Last updated 31/7/2006
By: Farid Atmadiwirya
Juli 2006

SDM Menentukan Keunggulan Kompetitif Organisasi
31 Juli 2006
Organisasi yang berhasil, mampu menempatkan SDM sebagai aset yang harus dikelola sesuai kebutuhan. Apabila dikelola secara bijaksana dan inovatif maka SDM dapat menentukan keunggulan kompetitif organisasi.
Demikian pernyataan Debora dalam disertasi berjudul ”Pengaruh Kepercayaan Organisasional dan Kepuasan Kerja (Studi Persepsi Dosen Tetap Perguruan Tinggi Swasta Berbentuk Universitas di Kalimantan)”, dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 31/7.
Ujian disertasi ini dipromotori oleh Prof Dr Taher Alhabsji, dengan kopromotor Armanu Thoyib SE MSc PhD dan Dr Ir Solimun MS. Sementara tim penguji terdiri dari Prof Dr Umar Nimran MA, Prof Drs Achmad Fauzi Dh MA, Eko Ganis SE MCom (Hons) PhD dan Prof Dr Imam Syakir SE dari Universitas Airlangga Surabaya.
Lebih lanjut Debora menyatakan, sikap pegawai terhadap pemberdayaan kerja dan pemberdayaan psikologis, merupakan masalah krusial bagi pengembangan sumberdaya manusia. Keduanya akan berdampak pada tingkat kepercayaan pegawai terhadap organisasi dan menimbulkan dampak perilaku dalam bekerja seperti kepuasan kerja.
Penelitian disertasi Debora dilakukan terhadap 186 orang dosen dari lima perguruan tinggi swasta di Propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kelima universitas tersebut, Universitas Islam Kalimantan, Universitas Achmad Yani, Universitas PGRI Palangkaraya, Universitas Kristen Palangkaraya, dan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Hasil penelitian tersebut mengungkap bahwa akses informasi di perguruan tinggi swasta masih rendah pada pemberdayaan psikologis. Sedangkan yang paling berperan dalam membangun pemberdayaan kerja adalah akses informasi. Sehingga informasi tentang tujuan, tahapan organisasi, dan rencana mendatang lembaga perguruan tinggi swasta tempat dosen tetap yayasan bekerja, lebih berperan dalam meningkatkan pemberdayaan kerja. Selain itu terungkap juga bahwa sebuah perguruan tinggi yang berstatus swasta tidak semuanya memiliki akses sumberdaya yang cukup memadai.
Debora merekomendasikan, bagi pimpinan lembaga perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan akses informasi yang meliputi perbaikan informasi tentang tujuan tahapan organisasi serta rencana mendatang lembaga sebagai upaya meningkatkan pemberdayaan kerja di lingkungan universitas.
Perbaikan yang perlu dilakukan berikutnya adalah perbaikan identifikasi terhadap kepercayaan organisasional, perbaikan kompetensi, perbaikan pemberian kompensasi, serta pemberian promosi jabatan. Pemimpin lembaga perguruan tinggi hendaknya memandang pemberdayaan kerja, pemberdayaan psikologis, kepercayaan organisasional dan kepuasan kerja sebagai suatu sistem yang saling terkait dan berhubungan. Pemerintah, terutama Kopertis dan Dikti, direkomendasikan untuk lebih selektif dalam memberikan izin pendirian PTS baru.
Dalam yudisium Debora dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu administrasi dengan minat administrasi bisnis
Dr. Debora MSi adalah tenaga pengajar di FISIP Universitas Kristen Palangkaraya. Perempuan kelahiran Banjarmasin 41 tahun silam ini menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (1989) dan mendapatkan gelar magister dari Universitas Brawijaya (1999)..[nik]

Sosialisasi I-MHERE di Unibraw
31 Juli 2006
Dalam rangka mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi otonom, diselenggarakan sosialisasi program I-MHERE (Indonesia Managing Higher Education For Relevance and Efficiency) bagi para pejabat struktural di lingkungan Universitas Brawijaya, Senin 31/7. Sosialisasi ini sendiri diagendakan berlangsung mulai 29/7 hingga 3/8, dengan sasaran seluruh komponen stakeholders. Mulai dari jajaran pimpinan, staf edukatif, staf administrasi, maupun mahasiswa.
Tim task force penyusunan proposal sekaligus sosialisasi program hibah pemerintah dari World Bank ini adalah Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro, Dr. Ir. M. Sasmito Djati, Dr. Johan Andoyo Effendi Noor MSc, Dr. Gugus Irianto, Dr. Arief Rahmansyah, Ir. Umi Zakiyah MS dan Dr. Ing. Setyawan P Sakti. Salah seorang anggota task force, M. Sasmito Djati menerangkan, program hibah bagi Unibraw dalam hal ini adalah I-MHERE Institusi senilai USD 500 ribu.
“I-MHERE jenis 2.2 a bagi Unibraw ini digunakan untuk mempersiapkan masa transisi dalam jangka waktu 3 tahun sehingga pada tahun 2010 Unibraw layak sebagai lembaga yang disiapkan menjadi otonom”, tambahnya. Universitas lain yang penerima hibah ini adalah UI, ITB, IPB, UGM, USU dan UPI.
Lebih lanjut dipaparkan Sasmito yang juga anggota tim BHMN, sosialisasi ini melibatkan seluruh stakeholders dikarenakan pengkondisian profesionalisme manajerial akan berhubungan dengan perubahan kultur yang selama ini ada, sehingga merupakan brainstorming bagi seluruh elemen. Di dalam I-MHERE tercakup berbagai jenis perbaikan manajemen meliputi manajemen akademik, manajemen keuangan, manajemen SDM, manajemen aset dan manajemen teknologi informasi. [nok]

Unibraw 4 Besar dalam Total Medali PIMNAS XIX
31 Juli 2006
Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional XIX tahun 2006 telah berakhir Sabtu 29/7. Universitas Brawijaya termasuk urutan empat besar dalam total jumlah penghargaan medali yang diraih. Raihan ini untuk kategori Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang terdiri dari PKMI, PKMP, PKMT, PKMM, dan PKMK. Hasil ini tak begitu mengecewakan, meskipun masih di bawah perolehan dalam Pimnas tahun 2005 silam, mengingat hanya 21 perguruan tinggi yang berhasil meraih penghargaan medali dari total 108 perguruan tinggi peserta. Dalam Pimnas XIX yang berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, Unibraw berhasil meraih 9 medali, yaitu 4 perak, dan 5 perunggu. Peringkat pertama diduduki oleh UGM dengan 15 medali (5 emas, 5 perak, dan 5 perunggu). Pada peringkat berikutnya, IPB dengan 13 medali (5 emas, 4 perak, dan 4 perunggu), dan ITS dengan 12 medali (5 emas, 4 perak dan 3 perunggu).
Peringkat selanjutnya, Unnes dengan 6 medali, Unair 5 medali, STT Telkom Bandung 3 medali, Unand 2 medali, UI 2 medali, dan 12 medali sisanya hanya terdistribusi pada 12 perguruan tinggi, masing-masing dengan 1 medali.
Penurunan hasil ini menurut beberapa pengamat terutama dikarenakan adanya perubahan sistem penjurian yang dirasa sangat menguras stamina para peserta.
Masih dalam arena Pimnas tapi tak disertakan dalam penilaian, Unibraw meraih penghargaan kedua untuk LKTM (lomba karya tulis mahasiswa) bidang IPA. [Far]
Mereka berbicara
Unibraw memang tidak berhasil meraih medali emas. Akan tetapi ada 4 medali perak dan 5 perunggu yang diraihnya. Dari perolehan medali Unibraw menduduki posisi 4 setelah UGM, IPB dan ITS.
Menurut Ir. Muhammad Musa MS, ketua kontingen Unibraw, hal ini dikarenakan substansi karya yang dihasilkan belum memenuhi 3 aspek secara keseluruhan. Ketiga aspek tersebut ialah kesesuaian dengan bidang yang dilombakan, berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan berkontribusi dengan masyarakat.
Dr. Imam Sujadi MSi, salah satu anggota pokja (kelompok kerja) juga mengatakan bahwa tim telah berusaha mati-matian. Tetapi sayang sejak awal Unibraw memang telah kalah start. “Pembinaan baru kita lakukan saat proposal mereka diterima oleh DIKTI, sementara perguruan tinggi lain sudah melaksanakan pembinaan sejak awal. Bahkan sebelum mereka mengajukan judul", terangnya. Judul yang diajukan orisinil memang dari pemikiran mahasiswa sendiri sedangkan pokja hanya bertugas membinanya.
Imam juga menambahkan bahwa pada PT yang lain judul yang diajukan pun ditindaklanjuti untuk skripsi  sedangkan di Unibraw tidak semua seperti itu. Masalah koordinasi juga berpengaruh pada hasil yang diperoleh Unibraw. Musa mengatakan bahwa menjadi tuan rumah ternyata tidak malah memudahkan mereka untuk berkoordinasi. “Konsentrasi kita terpecah untuk Pimnas dan aktivitas lain,” ucapnya.
Ia mencontohkan pada poster. Pada pameran poster Unibraw tidak membawa sampel bahan yang digunakan. Padahal hal itu menjadi nilai lebih tersendiri. Musa mengatakan hal itu memang kurang dikoordinasikan dengan timnya sehingga nilai yang diperoleh menjadi berkurang.
Beberapa hal tersebut menurut Ali Farid, SH, kepala bagian kemahasiswaan akan dijadikan sebagai pelajaran. “Kami akan memperbaiki beberapa hal yang luput dari perhatian kami untuk PIMNAS XX,” terangnya. Pada tahun depam Pimnas XX ini rencananya akan diselenggarakan di Lampung. Ali Farid menargetkan dengan beberapa perbaikan disana-sini pada tahun depan Unibraw dapat duduk di tiga besar.
Proses pembinaan pun telah dilakukan oleh Unibraw secara optimal. Mereka yang telah lolos seleksi diberi diklat presentasi dengan materi: cara membuat presentasi menggunakan powerpoint dan flash, serta body language saat presentasi. Setelah itu mereka di karantina dan dibreakdown mengenai substansi dan cara menjawab pertanyaan. Proses ini menurut Ali Farid menghabiskan puluhan juta rupiah.
Sembilan medali yang diraih Unibraw adalah untuk kategori Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM): Ilmiah, Teknologi Terapan, Pengabdian Masyarakat dan Penelitian, yang dinilai dari presentasi dan poster.
Ada 4 medali perak yang diperoleh Unibraw. Dari PKM-Teknologi Terapan tentang “Sistem Penyiraman Tanaman Berbasis PC Menggunakan Media SMS Umpan Balik.” Karya tersebut menang dari hasil presentasinya. Mereka adalah Kiagus Firdaus, Andra Dwi Julianto, Ferry Cahyono dari Fakultas MIPA.  Kedua, PKM-Masyarakat tentang “Pelatihan Gynogenesis Pada Kelompok Pembudidaya Ikan Koi (Cyprinus carpio) Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Genetik Ikan Koi di Kelompok Pembudidaya “Ikan Koi Sumber Harapan” Kabupaten Blitar, Propinsi Jawa Timur”. Karya tersebut menang dari posternya. Mereka adalah Sri Pratiwi Saraswati, Febrika Kusuma, Hendra Nurcahyo, Heru Wiyoto dan Dyah Muji Rahayu dari Fakultas Perikanan. Ketiga, PKM-Penelitian tentang “Pemanfaatan Protein Whey (By Product Keju) Menjadi Edible Film Coating Untuk Mempertahankan Kualitas Daging Ayam.” Karya tersebut menang dari posternya. Mereka adalah Erwin Wieddyanto, Enny Indah, Esti Wahyuni dan Siti Khoirul Zannah dari Fakultas Peternakan. Keempat, PKM-Penelitian tentang “Pembuatan Minuman Probiotik Tersuplementasi “Rice Bran” Yang Bersifat Multifungsional (Kajian Pengaruh Penambahan Bekatul Terhadap Viabilitas BAL dan Aktivitas Bakterioosin).” Karya tersebut menang dari posternya. Mereka adalah Elmi Dewi, Anita Kusuma, Nawa Aldina, Novia Rika dan Yusnita Liasari dari Fakultas Teknologi Pertanian.
Satu medali perak juga diperoleh dari Lomba Karya Tulis Mahasiswa bidang IPA yaitu karya tentang “Pemanfaatan Lintah (Hirudo medicinalis) Dalam Mencegah dan Mengobati Stroke Iskemik.” Karya Aprivita Gayatri, Ardani Galih Prakosa dan Putri Wulan Akbar dari Fakultas Kedokteran.
Unibraw juga memperoleh 5 perunggu. Pertama dari PKM-Ilmiah yaitu tentang “Formulasi Feromon Sintetik Dengan Medote Elektro Antenografi (EAG) Untuk Pengendalian Hama Kumbang Kelapa (Rhynchophorus Spp).” Karya Denok Rahmawati, Henni Endrawati dan Yuni Nurcahyani dari Fakultas MIPA yang menang dari presentasinya. Kedua, PKM-Teknologi Terapan yaitu tentang “Implementasi Mikrokontroler Atmega 8535 Untuk Mengatur Suhu Dan Kelembapan Pada Kandang Bekicot.” Karya Hermawan Rahman, Hendy Eky dan Rina Arisona dari Fakultas Teknik menang dari posternya. Ketiga, PKM-Penelitian tentang “Studi Perbandingan Kualitas Gelatin Dari Limbah Kulit Ikan Tuna (Thunnus spp), Kulit Ikan Pari (Dasyalis sp) dan Tulang Ikan Hiu (Carcarias sp.) Sebagai Alternatif Penyedia Gelatin Halal”.  Karya Donni Muhammad Irawan, Mahrus Ali dan Indra Kristina dari Fakultas Perikanan yang menang dari presentasinya. Keempat, PKM-Penelitian tentang “Perbandingan Efektivitas larva Lucilia sp. dan Musca sp. Dalam Uji Ekstrak in vitro, Uji Ekstrak in vivo dan Maggot Debridement Therapy Pada Luka Terinfeksi Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA).” Karya Albert Cendikiawan, Hadianto Gunawan, Obed Trinucahyo, Vianney Tedjamulia dan  Cokorda A. Wahyu. P dari Fakultas Kedokteran menang dari presentasinya. Kelima, PKM-Masyarakat tentang “Pelatihan Gynogenesis Pada Kelompok Pembudidaya Ikan Koi (Cyprinus carpio) Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Genetik Ikan Koi di Kelompok Pembudidaya “Ikan Koi Sumber Harapan” Kabupaten Blitar, Propinsi Jawa Timur”. Karya Sri Pratiwi Saraswati, Febrika Kusuma, Hendra Nurcahyo, Heru Wiyoto dan Dyah Muji Rahayu dari Fakultas Perikanan menang dari presentasinya.[vty]

Lustrum IX Fakultas Ekonomi
29 Juli 2006
Tak biasa Universitas Brawijaya "diganggu" oleh raungan kereta kelinci yang hilir mudik di jalanan kampus. Belasan orang berpakaian rapi duduk di dalamnya sambil mengamati gedung-gedung, berceloteh tentang pengalaman masa lalu yang pernah mereka lewati bersama di kampus ini. Kereta kemudian berhenti di depan gedung Widyaloka, para penumpang pun turun. Mereka adalah para alumni Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Adegan Sabtu (29/7) pagi ini mengawali acara peringatan Lustrum IX Fakultas Ekonomi. Peringatan itu sendiri dilatarbelakangi oleh peristiwa bergabungnya PTEM (Perguruan Tinggi Ekonomi Malang) dengan Universitas Brawijaya, pada 3 Oktober 1961.
Memperingati Lustrum IX, digelar berbagai acara. Ketua panitia peringatan, Dr. Susilo SE MS mengatakan, selain sarasehan dan temu alumni juga ada malam keakraban dan jalan sehat. Malam keakraban diadakan pada malam hari ini juga pukul 19.00 WIB. Sedangkan jalan sehat diadakan esok pada hari Minggu (30/7) mulai pukul 06.00 WIB.
Dekan Prof Dr. Bambang Subroto SE MM Ak, dalam sambutan menyampaikan saat ini Fakultas Ekonomi telah mencapai akreditasi tertinggi, yaitu A bintang tiga. “Ini merupakan akreditasi tertinggi, karena di atas itu nggak ada lagi kriteria yang lebih tinggi,” ujarnya. Ia juga mengatakan dua jurusan yaitu Manajemen, dan Akuntasi memperoleh dana hibah bersaing A3 selama tiga tahun. Sedangkan Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan masih dalam proses untuk mendapatkannya.
Ini merupakan prestasi tersendiri, yang dapat dicapai Fakultas Ekonomi dalam usia 45 tahun. Usia yang telah matang untuk sebuah fakultas. Acara sarasehan dan temu alumni ini saja dihadiri tak kurang dari 500 orang alumni.
Acara tersebut, menurut Susilo, dimaksudkan untuk mencari masukan dari stakeholder dan pengguna lulusan FE Unibraw. “Kita ingin melihat kompetensi lulusan dilihat dari kelebihan dan kekurangannya, sehingga hasilnya dapat kita terapkan untuk meningkatkan kualitas lulusan", tuturnya.Selain itu, sarasehan juga diharapkan dapat meningkatkan networking para lulusan. “Kita berharap alumni mempunyai ikatan yang kuat dan berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi lulusan,” ucapnya.
Untuk itu, pada puncaknya acara ini juga membentuk formatur dan kordinator wilayah alumni FE Unibraw untuk setiap daerah. Disebutkan antara lain daerah Yogyakarta, Malang, Surabaya, Sumatera, dan lain-lain. Agenda ini dilaksanakan pada malam keakraban.
“Malam keakraban, akan diisi dengan acara peluncuran direktori alumni dan deklarasi hasil dari sarasehan”, terang Susilo. Ia juga berharap pascaacara ini dapat dibentuk sebuah lembaga sosial seperti yayasan, yang dapat mewadahi dan mengakomodasi aspirasi alumni FE Unibraw.
Beberapa kendala memang dihadapi panitia. Menurut Susilo, terutama adalah belum tersedianya database alumni FE Unibraw. Tak heran kalau publikasi yang dilakukan untuk acara lustrum ini pun dirasa kurang maksimal. Tapi ia sangat berterima kasih atas partisipasi para alumni pada acara peringatan ini, juga atas bantuan dari pihak sponsor, lembaga, maupun individu. Dari mereka ini terkumpul dana sebanyak Rp 117 juta. [vty]

Disertasi IGN Santosa: Pola Tanam di Lahan Kering
29 Juli 2006
Masalah utama untuk meningkatkan produksi pertanian lahan kering adalah keterbatasan air.
Sementara curah hujan secara alamiah tidak mencukupi. Petani hanya dapat menanam tanaman jagung, kacang tanah, atau ubi jalar sekali setahun.
Demikian I Gusti Ngurah Santosa dari program doktor ilmu pertanian dalam disertasi berjudul ”Perencanaan Pola Tanam Berdasarkan Kebutuhan dan Persediaan Air pada Lahan Kering di Bali Utara” dalam ujian terbuka di Gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 29/7.
Ujian terbuka ini dipromotori oleh Prof Dr Ir Soemarno MS, dengan ko promotor Dr Ir Sugeng Prijono MS dan Prof Dr Ir Ariffin MS. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Ir Bambang Guritno, Dr Ir Zaenal Kusuma SU, Dr Ir Salyo Sutrisno MS dan Prof Dr Ir I Nyoman Merit MAgr dari Universitas Udayana Bali.
Dikemukakan fakta, lahan pertanian di Indonesia sebagian besar lahan kering. Luas lahan kering untuk pertanian di Indonesia lebih kurang 87,6 juta hektar. Khusus Provinsi Bali, terdapat lahan kering seluas 480 ribu hektar dari luas wilayah seluas 564 ribu hektar.
Selama ini solusi yang dilakukan petani di daerah itu pada lahan kering adalah dengan membuat sumur pompa untuk irigasi. Namun, pengadaan sumur pompa biayanya mahal, sehingga pengoperasian sumur pompa kenyataannya masih jauh dari harapan. Untuk itu diperlukan perencanaan pola penanaman dan pengelolaan sumur pompa, sehingga air irigasi dapat memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan produksi.
Penelitian disertasi IGN Santosa dilakukan di Bali Utara bagian Timur pada areal sumur pompa TTM 18, mulai 1 Mei 2003 hingga 30 Juli 2005. Enam tahapan penelitian yang dilakukan meliputi: penentuan persediaan air dari curah hujan, sumur pompa dan kualitas air, melakukan analisis potensi lahan kering, penyusunan pola tanam, penelitian kebutuhan air, melakukan studi neraca air dan tahap terakhir adalah analisis pola tanam.
Dari penelitian ING Santosa, diperoleh gambaran bahwa wilayah Bali utara berpotensi untuk pengembangan tanaman jagung, kacang tanah, ubi jalar, melon, bawang merah dan kacang panjang. Perencanaan penanaman untuk musim tanam pertama: jagung, kacang tanah atau ubi jalar. Untuk musim tanam kedua: melon, bawang merah atau kacang panjang. Sementara untuk musim tanam ketiga: kacang tanah atau jagung. Selain itu, apabila persediaan air hanya dari curah hujan maka perencanaan pola tanam hanya dapat sekali dalam setahun. Sedangkan dengan adanya irigasi maka dapat dilakukan tiga kali dalam setahun. Pola pergiliran tanaman yang terbaik adalah jagung – melon – kacang tanah.
Dalam yudisium, IGN Santosa dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,84), dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian dengan minat teknik sumberdaya air.
Dr Ir I Gusti Ngurah Santosa MS, pria kelahiran Singaraja 50 tahun silam ini adalah insinyur teknik pertanian lulusan Universitas Udayana (1982) dan magister sains pengelolaan tanah dan air program KPK Unibraw-UGM (1989).
Dr IGN Santosa adalah dosen pada Fakultas Pertanian Universitas Udayana (sejak 1983), dengan pengalaman menjadi counterpart proyek irigasi Bali (1982-1985), konsultas proyek pemanfaatan air tanah Bali (1990), Ketua Lab Irigasi Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Udayana (1991), Sekretaris Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Udayana (1992-1996), dan Ketua Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Udayana (2000-2002). [nik]

Nominasi Diumumkan Hari Ini, 13 Tim Malang Masuk PKM
Sabtu, 29 Juli 2006
Babak penyisihan kompetisi PKM (program kreativitas mahasiswa) tingkat pertama telah usai. Hasilnya, ada 75 tim yang lolos dalam final PKM. Dari jumlah itu, 13 di antaranya adalah tim dari Malang, yakni Universitas Brawijaya 7 tim, Universitas Muhammadiyah Malang 3 tim, dan Universitas Negeri Malang 1 tim.
Untuk menjadi juara, semua tim yang lolos final harus berkompetisi kembali dalam sesi presentasi final. Rupanya, persaingan di tingkat final ini jauh lebih ketat dibanding presentasi sebelumnya. Sebab, dari 75 tim itu hanya akan tersaring 15 pemenang karena masing-masing kelas PKM yang jumlahnya lima hanya akan diambil juara 1,2, dan juara 3. Belum lagi proses penjurian yang juga jauh berbeda. "Sebelumnya, semua tim diberi waktu 45 menit untuk presentasi dengan juri 2-3 orang. Tapi, pada babak final hanya akan dibatasi 30 menit dengan juri 5 orang," ucap Ketua Dewan Juri PKM Drs Ir Endi Suwondo DEA.
Menariknya, meski presentasi final telah dibentang sejak kemarin sore hingga malam harinya, namun nominasi juara belum bisa diumumkan. Itu karena tim juri akan mengadakan rapat tertutup dan semua hasil baru dipublikasikan hari ini. "Kami tidak ingin semua tim saling menebak. Jadi, biarlah berjalan seperti biasa," tambahnya.
Untuk penilaian sendiri, sesuai dengan peraturan Dikti, ada beberapa kriteria penilaian yang dilakukan. Di antaranya, kreativitas tim PKM yang didasarkan pada kegunaan sesuai bidang, kontribusi bagi perkembangan Iptek, dan kontribusi bagi pemecahan masalah di masyarakat serta potensi paten PKMT. Selain kreativitas, kriteria lain didasarkan pada tulisan dan presentasi serta kemampuan diskusi tim. "Kalau melihat tim-tim yang masuk final, semuanya cukup bagus. Tinggal menunggu hasil penilaian tim juri saja," kata dia.
Sementara itu, selain tiga perguruan tinggi dari Malang yang lolos final, ada sekitar 22 perguruan tinggi lainnya yang juga berhasil masuk final. Yakni, IPB 14 tim, UGM 11 tim, Unair 5 tim, UNS 4 tim, ITS 3 tim, UI 3 tim, UKI Atmajaya 3 tim, Poltek Negeri Semarang 2 tim, STT Telkom 2 tim, Universitas Andalas 2 tim, Universitas Lambung Mangkurat 2 tim, Universitas Muhammadiyah Surakarta 2 tim, Universitas Sebelas Maret Surakarta 2 tim, UII Jogjakarta 1 tim, UK Soegijapranata Semarang 1 tim, UK Petra Surabaya 1 tim, Unlam 1 tim, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara 1 tim, Universitas Negeri Padang 1 tim, UNY 1 tim, UPI 1 tim, dan Universitas Udayana 1 tim. (nen) RADAR MALANG Sabtu, 29 Juli 2006

Pelatihan Analisis Data Penelitian Tanah dengan Genstat
28 Juli 2006
Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, 24-28 Juli 2006, menyelenggarakan pelatihan analisis data hasil penelitian menggunakan program Genstat. Pelatihan diikuti oleh para dosen dan asisten pada Jurusan Ilmu Tanah dan beberapa mahasiswa S2 maupun S3 Program Pascasarjana Unibraw, dengan fasilitator Prof Dr Ir Kurniatun Hairiah, PIC (person in charge) Perbaikan Suasana Akademik Proyek PHK A2 Jurusan Ilmu Tanah, dan narasumber pakar statistika Dr Ir Bernadetha Maria Mitakda, dari FMIPA Universitas Brawijaya.
Pelatihan ini dimaksudkan sebagai upaya peningkatan mutu publikasi ilmiah para dosen Jurusan Ilmu Tanah, baik untuk tingkat nasional maupun internasional.
Kurikulum Program Studi Ilmu Tanah, saat ini diarahkan pada pengelolaan sumberdaya alam, bukan lagi tanah sebagai faktor produksi pertanian. Dengan demikian, maka penelitian di bidang pertanian, khususnya ilmu tanah tidak cukup dengan rancangan dengan menggunakan RAK (rancangan acak kelompok), RAL (rancangan acak lengkap) atau yang lain. Penelitian lebih rumit dengan melibatkan data kualitatif dan kuantitatif, pengukuran antar waktu, hasil survei berupa data spasial yang sering tidak bisa diatur dengan menggunakan rancangan tertentu. Oleh karena itu, software seperti SPSS dan Minitab yang sering digunakan tidak lagi memenuhi kebutuhan.
Selama ini sebenarnya sudah banyak data hasil survei sumberdaya alam yang ada di Jurusan Tanah, tetapi sulit dipublikasikan karena  kurang memenuhi persyaratan penulisan ilmiah, salah satunya karena alasan rancangan yang tidak tepat dan tidak dianalisis secara statistik. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini merupakan pencerahan bagi dosen di Jurusan Tanah untuk meningkatkan jumlah dan kualitas tulisannya.
Selama pelatihan, pemateri Dr. Bernadetha Mitakda menjelaskan kelemahan metoda analisis ‘lama’ atau ‘kuno’, seperti uji BNT (beda nyata terkecil) dan MDRS. Di samping juga diberikan ‘tips and trick’ untuk menggunakan program Genstat yang lebih fleksibel, efisien dan efektif. Diajarkan pula, ‘trick’ mempersiapkan dan mencek data hasil penelitian sebelum tahapan analisis statistik, cukup menggunakan fasilitas program Excel (pivot table dan pivot charge). Pelatihan berjalan dengan lancar, dengan suasana akademik yang hidup. Peserta berlatih menganalisis data hasil penelitiannya sendiri (bidang ilmu tanah), sehingga diskusi tidak hanya membahas hasil analisis statistik saja tetapi juga berupaya menjelaskan dari sudut pandang ilmu pertanian dan lingkungan. Ditekankan pula oleh pemateri, statistik hanyalah alat saja, kepiawaian peneliti dalam merancang skenario analisis dan menjabarkannya secara ilmiah masih tetap merupakan kunci utama keberhasilan penelitian.
Kegiatan pelatihan ini tidak hanya meningkatkan ketrampilan dosen dalam menganalisis hasil penelitian, tetapi juga dapat dipakai untuk memperbaiki materi pembelajaran “metode penelitian tanah” untuk mahasiswa S1 di Jurusan Tanah. [ret]

Kompensasi Finansial Tidak Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan
27 Juli 2006
Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh strategi perusahaan dengan memperhatikan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Dalam perspektif sumber daya manusia (SDM), pencapaian kinerja karyawan sangat bergantung pada keberhasilan pengelolaan SDM dalam suatu organisasi. Karyawan sebagai individu dan kelompok dalam organisasi, memiliki perbedaan unik dari suatu
pribadi. Sehingga keberhasilan pengelolaan SDM harus ditopang dengan penguasaan skill dan knowledge yang dimiliki karyawan, yang tidak dapat ditiru oleh perusahaan pesaing. Peningkatan kinerja perusahaan, juga sangat dipengaruhi oleh aktiva tidak berwujud yaitu budaya perusahaan. Setiap perusahaan memiliki budaya yang unik, dan budaya yang paling efektif adalah budaya kerja yang mendukung strategi organisasi dengan menyesuaikan perilaku, proses dan metode sesuai dengan hasil yang diinginkan perusahaan.
Demikian antara lain Dwi Wahyu Artiningsih SE MM dalam disertasi berjudul ”Kompensasi: Pengaruhnya terhadap Budaya dan Kinerja Perusahaan PMDN di Kalimantan Selatan” yang disampaikan pada ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 27 Juli 2006. Bertindak sebagai promotor Prof Dr Eka Afnan Troena SE, dan Prof Armanu Thoyib SE MSc PhD serta Dr Solimun MS selaku kopromotor. Tim penguji terdiri dari Prof Dr MS Idrus SE MEc., Prof Dr Djumilah Zain SE dan Prof Dr Umar Nimran MA dengan penguji dari luar instansi Prof Christantius Dwiatmadja ME PhD dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Diungkapkan pula, perbedaan perusahaan meliputi perbedaan nilai-nilai, norma-norma dan harapan yang membentuk budayanya.
Sistem kompensasi, menurut Dwi Wahyu Artiningsih, mencerminkan nilai-nilai organisasi. Sementara budaya adalah konsep organisasi yang mencakup bagaimana kerjadilaksanakan dan bagaimana orang dipilih, dikembangkan, diatur dan diberi penghargaan. Sehingga, program pembayaran yang sukses adalah program yang sesuai dengan perubahan budaya organisasi, cita-cita bisnis dan nilai-nilai yang menekankan pada keberhasilan sebagai individu atau tim.
Penelitian disertasi Dwi Wahyu Artiningsih bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian kompensasi finansial dan kompensasi non finansial sebagai upaya menumbuhkan budaya dan peningkatan kinerja perusahaan PMDN besar dan menengah di Kalimantan Selatan. Responden dalam penelitian ini adalah 321 orang karyawan tingkat menengah sebanyak dari 42 perusahaan yang berada di kabupaten dan kota Banjarmasin, Martapura, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala, Tabalong, Tanah Laut, Kotabaru dan Banjarbaru.
Dari penelitian itu ditemukan beberapa hal menarik. Kompensasi non finansial yang diterapkan pada perusahaan besar mampu menumbuhkan budaya kerja yang kuat, menuntut keterlibatan karyawan yang tinggi, meningkatkan konsistensi perilaku dan mendukung karyarwan melakukan pekerjaan yang berorientasi tim, sehingga berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Sementara itu kompensasi finansial ternyata tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Kompensasi finansial kepada karyawan tingkat menengah berupa upah, belum mampu memberikan kontribusi terhadap perbaikan kinerja perusahaan.
Dalam disertasi itu Dwi Wahyu Artiningsih merekomendasikan, sudah waktunya perusahaan untuk meninjau kembali sistem kompensasi finansial yang dibayarkan kepada karyawan, dan lebih menekankan pada konsep pemberian kompensasi finansial berupa bonus lebih besar sebagai tolok ukur performa individu dengan tetap memperhatikan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Selain itu perusahaan harus lebih berorientasi merit system pada kontribusi individu dalam tim, posisi karyawan dan memperhatikan pengalaman kerja karyawan.
Dalam yudisium, Dwi Wahyu Artiningsih dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu ekonomi kekhususan manajemen dengan predikat cumlaude (IPK 3,76).
Dr. Dwi Wahyu Artiningsih SE MM (41 tahun), putri kelahiran Nganjuk 19 Mei 1965, adalah sarjana ekonomi lulusan STIE Malangkucecwara Malang (1989), dan magister manajemen dari Universitas Brawijaya Malang (2001). Saat ini yang bersangkutan adalah tenaga pengajar STIE Indonesia Banjarmasin. [nik]

Stan Pameran Unibraw di Pimnas XIX
27 Juli 2006
Mengusung tema ”Dengan Penguasaan Inovasi Iptek Kita Tingkatkan Profesionalitas dan Life Skill Mahasiswa”, Universitas Brawijaya membuka stan sebagai salah satu kegiatan pendukung Pimnas XIX di Universitas Muhammadiyah Malang. Di dalam stan tersebut ada sekitar 30 materi yang dipajang dari FMIPA, FPi, FTP, FP dan FT. ”Kali ini animo mahasiswa tidak begitu tinggi, sehingga kita tidak bisa tampil maksimal”, ungkap koordinator pameran, Dr Ir Susinggih Widjana MS.
Peragaan
Di dalam pameran tersebut, Universitas Brawijaya mengadakan bebarapa peragaan. Peragaan pembuatan mie dari rumput laut oleh Anne Gusti Ayu (mahasiswa Fakultas Perikanan), peragaan pembuatan biodiesel dari jelantah penggoreng vakum oleh Nur Fitri Kurniawan dkk (mahasiswa Teknik Pertanian), sirup rumput laut, jelly drink mengkudu, ginseng dan cuka buah-buahan.
Anne menjelaskan, dia terinspirasi oleh fenomena kegemaran makan mi di kalangan masyarakat. Di samping untuk memperkenalkan mi alternatif yang tidak mengandung zat aditif berbahaya. Anne mengatakan mi buatannya menggunakan bahan rumput laut jenis Eucheuma spinosum yang memiliki sifat iotakaragenan (elastis). Tidak hanya dipamerkan, mi buatan Anne memiliki beberapa kelebihan di antaranya enak dan lebih gurih, mengandung iodium dan serat pangan, serta tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin dan zat pewarna. Mi buatan Anne nyatanya telah dikonsumsi oleh teman-teman kosnya, dimasak menjadi mi goreng, mi baso, atau omelet.
Sementara itu, peragaan pembuatan biodiesel dengan jelantah penggoreng vakum diperagakan langsung oleh Nur Fitri Kurniawan, dkk. Jelantah dipanaskan sampai suhu 65-70ºC, kemudian dicampur dengan larutan sodium metoksida. Setelah diaduk selama 1 jam, kemudian diendapkan, dan dihasilkan biodiesel pada lapisan atas, serta gliserol pada lapisan di bawahnya.
Konsep Design Hi-Tech Komunikatif
Design stan pameran kali ini dirancang langsung oleh tim workshop Himpunan Mahasiswa Jurusan Arsitektur, IHI Design.  Agus Sutikno (mahasiwa Arsitektur angkatan 2003) yang juga koordinator workshop tersebut menjelaskan stan pameran kali ini bertema “Hi Tech Komunikatif”.
Tim beranggota 5 orang ini menyusun konsep hanya beberapa hari menjelang pelaksanaan. “Kami telah terbiasa merancang bangun dalam kegiatan perkuliahan, namun baru kali ini yang berhasil diwujudkan”, ujar Danang Fauzi mahasiswa Arsitektur angkatan 2004 yang juga anggota tim workshop tersebut.
Mengenai filosofi rancang bangun "Hi Tech Komunikatif", Agus Sutikno dkk yang dibimbing oleh Dito Hari P ST MT menjelaskan konsep yang dibangun melalui tema tersebut adalah konsep rumah tinggal. Di dalamnya ada “hi tech” yang diartikan sebagai zaman modern dengan kecanggihan teknologi, dan “komunikatif” yang dimaknai sebagai interaksi langsung antara pengunjung dan peserta pameran dalam stan tersebut. “Harapannya, pengunjung yang memasuki stan tersebut merasa nyaman seperti masuk dalam rumah tinggal”, ungkap Dito.
Dijelaskan lebih lanjut tentang bagian-bagian dari stan tersebut meliputi voyer/teras sebagai area selamat datang bagi para pengunjung stan. Kemudian masuk ke dalam akan dijumpai 3 kolom yang dimaknai dengan tri dharma perguruan tinggi. Di atasnya, atap berwarna biru yang menandakan warna almamater. Masuk ke dalam lagi akan dijumpai hard space (ruang tengah) untuk warga stan yang tertutup dari lingkungan luar dan dilanjutkan dengan soft space yang memiliki akses langsung dengan lingkungan luar. Selain itu, dalam pameran tersebut perancang juga memainkan teknik pencahayaan secara dramatis dengan konsep hi-tech. Untuk bahan, Dito dkk menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di pasaran, di antaranya kayu usuk meranti, tripleks, kayu halus untuk kisi-kisi, dan cat. [nok]

Kunjungan Jajaran Kemahasiswaan UNS ke Unibraw
27 Juli 2006
Sebagai rangkaian kegiatan Pimnas, jajaran bidang kemahasiswaan Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) mengadakan kunjungan ke Universitas Brawijaya, Kamis (27/7). Rombongan dipimpin oleh Pembantu Rektor III UNS, Drs. Totok Sarsito SU MA dan diterima oleh staf ahli PR III Unibraw, Ir. Arief Prayitno MS mewakili Pembantu Rektor III yang berhalangan hadir, serta Pembantu Dekan III FMIPA, Pembantu Dekan III FK, Pembantu Dekan III FE, Pembantu Dekan III FTP, Kepala BAAK Dra. Ratnawati, dan Kepala Bagian Kemahasiswaan Ali Farid SH. Dalam kesempatan tersebut, Totok Sarsito menyampaikan keinginannya untuk sharing dengan Universitas Brawijaya dalam pengembangan struktur organisasi kemahasiswaan serta penanganan bidang penalaran dan kreativitas.
Pertanyaan yang muncul dalam kesempatan tersebut di antaranya mengenai upaya Universitas Brawijaya dalam mengkondisikan mahasiswa agar mengenal, memahami, dan mau bekerja membuat proposal penelitian.
Pihak Universitas Brawijaya mengungkapkan, pembinaan minat, bakat dan penalaran bagi mahasiswa telah ditumbuhkan sejak mahasiswa baru dengan beberapa stimulus reward, sampai akhirnya ketertarikan tersebut bertahan hingga mahasiswa yang bersangkutan lulus. Reward itu dapat berupa pembebasan SPP bagi mahasiswa berprestasi.
Sementara itu dr Sri Poeranto MKes (pembantu dekan III FK), pada gilirannya menginformasikan selain reward finansial yang ada selama ini, perlu juga reward emosional (psikologis) yang harus mulai dibudayakan. [nok]

Presentasi Tengah Tahun PHK SP4 di Unibraw
27 Juli 2006
Di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, pada Kamis (27/7), digelar acara presentasi tengah tahun implementasi program kompetisi SP4 Universitas Brawijaya. Kepala BAPSI Dra. Siti Romlah, selaku koordinator program kompetisi SP4 (Sistem Penyusunan Program Perencanaan dan Penganggaran) Universitas Brawijaya menerangkan, kegiatan pada hari ini ditujukan untuk mengetahui pelaporan program kompetisi SP4 terkait dengan kesesuaian antara rencana yang diajukan dengan pelaksanaannya.
Dalam kesempatan tersebut, presentasi dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama, meliputi peraih program kompetisi SP4 Batch II tahun ke-2 yang meliputi Ilmu Administrasi Bisnis, Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman, Produksi Ternak, Teknik Sipil, Fakultas Kedokteran, Manajemen Sumberdaya Perikanan, Matematika, Teknik Pertanian, UPPTI, BAPSI, E-Learning. Sementara kelompok kedua adalah peraih Program Kompetisi Batch III tahun pertama, meliputi Program Bahasa, Ilmu Administrasi Bisnis, Sosial Ekonomi Pertanian, BAAK, BAUK, Lab Sentral Ilmu dan Teknologi Pangan, dan PJM (Fungsionalisasi Jaminan Mutu Pendidikan).
Pelaporan yang disampaikan, terutama menyangkut kegiatan tengah tahun dan akhir tahun, yang harus sesuai dengan rencana yang telah dibuat. ”Sejauh ini implementasinya cukup bagus. Beberapa kendala yang mengemuka adalah kendala teknis yang masih bisa dipertanggungjawabkan”, tutur Siti Romlah.
Seperti yang dialami BAPSI, unit kerja yang dipimpinnya, Siti Romlah mengeluhkan rendahnya komitmen pimpinan dalam mendukung salah satu program BAPSI untuk mempercepat program online database. ”Ada beberapa fakultas yang belum siap online, sehingga menghambat kinerja kami”, katanya.
Lebih lanjut diungkapkan, SP4 merupakan PHK (program hibah kompetisi) dengan kualifikasi terendah jika dibandingkan dengan A2, A3, B1, TPSDP serta DUE-like.
Dilaporkannya, dimulai tahun 2004, terdapat 6 grantee SP4 kemudian berkembang terus mencapai 15 grantee pada tahun 2005, 16 grantee untuk tahun 2006 dan 7 grantee untuk tahun 2007. ”Pada tahun 2007, sebanyak 12 grantee telah habis periodenya”, ujar Siti Romlah. Secara khusus ia menghimbau kepada pihak jurusan serta unit kerja yang ada di Universitas Brawijaya agar terpacu untuk meningkatkan kualitas kinerjanya melalui keikutsertaan dalam PHK. [nok]

Internet Banking Belum Dapat Meningkatkan Kinerja Perbankan
26 Juli 2006
Pelayanan berbasis internet belum dapat menyebabkan peningkatan kinerja costumer relationship perbankan di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa adopsi internet banking yang diukur dengan tingkat pelaksanaan perusahaan dalam memberikan layanan berbasis internet tidak menunjukkan derajat diferensial yang berarti bagi nasabah.
Demikian antara lain pernyataan Nugroho Mardi Wibowo SE MM dalam disertasi berjudul "Adopsi Internet Banking: Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Dampaknya terhadap Kinerja Costumer Relationship (studi pada Bank-bank Umum di Indonesia yang Sudah Memberikan Pelayanan Berbasis Internet)". Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, menggelar ujian terbuka bagi Nugroho Mardi Wibowo SE MM, Rabu 26/7.
Bertindak selaku promotor dalam ujian tersebut, Prof Dr Djumilah Zain SE, kopromotor Prof Dr Imam Syakir SE dan Dr Armanu Thoyib SE MSc. Sedangkan tim penguji terdiri dari Prof Dr MS Idrus SE MEc, Prof Dr Moeljadi P SE SU, Dr Ir Solimun MS, dan Prof Dr R Andi Sularso MSM.
Hasil penelitian disertasi Nugroho menunjukkan skor rata-rata indikator tingkat pelaksanaan bank dan memberikan pelayanan berbasis internet sebesar 3,31. Hal ini menggambarkan tingkat pelaksanaan bank dalam memberikan layanan berbasis internet masih belum tinggi. Di samping itu ada kecenderungan bank-bank umum di Indonesia dalam mengembangkan sistem pelayanan berbasis teknologi internet menggunakan upaya outsourcing. Padahal, menurut para ahli, sistem teknologi informasi yang dapat dibeli atau ditiru dengan mudah oleh pesaing dapat dikatakan sistem tersebut bukan merupakan sumber keunggulan bersaing. Selain itu, layanan internet banking kurang berhasil karena di Indonesia jumlah nasabah bank yang mengakses internet sangat rendah, dan tingkat penetrasi komputer PC yang berbasis internet di rumah tangga Indonesia juga sangat rendah.
Dalam yudisium, Nugroho Mardi Wibowo dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude (IPK 4,00) dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu ekonomi dengan kekhususan manajemen.
Dr. Nugroho Mardi Wibowo SE MM (37 tahun) adalah putra kelahiran Surabaya 6 Mei 1969, lulusan D-III Matematika IKIP Negeri Surabaya (1990), dan sarjana ekonomi manajemen lulusan Universitas Wijaya Putra Surabaya (1997), serta magister manajemen dari Universitas Airlangga Surabaya (2001).
Pengalaman kerja Dr Nugroho Mardi Wibowo diawali sebagai guru SMA dan SMEA Wijaya Putra Surabaya (1992-1997), dan kini dosen tetap pada Fakultas Ekonomi Universitas Wijaya Putra Surabaya (sejak tahun 1997), dan juga dosen Program Pascasarjana pada universitas yang sama (sejak tahun 2001). Pernah menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (1997-2001), dan sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (2001-2005) pada Universitas Wijaya Putra Surabaya. [Far]

SPMK Gelombang II: Hari Ketiga Pendaftaran, Terjual 539 Formulir
26 Juli 2006
Sampai hari ketiga pendaftaran Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK) Universitas Brawijaya Gelombang Kedua, Rabu 26/7, telah terjual sebanyak 539 lembar formulir, terinci 228 formulir IPA dan 311 formulir IPS. Sementara jumlah formulir yang telah kembali sebanyak 289, terdiri dari 132 formulir IPA dan 157 formulir IPS.
Melalui seleksi ini Unibraw menawarkan 39 program studi S1 dari 10 fakultas dan 2 program, yaitu: ilmu hukum, studi pembangunan, manajemen, akuntansi, ilmu administrasi publik, ilmu administrasi bisnis, agronomi, hortikultura, ilmu tanah, sosial ekonomi pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, pemuliaan tanaman, produksi ternak, nutrisi dan makanan ternak, sosial ekonomi peternakan, teknologi hasil ternak, teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, teknik pengairan, arsitektur, perencanaan wilayah dan kota, pendidikan dokter, ilmu keperawatan, gizi kesehatan, manajemen sumberdaya perairan, budidaya perairan, pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi hasil perikanan, sosial ekonomi perikanan, kimia, ilmu komputer, teknologi hasil pertanian, teknik pertanian, teknologi industri pertanian, sosiologi, ilmu komunikasi, dan sastra Inggris.
Pendaftaran peserta SPMK berlangsung di gedung Student Center Unibraw, mulai hari Senin 24 Juli hingga Minggu 6 Agustus 2006, pukul 08.00-14.00 WIB. Persyaratan akademik bagi pendaftar SPMK adalah lulusan SMA, SMK, madrasah aliyah (negeri maupun swasta), ujian persamaan, dan sekolah luar negeri. Setiap pendaftar boleh memilih 2 program studi pada fakultas yang sama, dengan urutan pilihan menunjukkan prioritas. Biaya pendaftaran sebesar Rp 300 ribu, dibayar melalui BNI Cabang Unibraw dengan nomor rekening 39649439.
Ujian tulis akan dilaksanakan hari Senin 7/8 mulai pukul 09.00 WIB di Kampus Universitas Brawijaya, dengan materi ujian meliputi IPA dan IPA Terpadu, Matematika IPA, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPA), atau IPS dan IPS Terpadu, Matematika IPS, dan Bahasa Inggris (untuk kelompok IPS). Hasil ujian akan diumumkan pada hari Kamis 10 Agustus 2006 melalui papan-papan pengumuman dan di situs internet www.brawijaya.ac.id. [Far]

Kemungkinan Studi Lanjut S2 dan S3 di Singapura dan Malaysia
26 Juli 2006
Menindaklanjuti kesepahaman yang dicapai dalam Forum Dekan Fakultas Hukum se Indonesia, pada tanggal 18-22 Juli 2006, dilakukan kunjungan ke National University of Singapore (NUS) di Singapura, serta University Kebangsaan Malaysia (UKM) dan University of Malaya (UM) di Malaysia.
Dekan FH Unibraw, Warkum Sumitro SH MH, yang ikut serta dalam kunjungan para dekan fakultas hukum perguruan tinggi negeri se Indonesia itu menjelaskan kemungkinan menjalin kerja sama dengan ketiga universitas di negara jiran itu.
Dijelaskannya, dengan NUS dimungkinkan untuk bekerja sama dalam joint research, tukar-menukar tenaga pengajar dan mahasiswa, serta pengiriman tenaga pengajar untuk studi lanjut S-2 maupun S-3 di Singapura, setelah memenuhi persyaratan TOEFL, maupun usia, dengan beasiswa penuh/biaya institusi.
Sedangkan melalui kerja sama dengan pihak UKM maupun UM di Malaysia, menurut Dekan, juga terbuka kemungkinan untuk mengirimkan tenaga pengajar FH Unibraw untuk studi lanjut S-2 atau S-3 dalam topik komparasi hukum (comparative law studies) maupun topik yang relevan dengan hukum Islam (Islamic law studies).
Masalah bagaimana dengan tenaga pengajar yang sudah melewati batas usia sebagaimana dipersyaratkan pihak penyedia beasiswa, serta pemenuhan standar bahasa Inggris TOEFL, diharapkan akan dibahas dalam Forum Dekan Fakultas Hukum se Indonesia yang diketuai oleh Dekan FH Universitas Indonesia, Prof Dr Hikmahanto Yuwana SH LLM. [imk]

Urutan Presentasi LKTM Diundi, Unibraw Urutan Keempat
25 Juli 2006
Dari hasil technical meeting yang berlangsung selama 1 jam akhirnya membuahkan hasil, yaitu dewan juri dan perwakilan peserta melakukan undian untuk menentukan urutan presentasi.
Pengundian yang dipimpin oleh juri tersebut disaksikan pula oleh pendamping perguruan tinggi masing-masing.
Untuk LKTM bidang IPA urutan tampilan pertama sampai akhir adalah Universitas Padjadjaran, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Institut Pertanian Bogor, Unika Atmajaya Jakarta, dan terakhir Universitas Udayana. LKTM bidang IPS penampilan pertama dari Universitas Tadulako, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Semarang, Universitas Indonesia, Universitas Bengkulu, dan terakhir Universitas Hasanuddin. Kemudian untuk LKTM bidang pendidikan penampilan pertama oleh Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Udayana, UMM, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, dan urutan terakhir adalah Universitas Gadjah Mada.
Menurut koordinator dewan juri Dr. Ir. Hj. Illah Sailah, MS seluruh teknis yang telah dibahas merupakan aturan lama dari lomba LKTM dan untuk waktu yang telah ditentukan tersebut dirasa sangat layak. Mengenai perubahan peserta, wanita yang murah senyum tersebut menyampaikan tidak mentolelir adanya perubahan peserta, sebab juri telah menilai presentasi sejak awal Menurut jadwal pelaksanaan LKTM, presentasi babak penyisihan akan berlangsung besok (26/7) pukul 13.00-23.00 WIB di GKB I ruang 206 untuk LKTM IPA, 207 LKTM IPS, dan ruang 208 LKTM bidang Pendidikan. [nae] http://pimnas19.umm.ac.id/?aksi=detail&berita=56

Program Adaptasi Maba FK Asal Malaysia
25 Juli 2006
Wisata belajar, bisa menjadi alternatif belajar yang efektif dan menyenangkan. Hal ini bila dibandingkan dengan belajar di ruang kelas, yang bagi sebagian siswa mungkin sangat membosankan. Terbukti, 21 mahasiswa baru angkatan 2006 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya asal Malaysia mengikuti program adaptasi yang difasilitasi oleh UPT Bidang Studi Bahasa Universitas Brawijaya, 12 Juli hingga 3 Agustus 2006.
Mereka terlihat sangat antusias mengikuti semua materi program yang diberikan.FK Unibraw sendiri menerima mahasiswa asing asal Malaysia sejak 1999. Sementara itu program adaptasi khusus bagi mahasiswa asing, baru diselenggarakan FK Unibraw mulai 2003.
Pengalaman selama tiga tahun silam menunjukkan, program sdaptasi -- yang meliputi: pengenalan budaya Indonesia, simulasi belajar, sistem administrasi akademik, pengenalan lingkungan kampus dan pengenalan lingkungan kota Malang -- diberikan hanya dengan porsi 23 persen. Sementara pelajaran bahasa Indonesia mendapatkan porsi terbesar yaitu 77 persen, dan dilakukan di dalam kelas.
Para mahasiswa Malaysia yang belajar di FK Unibraw pada kurun waktu 2003-2005 menyatakan sangat jenuh dengan materi yang diberikan, sehingga tidak dapat memperoleh pengetahuan yang optimal mengenai budaya dan bahasa Indonesia yang sangat diperlukan selama mengikuti perkuliahan.
Demikian tutur Dr Indah Winarni MA, konsultan akademik Program Adaptasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Selasa 25 Juli 2006. Berdasar pengalaman tersebut, maka mulai tahun akademik 2006/2007 program adaptasi untuk mahasiswa baru asal Malaysia mengalami perubahan metode. Kini, program outing dialokasikan sebanyak 33 persen, video viewing 33 persen dan simulasi 34 persen.
Outing
Pada program outing (wisata belajar), mahasiswa Malaysia diajak untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Mulai dari pengenalan akademik seperti lingkungan Kantor Pusat, Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya, dan Fakultas Kedokteran, pengenalan budaya dan sejarah seperti mengunjungi perpustakaan umum Kota Malang, Museum Brawijaya, situs sejarah Singosari serta mengunjungi sastrawan Ratna Indraswasi Ibrahim, pengenalan tentang pelayanan kesehatan seperti mengunjungi Herba Medica Center, Posyandu Batu, dan Puskesmas Singosari, hingga pengenalan sosial seperti mengunjungi kantor pos besar, Masjid Jamik, toko buku, pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. Program ini diharapkan dapat memudahkan mereka untuk berinteraksi dengan lingkungan baru sekaligus untuk belajar dan mengasah kemampuan berbahasa Indonesia.
Setelah melakukan wisata belajar, para mahasiswa Malaysia itu wajib mendiskusikan apa yang telah mereka lihat, dengar, simak, catat dan baca dalam sebuah diskusi kelompok, untuk kemudian dipresentasikan. Mereka juga melakukan role play atau melakukan pertunjukan mengenai aktivitas yang telah mereka lakukan dalam bentuk drama maupun musik. Selama melakukan aktivitas, para mahasiswa didampingi oleh sebuah tim penilai yang memberikan penilaian dan tanggapan mengenai apa yang telah mereka presentasikan dan penilaian perkembangan penggunaan bahasa Indonesia masing-masing peserta.
Video Viewing
Program adaptasi selanjutnya adalah video viewing. Di sini peserta diwajibkan melihat televisi, mendengarkan radio dan melihat film yang mengulas tentang kesehatan masyarakat. Mereka juga diberi kesempatan untuk melihat rekaman video aktivitas mereka yang direkam oleh tim program adaptasi. Hal ini ditujukan agar mereka mengerti dan memahami apa saja kekurangan mereka, sehingga dapat mereka perbaiki.
Simulasi
Ada lima hal yang dilakukan dalam sesi simulasi pada program adaptasi, yaitu simulasi Faal, Mikrobiologi, Parasitologi, Anatomi dan Sistem Administrasi Akademik. Masing-masing simulasi didampingi oleh dosen pembimbing yaitu dr Retty Ratnawaty MSc dari laboratorium Fisiologi, dr Samudriyanti MPd dari laboratorium Biomedik, dr Roekistiningsih MS SpMK dari laboratorium Mikrobiologi, dr Aswin Djoko Baskoro MS SpPar dari laboratorium Parasitologi, dan dr Mufid Wibisono dari laboratorium Fisika Dasar. Sesi ini ditujukan agar para mahasiswa asal Malaysia memahami apa saja aktivitas belajar yang akan mereka lakukan selama studi pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Terobosan FK Unibraw dan UPT Bidang Studi Bahasa Unibraw ini dilakukan untuk meminimalisir tingkat kejenuhan mahasiswa selama mengikuti program adaptasi. Ini merupakan salah satu langkah untuk membuka peluang yang lebih luas lagi bagi Universitas Brawijaya sebagai institusi penyelenggara pendidikan, dalam menyelenggarakan kelas internasional. Sehingga diharapkan nantinya tidak hanya mahasiswa asal Malaysia saja yang datang, tetapi juga mahasiswa asal negara lain, untuk studi lanjut pendidikan tinggi di Universitas Brawijaya. [nik]

MoU Universitas Brawijaya - Pemkot Batu
24 Juli 2006
Universitas Brawijaya dan Pemerintah Kota Batu sepakat untuk mendirikan Program Diploma Satu Hortikultura di Batu. Pembantu Rektor IV Universitas Brawijaya Prof Umar Nimran MA PhD dan Walikota Batu Imam Kabul menandatangani nota kesepahaman tersebut, Senin 24 Juli 2006. Sebagai pelaksana program ditetapkan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Menurut Umar Nimran, materi yang nantinya akan diajarkan kepada para siswa lebih banyak praktek di lapangan dan laboratorium daripada di dalam kelas. Meskipun di Batu sudah banyak ahli pertanian, namun dengan adanya Program D1 Hortikultura para petani dapat lebih menambah wawasan mengenai cara bertanam yang baik.
Program ini diperuntukkan bagi masyarakat Kota Batu khususnya petani, agar lebih banyak belajar dan menambah wawasan baru mengenai hortikultura. Khusus anak petani Kota Batu, menurut Imam Kabul, tidak akan dikenakan biaya pendidikan. Di masa mendatang rencananya juga akan dibuka D1 Agribisnis dan D1 Agroindustri. [nik]

Penjelasan Lelang Pembangunan Gedung Perpustakaan
24 Juli 2006
Setelah diumumkan melalui harian ”Media Indonesia”, maka pada tahap berikutnya, Senin (24/7), diadakan Penjelasan Dokumen Lelang Pembangunan Gedung Perpustakaan Tahap II. Penjelasan ini berlangsung di gedung PPI Universitas Brawijaya.
Tercatat 52 perusahaan jasa konstruksi mendaftarkan diri dalam pelelangan tersebut, tetapi hanya 32 perusahaan yang menghadiri acara ini. Dalam kesempatan itu dibacakan naskah penjelasan lelang tersebut oleh  Tim Pengadaan Gedung dan Barang, Penjelasan dokumen lelang itu meliputi syarat-syarat administrasi dan teknis yang mencakup penjelasan mengenai gambar dari gedung yang akan dibangun.
Drs. Murtadho SE Ak selaku Pemimpin PKUPT (penyelenggara kegiatan dan usaha pendidikan tinggi) menjelaskan pelaksanaan pembangunan gedung Perpustakaan Unibraw ini dilaksanakan secara terbuka dengan sistem pasca kualifikasi. Menurut rencana, gedung Perpustakaan Unibraw ini akan dibangun setinggi 5 lantai selama 4 tahun anggaran dimulai tahun 2005. Pembangunan tahap pertama, berupa pekerjaan pondasi yang telah selesai dilakukan pada tahun 2005. Selanjutnya pembangunan tahap kedua berupa pekerjaan struktur beton sampai pembangunan gedung 2 lantai. Tahap ketiga, pekerjaan struktur beton sampai pembangunan gedung 5 lantai dan atap, dan tahap terakhir berupa finishing.
Beberapa agenda yang akan menyusul setelah penjelasan dokumen pada hari ini yaitu pengambilan berita acara penjelasan pada Rabu (26/7), penyampaian penawaran mulai 27 Juli-1 Agustus 2006, pembukaan penawaran pada Selasa (1/8) dan penunjukan penyedia jasa yang akan dikeluarkan paling lambat 5 hari atau sekurang-kurangnya setelah berakhirnya masa sanggah, diperkirakan  awal minggu kedua bulan Agustus 2006. [nok]

Semiloka Masyarakat Jeruk Indonesia
24 Juli 2006
Masyarakat Jeruk Indonesia (MJI) menyelenggarakan semiloka di Malang, 24-25 Juli 2006. Semiloka kelima ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Masyarakat Jeruk Indonesia yang diadakan sekali setiap satu tahun. Kali ini dengan tema “Memposisikan MJI dalam Membangun Agrobisnis Jeruk Nasional”. Kegiatan diawali oleh field trip ke kebun jeruk di Junrejo Batu.
Pembantu Dekan II Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Prof. Ir. Sumeru Ashari MAgrSc PhD, sebagai ketua penyelenggara menuturkan visi MJI saat ini adalah menjadi wadah yang mampu menghimpun seluruh potensi untuk pengembangan dan peningkatan daya saing jeruk Indonesia pada era pasar global.
Pertemuan diikuti oleh lebih kurang 40 peserta, dari berbagai kota di Indonesia yang memiliki potensi untuk pengembangan jeruk, antara lain Malang, Pontianak, dan Makassar.
Selain semiloka, kesempatan ini juga diisi dengan pelantikan pengurus baru MJI, dan pembicaraan mengenai revitalisasi MJI Pusat yang rencananya akan dilaksanakan di Yogyakarta. [dwi]

Ujian Disertasi Liliya Dewi Susanawati
24 Juli 2006
Erosi sangat dipengaruhi oleh penggunaan lahan. Karena itu pengendalian laju erosi harus dimulai dari konservasi lahan untuk meningkatkan kualitas sub DAS. Konservasi lahan memerlukan rencana penggunaan lahan yang sesuai, yaitu memanfaatkan lahan sesuai dengan kemampuannya. Konservasi lahan dengan memilih jenis tanaman yang sesuai dapat menekan laja erosi yang terjadi.
Tahapan konservasi lahan yang optimal dapat melalui beberapa tahapan yaitu pengidentifikasian lahan kritis, pemilihan berbagai jenis tanaman dan lokasi tumbuh tanaman yang sesuai, penyusunan alternatif rencana penggunaan lahan, menganalisis laju erosi lahan dari masing-masing alternatif rencana penggunaan lahan, serta pemilihan rencana penggunaan lahan yang sesuai berdasarkan laju erosi terkecil dan tidak melebihi batas erosi yang diperbolehkan.
Demikian tutur Liliya Dewi Susanawati ST MT dalam ujian terbuka di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 24/7. Disertasi Liliya berjudul “Optimasi Penggunaan Lahan dalam Pengendalian Laju Erosi di Sub DAS Coban Rondo Kabupaten Malang”. Ujian disertasi ini dipromotori oleh Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, dengan kopromotor Ir Agus Suharyanto MEng PhD, dan Prof Dr Ir Suhardjono DiplHE MPd. Tim dosen penguji terdiri dari Dr Ir Sugeng Prijono MS, Dr Ir Sudiarso MS, Dr Ir Ruslan Wirosoedarmo MS dan Dr Ir Ing Teguh Hariyanto MS.
Dalam disertasinya Liliya mengungkapkan sebaran lahan kritis di Sub DAS Coban Rondo saat ini terbagi menjadi enam, yaitu meliputi (1) penggunaan lahan hutan alam atau kawasan hutan lindung dalam kondisi tidak kritis seluas 599,652 Ha, (2) penggunaan lahan untuk hutan produksi atau kawasan hutan di luar hutan lindung dalam kondisi kritis seluas 154,420 Ha, (3) penggunaan lahan kebun campuran atau kawasan budidaya untuk pertanian dalam kondisi kritis seluas 308,855 Ha dan kondisi tidak kritis seluas 47,88 Ha, (4) penggunaan lahan sawah tadah hujan dengan kondisi tidak kritis seluas 155,898 Ha dan kritis seluas 230,681 Ha, (5) penggunaan lahan semak belukar dalam kondisi tidak kritis seluas 30,5790 Ha, serta 6) penggunaan lahan tanah berbatu dengan kondisi tidak kritis seluas 78,8470 Ha. Sementara ditinjau dari aspek erosi, yang diperbolehkan sebesar 26,90 ton/ha/thn.
Coban Rondo merupakan dataran tinggi yang dikelilingi oleh pegunungan terjal serta dibatasi oleh Gunung Lareangen dan Desa Ngroto di bagian utara, Gunung Kawi dan Gunung Cemorokandang di sebelah selatan, Gunung Rajegwesi, Gunung Kedungjangkul, Gunung Budukusu, serta Gunung Cobanmenteng di wilayah barat, serta Gunung Amping-Amping, Gunung Kelet, Desa Ngabab dan Sungai Konto di sebelah timur. Ketinggian Coban Rondo berkisar antara 1021 m hingga 2668 m di atas permukaan laut. Laju erosi lahan di Sub DAS Coban Rondo diprediksi oleh Liliya dengan menggunakan modifikasi rumus USLE.
Liliya juga mengungkapkan bahwa penggunaan lahan secara optimal, penggunaan jenis tanaman yang disesuaikan dengan kemampuan dan kesesuaian lahan serta ditinjau dari aspek erosi harus dilakukan perubahan lahan kritis hutan produksi menjadi hutan alam, penanaman ubi kayu dan kedelai, penanaman ubi kayu dan kacang tanah, penanaman kacang tanah, gandum, rumput, sorgum, kentang, ubi kayu, kedelai serta serai wangi.
Menurut Liliya, pemerintah hendaknya lebih memperhatikan penggunaan lahan maupun unit lahan yang dalam kondisi kategori potensial kritis dan kritis, yang tersebar di sub DAS Coban Rondo, selain juga menetapkan penggunaan lahan secara optimal ditinjau dari aspek erosi dengan pembagian luas penggunaan lahan proposional.
Dalam yudisium, Liliya dinyatakan lulusan dengan predikat cumlaude (IPK 3,88), dan berhak atas gelar doktor ilmu pertanian dengan minat teknik sumberdaya air.
Dr Liliya Dewi Susanawati ST MT (30 tahun) adalah tenaga pengajar di Universitas Bina Darma Palembang. Sarjana teknik lulusan Universitas Merdeka Madiun (1999) ini meraih gelar magister di bidang teknik di Universitas Brawijaya (2002). [nik]

Pelepasan Kontingen Pimnas XIX Unibraw
24 Juli 2006
Rombongan kontingen Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasiswa tingkat Nasional) XIX Universitas Brawijaya, Senin 24/7, dilepas oleh Rektor yang diwakili oleh Pembantu Rektor II, Prof. Dr. Moch. Munir SH. Hadir dalam acara pelepasan yang berlangsung di gedung PPI Unibraw ini Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS, Kepala Bagian Kemahasiswaan Ali Farid SH, serta para pembantu dekan III dari seluruh fakultas, termasuk para dosen pembimbing, anggota tim kelompok kerja Pimnas XIX Unibraw.
Pembantu Dekan III Fakultas Perikanan, Ir. Muhammad Musa MS, selaku Ketua Kontingen Unibraw melaporkan, dalam kontingen tergabung 240 orang peserta PimNas XIX, yang terbagi dalam 1 kelompok LKTM (lomba karya tulis mahasiswa), 7 kelompok PKMP, 5 kelompok PKMI, 4 kelompok PKMK dan 1 kelompok PKMM . Lebih lanjut dipaparkan, dalam ajang kompetisi yang berlangsung hingga 29/7 tersebut Unibraw juga turut ambil bagian dalam kegiatan pendukung diantaranya dengan mengirimkan 2 kelompok debat Bahasa Inggris, 3 buah poster non PKM, 3 buah poster umum, 3 buah karikatur, 3 buah fotografi dan 3 buah kaligrafi serta dengan terlibat dalam kegiatan pameran.
Dalam kesempatkan itu Muhammad Musa mengharapkan kepada  seluruh sivitas akademika Universitas Brawijaya untuk memberikan dukungan motivasi kepada peserta Pimnas XIX Universitas Brawijaya agar memiliki daya juang dan semangat yang tinggi. ”Saat ini kita telah dikenal sebagai raja di wilayah timur. Namun demikian, kita seharusnya juga bisa menjadi raja di wilayah tengah dan barat sesuai dengan motto tim Universitas Brawijaya,” tambahnya.
Sementara itu PR II Prof. Dr. Moch. Munir, SH., menyampaikan bahwa Universitas Brawijaya telah dipuji oleh Direktorat Pendidikan Tinggi sebagai institusi dengan predikat terbaik dalam hal Lakip dan Laporan Keuangan. Predikat ini, menurut Munir, hendaknya juga menjadi motivasi tim Pimnas XIX Universitas Brawijaya untuk menambah dan mempertahankan predikat yang telah disandang yaitu menjadi yang terbaik tidak hanya di wilayah timur tetapi juga menjadi yang terbaik di wilayah tengah dan barat. Ajang kompetisi semacam Pimnas, menurut Prof Munir, bukan hanya akan meningkatkan kredibilitas peserta dan pembimbing tetapi juga institusi.
Secara khusus ia berharap agar segala usaha yang telah dilakukan dapat memberikan hasil positif dalam ajang tingkat nasional tersebut. Acara kemudian dilanjutkan pelepasan kontingen secara simbolik dengan penyerahan bendera kontingen oleh pimpinan Unibraw kepada ketua kontingen Ir. Muhammad Musa MS disertai harapan bendera tersebut dapat berkibar di arena Pimnas XIX di Universitas Muhammadiyah Malang dengan membawa nama harum Universitas Brawijaya. [nok/nik]

Penutupan Civil Cup 2006
22 Juli 2006
Sabtu malam (22/7) Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMS) Universitas Brawijaya menggelar upacara penutupan Civil Cup 2006. Civil Cup 2006 adalah acara rutin berisi pertandingan-pertandingan olahraga yang dilaksanakan selama hampir 6 bulan, dari bulan Februari hingga Juli 2006.
Okky Rinaldi, ketua panitia menjelaskan, kegiatan ini diharapkan terjalin tali silahturahmi antar sesama mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik dan juga dengan fakultas-fakultas lain. Acara malam itu selain untuk penutupan Civil Cup juga dimaksudkan untuk launching HMS 2006-2007. Himpunan Mahasiswa Sipil pada periode ini diketuai oleh Alfan N, mahasiswa angkatan 2003.
Acara penutupan dan launching ini diisi dengan pagelaran band mahasiswa Teknik Sipil dan band dari luar. Setiap angkatan menampilkan satu band. Bahkan selain band dari mahasiswa Teknik Sipil juga ada bintang tamu yaitu Floopy Band dari Fakultas Teknologi Pertanian. “Untuk mencegah kebosanan, kita juga mengundang grup capoera (seni bela diri dari Brasil) untuk tampil,” ujar Okky. [vty]

Belajar dari Olimpiade Matematika di Iran
22 Juli 2006
Syafri Bahar, Darmajid, dan Dahliatul Chasanah
Ketiga finalis olimpiade matematika dari Universitas Brawijaya, bercerita panjang lebar mengenai pengalaman mereka jauh sebelum perjalanannya menuju ke babak final. Mereka adalah Syafri Bahar, Darmajid dan Dahliatul Chasanah.
Syafri Bahar, mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA Unibraw angkatan 2002, kelahiran Makassar, 22 tahun silam ini telah berkali-kali mengikuti kegiatan olimpiade matematika. Putera pasangan Drs. Baharudin dan Ineng Suparti ini menuturkan, ia pernah meraih perunggu dalam Olimpiade Matematika se-Asia Tenggara di Malaysia pada 2001, di samping beberapa kegiatan serupa di tingkat regional maupun nasional. Selain itu, ia juga unggul dalam kegiatan debat bahasa Inggris dengan beberapa prestasi yang berhasil diraih, ditambah pengalaman pertukaran pelajar di Jepang selama 2 bulan. Syafri yang memiliki hobi berdebat dan membaca, saat ini tengah berkonsentrasi menyelesaikan tugas akhirnya dengan judul ”Ruang Topologi pada Hyper Subspace”. Dalam ajang kompetisi matematika, Syafri sengaja mengikuti alur kompetisi menuju IMC (International Mathematics Competition) yang diselenggarakan di Ukraina, dan diikuti oleh 54 negara. Pada seleksi tingkat nasional, ia berada pada peringkat kelima di bawah wakil UGM (peringkat I), ITB (peringkat II dan IV) serta UI (peringkat III). ”Peraih peringkat empat besar inilah yang berhak melanjutkan ke Ukraina, sementara saya berada pada posisi kelima”, tutur peraih beasiswa GE Foundation ini.
Dahliatul Chasanah, mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA Unibraw angkatan 2003, saat ini tengah berkonsentrasi menyelesaikan tugas akhirnya. Dari sekadar iseng-iseng untuk mengikuti ajang olimpiade matematika, puteri pasangan Hasan Mufrod dan Khulasih yang dilahirkan di Malang 21 tahun silam ini, ternyata berhasil membawanya sampai pada tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut ia mengikuti alur kompetisi menuju International Scientific Olympiad On Mathematics (ISOM) II yang berkonsentrasi pada applied mathematics. Dalam ajang tingkat nasional ini, Dahlia berhasil masuk dalam peringkat 15 besar, walaupun akhirnya tidak terpilihmengikuti ajang kompetisi tingkat internasional.
Darmajid, mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA angkatan 2004, lebih beruntung dibanding kedua rekannya. Putera bungsu pasangan Sunarya dan Pandi (alm) ini berhasil melenggang ke kompetisi ISOM yang diselenggarakan di Teheran, Iran pada 11-14 Juli 2006. Seperti Dahlia, ia juga memilih alur kompetisi ISOM II. Alumni SMAN 1 Pasuruan ini juga pernah mengikuti kegiatan serupa, International Mathematics Olympide (IMO) ketika duduk di bangku kelas II SMA. Pada tahun 2005, Darmajid, yang kelahiran Pasuruan 21 tahun silam ini, juga pernah mengikuti seleksi IMC. Dalam olimpiade matematika tingkat nasional tersebut ia meraih peringkat keempat, berada di bawah wakil UGM (peringkat I), UPI (peringkat II). ITB (peringkat III) dan di atas wakil UI yang berada pada peringkat 5.

Jika dirunut dari awal, ketiga orang tersebut berhasil meninggalkan 2 orang temannya yang telah tumbang di tingkat regional yang diselenggarakan di Unesa, yaitu Wenny Christina dan Indah Melia. Ajang kompetisi tingkat regional serupa juga dilaksanakan di beberapa daerah lain di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bandung yang diikuti oleh 270 peserta guna diambil 20 orang yang lolos ke tingkat nasional.
Sebelum mengikuti kompetisi di tingkat nasional, ketiga peserta dari Unibraw itu mendapatkan bimbingan dosen-dosen dari ITB, UGM dan UPI. Di Bandung itu mereka mendapatkan materi tambahan yaitu analisis numerik dan riset operasional di samping lima materi lain yang juga di berikan ketika mengikuti bimbingan di Unibraw meliputi aljabar linear, kombinatorik, analisis riil, analisis kompleks, dan struktur aljabar.
Secara khusus Darmajid menjelaskan, setelah dinyatakan lolos ke Iran, ia kemudian mengikuti bimbingan selama 4 hari untuk beberapa materi yang meliputi riset operasional dengan pemateri dari UPI, aljabar linear dengan pemateri dari UGM, analisis numerik dengan pemateri dari UM, dan analisis riil dengan pemateri dari UPI.
Kegiatan ISOM ke-11 yang diselenggarakan oleh Iran ini diikuti oleh 50 peserta dari 6 negara yaitu Iran (25 peserta), Jerman (4 peserta), Ukraina (5 peserta), Pakistan (5 peserta) dan Indonesia (5 peserta). Tampil sebagai juara pertama dalam kesempatan tersebut adalah Iran (rata-rata skor 236), disusul pada peringkat kedua Ukraina (rata-rata skor 179), pada peringkat ketiga Armenia (rata-rata skor 87.8 ) dan Indonesia (rata-rata skor 80.2), disusul pada peringkat keempat Pakistan (rata-rata skor 46.8) dan Jerman (rata-rata skor 33.5). Bersamaan dengan pelaksanaan olimpiade matematika, di sana juga diselenggarakan olimpiade ilmu tafsir, ilmu fiqh, dan fisika.
Ditanya tentang hambatan utama menghadapi kompetisi tersebut, ketiganya menyatakan tidak gentar dengan kompetitor karena semua berpeluang mendapat juara. ”Kita hanya menyesalkan, ternyata materi yang kita peroleh selama ini memiliki kualitas kesulitan jauh di bawah soal yang diberikan di tingkat nasional”, tutur Syafri yang gagal pada tingkat nasional. ”Bagi
peserta dari UGM dan ITB kemungkinan soal-soal tersebut adalah soal rutin yang diberikan, sementara bagi kita soal rutin yang diberikan tingkat kesulitannya masih sangat jauh di bawahnya”, tuturnya. Hambatan serupa juga disampaikan Darmajid, yang mengaku tidak gentar pula dengan kemampuan kompetitor tetapi lebih minder dengan bekal yang dimilikinya. Untuk ke depannya, Darmajid merasa tertantang untuk mengikuti IMC karena kompetisi itu tingkat kesulitannya lebih tinggi. [nok]

Wisuda Periode V 2005/2006
22 Juli 2006
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Sabtu 22/7, mewisuda 1089 orang lulusan di gedung Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya. Lulusan itu meliputi lulusan program diploma, program S1, program S2, program S3 dan program pendidikan dokter spesialis I, dari 10 fakultas, program S1, dan program pascasarjana. Secara terinci: Fakultas Hukum 85 orang, Fakultas Ekonomi 139, Fakultas Ilmu Administrasi 123, Fakultas Pertanian 150, Fakultas Peternakan 54, Fakultas Teknik 200, Fakultas Kedokteran 23, Fakultas Perikanan 70, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 65, Fakultas Teknologi Pertanian 66, Program Pascasarjana 108 (program doktor 20, program magister 85), dan Program Dokter Spesialis-I 6 orang.
Dalam sambutan pertama kalinya sebagai Rektor, Prof Dr Ir Yogi Sugito mengharapkan agar para wisudawan menjadi seseorang yang bermakna yaitu selalu berguna bagi orang lain. Seseorang ungkap rektor, bisa takut karena tidak memiliki gelar, semestinya yang harus ditakuti adalah ketidakmampuan mempertanggungjawabkan gelar tersebut.
Sukses yang sebenarnya adalah bukan ketika kita berhasil mendapatkan sesuatu, melainkan ketika kita bisa berbuat sesuatu yang berguna bagi orang lain, bangsa dan negara. "Fakta di lapangan saat ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang berupaya mencari gelar akademik untuk meningkatkan gengsi di masyarakat atau semata-mata mempertahankan kedudukan yang telah diperolehnya," tambahnya.
Lebih lanjut rektor menyampaikan kata-kata bijak bahwa nilai seseorang manusia terletak pada ilmu pengetahuan dan perbuatannya, bukan pada warna kulit, keturunan, atau kekayaannya. Bahwa kekayaan sejati suatu bangsa tidak tergantung pada emas dan perak yang dimiliki, tetapi pada ilmu pengetahuan, kearifan dan kejujuran masyarakatnya.
Setelah memberikan sambutan, Rektor Prof Yogi Sugito menyampaikan ijazah kepada wisudawan terbaik, yaitu lulusan yang mendapatkan indeks prestasi tertinggi dan masa studi terpendek). Berikut adalah nama wisudawan terbaik periode V: Made Rusdi Hermawan SE (akuntansi; IPK 3,77), Diah Pawestri Maharani, SH (ilmu hukum; IPK 3,66), Ruri Triwahyuni SAB (administrasi bisnis, IPK 3,69), Restu SSi (fisika; IPK 3,59), Ratih Pujiasri SP (agronomi; IPK: 3,61), Nindriana Nola Vanti SPt (sosek peternakan; IPK 3,82), Yudi Ferrianta SP MP (magister ekonomi pertanian; IPK 3,96), dan Dr Ir Nurul Isnaini MP (doktor ilmu pertanian; IPK 3,96).[Far/Nik]

Nana AFI Diwisuda
22 Juli 2006
Wisuda merupakan sebuah momentum yang paling ditunggu mahasiswa. Di tengah-tengah riuhnya suasana wisuda di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, Sabtu (22/07), terselip wajah seseorang yang telah melalang buana di blantika tarik suara Indonesia. Itulah Ratna Julia Nining Kusumawati, yang dikenal dengan nama panggilan Nana AFI. Karena semenjak tahun 2004 ia memang telah bergabung dalam sebuah ajang kompetisi "Akademi Fantasi Indosiar" (AFI) yang diadakan oleh stasiun televisi Indosiar.
Kini nama panjangnya bertambah lagi menjadi Ratna Julia Nining Kusumawati SE. Tambahan gelar sarjana ekonomi di belakang namanya itu adalah hasil perjuangan selama lima tahun lebih di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, tempatnya menimba ilmu.
Namun kesibukannya bergabung dalam AFI membuatnya harus menunda penulisan skripsinya selama hampir 1 tahun. “Skripsi saya gantung hampir satu tahun", ujar cewek kelahiran Madiun, 2 Juli 1982 ini. Ia mengatakan cukup puas dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang dicapainya 3,44. Hasil studi yang lumayan memuaskan, tentunya.
Ia juga sangat berterima kasih kepada dosen pembimbing yang banyak membantunya dalam penyusunan skripsi. “Dosenku tuh, mbantu banget. Ia nggak nge-press aku, tapi justru support aku,” tuturnya. Ternyata dalam waktu tidak lebih dari satu bulan, skripsinya pun siap. Sayang, ia tidak menyebut nama sang dosen pembimbing itu. [vty]

Ujian Disertasi Sutirjo
22 Juli 2006
Penyakit Arbovirosis disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh Arthropoda. Sebagian penyakit arbovirosis reservoir utamanya adalah manusia dan vektornya nyamuk. Penyakit demam berdarah, chikungunya, dan Japanese Encephalitis merupakan salah satu penyakit arbovirosis yang berbahaya dan ditularkan melalaui nyamuk Aedes dan Culex. Pemberantasan penyakit tersebut selama ini didasarkan atas pemutusan rantai penularan. Belum ada vaksin yang efektif terhadap visus dengue sehingga pemberantasan lebih ditujukan pada pengendalian vektornya. Penggunaan insektisida kimia dalam pengendalian vektor demam berdarah dengue dapat menimbulkan permasalahan baru, terutama bila dilakukan dalam waktu yang lama dan frekuensi yang tinggi sehingga dapat menimbulkan resistensi. Untuk itu maka pengendalian yang dapat dijadikan alternatif adalah pengendalian biologis. Odonata adalah predator yang saat ini dapat dimanfaatkan sebagai pengendali nyamuk vektor penyakit.
Demikian antara lain ungkap Drs. Sutirjo MPd dalam disertasi berjudul "Penyebaran Spesies Odonata di Wilayah Malang Raya, Sebuah Studi Peran Odonata dalam Pengendalian Nyamuk Aedes dan Culex", pada ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 22 Juli 2006.
Lebih lanjut diungkapkan Sutirjo bahwa ada keterkaitan antara populasi Odonata dengan populasi nyamuk. Odonata memiliki kemampuan tinggi dalam memangsa nyamuk. Capung atau sibar-sibar adalah kelompok serangga yang tergolong ke dalam bangsa Odonata. Capung menyebar luas di kawasan hutan, kebun, sawah, sungai dan danau, hingga ke pekarangan rumah dan lingkungan perkotaan. Penelitian Sutirjo dilakukan di wilayah Malang Raya dan dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap analisis diversitas Odonata, tahap analisis kemelimpahan populasi Odonata dan nyamuk di kawasan perumahan Malang serta tahap uji preferensi Orthetrum sabina dengan Pantala flavescens terhadap nyamuk Aedes dan Culex dewasa di laboratorium. Sampel Odonata yang diambil dari lima lokasi yaitu Coban Rondo, Coban Talun, Jabung, Metro Kepanjen dan Tirtoyudo menunjukkan bahwa terdapat 50 spesies dalam delapan famili Odonata.
Hasil penelitian Sutirjo menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman Odonata tertinggi didapatkan di aliran sungai Tirtoyudo (2,72) dan indeks keanekaragaman terendah yaitu di aliran sungai Metro Kepanjen (2,01). Kepadatan jenis Odonata tertinggi adalah Orthetrum sabina dengan Pantala flavescens di kawasan perumahan Tidar (1,43/meter persegi) sedangkan kepadatan terendah di kawasan Sawojajar (0.05/meter persegi). Sementara itu kepadatan larva nyamuk tertinggi genus Culex ditemukan dikawasan perumahan Sawojajar dan ITN sebesar 7,76/meter persegi dan 6,71/meter persegi. Adapun nilai kepadatan nyamuk tertinggi dari genus Aedes dan Culex dewasa tertinggi terdapat di kawasan perumahan Sawojajar (6,6/meter persegi) dan kepadatan nyamuk terendah dikawasan perumahan Tidar (0,01/meter persegi). Hasil pemangsaan Orthetrum sabina terhadap nyamuk Culex dan Aedes sebesar 82,67% dan 85%.
Secara umum, penelitian Sutirjo menunjukkan bahwa Orthetrum sabina dengan Pantala flavescens berperan dalam pengendalian nyamuk Aedes dan Culex dewasa. Hal ini sesuai dengan fakta yang nampak bahwa peningkatan kemelimpahan Orthetrum sabina dengan Pantala flavescens berhubungan secara nyata dengan penurunan kemelimpahan nyamuk Aedes dan Culex dewasa di kawasan perumahan Malang dan tingginya pemangsaan Orthetrum sabina dengan Pantala flavescens terhadap nyamuk Aedes dan Culex di laboratorium. Untuk itu Sutirjo menyarankan agar diperlukan pemahaman perencanaan tata kota dan perumahan yang terkait dengan perencanaan usaha bioekologi yang melandasi kegiatan konservasi dalam penanganan nyamuk vektor penyakit dengan menggunakan Odonata sebagai predator. Selain itu Sutirjo juga menyarankan agar membangun kolam-kolam di perumahan atau kota yang dapat dijadikan habitat bagi Odonata.
Ujian disertasi Sutirjo dipromotori oleh Prof Drs Sutiman B. Sumitro SU DSc, dengan kopromotor Dr Bagyo Yanuwiadi, dan Dr dr Edi Widjajanto MS SpPK (K). Sementara tim dosen penguji terdiri dari Dr Bambang Irawan MS, Dr dr Loeki Enggar Fitri MKes SpParK, Dr Agung Pramana W. Marhendra MS, serta Prof Dr AD Corebima MPd. Dalam yudisium, Sutirjo dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,69) dan berhak menyadang gelar doktor dalam ilmu kedokteran (kekhususan bioreproduksi).
Dr. Drs. Sutirjo MPd, pria kelahiran Lumajang (38 tahun), sarjana biologi lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (1995) dan meraih gelar magister pendidikan biologi dari Universitas Negeri Malang (2002), adalah tenaga pengajar pada IKIP Budi Utomo Malang selain sebagai pendidik pada Madrasah Terpadu MTsN I Malang. [nik]

Pakar Geologi Unibraw Prediksikan Pesisir Selatan Jatim Terjadi Tsunami Tahun 2010
Jumat, 21/07/2006 17:58 WIB
Malang- Pakar Geologi dari Universitas Brawijaya Malang, Adi Soesilo mengingatkan kepada penduduk di sekitar pesisir Jatim untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana tsunami dan gempa tektonik.
Dia memprediksikan daerah pesisir selatan Jawa Timur akan terjadi bencana Tsunami pada tahun 2010.
Sebab, berdasarkan data Badan Meteorologi dan Geofisika di derah Jatim pada rentang 6 sampai 11 derajat lintang selatan dan 111-115 derajat bujur timur, terdapat 24 gempa yang memiliki kekuatan lebih dari 4,9 skala richter. Gempa tersebut terjadi antara tahun 1967 hingga 2003.
Di antara data tersebut, gempa yang kuat terjadi di daerah Banyuwangi pada 1994 dengan kekuatan 6,1 skala richter, hingga menyebabkan terjadinya gelombang tsunami. Selain itu, gempa dengan kekuatan 6,8 skala richter juga terjadi di daerah Sumbermanjing Wetan pada 1998 lalu.
Dari data tersebut, Adi menyimpulkan skala periodisitas gempa di Jawa Timur terjadi antara 20 hingga 30 tahun. "Hanya 30 persen gempa di Jawa Timur terjadi di darat, sedangkan sisanya terjadi di laut yang bisa mengakibatkan bencana tsunami," katanya kepada wartawan, Jumat (21/7/2006).
Selain itu, Adi juga menyampaikan di daerah patahan Jawa Timur terdapat gempa yang paling besar terjadi pada tahun 1830. Sampai saat ini daerah itu belum terjadi gempa. "Dikhawatirkan patahan di daerah itu sedang mengumpulan tenaga dan dalam waktu tertentu tiba-tiba dilepaskan," tandasnya.
Menurut teori lempeng, lanjut Adi, gempa terjadi dari tumbukan lempeng dan benua. Sedangkan gempa di Jawa Timur terjadi, akibat tumbukan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. [bj3] Reporter: Eko Widianto
http://www.beritajatim.com/#

Magang dan Pelatihan TI di UPT Puskom Unibraw
21 Juli 2006
Pada bulan Juli 2006 ini, Unit Pelaksana Teknsis Pusat Komputer (UPT Puskom) Universitas Brawijaya menerima peserta magang dan memberikan pelatihan Teknologi Informasi (TI). Peserta magang datang dari Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin. Dari Unram peserta hanya 1 orang, yaitu Naimuddin AMd (staf Fakultas Hukum Unram), mengikuti pelatihan Database MySQL selama 1 bulan. Sementara dari Unlam, ada 4 orang staf Puskom Unlam yang mengikuti pelatihan, yaitu: Drs. Hidayah Anshori MSi dengan materi Sistem Sekuriti Windows Server 2003; Risdiani mengikuti materi Multimedia dengan Macromedia Flash; Chairuddin SKom dan M. Syahbani SKom dengan materi Aplikasi Database dengan Visual Basic.Net, PHP dan MySQL. Magang dan pelatihan tersebut berlangsung selama 2 minggu bertempat di Laboratorium Komputer UPT Puskom.
Materi pelatihan diberikan oleh staf UPT Puskom Unibraw dan instruktur internal Universitas Brawijaya, antara lain Herman Tolle ST MT, Raden Arief ST MT, Kasyful Amron ST, dibantu oleh berapa asisten Anggie, Taqwim dan Yusuf Rudiantara. Melalui kegiatan magang dan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh tambahan pengetahuan yang berguna dan dapat diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari di kampus masing-masing. [htl]

Manfaatkan Potensi Lokal untuk Makanan Pendamping ASI
20 Juli 2006
Tingginya impor pangan di Indonesia untuk beberapa bahan pangan pokok seperti beras, kedelai, jagung, dan produksi ternak memicu gurubesar Teknologi Hasil Pertanian FTP, Prof Dr Ir Harijono MAppSc untuk meneliti ”Pengolahan Teknologi Pangan Makanan Pendamping ASI Berbasis Pangan Lokal untuk Posyandu di Jawa Timur”. ”Ironis sekali, Indonesia mengklaim dirinya sebagai negara agraris, tetapi pada kenyataannya banyak bahan pangan yang harus diimpor”, tuturnya.
Selain itu, trend konsumsi pangan yang menitikberatkan pada beras dan gandum menurut Harijono yang kelahiran Pare 53 tahun silam ini berpotensi menjadikan ketergantungan pada komoditas tertentu yang sangat terbatas sehingga dapat berakibat pada permasalahan ketahanan pangan. ”Jika terjadi kegagalan panen terhadap komoditas tersebut, maka akan berbahaya bagi ketahanan pangan sehingga dibutuhkan alternatif solusi”, ungkapnya. Dengan mendasarkan pada hal tersebut, Harijono yang memiliki bidang keahlian Food Technology, mengembangkan penelitian tersebut guna mengolah komoditas lokal spesifik daerah dalam rangka mencukupi kebutuhan pangan dan gizi bagi masyarakat setempat.
”Melalui konsep ini, akan terpenuhi banyak manfaat dan keuntungan”, tambah Harijono master dan doktor bidang Food Technology, lulusan University of New South Wales Australia. Lebih lanjut ia menguraikan beberapa keuntungan tersebut di antaranya ketahanan pangan yang akan terpenuhi karena memanfaatkan sumber daya lokal, tidak lagi dibutuhkan adaptasi bagi masyarakat dikarenakan bahan baku yang telah dikenalnya, pola pangan tidak melulu tergantung pada beras dan gandum yang masih impor, menggerakkan ekonomi daerah dikarenakan industri hilir yang dijalankan melalui gerakan pengolahan pangan baru, serta daya beli masyarakat yang dapat dijangkau.
Kenapa Makanan Pendamping ASI?
Menjelaskan hal ini, Harijono mengungkap beberapa alasan di antaranya kuantitas dan kualitas ASI yang mulai menurun ketika bayi berusia > 6 bulan. ”Disamping itu, masih banyak permasalahan gizi untuk anak balita diantaranya kekurangan energi protein yang berakibat pada pertumbuhan fisik dan otak”, tambahnya. Lebih lanjut dijelaskannya 90% pertumbuhan otak terjadi pada trimester 3 sampai usia minimal 3 tahun. ”Apa yang terjadi 25 tahun kedepan jika batita kita kekurangan gizi? Hanya generasi dengan fisik dan intelegensia rendah yang ada di Indonesia”, ungkapnya.
Dalam penelitian tersebut, Harijono mengelompokkan dalam 2 cakupan. Cakupan teknologi pangan dibagi berdasar agroekologi yang terdiri atas wilayah pesisir (pesisir utara dan selatan Jawa Timur), wilayah dataran tinggi dan dataran rendah, daerah tanah kapur (Trenggalek, Bojonegoro) dan wilayah spesifik yang tidak menghasilkan bahan pertanian tetapi menjadi pasar bahan pertanian seperti Surabaya dan Malang. Berbagai bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan MP ASI diantaranya adalah pati ganyong, pati garut, pati ubikayu, jagung, dan kacang-kacangan lokal (kacang komak, kacang tunggak, kacang tholo dan kedelai). Sedangkan untuk cakupan pangan berdasarkan usia balita, Harijono membagi dua yang meliputi usia 9-10 bulan dan usia >10 bulan. Untuk kelompok usia yang pertama MP ASI dibuat dalam bentuk bubur instant (dengan anjuran konsumsi 60-80 gr/hr) yang dapat mensuplai 40-50% energi. Sedang untuk kelompok usia kedua MP ASI dibuat dalam bentuk biskuit, snack, chiki dan flate yang memiliki nilai energi dan protein yang tinggi untk mencukupi 30-35% kebutuhan energi (dengan anjuran konsumsi 60-80 gr/hr). ”Kebutuhan energi lainnya bagi anak dapat diperoleh dari makanan lain dan ASI”, terang Harijono.
Bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Timur, pihak tim MP-ASI Jurusan THP FTP Unibraw telah menyelenggarakan sosialisasi penelitian tersebut di beberapa kota di Jawa Timur terutama pada beberapa daerah yang rawan pangan dengan sasaran utamanya posyandu diwilayah Malang, Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, Jember sebagai pilot project. Kegiatan sosialisasi juga dilakukan melalui media televisi yaitu pada program Pojok Ibu-Ibu yang ditayangkan di JTV setiap hari Rabu jam 09.00 WIB. Dipaparkan pula mengenai faktor strategis penelitian ini oleh Harijono, diantaranya adalah upaya untuk mengenal makanan Indonesia dengan bahan baku lokal, pola konsumsi pangan yang akan lebih beragam dan bergizi dengan berbasis pangan lokal dengan tidak melulu pada beras dan gandum. ”Selain itu, ketahanan pangan Jawa Timur akan terjamin”, ungkapnya.
Dijelaskan salah seorang staf, Siti Narsito Wulan STP MP dalam sosialisasi tersebut kegiatan utamanya adalah pelatihan kader serta uji coba produk yang dilanjutkan dengan pengamatan status gizi anak selama 3 bulan. ”Dari pengamatan tersebut diperoleh hasil yang cukup memuaskan”, ungkap Siti Narsito Wulan yang menyelesaikan program sarjana dan magisternya di UGM.
Berkaitan dengan program sosialisasi tersebut, tim MP ASI juga telah mengeluarkan modul yang berisi pengetahuan tentang gizi balita, pengetahuan teknologi pengolahan, pengetahuan bahan tambahan makanan dan formulasi (kebutuhan gizi balita). ”Bagi masyarakat yang berminat dapat menghubungi tim MP ASI jurusan THP FTP Unibraw”, tambahnya. Ditanya tentang hambatan
utama dalam pembuatan MP ASI, Siti Narsito yang pendatang dari Magelang ini menerangkan tentang kelangkaan bahan baku. ”Beberapa bahan baku seperti pati ganyong, pati mbothe belum banyak tersedia dipasaran, di pasaran baru tersedia tepung maizena, tepung tapioka, tepung garut dan tepung hungkue (kacang hijau)”, ujarnya. ”Sehingga jika ingin membuat baik untuk kapasitas rumah tangga maupun industri rumah tangga harus dimulai dari pembuatan bahan baku”, tambahnya. Menindaklanjuti hal ini, Siti Narsito menerangkan bahwa bahan, alat dan teknologi pembuatan MP ASI sangat sederhana. ”Dengan menggunakan bahan baku di sekitar kita dan peralatan dapur”, ungkapnya. [nok]

Hasil Kunjungan Dekan FH ke Australia
20 Juli 2006
Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Warkum Sumitro SH MH bersama Ketua Pusat Pengembangan Hukum Agraria dan Spasial Imam Koeswahyono SH MH, 18-24 Juni 2006 mengadakan kunjungan ke Wollongong University dan Sydney University, Australia. Sebagai hasil kunjungan yang difasilitasi oleh IDP (International Development Program) tersebut disepakati paling tidak dua agenda penting.
Kuliah tamu guru besar HaKI dari Wollongong University Prof Dr Christoph Antons mengenai perkembangan pemikiran dan pengaturan HaKi di Australia dan kontekstualisasinya dengan Indonesia, diagendakan akan berlangsung 28-29 Agustus 2006 di Fakultas Hukum Unibraw.
Selain itu, disepakati pula penyelenggaraan workshop internasional tentang hukum lingkungan di Unibraw pada tanggal 21-23 September 2006. Narasumber yang diharapkan hadir adalah Prof Dr Ben Boer (Hakim Ketua Peradilan Lingkungan di Sydney, Australia) dan Dr Laode Syarief SH LLM dari Universitas Hasanuddin Makassar. Sementara dari pihak Fakultas Hukum Unibraw akan menyajikan makalah tentang kasus lumpur panas Lapindo Brantas Sidoarjo. Diharapkan workshop ini dihadiri sekitar 30 peserta dari Singapura dan Malaysia serta para pemangku kepentingan atas masalah hukum lingkungan di Indonesia. Workshop akan dilaksanakan di Gedung Rektorat serta Guest House Unibraw.
Kunjungan ke Australia itu juga menghasilkan kesepahaman untuk bekerja sama dalam hal pertukaran tenaga pengajar dan  mahasiswa dengan kedua universitas di Australia itu. [imk]

Liberalisasi Perdagangan dan Daya Saing Ekspor
20 Juli 2006
Prof Ir Soekartawi MS PhD, guru besar sosial ekonomi pertanian Universitas Brawijaya, diundang untuk berbicara dalam seminar yang digelar di Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta, Minggu 16 Juli 2006.
Dalam seminar itu Prof Soekartawi membawakan makalah berjudul 'Trade Liberalization and Export Competitiveness'. Seminar ini tergolong eksklusif, karena yang hadir bukan saja sivitas akademika, tetapi juga dari kalangan bisnis, CEO, dan pemerhati masalah perdagangan atau masalah liberalisasi perdagangan.
Dalam makalahnya, Prof Soekartawi menguraikan panjang lebar tentang perjalanan liberalisasi perdagangan di Indonesia, dan dampaknya pada perekonomian Indonesia, baik dampak sebelum maupun sesudah berlakunya liberalisasi perdagangan itu. Secara lebih spesifik, Soekartawi menjelaskan dampak liberalisasi perdagangan khususnya terhadap produk-produk pertanian. Untuk komoditi pertanian tertentu, liberalisasi perdagangan memberikan manfaat pada ekspor produk pertanian tertentu, termasuk dampak positif pada kinerja ekspor. [skw]

Ujian Disertasi Tongku Nizwan Siregar
19 Juli 2006
Di pulau Jawa, jumlah rumah tangga petani yang memelihara ternak kambing mencapai tiga puluh persen. Sebagai sumber produk asal ternak di Indonesia, kambing memiliki potensi untuk dikembangkan. Salah satu strategi untuk meningkatkan potensi reproduksi kambing adalah melalui aplikasi teknologi embrio. Tahapan penting dalam proses transfer embrio adalah superovulasi yang merupakan upaya manipulasi polikulogenesis untuk meningkatkan jumlah ovulasi.
Demikian ungkap Tongku Nizwan Siregar dalam disertasi berjudul ”Anti-inhibin Hasil Induksi Inhibin Sel Granulosa Kambing sebagai Kandidat Vaksin untuk Induksi Superovulasi pada Kambing”, dalam ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 19/7.
Siregar menuturkan, anti-inhibin yang dihasilkan dalam penelitiannya dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk dikembangkan sebagai calon vaksin superovulasi yang efektif dan aman pada kambing. Penelitian Siregar dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap isolasi dan karakteristik inhibin dari sel granulosa kambing, tahap isolasi dan karekterisasi anti-inhibin, serta tahap penelitian untuk membuktikan kemampuan anti-inhibin dalam menginduksi superovulasi pada kambing.
Hasil penelitian Siregar menunjukkan inhibin dari kambing mampu menginduksi anti-inhibin. Anti-inhibin dapat menginduksi superovulasi pada kambing. Pemberian anti-inhibin untuk induksi superovulasi kambing tidak dipengaruhi oleh waktu pemberian, pada gelombang pertumbuhan folikel yang berbeda.
Selain itu juga diungkapkan, penelitiannya dapat memberikan informasi baru mengenai sumber inhibin dari sel granulosa kambing untuk produksi anti-inhibin. Ini dapat dikembangkan sebagai kandidat vaksin untuk induksi superovulasi pada kambing. Untuk itu Siregar menyarankan agar waktu imunisasi terhadap inhibin dalam rangka induksi superovulasi pada kambing yaitu pada hari keempat siklus. Pertimbangan ini didasarkan hasil induksi superovulasi yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi estradiol dan progesteron yang tidak memperlihatkan signifikansi dengan waktu imunisasi lainnya.
Ujian disertasi Siregar dipromotori oleh Prof Dr dr Sumarno DMM SpMK dengan kopromotor Dr Ir Trinil Susilawati MS, dan Dr drh Aulanni’am DES. Sementara dosen penguji terdiri dari Dr dr Edi Widjajanto MS SPKK, Dr dr M. Rasjad Indra MS, Dr Ir Sri Wahjuningsih MS, dan penguji dari Universitas Airlangga Surabaya Prof Dr drh Soehartojo Hardjopranjoto MSc.
Dalam yudisium, Tongku Nizwan Siregar dinyatakan lulus dan berhak atas gelar doktor dalam ilmu kedokteran (dengan minat biologi reproduksi) yang diraihnya dengan predikat cumlaude.
Dr. drh. Tongku Nizwan Siregar MP, pria kelahiran Rantau Prapat, Sumatera Utara, 36 tahun silam, ini adalah dokter hewan lulusan Universitas Syiah Kuala (1995), dan magister sains veteriner dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1998).
Dosen tetap pada Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala sejak 1994 ini aktif mengelola Jurnal Medika Veterinaria yang diterbitkan fakultasnya sebagai Sekretaris Tim Redaksi (2000-2001), dan Wakil Ketua Tim Redaksi (2001-2003), pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Reproduksi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (2002-2003). Selian itu Dr Tongku Nizwan Siregar pernah mendapatkan penghargaan sebagai dosen teladan II di fakultasnya.
Dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, Dr. Tongku Nizwan Siregar telah menghasilkan 13 karya penelitian, dan 19 karya ilmiah dalam bentuk publikasi ilmiah yang ditulis sendiri maupun bersama koleganya. [nik]

Juara Turnamen Tenis Meja Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia
19 Juli 2006
Turnamen tenis meja antar perguruan tinggi se-Indonesia di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, telah berakhir Rabu (19/7). Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum dalam turnamen yang dilaksanakan selama tiga hari (17-19 Juli 2006) tersebut.
“Hampir seluruh piala dibawa oleh mereka”, ujar Doni, ketua pelaksana. Hanya dua piala yang berhasil diraih universitas lain. Universitas Brawijaya sendiri sebagai tuan rumah hanya berhasil meraih juara III beregu. Regu ini beranggotakan Widodo, Fauzan, Mus Mulyadi dan Rado.
Untuk perorangan putra, juara I diraih oleh Acief (UKI), juara II Wijanarko (UKI), juara III Farda, dan juara IV Fadli (UKI). Sementara untuk perorangan putri, juara I diraih oleh Anisa Dwi (UKI), juara II Ana (UKI), juara III Mila (UKI) dan juara IV Aris Citra (UKI).
Juara I beregu dimenangkan oleh UKI (A), juara II UKI (B), juara III Unibraw A dan juara IV UNS Sebelas Maret.
Semua pemenang mendapatkan piala dari Rektor Unibraw. Selain itu mereka juga mendapatkan uang pembinaan. Juara I putra mendapatkan Rp 800 ribu, juara II Rp 500 ribu dan juara III Rp 300 ribu. Regu putri, juara I mendapatkan Rp 600 ribu, juara II Rp 400 ribu dan juara III Rp 250 ribu. Sedangkan untuk beregu, juara I mendapatkan Rp 1,2 juta, juara II Rp 800 ribu dan juara III Rp 500 ribu. Sebagai juara umum, selain mendapatkan uang pembinaan UKI juga berhak atas piala bergilir dari Rektor Unibraw. [vty]

Pelatihan Biologi Molekuler di Unibraw
19 Juli 2006
Biologi molekuler merupakan salah satu bidang ilmu biologi yang populer melalui kajian utama genetika. Pemanfaatan keilmuan biologi molekuler bagi kesejahteraan manusia telah berkembang sampai pada bidang kedokteran, peternakan, perikanan, pertanian bahkan industri.
Laboratorium Biologi Molekuler Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya menyelenggarakan aksi ”safari keilmuan”, meliputi demo keilmuan biologi molekuler dan bioinformatika, analisis biologi molekuler, pelatihan biologi molekuler dan bioinformatika bagi kalangan akademisi, praktisi maupun mahasiswa, serta roadshow ke sekolah-sekolah mulai SD, SMP hingga SMA, baik bagi siswa maupun bagi guru.
"Melalui program ini kami berniat untuk mensosialisasikan kepada khalayak luas mengenai keilmuan biologi molekuler di samping sebagai sarana pengembangan Laboratorium Biologi Molekuler FMIPA Unibraw”, tutur Dra. Fatchiyah MKes PhD, staf Lab Biologi Molekuler FMIPA. Salah satu bentuk sosialisasi yang rutin dilaksanakan setiap semester adalah pelatihan biologi molekuler.
SP4 Batch II
Pelatihan biologi molekuler yang dimulai hari Rabu (19/7) ini diberi nama ”Pelatihan Peningkatan Kualitas Riset”, diadakan dengan dana program SP4-Batch II Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Kegiatan selama 2 minggu (17-29 Juli 2006) di laboratorium Biologi Molekuler FMIPA Unibraw ini diikuti oleh staf pengajar reproduksi ternak.
Narasumber dalam pelatihan tersebut terdiri dari Prof. Sutiman Bambang Sumitro SU DSc, Dra. Fatchiyah MKes PhD, Dr Ir Esti Laras Arumingtyas MSc, Dr Sri Widyarti MS, Dr. Sri Rahayu MKes, dibantu oleh staf analis Ika Yunita Kusumawardhani SSi, dan Asnah Hidayati MSi, serta tenaga laboran Harmaji. Sedangkan materi pelatihan meliputi analisis biologi molekuler mulai dari konsep dasar biologi molekuler, praktikum DNA, PCR, RFLP dan protein. Dalam penjelasannya, Dr. Sri Widyarti MS mengatakan pelatihan kali ini meliputi materi ruangan (teoritis) dan laboratorium (praktikum) mulai dari isolasi DNA, RFLP sampai pada PCR dengan menggunakan preparat darah sapi, organ sapi, dan bulu ayam. ”Pemakaian preparat tergantung pada pihak pengguna, bisa saja memakai tanaman, bakteri maupun rambut”, ungkapnya. [nok]

Prof. Soekartawi: e-Learning Memang Menjanjikan
18 Juli 2006
Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya, 18 Juli 2006, menggelar seminar dengan tema: 'Pembelajaran e-Learning dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi'.
Seminar yang berlangsung sehari tersebut menghadirkan pakar e-Learning, Prof. Ir. Soekartawi MS PhD, guru besar Unibraw, mantan Direktur SEAMEO Regional Open Learning Center, dan kini staf khusus (tenaga ahli) di Depdiknas.
Soekartawi dalam makalah berjudul 'Pengembangan Model Pembelajaran e-Learning dalam Konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi', menguraikan panjang lebar soal e-Learning termasuk keunggulan dan kelemahannya serta kemungkinannya dicobakan di Unibraw. Dari pengalaman melaksanakan e-Learning di kawasan Asia Tenggara, Soekartawi yakin bahwa Unibraw pun bisa melaksanakannya.
Ia menyarankan, "Lakukan dahulu needs analysis (analisa kebutuhan). Kalau jawabannya 'ya', maka ikutilah dengan feasibility study (FS)". Dalam FS issues, pertanyaan yang harus dijawab adalah: '"Apakah e-Learning di Unibraw itu secara teknis bisa dilaksanakan, secara finansial tidak rugi, secara sosial diterima masyarakat, dan secara politis mendapat dukungan pimpinan?".
Seminar ini diikuti sekitar 70 peserta dari Unibraw, diselenggarakan dengan dana Hibah Bersaing Depdiknas, juga menampilkan Ketua LP3 Unibraw Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc, dengan moderator dr. Andi Ansharullah, Dr. Ir. Harry S. Dahlan MSc, dan Dr. Ir. Marsoedi.
Seminar ini cukup menarik perhatian. Terbukti dengan pelaksanaan yang sampai melewati batas akhir waktu yang dijadwalkan. Berdasarkan kesan-kesan yang diperoleh baik dari narasumber, peserta, maupun panitia, dapat disimpulkan bahwa e-Learning sangat menjanjikan pelaksanaannya di Unibraw, asalkan dilakukan secara serius dengan dukungan politik dari pimpinan. [skw]

Kuliah Tamu Prof Aizawa dari Jepang
18 Juli 2006
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya selama sepekan, 18-22 Juli 2006, menerima kunjungan tamu dari Jepang, yaitu Prof. T. Aizawa. Gurubesar Universitas Osaka (Jepang) dan Universitas Toronto (Canada) ini memberikan kuliah umum di Jurusan Fisika FMIPA (18-19 Juli 2006) dan di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik (20-21 Juli 2006). Dalam kunjungan tersebut Prof T. Aizawa ditemani oleh Dr. Hiroshi Sano dari AsiaSEED, Jepang.
Berikut adalah jadwal dan tema kuliah umum Prof. Aizawa. Selasa, 18/7 di Jurusan Fisika FMIPA, judul kuliah "Structural Relaxation in Glasses: Fundamentals and Applications", disampaikan dalam 2 sesi, berlangsung mulai 9.00 hingga 13.00 WIB. Kuliah dengan judul yang sama dilanjutkan pada Rabu, 19/7 selama 3 sesi.
Acara berikutnya, Kamis 20/7, selama 2 sesi, mulai 9.00 hingga 12.45 WIB, Prof. Aizawa memberikan kuliah umum dengan judul "Process simulation of hot deformation with phase transition by coupling analysis", dilaksanakan di Jurusan Mesin Fakultas Teknik. Dengan judul sama, kuliah untuk 1 sesi berikutnya dilanjutkan pada Jumat 21/7, mulai 09.00 WIB hingga 10.45 WIB
Hari terakhir, Sabtu 22/7, diadakan pertemuan di Jurusan Fisika FMIPA, khusus untuk anggota Redox Research Group mulai 10.00 hingga 12.00 WIB, dengan acara presentasi kemajuan kelompok penelitian tersebut di Jepang saat ini,  di samping membahas kemungkinan mengadakan program kerjasama internasional. [Far]

Lelang Pembangunan Perpustakaan dan Pengadaan Alat Lab
17 Juli 2006
Melalui iklan di harian Media Indonesia, Senin 17/7, Universitas Brawijaya mengumumkan pelelangan dengan pascakualifikasi yang dibiayai dari dana DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) tahun anggaran 2006. Pengumuman itu ditujukan kepada perusahaan di bidang jasa pengadaan barang dan jasa pemborongan konstruksi, yang tergolong pengusaha kecil/koperasi kecil maupun menengah. Pendaftaran peserta lelang dilaksanakan selama 5 hari kerja, mulai 18 Juli 2006 hingga 22 Juli 2006, di gedung Rektorat.
Paket pekerjaan yang dilelangkan terdiri dari pembangunan gedung perpustakaan tahap kedua dengan pagu Rp 1,9 milyar untuk usaha menengah yang bergerak dalam bidang jasa pelaksana konstruksi sub bidang bangunan gedung, dan pengadaan peralatan laboratorium pendidikan dengan nilai pagu Rp 700 juta untuk usaha kecil yang bergerak dalam usaha perdagangan barang sub bidang alat/peraltan ukur survei laboratorium.
Kegiatan pelelangan untuk pembangunan gedung perpustakaan tahap kedua, dimulai dengan pendaftaran dan pengambilan formulir pada hari Selasa 18/7 hingga hari Sabtu 22/7, di gedung Rektorat, dan penjelasan pekerjaan dilaksanakan Senin 24/7. Sedangkan pendaftaran dan pengambilan dokumen peserta lelang untuk pengadaan peralatan laboratorium pendidikan diadakan mulai Rabu 19 Juli 2006 hingga Senin 24 Juli 2006, di gedung Rektorat, dan penjelasan pekerjaan diadakan Selasa 25 Juli 2006. [Far]

Mahasiswa FMIPA Unibraw Ikuti Olimpiade Matematika di Iran
17 Juli 2006
Darmajid, mahasiswa angkatan 2004 Jurusan Matematika FMIPA Unibraw mengikuti International Scientific Olympiade On Mathematics di Teheran, Iran, 12-14 Juli 2006.  Kompetisi internasional itu diikuti oleh 50 negara lebih, dan Indonesia mengirimkan 5 orang peserta, masing-masing dari UGM, UI, Unibraw, UPI, dan ITB. Dalam kompetisi perorangan, Darmajid berhasil memperoleh peringkat ke-17. Sementara kontestan dari Indonesia lainnya UGM menduduki peringkat ke-10, Universitas Indonesia peringkat ke-15, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung peringkat ke-18, dan dari ITB menduduki peringkat ke-26. Dalam kompetisi kelompok, medali emas berhasil diraih oleh Iran, disusul Ukraina yang meraih perak. Sementara itu Indonesia bersama Armenia dalam ajang kelompok tersebut, berhasil meraih perunggu.
Dijelaskan oleh Ketua Jurusan Matematika FMIPA Unibraw, Dr. Marjono MPhil, pihaknya mendukung penuh ajang kompetisi matematika dalam berbagai tingkatan. Dijelaskannya, menyongsong kegiatan olimpiade tahun ini, pihaknya mempersiapkan diri hanya beberapa bulan sebelumnya dengan melakukan berbagai pelatihan intensif oleh lima orang staf pengajar. Berturut-turut kelima orang tersebut adalah Dr. Abdul Ro’uf  Al Ghaffari MSc untuk materi Aljabar Linier, Dr. Marjono, M.Phil untuk materi Analisis Kompleks, Drs. Muslich MSi untuk materi Analisis Riil, Dra. Ari Andari MS untuk materi Struktur Aljabar dan Drs. Marsudi MS untuk materi Kombinatorik.
Syafri Bahar, Darmajid, dan Dahliatul Chasanah
Lebih lanjut Marjono menuturkan, pada tahap I di tingkat universitas, terseleksi 5 dari 23 orang peserta. Kemudian pada tahap II yang diselenggarakan di Unesa, terpilih 3 orang kontestan dari Universitas Brawijaya yang berhak mengikuti tahap III di tingkat nasional. Mereka adalah Syafri Bahar, Darmajid dan Dahliatul Chasanah. Pada tahap III, terpilih 5 orang yang berhak mengikuti International Scientific Olympiade on Mathematics di Iran dan 4 orang berhak mengikuti International Mathematics Competition (IMC) di Ukraina. ”Pada ajang tingkat nasional tersebut, Syafri Bahar menduduki peringkat ke-5 dari 4 orang yang berhak ke Ukraina, sedang Dahliatul Chasanah berada pada peringkat ke-6 dari 5 orang yang berhak ke Iran”, ungkap Marjono. Dalam ajang kompetisi yang rutin diselenggarakan tiap tahun ini, Marjono berharap agar pada tahun kedepan ajang kompetisi tingkat
regional dapat diselenggarakan di Unibraw selain persiapan yang dapat dilakukan lebih lama. ”Setidaknya satu semester sebelumnya kita harus sudah mempersiapkan ajang kompetisi internasional semacam ini”, tutur Marjono. [nok]

Disertasi Uun Yanuhar, Mengungkap Molekuler Patogenesis Vibriosis pada Ikan Kerapu
17 Juli 2006
Ikan kerapu tikus (C. altivelis) saat ini merupakan komoditas ekspor kedua setelah udang, sangat diminati petani ikan untuk dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Dalam perkembangan, budidaya ikan jenis ini mengalami beberapa masalah, di antaranya serangan bakteri vibriosis yang dapat menyebabkan terjadinya kematian massal sampai 90-100 persen. Bakteri vibriosis yang menyerang ikan kerapu tikus di antaranya adalah V. parahaemolyticus, V. alginolyticus, V. cholerae, V. anguilarum, V. harveyi dan V. vulnificus.
Demikian ungkap Uun Yanuhar dalam disertasi berjudul “Karakterisasi dan Identifikasi Molekuler Protein Adhesi Pili Vibrio alginolyticus dan Reseptornya pada Ikan Kerapu Tikus Cromileptes altivelis (Studi Kajian Molekuler Patogenesis Vibriosis)”. Program Pascasarjana Universitas Brawijaya menggelar ujian terbuka disertasi doktor ini Senin 17/7. Sementara ujian tertutup telah dilaksanakan 21/6 silam.
Uun khusus meneliti karakteristik molekuler protein adhesi pili bakteri V. alginolyticus pada ikan kerapu tikus Cromileptes altivelis, dan meneliti bagaimana antibodi monoklonal yang dihasilkan dari protein adhesi pili bakteri V. alginolyticus dan reseptornya pada membran epitel usus ikan kerapu tikus dalam menghambat perlekatan bakteri V. alginolyticus pada ikan kerapu tikus C.altivelis. Penelitian disertasi Uun ini bermanfaat untuk mengembangkan kit diagnostik dan immunoterapi dalam menanggulangi vibriosis sebagai upaya meningkatkan pengembangan budidaya ikan kerapu secara intensif sebagai komoditi ekspor non migas, serta untuk mengembangkan bidang rekayasa baik antibodi maupun genetika dalam memecahkan masalah vibriosis, yang ditunjang oleh faktor mikrobiologis maupun immunologis, khususnya di bidang perikanan budidaya kerapu.
Dari penelitian Uun ditemukan bahwa forming bundle pili dalam mekanisme perlekatan bakteri V.alginolyticus pada epitel usus ikan kerapu tikus C.altivelis, yang diketahui sebagai pili tipe IV dan berperan saat bakteri mengadakan ikatan antara bakteri dalam mekanisme infeksi vibriosis. Selain itu ditemukan pula toxin coregulated pilus dalam mekanisme perlekatan bakteri V.alginolyticus pada epitel usus ikan kerapu tikus C.altivelis, yaitu selain pili rigid, dihasilkan pula toksin bakteri yang diproduksi saat bakteri mengadakan kolonisasi pada sel epitel.
Menurut Uun, penelitiannya memang telah berhasil mengungkap proses molekuler patogenesis infeksi V. alginolyticus pada ikan kerapu tikus C. altivelis. Meskipun demikian, dia tetap menyarankan perlunya dilakukan penelitian secara molekuler yang lebih mendalam.
Ujian disertasi Uun dipromotori oleh Prof dr M Aris Widodo SpFK MS PhD, dengan ko promotor Prof Dr dr Sumarno DMM SpMK, dan Ir Sukoso MSc PhD. Sementara tim penguji terdiri dari Dr Ir Muhammad Murdjiani MSc, Dr drh Fedik A. Rantam, Prof Drs Sutiman B. Sumitro SU DSc, dan Dr drh Aulani’am DES. Dalam ujian terbuka itu Uun Yanuhar dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude (IPK 3,96 lama studi 3 tahun 11 bulan) dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu kedokteran dengan minat biomedik.
Dr. Uun Yanuhar SPi MSi, putri kelahiran Surabaya 33 tahun silam ini adalah sarjana perikanan lulusan Universitas Brawijaya (1996), dan magister sains biologi molekuler reproduksi dari universitas yang sama (2002). Ibu satu orang putri ini dosen Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya sejak. Selain pendidikan formal Uun juga mengikuti berbagai kursus dan pelatihan di antaranya kursus bioteknologi molekuler di Institut Teknologi Bandung dan pelatihan rekayasa antibodi di Pusat Kedokteran Tropis Yogyakarta. Uun banyak melakukan penelitian baik secara mandiri maupun bersama koleganya, dan telah menghasilkan sekitar 21 publikasi ilmiah dalam kurun 7 tahun terakhir. [nik]

Turnamen Tenis Meja antar Perguruan Tinggi se-Indonesia
17 Juli 2006
Dari tahun ke tahun minat masyarakat untuk terjun secara profesional ke dalam bidang olahraga tenis meja mengalami penurunan. Berangkat dengan tujuan untuk mengasah kemampuan yang dimiliki oleh kalangan pemuda dalam bidang olahraga tenis meja serta untuk mencari bibit-bibit potensi atlet olah raga tenis meja, Unit Aktivitas Tenis Meja Universitas Brawijaya menyelenggarakan Turnamen Tenis Meja Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia, yang berlangsung pada 17-19 Juli 2006 di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya.
Kegiatan ini diikuti oleh tujuh puluh atlet yang berasal dari sepuluh perguruan tinggi di empat propinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perguruan tinggi tersebut yaitu Universitas Kristen Jakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Surabaya, Universitas Merdeka Malang, Universitas Negeri Surakarta, Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Malang dan STPP. Nomor yang dipertandingkan meliputi beregu putra, tunggal putra dan tunggal putri. Total hadiah yang diperebutkan sebesar delapan juta rupiah serta tropi dari Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Jawa Timur serta KONI Malang.
Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS atas nama Rektor membuka secara simbolis turnamen tenis meja ini dengan melakukan pemukulan bola perdana. [nik]

Unibraw Juara II LKTM Seni
17 Juli 2006
Karya tulis “Nilai Budaya dalam Permainan Gobag Sodor: Studi Kasus Desa Geding Kabupaten Pasuruan” akhirnya keluar sebagai juara kedua Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang Seni yang berlangsung di Denpasar, Bali, 14-16 Juli 2006.
Karya tersebut ditulis oleh tim mahasiswa Fakultas Pertanian yang terdiri dari Muhammad Akhid S, Dzulfikar Abdullah M, dan Iman Dwi Cahyo di bawah bimbingan Dr. Ir. Toto Himawan SU.
Keluar sebagai juara pertama dalam lomba tersebut tim mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang terdiri dari Tsabit Azinar Ahmad, Rusmawati dan Syaiful Amin dengan judul karya tulis “Kartun di Surat Kabar sebagai Upaya Peningkatan Kecerdasan Politik Masyarakat”. Sedangkan juara ketiga tim dari STSI Surakarta yang terdiri dari Purnawan Andra dengan judul karya tulis “Imperialisme Budaya dalam Akademi Fantasi Indosiar dan Indonesian Idol”.
Universitas Brawijaya, dalam LKTM Seni ini meloloskan 4 tim ke babak final. Selain tim yang keluar sebagai juara kedua, ketiga tim mahasiswa Unibraw lainnya adalah tim Fakultas Perikanan terdiri dari Mochammad Fattah dan Abas Hidayat  dengan judul makalah “Mengungkap Perjudian Terselubung dalam Dunia Entertainment Melalui SMS (Short Message Service) Berhadiah” dengan pembimbing Ir. Muhammad Musa MS; tim Fakultas Ekonomi: Ana Rohmatul Zulfa, Dania Haliyani, dan Diah Ayu Rizka dengan judul “Tinjauan Film Gie sebagai Media Komunikasi Massa dalam Membangun Opini dan Persepsi Mahasiswa” dengan pembimbing Asfi Manzilati SE; serta Helmi Ishartanto, Wiratama K., dan Yudi Irawan dengan judul “Refleksi Nilai-Nilai Karakter dalam Seni Pewayangan sebagai Upaya Optimalisasi Peran Mahasiswa Indonesia dalam Hal Pengabdian Masyarakat” dengan pembimbing Yeney Widya P SE MSA Ak. [nok/dwi]

Memandang Lumpur Bukan sebagai Bencana
Senin, 17 Juli 2006
Di tengah serunya semburan lumpur di dekat Lokasi Sumur Banjar Panji-1, pekan lalu, Umi Marwati mengirimkan serombongan kecil mahasiswa. Ia sendiri yang mengurus surat pengantar mahasiswa melewati keruwetan birokrasi kampusnya.
Tidak itu saja. Peneliti Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya itu masih merogoh kocek pribadinya, memberi uang saku dan biaya perjalanan mahasiswa dari Malang ke Porong.
"Sesampai di Porong, mahasiswa saya minta izin diantar polisi ke lokasi semburan, lantas mengambil sampel lumpur. Mereka mendapat dua toples lumpur, cukup untuk bahan penelitian mikrobiologi," katanya.
Umi mengaku menghabiskan nyaris 12 jam kerja setiap hari di Laboratorium Mikrobiologi, FMIPA, untuk menekuni kesibukannya sebagai peneliti mikroba. Semburan lumpur mendorong rasa ingin tahunya.
Umi terbawa oleh pertanyaan sederhana seorang pemerhati lingkungan (environmentalist). Pasti ada jalan keluar untuk menundukkan kondisi ekstrem lingkungan yang diakibatkan oleh semburan lumpur sumur minyak dan gas PT Lapindo Brantas Inc (LBI), di Kabupaten Sidoarjo itu.
Sejumlah penelitian sebelumnya terhadap lumpur itu memang menunjukkan berbagai parameter ekstrem. Malahan, tahun 1998, hanya berjarak dua kilometer dari lokasi semburan lumpur, Sudarto, pengajar Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (Unibraw), yang kini menjabat Kepala Laboratorium Sistem Informasi Geografi di lembaga yang sama, sudah pernah membuat penelitian tanah.
Ia menggali pada kedalaman 1,5 meter, lantas membuat penelitian profil tanah dari atas ke bawah. Di atas tanah itu digunakan sebagai tanah sawah. Menurut laporan Sudarto ketika itu, pada kedalaman 1,5 meter dari permukaan tanah ia menemukan kondisi lingkungan di bawah permukaan itu sudah sama persis seperti kondisi lingkungan pantai. Kadar garam sangat tinggi, sama tingginya dengan kadar garam (salinitas) air laut.
Padahal, jarak lokasi itu dengan garis pantai terdekat saat ini, sekitar 60-an kilometer. Artinya, jutaan tahun yang lalu memang kawasan semburan lumpur di wilayah Kabupaten Sidoarjo sekarang adalah pantai, atau malah mungkin dasar laut. Tidak heran ada timbunan minyak dan gas di perut bumi, yang memang berasal dari bahan baku timbunan biota laut zaman purba.
Ketika itu pun Sudarto juga bekerja untuk memenuhi permintaan LBI. Waktu itu, kata Sudarto, LBI sedang melakukan pekerjaan survei. Rupanya ledakan-ledakan dinamit untuk survei geologi itu tiba-tiba menimbulkan kematian tanaman padi.
"Ternyata setelah saya singkap, di bawah lapisan impermeable tanah sawah, pada kedalaman 1,5 meter, kondisi alamnya sudah menyerupai kondisi laut," katanya.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui institusi dinasnya, secara resmi sudah mengirimkan sampel lumpur sebanyak dua tong ke Laboratorium Kimia Tanah, Fakultas Pertanian Unibraw, Malang. Pemkab Sidoarjo meminta Unibraw meneliti kandungan unsur haranya.
Tentu permintaan penelitian seperti itu mengarah pada usaha mencari jawaban, seberapa menjanjikan endapan tanah hasil semburan lumpur itu bakal berguna bagi kepentingan pertanian. Ini mengingat selama ini lokasi semburan dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai lokasi permukiman, sekaligus lokasi pertanian sawah (padi) dan kebun tebu.
Hasilnya, jika hendak digunakan untuk tujuan bercocok tanam, tanah yang bercampur semburan lumpur dari areal sumur LBI di Kecamatan Porong membutuhkan usaha besar dan mahal. Yang paling mungkin lumpur itu hanya bisa dibiarkan saja, atau dijadikan tanah tidak untuk tujuan produksi tanaman. Misalnya untuk urukan tanah saja.
Guru Besar Kesuburan Tanah Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Unibraw Prof Dr Ir Syekhfani mengungkapkan itu, dua pekan lalu. Laboratorium Kimia Tanah, di mana Syekhfani duduk dalam Dewan Pakar dan juga menjabat Dekan Fakultas Pertanian Unibraw, telah merampungkan permintaan analisis rutin prospek kesuburan semburan lumpur dari PT Lapindo Brantas.
Hasilnya, ia mengungkapkan ada lima parameter yang dapat dievaluasi menguntungkan karena kandungan hara makro yang tinggi. Yaitu kandungan Sulfur tersedia lebih dari (>) 50 ppm, Kalium dapat dipertukarkan (Kdd) > 1 ml/100 gram, Kalsium (Cadd) > 10 ml/10 gram, Magnesium (Mgdd) > 2 ml/100 gram dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) > 40 ml/100 gram.
"Artinya, segi positifnya, lumpur itu yang bercampur dengan tanah mengandung kekayaan unsur hara makro yang diperlukan untuk tumbuh tanaman. Jumlah itu sebenarnya terlalu tinggi bagi kebutuhan tanaman, namun karena karakter unsur hara makro memang sekalipun berlebihan tidak berdampak buruk untuk tanaman, maka tidak menjadi masalah," katanya.
Tak bisa untuk cocok tanam
Namun, analisa rutin yang juga dilakukan terhadap kandungan unsur hara mikro, hasilnya sama ekstremnya. Hanya saja, karakter unsur hara mikro, jika berlebihan bisa berdampak meracuni tanaman. Hasil analisa hara mikro juga sangat tinggi, bahkan ekstrem tinggi. Kandungan garam Natrium (Nadd) > 1 ml/100 gr. Alumunium (Aldd) > 0,2 ml/100 gr, Besi (Fedd larut 0,1 N HCl) > 700 ppm dan Khlor (Cldd larut 0,1 N HCl).
Angka-angka ekstrem sebesar itu, kata Syekhfani, tidak hanya tinggi, tetapi membuat endapan lumpur LBI nantinya nyaris tak bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Kecuali dengan perlakuan-perlakuan khusus untuk "melunakkan" kondisi ekstrem itu. "Jadi, sederhananya dapat dikatakan jika tanah dengan campuran lumpur dari semburan geologi itu tak bisa dimanfaatkan untuk tujuan bercocok tanam," kata Syekhfani.
Ditambahkan, kadar Khlor sebesar 10 ppm dalam tanah saja sudah cukup tinggi, namun besaran hasil analisa sampai 1 persen, atau 10.000 ppm. Jadi angkanya ekstrem tinggi, sehingga jika hendak diperlakukan untuk tujuan bercocok tanam, tanah yang bercampur lumpur ini harus mendapat perlakuan dulu.
Begitu juga kadar Na yang sangat tingi, akan menyebabkan butiran tanah terdispersi (pecah), sehingga akan sulit terbentuk granul (gumpalan) tanah yang diperlukan untuk menjaga aerasi mikro (udara tanah) dan drainase mikro (air tanah). Tanaman yang ditanam pada kondisi ini akan mati karena gejala keracunan Alumunium.
Alternatif tindakan
Berbagai temuan dan hasil analisa itu menyebabkan Jurusan Tanah yang secara resmi diminta memberikan rekomendasi mengusulkan alternatif tindakan untuk memperbaiki (ameliorasi) kondisi tanah dulu sebelum dipakai untuk tujuan tanaman.
Pastinya, tanah di bawah endapan lumpur dan endapan lumpurnya sendiri tak boleh dijadikan tanah sawah. Hanya bisa dipakai untuk bukan persawahan, dengan syarat berbagai kelebihan unsur hara mikro dikoreksi dulu.
Cara lain, jika tanah dan lumpur diperlakukan reklamasi lebih dulu. Berupa pencucian tanah dengan cara menyirami air. Tentu dibutuhkan biaya amat besar, sebab dibutuhkan sumber air tawar, lantas biaya untuk membuat parit-parit pencucian. Maka lazimnya dalam teknologi pertanian dilakukan dengan menunggu musim hujan, nantinya garam-garam akan terlarutkan dan lolos ke bawah.
Namun, tidak ada jaminan apakah satu atau dua kali musim hujan akan menetralkan kandungan garam yang teramat tinggi tersebut.
"Cara ketiga, yaitu dibiarkan saja. Gunakan saja untuk tujuan nonpertanian. Kalau untuk tujuan itu maka dibutuhkan berbagai keahlian lain untuk menilai tanah dan semburan lumpur, seperti misalnya ilmu geologi dan teknik sipil," kata Syekhfani.
Meski demikian, Umi Marwati punya sudut pandang lain. Ia merekomendasikan perlakuan "bioremediasi" atau penggunaan mikroba untuk memulihkan kondisi media, yang dinilai dapat menyingkirkan, bahkan mungkin bisa memulihkan dampak kadar logam berat pada lumpur semburan di Porong, Kabupaten Sidoarjo itu. Ia telah menguji dengan membuat ekstraksi lumpur, dan memasukkan bakteri yang bisa mencerna logam dalam metabolisme sel bakterinya. Hasilnya, tindakan mengurangi dampak residu logam itu bisa menghambat penyerapan logam berat pada tanaman.
Menurut dia, informasi dari Lab Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menunjukkan amat besarnya kandungan logam-logam berat pada lumpur, termasuk kandungan timbal (Plumbum, Pb).
Kadar timbal maksimal yang diizinkan standar EPA (Environment Protection Agency) hanya sebesar 0,5 ppm (mg/liter). Namun, laporan hasil analisa Lab Kimia Tanah Fakultas Pertanian Unibraw mencapai 5 ppm. Ini jumlah yang teramat besar.
Jika terserap ke dalam tanah, kemudian memasuki ekosistem, melarut ke dalam air dan kemudian terserap tanaman yang dikonsumsi, bisa berdampak pada penyakit-penyakit seperti kesalahan sekuen ekspresi otak, yang disebut autisme. Ia merujuk penelitiannya pada bulir padi dan gabah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang menunjukkan tingginya angka Pb pada bulir padi.
Itu sebabnya, menurut dia, pemikiran terhadap upaya bioremediasi ini seyogianya dimulai segera, mengingat upaya pemulihan dampak lumpur terhadap ekosistem kawasan itu bisa mencapai puluhan tahun.
"Tentu tindakannya harus komprehensif, serba cakup. Harus ada tindakan pematusan, aerasi, dan sebagainya pada skala ekosistem, selain pemberian bakteri pengikat logam.
Tentu lebih dulu harus ada penelitian laboratorium untuk memastikan spesies bakteri mana saja yang tepat. Juga perlu kombinasi perlakuan dengan tanaman-tanaman yang bereaksi terhadap logam seperti tanaman talas-talasan dan pisang-pisangan," katanya. [Dody Wisnu Pribadi]  http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0607/17/Fokus/2810219.htm

Konser Springtime Harmony
16 Juli 2006
Unit Aktivitas Paduan Suara Mahasiswa (UAPSM) Universitas Brawijaya semenjak tahun 2002 secara rutin mengikuti festival paduan suara mahasiswa yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung. Sebuah ajang yang paling bergengsi di kalangan paduan suara mahasiswa Indonesia.
Dalam rangka persiapan menjelang tampil pada festival paduan suara mahasiswa di ITB itu, UAPSM Unibraw menggelar konser tahunan keempat, "The 4th Annual Convert Springtime Harmony", hari Minggu (16/7), di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.
“Konser ini merupakan konser latihan kami menjelang festival paduan suara di ITB bulan September 2006 mendatang,” ungkap Vivien Nur Elieza, ketua panitia konser. Selain ajang latihan, ia juga mengungkapkan konser ini dimaksudkan untuk menggalang dana penunjang keberangkatan mereka nanti.
Pada awal konser UAPSM Unibraw membawakan 3 lagu, The Air is Heavy With The Breath Of Flowers; Music, When Soft Voices Die dan Verlorene Jugend. Konser yang keempat kalinya diadakan UAPSM Unibraw di gedung Widyaloka ini secara keseluruhan berjalan cukup lancar. Walaupun di tengah-tengah acara terjadi kendala karena mati lampu. Konser tetap berlanjut walau dalam keadaan gelap.
Di bawah temaram lampu-lampu handphone, konser dilanjutkan dengan penampilan bintang tamu Art-Banat String Ansamble. Besutan violin asuhan Ugik ini menampilkan dua musik Sofka and Sam dan March. Satu lagi bintang tamu yang hadir yaitu Narwastu Singers. Salah satu prestasi yang pernah diraihnya yaitu pada bulan yang sama mereka tampil bersama Singgih Sanjaya Orchestra dan Andine. Narwastu Singers menampilkan  tiga buah lagu yaitu Maria, Matter Gratiae; Pilihlah Aku, dan This Love.
Konser kali ini juga merupakan awal babak baru UAPSM Unibraw di bawah asuhan Ira Purnama Sari SSn. Sebelumnya mereka diasuh oleh Anang Brotoseno.
Pada konser Springtime Harmony ini secara keseluruhan UAPSM Unibraw menampilkan 11 lagu yang akan dibawakan pada festival panduan suara mahasiswa di ITB. [vty]

Turnamen Golf IKA Unibraw 2006
16 Juli 2006
Ikatan Alumni Universitas Brawijaya, dalam rangka mempererat silaturahmi dan menjalin informasi, mengadakan Turnamen Golf IKA Unibraw 2006. Mewakili Rektor, Pembantu Rektor IV Prof Dr Umar Nimran MA membuka secara resmi turnamen tersebut, Minggu 16/7, di Permata Sentul Golf & Country Club, Bukit Sentul, Bogor. Turnamen direncanakan berlangsung sepanjang hari Minggu itu.
Peraih "Hole in One" dalam turnamen ini akan mendapatkan hadiah mobil Toyota Fortuner, Toyota Innova, dan Toyota Avanza. Sementara itu piala-piala dihadiahkan pada peraih Best Net Over All, Best Gross Over All, Juara 1, 2, 3 Flight A, Juara 1, 2, 3 Flight B, Juara 1, 2, 3 Flight C, Juara 1, 2, 3 Ladies Flight, Juara Nearest To The Pin, Juara Nearest To The Line, dan Juara Longest Drive.
Seusai turnamen dan makan siang, diacarakan sambutan-sambutan. Masing-masing oleh Ketua Panitia Muslich Ramelan, Ketua IKA Unibraw Drs. Syukur Nuralam MBA, pengumuman pemenang, dan penarikan "lucky draw". [UN]

Integrasi Sistem Manajemen
15 Juli 2006
Sistem manajemen sebuah bagian bisnis yang sangat penting. Manajemen pada fungsinya digunakan untuk membantu mendefinisikan proses bisnis. Selain itu sistem manajemen digunakan untuk memberikan kerangka kerja, mengedepankan kepercayaan, mendefinisikan aktifitas, alat ukur kinerja dan pengendalian setiap pencapaian kerja. Beberapa sistem manajemen kemudian dibuat dengan kepentingan masing-masing. Seperti kualitas, lingkungan, kesehatan, keamanan dan social auditing.
Tuntutan dunia kerja saat ini mengenai pengetahuan sistem manajemen sangatlah diperlukan. “Dalam dunia kerja nanti bukan lagi pernyataan tahu tidak tentang sistem manajemen tapi memang telah menjadi tuntutan,” cerita Ir. Rosly Normansyah dari PT Pamapersada Nusantara Jakarta.
Pernyataan itulah yang keluar dari Rosly Normansyah dalam acara “Integrated Management System Course.” Pada Sabtu (15/07) di gedung Widyaloka Unibraw. Kebutuhan penguasaan mengenai sistem manajemen inilah yang kemudian dijadikan dasar pijakan dari Himpunanan mahasiswa Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang. Mereka kemudian mencoba untuk memfokuskan pelatihan ini yaitu pada integrasi sistem manajemen. “Pelatihan ini menggabungkan sistem manajemen yang ada,” terang Abdul Kolid, ketua pelaksana acara.
Kesatuan sistem manajemen atau biasa disebut dengan sistem manajemen terpadu sangat diperlukan dalam dunia bisnis. “Sehingga bisnis dapat lebih fokus dalam mencapai tujuannya,” jelas Rosly. Dalam pelatihan ia juga menyatakan bahwa dengan sistem manajemen terpadu ini dapat lebih memudahkan pendekatan. Selain itu dapat menurunkan resiko konflik sistem manajemen dan memangkas birokrasi.
Pada pelatihan mencoba mengintegrasikan sistem manajemen ISO 9001:2000, ISO 14000:2004, OHSAS 18000:2005 dan SMK3. “Untuknya perlu seorang yang paham dengan semua sistem manajemen tersebut,” ujar Abdul Kolid. Panitia memang hanya mendatang satu orang pemateri sesuai kebutuhan. Seorang yang paham dengan semua jenis sistem manajemen tersebut. [vty]

Seminar Trafficking
15 Juli 2006
Perdagangan manusia atau trafficking di Indonesia pada tahun 2000 mencapai 700 kasus berdasarkan pernyataan Sri Rejeki (Kompas, 27/6/2002). Jumlah ini hanya merupakan sebuah fenomena gunung es. Pada dasarnya perdagangan manusia tidak dapat diketahui secara pasti jumlahnya. Wilayah geraknya yang illegal menjadikannya sulit untuk teridentifikasi.
Demikian sinyalemen M. Fadjroel Rahman, Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman Indonesia) dalam Seminar Trafficking di PPI Universitas Brawijaya, Sabtu (15/07). Disebutkan, 65% korban tidak teridentifikasi dan nirbantuan. Ia mengatakan salah satu penyebabnya kurangnya pedoman/prosedur mengidentifikasi korban perdagangan sesuai Konvensi Palermo. Selain itu kurangnya kesadaran korban atas kondisi mereka sendiri tentang perdagangan manusia.
“Perdagangan manusia berakar pasa ketimpangan ekonomi dan kemiskinan struktural pada arus nasional dan global,” ungkap Fajroel. Ia menyimpulkan bahwa perdagangan manusia juga berkaitan erat dengan gagalnya proses transisi dan konsolidasi demokrasi di Indonesia. Dimana semakin memapankan aktor politik dan ekonomi Orde Baru. Ketimpangan ekonomi dan tekanan globalisasi inilah yang menjadi titik fokus Fadjroel. Bahwa skala perdagangan manusia semakin masif dan meluas melalui sisi gelap globalisasi.
Sri Wahyuningsih SH MPd, ketua PPGH Fakultas Hukum berpandangan lain mengenai hal ini. Menurutnya sistem hukum dan budaya hukum masih belum berperspektif gender. Bahkan struktur penegak hukum tidak konsisten dan konsekuen dalam memproses tuntutan pelaku trafficking. “Masih banyak pelaku trafficking atau trafficker yang dibebaskan atau dipidana ringan dengan berbagai alasan yang tidak dapat diterima orang awam,” ujarnya.
Di Indonesia meskipun sudah banyak yang dilakukan tapi masih belum terlihat hasilnya. Indonesia masuk dalam TIER II dalam pencegahan perdagangan manusia. Data Mabes Polri menyebutkan pada tahun 2004 kasus perdagangan manusia hanya 43 kasus. Data ini tidak dapat dijadikan patokan besarnya jumlah kasus trafficking. Karena menurut Eko Bambang Subiantoro dari Jurnal Perempuan upaya yang dilakukan untuk mengumpulkan data hanya berdasarkan laporan saja.
Kasus perdagangan manusia banyak memakan korban dari perempuan. Menurut Eva K. Sundari, anggota DPR RI diperlukan sebuah upaya pemberdayaan perempuan dan keadilan gender. Sehingga tujuan transformasi sosial menjadi agen dalam pembangunan dan kemajuan perempuan dapat terwujud. Selain itu perlu adanya sebuah perombakan dari tataran ideologis dan institusi yang dapat melanggengkan ketimpangan gender. [vty]

Meutia Hatta: Perempuan Indonesia Harus Melawan Pola Pikir Patriarkhi
15 Juli 2006
Kita harus mengubah pola pikir "tidak ada pekerjaan di dalam negeri". Lapangan pekerjaan selalu ada di Indonesia. Kalaupun sulit ditemukan, kita harus bertindak kreatif dengan memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar belum dimanfaatkan secara maksimal. Demikian ungkap Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dr. Meutia Farida Hatta Swasono pada pidato dalam seminar nasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Sabtu 15 Juli 2006.
Lebih lanjut diungkapkan, masyarakat Indonesia masih menganut paham patriarkhi. Paham patriarkhi, menurut Meutia, sama halnya dengan paham feodalisme sebagaimana masa kerajaan terdahulu. Paham patriarkhi begitu kental dan melekat dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, mulai dari masyarakat terkecil yaitu keluarga, hingga negara.
Pada hakikatnya, sistem patriarkhi mengandung eksploitasi, karena kaum perempuan yang tidak memproduksi barang dan jasa tidak menerima upah yang wajar dan tidak dipandang sebagai manusia yang sepenuhnya merdeka. Inilah salah satu hal yang menyebabkan trafficking (perdagangan perempuan dan anak) sering dan mudah terjadi di Indonesia.
Dalam paham ini, lanjut Meutia, kaum perempuan cenderung bertindak ‘nrimo’ atas sesuatu yang menimpanya. Kaum perempuan menganggap bahwa tindakan ‘semena-mena’ yang dilakukan oleh kaum laki-laki, baik sebagai orang tua ataupun suami yang dihormati, merupakan bentuk pengabdian mereka sebagai anak ataupun istri. Meutia Hatta mengajak semua masyarakat untuk mengubah paham ini. Khususnya mengajak kaum perempuan untuk berdaya, berharga, dan berkarya serta bersikap mandiri dan mampu melawan pola pikir patriakhis yang ada disekitarnya. Menurut Meutia, langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan sub ordinasi perempuan oleh kaum laki-laki adalah dengan meningkatkan serta memacu taraf pendidikan kaum perempuan, sehingga mampu membetengi diri terhadap hal-hal yang akan mengancam kemerdekaan dirinya.
Rantai Trafficking
Meutia menuturkan bahwa ada keterkaitan antara trafficking, subordinasi perempuan dan kapitalisme. Dalam kasus trafficking perempuan dan anak merupakan mayoritas korban. Mereka dianggap sebagai barang komoditi yang bisa diperdagangkan, dibeli dan dijual kembali dari tangan satu ke tangan yang lain oleh pelaku, yang biasanya berantai. Modus trafficking yang sering muncul adalah eksploitasi seksual (prostitusi), eksploitasi tenaga (gaji rendah), atau adopsi ilegal (penjualan bayi).
Dalam trafficking menurut Meutia, pelaku menggunakan pola kapitalis, yaitu selalu menghitung untung rugi. Faktor lain yang menjadi pertimbangan maraknya trafficking adalah adanya faktor penawaran dan permintaan baik dalam kalangan domestik maupun global.
Untuk mengatasi terjadinya traffickingpemerintah sejak 2002 telah mengeluarkan SK Presiden No. 88 tentang Rencana Aksi Nasional Penghapusan Perdagangan Perempuan dan Anak, dengan cara mengatur operasional dalam upaya programnya yang meliputi antara lain: adanya norma hukum dan tindakan terhadap pelaku trafficking, rehabilitasi dan reintegrasi sosial korban
trafficking, pencegahan segala bentuk trafficking, dan menciptakan kerjasama dan koordinasi dalam penghapusan trafficking baik antar instansi tingkat nasional, daerah maupun internasional.
Penyelenggaraan seminar nasional diawali dengan pemutaran film "Jual Beli Perempuan dan Anak", dan menghadirkan beberapa pembicara diantaranya, Eva Kusuma (anggota DPR RI), Eko Bambang S (Jurnal Perempuan), M Fadjroel Rachman (Ketua Demokrasi Indonesia), Irawati Harsono (Komnas Perempuan), dan Sri Wahyuningsih SH MPd (dosen Fakultas Hukum Unibraw). Dua tema diangkat dalam seminar ini, “Trafficking: Sub Ordinat Perempuan dalam Lingkaran Kapitalisme”, dam “Peran Legislatif dalam Mengakomodir Kepentingan Gender”. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Prof.Dr.Ir. Yogi Sugito. [nik]

Mahasiswa Unibraw Outbond di Wales
14 Juli 2006
Febri Satri Hutama mahasiswa Teknik Sipil Universitas Brawijaya angkatan 2002, pekan depan 21-30 Juli 2006 akan berada di Aberdovey, Wales (Britania Raya), untuk mengikuti program outbond yang diselenggarakan oleh Encompass Charity.
Yayasan ini didirikan oleh keluarga Braden, untuk mengenang Daniel Braden korban bom Bali pertama. "Mereka maklum bahwa peristiwa bom Bali itu bukan salah siapa-siapa. Akan tetapi lebih karena ketidaktahuan warga akan situasi negara lain. Yayasan ini mempunyai program mendatangkan anak-anak muda dari Indonesia dan negara-negara lain untuk bertemu dan bekerja bersama, berdiskusi bersama, dengan misi utama perdamaian", tutur Febri yang juga aktif di Formasi (Forum Mahasiswa Studi Bahasa Inggris), sebuah unit kegiatan mahasiswa Unibraw yang menampung ekspresi dan kreasi mahasiswa dalam bahasa Inggris.
Encompass Charity mempunyai program utama, yaitu pelayaran (voyage) dengan kapal layar HMS Belfast dan outbond.
Program voyage sendiri telah dilaksanakan pada Februari 2006. Empat orang mahasiswa Unibraw ikut dalam program tersebut. Sementara program outbond baru dilaksanakan akhir Juli 2006 ini. Sejak peringatan dua tahun peristiwa bom Bali (12 Oktober 2002), Encompass setiap tahun selalu mengadakan acara semacam ini.
Berawal dari informasi seorang teman yang juga aktif di Formasi, Febri mengikuti seleksi program outbond yang diselenggarakan Encompass. Seleksi ini berlangsung dua bulan silam, meliputi tes fisik, kemampuan bahasa Inggris, dan pengetahuan umum.
Febri berangkat bersama tiga orang temannya. Dua mahasiswa Universitas Negeri Malang dan satu siswi SMU Negeri 1 Malang.
Selain Indonesia, negara-negara Israel, Palestina, Amerika Serikat, Britania Raya, dan Irlandia juga diundang.
Pihak penyelenggara secara khusus telah mengundang wartawan BBC dan CNN untuk meliput dan mewawancarai peserta program ini. “Biasanya mereka akan menanyai kami tentang terorisme,” ucap Febri tenang. Inilah yang kemudian diangkat menjadi program perdamaian Encompass, dengan cara menyatukan masing-masing orang dalam satu aktivitas, dan outbond menjadi sarana untuk itu.
Febri mengatakan, selain kegiatan outbond dan diskusi, juga akan diadakan malam kebudayaan. Masing-masing negara peserta wajib menampilkan satu kebudayaannya. “Kami akan menampilkan tari remo pada malam kebudayaan nanti,” ujar Febri. [vty]

Pelatihan Teknologi Informasi untuk UKM
14 Juli 2006
Perkembangan teknologi informasi seharusnya dapat dimanfaatkan oleh koperasi dan usaha kecil dan menengah (UKM). Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi Unibraw berupaya untuk memberi fasilitas tersebut. Bekerja sama dengan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur, PPKE mengadakan pelatihan tentang “Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pengembangan UKM.”
Sekretaris PPKE, Ir. Nur Prima Waluyowati MM, dalam penjelasannya mengatakan pelatihan ini dibagi dalam 3 angkatan. Angkatan pertama ini dilaksanakan pada 14-15 Juli 2006, diikuti sekitar 76 peserta yang berasal dari 38 kota dan kabupaten yang ada di Jawa Timur. Berikutnya, angkatan kedua diadakan pada 17-18 Juli 2006, dan angkatan ketiga pada 21-22 Juli 2006. Setiap angkatan terdiri dari 25-30 orang delegasi dari tiap kota dan kabupaten yang ada. Pembagian angkatan ini semata-mata dilakukan karena banyaknya jumlah peserta dan alasan efektivitas pelatihan.
Internet
Selama 2 hari, peserta akan mendapatkan materi mengenai pemanfaatan teknologi informasi, program Words, program Excel dan internet. Materi pemanfaatan teknologi informasi diberikan oleh Ainur Rofiq SKomp MM, Wahdiatmoko SE MM, dan Arif Hidayat AMd. Selain itu ada sesi praktek program Windows dan Words dengan instruktur Arief Hidayat.
Materi yang disajikan menurut Nur Prima lebih banyak bersifat praktek. Ia mengharapkan agar para peserta dapat menindaklanjuti ketika mereka kembali ke daerah masing-masing. Semakin kuat jaringan informasi yang dimiliki akan membantu dalam membuat keputusan UKM yang bersangkutan. “Mungkin nanti setelah acara ini mereka dapat membuat website untuk mengumpulkan informasi,” katanya. Pelatihan ini rencananya akan ditindaklanjuti dengan peninjauan ke daerah-daerah.
Trading house
Sementara itu, menurut Nur Prima, Dinas Koperasi juga telah mempunyai program pembuatan trading house di Surabaya.. “Trading house adalah rumah display untuk produk UKM dari berbagai daerah”, tuturnya. Namun, pembukaannya masih akan ditetapkan kemudian. Pelatihan ini berawal dari program Dinas Koperasi, sedangkan PPKE bertindak sebagai tim pelaksana yang memfasilitasi program tersebut. [vty]

Berat Pulihkan Lingkungan, Korban Lumpur Tuntut Santunan Rp 300.000
Kamis, 13 Juli 2006
MALANG, KOMPAS - Berbagai penelitian terhadap kondisi fisik dan kimia semburan lumpur panas menunjukkan beratnya upaya pemulihan lingkungan kawasan itu. Jika hendak digunakan untuk permukiman atau pertanian, pemulihan harus dilakukan menyeluruh dan membutuhkan dana besar.
Demikian intisari pendapat tiga narasumber, yakni Kepala Laboratorium Geosains Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (Unibraw) Dr Adi Susilo, pakar mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas MIPA Unibraw Umi Marwati dan Kepala Laboratorium Sistem Informasi Geografi Fakultas Pertanian Unibraw Sudarto. Ketiganya ditemui bersama di Malang, Rabu (12/7).
Penelitian di antaranya uji kandungan kandungan unsur hara yang dilakukan Laboratorium Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Unibraw. Selain itu, juga dilakukan uji bakteri oleh Laboratorium Mikrobiologi. Dari hasil penelitian itu, lahan yang tergenang semburan lumpur menunjukkan kondisi parameter lingkungan yang buruk.
"Akibatnya, nyaris tidak ada yang bisa dilakukan terhadap tumpukan material lumpur untuk dikembalikan seperti asalnya sebagai sawah, lahan tebu, dan permukiman warga desa, kecuali dengan usaha besar," kata Adi Susilo.
Lumpur tersebut, antara lain mengandung kadar garam (salinitas) yang tinggi. Kandungan tersebut akan merusak sifat fisik tanah, sedangkan kandungan berbagai logam berat akan meracuni tanaman.
"Kondisi kimia fisika lumpur itu saat ini memang tampak berat dan nyaris mustahil bisa dipulihkan seperti kegunaan asalnya," kata Umi.
Menurut Umi, justru kondisi itu bisa menjadi tantangan bagi komunitas ilmu pengetahuan untuk mencari cara agar kondisi alam di lokasi semburan pulih kembali. Adapun menurut Sudarto, diperlukan pekerjaan raksasa untuk memulihkan kondisi alam seperti sedia kala.
Unjuk rasa
Sementara itu, karena aspirasinya tak kunjung ditanggapi, sekitar 200 warga dari tiga dusun di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, menemui anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo, Rabu (12/7). Mereka menuntut santunan biaya hidup per bulan Rp 300.000 dari Lapindo Brantas Inc karena merasa terimbas lumpur panas. Sekitar pukul 11.00, warga dusun Sengon, Wangkal, dan Reno datang ke DPRD Kabupaten Sidoarjo menggunakan lima truk. Mereka diterima Komisi C di ruang rapat.
Bambang Yuliusman (53), warga Desa Renokenongo, mengatakan, meski rumahnya belum terkena lumpur, tetap saja ia terimbas dampaknya. Di antaranya, bau menyengat yang tercium di lingkungannya setiap hari dan dusunnya yang telah terkepung lumpur sehingga bila hendak ke jalan raya terpaksa memutar sejauh sekitar tiga kilometer.
Syamsudin (65), warga lainnya memberikan perbandingan. Apabila warga Desa Siring yang rumahnya belum terkena lumpur menerima santunan, seharusnya warga tiga dusun tersebut juga menerima bantuan. (ODY/INK/LAS)
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0607/13/jatim/54867.htm

Mahasiswa Asal Malaysia Berorientasi Kampus
13 Juli 2006
Sebanyak 21 mahasiswa asal Malaysia, Kamis 13/7 mulai mengikuti program orientasi kampus. Mereka adalah gelombang pertama mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang diterima melalui jalur Seleksi Program Internasional (SPI). Ujian SPI ini sendiri berlangsung di negara asal siswa beberapa waktu silam.
Mereka tiba di Indonesia Sabtu 8/7, mengawali kegiatannya dengan melakukan adaptasi lingkungan, seperti memahami kebiasaan masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia, pengenalan jalur transportasi, dan pengenalan lingkungan kampus, mulai dari gedung Rektorat, hingga ruang-ruang kuliah. Dalam kegiatan ini mereka diberi kesempatan mengeksplorasi segala hal yang ingin mereka ketahui, di antaranya bagaimana prosedur akademik yang diterapkan Universitas Brawijaya. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok, dan melakukan diskusi antar kelompok. Setelah melalui program adaptasi, mereka harus mengikuti Probinmaba (Program Pembinaan Mahasiswa Baru) sebagaimana layak-nya mahasiswa baru yang lain.
Seetal, perempuan asal Kualalumpur dari etnis India menyatakan, meski tidak ada perbedaan yang mencolok antara budaya Indonesia dengan Malaysia, dirinya merasa bahwa ada hal-hal khusus yang harus mereka pahami. Seetal mengungkapkan bahwa orang Indonesia sangat ramah, bahkan terhadap orang asing. “Kalau di Malaysia terutama di daerah perkotaan, seseorang yang bertanya tentang sesuatu kepada orang lain di tengah jalan, kemungkinan besar akan diabaikan. Ini dikarenakan sikap kehati-hatian mereka terhadap orang asing,” tuturnya.
Mahasiswa asal Malaysia ini akan mengenyam pendidikan selama enam tahun tiga bulan. Selama empat tahun mereka mengikuti program perkuliahan di kampus, dan dua tahun tiga bulan mereka mengikuti program co-ass. Selain 21 mahasiswa tersebut, dalam waktu dekat akan datang sebanyak 24 mahasiswa Malaysia gelombang kedua untuk kuliah di fakultas yang sama. [nik]

"Aedes Aegypti": Ditemukan, Bakteri Pembunuh yang Aman
Kamis, 13 Juli 2006
MALANG, KOMPAS - Umi Marwati, peneliti pada Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Malang berhasil mengisolasi sejenis bakteri yang mampu memproduksi kode protein yang dapat menghancurkan usus nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah dengue.
Ia bahkan sudah menerapkan secara in vivo (kehidupan sehari- hari) pada air bak mandi dan menunjukkan hasil kematian nyamuk Aedes aegypti dalam persentase yang signifikan.
Umi yang ditemui di Malang, Rabu (12/7), meyakinkan bahwa cara pemberantasan Aedes dengan cara pemberian bakteri ini akan memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi pada manusia.
Sebab, kode genetik protein yang diproduksi bakteri ini hanya cocok dengan kode genetik protein usus dan tubuh nyamuk. Artinya, bahan ini hanya bereaksi pada nyamuk Aedes aegypti saja sehingga akan sangat aman bagi manusia, juga bagi organisme lain.
"Sebab, selama ini pemberantasan DBD senantiasa terkendala pada bahan kimia pembunuh nyamuk yang dinilai berbahaya pada manusia dan organisme lain," katanya.
Seperti umumnya ilmuwan mikrobiologi, Umi keberatan mengungkapkan spesies dan famili bakteri ini dalam klasifikasi. Ia mengungkapkan, pekerjaannya selama ini sebagai mikrobiolog telah membuatnya menemukan sejumlah isolat bakteri yang memberikan banyak kemungkinan bagi kebutuhan hidup manusia.
"Saya bekerja terutama untuk pencarian jenis-jenis bakteri untuk pemupukan biologi yang disebut biofertilizer. Pada bidang ini saya mendapati amat banyak ragam spesies bakteri yang bisa dimanfaatkan dan menjawab berbagai pemasalahan kesuburan," katanya.
Demikian pula temuannya terhadap sejumlah jenis bakteri yang mampu menahan penyerapan ion logam berat, seperti Cobalt dan Cuprum. Selama ini jenis-jenis logam berat sudah ditemukan ada dalam tanaman termasuk bulir padi. Kehadiran logam berat dicurigai berhubungan dengan meningkatnya insidensi penyakit autisme pada anak. (ODY/Ink)
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0607/13/jatim/54868.htm

Mahasiswa Unibraw Ikuti Program Pertukaran ke Ukraina
13 Juli 2006
Adnan Nurdiansyah, mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Ilmu Tanah dalam waktu dekat  berangkat ke Ukraina untuk mengikuti program pertukaran (exchange program) International Association of Agricultural Students and Related Sciences (IAAS) selama dua bulan dimulai pada 20 Juli 2006 hingga 20 September 2006.
Di sana, Adnan akan magang di dua tempat. Salah satunya adalah Sokolivka, di sebuah lahan pertanian dan peternakan swasta milik warga Ukraina. Sokolivka adalah sebuah kota kecil terletak sekitar 175 km di sebelah selatan Kiev. Sebagaimana layaknya magang kerja, Adnan harus melakukan aktivitas pekerjaan bidang pertanian dan peternakan selama lima hari kerja. Untuk ini dia akan mendapatkan upah kerja.
Pria kelahiran Jakarta 23 tahun silam ini menuturkan, dirinya akan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mempelajari teknologi dan sistem pertanian di Ukraina, yang mungkin dapat diaplikasikan di Indonesia.
Proses keikutsertaan Adnan dalam exchange program ini cukup panjang. Dia harus bersaing secara online dengan puluhan calon dari negara anggota IAAS yang tertarik mengikuti program ini. Ada dua jenis ini program ini. Melalui program Ceres, peserta melakukan praktek kerja di pertanian dan pabrik. Sedangkan program Archimedes, peserta diberi kesempatan untuk terjun langsung di laboratorium, perusahaan agroindustri, serta pusat penelitian. Adnan bahkan sempat mengirimkan surat permohonan ke dua negara lain, yaitu Finlandia dan Denmark sebelum akhirnya diterima untuk magang di Ukraina.
Menurut Adnan, tujuan exchange program adalah meraup berbagai pengalaman budaya dari pelajar seluruh dunia terkait dengan bidang ilmu yang mereka tekuni, mendidik, dan meningkatkan kemampuan pelajar dalam bekerja di tempat mereka magang, serta menunjang terciptanya hubungan simbiosis antara pelajar dengan petani tempat mereka magang dalam hal pertukaran gagassan, pengetahuan dan pengalaman. [nik]

FTP Mulai Menempati Gedung Politeknik
12 Juli 2006
Setelah sekian lama dijanjikan, akhirnya Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya dapat menempati salah satu gedung Politeknik Negeri Malang. Sejak berdiri pada 1998, fakultas termuda ini menempati gedung yang berpencar untuk ketiga jurusannya. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) menempati lokasi di ujung selatan kampus di Jalan Veteran, Jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP) di tengah-tengah kampus Unibraw, sedangkan Jurusan Teknik Pertanian (TP) ada di ujung utara di Jalan Mayjen Haryono.
Menurut keterangan salah seorang karyawan yang sedang mengemas barang-barang untuk diangkut ke tempat yang baru, pihak fakultas sudah mulai memindahkan barang-barang beberapa hari yang lalu, sementara untuk Jurusan TIP baru memulainya hari ini (12/7).
Sementara itu Dekan FTP, Prof Ir Simon Bambang Widjanarko MAppSc PhD dalam penjelasannya mengatakan FTP pada tahap pertama akan menempati Gedung D Politeknik. Gedung 3 lantai ini akan dimanfaatkan untuk Kantor Dekanat FTP di lantai 1, Jurusan TIP di lantai 2, dan Jurusan THP di lantai 3. Baru nanti setelah kepindahan Kantor Pusat Politeknik ke kampus baru di Jalan Sukarno-Hatta, ketiga jurusan seluruhnya akan menempati gedung D, sementara Kantor Dekanat FTP akan menempati Kantor Pusat Politeknik itu. Kepindahan itu menurut rencana baru akan dilakukan pada akhir 2007.
“Setelah ketiga jurusan FTP bersatu menempati gedung baru, maka kami akan segera membuat rencana strategis 20 tahun mendatang untuk FTP”, tutur Prof Simon, yang juga ketua Forum Dekan di Unibraw. Gedung-gedung lama yang akan ditinggalkan FTP, akan diserahkan kembali kepada pihak Rektorat Unibraw karena FTP tidak memiliki wewenang pengaturannya. “Semua akan diserahkan kepada pihak rektorat selaku pengambil kebijakan tertinggi”, ungkapnya. “Tetapi khusus untuk gedung baru TP dan THP yang pembangunannya dibiayai secara swadaya dengan total nilai Rp 2 milyar, ya harus dirumuskan pemanfatannya, kalau perlu di Rapat Senat”, ungkapnya.
Sementara itu, Pembantu Direktur II Politeknik Negeri Malang bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Awan Setiawan, mengatakan bahwa gedung D dan gedung Kantor Pusat Politeknik (yang menurut rencana akan dipindahkan pada akhir 2007) bukan “diserahkan” kepada Unibraw tetapi “dimanfaatkan” oleh Unibraw. “Ini kan asset negara, jadi bukan kepunyaan Unibraw dan juga bukan kepunyaan Politeknik”, tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga sempat mengeluh karena sebelumnya telah masuk beberapa surat pengajuan gedung dari berbagai fakultas Unibraw tanpa koordinasi seperti dari FTP, FK, dsb. “Kami juga sempat kewalahan menghadapi fakultas-fakultas tersebut yang ‘umeg’ sendiri-sendiri tanpa koordinasi dengan pihak Rektorat”, tambahnya. Sampai saat ini, belum semua jurusan Politeknik pindah ke kampus di Jalan Sukarno Hatta. Gedung di Sukarno Hatta telah ditempati 90% untuk jurusan Administrasi Niaga, Akuntansi, Teknik Elektro dan Telekomunikasi, Program 1 tahun dan Program Diploma IV. Sementara untuk jurusan Teknik Kimia, Teknik Sipil dan Teknik Mesin masih menempati bangunan-bangunan di Jalan Veteran. “Hal ini dikarenakan alat-alat praktikum untuk ketiga jurusan tersebut adalah alat-alat berat yang total nilainya mencapai 10 milyar, jadi tidak mungkin dipindahkan karena alatnya pun sudah karatan”, ungkapnya. “Kecuali alat-alat baru tersebut difasilitasi pengadaannya oleh pihak Dikti. Tetapi ini juga susah, karena Dikti sendiri tidak punya dana hibah selain dana kompetisi”, katanya. [nok]

Mahasiswa Unibraw Delegasi dalam IAAS World Congress di Malaysia
12 Juli 2006
Mayang Adelia Puspita, mahasiswa angkatan 2003 dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Brawijaya terseleksi mengikuti International Association of Agricultural Student (IAAS) World Congress ke-49 di Malaysia selama lebih dari 3 pekan (16/7-6/8). Puteri pasangan Dr Ir Trinil Susilawati (dosen Fapet Unibraw) dan Ir. Subagyo ini menjelaskan, kongres diikuti oleh anggota IAAS dari 46 negara di seluruh dunia. Beberapa di antara agenda pokok kongres adalah pemilihan Executive Committee IAAS, laporan keorganisasian tiap-tiap negara, serta pertukaran pelajar.
Puteri sulung dari 3 bersaudara yang memiliki hobi traveling ini, antara 13/7 hingga 15/7 akan berkoordinasi dengan 4 orang anggota delegasi Indonesia lainnya, yaitu dari IPB (2 orang), Unhalu (1 orang) dan Unpad (1 orang). Kelima orang anggota delegasi Indonesia ini adalah hasil seleksi dari National Committee IAAS. Salah seorang alumni Jurusan Budidaya Pertanian Unibraw, Na’imatus Sholihah, saat ini menjabat sebagai National Exchange Director bersama Adityan (IPB), sebagai National Committee Director, yang menyeleksi calon anggota delegasi Indonesia.
Kemudian, Mayang yang saat ini menjabat sebagai CCLC (Control Council Local Commitee), selama sepekan 16/7-23/7 dijadwalkan akan berada di Kuching, Serawak, Malaysia Timur, mengikuti General Assembly (GA) yang akan dihadiri oleh delegasi IAAS dari seluruh dunia. Dalam GA ini, akan dibahas rumusan mengenai program IAAS ke depan. Dalam kegiatan walking group, gadis kelahiran Malang 20 tahun silam ini akan berperan pada exchange program guna mempromosikan berbagai tempat di Indonesia yang dapat dijadikan sebagai local host bagi mahasiswa luar negeri yang ingin belajar mengenai pertanian di Indonesia. Berbarengan dengan kegiatan GA ini diselenggarakan juga University Fair, Trade Fair, serta International Night.
Selanjutnya, kegiatan IAAS World Congress diteruskan dengan seminar yang diselenggarakan di beberapa tempat selama dua pekan antara 23/7 hingga 6/8. Di antaranya di Kuching dan Port Dickson, Malaysia. Tema seminar "Sustainable Development, Environmental Protection and Agricultural Innovation" selanjutnya akan dipecah menjadi 4 komisi yang meliputi Farming System, Food Security, Agricultural Technology dan Agricultural Politics. Kongres akan dibuka oleh President IAAS 2005-2006, Tord Steiro dari Norwegia yang saat ini sedang studi dalam bidang  Economic and Resource Management pada Norwegian University. [nok]

Manggaukang Raba: Akuntabilitas Pemerintah Lokal Masih Rendah
12 Juli 2006
Perubahan paradigma dari administrasi negara ke administrasi publik dan tuntutan perubahan dari government ke governance mensyaratkan perlunya peningkatan akuntabilitas publik. Desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia yang diatur dalam UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, beserta peraturan perundangan yang mengikutinya menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pemerintah daerah. Walaupun demikian, kenyataan empiris dan hasil sejumlah penelitian menunjukkan akuntabilitas pemerintahan lokal dalam otonomi daerah masih rendah.
Demikian ungkap Ir. Manggaukang Raba MM, dalam ujian terbuka disertasi yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 12/7. Kandidat doktor ilmu administrasi dengan minat administrasi publik ini dalam ujian tersebut membawakan disertasi berjudul ”Akuntabilitas Pemerintahan Lokal dalam Otonomi Daerah (Studi Kasus di Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat)”.
Ujian akhir terbuka ini dipromotori oleh Prof Dr HR Riyadi Soeprapto MS, dengan kopromotor Prof Dr Y Warella MPA, dan Prof Dr Hj. Sjamsiar Indradi. Sementara tim penguji terdiri dari Prof Dr Salladien, Dr. Sumartono MS, Dr. Soesilo Zauhar MS, dan penguji dari Universitas Padjadjaran Bandung Prof Dr Dedi Rosadi MS.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Pemda Kabupaten Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat, Manggaukang menyimpulkan akuntabilitas pemerintah lokal dalam otonomi daerah belum memadai pelaksanaannya, dan tingkatan akuntabilitasnya pun masih sangat rendah.
Model akuntabilitas yang sesuai dalam otonomi daerah, menurut Manggaukang, adalah model akuntabilitas pemerintahan lokal atau Local Governance Accountability Model, yaitu sebuah model akuntabilitas yang secara spesifik digunakan untuk mendorong akuntabilitas pemerintahan lokal dalam otonomi daerah. Model ini menekankan pada pentingnya kemitraan (partnership), koordinasi sosial (social coordination), dan dialog.
Dalam disertasi itu Manggaukang antara lain menyarankan perlunya merancang ulang mekanisme akuntabilitas pemerintahan lokal dalam otonomi daerah dengan memberikan pemahaman yang baru tentang akuntabilitas, yang disesuaikan dengan perkembangan dinamika ilmu administrasi publik dan konsep the new governance. Selain itu diperlukan perkembangan dan dinamika masyarakat lokal sesuai dengan prinsip-prinsip desentralisasi, demokrasi, dan good governance.
Mengenai perundang-undangan pemerintahan daerah, Manggaukang berpendapat perlu segera dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) tentang akuntabilitas yang mengatur pengawasan masyarakat terhadap pemerintah daerah, atau PP yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah, dan revisi peraturan tatatertib DPRD (dalam hal ini DPRD Kabupaten Sumbawa tahun 2004-2009). Di samping itu, dipandang perlu segera dibuat peraturan daerah yang mengatur tentang akuntabilitas pemerintahan daerah.
Mengenai perlunya perubahan kultur birokrasi, Manggukang menekankan: "Tidak hanya tergantung pada moral atau etika yang harus dijalankan para birokrat, tetapi yang lebih penting ialah adanya peraturan yang jelas dan sangsi yang dapat memperkuat proses akuntabilitas".
Manggaukang juga berpendapat perlunya grand design penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan memperhatikan paradigma baru administrasi publik, yaitu paradigma the new governance. Dengan demikian, menurut Manggukang, pemerintah danpemerintah daerah memiliki kerangka baku dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan otonomi daerah.
Model akuntabilitas pemerintahan lokal yang dirumuskan dalam disertasi ini, menurut Manggaukang, dapat dijadikan standar penelitian akuntabilitas dalam ruang otonomi daerah yang dapat diverifikasi pada daerah lain.
Dalam yudisium, Manggaukang Raba dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor ilmu administrasi dengan predikat sangat memuaskan.
Dr Ir Manggaukang Raba MM (45 tahun), ayah tiga orang anak, adalah pegawai negeri sejak 1984. Karirnya diawali dari Dinas Pertanian, Kantor Wilayah Departemen Pertanian NTB, Bappeda NTB, dan kini ditempatkan pada Sekretariat Daerah Provinsi Nusatenggara Barat di Mataram, Lombok, NTB. Manggaukang memegang diploma (ahli madya) penyuluhan pertanian (1983), sarjana sosial ekonomi pertanian (1988), magister dalam manajemen sumberdaya manusia (2001).
Selain itu Manggaukang juga mempunyai pengalaman di bidang jurnalistik, baik sebagai reporter, pemimpin perusahaan, maupun pemimpin redaksi sebuah media massa lokal (1984-2001). Di samping itu ia juga mempunyai pengalaman mengajar, baik sebagai guru SPP Mataram maupun sebagai dosen beberapa perguruan tinggi swasta di Mataram (1984-2003). [nik]

Unibraw Menyongsong Pimnas XIX
12 Juli 2006
Menyongsong Pimnas XIX yang akan diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 24-29 Juli 2006, segala persiapan telah dilakukan oleh Universitas Brawijaya. Dalam ajang kompetisi ilmiah nasional tersebut, Universitas Brawijaya mengirimkan 24 finalis PKM dan 1 finalis LKTM IPA. Untuk PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), ke-24 finalis tersebut terbagi dalam 5 bidang yang meliputi PKM-Kewirausahaan (4 kelompok dari FMIPA, FT, dan FP), PKM Penelitian (7 kelompok dari FK, FPi, FP, FTP, FPt), PKM Pengabdian Masyarakat (1 kelompok dari FPi), PKM Penerapan Teknologi (5 kelompok dari FTP, FT, FMIPA) dan PKM Ilmiah (7 kelompok dari FMIPA, FH, FPi, FT, FTP, FMIPA).
Sedangkan untuk LKTM IPA, Universitas Brawijaya mengirim 1 kelompok dari Fakultas kedokteran dengan judul “Pemanfaatan Lintah (Hirudo medicinalis) dalam Mencegah dan Mengobati Stroke Iskemik” atas nama Aprivita Gayatri, Ardani Galih Prakosa dan Putri Wulan Akbar dibawah bimbingan Dr dr IKG. Muliartha SPA.
Drs. Rudjita, Kasubbag Minat dan Penalaran Mahasiswa Unibraw, menjelaskan kegiatan inti dalam Pimnas XIX meliputi PKM (PKMI, PKMK, PKMP, PKMM, PKMT) dan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang IPA, IPS dan Pendidikan. Sementara itu, “untuk LKTM bidang seni mulai tahun ini disendirikan”, jelasnya. Sedangkan kegiatan pendukungnya meliputi lomba debat Bahasa Inggris, lomba poster umum, lamba karikatur, lomba kaligrafi, Apresiasi Seni dan Budaya serta pameran.
Diungkapkan lebih lanjut, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Universitas Brawijaya di antaranya latihan presentasi, perbaikan materi presentasi, pembekalan mengenai “Teknik Menjawab Pertanyaan” serta ‘body language’nya yang diakhiri dengan karantina peserta Pimnas pada 18-19 Juli 2006. [nok]

Empat Tim Unibraw Lolos ke LKTM Bidang Seni
12 Juli 2006
Empat tim mahasiswa Universitas Brawijaya dinyatakan lolos untuk mengikuti final Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) tingkat bidang seni tingkat nasional di STSI Denpasar Bali, 14-16 Juli 2006 mendatang.
Drs. Rudjita, Kasubbag Minat dan Penalaran Mahasiswa Unibraw menjelaskan, LKTM bidang seni yang diselenggarakan Direktorat Akademik Ditjen Pendidikan Tinggi, mulai tahun ini tidak diikutkan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa tingkat Nasional (Pimnas). Lomba ini diikuti oleh 15 karya tulis mahasiswa dari 11 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang diseleksi dari 179 makalah yang masuk dari 78 PTN/PTS.
Kesebelas perguruan tinggi yang lolos mengikuti LKTM bidang seni di Denpasar adalah Unibraw (4 judul makalah), IPB (2 judul makalah), Unes Semarang (1 judul makalah), UI (1 judul makalah), Unair (1 judul makalah), ITS (1 judul makalah), Udayana Bali (1 judul makalah), Untan Pontianak (1 judul makalah), Unmuh Surakarta (1 judul makalah), IKIP Singaraja (1 judul makalah), dan STSI Surakarta (1 judul makalah).
Keempat tim finalis dari Unibraw masing-masing adalah Mochammad Fattah dan Abas Hidayat (Fakultas Perikanan) dengan judul makalah “Mengungkap Perjudian Terselubung Dalam Dunia Entertainment Melaui SMS (Short Message Service) Berhadiah” dengan pembimbing Ir. Muhammad Musa MS; Ana Rohmatul Zulfa, Dania Haliyani, dan Diah Ayu Rizka (Fakultas Ekonomi) dengan judul “Tinjauan Film Gie sebagai Media Komunikasi Massa dalam Membangun Opini dan Persepsi Mahasiswa” dengan pembimbing Asfi Manzilati SE; Helmi Ishartanto, Wiratama K., dan Yudi Irawan (Fakultas Ekonomi) dengan judul “Refleksi Nilai-Nilai Karakter dalam Seni Pewayangan sebagai Upaya Optimalisasi Peran Mahasiswa Indonesia dalam Hal Pengabdian Masyarakat” dengan pembimbing Yeney Widya P SE MSA Ak; Muhammad Akhid S., Dzulfikar Abdullah M., dan Iman Dwi Cahyo (Fakultas Pertanian) dengan judul “Nilai Budaya dalam Permainan Rakyat Gobak Sodor Studi Kasus Desa Gading, Kabupaten Pasuruan” dengan pembimbing Dr. Ir. Toto Himawan SU. [nok/dwi]

Semiloka Pusat Jaminan Mutu Unibraw
11 Juli 2006
Pusat Jaminan Mutu (PJM) Universitas Brawijaya menyelenggarakan seminar dan lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Akademik selama sehari penuh, Selasa, 11/7. Semiloka di gedung WIdyaloka Unibraw ini, dibuka oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito.
Ketua PJM Unibraw Prof Dr Ir Soebarinoto melaporkan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu Akademik (SPMA) yang sedang digalakkan secara serius di Unibraw. ”Saat ini kami tengah menyiapkan semua perangkat SPMA, termasuk di dalamnya SOP, manual, serta prosedur, yang diharapkan selesai pada tahun 2007 nanti”, kata Prof Soebarinoto. Dinyatakan, saat ini 16 dari 44 program studi sarjana di Unibraw, atau sekitar 39%, memiliki akreditasi A dari BAN-PT. Menurut Prof Soebarinoto, Universitas Brawijaya akan terakreditasi A jika lebih dari 80% program studi terakreditasi A, sehingga diperlukan kerja keras bagi program studi yang saat ini belum terakreditasi A.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito mengawali sambutannya mengatakan: "Kualitas, pada saat ini menjadi tuntutan dalam era kompetisi". "Unibraw bisa bangkrut bukan karena tidak punya uang, tetapi karena tidak bermutu”, ungkapnya. Untuk itu Rektor mengimbau agar semua unsur akademik konsisten melakukan upaya peningkatan mutu, utamanya dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Hadir sebagai pembicara dalam semiloka ini, Drs. Sajarwa MHum, Koordinator Implementasi dan Audit Kantor Jaminan Mutu (KJM) Universitas Gadjah Mada. Dalam materi berjudul ”Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi”, Sajarwa yang juga staf pengajar di Fakultas Ilmu Budaya UGM menjelaskan konsep dan kebijakan nasional SPMPT, pokok pikiran SPMPT serta konsep dan kebijakan serta impelementasi SPMPT di UGM. SPMPT di UGM menurutnya disesuaikan dengan budaya, kondisi dan kemampuan UGM yang berbasis pada Quality Assurance Agency (QAA) di UK (1997-2002), sistem dokumentasi ISO 10013-2000 dan sistem audit internal ISO 10011-2000.
Lebih lanjut dipaparkan, UGM yang memiliki peringkat penilaian penjaminan mutu di bawah Chulalonkorn University di Thailand, menggunakan model Continuous Quality Improvement (Kaizen) dalam sebuah integrasi Quality Assurance System (QAS) dan Credit Transfer System (CTS). Dengan penekanan pada internally driven, Sajarwa mengungkap bahwa upaya penjaminan mutu di UGM tidak disertai dengan punishment. ”Implementasi penjaminan mutu yang terurai dalam beberapa kegiatan operasional akademik, tidak kami imbangi dengan punishment ketat, tetapi lebih pada sanksi moral dalam kemasan internally driven”, ungkapnya.
Dalam acara diskusi, audiens yang mayoritas dari kalangan pimpinan dan senat Universitas Brawijaya mempertanyakan berbagai hal dalam pelaksanaan penjaminan mutu di UGM. Di antaranya tentang diskontinuitas kebijakan dalam standar penilaian Dikti terhadap perguruan tinggi, yang cenderung ”angin-anginan”, tergantung siapa yang memimpin. Menanggapi hal ini Sajarwa mengakui bahwa ada upaya politisasi dalam penilaian tersebut. Selain itu, mengemuka pula beberapa persepsi yang menyatakan penjaminan mutu lebih ditekankan pada aspek kepintaran, tetapi tidak pada moral serta character building mahasiswa. Sajarwa menjawab, aspek moral telah include dalam substansi kurikulum. [nok]

Expert predicts powerful quake in East Java
National News - July 10, 2006
A massive earthquake in East Java is likely in the next 14 years following the devastating quake that hit Yogyakarta and Central Java on May 27, the head of the East Java Disaster Mitigation Agency says.
Adi Susilo, a geophysics expert from the Malang-based Brawijaya University, predicted a powerful earthquake would hit East Java some time between 2010 and 2020. Adi made the forecast after studying records on earthquake cycles measuring over six points on the Modified Mercalli Intensity scale.
"Based on the records I have, a quake of that nature will recur any time in cycles of between 10 and 20 years. They usually have a devastating impact. Residents should prepare themselves," Adi told The Jakarta Post.
Most "large" earthquakes in East Java from the 1930s to 2000 measured from six to nine on the MMI scale, he said.
In East Java, quake-prone areas were located in the southern part of the province, such as Pacitan, South Malang, South Blitar, Jember, Banyuwangi and Situbondo, he said.
In these areas, numerous local and regional tectonic plate fractures have been detected by agency's research team.
Adi said one local fault line, which ran along the Brantas River, was interesting because it resembled another in Yogyakarta, the fault at the center of May's earthquake.
"It is almost identical to the earthquake that happened in Yogyakarta recently, because the local fracture in the area runs parallel with the Opak River flow," he explained.
Fault lines in South Malang could also cause landslides, Adi said.
Earthquakes could also be triggered by the string of active volcanoes along the central part of East Java. The three most active volcanoes are Mount Semeru, Bromo and Kelud, while those that erupt less frequently are Arjuno, Welirang and Penanggungan.
"But more attention must be paid to volcanoes that have long been inactive, such as Mount Kawi, since it could erupt with the same intensity as Mount Pinatubo in the Philippines," he said. [Wahyoe Boediwardhana, The Jakarta Post, Malang]
http://www.thejakartapost.com/yesterdaydetail.asp?fileid=20060710.G03

Rispiningtati: Perlu Dikembangkan Model Alokasi dan Harga Air
10 Juli 2006
Kesenjangan pengelolaan sumberdaya air perlu dipecahkan dengan kebijakan pengaturan dan penyesuaian air sebagai komoditas ekonomi. Kebijakan pengaturan memerlukan penelitian yang tepat, di antaranya dengan model optimasi pengelolaan air. Kebanyakan studi optimasi hanya mempermasalahkan alokasi air tanpa mempertimbangkan harga air.
Ir Rispiningtati MEng mengemukakan masalah ini dalam ujian akhir disertasi yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 10/7. Disertasi kandidat doktor dalam bidang ilmu pertanian dengan minat teknik sumberdaya air ini berjudul "Model Alokasi dan Nilai Air pada Sistem Sungai Multiwaduk". Bertindak sebagai promotor Prof Dr Ir Wani Hadi Utomo, kopromotor Prof Dr Ir Suhardjono MPd DiplHE, dan Prof Dr Ir Loekito Adi Soehono MAgr. Sementara itu penguji terdiri dari Prof Dr Ir Soemarno MS, Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, Dr Ir Widyawati DiplHE, dan penguji dari ITS Surabaya Dr Ing Ir Teguh Hariyanto MSc.
Penelitian Rispiningtati, mengaplikasikan model optimasi linier pada seluruh sistem sungai dari Sungai Brantas yang mempunyai 13 waduk besar. Setiap waduk rata-rata melayani 5 pengguna utama, yakni irigasi, PLTA, pengendalian banjir, industri, dan air minum. Dengan melakukan optimasi, yaitu biaya dam dan fasilitasnya sebagai target (fungsi tujuan), alokasi air sebagai varibel y dan harga air sebagai variabel x, Rispiningtati mendapatkan alokasi optimal dan harga air minimal pada tiga model simulasi.
Dosen senior Fakultas Teknik Unibraw ini dalam disertasinya menyarankan, model yang mengakomodasikan alokasi air dan harga air sesuai dengan daerah di Indonesia, perlu dikembangkan. Model dan hubungan hasil optimasi yang diaplikasikan ke satu sistem sungai multi waduk ini, mestinya dapat digunakan oleh para pengelola sumberdaya air sungai di manapun. Di masa mendatang, ketika air akan semakin langka dan menjadi komoditas yang sangat berharga, model alokasi air beserta nilai air akan sangat membantu para pengelola sumberdaya air dalam mengambil keputusan. Aplikasi penggunaan model untuk daerah aliran sungai lain dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah dengan sedikit perubahan jumlah pengguna dan jumlah waduk pada satu sistem sungai.
Dalam yudisium, Rispiningtati dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor ilmu pertanian dengan predikat sangat memuaskan, IPK 3,86.
Dr Ir Rispiningtati MEng adalah perempuan kelahiran Batu, 7 September 1950. Insinyur teknik sipil lulusan Unibraw (1979) ini, meraih dua gelar master, dalam water resources engineering dari University of Manitoba, Canada (1985), dan dalam engineering science dari University of Melbourne (1991), mengabdikan diri sebagai dosen pada Jurusan Teknik Pengairan FT Unibraw sejak 1979 dan jabatan akademik sekarang Lektor Kepala (Golongan IV/c). Isteri dari dosen Teknik Mesin FT Unibraw Dr Ir Rudy Soenoko MEngSc ini pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Teknik Pengairan (1983), Pembantu Dekan I (1989), Ketua Jurusan Pengairan (1995), dan Ketua Laboratorium Hidrologi (2000) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. [nik]

Beasiswa bagi Mahasiswa Asal Nanggroe Aceh Darussalam
8 Juli 2006
Universitas Brawijaya memberikan beasiswa berupa pembebasan pembayaran SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) kepada para mahasiswa asal Aceh yang orang tuanya terkena musibah bencana alam tsunami. Ketetapan ini dikeluarkan melalui Keputusan nomor 090/SK/2006 yang ditandatangani Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, 8 Juli 2006. Hal ini dilandasi oleh pertimbangan untuk menjaga kelangsungan studi para mahasiswa tersebut.
Ketentuan pembebasan SPP ini berlaku untuk semester ganjil tahun akademik 2006/2007 bagi 47 orang mahasiswa asal Nanggroe Aceh Darussalam, dan sepanjang yang bersangkutan belum lulus. Apabila yang bersangkutan telah lulus, maka pembebasan tersebut dibatalkan. Beasiswa ini tidak dapat diambil dalam bentuk tunai.
Mereka yang mendapatkan pembebasan SPP ini, dari Fakultas Teknik (22 orang) yakni: Ammar Hadi, Arief Akbar, Ario Ardani Ardan, Bahdursyah, Benido Putra, Darma Setiawan S, Evi Musvitasari, Fahreza Permana, Fitriyadi, Haiqal Hakim Raden, Hery Juansyah, Hijrah Saputra, Isra Afrizal, Issana Meria Burhan, Khairina, Khairul, Khairul Akbar, M Yanuar Kartiko, Shafur Bachtiar, Syafriadi Adnan, Syukur Hidayat, dan Yudi Faissal; Fakultas Perikanan (7): Anwar, Fadlon Ridha, Fajar Maysarah, Fauziah, Husni Yulham, Surya Darma, dan Zuraida; Fakultas Pertanian (5): Eko Hendrawan, Muhammad Iqbal, Nonik Septiani, Reny Amalia Anastasia, dan Zulkifli Sulistiawati; Fakultas Ilmu Administrasi (4): Dasina Wulandari, Muklis, Tri Afriyanti, dan Zahra Febiani; Fakultas Kedokteran (4): Cut Razianti ZB, Juwita, Nining Indah Sari, dan Novita Wahyuni; Fakultas Ekonomi (2): Dadang Chairul Rizal, dan Fifi Novianti; Fakultas Peternakan (1): Kusnadi Yulham; Fakultas MIPA (1): Fitri Gustina; Program Bahasa dan Sastra (1): Citra Pratiwi.
Beasiswa yang sama sebelum ini pernah diberikan untuk semester genap 2005/2006 kepada 50 orang mahasiswa asal Nanggroe Aceh Darussalam yang orang tuanya terkena musibah, melalui Keputusan Rektor nomor 195/SK/2005 tanggal 31 Desember 2005. Begitu pula Bank Tabungan Negara (BTN) telah memberikan bantuan biaya hidup bagi  68 mahasiswa Universitas Brawijaya yang orang tuanya terkena bencana alam tsunami di Nangroe Aceh Darussalam (NAD), 15 Juli 2005. [Far]

Daftar Ulang SPMK Gelombang I dan SPKS Unibraw
8 Juli 2006
Calon mahasiswa baru Universitas Brawijaya yang diterima melalui jalur Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK) Gelombang I, selama dua hari, 7- 8 Juli 2006, melakukan daftar ulang di gedung Sasana Samanta Krida. Ternyata sampai pendaftaran ditutup pada pukul 15.00 WIB hari Sabtu 8/7, dari 772 orang calon yang diterima hanya 597 orang yang mendaftar ulang. Sisanya, 175 orang calon tidak melapor sehingga dianggap mengundurkan diri sebagai calon mahasiswa Universitas Brawijaya.
Pada kesempatan pendaftaran ulang, calon diwajibkan membawa kartu tanda peserta SPMK, menunjukkan STTB, rapor dan nilai ujian akhir nasional (UAN) atau surat tanda kelulusan asli serta menyerahkan fotokopinya 1 lembar, melakukan pembayaran SPFP (sumbangan pengembangan fasilitas pendidikan) dan SPIP (sumbangan pengembangan institusi pendidikan, khusus Fakultas Kedokteran) sesuai ketentuan dan menyerahkan duplikat tanda lunas pembayaran sumbangan tersebut.
Menurut data Bagian Keuangan Universitas Brawijaya, ternyata ada sekitar 12 orang calon yang mengajukan permohonan tertulis untuk menunda pelunasan SPFP atau SPIP. Namun demikian mereka telah melunasi biaya-biaya yang lain seperti SPP, DBP, Ordik, Ormawa, tes kesehatan, layanan teknologi informasi, dan jaket.
Secara rinci per program studi, jumlah calon yang mendaftar ulang SPMK gelombang I adalah: ilmu hukum 74, ekonomi pembangunan 25, manajemen 42, akuntansi 66, administrasi publik 41, administrasi bisnis 48, agronomi 6, hortikultura 3, ilmu tanah 1, ilmu hama dan penyakit tumbuhan 2, penyuluhan dan komunikasi pertanian 2, sosial ekonomi pertanian 4, pemuliaan tanaman 4, produksi ternak 3, nutrisi dan makanan ternak 4, teknologi hasil ternak 1, teknik sipil 12, teknik mesin 17, teknik elektro 23, teknik pengairan 6, arsitektur 14, perencanaan wilayah dan kota 7, pendidikan dokter 21, ilmu keperawatan 11, ilmu gizi 7, manajemen sumberdaya perairan 3, teknologi hasil perikanan 3, sosial ekonomi perikanan 1, budidaya perairan 3, pemanfaatan sumberdaya perikanan 2, kimia 14, ilmu komputer 15, teknologi hasil pertanian 24, teknik pertanian 5, teknologi industri pertanian 13, sosiologi 13, ilmu komunikasi 49, dan sastra Inggris 8.
SPKS
Khusus untuk calon yang diterima melalui jalur SPKS (seleksi program kemitraan sekolah) pendaftaran ulang ditentukan satu hari yaitu Sabtu 8/7. Dari 261 orang calon yang diterima tanpa tes yang pelaksanaan seleksinya bersama-sama dengan PSB (penjaringan siswa berprestasi) ini ternyata yang mendaftar ulang sebanyak 181 orang. Sisanya, sebanyak 80 orang tidak melapor, sehingga dianggap mengundurkan diri sebagai calon mahasiswa Universitas Brawijaya.
Secara rinci per program studi, jumlah calon yang mendaftar ulang SPKS adalah: ilmu hukum 14, ekonomi pembangunan 5, manajemen 21, akuntansi 8, administrasi publik 5, administrasi bisnis 9, agronomi 1, penyuluhan dan komunikasi pertanian 2, sosial ekonomi pertanian 7, teknik sipil 9, teknik mesin 3, teknik elektro 4, arsitektur 14, perencanaan wilayah dan kota 4, pendidikan dokter 15, ilmu keperawatan 9, ilmu gizi 7, manajemen sumberdaya perairan 2, teknologi hasil perikanan 1, budidaya perairan 1, kimia 4, statistika 1, ilmu komputer 6, teknologi hasil pertanian 5, teknologi industri pertanian 4, ilmu komunikasi 21, dan sastra Inggris 9. [Far]

Lokakarya Penulisan Buku Ajar Teknik Elektro Unibraw
8 Juli 2006
Guna membangkitkan semangat dalam menghasilkan buku ajar, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya menyelenggarakan ”Lokakarya Penulisan Buku Ajar”, Sabtu (8/7). Narasumber dalam lokakarya itu adalah Drs. Setiyono Wahyudi DNG dari penerbit Bayumedia Publishing, dan gurubesar teknik elektro yang juga produktif dalam menulis Prof. Ir. Budiono Mismail MSEE PhD.
Ketua pelaksana, Dwi Fadilah Kurniawan ST MT, melaporkan kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 40 orang staf pengajar di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, khususnya Jurusan Teknik Elektro. ”Melalui kegiatan ini harapannya akan mampu meningkatkan minat dosen untuk menulis buku ajar yang dibutuhkan oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa Teknik Elektro dan memiliki nilai kelayakan untuk diterbitkan”, ungkapnya. Kegiatan yang didukung oleh pendanaan Program Hibah Kompetisi A-2 (PHK A-2) ini merupakan rangkaian upaya perbaikan manajemen internal di lingkungan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik.
Layak Jual
Melalui materi bertajuk ”Penulisan dan Penerbitan Buku Ajar yang Layak Jual”, Setiyono Wahyudi mengupas tuntas permasalahan penerbitan mulai dari publishing dan organisasinya sampai pada teknis operasional penerbitan.
Pada awal paparan, disampaikan model penulisan buku ajar yang progresif dengan berorientasi pada Need For Acheivement (N’ach) dengan menyertakan ”Sang Lain” dalam menulis buku ajar dan buku teks. ”Sang Lain” di sini menurutnya adalah sisi lain yang hakiki di luar kebiasaan yang dilakukan saat ini, tetapi sering dilupakan orang seperti objek (tulisan) dalam wujud buku, jurnal, dan lain-lain. Di antaranya adalah dengan membuat desain sampul yang menarik.
Lebih lanjut ia memaparkan standar buku yang layak jual dia ntaranya meliputi bidikan topik potensial (aspek substansial), membangun kesatuan dan kepaduan pikiran dengan bahasa, kesatuan dan kepaduan pikiran dalam buku teks serta piranti penanda transisi.
Apresiasi rendah
Sementara itu, Prof. Budiono Mismail dalam makalah dengan tajuk ”Kiat Penulisan Bahan Ajar” menguraikan berbagai strategi dan taktik dalam penulisan buku ajar yang telah digelutinya selama lebih dari 20 tahun. Beberapa hal yang mutlak dibutuhkan menurutnya adalah penguasaan pokok bahasan, penguasaan bahasa asing, penguasaan bahasa Indonesia, penguasaan kiat penulisan, serta pengetahuan pasar.
Dalam sebuah pembicaraan, Prof. Budiono Mismail yang telah menulis lebih dari 40 judul buku, memaparkan permasalahan yang amat kompleks dalam menggiatkan motivasi penulisan buku ajar. ”Apresiasi bagi penulis dan aktivitas penulisan di Indonesia sangat rendah dibandingkan di luar negeri”, ungkap master dari University of Colorado USA dan doktor dari UNSW Australia ini. Diperbandingkannya, di luar negeri seorang penulis mendapat royalti yang sangat besar di samping ada alokasi waktu khusus dalam berkonsentrasi menulis. Sedangkan di Indonesia, kedua hal tersebut menjadi kendala utama.  ”Menulis buku adalah pekerjaan besar, terutama bagi akademisi, guna meningkatkan pengetahuan”, tambah Budiono menjelaskan manfaat penulisan buku. Tetapi aktivitas besar sekaligus mulia tersebut ternyata tidak diimbangi dengan apresiasi yang layak dari seluruh stakeholders, terutama ”pasar”. Menurut Budiono, rendahnya penghargaan terhadap hak cipta merupakan pelecehan terhadap karya intelektual seseorang. ”Dalam satu kelas, bisa saja buku kita dibeli oleh seorang mahasiswa, tapi yang membawa fotokopinya bisa lebih dari separuh kelas tersebut”, ungkapnya. ”Di sini, kita mau menyalahkan siapa? Pada kenyataannya fotokopi memang lebih murah, kita kan harus memaklumi mahasiswa”, tutur Budiono. Secara panjang lebar Budiono juga mengeluhkan hasil ”jiplakan” dan ”bajakan” yang marak di Indonesia.
Sementara itu, Ir. M. Julius St MS, dosen senior Teknik Elektro yang juga terlibat dalam pembicaraan tersebut, lebih menyoroti aspek penerbitan yang menurutnya meletakkan tarif tinggi bagi buku-buku teknik karena jumlah peminat sedikit, sekaligus karena muatan buku tersebut memiliki tingkat kerumitan tinggi. Secara khusus ia berharap ada pihak Universitas Brawijaya sebagai ”strating point” untuk mengaktifkan lembaga penerbitan yang mampu mengakomodasi pemikiran yang berkembang di kalangan sivitas akademika agar bisa diketahui masyarakat melalui buku. [nok]

Pembukaan Bimbingan Manasik Haji Unibraw
8 Juli 2006
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito, Sabtu 8/7, membuka secara resmi bimbingan manasik haji oleh KBIH (kelompok bimbingan ibadah haji) Universitas Brawijaya. Dalam sambutannya, Prof. Yogi menekankan perlu kemandirian bagi setiap jamaah haji, meskipun telah bergabung dengan KBIH. Tetapi diingatkan pula agar jamaah haji Unibraw tetap menjaga semangat kebersamaan.
Sementara itu ketua KBIH Unibraw dr. H. Soebarkah Basoeki SpPA, dalam pengarahannya mengatakan KBIH Unibraw maksimal hanya akan membentuk 2 rombongan (2 x 45 orang) dengan 2 orang pembimbing, sesuai dengan kondisi KBIH Unibraw sendiri. Menurut dr. Soebarkah, jumlah jamaah haji Unibraw hingga saat ini masih belum pasti, karena sisa kuota calon jamaah haji Jawa Timur hingga saat ini masih terus berubah. Dan biasanya, demikian dr. Soebarkah, Jawa Timur kemungkinan mendapatkan kuota tambahan hasil perebutan kuota nasional. Oleh karena itu dianjurkan para calon jamaah yang mempunyai nomor porsi di bawah 1300074000 agar segera melunasi BPIH-nya (biaya perjalanan haji).
Dijelaskan bahwa calon yang sudah melunasi BPIH harus berangkat, kalau sampai batas akhir (4 Agustus 2006) belum lunas, maka otomatis calon tersebut berhak untuk diberangkatkan pada musim haji tahun berikutnya. Sedangkan calon yang sudah membayar lunas BPIH tetapi batal berangkat, maka calon harus menarik dulu setoran BPIH, baru kemudian mendaftar lagi untuk musim haji berikutnya.
Untuk musim haji 1427H ini, jamaah haji Unibraw akan dibimbing oleh Drs. H Hafid Hamid MA dan Drs Syamsul Arifin MAg. Jamaah haji Unibraw yang mengikuti bimbingan manasik ini sementara tercatat 66 orang.
Program bimbingan manasik haji ini akan berlangsung selama 7 minggu, setiap hari Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Para jamaah dalam bimbingan ini mendapatkan bekal pengetahuan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan ibadah haji di tanah suci.
Ridla Allah
Pada kesempatan pertama, Sabtu 8/7, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, KHM Baidlowi Muslich, memberikan bimbingan dengan judul "Persiapan Mental/Spiritual Calon Jamaah Haji". Dijelaskan bahwa risalah yang dibawa Nabi Muhammad SAW mencakup tiga dimensi: Islam, Iman dan Ihsan, atau syariat, thariqat dan haqiqat. Ketiga hal ini tidak bisa dipisah-pisahkan karena sangat dibutuhkan dalam pembinaan fisik, hati, dan ruhani, demi mencapai ma'rifat yaitu ridla Allah SWT. Setiap pelaksanaan ibadah/syariat harus disertai peran hati dan ruhani, demi mencapai kesempurnaan nikmat sebagai hikmah dari ibadah tersebut. Menurut KH Baidlowi, ibadah haji memang lebih banyak peran fisik. Tetapi makna yang terkandung di dalamnya justru lebih banyak dan lebih indah. Inilah hakikat haji mabrur. "Kebanyakan orang terpesona pada lahiriyah saja, sehingga tak mengenal makna. Padahal keindahan mutiara itu tersembunyi di dalam cangkangnya", tutur KH Baidlowi mengutip ucapan orang bijak.
Mengenai adab musafir, KH Baidlowi dalam penjelasannya mengutip kitab "Al-Idhah" karangan Imam Nawawi tentang manasik haji dan umrah. Dalam kitab itu terinci persiapan spiritual sebanyak 29 masalah yang harus dicermati calon jamaah haji. Beberapa di antaranya, perlunya musyawarah dengan orang yang dipercaya agamanya, kebaikannya, serta ilmunya (khususnya tentang ibadah haji). Selain itu dianjurkan untuk bertaubat dari segala dosa, bebas dari perbuatan dzalim, membayar utang, mengembalikan pinjaman, dan minta maaf atas segala kesalahan dari orang lain. Disampaikan juga, harta yang digunakan ibadah haji hendaknya benar-benar halal, bersih dari syubhat atau ghasab. Disebutkan pula ayat 197 Al Baqarah yang melarang perbuatan-perbuatan rafats (perkataan tak senonoh), fasik (berbuat kerusakan), dan jidal (berbantah-bantahan).
Di samping itu, untuk menunaikan ibadah haji diperlukan sikap mental sabar dan tawakal. Di akhir bimbingan, mengutip nasihat Ja'far Ash-Shidiq, KH Baidlowi berpesan, "Jika kamu berangkat haji, kosongkan hatimu dari segala urusan. Hadapkan dirimu sepenuhnya kepada Allaw SWT. Tinggalkan setiap penghalang, dan serahkan segala urusanmu kepada Sang Pencipta".
Jadwal selanjutnya
Bimbingan manasik berikutnya diadakan Sabtu 15/7, dengan narasumber dr. Subarkah Basoeki, tentang "Persiapan Kesehatan Haji", dan Drs. H. Khusnul Fathoni MAg memberikan "Petunjuk Praktis Ibadah"; Sabtu 22/7, Drs. HM Hafis Hamid MA menyampaikan "Istilah-istilah dalam Ibadah Haji", dan Prof Dr Thohir Luth MA memberikan penjelasan tentang "Syarat dan Rukun Haji"; Sabtu 29/7, Drs. HM Sam'un Makmur menyampaikan "Makna dan Pesan Moral Haji", diteruskan oleh Drs. H Sudjoko Santoso dengan bimbingan tentang "Tatalaksana Perjalanan Haji"; Sabtu 5/8, Drs H Fadloli memberikan penjelasan tentang "Tempat-tempat Bersejarah di Tanah Suci", dan dilanjutkan dengan "Kapita Selekta" oleh Tim Pembimbing KBIH Unibraw; Sabtu 12/8, diberikan materi "Persiapan Teknis" oleh Tim Pembimbing KBIH Unibraw, dan Dr. H Unti Ludigdo beserta H Suwoko SPd menceritakan "Pengalaman Jamaah Haji 1426H"; Sabtu 26/8, diberikan bekal "Doa-doa Haji" oleh Drs. Syamsul Arifin MAg, serta "Peragaan dan Simulasi" oleh Tim Pembimbing KBIH Unibraw. Selanjutnya diadakan praktek manasik haji, Ahad 3/9, oleh Tim Pembimbing KBIH Unibraw. [Far]

Aulanni'am Dosen FMIPA Terima Merck Diabetes Award
7 Juli 2006
Dr. Aulanni’am drh DES, dosen biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, baru-baru ini menerima anugerah Diabetes Award dari Merck, sebuah perusahaan farmasi terkemuka dunia. Penghargaan kepada peneliti diabetes mellitus ini diberikan di sela-sela kegiatan Kongres Nasional VII Perkeni (Persatuan Endokrinologi Indonesia) di Kusuma Agrowisata Hotel, Batu, 29 Juni-2 Juli 2006.
Diseleksi dari 108 judul penelitian dari seluruh Indonesia, pada akhirnya terpilih 18 judul sebagai finalis dalam 3 kelompok tema, yaitu Epidemiologi, Uji Klinik dan Biomedik/Genetik. Kandidat penerima penghargaan masing-masing menghadapi 2 orang penguji. Melalui penelitian berjudul “Monoclonal Antibody GAD 65 Autoantibody sebagai Deteksi Dini Penderita Diabetes Mellitus Type 1” dalam kelompok Biomedik/Genetik, Dr. Aulanni’am drh DES akhirnya keluar sebagai juara pertama Merck Diabetes Award, mengungguli peneliti dari UGM.
Dr. Aulanni’am menuturkan, penelitian dalam bidang genetik ini telah dilakukan sejak 1997, bersama-sama beberapa peneliti senior Unibraw seperti Prof. dr. Djoko Wahono Soeatmadji SpPD dan Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro SU. Penelitian kali ini, mendapatkan dana dari RUT (riset unggulan terpadu) selama 2 tahun, sebagai pengembangan dari penelitian sebelumnya yang didanai oleh PHB (penelitian hibah bersaing) selama 3 tahun, dan telah dipatenkan dengan judul “Polyclonal Antibody GAD 65 Autoantibody sebagai Deteksi Dini Penderita Diabetes Mellitus Type 1”.
Aulanni’am, perempuan kelahiran Tuban 46 tahun silam, puteri ke-9 dari 11 bersaudara pasangan Moertadji (alm) dan Malichah, ini menjelaskan penelitian polyconal dilakukan pada hewan uji guna mengenal multiple antigenik sight, sedangkan untuk yang monoclonal diproduksi di sel guna mengenali 1 antigenik sight. Tingkat akurasi (sensitivitas dan spesivitas) penelitian monoclonal ini menurut Aulanni'am mencapai 89-100%.
“Banyak kasus Diabetes Mellitus diderita secara turun temurun”, ungkap Aulanni’am yang menyelesaikan program magisternya di USTL Montpellier Perancis pada 1993, dan program doktoralnya di Biokimia Kedokteran Universitas Airlangga. “Dengan usaha deteksi dini, dapat dilakukan berbagai upaya untuk mengurangi resiko diabetes millitus melalui gaya hidup, pola makan dsb”, ungkap Aulanni’am yang juga membuka pet shop di rumahnya di wilayah Tepus Kaki Malang. [nok]

SPMB Unibraw Berlangsung Mulus
6 Juli 2006
Seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) Universitas Brawijaya, hari ini Kamis 6/7, berlangsung mulus. Semua berjalan sesuai rencana. Tidak ada insiden berarti, kecuali dilaporkan beberapa kartu peserta hilang, dan sudah pula ditangani panitia sebagaimana mestinya, dengan membuatkan identitas pengganti. Kemacetan lalu lintas di jalan poros kampus tidak lagi terjadi, karena ujian IPA dan ujian IPS tidak berlangsung serentak, sehingga tidak terjadi akumulasi kendaraan pada saat yang sama. di jalur itu.
Namun demikian, terlihat bahwa jumlah peserta ujian hari kedua ini sedikit menurun bila dibandingkan dengan jumlah peserta ujian hari pertama kemarin. Ujian kemampuan kuantitatif dan kemampuan bahasa (terdiri dari matematika dasar, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia) kemarin, diikuti oleh total 8789 peserta (IPA 3099, IPS 3723, IPC 1967). Sedangkan ujian kemampuan IPA (terdiri dari matematika IPA, Biologi, Kimia, Fisika, dan IPA terpadu) yang berlangsung pagi hari ini diikuti oleh 5052 peserta (IPA 3091, dan IPC 1961) atau 77 peserta absen. Sementara kemarin hanya 63 peserta absen (IPA 46, IPC 17). Sedangkan ujian kemampuan IPS (terdiri dari sejarah, geografi, ekonomi dan IPS terpadu) yang berlangsung siang harinya, diikuti oleh 5669 peserta (IPS 3709 dan IPC 1960) atau 71 peserta absen. Padahal kemarin, untuk kelompok ini jumlah peserta absen hanya 50 orang (IPS 33, IPC 17).
Semua lembar jawaban ujian (LJU) telah dikemas dalam sampul isi 20 lembar. Lima amplop isi 20 LJU itu dikemas lagi dalam sampul besar. Dan sampul-sampul besar isi 100 LJU akhirnya dikemas dalam kardus, kemudian dikirim ke UPT Komputer ITS Surabaya untuk diproses.
Hasil ujian SPMB akan diumumkan pada tanggal 4 Agustus 2006, melalui internet pada situs www.spmb-pusat.org (mulai pukul 18.00 WIB), atau pada papan-papan pengumuman di kampus-kampus PTN (mulai pukul 23.59 WIB).
Jalur seleksi Unibraw
Rencananya, melalui SPMB tahun 2006 Unibraw akan menerima sebanyak 2956 calon untuk 44 program studi yang ditawarkan. Sementara itu, melalui berbagai jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru (S1 dan diploma) 2006, secara keseluruhan Unibraw menyediakan tempat bagi 7991 mahasiswa baru. Selain SPMB, hingga saat ini seleksi yang sudah berjalan adalah PSB (penjaringan siswa berprestasi, tanpa ujian tulis, telah menerima 745 calon, 126 tidak daftar ulang), SPKS (seleksi program kemitraan sekolah non ujian tulis, telah menerima 261 calon), SPMK (seleksi program minat dan kemampuan, gelombang I, telah menerima 772 calon) dan SPKIns (seleksi program kemitraan instansi, telah menerima 35 calon). Sedangkan yang akan berlangsung adalah SPMK gelombang II (menerima sekitar 1000 calon), SPKD (seleksi program kemitraan daerah, 100 calon), SPI (seleksi program internasional, 20 calon), SAP (seleksi alih program, 539 calon) dan SPMD (seleksi penerimaan mahasiswa program diploma, 1150 calon). [Far]

SPMB di Malang Berjalan Lancar, Tidak Ditemukan Joki
Kamis, 06/07/2006 19:12 WIB
Malang - Hingga hari terakhir Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di Malang berjalan lancar, tertib dan tidak ditemukan adanya joki yang mengikuti SPMB. Panitia telah melakukan pengawasan yang cukup ketat dalam seleksi tahun ini, dua petugas khusus mengawasi 10 peserta.
"Nomor peserta juga ditempatkan secara acak, sehingga akan mempersempit ruang gerak para joki. Tetapi hingga kini kita tidak menemukan adanya joki yang bermain," terang ketua panitia SPBMB lokal Malang, Profesor Saleh Marzuki, Kamis (6/7/2006).
Dia menjelaskan, tahun ini menemukan sebanyak 295 formulir yang tidak dikembalikan, padahal pada 2006 lalu hanya 40 formulir.
Banyak formulir yang tidak dikembalikan diduga milik siswa setingkat SMA yang tidak lulus ujian nasional (unas).
"Kemungkinan dia batal mengikuti SPMB karena tidak lulus," jelasnya. Sedangkan, jumlah peserta pada 2006 ini meningkat tajam bila dibandingkan tahun 2006 lalu. "Saat ini peserta mencapai 19.180, sementara tahun lalu 18.523 peserta," tegas Saleh Marzuki.
Jumlah peserta SPMB di Malang itu meliputi, Universitas Brawijaya Malang 9.000 peserta, Universitas Negeri Malang 9.000 peserta dan Universitas Islam Negeri sebanyak 1.180 peserta. Para peserta mengambil pilihan IPA 6.216, IPS 8.378 dan IPC 4.827 peserta. (bj4)
Reporter: Eko Widianto
beritajatim.com

Konvensi Nasional Humas: Humas Bukan Sekedar Aksesoris Organisasi
6 Juli 2006
Sudah saatnya tugas kehumasan dipandang sebagai pelaksana penting atas jalannya fungsi manajemen dalam pencapaian tujuan organisasi. Terlebih untuk membentuk citra positif dan memelihara reputasi sebuah organisasi. Dunia kehumasan (public relations) seharusnya tidak lagi hanya diposisikan sebagai sekedar aksesoris sebuah organisasi, tetapi lebih dari itu yakni berperan penting sebagai jalan keluar bagi suatu organisasi dalam menghadapi suatu krisis.
Demikian yang terungkap dalam pelaksanaan Konvensi Nasional Humas 2006 di Medan. Salah seorang staf humas Universitas Brawijaya, Pranatalia Pratami Nugraheni SAB, berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung 27-30 Juli 2006 ini.
Konvensi Nasional Humas diselenggarakan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) dan dibuka oleh Gubernur Sumatra Utara Rudolf M. Pardede. Tema yang diangkat dalam konvensi adalah ”Questioning Indonesian Reputation: Peran Strategis Humas dalam Memposisikan Reputasi Indonesia Menghadapi Persaingan Global”. Hadir sebagai pembicara di antaranya yaitu Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom, pengamat ekonomi Faisal Basri MA, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof.Dr. Hikmahanto Juwana, ahli komunikasi politik Universitas Indonesia Effendi Gazali PhD MPS ID, mantan menteri penerangan RI Prof. M. Alwi Dahlan, staf konsulat Amerika Serikat Thomas Adaely, dan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) yang juga Direktur Utama PTPN III, Drs. Akmaluddin Hasibuan.
Kegiatan konvensi diawali dengan seminar bertajuk “Membangun Reputasi Indonesia dalam Upaya Menarik Investor”, dilanjutkan dengan seminar bertajuk “Upaya Penegakan Hukum dan Reputasi Indonesia dalam Era Global”, ”Reputasi Indonesia dalam Persepsi Publik”, ”Peran Strategis Humas dalam Memposisikan Reputasi Indonesia Menghadapi Persaingan Global, dan terakhir “Proyeksi Langkah-Langkah Peningkatan Reputasi Indonesia”.
Tingkatkan Investasi dengan Menciptakan Good Image
Pada awal makalahnya, Miranda Gultom yang hadir sebagai pembicara kunci menyatakan bahwa permasalahan utama yang dihadapi Indonesia dalam mengarungi era persaingan global dewasa ini yaitu kecenderungan menurunnya citra atau reputasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari beberapa permasalahan struktural dan lemahnya penerapan good corporate governance. Dikatakan Miranda bahwa tidak berlebihan apabila upaya untuk mematangkan penerapan good corporate governance, yang termasuk dalam strategi peningkatan reputasi, menjadi salah satu agenda yang harus segera diwujudkan.
Lebih lanjut diungkapkan Miranda bahwa untuk mempercepat akselerasi pembangunan nasional, dibutuhkan investasi yang cukup besar. Untuk meningkatkan minat dan realisasi investasi, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah memperbaiki iklim investasi yang kondunsif di Indonesia, sehingga menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Agar
dapat mengarungi persaingan global, lanjut Miranda, harus mengupayakan secara optimal dengan menempatkan pembangunan reputasi dalam jangka panjang pada proporsi yang sangat penting. Dalam kaitan ini pembangunan reputasi dapat dilakukan melalui dua dimensi yaitu kinerja yang sebaik-baiknya dan strategi komunikasi yang efektif.
Daya Tarik Investasi dan Cacat Reputasi Indonesia
Sementara itu pengamat ekonomi UI Faisal Basri MA., menyatakan bahwa Indonesia sampai saat ini masih memiliki lima daya tarik sebagai reputasi ekonomi di mata dunia internasional. Kelima daya tarik tersebut adalah Indonesia sebagai lokasi dalam proses produksi barang maupun jasa (daya tarik investasi asing), posisi Indonesia sebagai produsen yang didatangi oleh konsumennya (daya tarik wisman), daya tarik produk/barang Indonesia di pasar internasional (ekspor barang), daya tarik jasa Indonesia selain pariwisata di mata asing (ekspor jasa), serta daya tarik produk keuangan yang dikeluarkan baik oleh pemerintah maupun swasta dimata investor asing (surat utang dan saham).
Namun selain memiliki daya tarik, Indonesia ternyata juga memiliki tiga cacat reputasi. Menurut Basri ‘cacat’ politik yang dinilai telah mencederai reputasi itu sendiri, baik di mata masyarakat Indonesia (nasional) maupun pada skala regional di kalangan negara tetangga, bahkan internasional. Tiga cacat reputasi di pemerintahan kita yaitu cedera janji soal proses tiga masalah besar investor asing di Indonesia (kasus Karaha Boda, Exxon Cepu, dan Cemex), ingkar janji soal revisi UU No.13/2003 dan kesan ketidakpedulian terhadap tingkah para menteri di kabinet. "Padahal untuk investasi, sangat dibutuhkan citra dan reputasi dari daerah atau negara yang menjadi pilihan investor itu,” tambahnya.
Ragam Kegiatan Konvensi
Selain diisi dengan acara seminar sehari, pelaksanaan konvensi juga dimeriahkan dengan pameran program community development (CD). CD program merupakan salah satu strategi manajemen pencitraan, sehingga reputasi perusahan semakin baik di mata publik. Pameran program CD diselenggarakan dengan tujuan menstimulus corporate untuk lebih meningkatkan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat, khususnya di sekitar lingkungan perusahaan. Selain itu peserta KNH 2006 juga dihibur dengan acara relaksasi seperti Perhumas Nite yang disemarakkan dengan pemberian Perhumas Award, pengumuman pemenang lomba Ing Griya dan pemenang Community Development Program, serta farewell party di kantor gubernur Sumatra Utara yang dihadiri oleh sekretaris daerah III Sumatra Utara. Pelaksanaan konvensi diakhiri dengan field trip ke UKM Center dan pabrik pengolahan latex PTPN III Sumatra Utara, PT Indofood Sukses Makmur Divisi Sumut dan Nanggroe Aceh Darussalam di Tanjung Morawa, serta peninjauan program community development dan pabrik bubur kertas PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk di Porsea serta mengunjungi Danau Toba di Parapat. [nik]

Penjaringan Siswa Berprestasi 2006, 17,4% Tidak Daftar Ulang
5 Juli 2006
Universitas Brawijaya, Rabu 5/7, mengadakan pendaftaran ulang calon mahasiswa yang terseleksi melalui program Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB). Dalam kesempatan ini, ternyata 128 calon tidak mendaftar ulang, yang berarti hilang haknya menjadi mahasiswa Unibraw untuk tahun akademik 2006/2007 yang terseleksi melalui jalur PSB.
Seleksi PSB sendiri telah berlangsung beberapa bulan yang lalu dan telah diumumkan hasilmya 1 Mei 2006 silam. Dalam pengumuman itu, terjaring 745 orang calon yang dari 7298 pendaftar yang berasal dari 668 SMTA (sekolah menengah tingkat atas) di seluruh Indonesia. Dari 745 orang itu, 701 orang terseleksi melalui jalur akademik, dan 44 orang melalui jalur non akademik. Mendahului pendaftaran ulang, pekan silam Senin 26/6, telah diadakan tes bakat/ketrampilan terhadap 44 orang calon yang diterima PSB dari jalur non akademik. Dari hasil tes itu, 9 orang dinyatakan gugur sementara 35 sisanya lolos. Kepada mereka yang lolos ini pun diwajibkan hadir untuk melakukan daftar ulang pada pagi hari ini, Rabu 5/6, di Sasana Samanta Krida.
Hasil rekapitulasi panitia, tercatat 128 calon atau 17,4% dari peserta tidak melakukan daftar ulang. Sementara 608 orang calon dari 44 program studi melakukan daftar ulang. Secara rinci, program studi ilmu hukum 42, ekonomi pembangunan 14, manajemen 38, akuntansi 25, administrasi publik 24, administrasi bisnis 22, agronomi 9, hortikultura 7, ilmu tanah 12, ilmu hama dan penyakit tumbuhan 11, penyuluhan dan komunikasi pertanian 7, sosial ekonomi pertanian 19, pemuliaan tanaman 9, produksi ternak 8, nutri dan makanan ternak 15, sosial ekonomi peternakan 2, teknologi hasil ternak 10, teknik sipil 12, teknik mesin 15, teknik elektro 20, teknik pengairan 14, arsitektur 11, perencanaan wilayah dan kota 13, teknik industri 9, pendidikan dokter 11, ilmu keperawatan 11, ilmu gizi 8, manajemen sumberdaya perairan 7, teknologi hasil perikanan 8, sosial ekonomi perikanan 6, budidaya perairan 11, pemanfaatan sumberdaya perikanan 7, biologi 7, kimia 8, fisika 10, matematika 10, statistika 13, ilmu komputer 11, teknologi hasil pertanian 18, teknik pertanian 14, teknologi industri pertanian 19, sosiologi 17, ilmu komunikasi 36.
Pendaftaran ulang ini dilaksanakan bersamaan dengan hari pertama pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB).
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Prof Yogi Sugito beserta para pejabat lainnya. Dalam kesempatan itu, Rektor memperkenalkan satu persatu rombongan yang menyertai kenjungannya kepada para calon mahasiswa baru. [Far]

Terorisme: Basir Umar Dilimpahkan ke Kejari Malang
Rabu, 05 Juli 2006
Malang, Kompas - Tim Penyidik Detasemen Khusus 88 menyerahkan tersangka baru aksi terorisme di Indonesia kepada Kejaksaan Tinggi Jatim yang kemudian langsung dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Malang, Selasa (4/6). Pelimpahan ke Kejari Malang terkait dengan tempat kejadian perkara.
"Hari ini adalah penyerahan tahap kedua dari penyidik Densus 88 kepada penuntut umum untuk tersangka dan barang bukti. Tersangka jangan sampai error inpersona," tutur Kepala Kejari Malang Syafrudin seusai penyerahan barang bukti. Tersangka yang diserahkan bernama Ahmad Basir Umar (32), warga Jalan Kalimas, Surabaya.
Dalam kesempatan itu Densus 88 menyertakan 28 barang bukti, antara lain tas warna hitam, satu buku Hukum Bom Bunuh Diri dan Antek-anteknya, satu buku Ketika Jihad Memanggil, dua bendel alasan mengapa berjihad, satu bendel operasi identity, satu buku Hukum Intel, satu bendel Principle of War, dua marhalah taqwiyah, dan sejumlah barang bukti lainnya.
"Bukti-bukti ini semua akan jelas saat di pengadilan. Kami secepatnya akan melimpahkan kasus ke pengadilan, setelah mendiskusikan dakwaan secara formal dan konstruksinya," kata Syafrudin.
Dia menuturkan, tersangka didakwa Pasal 13 B Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang diubah menjadi Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan PP Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002, yaitu menyembunyikan pelaku tindak pidana terorisme. Ancaman hukuman pelanggaran pasal itu adalah pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun.
Menurut salah satu jaksa penuntut umum (JPU) senior dari Kejati Jatim, Mulyono, tersangka Basir dianggap menyembunyikan Noordin M Top karena pernah dua kali bertemu dengan Noordin di Asrama KOPMA Universitas Brawijaya Malang dalam rentang waktu 2004-2005, namun tidak melaporkan ke pihak berwajib. Pertemuan itu dimungkinkan dalam rangka merekrut atau memberikan pelatihan tentang terorisme.
"Dalam Undang-Undang Terorisme, kalau pernah bertemu teroris namun tidak melaporkannya, maka dianggap terlibat," ucap Mulyono.
Basir sendiri, menurut Mulyono, adalah ketua perwakilan wilayah Jatim salah satu organisasi yang terkait dengan Jamaah Islamiyah. Dia selama ini memiliki dua tempat kos, antara lain di Asrama KOPMA Unibraw. "Mereka selama ini sering berpindah-pindah," ucapnya. (DIA/Ina) http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0607/05/jatim/54578.htm

SPMB Unibraw Hari Pertama Berjalan Aman
5 Juli 2006
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) digelar serentak di seluruh Indonesia mulai pagi hari ini Rabu 5/7, dan akan berlangsung juga besok Kamis 6/7. SPMB Universitas Brawijaya, yang berlangsung seluruhnya di dalam kampus Unibraw, menyediakan tempat ujian bagi 9000 peserta tes, terinci 3200 peserta tes IPA, 3800 peserta tes IPS dan 2000 peserta tes IPC.
Namun demikian, tercatat 163 calon yang tidak mengembalikan formulir kepada panitia, sehingga otomatis termasuk peserta absen. Di samping itu tercatat pula sebanyak 96 peserta ujian absen pada hari pertama ini, terinci atas 46 peserta tes IPA, 33 peserta IPS, dan 17 peserta IPC.
Tidak banyak kasus yang terjadi dalam pelaksanaan ujian hari pertama ini, sehingga terkesan berjalan lancar, aman dan terkendali. Kejadian yang terdeteksi oleh Crisis Center di antaranya 13 kartu peserta hilang, dan 2 orang peserta terlambat (lebih dari 15 menit). Sementara peserta tersesat meskipun ada, tapi dapat segera ditangani. Tidak dilaporkan terjadinya penyimpangan apapun pada hari pertama ujian ini. Hanya sedikit kemacetan lalu lintas terjadi beberapa saat setalah ujian usai di jalan poros kampus Unibraw dan sekitar gerbang kampus di Jalan Veteran maupun di Jalan Mayjen Haryono. Satuan Pengamanan dibantu aparat kepolisian dengan sigap menangani masalah ini.
Sementara itu upaya panitia meningkatkan kualitas pengawasan dilakukan dengan menambah jumlah pengawas, dari semula 515 orang pengawas menjadi 586 orang pengawas, sehingga ratio pengawas:peserta menjadi 1:15,4 jauh lebih baik daripada ratio semula 1:17,5.
Pagi ini, Rektor Prof. Yogi Sugito beserta para pejabat lain, mengadakan kunjungan ke lokasi-lokasi ujian untuk mengamati  secara langsung jalannya tes. Selepas kunjungan ini, Rektor beserta rombongan melakukan kunjungan ke laboratorium dan fasilitas pendidikan di beberapa fakultas, meninjau fasilitas gedung alumni dan gedung Bank BTN yang sedang dalam taraf penyelesaian pembangunannya, serta bertatap muka dengan para calon mahasiswa baru yang terseleksi melalui Penjaringan Siswa Berprestasi (PSB) yang melakukan daftar ulang di Sasana Samanta Krida. [Far]

Tes SPMB Diikuti 22.000 Peserta
Rabu, 05 Juli 2006
Untuk Hindari Kecurangan, Pengawasan Ditingkatkan
Malang, Kompas - Kota Malang kini dibanjiri sekitar 22.000 orang yang akan mengikuti tes seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk tiga perguruan tinggi negeri di kota ini, yang akan digelar mulai Rabu (5/7) ini. Ketiga PTN tersebut adalah Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang dan Universitas Islam Negeri.
Subpanitia ujian masuk lokal ketiga perguruan tinggi negeri sudah siap menyelenggarakan tes. Humas Universitas Brawijaya Farid Atmadiwirya menjelaskan, pihaknya sudah siap menyelenggarakan tes ini dengan seksama, termasuk peningkatan cara pengawasan terhadap peserta tes.
"Tahun lalu kami sempat kebobolan karena ada sederet peserta tes dengan pola jawaban yang persis sama sebagaimana tampak dari pemeriksaan jawaban dengan komputer. Namun, usaha mereka menjawab soal secara curang tidak termonitor petugas," katanya.
Tahun ini pihaknya menyiagakan 515 pengawas yang direkrut dari tenaga pengajar senior. "Gunanya agar kewaspadaan dan keseriusan pengawasan terhadap peserta ditingkatkan. Setiap pengawas senior akan didampingi pengawas yunior dari tenaga administrasi yang bertugas sebagai pembagi soal," katanya.
Meski demikian, karena alasan keterbatasan biaya, jumlah pengawas yang diterjunkan dalam tes belum bisa berubah dari rasio selama ini, yaitu satu pengawas untuk 10 peserta tes. "Satu kelas ada yang terdiri dari 20 peserta dan ada yang terdiri dari 40 peserta. Pada kelas dengan 20 orang itu ada dua pengawas, namun pada kelas dengan 40 orang ada tiga pengawas," katanya.
Selain 22.000 peserta ujian itu, Kota Malang kini juga dimasuki ribuan mahasiswa baru peserta program penelusuran siswa berprestasi (PSB). Jumlahnya di Unibraw saja mencapai 745 mahasiswa. Mereka wajib hadir di kampus pada Rabu ini dan menurut aturan dilarang mengikuti tes SPMB. "Mereka boleh mengikuti tes SPMB, namun dengan syarat harus melepaskan kesempatan terjaring dalam PSB," kata Farid.
Jumlah sebesar itu, kata Farid, berasal dari 7.298 siswa SMA pendaftar yang berasal dari 668 sekolah se-Indonesia. Hari Selasa, di berbagai sudut kawasan kampus tampak rombongan kecil para peserta tes sedang menengok bakal lokasi tes atau calon mahasiswa PSB yang datang bersama orangtua maupun pengantarnya.
Mereka tampak baru turun dari bus atau angkutan kota, membawa tas besar, dan bertanya-tanya lokasi kampus atau tempat kos. Ada juga mahasiswa yang datang berombongan dari luar kota dengan kendaraan sendiri, beramai-ramai mengendarai mobil pribadi yang dipenuhi tas dan barang bawaan. " Setiap pengawas senior akan didampingi pengawas yunior dari tenaga administrasi yang bertugas sebagai pembagi soal. " Farid Atmadiwirya, Humas Unibraw  [Oleh Dody Wisnu Pribadi]
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0607/05/jatim/54596.htm

LPM Unibraw Gelar Semiloka Koperasi UKM 2006
5 Juli 2006
Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Brawijaya bekerjasama dengan LPM Universitas Airlangga Surabaya menggelar semiloka "Memacu Ketangguhan Koperasi-UKM sebagai Pelaku Ekonomi dalam Meningkatkan Daya Saing Koperasi di Era Global" pada Rabu 5 Juli 2006, di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Semiloka ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada praktisi koperasi dan mereka yang peduli dengan koperasi, untuk maju dan berkembang dalam sebuah
Dasar pemikiran yang melandasi kegiatan ini adalah bahwa selama ini koperasi di Indonesia dikembangkan dengan dukungan pemerintah dan berbasis pada sektor primer serta mampu memberikan lapangan kerja terbesar bagi penduduk. Lima puluh sembilan tahun sudah koperasi Indonesia berkembang. Meski di satu sisi menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program pemerintah seperti swasembada beras namun juga masih menimbulkan beban sosial dan dikatakan oleh sebagian orang belum menjadi soko guru perekonomian nasional. Agar benar-benar tercipta koperasi yang kuat, tangguh, serta diandalkan, diperlukan sebuah revitalisasi gerakan koperasi yang menyentuh semua aspek primer maupun sekunder.
Kegiatan semiloka diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-59. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta ini dibuka oleh Sekretaris LPM Universitas Brawijaya Prof.Dr.Ir. Bambang Suharto, MS. Hadir sebagai pembicara yaitu Kepala Dinas Koperasi PK&M Propinsi Jawa Timur Soedirman SH MM, Kabag Bina Lingkungan dan Usaha Kecil PT Semen Gresik (Persero) Tbk Drs. Budi Priyantono, pemerhati koperasi Prof. Dr. Sri Edi Swasono, kepala Dekopinda Malang Prof. Dr. JG Nirbito MPd., dan Ketua umum Puskud Jatim Drs. H. Mardjito GA. Materi yang disampaikan meliputi "Memacu Ketangguhan Koperasi-UKM sebagai Pelaku Ekonomi dalam Meningkatkan Daya Saing Koperasi di Era Global", "Penyediaan Dana PUKK BUMN: Menuju Optimasi Pembinaan Koperasi sehingga Memiliki Daya Saing di Era Global", "Pengembangan Pendekatan Pemberdayaan Koperasi Tanpa Meninggalkan Jati Diri Koperasi", "Strategi dan Kiat Jitu Koperasi: Pajak Berkeadilan Guna Memacu Ketangguhan Koperasi sebagai Pelaku Ekonomi", serta materi "Peran dan Upaya yang harus dilakukan didalam peningkatan kinerja dan penguatan bisnis koperasi UKM di era global: pemberdayaan daya saing pemasaran". [nik]

Pakar Geologi Unibraw Memprediksi Malang Rawan
Selasa, 04/07/2006 16:40 WIB
Malang - Menurut pakar geologi Universitas Brawijaya Malang, Adi Susilo, Malang memiliki potensi bencana alam berupa letusan gunung api, gempa, longsor dan banjir. Hal ini disampaikan dalam sebuah seminar di Universitas Brawijaya, Selasa (4/7/2006).
Ancaman bencana alam di Malang sangat serius, sebab pada wilayah selatan Malang misalnya ada suatu palung dan zona penunjaman.
"Apabila gerakan penunjaman ini energi yang disalurkan melebihi ambang batas, maka akan terjadi patahan yang menyebabkan bencana gempa bumi dan tsunami," kata Adi Susilo. Sedangkan, di Malang selatan juga ditemukan patahan-patahan lokal.
Patahan lokal ini biasanya terjadi dekat permukaan, sehingga daya rusaknya akan semakin besar dibanding patahan akibat zona penunjaman. Kondisi seperti ini mengancam terjadinya gempa tektonik.
Potensi bencana lainnya adalah longsor dan banjir. Daerah yang perlu diwaspadai adalah daerah Dampit, Sumber Manjing Wetan, Pujon Utara dan Batu. Bencana longsor dan banjir lumpur ini terjadi akibat rusaknya lahan hutan yang ada di sekitar daerah tersebut.
Sementara letusan gunung api juga menjadi ancaman yang serius, sebab Malang dikelilingi beberapa gunung aktif seperti Gunung Semeru, Bromo dan Kelud. Serta gunung intermitten yakni Gunung Arjuno, Welirang dan Penanggungan.
Gunung Kawi adalah gunung api yang patut diwaspadai, sebab kendati kelihatan mati tetapi masih ada aktivitas vulkanik. (bj4)
http://www.beritajatim.com/#
Reporter : Eko Widianto

Peran Geophysicist dalam Dunia Eksplorasi Migas
4 Juli 2006
Program Studi Geofisika dari Jurusan Fisika FMIPA, Selasa (4/7), menyelenggarakan kuliah tamu dengan tajuk ”Peran Geophysicist dalam Dunia E&P Migas”. Hadir sebagai narasumber Bambang Satya Murti, Senior Managing Consultant, Halliburton Digital and Consulting Solutions yang juga merupakan practice lead di Landmark Indonesia. Kuliah umum ini diikuti segenap mahasiswa FMIPA.
Dalam paparannya, Bambang menjelaskan berbagai konsep geologi dasar, seperti Konsep Waktu dan Ruang Geologi, Jenis Batuan dan Lingkungan Pengendapan, Stratigrafi dan Struktur Geologi, serta Interpretasi/Eksplorasi Geologi. Mengenai konsep waktu dan ruang geologi, Bambang mengawali penjelasannya tentang umur geologi dan interior bumi yang dilanjutkan dengan uraian mengenai berbagai  formasi yang ada di Indonesia seperti formasi Batu Gamping di Toraja Sulawesi Selatan dan formasi di Mahakam Delta. Selain itu, dalam kesempatan ini ia juga menyinggung teori pengapungan benua yang menjelaskan mengenai kemungkinan pergeseran lempeng yang terjadi pada lempeng benua dan lempeng samudera.
Dilanjutkan materi lingkungan pengendapan, Bambang memaparkan berbagai bentuk cekungan pengendapan baik di sungai maupun laut yang ada di Indonesia.
Dalam materi interpretasi/eksplorasi geologi, Bambang mengurai mengenai berbagai tahapan survey/operasi mulai dari tahap reconnaissance, tahap detail sampai tahap pengeboran. Dalam kegiatan awal survey regional, lebih detail ia menjelaskan beberapa kebutuhan dalam teknis operasional seperti data satelit, foto udara maupun geologi lapangan yang dibutuhkan guna mengetahui trend-trend struktur geologi regional maupun dalam upaya mencari potensi jebakan (lead) dan memetakannya dalam konteks kerangka geologi.
Setelah survey regional, kemudian dilanjutkan dengan prospect generation yang meningkatkan status lead menjadi prospek siap bor. Dalam aktivitas ini dibutuhkan dukungan kajian terpadu dari Geologist & Geophysicist yang meliputi basin modelling, maturation, geological setting, trapping mechanism, dan structural deformation analysis untuk menentukan sumur pertama yang perlu dibor. [nok]

Adi Susilo PhD: Potensi Bencana dan Kekayaan Alam di Jawa Timur
4 Juli 2006
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Selasa (4/7), diselenggarakan kuliah umum dengan tajuk ”Potensi/Prediksi Bencana dan Kekayaan Alam di Jawa Timur dan Sekitarnya: Hidup Berdampingan dengan Bencana dan Memahaminya”. Acara ini dibuka oleh Dekan FMIPA Ir. Adam Wiryawan MS, dan menghadirkan narasumber Adi Susilo PhD staf pengajar Geofisika FMIPA Universitas Brawijaya.
Berangkat dari konsep pengapungan benua, konsep tektonik lempeng, atau konsep tektonik global, Adi Susilo menjelaskan, kepulauan Indonesia dianggap sebagai jalur produk tumbukan 3 lempeng litosfer, yaitu lempeng Indo-Australia yang bergeser ke utara, lempeng Pasifik yang bergeser ke barat, dan lempeng Asia Tenggara yang bergeser relatif ke arah selatan.
Potensi Bencana Jawa Timur
Sementara itu, menurut Adi Susilo, Pulau Jawa terbagi atas 3 zone, meliputi zone bagian utara (potensi kandungan hidrokarbon), zone bagian tengah (potensi kandungan panas bumi), dan zone bagian selatan (potensi tambang dan mineral). Di wilayah Jawa Timur, menurutnya telah diyakini bahwa tinggian (antiklin) yang prospektif sebagai jebakan migas adalah tinggian yang membujur ke arah timur laut, mulai Sidoarjo ke arah Surabaya. Sedang formasi batuan yang merupakan endapan laut, sebagai reservoir sekaligus jebakan migas adalah formasi Kujung.
Dipaparkan lebih lanjut oleh Adi, Malang merupakan daerah dataran tinggi (>400 m asl) yang dibentuk oleh endapan lahar gunung Arjuno-Welirang Purba. Selain itu, kota ini juga dikelilingi oleh beberapa gunung api aktif (Semeru, Bromo, Kelud) dan yang intermitten (Arjuno, Welirang dan Penanggungan). Melihat kondisi ini, maka potensi bencana pertama yang ada di Malang adalah bahaya letusan gunung api. Potensi bencana yang kedua adalah gempa bumi dan tsunami sebagai konsekuensi adanya palung dan zona penunjaman (subduction zone) pada bagian selatan Malang seperti halnya daerah Sumatera dan Jawa lainnya. Daerah ini menurut Adi sangat aktif secara seismik. Apabila dalam gerakan penunjaman, energi yang disalurkan sudah melebihi
batas energi yang dipunyai oleh kerak benua yang ditekan oleh kerak samudera yang bersifat elastis, maka akan terjadi patahan yang berisiko gempa bumi ataupun tsunami. Selain gempa bumi akibat penunjaman, Adi juga memaparkan konsekuensi adanya patahan-patahan lokal yang bisa mengakibatkan gempa bumi, longsor maupun banjir lumpur. Daerah yang perlu diwaspadai menurut doktor geofisika lulusan James Cook University ini adalah Malang Timur (Dampit), Malang Selatan (Sumbermanjing Wetan) serta daerah Pujon di utara Batu. ”Selain akibat patahan, longsor atau banjir lumpur juga menjadi resiko dari penebangan hutan tanpa pengaturan yang baik (illegal logging)”, tutur Adi.
Potensi Kekayaan Alam
Selain potensi bencana, Adi juga memaparkan potensi kekayaan alam yang ada di wilayah Malang, yang meliputi panas bumi, bahan tambang dan potensi minyak bumi. Panas bumi dihasilkan oleh gunung api yang intermiten yaitu Arjuno-Welirang, seperti yang telah ada di sumber mata air panas di daerah Cangar yang telah diteliti jumlah kantong magma dan potensi energinya oleh
Adi Susilo. Bahan tambang yang potensial di Malang adalah karbon (C) di Malang Selatan, serta emas dan batubara yang prospektif di sekitar pegunungan Malang Selatan. Masih di Malang bagian selatan, terdapat daerah fore arc basin yang mungkin didiami hidrokarbon yang cukup besar walau masih daerah frontier. [nok]

Pelepasan Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis I
4 Juli 2006
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Selasa 4/7, mengadakan upacara pelepasan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis I bidang ilmu penyakit dalam, patologi klinik, dan penyakit paru, di Ruang Pertemuan Biomedik Lantai II FK Unibraw.
Ketua TKP PPDS I dr Moch Dalhar SpS, dalam kesempatan itu melaporkan tentang kelulusan 5 orang lulusan PPSD I ini. Wakil dari dokter spesialis baru, memberikan sambutan atas nama koleganya. Memberikan sambutan dalam upacara ini dr. Pawik Supriyadi SpPD Direktur RSUD dr. Saiful Anwar, dan Dekan FK Unibraw dr. Harijanto MSPH.
Dalam sambutannya, Dekan dr. Harijanto MSPH  mengatakan pada saat ini Indonesia kekurangan dokter spesialis terutama untuk wilayah Luar Jawa. "Perbandingan dokter umum dengan dokter spesialis di Indonesia sangat rendah, bahkan lebih rendah dari Vietnam", ungkapnya. Selain itu, juga dikeluhkan rendahnya jumlah pendidik bagi dokter spesialis I dan II. Lebih lanjut dr. Harijanto MSPH yang juga Ketua Ujian Nasional Dokter, melalui evaluasi hasil try out yang diselenggarakan beberapa bulan yang lalu menyoroti beberapa kelemahan dokter pada saat ini seperti rendahnya kemampuan komunikasi (antara dokter dengan pasien, dokter dengan kolega, maupun dokter dengan profesi lain), rendahnya kemampuan mawas diri terhadap ¨kemampuan¨ pribadi serta rendahnya pemahaman terhadap bahasa.
Kelima dokter spesialis yang dilepas pagi hari itu dr. Rusdiyana Ekawati SpPD (tesis: ¨Hubungan Peningkatan Ekspresi EGFR dan COX-2 dengan Metastase Nodal pada Kanker Payudara¨), dr. Sianne Adrian W SpPD (tesis: ¨Penghambatan Aktivasi NF kB dan Ekspresi TNFa  oleh Poliferol Teh Hijau pada Kultur HUVECs yang Dipapar oleh LDL Teroksidasi¨), dr. Haidar SpPD (tesis: ¨Pembentukan Sel Busa dan Ekspresi Tumor Necrosis Faktor a pada Intima Aorta Tikus yang Diberikan Diet Tinggi Lemak dan Diet Tinggi Karbohidrat¨), dr. I Putu Adi Santosa SpPK  (tesis: ¨Uji Diagnostik C-Reaktif Protein (CRP) Metode Semikuantitatif Aglutinasi Latex untuk Membedakan Transudat dan Eksudat Cairan Plasma¨), dan dr. Ngakan Putu Parsama Putra SpP (tesis: ¨Tinggi Kanker Paru dengan Metode Ekspresi Sitokeratin19 dari Bilasan Bronkus Penderita Kanker Paru Jenis Karsinoma Bukan Sel Kecil dan Penderita Risiko Imunohistokimia¨). [nok]

Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut di Denpasar
3 Juli 2006
Tiga orang aktivis pers kampus mahasiswa Universitas Brawijaya, baru-baru ini mengikuti pelatihan jurnalistik tingkat lanjut yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Akademika Universitas Udayana, Bali. Mereka masing-masing Avanty Nur Diana (Fakultas Perikanan) dari Mimbar Unibraw, Bhima Priantoro (Fakultas Teknologi Pertanian) dari Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UAPKM) Kavling 10, dan Icha (Fakultas Ekonomi) dari LPM Indikator. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) yang lebih menekankan pada materi teknik Indepth Reporting ini diselenggarakan selama sepekan (26/6 - 1/7) di Villa Yayasan Maha Bhoga Marga, Mengwi, Bali.
Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang berasal LPM di seluruh Indonesia yang telah terseleksi. Seluruh calon peserta diwajibkan membuat tulisan dan dikirimkan kepada penyelenggara. Mereka yang karya tulisnya memenuhi ketentuan berhak ikut pelatihan. “Ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan dari calon peserta. Selain juga permintaan dari pemateri,” terang Nining, steering committee PJTL Pemateri berasal dari Yayasan Pantau dan Majalah Tempo.
Pada hari pertama sampai hari ketiga materi diberikan oleh Budi Setyono dari Yayasan Pantau. Materi yang disajikan antara lain tentang sembilan elemen jurnalisme, pengantar indepth reporting dan etika jurnalisme. Sedangkan Amarzan Loebis, redaktur senior Majalah Tempo memberikan materi pada hari keempat sampai hari kelima. Ia memberikan materi tentang manajemen indepth reporting, indepth reporting di Indonesia, membuat tulisan lebih menarik, dan penajaman angle dan fokus.
Pada hari pertama Buset (Budi Setyono) mengajak peserta pelatihan berdiskusi tentang sembilan elemen jurnalisme. Menurut buku Sembilan Elemen Jurnalisme yang ditulis oleh Bill Kovack, elemen pertama adalah kebenaran fungsional. Kedua, loyalitas. Seterusnya yaitu disiplin verifikasi, independensi, pemantau kekuasaan dan menyambung lidah mereka yang tertindas, forum publik, jurnalisme harus memikat serta relevan, menjaga agar berita komprehensif dan proporsional dan yang terakhir para praktisinya harus diperbolehkan mengikuti nurani mereka.
Menurutnya dasar dari jurnalisme adalah kesembilan elemen tersebut. Dasar itulah yang kemudian juga digunakan ketika seorang wartawan akan mengadakan indepth reporting. Indepht reporting adalah sebuah laporan mendalam tentang suatu obyek yang biasanya mengenai kepentingan khalayak dan layak diketahui umum. Sebagai salah satu ragam tulisan yang bersifat informatif. Tulisan ini biasanya lebih mengedepankan informasi. Berbeda dengan tulisan persuasif berusaha untuk meyakinkan pembaca bahkan tanpa bentuk reportase.
Pelatihan ini juga memberikan teknik indepth reporting. Amarzan Loebis sebagai pemateri juga memberikan beberapa tips bagaimana menulis yang enak dibaca. “Efektifitas kata sangat penting.,” katanya. Sebisa mungkin tulisan panjang dikurangi sehingga pembaca pembaca dapat menikmati tulisan.
Pelatihan selama sepakn ini diakhir dengan rekreasi ke tempat wisata yang ada di Bali, seperti Tanah Lot, Sukawati dan Pantai Kuta. [vty]

Pengawasan SPMB Diperketat
3 Juli 2006
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Brawijaya, hari ini Senin 3/7, telah memasuki tahap persiapan akhir menjelang pelaksanaan ujian tulis hari Rabu 5/7 dan Kamis 6/7. Panitia telah mempersiapkan lokasi ujian bagi 9000 peserta di dalam kampus Universitas Brawijaya. Untuk kelompok IPA, lokasi ujian di Lab FK, Graha Medika FK, RK Amfi FK, RK Anatomi dan Biomedik FK, RK Sosek FP, RK Tanah FP, Gedung-A FP, Lab Pangan FTP, RK Faperik, RK Fapet, RK FMIPA, Lab Matematika MIPA, Lab Biomolekuler MIPA, RK FTP, dan RK Pascasarjana. Sedangkan untuk kelompok IPS, di Gedung Justitia FH, RK FE, RK FIA, RK FTP, RK Pariwisata FIA, RK FT Mesin II, RK FT Sipil, Lab Beton FT, Lab Mektan FT, Gedung-A FT, dan RK D-III FP. Sementara kelompok IPC menempati gedung RKB, RK FH, RK FT Mesin, dan RK FT Elektro.
Bersamaan dengan itu, panitia telah mempersiapkan tenaga 515 orang pengawas yang direkrut dari pada dosen dan tenaga administrasi yang berpangkat III/a ke atas, di tambah dengan 30 orang dosen senior yang ditugaskan selaku koordinator lokasi. Selain itu, juga disiapkan tenaga distributor naskah ujian sebanyak 29 orang dosen, dibantu oleh 32 orang tenaga administrasi sebagai pembantu distributor. Para distributor ini dikoordinasikan oleh dr Supranowo SpPA.
Para pengawas hari ini telah mendapatkan briefing dari koordinator pelaksana ujian Dr. Isrok SH MS, dan subseksi pengawas Dr Ir Eko Widodo untuk pengawas dari lingkungan Kantor Pusat, maupun para koordinator lokasi untuk pengawas yang berasal dari fakultas-fakultas. Briefing dilaksanakan di gedung Widyaloka dan di masing-masing fakultas. Melalui briefing ini disampaikan berbagai informasi mengenai pelaksanaan ujian, sampai pada kemungkinan-kemungkinan kecurangan yang sering terjadi pada waktu-waktu lalu, dan cara-cara mengantisipasinya.
Diperoleh informasi, dari rapat koordinasi antar sublokal yang berlangsung pagi tadi di Universitas Negeri Malang selaku Pantap Lokal Malang, ujian tulis tahun ini rawan kecurangan. Oleh karena itu, panitia sublokal diminta untuk memperketat pengawasan, antara lain dengan menambah jumlah pengawas, sehingga tercapai rasio pengawas/peserta sekitar 1:10. [Far]

Pelatihan Proses Pengolahan Biodiesel di Unibraw
3 Juni 2006
Permasalahan energi merupakan permasalahan global pada saat ini. Pemanfaatan energi fosil yang diprediksi bakal habis pada masa 30 tahun mendatang menuntut berbagai upaya dalam menemukan dan mengkaji berbagai upaya solusi alternatif guna mengatasi permasalahan tersebut. Pemerintah Indonesia pun pada saat ini tengah memikirkan, mengkaji dan menyiapkan blue print atau road map kebijakan Biofuel Nasional atau Bahan Bakar Nabati (BBN).
Didasari pemikiran tersebut, Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya menyelenggarakan "Pelatihan Proses Pengolahan Biodiesel sebagai Alternatif Solusi Permasalahan Energi”. Pelatihan diselenggarakan selama dua hari, Senin 3/7 hingga Selasa 4/7, di gedung Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian
Menurut Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Prof Dr Ir Simon Bambang Widjanarko MAppSc, pengkajian tentang biofuel telah lama berlangsung di Universitas Brawijaya, khususnya oleh Jurusan Teknik Pertanian. ”Pengkajian dari bahan-bahan biofuel di antaranya kelapa sawit, jarak, singkong, dan tebu, tidak hanya sekedar pada fungsinya guna menghasilkan biofuel semata, tetapi harus lebih luas dari itu, yakni mulai dari pembudidayaan, optimalisasi produk, sampai pada pemanfaatan limbah”, ungkap doktor lulusan School of Food Technology, University of New South Wales, Australia ini.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Pertanian FTP Unibraw, Dr. Ir. Ruslan Wirosoedarmo MS mengatakan kegiatan pengolahan berorientasi pada upaya peningkatan nilai tambah produksi suatu bahan pertanian. Di bidang teknik pertanian, upaya pengkajian dalam pengadaan biofuel bisa diekstensifkan sampai pada upaya peningkatan kesejahteraan petani, optimalisasi produksi melalui teknologi proses dan permesinan, pemanfaatan limbahnya sampai pada berbagai terobosan pohon industri dari bahan baku biofuel. Pelatihan diikuti oleh 25 peserta dari berbagai instansi, baik negeri maupun swasta. Peserta diberi kesempatan untuk praktek langsung pembuatan biodiesel dengan instruktur dari Jurusan Teknik Pertanian.
Hadir sebagai narasumber Prof. Ir. ING Wardhana MEng PhD dengan topik ”Prospek Biodiesel ke Depan”, Ir. Bambang Susilo MScAgr dengan judul ”Teknik Pengolahan Biodiesel”, Dr. Ir. Bambang Dwi Argo DEA dengan materi ”Alat dan Mesin Pengolahan Biodiesel”, dan Ir. Sukindar MS dengan tajuk ”Budidaya Tanaman Jarak Pagar”, dan Ir. Roy Hendroko.
Dalam presentasinya, Ir. Roy Hendroko, perwakilan dari PT Kreatif Energi Indonesia, perusahaan yang memproduksi biofuel, menyatakan perusahaannya saat ini tengah berkonsentrasi pada produksi biofuel. Sehubungan dengan ini PT Kreatif Energi Indonesia menjalin relasi dengan para petani penanam jarak dan perusahaan pengguna solar industri. ”Kita masih menunggu regulasi pemerintah guna meningkatkan distribusi yang lebih luas lagi melalui kerjasama dengan Pertamina”, ungkapnya. [nok]

Kongres Nasional VII Masyarakat Endokrinologi  Indonesia
2 Juli 2006
Persatuan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) selama 4 hari, mengadakan kongres nasional. Perkumpulan para ahli yang beranggotakan para dokter maupun peneliti di bidang endokrinologi ini menyelenggarakan Kongres Nasional VII atau "7th National Congress of The Indonesian Society of Endocrinology", di Batu, 29 Juni-2 Juli 2006. Perkeni berpusat di Jakarta, dan memiliki beberapa cabang di kota-kota besar Indonesia, termasuk di Malang.
Selama ini upaya mengatasi berbagai jenis penyakit endokrin lebih banyak diarahkan pada aspek pengobatan (kuratif), yaitu melalui konsumsi obat-obatan (kemoterapi). Pada tahun 2000, Perkeni Cabang Malang membentuk kelompok "Molecular Diabetology" di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Bagian Penyakit Dalam. Pembentukan kelompok ini merupakan terobosan baru, sekaligus merupakan langkah awal dalam rangka meningkatkan kualitas pengobatan penyakit diabetes. Pembentukan kelompok ini diprakarsai oleh Prof. Dr. Djoko W. Soeatmadji SpPD-KEMD dan dr. Achmad Rudijanto SpPD-KEMD.
Selama ini bidang endokrinologi selalu identik dengan dunia medis atau kedokteran, namun pada kongres kali ini turut dilibatkan unsur scientific knowledge pada sesi Plenary Lecture dan Scientific Symposium.
Sesi plenary lecture  dibawakan oleh Prof. Sutiman B. Sumitro SU DSc guru besar biologi sel dan molekuler Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang. Sedangkan pada sesi scientific symposium berperan sebagai keynote speaker Fatchiyah Fatah MKes PhD dan Dr. drh Aulanni’am DES, keduanya adalah dosen senior Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya. Ketiga pakar itu menyampaikan materi tersebut pada tanggal 2 Juli 2006 dalam sesi yang berbeda.
Prof. Sutiman B. Sumitro SU DSc
Pada Sesi Plenary Lecture, Prof. Sutiman B. Sumitro SU DSc membahas mengenai “dampak genomik dan proteomik dalam endokrinologi”. Sebagai guru besar biologi sel dan molekuler, Prof Sutiman menjelaskan bahwa proteomik merupakan studi yang sistematis tentang protein baik dalam hal struktur, fungsi maupun interaksinya. Dibandingkan dengan genom, proteomik bersifat lebih kompleks. Satu organisme akan memiliki ekspresi protein yang berbeda pada tiap-tiap bagian tubuh yang berbeda pula. Lebih jauh lagi Prof. Sutiman menjelaskan bahwa proteomik memiliki peranan dalam menyelidiki dan mengidentifikasi biomarker, yaitu suatu molekul biologis yang berperan sebagai indikator penyakit tertentu. Selain itu teknologi proteomik juga dapat digunakan untuk keperluan diagnosis (target) dari terapi pengobatan.
Fatchiyah Fatah MKes PhD
Berbeda dengan topik kuliah Prof. Sutiman, Fatchiyah Fatah MKes PhD membahas tentang “peran knockout gen (KO) pada hewan untuk memahami patogenesis penyakit endokrin”. Topik tersebut juga merupakan salah satu hasil penelitianya selama menempuh pendidikan Doktor di National Institute for Basic Biology (NIBB), Okazaki, Jepang. Menurut Fatchiyah yang juga dosen senior dari Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya, tikus KO merupakan suatu perangkat untuk mempelajari fungsi gen tertentu dalam suatu sistem biologis dan untuk mengamati proses regulasi dalam tubuh. Aplikasi yang paling mengesankan dari teknologi ini yaitu di bidang biomedik dan penelitian di bidang endokrinologi molekuler. Tujuan dari KO menurut Fatchiyah, yaitu untuk menghilangkan gen pada organ tertentu, tipe sel atau tahapan perkembangan. Contoh aplikasi dari KO adalah pada studi mutasi genetik yang berkaitan dengan maturity-onset Diabetes (kondisi awal Diabetes). Studi ini lebih lanjut diharapkan dapat meningkatkan teknik pengobatan terhadap penyakit Diabetes yang disebabkan karena defisiensi glukokinase.
drh Aulanni’am DES
Dalam 7th National Congress of The Indonesian Society of Endocrinology yang selenggarakan di Kota Batu (Jawa Timur) pada tanggal 29 Juni-2 Juli 2006, sekaligus menjadi ajang penghargaan bagi drh Aulanni’am, DES. Dosen Biokimia FMIPA Universitas Brawijaya ini menerima anugerah Diabetes Award dari Merck, sebuah perusahaan farmasi terkemuka dunia. Aulanni’am yang bertindak sebagai salah satu keynote speaker pada sesi Scientific Symposium, membawakan topik diskusi tentang ”produksi antibodi monoklonal terhadap autoantibodi GAD65 pada manusia”. Aulanni’am menjelaskan bahwa Diabetes Mellitus tipe 1 disebabkan  karena terjadinya kerusakan sel beta pankreas yang berperan dalam memproduksi insulin. Kerusakan tersebut dapat terjadi karena adanya proses autoimmun kronis. Antibodi monoklonal diperlukan untuk mendeteksi keberadaan circulating autoantibodies terhadap glutamic acid decarboxylase (GAD65) yang merupakan biomarker utama dalam proses autoimmun kronis. Dengan mengembangkan teknik ini, maka penyakit Diabetes Mellitus (tipe I) akan dapat dideteksi secara akurat dan lebih awal sehingga upaya pencegahan maupun pengobatan dapat dilakukan secara efektif. Demikian penjelasan  drh Aulanni’am, DES yang sejak tahun 1997 telah melakukan penelitian tentang Diabetes bersama-sama dengan peneliti senior dari UNIBRAW seperti Prof. Dr. Djoko Wahono Soeatmadji SpPD dan Prof. Sutiman Bambang Sumitro SU. [Wid/Shof]

Gerak Jalan Sehat Dies Natalis FH Unibraw
2 Juli 2006
Dalam rangka memeriahkan peringatan dies natalis ke-49 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, panitia mengadakan gerak jalan sehat. Gerak jalan sehat ini dilaksanakan hari Minggu, 2/7, berawal dari halaman depan gedung FH Unibraw. Panitia mengajak segenap alumni dan sivitas akademika FH Unibraw untuk berpartisipasi mengikuti acara ini. Panitia menyediakan door prize, makan pagi, dan menggelar panggung musik.
Tertua
Fakultas Hukum adalah fakultas tertua di Universitas Brawijaya, berawal dari sebuah perguruan tinggi swasta Perguruan Tinggi Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (PTHPM) yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Malang (YPTM) tanggal 1 Juli 1957. PTHPM diakui sebagai milik Kotapraja Malang dengan persetujuan DPRD Kotapraja Malang pada 19 Juli 1959. Pada peringatan dies natalis III PTHPM, 1 Juli 1960, diresmikan penggunaan nama Universitas Kotapraja Malang, sebuah gemeentelijke universiteit yang sejak lama didambakan. Sejak saat itu PTHPM berganti nama menjadi Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, dan menjadi bagian dari Universitas Kotapraja Malang. Universitas ini kemudian mendirikan Fakultas Administrasi Niaga (FAN, 15 September 1960), dan Fakultas Pertanian (FP, 10 November 1960).
Selanjutnya, Universitas Kotapraja Malang berganti nama menjadi Universitas Brawijaya. Sebuah nama yang diberikan oleh Presiden RI melalui kawat bernomor 258/K/61 tanggal 11 Juli 1961. Berikutnya, 3 Oktober 1961, terjadi penggabungan YPTM yang mengelola Universitas Brawijaya dengan YPTEM (Yayasan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang) yang memiliki PTEM (Perguruan Tinggi Ekonomi Malang), dan membentuk yayasan baru bernama Yayasan Universitas Malang. Dengan bergabungnya, PTEM, maka Universitas Brawijaya saat itu memiliki 4 fakultas, yakni FHPM, FE, FAN, serta FP, dan dinegerikan pada tanggal 5 Januari 1963
FHPM dalam perkembangan selanjutnya berganti nama menjadi Fakultas Hukum (FH), berdasarkan Keputusan Presiden nomor 92 tahun 1982 tanggal 7 September 1982. Hingga saat ini tercatat 11 orang yang pernah menjabat sebagai ketua atau dekan fakultas ini. Mereka itu adalah: Mr. M. Mardojo (1957-1963), Drs. Koen Soebekti (1964-1966, 1968-1971), Chabib Syarbini SH (1966-1967), M Kafrawi SH (1972-1974, 1980-1982), A Masyhur Effendi SH (1974-1979), Moch. Idris SH (1979-1980), Moch. Munir SH (1982-1988), A. Moekthie Fadjar SH MS (1988-1992), Amir Hamzah SH (1992-1995), Masruchin Ruba'i SH MS (1995-2001), dan Warkum Sumitro SH MH (2001-sekarang). [Far]

Ceramah Imam Masjid Nabawi Madinah di Unibraw
1 Juli 2006
Imam dan khatib Masjid Nabawi Madinatul Munawarah, Syaikh Dr. Shalah bin Muhammad Budair, Sabtu 1 Juli 2006, mengadakan kunjungan ke kampus Universitas Brawijaya. Dalam kunjungan tersebut, Syaikh Shalah bin Muhammad Budair memberikan ceramah dan mengadakan dialog interaktif dengan sivitas akademika Universitas Brawijaya maupun undangan yang lain. Acara ini di digelar di gedung Widyaloka Unibraw, mulai pukul 08.30 WIB.
Di sini, rombongan Syaikh Dr. Shalah bin Muhammad Al Budair disambut oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito beserta staf pimpinan lain dan sivitas akademika Universitas Brawijaya. Tauziyah Syaikh Dr. Shalah bin Muhammad Al Budair bertajuk ”Ukhuwah Islamiyah” yang diterjemahkan oleh Ust. Abdullah Sholeh Hadrami, diikuti dengan khidmat oleh seluruh hadirin.
Dalam kesempatan itu Syaikh Dr. Shalah bin Muhammad Al Budair menyatakan saat ini Islam dan umat muslim sedang dalam kondisi keterasingan, di tengah berbagai fitnah dari “musuh-musuh” Islam yang telah melanda berbagai segi, baik aqidah, politik maupun ekonomi. Di tengah kondisi tersebut, Syaikh Shalah mengimbau agar segenap kaum muslim memperkuat konsolidasi Islam dengan kembali bersatu dan berkumpul di bawah naungan Islam sebagai ikatan yang paling besar. Fenomena perpecahan yang sekarang sedang marak di tengah-tengah kaum muslim sendiri, menurut Syaikh merupakan hal yang sia-sia dan melemahkan.
Disinggung pula permasalahan khilafiyah yang seringkali menjadi penyebab perpecahan di kalangan umat Islam. Disebutkan di antaranya permasalahan aqidah, permasalahan fiqih, dan permasalahan duniawi. Secara khusus, Syaikh Shalah mengutarakan berbagai solusi bagi permasalahan khilafiyah tersebut, kecuali aqidah. Menurutnya tidak ada ijtihad dalam permasalahan aqidah, karena Islam adalah agama tauhid, dengan satu Rasulullah penyampai risalah, Muhammad SAW, dan satu kitab suci, Al Qur’an.
Disimpulkan bahwa persatuan dalam Islam adalah mutlak, dengan saling membantu dan saling menasehati dalam hikmah, berdialog dengan penuh akhlak tanpa saling menjelekkan, dan menyalahkan, serta menyampaikan dakwah dengan lemah lembut.
Sementara itu Ketua Pusat Pengkajian Agama (PPA) Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Thohir Luth MA, mengatkan kunjungan Syaikh Shalah bin Muhammad Al Budair ini merupakan rangkaian kunjungan silaturrahim untuk melihat perkembangan umat Islam di berbagai negara dengan penduduk mayoritas muslim. Guru besar hukum Islam ini berharap, secara khusus Universitas Brawijaya dapat menjalin kerja sama dalam pengadaan fasilitas bidang keagamaan di lingkungan Universitas Brawijaya, di antaranya bantuan berupa buku-buku untuk perpustakaan Islam, maupun bantuan dalam ibadah haji. Menurut Prof. Thohir Luth, keinginan itu langsung ditanggapi secara positif oleh Syaikh Shalah. [nok]