan agenda tahunan AIESEC LC UB. Tahun sebelumnya, mengangkat isu seputar HIV/AIDS.
Menambah Wawasan
Kepada PRASETYA Online, Ilvie Heynen menyatakan senang mengikuti kegiatan ini, di samping sangat menantang untuk belajar kebudayaan negara lain, mengenal nilai-nilai yang berlaku, dan keluar dari kebiasaan yang ada di lingkungannya. “Semua yang saya peroleh disini akan saya bawa pulang ke negara saya. Sebaliknya kami juga menginginkan kebudayaan negara kami dikenal oleh masyarakat Indonesia, sehingga terjadi upaya saling mengenal satu sama lain”, ujar Ilvie yang baru saja menamatkan pendidikan sarjananya. “Keikutsertaan dalam kegiatan AIESEC ini murni inisiatif saya pribadi, karena memang sangat positif kontribusinya bagi pengembangan diri saya”, tambahnya. Lebih lanjut, Ilvie juga menyatakan, akan memperoleh banyak manfaat dari kegiatan pertukaran ini bagi pengembangan kariernya di masa mendatang. “Saya memiliki cita-cita untuk mengembangkan karier internasional sehingga upaya mengenal kebudayaan lain sangat penting, tanpa adanya masalah dalam perbedaan”, katanya. Ilvie berharap, melalui kegiatan ini dapat memberikan motivasi dan berbagi kesempatan dengan anak-anak, sehingga mereka dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik dan berbahagia di masa mendatang. [nok]

Hari Koperasi: Pasar Murah di KPRI UB
10 Juli 2008
Aneka kegiatan diselenggarakan dalam rangka peringatan ulang tahun ke-39 Koperasi Pegawai Republik Indonesia Universitas Brawijaya (KPRI UB), sekaligus ulang tahun ke-51 Koperasi Indonesia, 12 Juli. Hari ini, Kamis (10/7), di pelataran KPRI UB, Jalan Mayjen Haryono, digelar sunatan massal, bazar murah, Tanggulangin Fair, konsultasi gizi dan kesehatan. Membuka acara, Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH menyatakan, aneka kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen yang tinggi dari KPRI UB terhadap anggotanya, sivitas dan masyarakat sekitar. “Kepedulian tersebut tercermin dari aneka acara yang diselenggarakan hari ini, antara lain kebutuhan sembako dan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, acara Tanggulangin Fair juga menjadi wadah untuk lebih mendekatkan produk dalam negeri ke konsumen agar tidak kalah bersaing”. Tidak hanya itu, menurut PR II, acara ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa melalui sunatan massal dan konsultasi gizi dan kesehatan gratis. “Hal ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang belajar agar lebih memahami fungsi dan peran yang akan dilakukannya di masa mendatang”, tambahnya.
Hadir dalam peringatan acara ini, para sesepuh KPRI UB seperti Prof Darji Darmodiharjo, Prof Hasyim Baisoeni, dan Prof Muryati. Secara simbolik acara dibuka dengan pemotongan tumpeng oleh Pembantu Rektor I bidang akademik, Prof Dr Ir Bambang Suharto.
Sementara itu, Wakil Ketua KPRI UB dr Bambang Priyadi MS dalam sambutannya menyatakan, tujuan peringatan ini adalah untuk lebih mengenalkan keberadaan KPRI UB kepada anggota, sivitas dan masyarakat luas sembari menyelipkan nilai-nilai luhur koperasi. Selama ini KPRI UB telah menyediakan berbagai pelayanan dan kemudahan bagi anggota. Antara lain melalui layanan antar bagi pembelanjaan di supermarket dengan nilai di atas Rp 75 ribu, pemberian pinjaman hingga Rp 100 juta bagi anggota dengan pencairan dana 24 jam, dan lain-lain. Diharapkan masyarakat, khususnya anggota dan sivitas, dapat memanfaatkan keberadaan KPRI UB.
Dalam pasar murah tersebut, ditawarkan barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan harga miring, seperti beras (Rp 4900 per kg), gula pasir (Rp 5400 per kg), minyak goreng Bimoli kemasan 2 liter (Rp 24200 per kg), minyak goreng Filma 2 liter (Rp 24200), minyak goreng Kunci Mas 2 liter (Rp 24200), dan minyak goreng Tropical 2 liter (Rp 24200). Di samping itu ditawarkan pula komputer laptop berbagai merek, baik baru maupun bekas (second hand), barang pecah belah dengan diskon 20%, sepeda motor, dan mebel dengan diskon 20%.
Acara sunatan massal diikuti oleh 16 anak yang berasal dari beberapa panti asuhan dan masyarakat sekitar serta putra-putra anggota KPRI UB sendiri. Sebagai hiburan disuguhkan kesenian terbang jidor anak, serta penampilan band-band anak kampus UB (band FTP dan band FK). [nok]

UB Juara Peneliti Remaja LIPI
9 Juli 2007
Universitas Brawijaya unggul dalam ajang Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-7 yang digelar oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Hotel Bumi Wiyata, Depok pada Senin-Selasa (7/7-8/7). Tidak tanggung-tanggung, dua bidang keilmuan berhasil dijuarai oleh mahasiswa UB yaitu Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial Kemanusiaan (IPSK) dan bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pemenang tersebut, keduanya dari Fakultas Kedokteran, masing-masing Sugeng Priyanto dengan judul penelitian "Aplikasi Multimedia sebagai Media Pembelajaran Interaktif pada Mata Kuliah Foundation of Nursing IV Menggunakan Model Expository Teaching terhadap Hasil Belajar Mahasiswa", dan Kadek Cahya Utami dengan penelitian berjudul "Pengaruh Pemberian Dekok Pegagan terhadap Peningkatan Produksi Urin Tikus strain Wistar". Hadiah yang diperoleh untuk pemenang PPRI ini adalah uang tunai Rp. 12 juta ditambah polis asuransi sebesar Rp. 10 Juta dari AJB Bumiputera.
Finalis PPRI
Dalam ajang PPRI ini, mahasiswa UB dinyatakan lolos dari 201 makalah yang terkirim ke LIPI, yang meliputi 79 makalah IPSK, 80 makalah IPA dan 39 makalah teknik. 15 peserta yang menjadi finalis terdiri atas 5 dari bidang IPSK, 5 bidang IPA dan 5 bidang teknik yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia yaitu UB, ITS, UNM, UGM, USU, Unsoed, Undip, Unpad, ITB dan IPB. Juri dalam lomba ini adalah peneliti LIPI ditambah dosen dari UI dan ITB. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di http://www.antara.co.id/arc/2008/7/7/15-finalis-bertarung-dalam-pemilihan-peneliti-remaja-lipi dan http://www.antara.co.id/arc/2008/7/9/dua-mahasiswanya-unbraw-jadi-pemenang-peneliti-remaja. [nok]

Mofit Saptono: Sistem Agroforestri untuk Budidaya Ubikayu
7 Juli 2008
Sistem agroforestri merupakan salah satu alternatif teknologi pola tanam yang dapat dipakai untuk ubi kayu. Pada sistem ini dapat dimanfaatkan berbagai pengaruh positif dari pohon di antaranya seresah yang dapat menambah masukan bahan organik, perakaran pohon yang mampu mengurangi erosi di ultisol diversitas vegetasi yang mampu meningkatkan keragaman dan jumlah bahan organik. Hal yang patut diperhatikan adalah pengaruh naungan karena tajuk pohon yang akan mempengaruhi intensitas cahaya yang masuk yang pada akhirnya berpengaruh pula pada pertumbuhan tanaman ubi kayu.
Demikian disertasi Ir Mofit Saptono MP berjudul ”Budidaya Ubikayu pada Sistem Agroforestri: Apakah Jenis Pohon dan Naungan Tajuk Penyebab Penurunan Hasil Ubikayu”?. Sidang ujian terbuka disertasi ini digelar Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Senin (7/7), dengan majelis penguji yang terdiri atas Prof Dr Ir Bambang Guritno (promotor), Prof Ir Kurniatun Hairiah PhD dan Ir Didik Suprayogo MSc PhD (ko-promotor), Prof Dr Ir Nur Basuki dan Prof Dr Ir Salampak Dohong MS (penguji).
Mofit menyebutkan, ubi kayu merupakan salah satu jenis tanaman yang cocok di tanam di daerah ultisol, suatu jenis lahan pertanian yang dibuka melalui penebangan dan pembakaran hutan tropika basah. Berturut-turut, diuraikan Mofit, lahan tersebut tersebar di Sumatera (28%), Irian Jaya (21%), Kalimantan (16%), Sulawesi (12%), Jawa (12%), dan beberapa pulau lainnya (11%).
Penelitian Mofit merupakan bagian dari Smallholder Agroforestry Option for Degraded Soils (SAFODS) kerja sama International Center for Research in Agroforestry (ICRAF) South East Asia dengan Fakultas Pertanian UB ini dilaksanakan di Desa Karang Saldi Kecamatan Muara Sungkal dan Desa Negara Jaya Kecamatan Negeri Besar. Kabupaten Lampung Utara, Propinsi Lampung. Tujuan penelitian Mofit, di antaranya mempelajari dan mengukur toleransi pertumbuhan hasil tanaman ubikayu di bawah pohon mahoni, sengon, karet, dan kelapa sawit pada sistem agroforestri, di samping mengukur laju dekomposisi seresah yang masuk ke dalam tanah. Selain itu ia juga mengukur perubahan intensitas cahaya di bawah pohon akibat perubahan kerapatan tajuk pada sistem agroforestri serta mempelajari dinamika pertumbuhan daun di cabang pohon dan mengukur jumlah seresah yang dihasilkan pohon mahoni, sengon, karet, dan kelapa sawit.
Melalui penelitian ini diketahui, ubikayu tidak toleran terhadap naungan tajuk pohon pada sistem agroforestri. Pada sistem agroforestri dengan jenis pohon mahoni, sengon, karet dan kelapa sawit, ubikayu mengalami tekanan pertumbuhan dibandingkan dengan pola tanam monokultur. Selain itu, diketahui pula bahwa pohon sengon lebih berpotensi mempertahankan bahan organik tanah dibandingkan dengan pohon mahoni, karet atau kelapa sawit.
Masa hidup daun yang lebih singkat menurut Mofit menyebabkan seresah yang dihasilkan lebih banyak daripada ketiga pohon tersebut. Secara khusus, dari penelitian ini ia menyarankan, agar diperoleh pengaruh positif pohon pada sistem agroforestri, sebaiknya ditanam jenis pohon yang bisa segera menghasilkan seresah dengan kualitas yang tinggi.
Mofit Saptono Soeparman lahir di Yogyakarta 43 tahun silam. Ia adalah putera ketujuh dari sembilan bersaudara pasangan rasmun Soeparman (alm) dan Nasifah Moedijati Moentasir (almh). Sarjana pertanian dari Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian UB (1990) ini juga magister pertanian dari fakultas yang sama (1996), mengabdikan diri sebagai dosen di Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Palangkaraya sejak 1990, dan juga aktif mengajar di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palangka Raya sejak 1991. Setelah menempuh studi selama enam tahun sepuluh bulan, Mofit Saptono dinyatakan layak menyendang gelar doktor pada program studi ilmu-ilmu pertanian minat studi ekologi tanaman dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,65). [nok]

Dibuka, Pendaftaran SPMK UB
7 Juli 2008
Setelah pelaksanaan SNMPTN berakhir, Universitas Brawijaya  bersiap-siap untuk menggelar pendaftaran mahasiswa baru program S1 melalui jalur Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK). Pendaftaran dilakukan secara online melalui website http://www.brawijaya.ac.id/id/3_admission/spmk-online/. Pendaftar SPMK wajib mengisi formulir yang ada di website tersebut, mencetaknya, serta melengkapi berkas pendaftarannya mulai 7 Juli 2008 hingga 4 Agustus 2008.
SPMK tahun 2008 ini memberikan dua pilihan tempat ujian. Yang pertama di Kampus Universitas Brawijaya sebagaimana biasa. Sedangkan yang baru, pilihan tempat ujian di Kampus Universitas Gorontalo. Ini merupakan realisasi kerjasama antara kedua universitas beberapa waktu yang lalu.
Untuk yang memilih ujian di Kampus Universitas Brawijaya, formulir pendaftaran itu harus diserahkan pada bagian pendaftaran di Student Center UB mulai 28 Juli 2008 sampai 5 Agustus 2008, pukul 08.00-14.00 WIB, untuk ditukarkan dengan kartu peserta tes SPMK. Pendaftaran itu tetap dibuka walau hari Minggu. Biaya pendaftaran Rp 300 ribu, disetorkan/transfer ke rekening Rektor Universitas Brawijaya pada Bank BNI Cabang Universitas Brawijaya dengan nomor rekening 0039649439, mulai 7 Juli 2008 hingga 5 Agustus 2008.
Khusus untuk yang memilih ujian di Kampus Universitas Gorontalo, bukti pendaftaran diserahkan kepada panitia di Universitas Gorontalo, tanggal 5 dan 6 Agustus 2008, dengan melampirkan bukti pembayaran dari Bank BNI nomor rekening 0039649439. Persyaratan selebihnya, sama dengan yang memilih ujian di Universitas Brawijaya.
Kelengkapan berkas pendaftaran meliputi: tanda bukti setor/pembayaran biaya pendaftaran SPMK dari Bank BNI, dua lembar pasfoto ukuran 4x6 yang dibuat paling lama 6 bulan sebelum pendaftaran, dan menunjukkan ijazah/STTB dan NEM/NUN/STK asli serta menyerahkan fotokopinya masing-masing 1 lembar.
Persyaratan akademik bagi peserta tes SPMK adalah lulus SMA/SMK/MA/sekolah luar negeri. Setiap peserta dapat memilih 2 program studi pada fakultas yang sama.
Ujian tulis dilaksanakan hari Kamis, 7 Agustus 2008, pukul 09.00-12.00 WIB, dengan materi ujian untuk kelompok IPA: IPA dan IPA Terpadu, Matematika IPA, dan Bahasa Inggris; sedangkan untuk kelompok IPS terdiri dari: IPS dan IPS Terpadu, Matematika IPS, dan  Bahasa Inggris.
Pengumuam hasil ujian tanggal 11 Agustus 2008 melalui papan pengumuman di Kampus UB, dan internet pada website http://www.brawijaya.ac.id.
Biaya pendidikan bagi calon yang diterima melalui SPMK dapat dilihat pada website http://www.brawijaya.ac.id/id/3_admission/maba.terima4.php.
Hal-hal lain dapat ditanyakan pada Bagian Pendidikan Universitas Brawijaya, Gedung Rektorat Lantai II, telepon 0341 575754, 0341 575809, 0341 575815, dan 0341 551611 pesawat 117 dan 118. faksimili 0341 565420 dan 0341 575813. [Far]

Prof Soekartawi Konferensi ICT di Hong Kong
7 Juli 2008
Prof Dr Ir Soekartawi, dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB), selama dua hari, 7-8 Juli 2008 ini, mengikuti konferensi internasional di Hongkong. Konferensi bergengsi tentang ICT (information and communication technology) dengan tema "Technology-enriched Learning Spaces" ini diprakarsai oleh the Open University of Hongkong dan the Hongkong Web Symposium Consortium. Makalah dari Indonesia yang lolos seleksi hanya tiga. Dua di antaranya makalah Prof Soekartawi, dan satu lagi makalah dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Konferensi ini menampilkan pembicara tamu yang sudah dikenal di bidang keahliannya, antara lain adalah  Prof. Fred Lockwood, Professor of Learning and Teaching Manchester Metropolitan University, UK; Prof. Bebo White, Stanford University, USA, Prof. Dr. Alex Fung dari Baptist University Hongkong, dan lain-lain.
Prof Soekartawi, guru besar Ekonomi Pertanian FPUB yang juga menggeluti masalah ICT for Education ini, menampilkan dua makalah, yaitu "SEA-ERnet: Networking For The Future Of Educational Research In South-East Asia" yang ditulis bersama Dr Agung Purwadi, Kepala Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi (Ka Puslitjaknov) Depdiknas, dan "Integrating ICT In Teaching and Learning in Indonesia: The State of The Art". Demikian informasi Prof Soekartawi yang melalui e-mail kepada PRASETYA Online.
Pada prinsipnya, Soekartawi berpendapat, ICT adalah alat (tools) belaka. Apakah ICT berdampak baik atau tidak, terhadap proses pembelajaran, sangat tergantung dari bagaimana mengaplikasikannya. Karena itu aplikasi ICT untuk pendidikan diperlukan kehati-hatian. Bila salah konsepnya, atau keliru penerapannya, maka hasilnya justru tidak seperti yang diharapkan. Sebaliknya, kalau penerapannya betul, dampak positifnya juga sangat menggembirakan. ICT dapat dipakai sebagai instrument policy untuk meningkatkan nilai tambah proses pembelajaran di Indonesia. [skw]

Rektor Hadiri MoU dengan MetroTV
7 Juli 2008
Rektor Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Yogi Sugito hadir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman stasiun televisi MetroTV dengan Forum Rektor. Acara ini dilangsungkan di studio MetroTV Jakarta, Sabtu (5/7). Turut hadir dalam kesempatan tersebut 25 rektor perguruan tinggi se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Rektor Indonesia.
Sebagaimana disiarkan dalam website, http://www.metrotvnews.com/, penandatanganan MoU tersebut dimaksudkan sebagai upaya Metro TV untuk menjalin kerjasama dengan dunia akademisi terkait pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia tahun depan. Universitas yang ikut meneken MoU berasal dari perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga.
Dalam acara tersebut pihak MetroTV diwakili oleh direktur utamanya, Wisnu Hadi. Disepakati, MetroTV dan ke-25 PTN akan saling bekerja sama untuk memperkaya isi program MetroTV sebagai salah satu referensi Pemilu, atau The Election Channel dalam pemberitaan tentang Pemilu 2008.
Dalam paparannya, Prof Dr Djoko Santoro MSc, Rektor ITB yang juga ketua Forum Rektor Indonesia, menyatakan akan membantu memberikan masukan bagi calon pemimpin yang baru sebagai bekal untuk memimpin Indonesia di masa yang akan datang. Setelah acara penandatanganan MoU tersebut, Rektor berkesempatan pula menghadiri grand launching MetroTV sebagai The Election Channel (Referensi Pemilu Indonesia) yang disiarkan secara langsung dari Jakarta. [nok]

Program Bastra UB Masuk Pemeringkatan Tempo
5 Juli 2008
"Dalam usia yang masih relatif muda, Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya (Bastra UB) telah dapat menunjukkan eksistensinya," kata Hamamah MPd, Wakil Ketua Bidang Akademik Program Bastra UB. Hal ini terbukti dengan masuknya Program Bastra UB dalam 11 jurusan atau fakultas di Indonesia yang paling dikenal oleh para pengguna dan perekrut tenaga kerja.
Peringkat ini merupakan hasil survei Pusat Data dan Analisa Tempo sepanjang Januari-Februari 2008 yang dimuat dalam Majalah Tempo edisi tanggal 4 Mei 2008. Untuk jurusan sastra, UB menduduki peringkat ketujuh dengan persentase responden 20%. Sepuluh jurusan lain yang paling dikenal adalah Teknologi Informasi, Komunikasi, Hukum, Psikologi, Manajemen, MIPA, Teknik, Pertanian, Kedokteran Umum, dan Akuntansi. Beberapa jurusan lain UB juga masuk dalam daftar itu. Teknologi Informasi menempati peringkat ke-10 (persentase responden 9%), Hukum: peringkat ke-7 (persentase responden 33%), dan Pertanian: peringkat ke-3 (persentase responden 30%).
Survei dilakukan dengan mewawancarai responden menggunakan alat bantu kuisioner secara terstruktur. Wawancara dilakukan melalui telepon dan tatap muka dengan metode pengambilan sampel dilakukan dengan quota sampling. Responden berjumlah 377 orang terdiri atas 209 pengguna tenaga kerja, 67 perekrut dan 101 masyarakat umum di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. [nok]

Jimly Asshiddiqie Menguji Doktor di FHUB
5 Juli 2008
Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH, Sabtu (5/7), menguji kandidat doktor ilmu hukum di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Ujian tertutup atas AI Chandra SH MH itu dilaksanakan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Disertasi Chandra berjudul "Dekonstruksi Kesatuan Masyarakat Hukum Adat dalam Undang-Undang Dasar Negara RI 1945". Dalam disertasi itu, Chandra mengatakan: "Diperlukan keberanian untuk menyatakan suatu Kesatuan Masyarakat Hukum Adat (KMHA) itu memang hidup, dan kerelaan untuk memberinya ruang luas dalam lebensraum ketatanegaraan Indonesia".
Bertindak selaku promotor Prof Dr Jimly Asshaddiqie SH, Ko-promotor Prof HA Mukthie Fadjar SH MS, dan Prof Dr Moch Munir SH. Sementara penguji terdiri dari Prof Dr I Nyoman Nurjaya SH MH, Prof Dr Made Sadhi Astuti SH, dan Prof Dr Achmad Sodiki SH, serta penguji tamu Prof Dr Sutandyo Wignyosubroto MPA dari Universitas Airlangga Surabaya.
AI Chandra SH MH adalah putra kelahiran Palembang, 50 tahun silam. Mantan pembantu khusus Walikota Batu Alm Dr Imam Kabul MSi MHum ini pernah giat dalam lembaga swadaya masyarakat (NGO) IHF (Indonesia Humanity Foundation) sebagai pekerja sosial sekaligus pemerhati masyarakat tradisional. Secara kelembagaan mendampingi 13 kelompok tani dalam Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) Kota Batu tahun 2004-2005 dan berhasil dengan baik. Ujian terbuka akan digelar awal Agustus mendatang. [Far]

Sarasehan Bersama Alumni FTP UB
5 Juli 2008
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Sabtu (5/7), menggelar sarasehan bersama alumni. Dengan tema “Merintis Masa Depan sebagai Sarjana Teknologi Pertanian”, acara tersebut diselenggarakan dalam rangka Lustrum II FTP UB. Acara yang digelar di aula gedung FTP tersebut dihadiri oleh dekanat, alumni, dan mahasiswa FTP.
Sarasehan diisi dengan dialog interaktif bersama beberapa alumni dengan profesi yang berbeda-beda. Alumni yang dihadirkan tersebut adalah MZ Fatah, yang sekarang bekerja di Direktorat Pengairan dan Irigasi Bappenas; Ir Mukhsin Hidayat, bekerja di PT HM Sampoerna; Ir Erni Purbasari, bekerja di PT Bentoel; Ir Heri Kuswita, bekerja sebagai konsultan Marketing Research Indonesia (MRI); dan Anis Kartika Dewi STP yang mendirikan usaha Herba Bagoess di Malang. Kelima alumni tersebut menceritakan pengalaman masing-masing dalam mencapai cita-cita mereka. Dari mereka, para mahasiswa juga memperoleh tips-tips dalam memasuki dunia kerja pasca menempuh perkuliahan. [fjr]

Kuliah Tamu Land Reform Plus
5 Juli 2008
Sebagai negara agraris, penguasaan publik akan tanah sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan. Semakin besar penguasaan tanah oleh orang per orang dan semakin luas akses pemanfaatannya, maka bisa dipastikan masyarakat akan semakin sejahtera. Hal tersebut selaras dengan butir-butir prinsip pertanahan yaitu sebagai identitas kesejahteraan (berkontribusi dalam membuka akses kemakmuran), keadilan (keadilan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan), keberlanjutan (kontinuitas system dan sumber-sumber agraria), dan harmoni (mengurangi sengketa dan konflik).
Demikian terungkap dalam kuliah tamu Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang bertema ”Reformasi Agraria Nasional (Land Reform Plus), Kebijakan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat”. Acara yang berlangsung di gedung Widyaloka pada Sabtu (5/7) tersebut diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi ke-51 FH-UB. Hadir sebagai pemateri dalam acara tersebut adalah Dr Yuswanda A Temenggung, Deputi bidang Pengaturan dan Penataan Pertanahan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN RI).
Menurut Yuswanda, program reforma agraria yang telah diterapkan di Indonesia memiliki banyak kekurangan. “Pemerataan penguasaan tanah selama ini tidak diikuti dengan pemerataan akses”, tuturnya. Hal tersebut yang membuat program reforma agraria tidak optimal berjalan. Menurutnya, fenomena yang banyak terjadi yaitu pemerataan penguasaan tanah telah dapat diterapkan, akan tetapi pemilik tanah tidak mampu memanfaatkan tanah yang dimiliki dengan optimal atau akses pemanfaatannya lemah. Oleh sebab itu perlu dibuat program baru yang tidak hanya memeratakan penguasaan tanah saja, tetapi juga membekali pemilik tanah dengan sarana dan ketrampilan agar mampu memanfaatkan penguasaan atas tanah sebaik mungkin. Program tersebut dinamakan Land Reform Plus, yaitu program land reform plus pengupayaan untuk memperluas akses masyarakat dalam memanfaatkan potensi tanah yang telah dimilikinya.
Menurut Yuswanda, program ini mendapatkan banyak tantangan terutama di Pulau Jawa.  Dia menuturkan bahwa lahan di Pulau Jawa sudah cukup maksimal dimanfaatkan sehingga perlu pengalihan ke luar Jawa. Di sinilah letak permasalahannya karena tidak semua masyarakat luar Jawa mau memanfaatkan tanah karena keterbatasan sarana dan prasarana. “Oleh sebab itu, perlu dilakukan pendekatan objek kepada subjek dan subjek kepada objek”, tutur Yuswanda. Pendekatan subjek kepada objek maksudnya mendekatkan masyarakat kepada tanah yang potensial untuk dimanfaatkan dan sebaliknya. [fjr]

Kerjasama FP-UB dan Radio ABC Australia
5 Juli 2008
Perlunya memperluas informasi seputar dunia pertanian melatarbelakangi dicapainya nota kesepakatan antara radio Oryza FM milik Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dengan Radio ABC (Australian Broadcasting Corporation) Australia, Sabtu (5/7). MoU tersebut akan berlangsung selama dua tahun. Hadir dalam acara tersebut adalah dekan, pembantu dekan, seluruh ketua jurusan, dan perwakilan dari mahasiswa Fakultas Pertanian. Sedangkan dari pihak Radio ABC Australia diwakili Hanh Tran (Chief Executive Officer), Hidayat Djaamihardja (Executive Prducer), Mark Hemetsberger (Marketing and Communication Manager), John Westland (Partnership and Projects Manager).
Dekan Fakultas Pertanian juga mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk menyebarkan informasi seputar dunia pertanian di Indonesia, khususnya Malang, ke lokasi yang jauh. Kedua, dengan adanya kerjasama ini maka kualitas broadcasting fakultas pertanian akan semakin meningkat. Hanh Tran, yang sekaligus menjadi juru bicara dari pihak radio ABC pada acara tersebut mengungkapkan bahwa pertanian adalah sektor yang sangat penting baik bagi Indonesia maupun Australia. Oleh sebab itu, adanya pertukaran informasi antara kedua institusi diharapkan ikut meningkatkan perkembangan dunia pertanian.
Relay
Kepada PRASETYA Online, John Westland menyatakan pihaknya telah melakukan banyak hal untuk mendukung upaya pembangunan radio komunitas di berbagai belahan dunia. Beberapa di antaranya terdapat di Dilli, Phnom Penh, Port Moresby, Bali, Bangkok, dan lain-lain. Dengan Oryza FM, pihaknya akan merelay radio ABC Australia juga agar dapat diperdengarkan di kawasan Malang Raya. Menuju ke sana, hal pertama yang akan dilakukan adalah meningkatkan kapasitas Oryza FM dengan menambah jangkauan antena parabola FM dan satelit. Beberapa isu yang akan diketengahkan dalam program tersebut adalah kesehatan, lingkungan, pendidikan, pertanian, pemberdayaan perempuan serta isu-isu pembangunan lainnya. “Sebisa mungkin kami akan mengupayakan program tersebut dalam bahasa Indonesia sehingga lebih mudah dimengerti oleh mahasiswa. Lebih jauh lagi, harapannya materi-materi pembahasan nantinya dapat bermanfaat untuk dikatalogkan dalam perpustakaan sehingga dapat menjadi rekaman dan referensi”, ujar Westland. Selain itu, dalam program yang terselenggara nantinya, pihaknya akan memanfatkan dosen/pakar Universitas Brawijaya yang berkompeten terhadap isu yang diangkat sebagai narasumber.
Dialog
Di stasiun radio Oryza FM di Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, John Westland berdialog langsung dengan program director radio tersebut. Dalam dialog Westland lebih banyak memaparkan pengalamannya dalam mengelola sebuah radio dengan jangkauan internasional. Menurutnya, programme director harus lebih kreatif agar mampu menarik minat lebih banyak pendengar dan investor. Sebagai radio komunitas, Westland menyarankan agar identitas yang dimiliki radio Oryza FM tetap dipertahankan sehingga dapat lebih mempertajam karakter dan pendalaman isu yang diangkat. Lebih rinci, dalam dialog tersebut pihaknya juga mengajari bagaimana berlatih Bahasa Inggris melalui radio di samping sponsorship. Dalam hal sponsorship misalnya, Westland menceritakan bahwa pihaknya juga menggandeng vendor-vendor telekomunikasi dari sms dan telepon yang digunakan dalam komunikasi langsung antara pembawa acara dengan pendengar.
Oryza FM
Oryza FM adalah radio komunitas yang didirikan pada tahun 1998 dengan stasiunnya di Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Dijelaskan Bayu Adi Kusuma, programme director Oryza FM, dulunya radio ini digunakan sebagai laboratorium penyuluhan pertanian dan sempat berganti nama dua kali, yaitu Agri FM dan Kasuara FM. Sejak berganti nama tersebut, segmentasi utama radio ini adalah masyarakat kampus. Dijelaskan Bayu, Oryza FM memiliki beberapa visi misi. Di antaranya, sebagai wahana sivitas untuk menyampaikan aspirasi dan informasi, di samping sebagai tempat bagi mahasiswa untuk berekspresi dan melatih skill berkomunikasi. Sejauh ini, dijelaskannya, karena segmentasi radio tersebut adalah mahasiswa, maka pihaknya mengisi program dengan hal-hal yang berhubungan langsung dengan mahasiswa di antaranya pendidikan, informasi beasiswa, tips-tips bagi mahasiswa, dan sebagainya. [fjr/nok]

16 Dosen UB Homestay di New Zealand
4 Juli 2008
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Jumat (4/7) siang, melepas kepergian sejumlah dosen Universitas Brawijaya yang segera berangkat ke New Zealand. Mereka adalah para peserta program homestay guna mempelajari bahasa Inggris di Massey University, New Zealand. Koordinator Kerjasama Luar Negeri UB, Ir Abdul Cholil menjelaskan, sebanyak 16 dosen dari 7 fakultas yaitu FH, FE, FP, FMIPA, Fapet dan FIA terpilih untuk mengikuti program tersebut. Di sana mereka akan mengikuti program yang diselenggarakan oleh Centre for University Preparation and English Language (CUPELS) di Massey University kampus Wellington selama tiga bulan (4/7-28/9). Untuk mengikuti program homestay English training tersebut, seluruh biaya akomodasi dan transportasi peserta ditanggung sepenuhnya oleh UB. Lebih lanjut dijelaskan, program ini diikuti oleh para dosen senior yang menempuh jenjang pendidikan magister maupun doktor-nya di negara-negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Ibu, termasuk di dalamnya Indonesia, Jepang, Jerman, dan Perancis. Salah seorang peserta, Dr Agus Suman DEA, adalah doktor ilmu ekonomi alumni dari Universite Pierre Mendes France, Grenoble, Perancis. Kepada PRASETYA Online ia mengaku akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya guna melakukan studi komparasi di samping belajar bahasa asing. ”Saya sangat senang mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke negara lain. Hal ini tentu akan menambah pengalaman internasional saya dengan melihat negara lain yang juga memiliki unsur spesifik yang lain”, ujarnya.
Dalam pengantarnya, Rektor menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah awal UB untuk membuka kelas internasional yang diawali dengan kelas berbahasa Inggis mulai tahun ajaran 2008/2009. Menuju hal tersebut, UB juga tengah mempersiapkan perangkat yang lain diantaranya kurikulum, Proses Belajar Mengajar (PBM) ataupun infrastruktur lain seperti gedung, laboratorium dan ruang kuliah. Program ini menurutnya merupakan realisasi yang pertama dan tidak menutup kemungkinan untuk diselenggarakan secara periodik di kemudian hari guna mendukung UB menjadi universitas bertaraf internasional. [nok]

Bimbingan Manasik Haji
4 Juli 2006
Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Universitas Brawijaya, Jumat (4/7), secara resmi mulai mengadakan bimbingan manasik haji bagi 40 orang anggotanya. Mereka ini adalah para calon jamaah haji yang akan berangkat menunaikan rukun Islam yang kelima pada musim haji tahun 1429H dan 1430H mendatang. Acara pembukaan diadakan di gedung Widyaloka, dibuka secara resmi oleh Pembantu Rektor II H Warkum Sumitro SH MH yang mewakili Rektor.
Dalam laporannya, Ketua KBIH UB, dr H Soebarkah Basoeki SpPA mengatakan, jumlah 40 orang itu masih belum tetap. Karena ada kemungkinan, beberapa orang dapat diberangkatkan pada tahun ini apabila kuota untuk Jatim dan Malang khususnya bertambah kalau ada sisa kuota nasional. Ketidakpastian ini, menurut dr Soebarkah, antara lain karena hingga saat ini biaya perjalanan haji belum ditetapkan pemerintah karena adanya kenaikan-kenaikan tarif, khususnya tarif penerbangan.
Sementara itu, PR-II Warkum Sumitro, mengatakan "KBIH UB adalah satu-satunya KBIH yang ada di perguruan tinggi negeri. Bahkan di dunia". Ini berarti bahwa Universitas Brawijaya tidak hanya mengurusi hal-hal yang bersifat fisik duniawi saja, tetapi juga mental spiritual warganya. Suatu hal yang menggembirakan, menurut PR-II, kali ini jumlah peserta 75% berasal dari dalam lingkungan UB. Diharapkan, para calon jamaah haji nanti dapat melaksanakan ibadahnya dengan baik dan berhasil mendapatkan barakah sebagai haji mabrur.
Acara bimbingan manasik haji oleh KBIH UB yang dimulai pagi ini, akan dilaksanakan hingga tanggal 24 Agustus 2008, yaitu menjelang bulan Ramadan mendatang. [Far]

SNMPTN Berakhir Tertib
3 Juli 2008
Hari kedua ujian tulis SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri), Kamis (3/7) ini berakhir. Mengujikan kemampuan IPA mulai pukul 07.30 WIB (08.30 WITA, atau 09.30 WIT) hingga 10.00 WIB (11.00 WITA, atau 12.00 WIT). Sedangkan untuk kelompok IPS ujian baru dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB (12.00 WITA, atau 13.00 WIT). Selang waktu 1 jam ini dapat dipergunakan oleh peserta IPC untuk istirahat sebelum masuk lagi untuk mengikuti ujian IPS hingga pukul 12.30 WIB (13.30 WITA, atau 14.30 WIT).
Di lokal Malang, situasi ujian umumnya berlangsung tenang dan tertib, tidak ada hambatan yang berarti. Kecuali 4 orang calon melaporkan kartu identitas pesertanya hilang. Untuk kasus seperti ini, panitia mewajibkan mereka melapor kepada polisi, dan laporan itu dijadikan dasar bagi panitia untuk mengeluarkan surat keterangan sebagai pengganti kartu identitas peserta. Surat keterangan ini berlaku untuk mendaftarkan diri apabila kelak ia diterima melalui SNMPTN.
Jumlah peserta absen lebih banyak daripada kemarin. Seperti di Universitas Brawijaya, lokasi ujian IPS, jumlah peserta absen mencapai 208 peserta. Jumlah itu sudah termasuk 146 peserta yang tidak mengembalikan formulir pendaftaran dengan berbagai alasan. Jadi peserta yang benar-benar tidak hadir hanya 62 orang. Jumlah yang dilaporkan kemarin, 90 orang, adalah berdasarkan rekapitulasi dari berita acara U2 yang dibuat oleh pengawas di ruangan/lokasi ujian. "Jumlah itu jelas keliru", kata salah seorang panitia. Setelah diteliti, ternyata banyak pengawas yang keliru dalam menuliskan jumlah peserta absen dalam laporan pelaksanaan ujian (berita acara U2) yang dikirimkan kembali ke panitia lokal. Semestinya, jumlah peserta absen sama dengan jumlah kursi kosong dalam ruangan ujian. Tetapi banyak pengawas yang tidak mengisi berita acara itu dengan benar. Untuk mengoreksi kesalahan ini, pada pagi hari panitia melalui saluran komunikasi yang ada menginstruksikan agar semua pengawas mengisi berita acara selengkap-lengkapnya sesuai petunjuk dengan benar.
Hari ini panitia lokal mengirimkan seluruh berkas lembar jawaban ujian baik hari pertama maupun hari kedua beserta dokumen kelengkapannya kepada pusat pengolah data SNMPTN WIlayah Timur UPT Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember  Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya.
Pengumuman hasil ujian dikeluarkan tanggal 1 Agustus 2008, mulai pukul 00.00 WIB, melalui website www.snmptn.ac.id. Melalui SNMPTN, ketiga PTN di Malang (UB, UM, dan UIN) akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang.
SPMK
Setelah berakhirnya pelaksanaan SNMPTN, UB bersiap-siap untuk menggelar pendaftaran mahasiswa baru program S1 melalui jalur Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK). Pendaftaran dilakukan secara online melalui website http://www.brawijaya.ac.id/id/3_admission/spmk-online/. Pendaftar SPMK wajib mengisi formulir yang ada di website tersebut, mencetaknya, serta melengkapi berkas pendaftarannya mulai 7 Juli 2008 hingga 4 Agustus 2008.
Formulir pendaftaran itu harus diserahkan pada bagian pendaftaran di Student Center UB mulai 28 Juli 2008 sampai 5 Agustus 2008, pukul 08.00-14.00 WIB, untuk ditukarkan dengan kartu peserta tes SPMK. Pendaftaran itu tetap dibuka walau hari Minggu. Biaya pendaftaran Rp 300 ribu, disetorkan/transfer ke rekening Rektor Universitas Brawijaya pada Bank BNI Cabang Universitas Brawijaya dengan nomor rekening 0039649439, mulai 7 Juli 2008 hingga 5 Agustus 2008.
Kelengkapan berkas pendaftaran meliputi: tanda bukti setor/pembayaran biaya pendaftaran SPMK dari Bank BNI, dua lembar pasfoto ukuran 4x6 yang dibuat paling lama 6 bulan sebelum pendaftaran, dan menunjukkan ijazah/STTB dan NEM/NUN/STK asli serta menyerahkan fotokopinya masing-masing 1 lembar.
Persyaratan akademik bagi peserta tes SPMK adalah lulus SMA/SMK/MA/sekolah luar negeri. Setiap peserta dapat memilih 2 program studi pada fakultas yang sama.
Ujian tulis dilaksanakan hari Kamis, 7 Agustus 2008, pukul 09.00-12.00 WIB, dengan materi ujian untuk kelompok IPA: IPA dan IPA Terpadu, Matematika IPA, dan Bahasa Inggris; sedangkan untuk kelompok IPS terdiri dari: IPS dan IPS Terpadu, Matematika IPS, dan  Bahasa Inggris. Tempat ujian di Kampus Universitas Brawijaya. Pengumuam hasik ujian tanggal 11 Agustus 2008 melalui papan pengumuman di Kampus UB, dan internet pada website http://www.brawijaya.ac.id. [Far]

Mendaftar Ulang PSB 1202 dari 1604 Calon
3 Juli 2008
Dalam proses pendaftaran ulang yang berlangsung Rabu (2/7) di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, dari 1604 calon yang diterima melalui jalur seleksi PSB (Penjaringan Siswa Berprestasi) ternyata hanya 1202 calon (74,9%) yang melakukan daftar ulang. Artinya, persentase tidak melakukan daftar ulang tercatat 25,1%.
Rincian jumlah pendaftar ulang untuk masing-masing program studi adalah sebagai berikut. Fakultas Hukum 63, Fakultas Ekonomi (total 76, Ekonomi Pembangunan 20, Manajemen 27, Akuntansi 29), Fakultas Ilmu Administrasi (total 260, Ilmu Administrasi Negara 121, Ilmu Administrasi Niaga 139), Fakultas Pertanian (total 197, Agrobisnis 125, Agroekoteknologi 72), Fakultas Peternakan (total 33), Fakultas Teknik (total 101, Teknik Mesin 19, Teknik Sipil 13, Teknik Pengairan 10, Teknik Elektro 15, Arsitektur 9, Perencanaan Wilayah dan Kota 8, Teknik Industri 13, Teknik Perangkat Lunak 14), Fakultas Kedokteran (total 22, Pendidikan Dokter 15, Ilmu Keperawatan 4, Gizi Kesehatan 3), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (total 76, Budidaya Perairan 13, Manajemen Sumberdaya Perairan 22, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 12, Sosial Ekonomi Perikanan 5, Teknologi Hasil Perikanan 24), Fakultas MIPA (total 78, Biologi 11, Fisika 5, Kimia 15, Matematika 16, Statistika 14, Ilmu Komputer 17), Fakultas Teknologi Pertanian (total 170, Teknologi Hasil Pertanian 78, Teknik Pertanian 38, Teknologi Industri Pertanian 54), Fakultas Ilmu Sosial (total 97, Sosiologi 13, Ilmu Komunikasi 34, Psikologi 29, Hubungan Internasional 21), Program Bahasa dan Sastra (total 29, Sastra Inggris 16, Sastra Jepang 13). [Far]

Wafat: Prof Saubari M Mimbar
3 Juli 2008
Prof Dr H Saubari Mohammad Mimbar MAgrSc (69 tahun), gurubesar pada Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kamis (3/7), meninggal dunia di RSUD Saiful Anwar tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Siang ini dari rumahnya di Jalan Candi Mendut 28 Malang, jenazah dibawa ke lobi Gedung Rektorat UB untuk disemayamkan sejenak guna menerima penghormatan terakhir dari sivitas akademika. Di tempat itu pula, diadakan upacara pemberangkatan jenazah yang dipimpin oleh Rektor Prof Yogi Sugito. Jenazah dimakamkan di taman pemakaman umum Samaan, Malang sekitar pukul 13.00 WIB.
Prof Saubari adalah putra kelahiran Rembang Jawa Tengah, 10/08/1939, Akademi Kementerian Pertanian Ciawi Bogir (1960), meraih gelar sarjana S1 (Drs) di bidang fisiologi tanaman dari Universitas Nasional Jakarta (1971). Gelar master dalam bidang agronomi (MAgr) diperoleh dari Sydney University, dan gelar doktor dalam bidang budidaya pertanian dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1990) dengan disertasi berjudul "Kajian tentang Pengaruh Sistem Tumpangsari Ubikayu Adira-1 dan Kedelai Orba terhadap Keguguran Organ Reproduksi dan Hasil Panen Kedelai Orba".
Almarhum mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar dengan jabatan asisten ahli madya (golongan III/a) sejak  01/02/1973, dikukuhkan sebagai gurubesar 07/06/1997, dan mencapai karir tertinggi sebagai guru besar penuh (golongan IV/e) terhitung mulai tanggal 01/04/2001. Prof Saubari, guru besar ke-12 dari FP-UB, pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Agronomi FP-UB (1981-1983), Ketua Laboratorium Fisiologi Tanaman Jurusan Budidaya Pertanian (1986-1992), Ketua Program Studi Pengelolaan Tanah dan Air Pendidikan Pascasarjana Program KPK Unibraw-UGM (1990-1991), dan terakhir menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Tanaman Program Pascasarjana Universitas Brawijaya (1991-2008). Penghargaan Satyalancana Karya Satya 20 tahun diperolehnya tahun 1996, dan Satyalancana Karya Satya 30 tahun pada tahun 2004.
Almarhum meninggalkan seorang isteri Hj Sri Soelatmi dan 4 orang anak. Isteri pertamanya, Siti Nihajah Zainah telah lebih dahulu wafat. [Far]

Dosen Muda FE Menjadi Pembicara Seminar di Jenewa
2 Juli 2008
Wildan Syafitri SE ME, seorang dosen Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB), menjadi salah satu pembicara dalam seminar internasional di Jenewa, Swiss. Dalam konferensi bertajuk “12th EADI General Conference Global Governance for Sustainable Development:The Need for Policy Coherence and New Partnerships”, yang berlangsung 24-28 Juni 2008 itu, Wildan mempresentasikan makalah berjudul “Migration in East Java, Indonesia: Implication for Family Welfare and Rural Development”, Kamis, 26 Juni 2008.
Konferensi ini diikuti berbagai lembaga riset dan universitas terkemuka di Eropa, dilatarbelakangi kegagalan mengaplikasikan konsep lama pembangunan berkelanjutan secara efektif di berbagai negara selama 2 dekade. Oleh karenanya diperlukan agenda diskusi dan riset dan berbagai langkah relevan untuk menentukan strategi dan kebijakan pembangunan global, nasional maupun lokal.
Dalam persentasinya, dosen yang saat ini menempuh pendidikan doktoral di Department of Development Economics, Migration and Agricultural Policy, University of Kassel, dengan beasiswa Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2008 ini membeberkan berbagai masalah yang berkaitan dengan dampak migrasi terhadap kesejahteraan rumah tangga dan pembangunan desa di Jawa Timur dengan studi kasus di Kabupaten Malang.
Dijelaskan juga, migrasi, baik antar negara (internasional) maupun desa-kota, merupakan suatu fenomena global yang sangat berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi desa, baik melalui remiten yang diterima maupun perubahan sosial budaya. Migrasi akan membawa pada equalisasi harga faktor produksi yang pada jangka panjang akan menjadi alat untuk mengurangi kesenjangan antara negara. Untuk itu diperlukan kebijakan migrasi yang dapat memberi peluang hidup lebih baik dan, di sisi lain, negara pengirim harus menyiapkan pekerja yang memiliki kualitas lebih baik. Bagi Indonesia, pengiriman TKI harus disertai dengan kualitas (keahlian dan bahasa) dan bantuan hukum yang memadai mengingat rentannya kondisi mereka dari ancaman kekerasan dan pelanggaran hak pekerja lainnya.
Melalui email kepada Prasetya Online, Wildan menambahkan, lembaga EADI (European Assosiation of Development Research and Training Institutes) didirikan tahun 1975, bertujuan menjalin kerja sama riset dan pelatihan, membawahi asosiasi profesi dan jaringan lebih dari 350 lembaga dan individu di 29 negara Eropa. Lembaga yang bermarkas di Bonn, Jerman, ini bertujuan melakukan studi tentang pembangunan di Eropa. Informasi selanjutnya dapat dilihat pada www.eadi.org. [ws]

SNMPTN Hari Pertama: Lancar dan Aman
2 Juli 2008
Hari pertama ujian tulis seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), hari ini Rabu (2/7), berlangsung relatif lancar dan aman, tanpa hambatan yang berarti. Juga di lokal Malang, yang diselenggarakan oleh 3 perguruan tinggi negeri Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, ujian berlangsung tertib, lancar dan aman. Ujian ini diikuti oleh paling tidak 18622 peserta dari 3 kelompok, dengan rincian IPA 6604, IPS 7803, dan IPC 4215. Ujian hari pertama terdiri dari pengisian identitas peserta, kemudian dilanjutkan dengan tes kemampuan kuantitatif dan kemampuan bahasa. Tes hari pertama ini akan diakhiri pada pukul 10.30 WIB (11.30 WITA, atau 12.30 WIT).
Hanya puluhan peserta yang tidak hadir pada ujian hari pertama ini. Di kampus UB misalnya, tercatat hanya 90 orang peserta ujian IPS yang tidak hadir, berdasarkan berita acara U2 tentang pelaksanaan ujian yang masuk ke panitia lokal dari ruang dan lokasi ujian. Dari UM dilaporkan, jumlah peserta ujian IPC yang tidak hadir sebanyal 53 orang. Sementara itu belum diperoleh konfirmasi data serupa dari UIN, tapi diperkirakan juga hanya puluhan saja jumlahnya.
Rektor UB Prof Yogi Sugito beserta para pembantu rektor, para dekan, dan kepala biro, pagi itu berkeliling kampus UB untuk melihat dari dekat pelaksanaan ujian tulis ini. Dikunjungi antara lain lokasi ujian di Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Administrasi dan di Fakultas Ilmu Sosial. Tidak dijumpai halangan yang berarti. Semuanya berjalan tertib, aman, lancar.
Namun demikian, dilaporkan ada satu pelanggaran di lokasi ujian Fakultas Pertanian UB. Pengawas di situ menemukan tanda tangan peserta yang tidak sama antara pada kartu tanda peserta dan buku presensi peserta. Berdasarkan pemeriksaan oleh pihak panitia, ternyata yang bersangkutan adalah peserta yang sesungguhnya. Sementara yang mengembalikan formulir pendaftaran adalah saudara kembarnya, karena pada hari itu kebetulan yang bersangkutan sakit. Peserta ini berinsial nama KKC, kelahiran Jayapura 23/8/1989, rumah asal Blitar, mendaftar dengan pilihan pertama PS Tataboga UM, dan pilihan kedua PS Bahasa Arab UM. Tindakan yang diambil panitia adalah mendiskualifikasi peserta ini, karena dianggap melakukan kecurangan. Menerima laporan ini, Rektor Prof Yogi menyatakan setuju dengan tindakan panitia.
Ujian hari kedua besok, untuk kelompok IPA dimulai pukul 07.30 WIB (08.30 WITA, atau 09.30 WIT) hingga 10.00 WIB (11.00 WITA, atau 12.00 WIT), dengan materi tes kemampuan IPA. Sedangkan untuk kelompok IPS baru dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB (12.00 WITA, atau 13.00 WIT). Selang waktu 1 jam ini dapat dipergunakan oleh peserta IPC untuk istirahat sebelum masuk lagi untuk mengikuti ujian IPS hingga pukul 12.30 WIB (13.30 WITA, atau 14.30 WIT).
PSB
Setelah keliling kampus, Rektor UB beserta rombongan mengadakan tatap muka dengan para calon mahasiswa baru UB yang diterima melalui jalur Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) di Sasana Samanta Krida. Para calon mahasiswa baru itu diwajibkan melakukan daftar ulang pada pagi itu juga. Tercatat sebanyak 1604 orang yang diterima melalui jalur ini, terinci: FH 69, FE 86, FIA 312, FP 279, Fapet 44, FT 156, FK 25, FPIK 118, FMIPA 113, FTP 235, FIS 130, dan Program Bastra 35 orang.
Dalam sambutannya, Rektor Prof Yogi mengatakan, tidak mudah untuk masuk UB. Dari 7317 orang peminat asal 848 sekolah di seluruh Indonesia, hanya 1604 yang diterima melalui PSB. "Ini berarti tingkat keketatan seleksi di UB cukup tinggi. Oleh karenanya Anda ini termasuk manusia pilihan", kata Rektor.
Dalam kesempatan itu dituturkan, prestasi UB dalam segala bidang, baik akademik maupun kemahasiswaan. "Kita selalu masuk dalam kelompok 3 besar dalam kompetisi dan lomba-lomba yang diadakan. Memang jumlah kita kecil, hanya 28 ribu mahasiswa dan 1400 dosen, tapi prestasinya diakui secara nasional. Small is beautiful", ujar Rektor.
"Tidak ada alasan mahasiswa tidak bisa kuliah di UB hanya karena tidak ada biaya", lanjut Rektor, "kita memberlakukan SPP proporsional". Dijelaskan, besarnya SPP tergantung penghasilan orangtua mahasiswa. Mereka yang mampu membayar lebih mahal daripada yang kurang mampu. "Tapi jangan coba-coba memanipulasi data, seperti orang tua kaya mengaku tidak kaya", kata Rektor. Untuk kecurangan seperti ini, Rektor menegaskan, tidak segan-segan untuk menjatuhkan sanksi berupa pemecatan. Diinformasikan, saat ini dana senilai 6,5 milyar dari pemerintah untuk pemberian beasiswa mahasiswa UB. Belum lagi terhitung beasiswa-beasiswa dari instansi lain baik swasta maupun pemerintah.
Menjawab keragu-raguan seorang calon mahasiswa dari FH tentang efektivitas SPP proporsional, Rektor mengatakan, "Semuanya tergantung Anda sendiri. Selama data penghasilan orang tua itu akurat, maka sistem ini efektif". Oleh karena itu Rektor mengancam akan memberikan sanksi DO (drop out), kalau ada yang berani memanipulasi data.
Sementara itu menjawab pertanyaan calon mahasiswa dari FMIPA tentang entrepreneurial university, Rektor menyatakan UB telah ditunjuk sebagai koordinator entrepreneurial university se Asia Tenggara. Ini adalah dalam rangka melaksanakan misi UB sebagai pelopor dan penggerak pembangunan. Selain itu, UB selalu berupaya untuk mencetak lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Sementara hasil-hasil penelitian para dosen dan mahasiswa diusahakan untuk dijadikan unit bisnis.
Menutup pesannya, Rektor menawarkan, "Bicaralah dengan kami, dekan, pembantu rektor II, dan BAUK, kalau Anda memang mengalami kesulitan dana untuk kuliah".
Siang hari, dari Bagian Keuangan diperoleh informasi, jumlah mereka yang melakukan daftar ulang PSB tercatat sebanyak 1196 orang untuk seluruh program studi. Ini berarti sebanyak 413 orang tidak melakukan daftar ulang, atau sekitar 25,4% dari jumlah yang diterima.
Dengan demikian, para calon mahasiswa baru itu hanya tinggal melaksanakan kegiatan orientasi pendidikan maupun orientasi kemahasiswaan sebelum benar-benar mengikuti perkuliahan di UB. [Far]

Mahasiswa UB Lolos Final BYEE 2008
2 Juli 2008
Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB), Ahmad Imamul Muttaqin masuk menjadi finalis (15 besar) program The Bayer Young Environmental Envoy (BYEE) 2008.
BYEE merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Bayer bekerja sama dengan United Nations Environment Programme (UNEP). Program ini memberikan kesempatan kepada kaum muda, yang memiliki kepedulian nyata terhadap lingkungan hidup serta memperlihatkan komitmen tinggi terhadap pelestarian lingkungan untuk mempelajari teknologi, fasilitas dan praktek-praktek yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan, yang saat ini tersedia di Jerman. Ahmad Imamul Muttaqin dinyatakan lolos setelah mengikuti beberapa tahapan seleksi yang dimulai sejak bulan April 2008, yang kemudian menyisakan 30 semifinalis. Ia dinyatakan lolos dari 30 semifinalis tersebut dan masuk menjadi finalis 15 besar.
Untuk selanjutnya, kelima belas finalis yang terpilih tersebut diminta untuk mengimplementasikan proyek proposal lingkungan yang mereka ajukan sebelumnya. Durasi implementasi proyek lingkungan tersebut adalah 27 Juni-3 Agustus 2008.
Setelah melakukan implementasi proyek, para finalis diharapkan mengikuti Eco-Camp BYEE 2008 dimana melalui kegiatan ini para finalis akan memperoleh kesempatan berdiskusi dengan para pakar lingkungan mengenai isu-isu lingkungan hidup serta gagasan-gagasan kaum muda lainnya dalam pelestarian lingkungan. ECO-CAMP BYEE 2008 akan diselenggarakan tanggal 9-13 Agustus mendatang di lembur Pancawati, Bogor. Selanjutnya, proses seleksi BYEE akan berakhir dengan pemilihan empat mahasiswa terbaik melalui penjurian final yang akan berlangsung pada tanggal 14 Agustus 2008 di Jakarta. Keempat mahasiswa terpilih tersebut akan mewakili Indonesia dalam forum internasional BYEE di Leverkusen, Jerman pada tanggal 2-7 November 2008. [nok]

Tahun ini, 45 Mahasiswa Asing Masuk Fakultas Kedokteran UB
2 Juli 2008
Sebanyak 45 calon mahasiswa asing lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, kesemuanya berasal dari Malaysia. Menurut ketua tim penyeleksi, Dr dr Karyono Mintaroem SpPA., 45 orang calon mahasiswa tersebut adalah hasil seleksi yang dilaksanakan dua tahap di Kuala Lumpur. Seleksi pertama dilaksanakan 2-3 Mei 2008, diikuti oleh 123 peserta, absen 2 peserta, lulus 31 dan mengundurkan diri 4 orang. Sedangkan pada seleksi tahap kedua, 16-17 Juni 2008, diikuti oleh 72 peserta, absen 3 peserta, lulus 27 dan mengundurkan diri 2 orang.
Dari keseluruhan yang lulus, telah dipilih 45 yang terbaik masing-masing 20 peserta dari seleksi tahap pertama dan 25 peserta dari tahap kedua. Komposisinya, 15 orang laki-laki dan 30 orang perempuan. Menurut Karyono, adanya beberapa orang yang mengundurkan diri disebabkan karena mereka tidak hanya mengikuti tes seleksi UB saja. “Mungkin mereka mengikuti tes dari fakultas kedokteran dari universitas lain juga”, ujarnya.
Rencananya para calon mahasiswa baru tersebut akan datang ke Malang pada tanggal 17 Juli mendatang dan akan melakukan masa adaptasi selama empat minggu. Selama masa adaptasi tersebut mereka akan tinggal bersama keluarga yang berasal dari Indonesia agar bisa menyesuaikan dengan kultur masyarakat Indonesia khususnya Malang. Setelah itu, mereka bisa bebas memilih tempat tinggal bila masa perkuliahan sudah aktif.
Secara kurikulum, tidak ada perlakuan yang berbeda antara mahasiswa asli Indonesia maupun mahasiswa asing. Bahkan mahasiswa asing juga diwajibkan mengikuti masa Ordik dan Ormawa. Hanya saja, sebagai mahasiswa asing mereka akan dimasukkan ke kelas bahasa Inggris.
Secara kuantitas, ada penurunan jumlah mahasiswa asing yang diterima karena tahun lalu mahasiswa asal Malaysia yang diterima sebanyak 48 orang ditambah empat orang yang mengikuti program beasiswa MARA (beasiswa Diraja Malaysia). Namun itu tidak menjadi masalah karena pagu yang sudah ditetapkan berjumlah 45 orang. [fjr]

Bedah Buku Cyber Law
1 Juli 2008
Perkembangan dunia teknologi informasi perlu diimbangi pula dengan perkembangan bidang hukum yang menunjangnya dan bukan hanya berorientasi pada sektor ekonomi semata. Sayangnya, sisi lain perkembangan dunia TI berupa kejahatan berbasis TI belum mampu dijangkau hukum positif di Indonesia. Munculnya fenomena cracker, carder, defacing, phreaking ataupun situs porno adalah ekses negatif yang timbul dari keberadaan teknologi informasi.
Terkait ini, salah seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Dr Sukarmi SH MH menulis buku berjudul Cyber Law Kontrak Elektronik dalam Bayang-Bayang Pelaku Usaha. Kegiatan bedah buku ini diselenggarakan di gedung Inbis UB pada Selasa (1/7). Hadir sebagai pembedah dalam kesempatan tersebut adalah KMNRT Roy Suryo, pengamat telematika. Secara khusus, dalam buku tersebut, Sukarmi membahas masalah keperdataan dalam e-bisnis secara mendetail, di antaranya tentang kekuatan hukum yang mengikat perjanjian melalui media elektronik (e-contract), alat bukti dalam menentukan kerugian konsumen yang disebabkan oleh perjanjian baku dalam transaksi elektronik, serta prinsip tanggung jawab yang dapat diberlakukan sebagai upaya melindungi konsumen sebagai akibat dari perjanjian baku dalam transaksi elektronik di masa mendatang. Dijelaskannya, teknologi informasi adalah sesuau yang baru di Indonesia dan tidak semua orang tahu. “Untuk itu diperlukan ketegasan sanksi bagi setiap pelanggaran terhadap korban. Kontrak elektronik juga berpeluang menimbulkan perselisihan sehingga diperlukan pembuktian yang mengakomodir setiap kebenaran”, ujarnya.
Dalam ulasannya, KMNRT Roy Suryo menyatakan bahwa secara statistika, pengakses internet di Indonesia adalah paling rendah di dunia, sekitar 11,5% dari total penduduk yang mencapai 230 juta jiwa. Tetapi yang mengherankan, menurut Roy Suryo adalah angka kejahatannya di Indonesia mencuat menjadi nomor dua terbesar di dunia setelah Ukraina, dengan posisi ketiga diduduki oleh Yugoslavia. Hal ini menurutnya menjadi ancaman besar karena domain internet di Indonesia 51%-nya digunakan untuk dunia komersial. Untuk itu, ia sangat apresiatif terhadap hadirnya buku yang membahas masalah cyber law.
Hasil Disertasi
Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Bandung ini memiliki ketebalan 188 halaman. Buku yang penulisannya dimulai sejak tahun 2001 ini merupakan hasil pemikiran Sukarmi dalam penulisan disertasinya ketika menyelesaikan program Doktoralnya di Universitas Padjadjaran Bandung. Selain sebagai dosen FH UB, Sukarmi adalah juga anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2007-2011, serta narasumber lokal maupun nasional untuk masalah hukum bisnis yang meliputi Hukum Kontrak, Hukum Persaingan, Perlindungan Konsumen, Perbankan, dan sebagainya. Ia menyelesaikan program sarjananya di FH UB pada tahun 1990, meraih Magister Hukum Bisnis (1999) dari Universitas Padjadjaran Bandung, dan gelar doktor (2005) dengan predikat cumlaude dalam bidang dan dari universitas yang sama. Spesialisasi yang ditekuni adalah Hukum Kontrak Elektronik/Cyber Law. [nok]

Besok, Ujian Masuk SNMPTN
1 Juli 2008
Besok pagi, Rabu 2 Juli 2008, dimulai hari pertama ujian masuk melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang berlangsung di seluruh tanah air. Kegiatan ini serentak dimulai pada pukul 07.30 WIB (08.30 WITA, atau 09.30 WIT), dengan pengisian identitas peserta, kemudian dilanjutkan dengan tes kemampuan kuantitatif dan kemampuan bahasa. Tes hari pertama ini akan diakhiri pada pukul 10.30 WIB (11.30 WITA, atau 12.30 WIT). Sedangkan ujian hari kedua, Kamis 3 Juli 2008, dimulai 07.30 WIB (08.30 WITA, atau 09.30 WIT), dengan materi tes kemampuan IPA. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 10.00 WIB (11.00 WITA, atau 12.00 WIT). Selepas itu, peserta kelompok ujian IPA bisa pulang, dan peserta ujian IPC dapat beristirahat selama 1 jam. Tes berikutnya, berupa tes kemampuan IPS yang diikuti oleh peserta kelompok ujian IPS dan IPC dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB (12.00 WITA, atau 13.00 WIT). Ujian ini berakhir pada pukul 12.30 WIB (13.30 WITA, atau 14.30 WIT).
Tes kemampuan kuantitatif dan kemampuan bahasa, tediri dari: matematika dasar, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Adapun tes kemampuan IPA terdiri dari matematika, Biologi, Kimia, Fisika, IPA terpadu. Sedangkan tes kemampuan IPS terdiri dari sejarah, geografi, ekonomi, dan IPS terpadu.
Di lokal Malang, ujian akan diikuti oleh 18622 orang peserta, yaitu mereka yang telah mengembalikan isian formulir pendaftarannya kepada panitia, terdiri dari IPA 6604, IPS 7803, dan IPC 4215 peserta. Ujian tulis kelompok IPA dilaksanakan di Kampus Universitas Islam Negeri Malang (UIN) Jalan Gajayana, dan beberapa tempat lain seperti, SMKN2 dan SMAN8 Jalan Veteran, MAN3 dan MTSN1 Jalan Bandung, SMAN9 di Jalan Puncak Borobudur, MAN1 dan Kampus STIA di Jalan Baiduri Bulan Tlogomas, Kampus ITN Sigura-gura, dan SMPN4 Jalan Veteran. Sementara kelompok IPS dilaksanakan di kampus Universitas Brawijaya (UB), dan kelompok IPC di kampus Universitas Negeri Malang (UM).
Pihak panitia telah menyiapkan sejumlah tenaga pengawas yang diambilkan dari tenaga pengajar/Sdosen, guru-guru pada sekolah yang digunakan sebagai lokasi ujian, dan tenaga kependidikan golongan III/a ke atas dari ketiga perguruan tinggi negeri di Malang, dengan ratio 1 pengawas untuk 10 peserta ujian. Di samping itu masih ditambah dengan sejumlah tenaga penanggung jawab ruangan, koordinator pengawas, penanggung jawab lokasi, dan distributor naskah serta pengamanan untuk masing-masing lokasi ujian. Untuk kelancaran dan ketertiban tugas mereka ini mendapatkan pengarahan dari panitia, satu atau dua hari sebelum pelaksanaan ujian.
Sehari menjelang ujian, dianjurkan peserta seleksi untuk melihat dan memastikan lokasi ujian sesuai nomor peserta sampai ke ruangan ujian. "Jangan sampai nanti peserta terlambat gara-gara tidak tahu tempat ujian atau kesasar. Dianjurkan untuk datang di lokasi tes paling lambat 30 menit sebelum ujian dimulai", kata salah seorang panitia. Tak lupa pula diingatkan agar peserta jangan lupa untuk sarapan (makan pagi), serta menyiapkan kelengkapan untuk tes, seperti kartu tanda peserta, alat-alat tulis berupa pensil 2B, karet penghapus, dan peraut pensil. Di dalam ruang ujian peserta dilarang membawa segala macam buku, catatan, dan kertas apapun. Juga dilarang membawa segala macam alat hitung seperti kalkulator, mistar hitung, sempoa, dan lain-lain. Peserta juga dilarang menggunakan alat komunikasi elektronik, seperti radio komunikasi, handy talkie, telepon genggam (ponsel), alat bantu pendengaran (earphone/headset), dan lain-lain.
Diingatkan lagi, agar peserta mengisi nama, dan nomor tes pada lembar jawaban ujian (LJU) sama persis seperti nama dan nomor tes pada lembar pendaftaran, baik untuk ujian hari pertama maupun ujian hari kedua. Juga diingatkan, agar peserta tidak lupa mengisi kode naskah (soal) pada LJU yang dikerjakannya. Ketidakkonsistenan pengisian nama dan nomor, maupun kelalaian dalam pengisian kode naskah akan merugikan peserta sendiri.
Setelah ujian selesai, peserta diminta dengan tenang meninggalkan ruang ujian, dan jangan sampai ada barang-barang yang tertinggal, terutama kartu tanda peserta tes.
Hasil ujian akan diumumkan tanggal 1 Agustus 2008 melalui situs web http://www.snmptn.ac.id, dan dapat diakses mulai pukul 00.00 WIB.
Melalui SNMPTN, ketiga PTN di Malang (UB, UM, dan UIN) akan menyerap 5679 orang mahasiswa baru, secara rinci: UB 3254, UM 1725, dan UIN 700 orang. [Far]