Diterbitkan oleh Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya
Last updated 31/12/2009
Desember 2009

Dosen FT UB Menjadi Penulis Buku Best Seller di Luar Negeri
31 Desember 2009
Wisnu Sasongko ST MT berhasil menulis buku best seller di Malaysia. Buku karyanya yang berjudul "Yakjuj & Makjuj: Bencana Dari Sebalik Gunung kemudian bahkan diekspor ke berbagai negara termasuk Indonesia!" diterbitkan oleh PTS Islamica. Wisnu merupakan dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.
Buku karya pria kelahiran 1972 itu berisikan kajian ilmiah tentang sejarah raja dan panglima besar penyebar ajaran Keesaan Tuhan, Iskandar Dzulkarnain. Sejarah Iskandar Dzulkarnain begitu pula Yakjuj dan Makjuj - yang masih diselimuti oleh kabut misteri - dikaji oleh Wisnu Sasongko secara detil. Wisnu mengkaji berdasarkan Kitab-kitab Samawi (yang diturunkan dari langit) yaitu Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Tulisannya memperoleh perhatian luas dari masyarakat sehingga dalam tempo yang cukup singkat, buku setebal 564 halaman ini, dalam kurun Maret hingga Nopember 2009 telah terjual puluhan ribu eksemplar di negeri Jiran.
Wisnu Sasongko sebelumnya juga telah menulis buku "Armageddon Peperangan Akhir Zaman" (2003) dan "Armegeddon antara Petaka & Rahmat" (2008). Kedua buku tersebut telah diterbitkan oleh penerbit nasional dan juga menjadi best seller. [han/nun]

Dr. H. Dahlan Thamrin: "Mengamalkan Tasawuf Dalam Bekerja"
31 Desember 2009
Memperingati Tahun Baru 1431 Hijriah, Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan ceramah dan dialog interaktif bertema "Melalui Peringatan Tahun Baru Islam Kita Tingkatkan Ketaqwaan dan Semangat Juang Serta Profesionalisme Untuk Keberhasilan Pelaksanaan Tugas". Dr. H. Dahlan Thamrin, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dihadirkan sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut. Dipusatkan di Masjid Fatahillah, gedung Rektorat UB lantai 5 (lima), kegiatan ini diikuti oleh dosen dan karyawan UB. Dalam sambutannya, Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito mengajak seluruh hadirin untuk memanfaatkan tahun baru Islam sebagai momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri demi perbaikan di masa yang akan datang.
Pendekatan Tasawuf
Dalam ceramahnya, Dr. Dahlan Thamrin mengungkapkan bahwa pendekatan tasawuf terutama tasawuf falasafi dapat menjadi alternatif untuk memperbaiki kondisi Indonesia saat ini. Berbagai budaya kerja seperti malas dan produktivitas yang rendah menjadi fenomena yang menurutnya kian marak di tengah-tengah masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, tasawuf yang merupakan salah satu metode dalam mendekatkan diri kepada Allah dapat menjadi salah satu alternatif solusi. Pemahaman yang keliru mengenai tasawuf menurutnya sering terjadi sepanjang sejarah seperti pada era Abu Yazid Al Busthami, yang kemudian bermuara pada kebencian dan anarkhi. Berkaitan dengan hal tersebut, ia pun menegaskan bahwa melalui amal ibadah seperti shalat yang didalamnya terdapat bacaan Al Fatihah, setiap hamba berkesempatan untuk mendekat kepada Allah SWT. "Selama ini kita hanya mengerjakan shalat sekedar untuk menggugurkan kewajiban dan belum sampai pada tahap mendirikan shalat", ujarnya. Dengan didirikan sesuai syari'at, lanjut Dahlan, setiap pribadi Muslim akan mampu menjadikan shalat sebagai media untuk berdialog dengan Allah SWT. Melalui "dialog" tersebut, maka akan terjadi pendekatan baik kita yang hijrah mendekat menuju Allah SWT maupun sebaliknya. Dengan maqam yang dekat bahkan "menyatu" dengan Allah SWT, maka setiap pribadi Muslim akan mampu mewarnai setiap aktivitasnya dengan "kehadiran" Allah. Termasuk dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mereka yang sudah sampai pada tahapan ini akan mampu bekerja dengan ikhlas dan diperuntukkan semata hanya untuk Allah SWT. [nok]

Semarak Dies Natalis UB ke-47
30 Desember 2009
Universitas Brawijaya segera memasuki usianya yang ke-47. Untuk memperingatinya, panitia dies natalis UB telah menyiapkan berbagai macam acara.
Panitia telah membagi acara dalam 3 bagian yaitu bidang ilmiah, bidang pengabdian masyrakat, dan bidang olahraga. Untuk bidang ilmiah, Rapat Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah "Peran Rekording dalam Rangka Peningkatan Mutu Bibit Ternak Sapi" oleh Dr.Ir.Ani Nurgiartiningsih, M.Sc. (5 Januari 2010), Lomba Ilmiah (11 November 2009 – 20 Februari 2010), Lokakarya Softskill (2 Maret 2010), Lokakarya Entrepreneurship dengan pembicara Erwin Aksa, Sandiaga Uno, dan Anindya Bakrie (12 Februari 2010), Seminar Nasional Local Green Architecture in Urban Space (23 Maret 2010), Seminar Internasional “Animal Production International Seminar on Prospects and Challenges in 21th Century (23-25Maret 2010), Seminar Innovation Strategy Towards Entrepreneurial University: Blue Ocean and UB Initiatives (26 Maret 2010).
Bidang Pengabdian Masyarakat, Dialog Interaktif dan Cek Kesehatan Gratis di Lapas Wanita II Sukun (29 Desember 2010), Percontohan 10 Unit Batamas di kawasan peternak sapi perah (22-26 Februari 2010), dan Pengobatan massal di Malang selatan (22-26 Februari 2010).
Bidang olahraga, kompetisi futsal (18-23 Januari 2010), kompetisi olahraga tradisional (23-31 Januari 2010), dan jalan sehat yang dimeriahkan oleh Achmad Albar dan Ian Antono (10 Januari 2010).
Bidang Seni, Gebyar Festival Tari (20-21 Desember 2010), Festival Keroncong Tingkat SLTA (18 Februari 2010), Brawijaya Choir (20-21 Februari 2010), Lomba Keindahan Kampus (Januari 2010), Pagelaran Wayang Kulit oleh Ki Anom SUroto (12 Maret 2010), dan malam kesenian dengan penampilan special Dorce Gamalama (26 Maret 2010).[fjr]

Peringatan Tahun Baru Islam di UB
30 Desember 2009
Bertempat di Masjid Fatahillah Kantor Pusat Universitas Brawijaya (UB), Kamis (31/12) Keluarga Besar UB akan memperingati Tahun Baru Islam 1431 Hijriah. Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Dahlan Thamrin direncanakan akan menjadi pemateri dalam acara yang dimulai pukul 09.00 WIB esok. Tema yang diangkat dalam kesempatan tersebut adalah "Melalui Peringatan Tahun Baru Islam Kita Tingkatkan Ketaqwaan dan Semangat Juang Serta Profesionalisme Untuk Keberhasilan Pelaksanaan Tugas". Seluruh anggota sivitas diharapkan menghadiri acara ini yang sekaligus akan menjadi kegiatan pembinaan mental. [nok]

Prof. Dr.Ir. Sugiyanto, MS Jajaki Kerjasama dengan ANU
30 Desember 2009
Prof. Dr.Ir. Sugiyanto, MS berkesempatan mengunjungi Australia National University (ANU) di Canberra atas undangan Professor Jill Matthews, Head of School, School of Social Science, ANU Canberra. Kedatangannya untuk menjajaki kemungkinan kerjasama dalam pengembangan Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dan Sosiologi Pedesaan pada Program Pascasarjana FP-UB.
 Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr.Ir. Sugiyanto, MS yang saat ini juga menjabat Ketua Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Program Pascasarjana  Fakultas Pertanian - Universitas Brawijaya, bertemu dengan Ms.Tracy Deasey School Administrator School of Social Sciences, Faculty of Arts ANU College of Arts & Social Sciences The Australian National University Canberra, Prof.Helen Felton yang mewakili  Prof. Jill Matthews, Head of School, School of Social Science, ANU. Ia juga mensuvervisi mahasiswanya yang sedang mengikuti program Sandwich di ANU.
 Pada kesempatan yang sama, ia juga mengunjungi rekan-rekan dari Universitas Brawijaya yang sedang studi di beberapa universitas di Australia seperti Canberra University, Melbourne dan Victoria University di Melbourne, Sydney dan New South Wales University di Sydney, Wolongong University dan New Castle University. Ia mengaku sangat terkesan karena disamping memperoleh ilmu sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing juga kemampuan berbahasa inggris serta keguyuban dan kekompakan antar teman se bangsa dan se tanah air di negeri orang. [fjr]

Sumpah Dokter FK UB
30 Desember 2009
Fakultas Kedokteran UB menggelar prosesi pengucapan sumpah dokter hasil yudisium tanggal 17 Desember 2009. Sebanyak 39 dokter baru diambil sumpahnya, dengan demikian FK UB telah meluluskan sebanyak 3804 dokter.
Dari 39 orang dokter baru tersebut, 4 di antaranya berhasil lulus tepat waktu dalam pendidikan dokter selama 83 minggu dengan predikat cum laude. Mereka adalah dr. Perdana Aditya Rahman, S.Ked (IPK 3.69); dr. Dian Hapsari,S.Ked (IPK 3.65); dr. Joko Agus Gunawan (IPK 3.64); dr. Skolastika Rani Febriani,S.Ked (IPK 3.54).
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FK UB Dr.dr. Samsul Islam, SpMK, MKes menyampaikan pesan kepada dokter baru untuk mempersiapkan diri menghadapi Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI). Ia berharap prestasi lulus UKDI 100% pada periode terakhir bisa dipertahankan. Ia juga menyampaikan bahwa Depkes akan mempercepat pemerataan pelayanan spesialistik di seluruh Indonesia dengan member peluang berupa beasiswa PPDS dan sekaligus diangkat sebagai PNS daerah.
Berikut adalah nama-nama dokter baru tersebut: sr. Anisah Nurhayati,S.Ked; dr.Afifa Madina Fifi,S.Ked; dr.Laga Iriyawan,S.Ked; dr.Yulius Aditio Yudho Anggoro,S.Ked; dr. Candra Ningsih, S.Ked; dr. Devi Dwi Yanti, S.Ked; dr. Erlina Hikmawati, S>Ked; dr. Fariz Nufiarwan, S.Ked; dr. Fiella Rachmatika, S.Ked; dr. Muhammad Lutfi al Manfaluthi, S.Ked; dr. Permata Penalar,S.Ked; dr. Koernia Kusuma Wardhana, S.Ked; dr. Muhammad Irzal,  S.Ked; dr. Mulyo Hadi Wibowo, S.Ked; dr. Vikky Satriyo Wibowo,S.Ked; dr. Aina ANgelina, S.Ked; dr. Asri Prameswari,S.Ked; dr. Astrid Kartika Dewi, S.Ked; dr. Dewi Kurniasih,S.Ked; dr. Dewi Martha Indria,S.Ked; dr. Dian Hapsari, S.Ked; dr. Giky Karwiky,S.Ked; dr. Hajeng Wulandari, S.Ked; dr. I Gusti Ngurah Agung Tresna-Erawan, S.Ked; dr. Ivan Adiseputra, S.Ked; dr. Joko Agus Gunawan, S.Ked; dr. Karina Widiastuti,S.Ked; dr. Kowiy Akbar, S.Ked; dr. Naufal Muharam Nurdin, S.Ked; dr. Ratna Juwita Luhuringtyas, S.Ked; dr. Reza Hakim, S.Ked; dr. Yunedya Emmaliasari, S.Ked; dr. Zuhdiyah Nihayati, S.Ked; dr. Ayu Puspitasari, S.Ked; dr. Khadafi Irawan, S.Ked; dr. Perdana Aditya Rahman, S.Ked; dr. Rangga Arieza Fachlevi, S.Ked; dr. Skolastika Rani Febrianti, S.Ked; dr. Juliet, S.Ked.[fjr]

Dharma Wanita UB Gelar HUT Dharma Wanita dan Hari Ibu
29 Desember 2009
Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya (UB), Selasa (29/12), menyelenggarakan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan ke 10 dan Hari Ibu ke 81. Kegiatan yang berlangsung di Gedung PPI UB itu dihadiri oleh ratusan peserta dari seluruh unit kerja yang ada di UB. Beberapa kegiatan yang diselenggarakan meliputi Lomba Membuat Taplak Sulam Pita, bazaar, dan ceramah tentang Kanker Leher Rahim yang disampaikan oleh dr Eviana Norahmawati. Kegiatan diselenggarakan dengan tujuan untuk mengenang dan memahami perjuangan kaum wanita serta meningkatkan aspirasi manusia dalam memahami kodrat wanita. Kegiatan itu juga dimeriahkan oleh pertunjukan tari Remo yang dibawakan oleh siswi SD BSS.
Pada awal materinya yang berjudul Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara dr Eviana Norahmawati menyampaikan, masalah penanganan kanker di Indonesia pada umumnya adalah penderita dengan stadium lanjut. Umumnya, menurut dr Nora, demikian dia biasa dipanggil, alasan penderita dating terlambat karena kurangnya pengetahuan tentang gejala kanker, rasa takut untuk dioperasi dan kendala biaya. Dosen Fakultas Kedokteran UB itu juga memaparkan data tentang kasus penderita kanker yang dialami kaum wanita di Indonesia. Menurut Badan Registrasi Kanker tercatat kanker leher rahim menempati posisi tertinggi disusul dengan kanker payudara dan kanker ovarium.
Kanker pada Wanita
Penyebab kanker rahim disebabkan oleh adanya infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang ditularkan dengan hubungan seksual serta dipengaruhi oleh status imun, paritas tinggi, merokok dan infeksi Chlamydia. Wanita yang beresiko tinggi terkena kanker rahim adalah wanita yang telah melakukan hubungan seksual pertama kurang dari 20 tahun, melahirkan lebih dari 3 kali, sering keputihan/cervicitis dengan higinitas buruk, sering berganti-ganti pasangan seks, pasangan seksual beresiko tinggi, wanita dengan usia lebih dari 40 tahun dan wanita dengan perdarahan kontak. Deteksi dini kanker rahim adalah melakukan paap smear secara rutin.
Sementara untuk kanker payudara, faktor resiko tinggi kanker payudara meliputi diantaranya perokok, mereka yang menjalani diet tipe Western (tinggi kalori, tinggi lemak hewani, kurang buah dan sayur), pertambahan berat badan, kurang berolahraga, radiasi, riwayat keluarga dan pernah menderita tumor jinak payudara. Deteksi dini kanker payudara yaitu melakukan sarari dan sadari setiap bulan sekali atau melakukan mammografi.
Lomba Sulam Pita
Lomba sulam pita pada taplak baki diikuti oleh 15 orang peserta dari unit kerja di UB. Dewan juri terdiri dari Ninik Chairani SH dan Arien Suprastiwi SH. Penilaian didasarkan atas tingkat kesulitan, teknik yang digunakan, komposisi warna, kerapihan serta keserasian. Dari hasil penilaian diperoleh hasil juara harapan dua dari Fakultas Pertanian dengan nilai 124, harapan pertama dari Fakultas Ilmu Administrasi dengan nilai 128, juara ketiga dari Fakultas Teknik dengan nilai 141, juara kedua dari Fakultas Teknik dengan nilai 151 dan juara pertama dari Fakultas Peternakan dengan nilai 156.[nun]

Peringati Dies UB ke 47 LPPM Gelar Kegiatan di LP Wanita Sukun
29 Desember 2009
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM UB) menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dan pengabdian masyarakat di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Kelas II Sukun Malang. Kegiatan dalam rangka Dies Natalis UB ke 47 dan peringatan Hari Ibu ke 81 itu berlangsung pada 29 Desember 2009. Bakti sosial yang diberikan berupa pemberian pelayanan cek kesehatan kepada para narapidana dan tahanan secara gratis serta dialog interaktif mengenai segala hal yang berkaitan dengan perempuan. Hadir pada kesempatan itu Ketua Lapas yang diwakili oleh Kasi Bindik Dra Urifah, Ketua LPPM Prof Siti Chuzaemi, serta Kepala Pusat Penelitian Gender dan Kependudukan UB Prof Keppi Sukesih. Cek kesehatan dilakukan oleh Fakultas Kedokteran UB dan dialog interaktif diberikan oleh Umi Dayati MPd dari Pascasarjana UB.
Disampaikan Keppi, kegiatan kali ini merupakan kepedulian LPPM UB kepada kaum perempuan di Lapas Wanita yang memiliki keterbatasan untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Cek kesehatan secara gratis yang dilakukan terdiri dari deteksi dini narkoba, cek lemak, gula darah, dan kolesterol. Cek kesehatan menurut Keppi mutlak dilakukan karena kesehatan merupakan salah satu indikator bagi Human Development Index suatu negara dan Lapas menjadi salah satu tempat yang rentan bagi keluar masuknya penyakit.
Sementara itu dalam dialog interaktif diberikan pengetahuan tentang peran perempuan di masyarakat serta pentingnya kesehatan perempuan. Dialog yang dipimpin oleh Umi Dayati itu berlangsung meriah dan penuh kegembiraan. Menurut Keppi, hal ini merupakan upaya bagi LPPM UB agar ilmu yang disampaikan dapat dengan mudah diserap oleh para peserta.
Lapas Wanita Kelas II Sukun Malang  dihuni oleh 251 orang yang terdiri dari 231 orang narapidana dan 20 orang tahanan. Penghuni Lapas paling banyak mereka yang terkait kejahatan narkoba.[nun]

Mahasiswa FTP Juarai Lomba Model Indonesia
29 Desember 2009
Agyl Bagus Herlambang, mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) berhasil mengukir prestasi dengan menyabet juara 3 (tiga) lomba "Model Indonesia (MI) 2009". Kegiatan ini dilangsungkan pada November-Desember 2009 silam di Hotel Sahid Jakarta. Lomba MI 2009 diselenggarakan oleh Ramli desainer dengan mengambil tema Batik Sampang. Pada awal bulan Desember 2009 juga, finalis kakang mbakyu Malang 2008 ini meraih peringkat 3 (tiga) besar favorit pada "Aneka Yess Coverboy 2009" yang diadakan oleh majalah Aneka di Cilandak Town Square. Menurut Agyl, mengikuti kompetisi modelling memang menyenangkan dan mengesankan. Selain menyuguhkan banyak pengalaman dan menambah teman, ia mengaku setiap even memberikan kesan yang berbeda-beda. [sun/nok]

UB Menyongsong Pemilihan Rektor Baru
28 Desember 2009
Masa jabatan Rektor UB yang akan berakhir bulan Juni 2010 menuntut dilaksanakannya penjaringan dan pertimbangan calon rektor periode 2010-2014. Panitia yang akan melakukan proses tersebut telah dibentuk dan diputuskan oleh rektor.
Menurut SK Rektor UB Nomor 418/SK/2009 tertanggal 23 Desember 2009 tentang Panitia Penjaringan Dan Pertimbangan Calon Rektor Universitas Brawijaya Periode Tahun 2010-2014, nama-nama panitia adalah sebagai berikut: Prof.Dr.Ir.Abdul Latief Abadi (Ketua), MS; Didied Poernawan Affandy,SE.,MBA.,Ak (Wakil Ketua); Dr.Ir.Achmad As'ad Sonief,MT (Sekretaris). Anggota-anggota panitia adalah sebagai berikut: A. Dimyati, SH.,M.Hum; Drs. Heru Susilo, MA; Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR.,MS; Ir. Endang Setyowati,MS; Dr.dr.Karyono Mintaroem,SpPA; Dr.Ir.Agus Tjahyono,MS; Dr.Ir.Chasan Bisri; Dr.Bambang Dwi Argo, M.Sc.,DEA; Dr.Drs.Suryadi,MS; Prof.Dr.Ir.Henny Pamoedyo,MS; Prof.Dr.Ir.Diana Arfiati,MS; dan Prof.Dr.Ir.Sri Murni Dewi,MS.
Untuk selanjutnya panitia akan melaksanakan tugas menginventarisasi data nama-nama calon rektor; mengirimkan dan menerima formulir kesediaan dicalonkan menjadi rektor; menyusun jadwal pelaksanaan penjaringan dan pertimbangan; melaksanakan kegiatan penjaringan dan pertimbangan; serta melaporkan hasilnya kepada rektor.
Kelengkapan Calon
Kelengkapan calon rektor terdiri atas: (a) surat pernyataan kesediaan sebagai rektor; (b) surat pernyataan kesediaan pengunduran diri dari jabatan lainnya jika terpilih jadi rektor; (c) daftar riwayat hidup yang ditandatangani asli; (d) foto copy Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) Pegawai Negeri Sipil tahun terakhir; (e)foto copy kartu pegawai; (f) foto copy surat keputusan dalam pangkat terakhir; (g) foto copy surat keputusan dalam jabatan terakhir; (h) foto copy ijazah terakhir; (i) ringkasan program kerja (maksimum 2 halaman folio); (j) foto ukuran post card berwarna; (k) kesanggupan menjalani test kesehatan pada tanggal 4 atau 5 Januari 2010 di Poliklinik UB jam 08.00 - 12.00.
Jadwal
Berikut adalah jadwal kegiatan penjariang dan pertimbangan calon rektor UB periode tahun 2010-2014. Senin (28 Desember 2009), mulai pendaftaran calon dan seleksi, borang dikirim. Senin-Selasa (4-5 Januari 2010), test kesehatan calon definitif di poliklinik UB. Selasa (5 Januari 2010), akhir pendaftaran calon dan seleksi  (jam 14.00). Selasa (5 Januari 2010), pengumuman calon definitif (jam 16.00). Rabu (6 Januari 2010), pemaparan program kerja untuk umum (di Widyaloka). Kamis (7 Januari 2010), penjaringan. Senin (11 Januari 2010), pemaparan program kerja (pleno senat). Selasa (12 Januari 2010), pemilihan rektor (pleno senat). Jum'at (15 Januari 2010), pengiriman nama-nama calon rektor ke Mendiknas. [fjr]

Humas UB Raih ISO 9001:2008
27 Desember 2009
Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya (Humas UB) akhirnya berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2008. Hal ini disampaikan oleh QMS Lead Assesor Lloyd's Register Rusli Ananda pada Senin (27/12) di ruang Humas UB. Berbagai persiapan telah dilakukan staf Humas untuk memperbaiki berbagai temuan. Tidak seperti pertemuan sebelumnya (27-28 Oktober 2009) dimana Lloyd's Register Quality Assurance Limited (LRQA) mengaudit seluruh dokumen dan sistem manajamen Humas UB, kali ini audit hanya dilakukan pada bidang yang mendapatkan kategori major dan minor.
Sebelumnya, dalam audit tahap pertama dan kedua, di Humas UB ditemukan 4 major untuk bidang tinjauan manajemen, SDM, keluhan pelanggan, dan pemantauan sasaran dan 9 minor untuk bidang diantaranya standar kompetensi, audit internal, pelayanan pelanggan serta proses seleksi dan evaluasi. Kemudian berdasarkan hasil audit yang merupakan follow up visit, Rusli Ananda menyampaikan Humas UB memiliki 5 temuan minor. Satu diantaranya merupakan nilai yang diturunkan dari satu major untuk bidang sumber daya manusia dan empat merupakan temuan baru. Temuan baru itu meliputi bidang respon pelanggan, seleksi dan evaluasi Danar Wijaya sebagai pemasok humas UB, standar kompetensi, dan laporan internal audit.
Pada kesempatan itu Rusli Ananda juga menyampaikan, dari unit kerja yang telah diaudit oleh LRQA yaitu Perpustakaan, BAAK dan Humas UB, memiliki persamaan temuan di bidang sumber daya manusia. Ketiganya belum melakukan kegiatan evaluasi efektifitas pelatihan SDM dan belum ditemukan adanya sebuah standar kompetensi penempatan seseorang di bagian tertentu.[nun]

Mahasiswa FHUB Juara I LKT Kearsipan
23 Desember 2009
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Prischa Listiningrum, keluar sebagai juara I Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan Tingkat Nasional 2009 untuk Kategori Mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Prischa mengangkat judul "GESIT (Gerakan Sadar Arsip Terpadu) Peran Mahasiswa Sebagai Agent of Change dalam Mewujudkan Desa Sadar Arsip".
Lomba yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional RI (ANRI) tersebut digelar dalam beberapa kategori diantaranya Kategori Pelajar SLTA, Kategori Mahasiswa, serta Kategori Masyarakat Umum. Dalam mekanisme pelaksanaan lomba tersebut, peserta hanya tinggal mengirimkan naskah karya tulis asli yang belum pernah dipublikasikan ataupun diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Kearsipan sebelum tanggal 1 Desember 2009 lalu. Nama-nama pemenang diumumkan tanggal 17 Desember 2009 melalui website ANRI.[fjr]

Dosen FMIPA-UB Hadiri ICCS-X di the American University in Cairo, Egypt
20 -23 Desember 2009
Dosen Statistika Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB), Dra Umu Sa'adah MSi menghadiri "The Tenth Islamic Countries Conference on Statistical Sciences" (ICCS-X) 2009 pada 20 – 23 Desember 2009. Kali ini tema yang diangkat dalam konferensi, "Statistics for Development and Good Governance". Acara yang diorganisir oleh the Islamic Countries Society of Statistical Sciences (ISOSS) dan didukung oleh the American University in Cairo (AUC) serta the Egyptian Cabinet Information and Decision Support Center (IDSC) itu merupakan sarana untuk mengetahui perkembangan statistika di dunia. Para peserta merupakan peneliti dan praktisi bidang statistika yang berasal dari 32 negara.
Dalam konferensi itu, Umu Sa'adah mempresentasikan makalah yang berjudul "Multiscale Seasonal Autoregressive for Forecasting Trend and Seasonal Time Series". Makalah ini membahas tentang suatu prosedur baru untuk peramalan data time series yang memuat fenomena tren dan musiman dengan menggunakan metode Wavelet.
Saat ini, Umu Sa'adah sedang menempuh studi S3 Matematika dengan konsentrasi Statistika di FMIPA Universitas Gajah Mada (UGM) dan tengah melakukan penelitian disertasi tentang "Metode Wavelet Neural Networks untuk Pemodelan Time Series Musiman" dengan bimbingan Prof Drs Subanar PhD dan Prof Drs Suryo Guritno MStat PhD dari UGM serta Dr Suhartono SSi MSc dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dalam penelitiannya, Umu Sa'adah mengusulkan suatu prosedur baru untuk pemodelan dan peramalan data-data time series yang memuat fenomena musiman menggunakan gabungan metode Wavelet dan Neural Networks. Prosedur baru ini diharapkan dapat menghasilkan suatu model atau peramalan dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.[umu/nun]

FP UB Tanam Durian di "Bontang"
23 Desember 2009
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) intensif gelar penanaman pohon durian di Kecamatan Kasembon dan Kecamatan Ngantang (Bontang), Kabupaten Malang. Pada Kamis (23/12) saja, sebanyak 200 pohon durian ditanam di kelurahan Waturejo, Kecamatan Ngantang. Secara simbolik penanaman pohon ini dilakukan oleh Dekan FP UB, Prof. Dr. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc dan diikuti perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, Kepala Dinas Kehutanan, Camat Ngantang dan Lurah Waturejo. Dalam sambutannya, Dekan FP UB menyatakan bahwa Fakultas Pertanian Melalui Durian Research Centre (DRC) telah aktif melakukan penanaman pohon durian di kawasan Bontang sejak lima tahun lalu. Kegiatan ini diawali dari keprihatinan langkanya durian unggul lokal berjenis durian jingga. "Saat itu kami hanya menemukan pohon durian jingga satu buah saja yang telah berumur 90 tahun di tepi sebuah jurang. Dengan teknologi yang kami miliki dari satu pohon itu kini telah berkembang menjadi 1000 pohon dan bahkan buahnya telah dicicipi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono", ujarnya. Untuk itu, melalui DRC, kedepan FP UB berupaya untuk mengembangkan durian jenis unggul yang spesifik lokasi dengan harapan mampu bersaing dengan produk impor yang kini telah membanjiri pasar domestik. Sebagai realisasi, FP UB secara intensif tengah mendidik Sumber Daya Manusia (SDM) penangkar bibit dari berbagai daerah.
Lebih lanjut Dekan mengungkap, melalui penguatan pasar produk lokal seperti durian akan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat setempat. "Dengan banyaknya pendatang dan wisatawan yang datang ke Malang Raya, diharapkan durian akan menjadi buah tangan khas Bontang", tambahnya.
Senada dengan pernyataan Dekan, perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang, Agus Tri, menyatakan bahwa buah durian sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Malang. Selain Kasembon dan Ngantang, beberapa kawasan yang juga memiliki potensi tersebut adalah Kecamatan Ampelgading, Tumpang, dan Ngajum. Sementara itu, buah-buahan lain yang juga potensial dikembangkan adalah apel, kelengkeng dan manggis. Hanya saja untuk mengembangkan aneka produk tersebut masih banyak kendala yang dihadapi. Beberapa kendala krusial tersebut diantaranya upaya dalam peningkatan mutu dan kualitas hortikultura, peningkatan produksi serta diversifikasi pangan.
Diwawancarai PRASETYA Online, salah seorang petani durian Waturejo, Siyadi, mengungkap bahwa dari 50 pohon yang dimilikinya, ia mampu memanen 400 - 500 buah durian tiap tahun. Dengan pohon yang rata-rata berumur 70 tahun, Siyadi mengaku tidak repot dalam perawatannya. "Kalau musim kemarau panjang, biasanya buah yang dihasilkan lebih banyak dengan kualitas lebih baik tetapi sebaliknya untuk musim penghujan", ujarnya.  Dari hasil tersebut ia kemudian menjual langsung ke pedagang yang mendatanginya dengan harga sekitar Rp. 5000 - Rp. 7000 per buah. Disampaikan Siyadi, hampir seluruh petani di Desa Waturejo menanam pohon durian. Selain itu, menurutnya mereka juga membudidayakan padi, jagung serta sapi perah. [nok]

Sosialisasi Juknis Pelaksanaan Anggaran UB
23 Desember 2009
Mulai tahun 2003 pemerintah telah melakukan reformasi di bidang keuangan yang ditandai dengan diberlakukannya UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara dan undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaannegara. Harapannya, sistem pengelolaan keuangan negara dapat lebih efisien dan efektif serta tercapainya transparansi dalam pengelolaan keuangan, yang menghendaki setiap transaksi keuangan ditampilkan secara utuh dalam dokumen anggaran (azas universalitas) dan setiap kredit anggaran yang disediakan terinci secara jelas peruntukannya (azas spesialitas).
Demikian yang tersampaikan dalam acara sosialisasi Petunjuk Teknis ANggaran Universitas Brawijaya di Guest House UB, Selasa (22/12). Acara dihadiri pejabat pengelola anggaran di tingkat universitas maupun fakultas di lingkungan UB. Sebagai narasumber dalam acara etrsebut adalah tim dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kota Malang.
Seiring dengan diberlakukannya undang-undang tersebut di atas, sistem pengelolaan keuangan tahun 2005 mengalami perubahan yang sangat mendasar di mana seluruh dokumen keuangan  berupa DIK, DIP dan DIK-S telah sisatukan mnejadi dokumen bbernama DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran), yang pelaksanaannya menuntut akuntabilitas yang tinggi dari Kepala Kantor/Satuan Kerja sebagai kuasa pengguna anggaran.
Berkenaan dengan hal itu, Departemen Pendidikan Nasional menyusun Petunjuk Teknis ANggaran di Lingkungan Depdiknas, sebagai acuan dalam pelaksanaan anggaran agar pejabat pengelola anggaran dapat memahami dengan mudah tugas pada masing-masing Kantor/Satuan Kerja di lingkungan Depdiknas. Dengan demikian pelaksanaan tugas dan fungsi kantor satuan kerjadapat dijalankan dengan baik.[fjr]

Ujian Disertasi Timbul Siahaan Dihadiri Menhan RI
22 Desember 2009
Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro hadir dalam ujian disertasi mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Brawijaya (PDIP-UB), Drs. Timbul Siahaan, MM. Purnomo merupakan salah seorang dosen penguji tamu untuk Kepala Bidang Pengendalian Puslitbang Strahan Balitbang Dephan yang mengambil minat Sumber Daya Alam dan Lingkungan ini. Dalam disertasinya, Timbul mengangkat judul "Potensi Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Sumber Selulosa Dalam Pembuatan Nitroselulosa". Dalam menyusun disertasi tersebut, Timbul dibimbing oleh komisi promotor yang meliputi Prof. Dr. Ir. Chandrawati Cahyani, MS (promotor), Prof. Ir. Lilik Hendrajaya, MSc, PhD (ko-promotor) dan Prof. Dr. Ir. Soemarno, MS (ko-promotor). Sementara tim penguji lain yang juga turut terlibat adalah Prof. Dr. Ir. Syekhfani, MS; Prof. Dr. Ir. Eddy Sumarno Siradj, MSc serta Dr. Rurini Retnowati, MS.
Potensi TKKS untuk Nitroselulosa
Dalam disertasinya, pria yang menamatkan program sarjana dari Jurusan Kimia Universitas Sumatera Utara (USU) ini menyatakan bahwa selulosa merupakan bahan baku penting dalam industri material energetik termasuk propelan. Sampai saat ini kebutuhan bahan baku propelan khususnya nitroselulosa masih diimpor dari luar negeri seperti Belgia, Finlandia, China, Perancis, Swiss, Korea Selatan, maupun Australia. Padahal menurutnya bahan selulosa banyak terdapat di berbagai produk lokal Indonesia seperti kapas, randu,  bambu, alang-alang, ataupun kelapa sawit. Khusus untuk kelapa sawit, bahan ini dapat diperoleh dari tandan kosongnya yang merupakan limbah industri perkebunan kelapa sawit terbesar. Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS), selulosa ini diperoleh dengan cara hidrolisis menggunakan soda antrakuinon, proses kraft, organosolv dan disolving untuk setiap proses. Dalam peruntukannya sebagai material energetik, selulosa yang dipergunakan harus berasal dari alpha selulosa dengan presentase lebih dari 90 persen. Sementara untuk nitroselulosa, persyaratannya adalah kadar nitrogen yang dikandung tidak lebih dari 12.5 - 13.5 persen. Untuk menentukan apakah nitroselulosa yang dihasilkan dari penelitian telah memenuhi persyaratan sebagai bahan baku material energetik atau propelan, Timbul melakukan beberapa uji unjuk kerja. Meliputi tes kelarutan, tes pembakaran, tes penguapan serta penentuan kadar nitrogen dalam nitroselulosa. Dari keseluruhan uji unjuk kerja ini, diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan diantaranya nitroselulosa yang terbakar dengan warna jingga dan terjadi percikan api. Selain itu, diketahui juga perubahan warna kertas indikator menjadi biru saat tes penguapan yang menandakan adanya senyawa nitro dalam sampel.
Dalam kesempatan tanya jawab, Menhan RI mempertanyakan mengenai analisa ekonomi dalam pemanfaatan TKKS sebagai sumber nitroselulosa dalam propelan. Selain itu, ia juga mempertanyakan kedalaman disertasi melalui pemanfaatan literatur berupa jurnal terbaru disamping kontribusi penelitian Promovendus terhadap dunia pertanian.
Cumlaude
Atas ketekunannya dalam studi dan penyusunan disertasi selama tiga tahun empat bulan, Timbul Siahaan dinyatakan layak menyandang gelar Doktor dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulative (IPK) 4.00. [nok]
----
Foto: Dr. Drs. Timbul Siahaan, MM (kiri); Menteri Pertahanan RI (keempat dari kanan) didampingi Rektor UB dan Dekan FP serta promotor menuju tempat ujian disertasi (kanan)

Gebyar Festival Tari Semarakkan Dies Natalis UB ke-47
22 Desember 2009
Memperingati Dies Natalis ke-47, Universitas Brawijaya (UB) mengadakan Gebyar Festival Tari XVII antar fakultas se-Universitas Brawijaya dan antar perguruan tinggi se-Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan tanggal 20-21 Desember 2009 di Samantha Krida dengan dibuka oleh Rektor UB Prof. Yogi Sugito.
Gebyar Festival Tari (GFT) diselenggarakan secara rutin setiap tahun sekali untuk tingkat fakultas dan dua tahun sekali untuk tingkat universitas se-Jawa Timur yang diadakan oleh Unit Aktivitas Karawitan dan Tari (UNITANTRI) yang merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di UB. Acara yang berlangsung dua hari ini dimulai dari festival tingkat fakultas yang diikuti oleh 9 kontingen dari perwakilan fakultas kecuali perwakilan dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Budaya. Sedangkan, festival antar universitas diikuti oleh enam universitas negeri dari seluruh Jawa Timur meliputi, UB, Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Jember (Unej), dan Universitas Negeri Trunojoyo (Unijoyo).
Delegasi dari Fakultas Ilmu Admisnistrasi menjadi juara umum tingkat fakultas memutus dominasi Fakultas Teknologi Pertanian yang menjadi juara umum dua tahun berturut-turut. Secara keseluruhan FIA mendominasi perolehan nilai pada kategori penampilan terbaik non rangking, penata musik terbaik non rangking, koreografer terbaik non rangking, penulis naskah terbaik non rangking.
Untuk tingkat universitas, keluar sebagai Juara Umum yaitu UB setelah setahun sebelumnya nominasi ini didapatkan oleh UNM. Nominasi Juara Umum didapatkan setelah UB bersaing dengan Unair yang juga mendapatkan nominasi di setiap nominasi yang diperlombakan. Namun akhirnya UB dinyatakan sebagai juara umum pada Festival Tari ke XVIII ini berdasarkan poin terbanyak dengan akumulasi empat kriteria bentuk garapan, musik, artistik, unity.
Aris, ketua pelaksana GFT tahun ini, mengatakan Festival Tari kali ini mendapatkan sambutan yang lebih meriah dibandingkan tahun lalu. Tolak ukur keberhasilan ini dari penonton yang hadir pada hari pertama berkisar pada angka 500-an. Angka ini meningkat seratus persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 200-an penonton. Menurut mahasiswa yang juga yang juga Duta Narkoba Surabaya ini, jumlah penonton meningkat disebabkan ketertarikan penonton pada tari garapan yang merupakan jenis tari kreasi modern yang dipentaskan dengan membawa sebuah tema diiringi dengan alunan musik akustik non listrik.
Festival Tari kali ini mengangkat tema "Gebyar Festival Tari Piala Rektor XVII antar Fakultas se-Universitas Brawijaya dan antar Perguruan Tinggi se-Jawa Timur Tahun 2009 sebagai media dalam melakukan perubahan moral yang positif bagi generasi muda melalui apresiasi seni dan budaya bangsa". Tiga orang pemerhati dan seniman tari dihadirkan sebagai juri yang meliputi Rohmat Djoko Prakosa, MSn dan Silvester Pamardi, S.Kar.,M.Hum, keduanya dari Solo dan Agus Heri Sugiyanto, S.Sn dari Surabaya. [ai]

Menhan RI akan Menguji Disertasi di UB
21 Desember 2009
Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prof.Dr.Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc. rencananya akan mendatangi UB, Selasa (22/12). Kedatangannya kali ini untuk menjadi dosen penguji tamu ujian disertasi.
Menhan akan turut menguji pada acara ujian terbuka disertasi Drs.Timbul Siahaan,MM yang dijadwalkan akan dilaksanakan besok pada pukul 10.00 WIB di gedung Widyaloka UB. Bersama-sama dengan Prof.Dr.Ir.Syekhfani, MS; Prof.Dr.Ir.Eddy Sumarno SIraidj,M.Sc; dan Dr. Rurini Retnowati, MS, Menhan akan mengevaluasi disertasi yang berjudul "Potensi Tandan kosong Kelapa Sawit sebagai SUmber Selulosa dalam Pembuatan Nitro Selulosa". Ujian ini dipromotori oleh Prof.Dr.Ir.Chandrawati Cahyani,MS; Prof.Dr.Ir.Soemarno,MS; dan Prof.Dr.Ir.Lilik Hendrajaya,M.Sc.Ph.D[fjr]

Diabetes Mellitus, The Global Warning
21 Desember 2009
Pola makan yang salah akan berakibat fatal bagi penderita diabetes mellitus. Jika hal itu terjadi, maka penyakit  ini akan  sangat  sulit disembuhkan. Tentunya hal  ini akan berimbas  pada  tingginya  biaya  yang  harus  dikeluarkan  untuk  pengobatan. Memahami dan mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh bagi penderita  diabetes  mellitus merupakan  salah  satu  cara  yang  dapat  dilakukan  untuk menghindari pola makan yang salah.
Demikian terangkum dalam Seminar Gizi Nasional: Prevent & Control Diabetes With Healthy Diet yang digelar oleh Organisasi Mahasiswa Gizi dan Kesehatan (Ormagika) Fakultas Kedokteran UB, Minggu (20/12). Martalena br Purba, MCN, PhD dari Instalasi Gizi RS Dr Sardjito Yogyakarta menyampaikan, kurang gizi dan kelebihan gizi (kelebihan berat badan) sama-sama meningkatkan resiko  kena  diabetes.  Kurang  gizi  (malnutrisi)  dapat  merusak  pankreas,  sedangkan obesitas  (gemuk  berlebih)  mengakibatkan  gangguan  kerja  insulin  (retensi  insulin).
Martalena yang juga menjabat sebagai DPP Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) menganjurkan kepada setiap orang untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit ini. Pola makan hidup sehat sangat penting karena penderita diabetes memang sangat rentan terhadap konsumsi beberapa jenis makanan tertentu.
37 Tahun Bersama Diabetes
Seminar kali ini juga menghadirkan Matdrakup Satya P. (71), Pandu Diabetes Tingkat Nasional. Sejak tahun 1974, Matdrakup telah menderita diabetes. Otomatis sejak saat itu hingga sekarang ia hidup bersama diabetes.
Kepada audiens Matdrakup menceritakan bagaiman gaya hidup tidak sehat ia kerjakan sebelum ia mengetahui bahwa dia telah mengidap penyakit itu. Makan tidak teratur, mengkonsumsi junk food, dan tidak menyukai sayur. Aktivitasnya sebagai seorang instruktur/tutor juga menyebabkan waktu istirahatnya tidak teratur.
"Akhirnya saya sadar harus mengubah setiap pola hidup yang buruk itu. Mulai saat itu saya aktif berkonsultasi dan istri saya berubah menjadi PM alias polisi makanan", ceritanya disambut tawa hadirin.
Ia menceritakan bagaimana ia secara ketat mengatur konsumsi makanan. "Kalau makan harus 3 J, harus mikir jenisnya, jumlahnya dan jadwal makannya", ungkapnya.
Usahanya tidak sia-sia, dengan usaha seperti itu, hingga saat ini Matdrakup masih bisa sehat. "Diabet ibaratnya teman, tapi dia tidak mau saya tinggal kemanapun saya pergi. Tapi prinsipnya, jangan dia yang pegang tangan kita, tapi kita yang pegang diabet ini agar kita bisa mengendalikannya", tuturnya bijak.
Peringatan Global
Guest Star dalam seminar kali ini adalah healthy chef Edwin Lauw yang juga host acara Healthy Food di MetroTV. Edwin mengemukakan pentingnya perhatian masyarakat terhadap penyakit yang satu ini. "Diabetes Mellitus ini adalah peringatan global untuk dunia kesehatan", tuturnya.
Menurutnya, di Indonesia yang penduduknya banyak mengkonsumsi tepung, ancaman diabetes semakin besar. Hal ini dikarenakan produk tepung-tepungan memiliki kandungan karbohidrat yang sangat tinggi. Selain produk tepung-tepungan, bahan-bahan yang mengandung karbohidrat tersebut dapat ditemui pada produk-produk pemanis, junk food, makanan ringan, sereal, bahkan energy drink.
Menurut Edwin, masyarakat harus mengimbangi pola makan dengan banyak mengkonsumsi makanan-makanan seperti kacang-kacangan, bawang, umbi-umbian, mangga, pare, produk berbahan oat, atau kayu manis. "Menjaga pola makan saja tidak cukup, harus juga diperhatikan pola latihan dan pola istirahat", ungkapnya. [fjr]

IAAS Gelar Seminar Nasional English Communications
21 Desember 2009
International Association of Students in Agricultural and Related Sciences IAAS) Local Committe Brawijaya menggelar seminar nasional bertema "Be a Good Scientific Communicator in English". Acara diselenggarakan di aula gedung PPI UB, Minggu (20/11).
Seminar ini diisi dengan penyampaian materi oleh Kiantoro Andiek Setawan,S.S dan Taufan.Dalam kesempatan itu, baik Taufan maupun Kiantoro menyampaikan pentingnya komunikasi dalam bahasa Inggris sekarang ini.
"Baik menjadi komunikator maupun komunikan memiliki syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi", tutur Taufan. Taufan menyampaikan, jika menjadi komunikator harus berusaha sebaik mungkin menyampaikan pesan, sedangkan sebagai sebagai pendengar, komunikan harus mau mendengarkan pesan dengan penuh konsentrasi.
Kiantoro dalam ceramahnya juga menyampaikan teknik-teknik presentasi. Menurutnya, presentasi memiliki beberapa elemen yaitu informasi, edukasi, dan menghibur (entertain). Komunikasi lewat presentasi harus memenuhi beberapa kaidah yaitu sederhana (simple), dipersiapkan dengan matang, dan tidak ditampilkan terlalu cepat atau terlalu lambat.[fjr]

Sandwich Programme PDIM FE-UB di La Trobe University
21 Desember 2009
Sejak 26 September 2009 silam, beberapa orang mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (PDIM FE-UB) berada di La Trobe University, Australia. Mereka mengikuti program sandwich yang dijadwalkan hingga 18 Desember 2009 mendatang. Mereka adalah Bambang Sugiyono AP, Martaleni, Hastin Umi Anisah, Made Subudi, Christin Susilowati, Gede Riana, Sahnaz Ubud, Nurwati, Andi Mappatompo, Riassy Christa, dan M. Arwani. Untuk mengetahui kemajuan yang dicapai para mahasiswa tersebut, 5 (lima) orang promotor/ ko-promotor mereka pun berkunjung ke salah satu perguruan tinggi ternama di benua Australia ini. Mereka adalah Prof. Dr. Ubud Salim, SE, MA., Prof. Dr. Djumilah Zain., Prof. Dr. Surachman, SE, MSIE, Prof. Dr. Armanu, SE, M Sc, dan Dr. Margono Setiawan, SE, SU. Lima orang guru besar ini dijadwalkan akan berada disana hingga 22 Desember 2009 mendatang. Agenda lain yang juga dilakukan dalam kunjungan ini adalah evaluasi program sandwich antara kedua universitas. Ditanya mengenai kesannya, semua peserta sandwich mengatakan bahwa mereka menemukan budaya akademik yang sangat mendorong tercapainya visi akademik sebuah perguruan tinggi. Budaya akademik tersebut adalah konsep filosofi yang ada di setiap pengajar (dosen) dan mahasiswa bahwa pendidikan akan mengantarkan manusia ke masa depan yang lebih baik sehingga pendidik disana sangat dekat dengan peserta didik, yang pada akhirnya sangat membantu keberhasilan studi mahasiswa. Budaya akademik yang lain adalah penerapan teknologi informasi pada hampir seluruh kegiatan akademik dan ekstra kurikuler serta kepuasan dosen dengan prestasi mereka dalam jumlah publikasi ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah internasional.
Di negeri Kanguru ini, para peserta sandwich berusaha keras untuk memanfaatkan sisa waktu mereka yang tinggal beberapa hari, utamanya untuk membangun hubungan baik (a good scientist relationship) dengan para professor di La Trobe University yang memiliki kesamaan minat penelitian. [at/nok]

Tim PMW UB Pembicara Pada Talkshow PMW Dikti
21 Desember 2009
Ketua Pusat Kewirausahaan Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Trinil Susilawati, MS dan salah satu peserta Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Elsya Rosyidah (Pupuk Online dari Fakultas Teknologi Pertanian) menjadi pembicara dalam talkshow kewirausahaan. Talkshow ini merupakan rangkaian dari kegiatan workshop Kewirausahaan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Dikti, Kamis (17/12) silam. Pembicara lain yang juga hadir dalam acara yang dipandu oleh Dr. Agus Windharto, DEA (ITS) ini adalah Bob Sadino dan Nancy Margried.
Tim dosen PMW UB lainnya yang juga menjadi pembicara, Dr. Imam Hanafi dan Sumiati, SE, MSi terlibat dalam komisi I dengan topik bahasan "Proses Pembelajaran Kewirausahaan, Materi, Metode dan Kendala". Sementara mahasiswa peserta PMW lainnya, Amarta Faza (Spectrum Design Studio), Rizka Magfur (Pemasaran Brownies) dan Danu Rahadis (The 3S) terlibat dalam komisi II dengan topik bahasan "Motivasi, Bagaimana Memulai, Menjalankan dan Mengembangkan Usaha".
Kelembagaan Pusat Kewirausahaan
Dalam komisi III yang dihadiri oleh seluruh Ketua Pusat Kewirausahaan dibahas tentang "Kelembagaan dan Masukan Terhadap Keberlanjutan Program Kewirausahaan Perguruan Tinggi". Dalam kesempatan tersebut peserta membuat kesepakatan kedudukan Pusat Kewirausahaan pada masing-masing perguruan tinggi. "Kelembagaan pengelola PMW di berbagai perguruan tinggi berbeda-beda. Ada yang dibawah PR III, PR I ataupun langsung dibawah Rektor", ujar Trinil kepada PRASETYA Online. Selain itu, diputuskan pula adanya asosiasi pusat kewirausahaan pengelola PMW sebagai wadah untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran agar dapat mewujudkan mahasiswa wirausaha yang handal.
Dengan selesainya kegiatan workshop tersebut maka Pusat kewirausahan UB akan segera mempersiapkan pelaksanaan PMW 2010 yang dimulai dengan koordinasi dan konsolidasi dengan seluruh Pembantu Dekan III dilingkungan UB pada minggu depan. [tsw/nok]

Pertemuan PR III se-Jawa Timur
19 Desember 2009
Pembantu Rektor/Pembantu Ketua/Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan se-Jawa Timur, Sabtu-Minggu (19-20/12) berkumpul di Universitas Brawijaya (UB). Mereka mengikuti agenda rutin pertemuan Paguyuban Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan PTN/PTS/Kopertais se-Jawa Timur yang dipusatkan di Oryza Hall, Guest House UB. Bersamaan acara ini, dilangsungkan pula Musyawarah Daerah (musda) Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) dan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI). Membuka acara, Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito memaparkan kelemahan mahasiswa Indonesia yang pernah menjadi topik penelitian Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Beberapa kelemahan mendasar yang disebut diantaranya masalah kemandirian, wawasan yang kurang serta minimnya kemampuan berkomunikasi dan bermasyarakat. Kunci mengatasi hal ini menurutnya adalah dengan keteladanan disamping pembinaan budi pekerti, sikap dan perilaku serta olahraga dan seni.
Beberapa pembicara yang hadir dalam kesempatan tersebut yaitu Kombes (Pol) Rusli Nasution (Kapolwil Malang) dengan materi "Dinamika Perkembangan Keamanan Jawa Timur", Dr. Moehadjir Effendi (Rektor Universitas Muhammadiyah Malang/UMM) dengan materi "Problematika Pembinaan Kemahasiswaan" serta Prof. Dr. Ir. Trinil Susilowati (Ketua Tim Program Mahasiswa Wirausaha UB) dengan materi "Kewirausahaan Mahasiswa".
Keamanan Jawa Timur
Dalam paparannya, Rusli Nasution menyebut bahwa sampai saat ini kondisi keamanan Jawa Timur relatif kondusif. Berbagai isu politik nasional yang mewarnai media massa dan berdampak pada gerakan sosial menurutnya merupakan bentuk pendidikan politik kepada masyarakat melalui pewacanaan. Salah satu bentuk aksi gerakan sosial sebagai respon kondisi ini adalah demonstrasi yang diantaranya dilakukan oleh mahasiswa. Keterlibatan aparat kepolisian dalam setiap aksi demonstrasi dijelaskan Rusli memiliki kepentingan untuk melayani, mengamankan, mengawal serta menjaga dari berbagai pihak yang memiliki kepentingan negatif. Namun seringkali aksi demonstrasi massa di lapangan berbenturan dan terlebih mendatangkan kericuhan dengan aparat kepolisian. "Aksi demonstrasi jika dijalankan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku dapat berjalan dengan tertib dan lancar sehingga massa pun akan dapat menyampaikan aspirasinya dengan baik", ujar Rusli yang menjadi Kapolwil Malang sejak 2008 ini. Di Wilayah Malang menurutnya aksi demonstrasi mahasiswa selama ini berjalan melalui koordinasi dengan Kepolisian Wilayah ataupun Kepolisian Resort Kota Malang.
Problematik Kemahasiswaan
Lulusan perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan sosial, industri, professional dan akademis. Tetapi fenomena di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Banyak mahasiswa yang hanya mengejar kelulusan akademik saja atau bahkan selalu di dikte dan tidak mandiri, harus selalu didorong, serta tidak cerdas secara holistik karena terjebak pada disiplin ilmunya sendiri. Demikian disampaikan Rektor UMM, Dr. Moehadjir Effendi, MAP dalam paparannya mengenai problematika kemahasiswaan. Tidak hanya itu, Moehadjir juga menyebut maraknya mahasiswa yang terjebak pada narkoba dan pergaulan bebas yang pada akhirnya menjadikan mereka sebagai generasi malas yang tidak pernah bercita-cita dan takut gagal tanpa pernah bertarung. Untuk mengatasi semua fenomena ini, Moehadjir menyarankan perlunya pembentukan soft skills, hard skills dan spiritual skills mahasiswa. Hal ini menurutnya bertujuan agar para mahasiswa tersebut sanggup mengatasi masalahnya sendiri, berani menghadapi segala resiko dan tantangan serta berani mengambil keputusan secara cepat, tepat dan akurat.
Kewirausahaan Mahasiswa
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Trinil Susilowati, MS melalui paparan bertajuk "Pentingnya Program Wirausaha Mahasiswa Dalam Mengatasi Pengangguran Sarjana" menyampaikan bahwa angka pengangguran di Indonesia mencapai 50 juta jiwa dimana 60 persen diantaranya adalah pengangguran terdidik termasuk sarjana. Dari jumlah tersebut, dirinci bahwa 78 persen berasal dari bidang studi ilmu sosial dan pendidikan, 12 persen dari bidang teknologi dan 10 persen dari bidang sains. Dalam analisisnya, Trinil menyebut penyebab tingginya angka pengangguran ini diantaranya karena banyaknya sarjana yang tidak tertampung di dunia kerja disamping tidak adanya kemampuan untuk berwirausaha. Mensitir hasil workshop kewirausahaan Dikti yang diikutinya pada 17 Desember silam, ia menuturkan beberapa resume termasuk prioritas Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) sebagai solusi untuk mengatasi krisis pengangguran disamping memasukkan pendidikan kewirausahaan kedalam kurikulum. [nok]

Robot, Masa Depan Pertanian Indonesia
17 Desember 2009
Indonesia memiliki tantangan masa depan pertanian yang sangat kompleks. Mulai dari pembudidayaan, pengolahan pasca panen, hingga mekanisasi pertanian itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri, masa depan pertanian ditentukan juga oleh pemanfaatan teknologi-teknologi mutakhir.
Demikian yang terangkum dalam Seminar Nasional Robotika Pertanian dengan tema "Merintis, Membangun dan Mengembangkan Robotika Pertanian sebagai Instrumen Utama Pembangunan Ketahanan Pangan Nasional". Seminar dilaksanakan di gedung Widyaloka UB, Rabu (16/12).
Seminar menghadirkan Dirjen Perlindungan Tanaman Pangan Ir. Atik Wasiyati; Pakar Robotika Pertanian UGM Dr.Ir.Lilik Sutiarso dan; Fernando Ardilla,SST dari PENS ITS.
Menurut Ir. Ati Wasiyati, teknologi pertanian kita masih cenderung berbasis produk primer. "Orientasi teknologinya lebih diarahkan pada industri hulu dan subsistem pertanian atau on farm", tuturnya.
Menurtnya, Indonesia harus mengagendakan strategi peningkatan pemanfaatn teknologi yang bisa mendukunmg kemandirian pangan. Hal itu bisa dilakukan melalui spesifikasi sumber daya/produk, produktivitas dan kontinuitas, serta efisiensi proses produksi. "Untuk strateginya, misalnya dengan menetapkan kawasan peningkatan produk pertanian melalui industri pengolahan", katanya.
Menurut Dr.Ir.Lilik Sutiarso, saat ini bidang bioteknologi, teknologi material, dan IT memberikan kontribusi secara signifikan dalam pembangunan pertanian khususnya peningkatan produksi. Penggunaan GPS, Sensor machine vision, penanganan data sampai pada perangkat DSS telah banyak diaplikasikan pada sistem mekanisasi pertanian, khususnya pada farm machinery system (autonomous and control system).
Peran penting teknologi robot dalam pertanian dilatar belakangi oleh banyak hal. "Antara lain aktivitas yang monoton, berbahaya, dan memerlukan banyak tenaga. Juga oleh kurangnya tenaga kerja di bidang pertanian", ungkapnya. Selain kedua hal itu, permasalahan pada tingginya labor costs serta permintaan pasar terkait mutu produk juga menjadi pemicu digunakannya teknologi robot di dalam pertanian.
"Dengan penggunaan robot, diharapkan ada peningkatan efisiendi, efektivitas penggunaan sara produksi. Lebih akurat, minim human error dan kecelakaan kerja," ujarnya. Baik Ati maupun Lilik sepakat, mengingat banyaknya peran yang bisa dilakukan oleh teknologi robot dalam pertanian, universitas sebagai pusat ilmu pengetahuan harus mampu mengembangkan riset-riset terkait pengembangan teknologi robotika ini.[fjr]

e-Learning FE UB Raih e-Learning Award 2009
17 Desember 2009
e-Learning Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) meraih penghargaan dalam ajang e-Learning Award 2009 yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Pemberian penghargaan ini dilangsungkan pada Rabu (9/12) silam di Yogyakarta, bersamaan dengan kegiatan "International Symposium on Open, Distance and e-Learning (ISODEL) 2009".  e-Learning Award diberikan kepada tiga kelompok yaitu individu, kelompok dan lembaga yang berjasa dalam mendorong pengembangan dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan di seluruh Indonesia. Dalam ajang tersebut, e-learning FE-UB menjadi pemenang dalam sub-kategori "Tampilan dan Kemudahan Penggunaan" pada kategori e-learning. Penerima anugerah untuk sub-kategori lainnya dalam kategori ini adalah Universitas Bina Nusantara (sub-kategori Inovasi dan Kreativitas, Kualitas Bahan Pembelajaran dan Penggunaan Bahasa Indonesia), Universitas Negeri Yogyakarta (sub-kategori interaktivitas) dan Jaeni, S.Kom dari STIMIK AMIKOM Yogyakarta sebagai administrator termuda.
Selain itu, masih terdapat dua kategori lainnya yang diperlombakan yaitu kategori Ki Hajar (Kita Harus Belajar) dan Program Televisi bermuatan Pendidikan. Penghargaan untuk kategori Ki Hajar diraih oleh Selamat (SMP Sutomo 1, Medan untuk bidang matematika), Natasha Nurul Annisa (SMP Negeri 4 Pakem Yogyakarta pada bidang Bahasa Indonesia), Faiq Adi Pratomo (SMP Negeri 21 Semarang untuk Bahasa Inggris), dan Yobert Yosua Trihardianto (SMP YPPK Paulus Jayapura pada program IPA). Sementara itu, penghargaan untuk Program Televisi Bermuatan Pendidikan diberikan kepada Global TV pada kategori feature/dokumenter untuk program "Mata Angin"; dan SCTV untuk sub-kategori sinetron pada serial "Para Pencari Tuhan".
e-Learning FE-UB
e-Learning FE UB dibangun sebagai media pembelajaran jarak jauh yang berbasis web. Media ini online selama 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Dengan demikian, kapan pun dan dimana pun mahasiswa dapat mengaksesnya untuk memperoleh bahan kuliah, mengerjakan tugas, diskusi interaktif, mengerjakan soal ujian, serta aktivitas pembelajaran lainnya. [ris/nok]

PDIM-FE-UB Terakreditasi A oleh BAN-PT
17 Desember 2009
Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (PDIM-FE-UB) terakreditasi A. Hal ini dipertegas dengan Surat Keputusan Nomor: 009/BAN-PT/Ak-VIII/S3/XI/2009 tentang Status, Peringkat dan Hasil Akreditasi Program Doktor di Perguruan Tinggi tanggal 13 November 2009. Hasil akreditasi ini didasarkan pada visitasi yang dilakukan oleh tim akreditasi BAN-PT pada Oktober silam. Tim tersebut beranggotakan Marwan Asri, Prof., Dr., MBA (UGM), Miyasto, Prof., Dr., SU (Undip) dam Sucherly, Prof., Dr., SE., MS (Unpad). Adapun kriteria yang menjadi bahan penilaian diantaranya kualitas dosen, sistem belajar mengajar, masa studi mahasiswa, sarana dan prasarana penunjang serta kualitas alumni. Hasil akreditasi ini akan berlaku selama 5 (lima) tahun hingga 13 November 2014 mendatang.
Menanggapi perolehan akreditasi ini, Dekan FE-UB, Gugus Irianto, SE., MSA., PhD menyatakan gembira dan menjadikannya sebagai hadiah ulang tahun UB ke-48. Perolehan akreditasi ini diumumkan langsung oleh Dekan FE-UB saat menyampaikan sambutan dalam acara Jalan Sehat Dies Natalis, Minggu (13/12) silam. Meskipun begitu, Ketua PDIM-FE-UB, Prof. Dr. Ubud Salim, MA sesaat setelah visitasi waktu itu menyatakan akan terus menerus melakukan perbaikan demi terwujudnya keinginan PDIM-FE-UB untuk melenggang ke tingkat internasional. [ris/nok]

Serah Terima Jabatan Komandan Satmenwa UB
17 Desember 2009
Bertempat di gedung PPI, Kamis (17/12), Satuan Resimen Mahasiswa (Satmenwa) 803 Bhirawa Yudha Cendekia Universitas Brawijaya (UB) melangsungkan upacara serah terima jabatan komandan. Upacara yang dipimpin oleh Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ainurrasjid, MS ini dihadiri oleh pimpinan militer TNI/Polri, Muspida Malang Raya, Pembantu Dekan III dari seluruh fakultas serta segenap alumni Satmenwa 803. Dalam kesempatan tersebut, secara simbolik PR III melantik Yoke Erika Meilina (mahasiswa FPIK angkatan 2006) sebagai komandan dari pejabat sebelumnya, Mohammad Ali Mashar (mahasiswa Fakultas Pertanian angkatan 2004). Dalam mengemban tugas selama satu tahun kedepan, Yoke akan didampingi oleh wakil komandan, Budi Harahap (mahasiswa FP angkatan 2006). Menyampaikan amanatnya, PR III menyatakan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kaum intelektual dan agen perubahan di tengah masyarakat. "Untuk mencapai harapan tersebut diperlukan bekal latihan kepemimpinan disamping ilmu yang diperoleh dibangku kuliah", kata dia. Lebih lanjut PR III juga menyampaikan empat buah pesan kepada seluruh anggota Satmenwa UB diantaranya agar selalu menerapkan ilmu dan ketrampilan yang diperoleh disamping senantiasa menjaga kekompakan dan solidaritas.
Diwawancarai PRASETYA Online, Yoke menyatakan bahwa pada waktu mendatang pihaknya bertekad untuk melakukan pembenahan Satmenwa UB agar lebih mandiri dan memiliki nilai guna tinggi sesuai kode etiknya, Panca Dharma Satya Menwa Indonesia. Untuk itu, ia berupaya melanjutkan program rutin yang telah dilakukan Menwa selama ini yaitu pembinaan mental, fisik dan keahlian anggota disamping beberapa program unggulan. Program unggulan yang akan dilaksanakan menurutnya adalah Suspelatnas serta Pelatihan Selam Dasar untuk Umum. "Melalui pelatihan selam dasar ini, kami berupaya untuk membuka diri kepada masyarakat sehingga tidak terkesan eksklusif", ujarnya. Hal ini menurutnya untuk mengurangi kesan mahasiswa mengenai Satmenwa yang kental dengan militerisme. Kesan inilah yang kemudian mengimbas pada terus menurunnya jumlah anggota dari tahun ke tahun. "Meskipun begitu, anggota kami tahun ini meningkat menjadi 26 dibanding tahun sebelumnya yang hanya 10 saja. Tetapi jumlah itu pun nantinya akan teruji lagi dan biasanya akan menurun", pungkasnya. [nok]

Dari Seminar Sampoerna Corner Perpustakaan UB:
Perpustakaan Harus Menjadi Repositori Institusi Digital
15 Desember 2009
Perpustakaan Universitas Brawijaya (UB) bersinergi dengan Sampoerna untuk Indonesia dan Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI), Selasa (15/12), menyelenggarakan seminar bertajuk "Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akademik dalam Memperkaya Kekayaan Intelektual Lokal sebagai Akselerasi Menuju World Class University". Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan UB itu dihadiri oleh External Communication Sampoerna untuk Indonesia Fika Noor Rahma, Direktur YPPI Trini Haryanti dan puluhan peserta. Kegiatan selama satu hari itu dibuka oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito. Bertindak sebagai pemateri Guru Besar Universitas Indonesia Prof Dr Sulityo Basuki MA dan Dosen Fakultas Ilmu Administrasi UB Dr Moh. Al-Musadiq MBA.
Dalam sambutan pembukaannya Rektor menyampaikan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dan disimpan di perpustakaan sangatlah strategis. Perpustakaan merupakan jembatan media antara produsen iptek (dosen dan mahasiswa) dengan masyarakat ilmiah dan masyarakat umum. Saat ini UB telah membangun knowledge garden yang berfungsi untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan (hasil penelitian) ke masyarakat. Dan hasil riset yang dipublikasikan melalui perpustakaan ungkap Rektor, dapat bermanfaat bagi pengembangan iptek. Pada akhir sambutannya Rektor menyatakan agar pemerintah seharusnya memberikan kepercayaan penuh kepada perguruan tinggi untuk melakukan riset.
Sementara itu Fika Noor Rahma dari Sampoerna untuk Indonesia dalam pidatonya menyampaikan, sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara, PT HM Sampoerna meyakini bahwa dari komunitas akademiklah generasi muda penerus bangsa tumbuh dan berkembang. Karenanya, Sampoerna untuk Indonesia membangun fasilitas ruang baca dengan nama Sampoerna Corner di tujuh perguruan tinggi di Indonesia, dengan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan. Sehubungan dengan hal itu Sampoerna untuk Indonesia memberikan tambahan 500 judul buku, 588 judul e-book dan pelatihan pustakawan Sampoerna Corner bagi ketujuh Sampoerna Corner yang ada.
Perpustakaan sebagai Repositori Institusi Digital
Sulistyo Basuki sebagai pemateri pertama menuturkan, kekayaan lokal di tingkat perguruan tinggi (PT) berupa buku, karya akhir mahasiswa, artikel jurnal, laporan penelitian, makalah pertemuan ilmiah, berbagai literatur kelabu (disertasi, pidato pengukuhan guru besar), paten, dan materi pembelajaran elektronik. Kekayaan local itu umumnya disimpan di perpustakaan universitas. Kesulitan yang dihadapi perpustakaan PT menyangkut fungsi penyimpanan ialah penyimpanan karya tulis dosen. Pengalaman di lapangan menunjukkan, banyak dosen enggan menyerahkan karya tulisnya ke perpustakaan PT sehingga koleksi perpustakaan tidak selalu mencerminkan karya intelektual lokal sebuah universitas. Penyimpanan yang dilakukan perpustakaan bisa berupa format digital maupun hard copy.
Adanya tuntutan menjadi universitas kelas dunia, menuntut perpustakaan untuk menjadi repositori institusi digital yang memungkinkan semua kekayaan intelektual lokal dapat diakses oleh berbagai mesin pencari. Keteraihan kekayaan intelektual lokal oleh mesin pencari ungkap Basuki, akan meningkatkan kenampakan universitas di dunia serta dapat dijadikan sebagai salah satu indicator pemeringkatan perguruan tinggi sebagaimana yang dilakukan misalnya oleh Webometric. Namun demikian menurut Basuki, upaya penyimpanan serta akses terbuka memerlukan kerjasama dengan pemangku kepentingan seperti rektor, penyediaan anggaran, metadata, interketeroperasian, pemanenan serta kesiapan pustakawan.
UB Harus Inovatif untuk Menuju UKD
Sementara itu dalam materinya yang berjudul "Kesadaran masyarakat akademik dalam memperkaya kekayaan intelektual lokal sebagai akselerasi menuju Universitas Kelas Dunia (UKD)", Mochammad Al Musadieq dari UB menyatakan, sesuai visinya menjadi entrepreneurship university, UB harus berubah dari pola pikir what-is (apa yang ada) menjadi what-can-be (apa yang mungkin terjadi). Berubah dari pola pikir argumentatif menjadi pola pikir merancang. Untuk menjadi organisasi dengan visi masa dating, UB harus memiliki banyak perilaku misalnya, imajinatif (jangan dibatasi kenyataan tapi kemungkinan), spekulatif (berpikir berdasar asumsi dan intuisi), dan impulsive (ambil pada kesempatan pertama. Karenanya, Musadieq menyarankan agar kreatifitas setiap individu UB menjadi UB yang inovatif.[nun]

Kuliah Tamu Ethologi dan Zooteknik oleh Dekan FKH Unair
15 Desember 2009
Program  Kedokteran Hewan mengadakan kuliah tamu Ethologi dan Zooteknik, Senin (14/12). Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Prof. Hj. Romziah S.B., drh. Ph.D. menjadi narasumber dalam acara tersebut.
Perkuliahan dengan tema Animal Behavior ini menekankan aspek pola perilaku hewan kaitannya dalam peningkatan produktifitas dari hewan tersebut.
Menurut Prof. Romziah, Ethologi adalah seragkaian tingkah laku hewan baik secara individu maupun kelompok. Manusia harus mampu memahami karakter hewan yang muncul ketika terjadi perubahan dari lingkungan eksternal maupun internal, sebagai contoh hewan paling mudah mengingat sesuatu yang buruk yang terjadi pada dirinya. Peran seorang dokter hewan dalam hal ini harus mampu mendiagnosa ketidaknormalan pada hewan, mengetahui evaluasi mengenai produktifitas, sifat alamiah dari hewan sampai mengenali suara hewan yang sedang sakit dengan metode identifikasi.
Zooteknik menurutnya adalah sebuah metode identifikasi jenis hewan, berasal dari ras / golongan, dari mana berasal,  Prediction Of  Body WeightPrediction of Age baik secara tradisional maupun modern.
Selain Prof. Romziah, turut hadir dalam perkuliahan tamu tersebut dosen PKH dan praktisi dokter hewan drh.Pandu Tribakti, Dr. Agung Pramana W.M., S.Si, MS. [@nd/fjr]

YES UB Wakili Indonesia di NES
15 Desember 2009
Ahmad Rizal Jamhari, perwakilan dari Youth Entrepreneurial Society (YES) Universitas Brawijaya mewakili Indonesia dalam ASEANpreneur Youth Leader Exchange (AYLE) 2009, 7-13 Desember 2009. Acara yang digelar di Universitas Bina Nusantara (Binus) ini dihadiri oleh delegasi dari tiap-tiap negara ASEAN kecuali Laos yang tidak absen.
Rizal yang diwawancarai PRASETYA Online mengatakan acara yang diikutinya diisi dengan berbagai macam workshop dan seminar-seminar. Forum lebih banyak membahas tentang industry kreatif yang belum banyak digarap di Indonesia. Padahal di negara-negara maju, Industri kreatif sangat diminati bahkan mampu meningkatkan devisa negara. Industri kreatif seperti jesa media digital dan lain sebagainya mampu meningkatkan perekonomian suatu negara, misalnya di Malaysia dan Singapura.
Menurut Rizal, acara ini juga dimaksudkan sebagai ajang untuk memperkuat networking antar pemuda yang memiliki minat terhadap entrepreneurship di lingkup ASEAN. Dengan semakin eratnya jariangan, perkembangan dunia kewirausahaan terutama pada generasi muda akan lebih mudah dipantau.[fjr]

Perlu Perhatian Lebih untuk Sektor Perikanan dan Kelautan
14 Desember 2009
FPIK UB menggelar seminar nasional perikanan dan kelautan, Sabtu (12/12). Pangdam V Brawijaya dan Pangkoarmatim hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut.
Seminar bertema "Penguatan Sektor Perikanan dan Kelautan dalam Rangka Penguatan NKRI sebagai negara Maritim dan Kepulauan" ini dilaksanakan dalam rangka dies natalis FPIK UB yang ke 42. Dalam acara tersebut, rektor UB menyampaikan pandangannya bahwa penguatan sector perikanan dan kelautan di pesisir sebenarnya cukup menjanjikan. "Jika saja potensi pesisir dioptimalkan, maka Indonesia bisa meraup devisa yang lebih besar dari yang dihasilkan minyak bumi", tuturnya.
Sementara itu Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suwarno SIP MSc menyampaikan cara pandang masyarakat tentang kelautan sangat penting dalam upaya pemberdayaan potensi kelautan itu sendiri. "Kita harus memandang bahwa laut bukanlah sebagai pemisah, tapi sebagai penghubung", katanya. Menurutnya, cara pandang ini penting dalam upaya menyelamatkan potensi perikanan dan kelautan yang kemudian bisa dioptimalkan.
Senada dengan yang diungkapkan Pangdam, Pangkoarmatim Laksda TNI IGN Dadiek Surarto mengungkapkan bahwa negara-negara lain telah berupaya mengoptimalkan potensi kelautan baik dengan riset maupun elksplorasinya. "Mereka bahkan banyak yang melakukan penelitian tanpa ijin, pelanggaran tangkap ikan, atau pelanggaran terhadap pelestarian potensi laut. Karena mereka tahu bahwa potensi laut Indonesia sangat kaya", tuturnya. Ia menghimbau agar ke depan dunia pendidikan lebih memperhatikan lagi masalah perikanan dan kelautan ini terutama dalam hal riset. [fjr]

Dosen UB Presentasi dalam Ajang ASAIHL
13-15 Desember 2009
Dosen UB Dr Sri Endah Tabiati MEd turut serta dalam konferensi Association of Southeast Asian Institution of Higher Learning Indonesia (ASAIHL) pada 13-15 Desember 2009 di Batu. Kegiatan yang dibuka oleh Rektor Universitas Negeri Malang Dr Suparno itu dihadiri oleh puluhan peserta dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, Brunai Darussalam, Thailand, Laos, Vietnam, Indonesia, Republik Palau serta Korea Selatan sebagai tamu. Turut hadir dalam konferensi ini, Menteri Pendidikan Republik Palau Mr Masa-Aki N. Emesiochl sebagai pembicara kunci dan Ketua ASAIHL Indonesia yang juga Rektor Universitas Indonesia Dr der Soz Gumelar Sumantri.
Dalam konferensi Tabiati mempresentasikan makalah dengan judul Integrating Environmental Awareness in Teaching: A Recommendation for University Teaching Staff. Tabiati mempresentasikan makalahnya secara pararel bersama pemateri dari Universitas Sebelas Maret dengan judul The Problem of Implementing CSR in Indonesia, Universitas Gajah Mada dengan judul Social Capital and the Use of Traditional Birth Attendant: a Challenge in Public Health Strategy.
Materi Tabiati berbicara mengenai bagaimana lulusan perguruan tinggi sebagai penerus harus turut bertanggungjawab atas kondisi lingkungan. Masa dimana mereka tengah menuntut ilmu, menjadi saat yang tepat untuk mengarahkan mereka menjadi lebih sensitif dan peduli dalam menanggulangi kondisi lingkungan dunia yang memburuk. Dalam presentasinya, Tabiati mengajak para tenaga pengajar di perguruan tinggi untuk selalu memasukkan isu lingkungan di setiap materi pengajaran. Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh para dosen bahasa Inggris di 14 universitas di Indonesia yaitu membuat sebuah buku dengan judul English Via Environmental Education yang disetiap topik bahasannya selalu menekankan pada lingkungan dengan mengajak para mahasiswa untuk mengintegrasikan semua kemampuan mereka dalam penggunaan bahasa.[nun]

Jalan Sehat Dua Fakultas di UB
13 Desember 2009
Fakultas Ekonomi  (FE) dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB), Minggu (13/12) menyelenggarakan Jalan Sehat. Kegiatan itu merupakan bagian dari perayaan Dies Natalis FE UB ke 48 dan FPIK UB ke 27. Setelah dilakukan pemberangkatan di fakultas oleh masing-masing Dekan, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito memberangkatkan secara resmi gerak jalan dengan mengibarkan dua buah bendera di halaman Gedung Rektorat UB. Peserta yang turut ambil bagian dalam jalan sehat adalah sivitas akademika kedua fakultas beserta keluarga mereka dan para dekan serta pembantu dekan di lingkungan UB.
Rute yang dilalui FE meliputi lingkungan sekitar kampus dan jalan Veteran. Rute yang ditempuh FPIK pun tidak jauh berbeda yaitu hanya di lingkungan kampus saja. Beragam hiburan digelar dalam acara itu. Grup band Drive dari ibukota memeriahkan jalan sehat di FE sementara pertunjukan Reog Ponorogo digelar di FPIK. Selain hiburan, para peserta gerak jalan juga mendapatkan doorprize dengan beragam hadiah menarik.[nun]

Pengenalan Kesehatan Hewan Sejak Dini pada Siswa SD
21 Desember 2009
Memperingati Dies Natalies Universitas Brawijaya (UB) ke-47, Program Kedokteran Hewan (PKH) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat pada siswa Sekolah Dasar (SD) Dharmawanita UB. Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu (12/9) ini mengambil tema "Pengenalan Kesehatan Hewan Sejak Dini pada Siswa SD". Turut hadir dalam kesempatan tersebut, segenap dosen, mahasiswa dan pimpinan PKH-UB serta perwakilan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan se-Indonesia.
Malam harinya, berpusat di Gazebo, digelar Malam Inaugurasi PKH-UB, yang dibuka oleh Rektor, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito. Seluruh kegiatan ini merupakan bentuk peringatan "World Rabbies and Zoonosis Day 2009" yang tahun ini mengambil tema "Membangun Masa Depan Indonesia Bebas Rabies dan Penyakit Zoonosis".
Turut hadir dalam malam puncak acara ini, praktisi dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim II dan Ketua Umum Pengurus Besar PDHI Pusat Jakarta, drh. R.D. Wiwiek Bagja yang juga memberikan materi dan perkuliahan tamu ke-2 kepada Mahasiwa PKH-UB angkatan 2008-2009. [aul/and/nok]

Seminar Nasional Jatim Economic Outlook 2010
10 Desember 2009
Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE UB), Kamis (10/12), menyelenggarakan Seminar Nasional Jawa Timur Economic Outlook 2009 di salah satu hotel terkemuka di Kota Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis FE UB ke-48. Tema yang diangkat pada seminar sehari itu, Sewindu Otonomi dan Prospek Perekonomian Jawa Timur 2010, dengan menghadirkan pembicara Mirza Adityaswara (Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk dan Wakil Dirut PT Mandiri Sekuritas), Drs Muljanto MM (Dirut Bank jatim dan Ketua ISEI Cabang Surabaya), Candra Fajri Ananda PhD (UB) dan Dr Dwi Budi Santosa (UB). Seminar dibuka oleh Dekan FE UB Drs Gugus Irianto MSA Ak PhD dan dihadiri oleh ratusan peserta. Dalam sambutannya Gugus Irianto menyampaikan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal peran FE UB dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan perekonomian di Indonesia.
Krisis Global Akibat AS
Mirza Adityaswara dalam presentasinya yang berjudul Indonesia and Global Economic Update: Staging for the Exit Strategy mengungkapkan, krisis ekonomi global yang terjadi saat ini diawali di Amerika Serikat (AS) pada Juni-Juli 2007. Dampaknya kepada Indonesia baru terjadi pada kwartal ketiga dan keempat tahun 2008. Menurut alumnus Universitas Indonesia yang ahli dibidang moneter dan pasar modal itu,  krisis laju ekonomi AS menjadi sangat cepat bergulir terutama setelah Lehmans Brothers dibiarkan bangkrut oleh pemerintah AS. Hal ini mengakibatkan, bank-bank internasional yang memiliki exposure di Lehmans Brothers ikut bangkrut. Begitu pula pasar uang dunia dan memberikan imbas kepada bunga pinjaman di pasar uang dunia mencapai lima persen. Setelah itu AS memberikan likuiditas besar-besaran kepada perusahaan yang hampir bangkrut. Dari September 2008 sampai Maret 2009 Federal Reserve AS mengucurkan dana hingga 1,4 Trilyun USD atau 10% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) AS.
Pada April 2009 pasar uang dunia (perekonomian) mulai beranjak pulih hingga sekarang. Saat ini menurut Mirza, pasar sedang menunggu kapan likuiditas ditarik kembali oleh bank-bank itu. Mirza memprediksi pada semester kedua 2010, akan terjadi peningkatan suku bunga bilamana ada penarikan likuiditas. Mirza menambahkan, apabila kondisi perekonomian belum sehat maka sangat mungkin terjadi lagi kebangkrutan sebagaimana yang terjadi pada 2008.
Manfaatkan Momentum
Hal yang harus dilakukan Indonesia agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi tujuh persen sebagaimana yang diharapkan pemerintah adalah, menciptakan suasana politik yang kondunsif. Hal ini menurut Mirza sangat penting karena investor akan merasa aman dan nyaman menginvestasikan dana mereka di Indonesia bila situasi politik kondunsif dan perekonomian baik. Indonesia menurut Mirza, harus dapat memanfaatkan momentum selama enam bulan ini untuk meningkatkan perekonomian utamanya kecukupan akan pangan dan kecukupan akan listrik. Mirza sangat optimis bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh secara positif karena Gross Domestic Product (GDP) Indonesia meningkat dari 4 persen pada kwartal kedua 2009 menjadi 4,2 persen pada kwartal ketiga 2009. Selain itu, indikasi lain yang menyebabkan perekonomian Indonesia dapat tumbuh positif adalah Indonesia menjadi salah satu negara emerging market dari para investor. Saat ini para investor merasa aman menaruh dana mereka di sektor komoditas dengan resources yang berlimpah.
Perekonomian Jawa Timur
Senada dengan Mirza, Candra Fajri Ananda dari UB mengungkapkan, pada kwartal ketiga 2009, tren export Indonesia untuk barang komoditas menunjukkan nilai positif. Jawa Timur (Jatim) sebagai salah satu propinsi yang memberikan kontribusi cukup besar bagi perekonomian nasional (15 persen). Selain itu Jatim juga menjadi penyokong perekonmian Indonesia bagian Timur dan diperkirakan transaksi perdagangan Jatim dengan kota/kabupaten propinsi di luar Jawa mencapai 4 Trilyun Rupiah setiap bulannya.
Candra juga mengungkapkan, di Jatim meski perekonomian melambat sejak akhir 2008 hingga triwulan ketiga 2009, statistik kesempatan kerja menunjukkan kondisi yang relatif baik. Tingkat pengangguran terbuka menurut Candra, turun dari 6,42 persen pada 2002 menjadi 5,08 persen pada 2009. Sementara tingkat kemiskinan turun dari 20,3 persen pada 2002 menjadi 16,68 persen pada Maret 2009. Meskipun untuk menurunkan tingkat kemiskinan ini pemerintah propinsi Jatim menganggarkan APBD sedikitnya 1 Trilyun Rupiah untuk menurunkan 1 persen angka kemiskinan.
Inflasi
Candra selanjutnya memprediksi, ada kecenderungan inflasi di Jatim naik. Namun menurut dosen Fakultas Ekonomi alumnus Universitas Gottingen Jerman itu, naiknya inflasi di Jatim bukan disebabkan produksi yang menurun namun lebih disebabkan karena distribusi yang dikuasai oleh pelaku monopoli pasar. Sumber pertumbuhan ekonomi Jatim selama krisis ekonomi global menurut Candra, berasal dari sektor perdagangan (1,57 persen), industri pengolahan (1,35 persen) dan sektor pertanian (0,83 persen).
Sementara itu Dwi Budi Santosa dari FE UB memberikan prediksi, prospek pertumbuhan ekonomi Jatim maksimal akan berada pada rentang antara 4,5 persen sampai dengan 5,5 persen. Artinya, pengelolaan perekonomian Jatim pada 2010 memerlukan kehati-hatian yang cukup tinggi terutama dalam hal pengendalian inflasi.
Prospek Perekonomian Jatim Cerah
Ketua ISEI Jatim Muljanto yang juga hadir sebagai pemateri mengungkapkan, indikasi pemulihan perekonomian di Jatim telah terjadi pada triwulan kedua 2009. Namun hal itu menurutnya belum sepenuhnya berdampak pada pemulihan kinerja perbankan. Perlambatan pertumbuhan menurut pria yang juga Dirut Bank Jatim itu, masih terjadi pada tiga indikator utama yaitu total aset, penyerapan Dana Pihak Ketiga dan penyaluran kredit perbankan. Proses pemulihan ekonomi global yang saat ini sedang terjadi menurut Muljanto, membawa prospek yang cukup cerah bagi perbankan di Indonesia maupun Jatim pada 2010.[nun]

Dosen FISIP-UB Hadiri ICONSEA 2009 di Universiti of Malaya
10 Desember 2009
Dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP-UB), M.Faishal Aminuddin menghadiri "The 3rd International Conference of Southeast Asian Studies" (ICONSEA) 2009 dengan tema "Developing Southeast Asia: Challenges and Prospects in the New Millennium 2009". Acara ini diselenggarakan oleh Departement of Southeast Asia Studies, Universiti of Malaya dan bertempat di kampus Faculty of Arts and Social Sciences, Universiti of Malaya, Kuala Lumpur. Acara yang digelar pada 8-9 Desember 2009 tersebut diikuti oleh para ilmuwan dan mahasiswa yang meminati studi Asia Tenggara. Dalam konferensi ini, Faishal membawakan makalah yang berjudul "Political Awareness: Building New Perspective of Government Relation in Southeast Asia". Makalah ini membahas tentang usaha untuk membentuk kepedulian politik antar negara, baik melalui pendekatan formal dengan memanfaatkan ASEAN maupun menggunakan interferensi yang dilakukan oleh negara-negara yang mampu menunjukkan jalan demokratisasi yang baik. Beberapa strategi yang bisa dilakukan diantaranya membentuk jaringan kerja diantara pelaku informasi yang bertujuan untuk melakukan penyaringan terhadap infiltrasi atau tekanan yang berasal dari luar kawasan serta memfasilitasi prakarsa ekonomi dari semua aktor domestik di kawasan. Selain itu, strategi yang juga dapat dilakukan adalah merombak desain kelembagaan organisasi kerjasama regional baik ASEAN atau traktat/pakta yang dibuat oleh negara dalam lingkup kawasan ini agar lebih mewakili semangat altruisme yang lebih kuat. [mfa/nok]

Bermula dari Obrolan Jalanan
9 Desember 2009
Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya membuat peranti lunak tulisan Jawa. Membantu melestarikan budaya leluhur.
JOKO Pujiono, 43 tahun, begitu girang saat menuliskan namanya dalam sebuah komputer. Secepat kedipan mata, namanya yang ditulis dalam bahasa Latin itu berubah meliuk-liuk laiknya sebuah ukiran yang unik.
"Ooo, begitu ya namaku dalam tulisan Jawa," kata pegawai swasta ini saat berkunjung ke Festival Pemuda Berprestasi di Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2009 di aula Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, akhir November lalu.
Pengunjung lainnya pun tak mau ketinggalan mencoba menuliskan nama dalam bahasa Jawa dalam sebuah komputer jinjing yang khusus disediakan di sebuah stan. "Wow... ini toh huruf honocoroko itu," kata Gozali, mahasiswa pariwisata Universitas Sahid, Jakarta.
Menurut Gozali, sangat jarang ada pemuda yang mau menyumbangkan pemikirannya untuk melestarikan budaya bangsa.
Pemuda yang dimaksud Gozali adalah Muhlasin, 24 tahun. Siang itu dia terlihat sibuk melayani puluhan pertanyaan pengunjung stan. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer Universitas Brawijaya ini dengan sabar mengajarkan dan menerangkan perihal peranti lunak aksara Jawa yang dibawanya. Maklum, peranti lunak ciptaan Gozali masuk daftar 20 besar finalis Lomba Penelitian Remaja Tingkat Nasional yang digelar pekan lalu. "Teknologi ini bisa diterapkan untuk menarik minat dan melestarikan budaya bangsa," katanya.
Menurut Muhlasin, bangsa Indonesia telah mengenal aksara Jawa jauh sebelum tulisan Latin digunakan sebagai aksara resmi. "Penulisan karya-karya sastra terdahulu menggunakan aksara Jawa," katanya.
Aksara Jawa pun tidak terpisahkan dari budaya Jawa. Banyak manuskrip kuno, kitab babad, kitab tembang, buku ramuan jamu tradisional, dan prasasti tanda kebesaran suatu zaman kerajaan yang menggunakan aksara Jawa. Ironisnya, aksara Jawa seolah terpinggirkan. Apalagi bahasa Jawa bukanlah mata pelajaran yang menentukan lulus-tidaknya seorang siswa di sekolah. "Hanya pelengkap," katanya.
Memang aksara Jawa masih digunakan untuk menulis nama jalan atau kantor sebuah instansi. Bahkan pelajaran bahasa Jawa pun masih diajarkan di sekolah sebagai bagian tak terpisahkan dari pengenalan budaya Jawa. Artinya, kata dia, aksara itu tetap ada dalam kehidupan masyarakat, meski belum tentu banyak yang masih bisa membacanya. Karena itulah, kata dia, diperlukan teknologi untuk melestarikan peninggalan leluhur yang artistik ini.
Ide pembuatan peranti lunak aksara Jawa muncul secara tidak sengaja. Setahun yang lalu, trio mahasiswa semester akhir Universitas Brawijaya, Andi Kurnianto, 25 tahun, Khalim Mufid (23), dan Muhlasin (24), terlibat dalam percakapan hangat. Dalam perjalanan pulang ke rumah kos-kosan yang tak jauh dari kampus itu, Andi melontarkan ide membuat sebuah karya ilmiah.
Kebetulan ketiga mahasiswa ini memang tertarik pada bidang komputer. Mereka tergabung dalam sebuah organisasi ekstrakurikuler di kampus yang membidangi ilmu komputer. Kebetulan saat itu Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pendidikan Perguruan Tinggi sedang membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk melakukan penelitian. Dari obrolan jalanan itu, mereka lalu membuat sebuah peranti lunak.
Sedikitnya dibutuhkan waktu tiga bulan untuk studi pustaka. Tiga bulan berikutnya digunakan untuk proses pembuatan. Kemudian dibuatlah proposal yang mewakili almamater dengan perkiraan biaya sekitar Rp 5,6 juta untuk membeli peralatan penunjang berupa sebuah komputer meja dengan spesifikasi monitor, memori 256 MB, VGA 64 MB, hard disk 40 GB, printer, perlengkapan tulis, konsumsi, dan biaya tak terduga lainnya.
Membuat program aksara Jawa membutuhkan ketelitian. "Sulitnya adalah mensinkronkan model-model tulisan Jawa dengan Latin," kata Andi. Aplikasi yang digunakan untuk membuat aplikasi ini adalah Microsoft Visual Basic 6.0, aplikasi pemrograman visual yang bekerja dalam sistem Windows.
Aplikasi lainnya adalah Macromedia Flash, perangkat yang digunakan untuk pembuatan animasi. Kemampuannya dalam mengolah animasi yang fleksibel menjadikannya perangkat lunak pembuatan visual yang interaktif dalam peranti lunak aksara Jawa. Adapun program Font Creator digunakan untuk membuat model aksara Jawa.
Selanjutnya, ada tiga tahapan dalam merancang peranti lunak ini. Pertama, perancangan masukan dan keluaran (input dan output), yaitu memasukkan isi tulisan Latin dan aksara Jawa. Kedua, perancangan interface untuk membuat peranti lunak aksara Jawa; dan ketiga, perancangan kode program model untuk membuat perancangan tahap I dan II dapat bersinergi.
Akhirnya, sebuah peranti lunak dengan kapasitas 45 MB pun siap dipasang di komputer mana pun. Tampilan awal aplikasi ini memunculkan tulisan yang terbaca "Aksara Jawa" ditambah suara gending musik gamelan Jawa yang mengalun indah.
Aksara Jawa hanacaraka memiliki 20 huruf dasar, 20 huruf pasangan yang berfungsi menutup bunyi vokal, 8 huruf utama (aksara murda, ada yang tidak berpasangan), 8 pasangan huruf utama, 5 aksara swara (huruf vokal depan), 5 aksara rekan dan 5 pasangannya, beberapa sandhangan sebagai pengatur vokal, beberapa huruf khusus, beberapa tanda baca, serta beberapa tanda pengatur tata penulisan.
Semua terpajang di menu utama. Menu ini memungkinkan pengguna bisa memilih menu untuk menulis aksara Jawa, mulai menulis huruf, bilangan (angka), aksara murda, hingga aksara swara. Aksara murda dan swara adalah huruf khusus yang ada dalam huruf Jawa; untuk aksara murda hanya ada 8 buah, yaitu na, ka, ta, sa, pa, nya, ga, dan ba; sedangkan aksara swara ada lima, yaitu a, i, u, e, dan o. Selain itu, ada menu khusus berupa sandhangan. "Caranya mudah, tinggal ikuti aturan yang ada, pasti bisa," kata Muhlasin.
Menu lainnya adalah Quiz, Sinau, dan Menghafal. Misalnya saja dalam menu Sinau, aksara Jawa yang terletak di bagian bawah sebelah kanan yang dilambangkan dengan ikon menyerupai buku ini akan menampilkan aturan baku penulisan aksara Jawa. Adapun menu Quiz dengan tanda ikon acungan jempol digunakan untuk mengukur kemampuan pengguna peranti lunak dalam pemahaman bahasa Jawa.
Peranti lunak aksara Jawa telah melalui tahap evaluasi dan uji coba terhadap 60 siswa di dua sekolah menengah pertama di Malang. Hasilnya bisa dikatakan memuaskan. Dari angket yang diberikan kepada guru dan siswa, mayoritas pengajar dan murid menyatakan tidak menemui kesulitan mengoperasikan program tersebut. Namun peranti lunak ini belum bisa disebarkan secara massal ke khalayak karena terkendala izin dari rektorat dan dekanat. "Dari awal kami mewakili lembaga dan menunggu persetujuan mereka," katanya.
Muhlasin berjanji, aplikasi buatannya ini akan secepatnya bisa dinikmati setiap orang. "Tujuan awal kami, software ini memang ikhlas digunakan gratis untuk orang banyak," katanya.
Keputusan itu dipuji Diana Anwar, anggota panitia Festival Pemuda Berprestasi di Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2009. Diana mengatakan seorang inovator seharusnya memang bukan sekadar mengembangkan penelitian untuk pencapaian ilmiah, "Tapi juga untuk kemaslahatan umat." Dia melanjutkan, "Mereka diharapkan menjadi inspirasi dan teladan bagi pemuda lain." (Rudy Prasetyo MBM Tempo)

Foto Muhlasin oleh MBM TEMPO
berita juga dapat dilihat di sini

Penawaran Beasiswa di NCU Taiwan
4-9 Desember 2009
National Central University (NCU) Taiwan memberikan kesempatan kepada mereka yang berminat untuk mendapatkan beasiswa kuliah di NCU. Para calon penerima beasiswa melakukan pendaftaran pada 4 s/d 9 Desember 2009, melakukan test TOEFL pada 8 Desember 2009 dan melakukan seleksi pada 10 Desember 2009. Syarat yang harus dipenuhi calon pendaftar meliputi mengisi interview information form (disediakan di tempat pendaftaran), menyerahkan CV, fotokopi transkip atau KHS dan Ijasah, rencana studi dan proposal penelitian, dua buah surat rekomendasi, sertifikat TOEFL, serta publikasi akademik (kalau ada).
Berbagai bidang ilmu yang ditawarkan meliputi bidang science (Physic, Mathematics, chemistry, Life Sciences, Optics & Photonics,  Biophysics, Astronomy, System Biology & Bioinformatics), engineering (Chemicals & Materials Engineering, Mechanical Engineering, Biomedical Engineering, Civil Engineering, Environmental Engineering, Construction Engineering & Management, Material Science & Engineering, dan International Master), manajemen (Business Administration, Information Management, Finance, Accounting, Human Resources Management, Industrial Management dan Industrial Economics), Earth Sciences (Hydrological and Oceanic Sciences, Geophysics, Atmospheric Physics, Space Science, dan Applied Geology), bidang Electrical Engineering & Computer Sciences (Computer Sciences & Information Engineering, Electrical Engineering, Communication Engineering, dan Network Learning Technology), bidang Liberal Arts (Chinese Literature, English, French Language &  Literature, History, Phylosophy, Art Studies, Learning & Instruction) serta bidang Hakka Studies (Hakka Social and Cultural Studies, Hakka Political Economy, Hakka Language and Literature, dan Law and Government].[nun]

Penerimaan Mahasiswa Program Double Degree
9 Desember 2009
Bertempat di gedung Rektorat lantai delapan, Rabu (9/12), Program Double Degree Universitas Brawijaya (UB) melangsungkan penerimaan mahasiswa baru. Sebanyak 76 mahasiswa baru dinyatakan diterima di berbagai program studi pada tahun akademik 2009/2010 ini. Dalam laporannya, Prof. Lilik Sulistyowati menyebutkan bahwa dari 76 mahasiswa tersebut, 32 diantaranya mendapat  beasiswa unggulan Dikti, 18 mahasiswa dengan beasiswa BAPPENAS, 23 orang dosen serta 3 mahasiswa dengan biaya sendiri. Mereka tersebar di berbagai program studi sebagai berikut: Bioteknologi Perikanan dan Ilmu Kelautan (6), Bioteknologi Tanaman (4), Bioteknologi Agroindustri (6), Teknik Elektro (5), Teknik Sipil (4), Manajemen (4), Fisika (3), Kimia Terapan (3), Biologi (3), Peternakan (3), Biomedik (8), Ekonomi Pertanian (5) dan Administrasi Publik (22). Menyampaikan sambutannya, Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menyatakan bahwa mereka yang memilih untuk melanjutkan studi pasca sarjana telah memutuskan dirinya untuk menekuni bidang akademis dan penelitian. Untuk itu, Rektor UB menghimbau agar mereka lebih selektif dalam memilih bidang kerja nantinya jika mereka telah berhasil menamatkan studinya. [nok]

Dosen FIA UB Ikuti ANZAM Doctoral Workshop 2009 di Melbourne, Australia
8 Desember 2009
Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya  Andriani Kusumawati, S.Sos, M.Si selama dua hari (30 November - 1 Desember) mengikuti ANZAM (Australian and New Zealand Academy of Management) Doctoral Workshop yang diselenggarakan di Victoria University, Melbourne, Australia. ANZAM adalah badan profesional terutama untuk para pakar manajemen, pengajar, peneliti dan praktisi di Australia dan Selandia Baru, dengan sekitar 600 anggota individual dan 50 anggota kelembagaan (mewakili sebagian besar universitas di Australia dan Selandia Baru) dan juga anggota dari negara-negara lain. Kegiatan ANZAM kali ini yang bertajuk "Sustainable Management and Marketing", memberikan kesempatan bagi anggota untuk berbagi wawasan penelitian dan pengajaran, membangun jaringan, berkolaborasi dan belajar dari para stakeholder dan mitra aliansi di seluruh dunia. Sebagai salah satu anggota ANZAM, Andriani berkesempatan untuk mempresentasikan penelitiannya yang berjudul, "Student Perceptions of Choice Criteria in the Selection of an Indonesian Public University". Dalam penelitiannya, Andriani yang saat ini sedang menempuh studi S3 program DBA (Doctor of Business Administration) di Sydney Business School, University of Wollongong, Australia, mengupas tentang perlunya sebuah lembaga pendidikan tinggi memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan agar tetap kompetitif dan bertahan di kalangan penyelenggara pendidikan tinggi. Mengangkat isu tentang otonomi perguruan tinggi negeri, penelitian yang dipaparkan kali ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan mahasiswa dalam memilih sebuah universitas negeri di Indonesia. Diharapkan dengan kajian ini akan membantu universitas-universitas negeri di Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan mereka mengenai strategi perekrutan mahasiswa. Turut serta dalam presentasi penelitian ANZAM kali ini adalah beberapa peneliti bidang Managemen dan Marketing dari seluruh dunia terutama Australia dan Selandia Baru.[ak/fjr]

Mahasiswa UB Ikuti NLDS AIESEC di Singapura
8 Desember 2009
Sebanyak tujuh orang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) akan mengikuti National Leadership Development Seminar (NLDS) di Singapura. Kegiatan yang merupakan agenda rutin AIESEC Singapura ini akan diselenggarakan pada 12-16 Desember 2009 mendatang di tiga tempat yaitu kampus Singapore Management University (SMU), Nanyang Technological University (NTU) dan Gold Kist Resort Beach. Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Olivia Martina Herawati (Pendidikan Profesi Akuntansi 2009), Jeane Angelie Triajayanti (Manajemen 2006), Nila Fitri Wulandari (Akuntansi 2006), Suta Wijaya (Bahasa dan Sastra Perancis 2008), Handhayu Kusumowinahyu  (Akuntansi Internasional 2008), Andy Chandra P (Akuntansi 2007) dan Majid Abdillah (Akuntansi Internasional 2007). Mereka akan mengikuti berbagai acara yang terkemas dalam NLDS tersebut, yang meliputi stakeholders lunch, global village serta seminar. Terdapat lima isu utama yang dibahas dalam exchange programme kali ini yaitu HIV/AIDS, Manajemen UKM, pariwisata, lingkungan dan kepemimpinan. Sekitar 250 peserta dari 21 negara di seluruh dunia diperkirakan akan hadir dalam acara ini dimana Indonesia mengirimkan 15 delegasi dari LC UB, LC Bandung dan Universitas Andalas Padang. Kepada PRASETYA Online, ketujuh perwakilan UB menyatakan misi dan ketertarikannya masing-masing dalam keikutsertaannya di exchange programme. Nila Fitri Wulandari misalnya, menyatakan tertarik untuk bergabung dalam project kewirausahaan dan HIV/AIDS. "Saya ingin mempelajari konsep manajemen UKM di Singapura untuk diterapkan di Indonesia", ujarnya. Selain itu, selaku Vice President of Financial Affairs, dirinya juga tertarik untuk mempelajari manajemen keuangan AIESEC Singapura untuk diterapkan di LC UB. Mahasiswa lainnya, Olivia Martina menyatakan ketertarikannya untuk mengeksplorasi lebih jauh mengenai lingkungan. Sementara Majid dan Jeane menyatakan ketertarikannya pada isu pariwisata. Meskipun begitu, ketujuh delegasi ini sepakat untuk mengikuti training kepemimpinan yang diadakan panitia.
Pengalaman yang mereka dapatkan dari Singapura nantinya menurut rencana akan diaplikasikan langsung dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh AIESEC LC UB. Beberapa agenda yang terselenggara dalam waktu dekat adalah pertukaran dengan project HIV (Januari 2010) dan project pariwisata (Maret 2010). [nok]

Workshop Konservasi Energi di UB
8 Desember 2009
Konsumsi energi listrik Universitas Brawijaya (UB) dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini ditunjukkan dari meningkatnya tagihan rekening listrik yang mencapai milyaran rupiah per tahun. Ini sebuah angka pengeluaran besar yang dapat disebabkan oleh pemanfaatan energi listrik dan penggunaan peralatan listrik yang tidak efisien. Oleh karena itu UB perlu melakukan tindakan yang mengarah pada pemakaian energi listrik yang lebih efisien, yang disebut dengan konservasi energi listrik di UB. Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) UB menyelenggarakan workshop Inventory System Management (ISM): Development of University's Electrical Emergency and Improving Energy Consumption Efficiency System.
Hadir sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. Mochamad Rameli, dosen Teknik Elektro (TE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) yang dalam hal ini juga bertindak sebagai konsultan. Membuka acara ini, Pembantu Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan, Warkum Sumitro, SH, MH menyatakan bahwa dengan status UB yang nantinya akan menjadi BHMN maka rekening listrik yang mencapai milyaran rupiah akan ditanggung oleh UB sendiri. Untuk itu, menurut PR II perlu dikaji kondisi sistem penerangan, emergensi listrik dan prosedur dalam pemanfaatan energi listrik di UB untuk kemudian dibuat laporan tentang sistem emergensi listrik dan prosedur pemakaian listrik yang baru di UB. Melalui hal ini ia berharap dapat membentuk budaya hemat energi bagi seluruh sivitas akademika disamping penghematan biaya dari hasil efisiensi.
Kepada seluruh peserta, Rameli memaparkan berbagai perilaku konsumsi listrik yang menurutnya dapat mempengaruhi pola operasi pembangkit listrik dan berdampak pada biaya produksi. Untuk mengurangi biaya beban ia menyarankan agar mengurangi daya tersambung dengan cara program penghematan pemakaian listrik, pemangkasan beban puncak dan program penggeseran beban dari WBP ke LWBP. Dalam hal emergensi listrik, ia memaparkan beberapa prosedur yang dapat dijalankan yaitu koordinasi gangguan, identifikasi beban prioritas, pelepasan semua beban non prioritas dari sumber, mengoperasikan genset, penyambungan beban prioritas dan koordinasi perbaikan/menghilangkan gangguan dan pemulihan sistem.
Diakhir paparannya Rameli menyatakan bahwa partisipasi UB dalam kegiatan konservasi merupakan langkah tepat dan strategis karena telah ikut mensukseskan program DSM (Demand Site Management) dari pemerintah. Disamping itu juga telah melaksanakan UU RI Nomor 30 tahun 2007 tentang energi serta Peraturan Presiden RI Nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. [nok]

FK UB Dipercaya Menjadi Pusat Pendidikan Dokter Spesialis Saraf
8 Desember 2009
FK UB dipercaya oleh PP Perdossi (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia) sebagai salah satu pusat pendidikan dokter spesialis saraf. Dengan demikian, FKUB akan diperbolehkan mengembangkan penelitian dan pengobatan dengan stem cell dalam kaitannya dengan gangguan system saraf seperti Parkinson, stroke, cerebral palsy, dan lain-lain.
Selain FKUB yang akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan stemcell tersebut adalah FKUI,FK Unhas, FK Unsrat dan FK Unpad. Direncanakan oleh PP Perdossi kerjasama akan dilaksanakan dengan Stempeutic laboratoriumoratorium dari manipal foundation di malaysia. Manipal foundation adalah suatu badan yang mempunyai divisi pendidikan, penelitian dan pengembangan terapi. Salah satu dari sub badan tersebut adalah stempeutic yang laboratoriumoratorium pusatnya berada di malaysia.Saat ini mereka sedang mengembangkan penggunaan stem cell untuk penanganan pasien stroke.
Seperti yag kita ketahui bersama stroke merupakan penyebab kematian nomer 3 di dunia dan penyebab kecacatan no 1 di dunia yang angka kejadiaanya diprediksi akan semakin meningkat sehingga diperlukan suatu usaha yang komprehensif dalam penaganan penyakit ini.
Salah satu dasar pemilihan FKUB oleh PP Perdossi dikarenakan FKUB karena sudah memiliki Stroke unit yang tugasnya tidak hanya melayani pasien stroke tetapi juga mempunyai peran melakukan pengembangan dan penelitian mengenai stroke, dan FKUB sudah memiliki laboratoriumoratorium biomedik yang juga sudah mulai mengembangkan penelitian mengenai stem cell. Untuk itu pada tanggal 2 dan 3 Desember 2009, tim PP Perdossi yang langsung dipimpin oleh Ketua PP Perdossi Prof Dr dr Yusuf Misbach SpS(K) dan sekjen PP Perdossi dr Lyna Soertidewi,Mepid,SpS(K) dan anggota tim dr Amanda,SpS(FKUI),dr Yetti,SpS(K) (FKUI),dr Thamrin,SpS(K) (FK Unpad),dr Eko Arisetijono,SpS(FKUB),dr Ashari Bahar,SpS (FK Unhas) dan dr Herlyani Khosama,SpS (FK UNSRAT) mengunjungi laboratoriumoratorium pusat stempeutic laboratoriumaoratorium di Kuala Lumpur Malaysia, untuk melihat dan mempelajari fasilitas laboratorium yang ada dan membicarakan secara mendalam kemungkinan kerjasama dalam pengembangan stem cell di beberapa universitas pusat pendidikan dokter spesialis saraf di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut disepakati akan menindaklanjuti secara serius kerjasama dengan Universitas dan RS Pendidikan yang sudah direkomendasikan oleh PP Perdossi. Untuk itu diharapkan beberapa pusat pendidikan dokter spesialis saraf di indonesia segera berkoordinasi dengan pimpinan fakultas dan pimpinan universitas,mengenai kerjasama ini. Direncanakan akan ada kunjungan balasan dari pihak Manipal pada bulan januari untuk membicarakan secara lebih seksama bentuk kerjasama tersebut dan diharapkan kerjasama sudah bisa terealisasi dalm waktu yang tidak terlalu lama.[aes/fjr]

Konferensi Internasional INASYSCON Digelar di UB
7 Desember 2009
Fakultas Ilmu Budaya UB menyelenggarakan Konferensi Indonesian Systemics Society Conference (INASYSCON) International 2009, 5-7 Desember 2009. Ajang yang digelar di Guest House UB ini menghadirkan narasumber-narasumber internasional seperti dari Hong Kong dan Australia.
Tahun ini, konferensi mengambil tema "The Language of Space, Light and Shadow; Language and Architecture Systemically Entwined".  Melalui konferensi ini diharapkan dapat dikaji tentang perspektif sistemik manusia tentang bahasa dan arsitektur, serta memahami bagaimana realisasi makna atau nilainya. Di samping itu, konferensi ini juga bertujuan untuk membentuk suatu wadah/asosiasi internasional yang dapat menampung pandangan sistemik kebahasaan murni dan terapan di Indonesia.
Dalam waktu tiga hari, narasumber-narasumber tersebut akan menyampaikan ceramahnya di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, guru, dan praktisi ilmu bahasa. Sebagai contoh, Prof.M.A.K. Halliday dari Hong Kong akan menyampaikan materi berjudul "Mountains of the Word: Construing the Architecture of Nature into Meaning"; Prof.Ruqaiya Hasan dari Macquarie University Australia menyampaikan ceramah berjudul "Reflections on Space: Homonymy, Homophony, Metaphor, or…?"; Prof.Christian Matthiessen dari The Hong Kong Polytechnic menyampaikan materi "The Consrual of Our Experience of Space in Language and Other Semiotic Systems";  Prof.David G. Butt dari Macquarie University Australia menyajikan presentasi "Architecture, Light, and Space in Medical Contexts: from Linguistic Analogy to Realizational System"; Prof.Francien Herlen Tomasowa dari UB menyampaikan "Systemic Functional Meaning of EFL: Indonesian Landscape Architectural Context"; Prof.I Gusti Made Sutjaja dari Universitas Udayana dengan materinya "Systemics & Developing Lexical Corpus in Architecture"; dan Prof. Rochayah Machali, Ph.D. dari University of New South Wales Australia dengan ceramah "Text and Context in Translation".
Ke depan, pasca kegiatan ini akan diupayakan forum lanjutan yakni dialog dengan berbagai ilmu selain arsitektur. INASYSCON juga akan menjadi konferensi tahunan yang diharapkan dapat meningkatkan kajian bahasa baik nusantara maupun asing oleh dosendan mahasiswa secara murni ataupun terapan. Direncanakan, akan didirikan Ikatan Systemics Cabang Indonesia di Program Bastra UB yang mewadahi diskusi untuk mengkaji bahasa secara komprehensif dalam kaitannya dengan pemaknaan.[fjr]

Kunjungan Irjen Dikti ke UB
7 Desember 2009
Inspektorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Irjen Dikti Depdiknas) menugaskan tim auditornya untuk melaksanakan audit komprehesif di lingkungan Universitas Brawijaya (UB). Penugasan ini merupakan salah satu implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 65 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Jenderal Depdiknas. Mereka adalah Jauhari Sembiring, SH, MSi (penanggung jawab); Drs. Rudyanto; Achmad Dimyati, SH, MH; Drs. Erna Tyas Dwi Prasetyo; Eryanto Faisal; Sri Rejeki, S.Sos; Dr. Indra Jaya; Barorof, S.IP; Mardi, S.IP; Rini Astuti; Ir. Haroid Parningotan; Harsono, MSi; Putu lestari, SE; dan Fachri Nukman, SE.
Setelah menjalankan tugasnya di seluruh unit kerja dan fakultas di UB selama dua minggu, tim auditor ini pun berhasil mendapatkan temuan positif dan negative. Dua temuan positif yang dikemukakan pada Jum'at (6/3) dihadapan Rektor UB dan segenap pimpinan fakultas adalah peringkat enam ditingkat nasional dan 500 ++ versi THES. Sementara itu, temuan negatif yang berhasil ditemukan berjumlah 33 yang meliputi aspek tupoksi (16), aspek kepegawaian (2) serta aspek keuangan dan perlengkapan (17). Beberapa temuan negatif tersebut diantaranya adalah terdapat 145 dosen dengan pangkat diatas asisten ahli yang belum disertifikasi disamping masih adanya kegiatan kemahasiswaan di FMIPA dan FTP yang belum mengirimkan laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan. [nok]

Mahasiswa FP-UB Raih Prestasi dalam PILMITANAS
7 Desember 2009
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) turut ambil bagian dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Ilmu Tanah Nasional (PILMITANAS) 2009 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (FP-UGM) akhir November silam. Kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia tersebut mengambil tema "Optimalisasi Penggunaan Lahan yang Berbasis Kearifan Lokal dan Kelestarian Lingkungan". Berbagai macam event terangkum dalam kegiatan yang dilangsungkan mulai Jum'at-Rabu (13-18/12) ini yaitu seminar nasional, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), poster exhibition, theory capability dan soil judging contest. Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (HMIT) FP-UB sendiri turut serta pada semua ajang yang diperlombakan tersebut.  Mereka yang dikirim pada LKTI adalah Maharani Subandryo (Agroekoteknologi angkatan 2008), Ravi Bakhtiar (Ilmu tanah angkatan 2006) dan Cokorda Javandira (Agroekoteknologi angkatan 2008) sedangkan delegasi pada Soil Judging Contest adalah Estiyanto Sri Nugroho (Ilmu Tanah angkatan 2006) dan Septian Kartika Dewi (Ilmu Tanah angkatan 2007). Dalam event tersebut keduanya meraih juara III dan berhak atas tropi serta piagam. Tampil sebagai juara I dan II untuk LKTI adalah Universitas Padjadjaran dan Universitas Sebelas Maret Surakarta sementara untuk soil judging contest adalah Universitas Padjadjaran dan IPB.
Adapun delegasi pada poster exhibition dengan judul "Optimalisasi Lahan Miring di Pujon, Malang" berhasil meraih peringkat ke delapan sementara delegasi theory capability meraih peringkat ke Sembilan.
Soil Judging
Dijelaskan Estiyanto, Soil Judging Contest merupakan sebuah kompetisi untuk mengklasifikasi dan mendeskripsikan tanah. Dengan waktu 20 menit yang diberikan panitia, peserta diharuskan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kondisi tanah di Kalitirto Kabupaten Sleman Propinsi DIY. Beberapa informasi yang menjadi parameter diantaranya adalah warna, konsistensi, tekstur, pH, kandungan bahan organik dan jumlah lapisan atau horison. Kepada PRASETYA Online, ia menjelaskan bahwa tanah yang diamatinya dikawasan vulkanik tersebut berjenis inceptisol dengan beberapa karakteristik khusus. Diantaranya tekstur berpasir sampai dengan halus serta kondisi struktur dan horizon yang masih dalam taraf pengembangan. Untuk mengamati kondisi ini, Estiyanto bercerita bahwa dirinya harus masuk ke dalam liang yang sudah disediakan panitia sedalam 171 cm. "Ini merupakan salah satu kesulitan yang saya alami karena tinggi tubuh saya hanya 168 cm, sehingga lebih rendah dari liang yang ada. Sementara saya harus mengamati tiap detail untuk mengambil sampel", ujarnya. Kesulitan lain yang ia alami adalah pihak panitia menggunakan dua sistem standar klasifikasi yaitu Pusat Penelitian Tanah (PPT) Bogor dan United State Department of Agriculture (USDA) sementara pengetahuan dari kuliah yang selama ini ia dapat hanya dari USDA. "Selama ini kami mendapatkan pengetahuan sistem klasifikasi tanah dari mata kuliah taksonomi tanah. Kuliah tersebut memakai sistem USDA. Dengan pengalaman ini kami menyarankan agar mata kuliah taksonomi tanah diadakan kembali. Ataupun kalau tidak, bisa dimasukkan dalam kegiatan di lapangan", ujarnya.
Karya Tulis Simple Drip Irrigation
Dalam ajang karya tulis ilmiah, delegasi yang dikirimkan HMIT mengangkat judul "Masukan Teknologi Simple Drip Irrigation dengan Kombinadi Bahan Organik sebagai Usaha Reklamasi Lahan Bekas Galian Batu Bata (Studi Kasus di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur". Karya tulis ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan observasi lapang dengan waktu penyusunan selama dua minggu. Ravi Bakhtiar menjelaskan, dari pengamatan yang ia lakukan diketahui bahwa lahan bekas galian batu bata di Desa Sraturejo menjadi rusak terutama pada kedalaman 10 cm. "Lahan ini menjadi rusak padahal tanahnya subur terutama pada musim penghujan. Tetapi pada musim kemarau tanah menjadi pecah-pecah karena itu petani setempat tidak bisa memanfaatkan", terangnya. Bersama dua orang rekannya, Ravi kemudian menawarkan solusi berupa aplikasi teknologi simple drip irrigation dengan kombinasi bahan organik. Adapun bahan organik yang ia pakai adalah seresah sisa-sisa panen serta kotoran ternak. Dengan obyek pengamatan tanaman jagung, ia pun memasang pipa sebagai lubang rembesan air di dekat akar. "Di wilayah tersebut sumber air lumayan jauh dan sangat sulit", tambahnya. Dari pengamatan tersebut, ia menyimpulkan bahwa teknologi ini mampu menjadi solusi dalam efektivitas dan efisiensi penyediaan air. Selain itu, Drip irrigation juga bisa menyediakan sumber air untuk memaksimalkan bahan organik guna meningkatkan produktivitas lahan marginal bekas galian batu bata.  [nok]

Dosen UB Narasumber Seminar Komisi Yudisial
7 Desember 2009
Dosen Fakultas Hukum UB, Imam Koeswahyono, SH akan menjadi salah satu narasumber Lokakarya Nasional Komisi Yudisial, 9-10 Desember 2009 di Hotel Equator Surabaya. Seminar tersebut mengambil tema "Membangun Komitemen Bersama dalam Rangka Mewujudkan Keadilan Sosial dalam Penyelesaian Sengketa Agraria di Badan Peradilan".
Imam yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pusat Pengembangan Hukum Agraria FH UB.
Rencananya, peserta seminar terdiri dari  45 orang hakim pengadilan negeri, pengadilan tinggi serta pengadilan tata usaha negara. Disamping itu mantan guru besar hukum agraria Unibraw, Prof.Dr.Achmad Sodiki,SH. mewakili Mahkamah Konstitusi juga menjadi pembicara disamping Prof Dr.Maria SW Sumardjono,SH.MCL.MPA, Prof Dr.Nuhassan Ismail,SH.MSi dari UGM serta wakil dari Badan Pertanahan Nasional (BPN),Departemen Pertahanan, Departemen Pertanian serta Mahkamah Agung. [fjr]

Dosen FPIK UB Presentasi di Open Science Meeting 2009 Belanda
7 Desember 2009
Permasalahan sumberdaya air serta pengelolaannya termasuk beberapa riset di wilayah pesisir dan laut menjadi isu penting yang dibicarakan dalam Master Class Water Research and Management di University of Twente, Belanda, yang merupakan satu bagian dari rangkaian acara Open Science Meeting 2009 di Belanda. Bertempat di The Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW), the Netherlands,  The Joint Working Committee for Scientific Cooperation (JWC) Indonesia-Belanda diselenggarakan sebuah kegiatan ilmiah sebagai forum bilateral ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tujuan utama untuk mengembangkan serta memperkuat kerjasama Ilmu pengetahuan dan teknologi antara Indonesia-Belanda, baik dari segi sumberdaya manusia maupun kapasitas organisasi.
Kegiatan bertajuk Open Science Meeting (OSM) 2009 ke-5 dengan tema "Ilmu Pengetahuan, Inovasi, Dan Valorisasi;  Menjembatani Celah Antara Ilmu Pengetahuan, Pasar Dan Masyarakat" ini merupakan kegiatan 2 tahunan yang tahun ini di selenggarakan di beberapa kota di Negara Belanda selama kurang lebih 10 hari, yakni Amsterdam, Den Haag, Nijmegen, Rotterdam, Wageningen dan Enschede.
Dengan mengangkat tema "Fishing Ground Mapping And Local Migration Of Pelagic Fish At South Waters Of East Java", Abu Bakar Sambah, Dosen pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB termasuk satu dari 20 peneliti yang memperoleh international travel grant dari KNAW untuk menghadiri kegiatan ini sekaligus sebagai penyaji di sesi laptop presentation hari pertama di KNAW Amsterdam. Selain beberapa peneliti dari Belanda dan Indonesia, perwakilan LIPI, RISTEK serta AIPI sebagai peserta, kegiatan di Amsterdam ini juga dihadiri oleh beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan pendidikannya di Negara Belanda, termasuk M. Arif Zainul Fuad (mahasiswa master di ITC, Enschede) yang juga merupakan salah satu staf pengajar pada FPIK UB.
Pertemuan ilmiah yang digelar sejak tanggal 10 hingga 20 Nopember 2009 ini terdiri dari beberapa kegiatan ilmiah yaitu:  Seminar Performing Research di KNAW (Amsterdam) tentang desain riset, science funding, publishing, tanggung jawab ilmuwan dan kegiatan penelitian di Indonesia; Seminar Valorisation of Knowledge di SenterNovem (Den Haag) tentang pengetahuan Valorisasi dan transfer pengetahuan dari ilmu pengetahuan ke bisnis dan industri; Matchmaking Event Bio-based Economy di SenterNovem (Den Haag), sesi yang mempertemukan  para praktisi bisnis dan industri di Belanda dengan para ilmuan baik dari Belanda maupun Indonesia; serta  Master Classes yang diselenggarakan di 5 universitas terkemuka di Belanda (Radboud University Nijmegen Medical Centre , Leiden University Medical Center,  Erasmus University Medical Center Rotterdam,  Wageningen University and Research Centre dan  University of Twente).
Sebagai kegiatan terakhir dari rangkaian Open Science Meeting 2009 ini, bertempat di lingkungan kampus University of Twente, ITC (International Institute for Geo-Information and Earth Science) dan KennisPark Twente, beberapa ilmuwan Indonesia, yang berkecimpung dengan isu-isu yang terkait dengan pengelolaan serta pemberdayaan air bertukar informasi serta mendapatkan pengalaman ilmiah baru dari pakar-pakar bidang sumberdaya air yang ada di wilayah Twente, termasuk  informasi mengenai bagaimana entrepreneurship di bidang teknologi di Twente dan bagaimana universitas tersebut mengembangkan diri menjadi sebuah enterpreneurial university.
Dengan sambutan hangat dari Persatuan Pelajar Indonesia di Enschede (PPI Enschede), Kegiatan ditutup dengan makan malam bersama para mahasiswa Indonesia yang berada di Enschede dengan harapan dapat menjadi jembatan serta penyambung tali silaturahmi antara University of Twente dengan berbagai pihak di Indonesia. [abs/fjr]

Wisuda Periode II Tahun Akademik 2009/2010
5 Desember 2009
Rektor Universitas Brawijaya (UB) Sabtu (5/12) melepas 1085 wisudawan UB dari program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana. Wisuda periode II tahun akademik 2009/2010 itu berlangsung di Gedung Samantha Krida UB. Para wisudawan terdiri dari Fakultas Hukum 160 orang, Fakultas Ekonomi 131 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 182 orang, Fakultas Pertanian 119 orang, Fakultas Peternakan 42 orang, Fakultas Teknik 111 orang, Fakultas Kedokteran 44 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 44 orang, Fakultas MIPA 126 orang, Fakultas Teknologi Pertanian 47 orang, Fakultas Ilmu Sosial 18 orang dan Fakultas Ilmu Budaya 64 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 221 orang lulusan program diploma, 682 orang merupakan lulusan program sarjana, dan 182 lulusan program pascasarjana.
Pada kesempatan itu rektor juga memberikan ucapan selamat kepada wisudawan dengan predikat terbaik. Berikut adalah para wisudawan dengan predikat terbaik: 1) Program Diploma: Candy AMd (PS Bahasa Jepang, IPK 3.93), Debby Firmanti AMd (PS Akuntansi, IPK 3.74), Annik Nurhayati AMd (PS Kesekretariatan, IPK 3.85), Lu'Lu'Ul Siya Solikha AP (PS Hortikultura, IPK 3.90), Dyah Tri Puspitasari AMd (PS Arsitektur Pertamanan, IPK 3.65), dan Ridho Satya Harpawan AMd (PS Analisis Kimia, IPK 3.63). 2) Program Sarjana: Anandika P. Nugraha SS (PS Sosiologi), Dewa Ayu Putu Eka SH (PS Ilmu Hukum, IPK 3.62), Putri Karismawati SE (PS Akuntansi, IPK 3.66), Erika Damayanti SAB (PS Ilmu Administrasi Bisnis, IPK 3.68), Tri Rakhma Setio A SP (PS Pemuliaan Tanaman, IPK 3.86), Lailatul Akhadiah SPt (PS Nutrisi dan Makanan Ternak), Wasiska Iyati ST (PS Arsitektur, IPK 3.72), dr Hadianto Gunawan (PS Pendidikan Dokter, IPK 3.85), Eko Fitrianingsih SPi (PS Sosial Ekonomi Perikanan, IPK 3.65), M Hilman Fuadil Amin SSi (PS Biologi, IPK 3.68), Merina Sofrida STP (PS Teknologi Industri Pertanian, IPK 3.55), dan Rochma Widia Lestari SIKom (PS Ilmu Komunikasi, IPK 3.61). 3) Program Pascasarjana: Wahidin Mardiono Swantho ME MP (Magister PS Ilmu Ternak, IPK 4.00), dan Dr. Sirajuddin SH MH (Doktor PS Ilmu Hukum, IPK 4.00).[nun]

Forum Komunikasi Iptekda LIPI
3 Desember 2009
Guna menyebarluaskan informasi teknologi khususnya untuk pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui program Iptekda LIPI, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan "Forum Komunikasi Iptekda LIPI". Kegiatan yang diselenggarakan di hall Hotel Regent Malang (3/12) ini diikuti oleh peneliti, akademisi, pemerintah daerah, UMKM serta pelaksana (penanggung jawab kegiatan dan penanggungjawab lapangan) yang terkait dengan pelaksanaan Iptekda LIPI. Dalam sambutannya, Sekretaris Utama LIPI, Prof. Dr. Rochadi menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi program prioritas nasional dalam pemberdayaan UMKM yang berorientasi iptek dan berkelanjutan. Beberapa tujuannya adalah untuk mendinamisasikan UMKM, memperkuat daya saingnya melalui iptek, bimbingan manajemen dan informasi pasar serta membangun jembatan antara dunia usaha dan dunia pendidikan. Lebih dari 70 pesen kegiatan ini menurutnya dinyatakan sukses dimana sebagian besarnya ada dalam bidang teknologi pertanian, pengolahan pangan dan perikanan. Kepada seluruh peserta, dalam kesempatan tersebut masing-masing pelaksana menyampaikan programnya. Dua kegiatan UB yang dipresentasikan adalah "Optimasi Teknologi Pembuatan Lebah Ratu dan Penempatan Penyekat Ratu untuk Meningkatkan Produksi Madu, Polen dan Royal Jelly sebagai Bahan Madu Fungsional dan Tablet Polen di UD Nektarindo Apriari Malang" oleh Dr. Ir. Moch. Junus, MS serta "Perbaikan Teknik Pembuatan Kerajinan Bunga Kering dari 'Klobot Jagung' untuk Peningkatan Produktivitas" oleh Dr. Ir. Endah Rahayu Lestari, MS. Selanjutnya, selama dua hari (4-5/12) LIPI menyelenggarakan seleksi dan wawancara kepada kurang lebih 44 proposal yang masuk ke meja panitia. Dari ke-44 proposal tersebut, UB mendapatkan jumlah proposal terbanyak yaitu 8 dari 10 proposal yang dikirimkan ke panitia.
Proposal UB
Kedelapan proposal yang dinyatakan lolos seleksi tahap pertama ini berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian. Berikut adalah judul dan penulis proposal tersebut: "Perbaikan Kapabilitas dan Efisiensi Produksi Kacang Bawang 'MMM (M3)' dengan Mekanisasi (Mesin Pengupas Kulit, Deep Fryer, Spinner dan Sealer) Untuk Peningkatan Kapasitas dan Daya Saing Produk Olahan di Kota Batu" (Dr. Ir. Imam Santoso), "Pengembangan Produksi Untuk Mencapai Efisiensi Bisnis Kue dan Roti yang Berkesinambungan Melalui Penerapan Mesin Produksi Mekanis Beserta dengan Standarisasi Produk" (Ir. Musthofa Luthfi, MP), "Inovasi Teknologi dan Perbaikan Efektivitas Produksi Kerupuk Waluh dengan Peralatan Mekanis (Pengukus, Pengaduk dan Pencetak) untuk Peningkatan Kapasitas dan Daya Saing Komoditas Unggulan Agropolitan Batu" (La Choviya Hawa, STP, MP), "Perbaikan Teknik Produksi dan Peningkatan Kapasitas Pupuk Organik Berbahan Baku Sumberdaya Lokal dengan Penerapan Teknologi 'Rotary Clean Composter, Siever dan Selective Bioactivator" (Isti Purwaningsih, STP, MT), "Peningkatan Kapasitas Produksi pada Usaha Pengolahan 'Emping Jahe' dalam Upaya Pemenuhan Permintaan Pasar" (Wike Agustin Prima, STP, M.Eng), "Penerapan Fish Meat Bone Separator dan Mixer pada Industri Kerupuk Ikan di UKM Yuan kartika: Upaya Peningkatan Efisiensi Proses Produksi" (Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, DEA), "Penguatan Teknologi dan Daya Saing untuk Memenuhi Kapasitas Produksi Produk Herbal (Rempah-rempah, Rosella, Alang-alang) Sebagai Produk Unggulan Kota Batu" (Siti Asmaul M, STP, MP), dan "Perbaikan Proses Penyulingan Minyak Cengkeh untuk Menghasilkan Kualitas Sesuai Tujuan Ekspor di UKM Sari Bumi Ponorogo" (Wahyunanto Agung Nugroho, STP, M.Eng).
Usaha Herbal
Salah satu UKM yang mendapat bantuan dari Iptekda LIPI adalah usaha herbal milik Ruslan Guntoro. Bersama rekan-rekannya, ia tergabung dalam kelompok binaan yang diberi nama "GRAS" (Guyub Rukun Agawe Santoso). Kepada PRASETYA Online, ia mengaku memulai bisnis ini sejak 1985 silam dan mulai gencar pada 2007 ketika ia di-PHK dari salah satu perusahaan tekstil di Malang. "Saya memulai bisnis herbal instan sejak 1985 sementara minuman mulai berproduksi sejak 2007 ketika saya di PHK. Bahkan uang PHK-nya pun sampai sekarang belum lunas", ujarnya. Sejak saat itu, Ruslan praktis hanya mengandalkan bisnis herbal ini untuk menghidupi keluarga dengan enam orang anak. "Alhamdulillah sekarang anak saya sudah kuliah semua", ujarnya. Dengan omset sekitar Rp. 25 juta, produk Ruslan telah menjangkau pasar di wilayah Malang, Bali, Sidoarjo dan Kalimantan dengan produksi minuman 10 ribu gelas/bulan, jahe instan 250 kg/bulan dan temu lawak 100 kg/bulan. Dengan semakin meningkatnya kapasitas produksi, Ruslan mengaku terkendala tempat produksinya yang sempit dan tidak memenuhi syarat. Apalagi dengan mesin-mesin produksi yang kini bertambah pula. Beberapa mesin yang digunakannya dalam berproduksi adalah oven, penyangrai, pencetak tablet, dan sealer cup. Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana untuk mengembangkan produk berupa teh stick rosella, kopi biji rosella dan evervessence rempah (rimpang jahe, kencur, dll). [nok]

UB dalam Kompetisi Paduan Suara di Cirebon
3 Desember 2009
Universitas Brawijaya (UB) mengirimkan 2 (dua) delegasi dalam ajang Festival Paduan Suara se-Jawa Bali yang diselenggarakan SMAK 1 Penabur Cirebon Sabtu (28/11) silam. Kedua delegasi tersebut adalah Brawijaya Economic Choir Malang (Fakultas Ekonomi) dan Cientifico Choir (CC/FMIPA). Kepada PRASETYA Online, Ketua Umum CC, Faiz menyampaikan bahwa festival ini memperlombakan lagu daerah (folklore). Dalam kesempatan tersebut CC membawakan dua buah lagu daerah yaitu Marencong -rencong dari Sulawesi Selatan dan Keraban Sape dari Madura, hadil aransir Budi Susanto Yohannes.
Tampil sebagai juara dalam ajang ini, berturut-turut dari juara I, II dan III adalah Universitas Tarumanegara, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dan Universitas Padjadjaran. Selain mendapat juara pertama, Universitas Tarumanegara Jakarta juga meraih prestasi sebagai The Best Conductor. Perwakilan UB sendiri, yaitu CC menduduki posisi keempat sementara Brawijaya Economic Choir pada posisi ketujuh. Selain itu, CC juga mendapatkan "gold medal" dengan rata-rata nilai lebih dari 80. [cicerz/nok]

Kemandirian Energi Untuk Kesejahteraan Rakyat
2 Desember 2009
Kebutuhan minyak bumi Indonesia mencapai 1.3 juta barrel/hari atau sekitar satu persen dari kebutuhan dunia, 83-84 juta barrel/hari. Kebutuhan tersebut dipenuhi dari produksi minyak bumi Indonesia yang mencapai 960 ribu barrel/hari dan sisanya ditutup melalui impor. Demikian disampaikan Direktur Keuangan PT. Pertamina (Persero), Ferederick ST Siahaan dalam kuliah tamunya bertajuk "Kemandirian Energi Untuk Kesejahteraan Rakyat", Rabu (2/12) di gedung Samantha Krida. Dari keseluruhan produksi tersebut, menurutnya PT. Pertamina (Persero) berkontribusi sekitar 114.942 barrel/hari, lebih rendah dari Chevron Pacific Indonesia yang mencapai 407.466 barrel/hari. Jumlah ini pun menurutnya semakin menurun sekitar 8-12 persen per tahunnya. "Tanpa ada cadangan baru maka Indonesia akan kehabisan minyak bumi 10 tahun lagi", ujar Fere, demikian ia biasa dipanggil. Untuk mensiasati kondisi ini, menurutnya PT Pertamina mulai melakukan diversifikasi energi dengan memanfaatkan energi mix. Meskipun begitu, proporsi minyak bumi masih yang terbesar mencapai 52 persen disusul gas bumi sekitar 29 persen. Proporsi tertinggi selanjutnya berturut-turut adalah batu bara (15 persen), tenaga air (3 persen), panas bumi (satu persen) dan energi baru terbarukan (0 persen). Selain program diversifikasi ini, PT Pertamina (Persero) juga tengah melakukan ekspansi eksplorasi ke luar negeri yang meliputi Iraq, Qatar, Libya, Sudan, Vietnam dan Malaysia.
Menuju World Class NOC
Sejak mengubah dirinya menjadi Perseroan Terbatas (PT) tiga tahun yang lalu, Pertamina mengalami berbagai perubahan mendasar. Jika 52 tahun sebelumnya ia adalah regulator dan operator, maka saat ini PT Pertamina hanya sebagai operator dengan mengorientasikan diri pada bisnis. Dengan posisi tersebut, untuk selanjutnya transformasi yang menjadi prioritas adalah operasi eksplorasi dan produksi kelas dunia, memastikan kehandalan pasokan secara efektif dan efisien, menjadikan usaha gas sebagai pendorong pertumbuhan perusahaan serta menjadi "service provider" paling favorit di Indonesia. Untuk itu, sektor hulu yang merupakan investasi terbesar Pertamina akan semakin digenjot dan dimonitor dengan target produksi 2009 sekitar 171 barrel/hari untuk minyak bumi, 126 juta kaki kubik per hari untuk gas serta 15 juta ton uap geothermal. Untuk produksi minyak bumi tahun 2009, lapangan yang menjadi pendukung utama adalah Sukowati, Tambun, Limau, Poleng, BOB PTM-BSP Blok, Kodeco-West Madura, Petrochina-East Java serta SK-305 East Malaysia sementara lapangan utama produksi gas adalah Subang, Musi Barat, Merbau, Pagardewa, PHE Corridor dan Petrochina Jabung.
Menuju World Class National Oil Company (NOC), menurut Ferederick PT. Pertamina (Persero) akan mengembangkan Pusat Riset dan Teknologi (pusat ristek) yang akan mengintegrasikan kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi mutakhir tepat guna bagi kegiatan intinya dari hulu sampai hilir. Untuk itu, pihaknya membutuhkan tenaga-tenaga ahli, spesialis dan periset yang berkualitas. "Menunjang hal ini, maka kerjasama dengan perguruan tinggi unggulan termasuk dalam hal rekrutmen merupakan hal yang sangat penting", ujar Ferederick. Meneladani India dan China yang sangat mendukung pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), PT Pertamina (Persero) menurut rencana akan menganggarkan dana sekitar Rp. 40 triliun untuk pusat ristek ini.  [nok]

Ferederick ST Siahaan: "Tiga Dimensi Prinsip Bantuan Pertamina"
2 Desember 2009
PT Pertamina (Persero) memberikan bantuan kepada masyarakat dalam tiga dimensi prinsip. Pertama, masyarakat sebagai pelanggan, kedua sebagai upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketiga, sebagai sumbangan untuk meningkatkan kemajuan bangsa. Demikian disampaikan Direktur Keungan PT Pertamina (Persero), Ferederick ST. Siahaan ketika meresmikan Gedung Olahraga (GOR) Pertamina-UB, Rabu (2/12).
Setiap tahunnya tidak kurang dari Rp 500 Milyar dikucurkan kepada seluruh elemen masyarakat dimana separuh diantaranya adalah pinjaman lunak dan sisanya bantuan hibah ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. "Sampai saat ini kami masih memprioritaskan PTN di seluruh Indonesia. Bantuan yang kami berikan dapat berupa pembangunan infrastruktur ataupun pemberian beasiswa kepada mahasiswa ataupun dosen", ujar alumni Teknik Mesin ITB itu. Hal ini menurut Ferederick merupakan bagian dari upaya untuk membuktikan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pertamina (Persero) adalah milik semua.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian PT Pertamina (Persero) dalam upayanya turut membantu meningkatkan kualitas SDM melalui pembangunan sarana olahraga. Menurut Rektor, GOR ini nantinya akan sangat menunjang kegiatan kemahasiswaan di UB dan bukan hanya untuk olahraga saja.
Lebih lanjut Rektor menguraikan bahwa UB telah menerima bantuan dari berbagai pihak untuk mendirikan enam bangunan. Keenam bangunan tersebut adalah GOR (dibantu PT Pertamina), gedung serbaguna (dibantu Bank Mandiri), Asrama mahasiswa dengan daya tamping 3500 orang (dibantu Kementerian Perumahan Rakyat), gedung vokasi (dibantu Prince Al Waleed dari Arab Saudi) dan Rumah Sakit Akademik (Bantuan khusus dari Depdiknas).
Bantuan ini, menurut Rektor mampu mengatasi dilema yang dihadapi institusi pendidikan tinggi saat ini dimana pada satu sisi dituntut untuk meningkatkan kualitas sementara disisi lain dukungan dana pemerintah dan masyarakat dinilai masih sangat rendah.
Seusai diresmikan, GOR ini langsung dimanfaatkan untuk turnamen bola basket se-Malang Raya. SMA Negeri 8 Malang dan SMA Negeri 5 Malang mengawali turnamen ini dan berhasil dimenangkan SMA Negeri 5 Malang dengan skor 29-30. [nok]

Prof. Dr. Ir. Eliezer Ginting MS Tutup Usia
2 Desember 2009
Salah satu guru besar Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Eliezer Ginting MS, tutup usia pada kemarin, Rabu (2/12) pagi karena sakit. Guru besar ke-105  UB dari Fakultas Peternakan ini meninggalkan seorang istri, Carolina Rahayu, dan tiga orang putra. Jenazah almarhum akan dimakamkan pada Kamis (3/12) di pemakaman Samaan Malang pada pukul 10.00 pagi.
Almarhum Eliezer Ginting lahir di Sibolangit Sumatera Utara 63 tahun silam. Sarjana peternakan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan Unbra (1972), Magister Sains Penyuluhan Pembangunan IPB Bogor (1982), dan doktor Ilmu Sosial dari Unair Surabaya (1995) ini mengawali karirnya sebagai dosen dan Kepala Bagian Usaha Peternakan Fapet Unibraw (1974-1976).
Beberapa pendidikan tambahan yang ditempuh almarhum di antaranya, Short Course Beef Cattle Management and Economic di Ujung Pandang (1974), Short Course Livestock Extension di Bali (1976) dan Penyuluhan Peternakan (Bimas Ayam) di Cisarua, Bogor (1976). Almarhum pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Produksi Ternak (1976-1978) Fapet Unibraw, Sekretaris Fakultas Peternakan Unibraw (1978-1980), Ketua Badan Pengembangan Penelitian Fapet Unibraw (1986-1989) dan Ketua Program Studi Fapet Unibraw Malang (1986-1989), disamping juga aktif di IKA Universitas Brawijaya 1972- sekarang, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia 1974 - sekarang, Ikatan Penyuluh Pertanian Indonesia 1985-sekarang, Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia 1990-sekarang, dan Ikatan Sarjana Sosiologi Indonesia-sekarang. Penghargaan yang pernah diraih diantaranya Satya Lencana Karya Satya XX tahun 1997.[fjr]

Beragam Artis Ibukota Hadir di FE UB
2-3 Desember 2003
Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE UB) selama dua hari (2-3/12) kedatangan lima artis ibukota. Mereka adalah Kelik Pelipur Lara, Temon, Jikun (gitaris /Rif), Wulan Guritno, dan presenter Hilbram Dunar. Selain itu hadir pula fotografer profesional Kristupa Saragih.
Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari debat santai, lomba dan workshop fotografi, bedah buku, lomba futsal, hingga lomba musik. Acara ini terselenggara atas kerjasama antara FE UB dengan salah satu operator seluler, Telkomsel. Selain di FE UB, roadshow juga diselenggarakan di Universitas Diponegoro, Universitas Semarang, Universitas Gajah Mada, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Airlangga, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur dan Universitas Negeri Malang.[nun]

Pemilwa Raya UB
2 Desember 2009
Proses pemilihan Presiden dan Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Periode 2010 Universitas Brawijaya telah berlangsung sejak Oktober lalu. Agenda tahunan BEM UB ini diawali dengan sosialisasi, proses pengajuan calon, fit and proper test calon, debat tertutup, pawai bersama dan debat terbuka.
Budaya pembelajaran berpolitik yang dilakukan mahasiswa UB ini patut diacungi jempol karena telah berlangsung secara meriah dan demokratis. Beragam cara telah dilakukan para calon eksekutif mahasiswa untuk menarik minat rekan-rekan mereka memilih para calon. Ada yang memanfaatkan poster-poster besar, kesenian terbang hingga mengarak calon dengan becak dan tim sukses mengenakan pakaian adat. Pemilwa Raya dilanjutkan dengan pelaksanaan pemungutan suara yang berlangsung 2 Desember 2009 dan penghitungan suara dilakukan hingga 5 Desember 2009.[nun]

GOR PERTAMINA-UB Diresmikan
2 Desember 2009
Direktur Keuangan PT. Pertamina (Persero), Ferederick ST Siahaan bersama Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Rabu (2/12) meresmikan Gedung Olahraga (GOR) PERTAMINA-UB. Peresmian GOR dilakukan dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur Keuangan Pertamina dan pembukaan tirai logo oleh Rektor. Hadir pada kesempatan itu para pejabat di lingkungan UB, Rektor PTN/PTS se-Malang Raya, Muspida Malang Raya, dan Kepala Sekolah SMA se-Malang. Pada hari yang sama peresmian GOR, dilakukan Turnamen Bola Basket dan Seminar.
Turnamen Bola Basket diikuti oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) se Malang Raya. Sebanyak lebih kurang 31 sekolah turut ambil bagian dalam turnamen yang memperebutkan hadiah uang tunai dan tropi dari Rektor itu. Pembukaan turnamen diawali dengan pelemparan bola basket ke ring oleh Rektor dan Direktur Keuangan Pertamina.
GOR Pertamina-UB
Pembangunan GOR ini menelan dana sekitar Rp 6 Milyar dengan bantuan dari PT Pertamina (Persero). Pemberian bantuan ini merupakan dana hibah Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) PT. Pertamina (Persero) dalam meningkatkan kualitas anak bangsa dan kepedulian Pertamina (Persero) kepada dunia olahraga dan pendidikan. Bangunan seluas 1800 meter persegi dengan kapasitas 600 penonton tersebut semula adalah lapangan basket outdoor yang sering dimanfaatkan pelajar maupun mahasiswa untuk turnamen ataupun latihan sehari-hari. Dengan direnovasinya lapangan, para mahasiswa dan pelajar dapat bermain basket indoor lengkap dengan fasilitas lainnya. Fasilitas lain yang juga tersedia adalah digital scorer, ruang ganti pemain, ruang panitia, tribun, kamar mandi, ruang official dan ruang rias. Untuk sementara GOR ini memang diperuntukkan bagi bola basket tetapi tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan untuk kegiatan lain.
Seminar
Sementara itu, seminar yang diselenggarakan menghadirkan pembicara Direktur Keuangan Pertamina (Persero) Ferederick ST Siahaan dengan materi "Kemandirian Energi untuk Kesejahteraan Rakyat". Seminar yang bertema "Menjalin Kemitraan PERTAMINA-UB Menuju World Class Entrepreneurial University" itu berlangsung di Gedung Samantha Krida UB.
Dalam materinya Siahaan menuturkan potensi energi dan sumber daya mineral Indonesia. Disampaikan, untuk jenis energi fosil Indonesia memiliki potensi sebesar 86,9 miliar barel untuk minyak, 384.7 TSCF untuk gas dan 50 miliar ton untuk batubara. Dari jumlah itu Indonesia memiliki cadangan sebesar 4.727 miliar barel untuk minyak, 91.17 TSCF untuk gas dan 5 miliar ton untuk batubara. Saat ini produksi per tahun Indonesia sebesar 500 juta barel untuk minyak, 2.9 TSCF untuk gas dan 160 juta ton untuk batubara.
Wilayah eksplorasi migas Indonesia meliputi 107 wilayah eksplorasi (19 diantaranya dilaporkan menemukan cadangan migas), 16 titik merupakan wilayah cekungan yang sudah berproduksi, 8 titik merupakan cekungan yang telah ditemukan hidrokarbon namun belum berproduksi, 14 titik merupakan wilayah cekungan yang telah di bor namun belum ditemukan hidrokarbon, dan sebanyak 22 titik merupakan cekungan yang belum dieksplorasi.[nok/nun]

Kuliah Tamu UNHCR di FH UB
1 Desember 2009
Bekerjasama dengan United Nations High Commission for Refugee (UNHCR), Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB) menyelenggarakan kuliah tamu "International Principle of Refugee Protection abd The Roles of UNHCR in Indonesia". Diikuti mahasiswa konsentrasi Hukum Internasional, kegiatan ini dilangsungkan di ruang video conference FH pada Selasa (1/12). Hadir sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut, dua orang protection assistant UNHCR, Derwin Djamaris dan Elsa Ayu Fitri.
Kepada seluruh peserta, Derwin menjelaskan keorganisasian UNHCR dan berbagai aturan mengenai pengungsi maupun pencari suaka internasional. Diawali dengan pemutaran film pengungsi, dua orang perwakilan UNHCR ini menggambarkan kisah hidup pengungsi diberbagai Negara seperti Sudan, Libanon, Pakistan, Afghanishtan, dan Timor Timur.
Pengungsi
Dalam penjelasannya, Derwin menyebut bahwa pengungsi adalah mereka yang memiliki ketakutan yang mendasar akan penganiayaaan karena alasan ras, agama, kebangsaan, keanggotaan kelompok sosial tertentu yang berada di luar negara asal kewarganegaraannya dan tidak dapat atau karena ketakutan tersebut, tidak mau memanfaatkan perlindungan dari negara tersebut. Untuk membedakannya, ia juga memberikan definisi mengenai pencari suaka dan migran ekonomi. Migran ekonomi diterangkannya adalah orang-orang yang meninggalkan negaranya semata-mata karena alasan ekonomi dan sama sekali tidak berkaitan dengan definisi pengungsi, dengan maksud mencari penghidupan yang lebih baik. Orang-orang ini, menurutnya meninggalkan negerinya secara sukarela dan masih mendapatkan perlindungan dari negara asal.
Terhadap para pengungsi tersebut, UNHCR memiliki fungsi utama untuk memberikan perlindungan internasional, memberikan solusi jangka panjang bagi persoalan pengungsi serta mempromosikan hukum pengungsi internasional.
UNHCR berkantor di Indonesia sejak 1979 dimana waktu itu ribuan pengungsi Vietnam berdatangan ke Indonesia. Sejak saat itu banyak kasus di Indonesia ditangani oleh UNHCR seperti tsunami Aceh serta pengungsi dari berbagai negara yang menetap maupun menjadikan Indonesia sebagai negara transit. Berdasarkan negara asalnya, kebanyakan pencari suaka dan pengungsi di Indonesia selama tahun 2008 berasal dari Afghanishtan, Iraq, Sri Lanka, Somalia dan Myanmar. Dalam tanya jawab yang sangat dinamis, audiens mempertanyakan banyak kasus mengenai pengungsi ataupun pencari suaka seperti 43 pencari suaka asal Papua ke Australia ataupun kasus Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailland  [nok]

Korpri UB Gelar Sarasehan Pancasila
1 Desember 2009
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke 38, Korpri Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan sarasehan "Revitalisasi Ideologi Dasar Negara Pancasila" pada Selasa (1/12) di Gedung Student Center UB. Hadir sebagai pemateri Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Malang Prof Dr Mohammad Noor Syam SH dan Dr Ibnu Tricahyo SH MH dari UB. Sarasehan diikuti oleh para guru SMP dan SMA se Kota Malang, dosen, serta mahasiswa UB dan dibuka oleh Sekjen Korpri UB Dr. Ir. Chanif Mahdi, MS.
Ditemui Prasetya disela-sela kegiatan, Ketua Korpri UB Dr Isrok SH MH mengungkapkan, pemahaman Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dan wawasan kebangsaan pada anak didik kita, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa, agak meredup. "Banyak pelajar tidak paham Pancasila sebagai dasar negara, bahkan urutan tiap silanya pun banyak yang salah," tambahnya. Hal itulah yang menjadi latar belakang diselenggarakannya sarasehan, yang bertujuan untuk memberikan penyegaran serta merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Prof Noor Syam dari UM dalam materinya yang berjudul "Sistem Filsafat dan Ideologi Pancasila (Landasan Integritas Nasional dan Tegak sebagai Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45)" terungkap, sistem filsafat dan ideologi Pancasila merupakan bagian dari sistem filsafat timur yang memancarkan integritas martabatnya sebagai sistem filsafat theisme-religious. Selain itu diungkap pula bahwa, dinamika globalisasi liberalisasi dan postmodernisme, bermuara supremasi sebagai neo-imperalisme, menjadi tantangan nasional yang mengancam integritas sistem kenegaraan Pancasila. Karenanya menurut Noor Syam, bila rakyat Indonesia tidak tegak dan tegar dengan integritas nilai filsafat Pancasila, rakyat akan mengalami degradasi nasional, bahkan degradasi mental dan moral.
Sementara itu Dr Ibnu Tricahyo dari UB dalam makalahnya mengungkapkan tentang tujuh prinsip penyelenggaraan negara. Ketujuh prinsip itu meliputi, Ketuhanan Yang Maha Esa, cita negara hukum "the rule of law", paham kedaulatan rakyat dan demokrasi, demokrasi langsung dan perwakilan, pemisahan check and balances, sistem pemerintahan presidensiil, serta prinsip persatuan dan keberagaman.[nun]

Pelatihan Kepegawaian FISIP-UB 2009, "Membangun Citra dan Etika Pegawai untuk Pelayanan Prima"
1 Desember 2009
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP-UB) terus berbenah. Bukan hanya sarana dan prasarana perkuliahan yang terus dilengkapi, kemampuan tenaga pendidikan (administrasi) dan pendidik (dosen) juga terus ditingkatkan. Selama dua hari yakni sabtu dan minggu 28-29 nopember lalu di kebun teh wonosari lawang, berlangsung pelatihan kepegawaian diikuti 56 karyawan termasuk dosen. Pelatihan berthema membangun citra dan etika pegawai untuk pelayanan prima. Menurut dekan FISIP-UB Prof. Dr.Ir.Darsono wisadirana, MS,  FISIP memang masih berusia muda, namun seluruh jajaran yang ada di faktultas ini harus mempunyai tekad yang sama dan komitmen yang tinggi untuk mewujudkan faktultas ini menjadi fakultas unggul tidak saja di tingkat nasional namun juga internasional. Oleh karena itu pelatihan ini diarahkan untuk memberikan bekal pengetahuan yang memadai agar seluruh jajaran FISIP-UB bisa memberikan pelayanan yang profesional atau pelayanan prima kepada mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.  Diharapkan, para tenaga pendidikan atau karyawan bisa menjalankan administrasi yang benar, sementara bagi para dosen diharapkan bisa memberikan pelayanan kepada mahasiswa secara profesional dalam upaya mentransfer ilmu pengetahuan.  Menurut dekap FISIP, fakultas yang sedang berkembang pesat ini memang harus bisa menjawab tantangan jaman, termasuk bisa menyiapkan lulusan yang mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan stakeholder atau dunia kerja, dan alumni juga mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup untuk mengikuti tingkat pendidikan lanjut baik di universitas terkemuka nasional maupun internasional.
Materi pelatihan antara lain berupa ceramah yang disampaikan oleh drs. Djanalis djanaid, tentang pelayanan prima, dan beberapa materi lain seperti administrasi   kepegawaian, budaya kerja, manajemen pembelajaran inovatif, manjemen perkantoran modern, etika dan moral pegawai dan materi outbond guna membangun budaya kerjasama tim.[fisip/fjr]

BAAK Lulus ISO
1 Desember  2009
Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Brawijaya (UB) lulus sertifikasi International Standardisation Organization (ISO) 9001-2008. Final assessment ini dilakukan oleh Lloyd’s Register Quality Assurance (LRQA) pada Rabu-Kamis (25-26/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari uji coba penerapan ISO yang menurut rencana akan diberlakukan pada seluruh unit kerja di lingkungan UB. Dari assessment yang dilakukan di BAAK terdapat beberapa temuan minor yang perlu diperbaiki sesuai dengan standar ISO diantaranya masalah penyimpanan ijazah yang harus ditempatkan dalam sebuah safety box dengan password untuk recommended person. Temuan lainnya adalah menyangkut peralatan kerja yang belum memenuhi standard ISO disamping program training plan bagi staf yang belum mampu mengoperasikan komputer. "Hal ini harus mendapat perhatian mengingat enam bulan kemudian (sekitar Bulan Juni 2010), BAAK akan kembali di review LRQA untuk memeriksa perbaikan manajemen dan perbaikan minor", ujar Welmin. Walaupun temuan minor, Welmin menambahkan, perlu ditindaklanjuti dengan baik agar tidak menjadi temuan major. "Dengan hanya satu temuan major saja, maka ISO untuk BAAK dapat dinyatakan gagal", pungkasnya. [wsa/nok]