Desember 2008
UB Terima 53 Calon Dokter Spesialis
31 Desember 2008Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito hari ini, Rabu (31/12), secara resmi menerima 53 calon untuk Program Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS I) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB). Dilaksanakan di lantai VIII Gedung Rektorat, acara penerimaan dan pengarahan calon dokter spesialis tersebut dihadiri oleh para pejabat di lingkungan FKUB dan wakil dari Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA). Para calon itu berasal dari beberapa universitas dalam negeri, dan status mereka pun berbeda-beda. Ada yang mendaftar secara mandiri (43 orang), dan ada pula utusan dari daerah/TNI/Polri (8 orang), dan dari Departemen Kesehatan (2 orang).
Kualitas
Dalam sambutannya, Dekan FKUB, Dr dr Samsul Islam SpMK MARS, menyampaikan sampai saat ini FK UB telah meluluskan sebanyak 207 dokter spesialis. Secara kontributif, jumlah tersebut telah memenuhi sebanyak 3% target jumlah dokter spesialis nasional. Meskipun masih belum maksimal dan butuh lebih banyak lagi yang harus dididik, bukan berarti FK UB akan menerima semua peminat. "Kita tetap berusaha meningkatkan kuantitas jumlah calon dokter spesialis, tanpa meninggalkan kualitas pendidikan itu sendiri", tegasnya.
Pernyataan tersebut merujuk pada laporan Ketua PPDS I, dr Arif Iskandar SpR (K), bahwa pendidikan dokter spesialis di UB adalah satu-satunya yang menerapkan Tes Prestasi Akademik (TPA) di Indonesia. Jumlah yang diterima menjadi mahasiswa juga dibatasi, kurang lebih hanya 60% dari total jumlah peminat.
Lebih lanjut Dekan mengatakan, pendidikan dokter spesialis tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori dan praktek saja. Mereka juga diikutkan di dalam program-program pengabdian masyarakat, terutama di daerah-daerah tertinggal. "Contohnya, Desember lalu, PPDS yang senior kita kirimkan ke Aceh, Manokwari, dan Pemalang", ungkapnya.
Kualitas pendidikan dokter spesialis juga menjadi perhatian Rektor. Menurut Rektor, kualitas pendidikan dinilai dari input dan proses pendidikannya. Meskipun para calon dokter spesialis ini telah melalui seleksi masuk yang ketat, mereka diharapkan tetap melakukan proses pendidikan yang baik pula. "Hal itu untuk menjaga keberlanjutan dari kualitas lulusan yang saat ini sudah baik", tuturnya.
Menjaga Mutu dan Penelitian
Sementara itu, Direktur RSSA yang diwakili oleh Direktur Pendidikan dan Pengembangan Profesi, Dr Budi Siswanto SpOG (K), menyampaikan bahwa keberadaan calon dokter spesialis yang juga belajar di rumah sakit bukan lagi bekerja sebagai perseorangan. "Anda bekerja sebagai sebuah tim bersama-sama dengan segenap pihak rumah sakit. Oleh karena itu, masalah yang dialami seorang dokter adalah masalah bagi yang lainnya juga", ujarnya.
Budi berpesan kepada calon dokter spesialis agar selalu menjaga mutu. Caranya, mereka harus melakukan dua hal utama. Pertama, mereka diharuskan untuk aktif melakukan konsultasi dengan senior. Hal ini penting karena para senior tentunya lebih memiliki pengalaman. Kedua adalah untuk memperbaiki penelitian selama mengikuti pendidikan. "Saya harap penelitian-penelitian yang dilakukan bisa lebih baik lagi. Kalau sekarang rata-rata penelitiannya masih di level 4, saya harap sekarang bisa di level 1 atau 2", tuturnya.
11 Program Studi
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS I) telah dilaksanakan sejak tahun 1991 oleh FKUB. Peminat program ini bukan hanya dokter ulusan UB saja, tetapi juga lulusan universitas lain. Untuk tahun ini ada 11 program studi yang diselenggarakan.
Berikut adalah program studi beserta nama-nama calon. Ilmu bedah Umum: dr Donny Prayono (Unair), dr M Arief Hidayat (Unsyah), dr Andi Abdillah (UB), dr Hanafi (Unud), dr R Pamungkas Galih Prakoso (Unair). Obstetri dan Ginekologi: dr Novida Ariani (UB), dr I Wayan Sumandyasa (Unair), dr Fatmasari Perdana Menur (UB), dr Tatik Sulistiyowati (UB), dr Efilda Silfiyana (Ukrida), dr Agustinus Sugiarto (UB), dr Nirmala Gina Prabawati (UB). Ilmu Penyakit Dalam: dr Niluh Tantri Fitriyanti (Undip), dr Rudy Mokodompit (Undip), dr Moh Hidayatur Rohman (Unair), dr Serina Citra Iswari (UB), dr Hanik Ruliani (UB), dr Ardhi Bustami (UB). Ilmu Kesehatan Anak: dr Tikto Wahyono (UB), dr Irma Lestari Paramastuty (Unair), dr Anggun Putri Yuniasman (UB), dr Indira Ratih (UB), dr Carmelia Nucifera (UB), dr Hudi Wiyassari (UB), dr Sonny Wicaksono (UB). Ilmu Penyakit THT: dr Cici Sunihapsari (UB), dr Agus Gede Made Artha (UB), dr Lusiana Herawati Yammin (Utrisakti), dr Achriani Fitri (Unsyiah). Patologi Klinik: dr Rahma Triliana (UB), dr Boy Adventus Sihite (USU), dr Singgih Pudjo Wahono (UB), dr Budiono Raharjo (UWK), dr Widya Oryzanto (UB), dr Rahadianto (Univ. Hang Tuah). Ilmu Penyakit Paru: dr Ferdy Syah Irfan (Univ. Hang Tuah), dr Rina Lestari (UB), dr Catur Elvi Purnamawati (Univ. Hang Tuah), dr Feni Purnamawati (Univ Jember), dr Fitri Emizola (UB). Orthopaedi dan Traumatologi: dr Ferryzal Okvianda Mundrajat (UB), dr Rudy Dewantara Limanto (UB), dr Satiyo (UB), dr Alif Noeriyanto Rahman (UB). Ilmu Kesehatan Mata: dr Yunia Sholihat (Unhas), dr Syarifah Rohaya (Unsyiah), dr Nisful Laila Sa’adah (UB), dr Ety Salwati (UISU), dr Mutia Arumi (UB), dr Febriani Yohana (UB), dr Titok Hariyanto (UB), dr Mohammad Rozi Rochmanda Cholis (UB), dr Helen Nguda (Unlam). Radiologi: dr Farah Nurdiana (UB). Emergency Medicine: dr Febriyanti Umar Salim (Univ. Trisakti). [fjr]Mahasiswa UB Juarai Lomba Desain Arsitektur Malangan
31 Desember 2008Kelompok mahasiswa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB), baru-baru ini keluar sebagai Juara II Lomba Desain Rumah Khas Malangan. Meskipun juara II, gelar tersebut adalah yang tertinggi, karena dewan juri memang tidak menetapkan juara I dalam lomba ini. Tim mahasiswa UB terdiri dari Deni Putra Arystianto (angkatan 2004), Irawan Setyabudi (2004), Amarta Faza (2005), dan Swasti Nuswantari (2006). Atas prestasi tersebut, mereka mendapatkan uang tunai sebesar Rp 7,5 juta dan sertifikat dari panitia.
Persiapan seminggu
Keikutsertaan mereka dalam lomba yang digelar oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bekerjasama dengan Real Estate Indonesia (REI), Kantor Perumahan Kabupaten Malang, dan Radar Malang, ini bermula dari informasi yang didapat oleh Amarta. Ia lalu mengumpulkan teman-temannya untuk ikut kompetisi tersebut. Mereka mengaku tidak lama menyiapkan materi untuk perlombaan tersebut. "Kurang lebih seminggu", aku Deni kepada PRASETYA Online, Rabu (31/12)
Dalam satu minggu itu mereka melakukan riset studi dengan objek perumahan di Jalan Besar Ijen. Kemudian mereka mempersiapkan materi desain berupa gambar karya dalam bentuk soft copy dan hard copy dan mengirimkannya kepada panitia. Ada 28 kelompok lain yang mengirimkan karya untuk diseleksi. Selain dinilai oleh dewan juri, desain-desain itu juga dipamerkan di pendopo Kabupaten Malang selama 3 hari (21-23 November), sehingga bisa juga dinikmati oleh pengunjung. Pengunjung pun juga bisa menilai dengan memberikan suara lewat polling. Dalam seleksi ini, materi yang mereka kirim termasuk 6 besar yang lolos ke babak selanjutnya.
Akhir November silam (29/11), mereka mempresentasikan materinya di hadapan 8 orang juri yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti arsitek, budayawan, pengembang perumahan, hingga wartawan. Mereka itu adalah Prof Dr Ir Joseph Priyatomo M Arch (ITS), Prof Ir Respati Wikantiyoso MSA PhD (Unmer Malang), Dukut Imam Widodo (penulis buku), Dr Ir Galih Wijil Pangarsa DEA (UB), Dr Ibnu Sasongko MT (ITN Malang), Drs Tri Wediyanto MSI (REI Jatim), Drs M Dwi Cahyono MHum (UM), dan Ilham Azis SE (koran Radar Malang). Dokumentasi rumah kuno milik penulis Dukut Imam Widodo agaknya dijadikan salah satu referensi mengenai rumah khas malangan.
Setelah presentasi, akhirnya keempat anak UB itu ternyata berhasil keluar sebagai juara. Bukan juara I, tetapi juara II. Dewan juri memang tidak menetapkan juara I. Mereka beralasan, karya-karya yang ikut lomba belum memenuhi kualifikasi yang ditetapkan. "Selain itu, kalau ada juara I, kemudian mengklaim karya tersebut benar-benar cerminan arsitektur Malang, kan repot. Padahal belum tentu seperti itu", ungkap Amarta.
Acuan 1000 rumah dinas
Menurut Amarta, ada beberapa poin penting sebagai hasil evaluasi dari dewan juri. Poin-poin tersebut belum terlihat pada karya-karya yang ditampilkan oleh para peserta. "Contohnya adalah pada desain atap, luas ruangan, dan desain yang berhubungan dengan kepekaan alam, kondisi sosial dan budaya", tutur Amarta. "Sudut atap bisa miring 30 sampai 60 derajat karena curah hujan di Malang tinggi, ruang atau space-nya sempit karena menyesuaikan dengan suhu dingin, di depan juga mesti ada emper agar tampak guyub", tutur Deny panjang lebar.
Karena adanya evaluasi tersebut, para peserta diminta oleh dewan juri untuk membuat karya revisi. Tim UB akhirnya ditunjuk menjadi koordinator revisi. Hasil revisi ini selanjutnya bersama-sama karya yang lain akan dibukukan untuk dipersembahkan ke Kantor Perumahan Kabupaten Malang. Rencananya, materi-materi tersebut akan menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan 1000 rumah dinas di Kabupaten Malang. [fjr]
---
Foto: Tiga dari 4 mahasiswa peraih juara II lomba desain rumah khas malangan (dari kiri), Deni Putra Arystianto, Swasti Nuswantari, dan Amarta Faza.Workshop SDM UB: Rencana Pemberhentian dan Pensiun Pegawai
30 Desember 2008
Setelah Workshop Prosedur Pelaksanaan Standar Sumber Daya Manusia (SDM) Universitas Brawijaya (UB) ketiga, (24/12), PIC HRD I-MHERE menyelenggarakan workshop yang sama Selasa (30/12). Topik yang dibahas kali ini mengenai “Pengembangan Rencana Pemberhentian dan Tunjangan Pensiun Pegawai”. Acara yang dibuka oleh Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MS itu menghadirkan pembicara yaitu Direktur Bidang Sumberdaya Universitas Airlangga Prof Dr Fendy Suharyadi MS.
Dalam sambutannya Warkum mengungkapkan, seseorang bisa bekerja dengan tenang apabila ada jaminan di masa akhir tugasnya sebagai pekerja, baik dalam bentuk dana pensiun maupun tunjangan lainnya. Untuk itu Universitas Brawijaya akan mendesain sebuah sistem yang dapat menjamin kesejahteraan pegawai. Ditambahkan oleh Warkum, tidak dapat dipungkiri bahwa PNS masih menjadi dambaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Ini tak lain karena ada sistem pensiun yang tidak dimiliki oleh instansi lainnya.
Dikatakan pula bahwa di Universitas Brawijaya ada dua jenis SDM yaitu SDM PNS yang diperbantukan di UB dan SDM UB. Persoalan pengaturannya bergantung dengan kondisi yang ada di UB sendiri. Adapun tujuan dari penyelenggaraan workshop kali ini adalah untuk mendapatkan masukan dari segenap pegawai sehingga nantinya didapatkan desain yang tepat bagi kebijakan SDM di UB.
Tim HRD Policy Studies yang diwakili oleh Sasmito Djati dan Bambang Supriyono mengungkapkan, apabila status Universitas Brawijaya berubah menjadi BHPMN, yang dijadikan dasar hukum dalam mengatur ketenagakerjaan, sistem jaminan sosial pegawai dan peraturan-peraturan yang mengatur tentang pensiun adalah UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No.14/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU No. 11/1992 tentang Dana Pensiun. Bila UB menjadi BHPMN yang harus diperhatikan adalah status hubungan kerja pegawainya dan didasarkan pada Perjanjian Kerja.
Perahu Naga vs Perahu Karet
Prof Dr Fendy Suharyadi MS yang hadir sebagai pembicara kunci mengungkapkan, paradigma yang terjadi di masyarakat kita saat ini mengenai sebuah organisasi dapat diibaratkan seperti ’perahu naga’. Organisasi yang seperti perahu naga, dibangun dengan tata aturan yang keras. Pemimpin dalam perlombaan perahu naga harus selalu berdiri di depan dan posisinya harus lebih tinggi dari anak buah, tidak boleh sejajar. Para pegawai dalam organisasi perahu naga pun dapat diibaratkan sebagai pengayuh yang harus melakukan tugasnya berdasarkan instruksi dari pimpinan dan cenderung melakukan tugasnya secara monoton. Sementara air dalam lomba perahu naga, haruslah air yang tenang. Karena air sebagai lingkungan eksternal sangat mempengaruhi sebuah laju organisasi (perahu naga).
Berbeda dengan kondisi yang dialami perahu karet yang melaju di arung jeram.
Paradigma perahu karet menurut Fendy sangat dekat dengan filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu Ing ngarso sung tolodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Paradigma organisasi seperti perahu karet sangatlah fleksibel.
Seorang pemimpin dalam perahu karet tidak terlihat jelas karena ia berada dimana-mana. Posisi antara pemimpin dengan anak buah pun tidak terlihat jelas karena masing-masing dapat bertindak setara selama ia dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Sementara air yang dilalui dalam arung jeram cenderung tidak dapat diprediksi dan relatif deras. Ini dapat menggambarkan sebuah kondisi eksternal yang tidak dapat diduga sebelumnya. Karena itulah maka Fendy menyatakan bahwa sebuah organisasi harus seperti perahu karet. Manusia tidak dapat disetting sebagaimana pengayuh di dalam perahu naga karena kondisi saat ini sangat dinamis dan tidak dapat diduga. Sehingga apabila paradigma kita masih didasarkan seperti perahu naga, maka kita akan cenderung memandang manusia sebagai aset yang dalam ekonomi disamakan seperti mesin yang pasti memiliki Return on Investment (ROI). Dan pilihan apakah sebagai BLU maupun BHP bagi perguruan tinggi menurut Fendy, merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi berbagai situasi eksternal yang tidak terduga. [nun]Disertasi Agus Mulyono: Citra X-Ray untuk Deteksi Osteoporosis
30 Desember 2008Osteoporosis atau keropos tulang adalah penyakit kronik yang ditandai dengan rendahnya massa tulang yang disertai perubahan mikro arsitektur tulang dengan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang, sehingga tulang mudah retak, atau bahkan terjadi patah. Meskipun angka prevalensinya termasuk tinggi (23,3% untuk laki-laki dan 32% untuk wanita), sebenarnya pencegahan osteoporosis bisa dilakukan sejak dini apabila diketahui kondisi tulang secara aktual. Saat ini pemeriksaan osteoporosis dilakukan dengan mengukur kepadatan tulang dalam satu luasan yang sering disebut dengan Bone Mineral Density (BMD), metode pemeriksaan C-Tx (Telopeptide) dan N-Mid Osteocalsin, dan deteksi secara konvensional dengan metode morfometri. Satu lagi metode yang dapat diupayakan yaitu analisis tekstur untuk mengenali suatu citra dengan menggunakan sinar X. Cara ini adalah adopsi dari beberapa teknik deteksi kelainan paru-paru, diagnosa leukimia, dan deteksi penyakit lainnya.
Agus Mulyono SPd MKes mengutarakan ini dalam disertasi berjudul "Analisis Tekstur Citra X-Ray Tulang Tangan, Tulang Lutut, dan Tulang Rahang untuk Deteksi Osteoporosis". Ujian terbuka disertasi itu digelar di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, Selasa (30/12). Tim promotor terdiri dari Prof Dr dr M Aris Widodo MS SpFK, Prof Dr dr M Hidayat SpOT, Dr Sri Widyarti MSi, dan Ir Purnomo Budi Santoso PhD. Sedangkan majelis penguji adalah Prof Dr dr M Rasyad Indra MS, Dr Toto Nusantara, serta Dr dr Koosnadi Saputra Sp Rad.
Penelitian disertasi Agus bertujuan menganalisis citra X-Ray tulang tangan, tulang lutut, dan tulang rahang dari dental panoramic untuk mendapatkan karakteristiknya dengan menggunakan analisis tekstur. Dari analisis tersebut diharapkan tampak ciri yang dapat membedakan antara tulang normal dengan tulang yang telah mengalami osteoporosis.
Agus melaksanakan penelitiannya di Pramita Utama Diagnostic Center, Surabaya, Juni hingga Juli 2008. Sebagai obyek, Agus menggunakan 19 wanita menopause dengan memperhatikan faktor-faktor BMD dan sampel tulang-tulang yang dicitrakan foto X-Ray. Penelitian dilakukan dengan empat tahapan yang berbeda. Tahap pertama, analisis tekstur citra X-Ray tulang tangan. Tahap kedua menganalisis citra X-Ray tulang lutut, dan tahap ketiga menganalisis citra tulang rahang untuk deteksi osteoporosis. Terakhir, analisis tekstur citra gabungan (tulang tangan, tulang lutut, dan tulang rahang).
Dari serangkaian penelitian tersebut Agus menyatakan, citra X-Ray dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya osteoporosis dengan objek dan nilai ketepatan klasifikasi masing-masing: ruas kelingking (78,9 %); patella (94,7 %); tulang rahang (78,9 %); dan citra X-Ray gabungan tulang tangan dan tulang lutut (100%).
Peluang Pengukuran Kualitas Tulang
Agus memaparkan, untuk mendeteksi osteoporosis tidak hanya mengukur BMD yang merupakan kuantitas tulang, tetapi perlu juga melihat kualitas tulang (struktur/matriks tulang, arsitektur tulang). Dengan penelitian itu, dimungkinkan juga melihat kualitas tulang dengan membandingkan hasil pengukuran kualitas tulang. Salah satunya, dengan preparat histologi tulang dan pengukuran melalui CTx-Osteocalcin.
Hasil penelitiannya juga berpeluang untuk dikembangkan ke arah studi deteksi kepadatan tulang berkaitan dengan penyakit-penyakit tulang lain terutama penyakit tulang metabolik. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut berkaitan dengan penyakit tulang metabolik, dan lebih lanjut lagi untuk klasifikasi osteopeni.
Aguis Mulyono, pria kelahiran Situbondo 8 Agustus 1975 ini adalah pengajar di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Ia memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika di IKIP Negeri Malang, dan Magister Biostatistik Unair Surabaya. Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, akhirnya ia berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran, kekhususan teknik kedokteran dengan predikat memuaskan. [fjr]Workshop di UB: Mendesian Ulang Manajemen SDM
30 Desember 2008Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MS membuka Workshop Prosedur Pelaksanaan Standar Sumber Daya Manusia di lantai VIII Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, akhir pekan lalu (24/12). Workshop ini merupakan bagian dari program Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) dengan tema "Mendesain Ulang Manajemen Strategi Sumber Daya Manusia".
Sebagai pembicara kunci Drs Asrori MA FMLI Ketua Program Sarjana Ekstensi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Pembicara lain adalah tim BHP UB bidang sumber daya manusia Prof Drs Achmad Fauzi Dh MA, dan tim BLU UB Prof Dr Ir Abdul Latief Abadi MS. Peserta workshop meliputi para dekan, pembantu dekan, dosen, kepala biro, kepala bagian dan kepala sub bagian di lingkungan UB.
Dalam sambutannya Warkum mengatakan, komitmen sivitas akademika utamanya para pegawai dan unsur pimpinan kepada institusi merupakan faktor utama yang akan menentukan arah institusi. Selama ini menurut Warkum, Universitas Brawijaya belum bisa memberikan kualitas pelayanan yang optimal, baik untuk lingkungan ekstern maupun lingkungan intern. Salah satu indikasi penyebabnya yaitu kurang tersedianya sarana dan prasarana yang dimiliki. Karenanya, apabila UB berkomitmen untuk menuju perguruan tinggi yang berstandar internasional, diperlukan kerjasama dan usaha yang cukup besar dari semua sivitas akademika, mulai dari lingkungan terbawah sampai unsur pimpinan. Segenap sumber daya manusia yang dimiliki juga harus mampu menerjemahkan visi-misi universitas yang telah ditetapkan.
Sementara itu Prof Fauzi dalam paparannya mengenai studi kebijakan sistem karir dan evaluasi kinerja pegawai (dosen dan karyawan) menyatakan survei telah dilakukan oleh tim SDM BHP UB baik di dalam negeri (intern universitas dan universitas yang telah menerapkan sistem BHPMN) maupun perguruan tinggi luar negeri.
Informasi yang diperoleh dari hasil survei kemudian akan dikombinasikan dan didesain sehingga cocok dengan kondisi UB. Tim BHP UB juga telah menyusun sebuah prosedur manual sistem merit promosi dan karir pegawai.
Dalam prosedur manual disebutkan, pola umum pembinaan karir PNS/pegawai UB berpedoman pada pola persyaratan jabatan, peta jabatan struktural dan pola dasar karir yang berlaku di UB. Sementara pola persyaratan jabatan, peta jabatan struktural, dan pola dasar karir PNS/pegawai UB, diatur dalam Ketentuan Menduduki Jabatan Struktural. Dalam sistem merit dan promosi untuk calon dosen misalnya, calon dosen harus bergelar minimal master/magister dengan IPK 3,00, dengan pendidikan S1 dan S2 dari PT terkemuka yang mempunyai akreditasi A dari BAN PT Depdiknas. Syarat berikutnya harus memiliki nilai TOEFL 450 dari lembaga Bahasa Inggris yang ditentukan UB dan nilai TPA minimal 450. Sementara untuk tenaga penunjang akademik dan tenaga administrasi harus memiliki kriteria yaitu bergelar minimal SMA/sederajat dengan nilai minimal 7, bagi S1 dengan IPK minimal 2,75 dari PT dengan nilai akreditasi minimal B.
Setelah libur selama 5 hari, workshop ini dilanjutkan lagi Selasa (30/12). [nun]Entrepreneur Muda FEUB, Bintang Kampus Cita Cinta Olay 2008
30 Desember 2008Luki Marselina, mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FEUB), baru-baru ini berhasil menjadi Bintang Kampus Cita Cinta (BKCC) Olay 2008. Keberhasilan ini diawali dengan melalui seleksi ketat di Surabaya, November silam, lewat tes tulis dan praktik mengenai Sales Competition dan Business Competition. Luki berhasil melaju ke Jakarta bersama 19 semifinalis dari daerah lain, seperti Bandung dan Surabaya.
Di Jakarta, para kandidat juga menghadapi seleksi ketat untuk menentukan 10 finalis. Perjalanan panjang itu akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Pada malam final kompetisi BKCC 2008 di ballroom Hotel Grand Kemang Jakarta, 2-6 Desember 2008 silam, dewan juri yang terdiri atas Zornia S Devi (Pemimpin Redaksi Cita Cinta), Baslir Djamal (Corporate Marketing Director Femina Group), Junita Kartikasari (P&R Manager P&G), Ermey Trisniarty (Pemilik Dapur Cokelat), dan Dewi Dewo (Psikolog), menetapkan Luki Marselina keluar sebagai Juara II. Acara penobatan bintang kampus itu dipandu oleh duo MC Imam Wibowo dan Claudia Lengkey.
Para bintang kampus itu selengkapnya, Juara I dan Favorit: Aisha Anastasia (FT-UI Jakarta), Juara II: Luki Marselina (FE UB Malang) dan Juara III: Erlin Octaviani (FIP UNJ Jakarta). Luki merupakan peserta termuda di antara para juara, dan berhasil menyisihkan para finalis yang berasal dari perguruan tinggi papan atas Indonesia, seperti UI, ITB, Unair, Unpad, Undip, UNJ dan UBinus.
Jiwa wirausaha
Sebagai Juara II Luki berhak atas trofi, uang tunai senilai Rp 7 juta, dan berkesempatan mengikuti pelatihan bahasa dan pengembangan diri di Jakarta. Prestasi ini menunjukkan keseriusan Luki Marselina. Sebagai mahasiswa Jurusan Manajemen, ia dituntut memiliki jiwa dan naluri kewirausahaan (entrepreneurship). Sebelum ini Luki bersama 2 orang rekannya telah mengajukan proposal PKM Kewirausahaan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan dosen pembimbing Dede Sadewo Djatikusumo SE MSi. Tidak hanya itu, Luki sejak lama membuka gerai makanan dan minuman di sekolahnya, SMPN 1 Malang. Dan saat ini ia punya keinginan menjadi mahasiswa sekaligus entrepreneur yang berhasil. [de/ris/kar]Prof Sri Kumalaningsih Raih Penghargaan
24 Desember 2008Prof Dr Ir Sri Kumalaningsih MAppSc, guru besar Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya, baru-baru ini memperoleh penghargaan pemerintah. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Prof Dr Meutia Farida Hatta Swasono atas nama pemerintah, dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta Convention Centre dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-80, Senin (22/12) silam.
Tiga tokoh perempuan berprestasi menerima anugerah itu. Di samping Prof Sri Kumalaningsih yang dinilai berjasa dalam pengembangan teknologi pangan, khususnya pangan tradisional, penghargaan juga diberikan kepada Iravati M Sudiarso yang berpestasi dan pendidik di bidang seni musik, serta kepada pianis sekaligus komponis Trisutji Djuliati Kamal.
Pemberian penghargaan dilakukan di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, para menteri, serta ribuan hadirin yang memadati JCC. [azh]
---
Foto: Para penerima penghargaan "Anugerah Parahita Ekapraya" (dari kiri) Iravati M Sudiarso, Sri Kumalaningsih, Trisutji Djuliati Kamal. (Foto oleh Azis Hoesein)Ir Idris Israil Meninggal Dunia
24 Desember 2008Ir Idris Israil (66 tahun) dosen senior Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet-UB), meninggal dunia kemarin, Selasa (23/12) empat hari menjelang ulang tahunnya yang ke-66. Jenazah dimakamkan hari itu juga di pemakaman Desa Ketawanggede, hanya beberapa meter dari rumah tinggalnya.di Jalan Kertoaji 4, Ketawanggede, Malang. Almarhum sudah beberapa waktu sakit hingga mengharuskannya cuci darah.
Idris Israil adalah putra kelahiran Bima (Sumbawa), 27/12/1942, insinyur peternakan lulusan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (1973), diangkat menjadi dosen Jurusan Produksi Ternak pada dengan bidang ilmu ternak potong (kambing) sejak tahun 1976 dengan jabatan akademis terakhir Lektor Kepala golongan IV/a, pensiun sejak tahun 2007 dan mendapat kenaikan pangkat pengabdian menjadi Pembina Tingkat I golongan IV/b.
Almarhum meninggalkan isteri Ir Susrini Maeran Idris MAppSc, yang juga dosen Fapet-UB, dan 3 orang anak. Semasa mahasiswa di akhir tahun 1960-an hingga awal 1970-an, Idris Israil dikenal sebagai atlet lari jarak jauh (maraton) dengan prestasi lumayan di tingkat regional Jawa Timur, bahkan pernah mewakili Malang dalam Pomda (Pekan Olahraga Mahasiswa) Jawa Timur tahun 1971. Selain itu, Idris juga dikenal sebagai pemain tenis meja yang handal. Beberapa kali Idris menjuarai cabang itu dalam kompetisi antar fakultas. Sosok Idris yang bertubuh gempal itu mudah dikenal lantaran kebiasaannya, ke mana-mana mengendarai Vespa Sprint warna coklat susu kesayangannya.
Tidak hanya di dalam kampus, selama beberapa periode Idris Israil juga sempat aktif sebagai anggota DPRD Kotamadya Malang, mewakili Golkar dari unsur HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia). [Far]Disertasi Chanif Mahdi: Efek Formalin dan Yogurt terhadap Antioksidan
23 Desember 2008Formaldehid, atau yang populer disebut formalin, adalah senyawa organik golongan aldehid atau alkanal yang paling sederhana. Keberadaannya dalam tubuh dapat berperan sebagai sumber senyawa reactive oxygen species (ROS) dan radikal bebas, yang bersifat merusak sel dan jaringan organ, termasuk hepar. Sedangkan yogurt dikenal sebagai produk fermentasi yang diharapkan mampu mencegah kerusakan jaringan hepar akibat paparan formaldehid. Oleh sebab itu, dipandang perlu kajian mendalam untuk efek paparan formaldehid dan suplementasi yogurt terhadap aktivitas antioksidan.
Demikian latar belakang penelitian disertasi Ir Chanif Mahdi MS dengan judul "Efek Paparan Formaldehid dan Suplementasi Yogurt terhadap Aktivitas Antioksidan Kerusakan Oksidatif, Profil dan Karakter Protein Jaringan Hepar Tikus (Rattus norvegicus)". Ujian terbuka disertasi itu digelar Selasa (23/12) di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya. Bertindak selaku promotor adalah Prof Dr dr Sumarno DMM SpMK, Prof dr M A Widodo MS DSFK PhD, dan Dr drh Aulani'am DESS. Sedangkan majelis penguji terdiri dari Prof Dr drh Fedik A Rantam, Prof Dr drh Wassito MSc, Dr drg Nur Permatasari MKes, dan Dr dr Karyono Mintaroem DSPA. Hadir menyaksikan acara tersebut tokoh politik Effendy Choirie, Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI, yang tidak lain keponakan Chanif.
Secara spesifik, tujuan dari penelitian Chanif adalah untuk mengetahui tingkat penurunan aktivitas antioksidan, menjelaskan tingkat perbaikan aktivitas antioksidan, serta mendapatkan protein spesifik yang bersifat antigenik untuk perangkat deteksi protein spesifik. Selama ini memang belum ada penelitian yang mengungkap peran dan mekanisme yogurt sebagai sumber antioksidan dan perannya dalam mencegah kontaminasi formaldehid sebagai radikal bebas dalam tubuh.
Tiga Tahap Penelitian
Penelitian disertasi Chanif ditempuh dalam tiga tahap. Tahap pertama merupakan penelitian percobaan yang bertujuan mengetahui efek paparan berbagai dosis formaldehid dalam makanan tikus, terhadap aktivitas enzimatis dan kerusakan oksidatif jaringan hepar tikus. Penelitian tahap kedua juga bersifat penelitian percobaan di laboratorium, namun tujuannya untuk mengetahui efek paparan formaldehid dan suplementasi yogurt terhadap aktivitas antioksidan, kerusakan oksidatif, serta profil protein jatingan hepar tikus. Sedangkan penelitian tahap 3 bertujuan untuk mengetahui sifat antigenisitas protein antigen yang muncul akibat paparan formaldehid serta sifat protein yang muncul akibat suplementasi yogurt.
Dari seluruh rangkaian penelitiannya, Chanif menyimpulkan bahwa paparan formaldehid dalam makanan tikus mampu menurunkan aktivitas superoksid dismutase (SOD), kadar glutathion tereduksi (GSH) dan menaikkan kadar malonyl aldehida (MDA). Dengan demikian, paparan formaldehid yang disuplementasi oleh yogurt mampu menurunkan aktivitas antioksidan walaupun ada kecenderungan meningkatkan kembali aktivitas antioksidan terutama pada dosis paparan formaldehid 25 ppm. Chanif menyarankan agar ke depan ada penelitian lebih lanjut tentang manfaat yogurt pada manusia akibat konsumsi makanan dan minuman yang mengandung formaldehid.
Cum laude
Berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan majelis penguji, Chanif Mahdi dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan gelar doktor dalam bidang ilmu kedoteran dengan kekhususan biomedik. Predikat cum laude diperoleh Chanif setelah menyelesaikan studi S3-nya dalam tempo 2 tahun 3 bulan.
Dr Ir Chanif Mahdi MS (56 tahun) adalah lektor kepala pada Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB dengan pangkat pembina utama muda golongan IV/c. Pria kelahiran Tuban, 12 April 1952 ini, sarjana peternakan lulusan UB (1979), magister ilmu tanaman pakan ternak UGM (1993). Selain itu Chanif mendapat pendidikan tambahan antara lain Diploma Kimia dari Universitas Pertanian Wageningen, Belanda (1985), Organic and Environmental Chemistry Course oleh NUFFIC di UB, Malang (1986), Chemical Instrumentation Course di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia (1989), Pra-Pascasarjana Kimia di ITB, Bandung (1988), Biotechnology Course DAAD-UB di UB, Malang (1997), Workshop Oxidant-Antioxidant Measurement from Biological Sample, Malang (2007), dan Glycoprotein Analysis and Enzymtic Deglycosylation, Malang (2007).
Dalam beberapa tahun terakhir, Chanif banyak mengadakan penelitian. Dua di antaranya dibiayai proyek Penelitian Hibah Bersaing (PHB) XIII tahun 2006 dan PHB-XIV tahun 2007, sedangkan dua lainnya dibiayai secara mandiri. Sementara itu Chanif dalam tiga tahun terakhir aktif mengikuti seminar dan pertemuan ilmiah paling tidak sebanyak 6 kali, dan menulis 4 publikasi dalam jurnal ilmiah.
Chanif pernah menjabat sebagai Sekretaris Lab Sentral Kimia UB (1984-1985), Ketua Lab Sentral Kimia UB (1985-1987), Pembantu Dekan II FMIPA UB (1987-1988, 1997-2004)), Sekretaris Jurusan Kimia FMIPA UB (1993-1995), Anggota Senat UB (1999-2004), Sekretaris Unit Kopri UB (2006-sekarang), dan pernah pula menjadi dekan pada Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (1981-1995). Dari pernikahannya dengan Siti Chunaiyah, Dr Chanif Mahdi dikaruniai dua orang putri. [fjr]Dikukuhkan, 3 Gurubesar Baru UB
23 Desember 2008Universitas Brawijaya (UB) hari ini, Selasa (23/12), mengukuhkan 3 gurubesar baru. Upacara pengukuhan di depan rapat terbuka Senat UB digelar di gedung Widyaloka, dipimpin oleh Rektor selaku Ketua Senat. Ketiga gurubesar baru itu masing-masing adalah: Prof Dr Mochammad Bakri SH MS (gurubesar ke-160 UB/ke-14 dari Fakultas Hukum), Prof Dr Surachman SE MSIE (gurubesar ke-161 UB/ke-24 Fakultas Ekonomi), dan Prof Dr Ir Kuswanto MS (gurubesar ke-162 UB/ke-39 Fakultas Pertanian).
Dalam upacara itu Prof Mochammad Bakri membawakan orasi ilmiah berjudul "Pengakuan dan Pengingkaran Hak Ulayat dalam Hukum Agraria Nasional". Prof Surachman membawakan judul "Peranan Manajemen Operasional dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa". Sedangkan Prof Kuswanto membawakan orasi berjudul "Peranan Pemuliaan Tanaman untuk Menyediakan Sayuran yang Sehat Bebas Pestisida".Prof Mochammad Bakri
Dalam orasinya, Prof Mochammad Bakri mengatakan, berdasarkan hak ulayat, warga masyarakat hukum diberi hak (wewenang) atas hutan ulayatnya untuk membuka tanah (hutan) untuk dipakai sebagai pemukiman, mengambil bahan tambang, mengambil hasil hutan, dan mengambil ikan dan binatang liar. Akan tetapi di dalam pasal 11 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kehutanan menampilkan kesan bahwa adanya syarat izin pertambangan rakyat, menimbulkan terjadinya penggusuran pertambangan rakyat tanpa izin secara besar-besaran. Menurut Prof Mochammad Bakri, hal ini menunjukkan adanya pengingkaran hak-hak masyarakat hukum adat yang berdasar pada hak ulayatnya, sehingga berarti pula pengingkaran terhadap hak ulayat.
Dalam tataran implementasi, telah terjadi perampasan hak-hak warga masyarakat hukum adat untuk mengambil SDA yang ada di bawahnya. Kondisi tersebut telah terjadi pada bidang kehutanan dan pertambangan. Oleh sebab itu, untuk melindungi hak-hak masyarakat adat atas SDA yang ada di wilayahnya, perlu diadakan perubahan konsep hutan negara yaitu, hutan adat (tanah ulayat) bukan hutan negara (tanah negara), melainkan hutan hak masyarakat hukum adat setempat yang harus dilindungi.
Prof Mochammad Bakri, pria kelahiran Banyuwangi, 15/8/1950, dikukuhkan dalam jabatan fungsional gurubesar dalam bidang ilmu/mata kuliah hukum agraria dengan keputusan Mendiknas nomor 32986/A4.5/KP/2008 tanggal 30 April 2008. Sarjana hukum UB (1977) ini mendapatkan gelar magister dari UGM (1985), dan doktor ilmu hukum dari Unair (2006), mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar Fakultas Hukum UB sejak 1979, pangkat terakhir Pembina Utama Muda, golongan IV/c, sejak 1996. Prof Bakri pernah menjabat sebagai Ketua Bagian Hukum Perdata pada FH-UB (1992-1995), dan Kepala Laboratorium Hukum pada FH-UB (1996-1999). Beberapa tahun terakhir, Prof Bakri menghasilkan 5 karya penelitian, 2 buku ajar, dan 4 judul artikel dalam jurnal ilmiah hukum, serta penghargaan sebagai dosen teladan tingkat FH-UB tahun 1985. Baru-baru ini Prof Bakri melaksanakan program home-stay selama 3 bulan di Massey University, New Zealand.Prof Surachman
Dalam pidatonya, Prof Surachman berpendapat, ketergantungan perekonomian suatu negara bisa menimbulkan dampak politik dan sosial budaya. Ekonomi yang kuat ialah cita-cita setiap bangsa untuk menghindari dari sifat ketergantungan yang terlalu tinggi pada negara lain, namun untuk mencapainya tidak semudah membalik telapak tangan.
Menurut Prof Surachman, ada dua faktor yang perlu dilakukan dapat menghindari ketergantungan dari negara lain dan meningkatkan daya saing, yaitu faktor eksternal dan faktor internal industri. Faktor yang pertama berhubungan dengan penciptaan kondisi seperti penyempurnaan kelembagaan, perbaikan infrastruktur, stabilitas ekonomi makro, kesehatan dan peningkatan pendidikan. Perbaikan di sektor ini banyak dilakukan oleh peran pemerintah.
Domain pengelolaan faktor yang kedua dimiliki oleh sektor industri. Meskipun demikian pemerintah harus tetap melakukan pembinaan kewirausahaan dari manajer pemilik, dengan harapan agar mampu mengembangkan sektor-sektor industri tersebut. Pembinaan yang dilakukan hendaknya disertai oleh penyempurnaan kelembagaan, mekanisme dalam pemberian izin, pemetaan lokasi di antara kelompok-kelompok industri yang ada, mekanisme hubungan kerjasama antar kelompok industri, sampai dengan bantuan lembaga keuangan yang mampu mendukung terciptanya kondisi untuk tumbuh dan berkembanganya industri, khususnya industri kecil dan menengah.
Prof Surachman, pria kelahiran Besuki, 8/12/1950, dikukuhkan dalam jabatan fungsional gurubesar dalam bidang ilmu/mata kuliah manajemen operasional dengan keputusan Mendiknas nomor 32991/A4.5/KP/2008 tanggal 30 April 2008. Sarjana ekonomi UB (1980) ini mendapatkan magister teknik dan manajemen industri dari ITB (1985), dan gelar doktor ilmu ekonomi dari Unair (2005), mengabdikan diri sebagai dosen Fakultas Ekonomi UB sejak 1980, pangkat terakhir Pembina Tingkat I, golongan IV/b sejak 1999. Prof Surachman pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Manajemen FE-UB (1980-1982), Wakil Direktur Lembaga Manajemen FE-UB (1993-1998), dan anggota Pusat Jaminan Mutu UB (2005-sekarang). Selama beberapa tahun terakhir, Prof Surachman menghasilkan 5 judul karya penelitian, 4 judul publikasi ilmiah, dan aktif sebagai instruktur dalam pelatihan pembinaan usaha kecil dan menengah.Prof Kuswanto
Dalam budidaya sayuran, menurut Prof Kuswanto, petani hampir selalu menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan hama penyakit tanaman. Kegiatan penyemprotan pestisida pada tanaman sayur dan buah, akan terjadi kontak langsung antara bahan kimia beracun dengan bagian tanaman yang dikonsumsi manusia. Cara pengendalian hanya dengan mengandalkan pestisida, sangat tidak efektif dan efisien.
Menurut Prof Kuswanto, pengendalian yang lebih ekonomis dan efisien adalah menggunakan varietas tahan yang dirakit melalui pemuliaan tanaman karena penggunaan pestisida dapat dikurangi, aman terhadap lingkungan dan manusia, kehilangan hasil dan biaya produksi yang dapat ditekan, hasil sayur segar akan lebih sehat dan konsumen tidak engganm mengkonsumsi.
Dalam pandangannya, Prof Kuswanto meyakini bahwa pada masa yang akan datang kegiatan pemuliaan ketahanan terhadap hama penyakit, merupakan upaya paling efisien dan ekonomis, dalam rangka pengendalian hama dan penyakit, serta mencukupi kebutuhan sayur, buah dan pangan yang sehat bebas pestisida. Bagi pemulia tanaman, kegiatan tersebut juga berpeluang besar untuk mendapatkan insentif dari royalti varietas yang dihasilkan.
Prof Kuswanto, pria kelahiran Kediri, 11/7/1963, dikukuhkan dalam jabatan fungsional gurubesar dalam bidang ilmu/mata kuliah pemuliaan tanaman. Sarjana pertanian (agronomi) UB (1986), magister bidang studi pemuliaan tanaman UGM (1993), dan doktor ilmu pertanian (pemuliaan tanaman) UB 2002 ini mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar Fakultas Pertanian UB sejak 1988, pangkat terakhir Pembina, golongan IV/a sejak 2004. Prof Kuswanto pernah menjabat sebagai redaksi jurnal ilmiah Habitat FP-UB (1994-2004), Wakil Kepala Kebun Percobaan UB di Jatikerto (1996-1999), Sekretaris Perhimpunan Bioteknologi Pertanian Indonesia Timur (1996-2000), ketua redaksi jurnal ilmiah Habitat FP-UB (2004-2007), ketua redaksi jurnal ilmiah Agrivita FP-UB (2004-sekarang), Ketua Pusat Kajian Pemuliaan Tanaman (PKPT) (2004-sekarang), Kepala Divisi Agrokompleks Laboratorium Sentral Ilmu Hayati UB (2007-sekarang). Selama beberapa tahun terakhir Prof Kuswanto, baik secara mandiri maupun tim, menghasilkan 30 judul publikasi ilmiah, 3 judul buku ajar, 3 judul karya penelitian, dan mengikuti 10 kegiatan workshop/pelatihan. [Far/fjr]Prof Agus Suryono: Infrastruktur Dominasi Usulan Jaring Asmara RPJMN
23 Desember 2008Dalam rangka mempersiapkan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 secara bottom-up planning, Bappenas menyelenggarakan Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Jaring Asmara). Acara ini digelar Senin (22/12) di Bappeda Provinsi Jawa Timur Surabaya. Kegiatan yang dihadiri oleh 33 perwakilan Bappeda dan SKPD seluruh Indonesia ini, dilaksanakan di 3 kota di Indonesia, yaitu Batam (untuk Indonesia Bagian Barat), Surabaya (untuk Indonesia Bagian Tengah), dan Makassar (untuk Indonesia Bagian Timur).
Prof Agus Suryono, selaku narasumber dari LPPM-UB pada pertemuan tersebut mengatakan, pembangunan infrastruktur dan pelestarian mutu lingkungan hidup merupakan usulan yang paling menonjol sebagai isu strategis RPJMN 2010-2014. Pembangunan infrastruktur yang dimaksud terutama berkait dengan pembangunan transportasi barang trans Jawa dan trans Kalimantan. Isu-isu strategis yang mengemuka pada forum tersebut, antara lain: pemberantasan korupsi, pelaksanaan prinsip-prinsip good governance, peningkatan kompetensi SDM aparatur negara, pelayanan publik, indikator kinerja instansi pemerintah (birokrasi), pemberdayaan masyarakat miskin (pengentasan kemiskinan dan pengangguran), lingkungan hidup dan manajemen bencana, peningkatan peran kehidupan umat beragama dalam pembangunan, reposisi peran perempuan dalam pembangunan, jangkauan dan mutu pendidikan, jangkauan layanan kesehatan masyarakat, revitalisasi pertanian, revitalisasi industri kecel menengah (IKM) dan usaha mikro kecil dan menegah (UMKM), daya saing pariwisata, pembangunan infrastruktur, investasi pembangunan (di daerah), serta jumlah penduduk dan luas wilayah pemerintahan. [Kiky]UB Menuju BHP Lewat BLU
23 Desember 2008
Seluruh elemen Universitas Brawijaya, pekan silam selama dua hari, Rabu-Kamis (17-18/12), menerima visitasi tim I-MHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency). Dua orang reviewer yang ditugaskan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Depdiknas adalah Dr Kharisun (Universitas Jenderal Soedirman) dan Prof Dr Gumoro (UGM). Berbagai elemen yang berpartisipasi dalam kesempatan tersebut adalah Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, Senat Universitas, Tim Persiapan BHP, Taskforce/PIC, serta Kabag dan Kasubbag.
Dari wawancara yang dijadwalkan, terungkap bahwa I-MHERE dirasakan sangat bermanfaat. Indikasinya, ada perbaikan hampir pada seluruh komponen. Dalam pertemuan dengan anggota senat, Prof Achmad Fauzi Dh, yang juga ketua tim MSDM, memaparkan bahwa I-MHERE bermanfaat untuk membantu mengetahui potensi dosen dan pegawai. Dalam bulan ini, menurutnya juga akan diadakan workshop dalam rangka pemberhentian dosen dan karyawan yang pensiun di samping pembahasan mengenai asuransi.BLU dan BHP
Sementara itu, Tim Persiapan BHP diwakili Prof Sutiman Bambang Sumitro memaparankan, UB telah mempersiapkan diri menjadi Badan Hukum Pendidikan (BHP) sejak tahun 2006. Bahkan, surat persetujuan dari Dikti untuk menjadi BHP pun telah diterima sejak November 2007. ”Hanya saja, pelaksanaannya menunggu Undang-Undang BHPMN”, ujar Prof. Sutiman. Sementara menunggu disahkannya Undang-Undang, Universitas Brawijaya memilih menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Pengesahan BLU ini, telah mendapatkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 361/KMK.05/2008 tentang Penetapan Universitas Brawijaya Malang pada Departemen Pendidikan Nasional sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Surat Keputusan ini telah ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Desember 2008. Berkaitan dengan hal tersebut, menurut Prof Sutiman, Universitas Brawijaya akan menghadapi masa transisi BHPMN dengan menjadi BLU paling lama 2 tahun. ”Dengan masa transisi selama lima tahun, maka diperhitungkan UB dapat menjadi BHPMN sekitar tahun 2010 atau 2011”, katanya. (Baca: SK Menkeu no 361/KMK.95/2008).
UB sebagai BLU Penuh
Penetapan UB sebagai BLU, disebutkan dengan mempertimbangkan berbagai hal, yang pertama adalah permohonan Departemen Pendidikan Nasional Nomor 147/MPN/KU/2008 tanggal 6 Oktober 2008 tentang pengajuan UB sebagai instansi pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Bidang Layanan Umum (PK-BLU). Pertimbangan lainnya adalah hasil penilaian Tim Penilai Usulan Penerapan PK-BLU Tahun 2008 yang dituangkan dalam Berita Acara Tim Penilai Usulan Penerapan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Tahun 2008 Nomor BA-17/Tim-Penilai/2008 tanggal 18 November 2008 yang menyatakan bahwa UB telah memenuhi syarat untuk menerapkan BLU. Dengan status BLU secara penuh, maka UB mendapatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan sesuai dengan Peraturan pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan peraturan pelaksanaannya. Terkait hal tersebut, maka UB diwajibkan untuk menyusun sistem akuntansi paling lambat dua tahun setelah ditetapkan menjadi BLU pada tanggal 17 Desember 2008.
I-MHERE Diperpanjang
Dari hasil review selama dua hari tersebut, dipaparkan bahwa project I-MHERE di Universitas Brawijaya akan diperpanjang lagi tahun 2009 nanti. Dipaparkan Dr. Johan Andoyo Effendi Noor selaku Ketua Taskforce/PIC, jumlah dana yang dikucurkan mencapai 500.000 USD. Dari hasil presentasi (wrap up), terungkap bahwa dari delapan kelompok PIC, hanya empat kelompok saja yang siap dipresentasikan yaitu Procurement Management System (PRM), Infrastructure System Management (ISM), Information and Communication Technology (ICT) dan Quality Assurance Centre (QAC). Sementara empat bagian lain yang membutuhkan perpanjangan adalah Governance (GOV), Financial Management System (FMS), Academic Management System (AMS), dan Human Resource Department (HRD). [nok].Diskusi Merah Putih: Meningkatkan Wawasan Kebangsaan
22 Desember 2008
Nasionalisme adalah bagian dari imaginate community (komunitas yang terbayangkan) di mana masyarakat yang terkait di dalamnya seringkali tidak saling mengenal satu sama lain, tetapi mereka merasa memiliki kesamaan. Kesamaan inilah yang menjadi ikatan kebersamaan yang terimajinasikan tersebut.
Demikian Prof Kacung Marijan MA PhD mendefinisikan nasionalisme mengutip pernyataan ilmuwan terkemuka, Ben Anderson, dalam makalah bertajuk "Nasionalisme: Menuju Negara-Bangsa yang Demokratis dan Stabil, serta Berkeunggulan Kompetitif". Gurubesar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga ini membawakan makalah itu sebagai pembicara dalam Diskusi Merah Putih bertema "Meningkatkan Wawasan Kebangsaan".
Kegiatan ini diselenggarakan oleh BEM Fakultas Perikanan, bekerjasama dengan EM Universitas Brawijaya (UB), dan Pangdam V Brawijaya. Hadir sebagai pembicara, Prof Dr Ir Wani Hadi Utomo, gurubesar Fakultas Pertanian UB yang juga Rektor Universitas Tribhuwana Tungga Dewi, dan Kepala Staf Kodam V Brawijaya, Brigjen TNI Bambang Sumarno SIP.
Dalam paparannya, Prof Kacung Marijan menyebutkan, nasionalisme dapat dinyatakan sebagai sebuah spirit yang berasal dari pernyataan atas kepentingan bersama, sejarah yang sama, ataupun kesamaan primordialisme yang lain seperti kesamaan etnis, ras ataupun suku. Terkait hal tersebut, ia membedakan antara nasionalisme yang ada di Indonesia dengan nasionalisme di Eropa. "Nasionalisme di Eropa berkaitan dengan abad pencerahan (enlightenment) yang merupakan gerakan restrukturisasi, yang semula segala sesuatu, terutama kekuasaan, tersentralistik pada raja, kemudian didobrak dan dikembalikan kepada rakyat. Upaya untuk mendobrak sentralisasi inilah yang kemudian dikenal dengan Revolusi Perancis", jelasnya. "Sementara di Indonesia, nasionalisme ini muncul karena semangat perlawanan terhadap penjajahan, seperti halnya negara lain yang pernah terjajah, di antaranya India", tambahnya. Model lain dari nasionalisme yang sangat mungkin untuk Indonesia, disebutkannya adalah kesamaan sejarah dan kepentingan yang sama. "Masyarakat Indonesia memiliki kesamaan sejarah termasuk masa pemerintahan kerajaan-kerajaan besar hingga era penjajahan. Hal ini dapat menjadi satu ikatan bersama", ujarnya. Untuk model ikatan yang lain, menurut Kacung Marijan masih sulit, karena Indonesia terdiri dari beragam suku, etnis, agama, ras dan golongan, sehingga sangat sulit pula untuk melihat kepentingan dari masing-masing entitas. "Di sinilah letak tantangan yang ada di Indonesia, yaitu menciptakan masyarakat yang demokratis di atas keanekaragaman suku, etnis, agama dan golongan disatu sisi dan disisi yang lain menciptakan pemerintahan yang stabil dan memiliki governability diatas berbagai kepentingan", tutur Kacung. Tantangan lain menurutnya adalah kebutuhan untuk berinteraksi dengan banyak negara yang lain, di mana Indonesia dituntut untuk terlibat dalam pergaulan internasional. Terkait hal ini, Kacung memberikan pelajaran mengenai Burma atau Myanmar yang cenderung menutup diri dari pergaulan internasional. "Negara ini dulu pernah menjadi eksportir beras terbesar, tapi sekarang tidak terdengar lagi kiprahnya", tuturnya.
Eksperimen Demokrasi
Indonesia, menurut Kacung Marijan, dalam perjalanannya telah mengalami berbagai eksperimen. Di era tahun 50-an, negara menjadi sangat demokratis di mana kebebasan berbicara dan berorganisasi sangat tinggi di samping kemudahan untuk mendirikan partai politik. "Akibatnya, pemerintahan menjadi tidak stabil dan tidak produktif, yang pada akhirnya menjadikan mantan Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit", katanya. Era ini kemudian dilanjutkan dengan masa pemerintahan Orde Baru. Pada waktu itu mantan Presiden Soeharto mencoba membangun pemerintahan yang efektif. "Pluralitas berlebihan yang menumbuhkan konflik pada waktu itu direduksi dengan menyederhanakan partai politik dan ideologi ekstrem yang tidak berkesinambungan satu sama lain diseragamkan menjadi penunggalan ideologi, yaitu Pancasila", kata dia. Akibat dari hal ini, menurutnya pemerintahan menjadi stabil, pertumbuhan ekonomi di atas 7%, tetapi masyarakat menjadi sangat tidak demokratis. Berdasar berbagai eksperimen yang telah terjadi, pasca Orde Baru Indonesia dituntut untuk mampu menghasilkan pemerintahan yang stabil disertai masyarakat yang demokratis.
Paradoks Demokrasi
Berbicara mengenai paradoks dalam demokrasi, Kacung Marijan menyatakan: "Dalam demokrasi pasti ada konflik dan konsensus", Konflik, bisa sehat dalam bentuk kompetisi, ataupun tidak sehat. Sementara, Pemilu merupakan salah satu momentum untuk menyalurkan konflik secara damai. "Esensi dari Pemilu adalah mempertahankan dan merebut kekuasaan secara damai. Sehingga jika Pemilu menjadi ricuh maka bisa dikatakan konsensus demokrasi telah gagal", ujarnya. Paradoks lain, disebutnya, soal keterwakilan berbagai kelompok dalam masyarakat. "Idealnya, 38 partai tersebut harus memiliki wakil", ujarnya. Meskipun begitu, ia menekankan perlunya satu partai koalisi yang kuat dan mampu mengambil keputusan. Paradoks lain yang diuraikannya adalah persetujuan/concern dikarenakan konsep demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat sehingga implikasinya one person, one vote, one value. Dan paradoks terakhir, menurut Kacung Marijan, adalah efisiensi, yaitu proses pembuatan keputusan yang cepat. "Sampai sejauh ini, Indonesia masih mengalami dilematika, sehingga gagal menyatukan berbagai paradoks tersebut", tegasnya. Lebih jauh ia menjelaskan hubungan demokrasi dengan kemakmuran dengan memberikan beberapa contoh negara yang tidak memberlakukan demokrasi tetapi berhasil memakmurkan rakyat, seperti Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura, serta negara-negara yang memberlakukan demokrasi dan rakyatnya makmur, yaitu Amerika dan Eropa. "Tiga alasan demokrasi bisa memakmurkan masyarakat adalah memungkinkan pemimpin untuk mengetahui dengan cepat masalah rakyatnya, pelayanan publik yang lebih baik serta kemampuan rakyat miskin untuk membunuh pemerintahan yang zalim dikarenakan kemiskinan yang membunuh rakyat miskin tetapi tidak mampu membunuh pemerintahan yang zalim", ujarnya.
Mengenai peningkatan daya saing bangsa, Kacung menyatakan, nasionalisme masih dibutuhkan dalam kancah persaingan global. "Untuk menjadi competitive nation, Indonesia harus dirajut dengan nasionalisme", ujarnya. Terkait hal ini, ia pun memberikan contoh Korea Selatan yang menurutnya memiliki semangat nasionalisme yang tinggi sehingga mampu menandingi Jepang. "Korea Selatan mampu menjadi alternatif pada setiap keunggulan industri Jepang, diantaranya pada industri otomotif dan elektronik", kata dia. "Padahal di era 60-an pertumbuhan ekonomi kita hampir sama", tambahnya. Untuk menjadi bangsa yang kompetitif, ia pun menegaskan perlunya sumber daya manusia yang handal, infrastruktur fisik yang menunjang serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kesejahteraan dan Negara Maju
Membuka acara diskusi ini, Rektor UB, Prof Dr Ir Yogi Sugito, menyatakan acara ini merupakan serangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Brawijaya yang ke-46. Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, kunci negara maju adalah adanya kebanggaan yang tinggi sebagai bangsa. "Di Amerika Serikat, Presiden yang tidak dapat menaikkan kebanggaan terhadap bangsanya dia tidak akan dipilih", ujar Rektor. Untuk kasus Indonesia, dengan nada bertanya Rektor menyatakan, bagaimana masyarakat bisa bangga jika kesejahteraannya tidak baik? "Bahkan pengangguran dan kemiskinan pun selalu meningkat', ujar Rektor. Terkait hal itulah, UB mencanangkan diri menjadi entrepreneurial university, dengan harapan mampu memberikan solusi terhadap masalah kemiskinan dan penggangguran melalui penciptaan lapangan kerja dan menampung dana investasi yang selama ini tidak terserap. Selain itu, Rektor menegaskan peran lain perguruan tinggi sebagai pelopor dan penggerak pembangunan serta benteng terakhir persatuan bangsa.
Sementara itu, sambutan Panglima Kodam V Brawijaya, yang dalam hal ini disampaikan oleh Kepala Staf Kodam V Brawijaya, Brigjen TNI Bambang Sumarno SIP, memaparkan berbagai kondisi faktual yang dialami Bangsa Indonesia. Berbagai modal yang telah dimiliki, di antaranya physical capital, technology capital, human capital, social capital dapat menjadi andalan untuk menjadi negara maju asalkan mau benar-benar bersatu, melangkah bersama dan mau bekerja keras, mengembangkan dan mendayagunakan semua potensi yang dimiliki dengan baik.
Deklarasi Pemuda Malang
Di akhir acara, dilangsungkan pula Deklarasi Pemuda Malang yang ditandatangani Wike Dwi Utomo selaku wakil pemuda Malang, Brigjen TNI Bambang Sumarno SIP (Kasdam V Brawijaya), Prof Kacung Maridjan (pakar Sosial Budaya), dan Prof Dr Ir Wani Hadi Utomo (akademisi), dan penanggungjawab Prof Dr Ir Eddy Suprayitno MS. Tiga butir pernyataan tertulis yang dideklarasikan adalah: (1) Akan tetap bertumpah darah, berbangsa dan berbahasa satu, Indonesia, (2) Berpartisipasi, terlibat dan terjun langsung dalam pemberantasan kemiskinan dan kebodohan, (3) Menjadi generasi sehat yang siap menyelamatkan budaya bangsa Indonesia sebagai elemen penyusun sistem ketatanegaraan. [nok].Kunjungan UPT Layanan Kesehatan ITB ke Poliklinik UB
22 Desember 2008
Poliklinik Universitas Brawijaya (UB), Senin (22/12) menerima kunjungan dari Kepala UPT Layanan kesehatan ITB, Dr Sasanti Tarini Darijanto MS. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mempelajari manajemen pelayanan kesehatan dari pelayanan medik dan administrasi serta mempelajari operasional pelayanan kesehatan terkait pemeriksaan oleh dokter, paramedis, dan pelayanan kesehatan sehingga dapat diperoleh gagasan untuk perbaikan UPT Layanan Kesehatan ITB.
Dalam kesempatan tersebut, Dr Santi diterima oleh Kepala Poliklinik UB, Dr dr Tinny Endang Hernowati SpPK serta wakil ketuanya, dr Sri Andarini MS.
Dipaparkan Santi, saat ini, UPT Layanan Kesehatan yang dikelolanya melayani pasien baik dari sivitas akademika maupun dari luar. Layanan bagi sivitas akademika sendiri diberikan kepada 15000 mahasiswa, 1200 dosen dan 1000 karyawan. Untuk pelayanan tersebut, UPT Layanan Kesehatan ITB mendapatkan subsidi 400 juta/tahun untuk dosen dan pemasukan dari mahasiswa baru sebesar 200 ribu rupiah/mahasiswa/tahun serta dari luar yang mencapai hingga 100 juta rupiah/tahun.
"Dana dari mahasiswa menjadi dana operasional sehingga mereka mendapatkan layanan gratis untuk berobat ke UPT Layanan Kesehatan selama kuliah, sekitar empat tahun", kata dia. Tidak tanggung-tanggung, setiap harinya UPT ini menerima 150 pasien yang sebagian besar adalah mahasiswa. "Penyakit yang biasa diderita mahasiswa adalah thyphoid, demam berdarah, maag, dan diare", katanya. "Penyakit ini juga diderita mahasiswa internasional, di mana eskalasinya akan meningkat menjelang ujian tengah ataupun akhir semester", tambahnya. Sementara untuk eksekutif, dipaparkannya, pihaknya memiliki agenda check up gratis untuk pihak Rektorat dan Dekanat setahun sekali sementara untuk tingkatan Kabag dan Kasubbag adalah dua tahun sekali.
Kendala mendasar yang dihadapi ITB menurut Santi adalah karena ITB tidak memiliki Fakultas Kedokteran sehingga dokter-dokter yang bekerja di UPT yang berada di bawah Wakil Rektor bidang Sumber Daya tersebut adalah istri-istri dosen yang kebetulan berprofesi sebagai dokter. Terkait hal tersebut, kunjungan kali ini dikelompokkan Santi menjadi dua, yaitu institusi yang memiliki FK (Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga), dan institusi yang tidak memiliki FK (ITS). Mensiasati hal ini, pihaknya bermaksud untuk memaksimalkan layanan yang memang menjadi disiplin ilmu ITB diantaranya farmasi, teknologi informasi, dan biomedik. "Kami berminat untuk mengembangkan apotek pendidikan serta teknologi informasi (TI) di antaranya rekam medik yang berbasis TI, biomedik dan teknologi kedokteran", ujar Santi yang juga dosen Departemen Farmasi. Mengawali apotek pendidikan ini, pihaknya akan mengoptimalkan unit farmasi yang ada di UPT lankes yang saat ini beromset sekitar 60 juta rupiah. Dari pihak tuan rumah, Dr Tinny menyatakan, kondisi yang dipaparkan tamunya berbeda dengan yang ada di UB. Diakui, unit apotek di UB belum berkembang optimal antara lain karena belum adanya departemen farmasi di UB. "Terkait hal ini, kami berencana melakukan studi banding ke ITB", ujarnya.
Sementara itu dalam presentasinya, dr Andarini memaparkan kelembagaan poliklinik UB mulai dari visi-misinya, model layanan, hingga rencana pengembangan. Secara khusus, tamu dari ITB tersebut diajak mengelilingi poliklinik yang baru beroperasi 3 bulan ini. Fasilitas yang telah tersedia di antaranya laboratorium medik, poliklinik umum, unit obat, poliklinik gigi, EKG dan tread mill, pap smear, ruang observasi. [nok]Review PHK-TIK K-3 di UB
22 Desember 2008
Universitas Brawijaya (UB) telah ditunjuk Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) sebagai pelaksana review Program Hibah Kompetisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (PHK-TIK) K-3, atau juga biasa disebut Indonesia Higher Education Network (INHERENT) K-3 untuk tahun 2007 dan 2008.
Review dilaksanakan terhadap 13 perguruan tinggi swasta (PTS) penerima hibah yang ada di Jawa Timur. Kegiatan ini telah berlangsung Sabtu (20/12) lalu di Guest House UB. Reviewer terdiri dari Ir Basuki Suhardiman (ITB) dan Dr Ir Harry Soekotjo Dachlan MSc (UB).Kepada PRASETYA Online, Dr Harry Soekotjo Dachlan menjelaskan, sebagian dari penerima hibah tersebut telah terhubung dengan simpul (local node) UB, sementara yang lain masih dalam proses uji coba, atau sedang mengajukan permohonan kepada Rektor UB untuk bergabung dengan simpul UB.
Dalam kesempatan itu hadir 9 PTS pengelola INHERENT dari Madiun, Blitar, Pasuruan, Jember, dan Malang yang memberikan laporan melalui presentasi tentang kemajuan yang telah dicapai, hambatan yang dihadapi, pengorganisasian dan keberlanjutan program serta pengadaan peralatan.
Seusai acara review, acara dilanjutkan dengan diskusi, yang intinya membahas keberlanjutan dan pengembangan pemanfaatan jaringan INHERENT serta kerja sama antar anggota, dan untuk ini akan dikoordinasikan oleh UB.
Dr Harry Soekotjo Dachlan menambahkan, sampai saat ini telah terhubung dengan simpul UB sebanyak 12 institusi perguruan tinggi sebagai sub-node, yaitu Universitas Negeri Malang (UM), Politeknik Negeri Malang (Polnema), Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Universitas Negeri Jember, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Malang (Unisma), Institut Teknologi Nasional (ITN), Universitas Widya Gama, STIE Malangkucecwara, STIMATA dan Universitas Kanjuruhan. [hsd]Internasionalisasi UB Melalui Sertifikasi ISO 9001:2000
19 Desember 2008Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya (PJM UB) mendapatkan visitasi stage 2 assesment dari Tim Asesor Lloyd Register Quality Assurance Indonesia (LRQA), Jumat (19/12). Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari stage 1 assessment yang dilakukan akhir Juli silam (25/7). Tim dari LRQA terdiri dari Ir Hikmat Wijaya, Rusli Ananda ST, dan Prof Ir Sudiyono Kromodihardjo MSc PhD. Sedangkan Tim PJM UB yang menerima kunjungan itu terdiri dari Prof Dr Ir Soebarinoto, Dr Endang Arisoesilaningsih, Dr A Latief Fariqun SH MH, Dr Imam Hanafi, Dr Ir Maftuch MSi, Dr Ir M Bisri, Prof Dr H Surachman MSIE, Dr dr Loeki Enggar Fitri, Dr Indah Winarni MA, Yudi Wiro Eko Setyawan SSi, dan Abdul Khaqim SSi.
Salah satu terbaik di Indonesia
Dalam menyambut visitasi itu, Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito menyatakan, PJM UB dan Satuan Pengendalian Internal (SPI) UB telah bekerja keras mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sistem yang dikembangkan UB ini diakui sebagai salah satu praktek terbaik SPMI perguruan tinggi di Indonesia. Untuk itu pula secara khusus Ditjen Pendidikan Tinggi November lalu mengundang UB -- diwakili Dr Endang Arisoesilaningsih dan Dr Imam Hanafi -- bersama UGM dan Unpar.
Ketua PJM UB Prof Dr Ir Soebarinoto berharap agar dalam waktu dekat UB bisa mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000. Menurut Prof Soebarinoto, sertifikasi ISO 9001:2000 adalah bagian dari kebijakan Rektor untuk internasionalisasi UB. Selain itu, sertifikasi adalah dalam rangka memantapkan pengakuan masyarakat terhadap eksistensi dan prestasi UB di tingkat nasional maupun regional. Mengenai implementasi SPMI, menurut Prof Soebarinoto, UB telah menunjukkan peningkatan prestasi. SPMI bisa berjalan baik karena komitmen pimpinan, dosen, tenaga pendukung, mahasiswa dan masyarakat untuk melakukan peningkatan mutu berkelanjutan dan menjamin kepuasan stakeholders. Sertifikasi ini dianggap penting untuk landasan awal perbaikan kapasitas institusi dalam manajemen Tridharma Perguruan Tinggi. Pada tahun 2009 akan dilakukan perluasan lingkup sertifikasi ISO 9001:2008 pada biro-biro di Kantor Pusat, fakultas/program dan jurusan/program studi yang telah siap di lingkungan UB.
Hasil asesmen
Hasil sementara asesmen oleh Rusli Ananda ST menunjukkan tidak ada temuan minor maupun mayor, sehingga PJM telah menjalankan seluruh kegiatan sesuai program kerja dan mematuhi delapan klausul (standar) Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Namun demikian masih ada beberapa saran perbaikan untuk peningkatan mutu berkelanjutan, sehingga mendukung pencapaian visi PJM UB untuk membudayakan mutu menuju World Class Entrepreneurial University. Berikutnya, Ir Hikmat Wijaya menyampaikan penghargaan atas kinerja PJM, dan menyarankan audit internal berbasis ICT. Sedangkan Prof Ir Sudiyono Kromodihardjo MSc PhD di akhir acara menyampaikan selamat dan menggarisbawahi bahwa sertifikasi ISO 9001:2000 adalah awal dari perbaikan kinerja terkait manajemen. Untuk itu diharapkan agar keberhasilan PJM ini dapat mendorong perbaikan kinerja akademik UB.
Pada penutupan acara, Prof Dr Ir Soebarinoto berpesan, keberhasilan PJM ini tidak terlepas dari komitmen Rektor dan Pembantu Rektor. Ketua PJM mengucapkan terima kasih kepada LRQA, management representative ISO 9001:2000, anggota, staf pendukung PJM dan semua pihak yang mendukung keberhasilan ini. Bila PJM telah memperoleh sertifikasi ISO maka 1st surveillance akan dilaksanakan bulan Juli 2009. Disarankan agar pada saat itu PJM sekaligus telah menerapkan versi ISO 9001 terbaru 2008 dan melakukan audit internal. ISO Awareness 9001:2008 akan dilaksanakan awal tahun depan untuk seluruh unit kerja dan perwakilan mahasiswa di UB. [pjm]Workshop Kehumasan di UB
18 Desember 2008
Bertempat di gedung widyaloka Universitas Brawijaya, pada Kamis (18/12) diselenggarakan workshop kehumasan dengan tema "A Workshop on Modern Strategic Public Relations". Acara ini terselenggara berkat kerjasama Humas Universitas Brawijaya dengan Indo Pos dan Sampoerna. Hadir sebagai pembicara dalam acara ang diikuti oleh dosen, mahasiswa dan praktisi ini adalah A Hadiansyah Lubis (Head of Marketing Public Relations Department Trans TV) dan Imam Syafi’i (Pimpinan Redaksi JTV). Dalam presentasinya, Hadi memaparkan perjalanan panjang sejarah public relations yang berasal dari Amerika Serikat. Terkait dengan sejarah public relations, ia memaparkan bahwa pamflet pertama kali muncul di Amerika Serikat, yang dibuat oleh Ben Franklyn dan Sam Adams. Sejarah lainnya adalah munculnya Koran "Minimize" oleh pemerintah federal yang memberitakan masalah "Ratifications of the Constitutions" serta PT Banrum yang mengeluarkan iklan "The Greatest Show on Earth". Lebih lanjut, menyitir pernyataan Edward Bernays, ia pun menyebutkan, elemen utama public relations adalah memberikan informasi, mengajak, serta menyatupadukan manusia. Dengan berbasis pada riset, menurutnya, dunia public relations berkembang pesat di era modern. Guna mengimbanginya, maka beberapa tugas harus diemban public relations di era modern, meliputi: advising and counseling, sebagai sirene terhadap isu-isu bagi organisasi yang dinaungi, menjadi gerbang batas antara organisasi yang dinaungi dengan dunia luar, menjalin hubungan baik dengan media, serta membuat strategi maupun perencanaan yang berkaitan dengan tujuan organisasi.
Sementara itu, Imam Syafi’i dalam paparannya lebih banyak menyoroti sepak terjang media dengan segala pendukung dan aktivitasnya. Sepak terjang tersebut, berada di antara dua sisi, yaitu idealisme dan bisnis. Lebih lanjut, Imam yang 12 tahun sebelumnya beraktivitas di Jawa Pos ini menyampaikan bahwa media adalah cermin, yang banyak menyajikan fakta yang juga disertai dengan keberpihakan. Untuk itu, secara khusus ia menyajikan berbagai kiat sukses untuk berhubungan dengan media.
Menyemarakkan acara ini, juga dilangsungkan lomba pembuatan press release. Ketua Pelaksana dari Indo Pos yang juga menjadi juri pada lomba tersebut, Ave Rosa A Djalil menjelaskan, press release setidaknya harus memuat judul, identitas penyelenggara, perihal, serta contact person. [nok]Bangun Citra, Jangan Tutup Berita Negatif
Jum'at, 19 Desember 2008
Kejujuran harus dijunjung tinggi oleh seorang petugas hubungan masyarakat (humas) dalam menyajikan berita. Sebab, tujuan memberikan rilis berita kepada media (cetak, radio, elektronik) adalah menciptakan pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan sesuatu hal. Bukan semata-mata menyebarkan suatu pesan sesuai keinginan demi mendapatkan suatu citra yang lebih indah dari aslinya.
Pentingnya kejujuran bagi seorang humas kemarin menjadi salah satu bahasan penting Workshop on Modern Strategic Public Relations, di Widyaloka, Universitas Brawijaya. Dalam acara bagian dari roadshow lima kota itu, hadir A Hadiansyah Lubis (kepala departemen marketing dan public relations Trans TV) dan Imam Syafi'i, (Pimred JTV).
"Dengan bersikap jujur dan mengutamakan kepentingan masyarakat, maka dengan sendirinya menciptakan citra positif bagi instansi atau perusahaan tempat sang humas itu berada," saran Imam dalam acara kerja bareng Universitas Brawijaya, Radar Malang, Indo Pos dan Sampoerna ini.
Untuk mempermudah sikap jujur itu, lanjut Imam, maka instansi lebih baik memperbaiki kondisi intern perusahaan lebih dulu sebelum melakukan pencitraan. Pembenahan dilakukan agar perusahaan telah siap ketika mendapatkan berbagai pertanyaan seputar kondisi instansi bersangkutan. Perbaikan internal itu, sekaligus mempermudah humas untuk berkreasi membangun citra. Bukan malah sibuk menutup hal negatif yang terekspos keluar.
Selain jujur, seorang humas wajib memahami karakteristik media, kemampuan mengorganisasi acara media, dan kemampuan jurnalistik standar.
Sementara Hadi, sapaan Hadiansyah Lubis menekankan pada pentingnya kecepatan seorang humas dalam mengatasi krisis. Yang dimaksud krisis adalah ketika ada berita yang membuat citra negatif.
Menurut mantan off air promotion coordinator Trans TV ini, manajemen krisis yang layak diterapkan oleh instansi adalah identifikasi, isolasi, dan tangani. Dalam proses identifikasi masalah, seorang public relation (PR) harus jujur dan teliti. Sehingga bisa diketahui masalah yang sebenarnya.
Setelah itu, seorang humas juga harus pandai mencegah masalah meluas. Salah satu caranya dengan menyajikan fakta objektif dan tidak menghindari kejaran wartawan. "Setelah itu baru melakukan tindakan. Misalnya memberikan sanksi kepada oknum, atau mengubah cara dan sistem agar tidak terulang lagi kejadian yang membuat negatif citra institusi," kata Hadi.
Ave Rosa A Djalil, Ketua Panitia Workshop PR mengungkapkan, pihaknya ingin memadukan keterampilan PR dengan jurnalistik. Sebab saat ini keduanya sangat berhubungan. Karena kombinasi itulah, maka seyogyanya seorang PR harus punya strategi berita, harus bisa menulis, dan kreatif. [yos/lia] http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=50341Dharma Wanita Demo Pembuatan Bakso
19 Desember 2008
Dharma Wanita Kantor Pusat Universitas Brawijaya (UB) mengadakan demonstrasi praktek pembuatan bakso. Acara di gedung Widyaloka, Jumat (19/12), ini dihadiri segenap anggota, mulai dari kantor pusat, perpustakaan, hingga pusat komputer. Ketua Unit Dharma Wanita Persatuan UB, Enny Yogi Sugito, mengatakan, acara ini merupakan acara rutin bulanan sebagai ajang silaturahmi sekaligus arisan. "Acara rutin sebulan sekali ini selalu diisi berbagai materi seperti praktek pembuatan bakso seperti hari ini, pembuatan roti, sulam pita, dan lain-lain", katanya.
Materi disampaikan oleh Hj Arbyarningtyas Wisnupati dari Bagian Akademik Kantor Pusat. Pembuatan berbagai macam bakso diajarkannya. Mulai dari bakso daging halus, bakso daging kasar, bakso ikan, hingga bakso ayam. Semuanya disertai dengan praktek langsung.
Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan bakso daging berupa: 250 gr daging sapi bagian paha yang masih segar, 2 sendok makan tapioka, 1 sendok makan peres garam, 100 gram es batu, dan seperempat sendok teh merica bubuk. Sementara untuk bakso ayam, bahan yang dipergunakan adalah 250 gr dada ayam, 10 gr garam, 3 siung bawang putih, sepertiga sendok teh merica, 5 gram gula putih, 2 sendok makan sayur, 25 gram tepung tapioka, 50 gr tepung tapioka, 50 gr es batu dan 50 gr putih telur yang telah dibekukan.
Cara pembuatannya adalah, daging beserta garam digiling (blender) selama setengah menit, kemudian dimasukkan merica dan digiling selama setengah menit kemudian terakhir tapioka dimasukkan dan digiling selama setengah menit. Kemudian, seluruh bahan yang telah menyatu dicetak bulat dan dimasukkan kedalam air panas dan setelah selesai baru direbus. Bahan kanjir tersebut, menurutnya dapat diganti dengan rumput laut atau jamur es. Dengan beberapa modifikasi adonan dasar dari bakso ini juga menurutnya dapat diubah menjadi rolade, cilok, ataupun empek-empek. Untuk pembuatan kuah bakso, menurutnya resep bumbu yang dibutuhkan adalah merica, bawang putih, garam dan kaldu (khusus tulang sapi, direbus selama 6 jam).
Bulan depan, menurut rencana juga akan diadakan demo, juga disampaikan oleh Hj Arbyarningtyas, yang akan membawakan resep pembuatan donat. [nok]Kurikulum Berbasis Blended Learning di FP-UB
19 Desember 2008Menindaklanjuti hasil Lokakarya Kurikulum Berbasis Blended Learning dan Sosialisasi Credit Earning Distance Learning Activity yang diadakan dua bulan silam sebagai kerja sama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Sebelas Maret (FP-UNS), selama dua hari ini, Kamis (18/12) dan Jumat (19/12), diadakan diskusi di Ruang Sidang lantai II FP-UB. Diskusi ini dimaksudkan untuk memantapkan kurikulum berbasis blended learning yang telah disusun bersama oleh FP-UB dan FP-UNS. Selain dihadiri oleh staf FP-UB dan FP-UNS yang kompeten di bidangnya, para ketua jurusan dan ketua program studi di lingkungan FP-UB, acara ini dihadiri pula oleh Dr Ir Harry S Dachlan MSc dan Rd Arief Setiawan ST MT dari Unit Teknologi Informasi Komunikasi UB.
Membuka acara, Dekan FP-UB Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kerja sama di bidang akademik antara FP-UB dan FP-UNS. Kedua fakultas, sama-sama memilki 2 program studi (PS) baru, yaitu PS Agroekoteknologi dan PS Agribisnis. Untuk membangun linkage pembelajaran melalui pengakuan kredit mata kuliah, diterapkannya sistem pembelajaran jarak jauh interaktif melalui blended learning diharapkan juga akan meningkatkan sharing knowledge antar dosen dan mahasiswa pada perguruan tinggi anggota distance learning. [ila]Peringatan Ulang Tahun Dharma Wanita
18 Desember 2008
Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-9 , Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya menyelenggarakan berbagai kegiatan. Puncak aneka kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (18/12) yang juga dimaksudkan untuk memperingati hari ibu ke-80. Disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan UB, Enny Yogi Sugito, aneka kegiatan ini telah dimulai dari awal yang dirangkaikan dengan perayaan Dies Natalis UB ke-46. Kegiatan tersebut meliputi gerak jalan, pemeriksaan pap smear, lomba masak, bazar, kulintang, tari pelajar SD, SMP dan SMA Dharma Wanita, donor darah, bakti sosial, santunan pada janda-janda pensiun serta pelatihan. Dalam sambutannya, Enny Yogi Sugito menyatakan, wanita sebagai ibu dan istri harus mampu bersikap yang baik dan bijak demi keutuhan keluarga serta kesuksesan suami dan anak. Selain itu, menurutnya, wanita harus juga mampu membagi waktunya untuk berbagai peran yang dijalani, baik sebagai istri, ibu, ataupun untuk dirinya sendiri. "Semua itu akan menjadi sulit kalau kita salah dalam melangkah, tetapi akan menjadi mudah jika kita benar dalam menjalankan kewajiban kita", katanya.
Pada puncak acara kali ini, aneka kegiatan yang diselenggarakan meliputi lomba membuat bakso dengan beragam kreativitas serta ceramah dari pakar modern entertaining, Dra Sri Haryudowati Purwadi dengan tema "Percaya Diri Memantapkan Pergaulan yang Santun". Dalam kreatifitas bakso, beberapa kriteria penilaian yang digunakan adalah rasa, tekstur, kerapihan, cara menghidangkan serta kreatifitas. Hadir sebagai juri dalam kesempatan tersebut adalah Elly Murtaningsih, Spd dan Catur Murwadiyanti, Spd. Keduanya adalah guru SMK Negeri 3 Malang. Lomba kreativitas bakso kali ini diikuti 12 peserta dari seluruh fakultas dan program studi di lingkungan Universitas Brawijaya. Pemenang lomba ini adalah Fakultas MIPA dan Fakultas Peternakan. [nok]Profesi PR Sangat Menjanjikan
18 Desember 2008
Profesi public relations sangat menjanjikan. Demikian penegasan Ir RHB Ainurrasjid MS, Pembantu Rektor III ketika membuka acara A Workshop on Modern Strategic Public Relations, Kamis (18/12) di Widyaloka Universitas Brawijaya. Dikatakannya, peranan humas penting bagi sebuah institusi, yakni menjadi jembatan antara institusi dan masyarakat. DI samping itu humas juga sangat berperan dalam membangun citra institusi. Semua peranan ini sangat dibutuhkan institusi seperti Universitas Brawijaya yang telah bertekad untuk menjadi world class university.
Bekerja sama dengan Indo Pos (Grup Jawa Pos) dan Sampoerna Untuk Indonesia, Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya (Humas UB) pekan ini menyelenggarakan Workshop Strategic Public Relations 2008. Kegiatan digelar Kamis (18/12) di Gedung Widyaloka, diikuti 160 peserta mahasiswa UB maupun luar UB, dan para praktisi kehumasan maupun masyarakat umum.
Workshop ini menghadirkan pembicara dari kalangan public relations manager televisi swasta nasional, perusahaan nasional, dan pakar media cetak, seperti A Hadiansyah Lubis (Ka Departemen Marketing Public Relation Trans TV), dan Imam Syafi'i (Pemimpin Redaksi JTV). [nun]Seminar Model Quality Control PemProv Jawa Timur
18 Desember 2008Mewakili Pusat Pengembangan Otonomi Daerah Universitas Brawijaya (PP Otoda UB), Dr Imam Hanafi dan Dr Jazim Hamidi diundang untuk sebagai penyaji dalam Seminar Model Quality Control Masyarakat terhadap Pelaksanaan Tugas Aparatur.
Seminar dilaksanakan Kamis (18/12) oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur (Balitbangprov Jatim) sebagai tindak lanjut penelitian mengenai layanan IMB (izin mendirikan bangunan) yang telah dilaksanakan di 6 daerah: Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Jombang, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan. Penelitian yang dipimpin oleh Dr Ibnu Tricahyo ini merupakan kerjasama PP Otoda UB dan Balitbangprov Jatim.
Dalam makalahnya, kedua pakar dari UB itu mengatakan, melalui kebijakan otonomi daerah, pengelolaan administrasi pemerintahan sebagian besar telah diserahkan kepada daerah, terutama pelayanan dasar. Kebijakan ini menjadikan proses-proses pemberian pelayanan umum sebagian besar menjadi tanggung jawab Pemda. Penelitian menunjukkan, diperlukan sistem penjaminan mutu pelayanan publik, termasuk di dalamnya quality control. Umumnya, daerah-daerah di Jatim belum mengembangkan sistem penjaminan mutu pelayanan publik, termasuk pula pelayanan IMB. Masyarakat belum menjalankan quality control sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu secara cukup signifikan. Selain itu, masyarakat juga belum berperan aktif dalam siklus penjaminan mutu: Plan-Do-Check Action (PDCA), melalui variabel-variabel early warning system, control mechanism termasuk sistem reward and punishment, continuous improvement, dan management evaluation.
Untuk menjamin agar pelayanan publik mencapai standar mutu yang tinggi, menurut kedua pakar itu, Pemprov Jatim sebaiknya menerapkan sistem penjaminan mutu, termasuk di dalamnya sistem pengendalian mutu. Untuk mempercepat implementasi, bisa dilakukan dengan cara mengadopsi best practises sistem penjaminan mutu di institusi publik, misalnya di UB yang telah menunjukkan peningkatan performa yang baik pascaimplementasi sistem penjaminan mutu. Sistem penjaminan mutu memerlukan komitmen bersama pemerintah dan masyarakat untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. [Han]Mahfud MD Resmikan Sarana Video Conference Antar PTN dan MKRI
18 Desember 2008Universitas Brawijaya (UB) termasuk dalam jaringan 34 perguruan tinggi negeri (PTN) yang menjalin kerjasama dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) dalam penyediaan sarana video conference. Ketua MKRI Prof Dr Mohammad Mahfud MD SH SU meresmikan secara langsung penggunaan sarana itu dari kantornya di Jakarta, Kamis (18/12),.disaksikan oleh sivitas akademika PTN yang tergabung dalam jaringan itu di kampus masing-masing.
Di UB, acara itu dipusatkan di lantai II Gedung Pascasarjana Fakultas Hukum UB, dihadiri oleh jajaran pejabat fakultas dan mahasiswa. Mereka menyimak sambutan sekaligus peresmian sarana video conference antar PTN dan MKRI tersebut melalui layar LCD.
Menghilangkan manipulasi
Mahfud dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya perangkat elektronik yang ada di tiap-tiap PTN yang tersambung dengan MKRI, persidangan-persidangan yang dilaksanakan oleh MK dapat diikuti oleh sivitas akademika masing-masing. Upaya ini dilakukan sebagai wujud transparansi sehingga menimbulkan kontroversi. “Selama ini setiap selesai persidangan pasti ada pro dan kontra. Dengan adanya video conference, peluang memanipulasi persidangan yang tidak diketahui masyarakat bisa dihilangkan”, ujarnya. Sumber dana pengadaan peralatan video conference yang terdapat di 34 PTN berasal dari uang negara. “Oleh sebab itu, peralatan tersebut harus dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat”, tutur Mahfud.
Debat konstitusi
Setelah peresmian video conference, acara di gedung MKRI Jakarta dilanjutkan dengan final lomba debat konstitusi tingkat nasional. Dalam babak final itu bertemu delegasi mahasiswa UB dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Delegasi UB terdiri dari Agni Istighfar (FHUB 2005), Ria Casmi Arrsa (FHUB 2005), dan Haru Permadi (FHUB 2006). Mereka bertiga berhasil maju ke final setelah pada babak semifinal mengalahkan delegasi dari Universitas Sumatera Utara (USU).
Tema debat adalah "Pro dan Kontra Pelaksanaan Hukuman Mati di Indonesia". Dipimpin seorang moderator dan dinilai oleh sembilan hakim, debat berjalan cukup sengit. Dan akhirnya, delegasi UB harus puas di posisi kedua, mengakui keunggulan delegasi UGM yang keluar sebagai juara pertama. [fjr]Meriah, Gebyar Festival Tari 2008
17 Desember 2008Gebyar Festival Tari (GFT) 2008 di Sasana Samanta Krida berlangsung meriah. Pagelaran yang diselenggarakan Unit Aktivitas Karawitan dan Tari (Unitantri) dalam rangka Dies Natalis ke-46 Universitas Brawijaya (UB) sejak Senin sampai Selasa (15-16 Desember 2008) tersebut diikuti oleh 10 kelompok tari, berasal dari fakultas-fakultas yang ada di lingkungan UB dan 13 finalis yang berasal dari SMA se-Jawa Timur.
Pada hari pertama, 9 kelompok mahasiswa menampilkan tari yang belum pernah dipentaskan sebelumnya. Sembilan kelompok itu dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial. Setiap kelompok maksimal beranggotakan 24 orang. Mereka terdiri dari para penari dan pengiring musik yang harus mengiringi tari-tarian kelompok masing-masing. Penampilan mereka dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Sholeh Adi Pramono, pengasuh Padepokan Tari Mangun Dharmo, Malang; Aguistinus, pengajar pada Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya; dan Peni Puspito, dosen dan Ketua Jurusan Tari Universitas Negeri Surabaya.
Malam itu juga diumumkan pemenang untuk kategori mahasiswa. Kelompok tari Fakultas Teknologi Pertanian keluar sebagai juara umum, disusul oleh Fakultas Hukum, dan Fakultas Pertanian berturut-turut sebagai juara 2 dan juara 3.
Tarian daerah
Sementara itu penampilan 13 kelompok finalis SMA pada malam kedua tidak kalah meriah. Meskipun mereka hanya diiringi dengan musik yang diputar dari kaset, penampilan mereka tetap maksimal. Setiap kelompok menampilkan sebuah tarian khas dari daerahnya masing-masing.
Seluruh kelompok yang tampil berasal dari SMA se-Jawa Timur. Mereka adalah para finalis yang berhasil menyisihkan puluhan kelompok lainnya dalam seleksi. “Kami mengirim ratusan undangan kepada SMA. Setelah mereka mengirim persyaratan administrasi, kami seleksi, dan berhasil keluar sebagai finalis sebanyak 15 kelompok”, tutur Andar Budi Setyawan, Ketua Umum Unitantri UB. Menurutnya, ada 2 kelompok yang tidak bisa hadir, yakni SMAN 1 Geger, Madiun dan SMAN 3 Ponorogo. “Mereka berhalangan hadir”, ungkap Andar. Dari hasil penjurian, 3 kelompok berhasil keluar sebagai penampil terbaik, yaitu SMAN 8 Malang, SMAN 3 Tuban, dan SMAN 5 Malang. Seluruh pemenang mendapatkan trofi dan uang pembinaan.
Andar mengutarakan, upaya mengundang peserta dari SMA dimaksudkan untuk memperkenalkan UB secara langsung. "Agar nantinya bila ada yang bagus bisa ikut PSB (penjaringan siswa berprestasi) karena prestasi minat dan bakat keseniannya bagus-bagus. Selanjutnya, bila nantinya benar-benar masuk UB,.mereka juga dipersiapkan untuk terjun dalam pekan seni regional tahun 2010", tutur Andar pula.
GFT adalah acara tahunan yang rutin diselenggarakan Unitantri UB. Bila tahun ini diadakan festival antar fakultas dan antar SMA, maka tahun depan digelar festival antarfakultas dan antaruniversitas. Menurut Andar, GFT yang akan datang tidak hanya berskala Jawa Timur saja. “Kalau bisa Jawa Timur dan Bali, agar nanti bisa masuk agendanya Dikti”, ujarnya optimis. [fjr]Visitasi Pemetaan Perguruan Tinggi
17 Januari 2008Bertempat di Guest House UB, Rabu (17/12) dilangsungkan Visitasi Pemetaan Perguruan Tinggi. Acara ini merupakan tindak lanjut dari presentasi delegasi UB, Prof Abdul Latief Abadi dkk, ke Direktorat Jenderal Dikti awal Desember silam (9/12).
Dalam presentasi waktu itu, hadir 51 PTN, dipaparkan pemetaan terkait sistem informasi berbasis data dari semua komponen perguruan tinggi. Termasuk di dalamnya informasi tentang keuangan, kemahasiswaan, sumber daya manusia, capaian, dan lain-lain. "Latar belakangnya, selama ini Dikti merasa kesulitan mengakses data secara langsung dari berbagai PTN di Indonesia. Akibatnya akan menjadi masalah ketika ada pihak lain di luar Dikti, DPR misalnya, membutuhkan akses data tersebut", kata dia. "Visitasi hari ini merupakan tindak lanjut presentasi tersebut, di mana Dikti bermaksud untuk meninjau langsung", ujar guru besar hama dan penyakit tanaman ini.
Pihak Dikti yang melakukan visitasi kali ini adalah Dr A Nuruddin dari ITB, yang juga akan berkunjung ke Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Jember setelah sehari sebelumnya ke PTN di wilayah Aceh dan Jakarta.
Visitasi di UB
Di Universitas Brawijaya, visitasi kali ini dibagi menjadi dua. Pertama adalah untuk rektor dan para pembantu rektor, para dekan dan pembantu dekan serta kepala biro. Sementara untuk yang kedua adalah untuk kepala bagian, kepala sub bagian serta perwakilan dosen dan mahasiswa. Berbagai informasi dipaparkan dalam kesempatan tersebut, meliputi sejarah UB, visi misi dan program utama UB, capaian, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, informasi kemahasiswaan, SDM, teknologi informasi, dan lain-lain. [nok]Tiga Gurubesar Fapet Ikuti World Conference On Animal Production
17 Desember 2008Akhir bulan lalu, 23-28 November 2008, tiga guru besar Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB): Prof Hendrawan Soetanto, Prof Hartutik, dan Prof Kusmartono, mengikuti World Conference On Animal Production (WCAP) di Cape Town, Afrika Selatan. Berikut adalah laporan yang ditulis Prof Hendrawan, khusus buat PRASETYA Online.
Syech Yusuf Al Makassari
Dengan menumpang pesawat Cathay Pacific, Jumat (21/11), kami bertiga bertolak ke Cape Town, Afrika Selatan (Afsel) untuk mengikuti suatu kegiatan akbar World Conference on Animal Production yang dihelat empat tahun sekali. Perjalanan cukup melelahkan karena kami harus singgah sekitar 8 jam di Hong Kong sebelum melanjutkan perjalanan ke Johannesburg, dan kemudian ganti pesawat South Africa Airways menuju Cape Town.
Namun semua rasa letih seketika hilang tatkala kami menginjakkan kaki di Cape Town. Karena, sebelum ke tempat pemondokan, kami diantar Pak Agus dari Konjen RI mengunjungi makam Syech Yusuf Al-Khalwati Al-Makassari, yaitu seorang ulama besar asal Sulawesi Selatan yang dibuang Belanda ke Cape Town karena memimpin pemberontakan besar di abad ke-17. Uniknya, tokoh ini diakui sebagai pahlawan nasional baik oleh pemerintah RI maupun Afrika Selatan.
Wakil Indonesia
Hal unik lainnya, ketika tiba di tempat penyelenggaraan WCAP, ternyata wakil dari Indonesia cuma kami bertiga, membawakan tiga makalah masing-masing berjudul: "Effect of supplementation with molasses block containing gliricidia or moringa leaves on in vitro gas production and microbial protein synthesis" (H Soetanto and Firsoni); "Potentials of jackfruit wastes (Artocarpus heterophyllus L) as ruminant feeds in East Java" (Kusmartono), dan "The effects adding mimosa bark extract as a source of condensed tannin in the diet on feed intake, digestibility and milk yield of dairy cows" (Hartutik and Kusmartono).
Tantangan sekaligus peluang
Satu hal yang menarik untuk disimak, dalam diskusi selama konferensi ada beberapa hal yang patut untuk diketahui khalayak umum. Berkaitan dengan isu pemanasan global, sumbangan ternak terhadap emisi gas metan dianggap paling dominan, sehingga perlu upaya perbaikan pakan untuk mengurangi produksi gas metan. Sementara itu peran bioteknologi dalam menunjang perbaikan potensi produksi ternak, mendapatkan pertanyaan tajam: sejauh mana hal ini memberikan kontribusi yang signifikan dibandingkan dengan investasi modal selama ini. Keluhan tersebut tidak lepas dari kekecewaan produk kloning domba "Dolly" yang ternyata memiliki masalah kesehatan yang rumit dibandingkan dengan hasil reproduksi konvensional. Kemudian, masalah kemiskinan peternak yang belum memperoleh imbalan sesuai dari jerih payah memelihara ternak selama ini.
"Itu semua merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Fakultas Peternakan UB dalam memposisikan diri sebagai salah satu agen pembaharu melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat", tulis Prof Hendrawan mengakhiri laporannya. [hst]Devanto Pratomo Raih Doktor di Inggris
17 Desember 2008Devanto Pratomo, staf pengajar Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB), Selasa (16/12), berhasil mempertahankan disertasi dalam ujian tertutup di University of Lancaster, Inggris. Dewan penguji terdiri dari Prof Geraint Johnes (Univ of Lancaster), Dr Karl Taylor (Univ of Sheffield), dan supervisor Dr Rob Simmons (Univ of Lancaster). Disertasi yang dipertahankan berjudul "The Effects of Changes in Minimum Wage on Wages, Employment, and Hours Worked in Indonesia". Dengan minor correction, akhirnya Devanto mendapatkan gelar doktor (PhD) dalam bidang Ilmu Ekonomi (Economics).
Melalui penelitian disertasi ini Devanto berusaha melihat dampak kenaikan kebijakan upah minimum regional terhadap distribusi upah, tenaga kerja, dan jam kerja di Indonesia dalam periode 1989-2003 dengan menggunakan data dari Survey Angkatan Kerja Nasional. Secara garis besar, hasil penelitian ini berkesimpulan, kenaikan upah minimum di Indonesia telah berdampak pada pergeseran penyerapan tenaga kerja dari sektor formal ke sektor informal, seperti yang diprediksi oleh two-sector model. Sebagai tambahan, penelitian ini menemukan, pengusaha juga merespon kenaikan/kebijakan upah minimum dengan menaikkan jumlah jam kerja bagi tenaga kerja di sektor formal untuk mengkompensasi penurunan penyerapan jumlah tenaga kerja di sektor formal.
Devanto Shasta Pratomo SE MSi PhD, pria kelahiran Malang, 3 Oktober 1976, S1 lulusan studi pembangunan FE-UB dan magister ekonomi pembangunan UGM (2001), mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar pada Jurusan Ekonomi Pembangunan FE-UB sejak 2001, kini dengan jabatan fungsional akademik asisten ahli (penata muda tingkat I, golongan III/b). [ded]Visitasi I-MHERE Institusi
16 Desember 2008
Bertempat di gedung Rektorat Universitas Brawijaya, selama dua hari, mulai besok Rabu (17/12), dilangsungkan visitasi I-MHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency) Institusi. Di hadapan reviewer, akan dipresentasikan materi dengan cakupan aktivitas, pencapaian, pengeluaran keuangan serta hambatan dan solusi terkait Annual Report tahun kedua-batch 2.A.
Beberapa hal yang disampaikan meliputi Governance (GOV), Financial Management System (FMS), Human Resource Development (HRD), Academic Management System (AMS), Procurement Management System (PMS), Infrastructure Management System (ISM), Quality Assurance Centre (QAC), dan Information and Communication Technology (ICT).
Dalam bidang keuangan, dilaporkan kemajuan fisik per 30 November 2008 untuk program tahun I mencapai 97%, sementara untuk program tahun kedua mencapai 52%. Sementara itu, total pengeluaran (disbursement) untuk tahun kedua per 30 November 2008 mencapai Rp 925.622.883, 00 dari total anggaran sebesar Rp 1.630.025.000,00.
Berikut adalah jadwal visitasi. Rabu, 17/12, 08.00-09.00: sesi pertemuan dengan Rektor, Pembantu Rektor dan Dekan; 09.00-10.00: sesi pertemuan dengan Senat Universitas; 10.00-11.00: sesi pertemuan dengan Tim Persiapan BHP; 11.00-12.00 Sesi pertemuan dengan Taskforce/PIC (pelaksanaan kegiatan 2008). Diseling istirahat selama 1 jam, acara dilanjutkan lagi 13.00-16.30: sesi pertemuan dengan Kabag dan Kasubbag; 16.30-17.00: sesi dengan Taskforce/PIC untuk mendiskusikan persiapan PIP 2009 dan pengadaan. Sedangkan Kamis, 18/12, 08.00-09.00: sesi pertemuan dengan Taskforce untuk mendiskusikan proposal PIP 2009; 09.00-09.30: pengecekan dokumen dan rapat internal reviewer; 09.30-10.00: Wrap Up (dihadiri oleh Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, Senat Unievrsitas, Task Force/PIC Tim Persiapan BHP, Kabag dan Kasubbag. [nok]Bedah Buku Membongkar Mantan Kiai NU Menggugat
16 Desember 2008Penafsiran amaliah yang dilakukan oleh kelompok dalam sebuah agama wajib ditanggapi secara arif. Tanggapan, atau pernyataan yang cenderung memberikan vonis negatif terhadapnya bukan hanya akan mencederai sesama muslim, tetapi justru menimbulkan kebencian dan permusuhan.
Demikian terungkap di dalam acara bedah buku dengan topik Membongkar Kebohongan Buku "Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik" di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB), Selasa (16/12). Acara ini dilaksanakan atas kerja sama grup diskusi Aswaja (Ahlussunah wal Jamaah) dan Forsa Fakultas Hukum UB.
Buku berjudul Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik yang dikarang oleh H Mahrus Ali memang telah menimbulkan kontroversi. Sejak diterbitkan, buku itu telah memancing perseteruan terutama bagi kalangan nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Hingga akhirnya kiai NU, KH Abdullah Syamsul Arifin, Wakil Katib Syuriah PWNU Jatim, mengarang buku berjudul Membongkar Kebohongan Buku "Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik". Seperti judulnya, buku ini memang menjadi sarana untuk meng-counter atas buku kontroversial tersebut. "Jika bacaannya cuma satu sumber, saya khawatir kalau yang membaca tidak paham akan ikut saja. Saya juga khawatir kalau upaya mengkafirkan kelompok tertentu begitu mudah dilakukan", ungkap Abdullah. "Sayang sekali setiap kali diundang untuk debat, H Mahrus Ali tidak pernah mau datang dengan alasan keamanan. Padahal yang saya upayakan itu harokah fikriyah, bukan badaniyah", tuturnya.
Menurut Abdullah, dari hasil kajian buku yang dianggap justru menyesatkan tersebut, terdapat banyak sekali kejanggalan bahkan kebohongan dan fitnah. Di antara kebohongan-kebohongan tersebut, yang juga dicantumkan dalam buku sanggahannya adalah: inkonsistensi terhadap metodologi yang ditetapkannya sendiri; kesalahan dalam penempatan dalil tidak pada tempatnya; membuat ideologi baru yang kontraproduktif; kekeliruan menilai hadits; kebohongan dalam mengutip pendapat ulama; ketidaktahuan/kebohongan tentang penyusunan sholawat; kebohongan tentang do'a Rasulullah dan shahabat; kebohongan tentang bid'ah; dan kebohongan syakhsiyah (personal).
Sementara itu, KH Marzuki Musytamar, Ketua PCNU Malang Raya yang juga hadir sebagai pemateri menghimbau kepada semua orang, ketika ilmu yang dimiliki seseorang belum cukup jangan mudah memvonis kafir atau tidaknya seseorang. "Karena seorang yang memberikan vonis kafir kepada seseorang, sementara yang dituduh sebenarnya tidak, maka yang menuduh tadi justru menjadi kafir", ujar pngasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas ini. [fjr]Monitoring IGOS di UB
16 Desember 2008Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Ir Yogi Sugito, Selasa (16/12), menerima kunjungan Asisten Deputi Kordinator IT Solution Kementerian Riset dan Teknologi, Ir Agus Setiadi MSc. Kunjungan ini, dimaksudkan untuk monitoring pelaksanaan Indonesia Go Open Source (IGOS). Dari pihak UB, hadir Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib, Kepala Perpustakaan Muslech DipLib MSi, serta Ir Suprapto MT dari Unit Teknologi Informasi dan Komunikasi (UTIK). Dalam kesempatan tersebut, Agus Setiadi mensosialisasikan kembali program Indonesia Go Open Source (IGOS).
Program ini, merupakan inisiatif dan semangat untuk menggunakan dan mengembangkan open source software guna memperkuat infrastruktur ICT nasional. Deklarasi bersama terkait program ini telah dilakukan 30 Juni 2004 silam, terdiri atas Menteri Riset dan Teknologi Hatta Rajasa, Menteri Informasi dan Komunikasi (M Syamsul Mu'arif), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara HM Feisal Tamin, Menteri Kehakinan dan HAM Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar.
Lebih lanjut Agus Setiadi menyatakan, kegiatan yang sudah dilakukan selama ini adalah sosialisasi penggunaan software legal dan penggunaan open source software workshop open source, pembuatan dan pemeliharaan portal FOSS-ID yang berisi download center, informasi dan bantuan teknis serta pembuatan e-tutorial serta penyebaran CD dan buku open source. Kendala mendasar terkait penggunaan open source ini, menurut Agus, adalah mudahnya mendapatkan software ilegal, kurangnya komitmen dari beberapa deklarator IGOS, serta sulitnya mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan software tertentu dan tidak peduli walaupun software tersebut bajakan.
Terkait hal tersebut, pihaknya berencana menyempurnakan beberapa helpdesk nasional, melakuan migrasi Open Source Software (OSS) di beberapa instansi pemerintah, menumbuhkan industri OSS dengan inkubator, serta mempersiapkan profesional OSS dengan sertifikasi kompetensi. Di Indonesia saat ini terdapat 15 IGOS center, antara lain IGOS Center PTIK-BPPT, IGOS Center Bandung-Be Mall dan IGOS Center Udinus-Semarang dengan StarUp capital program meliputi PT Amerta Computing-Touch Screen, PT Intercitra Prima Integrasi-Enterprise Open Platform dan PT Marina Cipta Abadi-ITC berbasis FOSS. Sementara itu OSS karya anak bangsa beberapa di antaranya adalah De2 Depian Depok, Klorofil, IGOS Berdikari, Kantaya, dan lain-lain.
UB sendiri, menurut Rektor, sejauh ini telah merintis open source software yang diberi nama UBOSS. [nok]PricewaterhouseCoopers Indonesia Campus Recruitment
16 Desember 2008PricewaterhouseCoopers (PWC) Indonesia, bekerja sama dengan Jurusan Akuntansi Fakultas Eekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) mengadakan campus recruitment, Sabtu (13/12). Rekrutmen yang dilangsungkan di Aula Gedung D FE-UB ini menjaring 141 peserta dari kalangan fresh graduate dan mahasiswa akuntansi yang akan lulus tahun depan.
Selain FE-UB, PWC juga bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Institut Bisnis Indonesia, Universitas Atmajaya, Universitas Gadjah Mada, Unversitas Diponegoro, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Katolik Parahiyangan, Universitas Surabaya, dan Universitas Widya Mandala.
Campus recruitment terdiri dari dua rangkaian kegiatan. Diawali dengan presentasi dari pihak PWC oleh M Jusuf Wibisana, Ali Mardi, dan Abdullah Azis, dipaparkan berbagai hal tentang PWC. Mulai dari apa PWC itu, aktivitas dan budaya kerja di PWC, sampai pada aktivitas sosial melalui organisasi sosial bernama PW Care milik PWC. Sesudahnya, proses rekrutmen dilanjutkan dengan tes tulis, meliputi english test, logic test, dan technical test. Lolos dari seleksi awal, peserta dapat melanjutkan dengan mengikuti seleksi group activity, hingga tahap seleksi terakhir, yaitu interview.
Ada tiga posisi yang ditawarkan melalui campus recruitment kali ini dengan kapasitas yang berbeda-beda, yakni tax (16 orang), advisor (5 orang), dan assurance (100 orang).
Untuk mengetahui proses rekrutmen PWC, informasi dapat diakses langsung dari situs http://www.pwc.com/extweb/career.nsf/docid/DE6594407AAB5A8ECA2574AB00340447.
Hasil seleksi tes tulis campus recruitment akan diumumkan pada bulan Januari, dan hasil seleksi sampai pada tahap terakhir akan diumumkan bulan Maret.
Mengenai kegiatan ini Pembanu Dekan III FE-UB Dr Khusnul Ashar berkomentar, "Kerja sama FE-UB dengan kantor akuntan publik terkemuka di Indonesia ini semakin membuktikan Jurusan Akuntansi FE-UB memang memiliki output yang berkualitas dan berdaya saing tinggi". [chuss]Mahasiswa S3 FE-UB Ikuti Program Sandwich di Jerman
16 Desember 2008Delapan mahasiswa S3 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB), Kamis dua pekan silam (4/12), tiba di Jerman untuk mulai program sandwich di Universität Kassel. Demikian Wildan Syafitri, dosen FE-UB kandidat doktor di Universität Kassel, melaporkan dari Jerman.
Selama di Jerman mereka akan melakukan studi literatur untuk perbaikan proposal disertasi di Department of Development Economics, Migration and Agriculture Policy, Universität Kassel. Selain itu mereka juga akan mengikuti kuliah winter semester 2008/2009 serta berbagai seminar. Direncanakan, mereka juga akan mengunjungi pada Presiden Universitas Kassel, DAAD, dan EADI di Bonn, serta Kementerian Pendidikan, dan kantor NGO di Berlin. Kunjungan seperti ini diharapkan dapat memperluas jaringan maupun kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi di antara kedua institusi, UB dan Universität Kassel.
Program ini dibiayai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, sebagai tindak lanjut kerja sama antara UB dan Universität Kassel yang dirintis setahun lalu. Para peserta program sandwich akan dibimbing oleh Prof Beatrice Knerr, Ketua Department of Development Economics, Migration, and Agriculture Policy, didampingi oleh Dr Candra Fajri Ananda selaku wakil kerjasama luar negeri wilayah Eropa, sekaligus Ketua Program S3 Ekonomi Pembangunan FEUB. Selain ditujukan untuk meningkatkan kualitas lulusan program S3, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam menghadapi persaingan global.
Selengkapnya, peserta program sandwich di Jerman adalah: Aminudin SE MP, Ririt Iriani S Dra SE ME, George Kawung SE ME, Hayati Hehamahua SE ME, I Ketut Djajayastra Drs SU, Maryam Sangadji SE ME, Sudjilah Dra SE ME, dan Jose Rizal Joesoef SE MSi. [Wildan]Bahasa dan Sastra Jembatani Kearifan Lokal dan Dunia Global
16 Desember 2008Penerjemah, pengajar penerjemahan, dan peneliti bidang penerjemahan tentu sepakat, kegiatan penerjemahan tak bisa lepas dari pertimbangan budaya. Disadari atau tidak, mereka tentu mempertimbangkannya, baik ketika menerjemahkan suatu teks, membaca, atau menganalisis terjemahan. Demikian Prof Rochayah Machali PhD, dari University of New South Wales (UNSW) Australia, dalam seminar sehari bertajuk Bahasa dan Sastra Menjembatani Kearifan Lokal dan Dunia Global. Acara ini diselenggarakan oleh Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya (Bastra UB) dalam rangka memperingati Dies Natalis UB ke-46, Sabtu (13/12) di gedung PPI UB.
Domestication dan foregnization
Dalam kesempatan tersebut, Prof Rochayah yang mantan dosen UB ini membahas hubungan kajian penerjemahan dengan budaya terutama melalui pendekatan domestication dan foregnization. Kedua hal ini, menurut Rochayah, merupakan isu perdebatan internasional yang menjadi kajian beberapa peneliti, antara lain Venuti, Dingwaney, serta Bassnet. Perdebatan isu domestication -- atau sering juga disebut akulturasi -- dan foreignization, menurut Rochayah menjadi tarik-ulur kepentingan antara penerbit dan penerjemah. "Kebanyakan penerbit menuntut penerjemah melakukan domestication agar mudah dipahami pembaca dengan tingkat keterbacaan yang tinggi. Masalahnya, penerbit cenderung memilih teks dari budaya lain yang menarik bagi budaya dan nilai-nilai Anglo-Amerika", ujar Rochayah mengutip hasil penelitian Venuti. Hal ini menyebabkan penerjemah kehilangan jati diri karyanya, dan secara serentak juga menunjukkan adanya reduksi makna-makna yang terkait nilai-nilai kultural bahasa sasaran.
"Melalui domestication, budaya Anglo-America dianggap memaksakan kuasa hegemoni terhadap budaya-budaya lain yang merupakan minoritas. Untuk mengatasi hal ini, Venuti mengusulkan foreignization sebagai jalan keluar bagi benturan budaya dalam penerjemahan", ujar Rochayah.
Menyitir peneliti lainnya, Bassnet, Rochayah menilai foreignization lebih sesuai untuk penerjemahan karya sastra, karena dalam karya sastra-lah muncul konsep-konsep yang bertentangan. Sementara domestication, dianggap lebih sesuai untuk teks-teks non-sastra, seperti penerjemahan berita. "Apabila teks yang diterjemahkan bukan karya sastra, ada kemungkinan besar penerjembah akan mempertanggungjawabkan hasil kerjanya. Memang, ada semacam konvensi tak tertulis, ketika suatu karya diterbitkan, maka ia akan menjadi milik publik dan terserah publik mau diapakan", tambahnya. Rochayah memberi contoh penerjemahan novel Harry Potter yang mengandung unsur foreignization dan domestication, serta hasil simulasi penerjemahan novel Tintin yang berjudul "Tintin in The Congo".
Pesan-pesan Konstruktif Susastra
Pembicara lain, Prof Dr Ayu Soetarto MA, menyampaikan judul "Pesan-pesan Konstruktif dalam Susastra sebagai Jembatan untuk Menghindari Benturan Antarbangsa dan Antarperadaban". Ayu menyatakan, susastra telah memberi banyak sumbangan untuk menyampaikan informasi yang terkait dengan dunia batin manusia. Melalui susastra, manusia dapat berkomunikasi, dan mengkomunikasikan pengalaman dan pikirannya. "Jadi, susastra merupakan rekaman dunia batin manusia yang dapat mempengaruhi dunia batin itu sendiri. Oleh karena itu, susastra diharapkan dapat menjadi instrumen yang paling efektif untuk mengasah nilai-nilai kemanusiaan yang dapat digunakan sebagai jembatan untuk menjalin komunikasi antarbangsa, antarabudaya dan antaraperadaban", kata dia. Lebih lanjut, Ayu menyatakan, karena bahasa memiliki kemampuan untuk menjajah maka susastra yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya diharapkan dapat menjadi kekuatan dan alat untuk mewujudkan kohesi sosial yang efektif. "Pemahaman terhadap dunia batin suatu bangsa merupakan fenomena yang menguntungkan bagi perwujudan perdamaian dunia. Tegasnya, melalui pesan-pesan konstruktif yang diusung susastra, benturan dan gesekan budaya dapat dihindari, dan fenomena saling isi budaya sangat kondusif bagi persatuan antarbangsa dan antarperadaban", ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Bastra UB, Dra Francien H Tomasowa PhD mempresentasikan topik "Start-with-the Clause in TEFL (Teaching of English as Foreign Language) to non-English Department Students: A Systemic Foreign Language Teaching Perspective". Dalam makalah itu Francien secara khusus membahas penggunaan bahasa Inggris ke dalam berbagai aktivitas seperti presentasi, pembuatan SOP, pemberitaan, job interview serta diskusi.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Hamamah MPd menyatakan, seminar sehari ini didukung oleh PT Elex Media Komputindo dan diikuti para mahasiswa, peneliti, praktisi serta akademisi bahasa dan sastra. Pesertanya berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Tirtayasa, Universitas Kristen Petra, Universitas Gadjah Mada, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Jember, STKIP, Politeknik Negeri Malang, dan Unisma selain UB sebagai tuan rumah. [nok]Lima Mahasiswa FE-UB Ikuti Seminar di Singapura
16 Desember 2008
Lima mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) anggota AIESEC baru-baru ini bertolak ke Singapura untuk mengikuti National Leadership Development Seminar. Kelima mahasiswa itu masing-masing adalah Milwanda Wira P (Man 05), Guindra pramudi (Akt 06), Fanny Sutiono (Akt 06), Lya Yhusiana (Man 05), dan Yanuar Adrianto (Man 06).
"Tentunya tidak mudah bagi para peserta untuk ikut dalam seminar yang diadakan oleh AIESEC Singapura ini, karena masing-masing peserta, sebelumnya harus lolos dalam seleksi aplication form", ujar Pembantu Dekan III FE-UB Dr Khusnul Ashar SE MA, "lagi pula, mereka semua masih aktif sebagai mahasiswa".
Seminar berlangsung sejak Kamis (11/12) hingga Minggu (14/12), dihadiri oleh peserta anggota AIESEC dari beberapa negara lain, seperti Thailand, Malaysia, Filipina, dan lain-lain. Berbagai kegiatan diadakan, termasuk acara perkenalan dan promosi kebudayaan dari perwakilan masing-masing negara peserta. Acara serupa, Asian Pasific Exchange Leadership Seminar, akan digelar Maret 2009, di Hongkong.
AIESEC-FEUB adalah satu organisasi kemahasiswaan di FE-UB, anggota jaringan AIESEC Internasional yang meliputi lebih dari 1000 universitas di 105 negara. [chuss]Mahasiswa UB Juara Agroindustry Paper Competition
15 Desember 2008Sebagai ilmu multidisiplin, dunia teknologi pertanian ternyata sangat terbuka untuk dikaji disiplin ilmu lainnya. Terbukti, dalam ajang Agroindustrial Paper Competitiom yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian IPB, justru mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran yang menjadi juaranya. Tidak tanggung-tanggung, dalam kesempatan tersebut, sekelompok mahasiswa dari FT UB dan FK UB berhasil menjadi Juara II dan juara III. Mereka adalah Ach Reza Alhadig, Daniel Daulat, dan Kharisma Kumbara Karta (mahasiswa FT UB angkatan 2004) dengan makalahnya "Sistem Identifikasi Umbi Kentang Secara Online Sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Meningkatkan Ekspor Kentang", dan Choirina Windradi, Maria Nisaul Arif dan Yaniar Uzlifatin (mahasiswa FK UB) dengan makalah "Potensi Pengembangan Agroindustri Ekstrak Kulit Semangka dan Buah Jambu Biji Sebagai Terapi Diabetes Mellitus Tipe Dua". Juara I ajang tersebut, berhasil diraih mahasiswa ITS, Achmad Ferdiansyah PP yang mengangkat judul "Water Electric Light Trap (WEL-T): Konsep Inovasi Teknologi Pertanian sebagai Pengganti Pestisida yang Persisten dalam Membasmi Hama Penggerak Batang Padi (Sundep)". Karya-karya tersebut mereka presentasikan di hadapam dewan juri yang terdiri dari Ir Prayoga Suryadarma MT (Dosen Teknologi Industri Pertanian), Imam Paryanto MEng (peneliti madya BPPT), dan Drs Wawas Swathatafrijiah MSc (Kepala Balai Sentra Teknologi Polimer), dengan kriteria penilaian: kesesuaian presentasi dengan isi makalah, presentasi (gerak tubuh, intonasi dan diksi), pemahaman materi, serta content materi presentasi. Atas prestasi tersebut, masing-masing juara berhak menerima uang tunai beserta penghargaan, masing-masing Rp 3 Juta, Rp 2 Juta dan Rp 1 Juta untuk juara I, II dan III.
Selain dua tim tersebut, UB masih memiliki satu tim yang masuk nominasi 10 finalis. Tim tersebut berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) yaitu Anugrah Dany P, Ilzamha KR, dan Naila Zulfa dengan judul makalah "Alternatif Bahan Bakar Biohidrogen Ramah Lingkungan dari Gliserol sebagai Hasil Samping Pengolahan Biodiesel". Selain UB dan ITS, kesepuluh finalis berasal dari IPB, UI, UNS dan UGM.
Sistem Identifikasi Umbi Kentang Online
Kepada PRASETYA Online, ketiga mahasiswa Teknik Elektro UB juara kedua kompetisi, mewakili rekan-rekannya menyatakan, melalui penelitian mereka berupaya agar produk pertanian lokal Indonesia dapat menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global dengan standarisasi secara online.
Sistem standarisasi melalui Standar Nasional Indonesia (SNI), dalam karya tersebut, mereka buat secara online melibatkan beberapa perangkat lunak yaitu Apache, Bahasa C, Delphi, dan PHP. Sementara untuk perangkat keras, mereka menggunakan sensor berat, microcontroller ATMega64 serta HP dengan Bluetooth dan konfigurasi GPRS. Perangkat ini, menurut Daniel untuk sementara hanya diperuntukkan bagi umbi kentang. "Kita bisa mengubah peruntukannya untuk produk yang lain dengan mengubah pengolahan citra digitalnya melalui Delphi", ujar Daniel.
Beberapa parameter SNI yang ada dalam rancangan ini adalah keseragaman berat, keseragaman warna, tunas yang tidak terlalu banyak, kotoran permukaan yang sedikit, serta sedikitnya permukaan kulit yang pecah. Untuk rancangan ini, mereka mengaku menganggarkan dana sekitar Rp 10.010.000. "Ajang ini merupakan paper competition, sehingga kesemuanya baru sebatas ide. Untuk realisasinya kami akan merekrut para junior agar melanjutkan, karena kami sebentar lagi lulus. Justru di sinilah letak tantangannya, yaitu merealisasi program dengan sampling kentang", kata Daniel. Ide ini, menurut mereka merupakan pengembangan dari mata kuliah yang pernah diperoleh, yaitu pengolahan citra digital dan pengenalan pola jaringan sistem saraf tiruan. Lebih lanjut mereka menyatakan, pemrograman seperti ini baru dikenal di Cina yang juga berupa sistem web online dengan dua parameter saja yaitu berat dan masa jual. Untuk produk kentangnya, tim ini mengaku baru melakukan survei di Malang Raya yaitu daerah Jurang Wali, Batu dan pasar-pasar tradisional. "Para petani di daerah tersebut belum mengenal SNI dan sejauh ini pemasaran kentang hanya berdasar pada ukuran dengan membedakannya menjadi tiga tingkatan kualitas yaitu kw 1, kw 2 dan kw 3", kata Daniel. Akibatnya, menurut Daniel, petani pun menjual ke pengumpul dengan harga rendah, yaitu sekitar Rp 5500. "Daerah pengekspor umbi kentang yang terkenal di Indonesia baru Jambi", tambahnya. [nok]
---
Foto (dari kiri): Kharisma Kumbara Karta, Daniel Daulat dan Ach Reza AlhadigSeminar Diskriminasi Gender
15 Desember 2008Diskriminasi gender merupakan bentuk perbedaan perlakuan berdasar alasan gender, seperti pembatasan peran, penyingkiran atau pilih kasih yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran atas pengakuan hak asasinya, persamaan laki-laki dan perempuan maupun hak dasar dalam bidang sosial, politik, ekonomi, budaya, dan lain-lain.
Demikian disampaikan aktivis perempuan Sri Wahyuningsih SH MPd dalam paparannya dihadapan peserta seminar "Diskriminasi Gender: Tidak Ada Perbedaan di Antara Kita". Acara ini diselenggarakan oleh Asian Law Student Association (ALSA) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Senin (15/12).
Lebih lanjut, ia merinci bahwa diskriminasi tersebut dapat berupa marginalisasi (peminggiran), subordinasi (penomorduaan), stereotip (citra buruk), dan kekerasan. Dosen FH UB ini juga menyatakan bahwa terdapat dua aliran tentang seksualitas yaitu essensialism dan social constructionism. Kelompok essensialism menurutnya meyakini bahwa jenis kelamin, orientasi seksual, dan identitas seksual sebagai hal yang bersifat terberi dan natural sehingga tidak dapat mengalami perubahan. Sedangkan pandangan social constructionism menyatakan, jenis kelamin, orientasi seksual dan identitas gender adalah hasil konstruksi sosial. Indonesia, menurut Sri Wahyuningsih, menganut pandangan essensialism, yang sejalan dengan ajaran agama dan budaya dimana kelompok Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) sebagai abnormal dan mendapatkan perlakuan buruk dalam berbagai bentuk diskriminasi. Diskriminasi yang paling kentara dipaparkan aktivis Women Crisis Center UB ini adalah dalam hal mendapatkan pekerjaan, akses keadilan, serta pemilihan pasangan.
Memfasilitasi hal ini, Women Crisis Center UB berencana untuk membentuk wadah Ladies-Boy Crisis Center (LCC), yaitu sebuah lembaga yang berupaya untuk mendapingi kalangan LGBT dalam mendapatkan hak-haknya.
Testimoni
Turut hadir dalam acara ini, tokoh waria Malang Merlyn Sopyan, yang memaparkan tentang pengalamannya sebagai transgender selama 15 tahun. “Saya telah menjalani perubahan diri saya menjadi perempuan sejak masa kuliah”, kata dia. Terkait perubahan ini, ia menyampaikan kendala mendasar yang dialaminya yaitu perihal mendapatkan pekerjaan. “Selama ini pekerjaan LGBT sangat terbatas. Sejauh ini baru salon yang baru bisa menerima kami”, ujar Merlyn yang pernah mewakili Indonesia dalam kontes waria Internasional di Pattaya, Thailand. Turut memberikan testimoni dalam kesempatan tersebut adalah aktivis HIV/AIDS sekaligus anggota Ikatan Gay Malang (IGAMA), Ery Christiyanto serta Miss Kondom, Viru. Selain itu, hadir pula konselor HIV/AIDS yang selalu memberikan pendampingan psikologis terhadap para ODHA, Dedik Darwanto SPsi. [nok]
---
Foto (dari kiri): Pembantu Dekan III FHUB Nurdin SH MHum, Merlyn Sopyan, dan Sri Wahyuningsih SH MPd.Kisah Hesky Memenangi Olimpiade Sains di UI
15 Desember 2008Eddwi Hesky H, mahasiswa FMIPA Universitas Brawijaya (UB) baru-baru ini menyabet gelar juara pertama bidang fisika dalam Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (OSN-PTI) di Universitas Indonesia (UI). Berikut adalah kisah perjalanannya meraih prestasi yang membanggakan ini dan sekadar evaluasi darinya.
Kisah ini berawal ketika Hesky dan temannya sesama FMIPA, Yudhi Dwi Kurniawan, mengikuti seleksi tingkat daerah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, 3 November 2008. Setiap peserta harus berkompetisi dengan 33 orang untuk tiap-tiap bidang ilmu, baik Fisika, Matematika, maupun Kimia. Hesky ikut untuk bidang Fisika, sedangkan Yudhi untuk bidang Kimia.
Baling-baling bambu
"Di tingkat daerah, yang lolos adalah Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Ma Chung, ITS, Universitas Widya Mandala, dan UB”, tutur Hesky. Setelah lolos seleksi tingkat daerah, mereka berdua masuk babak quarter final di UI, 5 Desember 2008. Pada babak ini setiap peserta wajib mengerjakan esai sesuai dengan kajian ilmu masing-masing. "Waktu itu saya mengerjakan esai tentang mekanika, gravitasi, pasang surut air laut, dan mekanika statistik. Beberapa topik tersebut saya gak bisa karena belum diajar. Tapi ternyata yang lain juga banyak yang gak bisa", ujar Hesky. Hesky sendiri akhirnya lolos dari babak ini melaju ke babak semi final. Sedangkan Yudhi tidak bisa, karena harus mengakui keunggulan delegasi dari ITB, Universitas Gadjah Muda (UGM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan UI.
Dalam babak semi final, Hesky harus melakukan presentasi di hadapan para juri dengan tema yaitu tentang pemodelan laju penguapan zat cair. "Tema ini sudah dikirimkan kepada peserta dua minggu sebelum berangkat ke Jakarta", tutur Hesky. Pada babak ini, Hesky menjadi salah satu dari tiga peserta terbaik, sehingga lolos ke final.
Di babak utama, setiap peserta harus melakukan presentasi lagi. Beberapa tema yang disediakan oleh dewan juri, tentang pemodelan gerak gelinding benda dengan volume fluida; pendulum elastis; dan pemodelan baling-baling bambu. "Saya kebagian presentasi tentang baling-baling bambu, presentasi terakhir", ujar Hesky. Ia berkisah presentasinya adalah mengenai penentuan pola gerak baling-baling. "Ketika baling-baling turun, percepatannya kecil, tetapi kecepatannya sebenarnya besar", paparnya.
Keberhasilan untuk menyisihkan pesaing dari Universitas Lampung dan UI, menurut Hesky, karena adanya pembatasan masalah. "Saya sengaja membatasi presentasi, hanya ketika baling-baling bergerak lurus, tidak ada goyangan", ungkapnya. Sedangkan presentasi peserta lain tidak memberikan batasan masalah, sehingga justru menjadikan penjelasan semakin tidak jelas.
Grup diskusi kurang
Pelaksanaan olimpiade ini bagi Hesky menyisakan sebuah tantangan besar. Menurutnya, meskipun menjadi juara, UB tampak masih kurang persiapan dibandingkan dengan universitas lain. "Saya lihat peserta lain tampak bisa berdiskusi antar kelompok maupun antar angkatan. Sementara di sini kurang sekali grup diskusi sebagai forum untuk bertukar pikiran sesama mahasiswa di bidang keilmuan", keluhnya. Tambahan lagi, menurut Hesky, pihak yang semestinya berwenang di kampus juga susah diajak berkonsultasi karena kesibukan masing-masing. Hesky mengaku, sejak awal ia bekerja sendiri, mulai dari penelitian sampai keberangkatan ke Jakarta semuanya ia usahakan sendiri. "Ini tidak baik, karena kita 'kan membawa nama baik Brawijaya", ungkapnya. Ia berharap tahun depan akan ada upaya lebih baik lagi dari fakultas maupun universitas dalam mempersiapkan pelaksanaan olimpiade mahasiswa karena pihak sponsor sendiri mengharapkan ada perbaikan kualitas penelitian yang dilakukan oleh peserta. [fjr]
---
Foto: Yudhi dan HeskySenat UNS Studi Banding ke UB
15 Desember 2008Rombongan anggota Komisi C Senat Unversitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan studi banding ke Universitas Brawijaya, Senin (15/12). Kedatangan mereka diterima oleh Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ir HRB Ainurrasjid MS, di ruang sidang lantai VIII Gedung Rektorat. Dalam penerimaan itu Ainurrasjid didampingi oleh Kepala BAAK Dra Welmin Sunyi Ariningsih MLib, beserta jajaran staf ahli PR-III dan para pembantu dekan III dari beberapa fakultas. Studi banding ini dimaksudkan untuk saling bertukar informasi tentang pengelolaan dan pembinaan kemahasiswaan di kedua institusi.
Keenam orang tersebut adalah Prof Dr H Trisno Martono MM (FKIP), Drs Supriadi SN SU (FISIP), Rofikah SH M Hum (FH), Edi ST MT (FT), Drs Usman Santoso MS (FMIPA), dan seorang staf Senat UNS. Mereka menganggap UB layak dijadikan tujuan studi banding karena termasuk universitas dengan prestasi bidang kemahasiswaan yang menonjol, terutama setelah menjuarai Pimnas di Unissula. "Kami ingin mencari tahu kiat-kiat Universitas Brawijaya membimbing mahasiswa-mahasiswanya sehingga memiliki banyak prestasi", ungkap Trisno.
Secara lebih terperinci, Trisno Martono mengatakan ingin tahu bagaimana pola pembinaan kemahasiswaan, sistem pendanaan kegiatan kemahasiswaan, dan juga kiat-kiat mengelola program-program unggulan di bidang kemahasiswaan. Anggota rombongan dari UNS yang lain juga menanyakan tentang keberadaan job placement center, sistem pemilihan pemerintahan mahasiswa, advokasi mahasiswa, pelaksanaan seleksi mawapres, research study, dan tracer study terhadap para alumni mahasiswa yang dilaksanakan oleh UB.
Kemauan keras
Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Ainurrasjid dengan rinci menjawab satu per satu. Ia mengungkapkan bahwa kunci UB menjuarai Pimnas yang lalu adalah kemauan keras dan tekad dari seluruh elemen universitas untuk berprestasi di bidang penalaran. "Saat itu Pak Rektor mengatakan Pimnas ini sebagai ukuran keberhasilan dari proses akademik mahasiswa, makanya kita semangat untuk jadi juara", ungkapnya. Beberapa pembantu dekan menambahkan, untuk memberi apresiasi kepada mahasiswa yang lolos Pimnas, mereka dibebastugaskan dari kegiatan KKN. Beberapa fakultas bahkan mengijinkan karya tulis yang lolos dalam Pimnas sebagai pengganti tugas akhir.
Menurutnya, sudah banyak yang menanyakan tentang keberhasilan UB menjadi pesaing berat universitas elit lain seperti UGM dan IPB dalam aktivitas penalaran. "Dari semua pertanyaan mereka, tidak ada satu pun yang kami tutup-tutupi", ujarnya. Selanjutnya Ainurrasjid mengungkapkan bahwa pada saat mempersiapkan Pimnas, UB mengumpulkan ahli-ahli dalam bidang kajian ilmu masing-masing untuk memberi pelatihan dan diberi reward yang layak.
Ainurrasjid menyampaikan bahwa untuk pemilihan pimpinan pemerintahan mahasiswa, UB melaksanakannya secara demokratis. "Jadi ya seperti pemilihan lurah, semua milih", ungkapnya kepada delegasi dari UNS. Sedangkan mengenai masalah alumni, ia mengatakan, untuk saat ini masa tunggu sebelum bekerja rata-rata alumni di UB adalah 4 sampai 6 bulan setelah lulus. [fjr]Artikel Prof Soekartawi di Jurnal Internasional
15 Desember 2008
Enam bulan setelah proses pengiriman naskah, kemudian direview dan direvisi, akhirnya artikel ilmiah Prof Soekartawi dimuat juga di jurnal internasional "Digital Learning" edisi Desember 2008.Ia mengaku bangga, karena artikelnya mewakili penulis Indonesia yang dibahas dalam jurnal tersebut. "Ya, saya senang sebab artikel soal ICT (information and communication technology) ini dimuat di jurnal yang bergengsi. Siapapun tahu, pusat pemikir-pemikir ICT ada di India, tempat jurnal ini diterbitkan, sehingga seleksinya pun tentu amat sulit". tutur Soekartawi.
Mengapa menulis ICT untuk pendidikan? "Sekarang trendnya memang begitu. ICT sekarang merupakan alat (tool) yang patut diketahui dan dikuasasi oleh dosen. Sebab bila tidak, hampir dipastikan akan ketinggalan kereta. Saya sendiri kalau sehari tidak membuka internet, rasanya ada yang kurang", ia mengaku. "Saya sudah terlanjur menyenangi ICT selain bidang Ekonomi Pertanian, sejak saya ditugaskan di SEAMEO selama 9 tahun", ujarnya pula.
Menurut Soekartawi, artikel berjudul "Indonesia: Developing Higher Education Information Network" yang ditulisnya, juga diilhami pidato Presiden SBY pada pembukaan pertemuan menteri pendidikan negara-negara ASEAN (SEAMEO, Southeast Asian Ministers of Education Organization) di Denpasar Maret 2007. Waktu itu Soekartawi ditugasi Depdiknas sebagai sekretaris umum panitia. Saat itu Presiden menyerukan agar akademisi Indonesia menguasai ICT untuk bidang pendidikan, guna mencapai masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based-society) yang dicanangkan Pemerintah, yang harus dicapai pada tahun 2025 nanti.
Artikel Soekartawi itu terbagi dalam 5 bab. Bab 1: Pendahuluan, membahas apa itu ICT, mengapa diperlukan untuk pendidikan, dan apa dasarnya Depdiknas getol menggalakkan ICT untuk pendidikan. Bab 2 mengulas tentang Program-Program ICT di Pendidikan Tinggi Indonesia (ICT Programs in Higher Education). Bab 3 membahas kasus GDLN (Global Development Learning Network) yang dilaksanakan di Dikti, Bab 4 mengulas hambatan dalam mengintegrasikan ICT dalam Pendidikan Tinggi (Constraints in Integrating ICT in Higher Education) dan diakhiri dengan kesimpulan di Bab 5.
Artikel ini menyimpulkan, ICT merupakan alat potensial untuk proses belajar-mengajar, alat yang efsien untuk manajemen pendidikan tinggi, dan juga mampu mendukung Depdiknas mensukseskan 3 pilar pembangunan pendidikan, yaitu meningkatkan dan memperluas akses pendidikan, meningkatkan relevansi, kualitas dan daya saing pendidikan, dan meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan.
Akhirnya, Soekartawi mengajak siapa saja mulai menyenangi ICT karena ini sudah merupakan kebutuhan, bukan saja bagi dosen, tetapi juga bagi mahasiswa. Artikel Soekartawi ini dapat di-download di situs
http://www.digitallearning.in/articles/article-details.asp?articleid=2200&typ=COUNTRY%20FOCUS. [skw]Endah Tabiati: Menulis Ilmiah Bahasa Inggris Dapat Dipelajari
14 Desember 2008Menulis merupakan pekerjaan sehari-hari yang biasa dilakukan oleh banyak orang, tidak terkecuali peneliti. Pekerjaan tulis-menulis dapat membantu kita untuk mengingat, mengobservasi, berfikir, merencanakan pekerjaan serta mengorganisasikan pekerjaan sebaik kita berkomunikasi. Dalam bidang akademik dan keilmuan, deseminasi informasi menjadi sangat penting.
Sayangnya, masih banyak peneliti yang menemukan kesulitan dalam memaparkan informasi dalam sebuah tulisan.
Dra Sri Endah Tabiati MEd menyatakan ini dalam sebuah pelatihan penulisan (Local Paper Training) yang diselenggarakan oleh Asian Medical Students' Association (AMSA), Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang (FK-UB), Minggu (14/12).
Lebih lanjut, mantan Ketua Program Bahasa dan Sastra (Bastra) UB ini mengatakan, kontribusi penulis Indonesia dalam jurnal internasional sangat rendah yaitu sebesar 0,012%, bila dibandingkan dengan Filipina 0,035%; Malaysia 0,064%; Thailand 0,080%; dan 0,175% Singapura.
Menurut Endah Tabiati, di antara keterampilan penggunaan bahasa lain seperti berbicara, mendengarkan, dan membaca, menulis merupakan aktivitas kognitif kompleks di mana penulis harus dapat menampilkan beragam variabel informasi secara simultan. Pada penggunaan kalimat misalnya, seorang penulis harus mampu mengendalikan format, isi, struktur bahasa, kosa kata, penggunaan tanda baca dan formasi huruf. Sementara pada tingkat yang lebih tinggi, yaitu pada penggunaan paragraf dan isi tulisan secara keseluruhan, penulis ilmiah harus mampu mengendalikan keterkaitan antar paragraf. Secara umum, seorang penulis ilmiah harus menaruh perhatian yang besar pada teknik penulisan (penggunaan spasi dan catatan kaki), isi (ide tulisan) serta pengorganisasian dan penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah keilmuan.
Pada akhir presentasi, Sri Endah Tabiati mengungkapkan, "Menulis memang sangat sulit bagi sebagian besar orang. Tingkat kesulitan itu semakin tinggi apabila sudah menggunakan bahasa asing seperti bahasa Inggris. Meski demikian, sebagaimana keterampilan lainnya, menulis artikel ilmiah dengan menggunakan bahasa Inggris tidak mustahil untuk dipelajari".
Dalam pelatihan itu peserta juga diberi kesempatan mempraktekkan langsung bagaimana cara menulis karya ilmiah dalam bahasa Inggris yang baik dan benar. [nun]Workshop Strategic Public Relations
14 Desember 2008
Bekerja sama dengan Indo Pos (Grup Jawa Pos) dan Sampoerna Untuk Indonesia, Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya (Humas UB) pekan ini menyelenggarakan Workshop Strategic Public Relations 2008. Kegiatan digelar Kamis (18/12) di Gedung Widyaloka.
Workshop ini akan menghadirkan pembicara dari kalangan public relations manager televisi swasta nasional, perusahaan nasional, dan pakar media cetak. Workshop sebenarnya khusus bagi mahasiswa, tapi tidak menutup kemungkinan para praktisi kehumasan turut serta ambil bagian. Jumlah peserta dibatasi hingga 150 orang, pendaftaran berlangsung mulai Senin (15/12) hingga Rabu (17/12) dengan uang pendaftaran sebesar Rp 10 ribu.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi ibu Lia di Bagian Hubungan Masyarakat Universitas Brawijaya di nomor telepon (0341) 551611 pesawat 126 atau melalui ponsel 08123315893. [nun]Jalan Sehat Awali Dies Natalis ke-46 UB
14 Desember 2008Dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-46 Keluarga Besar Universitas Brawijaya mengadakan acara Jalan Sehat di seputar kampus. Acara ini digelar Minggu (14/12), start pukul 5.30 WIB dari bundaran depan Rektorat, diawali dengan senam poco-poco secara massal di lapangan Rektorat.
Acara jalan sehat ini diikuti sekitar 5 ribuan peserta, menempuh rute sejauh 5 km, diawali dari jalan di timur Perpustakaan ke selatan, melewati gerbang selatan Kampus UB, belok ke timur sepanjang Jalan Veteran, belok ke selatan Jalan Ijen, ke barat Jalan Jakarta, ke utara Jalan Bogor, kembali ke Jalan Veteran ke arah barat, dan masuk gerbang selatan Kampus UB ke utara dan berakhir di bundaran Rektorat.
Usai jalan sehat, sambil menikmati konsumsi makan pagi segenap peserta dihibur oleh tampilan home band, UB Band, dan penyanyi terkenal kota Malang, sambil mengikuti undian door prize berhadiah istimewa dua buah sepeda motor (merek Honda Revo dan Happy Faster) serta ratusan hadiah menarik lainnya. Berikut adalah daftar pemenang door prize. Hadiah sepeda motor Honda Revo diraih oleh Mariani (KP, no kupon 008910), sepeda motor Happy Faster oleh Agung (FE, 006029), sepeda gunung Jiyang oleh Utara Aji (Fapet, 004604), sepeda Kranjang oleh Dewi Ayu (FE, 010344), sepeda sport Jiyang oleh Iskimila (FMIPA, 004363), sepeda sport oleh Parmiatun (FP, 004906), TV 21 inch Sharp oleh Widi P (FMIPA, 001015), TV 21 inch Toshiba oleh Darsono (KP, 00771), TV 21 inch Kenstra oleh Mutikasar (Bastra, 009809), TV 14 inch oleh Winarofah (004151), DVD player Samsung (006109), DVD player Sharp (010623), DVD player Plasma (007631), kompor gas (006349), kompor gas Sanken (006337), kompor gas Avante (008244), kompor gas double Rinnai (002161, 0011404), kompor gas engkel Rinnai (0395141, 08399), magic com (00566, 09525, 07219, 07223, 00924, 07205, 00810, 011403), blender Miyako (08328), juicer Miyako (09955), handphone Flexi (03330, 002703)), handphone GSM (07830), dan kipas angin Niko National (06978).
Kunjungan Presiden
Acara jalan sehat ini mengawali seluruh rangkaian peringatan dies natalis yang akan berlangsung hingga Februari 2009. Ada tiga pilar peringatan dies natalis kali ini yaitu promosi, ilmiah, dan kekeluargaan. Ketiga pilar tercermin pada 6 bidang kegiatan utama:
Bidang ilmiah meliputi acara-acara: Seminar Nasional Pemanasan Global: Strategi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia; Kunjungan Presiden RI, Orasi Ilmiah dalam Rapat Terbuka Senat, Lomba Karya Ilmiah antar Pelajar SMU se Malang Raya, Lokakarya Soft Skill, Festival Bakso dan Seminar Nasional Kemanan Pangan. Sedangkan bidang pengabdian masyarakat meliputi acara Entrepreneur Festival: Lomba Kreativitas dan Inovasi Kantin Menjadi Restoran, Seminar Nasional Agribisnis yang Ekonomis dan berkelanjutan dan Layanan Konsultasi Agribisnis. Di bidang olahraga, digelar: pertandingan bola voli, tenis lapangan antar SMA/SMK se Malang Raya, tenis lapangan antar dosen dan karyawan, bulutangkis antar dosen dan karyawan, bulutangkis antar SMA/SMK se Malang Raya, sepakbola mini birokrat, dan turnamen futsal antar pelajar SMA se Malang Raya. Untuk bidang kesenian, digelar "Gebyar Festival Tari Piala Rektor" antar Fakultas UB dan antar SMA se Jawa Timur, Malam Kesenian Dies Natalis, Pagelaran Wayang Kulit, Festival Band Pelajar se Malang Raya, Renungan Bersama Emha Ainun Najib, Pameran Green Product, Pertunjukan Ketoprak, dan Festival Band Fakultas se UB. Selain itu dalam bidang lomba diadakan lomba kebersihan lingkungan, lomba poster, spanduk dan baliho, lomba balap karung, pertandingan tarik tambang, dan lomba bakiak panjang. Tak ketinggalan untuk bidang kewanitaan, diadakan Demonstrasi Pengolahan Daging Kelinci untuk Bakso dan Nuggets, Pembuatan Media Tanam untuk Peningkatan Penghasilan Ibu Rumah Tangga, dan Seminar Remaja: Gerak dan Problemnya.UB masa lalu dan saat ini
Dies natalis UB diperingati setiap tanggal 5 Januari, yakni tanggal keluarnya keputusan Menteri PTIP tentang penegerian UB pada tahun 1963, yang kemudian dikukuhkan dengan Keputusan Presiden. Pada saat itu UB terdiri dari 5 fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Administrasi Niaga (FAN), Fakultas Pertanian (FP) dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP). Dalam status negeri, UB semakin berkembang. Jumlah fakultasnya bertambah dengan berdirinya Fakultas Teknik (1963), bergabungnya STKM (Sekolah Tinggi Kedokteran Malang) menjadi Fakultas Kedokteran (1974), pemisahan Jurusan Perikanan dari Fakultas Peternakan dan Perikanan (FPP, dulu FKHP, tahun 1982), berdirinya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA, 1993), berdirinya Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) sebagai peningkatan status dari Jurusan Teknik Pertanian dari FP (1998), dan terakhir berdirinya Fakultas Ilmu Sosial (2008). Selain itu UB juga mengelola Program S1 Bahasa dan Sastra, Program S2 (22 Program Magister dan 17 Program Pendidikan Dokter Spesialis I), Program S3 (8 Program Doktor).
Pada tahun 2008, jumlah mahasiswa terdaftar sekitar 27.461 orang, dan jumlah dosen sebanyak 1424, atau rasio 1:19,50. Dari sejumlah 1424 dosen, 315 orang lulusan S1 (22,12%), 712 lulusan S2 (50%), 56 spesialis I (3,93%), dan 341 lulusan S3 (23,95%). Sementara itu jumlah gurubesar tetap sebanyak 124 orang (8,71%).
Kampus UB yang semula terpisah di beberapa tempat: Dinoyo, Kotalama, Jalan Guntur, Probolinggo, dan Kediri, sejak 1976 menjadi satu kampus terpusat di wilayah Ketawanggede, Penanggungan dan Sumbersari. Kampus UB dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana umum, seperti masjid, poliklinik, asrama mahasiswa, gedung-gedung pertemuan, ruang-ruang kuliah dan laboratorium, kantor-kantor lembaga kemahasiswaan, beberapa bank, kantor pos, toserba KPRI, Inkubator Bisnis, jalan-jalan penghubung dengan pohon-pohon peneduh, serta taman-taman yang indah.
Total aset tanah UB seluas 181 hektar, terdiri dari 55,2 hektar di dalam kota Malang, 33,8 hektar berupa tanah laboratorium dan lahan percobaan di Jawa Timur, yakni di Cangar, Jatikerto, Dau, dan Sumberpasir, serta 92,3 hektar lahan percobaan untuk bidang pertanian di Lampung. [Far]Mahasiswa UB Juara Olimpiade Sains di UI
12 Desember 2008
Universitas Brawijaya kembali berjaya dengan prestasi. Kali ini, seorang mahasiswa Fisika FMIPA-UB, Eddwi Hesky H berhasil menyabet juara pertama bidang fisika dalam Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (OSN-PTI). Ajang kompetisi itu digelar di Universitas Indonesia (UI), Jumat (5/12) hingga Selasa (9/12) silam. Untuk kategori fisika, Universitas Brawijaya berhasil mengalahkan Universitas Indonesia dan Universitas Lampung. Selain fisika, bidang lain yang diperlombakan adalah matematika dan kimia.
Atas prestasinya, para pemenang OSN-PTI berhak mendapatkan total hadiah Rp 135 juta beserta piagam penghargaan. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan sains, PT Pertamina juga memberikan dana pembinaan bagi lima perguruan tinggi asal 9 grand finalist total senilai Rp 865 juta. Kelima PT tersebut adalah UI, ITB, UGM, Unila dan UB.
OSN-PTI adalah ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh UI bekerjasama dengan PT Pertamina (Persero). Tahun ini, mengambil tema "Mempersiapkan Generasi Indonesia Berprestasi". Melalui kompetisi ini, diharapkan tercipta kandidat potensial untuk dibina dan diajukan dalam ajang olimpiade tingkat internasional. [nok]Mahasiswa UB Juara Kompetisi Desain Arsitektur
12 Desember 2008Nurul Islami, mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) berhasil meraih gelar juara pertama dalam Kompetisi Desain Karya Mahasiswa Arsitektur se-Indonesia. Acara seminar sekaligus kompetisi ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (10/12) silam. Tahun ini, kompetisi yang ke-5, diikuti 17 perguruan tinggi se-Indonesia yang memiliki jurusan arsitektur. Total 48 karya yang diperlombakan. Setahun lalu, Arsitektur UB juga mengirimkan wakilnya, Deddy Nurmansyah, mahasiswa Arsitektur angkatan 2002, dan berhasil masuk nominasi lima besar. Kali ini, prestasi tersebut berhasil ditingkatkan Nurul Islami. Keikutsertaan dalam kompetisi itu tanpa sepengetahuan Nurul. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Arsitektur FT-UB memang telah memilih karya tugas akhir (TA) mahasiswa yang layak dikompetisikan. Karya Nurul termasuk yang dinominasi oleh HMJ dan diikutkan kompetisi. "Mereka juga yang menghubungi, ketika karya saya berhasil lolos masuk nominasi", ujar mahasiswa angkatan 2003 ini. Melalui karya TA berjudul "Pusat Multimedia di Kota Depok: Rancangan Berkonsep Arsitektur Hijau", Nurul Islami maju di hadapan juri yang terdiri dari Popo Danes (praktisi profesional arsitektur), Ir Sulaeman (perwakilan Ikatan Arsitektur Indonesia) dan Ir Sangkertaji (akademisi dari Universitas Sam Ratulangi).
Arsitektur Hijau
Dalam karya tugas akhir itu, Nurul memilih tapak di daerah Depok dengan alasan kemudahan akses data di samping merupakan tempat asalnya. "Di daerah tersebut terdapat dua kampus besar, yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Gunadharma yang menjadi fungsi magnet dengan perkembangan iptek yang sangat pesat", kata dia. Sengaja memilih pusat multimedia untuk TA, Nurul menjelaskan, pemanfaatan iptek sangat mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK), antara lain dengan multimedia.
Khusus mengenai arsitektur hijau, Nurul melihat semakin berkurangnya keharmonisan hubungan antara bangunan dengan lingkungannya di kawasan Kota Depok terutama di Jalan Margonda yang merupakan pusat kota dan gerbang awal menuju Kota Depok. "Tapak bangunan pusat multimedia ini saya pilih tepat persis di gerbang kota Depok yang memiliki dinamika sangat tinggi karena merupakan jalur utama Jakarta-Depok", tutur Nurul. "Konsep arsitektur hijau mengutamakan pembangunan yang berkontribusi positif terhadap lingkungan dengan meminimalisir kerusakannya", tambahnya. Desain arsitektur hijau ia implementasikan melalui konsep panggung, pemanfaatan green roof di setiap lantai serta hemat energi.
Hemat energi
Upaya hemat energi, oleh Nurul dilakukan dengan mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional PLN melalui pemanfaatan sel surya. Penghawaan dan pencahayaan merupakan prioritas pemanfaatan energi alternatif ini, dengan harapan dapat mengurangi ketergantungan beban listrik PLN hingga 40%-70%. Tiap fungsi ruang memiliki tiga zonasi, yaitu zonasi penghawaan dan pencahayaan alami yang digunakan untuk fungsi bangunan yang berhubungan dengan dunia luar seperti lobi. Zonasi artifisial untuk fungsi studio, video dan audio, serta sensor gerak dan cahaya untuk inti bangunan seperti toilet, lift, utilitas dan ventilasi.
Kontribusi terhadap lingkungan dari desain ini diimplementasikan Nurul dengan mengganti lahan yang tertutup bangunan seluas 1200 m2 dengan green roof pada tiap lantai dan lantai teratas yang mencapai 1400 m2. "Green roof ini saya bagi menjadi dua, yang pertama green roof intensif dengan ketebalan tanah 1 meter yang dapat digunakan untuk pohon setinggi 2,5-3 m dan green roof ekstensif dengan ketebalan tanah 20-40 cm untuk tanaman setinggi 50 m dan rerumputan", tutur Nurul.
Bangunan pusat multimedia setinggi 7 lantai dengan luas 7500 m2 di atas tapak 3600 m2 ini peruntukannya adalah: lantai 1 untuk parkir, lantai 2 pelayanan umum dan administrasi (public service) yang dilengkapi Wi Fi area, lantai 3 kafe, lantai 4: departemen fotografi dan departemen desain, lantai 5 departemen video, lantai 6 head office, dan lantai 7 green roof.
Nurul Islami mengerjakan desain ini selama satu semester dengan bimbingan Ir Sigmawan Tri Pamungkas MT, dan Ir Heru Sufianto MArch. Dalam pengerjaannya, ia menggunakan software Sketch up dengan rendering kombinasi antara Adobe Photoshop dan V-ray.
Atas prestasinya sebagai juara pertama dalam kompetisi tersebut, Nurul yang juga alumni SMU Islam Terpadu Nurul Fikri Depok ini mendapatkan piagam penghargaan ditambah uang tunai senilai Rp 1,5 juta dan hak berlangganan majalah FuturArc selama satu tahun. Sementara itu, untuk juara II dan III yang diraih berturut-turut oleh UK Petra, dan ITS, berhak mendapatkan uang tunai Rp 1 juta dan Rp 500 ribu ditambah piagam penghargaan. [nok]Lokakarya Metode Integrasi Pendidikan Entrepreneurship
11 Desember 2008Universitas Brawijaya telah mendeklarasikan diri menjadi entrepreneurial university sejak 2 Juni 2007 silam di hadapan Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Sebagai entrepreneurial university, maka pendidikan entrepreneurship adalah jantung atau rohnya. Cara terbaik untuk mengajarkan itu adalah dengan mengintegrasikannya ke dalam setiap kurikulum yang diberikan di UB. Hal ini mendasari Lokakarya Metode Integrasi Pendidikan Entrepreneurship di Universitas Brawijaya yang digelar di Guest House UB, selama dua hari (10/12-11/12). Acara ini difasilitasi oleh Tim UBEE (University of Brawijaya Entrepreneurial Education) yang terdiri dari Dr Ir Lilik Setyobudi MS, Prof Dr Ir Achmanu, Drs Mohammad Fatchi MS, Ir Edi Susilo MS, dan Ir Agus Tumulyadi MS.
Mohammad Fatchi menjelaskan, lokakarya ini merupakan instrumen untuk mencapai kesamaan persepsi dengan menitikberatkan pada upaya mencari model pedoman umum, pedoman operasional, dan modul pendidikan entrepreneurship ke dalam kurikulum S-1 di UB.
Lokakarya diikuti oleh 20 orang staf pengajar dari seluruh fakultas di lingkungan UB dengan model Training for Trainers (TOT). Harapannya, dapat menjadi stimulus dan fasilitator bagi para mahasiswa program sarjana. "Melalui entrepreneurial university, kami berharap mahasiswa tidak repot mencari kerja tetapi dapat menjadi entrepreneur dengan diawali menggodong dosennya terlebih dahulu", kata Fatchi.
Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi yang ditambah dengan pendekatan studi kasus, dan simulasi. Sedangkan materi yang disampaikan meliputi Pedoman Umum Pendidikan Entrepreneurship di Universitas Brawijaya, dan Integrasi Bahan Ajar (Pengantar Diskusi).
Dalam Pedoman Umum disebutkan, tujuan pendidikan dan pelatihan entrepreneurship adalah tiga poin, yaitu to know, to do dan to be, dengan metode pengintegrasian melalui penyertaan pada proses belajar-mengajar dengan memasukkan paling tidak satu SAP (satuan acara perkuliahan). Materinya pun bervariasi, terutama berbasis success story, ide bisnis, maupun social entrepreneurship. Diharapkan, pada 2009 nanti paling tidak 30% mata kuliah yang diajarkan telah bermuatan entrepreneurial education.
Sebagai pengantar diskusi integrasi bahan ajar, disebutkan satu contoh kasus dalam pengintegrasian dengan mata kuliah Sosiologi Perikanan yang diberikan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. [nok]Sosialisasi Beasiswa dari IIEF
11 Desember 2008
Sebuah lembaga pertukaran pendidikan mahasiswa-mahasiswi Indonesia, The Indonesian International Education Foundation (IIEF), mengadakan sosialisasi mengenai program beasiswa dari KAUST (King Abdullah University of Science and Technology).
Beasiswa ini murni datangnya dari KAUST, sebuah universitas baru yang berlokasi di Jeddah, Arab Saudi. Kampus KAUST sendiri sebenarnya masih dalam tahap pembangunan. Hanya saja, sebagian besar mahasiswanya yang berasal dari program beasiswa sudah dalam proses aplikasi.Pendidikan yang terdapat di KAUST berorientasi pada riset di bidang sains dan teknologi. Jadi, mahasiswa yang akan melamar beasiswa harus memilih beberapa program seperti Matematika dan Ilmu Computasi Terapan, Biosains, Teknik Kimia dan Biologi, Ilmu Kimia, Ilmu Komputer, Teknik dan Ilmu Bumi, Teknik Mesin, Teknik dan Ilmu Lingkungan, Teknik dan Ilmu Kelautan, Teknik dan Ilmu Material, dan Teknik Elektro.
Beasiswa KAUST diberikan kepada mahasiswa S1 yang masih aktif kuliah, minimal semester III. Beberapa fasilitas yang diberikan oleh pihak KAUST kepada mahasiswa yang diterima aplikasinya adalah biaya kuliah pendidikan S1 yang dijalani di Indonesia, tunjangan hidup, tunjangan buku, tunjangan komputer, dan dibiayai dalam mengikuti workshop dan kegiatan internasional yang diselenggarakan oleh KAUST di berbagai negara. Setelah lulus S1, mahasiswa tersebut secara otomatis langsung diterima sebagai mahasiswa S2 di sana. Persyaratan mengenai beasiswa ini dapat dilihat dalam situs www.kaust.edu.sa. Deadline penerimaan proposal beasiswa ini adalah sampai tanggal 16 Januari 2009.
Fitria dari perwakilan IIEF mengungkapkan, pertimbangan prestasi akademik, bidang studi, statement purpose, dan kemmapuan leadership sangat diperhatikan. "Saya melihat di Brawijaya banyak potensi untuk mendaftar. Oleh karena itu, saya berharap pada kesempatan ini ada mahasiswa dari sini, dan ada yang mendapatkannya", ujarnya. [fjr]LSIH-UB Latih Manajemen Laboratorium Staf Unipa
11 Desember 2008
Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH-UB) mendapat kepercayaan Universitas Negeri Papua (Unipa) untuk memberikan Non Degree Training (NDT) dalam bidang manajemen laboratorium. Pelatihan ini merupakan Program I-MHERE (Indonesia Managing Higher Education for Relevancy and Efficiency) Unipa, Manokwari.
"UB dianggap sebagai perguruan tinggi yang memiliki reputasi bagus, dan sistem pengelolaan lab yang baik", ujar Pembantu Rektor I UB Prof Dr Ir Bambang Suharto MS, ketika menerima 7 orang staf Unipa peserta pelatihan itu, Selasa (9/12).
Ketujuh staf dari Unipa itu selanjutnya diajak mengunjungi Perpustakaan UB sebagai salah satu tempat mengakses informasi selama pelatihan. Di sana peserta diterima langsung oleh Kepala Perpustakaan UB H Muslech DipLib MSi, dan saat itu pula mereka mendaftarkan diri sebagai anggota.
Berlangsung hingga 23 Desember 2008, dalam pelatihan akan diberikan penjelasan tentang ISO 17025;2005, organisasi, tata aliran kerja, anggaran, keselamatan kerja, tata tertib SOP, pengaturan bahan kimia dan pemeliharaan alat di lab. Selain itu dijadwalkan untuk acara kunjungan ke beberapa lab di Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Teknologi Pertanian, Jurusan Biologi, Lab Biomedik Fakultas Kedokteran UB, dan TSSU (Technical Service Supporting Unit).
Juga diagendakan kunjungan ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Singosari, UPT HMT Kambing/ATM ROC, Kebun Pecobaan Jatikerto, Gunung Kawi, Lab Sumber Sekar, Dau, Lab Stasiun Percobaan Sumber Pasir, Pakis. Para pemateri adalah para staf LSIH UB, mulai dari Direktur Dra Fatchiyah MKes PhD, Wakil Direktur Dr Ir Gatot Ciptadi DESS, Sekretaris Dr Uun Yanuhar SPi MSi, dan Kepala Divisi Biomedik Prof Dr dr M Rasjad Indra MS, Kepala Divisi Biomol dan Sel Dr Sri Widyarti MSi, Kepala Divisi Teknologi Pangan dan Kepala Divisi Agrokompleks drh Masdiana C Padaga MAppSc PhD, yang dibantu oleh koordinator fakultas-fakultas di lingkungan UB Dr Ir Joni Kusnadi MSi.
Unipa pada kesempatan ini mengirimkan staf mewakili fakultas-fakultas ilmu hayati, yakni: Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Kehutanan, dan MIPA. Alasannya, hampir semua fakultas di Unipa memiliki laboratorium, namun tidak satupun yang dikelola laboran dengan kemampuan manajemen. Akibatnya, banyak peralatan yang dioperasikan dan dipelihara tidak sesuai standar. Beberapa alat tidak dapat digunakan sesuai fungsinya, sehingga hasil analisa menjadi tidak ilmiah. Itu juga dikarenakan penanganan yang kurang baik, prosedur kerja kurang jelas, serta tidak ada pemeliharaan secara berkala.
Diakui, praktikum dan penelitian mahasiswa hanya dapat dilaksanakan secara maksimal bila mereka dibantu oleh tenaga laboran yang terampil. Tenaga tersebut harus memiliki kemampuan mengelola dan merawat laboratorium. Ini menunjukkan, perlunya pengetahuan manajemen lab dan adanya fasilitator diskusi antara kepala lab dengan tenaga laboran tentang langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja lab. Salah satunya adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengelola laboratorium melalui domestic non-degree training.
Penanggung jawab pelatihan, Dr Budi Santoso mengatakan, tujuan NDT adalah meningkatkan kemampuan tenaga lab agar pengelolaan dan perawatan lab meningkat, sehingga performance lab akan meningkat pula. Sedangkan output yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan tenaga laboran dalam mengoperasikan dan mengelola logistik laboratorium, meningkatnya kemampuan tenaga laboratorium dalam mengelola informasi dan sistem data logistik laboratorium, serta berkembangnya lab di Unipa menjadi lab dengan manajemen yang bagus. [lin]Satukan Langkah Menuju Keselamatan Lalu Lintas
11 Desember 2008Kecelakaan merupakan penyebab kematian terbesar ketiga di Indonesia saat ini. Setidaknya terdapat 1 juta orang meninggal dan 50 juta terluka tiap tahunnya disebabkan kecelakaan. Lebih dari 90% penyebab kecelakaan tersebut adalah faktor manusia diantaranya budaya, kelalaian, dan pelanggaran. Demikian pidato Pjs Gubernur Jawa Timur, Setia Purwaka SIP MM yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur, Dr Harry Soegiri MSi. Lebih lanjut, disebutkan faktor-faktor penyebab lainnya, yaitu sarana prasarana, sistem lalu lintas, faktor hukum, dan faktor lingkungan/alam. “Kecelakaan ini bisa terjadi pada setiap individu dari berbagai profesi, berbagai tingkatan umur dan tingkat pendidikan”, kata dia. “Sepeda motor memiliki risiko kecelakaan tertinggi Untuk jenis kendaraan, menurutnya sepeda motor merupakan penyebab angka kecelakaan tertinggi. Terkait hal ini, ia pun mengungkapkan pertumbuhan jumlah motor yang relatif tinggi pada kurun waktu lima tahun terakhir. Untuk itu, pihaknya berencana untuk membuat mekanisme guna mengendalikan jumlah sepeda motor dengan menggantinya menggunakan kendaraan umum yang terjangkau dan memadai.
Keselamatan Lalu Lintas Jalan
Keselamatan transportasi jalan merupakan masalah global yang bukan semata-mata masalah transportasi saja, melainkan telah menjadi permasalahan sosial kemasyarakatan. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat, setiap tahun sekitar 1 orang meninggal dan lebih 50 orang luka karena kecelakaan lalu lintas jalan. Lebih dari 75% kecelakaan tersebut terjadi di negara-negara berkembang. Di samping itu, kecelakaan tersebut mengakibatkan kerugian ekonomi sekitar US 500 milyar dollar untuk negara-negara berkembang dan diperkirakan sekitar 2%-4% dari produk domestik bruto.
Di ASEAN, dipaparkannya tingkat resiko kecelakaan mencapai 13 per 100.000 orang pada tahun 2003, peringkat ketiga tertinggi di ASEAN setelah Malaysia dan Thailand. Faktor manusia menurutnya menjadi penyebab tertinggi, dimana sepeda motor merupakan kendaraan yang paling beresiko tinggi diatas kendaraan penumpang, mobil barang dan bus. Terkait hal ini, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengurangi angka kecelakaan yang umum disebut sebagai Road Map to Zero Accident.
Sinergisitas Stakeholders
Sementara itu Wakil Direktur Lalu Lintas Polri, Kombes Pol Drs Djoko Susilo SH MSi mempresentasikan "Sinergisitas Antar Stakeholders dalam Mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (kamseltibcarlantas)". Dikatakannya, tugas utama polisi dalam bidang lalu lintas adalah mulai dari pendidikan, rekayasa lalu lintas, penegakan hukum hingga identifikasi registrasi kendaraan bermotor dan pengendaranya. "Permasalahan utama lalu lintas dapat kita bagi menjadi tiga meliputi pelanggaran, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas", ujarnya. Untuk kasus kecelakaan lalu lintas sendiri, ia mencatat bahwa pada tahun 2005, di wilayah Jakarta saja, tercatat 4156 peristiwa kecelakaan dengan korban jiwa 1118 orang. Jumlah ini menurutnya meningkat pada tahun 2006 sebanyak 4407 peristiwa dengan korban jiwa 1128 orang. Untuk mengurangi angka kecelakaan, menurutnya Polri menjalankan program Road Safety dengan tiga belas program meliputi Polisi Sahabat Anak (Polsana), Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Traffic Police Goes to Campus, Safety riding, taman lalu lintas, dll.
Terkait keselamatan lalu lintas, guru besar Teknik Sipil Fakultas Teknik UB, Prof Dr Ir Harnen Sulistio MSc, menyoroti beberapa aspek terkait kelembagaan, program aksi, dan pendanaan. Terkait hal ini, ia mensitir instruksi langsung Presiden RI, dalam hal sistem kelembagaan diperlukan penyusunan atau wadah bagi pelaksanaan langkah-langkah yang koordinatif untuk mewujudkan keselamatan transportasi, merumuskan sumber pendanaan yang dapat menunjang keberlanjutan program peningkatan keselamatan pengguna jalan serta perumusan cetak biru bagaimana transportasi dapat berjalan efektif. [nok]Workshop Road Safety For All
11 Desember 2008
Universitas Brawijaya (UB) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Polda Jatim menggelar workshop keselamatan lalu lintas dengan tema "Road Safety For All, Menyatukan Langkah Menuju Keselamatan Lalu Lintas", Kamis, 11 Desember 2008, di gedung Widyaloka UB.Menurut Ketua Pelaksana, Prof Dr Ir Harnen Sulistio MSc, workshop ini dilatarbelakangi adanya tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang telah menjadi masalah sosial dan ekonomi secara serius. Di sepuluh negara anggota ASEAN, kerugian yang ditimbulkan oleh adanya kecelakaan lalu lintas sebesar 15 milyar USD, setara dengan 2,2 % GDP regional ASEAN, di mana estimasi kerugian terbesar terjadi di Indonesia yaitu 6,03 milyar USD (2,91% dari GDP). Oleh sebab itu, perlu perhatian dan upaya sungguh-sungguh untuk mengatasi hal tersebut. "Apalagi sampai saat ini, program keselamatan lalu lintas di Indonesia masih bersifat parsial, mengadopsi negara lain, belum dibuat perencanaan secara terintegrasi dan berkelanjutan ataupun road map program keselamatan secara nasional", ujar guru besar ilmu teknik jalan raya UB ini.
Diagendakan akan hadir dalam workshop Plt Gubernur Jatim Setia Purwaka, Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S Sumawiredja, Direktur Lalu Lintas Polri/Polda Jatim Kombes Pol Drs Djoko Susilo SH MSi dan Kombes Pol Drs Bambang Sukamto, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim Dr Harry Soegiri MBA . Selain itu akan hadir pula peserta perwakilan 38 pemerintah Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur, perwakilan 38 Kepolisian Resor Kabupaten dan Kota se-Jatim, perwakilan perguruan tinggi, dan perwakilan Organda Jatim.
Menurut Prof Harnen, workshop akan dilaksanakan dalam bentuk rangkaian kegiatan seperti pengararahan dari Gubernur dan Kapolda Jatim, paparan materi keselamatan lalu lintas dari Polri, diskusi usulan program aksi keselamatan lalu lintas di wilayah Jatim, dan paparan rekomendasi program aksi keselamatan lalu lintas oleh perwakilan peserta dan pilihan-pilihan program yang akan dipromosikan di kabupaten dan kota asal masing-masing.
Prof Harnen berharap, melalui workshop ini akan tercipta persamaan persepsi dan peningkatan koordinasi dalam mewujudkan langkah-langkah nyata guna meningkatkan keselamatan bagi semua pemakai jalan, khususnya di Provinsi Jawa Timur. "Di samping itu, kegiatan ini diharapkan juga akan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru dan strategis berupa program aksi yang dibuat oleh peserta untuk dipromosikan di daerah masing-masing", tuturnya. [fjr]Dr Fatchiyah Presentasi di Konferensi Internasional ICBME
10 Desember 2008
Dra Fachiyah MKes PhD, staf pengajar Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB), pekan silam mempresentasikan hasil penelitiannya dalam forum The 13th International Conference on Biomedical Engineering (ICBME), di Suntec Singapore International Convention and Exhibition Centre, Singapura. ICBME adalah konferensi internasional prestisius yang telah berlangsung 13 kali sejak tahun 1983.Fatchiyah terpilih sebagai salah satu oral speaker mewakili peneliti Indonesia, dari 7000 pendaftar yang berasal dari 41 negara. Oral speaker hanya sekitar 45% dari keseluruhan 600 orang peserta yang diterima. Judul "Revealing of Spleen Ad4BP/SF1 Knock out rescued by BAC Ad4BP Tet-Off System Transgene" dipresentasikan Fatchiyah yang juga Direktur Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) UB ini, Rabu (3/12).
Subjek utama bahasan konferensi ini adalah bidang-bidang ilmu berbasis rekayasa, meliputi: Cell and Molecular Biomechanics, Biosensors-Biochip, Biomedical Instrumentation, Tissue Engineering, Cardivascular Bio-engineering, dan Biomedical Imaging.
Ada yang menarik dari pertemuan ICBME ini menurut Fatchiyah. Sebuah simposium khusus digelar oleh Prof Takami Yamaguchi sebagai Global Center Of Excellent Leader dari Universitas Tohoku, Jepang. International Symposium of Tohoku University Global COE Program Global Nano-Biomedical Engineering Education and Research Network Centre yang kedelapan ini diselenggarakan dua hari, Jumat (5/12) dan Sabtu (6/12), mengupas Nano-Biomedical Engineering in the East Asian-Pasific Rim Region.
Artikel-artikel ilmiah yang terpilih dan telah dipresentasikan secara oral pada ICBME ke-13 ini akan dipublikasi oleh Springer pada awal tahun 2009 nanti. Fatchiyah menyatakan, ini merupakan suatu keberuntungan dalam mengaktualisasi bidang ilmu yang ditekuninya, sekaligus sebagai bentuk publikasi ilmiah internasional warga UB dalam memperkaya khasanah ilmiah. [vie]
--
Foto: Dr Fatchiyah ketika oral presentation di depan forum ICBME (kiri), dan bersama Prof Joji Ando MD PhD dari Universitas Tokyo di Simposium Nano-Biomedical Engineering, Singapura (kanan).Sosialisasi AMINEF
10 Desember 2008Dua lembaga yang berurusan dengan studi lanjut di luar negeri, American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) dan Educational Testing Service (ETS), mengadakan sosialiasi di Universitas Brawijaya. Acara digelar di lantai VIII Gedung Rektorat UB, Rabu (10/12), diikuti para mahasiswa dan dosen serta pimpinan di lingkungan UB. Presentasi tentang AMINEF disampaikan oleh Ratna I Wijaya (perwakilan AMINEF Surabaya), dan informasi tentang ETS dibawakan Eka Mulya Astuti (perwakilan ETS Malang).
Secara khusus, Ratna menjelaskan mengenai program beasiswa yang ditawarkan AMINEF, khususnya beasiswa Fulbright. Ratna menjelaskan, beasiswa Fulbright meliputi beasiswa program Master Degree, Fulbright-Freeport Master’s Degree and PhD Programme, Fulbright Presidential Scholarship Programme (PhD Programme), Fulbright Doctoral Disertation Research Programme, Fulbright Senior Research Programme, Fulbright Foreign Language Teaching Asistant, Hubert H Humprey Fellowship Program for Mid-Career Profesional, Fulbright Visiting Specialist Program, International Fulbright Science and technology Award for PhD Study, serta Community College Summit Initiative Program.
Selain itu, Ratna juga menjelaskan program terbaru yang ditawarkan oleh AMINEF, yaitu Opportunity Initiative Program. Program ini menurutnya berbeda dengan program Fulbright lainnya yang memberikan dukungan finansial penuh. Opportunity Initiative Program dijelaskannya merupakan bantuan kepada siapapun yang ingin bersekolah ke Amerika Serikat tetapi tanpa dukungan beasiswa penuh. Dukungan finansial yang diberikan diantaranya berupa biaya testing, biaya perjalanan menuju tempat tes, international courier, biaya terkait pengurusan Visa, transportasi menuju Amerika Serikat serta uang saku selama sebulan tinggal di Amerika Serikat. “Ini merupakan program terbaru dari AMINEF. Bagi yang mendapatkan beasiswa dari Dikti dapat memanfaatkan program ini sebagai tambahan tetapi yang berpeluang untuk mendapatkan beasiswa Fulbright saya sarankan tidak mengambilnya”, ujar Ratna.
Setelah presentasi, hadirin diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Seorang penanya mengutarakan, kendala utama untuk mahasiswa dan dosen yang ingin sekolah ke luar negeri adalah bahasa Inggris. Terkait hal ini, ia meminta agar pihak AMINEF atau institusi lain yang berkaitan agar merespon dengan mengirimkan native speaker yang melatih secara khusus permasalahan bahasa Inggris tersebut.
Informasi lebih detail mengenai program ini dapat dilihat di www.aminef.or.id atau datang langsung ke kantor AMINEF di Malang, di Gedung Perpustakaan UMM, Jalan Raya Tlogomas, telepon (0341) 464318.
Sementara itu Eka Mulya Astuti dari ETS membahas secara khusus mengenai TOEFL Internet Based Test (iBT). Tempat pelaksanaan TOEFL iBT ini, menurut Eka telah ada di Malang, yaitu di Gedung Inkubator Bisnis (Inbis) lantai 3, Jalan Veteran, Malang. Bagi yang berminat mengikui tes ini dapat menghubungi Eka Mulya Astuti di nomor 08155502776 atau (0341) 7033080. "Kami telah memiliki jadwal yang tetap, sehingga walaupun pesertanya hanya satu orang, kami tetap akan menjalankan TOEFL iBT pada jadwal yang tersedia tersebut", ujar Eka. [nok]Perhatian Lebih untuk Myanmar
10 Desember 2008
Kasus pelanggaran hak sipil di Myanmar harus tetap menjadi perhatian Indonesia. Bukan saja karena Indonesia menjadi tetangga dekat dan sama-sama anggota ASEAN. Lebih dari itu, Indonesia sebagai negara demokrasi yang besar harus ikut memberikan pengaruh yang positif terhadap perdamaian kawasan.Hal itu ditegaskan oleh Djoko Susilo, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Amanat Nasional dalam Seminar "Supporting Democrate Government in Burma" yang dilaksanakan di Gedung PPI Universitas Brawijaya, Rabu (10/12). Djoko Susilo, yang juga menjabat sebagai Vice President ASEAN Inter-Parliamentary Myanmar Caucus menyampaikan bahwa kasus Myanmar menjadi sangat baik sebagai studi tentang hubungan internasional karena selain sebagai sebuah negara dengan penganut agama Budha yang besar, juga sebagai negara dengan masyarakat minoritas muslim yang lebih besar dari kawasan-kawasan lain seperti Kashmir, Pattani, atau yang lain. Tentunya di samping sebagai negara junta yang memimpin rakyat dengan kediktatorannya.
Sebagai pengingat, pada September 2007 rezim militer Myanmar (SPDC/State Peace and Development Council) telah secara brutal membubarkan para demonstran damai saat persitiwa yang dikenal dengan "Revolusi Saffron". Para demonstran yang mayoritas adalah biksu ditembaki hingga jatuh lusinan korban jiwa, luka-luka, dan ribuan yang dijadikan tahanan politik.
Belum lagi ketika topan nargis melanda negeri yang juga dikenal dengan nama Burma tersebut. Pasca badai siklon menyerang di awal 2008, dunia segera melakukan upaya penyaluran bantuan kemanusiaan. Akan tetapi lagi-lagi SPDC membuat kebijakan yang mengejutkan karena justru menghalangi distribusi bantuan tersebut. Bukan itu saja, sebagian besar bantuan kemanusiaan yang telah datang tidak sampai kepada sasaran karena telah dikorupsi terlebih dahulu oleh para pejabat.
Kondisi-kondisi tersebut, menurut Djoko, turut menuntut negara-negara ASEAN khususnya Indonesia untuk memberikan perhatian lebih terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). "Termasuk ikut mengupayakan materi-materi tentang HAM di ASEAN Charter yang telah ditandatangani baru-baru ini", tutur Djoko. Akan tetapi, menurutnya materi-materi tentang perlindungan HAM yang ada di dalam ASEAN Charter atau Piagam ASEAN belum tentu bisa memaksa seluruh anggota ASEAN mematuhinya. “Perlu ada hal yang lebih ngotot untuk menekan. Indonesia memang paling keras mengupayakan perlindungan HAM di ASEAN”, ungkapnya.
Kalau diperhatikan, memang tiap-tiap negara memiliki ciri khas dan budaya masing-masing sehingga sebuah piagam tidak serta merta bisa menangani seluruh permasalahan, di kawasan ASEAN meskipun semua negara sudah meratifikasi. "Akan tetapi sedikit banyak kita yang ada di ASEAN juga memiliki kesamaan cita-cita", ujarnya. Cita-cita untuk mewujudkan kawasan yang baik itulah yang harus terus diupayakan.
Khawatir Migran
Djoko mengungkapkan beberapa kekhawatiran terkait dengan adanya kasus-kasus pelanggaran HAM di Myanmar yaitu adanya imigran-imigran yang bisa saja menuju Indonesia. "Myanmar itu kan dekat dengan Aceh. Bisa saja kalau nanti rakyatnya jadi manusia-manusia perahu lalu datang ke Aceh", tuturnya mengingatkan kasus adanya "manusia-manusia perahu" yang bermigrasi ke Pulau Galang Indonesia ketika perang Vietnam dahulu. "Oleh sebab itu, upaya-upaya monitoring, protection, dan promotion terhadap penegakan demokrasi di Myanmar harus ditingkatkan terus menerus", ujarnya. [fjr]Demo Mahasiswa Soal Komersialisasi Pendidikan
10 Desember 2008Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Brawijaya mendatangi Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Rabu siang (10/12). Sambil membawa poster-poster, mereka berorasi di bundaran tugu UB sebelum menuju Gedung Rektorat. Sekitar 30 orang pengunjuk rasa ini berorasi secara bergilir.
Dalam orasinya mereka menyampaikan, pendidikan, termasuk pendidikan tinggi, adalah barang publik yang seharusnya dibiayai oleh negara. Amanat UUD 1945 menyebutkan hal itu sehingga komersialisasi pendidikan yang ada saat ini harus dihentikan. Menurut mereka, beberapa fakta menyatakan (1) anggaran pendidikan 20% tidak pernah benar-benar terpenuhi meskipun APBN pendidikan 20% telah disahkan; (2) pendidikan dasar masih harus dibeli oleh masyarakat; (3) biaya masuk perguruan tinggi semakin tidak terjangkau; (4) kuota SPMB (mahasiswa bersubsidi) perguruan tinggi dikurangi.
Menurut mereka, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah tersebut berlanjut dengan upaya pengekangan ruang aspirasi dengan pelarangan kegiatan organisasi mahasiswa ekstra kampus (OMEK) dan pemberlakuan jam malam dengan tujuan menghambat proses mahasiswa untuk berdiri di garis depan perjuangan generasi muda.
Bertepatan dengan hari HAM 10 Desember 2008, massa mahasiswa itu menuntut beberapa hal: (1) tolak segala bentuk komersialisasi pendidikan; (2) tolak pengurangan kuota SPMB; (3) tolak ujian masuk perguruan tinggi secara mandiri; (4) cabut surat edaran rektor Universitas Brawijaya No: 1677/J10/LL/2008 yang dikukuhkan berdasarkan SK Dikti No:26/DIKTI/Kep/2002 yang pada poin pertama menyebutkan "melarang segala bentuk organisasi ekstra kampus dan partai politik membuka sekretariat (perwakilan) dan atau melaksanakan aktivitas politik di kampus".
Massa mahasiswa ini sebenanrnya ingin menemui pejabat-pejabat Rektorat. Akan tetapi karena pejabat-pejabat yang dimaksud tidak ada di tempat, akhirnya mereka melanjutkan aksinya menuju Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang. [fjr]FK-UB Gelar Medical Expo
9 Desember 2008
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (BEM FK-UB) akan menggelar Medical Expo dengan tajuk "One Step Closer to the Real World". Acara yang akan digelar pada tanggal 13-14 Desember 2008 tersebut akan diselenggarakan di gedung Student Center UB.
Aneka macam acara akan dirangkai dalam kegiatan ini, antara lain talk show, job fair, pameran stan-stan rumah sakit, stan universitas, dan juga bursa info beasiswa. Talk show yang digelar, di antaranya "Menilik BLU dalam Menjamin Kesehatan Masyarakat" oleh dr Soebagjo SpB-TKV (K), Ketua IDI Malang; Kewirausahaan (Entrepreneurship) oleh Slamet Budi Cahyono (Sekretaris Young Entrepreneur Society UB) dan Agung Pamujiyanto (Trainer Trustco); Pendidikan Kesehatan Internasional oleh dr Harijanto MSPH; Tips Jitu Menggapai Sukses dalam Menghadapi Dunia Kerja oleh Dra Asmika SKM MKes; dan Diet Sehat dan Ideal Sesuai PUGS sebagai Upaya Tindakan Preventif dan Kuratif oleh Andrianto S H MKes (Ketua PERSAGI Jawa Timur).
Untuk mengikuti acara ini, pendaftar sebelum tanggal 5 Desember dikenakan biaya sebesar Rp 25 ribu untuk mahasiswa, dan Rp 30 ribu untuk umum. Sedangkan setelah tanggal 5 Desember, dikenakan biaya Rp 35 ribu untuk mahasiswa, dan Rp 40 ribu untuk umum. Pembayaran dapat ditransfer ke nomor rekening Bank Negara Indonesia (BNI) 0109976514 atas nama Ummu Ditya Erliana. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Nurin 081369507933, Aldo 085646921820, dan Yusuf 085210515153. [fjr]FIS Gelar Seminar and Photo Exhibition
9 Desember 2008
Fakultas Ilmu Sosial Universitas Brawijaya (FIS-UB) akan menggelar acara Seminar and Photo Exhibition dengan tema "Supporting Democratic Government in Burma". Acara seminar akan dilaksanakan pada hari Rabu (10/12), di gedung PPI lantai II mulai pukul 08.00 WIB. Rencananya, Dr Mardiyono Djakfar MPA (Dosen FIS-UB) dan Drs Djoko Susilo MA (Anggota Komisi I DPR RI) akan menjadi pembicara dalam seminar tersebut.
Sedangkan acara Photo Exhibition dilaksanakan tanggal 10-12 Desember 2008 di lantai II gedung RKB/FIS-UB. Selain seminar dan diskusi, acara juga akan dimeriahkan dengan pementasan kreasi mahasiswa FIS-UB. [fjr]Diskusi Publik: Jalan Terjal Mengungkap Kasus Munir
9 Desember 2008Kasus Munir adalah sebuah laboratorium hidup bagi penggiat HAM dan pemerhati hukum di Indonesia untuk selalu dipelajari. Penuntasan pengadilannya, bukan saja menjadi sebuah tuntutan oleh keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga sebagai pelajaran agar peristiwa serupa tidak terulang di masa-masa yang akan datang.
Demikian terungkap dalam dialog publik "Jalan Terjal Pengungkapan Kasus Munir" yang digelar oleh Lembaga Kemahasiswaan Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan Protoda (Pro-Otonomi Daerah) UB, Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Kasum (Komite Aksi Solidaritas untuk Munir), KBR 68h, LBH Pos Malang, MCW, Walhi Jatim, AJI Malang, Radio Andalus, dan VHR, di Gedung Widyaloka, Selasa (9/12). Hadir dalam diskusi tersebut Suciwati, istri almarhum Munir.
Kasus Munir, menurut Khoirul Anam, aktivis Human Right World Group, harus diselesaikan sampai menemukan pelaku utamanya. Saat ini memang beberapa pelaku sudah divonis hukuman, Pollycarpus dihukum 20 tahun dan Muchdi PR dituntut hukuman 15 tahun. "Tapi sesuai fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, masih ada pelaku utama yang belum divonis. Mereka yang juga harus dihukum", tuturnya. Anam mengungkapkan bahwa kasus Munir sebenarnya kasus yang mudah. Hanya saja karena melibatkan sebuah organisasi yang sangat kuat, tarik-menarik kepentingan ketika persidangan berlangsung menyebabkan penyelesaiannya menjadi tidak gampang.
Sebagai kasus pertama dalam operasi intelijen nasional, Anam mengatakan, setiap praktisi hukum harus melakukan respon. "Secara awam memang kasus ini tidak mungkin terjadi, tetapi bagi intelijen, ini mungkin", ujarnya.
Sementara itu, Aswin dari Yayasan Lembaga Hukum Indonesia memandang bahwa sebenarnya beberapa langkah yang diambil oleh pengadilan banyak yang abu-abu. Ia mencontohkan, upaya pengadilan yang justru menyikapi motif pembunuhan, bukan pada pencarian pembunuh adalah tidak masuk akal dan salah menurut prinsip hukum. "Yang ingin dibuktikan adalah siapa pelakunya, bukan pada apa yang jadi motif pembunuhan", ungkapnya.
Sementara itu Dr A Latief Fariqun SH MH dari Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN) mengungkapkan secara makro, di Indonesia telah terjadi beberapa tingkatan persoalan HAM. Pertama, telah terjadi penindasan secara lemah terhadap HAM dengan pressure yang lemah pula. Pada tingkat kedua, ada penolakan negara terhadap HAM dengan dalih negara memiliki sistem HAM sendiri. Selanjutnya, pada tingkat ketiga, negara dalam keadaan di mana melakukan penyembuhan terhadap berbagai represi zaman sebelumnya. "Kasus Munir berada pada kondisi di mana negara melakukan penyembuhan terhadap represi-represi sebelumnya", ujar dosen Hukum Tatanegara Fakultas Hukum UB ini.
Dalam jumpa pers seusai dialog, Suciwati mengungkapkan, ke depan ada beberapa langkah yang akan ditempuhnya. Pertama, ia berharap persidangan akan mampu menghukum Muchdi PR seadil-adilnya. Kedua, fakta-fakta yang ditulis oleh Jaksa Penuntut Umum menunjukkan fakta-fakta bahwa intelijen negara terkait dengan benang merah kasus pembunuhan almarhum suaminya. Oleh sebab itu, ia akan tetap mengupayakan menuntut pelaku utamanya.
Kepada para wartawan, Suciwati mengatakan, upaya itu tidak sekadar karena Munir adalah suaminya lalu ia berusaha keras menuntut. "Tapi saya berusaha agar di masa yang akan datang tidak ada lagi yang disakiti seperti ini", tegasnya.
Selain untuk memperingati Hari HAM Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Desember, acara ini juga untuk memperingati meninggalnya Munir pada tanggal 8 September 2003 yang sampai hari ini persidangannya belum tuntas. Selain dialog publik, pada hari Rabu (10/12) juga akan digelar Konser Musik Kemanusiaan di gedung Sasana Samanta Krida UB pukul 19.00. Sebagai penutup dilaksanakan acara Jalan Sehat pada hari Minggu (14/12) di Kota Batu. [fjr]Idul Adha di UB
8 Desember 2008
Merayakan Idul Adha 1429 H, segenap sivitas akademika Universitas Brawijaya menyelenggarakan Shalat Ied di lapangan Rektorat, Senin (8/12). Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito, beserta jajarannya, dosen, mahasiswa, serta masyarakat sekitar. Shalat Ied dipimpin oleh Drs HM Sam'un Makmur sebagai imam. Sedangkan khutbah "Penyerahan Diri Secara Total kepada Allah SWT", disampaikan seusai shalat oleh Prof Dr H Muhammad Bakri SH MS.Guru besar Fakultas Hukum UB ini dalam khutbahnya menyampaikan, pada momentum Hari Raya Idul Adha, kaum muslimin diminta untuk melakukan serangkaian ibadah sunnah. Ibadah tersebut meliputi puasa Arafah, memperbanyak bacaan takbir, tahlil dan tahmid, mengerjakan shalat Idul Adha serta menyembelih binatang kurban untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya.
Mengenai puasa Arafah diingatkan, sabda Rasulullah: "Puasa hari Arafh itu menghapus dosa dua tahun, yaitu dosa tahun yang lalu dan dosa tahun yang akan datang". Sedangkan anjuran untuk berkurban, bahkan telah ditegaskan dalam Surat Al-Kautsar: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Karena itu kerjakanlah shalat, sembelihlah qurban. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamulah yang terputus dari nikmat Allah". Ditegaskan, perintah Tuhan tersebut
dibebankan bagi semua kaum muslimin, terutama yang mampu dari segi ekonomi. Oleh karena itu, Prof Bakri mengingatkan, kepada kaum muslimin yang telah diberi kelebihan rizqi, agar mematuhi perintah oleh Allah SWT tersebut. "Kalau memang sudah mampu berkurban, jangan bakhil dan pura-pura tidak mampu", tandasnya. Dikutip sebuah hadits nabi yang diriwayatkan Akhmad dan Ibnu Majah: "Siapa yang punya kemampuan tetapi tidak mau berkurban, janganlah sekali-kali ia dekat-dekat dengan tempat shalatku".
Menurut Prof Bakri, perintah menyembelih puteranya hanyalah sebuah ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sampai sejauh mana tingkat kepatuhan dan ketaatan kedua kekasih Allah itu. Perlu diungkap rahasia, mengapa Ibrahim bersedia mengurbankan anak yang dicintai dan dikasihinya untuk disembelih? Dan mengapa Ismail bersedia dirinya dikurbankan untuk memenuhi perintah Allah? "Rahasia ini harus kita ketahui, agar kita dapat mencontoh dan meniru kepatuhan dan ketaatan kedua kekasih Allah itu", tegas Prof Bakri. Rahasia itu adalah penyerahan diri secara utuh kepada Allah SWT yang dikerjakan secara tulus ikhlas sebagaimana kepatuhan dan ketaatan Ibrahim dan Ismail.
Selain itu, Prof Bakri mengingatkan, saat ini berjuta-juta kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia sedang menunaikan rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji ke Baitullah. Banyak terdapat fadilah (keutamaan) dalam ibadah haji, di antaranya sebagaimana hadits Nabi (riwayat Bukhari-Muslim): "Barangsiapa berhaji ke Baitullah, lalu tidak berbuat rafats dan fasik, maka keluarlah ia dari semua dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya".
Pada Idul Qurban kali ini, warga UB mengurbankan 12 ekor sapi dan 41 ekor kambing yang terkumpul sebagai qurban dari segenap sivitas akademika di kampus UB untuk dibagi-bagikan dagingnya kepada mereka yang berhak. Jumlah ini masih belum terhitung hewan qurban yang disembelih di luar kampus, yakni di perumahan-perumahan warga UB seperti di Tlogomas seputar Masjid Asy- Syahriyah, dan Penanggungan seputar Masjid Ibnu Sina. Di Perumahan Dosen dan Karyawan UB Tlogomas saja, terkumpul 9 ekor sapi dan 26 ekor kambing. [nok]Dr Sjamsoel Hadi SE MM Telah Tiada
6 Desember 2008Dr H Sjamsoel Hadi SE MM (64 tahun), dosen senior Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Jumat (5/12) telah berpulang ke rahmatullah. Siang itu, sebenarnya almarhum sudah ada di Masjid Ibnu Sina untuk melaksanakan shalat Jumat, namun ia mengeluh "tidak enak badan", dan oleh jamaah yang lain ia dianjurkan pulang untuk beristirahat di rumah. Dan sekitar pukul 15.30 WIB, ia menghembuskan nafas terakhir di rumahnya, di Jalan Cimacan 6, Malang.
Jenazah diberangkatkan untuk dimakamkan di TPU Kasin Malang, usia shalat dhuhur, Sabtu (6/12), setelah dishalati di Masjid Ibnu Sina, Jalan Veteran, diantar oleh karib kerabat dan kolega sesama dosen.
Almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, santai, dan dingin dalam menyelesaikan masalah. Pengakuan ini, disampaikan oleh mantan stafnya di Program Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP) Prof Dr Bambang Subroto SE MM Ak -- yang kini menjadi Dekan FE-UB -- pada acara pemberangkatan jenazah. Selain itu, menurut Prof Bambang Subroto, almarhum merupakan teladan yang patut dicontoh oleh staf pengajar yang lain, karena sampai usia menjelang pensiun almarhum berhasil menyelesaikan studi S3 di Universitas Airlangga. Salah seorang kerabatnya, bahkan mengatakan almarhum benar-benar telah melaksanakan sabda Rasulullah, "Tuntutlah ilmu, mulai dari ayunan hingga liang lahat".
Almarhum Dr H Sjamsoel Hadi SE MM, pria kelahiran Malang, 18/6/1944, Lektor Kepala pada Jurusan Manajemen FE-UB, golongan IV/c, mengawali karir sebagai tenaga pengajar FE-UB dengan jabatan asisten ahli madya sejak tahun 1971, meninggalkan seorang isteri Hj Nafisah, dan 6 orang anak. [Far]Prof Agus Suryono: Pelaksanaan Otonomi Daerah Belum Maksimal
5 Desember 2008Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 sebagai landasan program kerja Presiden RI terpilih 2004, memuat tiga agenda penting, yaitu: mewujudkan Indonesia yang aman dan damai; mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis; serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sayangnya, sampai dengan akhir tahun 2008 capaian implemetasinya dalam otonomi daerah belum maksimal dan bahkan ada yang tidak sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Demikian pendapat Prof Dr Agus Suryono MS, guru besar kebijakan publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB) seusai menghadiri Seminar Nasional Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah (EKPD) 2008 yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, di Jakarta, pada tanggal 4-5 Desember 2008. Seminar itu dihadiri oleh perwakilan Bappeda (Badan Perencana Pembangunan Daerah) dan perguruan tinggi dari 33 provinsi seluruh Indonesia.
Menurut Prof Agus, yang hadir selaku narasumber tim kerja EKPD-UB Provinsi Jawa Timur, faktor penyebabnya karena begitu kompleksnya persoalan-persoalan pembangunan di daerah, di samping kondisi geografi dan potensi sumberdaya yang berbeda di masing-masing daerah. Untuk itu ia mengusulkan, dalam rangka penyusunan RPJMN tahun 2010-2014 yang akan datang, sebaiknya RPJMN menyesuaikan dengan RPJMD, dan bukan sebaliknya. Alasannya, karena pemerintahan daerah lebih tahu daftar kebutuhan pembangunan daripada pemerintahan pusat. "Jika daerah kuat, maka nasional akan kuat", tandasnya. [Ism]Website UB Raih Penghargaan Ing Griya
5 Desember 2008Website Universitas Brawijaya dengan alamat www.brawijaya.ac.id keluar sebagai juara ketiga kategori website universitas pada Lomba Ing Griya Perhumas 2008. Penghargaan yang cukup bergengsi di kalangan praktisi humas Indonesia itu diserahkan langsung oleh Ketua BPC Perhumas Solo Dr Widodo Kamis (4/12) malam di Planet Holiday, Batam. Juara satu untuk kategori website universitas adalah London School of Public Relations, dan juara kedua diraih oleh Universitas Indonesia. Kriteria penilaian khusus kategori website di antaranya kecepatan mengakses, ketersediaan link, kemudahan link, ketersediaan informasi, dan desain.
Menurut Kabag Humas UB, Ninik Chairani SH, keberhasilan ini tak lepas dari adanya kerjasama yang solid antara Humas dan UPPTI (unit pengkajian dan penerapan teknologi informasi) UB. Diharapkan, kemenangan ini dapat meningkatkan kualitas dan kinerja Humas khususnya dan UB pada umumnya, dalam upaya meningkatkan citra positif masyarakat terhadap UB. Demikian pernyataan Ninik Chairani.
Menurut ketua dewan juri Henny Widyaninsih dari BPP Perhumas, ada tiga kategori yang dipertandingkan yaitu kategori perusahaan, perguruan tinggi dan mahasiswa dengan total keseluruhan peserta sebanyak 128 peserta. Lomba Ing Griya merupakan lomba produk-produk kehumasan seperti in house magazine, annual report, newsletter, poster, company profile (printed maupun audio visual), website, dan intranet.
Kali ini UB hanya mengikutsertakan satu kategori saja, yakni website. Ada kenaikan yang cukup signifikan dari peserta lomba, terutama dari kalangan perguruan tinggi. Kenaikan ini dapat diindikasikan bahwa perguruan tinggi mulai peduli dengan pentingnya humas dalam pencitraan sebuah organisasi. Bertindak sebagai dewan juri yaitu Miranty Abidin Presiden Direktur Fortune PR sebuah konsultan humas, Dr M Gunawan Alif seorang dosen komunikasi di Universitas Indonesia, Nukman Lutfie seorang praktisi informasi teknologi, dan Henny Widyaningsih dari BPP Perhumas. Kriteria penilaian meliputi substansi materi, kemampuan produk humas dalam menciptakan pemahaman, penggunaan bahasa yang komunikatif dan penyajian atau desain. [nik]Kerjasama UB-UTM Malaysia
5 Desember 2008Di ruang Rektor Universitas Brawijaya, Jumat (5/12), berlangsung penandatanganan naskah kerja sama antara Universitas Brawijaya (UB) dengan Universitas Teknologi MARA (UTM) Malaysia. Penandatanganan dilakukan oleh Prof Dr Ibrahim Abu Shah, Naib Canselor dan Ketua Pegawai Eksekutif Universitas Teknologi Mara dan Prof Dr Bambang Suharto MS, Pembantu Rektor I, mewakili Rektor UB. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Teknik Ir Imam Zaky MT, Dekan Fakultas MIPA Dr Marjono dan Dekan Fakultas Kedokteran Dr Samsul Islam, yang merupakan konsentrasi awal kerjasama antara kedua belah pihak.
PR-I menjelaskan, sangat dimungkinkan tahun-tahun ke depan akan dikembangkan kerjasama ke berbagai fakultas lain. Di antaranya adalah kerja sama bidang pertanian, yang saat ini tengah marak dikembangkan di Malaysia. Lebih lanjut, PR-I juga menjelaskan, UTM merupakan salah satu perguruan tinggi terbesar di Malaysia yang tersebar di berbagai negara bagian dengan pusatnya di Selangor, Darul Ehsan Malaysia. Informasi lebih lengkap mengenai perguruan tinggi ini dapat diperoleh di http://www.uitm.edu.my. [nok]Entrepreneurship Program for Economics Student (E-Fest) Periode II
4 Desember 2008Sekitar 250 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB) penerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan Bantuan Belajar Mengajar (BBM), Kamis (4/12), mendapatkan pengarahan Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Dr Khusnul Ashar SE MA.. Dalam pengarahan di Aula Gedung D FE-UB ini, Dr Khusnul Ashar menjelaskan program E-Fest (Entrepreneurship Program for Economics Student) untuk periode II. Program ini merupakan upaya FE-UB dalam berkontribusi guna tercapainya sasaran UB menjadi entrepreneural university.
Program yang dimulai sejak tahun 2007 ini diperuntukkan mahasiswa penerima beasiswa dengan tujuan peningkatan kapasitas entrepreneurship (kewirausahaan) mahasiswa melalui pendekatan praktis. Dr Khusnul Ashar mengemukakan, makna entrepreneurship bukan hanya berarti kemampuan berbisnis semata, karena pada hakekatnya entrepreneurship adalah kemampuan mengatasi suatu masalah melalui berbagai alternatif pendekatan. Khusnul berkeyakinan, kemampuan ini tidak bisa diperoleh hanya melalui kuliah atau ceramah, tetapi akan lebih efektif bila dilakukan melalui kegiatan kerja produktif di bidang apa saja.
Khusnul mendeskripsikan program E-Fest, mahasiswa penerima beasiswa akan menjalani masa magang kerja di lingkungan FE-UB selama periode beasiswa berlangsung. Mahasiswa dapat memilih jenis pekerjaan yang menjadi minat dan sesuai kemampuan mereka. Bidang-bidang kerja yang akan ditempati mahasiswa. Antara lain menjadi tutor untuk mata kuliah yang dikuasai, sesuai minat serta keahlian mahasiswa di bidang akademik. Dengan menjadi tutor, mahasiswa dapat membantu mahasiswa angkatan di bawahnya (adik tingkat) dalam hal materi perkuliahan, dan membantu penyelesaian tugas mata kuliah tertentu. Pilihan lain, sebagai staf di laboratorium, bagian, staf pribadi dosen, atau unit kerja lainnya. Dengan pilihan ini, mereka menjadi staf pada bagian-bagian unit kerja yang ada, seperti bagian keuangan, Badan Pengembangan Sistem Informasi (BPSI), atau bagian pengajaran, sesuai kebutuhan masing-masing unit kerja. Sedangkan sebagai staf pribadi dosen, mahasiswa akan membantu dosen dalam mempersiapkan mata kuliah tertentu, seperti mencari jurnal, mempersiapkan bahan ajar dosen, seminar, riset dan lainnya.
Disampaikan, program E-Fest merupakan bagian integral dari program beasiswa di FE-UB. Diharapkan, dengan mengikuti magang kerja ini, mahasiswa sudah memiliki bekal pengalaman kerja dan mampu berinteraksi dengan atasan serta rekan kerja. Dengan demikian soft-skills dan entrepreneurship mahasiswa mengalami peningkatan.
Mahasiswa yang menjalankan magang kerja dengan baik akan mendapatkan sertifikat. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara periodik untuk menilai kinerja dan kontribusi masing-masing. [ris/kar]Pendidikan Lingkungan Harus Dimulai dari Masa Kanak-kanak
4 Desember 2008Iklim telah berubah dan akan terus berubah. Dampaknya terhadap kehidupan akan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat di bumi ini. Penyebab terjadinya perubahan iklim adalah pemanasan global sebagai akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK) karena aktivitas manusia.
Akar permasalahannya adalah tingkat pemahaman masyarakat akan pelestarian lingkungan yang masih rendah. Oleh karena itu informasi tentang lingkungan harus sering diberikan dan pendidikan lingkungan harus dimulai sedini mungkin, mulai masa kanak-kanak. Demikian pernyataan Prof Dr Kurniatun Hairiah di depan para orang tua dan guru anak-anak Indonesia pemenang lomba karya tulis tentang lingkungan yang diselenggarakan oleh Majalah Bobo, di Jakarta, belum lama ini.
Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, yang lebih dikenal dengan sebutan "Prof Cho" dalam komunitas anak-anak Indonesia itu, berceramah dengan judul "Gaya Hidup Bersahabat dengan Alam Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari“. Dengan ceramah itu, Kurniatun menstimulir para orang tua untuk mendidik putra-putrinya untuk menyederhanakan gaya hidup mereka, agar lebih bersahabat dengan alam, dan tidak melebihi kapasitas yang tersedia di alam ini. Sebagai contoh sederhana, dalam pemilihan jenis makanan yang dikonsumsi anak-anak, sebaiknya lebih mengutamakan jenis makanan produksi lokal sehingga dapat menekan emisi GRK. Setelah kegiatan tersebut, Kurniatun melanjutkan misinya dalam pendidikan lingkungan anak-anak dalam acara „StarKids“ di stasiun ANTV. Kurniatu berharap, agar lebih banyak lagi hasil penelitian UB dapat disederhanakan sehingga bermanfaat bagi pendidikan, mulai dari tingkat anak-anak hingga dewasa, agar suhu di bumi ini tetap nyaman. [KHR]
---
Foto: Prof Kurniatun Hairiah di tengah orang tua dan guru Anak Bobo 2008, pemenang Karya Tulis tentang Lingkungan seusai pertemuanAkreditasi Ulang
4 Desember 2008Enam asesor BAN-PT mengadakan visitasi dalam rangka akreditasi ulang Universitas Brawijaya (UB). Mereka terdiri dari Prof Dr Mardjono S (Teknik Mesin ITB, Ketua), Prof Dr Suharyo (Kedokteran Undip), Prof Dr Junazar Manjang (Kimia Unand), Prof Dr MA Chozim (Agronomi IPB), Prof Dr Herman Parung (Teknik Sipil Unhas), dan Prof Dr HM Jogianto (Ekonomi UGM). Tim asesor ini akan melakukan asesmen terhadap UB guna melihat kesesuaian portofilio dengan keadaan sebenarnya selama dua hari, 4-5 Desember 2008.
Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito dalam pengantarnya mengatakan, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memang memberi kesempatan UB untuk diakreditasi ulang. "Dalam akreditasi tahun 2007 lalu, kita nyaris mendapat nilai A. Kita penasaran. Oleh karenanya kita ingin meningkatkan nilai itu dengan akreditasi ulang", ujar Prof Yogi.
Dalam kesempatan itu, Rektor menyampaikan secara ringkas 7 standar akreditasi yang meliputi: visi dan misi, tatapamong, kamahasiswaan, SDM, pembelajaran, sarana dan prasarana, serta sistem penjaminan mutu.
Daya saing global
Rektor menjelaskan secara ringkas visi-misi UB menjadi universitas berstandar internasional dan berperan aktif dalam pembangunan. Oleh karena itu misinya, UB akan mencetak tidak hanya mencetak lulusan yang pandai melamar pekerjaan, tapi juga pandai menciptakan pekerjaan. Hasil-hasil risetnya berupa ilmu dan teknologi baru bisa dikembangkan dalam proses pembangunan menjadi unit bisnis. Layanan masyarakat kita juga mengarah pada penciptaan unit-unit usaha baru di masyarakat. Dari visi dan misi ini, maka kami menetapkan arah pengembangan UB adalah menuju entrepreneurial university yang bertaraf internasional. Lulusannya harus berjiwa entrepreneur, hasil risetnya juga harus bisa dikembangkan menjadi unit bisnis, pengabdian masyarakatnya juga ke arah sana, supaya slogan perguruan tinggi sebagai pelopor penggerak pembangunan itu betul-betul dapat kami implementasikan.
Mengenai tatapamong Rektor mengatakan, sebetulnya UB telah mendapat persetujuan Dikti untuk menjadi BHPMN (badan hukum pendidikan milik negara) sejak tahun lalu. Tetapi pelaksanaannya menunggu diundangkannya RUU BHP. Dalam status menunggu, UB mengajukan status otonomi yang lain yaitu PPK BLU (badan layanan umum) yang sudah disetujui Mendiknas, dan sudah presentasi ke Depkeu, tinggal menunggu SK turun. Harapannya, sudah lengkap nanti kalau BHPMN dan BLU, maka dari segi akademik dan lain-lain, termasuk keuangan, sudah mempunyai status yang kuat sebagai perguruan tinggi otonom.
Sambil menunggu kedua SK tersebut, rencana strategis (Renstra) dan program kerja Rektor sudah mengarah pada program masa transisi menuju perguruan tinggi otonom. Demikian pula program kerja fakultas dan jurusan. Dan ini didukung dana dari I-MHERE (Indonesia Managing Higher Education Relevance and Efficiency) yang cukup besar. Sasaran pengembangan sebagai penjabaran dari renstra untuk mewujudkan daya saing internasional, saat ini UB memantapkan diri untuk daya saing nasional sampai tahun 2010, kemudian 2015 daya saing ASEAN, 2020 daya saing Asia, dan untuk global tahun 2025. .
Dikemukakan, hasil monitoring dan evaluasi internal (monevin) dari Senat terhadap Renstra, dari 12 program Renstra, ternyata tahun pertama sudah hampir 75% tercapai. Padahal Desember ini sudah menginjak tahun kedua, kira-kira Renstra itu sudah tercapai lebih dari 80%, sehingga joke-nya itu, apakah UB terlalu cepat perkembangannya, ataukah indikator Renstra yang terlalu rendah. Oleh karena itu sasaran pengembangan diubah. Tahun 2010 pemantapan daya saing nasional, tahun 2015 tingkat Asia (bukan lagi ASEAN tetapi tingkat Asia), dan tahun 2020 daya saing global. Jadi, dasarnya adalah capaian Renstra.
Tiga besar
Di bidang kemahasiswaan, prestasi UB beberapa tahun terakhir selalu masuk sebagai 3 besar, baik di bidang penalaran, olahraga, maupun minat bakat. Puncaknya, tahun ini UB menjadi juara umum PIMNAS ke-21. Unit kegiatan mahasiswa ada 34, ada kantor dan fasilitasnya masing-masing. Mahasiswa baru UB, dalam 5 tahun terakhir penyebarannya sudah dari seluruh provinsi. Bahkan, saat ini terdapat 300 mahasiswa asing dari 5 negara, ASEAN (Malaysia, Vietnam) dan Timor Leste, bahkan Korea. Saat ini daya tampung UB memang menurun. Masyarakat tidak berminat agrokompleks 1:5. Manfaat beasiswa. 10 M setahun. Jumlah 200 orang. termasuk yang mampu. Yang lain di atas 70%. AEE meningkat. Diploma tutup tinggal 2 PS. Tracer study, DUE Like 3 jurusan, dikembangkan masing-msing fak. Masa tunggu 4-6 bulan. 60% sesuai bidang. JPC mempercepat masa tunggu, membantu lulusan mendapatkan pekerjaan.
SDM
Dalam hal SDM, UB merasa masih belum menggembirakan. UB telah melakukan terobosan, antara lain dengan mengalokasikan 5% PNBP (pendapatan negara bukan pajak) untuk program degree. Selain itu UB juga menyediakan dana untuk biaya penulisan ilmiah, kursus bahasa Inggris dalam rangka peningkatan kualitas tenaga dosen. Mengenai sertifikasi, untuk tahap pertama ditujukan bagi tenaga dosen bergelar doktor yang belum mencapai jenjang lektor kepala.
Dalam mempersiapkan kelas internasional, UB mendorong dosen untuk studi lanjut ke luar negeri bagi yang berusia di bawah 35 tahun, sementara yang di atas 35 tahun tetap harus studi di luar Malang. Sementara yang studi S3 di UB dikembangkan melalui sandwich program, dan home stay 3 bulan untuk meningkatkan penguasaan bahasa Inggris. Untuk program yang pertama, 20 orang telah kembali dari New Zealand, dan kini telah berani memberikan kuliah dalam bahasa Inggris. Untuk selanjutnya, program home stay akan diselenggarakan di Australia. [Far]Beberapa Catatan dari Pertemuan Asesor dan Pimpinan UB
4 Desember 2008
Pertemuan Asesor BAN-PT dengan pimpinan universitas dan fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya, membahas banyak hal. Berikut adalah beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung Kamis (4/12) pagi.
Tentang staf ahli dan BLU
Rektor Prof Yogi Sugito menyampaikan, UB telah memisahkan pengelolaan keuangan dan biro umum, terkait dengan status UB yang telah berubah menjadi BLU. Dalam BLU, penguatan manajemen keuangan sangat diperlukan karena masalah transparansi dan akuntabilitas keuangan menjadi titik beratnya.
Pada BLU, keuangan menjadi aspek yang paling penting. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, maka pelayanan mahasiswa yang cepat, akuntabilitas dan transparansi keuangan yang terjaga diharapkan akan bisa tercipta.
Status BLU dan masa transisi menuju BHP juga menimbulkan konsekuensi bagi UB untuk merombak tatapamong, di antaranya membentuk staf ahli. Para staf ahli tersebut diproyeksikan akan menjabat pada posisi-posisi di biro keuangan. Jadi, staf ahli hanya ada pada masa transisi saja.
Tentang rekrutmen mahasiswa
Tentang sistem rekrutmen mahasiswa baru, Rektor menjelaskan, saat ini terdapat 11 macam jalur penerimaan mahasiswa baru. Banyaknya jalur tersebut dimaksudkan agar calon mahasiswa dari bermacam potensi bisa menjadi mahasiswa UB. Misalnya saja, SPMB untuk mereka yang memang pandai, PSB untuk calon mahasiswa yang nilai akademiknya baik di SMA, SPKins dan SPMK untuk tujuan lainnya. Memang, pada beberapa kasus ada juga calon mahasiswa yang mengundurkan diri sebelum masuk UB padahal mereka diterima. Tetapi, semua itu disebabkan mereka diterima terlebih dahulu di sekolah tinggi departemen seperti STAN.
Pada beberapa fakultas juga dilaksanakan matrikulasi kepada mahasiswa baru. Bahkan, untuk beberapa mahasiswa yang berasal dari Papua atau Indonesia timur lainnya dilaksanakan pula proses adaptasi. Upaya ini semata-mata untuk menyetarakan kesiapan setiap mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahan. Mereka yang berasal dari Papua juga berdasarkan telespotting sejak kelas 2 SMA. Hal itu seperti diungkapkan oleh Dr Samsul Islam, Dekan Fakultas Kedokteran UB menjawab pertanyaan asesor.
Tentang Penelitian
DIKTI saat ini memberikan mandat kepada UB untuk menjadi Universitas Agroindustri. Di UB, terdapat banyak program studi agrokompleks, masing-masing Pertanian, Peternakan, Perikanan, Teknologi Pertanian, dan MIPA. Hal itu pula yang menyebabkan penelitian-penelitian di bidang agroindustri lebih tinggi.
Seperti diungkapkan Kepala LPPM, Prof Dr Ir Siti Chuzaemi MS, di UB telah terdapat 3 payung penelitian, yaitu sains dan teknologi; ilmu hayati, agroindustri dan biomedical engineering; serta hukum. Adanya payung penelitian di Rektorat tidak tidak menutup kemungkinan di tiap-tiap fakultas dibentuk pula payung-payung penelitian lain yang tetap sesuai dengan tujuan universitas.
Tentang Sertifikasi Dosen
Beberapa waktu yang lalu terdapat proses sertifikasi doktor yang bukan lektor kepala. Kebijakan ini dirasa kontradiktif, sebab universitas sedang berusaha keras memperbanyak guru besar. Dijelaskan oleh Prof Dr Hendrawan Soetanto, Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3), hal ini disebabkan karena persentase doktor saat ini sangat besar, sehingga dengan segera disertifikasi universitas tidak khawatir bahwa mereka tidak akan segera menjadi guru besar. Sebaliknya, mereka akan lebih termotivasi untuk menjadi guru besar.
Ditambahkan oleh Hendrawan sebagai pelaksana program sertifikasi dosen, pada batch pertama memang dilaksanakan untuk doktor yang bukan lektor kepala. Akan tetapi, pada batch kedua nanti akan terdapat mix, jadi yang disertifikasi tidak hanya doktor saja, tetapi juga yang berasal dari S2. Tingginya insentif yang disediakan untuk guru besar akan memotivasi kepada para doktor untuk segera naik jabatan.
Tentang entrepreneurial university
Pencanangan UB sebagai entrepreneurial university telah dimulai dan dilaksanakan sejauh ini. Contohnya saja, seperti diungkapkan Dekan FE, Prof Bambang Subroto, upaya entrepreneur university melibatkan mahasiswa. FE telah melakukan sebuah survei yang hasilnya menyebutkan bahwa sebagian besar mahasiswa baru FE UB memiliki keinginan untuk berkuliah sambil bekerja. Saat ini juga sebanyak 35,2% mahasiswa FE UB memiliki bisnis. Para alumni yang saat ini menjadi wirausahawan juga aktif diundang untuk memberikan masukan-masukan dan kuliah tambahan.
Mata kuliah bisnis dan kewirausahaan juga diintegrasikan di dalam perkuliahan mahasiswa. Entrepreneurial university dimaksudkan agar para sarjana memberikan sumbangsihnya kepada negara agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan kerja. [fjr]Humas UB Ikuti Konvensi Perhumas
4 Desember 2008Humas adalah beranda depan sebuah institusi. Apabila dilihat oleh orang lain baik, maka akan timbul kesan baik. Seorang praktisi kehumasan, harus dapat menguasai perkembangan teknologi informasi. Karenanya, seorang humas harus adalah seseorang yang kreatif. Demikian Menkominfo Muhammad Nuh ketika membuka secara resmi Konvensi Nasional Hubungan Masyarakat (KNH) 2008 Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) di Hotel Planet Holiday, Batam, Kamis (4/12). Hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur Kepulauan Riau Muhamad Sani, Walikota Batam Ahmad Dahlan, Ketua Otorita Batam Mustofa dan Ketua BPP Perhumas Muslim Basya.
Lebih lanjut mantan Rektor ITS ini mengungkapkan, setiap humas harus mampu menjalankan empat fungsi yang terdiri dari fungsi konektivitas, fungsi transaksi, fungsi kolaborasi dan fungsi transformasi. Dalam menjalankan fungsi konektivitas, humas dapat diibaratkan menjadi sebuah jembatan yang menjembatani antara sebuah institusi dengan masyarakat. Fungsi berikut yang harus dijalankan humas adalah fungsi transaksi di mana seorang praktisi humas harus memperkenalkan produk pada masyarakat bagi institusi yang menghasilkan produk.
Tahapan berikutnya, humas harus mampu mengkolaborasi dengan lembaga lain dan membentuk sebuah jejaring, bahkan dengan pesaing sekalipun. Fungsi terakhir yang harus dijalankan oleh seorang humas yaitu fungsi transformasi.
Fungsi transformasi menjadi sangat penting dari keempat fungsi yang ada. Seorang humas harus dapat berperan sebagai mesin transformasi. Ada peran strategis di dalamnya ketika praktisi humas telah mampu mentransformasikan pola pikir dari yang negatif menjadi sesuatu yang positif.
KNH 2008 Perhumas diikuti ratusan peserta yang terdiri dari praktisi kehumasan dari kalangan perusahaan, perguruan tinggi, instansi pemerintahan, dan mahasiswa.
Dalam forum ini Universitas Brawijaya diwakili oleh Ninik Chairani SH (Kabag Humas) dan seorang staf Pranatalia Pratami Nugraheni SAB. Keikutsertaan dalam konvensi bertema ”Branding the Nation” itu, menurut Ninik Chairani, tak lain agar Humas UB mampu meningkatkan potensi yang dimiliki sekaligus memperkenalkan UB sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang patut diperhitungkan.
Pembicara dalam KNH 2008 Perhumas antara lain Kafi Kurnia (brand consultant), Walikota Batam Ahmad Dahlan, Pemimpin Redaksi MBM TEMPO Bambang Harimurti, praktisi teknologi informasi Nukman Lutfie, dan praktisi senior kehumasan Aminuddin. Adapun topik yang disampaikan adalah "PR dan Media: Sinergi antara Pemilik Informasi dan Penyedia Informasi", "PR dalam Transformasi", "Mengefektifkan Corporate Social Responsibility untuk Branding dan Reputasi Perusahaan", serta "Perkembangan teknologi dan implikasinya terhadap tugas ke-PR-an". [nik]Dr Andy Fefta Pembicara pada Konferensi Internasional di India
4 Desember 2008Drs Andy Fefta Wijaya MDA PhD, dosen Fakultas Ilmu Admiistrasi Universitas Brawijaya (FIA-UB), bertolak ke India, untuk hadir sebagai pembicara pada sebuah konferensi internasional di New Delhi. Konferensi diselenggarakan oleh NAPSIPAG (Networks of Asia Pacific of Schools and Institues for Public Administration and Governance) selama 3 hari, 5-7 Desember 2008.
Dalam kesempatan itu Andy Fefta mempresentasikan makalah yang menyangkut governance dan best practice pada organisasi publik. Andy menyatakan, organisasi publik pemenang penghargaan "Best Practice Award" belum tentu melaksanakan praktik-praktik tatakelola (governance) yang baik. Oleh karena itu, perlu adanya reformasi tatakelola (governance reforms) pada organisasi itu. Termasuk juga indikator penilaian untuk memberikan award pada organisasi publik tersebut.
Andy Fefta Wijaya, pria kelahiran Palembang ini adalah doktor Public Policy and Management lulusan Flinders University, Australia (2005), dan saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Adminstrasi Publik (KPS MAP) FIA UB. [afw]Seminar Indonesia-Malaysia
3 Desember 2008Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH-UB) bekerja sama dengan Fakulti Undang-Undang, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mengadakan Seminar Indonesia-Malaysia Hukum Internasional Kontemporer. Seminar berlangsung sehari penuh, Rabu (3/12), di lantai III Gedung E Pascasarjana UB, diikuti para mahasiswa sarjana dan pascasarjana, masyarakat, dan para dosen FH UB.
Rombongan dari Fakulti Undang-Undang UKM dipimpin langsung oleh dekannya, Prof Rohimi B Shapiee, disertai dua staf pengajar, yaitu Dr Rohani Abdul Rahim, dan Wan Siti Adibah Wan Dahalan.
Presentasi
Seminar itu sendiri hanya salah satu dari dua kegiatan sebagai rintisan kerjasama FH-UB dan UKM. Acara pertama, presentasi tentang UKM, disampaikan Dekan Prof Rohimi B Shapiee dari Fakulti Undang-Undang. Dinformasikan, Fakulti Undang-Undang UKM saat ini tengah mengalami pertumbuhan pesat dengan program internasionalnya yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Pakistan, India, Cina, Iran, Indonesia, dll. Termasuk Universitas Brawijaya sendiri, saat ini tengah mengirimkan dua orang staf pengajar untuk mengambil program pascasarjana di salah satu universitas ternama di Malaysia ini.
Prof Rohimi B. Shapiee memaparkan tentang kegiatan akademik maupun non-akademik di UKM, mulai dari cara mendapatkan admission hingga kurikulum. Dijelaskan juga perbedaan Fakulti Undang-Undang dengan Fakultas Hukum di Indonesia. Dikatakannya, FH di Indonesia lebih meluas kajiannya hingga sampai mempelajari disiplin ilmu lain, termasuk sosiologi, filsafat, dll. Sementara Fakulti Undang-Undang di Malaysia hanya mengkaji aspek hukum atau undang-undang saja.
Usai presentasi, dilangsungkan seminar hukum internasional kontemporer. Dalam seminar itu dibahas berbagai isu, seperti krisis ekonomi global, hukum ekonomi internasional, trafficking, diplomasi perbatasan darat dan maritim, serta teknologi biometrik untuk imigrasi dan pengendalian perbatasan.
Materi yang dibahas meliputi:Maritim Border Diplomacy Negara Kesatuan Republik Indonesia disampaikan oleh Heru Prijanto (UB), Krisis Kewangan Global dalam Perspektif Siyar Ekonomi (Hukum Ekonomi Internasional Islam) oleh Rohimi B. Shapiee (UKM), Krisis Keuangan Global (Sumber, Dampak dan Prospek Perekonomian di Masa Depan) oleh Munawar Ismail (UB), Pertikaian antara Malaysia dan Singapura dalam Undang-Undang Laut Antar Bangsa: Kes Penambakan Tanah oleh Singapura dan Kes Pulau Batu Puteh oleh Wan Siti Adibah binti Wan Dahalan (UKM), Buruh Migran Perempuan di Daerah Perbatasan Entikong Rawan Diperdagangkan oleh Ummu Hilmy (UB), dan Biometric Technologies for Immigration and Border Control: Rights and Protections in Malaysia oleh Dr. Rohani Abdul Rahim (UKM).
Krisis Ekonomi Global
Belum juga pulih dari bayang-bayang krisis 1998, saat ini dunia termasuk Indonesia tengah dihadapkan pada krisis ekonomi global. Jika 10 tahun lalu krisis hanya bersifat regional Asia Timur, maka krisis saat ini bersifat global yang hanya diawali oleh krisis finansial di Amerika. Akibatnya, semua pasar bursa di dunia mengalami goncangan yang luar biasa ditandai dengan merosotnya indeks harga saham dan diikuti merosotnya nilai mata uang di semua negara. Ancaman serius dari hal ini adalah resesi ekonomi dimana kepanikan sektor keuangan pada akhirnya mengimbas pada terhentinya kegiatan ekonomi di sektor riil sehingga memicu pengangguran dan kemiskinan dunia. Ini yang ditakutkan semua orang karena bisa memicu lahirnya krisis politik internasional yang lebih besar lagi.
Prof Dr Munawar Ismail mengemukakan ini dalam paparannya. Lebih lanjut, guru besar ilmu ekonomi makro ini menyatakan, dalam menghadapi krisis, kebijakan yang diambil adalah dengan memainkan tingkat suku bunga. Dalam hal ini, Indonesia menurutnya memilih untuk menaikkan tingkat suku bunga ditengah fenomena negara maju lain yang memilih untuk menurunkan suku bunganya. Hal ini kemudian menimbulkan kontroversi luas dengan kekhawatiran meningkatnya angka pengangguran dan kegagalan dalam meredam krisis finansial. Menurut Munawar, bagi negara yang sektor moneternya rendah seperti Indonesia, menaikkan suku bunga adalah kebijakan yang pas terutama untuk jangka pendek guna menetralisir moneter demi kepentingan makro yang lebih luas.
Di akhir presentasinya, Munawar memastikan bahwa krisis finansial yang sering terjadi pada berbagai kawasan di dunia ini lebih disebabkan pada peranan uang yang telah berkembang menjadi komoditas yang telah menyimpang dari fungsi utamanya. Menurutnya uang banyak beredar di pasar bursa melalui transaksi yang sangat spekulatif dan penuh ekspektasi sehingga menjauhkannya dari sektor riil (produksi dan konsumsi). Tindakan spekulasi yang didasarkan pada persepsi dan angan-angan kosong, yang mendominasi trend dunia perekonomian saat ini, menurutnya menyebabkan ketidakstabilan ekonomi sehingga krisis tetap akan menghantui perekonomian dunia di masa mendatang. Senada dengan Munawar Ismail, Rohimi B. Shapiee juga menilai bahwa krisis ekonomi global saat ini merupakan ekses dari salah kaprahnya sistem mata uang dan keuangan dunia diantaranya dengan menempatkan hutang sebagai harta diatas jumlah modal mereka. Menggunakan perspektif Hukum ekonomi internasional Islam, ia menyatakan bahwa dalam sistem ekonomi Islam, hutang dinyatakan sebagai sebuah transaksi nyata yang ditentukan oleh standard nilai yang tetap sehingga memiliki jumlah yang tetap dimasa mendatang. Sistem yang berkebalikan justru terjadi di seluruh dunia saat ini, dimana modal yang berasal dari hutang menguasai pasar dan bisnis. Bukan hanya itu, pemilik modal semacam ini telah menguasai ekonomi dan ranah sosial sebagai minoritas. “Bahkan kekuasaan politik telah dikuasai sehingga melemahkan peran negara yang pada sistem demokrasi menggunakan kekuasaan mayoritas. Disinilah letak kekuasaan minoritas pemegang modal terhutang terhadap mayoritas dalam sistem politik demokrasi”, kata dia. Menawarkan solusi terhadap krisis ini, ia pun menegaskan bahwa ekonomi syariah dalam Islam menawarkan satu sistem mata uang dan keuangan yang sustainable walaupun pada saat ini belum murni syariah. Model ekonomi islam ini menurutnya berasaskan pada kesejahteraan dan keadilan semesta dengan mengharamkan riba, perjudian dan keraguan. [nok]
Perbatasan
Masalah perbatasan yang seringkali menjadi penyebab pasang surutnya hubungan Indonesia dan Malaysia pun dibahas dalam kesempatan tersebut. Heru Prijanto, dalam presentasinya menyatakan bahwa masalah penanganan perbatasan di Indonesia terutama berkaitan dengan kurangnya pemahaman terhadap konsepsi negara kepulauan disamping penanganannya yang tersebar di berbagai institusi. Dipaparkannya, garis batas antar negara adalah meliputi batas terluar yang merupakan batas klaim suatu negara sesuai ketentuan UNCLOS 1982 yang dapat dilakukan secara sepihak serta laut territorial dan landasan kontinen/ZEE. Dengan Malaysia, kasus lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan serta permasalahan Selat Ambalat menjadikan pelajaran bagi Indonesia untuk lebih intensif menjaga wilayah perbatasannya. Dalam hal ini, elemen utama pendukung maritime border diplomacy dijelaskannya adalah posisi nasional yang solid terhadap negara mitra dalam berbagai lini, total diplomacy, linkage strategi serta eksplorasi sumber daya alam untuk menciptakan state practice. Kasus serupa ternyata juga dialami Malaysia yang sempat bertikai dengan Singapura terkait masalah P. Batu Puteh. Disampaikan Wan Siti Adibah, dalam diplomasi pertikaian pulau ini Malaysia dinyatakan kalah oleh Mahkamah Internasional karena Singapura lebih mengoptimalkan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam di pulau tersebut.
Trafficking
Masalah human trafficking dibahas pula dalam kesempatan tersebut, yang merupakan hasil penelitian dan investigasi dosen FHUB yaitu Sri Wahyuningsih, Ummu Hilmy dan Rachmat Syafa’at. Penelitian tersebut dilaksanakan di sebuah perbatasan Kalimantan Barat dan Malaysia yaitu Entikong. Secara rinci ia menyebutkan berbagai modus human trafficking di Malaysia yang juga melibatkan oknum dari kedua belah pihak, Malaysia dan Indonesia. Ia menceritakan banyaknya Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang justru diperdagangkan menjadi pekerja seksual untuk melayani Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang banyak bekerja di sektor informal, seperti perkebunan, bangunan, dll. Para lelaki TKI tersebut menurutnya memang merantau tanpa disertai keluarganya sehingga tempat prostitusi marak di lingkungan sekitar perkebunan dan bangunan di Malaysia. Untuk mencegah hal ini, maka Pemerintah Malaysia mulai menerapkan teknologi biometrik yang diterapkan guna mengurangi angka imigran gelap dan terorisme. Mengenai hal ini, seorang penanya dengan kritis mempertanyakan keberadaan biometric technology yang menurutnya lebih baik dimanfaatkan tidak untuk mencegah pendatang melainkan untuk mengeliminir angka kekerasan yang selama ini terjadi kepada TKI di Malaysia. Ia juga menyatakan bahwa TKI yang datang ke Malaysia adalah mereka yang menangkap adanya peluang kerja disana, sehingga hal tersebut merupakan sebuah simbiosis mutualisme dimana harus diakui bahwa Malaysia memang membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia. [nok]Pemberkasan CPNS UB
2 Desember 2008Setelah diumumkan lolos seleksi akhir November lalu, 80 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) Universitas Brawijaya (UB) Selasa (2/12), mendapatkan pengarahan untuk pemberkasan usulan pengangkatannya sebagai PNS. Memberikan pengarahan, Pembantu Rektor II Warkum Sumitro SH MH, Kepala Biro Administrasi Umum Dra Ernani Kusdiantina MM, dan Kepala Bagian Kepegawaian Imam Safii SE MM.
Pada kesempatan itu, CPNS UB diwajibkan melengkapi berkas berupa: surat lamaran; fotokopi ijazah dan transkrip; daftar riwayat hidup; surat pernyataan pelamar; surat keterangan catatan kepolisian (SKCK); surat keterangan sehat jasmani dan rohani; surat keterangan tidak menggunakan narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lain; fotokopi bukti pengalaman kerja; surat pernyataan tidak terikat kontrak kerja dengan instansi lain, dan pasfoto terbaru. Penyerahan berkas dapat dilakukan mulai tanggal 3/12 hingga 10/12, di Bagian Kepegawaian UB, Gedung Rektorat lantai V. [Far]Diklat Auditor Internal
2 Desember 2008Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya (FE-UB), bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Departemen Keuangan, mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Auditor Internal Sektor Publik.
Diklat berlangsung selama sepekan, 1-6 Desember 2008, di Hotel Regent's Park, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Malang. Peserta diklat kali ini sebanyak 25 orang, yang terdiri dari staf Bawasda (Badan Pengawasan Daerah) dan Inspektorat Daerah dari 7 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sementara itu untuk tahap berikutnya, yang akan digelar sekitar Maret-April 2009 mendatang, peserta dari 12 kabupaten/kota di Jawa Timur. Demikian informasi yang disampaikan oleh Dr Unti Ludigdo SE MSi Ak, Ketua Jurusan Akuntansi FE-UB. [Far]Rumah Sakit Akademik UB Mulai Dibangun 2009
1 Desember 2008Universitas Brawijaya berencana membangun sebuah rumah sakit akademik. Pembangunan rumah sakit tersebut akan dimulai sekitar bulan April-Mei tahun depan sebagai upaya untuk memenuhi Standar Pendidikan Dokter Indonesia.
Hal itu diutarakan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UB, Dr dr Samsul Islam SpMK MKes kepada PRASETYA Online di ruangan kerjanya. Menurut Samsul, rumah sakit akademik merupakan tempat studi mahasiswa FK UB, terutama mahasiswa S1. Rencananya, lokasi rumah sakit tersebut tidak jauh dari kampus. "Kalau jauh-jauh, nanti itu malah repot ke sana ke mari", ujar Samsul. Ketika ditanya soal target selesainya rumah sakit tersebut dibangun, ia masih belum bisa memastikan. "Masih banyak yang harus dipersiapkan, jadi belum bisa menargetkan kapan bisa selesai", ungkapnya.
Samsul menyebutkan, meskipun nantinya memiliki RS Akademik, FKUB tetap akan menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) yang selama ini menjadi tempat praktek bagi para mahasisw FKUB. "Apalagi yang menempuh pendidikan spesialis, mereka pasti masih banyak di RSSA", tuturnya.
Sebagian besar PTN di Indonesia saat ini belum memiliki rumah sakit akademik. Rata-rata PTN menjalin kerja sama dengan rumah sakit lokal untuk dijadikan tempat praktek mahasiswa-mahasiswanya. "Padahal titik beratnya beda. Kalau rumah sakit yang diajak kerja sama itu disebut rumah sakit pendidikan, tujuan untuk pelayanan publik lebih banyak daripada untuk pendidikan. Untuk rumah sakit akademik, sebaliknya, lebih banyak untuk riset", papar Samsul panjang lebar. [fjr]HUT Korpri di UB
1 Desember 2008Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang sangat besar menarik minat partai-partai politik, baik langsung maupun tak langsung, untuk memanfaatkannya. Oleh karena itu, UU nomor 43 tahun 1999 pasal 3 ayat 2 menyatakan pegawai negeri harus netral dari pengaruh semua golongan dan partai politik serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk menjamin netralitas, pegawai negeri dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. Karena itu dituntut profesionalisme PNS, yang ditunjang dengan pendidikan, pengalaman dan keterampilan dalam memberikan pelayanan masyarakat.
Demikian antara lain pidato Gubernur selaku Pembina Korpri Jawa Timur yang dibacakan Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito dalam upacara bendera HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang ke-37, di lapangan Rektorat Universitas Brawijaya (UB), Senin (1/12).
Upacara dengan tema "Dengan netralitas Korpri Menyongsong dan Menyukseskan Pemilu 2009" ini diikuti oleh segenap anggota Korpri Unit UB. Pada kesempatan itu pula diumumkan daftar nama 75 orang pegawai (dosen dan administrasi) yang memasuki pensiun pada tahun 2008. Mereka itu, 16 orang dari Kantor Pusat (KP), 5 dari Fakultas Hukum (FH), 5 dari Fakultas Ekonomi (FE), 5 dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), 5 dari Fakultas Pertanian (FP), 3 dari Fakultas Peternakan (Fapet), 11 dari Fakultas Teknik (FT), 17 dari Fakultas Kedokteran (FK), 3 dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), 2 dari Fakultas MIPA (FMIPA), dan 3 dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP).Selengkapnya, 75 orang yang memasuki masa pensiun, dari KP: Irwan Sudjono, Purwadi, Slamet, Thys Affianty A Latief, Buchori (alm), Etty Retno Titisari SH, Sadji, Imam Muhadi, Ir Hesti Indratin Rahayu MSi (alm), Sanamad, Moch Mustofa, Suwandi BSc, Muljono, Suhartono, Dra Ratnawati, Dra Susiati Umar; FH: Agoes Susanto SH, M Sahil SH, A Askurin Iwan SH (alm), Suko Rahardjo SH (alm), Sri Indah Sruhartati SH; FE: Drs Mochammad Suhadak Ak (alm), Agus Sukanto SE, Prof Drs Thamtawi As MS, Sjamsul Hadi, Drs Husni Thamrin MM (alm); FIA: Dra Suciati, Drs Arief Faisol, Chabul, Drs Saiful ISlam MS (alm), Drs Djanalis Djanaid; FP: Gatot Suprapto, Prof Dr Ir Nur Basuki, Ir Suprapto Martodisastro MS, Prof Dr Saubari M Mimbar MAgr (alm), Drs Kasman Cadiwirya MEd; Fapet: Ir Idris Israil, Kushendriyanto SE, Prof Dr Ir Yuliani Djuniarti MS; FT: Hadi Prajitno, Ir Choiri (alm), Armijati, C Sri Kuswandari BA, Ir Wardi Kasim, Ir Sentanu, Drs Sumanan, Sutaman, Sri Soeloeh Ratnawati (alm), Lis Idawati; FK: dr Hanafi Abbas SpRad, dr R Soehardjito SpOG, Prof dr Achmad Hidajat Sastro Kusumo SpOG (alm), Rubijanto, dr R Abdoerrochman Basoeki SpPA, dr Tedja Sasmita MS, dr Widodo MKes, dr Sjoekoer Moch Dzen SpMK, Wasis, dr Ny Hoetarjo Soehadi ANW Pakasi SpM, dr Roekani Hadi Seputro SpKJ, Asmuni Arianto, dr Endang Asmaningsih MS, dr Sumakto SpA, dr R Widjajanto Ngartjono SpOG, Alexius Haryanto SPsi, Moestadi; FPIK: Ir JA Soemardi MS, Prof Dr Ir TJ Moedjiharto MAppSc, Ir Abdul Koid MS (alm); FMIPA: Surat, dr Bambang Paridjoto; FTP: Salmah Heruwati BSc, JF Tukinah, dan Sugito.
Tali asihUsia upacara bendera, Rektor memberikan tali asih kepada para pensiunan baru, dalam sebuah acara silaturahmi di gedung Widyaloka UB. Dalam acara itu Rektor menyatakan, UB selama ini telah mengusahakan pemberian pinjaman modal bergilir kepada para pegawai yang hendak memulai atau mengembangkan usaha. Jumlahnya semakin hari semakin besar, dan tidak ada yang macet. Selain itu, sudah dilakukan upaya untuk asuransi pegawai, sehingga pegawai mendapatkan tambahan bekal ketika memasuki masa pensiun.
Rektor tak lupa menyampaikan terima kasih kepada para pensiunan yang hadir. "UB tidak akan seperti sekarang ini tanpa jasa Bapak-Ibu sekalian", tandas Rektor. Oleh karenanya diharapkan tetap ada kontak antara organisasi atau perkumpulan para pensiunan dengan UB, dan terbina kerja sama yang saling menguntungkan, sehingga UB semakin maju lagi. "Bukan tidak mungkin, UB yang maju saat ini suatu ketika akan tutup, kalau generasi penerus tidak mampu memberikan sumbangsih seperti yang Bapak-Ibu berikan", tukas Rektor.
UB lebih pesat
Sementara itu Prof Dr Ir Nur Basuki, mewakili para pensiunan menyatakan, perkembangan UB cukup pesat dibandingkan perguruan tinggi lain yang usianya lebih tua. Hal diutarakan oleh gurubesar yang mengalami kepemimpinan 10 rektor, mulai dari H Doel Arnowo hingga Prof Yogi saat ini. Diharapkan perkembangan UB tetap berlangsung terus, dan pembangunan sarana lab yang menurut Prof Nur Basuki "belum sempat dipikirkan" agar terus diupayakan. Karena, sarana lab akan memacu prestasi akademik.
Sementara itu, Drs Djanalis Djanaid Ketua Unit Korpri UB yang juga memasuki masa pensiun, dalam pidato pengantar acara mengatakan, pensiunan harus siap mental. Oleh karena itu sebelum pensiun mereka telah dibekali dengan pelatihan persiapan pensiun selama 3 hari di Batu. Sasaran pelatihan itu, menurut Djanalis, agar mereka siap mental dan selalu menjaga kesehatannya. Setelah pensiun, kata Djanalis, bagi pensiunan ada dua kemungkinan yaitu berwirausaha atau bekerja di tempat lain. Untuk itu, Djanalis berharap para pensiunan tetap menjunjung tinggi nama baik UB. Diingatkannya, dulu ada alumni yang malu sebagai lulusan UB. Namun hal ini tidak terjadi sekarang. "Alhamdulillah, sekarang banyak orang bangga menjadi lulusan, pegawai maupun pensiunan UB". Kepada mantan pejabat, Djanalis berpesan agar tetap mengharumkan nama UB. "Di mana pun tugas Anda, hendaknya bisa tetap mengharumkan nama UB dengan karya-karya Anda", tandas Djanalis. [Far]UB Siapkan Museum Pendidikan
Minggu, 30 November 2008
Rencana pembangunan museum pendidikan Universitas Brawijaya (UB) akan direalisasikan tahun depan. Diperkirakan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 5 miliar, dan akan diusulkan ke pemerintah pusat dalam APBN 2009.
"Lahan untuk pembangunan museum telah disiapkan. Luasnya sekitar satu hektare lebih, lokasinya berada di belakang gedung rektorat," kata Prof Ir Yogi Sugito, rektor Universitas Brawijaya, di sela acara gerakan aksi menanam pohon pada Jumat (28/11) lalu. Pembangunan museum diperkirakan memakan waktu lebih dari waktu satu tahun, dan ditargetkan selesai pada akhir 2010.
Yogi mengatakan pembangunan museum pendidikan menjadi program yang mendesak, karena manfaatnya juga sebagai media promosi. Hal ini karena animo kalangan pelajar SMA yang mengunjungi kampus UB. Apalagi di UB, ada beberapa fakultas yang tidak banyak diminati siswa. Seperti agrokompleks yakni pertanian dan perikanan. "Adanya museum ini diharapkan mampu mendongkrak minat para pelajar SMA yang ingin melanjutkan pendidikan," ujar guru besar pertanian ini.
Keberadaan museum ini juga menjadi guide bagi para tamu kampus. Setidaknya, para tamu tidak perlu mengelilingi lebih dari 10 fakultas itu yang bisa menghabiskan waktu. "Kalau tamu mengunjungi tiap fakultas, sangatlah melelahkan," kata dia. Ketika ada kunjungan, bisa langsung masuk museum pendidikan UB. "Jadi melihat museum pendidikan, sama dengan mengetahui dalamnya kampus UB," tegasnya.
Desain museum nantinya akan menyajikan seluruh peralatan dan teknologi yang berkenaan dengan fakultas yang ada di UB. Misalnya fakultas pertanian, maka di dalamnya akan diisi berupa peralatan untuk membajak sawah ketika musim tanam. Seperti harus ada alat luku alat yang ditarik dengan sapi atau kerbau, hingga alat itu traktor yang menggunakan mesin. Alat pemanen lainnya, seperti ani-ani atau mesin penggiling modern seperti selep dan lesung.
Sedangkan untuk fakultas perikanan akan memajang peralatan untuk menangkap ikan baik dari yang tradisional atau yang modern. Misalnya pancing dan jala. Untuk fakultas teknik, juga akan memajang alat-alat yang mendukung untuk belajar mengajar. Seperti teknik arsitektur, misalnya memajang maket rumah, gedung perkantoran dan masih banyak lagi.
Karena banyak peralatan yang harus dicari, pembangunan membutuhkan anggaran yang besar. Sebab, beberapa peralatan yang kuno, harganya juga mahal, karena barang kadang sulit dicari. "Namun, itu semua harus dicari karena itu wajib. Ini bisa memberi nilai lebih pada kampus kami, karena informasi untuk masyarakat tentang jurusan di UB tersedia di sini," terangnya. [gus/lia]
http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=45621